MAKALAH
SISTEM INFORMASI ANALISIS
Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata kuliah Pengenalan Teknologi Informasi
Dosen Pengampu Hari Agung B., M. Kom.
Penyusun :
Ainur Rohmah 14.120.0015
KOMPUTERISASI AKUNTANSI
STMIK WIDYA PRATAMA
2014
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat,
Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah
ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi
pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun
isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya
miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk
memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
makalah ini.
Pekalongan, Desember 2014
Penulis
SISTEM INFORMASI ANALISIS
Menurut Yogiyanto (1995) analisis sistem adalah penguraian dari suatu
sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud
untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan
yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh
manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat
penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat
alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila
kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami
ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil
keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan
mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya.
Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja
dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu
banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data).
Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain
sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan
langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan
dalam mendesain sistem baru.
Konsep Dasar Informasi
Terdapat beberapa definisi, antara lain :
a.Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang
menerimanya.
b.Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat
ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi
yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian
mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
c.Data organized to help choose some current or future action or nonaction to
fullfill company goals (the choice is called business decision making). Siklus
Informasi Untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi penerimanya, perlu
untuk dijelaskan bagaimana siklus yang terjadi atau dibutuhkan dalam
menghasilkan informasi.
Pertama-tama data dimasukkan ke dalam model yang umumnya memiliki
urutan proses tertentu dan pasti, setelah diproses akan dihasilkan informasi
tertentu yang bermanfaat bagi penerima (level management) sebagai dasar dalam
membuat suatu keputusan atau melakukan tindakan tertentu, Dari keputusan atau
tindakan tersebut akan menghasilkan atau diperoleh kejadian-kejadian tertentu
yang akan digunakan kembali sebagai data yang nantinya akan dimasukkan ke
dalam model (proses), begitu seterusnya. Dengan demikian akan membentuk
suatu siklus informasi (information cycle)atau siklus pengolahan data (data
processing cycles), seperti gambar berikut :
Gambar Siklus Informasi
Kualitas Informasi (quality of information) sangat dipengaruhi atau ditentukan
oleh beberapa hal, yaitu :
1.Relevan (relevancy) Berarti informasi harus memberikan manfaat bagi
pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya
berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi
kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila
ditujukan kepada ahli teknik perusahaan * How is the message used for problem
solving (decision masking)?
2.Akurat (accuracy) Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak
bias atau menyesatkan, dan harus jelas mencerminkan maksudnya.
Ketidakakuratan dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami
gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau merubah data-data asli
tersebut. Komponen akurat : - Completeness ; Are necessary message items
present ? Berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki
kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian
tentunya akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan
tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya
untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik. - Correctness ;
Are message items correct ? - Security ; Did the message reach all or only the
intended systems users ?
3.Tepat waktu (timeliness) Informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan tidak boleh
terlambat (usang). Informasi yang usang tidak mempunyai nilai yang baik,
sehingga kalau digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan
berakibat fatal atau kesalahan dalam keputusan dan tindakan. Kondisi demikian
menyebabkan mahalnya nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk
mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya memerlukan teknologi-teknologi
terbaru.
4.Ekonomis (Economy) * What level of resources is needed to move information
through the problem-solving cycle ?
5.Efisien (Efficiency) * What level of resources is required for each unit of
information output ?
6.Dapat dipercaya (Reliability) Pengolahan Data Adalah masa atau waktu yang
digunakan untuk mendeskripsikan perubahan bentuk data menjadi informasi yang
memiliki keguanaan (data processing is the term used to describe changes
performed on data to produce purposeful information).
Operasi yang dilakukan dalam pengolahan data :
1. Data input
• Recording transaction data ke sebuah pengolahan data medium (contoh,
punching number ke dalam kalkulator).
• Coding transaction data ke dalam bentuk lain (contoh, converting atribut
kelamin female ke huruf F). • Storing data or information untuk pengambilan
keputusan (potential information for future).
2. Data transformation
• Calculating, operasi aritmatik terhadap data field.
• Summarizing, proses akumulasi beberapa data (contoh, menjumlah jumlah jam
kerja setiap hari dalam seminggu menjadi nilai total jam kerja perminggu).
• Classifying data group-group tertentu : - Categorizing data kedalam group
berdasar karakteristrik tertentu (contoh, pengelompokkan data mahasiswa
berdasar semester aktif). - Sorting data kedalam bentuk yang berurutan (contoh,
pengurutan nomor induk karyawan secara ascending). - Merging untuk dua atau
lebih set data berdasar kriteria tertentu (menggabungkan data penjualan bulan
Januari, Februari dan Maret kedalam group triwulanan). - Matching data berdasar
keinginan pengguna terhadap group data (contoh, memilih semua karyawan yang
total pendapatannya lebih dari 15 juta pertahun).
3. Information output
• Displaying result, menampilkan informasi yang dibutuhkan pemakai melalui
monitor atau cetakan.
• Reproducing, penyimpanan data yang digunakan untuk pemakai lain yang
membutuhkan.
• Telecommunicating, penyimpanan data secara elektronik melalui saluran
komunikasi.
Gambar Proses Utama dan Fungsi Pengolahan Data Sistem Informasi Dapat
didefinisikan sebagai
a. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen
dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
b. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan
memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan/atau untuk mengendalikan
organisasi.
c. Suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan
pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan
strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-
laporan yang diperlukan.
Manfaat Sistem Informasi
a. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi,
mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau
pelayanan mereka.
b. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan
membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
c. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan
pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
Komponen Sistem Informasi
a. Hardware Terdiri dari komputer, periferal (printer) dan jaringan.
b.Software Merupakan kumpulan dari perintah/fungsi yang ditulis dengan aturan
tertentu untuk memerintahkan komputer melaksanakan tugas tertentu. Software
dapat digolongkan menjadi Sistem Operasi (Windows 95 dan NT), Aplikasi
(Akuntansi), Utilitas (Anti Virus, Speed Disk), serta Bahasa (3 GL dan 4 GL).
c. Data Merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diproses lebih lanjut
untuk menghasilkan informasi.
d. Prosedur Dokumentasi prosedur/proses sistem, buku penuntun operasional
(aplikasi) dan teknis.
e. Manusia Yang terlibat dalam komponen manusia seperti operator, pemimpin
sistem informasi dan sebagainya. Oleh sebab itu perlu suatu rincian tugas yang
jelas. Fase Analisis Sistem Dalam fase ini :
• Dilakukan proses penilaian, identifikasi dan evaluasi komponen dan hubungan
timbal-balik yang terkait dalam pengembangan sistem; definisi masalah, tujuan,
kebutuhan, prioritas dan kendala-kendala sistem; ditambah identifikasi biaya,
keuntungan dan estimasi jadwal untuk solusi yang berpotensi.
• Fase analisis sistem adalah fase profesional sistem melakukan kegiatan analisis
sistem.
• Laporan yang dihasilkan menyediakan suatu landasan untuk membentuk suatu
tim proyek sistem dan memulai fase analisis sistem.
• Tim proyek sistem memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang alasan untuk
mengembangkan suatu sistem baru.
• Ruang lingkup analisis sistem ditentukan pada fase ini. Profesional sistem
mewawancarai calon pemakai dan bekerja dengan pemakai yang bersangkutan
untuk mencari penyelesaian masalah dan menentukan kebutuhan pemakai.
• Beberapa aspek sistem yang sedang dikembangkan mungkin tidak diketahui
secara penuh pada fase ini, jadi asumsi kritis dibuat untuk memungkinkan
berlanjutnya siklus hidup pengembangan sistem.
• Pada akhir fase analisis sistem, laporan analisis sistem disiapkan. Laporan ini
berisi penemuan-penemuan dan rekomendasi. Bila laporan ini disetujui, tim
proyek sistem siap untuk memulai fase perancangan sistem secara umum. Bila
laporan tidak disetujui, tim proyek sistem harus menjalankan analisis tambahan
sampai semua peserta setuju.
Analisa Proses Bisnis ke dalam Model Proses Bisnis Skema model proses bisnis
yang dikembangkan untuk menganalisa proses bisnis. Model Proses Bisnis yang
dikembangkan Model Proses Bisnis ini kemudian dikembangakan dengan
conceptual data model dan physical data model pada level design dan
implementasi selanjutnya.
Analisis Sistem
Analisis sistem adalah mendefinisikan kebutuhan atau persyaratan terkait sistem
yang akan dikembangkan.
Pada fase ini menjawab pertanyaan siapa pengguna sistem, apa yg sistim akan
lakukan, kapan dan dimana sistim akan diterapkan. Dengan cara menganalisis
system yg sedang berjalan, mencari celah celah perbaikan,dan membangun
konsep untuk sistim yg baru.
Ada 3 tahapan dalam phase Analisis ini antara lain:
1. Membuat strategi analisis untuk pendamping usaha2 yg akan dilakukan team
project.
2. Mengumpulkan persyaratan/kebutuhan untuk membuat konsep sistem. Konsep
sistem digunakan untuk dasar pembuatan analisis model bisnis.
Secara kategori, ada tiga buah jenis kebutuhan sistem :
1. Kebutuhan Fungsional.
2. kebutuhan non fungsional :
• Kebutuhan Antar muka (interface), spt interface ke database, menu
interface dll.
• Kebutuhan performance (kinerja), spt kecepatan , delay, kapasitas dll.
Kemudian kebutuhan tersebut akan dimodelkan atau digambarkan dengan teknik
analisis dan alat bantu tertentu. Sebagai contoh kebutuhan fungsional dapat
dimodelkan dengan menggunakan
– Data flow diagram,kamus data,dan spesifikasi proses jika menggunakan anlisis
tertsruktur.
– Use case diagram dan skenario sistem jika menggunkan analisis berorientasi
objek.
3. Analisis, konsep sistem dan model bisnis dikombinasikan untuk membuat
proposal sistem , proposal ini akan diajukan kepada fihak yg akan memutuskan
apakah project di teruskan atau tdk.
Desain sistem
Tahap desain memutuskan bagaimana sistem akan beroperasi, dalam hal
perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan infrastruktur; antarmuka
pengguna, formulir dan laporan, dan program khusus, database, dan file yang
akan dibutuhkan.
Tahap desain memiliki empat langkah:
1. Strategi desain pertama kali dibuat. Ini menjelaskan apakah sistem tersebut
akan dibuat oleh programmer perusahaan sendiri, apakah sistem akan
outsourcing ke perusahaan lain (biasanya perusahaan konsultan), atau apakah
perusahaan akan membeli ada paket perangkat lunak.
2. Ini (langkah no 1) mengarah pada pengembangan desain arsitektur dasar untuk
sistem, yang menggambarkan perangkat keras, perangkat lunak, dan infrastruktur
jaringan yang akan digunakan. di banyak kasus, sistem akan menambah atau
mengubah infrastruktur yang sudah ada dalam organisasi. Desain antarmuka
menentukan bagaimana pengguna akan bergerak melalui sistem dan (misalnya,
navigasi metode seperti menu dan tombol pada layar) form dan laporan yg
digunakan sistem .
3. Spesifikasi database dan file yang dikembangkan, mendefinisikan dengan tepat
data apa yg akan akan disimpan dan di mana mereka akan disimpan.
4. Tim analis mengembangkan rancangan/design program, yang mendefinisikan
program yang harus ditulis dan apa yang akan tiap program lakukan.
Gabungan hasil2 dari tiap tahap (arsitektur desain, desain interface, database dan
file
spesifikasi, dan desain program) adalah spesifikasi sistem yang diserahkan ke tim
pemrograman untuk implementasi. Pada akhir tahap desain, analisis kelayakan
dan rencana proyek dikaji ulang dan direvisi, dan keputusan lain yang dibuat oleh
proyek sponsor dan komite persetujuan tentang apakah untuk mengakhiri proyek
atau melanjutkan.
Implementasi
Tahap terakhir dalam SDLC adalah tahap implementasi, di mana sistem ini benar-
benar dibangun (atau dibeli, dalam hal desain paket perangkat lunak). Ini adalah
fase yang biasanya mendapatkan perhatian yang besar, karena untuk kebanyakan
sistem itu adalah bagian paling lama dan paling mahal dari proses pembangunan.
Fase ini memiliki tiga langkah:
1. Sistem konstruksi adalah langkah pertama. Sistem ini dibangun dan diuji untuk
memastikan ia bekerja seperti yang telah dirancang. Karena biaya perbaikan bisa
sangat besar, pengujian adalah salah satu langkah yang paling penting dalam
implementasi . Banyak organisasi memberikan lebih banyak waktu dan
perhatian pada pengujian daripada menulis program.
2. Sistem ini diinstal. Instalasi adalah proses dimana sistem lama non aktifkan
dan yang baru dihidupkan. Ini mungkin termasuk pendekatan cutover langsung
(dalam mana sistem baru segera menggantikan sistem lama), konversi paralel
pendekatan (di mana kedua sistem lama dan baru dioperasikan selama satu bulan
atau dua bulan sampai jelas bahwa tidak ada bug di sistem baru), atau konversi
bertahap
strategi (di mana sistem baru dipasang di salah satu bagian dari organisasi sebagai
awal percobaan dan kemudian secara bertahap dipasang di bagian lain). Salah satu
yang paling penting aspek konversi adalah pengembangan rencana pelatihan
untuk mengajar user bagaimana menggunakan sistem baru dan membantu
mengelola perubahan yang disebabkan oleh sistem baru.
3. Tim analis menetapkan rencana support untuk sistem. Rencana ini biasanya
mencakup kajian pasca implementasi formal atau informal serta cara sistematis
untuk mengidentifikasi perubahan besar dan kecil diperlukan untuk sistem.
untuk mengajar user bagaimana menggunakan sistem baru dan membantu
mengelola perubahan yang disebabkan oleh sistem baru.
3. Tim analis menetapkan rencana support untuk sistem. Rencana ini biasanya
mencakup kajian pasca implementasi formal atau informal serta cara sistematis
untuk mengidentifikasi perubahan besar dan kecil diperlukan untuk sistem.

More Related Content

DOCX
YONO, TUGAS MAKALAH SEBELUM UAS, ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI, P...
DOCX
Kualitas informasi
PDF
Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen (SIM)
PPT
sistem informasi manajemen
DOCX
Sistem Informasi Manajemen (SIM)
PPT
01 Sistem Informasi Berbasis Komputer
PDF
Konsep informasi
PDF
SI & PI, Novian Risqi Nur Utami, Hapzi Ali, jenis jenis sistem informasi dan...
YONO, TUGAS MAKALAH SEBELUM UAS, ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI, P...
Kualitas informasi
Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen (SIM)
sistem informasi manajemen
Sistem Informasi Manajemen (SIM)
01 Sistem Informasi Berbasis Komputer
Konsep informasi
SI & PI, Novian Risqi Nur Utami, Hapzi Ali, jenis jenis sistem informasi dan...

What's hot (20)

PPT
Konsep Dasar Sistem dan Sistem Informasi
DOCX
Ringkasan materi sistem informasi manajemen
PPT
Pengantar sistem informasi
PPT
Sistem informasi-manajemen
PPT
SISTEM INFORMASI Bab1 konsep dasar
DOCX
Tugas pertemuan7 dosen_hapzi_ali
PPT
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PPT
Sim week 03 chapter 01
PPTX
Dasar dasar sistem informasi manajemen -
PPT
Sistem Informasi Manajemen
PDF
ANALISIS IMPLEMENTASI APLIKASI KONSEP BASIS DATA RELASIONAL PADA SISTEM PENDA...
PPT
Sistem Informasi Manajemen
PPTX
Tugas Makalah Sistem Informasi (PowerPoint)
PPT
TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SISTEM PAKAR & SIM RITEL)
PPT
Sistem Informasi Manajemen
DOCX
Latihan soal konsep sistem informasi pertemuan minggu ke 2
PDF
Aplikasi konsep basis data relasional pada sistem pendapatan dan pengeluaran
PPTX
makalah sistem informasi (power point)
PPTX
Sim pertemuan 3 - konsep dasar informasi sistem informasi (revisi 2016)
PPTX
Aspek Sistem Informasi Manajemen
Konsep Dasar Sistem dan Sistem Informasi
Ringkasan materi sistem informasi manajemen
Pengantar sistem informasi
Sistem informasi-manajemen
SISTEM INFORMASI Bab1 konsep dasar
Tugas pertemuan7 dosen_hapzi_ali
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sim week 03 chapter 01
Dasar dasar sistem informasi manajemen -
Sistem Informasi Manajemen
ANALISIS IMPLEMENTASI APLIKASI KONSEP BASIS DATA RELASIONAL PADA SISTEM PENDA...
Sistem Informasi Manajemen
Tugas Makalah Sistem Informasi (PowerPoint)
TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SISTEM PAKAR & SIM RITEL)
Sistem Informasi Manajemen
Latihan soal konsep sistem informasi pertemuan minggu ke 2
Aplikasi konsep basis data relasional pada sistem pendapatan dan pengeluaran
makalah sistem informasi (power point)
Sim pertemuan 3 - konsep dasar informasi sistem informasi (revisi 2016)
Aspek Sistem Informasi Manajemen
Ad

Similar to Sistem informasi analisis ainur rohmah 14.120.0015. (20)

PDF
Makalah analisis dan perancangan Sistem Informasi
DOCX
Makalah sistem informasi dhizah1
DOCX
Tugas sim ahmad nawawi ( yananto mihadi putra)- sistem informasi untuk pesa...
PDF
Sim, naomi yosepin, prof. dr. hapzi ali, cma, karakteristik dan komponen sist...
PDF
Sim, naomi yosepin, prof. dr. hapzi ali, cma, karakteristik dan komponen sist...
PDF
Sim, tugas uts, prof dr hapzi ali, mm, cma suryo pranoto p 43116110198, impl...
DOCX
Kelompok sia 5 analisis implementasi aplikasi konsep basis data relasional...
PPTX
SIM, IKA KARTIKA, HAPZI ALI, ANALISIS DAN SISTEM PERANCANGAN SISTEM INFORMASI...
PDF
Karya ilimiah implementasi sistem informasi manajemen pada perusahaan
PDF
Tugas sim informasi dalam praktik
DOCX
Sim,ester, hapzi ali, penggunaan teknologi informasi dalam e business, univer...
PDF
Pra uas, sim, dwi larasati, hapzi ali, metode pengembangan sistem informasi p...
DOCX
Tugas sistem informasi manajemen
PDF
SIPI,Hajuini,Hapzi Ali,Tinjauan SIA,Universitas Mercu Buana,2018.Pdf.
PDF
SIM, Lia Eka Nurrahmawati , Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA, Sistem Manajeme...
PDF
SI-PI, Sari Kartika, Hapzi Ali, Implementasi Sistem Pada Perusahaan, Universi...
PDF
SI-PI, Sari Kartika, Hapzi Ali, Implementasi Sistem Pada Perusahaan, Universi...
PDF
Si pi, sari kartika, hapzi ali, implementasi sistem pada perusahaan, universi...
PDF
SI-PI, Mutiah Sari Indah, Hapzi.ali, Implementasi Sistem Informasi, Universit...
DOCX
Tugas sim, rama nurrajib, putra yananto mihadi, informasi dalam praktik,2018
Makalah analisis dan perancangan Sistem Informasi
Makalah sistem informasi dhizah1
Tugas sim ahmad nawawi ( yananto mihadi putra)- sistem informasi untuk pesa...
Sim, naomi yosepin, prof. dr. hapzi ali, cma, karakteristik dan komponen sist...
Sim, naomi yosepin, prof. dr. hapzi ali, cma, karakteristik dan komponen sist...
Sim, tugas uts, prof dr hapzi ali, mm, cma suryo pranoto p 43116110198, impl...
Kelompok sia 5 analisis implementasi aplikasi konsep basis data relasional...
SIM, IKA KARTIKA, HAPZI ALI, ANALISIS DAN SISTEM PERANCANGAN SISTEM INFORMASI...
Karya ilimiah implementasi sistem informasi manajemen pada perusahaan
Tugas sim informasi dalam praktik
Sim,ester, hapzi ali, penggunaan teknologi informasi dalam e business, univer...
Pra uas, sim, dwi larasati, hapzi ali, metode pengembangan sistem informasi p...
Tugas sistem informasi manajemen
SIPI,Hajuini,Hapzi Ali,Tinjauan SIA,Universitas Mercu Buana,2018.Pdf.
SIM, Lia Eka Nurrahmawati , Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA, Sistem Manajeme...
SI-PI, Sari Kartika, Hapzi Ali, Implementasi Sistem Pada Perusahaan, Universi...
SI-PI, Sari Kartika, Hapzi Ali, Implementasi Sistem Pada Perusahaan, Universi...
Si pi, sari kartika, hapzi ali, implementasi sistem pada perusahaan, universi...
SI-PI, Mutiah Sari Indah, Hapzi.ali, Implementasi Sistem Informasi, Universit...
Tugas sim, rama nurrajib, putra yananto mihadi, informasi dalam praktik,2018
Ad

Recently uploaded (20)

PPTX
Materi Refleksi Akhir Tahun Sutan Raja.pptx
PPTX
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
PDF
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PPTX
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PDF
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
PPTX
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Ekonomi Kelas X SMA Terbaru 2025
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Fisika Kelas XII SMA Terbaru 2025
PPTX
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PDF
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
PDF
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
PPTX
Bilangan_Berpangkat_Kelas VIII_2024.pptx
PPTX
Berpikir_Komputasional_Kelas5_IlustrasiKosong.pptx
PPTX
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
PPTX
POWER POING IPS KLS 8 KUMER 2025-2026.pptx
PPT
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Materi Refleksi Akhir Tahun Sutan Raja.pptx
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Ekonomi Kelas X SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Fisika Kelas XII SMA Terbaru 2025
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
Bilangan_Berpangkat_Kelas VIII_2024.pptx
Berpikir_Komputasional_Kelas5_IlustrasiKosong.pptx
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
POWER POING IPS KLS 8 KUMER 2025-2026.pptx
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka

Sistem informasi analisis ainur rohmah 14.120.0015.

  • 1. MAKALAH SISTEM INFORMASI ANALISIS Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata kuliah Pengenalan Teknologi Informasi Dosen Pengampu Hari Agung B., M. Kom. Penyusun : Ainur Rohmah 14.120.0015 KOMPUTERISASI AKUNTANSI STMIK WIDYA PRATAMA 2014
  • 2. Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan. Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini. Pekalongan, Desember 2014 Penulis
  • 3. SISTEM INFORMASI ANALISIS Menurut Yogiyanto (1995) analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan. Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru. Konsep Dasar Informasi Terdapat beberapa definisi, antara lain : a.Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. b.Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan. c.Data organized to help choose some current or future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called business decision making). Siklus Informasi Untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi penerimanya, perlu
  • 4. untuk dijelaskan bagaimana siklus yang terjadi atau dibutuhkan dalam menghasilkan informasi. Pertama-tama data dimasukkan ke dalam model yang umumnya memiliki urutan proses tertentu dan pasti, setelah diproses akan dihasilkan informasi tertentu yang bermanfaat bagi penerima (level management) sebagai dasar dalam membuat suatu keputusan atau melakukan tindakan tertentu, Dari keputusan atau tindakan tersebut akan menghasilkan atau diperoleh kejadian-kejadian tertentu yang akan digunakan kembali sebagai data yang nantinya akan dimasukkan ke dalam model (proses), begitu seterusnya. Dengan demikian akan membentuk suatu siklus informasi (information cycle)atau siklus pengolahan data (data processing cycles), seperti gambar berikut : Gambar Siklus Informasi Kualitas Informasi (quality of information) sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh beberapa hal, yaitu : 1.Relevan (relevancy) Berarti informasi harus memberikan manfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan * How is the message used for problem solving (decision masking)? 2.Akurat (accuracy) Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan, dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Ketidakakuratan dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau merubah data-data asli tersebut. Komponen akurat : - Completeness ; Are necessary message items present ? Berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian tentunya akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik. - Correctness ; Are message items correct ? - Security ; Did the message reach all or only the intended systems users ?
  • 5. 3.Tepat waktu (timeliness) Informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang usang tidak mempunyai nilai yang baik, sehingga kalau digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal atau kesalahan dalam keputusan dan tindakan. Kondisi demikian menyebabkan mahalnya nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya memerlukan teknologi-teknologi terbaru. 4.Ekonomis (Economy) * What level of resources is needed to move information through the problem-solving cycle ? 5.Efisien (Efficiency) * What level of resources is required for each unit of information output ? 6.Dapat dipercaya (Reliability) Pengolahan Data Adalah masa atau waktu yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan bentuk data menjadi informasi yang memiliki keguanaan (data processing is the term used to describe changes performed on data to produce purposeful information). Operasi yang dilakukan dalam pengolahan data : 1. Data input • Recording transaction data ke sebuah pengolahan data medium (contoh, punching number ke dalam kalkulator). • Coding transaction data ke dalam bentuk lain (contoh, converting atribut kelamin female ke huruf F). • Storing data or information untuk pengambilan keputusan (potential information for future). 2. Data transformation • Calculating, operasi aritmatik terhadap data field. • Summarizing, proses akumulasi beberapa data (contoh, menjumlah jumlah jam kerja setiap hari dalam seminggu menjadi nilai total jam kerja perminggu). • Classifying data group-group tertentu : - Categorizing data kedalam group berdasar karakteristrik tertentu (contoh, pengelompokkan data mahasiswa berdasar semester aktif). - Sorting data kedalam bentuk yang berurutan (contoh, pengurutan nomor induk karyawan secara ascending). - Merging untuk dua atau lebih set data berdasar kriteria tertentu (menggabungkan data penjualan bulan Januari, Februari dan Maret kedalam group triwulanan). - Matching data berdasar keinginan pengguna terhadap group data (contoh, memilih semua karyawan yang total pendapatannya lebih dari 15 juta pertahun). 3. Information output • Displaying result, menampilkan informasi yang dibutuhkan pemakai melalui monitor atau cetakan. • Reproducing, penyimpanan data yang digunakan untuk pemakai lain yang membutuhkan. • Telecommunicating, penyimpanan data secara elektronik melalui saluran komunikasi. Gambar Proses Utama dan Fungsi Pengolahan Data Sistem Informasi Dapat didefinisikan sebagai a. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
  • 6. b. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan/atau untuk mengendalikan organisasi. c. Suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan- laporan yang diperlukan. Manfaat Sistem Informasi a. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka. b. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi. c. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia. Komponen Sistem Informasi a. Hardware Terdiri dari komputer, periferal (printer) dan jaringan. b.Software Merupakan kumpulan dari perintah/fungsi yang ditulis dengan aturan tertentu untuk memerintahkan komputer melaksanakan tugas tertentu. Software dapat digolongkan menjadi Sistem Operasi (Windows 95 dan NT), Aplikasi (Akuntansi), Utilitas (Anti Virus, Speed Disk), serta Bahasa (3 GL dan 4 GL). c. Data Merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi. d. Prosedur Dokumentasi prosedur/proses sistem, buku penuntun operasional (aplikasi) dan teknis. e. Manusia Yang terlibat dalam komponen manusia seperti operator, pemimpin sistem informasi dan sebagainya. Oleh sebab itu perlu suatu rincian tugas yang jelas. Fase Analisis Sistem Dalam fase ini : • Dilakukan proses penilaian, identifikasi dan evaluasi komponen dan hubungan timbal-balik yang terkait dalam pengembangan sistem; definisi masalah, tujuan, kebutuhan, prioritas dan kendala-kendala sistem; ditambah identifikasi biaya, keuntungan dan estimasi jadwal untuk solusi yang berpotensi. • Fase analisis sistem adalah fase profesional sistem melakukan kegiatan analisis sistem. • Laporan yang dihasilkan menyediakan suatu landasan untuk membentuk suatu tim proyek sistem dan memulai fase analisis sistem. • Tim proyek sistem memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang alasan untuk mengembangkan suatu sistem baru. • Ruang lingkup analisis sistem ditentukan pada fase ini. Profesional sistem mewawancarai calon pemakai dan bekerja dengan pemakai yang bersangkutan untuk mencari penyelesaian masalah dan menentukan kebutuhan pemakai. • Beberapa aspek sistem yang sedang dikembangkan mungkin tidak diketahui secara penuh pada fase ini, jadi asumsi kritis dibuat untuk memungkinkan berlanjutnya siklus hidup pengembangan sistem. • Pada akhir fase analisis sistem, laporan analisis sistem disiapkan. Laporan ini berisi penemuan-penemuan dan rekomendasi. Bila laporan ini disetujui, tim
  • 7. proyek sistem siap untuk memulai fase perancangan sistem secara umum. Bila laporan tidak disetujui, tim proyek sistem harus menjalankan analisis tambahan sampai semua peserta setuju. Analisa Proses Bisnis ke dalam Model Proses Bisnis Skema model proses bisnis yang dikembangkan untuk menganalisa proses bisnis. Model Proses Bisnis yang dikembangkan Model Proses Bisnis ini kemudian dikembangakan dengan conceptual data model dan physical data model pada level design dan implementasi selanjutnya. Analisis Sistem Analisis sistem adalah mendefinisikan kebutuhan atau persyaratan terkait sistem yang akan dikembangkan. Pada fase ini menjawab pertanyaan siapa pengguna sistem, apa yg sistim akan lakukan, kapan dan dimana sistim akan diterapkan. Dengan cara menganalisis system yg sedang berjalan, mencari celah celah perbaikan,dan membangun konsep untuk sistim yg baru. Ada 3 tahapan dalam phase Analisis ini antara lain: 1. Membuat strategi analisis untuk pendamping usaha2 yg akan dilakukan team project. 2. Mengumpulkan persyaratan/kebutuhan untuk membuat konsep sistem. Konsep sistem digunakan untuk dasar pembuatan analisis model bisnis. Secara kategori, ada tiga buah jenis kebutuhan sistem : 1. Kebutuhan Fungsional. 2. kebutuhan non fungsional : • Kebutuhan Antar muka (interface), spt interface ke database, menu interface dll. • Kebutuhan performance (kinerja), spt kecepatan , delay, kapasitas dll. Kemudian kebutuhan tersebut akan dimodelkan atau digambarkan dengan teknik analisis dan alat bantu tertentu. Sebagai contoh kebutuhan fungsional dapat dimodelkan dengan menggunakan – Data flow diagram,kamus data,dan spesifikasi proses jika menggunakan anlisis tertsruktur. – Use case diagram dan skenario sistem jika menggunkan analisis berorientasi objek. 3. Analisis, konsep sistem dan model bisnis dikombinasikan untuk membuat proposal sistem , proposal ini akan diajukan kepada fihak yg akan memutuskan apakah project di teruskan atau tdk. Desain sistem Tahap desain memutuskan bagaimana sistem akan beroperasi, dalam hal perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan infrastruktur; antarmuka
  • 8. pengguna, formulir dan laporan, dan program khusus, database, dan file yang akan dibutuhkan. Tahap desain memiliki empat langkah: 1. Strategi desain pertama kali dibuat. Ini menjelaskan apakah sistem tersebut akan dibuat oleh programmer perusahaan sendiri, apakah sistem akan outsourcing ke perusahaan lain (biasanya perusahaan konsultan), atau apakah perusahaan akan membeli ada paket perangkat lunak. 2. Ini (langkah no 1) mengarah pada pengembangan desain arsitektur dasar untuk sistem, yang menggambarkan perangkat keras, perangkat lunak, dan infrastruktur jaringan yang akan digunakan. di banyak kasus, sistem akan menambah atau mengubah infrastruktur yang sudah ada dalam organisasi. Desain antarmuka menentukan bagaimana pengguna akan bergerak melalui sistem dan (misalnya, navigasi metode seperti menu dan tombol pada layar) form dan laporan yg digunakan sistem . 3. Spesifikasi database dan file yang dikembangkan, mendefinisikan dengan tepat data apa yg akan akan disimpan dan di mana mereka akan disimpan. 4. Tim analis mengembangkan rancangan/design program, yang mendefinisikan program yang harus ditulis dan apa yang akan tiap program lakukan. Gabungan hasil2 dari tiap tahap (arsitektur desain, desain interface, database dan file spesifikasi, dan desain program) adalah spesifikasi sistem yang diserahkan ke tim pemrograman untuk implementasi. Pada akhir tahap desain, analisis kelayakan dan rencana proyek dikaji ulang dan direvisi, dan keputusan lain yang dibuat oleh proyek sponsor dan komite persetujuan tentang apakah untuk mengakhiri proyek atau melanjutkan. Implementasi Tahap terakhir dalam SDLC adalah tahap implementasi, di mana sistem ini benar- benar dibangun (atau dibeli, dalam hal desain paket perangkat lunak). Ini adalah fase yang biasanya mendapatkan perhatian yang besar, karena untuk kebanyakan sistem itu adalah bagian paling lama dan paling mahal dari proses pembangunan. Fase ini memiliki tiga langkah: 1. Sistem konstruksi adalah langkah pertama. Sistem ini dibangun dan diuji untuk memastikan ia bekerja seperti yang telah dirancang. Karena biaya perbaikan bisa sangat besar, pengujian adalah salah satu langkah yang paling penting dalam implementasi . Banyak organisasi memberikan lebih banyak waktu dan perhatian pada pengujian daripada menulis program. 2. Sistem ini diinstal. Instalasi adalah proses dimana sistem lama non aktifkan dan yang baru dihidupkan. Ini mungkin termasuk pendekatan cutover langsung (dalam mana sistem baru segera menggantikan sistem lama), konversi paralel pendekatan (di mana kedua sistem lama dan baru dioperasikan selama satu bulan atau dua bulan sampai jelas bahwa tidak ada bug di sistem baru), atau konversi bertahap strategi (di mana sistem baru dipasang di salah satu bagian dari organisasi sebagai awal percobaan dan kemudian secara bertahap dipasang di bagian lain). Salah satu yang paling penting aspek konversi adalah pengembangan rencana pelatihan
  • 9. untuk mengajar user bagaimana menggunakan sistem baru dan membantu mengelola perubahan yang disebabkan oleh sistem baru. 3. Tim analis menetapkan rencana support untuk sistem. Rencana ini biasanya mencakup kajian pasca implementasi formal atau informal serta cara sistematis untuk mengidentifikasi perubahan besar dan kecil diperlukan untuk sistem.
  • 10. untuk mengajar user bagaimana menggunakan sistem baru dan membantu mengelola perubahan yang disebabkan oleh sistem baru. 3. Tim analis menetapkan rencana support untuk sistem. Rencana ini biasanya mencakup kajian pasca implementasi formal atau informal serta cara sistematis untuk mengidentifikasi perubahan besar dan kecil diperlukan untuk sistem.