Implementasi Sistem Informasi Manajemen
PT. Garuda Indonesia, Tbk
Sistem Informasi Manajemen
Prof. Dr. Hapzi, MM
Disusun Oleh :
Namira Nur Jasmine 41814010076
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS MERCU BUANA
2017
1
ABSTRAK
Peran teknologi informasi kini menjadi semakin penting dalam rangka mencapai tujuan
perusahaan, khususnya bagi perusahaan yang mengandalkan teknologi informasi tinggi.
Teknologi informasi mendukung sistem informasi perusahaan dalam mengolah data
menjadi informasi yang berkualitas. Oleh karena itu, manajemen perusahaan harus dapat
menjaga kehandalan informasi yang dimilikinya.
Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi sistem informasi
manajemen pada PT. Garuda Indonesia, Tbk dari segi E-Business.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya sistem informasi di dalam PT.
Garuda Indonesia, Tbk proses bisnis serta penyampaian informasi berjalan lancar, lebih
efektif serta efisien. Apabila proses bisnis yang terjadi sangat lambat maka akan
mempengaruhi semua proses transaksi. Selain itu, dari semua hubungan E-Business
yang dilakukan oleh Garuda Indonesia, transaksi B2B (Business to Business)
menghasilkan nilai bisnis yang paling tinggi, maka Garuda Indonesia memutuskan untuk
mengembangkan kinerja operasional dalam proses pembelian dengan menerapkan E-
Procurement system untu memberikan peluang dan penghematan biaya dalam
melakukan transaksi bisnis. PT. Garuda Indonesia, Tbk juga mengembangkan jenis
transaksi bisnis B2C (Business to Customer) yang dilakukan dengan personal online
booking yang mempunyai beberapa fitur yang mumpuni.
Kata Kunci : sistem informasi, teknologi informasi, e-business, e-commerce, e-ticketing,
e-procurement system
2
PENDAHULUAN
PT. Garuda Indonesia, Tbk Garuda Indonesia berawal dari tahun 1940-an, di
mana Indonesia masih berperang melawan Belanda. Pada saat ini, Garuda terbang jalur
spesial dengan pesawat DC-3. 26 Januari 1949 dianggap sebagai hari jadi maskapai
penerbangan ini. Pada saat itu nama maskapai ini adalah Garuda Indonesian Airways.
Pesawat pertama mereka bernama Seulawah atau Gunung Emas, dana untuk membeli
pesawat ini didapatkan dari sumbangan masyarakat Aceh, pesawat tersebut dibeli
seharga 120,000 dolar malaya yang sama dengan 20 kg emas. Maskapai ini tetap
mendukung Indonesia sampai revolusi terhadap Belanda berakhir. Pemerintah Burma
banyak menolong maskapai ini pada masa awal maskapai ini. Oleh karena itu, pada saat
maskapai ini diresmikan sebagai perusahaan pada 31 Maret 1950, Garuda
menyumbangkan Pemerintah Burma sebuah pesawat DC-3. Pada 1953, maskapai ini
memiliki 46 pesawat.
Teknologi sistem informasi merupakan komponen utama yang memberikan value
added terhadap pelayanan jasa disamping cost reducing, walaupun memang di awal,
pembangunan dan development infrastruktur SIM adalah investasi yang cukup mahal.Di
awal pengembangan SIM, perlu pengkajian yang dalam dalam memilih jenis hardware
maupun software yang sesuai dengan karakteristik perusahaan sehingga tidak salah
dalam pengembangan selanjutnya. SIM Transportasi Udara telah mengalami berbagai
kecenderungan perubahan aplikasi untuk meninggkatkan efisiensi dan efektivitas dalam
proses penjualan produk jasa.
Sistem Teknologi Informasi pada bisnis penerbangan, secara umum dibagi dalam
dua system, yaitu :
a. Sistem Front Office, yang menyangkut dan bersentuhan langsung dengan
pelanggan, contohnya Sistem reservasi, Check in System, Boarding system,
Website online, Payment Online, E-ticketing system, SMS Booking, Global
Distribution System, dll.
b. Sistem Back Office, yang mendukung jalannya operasional perusahaan,
misalnya software accounting, Human Resources Information system, ERP
system, Kontrol maintenance Aircraft, Aircraft Schedule Software, Customer
Database, Air Crew Monitoring System, dll. Sistem di perusahaan maskapai
sangat kompleks, system harus mampu mengintegrasikan system Front Office
dan Sistem Back Office.
Pada beberapa perusahaan penerbangan system di Indonesia seperti Garuda dan
Merpati menggunakan system ERP. Garuda pengembangan sistem informasi ERP
dimulai sejak 1999 sejalan dengan pelaksanaan program rehabiltasi perusahaan yang
bertujuan menyehatkan perusahaan dari lilitan utang yang besar dengan menerapkan
Software Applications and Product in Data Processing (SAP) sedangkan pada tahun
3
2004, menyusul Merpati Airlines mulai mengimplementasikan software ERP yaitu
software SAP yang merupakan software pengelolaan perusahaan yang lengkap dan
terintegrasi terutama dibidang keuangan dan warehouse untuk mengontrol dan
memonitor pergerakan spare part pesawat dan memonitor penjualan tiket di seluruh
Kantor Cabang Penjualan.
Pada masa era globalisasi ini banyak orang yang memanfaatkan jasa-jasa
transportasi. baik lewat darat, laut maupun udara. Riset ini akan membahas dan
mengambil jalur transportasi melalui udara yaitu pesawat terbang. Sekarang banyak
orang yang menggunakan jasa penerbangan ini lewat transportasi udara, karena dinilai
lebih efektif dan efisien dari segi waktu, biaya dan tenaga. Dengan menggunakan
pesawat terbang user akan lebih cepat sampai ditujuan yang diinginkan. Pada
kenyataannya user sangat membutuhkan system transportasi pesawat terbang secara
online sehingga tidak perlu harus pergi ke agen penjualan tiket dan antri menunggu
membeli tiket, karena hal tersebut sangat mengganggu aktifitas setiap user yang
membutuhkan tiket tersebut, terutama untuk kalangan eksekutif yang sangat padat
aktifitasnya dan memerlukan jasa pelayanan transportasi udara yang praktis. Maka
dengan melihat kondisi yang demikian dibangun aplikasi system informasi pesawat
terbang di PT. GARUDA INDONESIA, Tbk berbasis web. Riset ini dapat bermanfaat dan
menjadi sebuah terobosan baru penjualan tiket pesawat secara “online”, dan akan
menjadi program yang lebih mudah dan fleksibel untuk digunakan oleh perusahaan jasa
transportasi udara.
Rumusan Masalah
Berdasarkan pendahuluan diatas, dapat kita rumuskan beberapa rumusan
masalah yaitu diantaranya adalah :
1. Apakah yang dimaksud Sistem Informasi ?
2. Bagaimana sistem informasi pada PT. Garuda Indonesia, Tbk ?
3. Jenis proses bisnis apa saja kah yang digunakan pada PT. Garuda
Indonesia, Tbk ?
4. Bagaimana proses E-Business pada PT. Garuda Indonesia, Tbk ?
5. Bagaimana E-Precurement dalam Supply Chain Management System PT.
Garuda Indonesia, Tbk ?
6. Apakah yang dimaksud E-ticket ?
7. Bagaimana Cara Kerja E-ticket ?
8. Apa Manfaat E-ticket bagi Pengguna ?
4
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Sistem
Suatu sistem sangatlah dibutuhkan dalam suatu perusahaan atau instansi
pemerintahan, karena sistem sangatlah menunjang terhadap kinerja perusahaan atau
instansi pemerintah, baik yang berskala kecil maupun besar. Supaya dapat berjalan
dengan baik diperlukan kerjasama diantara unsur-unsur yang terkait dalam sistem
tersebut.
Ada berbagai pendapat yang mendefinisikan pengertian sistem, seperti dibawah
ini :
“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling
berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk
menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”. (Jogiyanto,2005.1).
Istilah sistem secara umum dapat didefinisikan sebagai kumpulan hal atau elemen
yang saling bekerja sama atau yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga
membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu
tujuan. Sistem mempunyai karakteristik atau sifat – sifat tertentu, yaitu : Komponen
Sistem, Batasan Sistem, Lingkungan Luar Sistem, Penghubung Sistem, Masukan
Sistem, Keluaran Sistem, Pengolahan Sistem dan Sasaran Sistem (Edhy Sutanta, 2009:
4 ).
Pengertian Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih
berarti bagi yang menerimanya.Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan
bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data item. Data adalah kenyataan yang
menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. (Jogiyanto,2005:11).
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna dan menjadi
berarti bagi penerimanya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian
di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Suatu informasi
dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk
mendapatkan informasi tersebut. Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan
oleh beberapa hal yaitu : Relevan (Relevancy), Akurat (Accurancy), Tepat waktu (Time
liness), Ekonomis (Economy), Efisien (Efficiency), Ketersediaan (Availability), Dapat
dipercaya (Reliability), Konsisten (Edhy Sutanta, 2009:8 )
5
Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi menurut Robert A. Leitch dan K. RoscoeDavis
(Jogiyanto,2005:18) adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat
manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar
tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Sistem informasi merupakan suatu perkumpulan data yang terorganisasi beserta
tatacara penggunaanya yang mencangkup lebih jauh dari pada sekedar penyajian. Istilah
tersebut menyir atkan suatu maksud yang ingin dicapai dengan jalan memilih dan
mengatur data serta menyusun tatacara penggunaanya.Keberhasilan suatu sistem
informasi yang diukur berdasarkan maksud pembuatanya tergantung pada tiga faktor
utama, yaitu : keserasian dan mutu data, pengorganisasian data, dan tatacara
penggunaanya.untuk memenuhi permintaan penggunaan tertentu, maka struktur dan
cara kerja sistem informasi berbeda-beda ber gantung pada macam keperluan atau
macam permintaan yang harus dipenuhi. Suatu persamaan yang menonjol ialah suatu
sistem informasi menggabungkan berbagai ragam data yang dikumpulkan dari berbagai
sumber. Untuk dapat menggabungkan data yang berasal dari berbagai sumber suatu
sistem alih rupa (transformation) data sehingga jadi tergabungkan (compatible). Berapa
pun ukurannya dan apapun ruang lingkupnya suatu sistem informasi perlu memiliki
ketergabungan (compatibility) data yang disimpannya. (Hanif Al Fatta, 2009:9)
Menurut Sutabri (2005:42), sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu
organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang
mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi
dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan
laporan-laporan yang diperlukan.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sistem
informasi adalah sekumpulan prosedur organisasi yang dilaksanakan untuk mencapai
suatu tujuan yaitu memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan untuk
mengendalikan organisasi.
Informasi dalam lingkup sistem informasi memiliki beberapa ciri yaitu:
a. Baru, informasi yang didapat sama sekali baru dan segar bagi penerima.
b. Tambahan, informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan pada
informasi yang telah ada.
c. Korektif, informasi dapat menjadi suatu koreksi atas informasi yang salah
sebelumnya.
d. Penegas, informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada.
6
Jenis Sistem Informasi Bisnis
a. Sistem Dari Sudut Pandang Fungsional
System fungsional adalah jenis pertama system yang dikembangkan oleh
perusahaan bisnis. System ini terletak pada departemen khusus seperti akuntansi,
pemasaran dan penjualan, produksi dan sumber daya manusia.
1. Sistem Penjualan dan Pemasaran
System penjualan dan pemasaran membantu manajemen senior
untuk mengawasi pergerakan yang mempengaruhi produk baru dan
kesempatan penjualan, mendukung perencanaan untuk produk dan jasa
yang baru, dan mengawasi kinerja pesaing.
2. Sistem Manufaktur dan Produksi
System manufaktur dan produksi berhubungan dengan
perencanaan, pengembangan dan pemeliharaan fasilitas produksi;
penetapan sasaran produksi; pengadaan, penyimpanan dan ketersediaan
barang produksi; dan penjadwalan peralatan fasilitas, bahan baku dan
tenaga kerja yang dibutuhkan untuk membentuk produk akhir.
3. Sistem Keuangan dan Akuntansi
Fungsi keuangan bertanggung jawab mengelola asset keuangan
perusahaan seperti uang tunai, saham, obligasi dan investasi lainnya untuk
memaksimalkan pengembalian atas asset keuangan ini sekaligus
mengelola kapitalisasi perusahaan. Fungsi akuntansi bertanggung jawab
menjaga dan mengelola catatan keuangan perusahaan-penerimaan,
pembayaran, depresiasi, penggajian-untuk menghitung arus dana dalam
perusahaan.
4. Sistem Sumber Daya Manusia
System informasi SDM mendukung aktivitas seperti mengenali
karyawan potensial, menjaga catatan lengkap mengenai karyawan yang
ada dan menciptakan program untuk mengembangkan bakat dan keahlian
karyawan.
SISTEM DARI SUDUT PANDANG KONSTITUEN
Manajer tingkat menengah membutuhkan informasi yang lebih terperinci
mengenai hasil dari area fungsional dan departemen tertentu dari perusahaan, seperti
hubungan penjualan oleh tenaga penjualan, statistika produksi untuk pabrik atau lini
produk tertentu, tingkat biaya kepegawaian, dan pendapatan penjualan untuk setiap
bulan bahkan setiap hari.
1. System pemrosesan transaksi, adalah system terkomputerisasi yang menjalankan
dan mencatat transaksi rutin harian yang diperlukan untuk menjalankan bisnis,
seperti memasukkan pesanan penjualan, pemesanan hotel dan penggajian.
7
2. System Informasi Manajemen dan system Pendukung Keputusan, SIM
merangkum dan melaporkan operasi dasar perusahaan menggunakan data yang
disediakan oleh system pemrosesan transaksi. System pendukung keputusan
menunjang pembuatan keputusan yang tidak rutin untuk manajemen tingkat
menengah.
3. System Pendukung Eksekutif, adalah membantu manajemen senior membuat
keputusan ini. Sistem pendukung eksekutif menangani keputusan tidak rutin yang
membutuhkan penilaian, evaluasi dan pendekatan karena ridak terdapat prosedur
yang disetujui untuk mencapai solusi.
8
HASIL DAN PEMBAHASAN
E-Business dalam PT Garuda Indonesia, Tbk
Perkembangan teknologi membantu proses komunikasi melalui peralatan
multimedia seperti intranet, ekstranet, dan internet. Media email, fax, dan media lainnya
pun sering digunakan dalam mendukung proses bisnis perusahaan. Manajemen Garuda
Indonesia melakukan kegiatan e-business terkait dengan serangkaian bisnis
perusahaan. Bila kita identifikasi sesuai dengan arsitektur aplikasi e-
business perusahaan, maka disana kita akan melihat Garuda Indonesia memberikan
kerangka kerja konseptual yang menghubungkan antar proses dan interface dari
aplikasi e-business yaitu mulai dari bagaimana customer relationship management
perusahaan, hubungan dengan pemasok seperti Pertamina dan Boeing sebagai
pemasok bahan bakar dan pesawat dengan e-procurement pada supply chain
management perusahaan, e-commerce pada partner relationship management, human
resources development system di Garuda Indonesia dan enterprise resource planning
sebagai kolaborator dari keempat elektronik-isasi sistem bisnis yang ada di garuda.
Electronic Business System
E-business adalah praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama
seperti perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan,
pemenuhan pesanan, dan penyediaan servis melalui penggunaan teknologi komunikasi,
komputer, dan data yang telah terkomputerisasi ( Alter, 2002). Pada prinsipnya e-
business mengacu pada lingkungan yang lebih luas dan mencakup pelayanan customer,
kolaborasi dengan mitra bisnis dan transaksi elektronik internal dalam sebuah organisasi
(Anastasia, 2004).
Sejarah adanya e-business muncul setelah era internet. Akan tetapi istilah e-
business pertama kali dipopulerkan oleh IBM sekitar sepuluh tahun yang lalu. E-
business dapat menjadi aset yang strategis dan menjadi keunggulan suatu perusahaan
jika mampu dimanfaatkan dengan baik. Sebuah perusahaan harus mampu melakukan
transformasi proses bisnis yang mereka lakukan agar dapat memanfaatkan e-
business dengan baik. Secara umum keuntungan yang tinggi akan diperoleh jika e-
business yang dimiliki dapat terkait secara langsung dan membentuk komunitas dengan
konsumen, rekan kerja, dan suppliers.
Selain itu dalam implementasi marketing perusahaan, kegiatan yang meliputi
transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan yang lain telah berkembang
dengan E-commerce. Korelasi hubungan terjadi antara perusahaan dengan pelanggan,
atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan publik. Jika
diklasifikan, sistem e-commerce terbagi menjadi 3 tipe, yaitu:
9
1. Electronic markets (EMs) yaitu sistem informasi antar organisasi yang menyajikan
fasiltas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi mengenai
produk dan service yang ditawarkan.
2. Electronic Data Interchange (EDI) yaitu sarana untuk mengefisiensikan pertukaran
data transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara
organisasi-organisasi komersial. Secara formal EDI didefinisikan
oleh International Data Exchange Asociation (IDEA) sebagai “transfer data
tersruktur dengan format standard yang telahdisetujui yang dilakukan dari satu
sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media
elektronik”.
3. Internet Commerce yaitu penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi
dan komunikasi untuk perdagangan melingkupi kegiatan penjualan produk dan
jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan/pembelian
barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana lain setelah uang
ditransfer ke rekening penjual. Penggunaan internet sebagai media pemasaran
dan saluran penjualan mempunyai keuntungan antara lain: internet merupakan
media pomosi perusahaan dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif
lebih murah dan pembelian melalui internet akan diikuti dengan layanan
pengantaran barang sampai di tempat pemesanan.
E-commerce mengacu pada penjualan produk dan layanan melalui web,
sementara e-business adalah transformasi dari kunci bisnis proses perusahaan melalui
penggunaan teknologi internet. Sebagai contoh dari e-business yaitu penerapan
Enterprise Resource Planning, Customer Relationship Management, Supply Chain
Management, dan Human Resources Management. Dalam hal ini, perusahaan
menerapkan e-business karena pada dasarnya konsumen adalah pencari harga,
kenyamanan, layanan terbaik bagi mereka sehingga perusahaan yang dapat survive
adalah perusahaan yang mampu merespon dengan baik keinginan dan harapan
pelanggannya.
E-Precurement dalam Supply Chain Management System PT. Garuda Indonesia,
Tbk
Dari semua hubungan e-business yang dilakukan oleh Garuda Indonesia,
transaksi B2B (bisnis ke bisnis) menghasilkan nilai bisnis yang paling tinggi, maka
Garuda Indonesia memutuskan untuk mengembangkan kinerja operasional dalam
proses pembelian dengan menerapkan e-procurement system. Layanan e-
procurement menyediakan metode bisnis yang modern dan praktik komersial dari sektor
swasta dan pemerintah dan merupakan teknik baru yang dihasilkan dari kemampuan
internet dalam memberikan peluang untuk penghematan biaya bagi kedua pemasok
dalam melakukan transaksi bisnis maupun kontrak bisnis. Garuda Indonesia memilih
10
para pemasoknya dengan mempertimbangkan daya saing, fleksibilitas, dan inovasi yang
dilakukan oleh pemasok sehingga dari program e-procurement ini sendiri
mengindikasikan adanya supplier database system yang dimiliki oleh Garuda Indonesia.
E-procurement telah membantu Garuda Indonesia dalam menjalin kesepakatan
kontrak, meningkatkan komunikasi dengan pemasok terkait dengan proses pembelian,
dan juga membantu Garuda Indonesia dalam mengeliminasi eksternalitas yang bersifat
negatif. Website Garuda Indonesia yaitu garuda-indonesia.com menyediakan link ke
Garuda Indonesia e-procurement (www.eproc.garuda-indonesia.com). Situs ini berisi
mengenai berita, pengadaan, pendaftaran pemasok, login, dan bagaimana cara
menghubungi perusahaan. Situs ini berisi informasi penting secara komprehensif seperti
kebijakan vendor, pertanyaan yang sering muncul dalam proses bisnis B2B, pendaftaran
vendor, dan kontak untuk online pengadaan
E-commerce dalam Partners Relationship Management PT Garuda Indonesia, Tbk
Brand Garuda Indonesia mengembangkan dua jenis e-Commerce, yaitu Business
to Business dan Business to Customer. B2B dilakukan Garuda dengan menyediakan
Coporate Online dan Agency Online, sedangkan B2C dilakukan dengan personal online
booking. Fitur e-Commerce untuk brand Garuda Indonesia sangat lengkap bila
dibandingkan dengan fitur e-Commerce dari brand maskapai penerbangan lainnya.
Garuda Indonesia menawarkan e-Commerce terpadu yang disebut dengan 28 Customer
Touch Points yang memungkinkan calon/penumpang Garuda Indonesia mengakses
service online dari before flying sampai after arrival yang disediakan melalui web. Fitur-
fitur tersebut sangat jelas dan mudah dimengerti. Beberapa fitur tersebut adalah:
a. Book Flight
b. Check In dan e-Ticketing
c. Show Schedule and Tariff
d. e-Payment
e. Promotion and Touch the Feel
f. Special Corporate Fares dengan diskon yang atraktif baik untuk kelas
penerbangan bisnis dan ekonomi.
g. Priority waiting list
h. Incentives awarding
i. Fasilitas 24pecial untuk dapat mengkreditkan VAT pada tiket.
j. Laporan yang komprehensif setiap bulannya
k. Pembelian dan pemesanan tiket melalui berbagai cara dengan
menyebutkancorporate memberhip
11
E-Ticketing pada PT. Garuda Indonesia, Tbk
Pengertian E-ticket
E-ticketing atau electronic ticketing adalah suatu cara untuk mendokumentasikan
proses penjualan dari aktifitas perjalanan pelanggan tanpa harus mengeluarkan
dokumen berharga secara fisik ataupun paper ticket. Semua informasi mengenai
electronic ticketing disimpan secara digital dalam sistem komputer milik airline. Sebagai
bukti pengeluaran E-Ticket, pelanggan akan diberikan Itinerary Receipt yang hanya
berlaku sebagai alt untuk masuk ke dalam bandara di Indonesia yang masih
mengharuskan penumpang untuk membawa tanda bukti perjalanan. E-ticketing (ET)
adalah peluang untuk meminimalkan biaya dan mengoptimalkan kenyamanan
penumpang. E-ticketing mengurangi biaya proses tiket, menghilangkan fomulir kertas
dan meningkatkan fleksibilitas penumpang dan agen perjalanan dalam membuat
perubahan-perubahan dalam jadwal perjalanan.
Sejalan dengan perkembangan teknololgi informasi, internet kini muncul sebagai
alternative system distribusi informasi travel. Internet merupakan m edium yang
sempurna untuk menjual paket perjalanan, karena internet sanggup membawa jaringan
supplier yang luas dan basis kostumer yang besar ke sebuah market place terpusat.
Adapun pengertian lain yaitu E-Ticketing, atau penjualan tiket online, merupakan salah
satu cara bagi orang untuk membeli tiket untuk acara lokal. Merupakan fasilitas
pemesanan tiket online yang dirancang untuk membantu kelompok masyarakat yang
tidak memiliki akses ke sistem jenis ini .. Hal ini memungkinkan kelompok-kelompok
masyarakat untuk meningkatkan kegiatan dan menjual tiket secara online melalui situs
web Kingston Council.
E-Ticketing sistem untuk memudahkan orang untuk membeli tiket untuk berbagai
acara semua dari satu situs web. Tiket dapat dibeli dengan cara ini dengan uang tunai,
cek atau kredit / kartu debit. Orang tanpa akses ke internet dapat memesan tiket melalui
internet publik di terminal atau perpustakaan di Pusat Informasi dan Visitor Centre. Anda
tak perlu lagi menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan ‘keamanan’ tiket
penerbangan nantinya. Lupakan resiko hilangnya tiket, dicuri, tertinggal, atau bahkan
tercebur air. Bahkan E-ticketing memungkinkan anda, membelikan tiket untuk kerabat
pada saat mendadak. Kemudahan yang demikian ini, merupakan bukti komitmen Garuda
Indonesia terhadap konsumennya. Siapapun dapat membeli tiket pada sistem online.
Anda harus mendaftar pada sistem pembayaran kami untuk menggunakan sarana. Ini
adalah proses yang sangat sederhana dan membantu Anda menyimpan data yang Anda
telah membeli tiket. Promoters memiliki daerah aman pada situs e-tiket di mana mereka
dapat memantau penjualan dan mencetak off daftar orang-orang yang memesan untuk
menghadiri acara mereka. Anda perlu mendaftar sebelum Anda dapat mulai menjual
tiket. Proses pendaftaran untuk meminta informasi mengenai rincian kontak pribadi serta
rincian dan kelompok masyarakat yang harus membayar tiket pendapatan. Proses
12
pendaftaran juga memerlukan anda untuk menerima syarat dan ketentuan untuk
penjualan tiket on-line.
Cara Kerja E-Ticketing
Perbedaan paling mendasar antara tiket model lama dan tiket pesawat elektronik
adalah letak data penerbangan dan data penumpang. Di sistem E-Ticketing pesawat,
seluruh data booking penumpang terletak di database komputer maskapai dan tidak
hanya di lembaran tiket. E-Ticketing yang dicetak di atas kertas hanyalah sebagai
referensi dari data sebenarnya yang ada di database maskapai. Umumnya, E-Ticketing
memuat informasi yang mengacu pada data yang ada di database maskapai. Informasi
tersebut adalah:
1. Nama maskapai
2. Kode booking (PNR), kode unik inilah yang menjadi referensi data penumpang
di sistem database maskapai.
3. Detail penerbangan: Waktu, rute, nomor penerbangan.
4. Detail penumpang: Nama, jenis tiket, info bagasi dan no. tiket.
Langkah-langkah E-Ticketing
Dalam proses e-ticketing terdapat beberapa langkah yang dapat dilakuklan guna
mempermudah kita dalam pemesanan tiket secara online dimana dengan e-ticketing kita
repot mengantri dalam memesan tiket.Langkah-langkah E-Ticketing sangat praktis,
reservasi adalah yang paling utama. Sabagai seorang mobile, sibuk dan akrab dengan
e-lifestyle, ada beberapa pilihan yang tersedia bagi anda. Menelepon Call Center
maskapai penerbangan yang dipilih. Langkah berikutnya adalah pembayaran. Dengan
mengutamakan kemudahan, anda dapat melakukannya melalui ATM, serta credit card.
Call Center yang menjamin keamanan saat memasukkan nomor credit card. Terjamin
semua informasi anda akan disimpan dengan rapi dan aman. Jika tertinggal tanda terima
perjalanan, anda dapat meminta duplikatnya di seluruh kantor penjualan tiket maskapai
penerbangan (airport).
Proses pemesanan E-Ticketing
1. Untuk mengetahui harga tiket pesawat Garuda Indonesia anda perlu membuka
internet dan masuk ke alamat web Garuda Indonesia www.garuda-
indonesia.com.
2. Saat melakukan booking tiket maka nama yang dimasukkan haruslah sama
dengan nama pada kartu identitas (ID-SIM untuk penerbangan domestik atau
passport untuk penerbangan internasinoal).
3. Check dengan benar rute penerbangan anda.
13
4. Lihat time limit pembayaran anda agar anda tidak terlambat melakukan
pembayaran, keterlambatan pembayaran bisa mengakibatkan tiket anda batal
dan anda harus booking ulang untuk mendapatkan tiket.
5. Masukkan nomor telepon anda yang dapat dihubungi, agar jika terjadi delay atau
perubahan jadwal penerbangan, anda akan dihubungi operator Garuda.
6. Jika anda membutuhkan peralatan tambahan disaat di bandara seperti kursi roda
dsb, maka anda harus informasikan di saat reserfasi ini.
Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan setelah menerima E-Ticketing di email:
1. Buka attachment file E-Ticketing di email (biasa berupa file PDF).
2. Print E-Ticketing di atas kertas A4 sebagai dokumen pribadi atau untuk
menunjukkan kode booking ke petugas di bandara.
3. Pada hari keberangkatan, bawa E-Ticketing tersebut ke bandara untuk proses
check-in disertai dengan kartu identitas resmi berfoto seperti KTP, SIM (rute
domestik) atau paspor (rute internasional). Maskapai membutuhkan kode
booking (PNR) di e-tiket untuk kemudian mencocokkan data yang ada di
database mereka dengan info yang ada di identitas resmi kita. Jika sesuai, maka
mereka akan memberikan boarding pass.
Kelebihan E-Ticketing
E-Ticketing memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan tiket model lama. Beberapa di
antaranya adalah:
1. E-Ticketing tidak mungkin “hilang”.
Sekalipun E-Ticketing tertinggal di rumah, Anda dapat dengan mudah
mencetaknya lagi atau cukup menunjukkan kode booking (PNR) yang ada di
salinan yang ada di email Anda. Hal ini memungkinkan karena data Anda di kertas
hanyalah salinan dari data yang ada di database komputer maskapai. Hanya
orang yang bisa membuktikan identitasnya dengan tanda identitas resmi yang
berhak menggunakan E-Ticketing untuk terbang.
Ini jauh berbeda dengan sistem tiket yang lama. Penumpang yang
kehilangan tiket diwajibkan membayar biaya lagi untuk mengeluarkan tiket yang
baru. Bahkan untuk beberapa kasus, penumpang diharuskan membayar tarif
secara penuh.
2. E-Ticketing lebih mudah diperoleh
Penumpang yang sudah booking tidak perlu ekstra menghabiskan waktu di
jalan untuk mengambil tiket. E-Ticketing dikirimkan ke email penumpang, cara
yang jauh lebih cepat dan mudah. Lebih nyaman lagi jika situs pembelian tiket
pesawat tersebut 24 jam non-stop.
14
3. E-Ticketing fleksibel dan lebih efisien
Sekiranya ada perubahan entah itu tanggal keberangkatan atau tempat
duduk, maskapai atau travel agent cukup mengubah data yang ada di database.
Penumpang tidak lagi dipungut biaya untuk pencetakan tiket yang baru. Biaya
operasional travel agent juga lebih hemat, karena tidak perlu biaya perawatan
untuk printer dan juga kontrol inventory tiket.
4. E-Ticketing ramah lingkungan
Menurut IATA (International Air Transport Association), jika semua
maskapai menggunakan sistem E-Ticketing, maka dunia penerbangan akan
dapat “menyelamatkan” kira-kira 50.000 batang pohon tiap tahunnya, atau sekitar
7,7 km persegi area hutan.
5. E-Ticketing memuat voucher belanja
Berbagai promo sering digelar oleh online travel agent seperti
Traveloka.com, dan voucher belanja promo tersebut dicetak di E-Ticketing
khusus untuk pemesan. Ini tentunya tidak didapati di tiket model lama. Ke
depannya nanti, semua maskapai akan menjadikan sistem e-tiket ini sebagai
standardisasi yang mendukung sistem “self-service”. Di zaman serba digital,
secara perlahan namun pasti, sistem booking, check-in dan boarding akan
dialihkan menjadi lebih bersifat “self-service”. Untuk itu, prosesnya pun akan
semakin melibatkan teknologi yang akrab dengan penggunaan sehari-hari.
Manfaat E-Ticketing
Saat ini hanya ada beberapa cara untuk membeli tiket untuk kegiatan kesenian
masyarakat. Sistem ini akan memberikan Anda akses cepat dan mudah untuk berbagai
macam acara melalui satu situs. Ini dapat digunakan untuk membeli tiket menggunakan
kredit / kartu debit dan cek, yang banyak gerai tiket tidak dapat dilakukan pada saat ini.
Hal ini juga sepenuhnya aman.
Setiap organisasi yang perencanaan sebuah event dan bertanggung jawab untuk
penjualan tiket untuk aktivitas dapat meningkatkan aktivitas di situs Web. Semua
promoters yang mendaftar akan disetujui oleh administrator sebelum mereka dapat mulai
menjual tiket sehingga hanya mereka yang dapat menunjukkan bahwa mereka yang
utama Acara akan diizinkan untuk mempromosikan acara itu. Sistem ini memungkinkan
Anda untuk mempromosikan aktivitas secara gratis dan menjual tiket untuk acara ke
khalayak yang lebih luas. Hal ini juga berarti Anda tidak perlu membayar biaya untuk
menyiapkan sistem ini atau administrasi itu.
E-ticketing menyediakan banyak manfaat diantaranya :
a. Biaya Simpanan – Mengurangi biaya yang terkait dengan pencetakan dan mailing
tiket tiket ke pembeli. Menghilangkan atau mengurangi memerlukan tiket untuk
stok, amplop dan pos.
15
b. Buruh Simpanan – Mengurangi tenaga kerja yang terkait dengan pencetakan dan
mailing tiket. Potong bawah pada upaya yang diperlukan untuk mengambil tiket
untuk membeli Akan Panggil pesanan.
c. Aman dan Aman – E-Tiket selamat dan aman. Barcode validasi menghilangkan
kemungkinan palsu dan duplikat tiket.
d. Kehadiran sebenarnya Pelaporan – Cari tahu berapa banyak Anda e-tiket patrons
dihadiri Anda acara dan ketika mereka tiba.
e. Instant Pengiriman – Tiket pembeli senang menjadi mampu mencetak tiket mereka
segera. Tidak perlu menunggu surat atau menunggu di baris di acara tersebut.
Pelanggan dapat mencetak tiket elektronik mereka segera setelah mereka
membelinya. Hal ini membuat e-tiket yang ideal untuk hadiah menit terakhir atau
menit terakhir keputusan.
f. Informasi tambahan – E-Tiket menyediakan ruang untuk tambahan informasi
seperti peta jalan, arah, dan lain informasi pelanggan Anda mungkin perlu tahu.
g. Periklanan – E-Tiket menyediakan kemampuan unik periklanan. Meningkatkan
pendapatan perusahaan anda dengan menawarkan ruang iklan pada web Anda
tiket.
Sementara mempertahankan standar keselamatan yang tinggi merupakan
prioritas utama untuk memastikan keselamatan penerbangan, sejumlah maskapai
layanan penuh telah mengadopsi e-tiket mereka sebagai bagian dari upaya untuk
meningkatkan layanan kepada pelanggan. E-sistem tiket penumpang yang
memungkinkan sebuah buku tiket pesawat untuk mendapatkan salinan mereka terima
berisi catatan Penemu atau reservasi dan nomor e-tiket nomor. Bahwa e-tiket sangat
menguntungkan bagi kedua perusahaan penerbangan dan pelancong. menghilangkan
masalah ini dan biaya yang pelancong pengalaman ketika mereka kehilangan tiket
kertas. Jika sebuah tiket boarding terputus, mendapatkan penggantian sering mudah
seperti naik ke loket tiket dan memberikan Anda nomor konfirmasi untuk baru satu.
Sementara untuk maskapai penerbangan, e-tiket adalah lebih murah dan lebih efisien
metode pengelolaan tiket. Ia menghilangkan manual tugas yang diperlukan untuk proses
dan account untuk kertas tiket penerbangan dan menyimpan biaya bahan lainnya, seperti
tiket jaket. Seorang penumpang yang memegang e-tiket memiliki pilihan untuk check-in
online dan cetak out nya tiket boarding di rumah atau di kantor. Layanan ini tersedia
antara 30 jam dan satu jam sebelum penumpang jadwal keberangkatan. Dengan manfaat
bagi kedua perusahaan penerbangan dan penumpang, maka tidak mengherankan
bahwa semakin banyak perusahaan penerbangan yang menyiapkan sistem tiket
elektronik – sesuatu yang telah mendapat respon antusias dari penumpang di seluruh
dunia.
16
KESIMPULAN
PT. Garuda Indonesia, Tbk merupakan perusahaan maskapai penerbangan yang
pertama kali di Indonesia. Perusahaan ini berinovasi untuk memberikan pelayanan
terbaik kepada para konsumen. Semua system yang digunakan untuk mempermudah
segala akses, baik untuk kemudahan para pekerja dalam mengelola perusahaan,
maupun member kemudahan bagi konsumen untuk dapatkan pelayanan yang terbaik.
Brand Garuda Indonesia juga mengembangkan dua jenis e-Commerce, yaitu
Business to Business dan Business to Customer. B2B dilakukan Garuda dengan
menyediakan Coporate Online dan Agency Online, sedangkan B2C dilakukan
dengan personal online booking. Fitur e-Commerce untuk brand Garuda Indonesia
sangat lengkap bila dibandingkan dengan fitur e-Commerce dari brand maskapai
penerbangan lainnya. Garuda Indonesia menawarkan e-Commerce terpadu yang
disebut dengan 28 Customer Touch Points yang memungkinkan calon/penumpang
Garuda Indonesia mengakses service online dari before flying sampai after arrival yang
disediakan melalui web. Fitur-fitur tersebut sangat jelas dan mudah dimengerti dan
sangat berguna sekali bagi Pengguna atau Konsumen dan bagi PT. Garuda Indonesia,
Tbk.
Sistem informasi manajemen di Garuda Indonesia sangat penting dan
mempengaruhi seluruh arsitektur aplikasi e-businesss perusahaan. Dari arsitektur
aplikasi e-business perusahaan tersebut, kita akan melihat Garuda Indonesia
memberikan kerangka kerja konseptual yang menghubungkan antar proses dan interface
dari aplikasi e-business serta customer relationship management perusahaan dalam hal
pelayanan dan penawaran bagi para calon/penumpang.
Selain itu ada beberapa kesimpulan lain yaitu yang bisa kita dapat dari penelitian
ini :
1. Penerapan SIM yang baik sangat penting di era globalisasi seperti saat ini dalam
persaingan yang semakin ketat
2. Program ini berguna untuk memudahkan pengguna dalam pemesanan tiket
pesawat.
3. Pengguna dapat melihat data lebih cepat dan dapat mengakses informasi di
mana saja, selama terkoneksi dengan internet.
4. Data yang diperoleh bersifat dinamis yang artinya sewaktu-waktu dapat
berubah.
5. Memberikan kemudahan bagi para agen pemesanan tiket dalam
meningkatkan mutu pelayanan terhadap customer.
6. Bermanfaat dan menjadi sebuah terobosan baru penjualan tiket pesawat
secara “online”, dan akan menjadi program yang lebih mudah dan fleksibel
untuk digunakan oleh perusahaan jasa transportasi udara.
17
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (2017). “E-Ticketing Cara Kerja dan Penggunaannya” [Online]. (Diakses dari :
http://blog.traveloka.com/E-Ticketing-cara-kerja-dan-penggunaannya pada
tanggal 11 April 2017, pukul : 20.15)
Anonim. (2017). [Online]. (Diakses dari :
http://www.ilmumanajemen.com/index.php?option=com_content&view=article&i
d=55:psi&catid=39:msi&Itemid=57 pada tanggal 11 April 2017, Pukul : 20.38)
Anonim. (2017). [Online]. (Diakses dari : https://witanduty.wordpress.com/buat-usaha-
melalui-internet-yuk/e-ticketing-pengantar-bisnis-informatika/ pada tanggal 11
April 2017, Pukul : 21.20)
Anonim. (2017). [Online]. (Diakses dari :
http://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/251/3/ART_Elizabeth%20Penti
%20Kurniawati_Penerapan%20ERP%20system_Full%20text.pdf pada tanggal
12 April 2017, Pukul : 15.01)
Anonim. (2017). [Online]. (Diakses dari : http://repository.upnyk.ac.id/454/1/E-
39_APLIKASI_SISTEM_INFORMASI_TIKET_PESAWAT_TERBANG_DI_PT_
GARUDA_INDONESIA_BERBASIS_WEB.pdf pada tanggal 12 April 2017,
Pukul : 15.25)
Djahir, Yulia dan Dewi Pratita. (2015). “Bahan Ajar Sistem Informasi Manajemen”
*Online+. (Diakses dari :
https://books.google.co.id/books?id=RCoQCgAAQBAJ&printsec=frontcover&hl
=id&source=gb s_ge_summary_r&cad=0#v=onepage&q&f=false pada 27
Maret 2017 pukul 19.20)
Gaol, Chr. Jimmy L. 2008. Sistem Informasi Manajemen: Pemahaman dan Aplikasi.
Jakarta: PT Grasindo, anggota Ikapi.
O’Brien, James A. 2004. Management Information System : Managing Information
Technology in the Business Enterprise. Sixth Edition. Mc. GrawHill. New York,
USA.
O’Brien, J. A., Marakas, G. M. (2005). Management Information System.8th Edition. Mc-
Graw-Hill Companies, Inc. New York

More Related Content

PDF
Akuntansi manajemen kontemporer
DOCX
MAKALAH Tutorial Penggunaan MYOB Accounting 18
PDF
TINJAUAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
DOCX
ANALISIS PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS GLOBAL PADA PT. PERTAMINA ...
PPTX
Tata operasi darat 2
PPT
Hutang lancar
PPTX
Materi SIA (Sistem Informasi Akutansi)
PDF
Bultek 13-akuntansi-hibah(1)
Akuntansi manajemen kontemporer
MAKALAH Tutorial Penggunaan MYOB Accounting 18
TINJAUAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
ANALISIS PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS GLOBAL PADA PT. PERTAMINA ...
Tata operasi darat 2
Hutang lancar
Materi SIA (Sistem Informasi Akutansi)
Bultek 13-akuntansi-hibah(1)

What's hot (20)

PPTX
PPT Kelompok 2.pptx
PPTX
Audit Siklus Penggajian dan Personalia
DOCX
Diagram Konteks dan DFD Sistem Informasi Penjualan
PPTX
@kusmayadi_AKTIVA TETAP BERWUJUD Perolehan, Penggunaan Dan Pemberhentian
PDF
6. perancangan sistem terinci
DOC
solusi manual advanced acc zy Chap012
PPTX
Jenis & proses interupsi
PPTX
Kerajaan sumatra barat
PPTX
sistem penerimaan kas
DOC
Rpp mempersiapkan data awal myob
DOCX
LATIHAN SOAL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)
DOC
Ek4245 bab 4_perencanaan_keuangan
DOC
Pemrposesan Transaksi Berbasis Komputer
PDF
Tugas arsitektur dan organisasi komputer
PPTX
PPT_Aspek_keperilakuan_pada_akuntansi_pe.pptx
PPSX
Bab 4 pengguna dan pengembang sistem
PPT
Prinsip kerja komputer
DOCX
Siklus penggajian, Sia, Fitri Yanti, Suryani, Stiami
DOCX
Materi Akuntansi Perbankan tentang Akuntansi kliring
PPTX
[KELAS X] Ekonomi Bab 7: Bank, Lembaga Keuangan Bukan Bank, dan Otoritas Jasa...
PPT Kelompok 2.pptx
Audit Siklus Penggajian dan Personalia
Diagram Konteks dan DFD Sistem Informasi Penjualan
@kusmayadi_AKTIVA TETAP BERWUJUD Perolehan, Penggunaan Dan Pemberhentian
6. perancangan sistem terinci
solusi manual advanced acc zy Chap012
Jenis & proses interupsi
Kerajaan sumatra barat
sistem penerimaan kas
Rpp mempersiapkan data awal myob
LATIHAN SOAL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)
Ek4245 bab 4_perencanaan_keuangan
Pemrposesan Transaksi Berbasis Komputer
Tugas arsitektur dan organisasi komputer
PPT_Aspek_keperilakuan_pada_akuntansi_pe.pptx
Bab 4 pengguna dan pengembang sistem
Prinsip kerja komputer
Siklus penggajian, Sia, Fitri Yanti, Suryani, Stiami
Materi Akuntansi Perbankan tentang Akuntansi kliring
[KELAS X] Ekonomi Bab 7: Bank, Lembaga Keuangan Bukan Bank, dan Otoritas Jasa...
Ad

Similar to SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, Implementasi Sistem Informasi pada Perusahaan, Universitas Mercu Buana, 2017 (20)

PDF
Sim uts^evita nur awalia^hapzi ali^implementasi si pt kai^universitas mercu b...
PDF
Sim, dimas luhur, prof. dr. ir. hapzi ali,mm,cma,sistem manajemen database, u...
PDF
SIM Tugas Pra UAS, Amanda Isdiana Khairunnisa, Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, CMA, ...
PDF
Sim, deby christin nm, hapzi ali, analisis perancangan sistem informasi pada ...
PDF
Sim, deby christin nm, hapzi ali, analisis perancangan sistem informasi pada ...
DOCX
Sim, sahnaz alfyn ferdina, hapzi ali, artikel, universitas mercu buana, 2019
PDF
SIM-UTS, Afifah Luthfiah, Hapzi Ali, Implementasi Sistem Informasi Pada Perus...
PDF
Si-pi, fazril azi nugraha, prof. hapzi ali, implementasi sistem informasi man...
PDF
Sim, fina melinda jm, hapzi ali, implementasi sistem informasi dan analisa ke...
DOCX
Si & pi. anggri afriani. prof. dr. ir. hapzi ali, mm, cma. tugas uts impl...
PDF
Sim, Dwi Yuliyanah, Hapzi Ali, Impelentasi Sistem Informasi Pada PT. Elemen B...
PDF
Analisis Penerapan Sistem Informasi pada PT GO-JEK Indonesia
PDF
Sim,alya zulfa oktaviana putri, hapzi ali,implementasi sistem informasi ,univ...
DOCX
Sim, fajar muh triadi sakti, hapzi ali, karakteristik sitem informasi untuk k...
PDF
Sim 7 uts - ellya yasmien, prof. dr. ir. hapzi ali, mm, cma, implementasi si...
DOCX
SI-PI, fazril azi nugraha, hapzi ali, sistem, organisasi dan strategi, Univer...
DOCX
SI-PI, Dewi Indriyani, Hapzi Ali, Tugas Artikel, universitas Mercu Buana, 2018
PDF
07 SI-PI, Siti Maesaroh, Hapzi Ali, Implementasi Sistem Informasi Pada Blue B...
PDF
SI-PI, Siti Maesaroh, Hapzi Ali, Implementasi Sistem Informasi Pada Blue Bird...
PDF
SI-PI, Siti Maesaroh, Hapzi Ali, Implementasi Sistem Informasi Pada Blue Bird...
Sim uts^evita nur awalia^hapzi ali^implementasi si pt kai^universitas mercu b...
Sim, dimas luhur, prof. dr. ir. hapzi ali,mm,cma,sistem manajemen database, u...
SIM Tugas Pra UAS, Amanda Isdiana Khairunnisa, Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, CMA, ...
Sim, deby christin nm, hapzi ali, analisis perancangan sistem informasi pada ...
Sim, deby christin nm, hapzi ali, analisis perancangan sistem informasi pada ...
Sim, sahnaz alfyn ferdina, hapzi ali, artikel, universitas mercu buana, 2019
SIM-UTS, Afifah Luthfiah, Hapzi Ali, Implementasi Sistem Informasi Pada Perus...
Si-pi, fazril azi nugraha, prof. hapzi ali, implementasi sistem informasi man...
Sim, fina melinda jm, hapzi ali, implementasi sistem informasi dan analisa ke...
Si & pi. anggri afriani. prof. dr. ir. hapzi ali, mm, cma. tugas uts impl...
Sim, Dwi Yuliyanah, Hapzi Ali, Impelentasi Sistem Informasi Pada PT. Elemen B...
Analisis Penerapan Sistem Informasi pada PT GO-JEK Indonesia
Sim,alya zulfa oktaviana putri, hapzi ali,implementasi sistem informasi ,univ...
Sim, fajar muh triadi sakti, hapzi ali, karakteristik sitem informasi untuk k...
Sim 7 uts - ellya yasmien, prof. dr. ir. hapzi ali, mm, cma, implementasi si...
SI-PI, fazril azi nugraha, hapzi ali, sistem, organisasi dan strategi, Univer...
SI-PI, Dewi Indriyani, Hapzi Ali, Tugas Artikel, universitas Mercu Buana, 2018
07 SI-PI, Siti Maesaroh, Hapzi Ali, Implementasi Sistem Informasi Pada Blue B...
SI-PI, Siti Maesaroh, Hapzi Ali, Implementasi Sistem Informasi Pada Blue Bird...
SI-PI, Siti Maesaroh, Hapzi Ali, Implementasi Sistem Informasi Pada Blue Bird...
Ad

More from Namira Jasmine (11)

PDF
Sim, namira nur jasmine, hapzi ali, database, universitas mercu buana, 2017
PDF
Sim, namira nur jasmine, hapzi ali, siklus hidup sistem, universitas mercu bu...
PDF
Sim, namira nur jasmine, hapzi ali, model sistem umum perusahaan, universitas...
PDF
Sim, namira nur jasmine, hapzi ali, implikasi etis ti, universitas mercu buan...
PDF
Sim, namira nur jasmine, hapzi ali, kualitas produk dan jasa, universitas mer...
PDF
SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, Sistem Informasi Global, Universitas Merc...
PDF
SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, Manajemen Sumber Daya Informasi, Universi...
PDF
SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, Sistem Informasi Sebagai Keunggulan Kompe...
PDF
SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, Computer Based Information System, Univer...
PDF
SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, Sistem Kecerdasan Buatan, Universitas Mer...
PDF
SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, SPK, Universitas Mercu Buana, 2017
Sim, namira nur jasmine, hapzi ali, database, universitas mercu buana, 2017
Sim, namira nur jasmine, hapzi ali, siklus hidup sistem, universitas mercu bu...
Sim, namira nur jasmine, hapzi ali, model sistem umum perusahaan, universitas...
Sim, namira nur jasmine, hapzi ali, implikasi etis ti, universitas mercu buan...
Sim, namira nur jasmine, hapzi ali, kualitas produk dan jasa, universitas mer...
SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, Sistem Informasi Global, Universitas Merc...
SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, Manajemen Sumber Daya Informasi, Universi...
SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, Sistem Informasi Sebagai Keunggulan Kompe...
SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, Computer Based Information System, Univer...
SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, Sistem Kecerdasan Buatan, Universitas Mer...
SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, SPK, Universitas Mercu Buana, 2017

Recently uploaded (20)

DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PPTX
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
PPTX
ppt_Pembelajaran_Koding_dan_Kecerdasan_Artifisial_(KKA).pptx
PPTX
Materi Refleksi Akhir Tahun Sutan Raja.pptx
PPTX
Power Point Materi Tanda Baca Kelas III SD
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
DOCX
Download Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta ( KBC ) Bahasa Arab Kelas 10 Ter...
PDF
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Fisika Kelas 12 SMA Terbaru 2025
PDF
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PPTX
bahan FGD_Kebijakan Pembelajaran Penilaian.pptx
PDF
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Fisika Kelas XII SMA Terbaru 2025
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
PPTX
PPK - XII AKL KD KEWIRAUSAHAAN SMK1.pptx
PDF
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 3 (Proxmox VE 9.0).pdf
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
PDF
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
ppt_Pembelajaran_Koding_dan_Kecerdasan_Artifisial_(KKA).pptx
Materi Refleksi Akhir Tahun Sutan Raja.pptx
Power Point Materi Tanda Baca Kelas III SD
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Download Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta ( KBC ) Bahasa Arab Kelas 10 Ter...
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
Modul Ajar Deep Learning Fisika Kelas 12 SMA Terbaru 2025
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
bahan FGD_Kebijakan Pembelajaran Penilaian.pptx
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Fisika Kelas XII SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
PPK - XII AKL KD KEWIRAUSAHAAN SMK1.pptx
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 3 (Proxmox VE 9.0).pdf
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...

SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, Implementasi Sistem Informasi pada Perusahaan, Universitas Mercu Buana, 2017

  • 1. Implementasi Sistem Informasi Manajemen PT. Garuda Indonesia, Tbk Sistem Informasi Manajemen Prof. Dr. Hapzi, MM Disusun Oleh : Namira Nur Jasmine 41814010076 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA 2017
  • 2. 1 ABSTRAK Peran teknologi informasi kini menjadi semakin penting dalam rangka mencapai tujuan perusahaan, khususnya bagi perusahaan yang mengandalkan teknologi informasi tinggi. Teknologi informasi mendukung sistem informasi perusahaan dalam mengolah data menjadi informasi yang berkualitas. Oleh karena itu, manajemen perusahaan harus dapat menjaga kehandalan informasi yang dimilikinya. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi sistem informasi manajemen pada PT. Garuda Indonesia, Tbk dari segi E-Business. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya sistem informasi di dalam PT. Garuda Indonesia, Tbk proses bisnis serta penyampaian informasi berjalan lancar, lebih efektif serta efisien. Apabila proses bisnis yang terjadi sangat lambat maka akan mempengaruhi semua proses transaksi. Selain itu, dari semua hubungan E-Business yang dilakukan oleh Garuda Indonesia, transaksi B2B (Business to Business) menghasilkan nilai bisnis yang paling tinggi, maka Garuda Indonesia memutuskan untuk mengembangkan kinerja operasional dalam proses pembelian dengan menerapkan E- Procurement system untu memberikan peluang dan penghematan biaya dalam melakukan transaksi bisnis. PT. Garuda Indonesia, Tbk juga mengembangkan jenis transaksi bisnis B2C (Business to Customer) yang dilakukan dengan personal online booking yang mempunyai beberapa fitur yang mumpuni. Kata Kunci : sistem informasi, teknologi informasi, e-business, e-commerce, e-ticketing, e-procurement system
  • 3. 2 PENDAHULUAN PT. Garuda Indonesia, Tbk Garuda Indonesia berawal dari tahun 1940-an, di mana Indonesia masih berperang melawan Belanda. Pada saat ini, Garuda terbang jalur spesial dengan pesawat DC-3. 26 Januari 1949 dianggap sebagai hari jadi maskapai penerbangan ini. Pada saat itu nama maskapai ini adalah Garuda Indonesian Airways. Pesawat pertama mereka bernama Seulawah atau Gunung Emas, dana untuk membeli pesawat ini didapatkan dari sumbangan masyarakat Aceh, pesawat tersebut dibeli seharga 120,000 dolar malaya yang sama dengan 20 kg emas. Maskapai ini tetap mendukung Indonesia sampai revolusi terhadap Belanda berakhir. Pemerintah Burma banyak menolong maskapai ini pada masa awal maskapai ini. Oleh karena itu, pada saat maskapai ini diresmikan sebagai perusahaan pada 31 Maret 1950, Garuda menyumbangkan Pemerintah Burma sebuah pesawat DC-3. Pada 1953, maskapai ini memiliki 46 pesawat. Teknologi sistem informasi merupakan komponen utama yang memberikan value added terhadap pelayanan jasa disamping cost reducing, walaupun memang di awal, pembangunan dan development infrastruktur SIM adalah investasi yang cukup mahal.Di awal pengembangan SIM, perlu pengkajian yang dalam dalam memilih jenis hardware maupun software yang sesuai dengan karakteristik perusahaan sehingga tidak salah dalam pengembangan selanjutnya. SIM Transportasi Udara telah mengalami berbagai kecenderungan perubahan aplikasi untuk meninggkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses penjualan produk jasa. Sistem Teknologi Informasi pada bisnis penerbangan, secara umum dibagi dalam dua system, yaitu : a. Sistem Front Office, yang menyangkut dan bersentuhan langsung dengan pelanggan, contohnya Sistem reservasi, Check in System, Boarding system, Website online, Payment Online, E-ticketing system, SMS Booking, Global Distribution System, dll. b. Sistem Back Office, yang mendukung jalannya operasional perusahaan, misalnya software accounting, Human Resources Information system, ERP system, Kontrol maintenance Aircraft, Aircraft Schedule Software, Customer Database, Air Crew Monitoring System, dll. Sistem di perusahaan maskapai sangat kompleks, system harus mampu mengintegrasikan system Front Office dan Sistem Back Office. Pada beberapa perusahaan penerbangan system di Indonesia seperti Garuda dan Merpati menggunakan system ERP. Garuda pengembangan sistem informasi ERP dimulai sejak 1999 sejalan dengan pelaksanaan program rehabiltasi perusahaan yang bertujuan menyehatkan perusahaan dari lilitan utang yang besar dengan menerapkan Software Applications and Product in Data Processing (SAP) sedangkan pada tahun
  • 4. 3 2004, menyusul Merpati Airlines mulai mengimplementasikan software ERP yaitu software SAP yang merupakan software pengelolaan perusahaan yang lengkap dan terintegrasi terutama dibidang keuangan dan warehouse untuk mengontrol dan memonitor pergerakan spare part pesawat dan memonitor penjualan tiket di seluruh Kantor Cabang Penjualan. Pada masa era globalisasi ini banyak orang yang memanfaatkan jasa-jasa transportasi. baik lewat darat, laut maupun udara. Riset ini akan membahas dan mengambil jalur transportasi melalui udara yaitu pesawat terbang. Sekarang banyak orang yang menggunakan jasa penerbangan ini lewat transportasi udara, karena dinilai lebih efektif dan efisien dari segi waktu, biaya dan tenaga. Dengan menggunakan pesawat terbang user akan lebih cepat sampai ditujuan yang diinginkan. Pada kenyataannya user sangat membutuhkan system transportasi pesawat terbang secara online sehingga tidak perlu harus pergi ke agen penjualan tiket dan antri menunggu membeli tiket, karena hal tersebut sangat mengganggu aktifitas setiap user yang membutuhkan tiket tersebut, terutama untuk kalangan eksekutif yang sangat padat aktifitasnya dan memerlukan jasa pelayanan transportasi udara yang praktis. Maka dengan melihat kondisi yang demikian dibangun aplikasi system informasi pesawat terbang di PT. GARUDA INDONESIA, Tbk berbasis web. Riset ini dapat bermanfaat dan menjadi sebuah terobosan baru penjualan tiket pesawat secara “online”, dan akan menjadi program yang lebih mudah dan fleksibel untuk digunakan oleh perusahaan jasa transportasi udara. Rumusan Masalah Berdasarkan pendahuluan diatas, dapat kita rumuskan beberapa rumusan masalah yaitu diantaranya adalah : 1. Apakah yang dimaksud Sistem Informasi ? 2. Bagaimana sistem informasi pada PT. Garuda Indonesia, Tbk ? 3. Jenis proses bisnis apa saja kah yang digunakan pada PT. Garuda Indonesia, Tbk ? 4. Bagaimana proses E-Business pada PT. Garuda Indonesia, Tbk ? 5. Bagaimana E-Precurement dalam Supply Chain Management System PT. Garuda Indonesia, Tbk ? 6. Apakah yang dimaksud E-ticket ? 7. Bagaimana Cara Kerja E-ticket ? 8. Apa Manfaat E-ticket bagi Pengguna ?
  • 5. 4 TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Sistem Suatu sistem sangatlah dibutuhkan dalam suatu perusahaan atau instansi pemerintahan, karena sistem sangatlah menunjang terhadap kinerja perusahaan atau instansi pemerintah, baik yang berskala kecil maupun besar. Supaya dapat berjalan dengan baik diperlukan kerjasama diantara unsur-unsur yang terkait dalam sistem tersebut. Ada berbagai pendapat yang mendefinisikan pengertian sistem, seperti dibawah ini : “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”. (Jogiyanto,2005.1). Istilah sistem secara umum dapat didefinisikan sebagai kumpulan hal atau elemen yang saling bekerja sama atau yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan. Sistem mempunyai karakteristik atau sifat – sifat tertentu, yaitu : Komponen Sistem, Batasan Sistem, Lingkungan Luar Sistem, Penghubung Sistem, Masukan Sistem, Keluaran Sistem, Pengolahan Sistem dan Sasaran Sistem (Edhy Sutanta, 2009: 4 ). Pengertian Informasi Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. (Jogiyanto,2005:11). Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna dan menjadi berarti bagi penerimanya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh beberapa hal yaitu : Relevan (Relevancy), Akurat (Accurancy), Tepat waktu (Time liness), Ekonomis (Economy), Efisien (Efficiency), Ketersediaan (Availability), Dapat dipercaya (Reliability), Konsisten (Edhy Sutanta, 2009:8 )
  • 6. 5 Pengertian Sistem Informasi Sistem informasi menurut Robert A. Leitch dan K. RoscoeDavis (Jogiyanto,2005:18) adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Sistem informasi merupakan suatu perkumpulan data yang terorganisasi beserta tatacara penggunaanya yang mencangkup lebih jauh dari pada sekedar penyajian. Istilah tersebut menyir atkan suatu maksud yang ingin dicapai dengan jalan memilih dan mengatur data serta menyusun tatacara penggunaanya.Keberhasilan suatu sistem informasi yang diukur berdasarkan maksud pembuatanya tergantung pada tiga faktor utama, yaitu : keserasian dan mutu data, pengorganisasian data, dan tatacara penggunaanya.untuk memenuhi permintaan penggunaan tertentu, maka struktur dan cara kerja sistem informasi berbeda-beda ber gantung pada macam keperluan atau macam permintaan yang harus dipenuhi. Suatu persamaan yang menonjol ialah suatu sistem informasi menggabungkan berbagai ragam data yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Untuk dapat menggabungkan data yang berasal dari berbagai sumber suatu sistem alih rupa (transformation) data sehingga jadi tergabungkan (compatible). Berapa pun ukurannya dan apapun ruang lingkupnya suatu sistem informasi perlu memiliki ketergabungan (compatibility) data yang disimpannya. (Hanif Al Fatta, 2009:9) Menurut Sutabri (2005:42), sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah sekumpulan prosedur organisasi yang dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan yaitu memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan untuk mengendalikan organisasi. Informasi dalam lingkup sistem informasi memiliki beberapa ciri yaitu: a. Baru, informasi yang didapat sama sekali baru dan segar bagi penerima. b. Tambahan, informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan pada informasi yang telah ada. c. Korektif, informasi dapat menjadi suatu koreksi atas informasi yang salah sebelumnya. d. Penegas, informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada.
  • 7. 6 Jenis Sistem Informasi Bisnis a. Sistem Dari Sudut Pandang Fungsional System fungsional adalah jenis pertama system yang dikembangkan oleh perusahaan bisnis. System ini terletak pada departemen khusus seperti akuntansi, pemasaran dan penjualan, produksi dan sumber daya manusia. 1. Sistem Penjualan dan Pemasaran System penjualan dan pemasaran membantu manajemen senior untuk mengawasi pergerakan yang mempengaruhi produk baru dan kesempatan penjualan, mendukung perencanaan untuk produk dan jasa yang baru, dan mengawasi kinerja pesaing. 2. Sistem Manufaktur dan Produksi System manufaktur dan produksi berhubungan dengan perencanaan, pengembangan dan pemeliharaan fasilitas produksi; penetapan sasaran produksi; pengadaan, penyimpanan dan ketersediaan barang produksi; dan penjadwalan peralatan fasilitas, bahan baku dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk membentuk produk akhir. 3. Sistem Keuangan dan Akuntansi Fungsi keuangan bertanggung jawab mengelola asset keuangan perusahaan seperti uang tunai, saham, obligasi dan investasi lainnya untuk memaksimalkan pengembalian atas asset keuangan ini sekaligus mengelola kapitalisasi perusahaan. Fungsi akuntansi bertanggung jawab menjaga dan mengelola catatan keuangan perusahaan-penerimaan, pembayaran, depresiasi, penggajian-untuk menghitung arus dana dalam perusahaan. 4. Sistem Sumber Daya Manusia System informasi SDM mendukung aktivitas seperti mengenali karyawan potensial, menjaga catatan lengkap mengenai karyawan yang ada dan menciptakan program untuk mengembangkan bakat dan keahlian karyawan. SISTEM DARI SUDUT PANDANG KONSTITUEN Manajer tingkat menengah membutuhkan informasi yang lebih terperinci mengenai hasil dari area fungsional dan departemen tertentu dari perusahaan, seperti hubungan penjualan oleh tenaga penjualan, statistika produksi untuk pabrik atau lini produk tertentu, tingkat biaya kepegawaian, dan pendapatan penjualan untuk setiap bulan bahkan setiap hari. 1. System pemrosesan transaksi, adalah system terkomputerisasi yang menjalankan dan mencatat transaksi rutin harian yang diperlukan untuk menjalankan bisnis, seperti memasukkan pesanan penjualan, pemesanan hotel dan penggajian.
  • 8. 7 2. System Informasi Manajemen dan system Pendukung Keputusan, SIM merangkum dan melaporkan operasi dasar perusahaan menggunakan data yang disediakan oleh system pemrosesan transaksi. System pendukung keputusan menunjang pembuatan keputusan yang tidak rutin untuk manajemen tingkat menengah. 3. System Pendukung Eksekutif, adalah membantu manajemen senior membuat keputusan ini. Sistem pendukung eksekutif menangani keputusan tidak rutin yang membutuhkan penilaian, evaluasi dan pendekatan karena ridak terdapat prosedur yang disetujui untuk mencapai solusi.
  • 9. 8 HASIL DAN PEMBAHASAN E-Business dalam PT Garuda Indonesia, Tbk Perkembangan teknologi membantu proses komunikasi melalui peralatan multimedia seperti intranet, ekstranet, dan internet. Media email, fax, dan media lainnya pun sering digunakan dalam mendukung proses bisnis perusahaan. Manajemen Garuda Indonesia melakukan kegiatan e-business terkait dengan serangkaian bisnis perusahaan. Bila kita identifikasi sesuai dengan arsitektur aplikasi e- business perusahaan, maka disana kita akan melihat Garuda Indonesia memberikan kerangka kerja konseptual yang menghubungkan antar proses dan interface dari aplikasi e-business yaitu mulai dari bagaimana customer relationship management perusahaan, hubungan dengan pemasok seperti Pertamina dan Boeing sebagai pemasok bahan bakar dan pesawat dengan e-procurement pada supply chain management perusahaan, e-commerce pada partner relationship management, human resources development system di Garuda Indonesia dan enterprise resource planning sebagai kolaborator dari keempat elektronik-isasi sistem bisnis yang ada di garuda. Electronic Business System E-business adalah praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama seperti perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan, pemenuhan pesanan, dan penyediaan servis melalui penggunaan teknologi komunikasi, komputer, dan data yang telah terkomputerisasi ( Alter, 2002). Pada prinsipnya e- business mengacu pada lingkungan yang lebih luas dan mencakup pelayanan customer, kolaborasi dengan mitra bisnis dan transaksi elektronik internal dalam sebuah organisasi (Anastasia, 2004). Sejarah adanya e-business muncul setelah era internet. Akan tetapi istilah e- business pertama kali dipopulerkan oleh IBM sekitar sepuluh tahun yang lalu. E- business dapat menjadi aset yang strategis dan menjadi keunggulan suatu perusahaan jika mampu dimanfaatkan dengan baik. Sebuah perusahaan harus mampu melakukan transformasi proses bisnis yang mereka lakukan agar dapat memanfaatkan e- business dengan baik. Secara umum keuntungan yang tinggi akan diperoleh jika e- business yang dimiliki dapat terkait secara langsung dan membentuk komunitas dengan konsumen, rekan kerja, dan suppliers. Selain itu dalam implementasi marketing perusahaan, kegiatan yang meliputi transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan yang lain telah berkembang dengan E-commerce. Korelasi hubungan terjadi antara perusahaan dengan pelanggan, atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan publik. Jika diklasifikan, sistem e-commerce terbagi menjadi 3 tipe, yaitu:
  • 10. 9 1. Electronic markets (EMs) yaitu sistem informasi antar organisasi yang menyajikan fasiltas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan. 2. Electronic Data Interchange (EDI) yaitu sarana untuk mengefisiensikan pertukaran data transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial. Secara formal EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Asociation (IDEA) sebagai “transfer data tersruktur dengan format standard yang telahdisetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik”. 3. Internet Commerce yaitu penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk perdagangan melingkupi kegiatan penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual. Penggunaan internet sebagai media pemasaran dan saluran penjualan mempunyai keuntungan antara lain: internet merupakan media pomosi perusahaan dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah dan pembelian melalui internet akan diikuti dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesanan. E-commerce mengacu pada penjualan produk dan layanan melalui web, sementara e-business adalah transformasi dari kunci bisnis proses perusahaan melalui penggunaan teknologi internet. Sebagai contoh dari e-business yaitu penerapan Enterprise Resource Planning, Customer Relationship Management, Supply Chain Management, dan Human Resources Management. Dalam hal ini, perusahaan menerapkan e-business karena pada dasarnya konsumen adalah pencari harga, kenyamanan, layanan terbaik bagi mereka sehingga perusahaan yang dapat survive adalah perusahaan yang mampu merespon dengan baik keinginan dan harapan pelanggannya. E-Precurement dalam Supply Chain Management System PT. Garuda Indonesia, Tbk Dari semua hubungan e-business yang dilakukan oleh Garuda Indonesia, transaksi B2B (bisnis ke bisnis) menghasilkan nilai bisnis yang paling tinggi, maka Garuda Indonesia memutuskan untuk mengembangkan kinerja operasional dalam proses pembelian dengan menerapkan e-procurement system. Layanan e- procurement menyediakan metode bisnis yang modern dan praktik komersial dari sektor swasta dan pemerintah dan merupakan teknik baru yang dihasilkan dari kemampuan internet dalam memberikan peluang untuk penghematan biaya bagi kedua pemasok dalam melakukan transaksi bisnis maupun kontrak bisnis. Garuda Indonesia memilih
  • 11. 10 para pemasoknya dengan mempertimbangkan daya saing, fleksibilitas, dan inovasi yang dilakukan oleh pemasok sehingga dari program e-procurement ini sendiri mengindikasikan adanya supplier database system yang dimiliki oleh Garuda Indonesia. E-procurement telah membantu Garuda Indonesia dalam menjalin kesepakatan kontrak, meningkatkan komunikasi dengan pemasok terkait dengan proses pembelian, dan juga membantu Garuda Indonesia dalam mengeliminasi eksternalitas yang bersifat negatif. Website Garuda Indonesia yaitu garuda-indonesia.com menyediakan link ke Garuda Indonesia e-procurement (www.eproc.garuda-indonesia.com). Situs ini berisi mengenai berita, pengadaan, pendaftaran pemasok, login, dan bagaimana cara menghubungi perusahaan. Situs ini berisi informasi penting secara komprehensif seperti kebijakan vendor, pertanyaan yang sering muncul dalam proses bisnis B2B, pendaftaran vendor, dan kontak untuk online pengadaan E-commerce dalam Partners Relationship Management PT Garuda Indonesia, Tbk Brand Garuda Indonesia mengembangkan dua jenis e-Commerce, yaitu Business to Business dan Business to Customer. B2B dilakukan Garuda dengan menyediakan Coporate Online dan Agency Online, sedangkan B2C dilakukan dengan personal online booking. Fitur e-Commerce untuk brand Garuda Indonesia sangat lengkap bila dibandingkan dengan fitur e-Commerce dari brand maskapai penerbangan lainnya. Garuda Indonesia menawarkan e-Commerce terpadu yang disebut dengan 28 Customer Touch Points yang memungkinkan calon/penumpang Garuda Indonesia mengakses service online dari before flying sampai after arrival yang disediakan melalui web. Fitur- fitur tersebut sangat jelas dan mudah dimengerti. Beberapa fitur tersebut adalah: a. Book Flight b. Check In dan e-Ticketing c. Show Schedule and Tariff d. e-Payment e. Promotion and Touch the Feel f. Special Corporate Fares dengan diskon yang atraktif baik untuk kelas penerbangan bisnis dan ekonomi. g. Priority waiting list h. Incentives awarding i. Fasilitas 24pecial untuk dapat mengkreditkan VAT pada tiket. j. Laporan yang komprehensif setiap bulannya k. Pembelian dan pemesanan tiket melalui berbagai cara dengan menyebutkancorporate memberhip
  • 12. 11 E-Ticketing pada PT. Garuda Indonesia, Tbk Pengertian E-ticket E-ticketing atau electronic ticketing adalah suatu cara untuk mendokumentasikan proses penjualan dari aktifitas perjalanan pelanggan tanpa harus mengeluarkan dokumen berharga secara fisik ataupun paper ticket. Semua informasi mengenai electronic ticketing disimpan secara digital dalam sistem komputer milik airline. Sebagai bukti pengeluaran E-Ticket, pelanggan akan diberikan Itinerary Receipt yang hanya berlaku sebagai alt untuk masuk ke dalam bandara di Indonesia yang masih mengharuskan penumpang untuk membawa tanda bukti perjalanan. E-ticketing (ET) adalah peluang untuk meminimalkan biaya dan mengoptimalkan kenyamanan penumpang. E-ticketing mengurangi biaya proses tiket, menghilangkan fomulir kertas dan meningkatkan fleksibilitas penumpang dan agen perjalanan dalam membuat perubahan-perubahan dalam jadwal perjalanan. Sejalan dengan perkembangan teknololgi informasi, internet kini muncul sebagai alternative system distribusi informasi travel. Internet merupakan m edium yang sempurna untuk menjual paket perjalanan, karena internet sanggup membawa jaringan supplier yang luas dan basis kostumer yang besar ke sebuah market place terpusat. Adapun pengertian lain yaitu E-Ticketing, atau penjualan tiket online, merupakan salah satu cara bagi orang untuk membeli tiket untuk acara lokal. Merupakan fasilitas pemesanan tiket online yang dirancang untuk membantu kelompok masyarakat yang tidak memiliki akses ke sistem jenis ini .. Hal ini memungkinkan kelompok-kelompok masyarakat untuk meningkatkan kegiatan dan menjual tiket secara online melalui situs web Kingston Council. E-Ticketing sistem untuk memudahkan orang untuk membeli tiket untuk berbagai acara semua dari satu situs web. Tiket dapat dibeli dengan cara ini dengan uang tunai, cek atau kredit / kartu debit. Orang tanpa akses ke internet dapat memesan tiket melalui internet publik di terminal atau perpustakaan di Pusat Informasi dan Visitor Centre. Anda tak perlu lagi menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan ‘keamanan’ tiket penerbangan nantinya. Lupakan resiko hilangnya tiket, dicuri, tertinggal, atau bahkan tercebur air. Bahkan E-ticketing memungkinkan anda, membelikan tiket untuk kerabat pada saat mendadak. Kemudahan yang demikian ini, merupakan bukti komitmen Garuda Indonesia terhadap konsumennya. Siapapun dapat membeli tiket pada sistem online. Anda harus mendaftar pada sistem pembayaran kami untuk menggunakan sarana. Ini adalah proses yang sangat sederhana dan membantu Anda menyimpan data yang Anda telah membeli tiket. Promoters memiliki daerah aman pada situs e-tiket di mana mereka dapat memantau penjualan dan mencetak off daftar orang-orang yang memesan untuk menghadiri acara mereka. Anda perlu mendaftar sebelum Anda dapat mulai menjual tiket. Proses pendaftaran untuk meminta informasi mengenai rincian kontak pribadi serta rincian dan kelompok masyarakat yang harus membayar tiket pendapatan. Proses
  • 13. 12 pendaftaran juga memerlukan anda untuk menerima syarat dan ketentuan untuk penjualan tiket on-line. Cara Kerja E-Ticketing Perbedaan paling mendasar antara tiket model lama dan tiket pesawat elektronik adalah letak data penerbangan dan data penumpang. Di sistem E-Ticketing pesawat, seluruh data booking penumpang terletak di database komputer maskapai dan tidak hanya di lembaran tiket. E-Ticketing yang dicetak di atas kertas hanyalah sebagai referensi dari data sebenarnya yang ada di database maskapai. Umumnya, E-Ticketing memuat informasi yang mengacu pada data yang ada di database maskapai. Informasi tersebut adalah: 1. Nama maskapai 2. Kode booking (PNR), kode unik inilah yang menjadi referensi data penumpang di sistem database maskapai. 3. Detail penerbangan: Waktu, rute, nomor penerbangan. 4. Detail penumpang: Nama, jenis tiket, info bagasi dan no. tiket. Langkah-langkah E-Ticketing Dalam proses e-ticketing terdapat beberapa langkah yang dapat dilakuklan guna mempermudah kita dalam pemesanan tiket secara online dimana dengan e-ticketing kita repot mengantri dalam memesan tiket.Langkah-langkah E-Ticketing sangat praktis, reservasi adalah yang paling utama. Sabagai seorang mobile, sibuk dan akrab dengan e-lifestyle, ada beberapa pilihan yang tersedia bagi anda. Menelepon Call Center maskapai penerbangan yang dipilih. Langkah berikutnya adalah pembayaran. Dengan mengutamakan kemudahan, anda dapat melakukannya melalui ATM, serta credit card. Call Center yang menjamin keamanan saat memasukkan nomor credit card. Terjamin semua informasi anda akan disimpan dengan rapi dan aman. Jika tertinggal tanda terima perjalanan, anda dapat meminta duplikatnya di seluruh kantor penjualan tiket maskapai penerbangan (airport). Proses pemesanan E-Ticketing 1. Untuk mengetahui harga tiket pesawat Garuda Indonesia anda perlu membuka internet dan masuk ke alamat web Garuda Indonesia www.garuda- indonesia.com. 2. Saat melakukan booking tiket maka nama yang dimasukkan haruslah sama dengan nama pada kartu identitas (ID-SIM untuk penerbangan domestik atau passport untuk penerbangan internasinoal). 3. Check dengan benar rute penerbangan anda.
  • 14. 13 4. Lihat time limit pembayaran anda agar anda tidak terlambat melakukan pembayaran, keterlambatan pembayaran bisa mengakibatkan tiket anda batal dan anda harus booking ulang untuk mendapatkan tiket. 5. Masukkan nomor telepon anda yang dapat dihubungi, agar jika terjadi delay atau perubahan jadwal penerbangan, anda akan dihubungi operator Garuda. 6. Jika anda membutuhkan peralatan tambahan disaat di bandara seperti kursi roda dsb, maka anda harus informasikan di saat reserfasi ini. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan setelah menerima E-Ticketing di email: 1. Buka attachment file E-Ticketing di email (biasa berupa file PDF). 2. Print E-Ticketing di atas kertas A4 sebagai dokumen pribadi atau untuk menunjukkan kode booking ke petugas di bandara. 3. Pada hari keberangkatan, bawa E-Ticketing tersebut ke bandara untuk proses check-in disertai dengan kartu identitas resmi berfoto seperti KTP, SIM (rute domestik) atau paspor (rute internasional). Maskapai membutuhkan kode booking (PNR) di e-tiket untuk kemudian mencocokkan data yang ada di database mereka dengan info yang ada di identitas resmi kita. Jika sesuai, maka mereka akan memberikan boarding pass. Kelebihan E-Ticketing E-Ticketing memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan tiket model lama. Beberapa di antaranya adalah: 1. E-Ticketing tidak mungkin “hilang”. Sekalipun E-Ticketing tertinggal di rumah, Anda dapat dengan mudah mencetaknya lagi atau cukup menunjukkan kode booking (PNR) yang ada di salinan yang ada di email Anda. Hal ini memungkinkan karena data Anda di kertas hanyalah salinan dari data yang ada di database komputer maskapai. Hanya orang yang bisa membuktikan identitasnya dengan tanda identitas resmi yang berhak menggunakan E-Ticketing untuk terbang. Ini jauh berbeda dengan sistem tiket yang lama. Penumpang yang kehilangan tiket diwajibkan membayar biaya lagi untuk mengeluarkan tiket yang baru. Bahkan untuk beberapa kasus, penumpang diharuskan membayar tarif secara penuh. 2. E-Ticketing lebih mudah diperoleh Penumpang yang sudah booking tidak perlu ekstra menghabiskan waktu di jalan untuk mengambil tiket. E-Ticketing dikirimkan ke email penumpang, cara yang jauh lebih cepat dan mudah. Lebih nyaman lagi jika situs pembelian tiket pesawat tersebut 24 jam non-stop.
  • 15. 14 3. E-Ticketing fleksibel dan lebih efisien Sekiranya ada perubahan entah itu tanggal keberangkatan atau tempat duduk, maskapai atau travel agent cukup mengubah data yang ada di database. Penumpang tidak lagi dipungut biaya untuk pencetakan tiket yang baru. Biaya operasional travel agent juga lebih hemat, karena tidak perlu biaya perawatan untuk printer dan juga kontrol inventory tiket. 4. E-Ticketing ramah lingkungan Menurut IATA (International Air Transport Association), jika semua maskapai menggunakan sistem E-Ticketing, maka dunia penerbangan akan dapat “menyelamatkan” kira-kira 50.000 batang pohon tiap tahunnya, atau sekitar 7,7 km persegi area hutan. 5. E-Ticketing memuat voucher belanja Berbagai promo sering digelar oleh online travel agent seperti Traveloka.com, dan voucher belanja promo tersebut dicetak di E-Ticketing khusus untuk pemesan. Ini tentunya tidak didapati di tiket model lama. Ke depannya nanti, semua maskapai akan menjadikan sistem e-tiket ini sebagai standardisasi yang mendukung sistem “self-service”. Di zaman serba digital, secara perlahan namun pasti, sistem booking, check-in dan boarding akan dialihkan menjadi lebih bersifat “self-service”. Untuk itu, prosesnya pun akan semakin melibatkan teknologi yang akrab dengan penggunaan sehari-hari. Manfaat E-Ticketing Saat ini hanya ada beberapa cara untuk membeli tiket untuk kegiatan kesenian masyarakat. Sistem ini akan memberikan Anda akses cepat dan mudah untuk berbagai macam acara melalui satu situs. Ini dapat digunakan untuk membeli tiket menggunakan kredit / kartu debit dan cek, yang banyak gerai tiket tidak dapat dilakukan pada saat ini. Hal ini juga sepenuhnya aman. Setiap organisasi yang perencanaan sebuah event dan bertanggung jawab untuk penjualan tiket untuk aktivitas dapat meningkatkan aktivitas di situs Web. Semua promoters yang mendaftar akan disetujui oleh administrator sebelum mereka dapat mulai menjual tiket sehingga hanya mereka yang dapat menunjukkan bahwa mereka yang utama Acara akan diizinkan untuk mempromosikan acara itu. Sistem ini memungkinkan Anda untuk mempromosikan aktivitas secara gratis dan menjual tiket untuk acara ke khalayak yang lebih luas. Hal ini juga berarti Anda tidak perlu membayar biaya untuk menyiapkan sistem ini atau administrasi itu. E-ticketing menyediakan banyak manfaat diantaranya : a. Biaya Simpanan – Mengurangi biaya yang terkait dengan pencetakan dan mailing tiket tiket ke pembeli. Menghilangkan atau mengurangi memerlukan tiket untuk stok, amplop dan pos.
  • 16. 15 b. Buruh Simpanan – Mengurangi tenaga kerja yang terkait dengan pencetakan dan mailing tiket. Potong bawah pada upaya yang diperlukan untuk mengambil tiket untuk membeli Akan Panggil pesanan. c. Aman dan Aman – E-Tiket selamat dan aman. Barcode validasi menghilangkan kemungkinan palsu dan duplikat tiket. d. Kehadiran sebenarnya Pelaporan – Cari tahu berapa banyak Anda e-tiket patrons dihadiri Anda acara dan ketika mereka tiba. e. Instant Pengiriman – Tiket pembeli senang menjadi mampu mencetak tiket mereka segera. Tidak perlu menunggu surat atau menunggu di baris di acara tersebut. Pelanggan dapat mencetak tiket elektronik mereka segera setelah mereka membelinya. Hal ini membuat e-tiket yang ideal untuk hadiah menit terakhir atau menit terakhir keputusan. f. Informasi tambahan – E-Tiket menyediakan ruang untuk tambahan informasi seperti peta jalan, arah, dan lain informasi pelanggan Anda mungkin perlu tahu. g. Periklanan – E-Tiket menyediakan kemampuan unik periklanan. Meningkatkan pendapatan perusahaan anda dengan menawarkan ruang iklan pada web Anda tiket. Sementara mempertahankan standar keselamatan yang tinggi merupakan prioritas utama untuk memastikan keselamatan penerbangan, sejumlah maskapai layanan penuh telah mengadopsi e-tiket mereka sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan. E-sistem tiket penumpang yang memungkinkan sebuah buku tiket pesawat untuk mendapatkan salinan mereka terima berisi catatan Penemu atau reservasi dan nomor e-tiket nomor. Bahwa e-tiket sangat menguntungkan bagi kedua perusahaan penerbangan dan pelancong. menghilangkan masalah ini dan biaya yang pelancong pengalaman ketika mereka kehilangan tiket kertas. Jika sebuah tiket boarding terputus, mendapatkan penggantian sering mudah seperti naik ke loket tiket dan memberikan Anda nomor konfirmasi untuk baru satu. Sementara untuk maskapai penerbangan, e-tiket adalah lebih murah dan lebih efisien metode pengelolaan tiket. Ia menghilangkan manual tugas yang diperlukan untuk proses dan account untuk kertas tiket penerbangan dan menyimpan biaya bahan lainnya, seperti tiket jaket. Seorang penumpang yang memegang e-tiket memiliki pilihan untuk check-in online dan cetak out nya tiket boarding di rumah atau di kantor. Layanan ini tersedia antara 30 jam dan satu jam sebelum penumpang jadwal keberangkatan. Dengan manfaat bagi kedua perusahaan penerbangan dan penumpang, maka tidak mengherankan bahwa semakin banyak perusahaan penerbangan yang menyiapkan sistem tiket elektronik – sesuatu yang telah mendapat respon antusias dari penumpang di seluruh dunia.
  • 17. 16 KESIMPULAN PT. Garuda Indonesia, Tbk merupakan perusahaan maskapai penerbangan yang pertama kali di Indonesia. Perusahaan ini berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para konsumen. Semua system yang digunakan untuk mempermudah segala akses, baik untuk kemudahan para pekerja dalam mengelola perusahaan, maupun member kemudahan bagi konsumen untuk dapatkan pelayanan yang terbaik. Brand Garuda Indonesia juga mengembangkan dua jenis e-Commerce, yaitu Business to Business dan Business to Customer. B2B dilakukan Garuda dengan menyediakan Coporate Online dan Agency Online, sedangkan B2C dilakukan dengan personal online booking. Fitur e-Commerce untuk brand Garuda Indonesia sangat lengkap bila dibandingkan dengan fitur e-Commerce dari brand maskapai penerbangan lainnya. Garuda Indonesia menawarkan e-Commerce terpadu yang disebut dengan 28 Customer Touch Points yang memungkinkan calon/penumpang Garuda Indonesia mengakses service online dari before flying sampai after arrival yang disediakan melalui web. Fitur-fitur tersebut sangat jelas dan mudah dimengerti dan sangat berguna sekali bagi Pengguna atau Konsumen dan bagi PT. Garuda Indonesia, Tbk. Sistem informasi manajemen di Garuda Indonesia sangat penting dan mempengaruhi seluruh arsitektur aplikasi e-businesss perusahaan. Dari arsitektur aplikasi e-business perusahaan tersebut, kita akan melihat Garuda Indonesia memberikan kerangka kerja konseptual yang menghubungkan antar proses dan interface dari aplikasi e-business serta customer relationship management perusahaan dalam hal pelayanan dan penawaran bagi para calon/penumpang. Selain itu ada beberapa kesimpulan lain yaitu yang bisa kita dapat dari penelitian ini : 1. Penerapan SIM yang baik sangat penting di era globalisasi seperti saat ini dalam persaingan yang semakin ketat 2. Program ini berguna untuk memudahkan pengguna dalam pemesanan tiket pesawat. 3. Pengguna dapat melihat data lebih cepat dan dapat mengakses informasi di mana saja, selama terkoneksi dengan internet. 4. Data yang diperoleh bersifat dinamis yang artinya sewaktu-waktu dapat berubah. 5. Memberikan kemudahan bagi para agen pemesanan tiket dalam meningkatkan mutu pelayanan terhadap customer. 6. Bermanfaat dan menjadi sebuah terobosan baru penjualan tiket pesawat secara “online”, dan akan menjadi program yang lebih mudah dan fleksibel untuk digunakan oleh perusahaan jasa transportasi udara.
  • 18. 17 DAFTAR PUSTAKA Anonim. (2017). “E-Ticketing Cara Kerja dan Penggunaannya” [Online]. (Diakses dari : http://blog.traveloka.com/E-Ticketing-cara-kerja-dan-penggunaannya pada tanggal 11 April 2017, pukul : 20.15) Anonim. (2017). [Online]. (Diakses dari : http://www.ilmumanajemen.com/index.php?option=com_content&view=article&i d=55:psi&catid=39:msi&Itemid=57 pada tanggal 11 April 2017, Pukul : 20.38) Anonim. (2017). [Online]. (Diakses dari : https://witanduty.wordpress.com/buat-usaha- melalui-internet-yuk/e-ticketing-pengantar-bisnis-informatika/ pada tanggal 11 April 2017, Pukul : 21.20) Anonim. (2017). [Online]. (Diakses dari : http://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/251/3/ART_Elizabeth%20Penti %20Kurniawati_Penerapan%20ERP%20system_Full%20text.pdf pada tanggal 12 April 2017, Pukul : 15.01) Anonim. (2017). [Online]. (Diakses dari : http://repository.upnyk.ac.id/454/1/E- 39_APLIKASI_SISTEM_INFORMASI_TIKET_PESAWAT_TERBANG_DI_PT_ GARUDA_INDONESIA_BERBASIS_WEB.pdf pada tanggal 12 April 2017, Pukul : 15.25) Djahir, Yulia dan Dewi Pratita. (2015). “Bahan Ajar Sistem Informasi Manajemen” *Online+. (Diakses dari : https://books.google.co.id/books?id=RCoQCgAAQBAJ&printsec=frontcover&hl =id&source=gb s_ge_summary_r&cad=0#v=onepage&q&f=false pada 27 Maret 2017 pukul 19.20) Gaol, Chr. Jimmy L. 2008. Sistem Informasi Manajemen: Pemahaman dan Aplikasi. Jakarta: PT Grasindo, anggota Ikapi. O’Brien, James A. 2004. Management Information System : Managing Information Technology in the Business Enterprise. Sixth Edition. Mc. GrawHill. New York, USA. O’Brien, J. A., Marakas, G. M. (2005). Management Information System.8th Edition. Mc- Graw-Hill Companies, Inc. New York