0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
771 tayangan23 halaman

Makalah Kel.5 Bahasa Indonesia

Teks ini memberikan ringkasan singkat tentang diskusi kelompok 5 mata kuliah Bahasa Indonesia yang membahas tentang ulasan buku dan struktur teks ulasan buku. Diskusi mencakup observasi struktur teks ulasan buku, identifikasi genre mikro, analisis bahasa dominan, dan penjelasan tahapan orientasi serta pandangan pengulas terhadap buku yang diulas.

Diunggah oleh

Aldi fiqi Saputra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
771 tayangan23 halaman

Makalah Kel.5 Bahasa Indonesia

Teks ini memberikan ringkasan singkat tentang diskusi kelompok 5 mata kuliah Bahasa Indonesia yang membahas tentang ulasan buku dan struktur teks ulasan buku. Diskusi mencakup observasi struktur teks ulasan buku, identifikasi genre mikro, analisis bahasa dominan, dan penjelasan tahapan orientasi serta pandangan pengulas terhadap buku yang diulas.

Diunggah oleh

Aldi fiqi Saputra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
Anda di halaman 1/ 23

Nama kelompok 5 : 1.

Fitri rachmaniah azhro (2130502105)

2. Annisa salsabila R.S (2130502098)

3. Muhaimin iskandar (2130502091)

4. Arny Yoan (2130502111)

5. Dela Amanda (2130502120)

Kelas : 2152 D

Mata kuliah : Bahasa Indonesia

Kelompok :5

Kegiatan 1

1.) Tahukah anda bahwa ada teks yang tergolong kedalam genre ulasan?
Seandainya genre diberi ulasan diberi nama lain, nama apa saja yang sering anda
jumpai?
2.) Dimedia apa anda menemukan dapat menemukan genre ulasan?
3.) Apa yang dapat diulas itu hanya teks? Dapatkah peristiwa atau pertunjukkan diulas ?
apabila yang diulas teks,teks apa saja yang dapat diulas?
4.) Pada saat anda mengulas sebuah teks, apa yang sesungguhnya anda kerjakan?bagaimana
anda menata hasil ulasan anda?
5.) Jelaskan manfaat teks ulasan bagi kehidupan akademik anda.

Jawaban :

1.) Ya saya tahu bahwa ada teks yang tergolong kedalam gendre ulasan dan yang sering
saya jumpai biasanya bernama teks sinopsis dan teks resensi.
2.) Saya menemukan genre ulasan dari Media elektronik, media cetak misalnya novel.
komik dan lain-lainya.
3.) Semua teks karya sastra dapat diulas, tidak hanya teks dalam buku yang dapat diresensi,
tetapi juga untuk karya lain seperti artikel, karya sastra (novel pendek, drama dan
musik), tari, kerajinan, lukisan, pertunjukan dan film). Bahkan ulasan dapat dibuat
terhadap suatu peristiwa
 Anda dapat mengulas acara dan pertunjukan, seperti olahraga, pertunjukan tari,
musik, film, atau kegiatan sosial lainnya
 Teks yang dapat diulas meliputi cerita pendek, novel, drama, dan puisi
4.) Menulis ulasan yang baik.
Saya menyusun hasil resensi saya dengan teknik penulisan yang baik, saya menulis
resensi dari pengalaman langsung, saya uraikan keutamaannya secara detail, kemudian
menjabarkan analisis pro dan kontra, kesimpulan, serta tips dan saran. Kemudian saya
mengambil struktur atau kesimpulan teks dengan menggunakan poin-poin berdasarkan
bagian-bagian yang utuh, sehingga menjadi kesimpulan singkat yang dapat
menjelaskan isi teks dengan benar dan jelas.
5.) Saat kalian belajar di sekolah maupun membaca artikel di perpustakaan, kalian telah
secara langsung memanfaatkan fungsi dari teks. Begitu juga manfaat dari teks pada
artikel yang kalian baca bisa menambah wawasan pengetahuan mengenai sesuatu materi
yang sedang kalian pelajari maupun kalian cari.Dalam pelajaran "Bahasa Indonesia"
juga kalian mempelajari berbagai macam bentuk format teks. Pembelajaran mengenai
teks tersebut memiliki tujuan agar nantinya

KEGIATAN 2

Memahami,menelususuri, dan mengidentifikasi langkah-langkah dalam membuat ulasan


buku

1. Orientasi

Judul : Buku Ajar Mata Kuliah wajib Umum Bahasa


Indonesia
Penulis : Paristiyanti Nurwardani Dr. TriWiratno, M.A.
Dr. DwiPurnanto, M.Hum. Dr.
VismaiaS.Damaianti, M.Pd Edi Mulyono
Evawany Fajar Priyautama Ary Festanto.
Tahun terbit : 2016
Penerbit : Direktorat Jenderal Pembelajaran dan
Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi
dan Pendidikan Tingg
Jumlah halaman : 303

Buku ini di terbitkan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan


Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Buku ini merupakan buku bahan ajar mata
kuliah umum wajib yang dibuat oleh pemerintah untuk menjadi salah satu sumber nilai dan bahan
dalam menyelenggarakan program studi untuk mendorong mahasiswa memantapkan
kepribadiannya sebagai bangsa Indonesia yang utuh. Buku ajar ini disusun dan direvisi oleh
berbagai pihak di bawah koordinasi Direktorat jendaral Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Kementerian Riset Teknologi dan pendidikan tinggi berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal
Pajak Kementerian Keuangan.Buku bahan ajar bahasa Indonesia ini merupakan"bahan ajar
dinamis" yang terus ditingkatkan, diperbarui dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika
kebutuhan dan perubahan zaman, yang terakhir diperkaya dengan konten kesadaran pajak.
Kontribusi dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

2. Isi ulasan buku

Pada bab pertama buku, berisi uraian tentang berbagai makrogenre yang terdapat di
kalangan akademisi. Teks ilmiah atau teks ilmiah dapat bermacam-macam jenisnya, seperti buku,
resensi buku, proposal penelitian,laporan penelitian, laporan laboratorium, dan artikel ilmiah.
Jenis-jenis ini adalah genre makro, yang masing-masing berisi campuran berbagai genre mikro
seperti deskripsi, laporan, prosedur, penjelasan, pameran, dan diskusi. Mikro yang berbeda telah
dipelajari oleh siswa di SMP atau MTS dan SMA atau MA. Bab ini mengajak mahasiswa untuk
meneliti bagaimana berbagai jenis teks akademik diproses di lingkungan akademik mahasiswa
dan mengapa siswa membutuhkan teks-teks ini untuk mengekspresikan diri.

Pada bab kedua buku,Mahasiswa diajak untuk mendalami dunia perpustakaan. Sebagai
akademisi, mahasiswa tentunya harus membaca artikel ilmiah, termasuk buku.Ketika siswa
membaca buku, siswa harus mencernanya dengan cermat agar siswa memahami isinya. Di sisi
lain, mahasiswa harus menyampaikan pemahamannya dengan berbagai cara, misalnya resensi
buku. Dalam bab ini, minta siswa untuk mengamati bagaimana mengomunikasikan hasil
membaca buku dalam bentuk resensi buku.

Pada bab ketiga pada buku,pokok persoalan yang disasajika pada bab ini adalah mendesain
proposal baik untuk kegiatan maupun untuk penelitian Siswa sebagai ilmuwan masa depan
memiliki tugas untuk diteliti. Agar penelitian dapat dilakukan dengan benar dan tepat
sasaran,penelitian harus disusun sesuai dengan prosedur yang berlaku. Selain itu, mahasiswa juga
harus dapat mendesain proposal kegiatan.setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan dan
penelitian mahasiswa harus dapat melaporkan hasilnya dengan baik.

Pada bab keempat pada buku, tentang cara melaporkan hasil,kegiatan dan hasil penelitian.
Hasil kegiatan dan hasil investigasi harus dikomunikasikan kepada berbagai pihak dalam bentuk
laporan kegiatan dan laporan investigasi. Melalui bab ini, mahasiswa belajar melaporkan hasil
dari kegiatan dan hasil penelitian.Untuk memastikan bahwa laporan kegiatan dan laporan
penelitian dipahami oleh pihak lain, mahasiswa harus menyusun laporan sesuai dengan prosedur
yang valid secara akademis, baik dari segi isi maupun penggunaan bahasa. Laporan penelitian
yang ditulis mahasiswa pada Bab ini dapat dimasukkan ke dalam artikel ilmiah.

Pada bab kelima pada buku,bertujuan membekali mahasiswa dengan aktualisasi diri
melalui artikel ilmiah. Pada dasarnya artikel ilmiah tersebut merupakan laporan penelitian yang
disajikan dalam bentuk karya ilmiah. Artikel jenis ini disebut artikel penelitian, yaitu artikel yang
didasarkan pada kajian. Jenis artikel lainnya adalah draft artikel, artikel yang muncul dari refleksi
konseptual. Jenis artikel kedua ini bukan merupakan tinjauan umum dari studi. Dalam bab ini,
mahasiswa diajak untuk menyelidiki bagaimana karya tulis ilmiah, baik makalah penelitian
maupun makalah konseptual, dapat dirumuskan.

3. Kelebihan buku

Topik utama bahasan dalam buku ini sengaja disajikan dengan pendekatan aktivitas
belajar,pembelajaran yang dipertahankan adalah proses pendidikan, di mana diskusi kritis,
analitis dan induktif berlangsung.secara deduktif dan refleksif melalui dialog kreatif
partisipatif untuk mencapai pemahaman tentang kebenaran isi pokok kajian. pekerjaan nyata.
dan merangsang motivasi untuk belajar sepanjang hidup.

4. Kekurangan buku

pilihan kata atau diksi tertentu masih terlalu sulit untuk dipahami. Seringkali perlu
membuka glosarium untuk memahami istilah linguistik yang menggunakan bahasa akademis
atau istilah ilmiah tertentu.Jika menggunakan istilah dan kata yang sederhana, semua orang
dapat memahaminya dengan lebih mudah tanpa melihat glosarium. Namun, bagi sebagian
kalangan hal ini bisa menjadi kelemahan atau bahkan kelebihan, terutama bagi mahasiswa
yang sedang menempuh pendidikan tinggi.

5. Kesimpulan

Buku ini membahas pendekatan aktivitas pembelajaran mata kuliah bahasa Indonesia,
pembelajaran yang diselenggarakan merupakan proses yang mendidik, yang di dalamnya
terjadi pembahasan kritis, analitis, induktif. deduktif, dan reflektif melalui dialog kreatif
partisipatori untuk mencapai pemahaman tentang kebenaran substansi dasar kajian, . berkarya
nyata. dan menumbuhkan motivasi belajar sepanjang hayat.

HASIL DISKUSI KELOMPOK 5


1. Observasilah teks ulasan buku tentang bahaya penyalahgunaan narkoba yangberjudul
“Perangi narkoba” di bawah ini. Sambil Anda mengobservasi teks ulasan buku itu,
identifikasilah struktur teks dengan tahapan-tahapanyang membangun teks tersebut.

2. Eksplorasilah genre-genre mikro yang terdapat dalam teks ulasan buku tersebut dan
fungsi retoris dari masing-masing genre itu.
3. Formulasi bahasa seperti apa yang dominan pada teks uklasan buku tersebut?
Berikan argumentasi mengapa demikian.
4. Bacalah Tahapan Orientasi teks ulasan “Perangi narkoba” di atas dengan lebihteliti.
Sebutkan dan jelaskan hal apa saja yang dipaparkan di dalamnya.
5. Sebutkan dan jelaskan pandangan pribadi pengulas terhadap buku yang diulasitu.

Deskripsikanlah kembali Tahapan Orientasi itu dengan menggunakan bahasa Anda


sendiri. Jika Anda mau, Anda boleh menyatakannya ke dalam satu paragraf, sehingga
hasil pekerjaan Anda menjadi lebih ringkas.

6. Sebutkanlah hal apa saja yang dijelaskan pada tiap paragraf yang dikutip pada Tabel
2.2. Diskusikanlah apakah paragraf- paragraf itu sudah memenuhi syarat pada Tahapan
Tafsiran Isi dari teks ulasan buku yang ideal.
7. Temukan buku yang diulas yang berjudul Mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba
melalui pendidikan budaya dan karakter bangsa itu.Jelaskan
apakah ketiga paragraf itu sudah mencakup isi buku secara keseluruhan.
8. Tulislah kembali pokok-pokok pikiran pada tiap tafsiran isi di atas dengan
menggunakan bahasa Anda sendiri. Lebih baik lagi, apabila tulisan Anda itu lebih
ringkas.
9. Diskusikanlah hal-hal apa saja yang termasuk ke dalam evaluasi. Sebutkanlah hal
apa saja yang dijelaskan pada tiap paragraf evaluasi di atas. Apakah evaluasi di atas
sudah memenuhi syarat evaluasi dari teks ulasan buku yang ideal?
10. Bagaimana penulis teks ulasan “Perangi narkoba” memberi penilaian atas buku yang
diulas? Apa saja kelebihan dan kelemahan buku Mencegah bahaya penyalahgunaan
narkoba melalui pendidikan budaya dan karakter bangsa?
11. Apa perbedaan buku Mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba melalui pendidikan
budaya dan karakter bangsa dan buku pembanding, Remaja dan bahaya narkoba –
untuk Sekolah Lanjutan Atas, yang disebutkan pada Paragraf 3? Apabila Anda tidak
setuju dengan pendapat pengulas, jelaskan alasan Anda sehingga orang lain setuju
dengan pendapat Anda.
12. Jelaskan isi paragraf pada Tahapan Rangkuman di atas. Tunjukkan bahwa Tahapan
Orientasi mempunyai bobot yang sama dengan Tahapan Rangkuman, dan keduanya
mengan- dung isi yang sama tetapi dinyatakan dengan bahasa yang berbeda.
13. Tulislah kembali paragraf tersebut dengan kalimat-kalimat Anda sendiri. Anda harus
merasa yakin bahwa yang Anda ungkapkan mengandung makna yang sama dengan
paragraf tersebut.
14. Bacalah teks ulasan “Perangi narkoba” di atas sekali lagi, dan cermatilah apakah
tahapan-tahapan pada struktur teksnya sudah ditata dengan baik.

15. Carilah beberapa teks ulasan yang lain, dan identifikasilah struktur teks masing-
masing, lalu bandingkan dengan struktur teks ulasan “Perangi narkoba”itu

16. Carilah beberapa ulasan buku dengan ringkasan atau resensi buku? Mengapa Anda
menganggap sama atau berbeda?
17. Dengan mencontoh penyisipan informasi di atas, sisipkanlah informasi yang tersisa
pada Tahapan Identitas ke dalam tahapan-tahapan struktur teks yang Anda pandang
sesuai. Tulislah kalimat-kalimat yang dihasilkan pada kertas tersendiri.
18. Setelah itu, tulislah ulang semua teks ulasan “Perangi Narkoba” itu dengan
menghilangkan Tahapan Identitas dan menyisipkan informasi yang ada ke dalam
tahapan-tahapan yang relevan.
19. Dengan memanfaatkan Tabel 2.6, identifikasilah kembali teks ulasan buku Perangi
narkoba di atas. Temukanlah ungkapan-ungkapan yang
menunjukkan penilaian positif atau negatif yang lain. Ingat bahwa penilaian tidak hanya
terdapat di Tahapan Evaluasi, tetapi juga di tahapan-tahapan lain.
20. Jelaskan apakah penilaian itu dinyatakan dengan nomina, verba, adjektiva, atau
adverbia.
21. Jelaskan apakah penilaian baik positif maupun negatif itu disampaikan oleh pengulas
untuk menunjukkan bahwa ia menyatakan gagasan secara objektif.
22. Dengan memanfaatkan Tabel 2.7, identifikasilah kembali teks ulasan buku Perangi
narkoba di atas. Temukanlah ungkapan-ungkapan lain yang
menunjukkan penilaian penghargaan. Ingat sekali lagi bahwa penilaian tidak hanya
terdapat di Tahapan Evaluasi, tetapi juga di tahapan-tahapan lain.
23. Jelaskan dengan bukti-bukti apakah pengulas lebih condong ke arah menghargai atau
tidak menghargai buku yang diulas itu.
24. Jelaskan formulasi bahasa yang digunakan oleh pengulas dalam menempatkan
buku yang diulas itu dibandingkan dengan buku lain yang sejenis.
Jawaban

1. Struktur Teks Ulasan Dengan Tahapan-Tahapan Sebagai Berikut:

1. orientasi (orientation) yang mendeskripsikan buku yang diulas (Paragraf 1-2)

(1) Buku ini ditulis oleh Suyadi, seorang akademisi muda yang banyak bergiat di
dunia pendidikan dengan menjadi staf pangajar di beberapa universitas di Yogya-
karta. Di usianya yang masih tergolong muda (lahir pada tanggal 7 Agustus 1982),
penulis yang dijuluki “si pendekar pena” ini bahkan telah menulis lebih dari 40
judul buku, baik yang sudah terbit maupun yang masih dalam proses penerbitan.

(2) Buku ini sendiri merupakan pengem- bangan dari hasil penelitian mengenai
penyalahgunaan narkoba oleh kalangan siswa/remaja di Yogyakarta. Buku ini sangat
berguna dan perlu dimiliki oleh para pengampu pendidikan bukan hanya karena
kekayaan data, tetapi juga karena solusi nyata yang ditawarkan.
2. Tafsiran isi (interpretative recount) yang memaparkan isi buku (Paragraf 3-5)

(3) Buku ini memaparkan data dan fakta seputar penyalahgunaan narkoba di
kalangan remaja/siswa. Melalui sebuah penelitian lapangan, Suyadi berhasil
menemukan lorong-lorong gelap sebagai tempat berlangsungnya praktik
penyalahgunaan narkoba oleh kalangan pelajar. Dari penelitian itu pula, Suyadi
menangkap banyak paradoks penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja atau siswa
menengah.
(4) Satu di antara paradoks itu ialah rentannya kalangan remaja/siswa
terperangkap ke dalam penyalahgunaan narkoba, pada satu sisi, padahal bangsa kita
adalah bangsa yang religius serta pendidikan nasional kita mengajarkan karakter
pancasilais, pada sisi lain. Gejala inilah yang menjadi dorongan utama bagi Suyadi
untuk melakukan penelitian saintifik mengenai pola persebaran “penyakit narkoba” di
kalangan remaja/siswa.
(5) Dengan metodologi penelitian yang terukur serta analisis teoretik yang mendalam,
Suyadi menemukan tiga fakta tentang penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja di
Yogyakarta. Ketiga fakta itu berkenaan dengan tingginya penyalahgunaan narkoba di
kalangan pelajar, permisifnya guru dan agresifnya polisi, serta kurang efektifnya
penyuluhan narkoba di sekolah. Buku sebagai hasil penelitian ini juga menjawab
pertanyaan tentang mengapa remaja/pelajar rentan terhadap penyalahgunaan
narkoba
dan tentang “lorong-lorong gelap” peredaran narkoba di sekolah. Buku ini juga
menyajikan tawaran pemecahan penyalahgunaan narkoba di sekolah. Semuanya
diuraikan secara terperinci dengan disertai ilustrasi, sehingga mudah ditangkap dan
mengesankan. Selain paparan data yang terperinci kuat dan terperinci, buku ini juga
disajikan dengan menggunakan tabel dan gambar ilustrasi sehingga tampak lebih ilmiah
dan menarik.
3. Evaluasi (evaluation) yang menggambarkan penilaian (Paragraf 6-9).

(6) Banyak sekali keunggulan yang terkandung dalam buku ini. Di antaranya ialah
buku ditulis berdasarkan penelitian dengan metodologi saintifik. Karena berdasarkan
penelitian, yang dituliskan bukan sekadar opini penulis, melainkan data nyata dan
faktual. Selain itu, buku ini memberikan informasi secara terperinci dengan disertai
ilustrasi, sehingga mudah ditangkap dan mengesankan serta memberi arahan
pencegahan penyalahgunaan narkoba. Setidaknya, buku ini sangat berguna menambah
khasanah ilmu, khususnya mengenai narkoba.
(7) Akan tetapi, buku ini juga bukan tanpa kelemahan. Satu ganjalan pertama dalam
membaca buku ini ialah adanya tulisan melingkar (berbentuk seperti stempel)
berbunyi “SMA/MA SMK” pada sampul. Tulisan seperti stempel pada sampul ini

jelas memberi kesan bahwa buku ini hanya untuk siswa setingkat SLTA. Implikasinya
adalah buku ini memberi kesan sebuah buku pelajaran sekolah (textbook). Padahal
buku ini bukanlah buku pedoman yang perlu diajarkan kepada siswa.
(8) Buku ini, tampaknya, lebih tepat dan bermanfaat bagi para pengampu pendidikan,
misalnya pemerintah sebagai pengelola sekolah, guru/pendidik, dan orang tua untuk
dijadikan sebagai acuan membuat suatu kebijakan pendidikan. Berbeda dengan buku
ini, buku yang berjudul Remaja dan bahaya narkoba – untuk Sekolah Lanjutan Atas
(Abdul Rozak dan Wahdi Sayuti) ditujukan bagi pelajar dan pembaca remaja. Jika

buku yang disebut pertama menitikberatkan pada praktik penyalahgunaan narkoba,


buku yang disebut belakangan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan definisi
narkoba, jenis-jenisnya, dan bahaya serta sanksi bagi para pemakai, pengedar, dan
pembuatnya. Kemudian, jika buku pertama lebih mengedepankan pendidikan karakter
sebagai upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, buku kedua
mengutamakan pendekatan agama dan pengetahuan terhadap sanksi hukum bagi
pelajar sebagai upaya mencegah penyalahgunaan narkoba.
(9) Meskipun terdapat perbedaan dalam hal pendekatan, kedua buku tersebut
ditulis sebagai upaya penyebaran virus-virus positif untuk mencegah para pelajar agar
tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.
4. Rangkuman evaluasi (evaluative summation), yang merupakan penegasan ulang
terhadap hasil evaluasi (Paragraf 10).
(10) Buku Mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba melalui pendidikan budaya
dan karakter bangsa sangat berguna, khususnya bagi para pengampu pendidikan dan
pembuat kebijakan sekolah. Informasi terperinci tentang fakta penyalahgunaan
narkoba di kalangan remaja/pelajar dapat dijadikan landasan dalam berupaya untuk
memerangi penyalahgunaan narkoba di sekolah-sekolah. Jadi, upaya Suyadi dalam
menguak dan menyingkap “lorong-lorong gelap” peredaran narkoba di sekolah patut
diberi apresiasi dan acungan jempol.

2. Dalam teks tersebut menurut saya ada terdapat beberapa genre mikro di antaranya
adalah :
Abstrak

Fungsi Retorisnya

Adalah untuk menyajikan ringkasan yang ada pada teks tersebut tentang penyalah gunaan
narkoba , dan dapat mewakili dari seluruh teks tersebut.
Ekaposisi

Fungsi Retorisnya

Memberikan latar belakang tentang penyalahgunaan narkoba,permasalahan


penelitian,gambaran tentang tujuan dan pendekatan/metode untuk mencapai tujuan tersebut
yaitu mencegah bahayanya narkoba.
Review

Fungsi Retorisnya

Adalah menyajikan ulasan teoretis tentang dasar pemikiran yang digunakan untuk
memecahkan masalah tentang penyalahgunaan narkoba tersebut.
Rekon

Fungsi Retorisnya

Menyajikan pendekatan metode, dan teknik penelitian termasuk langak-langkah apa saja
yang harus di ambil untuk mengatasi penyalahgunaan narkoba tersebut.
Deskripsi

Fungsi Retorisnya

Menyajikan temuan-temuan dalam penelitian tentang penyalahgunaan narkoba tersebut.

3. yang pertama formulasi bahasa yang sering digunakan adalah formulasi penilaian,
formulasi bahasa yang digunakan untuk mempertentangkan dua sudut pandang
dalam diskusi, dan formulasi bahasa yang digunakan untuk membandingkan kedua
buku tersebut.
4. - Secara umum, pada Paragraf 1 pengulas memaparkan dua hal, yaitu deskripsi
tentang seseorang yang bernama Suyadi (nama penulis buku yang diulas) dan latar
belakang kehidupannya, antara lain pendidikan, asal, pekerjaan, dan seterusnya. Bagian
yang dicetak tebal pada Tabel 2.1 itu menunjukkan formulasi bahasa dalam deskripsi.
Adapun pada Paragraf 2, pengulas mendeskripsikan isi buku secara umum dan
mengemukakan pendapat pribadi pengulas terhadap buku tersebut. Pengajuan pendapat
seperti itu memenuhi ciri eksposisi. Pada Tabel 2.1, formulasi bahasa dalam eksposisi
dinyatakan pada kalimat yang digarisbawahi. Kalimat pertama pada Paragraf 2 pun
juga merupakan pernyataan pendapat yang dinyatakan dalam deskripsi.

5. secara umum, pada pragraf 1 pengulas mempaparkan dua hal, yaitu deskripsi tentang
seseoang yang bernama suyadi (nama penulis buku yang di ulas) dan lata belakang
kehidupanya, antara lain pendidikan. Asal, pekerjaan, dan seterusnya. Bagian yang di
cetak tebal pada Tabel 2.1 itu menunjukan formulasi bahasa dalam deskripsi. Adapun
pada paragaf 2, pengulas mendeskripsikan isi buku secara umum dan mengemukakan
pendapat pribadi pengulas terhadap buku tersebut. Pengajuan pendapat seperti itu
memenuhi cirri eksposisi, pada table 2.1, formulasi bahasa dalam eksposisi di
nyatakan pada kalimat yang di garis bawahi. Kalimat pertama pada paagraf 2 pun juga
merupakan pernyataan pendapat yang di nyatakan dalam deskripsi
6. Tahapan Orientasi identik dengan pengantar kepada seluruh ulasan. Tahapan ini
berfungsi untuk:
(1) menyampaikan informasi tentang buku apa yang diulas (dalam hal jenis dan aliran
ilmu yang disajikan), siapa penulisnya (dalam hal jati dirinya), dan siapa pembaca yang
dituju (dalam hal segmentasinya);
(2) memposisikan buku yang diulas; dan

(3) menyatakan pendapat pengulas tentang buku itu.

7. 3.pada paragraf pertama tabel 2.2 menjelaskan tafsiran isi dalam buku ini
memaparkan data dan fakta seputar penyalahgunaan narkoba di kalangan
remaja/siswa.
4. pada paragraf kedua tabel 2.2 menjelaskan tafsiran isi rentannya kalangan

remaja/siswa tertangkap kedalam penyalah gunaan narkoba.


5. pada paragraf ketiga tabel 2.2 menjelaskan tafsiran isi fakta tentang penyalagunaan
narkoba di kalangan remaja di yogyakarta.
Menurut saya:dari tiap-tiap paragraf yang saya baca itu sudah memenuhi syarat pada
tahapan tafsiran isi dari teks ulasan buku yang ideal.

8. Ya, ketiga paragraf itu sudah mencakup isi buku yg berjudul mencegah bahaya
penyalahgunaan narkoba melalui pendidikan budaya dan karakter bangsa.dimana
pada paragraf pertama di dalam buku tersebut memaparkan data dan fakta seputar
penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja/siswa. Dan dilanjutkan pada paragraf
kedua yg berisi Satu di antara paradoks itu ialah rentannya kalangan remaja/siswa
terperangkap ke dalam penyalahgunaan narkoba. Dan di akhir paragraf berisi tentang
hasil penelitian ini juga menjawab pertanyaan tentang mengapa remaja/pelajar
rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.
9. Pokok –pokok pikiran dari tafsiran isi di atas adalah mengenai penyalahgunaan
Narkoba di kalangan remaja / pelajar yang biasa rentan di tempat “lorong – lorong
gelap “. Semua ini di uraikan ke dalam sebuah Buku Pemecahan penyalahgunaan
narkoba.
10. Tahap evaluasi berfungsi untuk menilai karya yang diulas. aspek yang dinilai meliputi
kedalaman isi buku, tata organisasi gagasan yang tergambar pada penataan bab, gaya
penulisan yang terungkap pada kualitas bahasa yang digunakan, serta keunggulan-
keunggulan dan kelemahan-kelemahan buku yang diulas itu.
Dari aspek kedalaman isi, dapat dinilai: (1) apakah buku itu dapat memenuhi tujuan
sosialnya sebagaimana disebutkan di bagian Kata Pengantar atau Pendahuluan; dan
(2) apakah buku itu dapat memenuhi kebutuhan target pembaca yang dituju. Dari aspek
tata organisasi gagasan, dapat dinilai: (1) apakah bab-bab pada buku itu disusun secara
berimbang; dan (2) apakah terdapat kesesuaian hubungan antarbab. Dari aspek gaya
penulisan, dapat dinilai: (1) apakah buku itu ditulis dengan bahasa akademik dan baku;
dan (2) apakah buku itu ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami. Adapun dari
aspek keunggulan dan kelemahan, dapat dinilai: (1) apakah buku itu dapat memberikan
sumbangan baik secara praktis maupun teoretis; dan (2) apakah buku itu dapat
mengungguli buku lain yang sejenis.
Genre mikro yang digunakan adalah diskusi untuk mendapatkan argumentasi yang
kuat. Formulasi bahasa yang digunakan untuk mempertentangkan dua sudut pandang
dalam diskusi terlihat pada kosakata keunggulan dan kelemahan dan dipertentang
dengan akan tetapi. Genre lain yaitu eksplanasi dengan hubungan sebab-akibat atau
hubungan logis yang timbul pada masing-masing aspek dan sudut pandang penilaian
tersebut.
Paragraf 6 menjelaskan tentang keunggulan buku tersebut karena berdasarkan data
dan fakta, lalu memberikan informasi yang rinci sehingga mudah di tangkap, dan
menjelaskan tentang kegunaannya sebagai khasanah ilmu, khususnya narkoba.
Paragraf 7 menjelaskan pertentangan keunggulan, yaitu kelemahan buku yakni dengan
adanya stempel SMA/MA SMK memberikan kesan buku tersebut adalah buku ajar
dimana buku tersebut bukanlah buku pedoman untuk diiajarkan kepada pelajar.
Paragraf 8 menjelaskan tentang guna lain buku tersebut yaitu untuk para pengampu
pendidikan. Dan menjelaskan tentang perbandingan dengan buku lain yang menitik
beratkan kegunaannya untuk pelajar.
Paragraf 9 menjelaskan tentang persamaan antara kedua buku tersebut yaitu upaya
agar pelajar tidak menyalahgunakan narkoba.
Menurut saya, tahapan evaluasi tersebut telah ideal karena telah mencakup semua
aspek-aspek penilaian karya.
11. Penulis teks ulasan memberikan penilaian menggunakan genre diskusi

dengan memperhatikan kedalaman isi buku yang diulas, tata organisasi gagasan
yang tergambar pada penataan bab, gaya penulisan yang terungkap pada kualitas
bahasa yang digunakan serta kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahan
buku yang diulas.
Kelebihan buku tersebut antaralain ialah, buku ditulis berdasarkan penelitian
dengan metodologi saintifik. Karena berdasarkan penelitian yang dituliskan
bukan sekedar opini penulis, melainkan data nyata dan faktual. Selain itu, buku
tersebut memberikan informasi secara terperinci dengan disertai ilustrasi,
sehingga mudah ditangkap dan mengesankan serta memberi arahan pencegahan
penyalahgunaan narkoba. Setidaknya, buku tersebut sangat berguna menambah
khasanah ilmu, khususnya mengenai narkoba.
Kelemahan buku tersebut ialah, adanya tulisan melingkar (berbentuk seperti
stempel) bertuliskan “SMA/MA SMK” pada sampul. Tulisan seperti stempel pada
sampul tersebut jelas memberi kesan bahwa buku tersebut hanya untuk siswa
setingkat SLTA. Implikasinya adalah buku ini memberi kesan sebuah buku
pelajaran sekolah (textbook). Padahal buku ini bukanlah pedoman yang perlu
diajarkan kepada siswa.
Genre diskusi biasa digunakan untuk mempertentangkan berbagai sudut pandang
yang dijadikan dasar evaluasi. Formulasi bahasa yang digunakan untuk
mempertentangkan dua sudut pandang dalam diskusi ini dapat dilihat pada
kosakata kelebihan dan kelemahan.
12. Buku ini memaparkan data dan fakta seputar penyalahgunaan narkoba di kalangan
remaja/siswa. Melalui sebuah penelitian lapangan, Suyadi berhasil menemukan
lorong-lorong gelap sebagai tempat berlangsungnya praktik penyalahgunaan narkoba
oleh kalangan pelajar. Dari penelitian itu pula, Suyadi menangkap banyak paradoks
penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja atau siswa menengah.

13. Paragraf tersebut berisi simpulan dan saran atas ulasan buku “Mencegah Bahaya
Penyalahgunaan Narkoba Melalui Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa” yang
menjelaskan bahwa buku tersebut sangat berguna, khususnya bagi para pengampu
pendidikan dan pembuat kebijakan sekolah. Dengan adanya buku ini digunakan
untuk memerangi penyalahgunaan narkoba di sekolah-sekolah.
Di tahapan orientasi mengatakan “Buku ini sangat berguna dan perlu dimiliki oleh para
pengampu pendidikan bukan hanya karena kekayaan data, tetapi juga karena solusi
nyata yang ditawarkan.”
Di tahapan rangkuman mengatakan “Buku mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba
melalui pendidikan budaya dan karakter bangsa sangat berguna, khususnya bagi para
pengampu pendidikan dan pembuat kebijakan sekolah.”
Dengan adanya kalimat tersebut menunjukkan bahwa tahapan orientasi mempunyai
bobot yang sama dengan tahapan rangkuman, hanya saja keduanya mengandung isi
yang sama namun dengan bahasa yang berbeda. Dan juga tahapan rangkuman yang
berisi simpulan itu merupakan penegasan kembali bahwa pendapat pada tahapan
orientasi itu benar adanya.

14. PERANGI NARKOBA

Judul : Mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba melalui


pendidikanbudaya dan karakter bangsa
Penulis : Suyadi

Penerbit : Penerbit Andi, Yogyakarta


Tahun 2013
Tebal : 178 halaman + 10 halaman prakata dan daftar isi
Bahasa : Indonesia
Sampul : Layar putih, merah, dan hitam

Buku ini ditulis oleh Suyadi, seorang anak muda yang banyak aktif di dunia
pendidikan beliau menjadi staf pangajar di beberapa universitas di Yogyakarta. Di usia
yang masih tergolong muda. Beliau lahir pada tanggal 7 Agustus 1982, beliau dijuluki
“si pendekar pena” bahkan telah menulis lebih dari 40 judul buku.
Buku ini merupakan hasil penelitian penyalahgunaan narkoba oleh kalangan siswa
atau remaja di Yogyakarta. Buku ini berguna dan perlu dimiliki para pengampu
pendidikan bukan hanya karena kekayaan data, tetapi juga karena solusi nyata yang
ditawarkan
Buku ini memaparkan data dan fakta seputar penyalahgunaan narkoba di kalangan
remaja/siswa. Melalui sebuah penelitian lapangan, Suyadi berhasil menemukan lorong-
lorong gelap sebagai tempat berlangsungnya praktik penyalahgunaan narkoba oleh
kalangan pelajar. Dari penelitian itu pula, Suyadi menangkap banyak penyalahgunaan
narkoba di kalangan remaja atau siswa menengah.
Satu satu rentannya kalangan remaja/siswa terperangkap ke dalam penyalahgunaan
narkoba, pada satu sisi, padahal bangsa kita adalah bangsa yang religius serta
pendidikan nasional kita mengajarkan karakter pancasila. Gejala inilah yang menjadi
dorongan utama bagi Suyadi untuk melakukan penelitian saintifik mengenai pola
persebaran “penyakit narkoba” di kalangan remaja/siswa.
(5) Suyadi menemukan fakta tentang penyalahgunaan narkoba di kalangan
remaja di Yogyakarta. Fakta itu berkaitan dengan tingginya penyalahgunaan narkoba
di kalangan pelajar, permisifnya guru dan agresifnya polisi, serta kurang efektifnya
penyuluhan narkoba di sekolah. Suyadi juga menjawab pertanyaan tentang mengapa
remaja/pelajar rentan terhadap penyalahgunaan narkoba dan tentang “lorong-lorong
gelap” peredaran narkoba di sekolah. Dan suyadi menyajikan tawaran pemecahan
penyalahgunaan narkoba di sekolah. Semuanya diuraikan secara terperinci dengan
disertai ilustrasi, sehingga mudah ditangkap dan mengesankan. Selain paparan data
yang terperinci kuat dan terperinci, buku ini juga disajikan dengan menggunakan tabel
dan gambar ilustrasi sehingga tampak lebih ilmiah dan menarik.
(6) Keunggulan yang terkandung dalam buku ini. Di antaranya ialah buku ditulis
berdasarkan penelitian dengan metodologi saintifik. Karena berdasarkan penelitian,
yang dituliskan bukan sekadar opini penulis, melainkan data nyata dan faktual. Selain
itu, buku ini memberikan informasi secara terperinci dengan disertai ilustrasi,
sehingga mudah ditangkap dan mengesankan serta memberi arahan pencegahan
penyalahgunaan narkoba. Setidaknya, buku ini sangat berguna menambah khasanah
ilmu, khususnya mengenai narkoba.
(7) Akan tetapi, buku ini juga bukan tanpa kelemahan . Adanya tulisan melingkar
(berbentuk seperti stempel) berbunyi “SMA/MA SMK” pada sampul. Tulisan seperti
stempel pada sampul ini jelas memberi kesan bahwa buku ini hanya untuk siswa
setingkat SLTA. Implikasinya adalah buku ini memberi kesan sebuah buku pelajaran
sekolah . Padahal buku ini bukanlah buku pedoman yang perlu diajarkan kepada siswa.
(8) Buku ini, lebih tepat dan bermanfaat bagi para pengampu pendidikan,
misalnya pemerintah sebagai pengelola sekolah, guru/pendidik, dan orang tua untuk
dijadikan sebagai acuan membuat suatu kebijakan pendidikan. Jika buku yang disebut
pertama menitikberatkan pada praktik penyalahgunaan narkoba, buku yang disebut
belakangan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan definisi narkoba, jenis-
jenisnya, dan bahaya serta sanksi bagi para pemakai, pengedar, dan pembuatnya.
Kemudian, jika buku pertama lebih mengedepankan pendidikan karakter sebagai
upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, buku kedua
mengutamakan pendekatan agama dan pengetahuan terhadap sanksi hukum bagi
pelajar sebagai upaya mencegah penyalahgunaan narkoba.
(9) Meskipun terdapat perbedaan dalam hal pendekatan, kedua buku tersebut
ditulis sebagai upaya penyebaran virus-virus positif untuk mencegah para pelajar agar
tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.
(10) Buku Mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba melalui pendidikan budaya
dan karakter bangsa, khususnya bagi para pengampu pendidikan ssdan pembuat
kebijakan sekolah. Informasi terperinci tentang fakta penyalahgunaan narkoba di
kalangan remaja/pelajar dapat dijadikan landasan dalam berupaya untuk memerangi
penyalahgunaan narkoba di sekolah-sekolah. Jadi, upaya Suyadi dalam menguak dan
menyingkap “lorong-lorong gelap” peredaran narkoba di sekolah patut diberi
apresiasi dan acungan jempol.
15. Identitas merupakan identifikasi terhadap buku yang diulas, dan bersifat opsional.
Identitas meliputi data-data penerbitan buku tersebut. Tahapan Orientasi berisi
deskripsi umum tentang buku yang diulas. Deskripsi umum buku dapat berupa
paparan tentang penulis buku, latar belakang penulis, manfaat buku itu, dan
sebagainya. Kemudian, Tahapan Tafsiran Isi berisi paparan isi bab demi bab.Melalui
penelusuran di atas, Anda sudah mengetahui esensi ulasan buku. Terbukti bahwa
memahami ulasan buku merupakan keharusan bagi mahasiswa. tahapan-tahapan
pada struktur teksnya sudah ditata dengan baiK
16. Orientasi

Puisi dengan judul “Ayah” ditulis oleh Cahaya Mahardika. Puisi “Ayah” diterbitkan
di salah satu majalah khusus anak-anak pada tahun 2009. Puisi ini menceritakan tentang
perjuangan-perjuangan yang dilakukan oleh seorang Ayah. Perjuangan ini dilakukan
semata-mara hanya untuk keluarganya tercinta. Pada puisi ini, juga menggambarkan
betapa besarnya rasa cinta seorang anak kepada ayahnya.

Tafsiran

Pada bait pertama, digambarkan betapa beratnya perjuangan seorang ayah demi
kebahagiaan keluarga. Sang Ayah harus bekerja keras dengan cucuran keringat untuk
mengantongi rupiah. Panasnya matahari sama sekali tidak menjadi masalah bagi sang
ayah. Pada bait yang berikutnya, digambarkan tentang rasa sayang yang sangat besar
seorang anak kepada ayahnya. Karena ayah merupakan cinta pertama seorang anak
perempuan. Ayah juga pemberi kebahagiaan dan seorang sosok yang penting utntuk
anaknya.

Evaluasi

Puisi ini disajikan menggunakan bahasa yang sangat indah, tapi tetap sederhana. Kata-
kata yang digunakan sangat mendalam dan mudah dipahami. Selain itu, puisi “Ayah”
menyatu dengan kehidupan nyata. Tetapi, terdapat kekurangan dalam penulisan puisi
ini yaitu kaidah penulisan puisi. Hanya terdapat dua baris dengan beberapa kata saja
dalam bait kedua dan seterusnya.

Rangkuman

Meskipun terdapat beberapa kekurangan pada puisi “Ayah”, puisi ini tetap layak untuk
diterbitkan. Dengan mengambil tema mengenai keluarga, puisi ini bisa dijadikan
sebagai peringatan. Peringatan untuk seorang anak agar bisa menyadari sulitnya
perjuangan seorang Ayah untuk memenuhi segala kebutuhan pada keluarga. Maka dari
itu, seorang anak harus bisa menghargai perjuangan yang telah dilakukan oleh ayahnya.

Orientasi

PERANGI NARKOBA Judul : Mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba melalui


pendidikan budaya dan karakter bangsa Penulis : Suyadi Penerbit : Penerbit Andi,
Yogyakarta Tahun : 2013 Halaman : 178 halaman + 10 halaman prakata dan daftar isi
Bahasa : Indonesia Sampul : Latar putih, merah, dan hitam
(3) Buku ini memaparkan data dan fakta seputar penyalahgunaan narkoba di kalangan
remaja/siswa. Melalui sebuah penelitian lapangan, Suyadi berhasil menemukan lorong-
lorong gelap sebagai tempat berlangsungnya praktik penyalahgunaan narkoba oleh
kalangan pelajar. Dari penelitian itu pula, Suyadi menangkap banyak paradoks
penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja atau siswa menengah. (4) Satu di antara
paradoks itu ialah rentannya kalangan remaja/siswa terperangkap ke dalam
penyalahgunaan narkoba, pada satu sisi, padahal bangsa kita adalah bangsa yang
religius serta pendidikan nasional kita mengajarkan karakter pancasilais, pada sisi lain.
Gejala inilah yang menjadi dorongan utama bagi Suyadi untuk melakukan penelitian
saintifik mengenai pola persebaran “penyakit narkoba” dikalangan remaja/siswa. (5)
Dengan metodologi penelitian yang terukur serta analisis teoretik yang mendalam,
Suyadi menemukan tiga fakta tentang penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja di
Yogyakarta. Ketiga fakta itu berkenaan dengan tingginya penyalahgunaan narkoba di

Tafsiran isi

Kalangan pelajar, permisifnya guru dan agresifnya polisi, serta kurang efektifnya
penyuluhan narkoba di sekolah. Buku sebagai hasil penelitian ini juga menjawab
pertanyaan tentang mengapa remaja/pelajar rentan terhadap penyalahgunaan narkoba
dan tentang “lorong-lorong gelap” peredaran narkoba di sekolah. Buku ini juga
menyajikan tawaran pemecahan penyalahgunaan narkoba di sekolah. Semuanya
diuraikan secara terperinci dengan disertai ilustrasi, sehingga mudah ditangkap dan
mengesankan. Selain paparan data yang terperinci kuat dan terperinci, buku ini juga
disajikan dengan menggunakan tabel dan gambar ilustrasi sehingga tampak lebih ilmiah
dan menarik. (6) Banyak sekali keunggulan yang terkandung dalam buku ini. Di
antaranya ialah buku ditulis berdasarkan penelitian dengan metodologi saintifik.
Karena berdasarkan penelitian, yang dituliskan bukan sekadar opini penulis, melainkan
data nyata dan faktual. Selain itu, buku ini memberikan informasi secara terperinci
dengan disertai ilustrasi.

Evaluasi

Sehingga mudah ditangkap dan mengesankan serta memberi arahan pencegahan


penyalahgunaan narkoba. Setidaknya, buku ini sangat berguna menambah khasanah
ilmu, khususnya mengenai narkoba. (7) Akan tetapi, buku ini juga bukan tanpa
kelemahan. Satu ganjalan pertama dalam membaca buku ini ialah adanya tulisan
melingkar (berbentuk seperti stempel) berbunyi “SMA/MA SMK” pada sampul.
Tulisan seperti stempel pada sampul ini jelas memberi kesan bahwa buku ini hanya
untuk siswa setingkat SLTA. Implikasinya adalah buku ini memberi kesan sebuah buku
pelajaran sekolah (textbook). Padahal buku ini bukanlah buku pedoman yang perlu
diajarkan kepada siswa. (8) Buku ini, tampaknya, lebih tepat dan bermanfaat bagi para
pengampu pendidikan, misalnya pemerintah sebagai pengelola sekolah, guru/pendidik,
dan orang tua untuk dijadikan sebagai acuan membuat suatu kebijakan pendidikan.
Berbeda dengan buku ini, buku yang berjudul Remaja dan bahaya narkoba – untuk
Sekolah Lanjutan Atas (Abdul Rozak dan Wahdi Sayuti) ditujukan bagi pelajar .

Rangkuman

Dan pembaca remaja. Jika buku yang disebut pertama menitikberatkan pada praktik
penyalahgunaan narkoba, buku yang disebut belakangan membahas berbagai hal yang
berkaitan dengan definisi narkoba, jenis-jenisnya, dan bahaya serta sanksi bagi para
pemakai, pengedar, dan pembuatnya. Kemudian, jika buku pertama lebih
mengedepankan pendidikan karakter sebagai upaya mencegah penyalahgunaan
narkoba di kalangan pelajar, buku kedua mengutamakan pendekatan agama dan
pengetahuan terhadap sanksi hukum bagi pelajar sebagai upaya mencegah
penyalahgunaan narkoba. (9) Meskipun terdapat perbedaan dalam hal pendekatan,
kedua buku tersebut ditulis sebagai upaya penyebaran virus-virus positif untuk
mencegah para pelajar agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.
(10) Buku Mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba melalui pendidikan budaya dan
karakter bangsa sangat berguna, khususnya bagi para pengampu pendidikan dan
pembuat kebijakan sekolah. Informasi terperinci tentang fakta penyalahgunaan narkoba
di kalangan remaja/pelajar dapat dijadikan landasan dalam berupaya untuk memerangi
penyalahgunaan narkoba di sekolah-sekolah. Jadi, upaya Suyadi dalam menguak dan
menyingkap “lorong-lorong gelap” peredaran narkoba di sekolah patut diberi apresiasi
dan acungan jempol.
Perbandingan antara teks 1 dan 2 sangatlah berbeda karena teks pertama
menceritakan/membahas tentang perjuangan-perjuangan yang dilakukan oleh seorang
ayah yang semata-mata hanya untuk keluarga tercintanya.Sedangksan teks ke-2
membahas tentang penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja/siswa
17. Sama, karena resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai sebuah hasil karya.
jadi teks ulasan itu samaa dengan risensi. teks ulasan/resensi adalah teks yg berisi
tinjauan suatu karya berupa film, buku, benda, untuk mengetahui kualitas, kelebihan
dan kekurangan yg dimiliki karya tersebut yg ditujukan untuk khalayak ramai
18. Buku (dengan tebal 178 halaman + halaman prakata dan daftar isi ini) ditulis oleh
suyadi, seseorang akademisi muda yang banyak bergiat di dunia pendidikan dengan
menjadi staf pengajar di beberapa universitas di Yogyakarta
Buku (yang diterbitkan oleh penerbitan andi pada tahun 2013 ini sendiri) merupakan
pengembangan dari hasil penelitian mengenai penyalah gunaan narkoba oleh kalangan
siswa / remaja di Yogyakarta
Buku (yang berjudul mencegah bahaya penyalahpenggunaan narkoba melalui
pendidikan budaya dan karakter bangsa ) sangat berguna, khususnya bagi para
pengampu pendidikan dan pembuat kebijakan sekolah
19. Perangi Narkoba

Buku ini ditulis oleh Suyadi, seorang akademis muda yang banyak bergiat di dunia
pendidikan dengan menjadi staf pengajar di beberapa universitas Yogyakarta. Di
usianya yang masih tergolong muda (lahir pada tanggal 7 Agustus 1982), penulis
yang dijuluki “ si pendekar pena” ini bahkan telah menulis lebih dari 40 judul buku,
baik yang sudah terbit maupun yang masih dalam proses penerbitan.
Buku ini sendiri merupakan pengembangan dari hasil penelitian mengenai
penyalahgunaan narkoba oleh kalangansiswa/remaja di Yogyakarta. Buku ini sangat
berguna dan perlu dimiliki oleh para pengampu pendidikan bukan hanya karena
kekayaan data, tetapi juga karena solusi nyata yang ditawarkan.
Buku ini memaparkan data dan fakta seputar penyalahgunaannarkoba di kalangan
remaja/siswa. Melalui sebuah penelitian lapangan, Suyadi berhasil menemukan lorong-
lorong gelap sebagai tempat berlangsungnya praktik penyalahgunaan narkoba oleh
kalangan pelajar. Dari penelitian itu pula, Suyadi menangkap banyak paradoks
penyalahgunaan narkiba di kalangan remaja atau siswa menengah.
Satu diantara paradoks itu ialah rentannya kalangan remaja terperangkap ke dalam
penyalahgunaan narkoba pada satu sisi, padaha bangsa kita adalah bangsa yang religius
serta pendidikan nasional kita mengajarkan karakter Pancasilais, pada sisi lain. Gejala
inilah yang menjadi dorongan utama bagi Suyadi untuk melakukan
penelitian saintifik mengenai pola persebaran “ Penyakit Narkiba” di kalangan
remaja/siswa.
Dengan metodologi penelitian yang terukur serata analisis teoritik yang mendalam,
Suyadi menemukan tiga fakta tentang penyelahgunaaan narkoba di kalangan remaja
di Yogayakarta. Ketiga fakta itu berkenan dengan tingginya penyalahgunaaan narkoba
di kalangan pelajar, perminsifnya guru dan agresifnya polisi, serta kurang efektifnya
penyuluhan narkoba di sekolah. Buku berbagai hasil penelitian ini juga menjawab
pertanyaan tentang mengapa remaja/pelajar rentan terhadap penyalahgunaan narkoba
dan tentang “ lorong-lorong gelap” peredaran narkoba di sekolah. Buku ini juga
menyajikan tawaran pemecahan penyalahgunaan narkoba di sekolah. Semuanya
diuraikan secara terperinici dengan disertai ilustrasi, sehingga mudah ditangkap dan
mengesankan selain paparan data yang terperinci kuat dan terperinci, buku ini juga
disajikan dengan menggunakan tabel dan gambar ilustrasi sehinnga tampak lebih ilmiah
dan menarik.
Banyak sekali keunggulan yang terkandung dalam buku ini. Diantaranya adalah buku
ini ditulis berdasarkan penelitian dengan metodologi saintifik. Karena berdasarkan
penelitian, yang dituliskan bukan sekedar opini penulis, melainkan data nyata dan
faktual. Selain itu, buku ini memberikan informasi secara terperinci dengan disertai
ilustrasi, sehingga mudah ditangkap dan mengesankan serta memberi arahan
pencegahan penyalahgunaan narkoba. Setidaknya, buku ini sangat berguna menambah
khasanah ilmu, khususnya mengenai narkoba.
Akan tetapi, buku ini bukan tanpa kelemahan. Satu ganjalan pertama dalam membaca
buku ini ialah adanya tulisan melingkar (berbentuk seperti stampel) berbunyi
“SMA/MA SMK” pada sampul. Tulisan seperti stempel pada sampul ini jelas memberi
kesan bahwa buku ini hanya untuk siswa setingkat SLTA. Implikasinya adalah buku ini
memberi kesan buku sebuah buku pelajar sekolah (textbook). padahal buku ini
bukanlah buku pedoman yang perlu diajarkan kepada siswa.
Buku ini, tampaknya lebih tepat dan bermanfaat bagi para pengampu pendidikan,
misalnya pemerintah sebagai pengelola sekolah, guru/pendidik, dan orangtua untuk
dijadikan sebagai acuan membuat suatu kebijakan pendidikan. Berbeda dengan buku
ini buku yang berjudul Remaja dan bahaya narkoba- untuk Sekolah Lanjutan Atas
(Abdul Rozak dan Wahdi Sayuti) ditunjukkan bagi eplajar dan pembaca remaja. Jika
buku yang disebut pertama menitikberatkan pada praktik penyalahgunaan narkoba,
buku yang disebut belakangan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan definisi
narkoba, jenis-jenisnya, dan bahaya, serta sanksi bagi para pemakai, pengedar, dan
pembuatnya. Kemudian, jika buku pertama lebih mengedepankan pendidikan karakter
sebagai upaya mencegah penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar, buku kedua
mengutamakan pendekatan agama dan pengetahuan terhadap sanksi hukum bagi
pelajar sebagai upaya mencegah penyalahgunaan narkoba.
Meskipun terdapat perbedaan dalam hal pendekatan, kedua buku tersebut ditulis
sebagai upaya penyebaran virus-virus positif untuk mencegah para pelajar agar tidak
terjerumus ke dalam penyalahgunaaan narkoba.
Buku Mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba melalui pendidikan budaya dan
karakter bangsa sangat berguna, khususnya bagi para pengampu pendidikan dan
pembuat kebijakan sekolah. Informasi terperinci tentang fakta penyalahgunaan narkoba
di kalangan remaja/pelajar dapat dijadikan landasan dalam berupaya untuk memerangi
penyalahgunaan narkoba di sekolah-sekolah. Jadi upaya Suyadi dalam menguak dan
menyingkap “lorong-lorong gelap” peredaran narkoba di sekolah patut diberi apresiasi
dan acungan jempol.
20. positif

1. banyak sekali keunggulan yang terkandung dalam buku ini. Diantarnya ialahh buku
ditulis berdasarkan penelitian dengan metodologi saintifik.

2. buku ini memberikan informasi secara terperinci dengan di sertai ilustrasi, sehingga
mudah di tangkap dan mengesankan serta memberi arahan pencegahan penyalahgunan
narkoba.

3. buku ini sangat berguna menambah khazanah ilmu, khususnya mengenai narkoba.

4. buku ini sangat berguna dan perlu dimiliki oleh para pengampu pendidikan.

5. buku ini memaparkan data dan fakta seputar penyalahgunaan narkoba dikalangan
remaja/siswa.

6. adalah bangsa yang religious serta pendidikan nasional kita mengajarkan karakter
pancasila,pada sisi lain.

7. Suyadi meneukan tiga fakta tentang penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja di


Yogyakarta.

8. buku ini juga menyajikan tawawaran pemecahan penalahgunaan narkoba disekolah.

9. buku ini tampaknya, lebih tepat dan bermanfaat bagi para pengampu
pendidikan
10. buku Mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba melalui pendidikan budaya dan
karatkter bangsa sangat berguna.
11. peredaran narkoba di sekolah patut di beri apresiasi daan acungan jempol.

Negatif

1. Akan tetapi, buku ini juga bukan tanpa kelemahan

2. satu ganjalan pertama dalam membaca buku ini ialah adanya tulisan
melingkar (berbentuk seperti stempel) berbunyi “SMA/MA SMK” pada sampul.

3. memberi kesan sebuah buku pelajaran sekolah (textbook). Padahal buku ini
bukanlah buku pedoman yang perlu di ajarkan kepada siswa.

4. satu diantara paradoks itu ialah rentannya kalangan remaja/siswa terperangkapke


dalam penyalahgunnaan narkoba.

21. verba dapat di artikan sebagai Kata kerja atau verba adalah jenis kata yang
menyatakan suatu perbuatan degan begitu artiya penilaian tersebut dapat di
nyatakan dengan nomina verba karena terdapat kata penelitian
Sesuai dengan ciri-ciri Adjektifa (kata sifat)

Kata sifat terbentuk karena adanya penambahan imbuhan ter- yang mengandung makna
paling.
Kata sifat dapat diterangkan atau didahului dengan kata lebih, agak, paling, sangat &
cukup.
Kata sifat juga dapat diperluas dengan proses pembentukan seperti ini : se- + redupliasi
(pengulangan kata) + -nya, contoh : sehebat-hebatnya, setinggi-tingginya, dll.
Maka penelitian tersebut penilaian tersebut dapat di nyatakan dengan nomina adjektifa
karena terdapat kata Terperinci
Kata keterangan (Adverbia) adalah jenis kata yang memberikan keterangan pada kata
kerja, kata sifat, dan kata bilangan bahkan mampu memberikan keterangan padaseluruh
kalimat.
degan begitu artiya penilaian tersebut dapat di nyatakan dengan nomina Adverbia
karena terdapat kalimat buku ditulis berdasarkan penelitian metode saintifik

22. Menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk
mengukur kompetensi. Reliabilitas, berkaitan dengan konsistensi (keajegan) hasil
penilaian, penilaian akan reliabel jika hasil yang diperoleh cenderung sama apabila
penilaian dilakukan lagi dalam kondisi yang relatif sama. Untuk menjamin penilaian
yang reliabel petunjuk pelaksanaan dan penskorannya harus jelas.Menyeluruh,
penilaian harus dilaksanakan secara menyeluruh mencakup seluruh domain yang
tertuang dalam indikator pada setiap kompetensi dasar, penilaian harus menggunakan
beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi peserta didik sehingga
tergambar profil peserta didik.Berkesinambungan, penilaian dilakukan secara
terencana, bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran pencapaian
kompetensi peserta didik dalam kurun waktu tertentu.Objektif, penilaian harus
dilaksanakan secara objektif, untuk itu penilaian harus adil bagi semua peserta didik,
terencana, dan menetapkan kriteria yang jelas dalam pemberian skor.mendidik,
proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi memperbaiki
proses pembelajaran bagi pendidik, meningkatkan kualitas belajar dan membina
peserta didik agar tumbuh dan berkembang secara optimal.
23. Dalam tabel 2.7 bahwa ungkapan yang menunjukan penilaian atas penghargaan
sudahsesuai karna pada tahap evaluasi terdapat penjelasan bahwa upaya Suyadi
dalam menguak dan menyikapi dengan adanya peredaran narkoba di sekolah sudah
cukup membantu melalui buku ataupun tulisan yang ia buat, maka patut di
apresiasi dan di acungan jempol
24. Pengulas lebih condong ke arah menghargai buku, karena pengulas mengatakan
bahwa buku ini memaparkan data dan fakta, metodologi yang terukur, dan memiliki
banyak keunggulan , tetapi buku ini juga memiliki kelemahan, yaitu pengulas
mengatakan buku ini lebih cocok untuk tenaga pendidik/guru dan orang tua dari
pada untuk pelajar-pelajar
25. Pada formulasi bahasa dalam pengulas dapat dibilang benar dan tepat dan
dibandingkan dengan buku lain yang berjudul Seni Untuk Besikap Bodo Amat
berbanding terbalik sebab pada buku ini penggunaan formulasi bahasa delumlah
tepatdan masih banyak kata yang tidak baku didalamnya, karna buku tersebut buku
terjemahan

Anda mungkin juga menyukai