PERBANDINGAN NOVEL INDONESIA DAN NOVEL
TERJEMAHAN
PENGERTIAN NOVEL INDONESIA
Novel adalah suatu karangan prosa yang alurnya panjang
dengan mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dan orang disekitarnya dengan
menonjolkan sifat serta watak pelaku. Novel memiliki alur yang lebih luas dan jelas, perwatakan
lebih dalam, dan setting yang beragam. Secara keseluruhan, setting novel Indonesia adalah 66%
mengambil setting waktu kekinian zamannya, serta 34% bercerita tentang masa yang belum lama
berlalu. Pemikiran novel indonesia adalah pemikiran golongan angkatan muda terpelajar
zamannya. Sebagian besar dari pengarang novel Indonesia adalah wartawan. Dengan memahami
novel-novel Indonesia kita mendapatkan suatu gambaran dari suatu proses (perubahan sosial dan
tata nilai), pengaruhnya tidak hanya dalam tema-tema, tetapi juga dalam strukturnya.
PENGERTIAN NOVEL TERJEMAHAN
Novel terjemahan adalah novel yang disusun dengan cara mengalih bahasakan novel luar
negeri menjadi berbahasa Indonesia. Menerjemahkan bukan berarti mengubah isi cerita, yang
diubah hanya bahasa asing. Adapunn unsur intrinsik dan ekstrinsik yang terkandung di dalam
novel terjemahan sama saja dengan yang ada dengan aslinya. Jadi ketika Anda membaca novel
terjemahan, Anda sudah mendapat gambaran penceritaan yang sama seperti naskah aslinya.
Persamaan dan perbedaan novel indonesia dan novel terjemahan dapat dilihat melalui unsur
intrinsik dan unsur ekstrinsik novel tersebut.
Unsur Intrinsik
Unsur intrinsik adalah unsur yang langsung membangun karya tersebut dan berada di dalam karya
tersebut.
1) Tema
Tema merupakan inti atau pokok yang menjadi dasar pengembangan cerita. Tema yang diangkat
dalam novel terjemahan antara lain pendidikan, percintaan, budaya, sosial, dan sebagainya.
2) Amanat
Amanat merupakan ajaran (pesan moral) yang ingin disampaikan pengarang melalui ceritanya.
Untuk menemukan sebuah amanat, kamu harus membaca novel secara keseluruhan.
3) Setting/Latar
Setting/latar, yaitu tempat, suasana, dan waktu terjadinya peristiwa. Setting pada novel
terjemahan biasanya berada di tempat-tempat atau suasana luar negeri dengan beragam kehidupan
yang modern, atau klasik.
4) Penokohan
Penokohan, yaitu nama-nama para pelaku beserta watak, perilaku, dan karakternya. Nama-nama
tokoh novel terjemahan berbeda dengan novel asli Indonesia. Nama tokoh biasanya disesuaikan
dengan budaya/negara asal pengarang novel terjemahan tersebut.
Contoh:
Novel Barat, nama-namanya antara lain: William, Carly Westin, Claire, Barbara, Scott,
dan sebagainya.
Novel Asia, nama-namanya antara lain: Chinsuo, Hsio, Yungchi, dan sebagainya.
5) Alur (plot)
Alur, yaitu rangkaian peristiwa yang membentuk cerita. Alur terdiri atas beberapa tahapan, yaitu
perkenalan, muncul masalah, masalah memuncak, masalah menurun, dan penyelesaian.
Unsur Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada di luar karya tersebut. Jadi, unsur ekstrinsik ini tidak
berhubungan secara langsung dalam membangun suatu karya. Unsur ekstrinsik di antaranya
adalah latar belakang budaya penulis novel, pendidikan penulis, ataupun latar ekonomi sosial
penulis tersebut. Oleh karena itu, agar dapat menganalisis unsur ekstrinsik suatu novel
terjemahan, tentunya harus mencari informasi tentang sosok penulis novel terjemahan tersebut.
Unsur ekstrinsik juga merupakan budaya, adat, bahasa, dan nilai. Dalam karya sastra novel terjemahan
nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tentu berbeda dengan novel asli Indonesia.
Nilai tersebut ada yang bersifat negatif dan ada pula yang bersifat positif. Nilai mencakup
seluruh bidang kehidupan manusia. Misalnya: nilai yang berkaitan dengan ideologi, politik,
ekonomi, sosial, budaya, religius, humanistik, edukatif, psikologi, moral, estetika, dan
sebagainya.
Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra terjemahan antara lain sebagai
berikut.
1. Nilai ideologis, berarti kita mendapatkan sesuatu yang berkaitan dengan pandangan hidup,
falsafah hidup.
2. Nilai politis, berkaitan dengan pengaturan kehidupan untuk tujuan tertentu.
3. Nilai ekonomi, berkaitan dengan kebutuhan hidup material manusia.
4. Nilai sosial, berkaitan dengan hubungan manusia yang satu dengan yang lain.
5. Nilai budaya, yakni nilai yang ada kaitannya dengan nilai perbuatan baik, tingkah laku,
dan kepribadian.
6. Nilai religius, berkaitan dengan kepercayaan.
7. Nilai humanistik, berkaitan dengan kemanusiaan
8. Nilai estetika, adalah nilai yang ada kaitannya dengan keindahan atau ketepatan pelukisan
dan kesesuaian antara bentuk dan isi.
9. Nilai edukatif, berkaitan dengan pendidikan.
10. Nilai psikologis, berkaitan dengan kejiwaan atau watak.
11. Nilai moral, berkaitan dengan perbuatan baik dan buruk.
Contoh novel Indonesia dan novel terjemahan serta tokoh novelis
Contoh Novel Indonesia
Azab dan Sengsara – Merari Siregar
Belenggu – Armijn Pane
Siti Nurbaya – Marah Rusli
Salah Asuhan – Abdoel Moeis
Atheis – Achdiat K. Mihardja
Novel Indonesia Modern (best seller)
o Ca bau kan – Remy Sylado
o Ketika Cinta Bertasbih – Habiburrahman El Shirazy
o Ayat-ayat cinta – Habiburrahman El Shirazy
o Sang Pemimpi – Andrea Hirata
Contoh Novel Terjemahan
The Old Man and The Sea – Ernest Hemingway
Ceritera Kecurian Lima Million Ringgit (CKLMR) – Haji Muhammad bin Muhammad
Said
Novel Terjemahan Modern (best seller)
o Mystic River – Dennis Lehane
o The Name of the Rose – Umberto Eco
o My Name is Red – Orhan Pamuk
o The Da Vinci Code – Dan Brown
CONTOH SINOPSIS NOVEL TERJEMAHAN
Harry Potter dan Kamar Rahasia
Oleh : J.K Rowling
Penerjemah : Listiana Srisanti
Sinopsis:
Harry Potter menghabiskan liburan tahun pertama sekolahnya bersama bibinya Petunia, paman
Vernon, dan sepupunya Dudley Dursley. Ia membenci paman, bibi, dan sepupunya seperti mereka
membenci Harry. Suatu hari, ia mendapat peringatan agar tidak kembali ke sekolah di tahun
keduanya oleh peri rumah bernama Dobby. Harry tidak menghiraukan itu tetapi si peri melakukan
segala cara agar Harry tidak pergi ke sekolah, bahkan saat Harry sudah kembali bersekolah.
Alasannya jelas diketahui Harry setelah hal-hal aneh terjadi di Hogwarts. Ia sering mendengar
seseorang berbicara ingin membunuh.
Kamar rahasia telah dibuka lagi. Menurut legenda, salah satu pendiri sekolah-Salazar
Slytherin yang tidak sependapat dengan ketiga pendiri lainnya mengenai pelajar muggle (pelajar
bukan
keturunan penyihir) membuat sebuah kamar yang berisi sebuah monster untuk menghabisi para
muggle di sekolah. Lima puluh tahun yang lalu kamar itu pernah terbuka dan seorang gadis
meninggal. Sekarang, beberapa pelajar ditemukan dalam keadaan membatu. Seorang keturunan
Slytherin menulis ancaman di depan kamar mandi perempuan yang rusak bertahun-tahun karena
hantu Myrtle Merana. Harry dan teman- temannya mencurigai Draco Malfoy, seorang pelajar dari
asrama Slytherin yang kelihatan sangat senang atas peristiwa ini.
Harry menemukan sebuah buku harian di kamar mandi Myrtle. Buku itu sangat misterius
karena saat ditulisi oleh Harry, buku itu menjawabnya dengan tulisan si pemilik buku
sebelumnya. Ternyata buku harian itu milik Tom Riddle, seorang pelajar lima puluh tahun yang
lalu, ia membawa Harry ke masa lampau, waktu di mana kamar rahasia pernah terbuka. Ia melihat
Hagrid dituduh sebagai penyebab kejadian itu dan dikeluarkan dari sekolah, tetapi ia tetap
diijinkan Albus Dumbledore untuk tinggal di Hogwarts. lalu Harry dan teman- teman mencoba
mencari jawaban dari misteri ini. Hermione mencari segala petunjuk di perpustakaan. Tetapi ia
ditemukan dalam keadaan membatu dengan sebuah kertas di genggaman tangannya yang berisi
semua jawaban dari misteri ini.
Monster yang tinggal di dalam kamar rahasia adalah Basilisk, seekor ular raksasa yang
paling beracun dan sorotan matanya dapat membunuh seseorang. Suara-suara misterius yang
sering ia dengar akhir-akhir ini adalah suara Basilisk dan ia dapat mendengarnya, karena ternyata
ia adalah seorang parselmouth, seseorang yang berbicara bahasa ular. Harry dan Ron pergi ke
kamar itu untuk menyelamatkan Ginny dan Harry menemukan Tom Riddle di sana. Ternyata ia
adalah Lord Voldemort yang menggunakan Ginny untuk mengeluarkan Basilisk. Dengan pedang
Griffindor yang dibawa oleh Fawkes, burung phoenix milik Dumbledore, Harry membunuh
monster itu lalu ia menghancurkan buku harian Riddle dengan menancapkan taring Basilisk ke
dalamnya. Ramuan untuk mereka yang membatu telah selesai dibuat oleh para guru Hogwarts dan
mereka kembali normal. Semua masalah diselesaikan oleh Harry Potter dan semua senang karena
ujian ditunda sebagai hadiah dari sekolah.
Unsur Intrinsik :
1. Tema : Keberanian
2. Alur : Alur Campuran
· Harry masuk ke dalam buku milik Tom Riddle yang ia temukan, lalu ia ditunjukkan kembali
kisah terbukanya pintu kamar rahasia lima puluh tahun yang lalu (alur mundur)
· Harry mendengar suara-suara gaib “I want to kill you” yang hanya bias didengar olehnya, lalu Harry
mencari tahu tentang suara itu berasal (alur maju)
3. Setting : Tempat : Rumah, Kamar, Kamar mandi, Sekolah Hogwarts
4. Suasana :
· Menakutkan : Ketika Harry mendengar suara yang ingin membunuhnya
· Menegangkan : Ketika Harry melawan Ular raksasa
5. Perwatakan :
· Harry, pemberani : Ia melawan Lord Voldemort seorang diri
· Hermione, pintar : Ia bisa membuat ramuan untuk merubah wajah dan juga menemukan jawaban dari
semua misteri yang ada
· Ron, penakut : Ia takut saat Harry mengajaknya ke hutan terlarang dan bertemu dengan laba-laba raksasa
6. Amanat : Jangan pernah menyerah untuk menyelesaikan suatu masalah, karena setiap
masalah pasti dapat diselesaikan.
Unsur Ekstrinsik :
1. Nilai Sosial : Untuk memecahkan misteri. Harry dibantu oleh kedua sahabatnya
2. Nilai Humanistik : Dengan keberaniannya, Harry menyelamatkan Ginny dari Voldemort
seorang diri