2
Most read
11
Most read
16
Most read
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 
“SIFAT KOLIGATIF LARUTAN” 
Sekolah : SMA Negeri 1 
Jurusan : IPA 
Mata Pelajaran : Kimia 
Topik : Sifat Koligatif Larutan 
Kelas/ Semester : XII/I 
Alokasi waktu : 6 x Pertemuan 
A. Kompetensi Inti : 
KI 3 : Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural 
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan 
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait 
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang 
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 
B. Kompetensi Dasar : 
Menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan 
osmosis termasuk sifat koligatif larutan 
C. Indikator : 
1. Menghitung konsentrasi suatu larutan ( molaritas, molalitas, dan fraksi mol) 
2. Menghitung penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku 
larutan dan tekanan osmosis berdasarkan data percobaan. 
3. Menjelaskan perbedaan sifat koligatif larutan non elektrolit dan larutan elektrolit. 
D. Tujuan Pembelajaran 
Siswa dapat : 
1. Menghitung konsentrasi suatu larutan ( molaritas, molalitas, dan fraksi mol) 
2. Menghitung penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku 
larutan dan tekanan osmosis berdasarkan data percobaan. 
3. Menjelaskan perbedaan sifat koligatif larutan non elektrolit dan larutan elektrolit.
E. Materi Ajar 
- Konsentrasi larutan 
Konsentrasi larutan menyatakan perbandingan jumlah zat terlarut dengan jumlah 
pelarutnya . Satuan konsentrasi umum yang digunakan adalah molaritas, molalitas, 
dan fraksi mol. 
1. Molaritas (M) menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan. Secara 
matematis dituliskan sebagai berikut: 
Dimana: 
M=molaritas larutan (mol-1 atau M) 
V=volume larutan (ml) 
g= massa zat terlarut (g) 
Mr= Massa molekul relative zat terlarut 
2. Molalitas (m) menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam satu kilogram pelarut. 
Secara matematis dituliskan sebagai berikut: 
Dimana: 
m=molalitas larutan (mol kg-1 atau m) 
p=massa pelarut (g) 
3. Fraksi mol (X) menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atau pelarut 
terhadap jumlah mol larutan ( mol total). 
Dimana: 
Xt=fraksi mol zat terlarut 
Xp=fraksi mol zat pelarut 
nt=mol zat terlarut 
np=mol zat pelarut
- Sifat koligatif larutan 
Sifat koligatif larutan adalah sifat fisik larutan yang dipengaruhi oleh jumlah partikel 
zat terlarut dalam larutan (konsentrasi) dan tidak dipengaruhi oleh jenis zat terlarut 
merupakan sifat koligatif larutan. 
Sifat koligatif larutan terbagi menjadi 2 yaitu: 
1. Sifat koligatif larutan non elektrolit 
2. sifat koligatif larutan elektrolit 
- Sifat koligatif larutan non elektrolit 
1. Penurunan Tekanan Uap (ΔP) adalah selisih antara tekanan uap jenuh pelarut 
murni dengan tekanan uap jenuh larutan. 
2. Kenaikan Titik Didih (ΔTb) adalah selisih antara titik didih larutan dengan titik 
didih pelarut murni . 
3. Penurunan Titik Beku (ΔTf) adalah selisih antara titik beku pelarut murni 
dengan titik beku larutan . 
4. Tekanan osmotik (p) adalah tekanan yang harus diberikan pada permukaan 
larutan untuk mencegah terjadinya osmosis dari pelarut murni . 
- Sifat koligatif larutan elektrolit 
Larutan elektrolit memiliki sifat koligatif larutan lebih besar dibandingkan dengan 
larutan nonelektrolit. Hal ini disebabkan larutan elektrolit mampu terurai menjadi ion-ion 
( dapat terionisasi), sedangkan larutan nonelektrolit tidak terionisasi. Akibatnya , 
jumlah partikel larutan elektrolit lebih besar daripada larutan nonelektrolit yang 
konsentrasinya sama . 
1. Penurunan Tekanan Uap (ΔP)
2. Kenaikan Titik Didih (ΔTb) 
3. Penurunan Titik Beku (ΔTf) 
4. Tekanan osmotik (p) 
Dimana; 
i= faktor Van’t Hoff dengan i=1+ (n-1) α 
F. Metode Pembelajaran 
- Diskusi 
- Tanya jawab 
- Tugas 
- Eksperimen 
Media Pembelajaran 
- Laptop 
- Proyektor 
- Alat da bahan untuk percobaan 
- LKS 
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 
Pertemuan 
/Alokasi 
Waktu 
Rincian Kegiatan Pembelajaran 
Waktu 
(menit) 
Pertama 
(2 x 45’) 
1. Pendahuluan 
a. Apersepsi 
Tanya jawab untuk mengingat kembali konsentrasi larutan serta satuan 
satuannya yang telah dipelajari di kelas XI. 
b. Motivasi 
Konsentrasi larutan merupakan penentu besar kecilnya harga sifat 
Koligatif larutan. 
2. Kegiatan Inti 
a. Eksplorasi 
10’
 Siswa dikondisikan dalam beberapa kelompok, masing-masing 
4 – 5 orang. 
 Masing-masing kelompok mendapat tugas menjawab 
pertanyaan-pertanyaan secara tertulis tentang pengertian 
konsentrasi-konsentrasi larutan (meliputi molaritas, molalitas, 
dan fraksi mol) dan menyelesaikan soal-soal perhitungannya. 
b. Elaborasi 
 Masing-masing kelompok diminta mengkomunikasikan 
jawaban hasil diskusi kelompok secara bergilir/kuis. Tiap 
kelompok saling menanggapi. 
c. Konfirmasi 
 Guru memberikan arahan disertai penjelasan singkat. 
 Diskusi kelas untuk menyamakan persepsi dan menyimpulkan 
materi. 
 Guru memberikan evaluasi secara individu. 
3. Penutup 
a. Siswa diminta membuat rangkuman. 
b. Guru memberi tugas/PR dan tugas baca tentang Sifat Koligatif 
Larutan. 
65’ 
15’ 
Kedua 
(2 x 45’) 
1. Pendahuluan 
a. Apersepsi 
Tanya jawab pengertian Sifat Koligatif Larutan. 
b. Motivasi 
Apa sajakah yang tergolong ke dalam sifat koligatif larutan? 
2. Kegiatan Inti 
a. Eksplorasi 
 Dengan diskusi kelas, dibahas tentang sejauh mana pengaruh zat 
terlarut yang sukar menguap terhadap tekanan uap pelarut. Guru 
mengajak siswa membayangkan pengaruh tersebut melalui 
contoh atau fakta-fakta dalam kehidupan sehari-hari. 
 Dengan berdialog dan tanya jawab bervariasi, siswa diminta 
menjelaskan pengertian penguapan dan fraksi mol. 
 Diskusi informasi tentang hubungan fraksi mol dengan pen 
urunan tekanan uap (Hukum Raoult). 
b. Elaborasi 
 Melalui diskusi kelompok sebangku, siswa ditugaskan 
membahas soal-soal latihan tentang penurunan tekanan uap 
larutan. 
 Siswa diminta mengkomunikasikan hasil penyelesaian soal-soal 
latihan secara bergiliran / kuis. 
c. Konfirmasi 
 Guru memberi arahan dan memberi penguatan. 
 Guru memberi evaluasi secara individu. 
10’ 
65’
3. Penutup 
a. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman materi yang 
dibahas. 
b. Guru memberi tugas baca tentang rancangan percobaan pengaruh 
zat terlarut terhadap titik beku dan titik didih larutan. 
15’ 
Ketiga 
(2 x 45’) 
1. Pendahuluan 
a. Apersepsi 
Tanya jawab tentang pengaruh zat terlarut terhadap titik beku dan 
titik didih larutan. 
b. Motivasi 
Pengaruh zat terlarut terhadap titik beku dan titik didih larutan 
dapat ditentukan melalui serangkaian percobaan. 
c. Pra eksperimen 
- Persiapan alat dan bahan untuk praktikum. 
- Mengkaji lembar kerja siswa (LKS). 
2. Kegiatan Inti 
a. Eksplorasi 
 Siswa duduk dalam kelompok yang telah ditentukan, masing-masing 
4 – 5 orang. 
 Masing-masing kelompok melakukan percobaan untuk 
mengamati pengaruh zat terlarut terhadap titik beku dan titik 
didih larutan. 
 Siswa melakukan interpretasi data pengamatan. 
b. Elaborasi 
 Melalui diskusi kelompok, siswa diminta menentukan besar 
penurunan titik beku dan titik didih larutan berdasarkan data 
percobaan. 
 Siswa diminta menyimpulkan pengaruh zat terlarut terhadap titik 
beku dan titik didih larutan berdasarkan data percobaan, serta 
mengaitkannya dengan Hukum Raoult untuk menentukan ΔTf 
dan ΔTb larutan. 
c. Konfirmasi 
 Guru memberi arahan dan penjelasan singkat. 
 Dengan dibimbing guru, siswa mengaplikasikan Hukum Raoult 
melalui contoh-contoh soal hitungannya dalam diskusi kelas. 
3. Penutup 
a.Guru memberi tugas / PR : 
- Laporan tertulis hasil percobaan. 
- Soal-soal latihan tentang penurunan titik beku (ΔTf) dan kenaikan 
15’ 
65’ 
10’
titik didih larutan (ΔTb). 
Keempat 
(2x 45’) 
1. Pendahuluan 
a. Apersepsi 
Tanya jawab tentang ΔP, ΔTf, dan ΔTb larutan. 
b. Motivasi 
Penurunan tekanan uap larutan akibat adanya zat terlarut 
membawa konsekwensi bagi titik beku dan titik didih larutan 
tersebut. 
2. Kegiatan Inti 
a. Eksplorasi 
 Dengan diskusi kelas, guru dan siswa menganalisis diagram P-T 
untuk menafsirkan hubungan ΔP, ΔTf, dan ΔTb larutan. 
 Dengan berdialog dan tanya jawab bervariasi, siswa diminta 
menjelaskan pengertian osmosis dan tekanan osmotik larutan. 
 Diskusi informasi tentang penerapan Hukum Gas Ideal untuk 
menurunkan persamaan / rumus tekanan osmotik (π). 
b. Elaborasi 
 Melalui diskusi kelompok sebangku, siswa ditugaskan 
membahas soal-soal latihan tentang tekanan osmotik (π). 
 Siswa diminta mengkomunikasikan hasil penyelesaian soal-soal 
latihan secara bergiliran / kuis. 
a. Konfirmasi 
 Guru memberi arahan serta penguatan. 
 Guru memberi evaluasi secara individu. 
3. Penutup 
a. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman materi Sifat 
Koligatif Larutan. 
b. Guru memberi tugas / PR. 
10’ 
65’ 
15’ 
Kelima 
(2 x 45’) 
1. Pendahuluan 
a. Apersepsi 
Tanya jawab tentang hubungan jumlah partikel zat terlarut dengan 
sifat koligatif larutan. 
b. Motivasi 
Jumlah ion (n) yang terdapat di dalam larutan elektrolit 
menyebabkan harga sifat koligatif larutan elektrolit berbeda dengan 
harga sifat koligatif larutan non elektrolit. 
2. Kegiatan Inti 
10’
a. Eksplorasi 
 Siswa dikondisikan dalam beberapa kelompok, masing-masing 4 
– 5 orang. 
 Masing-masing kelompok diminta membandingkan sifat 
koligatif larutan elektrolit dengan sifat koligatif larutan non 
elektrolit yang konsentrasinya sama dan sebaliknya (berbeda). 
b. Elaborasi 
 Masing-masing kelompok diminta mengkomunikasikan jawaban 
hasil diskusi kelompok secara bergilir/kuis. Tiap kelompok 
saling menanggapi. 
c. Konfirmasi 
 Guru memberikan arahan disertai penjelasan singkat. 
 Diskusi kelas untuk menyamakan persepsi dan menyimpulkan 
perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit dan non elektrolit 
 Guru memberikan evaluasi secara individu. 
3. Penutup 
a. Siswa diminta membuat rangkuman. 
b. Guru memberi tugas/PR dan tugas baca tentang rumus menentukan 
harga sifat koligatif larutan. 
65’ 
15’ 
Keenam 
(2 x 45’) 
1. Pendahuluan 
a. Apersepsi 
Tanya jawab tentang jumlah ion (n) dalam beberapa contoh larutan 
elektrolit, serta derajat ionisasinya (α). 
c. Motivasi 
Jumlah ion (n) dan derajat ionisasi (α) sutu larutan elektrolit 
mempengaruhi besar sifat koligatif larutan tersebut. 
2. Kegiatan Inti 
a. Eksplorasi 
 Dengan diskusi kelas, dibahas tentang penurunan rumus faktor 
Van’t Hoff (i). 
 Dengan berdialog dan tanya jawab bervariasi, siswa diminta 
menyebutkan dan menuliskan rumus penurunan tekanan uap 
(ΔP), penurunan titik beku (ΔTf), kenaikan titik didih(ΔTb), dan 
tekanan osmotik (π) dari larutan elektrolit. 
b. Elaborasi 
 Melalui diskusi kelompok sebangku, siswa ditugaskan 
membahas contoh-contoh soal / soal-soal latihan yang 
berhubungan dengan ΔP, ΔTf, ΔTb, dan π larutan elektrolit. 
 Siswa diminta mengkomunikasikan hasil penyelesaian soal-soal 
latihan secara bergiliran / kuis. 
c. Konfirmasi 
 Guru memberi arahan dan penguatan. 
10’ 
65’
 Guru memberi evaluasi secara individu. 
3. Penutup 
a. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman materi yang 
dibahas. 
b. Guru memberi tugas / PR. 
15’ 
H. Alat dan Sumber Belajar 
1. Buku bahan ajar kimia 
 M. Purba, KIMIA untuk SMA Kelas XII, Erlangga, 2007. 
 Nana Sutresna, KIMIA SMA Kelas XII, Grafindo, 2007. 
 Unggul Sudarmo, KIMIA untuk SMA Kelas XII, Erlangga, 2007. 
2. Buku- buku rujukan lain yang relevan 
3. Lembar Kerja Siswa (LKS) 
4. Alat / bahan kimia untuk praktek 
I. Penilaian 
1. Prosedur Penilaian 
a. Penilaian Kognitif 
Jenis Instrumen : Tes lisan dan tulisan 
Bentuk Instrumen : Uraian 
b. Penilaian Psikomotor 
Jenis Instrumen : Non Tes 
Bentuk Instrumen : Lembar observasi kinerja praktikum 
c. Penilaian Afektif 
Jenis Instrumen : Non Tes 
Bentuk Instrumen : Lembar pengamatan siswa 
d. Penugasan Terstruktur 
· PR 
· Tugas baca di rumah 
· Laporan tertulis hasil percobaan
e. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur 
Membuat bank soal ‘Sifat Koligatif Larutan’ 
2. Instrumen Penilaian : Terlampir 
J. Tindak Lanjut 
Remedial : bagi siswa dengan tingkat ketercapaian KD < KKM 
Pengayaan : bagi siswa dengan tingkat ketercapaian KD > KKM 
Mengetahui Medan, 24 Januari 2014 
Kepala, Guru Mata Pelajaran, 
MUSLIZAR, S.Pd. YENI PURWATI, S.Pd 
LAMPIRAN-LAMPIRAN (INSTRUMEN PENILAIAN) 
Lampiran 1. 
Penilaian Kognitif 
Soal Uraian 
1. Sebanyak 7 gram KOH (Mr 56) dilarutkan dalam 10 grm air. Jika larutan yang terjadi 
mempunyai massa jenis 1,25 gram cm-3, hitunglah: 
a. Kemolalan 
b. Fraksi mol KOH 
c. Kemolaran 
2. Jelaskan pengertian sifat koligatif larutan. Tuliskan sifat-sifat yang tergolong ke 
dalamnya. 
3. Jelaskan bagaimana pengaruh adanya zat terlarut (yang sukar menguap) di dalam 
sistem larutan terhadap tekanan uap pelarut.
4. Jelaskan pengaruh zat terlarut terhadap: 
a. Titik beku larutan 
b. Titik didih larutan 
5. Pada suhu 30oC terdapat larutan glukosa dalam pelarut alkohol dengan kadar larutan 40% 
dan memiliki tekanan uap larutan sebesar 26,8 cm Hg. Jika Mr glukosa = 180 gram/mol 
dan Mr alkohol = 46gram/mol, tentukan: 
a. Fraksi mol glukosa 
b. Fraksi mol alkohol 
c. Tekanan uap pelarut alkohol pada suhu tersebut 
d. Penurunan tekanan uap larutan 
6. Sebanyak 6 gram uera (Mr 60) dilarutkan ke dalam 200 gram air. Bila Kf air = 1,86 oC/m, 
hitunglah : 
a. Penurunan titik beku larutan 
b. Titik beku larutan yang terjadi 
7. Jelaskan yang dimaksud dengan : 
a. Osmosis 
b. Tekanan osmotik 
c. Selaput semipermeabel 
8. Jika 150 gram urea (Mr 60 gram/mol) dilarutkan dakam air sehingga volume 6 liter. 
Tentukan tekanan osmotik larutan tersebut pada suhu 343 K (R = 0,082). 
9. Di antara 3 buah larutan berikut : 
a. NaNO3 0,1 M 
b. C6H12O6 0,1 M 
c. MgCl2 0,1 M 
Manakah larutan yang menimbulkan tekanan osmotik terbesar? Jelaskan jawabanmu. 
10. Urutkanlah larutan-larutan berikut berdasarkan kenaikan titik didihnya. 
a. NaCl 0,1 m 
b. Na2SO4 0,2 m 
c. BaCl2 0,1 m 
d. C6H12O6 0,1 m 
e. Urea 0,2 m
f. MgSO4 0,05 m 
11. Jika 1,74 gram K2SO4 (Mr 174) dilarutkan dalam 50 gram air (Kf air = 1,86 oC/molal), 
tentukan titik beku larutan tersebut. 
12. Tentukan tekanan osmotik larutan CaCl2 0,01 M pada suhu 373 K. 
13. Jika 15 gram HA dilarutkan dalam 500 ml airdan membeku pada suhu – 1,023 oC, 
tentukan derajat ionisasi HA (Kf air = 1,86 oC/molal; Mr HA 60). 
Keterangan : Skor total maksimum 100. 
Lampiran 2. 
Penilaian psikomotorik 
Lembar Observasi Kinerja Praktikum 
Judul : Menentukan Titik Beku dan Titik Didih Larutan 
Mata Pelajaran : Kimia 
Kelas / Semester : XII Ilmu Alam / 1
Keterangan : 
Aspek yang dinilai : I. Cara merangkai alat 
II. Memanaskan air suling ke dalam gelas kimia 
III. Meletakkan tabung reaksi berisi larutan ke dalam air 
mendidih 
IV. Keterampilan membuat campuran pendingin 
V. Meletakkan tabung reaksi berisi larutan ke dalam campuran 
pendingin 
VI. Keterampilan mengukur suhu dengan termometer 
Nilai = skortotal 
Perhitungan nilai : x100% 
skormaksimum 
N 
O 
M 
O 
R 
N 
A 
M 
A 
Aspek yang dinilai S 
K 
O 
R 
N 
I 
L 
A 
I 
I II III IV V VI 
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 
1 A √ √ √ √ √ √ 27 90 
2 B √ √ √ √ √ √ 26 87 
3 C √ √ √ √ √ √ 24 80 
4 .. 
5 ..
Lampiran 3. 
Penilaian Afektif/ Sikap 
Lembar Pengamatan Sikap Siswa 
N 
O 
N 
A 
Aspek yang dinilai S 
K 
O 
R 
N 
I 
L 
A 
I 
I II III IV
M 
O 
R 
M 
A 
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 
1 Ananda P. √ √ √ √ 18 A 
2 Bimo W. √ √ √ √ 16 B 
3 Cindy T. √ √ √ √ 17 A 
4 .. 
5 .. 
Keterangan : 
Aspek yang dinilai : I. Kedisiplinan 
II. Aktifitas dalam kelompok 
III. Kerjasama dalam kelompok 
IV. Etika 
Kritria Nilai : 17 – 20 = A 
13 – 16 = B 
9 – 12 = C 
5 – 8 = D 
Lampiran 4. 
Penilaian Tugas Terstruktur 
PR Pertemuan 1. 
1. Sebanyak 4 gram NaOH (Mr 40) dilarutkan dalam air sehingga volume larutan 400 
ml. Hitunglah kemolaran larutan tersebut. 
2. Hitunglah molalitas larutan yang terjadi bila 24 gram kristal MgSO4 dilarutkan dalam 
400 gram air. ( Mr MgSO4 = 120 ).
3. Hitunglah fraksi mol glukosa di dalam larutan glukosa 36 % ( Mr glukosa = 180; Mr 
air = 18). 
Kunci Jawaban: 
gr x mL 
1. M = Mr 
1000 
4 x 400 
M = 40 
1000 = 0,25 mol L-1 
Jadi, kemolaran larutan tersebut adalah 0,25 mol L-1. 
gr x p 
2. m = Mr 
1000 
24 x 400 
m = 120 
1000 = 0,5 molal. 
Jadi, molalitas larutan tersebut adalah 0,5 molal. 
4. Dimisalkan massa larutan seluruhnya 100 gram, maka : 
Massa glukosa = 36 gram 
Massa air = 64 gram 
36 mol = 0,2 mol 
nglukosa = 180 
64 mol = 3,56 mol 
nglukosa = 18 
Fraksi mol glukosa : 
0,2 
+ = 0,053 
Xglukosa = 0,2 3,56 
Jadi, fraksi mol glukosa adalah 0,053. 
PR Pertemuan 3. 
1. Suatu larutan yang dibuat dari glukosa (Mr 180) dalam 2 kg air, mendidih pada suhu 
100,65oC (Kb = 0,52). Berapa gram glukosa yang terlarut ? 
2. Suatu alkena sebanyak 28 gram dilarutkan dalam 250 gram benzene (Kf = 5,0). 
Ternyata larutan itu membeku pada suhu -3oC. Jika titik beku benzena adalah 5oC, 
tentukanlah rumus molekul alkena tersebut ( C = 12; H = 1 ). 
Kunci Jawaban: 
1. ΔTb = Kb x m
gr x p 
= Kb x Mr 
1000 
gr x 2000 
0,65 = 0,52 x 180 
1000 
gr = 450 gram. 
Jadi, massa glukosa yang terlarut adalah 450 gram. 
2. ΔTf = Tf 
o - Tf 
= 5 - (-3) = 8oC 
gr x p 
ΔTf = Kf x Mr 
1000 
28 x 250 
8 = 5 x Mr 
1000 
Mr = 70 
(CH2)n = 70 
14 n = 70 
n = 5 
Jadi rumus molekul alkena tersebut adalah : C5H10. 
PR Pertemuan 4. 
Hitunglah tekanan osmotik larutan 3,6 gram glukosa yang terlarut di dalam 500 mL 
larutan pada suhu 27oC ( Mr glukosa = 180 ). 
Kunci Jawaban: 
gr x mL 
M = Mr 
1000 
3,6 x 500 
M = 180 
1000 = 0,04 M 
T = 27 + 273 K = 300 K
π = M R T 
π = 0,04 x o,o82 x 300 atm 
π = 0,984 atm. 
Jadi, tekanan osmotik larutan tersebut adalah 0,984 atm. 
PR Pertemuan 5. 
Di antara tiga macam larutan berikut: 
a. C2H5OH 0,8 M 
b. Al2(SO4)3 0,1 M 
c. CaSO4 0,3 M 
Manakah larutan yang mempunyai titik beku paling tinggi? 
Kunci Jawaban: 
a. n x K = 1 x 0,8 = 0,8 
b. n x K = 5 x 0,1 = 0,5 
c. n x K = 2 x 0,3 = 0,6 
Larutan yang mempunyai titik beku tertinggi adalah larutan dengan faktor n x K 
terkecil ( ΔTf terendah ). Oleh karena itu, larutan yang mempunyai titik beku paling 
tinggi adalah larutan b ( Al2(SO4)3 ). 
PR Pertemuan 6. 
1. Hitunglah titik didih larutan KCl jika 7,45 gram zat padat KCl dilarutkan dalam 1 kg 
air! ( Larutan KCl itu terurai sempurna dalam air, Kb air = 0,52 ). 
2. Larutan 0,05 mol suatu elektrolit biner (dua ion) dalam 100 gram air (Kf = 1,86) 
membeku pada suhu -1,55oC. Hitunglah derajat ionisasi elektrolit tersebut. 
3. Larutan 0,1 molar suatu asam lemah menimbulkan tekanan osmotik 2,88 atm pada 
suhu 27oC (R = 0,08). Jika asam itu hanya terionisasi 10%, hitunglah jumlah ion (n) 
dari asam tersebut. 
Kunci Jawaban: 
1. KCl(aq) → K+ 
(aq) + Cl- 
(aq), maka n = 2
Larutan KCl terurai sempurna, maka α = 1 
ΔTb = Kb x m x i 
gr x p 
= Kb x Mr 
1000 
{ 1 + (n - 1) α } 
7,45 
= 0,52 x 74,5 
1000 { 1 + (2 - 1) 1 } 
x 1000 
= 0,52 x 0,1 x 2 
= 0,104oC 
Jadi, titik didih larutan KCl = 100 + 0,104 = 100,104oC. 
2. ΔTf = Kf x m x i 
1000 
ΔTf = Kf x mol x p 
{ 1 + (n - 1) α } 
1000 { 1 + (2 - 1) α } 
1,55 = 1,86 x 0,05 x 100 
2 
a = 3 
2 . 
Jadi, derajat ionisasi elektrolit biner tersebut adalah 3 
3. π = M R T x i 
π = M R T { 1 + (n - 1) α } 
2,88 = 0,1 x 0,08 x 300 { 1 + (n - 1) 0,1 } 
1 + (n - 1) 0,1 = 1,2 
n = 3 
Jadi, jumlah ion asam tersebut adalah 3.
Rpp sifat koligatif larutan

More Related Content

DOC
RPP Kurikulum 2013 Kimia kelas XI kesetimbangan kimia
PDF
LKPD Kimia berbasis PBL pada Materi Larutan Penyangga
PPT
Kimia Asek PPT Kesetimbangan Kimia Cekidot
PPT
Pemisahan kation gol. ii
PPTX
KONFIGURASI ELEKTRON
DOC
program tahunan kimia kelas xii
PDF
16. CP Kimia (1).pdf
PPTX
Kestabilan ion kompleks
RPP Kurikulum 2013 Kimia kelas XI kesetimbangan kimia
LKPD Kimia berbasis PBL pada Materi Larutan Penyangga
Kimia Asek PPT Kesetimbangan Kimia Cekidot
Pemisahan kation gol. ii
KONFIGURASI ELEKTRON
program tahunan kimia kelas xii
16. CP Kimia (1).pdf
Kestabilan ion kompleks

What's hot (20)

PDF
Modul Kimia Kelas X: Larutan Elektrolit dan Non-elektrolit
PPT
Sifat koligatif-larutan
RTF
Soal sistem koloid 2013 pg final
PPT
S T O I K I O M E T R I
DOC
Laporan Praktikum Pembuatan Tawas
DOCX
KISI-KISI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI.docx
PDF
Lkpd ppl ikatan kimia pertemuan 1 (mg)docx
PDF
Modul Ajar Kimia XI Pertemuan ke-1 Struktur Atom
PPT
Reaksi Osidas Dan Reduksi PPT
DOCX
ATP Kimia Fase E Kelas X bisa deigunakan ditahun ajaran 2024/2025
DOCX
Silabus. kurikulum merdeka. Mata pelajaran kimia
PPTX
Tata nama senyawa kompleks
PPTX
Haloalkana
PPTX
analisa kation golongan 1
PPT
Power Point Materi Hidrolisis Garam
PPT
Teori Tumbukan dan Laju Reaksi
PPT
11. energi kisi
PPT
7. hk.pertama termodinamika
PPT
Termodinamika (5) a kesetimbangan_kimia
PPT
Adisi Elektrofilik
Modul Kimia Kelas X: Larutan Elektrolit dan Non-elektrolit
Sifat koligatif-larutan
Soal sistem koloid 2013 pg final
S T O I K I O M E T R I
Laporan Praktikum Pembuatan Tawas
KISI-KISI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI.docx
Lkpd ppl ikatan kimia pertemuan 1 (mg)docx
Modul Ajar Kimia XI Pertemuan ke-1 Struktur Atom
Reaksi Osidas Dan Reduksi PPT
ATP Kimia Fase E Kelas X bisa deigunakan ditahun ajaran 2024/2025
Silabus. kurikulum merdeka. Mata pelajaran kimia
Tata nama senyawa kompleks
Haloalkana
analisa kation golongan 1
Power Point Materi Hidrolisis Garam
Teori Tumbukan dan Laju Reaksi
11. energi kisi
7. hk.pertama termodinamika
Termodinamika (5) a kesetimbangan_kimia
Adisi Elektrofilik
Ad

Viewers also liked (20)

DOCX
3 2-rpp-sifat-koligatif-larutan(1)
DOC
Silabus kimia-sma-kls-xii-2013
PPTX
Kimia unsur praktik pembuatan kembang api
PPTX
Hidrokarbon dan minyak bumi
PPT
Tugas Kimia Kelompok I XII TKJ 1 " Senyawa Hidrokarbon"
DOCX
Praktikum kimia sederhana
DOCX
Laporan hasil percobaan laju reaksi
PPT
Kesetimbangan Kimia Yeni Purwati
PDF
RPP SMA Kimia Kelas X
PDF
RPP SMA Kimia Kelas XI
PDF
RPP SMA Kimia kelas XII
DOC
Instrument Soal sifat koligatif
DOCX
Rpp 2014/2015 kimia kd 3.10
DOCX
Percobaan a 2 sifat koligatif larutan
DOCX
Laporan praktikum pembuatan koloid
DOCX
Pembahasan (horti 1)
DOCX
Hidrasi Air
DOCX
Soal sifat koligatif
DOCX
pengaruh suhu terhadap laju reaksi
3 2-rpp-sifat-koligatif-larutan(1)
Silabus kimia-sma-kls-xii-2013
Kimia unsur praktik pembuatan kembang api
Hidrokarbon dan minyak bumi
Tugas Kimia Kelompok I XII TKJ 1 " Senyawa Hidrokarbon"
Praktikum kimia sederhana
Laporan hasil percobaan laju reaksi
Kesetimbangan Kimia Yeni Purwati
RPP SMA Kimia Kelas X
RPP SMA Kimia Kelas XI
RPP SMA Kimia kelas XII
Instrument Soal sifat koligatif
Rpp 2014/2015 kimia kd 3.10
Percobaan a 2 sifat koligatif larutan
Laporan praktikum pembuatan koloid
Pembahasan (horti 1)
Hidrasi Air
Soal sifat koligatif
pengaruh suhu terhadap laju reaksi
Ad

Similar to Rpp sifat koligatif larutan (20)

DOCX
Rpp kelas xii semester 1 edit 1
DOCX
Rpp kelas xii semester 1 edit 1
DOCX
Rpp kelas xii semester 1 dan 2
PPT
PDF
Rpp berkarakter
PDF
Rpp Berkarakter
PDF
Rencana pelaksanaan pembelajaran
PDF
rpp-kimia-kelas-12
PDF
Kelas xii kimia kd 3.1
DOCX
Rpp revisi 2017 kimia kelas 12 sma
DOCX
Silabus Kimia 12 MA Idris Bintan ini merupakan perangkat ajar yang harus disi...
PPTX
Kelompok 10 koligatif larutan
DOCX
RPP KELAS XII Pertemuan 1-3 (Sifat Koligatif Larutan)
PPTX
Microteaching Koligatif Larutan_Istimrariyyah Shulbah.pptx
PDF
Kelompok 4 sifat koligatif larutan _20250612_224119_0000.pdf
PPTX
Sifat Koligatif Larutan Nonelektrolit/Elektrolit
PDF
Silabus kimia sma kelas XII 2013
DOCX
Lembar kerja peserta didik sifat koligatif larutan
DOC
Tutorial software kenaikan titik didih dan penurunan titik beku
Rpp kelas xii semester 1 edit 1
Rpp kelas xii semester 1 edit 1
Rpp kelas xii semester 1 dan 2
Rpp berkarakter
Rpp Berkarakter
Rencana pelaksanaan pembelajaran
rpp-kimia-kelas-12
Kelas xii kimia kd 3.1
Rpp revisi 2017 kimia kelas 12 sma
Silabus Kimia 12 MA Idris Bintan ini merupakan perangkat ajar yang harus disi...
Kelompok 10 koligatif larutan
RPP KELAS XII Pertemuan 1-3 (Sifat Koligatif Larutan)
Microteaching Koligatif Larutan_Istimrariyyah Shulbah.pptx
Kelompok 4 sifat koligatif larutan _20250612_224119_0000.pdf
Sifat Koligatif Larutan Nonelektrolit/Elektrolit
Silabus kimia sma kelas XII 2013
Lembar kerja peserta didik sifat koligatif larutan
Tutorial software kenaikan titik didih dan penurunan titik beku

More from Yeni Purwati (10)

DOC
Makalah filsafat pendidikan yeni
DOC
Makalah karakter mandiri
DOC
Jurnal yeni
DOC
Lks titik beku
DOC
Analisis Kurikulum
DOCX
LKS titik didih
DOC
LKS titik beku
DOC
Analisis Kurikulum
PPT
Quiz Ikatan Kimia
PPT
Ikatan kimia
Makalah filsafat pendidikan yeni
Makalah karakter mandiri
Jurnal yeni
Lks titik beku
Analisis Kurikulum
LKS titik didih
LKS titik beku
Analisis Kurikulum
Quiz Ikatan Kimia
Ikatan kimia

Rpp sifat koligatif larutan

  • 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) “SIFAT KOLIGATIF LARUTAN” Sekolah : SMA Negeri 1 Jurusan : IPA Mata Pelajaran : Kimia Topik : Sifat Koligatif Larutan Kelas/ Semester : XII/I Alokasi waktu : 6 x Pertemuan A. Kompetensi Inti : KI 3 : Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. B. Kompetensi Dasar : Menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan osmosis termasuk sifat koligatif larutan C. Indikator : 1. Menghitung konsentrasi suatu larutan ( molaritas, molalitas, dan fraksi mol) 2. Menghitung penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku larutan dan tekanan osmosis berdasarkan data percobaan. 3. Menjelaskan perbedaan sifat koligatif larutan non elektrolit dan larutan elektrolit. D. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat : 1. Menghitung konsentrasi suatu larutan ( molaritas, molalitas, dan fraksi mol) 2. Menghitung penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku larutan dan tekanan osmosis berdasarkan data percobaan. 3. Menjelaskan perbedaan sifat koligatif larutan non elektrolit dan larutan elektrolit.
  • 2. E. Materi Ajar - Konsentrasi larutan Konsentrasi larutan menyatakan perbandingan jumlah zat terlarut dengan jumlah pelarutnya . Satuan konsentrasi umum yang digunakan adalah molaritas, molalitas, dan fraksi mol. 1. Molaritas (M) menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan. Secara matematis dituliskan sebagai berikut: Dimana: M=molaritas larutan (mol-1 atau M) V=volume larutan (ml) g= massa zat terlarut (g) Mr= Massa molekul relative zat terlarut 2. Molalitas (m) menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam satu kilogram pelarut. Secara matematis dituliskan sebagai berikut: Dimana: m=molalitas larutan (mol kg-1 atau m) p=massa pelarut (g) 3. Fraksi mol (X) menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atau pelarut terhadap jumlah mol larutan ( mol total). Dimana: Xt=fraksi mol zat terlarut Xp=fraksi mol zat pelarut nt=mol zat terlarut np=mol zat pelarut
  • 3. - Sifat koligatif larutan Sifat koligatif larutan adalah sifat fisik larutan yang dipengaruhi oleh jumlah partikel zat terlarut dalam larutan (konsentrasi) dan tidak dipengaruhi oleh jenis zat terlarut merupakan sifat koligatif larutan. Sifat koligatif larutan terbagi menjadi 2 yaitu: 1. Sifat koligatif larutan non elektrolit 2. sifat koligatif larutan elektrolit - Sifat koligatif larutan non elektrolit 1. Penurunan Tekanan Uap (ΔP) adalah selisih antara tekanan uap jenuh pelarut murni dengan tekanan uap jenuh larutan. 2. Kenaikan Titik Didih (ΔTb) adalah selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarut murni . 3. Penurunan Titik Beku (ΔTf) adalah selisih antara titik beku pelarut murni dengan titik beku larutan . 4. Tekanan osmotik (p) adalah tekanan yang harus diberikan pada permukaan larutan untuk mencegah terjadinya osmosis dari pelarut murni . - Sifat koligatif larutan elektrolit Larutan elektrolit memiliki sifat koligatif larutan lebih besar dibandingkan dengan larutan nonelektrolit. Hal ini disebabkan larutan elektrolit mampu terurai menjadi ion-ion ( dapat terionisasi), sedangkan larutan nonelektrolit tidak terionisasi. Akibatnya , jumlah partikel larutan elektrolit lebih besar daripada larutan nonelektrolit yang konsentrasinya sama . 1. Penurunan Tekanan Uap (ΔP)
  • 4. 2. Kenaikan Titik Didih (ΔTb) 3. Penurunan Titik Beku (ΔTf) 4. Tekanan osmotik (p) Dimana; i= faktor Van’t Hoff dengan i=1+ (n-1) α F. Metode Pembelajaran - Diskusi - Tanya jawab - Tugas - Eksperimen Media Pembelajaran - Laptop - Proyektor - Alat da bahan untuk percobaan - LKS G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan /Alokasi Waktu Rincian Kegiatan Pembelajaran Waktu (menit) Pertama (2 x 45’) 1. Pendahuluan a. Apersepsi Tanya jawab untuk mengingat kembali konsentrasi larutan serta satuan satuannya yang telah dipelajari di kelas XI. b. Motivasi Konsentrasi larutan merupakan penentu besar kecilnya harga sifat Koligatif larutan. 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi 10’
  • 5.  Siswa dikondisikan dalam beberapa kelompok, masing-masing 4 – 5 orang.  Masing-masing kelompok mendapat tugas menjawab pertanyaan-pertanyaan secara tertulis tentang pengertian konsentrasi-konsentrasi larutan (meliputi molaritas, molalitas, dan fraksi mol) dan menyelesaikan soal-soal perhitungannya. b. Elaborasi  Masing-masing kelompok diminta mengkomunikasikan jawaban hasil diskusi kelompok secara bergilir/kuis. Tiap kelompok saling menanggapi. c. Konfirmasi  Guru memberikan arahan disertai penjelasan singkat.  Diskusi kelas untuk menyamakan persepsi dan menyimpulkan materi.  Guru memberikan evaluasi secara individu. 3. Penutup a. Siswa diminta membuat rangkuman. b. Guru memberi tugas/PR dan tugas baca tentang Sifat Koligatif Larutan. 65’ 15’ Kedua (2 x 45’) 1. Pendahuluan a. Apersepsi Tanya jawab pengertian Sifat Koligatif Larutan. b. Motivasi Apa sajakah yang tergolong ke dalam sifat koligatif larutan? 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi  Dengan diskusi kelas, dibahas tentang sejauh mana pengaruh zat terlarut yang sukar menguap terhadap tekanan uap pelarut. Guru mengajak siswa membayangkan pengaruh tersebut melalui contoh atau fakta-fakta dalam kehidupan sehari-hari.  Dengan berdialog dan tanya jawab bervariasi, siswa diminta menjelaskan pengertian penguapan dan fraksi mol.  Diskusi informasi tentang hubungan fraksi mol dengan pen urunan tekanan uap (Hukum Raoult). b. Elaborasi  Melalui diskusi kelompok sebangku, siswa ditugaskan membahas soal-soal latihan tentang penurunan tekanan uap larutan.  Siswa diminta mengkomunikasikan hasil penyelesaian soal-soal latihan secara bergiliran / kuis. c. Konfirmasi  Guru memberi arahan dan memberi penguatan.  Guru memberi evaluasi secara individu. 10’ 65’
  • 6. 3. Penutup a. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman materi yang dibahas. b. Guru memberi tugas baca tentang rancangan percobaan pengaruh zat terlarut terhadap titik beku dan titik didih larutan. 15’ Ketiga (2 x 45’) 1. Pendahuluan a. Apersepsi Tanya jawab tentang pengaruh zat terlarut terhadap titik beku dan titik didih larutan. b. Motivasi Pengaruh zat terlarut terhadap titik beku dan titik didih larutan dapat ditentukan melalui serangkaian percobaan. c. Pra eksperimen - Persiapan alat dan bahan untuk praktikum. - Mengkaji lembar kerja siswa (LKS). 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi  Siswa duduk dalam kelompok yang telah ditentukan, masing-masing 4 – 5 orang.  Masing-masing kelompok melakukan percobaan untuk mengamati pengaruh zat terlarut terhadap titik beku dan titik didih larutan.  Siswa melakukan interpretasi data pengamatan. b. Elaborasi  Melalui diskusi kelompok, siswa diminta menentukan besar penurunan titik beku dan titik didih larutan berdasarkan data percobaan.  Siswa diminta menyimpulkan pengaruh zat terlarut terhadap titik beku dan titik didih larutan berdasarkan data percobaan, serta mengaitkannya dengan Hukum Raoult untuk menentukan ΔTf dan ΔTb larutan. c. Konfirmasi  Guru memberi arahan dan penjelasan singkat.  Dengan dibimbing guru, siswa mengaplikasikan Hukum Raoult melalui contoh-contoh soal hitungannya dalam diskusi kelas. 3. Penutup a.Guru memberi tugas / PR : - Laporan tertulis hasil percobaan. - Soal-soal latihan tentang penurunan titik beku (ΔTf) dan kenaikan 15’ 65’ 10’
  • 7. titik didih larutan (ΔTb). Keempat (2x 45’) 1. Pendahuluan a. Apersepsi Tanya jawab tentang ΔP, ΔTf, dan ΔTb larutan. b. Motivasi Penurunan tekanan uap larutan akibat adanya zat terlarut membawa konsekwensi bagi titik beku dan titik didih larutan tersebut. 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi  Dengan diskusi kelas, guru dan siswa menganalisis diagram P-T untuk menafsirkan hubungan ΔP, ΔTf, dan ΔTb larutan.  Dengan berdialog dan tanya jawab bervariasi, siswa diminta menjelaskan pengertian osmosis dan tekanan osmotik larutan.  Diskusi informasi tentang penerapan Hukum Gas Ideal untuk menurunkan persamaan / rumus tekanan osmotik (π). b. Elaborasi  Melalui diskusi kelompok sebangku, siswa ditugaskan membahas soal-soal latihan tentang tekanan osmotik (π).  Siswa diminta mengkomunikasikan hasil penyelesaian soal-soal latihan secara bergiliran / kuis. a. Konfirmasi  Guru memberi arahan serta penguatan.  Guru memberi evaluasi secara individu. 3. Penutup a. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman materi Sifat Koligatif Larutan. b. Guru memberi tugas / PR. 10’ 65’ 15’ Kelima (2 x 45’) 1. Pendahuluan a. Apersepsi Tanya jawab tentang hubungan jumlah partikel zat terlarut dengan sifat koligatif larutan. b. Motivasi Jumlah ion (n) yang terdapat di dalam larutan elektrolit menyebabkan harga sifat koligatif larutan elektrolit berbeda dengan harga sifat koligatif larutan non elektrolit. 2. Kegiatan Inti 10’
  • 8. a. Eksplorasi  Siswa dikondisikan dalam beberapa kelompok, masing-masing 4 – 5 orang.  Masing-masing kelompok diminta membandingkan sifat koligatif larutan elektrolit dengan sifat koligatif larutan non elektrolit yang konsentrasinya sama dan sebaliknya (berbeda). b. Elaborasi  Masing-masing kelompok diminta mengkomunikasikan jawaban hasil diskusi kelompok secara bergilir/kuis. Tiap kelompok saling menanggapi. c. Konfirmasi  Guru memberikan arahan disertai penjelasan singkat.  Diskusi kelas untuk menyamakan persepsi dan menyimpulkan perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit dan non elektrolit  Guru memberikan evaluasi secara individu. 3. Penutup a. Siswa diminta membuat rangkuman. b. Guru memberi tugas/PR dan tugas baca tentang rumus menentukan harga sifat koligatif larutan. 65’ 15’ Keenam (2 x 45’) 1. Pendahuluan a. Apersepsi Tanya jawab tentang jumlah ion (n) dalam beberapa contoh larutan elektrolit, serta derajat ionisasinya (α). c. Motivasi Jumlah ion (n) dan derajat ionisasi (α) sutu larutan elektrolit mempengaruhi besar sifat koligatif larutan tersebut. 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi  Dengan diskusi kelas, dibahas tentang penurunan rumus faktor Van’t Hoff (i).  Dengan berdialog dan tanya jawab bervariasi, siswa diminta menyebutkan dan menuliskan rumus penurunan tekanan uap (ΔP), penurunan titik beku (ΔTf), kenaikan titik didih(ΔTb), dan tekanan osmotik (π) dari larutan elektrolit. b. Elaborasi  Melalui diskusi kelompok sebangku, siswa ditugaskan membahas contoh-contoh soal / soal-soal latihan yang berhubungan dengan ΔP, ΔTf, ΔTb, dan π larutan elektrolit.  Siswa diminta mengkomunikasikan hasil penyelesaian soal-soal latihan secara bergiliran / kuis. c. Konfirmasi  Guru memberi arahan dan penguatan. 10’ 65’
  • 9.  Guru memberi evaluasi secara individu. 3. Penutup a. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman materi yang dibahas. b. Guru memberi tugas / PR. 15’ H. Alat dan Sumber Belajar 1. Buku bahan ajar kimia  M. Purba, KIMIA untuk SMA Kelas XII, Erlangga, 2007.  Nana Sutresna, KIMIA SMA Kelas XII, Grafindo, 2007.  Unggul Sudarmo, KIMIA untuk SMA Kelas XII, Erlangga, 2007. 2. Buku- buku rujukan lain yang relevan 3. Lembar Kerja Siswa (LKS) 4. Alat / bahan kimia untuk praktek I. Penilaian 1. Prosedur Penilaian a. Penilaian Kognitif Jenis Instrumen : Tes lisan dan tulisan Bentuk Instrumen : Uraian b. Penilaian Psikomotor Jenis Instrumen : Non Tes Bentuk Instrumen : Lembar observasi kinerja praktikum c. Penilaian Afektif Jenis Instrumen : Non Tes Bentuk Instrumen : Lembar pengamatan siswa d. Penugasan Terstruktur · PR · Tugas baca di rumah · Laporan tertulis hasil percobaan
  • 10. e. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Membuat bank soal ‘Sifat Koligatif Larutan’ 2. Instrumen Penilaian : Terlampir J. Tindak Lanjut Remedial : bagi siswa dengan tingkat ketercapaian KD < KKM Pengayaan : bagi siswa dengan tingkat ketercapaian KD > KKM Mengetahui Medan, 24 Januari 2014 Kepala, Guru Mata Pelajaran, MUSLIZAR, S.Pd. YENI PURWATI, S.Pd LAMPIRAN-LAMPIRAN (INSTRUMEN PENILAIAN) Lampiran 1. Penilaian Kognitif Soal Uraian 1. Sebanyak 7 gram KOH (Mr 56) dilarutkan dalam 10 grm air. Jika larutan yang terjadi mempunyai massa jenis 1,25 gram cm-3, hitunglah: a. Kemolalan b. Fraksi mol KOH c. Kemolaran 2. Jelaskan pengertian sifat koligatif larutan. Tuliskan sifat-sifat yang tergolong ke dalamnya. 3. Jelaskan bagaimana pengaruh adanya zat terlarut (yang sukar menguap) di dalam sistem larutan terhadap tekanan uap pelarut.
  • 11. 4. Jelaskan pengaruh zat terlarut terhadap: a. Titik beku larutan b. Titik didih larutan 5. Pada suhu 30oC terdapat larutan glukosa dalam pelarut alkohol dengan kadar larutan 40% dan memiliki tekanan uap larutan sebesar 26,8 cm Hg. Jika Mr glukosa = 180 gram/mol dan Mr alkohol = 46gram/mol, tentukan: a. Fraksi mol glukosa b. Fraksi mol alkohol c. Tekanan uap pelarut alkohol pada suhu tersebut d. Penurunan tekanan uap larutan 6. Sebanyak 6 gram uera (Mr 60) dilarutkan ke dalam 200 gram air. Bila Kf air = 1,86 oC/m, hitunglah : a. Penurunan titik beku larutan b. Titik beku larutan yang terjadi 7. Jelaskan yang dimaksud dengan : a. Osmosis b. Tekanan osmotik c. Selaput semipermeabel 8. Jika 150 gram urea (Mr 60 gram/mol) dilarutkan dakam air sehingga volume 6 liter. Tentukan tekanan osmotik larutan tersebut pada suhu 343 K (R = 0,082). 9. Di antara 3 buah larutan berikut : a. NaNO3 0,1 M b. C6H12O6 0,1 M c. MgCl2 0,1 M Manakah larutan yang menimbulkan tekanan osmotik terbesar? Jelaskan jawabanmu. 10. Urutkanlah larutan-larutan berikut berdasarkan kenaikan titik didihnya. a. NaCl 0,1 m b. Na2SO4 0,2 m c. BaCl2 0,1 m d. C6H12O6 0,1 m e. Urea 0,2 m
  • 12. f. MgSO4 0,05 m 11. Jika 1,74 gram K2SO4 (Mr 174) dilarutkan dalam 50 gram air (Kf air = 1,86 oC/molal), tentukan titik beku larutan tersebut. 12. Tentukan tekanan osmotik larutan CaCl2 0,01 M pada suhu 373 K. 13. Jika 15 gram HA dilarutkan dalam 500 ml airdan membeku pada suhu – 1,023 oC, tentukan derajat ionisasi HA (Kf air = 1,86 oC/molal; Mr HA 60). Keterangan : Skor total maksimum 100. Lampiran 2. Penilaian psikomotorik Lembar Observasi Kinerja Praktikum Judul : Menentukan Titik Beku dan Titik Didih Larutan Mata Pelajaran : Kimia Kelas / Semester : XII Ilmu Alam / 1
  • 13. Keterangan : Aspek yang dinilai : I. Cara merangkai alat II. Memanaskan air suling ke dalam gelas kimia III. Meletakkan tabung reaksi berisi larutan ke dalam air mendidih IV. Keterampilan membuat campuran pendingin V. Meletakkan tabung reaksi berisi larutan ke dalam campuran pendingin VI. Keterampilan mengukur suhu dengan termometer Nilai = skortotal Perhitungan nilai : x100% skormaksimum N O M O R N A M A Aspek yang dinilai S K O R N I L A I I II III IV V VI 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 A √ √ √ √ √ √ 27 90 2 B √ √ √ √ √ √ 26 87 3 C √ √ √ √ √ √ 24 80 4 .. 5 ..
  • 14. Lampiran 3. Penilaian Afektif/ Sikap Lembar Pengamatan Sikap Siswa N O N A Aspek yang dinilai S K O R N I L A I I II III IV
  • 15. M O R M A 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 Ananda P. √ √ √ √ 18 A 2 Bimo W. √ √ √ √ 16 B 3 Cindy T. √ √ √ √ 17 A 4 .. 5 .. Keterangan : Aspek yang dinilai : I. Kedisiplinan II. Aktifitas dalam kelompok III. Kerjasama dalam kelompok IV. Etika Kritria Nilai : 17 – 20 = A 13 – 16 = B 9 – 12 = C 5 – 8 = D Lampiran 4. Penilaian Tugas Terstruktur PR Pertemuan 1. 1. Sebanyak 4 gram NaOH (Mr 40) dilarutkan dalam air sehingga volume larutan 400 ml. Hitunglah kemolaran larutan tersebut. 2. Hitunglah molalitas larutan yang terjadi bila 24 gram kristal MgSO4 dilarutkan dalam 400 gram air. ( Mr MgSO4 = 120 ).
  • 16. 3. Hitunglah fraksi mol glukosa di dalam larutan glukosa 36 % ( Mr glukosa = 180; Mr air = 18). Kunci Jawaban: gr x mL 1. M = Mr 1000 4 x 400 M = 40 1000 = 0,25 mol L-1 Jadi, kemolaran larutan tersebut adalah 0,25 mol L-1. gr x p 2. m = Mr 1000 24 x 400 m = 120 1000 = 0,5 molal. Jadi, molalitas larutan tersebut adalah 0,5 molal. 4. Dimisalkan massa larutan seluruhnya 100 gram, maka : Massa glukosa = 36 gram Massa air = 64 gram 36 mol = 0,2 mol nglukosa = 180 64 mol = 3,56 mol nglukosa = 18 Fraksi mol glukosa : 0,2 + = 0,053 Xglukosa = 0,2 3,56 Jadi, fraksi mol glukosa adalah 0,053. PR Pertemuan 3. 1. Suatu larutan yang dibuat dari glukosa (Mr 180) dalam 2 kg air, mendidih pada suhu 100,65oC (Kb = 0,52). Berapa gram glukosa yang terlarut ? 2. Suatu alkena sebanyak 28 gram dilarutkan dalam 250 gram benzene (Kf = 5,0). Ternyata larutan itu membeku pada suhu -3oC. Jika titik beku benzena adalah 5oC, tentukanlah rumus molekul alkena tersebut ( C = 12; H = 1 ). Kunci Jawaban: 1. ΔTb = Kb x m
  • 17. gr x p = Kb x Mr 1000 gr x 2000 0,65 = 0,52 x 180 1000 gr = 450 gram. Jadi, massa glukosa yang terlarut adalah 450 gram. 2. ΔTf = Tf o - Tf = 5 - (-3) = 8oC gr x p ΔTf = Kf x Mr 1000 28 x 250 8 = 5 x Mr 1000 Mr = 70 (CH2)n = 70 14 n = 70 n = 5 Jadi rumus molekul alkena tersebut adalah : C5H10. PR Pertemuan 4. Hitunglah tekanan osmotik larutan 3,6 gram glukosa yang terlarut di dalam 500 mL larutan pada suhu 27oC ( Mr glukosa = 180 ). Kunci Jawaban: gr x mL M = Mr 1000 3,6 x 500 M = 180 1000 = 0,04 M T = 27 + 273 K = 300 K
  • 18. π = M R T π = 0,04 x o,o82 x 300 atm π = 0,984 atm. Jadi, tekanan osmotik larutan tersebut adalah 0,984 atm. PR Pertemuan 5. Di antara tiga macam larutan berikut: a. C2H5OH 0,8 M b. Al2(SO4)3 0,1 M c. CaSO4 0,3 M Manakah larutan yang mempunyai titik beku paling tinggi? Kunci Jawaban: a. n x K = 1 x 0,8 = 0,8 b. n x K = 5 x 0,1 = 0,5 c. n x K = 2 x 0,3 = 0,6 Larutan yang mempunyai titik beku tertinggi adalah larutan dengan faktor n x K terkecil ( ΔTf terendah ). Oleh karena itu, larutan yang mempunyai titik beku paling tinggi adalah larutan b ( Al2(SO4)3 ). PR Pertemuan 6. 1. Hitunglah titik didih larutan KCl jika 7,45 gram zat padat KCl dilarutkan dalam 1 kg air! ( Larutan KCl itu terurai sempurna dalam air, Kb air = 0,52 ). 2. Larutan 0,05 mol suatu elektrolit biner (dua ion) dalam 100 gram air (Kf = 1,86) membeku pada suhu -1,55oC. Hitunglah derajat ionisasi elektrolit tersebut. 3. Larutan 0,1 molar suatu asam lemah menimbulkan tekanan osmotik 2,88 atm pada suhu 27oC (R = 0,08). Jika asam itu hanya terionisasi 10%, hitunglah jumlah ion (n) dari asam tersebut. Kunci Jawaban: 1. KCl(aq) → K+ (aq) + Cl- (aq), maka n = 2
  • 19. Larutan KCl terurai sempurna, maka α = 1 ΔTb = Kb x m x i gr x p = Kb x Mr 1000 { 1 + (n - 1) α } 7,45 = 0,52 x 74,5 1000 { 1 + (2 - 1) 1 } x 1000 = 0,52 x 0,1 x 2 = 0,104oC Jadi, titik didih larutan KCl = 100 + 0,104 = 100,104oC. 2. ΔTf = Kf x m x i 1000 ΔTf = Kf x mol x p { 1 + (n - 1) α } 1000 { 1 + (2 - 1) α } 1,55 = 1,86 x 0,05 x 100 2 a = 3 2 . Jadi, derajat ionisasi elektrolit biner tersebut adalah 3 3. π = M R T x i π = M R T { 1 + (n - 1) α } 2,88 = 0,1 x 0,08 x 300 { 1 + (n - 1) 0,1 } 1 + (n - 1) 0,1 = 1,2 n = 3 Jadi, jumlah ion asam tersebut adalah 3.