PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSANTARA 
Islam masuk ke nusantara melalui pedagang Arab, Gujarat, dan China. Sejak abad ke-8 
orang Arab sudah berlalu lalang melakukan kegiatan perdagangan ke India dan China. Dalam 
perjalanannya menuju China seringkali mereka singgah beberapa bulan di Indonesia. Pada abad 
ke-15 pedagang Islam dari Gujarat, India Selatan meramaikan kegiatan ini. Di samping 
pedagang dari Arab dan Gujurat, pedagang muslim dari China juga ikut datang ke Indonesia. 
Dalam melakukan usaha perdagangan menuju China dan sebaliknya tersebut, mereka selalu 
melewati perairan Malaka. Berdasarkan catatan Ibnu Batutah, musafir asal maroko, pada 
abad ke-13terdapat pemukiman orang-orang islam di Perlak dan Samudra Pasai di timur laut 
pantai Sumatra. Hal ini menunjukkan bukti bahwa telah terjadi pengislaman secara alamiah 
pada penduduk Indonesia melalui kegiatan perdagangan. 
Proses pengislaman orang-orang Indonesia tersebut tidak dilakukan melalui peperangan 
dan atau penaklukan oleh pasukan islam dari luar Indodesia tapi melalui jaringan perdagangan. 
Para pedagang Muslim, di samping berdagang juga berdakwah. Disela-sela transaksi dagang, 
mereka mengajak kolega-olega dagangnya untuk memeluk agama Islam. Dengan ajakan yang 
penuh hikmah dan teladan yang baik, banyak teman dagangnya beserta keluarganya dan orang-orang 
di sekitarnya mau memelu agama Islam secara suka cita dan suka cita. 
Secara umum proses pengislaman bangsa Indonesia dilaukan melalui cara-cara sebagai 
berikut. 
1. Melalui ajakan 
2. Melalui perkawinan 
3. Melalui pendirian lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren, meunasah, 
surau dan lain-lain 
4. Melalui kegiatan budaya 
5. Melalui pendirian KeSultanan Islam oleh penduduk asli 
Masuknya Islam di Indonesia dipercepat dengan berdirinya KeSultanan-KeSultanan Islam 
di Indonesia. 
1. Kerajaan Islam di Pulau Sumatera 
a. KeSultanan Samudra Pasai 
Kerajaan Samudra Pasai adalah kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kerajaan Samudra 
Pasai berdiri pada abad ke-13, tepatnya pada 1285 M. kerajaan ini terletak di Pasai, 
Lhokseumawe, pantai timur laut Sumatra di ujung utara. Kerajaan Samudra Pasai didirikan 
oleh seorang Laksamana Angkatan Laut dari Mesir bernama Nazimuddin Al-Kamil. Ia lalu 
mengangkat Marah Silu sebagai Sultan pertama. Setelah dilantik sebagai Sultan, Marah Silu 
bergelar Sultan Malik As-Saleh.
Sepeninggal Sultan Malik As-Saleh, Kerajaan Samudra Pasai diteruskan oleh Sultan Malik 
Tahir,anaknya. Sultan Malik Tahir adalah Sultan yang taat beragama dan giat berdakwah. 
Baginda membangun masid dan banyak meunasah/surau di seluruh pelosok negeri. Dengan 
demikian, Islam tersebar sampai ke desa-desa. 
Pada masa pemerintahan Sultan Malik Tahir inilah Kerajaan Samudra Pasai mengalami 
kejayaan. Rakyat mengalami kemakmuran dan kehidupan beragama semarak. 
Setelah Sultan Malik Tahir meninggal, Kerajaan Samudra Pasai diteruskan oleh Zainal 
Abidin,anaknya. Pada masa pemerintahan Zainal Abidin, Kerajaan Samudra Pasai mengalami 
kemunduran. Hal ini terjadi karena adanya persaingan diantara keluarga istana yang 
menyebabkan salah urus pemerintahan. Akibatnya pemerintah pusat menjadi lemah yang 
akhirnya mendrong daerah-daerah di bawak kekuasaan Kerajaan Samudra Pasai berusaha 
melepaskan diri dengan cara melakukan pemberontakan. Di samping itu, juga terjadi serangan 
dari Majapahit yang melakukan politik perluasan wilayah ke seluruh Nusantara. Pada abad ke- 
15 nama Kerajaan Samudra Pasai sudah tidak terdengar lagi. 
b. KeSultanan Aceh 
Pada abad ke-16 mundul Kerajaan Aceh. Kerajaan Aceh terletak di Kotaraja, Banda 
Aceh. Semula, Kerajaan Aceh hanyalah sebuah kerajaan kecil dibawah kekuasaan Kerajaan 
Pedir. Seiring dengan dikuasainya Malaka oleh portugis pada 1511, banyak ulama dan pejuang 
Islam di Kerajaan Malaka mencari suaka politik di Kerajaan Aceh ini. Dalam perkembangan 
berikutnya, Kerajaan Aceh menjadi sebuah kerajaan yang makin kuat karena didukung oleh 
banyak pejuang militant dan orang cerdik cendikia. 
Sultan Ali Mugayat Syah mulai menata pemerintahannya. Sultan Kerajaan Aceh yang 
sangat terkenal adalah Sultan Iskandar Muda yang berkuasa pada 1607-1636 m. pada masa 
Sultan Iskandar Muda inilah Kerajaan Aceh mencapai puncak kejayaannya. Wilayah kerajaan 
semakin luas yang mencapai semenanung Malaka seperti Kedah, Perak dan Pahang. Kehidupan 
rakyat makin makmur. Dakwah Islam makin giat dan pengalaman keagamaan rakyat makin 
meningkat. 
Sepeninggal Sultan Iskandar Muda pada 1636, Kerajaan Aceh diperintah oleh Sultan 
Iskandar Tsani,anaknya. Ternyata kepemimpinan Sultan Iskandar Tsani tak secakap bapaknya. 
Pemerintahan makin lama makin tidak efektif. Akibatnya pemerintah tak bisa memajukan 
kehidupan rakyat. Rakyat banyak yang tidak puas atas pemerintahan Sultan dan kerabatnya. 
Kndisi ini terus berlanjut sehingga kerajaan menadi sangat mundur. kondisi 
Kerajaan Aceh semakin melemah pada awal abad ke-17. Sejak itu, secara berangsur-angsur 
Kerajaan Aceh tidak bisa bertahan dan akhirnya hanya tinggal nama saja.
c. KeSultanan Siak Sri Indrapura 
Di daerah Riau sekarang pada 1723 M berdiri KeSultanan Islam Siak Sri Indrapura. 
KeSultanan ini didirikan oleh Abdul Jalil Rahmat Syah atau Raja Kecil, putra Sultan Mahmud 
II, penguasa Johor, Malaysia. KeSultanan ini menjadi pusat penyebaran Islam di Sumatera 
Timur. 
Abdul Jalil atau Raja Kecil digantikan oleh anaknya, Abdul Jalil Muzaffar Syah (1746-1760). 
Pada masa pemerintahan Abdul Jalil Muzaffar Syah ini, KeSultanan Siak melawan Belanda 
yang ingin memonopli perdagangan. KeSultanan Siak berhasil memenangkan peperangan ini dan 
dapat memaksa Belanda mundur dari wilayahnya. Akan tetapi, pada peperangan yang kedua 
pada 1858, KeSultanan Siak terpaksa menandatangani Traktat Siak. Isi Traktat sangat 
merugikan KeSultanan Siak. Sebagian isinya adalah bahwa Belanda mengakui otonomi 
KeSultanan Siak tapi Siak harus menyerahkan 12 daerah taklukannya. Sejak ditandatanganinya 
Traktat Siak ini berangsur-angsur KeSultanan Siak mengalami kemunduran. 
Sultan terakhir Siak adalah Syarif Qasim II, yang memerintah 1908-1946. Beliau mendirikan 
seklah dasar (HIS) pada 1915 untuk anak-anak pribumi tanpa membedakan status sosialnya dan 
Madrasah Al-Hasyimiyah (1917). Juga sekolah untuk perempuan Latfah School (1926) dan 
Madrasah An-Nisa (1929).Sultan Qasim II pada 1946 menyerahkan sepenuhnya daerah 
KeSultanannya kepada pemerintah Republik Indonesia. Atas jasanya nama Sultan Syarif Qasim 
II diabadikan menjadi nama IAIN Pekanbaru, Riau. 
2. Kerajaan Islam di Pulau Jawa 
a. KeSultanan Demak 
KeSultanan Islam pertama yang berdiri di pulau Jawa adalah KeSultanan Demak. 
KeSultanan Demak didirikan di Desa Glagah Wangi. Daerah ini terletak di tepi pantai utara 
pulau Jawa, sekarang termasuk wilayah kekuasaan Majapahit. 
Tokoh-tokoh yang sangat berjasa memperkenalkan Islam kepada orang Jawa adalah para 
Wali yang jumlahnya Sembilan (wali sanga). 
Salah satu murid Sunan Ampel adalah Raden Patah , anak Raja Majapahit (Brawijaya) 
dengan salah satu istrinya yang berasal dari Campa (sekarang di perbatasan Kamboja dan 
Vietnam) yang beragama Islam. Sebagai anak raja, Raden Patah diberi tanah jabatan di Desa 
Glagah Wangi. Pada waktu yang bersamaan, Kerajaan Majapahit makin lemah akibat 
pemberontakan terus-menerus yang dilakukan antara anak keturunan Prabu Hayam Wuruk. 
Dengan keadaan seperti ini, Raden Patah dengan dukungan para tokoh Islam yang sering 
dikenal dengan Wali Sanga, mendirikan Kerajaan Islam di tanah jabatannya tersebut. 
Kerajaan Demak makin hari makin kuat. Sebaliknya Kerajaan Majapahit makin lemah dan 
akhirnya hancur. Wilayah Kerajaan Demak terus meluas. Ke timur sampai Surabaya.
Ke barat sampai Banten. Ke selatan sampai Yogya dan Ponorogo. Bahkan kekuasaannya 
sampai menyebrang ke Palembang dan Banjarmasin. 
Wali Sanga mengajukan rencan dakwah Islam melalui pendekatan budaya, bukan dengan 
pendekatan militer atau kekerasan fisik. Seperti memasukkan ajaran Islam lewat dongeng-dongeng 
yang hidup di kalangan rakyat cerita seperti cerita Aji Saka, Dewa Suci, dan Amir 
Hamzah; mengisi ritual Hindu Buddha dengan inti ajaran tauhid tanpa mengubah bentuk 
luarnya seperti selamatan kematian 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari dan 1000 hari; menggunakan 
wayang sebagai sarana dakwah; menciptakan upacara-upacara Islam dengan corak jawa seperti 
Selikuran (peringatan Nuzulul Quran), Riyaya (salat Idhul Fitri), Grebeg Bakda (perayaan Idhul 
Fitri), Grebeg Besar (perayaan Idhul Adha), Grebeg Maulid (perayaan memperingati hari lahir 
Nabi Muhammad SAW); menciptakan karya seni Islam bercorak Jawa seperti gamelan, 
lagu/gending jawa, parikan, syair dll. 
Raden Patah digantikan oleh Adipati Unus yang dikenal dengan nama Patiunus, anaknya. 
Adipati Unus atau Patiunus adalah anak lelaki tertua Raden patah yang semula menabat 
sebagai Adipati/Bupati Jepara. Sebelum diangkat sebagai Sultan, Patiunus dikenal dengan 
julukan Pangeran Sabrang Lor karena sempat memimpin armada perang Demak ke Selat 
Malaka untuk menyerang portugis. Pangeran Sabrang Lor artinya pangeran berani menyebrangi 
laut Jawa untuk menyerang penguasa Kristen di Malaka. Peristiwa ini terjadi pada 1513 M. 
Portugis menjuluki Pangeran yang gagah berani ini dengan sebutan Ayam Jantan dari Selatan. 
Patiunus memerintah tak lama, hanya dua tahun. Takhta kerajaan lalu diperebutkan oleh 
kedua adiknya: Pangeran Seda Lepen dan Raden Trenggono. Anak Raden Trenggono, Sunan 
Prawoto, membunuh pamannya, Pangeran Seda Lepen. Dengan terbunuhnya Pangeran Seda 
Lepen, maka Raden Trenggono naik takhta menjadi Sultan Demak menggantikan Patiunus. 
Sultan Trenggono wafat ketika melakukan serangan ke Kerajaan Hindu, Blambangan. 
Baginda dibunuh oleh salah seorang pengawalnya yang berkhianat. Peristiwa ini terjadi pada 
tahun 1546 M. 
Wafatnya Sultan Trenggono secara mendadak tersebut, menimbulkan kekacauan di pusat 
pemerintahan. Arya Penangsang, anak Pangeran Seda Lepen, membunuh Sunan Prawoto, 
Sunan Prawoto adalah anak Sultan Trenggono yang dulu membunuh ayah Arya Penangsang. 
Perebutan kekuasaan ini akhirnya dimenagkan oleh menantu Sultang Trenggono yaitu Jaka 
Tingkir atau Adiwijaya. Dalam suatu pertempuran Adiwijaya berhasil membunuh Arya 
Penangsang. Dengan demikian, takhta kerajaan dipegang oleh Adiwijaya. 
Sultan Adiwijaya lalu memindahkan pusat KeSultanan ke Pajang. Pajang adalah tempat 
kedudukan Adiwijaya sebagai bupati sebelum dinobatkan sebagai Sultan. Pemindahan 
didasarkan pada pertimbangan pada masih kuatnya penentangan para pengikut Arya 
Penangsang dan sebagian penasihat agama, Wali Sanga, yang tidak setuu dengan pengangkatan 
Adiwijaya sebagai Sultan Demak.
b. KeSultanan Pajang 
KeSultanan Demak bercirikan budaya pesisiran yaitu lebih demokratis, tidak menciptakan 
hubungan bertingkat-tingkat antara satu status dengan status yang lain, lebih rasional, dan 
mengutamakan nilai Islam murni. Adapun KeSultanan Pajang lebih bercirikan budaya 
pertanian dan pedalaman. Ciri-cirinya adalah penuh dengan pandangan mistik, tidak rasional, 
menciptakan hubungan bertingakat antara rang penting dan tidak penting, feodalistik dll. 
Sultan Adiwijaya memerintah sampai dengan 1582 M. beliau menyerahkan kekuasaan 
kepada Aryo Pangiri, menantunya. Aryo Pangiri adalah anak Pangeran Prawoto atau cucu 
Sultan Trenggno. Aryo Pangiri lalu mengangkat Pangeran Benowo, anak Adiwijaya menjadi 
Bupati Jipang, sebuah wilayah di bawah KeSultanan Pajang. 
Pangerang Benowo sangat kecewa pada Aryo Pangiri karena hanya diangkat sebagai 
bupati. Pangeran Benowo merasa berhak menjabat sebagai Sultan menggantikan ayahnya. Ia 
lalu minta bantuan pada Sutawijaya, saudara angkatnya yang berkuasa di Mataram untuk 
melawan Aryo Pangiri. Duet Pangeran Benowo dan Sutawijaya akhirnya dapat mengalahkan 
Aryo Pangiri. 
Berikutnya, Sutawijaya mendominasi permerintahan Pajang. Ia memang lebih cakap dan 
lebih berani daripada Sultan Benowo yang lebih cenderung sebagai kiai/ulama. Menyadari 
kelemahannya, Sultan Benowo lalu mengundurkan diri dari kehidupan politik. Ia lalu menekuni 
profesi sebagai juru dakwah agama Islam. Ia menyerahkan takhta kepada Sutawijaya. 
Sutawijaya kemudian mengangkat Gagak Bening. Pajang akhirnya sepenuhnya dibawah kendali 
Mataram. 
c. KeSultanan Mataram 
KeSultanan Mataram didirikan oleh Senopati atau Sutawijaya pada 1582 M. Semula ia 
hanyalah bawahan Pajang. Ia diangkat oleh Sultan Adiwijaya untuk membina masyarakat di 
daerah Mataram. Setelah Adiwijaya wafat, ia menguasai Pajang. 
Sutawijaya membangun Kerajaan Mataram dari nol. Masa pemerintahannya disibukan oleh 
upaya menstabilkan pemerintahannya. Ia menghadapi perlawanan dari para bupati pesisir 
seperti Demak, Tuban, Pasuruan dan Surabaya. Akan tetapi, ia dapat menyelesaikan dengan 
baik kecuali Surabaya. 
Sutawijaya wafat pada 1601 M. ia digantikan oleh Mas Jolang atau Panembangan Krapyak, 
anaknya. Mas Jolang mewarisi pemerintahan yang belum stabil. Meskipun Madiun dan Kediri 
yang ikut memberontak sudah bisa ditundukan tetapi Surabaya belum mau tunduk. Ia sempat 
minta bantuan pada VOC, kongsi dagang Belanda di Batavia, untuk membantu menundukkan 
Surabaya tapi tidak mendapat tanggapan. 
Raden Mas Jolang/Panembangan Krapyak wafat pada 1613 M. ia digantikan oleh Sultan 
Agung Hanyakrakusuma. Sultan Agung berhasil membangun Mataram menjadi kerajaan besar 
yang stabil dan kuat. Ia dapat menundukkan Surabaya. Dengan demikian, seluruh wilayah 
Jawa bagian timur berada di bawah kekuasaannya.
Baginda mempunyai ambisi yang kuat untuk menguasai seluruh Jawa. Oleh karena itu, 
Sultan Agung ingin menundukkan Banten, KeSultanan yang masih merdeka, dan Batavia yang 
sudah dikuasai oleh Belanda melalui bendera VOC. 
Sultan Agung sangat benci pada VOC, karena VOC melakukan praktik monopoli 
perdagangan yang sangat merugikan Mataram dan rakyat pada umumnya. Oleh karena itu, 
Beliau bertekad mengusir VOC dari tanah Jawa. 
Pada 1628 pasukan Sultan Agung melancarkan serangan ke Batavia melalui darat. VOC 
sangat kewalahan atas serangan yang dilancarkan dari berbagai arah ini. J.P Coen, Gubernur 
Jendral VOC tewas dalam peristiwa ini. Belanda segera meminta bantuan tentara dari 
Maluku. Dengan pasukan yang lebih besar, Belanda dapat melancarkan serangan balik. 
Pasukan Mataram mundur ke daerah Bekasi. Akan tetapi, betapa terkejutnya mereka ketika 
mendapatkan cadangan berasnya telah terbakar habis. Tampaknya para penghianat telah 
membocorkan rencana ini kepada Belanda. Akibatnya tentara Mataram tidak bisa bertahan 
lama. Serangan pertama ini gagal. 
Sultan Agung tidak putus asa. Pada 1629 Sultan melancarkan serangan lagi kepada Belanda 
di Batavia. Belajar dari kegagalan serangan pertama, kali ini beliau membuat strategi baru. 
Tentara Mataram melancarkan serangan dari laut. Tampaknya Allah swt. Belum berkehendak 
memberi kemenangan pada pasukan Sultan Agung ini. Serangan kedua pun gagal. 
Setelah Sultan Agung wafat pada 1646 KeSultanan Mataram berangsur-angsur mengalami 
kemunduran. Hal ini terjadi karena adanya perabutan di kalangan istana dan campur tangan 
Belanda dalam pengangkatan Sultan. 
Sultan Agung berjasa dalam memadukan budaya Jawa dengan Islam. Kalender Jawa yang 
berdasarkan peredaran matahari diganti dengan dasar peredaran bulan (hijriah). Nama-nama 
bulan dan hari Jawa disesuaikan dengan nama bulan dan hari dalam penanggalan hijriah. Beliau 
menyalin kitab-kitab syariat ke dalam bahasa Jawa. Beliau juga membuat kesenian Jawa yang 
bernapaskan Islam. 
d. KeSultanan Cirebon dan Banten 
KeSultanan didirikan oleh Fatahillah. Fatahillah adalah panglima perang KeSultanan 
Demak. Ia juga menantu Sultan Trenggono. Saat Sultan Trenggono berkuasa di Demak, ia 
memerintahkan Fatahillah menyebarkan Islam kea rah barat pulau Jawa disamping untuk 
membendung pengaruh portugis yang sudah menjalin kerja sama dengan kerajaan Hindu 
Pajajaran. Hal ini harus dilakukan karena pada 1522 Portugis telah datang di Pajajaran di 
bawah pimpinan Henrique Leme mengajak kerja sama perdagangan dan membendung pengaruh 
Islam Demak. 
Pada 1526 Demak mengirimkan pasukan ke Cirebon dan Banten di bawah pimpinan 
Fatahillah. Cirebon dan Banten dapat ditakhlukan dalam waktu singkat karena mendapat 
bantuan dari masyarakat yang sudah memeluk Islam.
Ia kemudian melancarkan serangan kepada Portugis yang menguasai pelabuhan Sunda 
Kelapa. Pada 22 Juni 1527 pasukan Fatahillah dapat mengalahkan pasukan Portugis yang 
dipimpin oleh Francisco de Sa. Nama Sunda Kelapa lalu diubah menjadi Jayakarta, yang 
artinya kota kemenangan. 
Fatahillah kemudian menjadi Sultan Cirebon. Akan tetapi, setelah berusia 60 tahun 
Beliau lebih banyak mencurahkan perhatian pada kegiatan dakwah Islam. Beliau wafat dalam 
usia 80 tahun dan dimakamkan di Gunung Jati Cirebon. 
Adapun KeSultanan Banten mengalami banyak kemajuan. Pada masa pemerintahan Sultan 
Ageng Tirtayasa, Banten mencapai puncak kejayaannya. Sultan Ageng sangat berkeinginan 
mengusir Belanda dari Batavia yang sejak 1602 berhasil merebut Jayakarta dan mengubahnya 
menjadi Batavia. Sultan sangat tidak senang pada Belanda karena memaksakan system 
monopoli perdagangan. 
Di pihak lain, Belanda juga ingin menaklukan Sultan Ageng karena menolak monopoli 
perdagangan. Demi mencapai maksud ini, Belanda melakukan plitik DEVIDE ET IMPERA, adu 
domba lalu kuasai. Belanda lalu merayu Sultan Hai, anak Sultan Ageng Tirtayasa untuk 
melawan ayahnya dengan imbalan akan dinaikkan takhta. Sultan Haji terbujuk rayuan Belanda 
tersebut. Ia lalu memberontak kepada ayahnya sendiri dengan bantuan Belanda. Sultan Ageng 
menyerah dan ditangkap oleh Belanda. Beliau lalu dibawa ke Batavia dan meninggal di sana 
pada 1680 M. 
3. Kerajaan Islam di Pulau Sulawesi 
Di Sulawesi juga berdiri beberapa KeSultanan Islam pada abad ke-16. KeSultanan Islam 
yang terkenal adalah Goa dan Tallo. Orang menyebutnya sebagai KeSultanan Makassar. 
Disamping kedua KeSultanan tersebut juga ada KeSultanan Bone, Wajo, Soppeng dan Lawu. 
KeSultanan Goa dan Tallo adalah KeSultanan merdeka dan makmur. Keduanya 
menjalankan politik bebas artinya bebas berhubungan dengan pihak manapun atas dasar 
kerjasama yang saling menguntungkan. Oleh karena itu, mereka menolak kerjasama dengan 
Belanda yang hendak memaksakan system monopoli perdagangan. Sultan Alaudin dari Goa 
menolak dengan keras maksud Belanda tersebut. 
Pada 1639 M Sultan Alaudin wafat. KeSultanan diteruskan leh anaknya, Muhammad Said. 
Sultan Muhammad Said meneruskan kebijakan ayahnya yang tidak mau bekerja sama dengan 
Belanda. Pada 1653 M Sultan Muhammad Said wafat. Beliau digantikan oleh putranya, 
Hasanudin. Dalam menghadapi Belanda sikap Sultan Hasanudin sama dengan sikap ayah dan 
kakeknya, yaitu sama-sama anti-Belanda. Bahkan sikap Sultan Hasanudin lebih tegas lagi. 
Sultan Hasanudin menyerang benteng Belanda. 
Menghadapi serangan Sultan Hasanudin, Belanda sangat kewalahan. Armada lautnya 
kocar kacir. Pasukannya banyak yang terbunuh dalam peperangan laut. Melihat keberanian
dan kegigihan Sultan Hasanudin demikian, Belanda member julukan kepadanya sebagai de 
Haav van de Osten, artinya Ayam Jantan dari Timur. 
Untuk menghadapi perlawanan Hasanudin yang gigih tersebut Belanda menggunakan 
politik adu domba, devide et impera. Belanda membujuk Raja Bone, Aru Palaka agar 
menyerang Makassar. Aru Palaka termakan bujuk rayu Belanda tersebut. Ia akhirnya 
menyerang Makassar dengan bantuan Belanda. 
Aru Palaka mau menyerang Makassar karena dendam dan ambisi pribadi. Aru Palaka dan 
Hasanudin adalah raja yang saling bersaing pengaruh dan berambisi memperluas kekuasaan. 
Dalam persaingan tersebut Hasanudin lah yang menang. Aru Palaka dijadikan bawahan 
Hasanudin. Tampaknya Aru Palaka tidak menerima perlakuan Hasanuddin terhadap dirinya 
dan rakyat Bone yang pernah dijadikan pekerja untuk membangun benteng di Makassar. 
Kali ini Hasanudin kewalahan menghadapi pasukan gabungan, Bone dan Belanda. Pasukan 
Hasanudin makin terdesak dan akhirnya menyerah. Belanda kemudian memaksa Hasanudin 
untuk menandatangani perjanjian yang terkenal dengan Perjanjian Bongaya. Isinya antara lain, 
Makassar tidak boleh berhubungan dengan bangsa asing kecuali Belanda untuk urusan 
perdagangan dan mengakui kekuasaan VOC di Makassar. 
4. Kerajaan Islam di Kepulauan Maluku 
KeSultanan yang terkenal adalah Ternate dan Tidore. Di samping itu masih ada beberapa 
keSultanan kecil yaitu Obi, Bacan, Halmahera dan Makyan. 
KeSultanan Ternate dan Tidore adalah dua keSultanan yang makmur. Keduanya aktif 
dalam mengembangkan dakwah Islam. Ketenangan dan ketentraman Ternate dan Tidore 
terusik ketika bangsa barat datang ke wilayah ini. Bangsa Eropa yang pertama kali datang ke 
wilayah Maluku adalah Portugis dan spanyol.bangsa Portugis dan spanyol adalah bangsa yang 
pernah dijajah oleh orang Islam Arab pada abad ke-8 sampai dengan abad ke-15. Ketika 
Portugis dan spanyol menjumpai Islam di Maluku maka sikap dendam dan permusuhannya 
muncul. 
Jika Belanda dan Inggris lebih dimotivasi mencari rempah-rempah demi mendapatkan 
keuntungan ekonomi yang besar, Portugis dan Spanyol membawa semboyan Gold, Glory and 
Gospel atau Emas, Kejayaan, dan Agama. Artinya Portugis dan Spanyol dalam mencari dunia 
baru ke Timur membawa misi: mencari emas atau uang sebanyak-banyaknya, mendapatkan 
kemasyhuran sebagai bangsa hebat tak terkalahkan, dan menyebarkan ajaran agama Kristen. 
Di Maluku, Portugis mendekati Ternate sedangkan Spanyol mendekati Tidore. Di sini 
Portugis dan Spanyol terlibat bersekongkol untuk membuat kedua keSultanan ini berperang. 
Portugis seolah membantu Ternate dan Spanyol juga seola-olah membantu Tidore. Peperangan 
antara kedua keSultanan tersebut membuat keduanya lemah. Akhirnya kedua keSultanan 
tersebut masing-masing tergantung pada Portugis dan Spanyol: Ternate pada Portugis dan 
Tidore pada Spanyol.
Sultan Hairun, penguasa Ternate tidak dapat menerima sikap Portugis yang ikut campur 
terhadap kebijakan Ternate. Sultan Hairun akhirnya melawan Portugis. Pasukan Ternate yang 
dibantu oleh rakyat dapat mendesak Portugis. Dalam kondisi terdesak Portugis minta 
diadakan perundingan di benteng Sao Paulo. Akhirnya keduanya sepakat untuk berunding. 
Delegasi Ternate dipimpin langsung oleh Sultan Hairun sedangkan delegasi Portugis dipimpin 
oleh Gubernur Portugis di Maluku, De Mosqitar. Akan tetapi, ketika perundingan tengah 
berlangsung tiba-tiba masuk pasukan Portugis dan menangkap Sultan Hairun lalu 
membunuhnya. 
Perbuatan Portugis tersebut membuat marah seluruh rakyat Maluku. Putra Sultan 
Hairun, Sultan Baabullah melawan Portugis mati-matian. Rakyat Ternate membantu Sultan 
dengan semangat yang menyala-nyala. Bahkan Sultan Nuku dari Tidore yang pernah angkat 
senjata melawan Ternate akibat provokasi Spanyol kali ini membantu Ternate melawan 
Portugis. Dengan adanya perlawanan serempak dari seluruh rakyat Maluku akhirnya Portugis 
hengkang dari Maluku.
TUGAS AGAMA 
PERKEMBANGAN ISLAM DI 
NUSANTARA 
B 
A 
B 
7 
Disusun oleh: 
Nama : Fajar Rian Wulandari 
Kelas : IX-C 
No.absen : 09

More Related Content

PPT
Cara cara dakwah di nusantara
PPTX
Sejarah : Perkembangan agama islam di nusantara
PPTX
Sejarah XI - Pengaruh Penyebaran Islam
PPT
kedatangan islam di nusantara
PPT
Bab 3 pengaruh islam di indo
PPTX
Perkembangan dan masuknya agama islam di Indonesia
PPTX
Sejarah islam di nusantara
PPTX
Faktor Islam Cepat Berkembang di Indonesia
Cara cara dakwah di nusantara
Sejarah : Perkembangan agama islam di nusantara
Sejarah XI - Pengaruh Penyebaran Islam
kedatangan islam di nusantara
Bab 3 pengaruh islam di indo
Perkembangan dan masuknya agama islam di Indonesia
Sejarah islam di nusantara
Faktor Islam Cepat Berkembang di Indonesia

What's hot (20)

PPTX
Sejarah islam di indonesia
PPTX
Sejarah tentang islam masuk ke indonesia
PPTX
Ppt sejarah bab 4 sma x wajib
PDF
Rahmat islam bagi nusantara
PPTX
Strategi Dakwah Para Mubalig Dalam Penyebaran Islam di Indonesia
DOC
BAB VI MATERI PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSANTARA
DOCX
Perkembangan Islam di Indonesia
DOC
Sejarah kerajaan islam
PPT
Perkembangan Islam Di Indonesia
PPTX
Perkembangan islam di indonesia
PPTX
Sejarah masuknya islam di indonesia
DOCX
RAHMAD ISLAM BAGI NUSANTARA
PPTX
Proses masuknya islam ke indonesia
PPTX
Perkembangan islam di indonesia
PPTX
Proses masuknya islam ke indonesia (SMAN 19 SURABAYA)
PPTX
Ppt blog tekpend
DOC
Pengaruh islam di alam melayu
DOCX
Sejarah singkat masuknya islam di indonesia
PDF
Bab3 tamadun melayu
PPT
Teori kedatangan Islam ke Tanah Melayu
Sejarah islam di indonesia
Sejarah tentang islam masuk ke indonesia
Ppt sejarah bab 4 sma x wajib
Rahmat islam bagi nusantara
Strategi Dakwah Para Mubalig Dalam Penyebaran Islam di Indonesia
BAB VI MATERI PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSANTARA
Perkembangan Islam di Indonesia
Sejarah kerajaan islam
Perkembangan Islam Di Indonesia
Perkembangan islam di indonesia
Sejarah masuknya islam di indonesia
RAHMAD ISLAM BAGI NUSANTARA
Proses masuknya islam ke indonesia
Perkembangan islam di indonesia
Proses masuknya islam ke indonesia (SMAN 19 SURABAYA)
Ppt blog tekpend
Pengaruh islam di alam melayu
Sejarah singkat masuknya islam di indonesia
Bab3 tamadun melayu
Teori kedatangan Islam ke Tanah Melayu
Ad

Viewers also liked (20)

DOCX
Perkembangan peradaban islam di indonesia pada masa penjajahan barat dan penj...
DOCX
Perkembangan islam di nusantara
PPTX
My weekend at prssa 2014 national assembly
DOCX
PDF
Goal worksheet
PPTX
տետր
PDF
elective_marketing_aCipolla_3EMBAPT
TXT
장기렌트카 곤명골프비교
DOCX
Mapas mentales 3
PDF
2015 年のビジネスインテリジェンスにおけるトップ 10 のトレンド
PPTX
Pengembanan hukum teoretikal
TXT
강원도팬션 국제항공권할인
PPT
介绍 上海市级控平台实现
TXT
추석여행 호텔벤허
PPTX
Detection of and response to Online Users' Emotion
PPTX
Why a yorkie is right for me
PPTX
Уладзімір Цюлькоў – “Музей культуры і побыту”
PDF
Summer'16 Apex Code
PDF
Ashutosh rubber-pvt-ltd
Perkembangan peradaban islam di indonesia pada masa penjajahan barat dan penj...
Perkembangan islam di nusantara
My weekend at prssa 2014 national assembly
Goal worksheet
տետր
elective_marketing_aCipolla_3EMBAPT
장기렌트카 곤명골프비교
Mapas mentales 3
2015 年のビジネスインテリジェンスにおけるトップ 10 のトレンド
Pengembanan hukum teoretikal
강원도팬션 국제항공권할인
介绍 上海市级控平台实现
추석여행 호텔벤허
Detection of and response to Online Users' Emotion
Why a yorkie is right for me
Уладзімір Цюлькоў – “Музей культуры і побыту”
Summer'16 Apex Code
Ashutosh rubber-pvt-ltd
Ad

Similar to Perkembangan Islam di Nusantara (20)

DOCX
Kerajaan2 islam indonesia
PPTX
Indonesia pada masa kerajaan islam
DOCX
Kerajaan islam di nusantara
PPTX
Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara
PPTX
Perkembangan dakwah islam
PPTX
power point sejarah kebudayaan islam kelas 12
PPTX
Kel. 1 kerajaan Islam di Nusantara .pptx
PPTX
Materi pembelajaran untuk kelas 7 (4).pptx
PDF
Penjelasan SIAT. Fix.pdf
PPTX
Materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)SKI MTs Kelas IX - BAB 2.pptx
PPTX
Kerajaan Islam di Jawaaaaaaaaaaaaaa.pptx
PPTX
proses proses masuknya islam diindonesia dan kerajaan kerajaan islam di indon...
DOCX
Kerajaan islam kampus bit
PPTX
sejarah perkembangan kerajaan-kerajaan islam di indonesia
PPTX
Kerajaan islam di nusantara
DOCX
Kerajaan islam di indonesia
PPTX
Perkembangan Kerajaan Islam
PPT
Sejarah kerajaan islam di indonesia
DOCX
Makalah spi kerajaan islam sebelum penjajahan belanda
PPTX
Kerajaan Islam di indonesia
Kerajaan2 islam indonesia
Indonesia pada masa kerajaan islam
Kerajaan islam di nusantara
Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara
Perkembangan dakwah islam
power point sejarah kebudayaan islam kelas 12
Kel. 1 kerajaan Islam di Nusantara .pptx
Materi pembelajaran untuk kelas 7 (4).pptx
Penjelasan SIAT. Fix.pdf
Materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)SKI MTs Kelas IX - BAB 2.pptx
Kerajaan Islam di Jawaaaaaaaaaaaaaa.pptx
proses proses masuknya islam diindonesia dan kerajaan kerajaan islam di indon...
Kerajaan islam kampus bit
sejarah perkembangan kerajaan-kerajaan islam di indonesia
Kerajaan islam di nusantara
Kerajaan islam di indonesia
Perkembangan Kerajaan Islam
Sejarah kerajaan islam di indonesia
Makalah spi kerajaan islam sebelum penjajahan belanda
Kerajaan Islam di indonesia

More from Fajar Rian Wulandari (19)

PPTX
Presentasi 12 September 2023.pptx
PPTX
Hunian Tradisional Pada Masa Premodern di Nusantara
PPTX
Kebayoran Baru and New City Development
DOCX
Rainwater Harvesting di Daerah Karst sebagai Solusi atas Masalah Kesulitan Ai...
DOCX
Pengaruh dari Keberlanjutan Program Satu Juta Rumah
DOCX
Analisis Perbandingan Tingkat Keefektifan Sistem Kebijakan yang Mendorong In...
DOCX
Menjual Prinsip Gestalt : Menarik Perhatian Penggemar Melalui Persepsi Visual...
DOCX
Reorganize : Memanfaatkan Metode Subtract pada Gambar Pixelate
DOCX
Sandbag Shelter Pemenang Aga Khan Award periode 2002-2004
DOCX
High Rise-Vertical Housing Hunian Vertikal Bertingkat Tinggi yang Ada di Ind...
DOCX
Rumah Minimum Perkotaan
DOCX
Pengalaman Akustik di Masjid Agung At-Tin
DOCX
Laporan Studi Ekologi Perkotaan di Kelurahan Pinang Ranti
DOCX
Menganalisis Novel tahun 20-30 an
DOCX
Naskah Drama
PPTX
Pranata Politik
DOCX
MACAM-MACAM TENSES
PPTX
Plkj _ Penyalahgunaan Zat
PPTX
Sejarah Musik Jazz
Presentasi 12 September 2023.pptx
Hunian Tradisional Pada Masa Premodern di Nusantara
Kebayoran Baru and New City Development
Rainwater Harvesting di Daerah Karst sebagai Solusi atas Masalah Kesulitan Ai...
Pengaruh dari Keberlanjutan Program Satu Juta Rumah
Analisis Perbandingan Tingkat Keefektifan Sistem Kebijakan yang Mendorong In...
Menjual Prinsip Gestalt : Menarik Perhatian Penggemar Melalui Persepsi Visual...
Reorganize : Memanfaatkan Metode Subtract pada Gambar Pixelate
Sandbag Shelter Pemenang Aga Khan Award periode 2002-2004
High Rise-Vertical Housing Hunian Vertikal Bertingkat Tinggi yang Ada di Ind...
Rumah Minimum Perkotaan
Pengalaman Akustik di Masjid Agung At-Tin
Laporan Studi Ekologi Perkotaan di Kelurahan Pinang Ranti
Menganalisis Novel tahun 20-30 an
Naskah Drama
Pranata Politik
MACAM-MACAM TENSES
Plkj _ Penyalahgunaan Zat
Sejarah Musik Jazz

Recently uploaded (20)

PPTX
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
PDF
Stop Bullying NO Bully in school SMA .pdf
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Fisika Kelas XII SMA Terbaru 2025
PDF
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 3 (Proxmox VE 9.0).pdf
PPTX
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PPTX
ppt_Pembelajaran_Koding_dan_Kecerdasan_Artifisial_(KKA).pptx
PPTX
8-Bahan Paparan Smart ASN Latsar CPNS agenda III
DOCX
Daftar Judul Paper Artificial Intelligence in Information System
PPTX
Penguatan Pertemuan1 OJT koding dan kecerdasan artificial
PPTX
Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Leaning
PPT
Tugas Modul 1.Konsep Pola Pikir Bertumbuh.ppt
PDF
Materi Pendidikan Agama Islam - Kelas 11 SMA - Berpikir Kritis dan Mengembang...
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
PDF
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
PPTX
893548301-Panduan-Kokurikuler-Tahun_2025.pptx
PPTX
bahan FGD_Kebijakan Pembelajaran Penilaian.pptx
PDF
Materi Pendidikan Agama Islam - Kelas 12 SMA - Cabang Iman: Keterkaitan antar...
PPT
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
PPTX
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
Stop Bullying NO Bully in school SMA .pdf
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Fisika Kelas XII SMA Terbaru 2025
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 3 (Proxmox VE 9.0).pdf
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
ppt_Pembelajaran_Koding_dan_Kecerdasan_Artifisial_(KKA).pptx
8-Bahan Paparan Smart ASN Latsar CPNS agenda III
Daftar Judul Paper Artificial Intelligence in Information System
Penguatan Pertemuan1 OJT koding dan kecerdasan artificial
Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Leaning
Tugas Modul 1.Konsep Pola Pikir Bertumbuh.ppt
Materi Pendidikan Agama Islam - Kelas 11 SMA - Berpikir Kritis dan Mengembang...
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
893548301-Panduan-Kokurikuler-Tahun_2025.pptx
bahan FGD_Kebijakan Pembelajaran Penilaian.pptx
Materi Pendidikan Agama Islam - Kelas 12 SMA - Cabang Iman: Keterkaitan antar...
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah

Perkembangan Islam di Nusantara

  • 1. PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSANTARA Islam masuk ke nusantara melalui pedagang Arab, Gujarat, dan China. Sejak abad ke-8 orang Arab sudah berlalu lalang melakukan kegiatan perdagangan ke India dan China. Dalam perjalanannya menuju China seringkali mereka singgah beberapa bulan di Indonesia. Pada abad ke-15 pedagang Islam dari Gujarat, India Selatan meramaikan kegiatan ini. Di samping pedagang dari Arab dan Gujurat, pedagang muslim dari China juga ikut datang ke Indonesia. Dalam melakukan usaha perdagangan menuju China dan sebaliknya tersebut, mereka selalu melewati perairan Malaka. Berdasarkan catatan Ibnu Batutah, musafir asal maroko, pada abad ke-13terdapat pemukiman orang-orang islam di Perlak dan Samudra Pasai di timur laut pantai Sumatra. Hal ini menunjukkan bukti bahwa telah terjadi pengislaman secara alamiah pada penduduk Indonesia melalui kegiatan perdagangan. Proses pengislaman orang-orang Indonesia tersebut tidak dilakukan melalui peperangan dan atau penaklukan oleh pasukan islam dari luar Indodesia tapi melalui jaringan perdagangan. Para pedagang Muslim, di samping berdagang juga berdakwah. Disela-sela transaksi dagang, mereka mengajak kolega-olega dagangnya untuk memeluk agama Islam. Dengan ajakan yang penuh hikmah dan teladan yang baik, banyak teman dagangnya beserta keluarganya dan orang-orang di sekitarnya mau memelu agama Islam secara suka cita dan suka cita. Secara umum proses pengislaman bangsa Indonesia dilaukan melalui cara-cara sebagai berikut. 1. Melalui ajakan 2. Melalui perkawinan 3. Melalui pendirian lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren, meunasah, surau dan lain-lain 4. Melalui kegiatan budaya 5. Melalui pendirian KeSultanan Islam oleh penduduk asli Masuknya Islam di Indonesia dipercepat dengan berdirinya KeSultanan-KeSultanan Islam di Indonesia. 1. Kerajaan Islam di Pulau Sumatera a. KeSultanan Samudra Pasai Kerajaan Samudra Pasai adalah kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kerajaan Samudra Pasai berdiri pada abad ke-13, tepatnya pada 1285 M. kerajaan ini terletak di Pasai, Lhokseumawe, pantai timur laut Sumatra di ujung utara. Kerajaan Samudra Pasai didirikan oleh seorang Laksamana Angkatan Laut dari Mesir bernama Nazimuddin Al-Kamil. Ia lalu mengangkat Marah Silu sebagai Sultan pertama. Setelah dilantik sebagai Sultan, Marah Silu bergelar Sultan Malik As-Saleh.
  • 2. Sepeninggal Sultan Malik As-Saleh, Kerajaan Samudra Pasai diteruskan oleh Sultan Malik Tahir,anaknya. Sultan Malik Tahir adalah Sultan yang taat beragama dan giat berdakwah. Baginda membangun masid dan banyak meunasah/surau di seluruh pelosok negeri. Dengan demikian, Islam tersebar sampai ke desa-desa. Pada masa pemerintahan Sultan Malik Tahir inilah Kerajaan Samudra Pasai mengalami kejayaan. Rakyat mengalami kemakmuran dan kehidupan beragama semarak. Setelah Sultan Malik Tahir meninggal, Kerajaan Samudra Pasai diteruskan oleh Zainal Abidin,anaknya. Pada masa pemerintahan Zainal Abidin, Kerajaan Samudra Pasai mengalami kemunduran. Hal ini terjadi karena adanya persaingan diantara keluarga istana yang menyebabkan salah urus pemerintahan. Akibatnya pemerintah pusat menjadi lemah yang akhirnya mendrong daerah-daerah di bawak kekuasaan Kerajaan Samudra Pasai berusaha melepaskan diri dengan cara melakukan pemberontakan. Di samping itu, juga terjadi serangan dari Majapahit yang melakukan politik perluasan wilayah ke seluruh Nusantara. Pada abad ke- 15 nama Kerajaan Samudra Pasai sudah tidak terdengar lagi. b. KeSultanan Aceh Pada abad ke-16 mundul Kerajaan Aceh. Kerajaan Aceh terletak di Kotaraja, Banda Aceh. Semula, Kerajaan Aceh hanyalah sebuah kerajaan kecil dibawah kekuasaan Kerajaan Pedir. Seiring dengan dikuasainya Malaka oleh portugis pada 1511, banyak ulama dan pejuang Islam di Kerajaan Malaka mencari suaka politik di Kerajaan Aceh ini. Dalam perkembangan berikutnya, Kerajaan Aceh menjadi sebuah kerajaan yang makin kuat karena didukung oleh banyak pejuang militant dan orang cerdik cendikia. Sultan Ali Mugayat Syah mulai menata pemerintahannya. Sultan Kerajaan Aceh yang sangat terkenal adalah Sultan Iskandar Muda yang berkuasa pada 1607-1636 m. pada masa Sultan Iskandar Muda inilah Kerajaan Aceh mencapai puncak kejayaannya. Wilayah kerajaan semakin luas yang mencapai semenanung Malaka seperti Kedah, Perak dan Pahang. Kehidupan rakyat makin makmur. Dakwah Islam makin giat dan pengalaman keagamaan rakyat makin meningkat. Sepeninggal Sultan Iskandar Muda pada 1636, Kerajaan Aceh diperintah oleh Sultan Iskandar Tsani,anaknya. Ternyata kepemimpinan Sultan Iskandar Tsani tak secakap bapaknya. Pemerintahan makin lama makin tidak efektif. Akibatnya pemerintah tak bisa memajukan kehidupan rakyat. Rakyat banyak yang tidak puas atas pemerintahan Sultan dan kerabatnya. Kndisi ini terus berlanjut sehingga kerajaan menadi sangat mundur. kondisi Kerajaan Aceh semakin melemah pada awal abad ke-17. Sejak itu, secara berangsur-angsur Kerajaan Aceh tidak bisa bertahan dan akhirnya hanya tinggal nama saja.
  • 3. c. KeSultanan Siak Sri Indrapura Di daerah Riau sekarang pada 1723 M berdiri KeSultanan Islam Siak Sri Indrapura. KeSultanan ini didirikan oleh Abdul Jalil Rahmat Syah atau Raja Kecil, putra Sultan Mahmud II, penguasa Johor, Malaysia. KeSultanan ini menjadi pusat penyebaran Islam di Sumatera Timur. Abdul Jalil atau Raja Kecil digantikan oleh anaknya, Abdul Jalil Muzaffar Syah (1746-1760). Pada masa pemerintahan Abdul Jalil Muzaffar Syah ini, KeSultanan Siak melawan Belanda yang ingin memonopli perdagangan. KeSultanan Siak berhasil memenangkan peperangan ini dan dapat memaksa Belanda mundur dari wilayahnya. Akan tetapi, pada peperangan yang kedua pada 1858, KeSultanan Siak terpaksa menandatangani Traktat Siak. Isi Traktat sangat merugikan KeSultanan Siak. Sebagian isinya adalah bahwa Belanda mengakui otonomi KeSultanan Siak tapi Siak harus menyerahkan 12 daerah taklukannya. Sejak ditandatanganinya Traktat Siak ini berangsur-angsur KeSultanan Siak mengalami kemunduran. Sultan terakhir Siak adalah Syarif Qasim II, yang memerintah 1908-1946. Beliau mendirikan seklah dasar (HIS) pada 1915 untuk anak-anak pribumi tanpa membedakan status sosialnya dan Madrasah Al-Hasyimiyah (1917). Juga sekolah untuk perempuan Latfah School (1926) dan Madrasah An-Nisa (1929).Sultan Qasim II pada 1946 menyerahkan sepenuhnya daerah KeSultanannya kepada pemerintah Republik Indonesia. Atas jasanya nama Sultan Syarif Qasim II diabadikan menjadi nama IAIN Pekanbaru, Riau. 2. Kerajaan Islam di Pulau Jawa a. KeSultanan Demak KeSultanan Islam pertama yang berdiri di pulau Jawa adalah KeSultanan Demak. KeSultanan Demak didirikan di Desa Glagah Wangi. Daerah ini terletak di tepi pantai utara pulau Jawa, sekarang termasuk wilayah kekuasaan Majapahit. Tokoh-tokoh yang sangat berjasa memperkenalkan Islam kepada orang Jawa adalah para Wali yang jumlahnya Sembilan (wali sanga). Salah satu murid Sunan Ampel adalah Raden Patah , anak Raja Majapahit (Brawijaya) dengan salah satu istrinya yang berasal dari Campa (sekarang di perbatasan Kamboja dan Vietnam) yang beragama Islam. Sebagai anak raja, Raden Patah diberi tanah jabatan di Desa Glagah Wangi. Pada waktu yang bersamaan, Kerajaan Majapahit makin lemah akibat pemberontakan terus-menerus yang dilakukan antara anak keturunan Prabu Hayam Wuruk. Dengan keadaan seperti ini, Raden Patah dengan dukungan para tokoh Islam yang sering dikenal dengan Wali Sanga, mendirikan Kerajaan Islam di tanah jabatannya tersebut. Kerajaan Demak makin hari makin kuat. Sebaliknya Kerajaan Majapahit makin lemah dan akhirnya hancur. Wilayah Kerajaan Demak terus meluas. Ke timur sampai Surabaya.
  • 4. Ke barat sampai Banten. Ke selatan sampai Yogya dan Ponorogo. Bahkan kekuasaannya sampai menyebrang ke Palembang dan Banjarmasin. Wali Sanga mengajukan rencan dakwah Islam melalui pendekatan budaya, bukan dengan pendekatan militer atau kekerasan fisik. Seperti memasukkan ajaran Islam lewat dongeng-dongeng yang hidup di kalangan rakyat cerita seperti cerita Aji Saka, Dewa Suci, dan Amir Hamzah; mengisi ritual Hindu Buddha dengan inti ajaran tauhid tanpa mengubah bentuk luarnya seperti selamatan kematian 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari dan 1000 hari; menggunakan wayang sebagai sarana dakwah; menciptakan upacara-upacara Islam dengan corak jawa seperti Selikuran (peringatan Nuzulul Quran), Riyaya (salat Idhul Fitri), Grebeg Bakda (perayaan Idhul Fitri), Grebeg Besar (perayaan Idhul Adha), Grebeg Maulid (perayaan memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW); menciptakan karya seni Islam bercorak Jawa seperti gamelan, lagu/gending jawa, parikan, syair dll. Raden Patah digantikan oleh Adipati Unus yang dikenal dengan nama Patiunus, anaknya. Adipati Unus atau Patiunus adalah anak lelaki tertua Raden patah yang semula menabat sebagai Adipati/Bupati Jepara. Sebelum diangkat sebagai Sultan, Patiunus dikenal dengan julukan Pangeran Sabrang Lor karena sempat memimpin armada perang Demak ke Selat Malaka untuk menyerang portugis. Pangeran Sabrang Lor artinya pangeran berani menyebrangi laut Jawa untuk menyerang penguasa Kristen di Malaka. Peristiwa ini terjadi pada 1513 M. Portugis menjuluki Pangeran yang gagah berani ini dengan sebutan Ayam Jantan dari Selatan. Patiunus memerintah tak lama, hanya dua tahun. Takhta kerajaan lalu diperebutkan oleh kedua adiknya: Pangeran Seda Lepen dan Raden Trenggono. Anak Raden Trenggono, Sunan Prawoto, membunuh pamannya, Pangeran Seda Lepen. Dengan terbunuhnya Pangeran Seda Lepen, maka Raden Trenggono naik takhta menjadi Sultan Demak menggantikan Patiunus. Sultan Trenggono wafat ketika melakukan serangan ke Kerajaan Hindu, Blambangan. Baginda dibunuh oleh salah seorang pengawalnya yang berkhianat. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1546 M. Wafatnya Sultan Trenggono secara mendadak tersebut, menimbulkan kekacauan di pusat pemerintahan. Arya Penangsang, anak Pangeran Seda Lepen, membunuh Sunan Prawoto, Sunan Prawoto adalah anak Sultan Trenggono yang dulu membunuh ayah Arya Penangsang. Perebutan kekuasaan ini akhirnya dimenagkan oleh menantu Sultang Trenggono yaitu Jaka Tingkir atau Adiwijaya. Dalam suatu pertempuran Adiwijaya berhasil membunuh Arya Penangsang. Dengan demikian, takhta kerajaan dipegang oleh Adiwijaya. Sultan Adiwijaya lalu memindahkan pusat KeSultanan ke Pajang. Pajang adalah tempat kedudukan Adiwijaya sebagai bupati sebelum dinobatkan sebagai Sultan. Pemindahan didasarkan pada pertimbangan pada masih kuatnya penentangan para pengikut Arya Penangsang dan sebagian penasihat agama, Wali Sanga, yang tidak setuu dengan pengangkatan Adiwijaya sebagai Sultan Demak.
  • 5. b. KeSultanan Pajang KeSultanan Demak bercirikan budaya pesisiran yaitu lebih demokratis, tidak menciptakan hubungan bertingkat-tingkat antara satu status dengan status yang lain, lebih rasional, dan mengutamakan nilai Islam murni. Adapun KeSultanan Pajang lebih bercirikan budaya pertanian dan pedalaman. Ciri-cirinya adalah penuh dengan pandangan mistik, tidak rasional, menciptakan hubungan bertingakat antara rang penting dan tidak penting, feodalistik dll. Sultan Adiwijaya memerintah sampai dengan 1582 M. beliau menyerahkan kekuasaan kepada Aryo Pangiri, menantunya. Aryo Pangiri adalah anak Pangeran Prawoto atau cucu Sultan Trenggno. Aryo Pangiri lalu mengangkat Pangeran Benowo, anak Adiwijaya menjadi Bupati Jipang, sebuah wilayah di bawah KeSultanan Pajang. Pangerang Benowo sangat kecewa pada Aryo Pangiri karena hanya diangkat sebagai bupati. Pangeran Benowo merasa berhak menjabat sebagai Sultan menggantikan ayahnya. Ia lalu minta bantuan pada Sutawijaya, saudara angkatnya yang berkuasa di Mataram untuk melawan Aryo Pangiri. Duet Pangeran Benowo dan Sutawijaya akhirnya dapat mengalahkan Aryo Pangiri. Berikutnya, Sutawijaya mendominasi permerintahan Pajang. Ia memang lebih cakap dan lebih berani daripada Sultan Benowo yang lebih cenderung sebagai kiai/ulama. Menyadari kelemahannya, Sultan Benowo lalu mengundurkan diri dari kehidupan politik. Ia lalu menekuni profesi sebagai juru dakwah agama Islam. Ia menyerahkan takhta kepada Sutawijaya. Sutawijaya kemudian mengangkat Gagak Bening. Pajang akhirnya sepenuhnya dibawah kendali Mataram. c. KeSultanan Mataram KeSultanan Mataram didirikan oleh Senopati atau Sutawijaya pada 1582 M. Semula ia hanyalah bawahan Pajang. Ia diangkat oleh Sultan Adiwijaya untuk membina masyarakat di daerah Mataram. Setelah Adiwijaya wafat, ia menguasai Pajang. Sutawijaya membangun Kerajaan Mataram dari nol. Masa pemerintahannya disibukan oleh upaya menstabilkan pemerintahannya. Ia menghadapi perlawanan dari para bupati pesisir seperti Demak, Tuban, Pasuruan dan Surabaya. Akan tetapi, ia dapat menyelesaikan dengan baik kecuali Surabaya. Sutawijaya wafat pada 1601 M. ia digantikan oleh Mas Jolang atau Panembangan Krapyak, anaknya. Mas Jolang mewarisi pemerintahan yang belum stabil. Meskipun Madiun dan Kediri yang ikut memberontak sudah bisa ditundukan tetapi Surabaya belum mau tunduk. Ia sempat minta bantuan pada VOC, kongsi dagang Belanda di Batavia, untuk membantu menundukkan Surabaya tapi tidak mendapat tanggapan. Raden Mas Jolang/Panembangan Krapyak wafat pada 1613 M. ia digantikan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma. Sultan Agung berhasil membangun Mataram menjadi kerajaan besar yang stabil dan kuat. Ia dapat menundukkan Surabaya. Dengan demikian, seluruh wilayah Jawa bagian timur berada di bawah kekuasaannya.
  • 6. Baginda mempunyai ambisi yang kuat untuk menguasai seluruh Jawa. Oleh karena itu, Sultan Agung ingin menundukkan Banten, KeSultanan yang masih merdeka, dan Batavia yang sudah dikuasai oleh Belanda melalui bendera VOC. Sultan Agung sangat benci pada VOC, karena VOC melakukan praktik monopoli perdagangan yang sangat merugikan Mataram dan rakyat pada umumnya. Oleh karena itu, Beliau bertekad mengusir VOC dari tanah Jawa. Pada 1628 pasukan Sultan Agung melancarkan serangan ke Batavia melalui darat. VOC sangat kewalahan atas serangan yang dilancarkan dari berbagai arah ini. J.P Coen, Gubernur Jendral VOC tewas dalam peristiwa ini. Belanda segera meminta bantuan tentara dari Maluku. Dengan pasukan yang lebih besar, Belanda dapat melancarkan serangan balik. Pasukan Mataram mundur ke daerah Bekasi. Akan tetapi, betapa terkejutnya mereka ketika mendapatkan cadangan berasnya telah terbakar habis. Tampaknya para penghianat telah membocorkan rencana ini kepada Belanda. Akibatnya tentara Mataram tidak bisa bertahan lama. Serangan pertama ini gagal. Sultan Agung tidak putus asa. Pada 1629 Sultan melancarkan serangan lagi kepada Belanda di Batavia. Belajar dari kegagalan serangan pertama, kali ini beliau membuat strategi baru. Tentara Mataram melancarkan serangan dari laut. Tampaknya Allah swt. Belum berkehendak memberi kemenangan pada pasukan Sultan Agung ini. Serangan kedua pun gagal. Setelah Sultan Agung wafat pada 1646 KeSultanan Mataram berangsur-angsur mengalami kemunduran. Hal ini terjadi karena adanya perabutan di kalangan istana dan campur tangan Belanda dalam pengangkatan Sultan. Sultan Agung berjasa dalam memadukan budaya Jawa dengan Islam. Kalender Jawa yang berdasarkan peredaran matahari diganti dengan dasar peredaran bulan (hijriah). Nama-nama bulan dan hari Jawa disesuaikan dengan nama bulan dan hari dalam penanggalan hijriah. Beliau menyalin kitab-kitab syariat ke dalam bahasa Jawa. Beliau juga membuat kesenian Jawa yang bernapaskan Islam. d. KeSultanan Cirebon dan Banten KeSultanan didirikan oleh Fatahillah. Fatahillah adalah panglima perang KeSultanan Demak. Ia juga menantu Sultan Trenggono. Saat Sultan Trenggono berkuasa di Demak, ia memerintahkan Fatahillah menyebarkan Islam kea rah barat pulau Jawa disamping untuk membendung pengaruh portugis yang sudah menjalin kerja sama dengan kerajaan Hindu Pajajaran. Hal ini harus dilakukan karena pada 1522 Portugis telah datang di Pajajaran di bawah pimpinan Henrique Leme mengajak kerja sama perdagangan dan membendung pengaruh Islam Demak. Pada 1526 Demak mengirimkan pasukan ke Cirebon dan Banten di bawah pimpinan Fatahillah. Cirebon dan Banten dapat ditakhlukan dalam waktu singkat karena mendapat bantuan dari masyarakat yang sudah memeluk Islam.
  • 7. Ia kemudian melancarkan serangan kepada Portugis yang menguasai pelabuhan Sunda Kelapa. Pada 22 Juni 1527 pasukan Fatahillah dapat mengalahkan pasukan Portugis yang dipimpin oleh Francisco de Sa. Nama Sunda Kelapa lalu diubah menjadi Jayakarta, yang artinya kota kemenangan. Fatahillah kemudian menjadi Sultan Cirebon. Akan tetapi, setelah berusia 60 tahun Beliau lebih banyak mencurahkan perhatian pada kegiatan dakwah Islam. Beliau wafat dalam usia 80 tahun dan dimakamkan di Gunung Jati Cirebon. Adapun KeSultanan Banten mengalami banyak kemajuan. Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, Banten mencapai puncak kejayaannya. Sultan Ageng sangat berkeinginan mengusir Belanda dari Batavia yang sejak 1602 berhasil merebut Jayakarta dan mengubahnya menjadi Batavia. Sultan sangat tidak senang pada Belanda karena memaksakan system monopoli perdagangan. Di pihak lain, Belanda juga ingin menaklukan Sultan Ageng karena menolak monopoli perdagangan. Demi mencapai maksud ini, Belanda melakukan plitik DEVIDE ET IMPERA, adu domba lalu kuasai. Belanda lalu merayu Sultan Hai, anak Sultan Ageng Tirtayasa untuk melawan ayahnya dengan imbalan akan dinaikkan takhta. Sultan Haji terbujuk rayuan Belanda tersebut. Ia lalu memberontak kepada ayahnya sendiri dengan bantuan Belanda. Sultan Ageng menyerah dan ditangkap oleh Belanda. Beliau lalu dibawa ke Batavia dan meninggal di sana pada 1680 M. 3. Kerajaan Islam di Pulau Sulawesi Di Sulawesi juga berdiri beberapa KeSultanan Islam pada abad ke-16. KeSultanan Islam yang terkenal adalah Goa dan Tallo. Orang menyebutnya sebagai KeSultanan Makassar. Disamping kedua KeSultanan tersebut juga ada KeSultanan Bone, Wajo, Soppeng dan Lawu. KeSultanan Goa dan Tallo adalah KeSultanan merdeka dan makmur. Keduanya menjalankan politik bebas artinya bebas berhubungan dengan pihak manapun atas dasar kerjasama yang saling menguntungkan. Oleh karena itu, mereka menolak kerjasama dengan Belanda yang hendak memaksakan system monopoli perdagangan. Sultan Alaudin dari Goa menolak dengan keras maksud Belanda tersebut. Pada 1639 M Sultan Alaudin wafat. KeSultanan diteruskan leh anaknya, Muhammad Said. Sultan Muhammad Said meneruskan kebijakan ayahnya yang tidak mau bekerja sama dengan Belanda. Pada 1653 M Sultan Muhammad Said wafat. Beliau digantikan oleh putranya, Hasanudin. Dalam menghadapi Belanda sikap Sultan Hasanudin sama dengan sikap ayah dan kakeknya, yaitu sama-sama anti-Belanda. Bahkan sikap Sultan Hasanudin lebih tegas lagi. Sultan Hasanudin menyerang benteng Belanda. Menghadapi serangan Sultan Hasanudin, Belanda sangat kewalahan. Armada lautnya kocar kacir. Pasukannya banyak yang terbunuh dalam peperangan laut. Melihat keberanian
  • 8. dan kegigihan Sultan Hasanudin demikian, Belanda member julukan kepadanya sebagai de Haav van de Osten, artinya Ayam Jantan dari Timur. Untuk menghadapi perlawanan Hasanudin yang gigih tersebut Belanda menggunakan politik adu domba, devide et impera. Belanda membujuk Raja Bone, Aru Palaka agar menyerang Makassar. Aru Palaka termakan bujuk rayu Belanda tersebut. Ia akhirnya menyerang Makassar dengan bantuan Belanda. Aru Palaka mau menyerang Makassar karena dendam dan ambisi pribadi. Aru Palaka dan Hasanudin adalah raja yang saling bersaing pengaruh dan berambisi memperluas kekuasaan. Dalam persaingan tersebut Hasanudin lah yang menang. Aru Palaka dijadikan bawahan Hasanudin. Tampaknya Aru Palaka tidak menerima perlakuan Hasanuddin terhadap dirinya dan rakyat Bone yang pernah dijadikan pekerja untuk membangun benteng di Makassar. Kali ini Hasanudin kewalahan menghadapi pasukan gabungan, Bone dan Belanda. Pasukan Hasanudin makin terdesak dan akhirnya menyerah. Belanda kemudian memaksa Hasanudin untuk menandatangani perjanjian yang terkenal dengan Perjanjian Bongaya. Isinya antara lain, Makassar tidak boleh berhubungan dengan bangsa asing kecuali Belanda untuk urusan perdagangan dan mengakui kekuasaan VOC di Makassar. 4. Kerajaan Islam di Kepulauan Maluku KeSultanan yang terkenal adalah Ternate dan Tidore. Di samping itu masih ada beberapa keSultanan kecil yaitu Obi, Bacan, Halmahera dan Makyan. KeSultanan Ternate dan Tidore adalah dua keSultanan yang makmur. Keduanya aktif dalam mengembangkan dakwah Islam. Ketenangan dan ketentraman Ternate dan Tidore terusik ketika bangsa barat datang ke wilayah ini. Bangsa Eropa yang pertama kali datang ke wilayah Maluku adalah Portugis dan spanyol.bangsa Portugis dan spanyol adalah bangsa yang pernah dijajah oleh orang Islam Arab pada abad ke-8 sampai dengan abad ke-15. Ketika Portugis dan spanyol menjumpai Islam di Maluku maka sikap dendam dan permusuhannya muncul. Jika Belanda dan Inggris lebih dimotivasi mencari rempah-rempah demi mendapatkan keuntungan ekonomi yang besar, Portugis dan Spanyol membawa semboyan Gold, Glory and Gospel atau Emas, Kejayaan, dan Agama. Artinya Portugis dan Spanyol dalam mencari dunia baru ke Timur membawa misi: mencari emas atau uang sebanyak-banyaknya, mendapatkan kemasyhuran sebagai bangsa hebat tak terkalahkan, dan menyebarkan ajaran agama Kristen. Di Maluku, Portugis mendekati Ternate sedangkan Spanyol mendekati Tidore. Di sini Portugis dan Spanyol terlibat bersekongkol untuk membuat kedua keSultanan ini berperang. Portugis seolah membantu Ternate dan Spanyol juga seola-olah membantu Tidore. Peperangan antara kedua keSultanan tersebut membuat keduanya lemah. Akhirnya kedua keSultanan tersebut masing-masing tergantung pada Portugis dan Spanyol: Ternate pada Portugis dan Tidore pada Spanyol.
  • 9. Sultan Hairun, penguasa Ternate tidak dapat menerima sikap Portugis yang ikut campur terhadap kebijakan Ternate. Sultan Hairun akhirnya melawan Portugis. Pasukan Ternate yang dibantu oleh rakyat dapat mendesak Portugis. Dalam kondisi terdesak Portugis minta diadakan perundingan di benteng Sao Paulo. Akhirnya keduanya sepakat untuk berunding. Delegasi Ternate dipimpin langsung oleh Sultan Hairun sedangkan delegasi Portugis dipimpin oleh Gubernur Portugis di Maluku, De Mosqitar. Akan tetapi, ketika perundingan tengah berlangsung tiba-tiba masuk pasukan Portugis dan menangkap Sultan Hairun lalu membunuhnya. Perbuatan Portugis tersebut membuat marah seluruh rakyat Maluku. Putra Sultan Hairun, Sultan Baabullah melawan Portugis mati-matian. Rakyat Ternate membantu Sultan dengan semangat yang menyala-nyala. Bahkan Sultan Nuku dari Tidore yang pernah angkat senjata melawan Ternate akibat provokasi Spanyol kali ini membantu Ternate melawan Portugis. Dengan adanya perlawanan serempak dari seluruh rakyat Maluku akhirnya Portugis hengkang dari Maluku.
  • 10. TUGAS AGAMA PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSANTARA B A B 7 Disusun oleh: Nama : Fajar Rian Wulandari Kelas : IX-C No.absen : 09