Kelompok 1 Pancasila
Putri Sapitri
Ratih Cahyati
Suci Nuranie
Ery Setyoningsih
Tarcicius Ramaridar
Universitas Negeri Jakarta
Dosen Pembimbing
Sujarwo, M.Pd.
Sejarah Pancasila
Pendahuluan
Pancasila sebagai dasar dalam mengatur
penyelenggaraan negara disegala bidang, baik bidang
ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, maupun
pertahanan-keamanan. 1 Juni 1945 merupakan hari
lahirnya Pancasila.
Lima dasar atau sila yang diajukan oleh Ir.
Soekarno ajukan dinamakan Filosofische
grondslag yaitu nilai-nilai esensial yang
terkandung dalam Pancasila, yaitu ketuhanan,
kemanusiaan, persatuan, kerakyatan serta
keadilan.
Sejarah Pancasila
Zaman batu tua (Palaeolithikum)
Zaman batu muda (Neolithikum)
Zaman batu besar (Megalithikum)
Indonesia Zaman Prasejarah
Indonesia pada Masa Kerajaan
Zaman Penjajahan
Belanda yang menjajah Indonesia mendirikan suatu
perkumpulan dagang yang bernama V.O.C yang
dikalangan rakyat disebut kompeni. Praktek-praktek
VOC mulai kelihatan dengan paksaan-paksaan sehingga
rakyat mulai mengadakan perlawanan.
Perlawanan ini hampir terjadi diseluruh nusantara.
Para pemimpin di setiap daerah melakukan perlawanan
dengan menyatukan pasukan-pasukannya namun tidak
mampu meruntuhkan kekuasaan VOC. Dengan
demikian, terlihat nilai-nilai persatuan bangsa
Indonesia pada zaman penjajahan.
• Berdirinya Budi Utomo (20 Mei 1908)
• Munculnya Sarekat Dagang Islam (1909)
• Munculnya PNI (1927)
• Lahirnya Sumpah Pemuda (28 Oktober
1928)
Zaman Penjajahan Jepang
• Jepang datangdengan Propaganda “Jepang Pemimpin
Asia, Jepang Pelindung Asia, Jepang Cahaya Asia”
• Pada tanggal 29 April 1945 bersamaan dengan ulang
tahun Kaisar Jepang, penjajah Jepang berjanji akan
memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia
berupa “kemerdekaan tanpa syarat”, agar
mendapatkan simpati dan dukungan dari bangsa
Indonesia dan membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik
Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
PERUMUSAN PANCASILA dan
PROKLAMASI KEMERDEKAAN
INDONESIA
Sidang BPUPKI Pertama menghasilkan
usulan dari:
• 1. Mr. Muh. Yamin (29 Mei 1945)
• 2. Prof. Dr. Supomo (31 Maret 1945)
• 3.Ir.Soekarno (1 Juni 1945)
Sidang BPUPKI Kedua (10-16 Juli
1945)
• Pada tanggal 10 Juli 1945, Panitia kecil badan penyelidik menyetujui
sebulat-bulatnya rancangan preambule yang disusun panitia
Sembilan.
• Pada tanggal 11 Juli 1945, tentang luas wilayah Negara baru :
menghendaki Indonesia Raya yang sesungguhnya mempersatukan
semua kepulauan Indonesia
• Pada tanggal 14 Juli 1945, Badan Penyelidik bersidang kembali.
Susunan Undang-Undang Dasar yang diusulkan yaitu :
• Pernyataan Indonesia merdeka
• Pembukaan yang didalmnya terkandung dasar Negara Pancasila
• Pasal-pasal Undang-Undang Dasar (Kaelan, 2004: 40-42)
Proklamasi Kemerdekaan dan Sidang
PPKI
10 Agustus 1945: Sutan Syahrir telah mendengar
berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah
kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah
bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI,
dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan
sebagai hadiah Jepang.
12 Agustus 1945: Jepang melalui Marsekal
Terauchi di Dalat , Vietnam, mengatakan
kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa
pemerintah Jepang akan segera memberikan
kemerdekaan kepada Indonesia dan
proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan
dalam beberapa hari
16 Agustus 1945: Chaerul Saleh, Sukarni,
dan Wikana bersama Shodanco Singgih, salah
seorang anggota PETA, dan pemuda lain, mereka
membawa Soekarno dan Hatta, ke
Rengasdengklok, yang kemudian terkenal
sebagai peristiwa Rengasdengklok.
17 Agustus 1945: Di Pegangsaan Timur no.56
Jakarta, pada hari jumat legi jam 10 pagi waktu
Indonesia Barat (jam 11.30 waktu Jepang) Bung
Karno dengan didampingi Bung Hatta
membacakan naskah proklamasi dengan
khidmat.
Sejarah Pancasila
NILAI-NILAI PANCASILA PADA MASA
PRASEJARAH
• 1.Nilai Religi
• 2.Nilai Perikemanusiaan
• 3.Nilai Kesatuan
• 4.Nilai Musyawarah
• 5.Nilai Keadilan Sosial
PANCASILA ERA KEMERDEKAAN
• Isi proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 sesuai dengan
semangat yang tertuang dalam Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945.
• Piagam ini berisi garis-garis pemberontakan melawan imperialisme-
kapitalisme dan fasisme serta memuat dasar pembentukan Negara
Republik Indonesia. Piagam Jakart yang lebih tua dari Piagam
Perjanjian San Fransisco (26 Juni 1945) dan Kapitulasi Tokyo (15
Agustus 1945) itu ialah sumber berdaulat yang memancarkan
Proklamasi
• Kemerdekaan Republik Indonesia (Yamin, 1945:16). Piagam Jakarta
ini kemudian disah oleh siding PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945
menjadi pembentukan UUD 1945, setelah terlebih dahulu dihapus 7
kata dari kalimat “Ketuhanan dengan kewajiban menjadi Ketuhanan
Yang Maha Esa”
PANCASILA ERA KEMERDEKAAN
• Awal decade 1950-an muncul inisiatif dari sejumlah tokoh yang
hendak melakukan interpretasi ulang terhadap Pancasila. Saat itu
muncul perbedaan perspektif dari sejumlah tokoh yang hendak
melakukan interpreetasi ulang terhadap Pancasila. Saat itu muncul
perbedaan perspektif yang dikelompokan dalam dua kubu :
• 1.Beberapa tokoh berusha menempatkan Pancasila tidak hanya
kompromi politik atau kontrak sosial. Mereka memandang Pancasila
tidak hanya kompromi politik melainkan sebuah filsafat sosial atau
weltanschauung bangsa.
• 2.Merek yang menempatkan Pancasila sebagai sebuah kompromi
politik. Dasar argumentasinya adalah fakta yang muncul dalam
siding-sidang BPUPKI dan PPKI.
PANCASILA ORDE LAMA
Dibentuknya Dekrit Presiden tahun 1959 yang
berisi:
• 1.pembukaan konstituante
• 2.Undang-Undang Dasar 1945 kembali
berlaku, dan
• 3.Pembentukan Majelis Permusyawaratan
Rakyat Sementara.
PANCASILA ORDE BARU
• Setelah lengsernya Ir. Soekarno sebagai
Presiden, selanjutnya Jendral Soeharto yang memegang
kendali terhadap negeri ini. Dengan berpindahnya kursi
kepresidenan tersebut, arah pemahaman terhadap
Pancasila pun mulai diperbaiki.
• Pada peringatan hari lahir Pancasila, 1 Juni 1967 Presiden
Soeharto mengatakan, "Pancasila makin banyak mengalami
ujian zaman dan makin bulat tekad kita mempertahankan
Pancasila". Selain itu, Presiden Soeharto juga mengatakan,
"Pancasila sama sekali bukan sekedar semboyan untuk
dikumandangkan, Pancasila bukan dasar falsafah Negara
yang sekedar dikeramatkan dalam naskah UUD, melainkan
Pancasila harus diamalkan” (Setiardja 1994:5).
Selanjutnya pada tahun 1968 Presiden Soeharto
mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 1968
yang menjadi panduan dalam mengucapkan Pancasila
sebagai dasar Negara, yaitu:
• Satu : Ke-Tuhan-an Yang Maha Esa
• Dua : Kemanusiaan yang adil dan beradab
• Tiga : Persatuan Indonesia
• Empat : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
• Lima : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
• Instruksi Presiden tersebut mulai berlaku pada tanggal 13
April 1968.
• Pada tanggal 22 Maret 1978 ditetapkan ketetapan
(disingkat: TAP) MPR Nomor II/MPR/1978 tentang
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
(Ekaprasetya Pancakarsa) yang salah satu pasalnya tepatnya
Pasal 4 menjelaskan.
"Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
merupakan penuntun dan pegangan hidup dalam
kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara bagi
setiap warga Negara Indonesia, setiap penyelenggara
Negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga
kemasyarakatan, baik pusat maupun di Daerah dan
dilaksankan secara bulat dan utuh".
Adapun nilai dan norma-norma yang terkandung
dalam Pedoman Penghayatan dan Pengamalan
Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) berdasarkan
ketetapan tersebut meliputi 36 butir, yang dibagi
dalam:
• 1. Sila Ketuhan Yang Maha Esa
• 2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab
• 3. Sila Persatuan Indonesia
• 4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan
• 5. Sila Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia
PANCASILA ERA REFORMASI
Pancasila yang seharusnya sebagai nilai, dasar
moral etik bagi Negara dan aparat pelaksana
Negara, dalam kenyataannya digunakan sebagai
alat legitimasi politik. Puncak dari keadaan
tersebut ditandai dengan hancurnya ekonomi
nasional, maka timbullah berbagai gerakan
masyarakat yang dipelopori oleh
mahasiswa, cendikiawan dan masyarakat sebagai
gerakan moral politik yang menuntut adanya
"reformasi" di segala bidang politik, ekonomi
dan hukum (kaelan, 2000,245).
KESIMPULAN
. Nilai-nilai Pancasila lahir tidak terlepas dari nilai-nilai
kehidupan masyarakatnya pada jaman pra sejarah.
• Pancasila yang tidak hanya didasarkan pada tafsir penguasa
seperti dipraktekkan selama ini melainkan menggali
kembali nilai-nilai Pancasila yang berkembang di
masyatakat Indonesia.
• Terlepas dari kelemahan masa lalu, sebagai konsensus
dasar dari kedirian bangsa ini, Pancasila harus tetap
sebagai ideologi kebangsaan. Pancasila harus tetap
menjadi dasar dari penuntasan persoalan kebangsaan yang
kompleks seperti globalisasi yang selalu mendikte, krisis
ekonomi yang belum terlihat penyelesaiannya, dinamika
politik local yang berpotensi disintegrasi, dan segregasi
sosial dan konflik komunalisme yang masih rawan.
KESIMPULAN
• Makna penting dari kajian historis Pancasila ini
ialah untuk menjaga eksistensi Negara Kesatuan
Republik Indonesia, karena itu seluruh komponen
bangsa harus secara imperative kategoris menghayati
dan melaksanakan Pancasila baik sebagai Dasar Negara
maupun sebagai Pandangan Hidup Bangsa, dengan
berpedoman kepada nilai-nilai Pancasila dan
Pembukaan UUD 1945 dan secara konsisten menati
ketentuan-ketentuan dalam pasal-pasal UUD 1945.
Saran-saran
1. Seharusnya mahasiswa lebih memahami
seberapa pentingnya Pendidikan Pancasila
agar dapat menjalani kehidupan sesuai
dengan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila.
2. Bagi pemerintah diharapkan
mempertahankan Pendidikan Pancasila
sebagai modul pembelajaran materi
perkuliahan.
Sejarah Pancasila

More Related Content

PPT
Pancasila Sebagai Sistem Etika
PPTX
Power Point Pancasila sebagai Sistem Etika
PPTX
Proses perumusan pancasila sbg dasar negara
PPTX
Peta konsep
PPT
Bhinneka Tunggal Ika.ppt
PPTX
landasan dan tujuan pendidikan pancasila
DOC
Implementasi politik strategi nasional di bidang politik dan hukum
PDF
Ideologi
Pancasila Sebagai Sistem Etika
Power Point Pancasila sebagai Sistem Etika
Proses perumusan pancasila sbg dasar negara
Peta konsep
Bhinneka Tunggal Ika.ppt
landasan dan tujuan pendidikan pancasila
Implementasi politik strategi nasional di bidang politik dan hukum
Ideologi

What's hot (20)

DOC
Makalah hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
PPTX
Hubungan pancasila dan UUD 1945
PDF
Bab ii esensi dan urgensi identitas nasional sebagai salah satu determinan pe...
PPTX
Penjabaran Pancasila dalam Pasal UUD 1945 dan Kebijakannya
PDF
Bhinneka Tunggal Ika
PPTX
B. (PART 1) HAKIKAT POKOK PIKIRAN PEMBUKAAN UUD 1945
DOCX
Makalah kalimat
DOCX
Kontribusi pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan kebudayaan
PPTX
2. hak dan kewajiban warga negara
PPTX
Pancasila sebagai sistem etika
PPTX
Hubungan Ilmu Negara dengan Ilmu Politik
PPT
Pancasila Sebagai Idiologi Terbuka
PPTX
pengantar pendidikan pancasila
PPTX
Pancasila dalam Konteks Sejarah Perjuangan
DOCX
Makalah Pancasila Sebagai Ideologi Negara
PPTX
Nilai dan Norma Konstitusional Negara RI
PPTX
BAB 1 menggali ide gagasan pendiri bangsa.pptx
PPTX
A. MAKNA ALINEA PEMBUKAAN UUD 1945.pptx
PPTX
Hakikat Penegakan Hukum, Aparat Penegakan Hukum, dan Faktor yang Memengaruhinya
PPT
PPT BAGIAN 1 PANCASILA.ppt
Makalah hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Hubungan pancasila dan UUD 1945
Bab ii esensi dan urgensi identitas nasional sebagai salah satu determinan pe...
Penjabaran Pancasila dalam Pasal UUD 1945 dan Kebijakannya
Bhinneka Tunggal Ika
B. (PART 1) HAKIKAT POKOK PIKIRAN PEMBUKAAN UUD 1945
Makalah kalimat
Kontribusi pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan kebudayaan
2. hak dan kewajiban warga negara
Pancasila sebagai sistem etika
Hubungan Ilmu Negara dengan Ilmu Politik
Pancasila Sebagai Idiologi Terbuka
pengantar pendidikan pancasila
Pancasila dalam Konteks Sejarah Perjuangan
Makalah Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Nilai dan Norma Konstitusional Negara RI
BAB 1 menggali ide gagasan pendiri bangsa.pptx
A. MAKNA ALINEA PEMBUKAAN UUD 1945.pptx
Hakikat Penegakan Hukum, Aparat Penegakan Hukum, dan Faktor yang Memengaruhinya
PPT BAGIAN 1 PANCASILA.ppt
Ad

Similar to Sejarah Pancasila (20)

PPTX
pancasila dalm kajian sejarah di Indonesia
PPTX
Materi PERTEMUAN 2 Tentang PANCASILA.pptx
PPTX
Pancasila dalam Kajian Sejarah Bangsa Indonesia
PPTX
Pancasila dalam konteks sejarah
PPTX
PERTEMUAN 2 PANCASILA DALAM SEJARAH BANGSA INDONESIA.pptx
PPTX
PERTEMUAN 2 PANCASILA DALAM SEJARAH BANGSA INDONESIA.pptx
PPTX
Perumusan Pancasila.pptx
PPTX
Pancasila 3LA_Kelompok 2punya fani pinjam dulu.pptx
DOCX
Makalah pancasila
PPTX
STIMA IMMI Modul 2 - Pancasila Dalam Kajian Sejarah.pptx
DOCX
Makalahpancasila 130831072946-phpapp02
DOCX
Makalah pendidikan pancasila
DOCX
Makalah pendidikan pancasila
DOCX
Makalah pendidikan pancasila
DOCX
Makalah pendidikan pancasila
PDF
MAKALAH_PANCASILA_PANCASILA_SEBAGAI_DASA.pdf
DOCX
Isi Makalah
PPTX
Mgg02 Pancasila Dlm Kajian Sejarah Indonesia-1 (9 slide).pptx
PPT
Materi Pancasila.ppt
DOCX
Makalah Pancasila era Pra Kemerdekaan
pancasila dalm kajian sejarah di Indonesia
Materi PERTEMUAN 2 Tentang PANCASILA.pptx
Pancasila dalam Kajian Sejarah Bangsa Indonesia
Pancasila dalam konteks sejarah
PERTEMUAN 2 PANCASILA DALAM SEJARAH BANGSA INDONESIA.pptx
PERTEMUAN 2 PANCASILA DALAM SEJARAH BANGSA INDONESIA.pptx
Perumusan Pancasila.pptx
Pancasila 3LA_Kelompok 2punya fani pinjam dulu.pptx
Makalah pancasila
STIMA IMMI Modul 2 - Pancasila Dalam Kajian Sejarah.pptx
Makalahpancasila 130831072946-phpapp02
Makalah pendidikan pancasila
Makalah pendidikan pancasila
Makalah pendidikan pancasila
Makalah pendidikan pancasila
MAKALAH_PANCASILA_PANCASILA_SEBAGAI_DASA.pdf
Isi Makalah
Mgg02 Pancasila Dlm Kajian Sejarah Indonesia-1 (9 slide).pptx
Materi Pancasila.ppt
Makalah Pancasila era Pra Kemerdekaan
Ad

Recently uploaded (20)

PPTX
Berpikir_Komputasional_Kelas5_IlustrasiKosong.pptx
PPTX
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
PPTX
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
PPTX
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
PPTX
1. Bahan Bacaan Pola Pikir Bertumbuh.pptx
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PPTX
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
PDF
Stop Bullying NO Bully in school SMA .pdf
PDF
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PPTX
893548301-Panduan-Kokurikuler-Tahun_2025.pptx
PPTX
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pptx
PDF
Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Pancasila Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PPTX
Pengimbasan koding dan keerdasan Artifisial.pptx
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PDF
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
PPTX
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
PDF
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
PPTX
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Berpikir_Komputasional_Kelas5_IlustrasiKosong.pptx
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
1. Bahan Bacaan Pola Pikir Bertumbuh.pptx
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
Stop Bullying NO Bully in school SMA .pdf
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
893548301-Panduan-Kokurikuler-Tahun_2025.pptx
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pptx
Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Pancasila Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Pengimbasan koding dan keerdasan Artifisial.pptx
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf

Sejarah Pancasila

  • 1. Kelompok 1 Pancasila Putri Sapitri Ratih Cahyati Suci Nuranie Ery Setyoningsih Tarcicius Ramaridar Universitas Negeri Jakarta Dosen Pembimbing Sujarwo, M.Pd.
  • 3. Pendahuluan Pancasila sebagai dasar dalam mengatur penyelenggaraan negara disegala bidang, baik bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, maupun pertahanan-keamanan. 1 Juni 1945 merupakan hari lahirnya Pancasila. Lima dasar atau sila yang diajukan oleh Ir. Soekarno ajukan dinamakan Filosofische grondslag yaitu nilai-nilai esensial yang terkandung dalam Pancasila, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan serta keadilan.
  • 5. Zaman batu tua (Palaeolithikum) Zaman batu muda (Neolithikum) Zaman batu besar (Megalithikum) Indonesia Zaman Prasejarah
  • 7. Zaman Penjajahan Belanda yang menjajah Indonesia mendirikan suatu perkumpulan dagang yang bernama V.O.C yang dikalangan rakyat disebut kompeni. Praktek-praktek VOC mulai kelihatan dengan paksaan-paksaan sehingga rakyat mulai mengadakan perlawanan. Perlawanan ini hampir terjadi diseluruh nusantara. Para pemimpin di setiap daerah melakukan perlawanan dengan menyatukan pasukan-pasukannya namun tidak mampu meruntuhkan kekuasaan VOC. Dengan demikian, terlihat nilai-nilai persatuan bangsa Indonesia pada zaman penjajahan.
  • 8. • Berdirinya Budi Utomo (20 Mei 1908) • Munculnya Sarekat Dagang Islam (1909) • Munculnya PNI (1927) • Lahirnya Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928)
  • 9. Zaman Penjajahan Jepang • Jepang datangdengan Propaganda “Jepang Pemimpin Asia, Jepang Pelindung Asia, Jepang Cahaya Asia” • Pada tanggal 29 April 1945 bersamaan dengan ulang tahun Kaisar Jepang, penjajah Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia berupa “kemerdekaan tanpa syarat”, agar mendapatkan simpati dan dukungan dari bangsa Indonesia dan membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
  • 10. PERUMUSAN PANCASILA dan PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Sidang BPUPKI Pertama menghasilkan usulan dari: • 1. Mr. Muh. Yamin (29 Mei 1945) • 2. Prof. Dr. Supomo (31 Maret 1945) • 3.Ir.Soekarno (1 Juni 1945)
  • 11. Sidang BPUPKI Kedua (10-16 Juli 1945) • Pada tanggal 10 Juli 1945, Panitia kecil badan penyelidik menyetujui sebulat-bulatnya rancangan preambule yang disusun panitia Sembilan. • Pada tanggal 11 Juli 1945, tentang luas wilayah Negara baru : menghendaki Indonesia Raya yang sesungguhnya mempersatukan semua kepulauan Indonesia • Pada tanggal 14 Juli 1945, Badan Penyelidik bersidang kembali. Susunan Undang-Undang Dasar yang diusulkan yaitu : • Pernyataan Indonesia merdeka • Pembukaan yang didalmnya terkandung dasar Negara Pancasila • Pasal-pasal Undang-Undang Dasar (Kaelan, 2004: 40-42)
  • 12. Proklamasi Kemerdekaan dan Sidang PPKI 10 Agustus 1945: Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. 12 Agustus 1945: Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat , Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari
  • 13. 16 Agustus 1945: Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, mereka membawa Soekarno dan Hatta, ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. 17 Agustus 1945: Di Pegangsaan Timur no.56 Jakarta, pada hari jumat legi jam 10 pagi waktu Indonesia Barat (jam 11.30 waktu Jepang) Bung Karno dengan didampingi Bung Hatta membacakan naskah proklamasi dengan khidmat.
  • 15. NILAI-NILAI PANCASILA PADA MASA PRASEJARAH • 1.Nilai Religi • 2.Nilai Perikemanusiaan • 3.Nilai Kesatuan • 4.Nilai Musyawarah • 5.Nilai Keadilan Sosial
  • 16. PANCASILA ERA KEMERDEKAAN • Isi proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 sesuai dengan semangat yang tertuang dalam Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945. • Piagam ini berisi garis-garis pemberontakan melawan imperialisme- kapitalisme dan fasisme serta memuat dasar pembentukan Negara Republik Indonesia. Piagam Jakart yang lebih tua dari Piagam Perjanjian San Fransisco (26 Juni 1945) dan Kapitulasi Tokyo (15 Agustus 1945) itu ialah sumber berdaulat yang memancarkan Proklamasi • Kemerdekaan Republik Indonesia (Yamin, 1945:16). Piagam Jakarta ini kemudian disah oleh siding PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 menjadi pembentukan UUD 1945, setelah terlebih dahulu dihapus 7 kata dari kalimat “Ketuhanan dengan kewajiban menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa”
  • 17. PANCASILA ERA KEMERDEKAAN • Awal decade 1950-an muncul inisiatif dari sejumlah tokoh yang hendak melakukan interpretasi ulang terhadap Pancasila. Saat itu muncul perbedaan perspektif dari sejumlah tokoh yang hendak melakukan interpreetasi ulang terhadap Pancasila. Saat itu muncul perbedaan perspektif yang dikelompokan dalam dua kubu : • 1.Beberapa tokoh berusha menempatkan Pancasila tidak hanya kompromi politik atau kontrak sosial. Mereka memandang Pancasila tidak hanya kompromi politik melainkan sebuah filsafat sosial atau weltanschauung bangsa. • 2.Merek yang menempatkan Pancasila sebagai sebuah kompromi politik. Dasar argumentasinya adalah fakta yang muncul dalam siding-sidang BPUPKI dan PPKI.
  • 18. PANCASILA ORDE LAMA Dibentuknya Dekrit Presiden tahun 1959 yang berisi: • 1.pembukaan konstituante • 2.Undang-Undang Dasar 1945 kembali berlaku, dan • 3.Pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara.
  • 19. PANCASILA ORDE BARU • Setelah lengsernya Ir. Soekarno sebagai Presiden, selanjutnya Jendral Soeharto yang memegang kendali terhadap negeri ini. Dengan berpindahnya kursi kepresidenan tersebut, arah pemahaman terhadap Pancasila pun mulai diperbaiki. • Pada peringatan hari lahir Pancasila, 1 Juni 1967 Presiden Soeharto mengatakan, "Pancasila makin banyak mengalami ujian zaman dan makin bulat tekad kita mempertahankan Pancasila". Selain itu, Presiden Soeharto juga mengatakan, "Pancasila sama sekali bukan sekedar semboyan untuk dikumandangkan, Pancasila bukan dasar falsafah Negara yang sekedar dikeramatkan dalam naskah UUD, melainkan Pancasila harus diamalkan” (Setiardja 1994:5).
  • 20. Selanjutnya pada tahun 1968 Presiden Soeharto mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 1968 yang menjadi panduan dalam mengucapkan Pancasila sebagai dasar Negara, yaitu: • Satu : Ke-Tuhan-an Yang Maha Esa • Dua : Kemanusiaan yang adil dan beradab • Tiga : Persatuan Indonesia • Empat : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan • Lima : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. • Instruksi Presiden tersebut mulai berlaku pada tanggal 13 April 1968.
  • 21. • Pada tanggal 22 Maret 1978 ditetapkan ketetapan (disingkat: TAP) MPR Nomor II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) yang salah satu pasalnya tepatnya Pasal 4 menjelaskan. "Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila merupakan penuntun dan pegangan hidup dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara bagi setiap warga Negara Indonesia, setiap penyelenggara Negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik pusat maupun di Daerah dan dilaksankan secara bulat dan utuh".
  • 22. Adapun nilai dan norma-norma yang terkandung dalam Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) berdasarkan ketetapan tersebut meliputi 36 butir, yang dibagi dalam: • 1. Sila Ketuhan Yang Maha Esa • 2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab • 3. Sila Persatuan Indonesia • 4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan • 5. Sila Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia
  • 23. PANCASILA ERA REFORMASI Pancasila yang seharusnya sebagai nilai, dasar moral etik bagi Negara dan aparat pelaksana Negara, dalam kenyataannya digunakan sebagai alat legitimasi politik. Puncak dari keadaan tersebut ditandai dengan hancurnya ekonomi nasional, maka timbullah berbagai gerakan masyarakat yang dipelopori oleh mahasiswa, cendikiawan dan masyarakat sebagai gerakan moral politik yang menuntut adanya "reformasi" di segala bidang politik, ekonomi dan hukum (kaelan, 2000,245).
  • 24. KESIMPULAN . Nilai-nilai Pancasila lahir tidak terlepas dari nilai-nilai kehidupan masyarakatnya pada jaman pra sejarah. • Pancasila yang tidak hanya didasarkan pada tafsir penguasa seperti dipraktekkan selama ini melainkan menggali kembali nilai-nilai Pancasila yang berkembang di masyatakat Indonesia. • Terlepas dari kelemahan masa lalu, sebagai konsensus dasar dari kedirian bangsa ini, Pancasila harus tetap sebagai ideologi kebangsaan. Pancasila harus tetap menjadi dasar dari penuntasan persoalan kebangsaan yang kompleks seperti globalisasi yang selalu mendikte, krisis ekonomi yang belum terlihat penyelesaiannya, dinamika politik local yang berpotensi disintegrasi, dan segregasi sosial dan konflik komunalisme yang masih rawan.
  • 25. KESIMPULAN • Makna penting dari kajian historis Pancasila ini ialah untuk menjaga eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena itu seluruh komponen bangsa harus secara imperative kategoris menghayati dan melaksanakan Pancasila baik sebagai Dasar Negara maupun sebagai Pandangan Hidup Bangsa, dengan berpedoman kepada nilai-nilai Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 dan secara konsisten menati ketentuan-ketentuan dalam pasal-pasal UUD 1945.
  • 26. Saran-saran 1. Seharusnya mahasiswa lebih memahami seberapa pentingnya Pendidikan Pancasila agar dapat menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila. 2. Bagi pemerintah diharapkan mempertahankan Pendidikan Pancasila sebagai modul pembelajaran materi perkuliahan.