2
Most read
Kepuasan Konsumen
Akadusyifa B100110200
Seminar Pemasaran
Manajemen FEB UMS 2014
Kepuasan Konsumen
2.1.1 Pengertian Kepuasan Konsumen
Menurut Kotler dalam bukunya Manajemen Pemasaran yang dialih bahasakan oleh
Hendra Teguh, SE, (2001:36) menyatakan “kepuasan pelanggan adalah perasan senang atau
kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesnnya terhadap kinerja atau hasil
suatu produk dan harapan-harapnnya.”
Selama lebih dari 35 tahun yang lalu, Peter Drucker memperhatikan bahwa tugas pertama
sebuah perusahaan adalah “untuk menciptakan pelanggan.” Tetapi pelanggan masa kini
menghadapi beraneka ragam pilihan produk dan merek, harga, dan pemasok. Bagaimana
pelanggan menentukan pilihan mereka ?
Kita percaya bahwa para pelanggan mengkira-kira, penawaran mana yang akan
memberikan nilai tertinggi. Para pelanggan menginginkan nilai maksimal, dengan dibatasi oleh
biaya pencarian serta pengetahuan.
Apakah pembeli akan puas setelah pembelian bergantung pada kinerja penawaran
sehubungan dengan harapan pembeli. Secara umum: “Kepuasan adalah perasaan senang atau
kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja (hasil) suatu
produk dan harapan-harapannya.” (Kotler:2000:39)
Kepuasan merupakan fungsi dari kesan kinerja dan harapan. Jika kinerja berada dibawah
harapan, pelanggan tidak puas. Jika kinerja memenuhi harapan, pelanggan puas. Jika kinerja
melebihi harapan, pelanggan amat puas atau senang.
Dalam menentukan tingkat kepuasan pelanggan, terdapat lima faktor utama yang harus
diperhatikan oleh perusahaan yaitu pertama, kualitas produk. Pelanggan akan merasa puas bila
hasil evaluasi mereka menunjukan bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas. Kedua,
kualitas pelayanan. Terutama untuk industri jasa. Pelanggan akan merasa puas bila mereka
mendapatkan pelayanan yang baik atau yang sesuai dengan yang diharapkan. Ketiga adalah
emosional. Pelanggan akan merasa bangga dan mendapatkan keyakinan bahwa orang lain akan
kagum terhadap dia bila menggunakan produk dengan merek tertentu yang cenderung
mempunyai tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Kepuasan yang diperoleh bukan karena kualitas
dari produk tetapi nilai sosial yang membuat pelanggan menjadi puas terhadap merek tertentu.
Faktor yang keempat adalah harga. Produk yang mempunyai kualitas yang sama tetapi
menetapkan harga yang relatif murah akan memberikan nilai yang lebih tinggi pada
pelanggannya. Faktor yang terakhir adalah biaya. Pelanggan yang tidak perlu mengeluarkan
biaya tambahan atau tidak perlu membuang waktu untuk mendapatka suatu produk atau jasa
cenderung puas pada produk atau jasa itu. (Rambat Lupiyoadi ;2001: 13) menrut (Kotler;1997)
2.1.2 Pengukuran Kepuasan Konsumen
Pemantauan dan pengukuran terhadap kepuasan konsumen talah menjadi hal yang sangat
esensial bagi perusahaan. Hal ini dikarenakan langkah tersebut dapat memberikan umpan balik
dan masukan bagi keperluan pengembangan dan implementasi strategi peningkatan kepuasan
konsumen
Kepuasan konsumen merupakan hal yang bersifat kualitatif, subjektif dan abstrak.
Namun demikian bukan berarti sulit untuk mengukurnya, karena berbagai metode untuk
mengukur kepuasan konsumen telah dikembangkan oleh para ahli. Salah satu diantaranya
disampaikan oleh Kotler. Menurut Kotler (2000:38), mengidentifikasikan empat metode untuk
mengukur kepuasan konsumen yaitu :
1. Sistem keluhan dan saran
Arus informasi ini menyediakan banyak gagasan yang baik bagi perusahaan-perusahaan dan
memungkinkan mereka untuk secepat mungkin menyelesaikan masalah.
2. Survei kepuasan pelanggan
Penelitian menunjukan bahwa bila para pelanggan ttidak puas dengan satu dari setiap
pembelian, kurang dari 5 % pelanggan yang adatidak puas akan mengeluh. Kebanyakan
pelanggan akan membeli sedikit atau berganti pemasok dari pada mengajukan keluhan.
Karenanya, perusahaan-perusahaan tidak dapat menggunakan banyaknya keluhan sebagai
ukuran kepuasan pelanggan.
3. Belanja siluman
Perusahaan-perusahaan dapat membayar orang-orang untuk bertindak sebagai pembeli
potensial untuk melaporkan temuan-temuan mereka tentang kekuatan dan kelemahan yang
mereka alami dalam membeli produk perusahaan dan produk pesaing. Para pembelanja
siluman ini bahkan dapat menyampaikan masalah tertentu untuk menguji apakah staf
penjualan perusahaan menangani situasi tersebut dengan baik. Jadi, seseorang pembelanja
siluman dapat mengeluh tentang berbagai hal untuk menguji bagaiman perusahaan itu untuk
menangani keluhan ini. Bukan saja perusahaan harus membayar pembelanja siliman, tetapi
para manajer sendiri terkadang harus meninggalkan kantor mereka, melihat situasi penjualan
perusahaan dan pesaing dimana mereka tak dikenal, dan mengalami sendiri secara langsung
perlakuan yang mereka terima sebagai “pelanggan”. Variasi dari hal ini adalah para manajer
menelepon perusahaan mereka dengan berbagai pertanyaan dan keluhan untuk melihat
bagaimana telepon itu ditangani.
4. Analisa kehilangan pelanggan
Perusahaan-perusahaan harus menghubungi para pelanggan yang berhenti membeli atau
berganti pemasok untuk mempelajari sebabnya. Ketika perusahaan kehilangan pelanggan,
perusahaan itu melakukan usaha yang mendalam untuk mempelajari kegagalan mereka.
Bukan saja penting untuk melakukan wawancara keluar ketika pelanggan pertama laki
berhenti membeli, tetapi juga harus memperhatikan tingkat kehilangan pelanggan, dimana
jika meningkat, jelas menunjukan bahwa perusahaan gagal memuaskan pelanggannya.
2.2 . Perilaku Keputusan Pembelian Konsumen
Pengambilan keputusan oleh konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk
diawali oleh adanya kesadaran atas pemenuhan kebutuhan dan keinginanyang oleh Assael
disebut need arousal.
2.2.1 Tahap-Tahap Proses Pembelian
Pengambilan keputusan oleh konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk
diawali oleh adanya kesadaran atas pemenuhuan kebutuhan dan keinginan. Kebanyakan penulis
menyatakan bahwa tahap ini sebagai tahap menyadari adanya masalah. Selanjutnya jika sudah
disadari adanya kebutuhan dan keinginan, maka konsumen akan mencari informasi mengenai
keberadaan produk atau jasa yang diinginkannya, setelah itu konsumen akan melakukan seleksi.
Proses seleksi inilah yang disebut sebagai tahap evaluasi informasi. Dengan menggunakan
berbagai kriteria yang ada dalam benak konsumen, salah satu merek produk/jasa dipilih untuk
dibeli atau digunakan. Setelah itu proses evaluasi belum berakhir karena konsumen akan
melakukan evaluasi pasca pembelian. Berikut ini mengambarkan proses keputusan konsumen :
Gambar 2.1
Proses Pengambilan Keputusan Konsumen
Umpan balik
Pengenalan masalah/kebutuhan dan
keinginan
Pencarian berbagai informasi
Evaluasi berbagai alternatif merek
produk
Pilihan atas merek produk untuk
dibeli
Evaluasi pasca pembelian
Sumber: Perilaku konsumen & Komunikasi Pemasaran (Sutisna, SE. ME.,2003;16)
2.2.2 Perilaku Konsumen Pasca Pembelian
Perilaku konsumen pasca pembelian adalah pembentukan sikap dan pola perilaku
seseorang pelanggan terhadap pembelian dan penggunaan produk atau jasa merupakan hasil dari
pengalaman mereka sebelumnya. ( Rambat Lupiyoadi;2001;15)
Setelah membeli suatu produk, konsumen akan mengalami tingkat kepuasan atau ketidak
puasan tertentu. Tugas pemasar tidak berakhir saat produ dibeli, melainkan berlanjut hingga
periode pasca pembelian. pemasar harus memantau kepuasan pasca pembelian, tindakan pasca
pembelian, dan pemakaian dan pembuangan pasca pembelian
1. Kepuasan Pasca Pembelian
Setelah membeli produk konsumen mungkin akan mendeteksi suatu kekurangan. Apa yang
menentukan apakah pembeli akan puas, agak puas atau tidak puas terhadap suatu pembelian?
kepuasan pembeli adalah fungsi seberapa dekat harapan pembeli atas suatu produk dengan
kinerja yang dirasakan. Jika kinerja produk lebih rendah dari pada harapan pembeli, pembeli
akan kecewa; Jika ia sesuai harapan, pembeli akan puas; jika ia melebihi harapan, pembeli
akan sangat puas.
2. Tindakan Pasca Pembelian
Kepuasan dan ketidak puasan konsumen terhadap suatu barang/jasa akan mempengaruhi
perilaku selanjutnya. Jika konsumen puas, ia akan menunjukan kemungkinan yang lebih
tinggi untuk membeli kembali produk tersebut. Sedangkan pelanggan yang tidak puas maka
ia akan berperilaku sebaliknya. Mereka membuang atau mengembalikannya.
3. Pemakaian dan pembuangan pasca pembelian
Pemasar juga harus memantau bagaiman pembeli memakai dan membuang produk.
Apakah konsumen akan menggunakan produk tersebut dan melakukan pembelian ulang
atau konsumen akan membuang produk tersebut dan beralih pada pesaing.
2.5. Hubungan Kualitas Pelayanan Terhadap Perilaku Konsumen Pasca Pembelian
Sikap seorang pelanggan kerap terbentuk sebagai alat dari kontak langsung dengan objek
sikap. Pelanggan yang menikmati produk/jasa mungkin akan mengembangkan sikap yang
mendukung perusahaan dan jasa tersebut (favourable), misalnya dengan berkata yang positif
tentang produk, merekombinasikan perusahaan kepada orang lain, setia kepada produk
perusahaan, membayar produk/jasa dengan harga premium. Sebaliknya, produk yang gagal
memenuhi fungsi sebagaimana diharapkan dapat dengan mudah menimbulkan sikap negatif
(unfavourable), misalnya denga berkata negatif tentang produk, pindah kepada perusahaan lain,
tidak memiliki bisnis yang banyak dengan perusahaan, mengajukan tuntutan kepada pihak luar.
Menurut Rambat Lupiyoadi (2001:160)
Pada dasarnya kepuasan dan ketidakpuasan pelanggan atas jas akan berpengaruh pada
pola perilaku selanjutnya. Hal ini ditunjukan pelanggan setelah terjadi proses pembelian
(postpurhchase action) (kotler,97) dalam bulunya Rambat Lupiyoadi (2001:159). Apabila
pelanggan merasa puas, maka ia akan menujukan besarnya kemungkinan untuk kembali
menggunakan jasa yang sama. Bila pelanggan yang tidak puas, pelanggan akan kecewa dan
beralih keperusahaan lain.
Sekian…,
Kepuasan konsumen atau pelanggan

More Related Content

DOCX
SALURAN PEMASARAN DAN MANAJEMEN RANTAI PASOKAN
DOCX
Inflasi, Pengangguran, dan Kurva Phillips
PPTX
Strategi Proses Manajemen Operasional
PPT
tipe strategi layout
DOCX
Efek substitusi dan pendapatan
PPTX
Peramalan - Forecasting - Manajemen Operasional
PDF
Contoh perusahaan nasional, internasional, multinasional, globlal
DOCX
Inovasi dan kewirausaan
SALURAN PEMASARAN DAN MANAJEMEN RANTAI PASOKAN
Inflasi, Pengangguran, dan Kurva Phillips
Strategi Proses Manajemen Operasional
tipe strategi layout
Efek substitusi dan pendapatan
Peramalan - Forecasting - Manajemen Operasional
Contoh perusahaan nasional, internasional, multinasional, globlal
Inovasi dan kewirausaan

What's hot (20)

PPT
2 peranan dan pengaruh ekonomi internasional terhadap ekonomi nasional
PPTX
Model Ekonomi
PPTX
Tugas manajemen keuangan 2 - Manajemen Piutang & Persediaan - 2019
DOCX
Makalah strategi tata letak in Bahasa
PPTX
MO II Forecasting
PDF
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank
PPT
PPT PENENTUAN HARGA JUAL
DOCX
Analisis studi kasus tentang rekrutmen dan seleksi pt wings group
PPT
Manajemen Perubahan dalam Organisasi
PDF
Budaya Organisasi
PPT
1 Dasar Komunikasi dan Komunikasi bisnis Gabungan.ppt
PPTX
Penilaian Saham
PPTX
Mengembangkan Strategi dan Program Penetapan Harga
PPTX
Pengukuran Skala, Realibilitas, dan Validitas
PPTX
Tm 8 implementasi strategi bag 1
PPTX
Strategi generik porter
DOC
Penawaran Agregat dan Teori Ekonomi makro
PPTX
penerimaan total dan fungsi produksi
PPTX
MP I BAB 6 - Menganalisis Pasar Konsumen
PPTX
Sumber Sumber Pendanaan
2 peranan dan pengaruh ekonomi internasional terhadap ekonomi nasional
Model Ekonomi
Tugas manajemen keuangan 2 - Manajemen Piutang & Persediaan - 2019
Makalah strategi tata letak in Bahasa
MO II Forecasting
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank
PPT PENENTUAN HARGA JUAL
Analisis studi kasus tentang rekrutmen dan seleksi pt wings group
Manajemen Perubahan dalam Organisasi
Budaya Organisasi
1 Dasar Komunikasi dan Komunikasi bisnis Gabungan.ppt
Penilaian Saham
Mengembangkan Strategi dan Program Penetapan Harga
Pengukuran Skala, Realibilitas, dan Validitas
Tm 8 implementasi strategi bag 1
Strategi generik porter
Penawaran Agregat dan Teori Ekonomi makro
penerimaan total dan fungsi produksi
MP I BAB 6 - Menganalisis Pasar Konsumen
Sumber Sumber Pendanaan
Ad

Viewers also liked (12)

PPT
10 prinsip kepuasan pelanggan
PPTX
Kepuasan pelanggan
PPT
Kepuasan pelanggan
PDF
6 cara meningkatkan kepuasan pelanggan
PPTX
WEBSITE DESIGNERS
DOCX
Kepuasan konsumen atau pelanggan
PDF
Annual Report_KALP_2013 14
PDF
Annual Report 12-13_Kalp Samaj Sevi Sanstha
PDF
Prison Thinkers Vol 1
PPTX
Licencias creative commons.pptx servio naula
PDF
Perilaku Organisasi
PDF
A Moving Performance: Hiring Movers vs. Renting a Truck
10 prinsip kepuasan pelanggan
Kepuasan pelanggan
Kepuasan pelanggan
6 cara meningkatkan kepuasan pelanggan
WEBSITE DESIGNERS
Kepuasan konsumen atau pelanggan
Annual Report_KALP_2013 14
Annual Report 12-13_Kalp Samaj Sevi Sanstha
Prison Thinkers Vol 1
Licencias creative commons.pptx servio naula
Perilaku Organisasi
A Moving Performance: Hiring Movers vs. Renting a Truck
Ad

Similar to Kepuasan konsumen atau pelanggan (20)

DOCX
Paper modul-4-tkb-31
PPTX
Konsep Pelanggan manajemen pelayanan.pptx
PPTX
15. Strategi Kepuasan Pelanggan.pptxwwwwwwwwwwww
PPTX
PPTX
Managemen Kewirausahaan : Kepuasan pelanggan
PPT
Perilaku konsumen
PPT
Perilaku konsumen
PPTX
Strategi Customer Jurney by Randy Rahman Hussen
PPT
Part iii nilai dan kepuasan pelanggan
PPT
Perilakukonsumen 120115083338-phpapp02(1)
PPT
Perilakukonsumen 120115083338-phpapp02(1)
PDF
Chapter 14 Manajemen Pemasaran semester genap
DOCX
Materi bu zuhroh fiks
PDF
282 863-1-pb
PDF
Decision Making Process - a Consumer behavior task
PPTX
BAB 5 PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN.pptx
PDF
Teori kepuasan pelanggan (bab ii)
PPTX
PPT Layanan Prima 1 - Pertemuan IV.pptx
DOCX
Tugas soft skill ke 2 pembelian
DOCX
Makalah pemasaran digital
Paper modul-4-tkb-31
Konsep Pelanggan manajemen pelayanan.pptx
15. Strategi Kepuasan Pelanggan.pptxwwwwwwwwwwww
Managemen Kewirausahaan : Kepuasan pelanggan
Perilaku konsumen
Perilaku konsumen
Strategi Customer Jurney by Randy Rahman Hussen
Part iii nilai dan kepuasan pelanggan
Perilakukonsumen 120115083338-phpapp02(1)
Perilakukonsumen 120115083338-phpapp02(1)
Chapter 14 Manajemen Pemasaran semester genap
Materi bu zuhroh fiks
282 863-1-pb
Decision Making Process - a Consumer behavior task
BAB 5 PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN.pptx
Teori kepuasan pelanggan (bab ii)
PPT Layanan Prima 1 - Pertemuan IV.pptx
Tugas soft skill ke 2 pembelian
Makalah pemasaran digital

More from Akadusyifa . (20)

DOCX
Proposal program mahasiswa pengusaha
DOC
Panduan wirausaha-pengusaha-mahasiswa-akadusyifa
DOC
Pengusaha sukses-indonesia oleh akadusyifa
DOCX
Sim kelompok 8
DOCX
INTERNET DAN INFRASTRUKTUR BARU TEKNOLOGI INFORMASI
PPTX
INTERNET DAN INFRASTRUKTUR BARU TEKNOLOGI INFORMASI
DOCX
Jadwal kuliah
DOCX
Introduction Manajemen Pemasaran Retail
DOCX
Jadwal Kuliah Semester 8 2014/1015
DOCX
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK KONSUMEN DAN SIKAP BERBELANJA SECARA ONLINE ( O...
DOCX
STRATEGI SOURCING GLOBAL DAN KEUNTUNGAN KOMPETITIF BERKELANJUTAN
DOCX
Jadwal Kuliah semester 7 2014/1015
DOCX
Bahaya Narkoba dan Cara Penanggulangan Terutama Terhadap Mahasiswa
DOCX
Bahaya Narkoba dan Cara Penanggulangan Terutama Terhadap Mahasiswa
PDF
Hasil Turnithin Otonomi daerah dan kemiskinan
RTF
SILABI MATA KULIAH MANAJEMEN PEMASARAN RETAIL
PDF
Hasil Turnithin Pengaruh Labelisasi Terhadap Kemasan Produk
DOCX
Telekomunikasi dan Jaringan
DOCX
Perilaku Organisasi
DOCX
Asuransi Syariah
Proposal program mahasiswa pengusaha
Panduan wirausaha-pengusaha-mahasiswa-akadusyifa
Pengusaha sukses-indonesia oleh akadusyifa
Sim kelompok 8
INTERNET DAN INFRASTRUKTUR BARU TEKNOLOGI INFORMASI
INTERNET DAN INFRASTRUKTUR BARU TEKNOLOGI INFORMASI
Jadwal kuliah
Introduction Manajemen Pemasaran Retail
Jadwal Kuliah Semester 8 2014/1015
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK KONSUMEN DAN SIKAP BERBELANJA SECARA ONLINE ( O...
STRATEGI SOURCING GLOBAL DAN KEUNTUNGAN KOMPETITIF BERKELANJUTAN
Jadwal Kuliah semester 7 2014/1015
Bahaya Narkoba dan Cara Penanggulangan Terutama Terhadap Mahasiswa
Bahaya Narkoba dan Cara Penanggulangan Terutama Terhadap Mahasiswa
Hasil Turnithin Otonomi daerah dan kemiskinan
SILABI MATA KULIAH MANAJEMEN PEMASARAN RETAIL
Hasil Turnithin Pengaruh Labelisasi Terhadap Kemasan Produk
Telekomunikasi dan Jaringan
Perilaku Organisasi
Asuransi Syariah

Recently uploaded (20)

PPTX
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PDF
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PPTX
Materi Refleksi Akhir Tahun Sutan Raja.pptx
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PPTX
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
PDF
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
PPTX
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
PDF
Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Pancasila Kelas 6 Kurikulum Merdeka
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Fisika Kelas 12 SMA Terbaru 2025
PDF
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
PPTX
Berpikir_Komputasional_Kelas5_IlustrasiKosong.pptx
PPTX
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PPTX
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
PPTX
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
PDF
Stop Bullying NO Bully in school SMA .pdf
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Materi Refleksi Akhir Tahun Sutan Raja.pptx
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Pancasila Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Deep Learning Fisika Kelas 12 SMA Terbaru 2025
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
Berpikir_Komputasional_Kelas5_IlustrasiKosong.pptx
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
Stop Bullying NO Bully in school SMA .pdf

Kepuasan konsumen atau pelanggan

  • 1. Kepuasan Konsumen Akadusyifa B100110200 Seminar Pemasaran Manajemen FEB UMS 2014
  • 2. Kepuasan Konsumen 2.1.1 Pengertian Kepuasan Konsumen Menurut Kotler dalam bukunya Manajemen Pemasaran yang dialih bahasakan oleh Hendra Teguh, SE, (2001:36) menyatakan “kepuasan pelanggan adalah perasan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesnnya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapnnya.” Selama lebih dari 35 tahun yang lalu, Peter Drucker memperhatikan bahwa tugas pertama sebuah perusahaan adalah “untuk menciptakan pelanggan.” Tetapi pelanggan masa kini menghadapi beraneka ragam pilihan produk dan merek, harga, dan pemasok. Bagaimana pelanggan menentukan pilihan mereka ? Kita percaya bahwa para pelanggan mengkira-kira, penawaran mana yang akan memberikan nilai tertinggi. Para pelanggan menginginkan nilai maksimal, dengan dibatasi oleh biaya pencarian serta pengetahuan.
  • 3. Apakah pembeli akan puas setelah pembelian bergantung pada kinerja penawaran sehubungan dengan harapan pembeli. Secara umum: “Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja (hasil) suatu produk dan harapan-harapannya.” (Kotler:2000:39) Kepuasan merupakan fungsi dari kesan kinerja dan harapan. Jika kinerja berada dibawah harapan, pelanggan tidak puas. Jika kinerja memenuhi harapan, pelanggan puas. Jika kinerja melebihi harapan, pelanggan amat puas atau senang. Dalam menentukan tingkat kepuasan pelanggan, terdapat lima faktor utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan yaitu pertama, kualitas produk. Pelanggan akan merasa puas bila hasil evaluasi mereka menunjukan bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas. Kedua, kualitas pelayanan. Terutama untuk industri jasa. Pelanggan akan merasa puas bila mereka mendapatkan pelayanan yang baik atau yang sesuai dengan yang diharapkan. Ketiga adalah emosional. Pelanggan akan merasa bangga dan mendapatkan keyakinan bahwa orang lain akan kagum terhadap dia bila menggunakan produk dengan merek tertentu yang cenderung mempunyai tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Kepuasan yang diperoleh bukan karena kualitas dari produk tetapi nilai sosial yang membuat pelanggan menjadi puas terhadap merek tertentu. Faktor yang keempat adalah harga. Produk yang mempunyai kualitas yang sama tetapi menetapkan harga yang relatif murah akan memberikan nilai yang lebih tinggi pada pelanggannya. Faktor yang terakhir adalah biaya. Pelanggan yang tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan atau tidak perlu membuang waktu untuk mendapatka suatu produk atau jasa cenderung puas pada produk atau jasa itu. (Rambat Lupiyoadi ;2001: 13) menrut (Kotler;1997)
  • 4. 2.1.2 Pengukuran Kepuasan Konsumen Pemantauan dan pengukuran terhadap kepuasan konsumen talah menjadi hal yang sangat esensial bagi perusahaan. Hal ini dikarenakan langkah tersebut dapat memberikan umpan balik dan masukan bagi keperluan pengembangan dan implementasi strategi peningkatan kepuasan konsumen Kepuasan konsumen merupakan hal yang bersifat kualitatif, subjektif dan abstrak. Namun demikian bukan berarti sulit untuk mengukurnya, karena berbagai metode untuk mengukur kepuasan konsumen telah dikembangkan oleh para ahli. Salah satu diantaranya disampaikan oleh Kotler. Menurut Kotler (2000:38), mengidentifikasikan empat metode untuk mengukur kepuasan konsumen yaitu : 1. Sistem keluhan dan saran Arus informasi ini menyediakan banyak gagasan yang baik bagi perusahaan-perusahaan dan memungkinkan mereka untuk secepat mungkin menyelesaikan masalah. 2. Survei kepuasan pelanggan Penelitian menunjukan bahwa bila para pelanggan ttidak puas dengan satu dari setiap pembelian, kurang dari 5 % pelanggan yang adatidak puas akan mengeluh. Kebanyakan pelanggan akan membeli sedikit atau berganti pemasok dari pada mengajukan keluhan. Karenanya, perusahaan-perusahaan tidak dapat menggunakan banyaknya keluhan sebagai ukuran kepuasan pelanggan. 3. Belanja siluman
  • 5. Perusahaan-perusahaan dapat membayar orang-orang untuk bertindak sebagai pembeli potensial untuk melaporkan temuan-temuan mereka tentang kekuatan dan kelemahan yang mereka alami dalam membeli produk perusahaan dan produk pesaing. Para pembelanja siluman ini bahkan dapat menyampaikan masalah tertentu untuk menguji apakah staf penjualan perusahaan menangani situasi tersebut dengan baik. Jadi, seseorang pembelanja siluman dapat mengeluh tentang berbagai hal untuk menguji bagaiman perusahaan itu untuk menangani keluhan ini. Bukan saja perusahaan harus membayar pembelanja siliman, tetapi para manajer sendiri terkadang harus meninggalkan kantor mereka, melihat situasi penjualan perusahaan dan pesaing dimana mereka tak dikenal, dan mengalami sendiri secara langsung perlakuan yang mereka terima sebagai “pelanggan”. Variasi dari hal ini adalah para manajer menelepon perusahaan mereka dengan berbagai pertanyaan dan keluhan untuk melihat bagaimana telepon itu ditangani. 4. Analisa kehilangan pelanggan Perusahaan-perusahaan harus menghubungi para pelanggan yang berhenti membeli atau berganti pemasok untuk mempelajari sebabnya. Ketika perusahaan kehilangan pelanggan, perusahaan itu melakukan usaha yang mendalam untuk mempelajari kegagalan mereka. Bukan saja penting untuk melakukan wawancara keluar ketika pelanggan pertama laki berhenti membeli, tetapi juga harus memperhatikan tingkat kehilangan pelanggan, dimana jika meningkat, jelas menunjukan bahwa perusahaan gagal memuaskan pelanggannya. 2.2 . Perilaku Keputusan Pembelian Konsumen
  • 6. Pengambilan keputusan oleh konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk diawali oleh adanya kesadaran atas pemenuhan kebutuhan dan keinginanyang oleh Assael disebut need arousal. 2.2.1 Tahap-Tahap Proses Pembelian Pengambilan keputusan oleh konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk diawali oleh adanya kesadaran atas pemenuhuan kebutuhan dan keinginan. Kebanyakan penulis menyatakan bahwa tahap ini sebagai tahap menyadari adanya masalah. Selanjutnya jika sudah disadari adanya kebutuhan dan keinginan, maka konsumen akan mencari informasi mengenai keberadaan produk atau jasa yang diinginkannya, setelah itu konsumen akan melakukan seleksi. Proses seleksi inilah yang disebut sebagai tahap evaluasi informasi. Dengan menggunakan berbagai kriteria yang ada dalam benak konsumen, salah satu merek produk/jasa dipilih untuk dibeli atau digunakan. Setelah itu proses evaluasi belum berakhir karena konsumen akan melakukan evaluasi pasca pembelian. Berikut ini mengambarkan proses keputusan konsumen : Gambar 2.1 Proses Pengambilan Keputusan Konsumen Umpan balik Pengenalan masalah/kebutuhan dan keinginan Pencarian berbagai informasi Evaluasi berbagai alternatif merek produk Pilihan atas merek produk untuk dibeli Evaluasi pasca pembelian
  • 7. Sumber: Perilaku konsumen & Komunikasi Pemasaran (Sutisna, SE. ME.,2003;16) 2.2.2 Perilaku Konsumen Pasca Pembelian Perilaku konsumen pasca pembelian adalah pembentukan sikap dan pola perilaku seseorang pelanggan terhadap pembelian dan penggunaan produk atau jasa merupakan hasil dari pengalaman mereka sebelumnya. ( Rambat Lupiyoadi;2001;15) Setelah membeli suatu produk, konsumen akan mengalami tingkat kepuasan atau ketidak puasan tertentu. Tugas pemasar tidak berakhir saat produ dibeli, melainkan berlanjut hingga periode pasca pembelian. pemasar harus memantau kepuasan pasca pembelian, tindakan pasca pembelian, dan pemakaian dan pembuangan pasca pembelian 1. Kepuasan Pasca Pembelian Setelah membeli produk konsumen mungkin akan mendeteksi suatu kekurangan. Apa yang menentukan apakah pembeli akan puas, agak puas atau tidak puas terhadap suatu pembelian? kepuasan pembeli adalah fungsi seberapa dekat harapan pembeli atas suatu produk dengan kinerja yang dirasakan. Jika kinerja produk lebih rendah dari pada harapan pembeli, pembeli akan kecewa; Jika ia sesuai harapan, pembeli akan puas; jika ia melebihi harapan, pembeli akan sangat puas. 2. Tindakan Pasca Pembelian Kepuasan dan ketidak puasan konsumen terhadap suatu barang/jasa akan mempengaruhi perilaku selanjutnya. Jika konsumen puas, ia akan menunjukan kemungkinan yang lebih tinggi untuk membeli kembali produk tersebut. Sedangkan pelanggan yang tidak puas maka ia akan berperilaku sebaliknya. Mereka membuang atau mengembalikannya. 3. Pemakaian dan pembuangan pasca pembelian
  • 8. Pemasar juga harus memantau bagaiman pembeli memakai dan membuang produk. Apakah konsumen akan menggunakan produk tersebut dan melakukan pembelian ulang atau konsumen akan membuang produk tersebut dan beralih pada pesaing. 2.5. Hubungan Kualitas Pelayanan Terhadap Perilaku Konsumen Pasca Pembelian Sikap seorang pelanggan kerap terbentuk sebagai alat dari kontak langsung dengan objek sikap. Pelanggan yang menikmati produk/jasa mungkin akan mengembangkan sikap yang mendukung perusahaan dan jasa tersebut (favourable), misalnya dengan berkata yang positif tentang produk, merekombinasikan perusahaan kepada orang lain, setia kepada produk perusahaan, membayar produk/jasa dengan harga premium. Sebaliknya, produk yang gagal memenuhi fungsi sebagaimana diharapkan dapat dengan mudah menimbulkan sikap negatif (unfavourable), misalnya denga berkata negatif tentang produk, pindah kepada perusahaan lain, tidak memiliki bisnis yang banyak dengan perusahaan, mengajukan tuntutan kepada pihak luar. Menurut Rambat Lupiyoadi (2001:160) Pada dasarnya kepuasan dan ketidakpuasan pelanggan atas jas akan berpengaruh pada pola perilaku selanjutnya. Hal ini ditunjukan pelanggan setelah terjadi proses pembelian (postpurhchase action) (kotler,97) dalam bulunya Rambat Lupiyoadi (2001:159). Apabila pelanggan merasa puas, maka ia akan menujukan besarnya kemungkinan untuk kembali menggunakan jasa yang sama. Bila pelanggan yang tidak puas, pelanggan akan kecewa dan beralih keperusahaan lain. Sekian…,