Penarikan Kesimpulan (Inferensi)
LOGIKA MATEMATIKA
Tabel kebenaran biimplikasi
Varian proposisi bersyarat
 Konvers : q  p
 Invers : ~p  ~q
 Kontraposisi : ~q  ~p
Contoh :
Logika matematika pertemuan 2 (inferensi)
Penarikan Kesimpulan (Inferensi)
 Dalam logikamatematika ada beberapa penarikan
kesimpulan yang sah, diantaranya adalah :
 Modus Ponen
 Modus Tollens
 Silogisme hipotetis
 Silogisme disjungtif
 Simplifikasi
 Penjumlahan
 Konjungsi
Modus Ponen
Contoh modus ponen
 Misalkan implikasi “jika 20 habis dibagi 2, maka
20 adalah bilangan genap” dan hipotesis “20
habis dibagi 2” keduanya benar, maka menurut
modus ponen, inferensi berikut :
 “jika 20 habis dibagi 2, maka 20 adalah bilangan
genap. 20 habis dibagi 2. karena itu, 20 adalah
bilangan genap” adalah benar
Jika 20 habis dibagi 2, maka 20 adalah bilangan
genap
20 habis dibagi 2
kesimpulan 20 adalah bilangan genap
Modus Tollens
Contoh modus tollens
 Misalkan implikasi “jika n bilangan ganjil, maka n2
bernilai ganjil” dan hipotesis “n2 bernilai genap”
keduanya benar. Maka menurut modus tollens,
inferensi berikut :
Jika n bilangan ganjil, maka n2 bernilai ganjil
n2 bernilai genap
Jadi n bukan bilangan ganjil
Silogisme Hipotetis
Contoh silogisme hipotetis
 “jika saya belajar dengan giat, maka saya lulus
ujian” dan implikasi “jika saya lulus ujian, maka
saya cepat menikah” adalah benar
Jika saya belajar dengan giat, maka saya lulus
ujian
Jika saya lulus ujian, maka saya cepat meniah
Jadi jika saya belajar, maka saya cepat menikah
Silogisme disjungtif
p v q
~p
Kesimpulan : q
Contoh silogisme disjungtif
 “saya belajar dengan giat atau saya menikah
tahun depan. Saya tidak belajar dengan giat.
Karena itu, saya menikah tahun depan”
saya belajar dengan giat atau saya menikah tahun
depan
Saya tidak belajar dengan giat
Jadi saya menikah tahun depan
Simplikasi
p ^ q
kesimpulan : p
Contoh :
 “Hamid adalah mahasiswa ITB dan mahasiswa
Unpar. Karena itu, hamid adalah mahasiswa ITB”
Hamid adalah mahasiswa ITB dan mahasiswa
Unpar
Jadi hamid adalah mahasiswa ITB
Penjumlahan
p
Kesimpulan : p v q
Contoh penjumlahan
 “Taslim mengambil kuliah logika matematika.
Karena itu, Taslim mengambil kuliah logika
matematika atau mengulang kuliah algoritma”
Taslim mengambil kuliah logika matematika
Jadi Taslim mengambil kuliah logika matematika
atau mengulang kuliah algoritma
konjungsi
p
q
Kesimpulan : P ^ q
Contoh konsjungsi
 “taslim mengambil kuliah logika matematika.
Taslim mengulang kuliah algoritma. Karena itu,
Taslim mengambil kuliah logika matematika dan
mengulang algoritma”
Taslim mengambil kuliah logika matematika
Taslim mengulang kuliah algoritma
jadi Taslim mengambil kuliah logika matematika
dan mengulang algoritma
Argumen
 Argumen dikatakan valid jika konklusi benar
bilamana semua hipotesisnya benar, sebaliknya
argumen dikatakan invalid
 Adalah sederetan proposisi yang dituliskan
sebagai :
p1
p2
.
.
.pn
Kesimpulan q
Contoh 1 argumen
 Perhatikan argumen berikut :
“jika air laut surut setelah gempa di laut, maka
tsunami datang. Air laut surut setelah gempa di
laut. Karena itu tsunami datang”
Adalah valid
penyelesaian
 Misalkan p adalah proposisi “air laut surut setelah
gempa di laut” dan q adalah proposisi “tsunami
datang”. Maka argfumen di dalam soal dapat
ditulis sebagai :
p  q
P
Kesimpulan q
Penyelesaian
 Cara membuktikan argumen diatas apakah valid
dengan tabel kebenaran
 Baris 1  (pq) benar, p benar, kesimpulan q
juga benar
p Q p  q
T T T (baris 1)
T F F (baris 2)
F T T (baris 3)
F F T (baris 4)
Contoh 2 argumen
 Perlihatkan bahwa penalaran pada argumen
berikut :
“Jika air laut surut setelah gempa dilaut, maka
tsunami datang. Tsunami datang. Jadi air laut
surut setelah gempa dilaut”
Tidak benar, dengan kata lain argumennya invalid
Penyelesaian
 Bentuk argumen diatas
p  q
q
Kesimpulan p
 Baris 3 : pq benar, q benar, tetapi p salah. Jadi
terbukti bahwa argumen diatas invalid
p Q p  q
T T T (baris 1)
T F F (baris 2)
F T T (baris 3)
F F T (baris 4)
Latihan Argumen :
1. Periksa apakah argumen berikut valid atau tidak valid
:
“Jika 5 lebih kecil dari 4, maka 5 bukan bilangan
prima. 5 tidak lebih kecil dari 4. Jadi 5 adalah
bilangan prima”
2. Periksa apakah argumen berikut valid atau tidak
valid:
“jika 17 adalah bilangan prima, maka 3 tidak habis
membagi 17. 3 habis membagi 17. Jadi 17 bukan
bilangan prima”
3. Periksa apakah argumen berikut valid atau tidak
valid:
Latihan-latihan soal
1. Diberikan pernyataan “Perlu memiliki password yang sah agar
anda bisa log on ke server “
a. Nyatakan pernyataan di atas dalam bentuk proposisi “jika p,
maka q”
b. Tentukan ingkaran, konvers, invers, dan kontraposisi dari
pernyataan tersebut.
2. Tentukan ingkaran dan kontraposisi dari pernyataan berikut : “
dia tidak pergi ke kampus maupun ke perpustakaan bilamana
hari ini hujan”
3. Tunjukkan bahwa [~p ^ (p v q)]  q adalah tautologi (dengan
tabel kebenaran)
4. Periksa apakah argumen berikut valid atau tidak valid :
p  ~q
~r  p
q
Kesimpulan r
Logika matematika pertemuan 2 (inferensi)

More Related Content

PDF
02.logika
PPTX
powerpoint logika matematika
PDF
Aturan Inferensi dan Metode Pembuktian
DOCX
Aljabar boolean MK matematika diskrit
PPTX
Tabel Kebenaran pernyataan, Tautologi, kontradiksi, dan kontingen
PDF
Pengertian dan Representasi Graph
PPTX
Logika Matematika
02.logika
powerpoint logika matematika
Aturan Inferensi dan Metode Pembuktian
Aljabar boolean MK matematika diskrit
Tabel Kebenaran pernyataan, Tautologi, kontradiksi, dan kontingen
Pengertian dan Representasi Graph
Logika Matematika

What's hot (20)

PPTX
Graf ( Matematika Diskrit)
PPTX
Bab 3 logika matematika
PDF
Logika dan Pembuktian
DOCX
Analisis Real (Barisan Bilangan Real) Latihan bagian 2.2
PPTX
Metode dan Strategi Pembuktian
PPTX
Matematika Diskrit Relasi Rekursif
PPT
relasi himpunan
PDF
Modul 4 kongruensi linier
PDF
Kuantor dan Validitas Pembuktian
DOC
BAB 2 : KALIMAT BERKUANTOR
PDF
Relasi rekursi (2) : Menentukan solusi relasi Rekursi Linier Homogen Berkoefi...
PDF
Vektor Diruang 2 dan 3 (vector 2D & 3D)
PDF
Bab 2 logika predikat ta 2019
DOCX
Pembuktian Sifat – Sifat Operasi Matriks
PPTX
Teorema multinomial dan prinsip sarang merpati
DOCX
Makalah persamaan differensial
DOCX
Matematika diskrit (dual graf, lintasan dan sirkuit euler, lintasan dan sirku...
PDF
Matematika Diskrit - 03 himpunan - 05
PPT
Bilangan kompleks lengkap
PPTX
Analisis Vektor ( Bidang )
Graf ( Matematika Diskrit)
Bab 3 logika matematika
Logika dan Pembuktian
Analisis Real (Barisan Bilangan Real) Latihan bagian 2.2
Metode dan Strategi Pembuktian
Matematika Diskrit Relasi Rekursif
relasi himpunan
Modul 4 kongruensi linier
Kuantor dan Validitas Pembuktian
BAB 2 : KALIMAT BERKUANTOR
Relasi rekursi (2) : Menentukan solusi relasi Rekursi Linier Homogen Berkoefi...
Vektor Diruang 2 dan 3 (vector 2D & 3D)
Bab 2 logika predikat ta 2019
Pembuktian Sifat – Sifat Operasi Matriks
Teorema multinomial dan prinsip sarang merpati
Makalah persamaan differensial
Matematika diskrit (dual graf, lintasan dan sirkuit euler, lintasan dan sirku...
Matematika Diskrit - 03 himpunan - 05
Bilangan kompleks lengkap
Analisis Vektor ( Bidang )
Ad

Viewers also liked (14)

PDF
Bab 01 logika mtk diskrit
DOCX
pengantar dasar matematika (logika matematika)
PPTX
6. metode inferensi
PDF
[(F#における)Modus Ponens と Cut]
PPTX
SILOGISME, DILEMA DAN SESAT PIKIR
PPTX
Penarikan Kesimpulan
PPTX
materi pai mts (tugas MK ICT)
PPTX
Matematika himpunan
PPT
Pertemuan 6
DOCX
Materi iman kepada kitab Allah swt
PPT
Matematika diskrit
DOCX
Makalah logika matematika
DOCX
Makalah Etik Keperawatan
Bab 01 logika mtk diskrit
pengantar dasar matematika (logika matematika)
6. metode inferensi
[(F#における)Modus Ponens と Cut]
SILOGISME, DILEMA DAN SESAT PIKIR
Penarikan Kesimpulan
materi pai mts (tugas MK ICT)
Matematika himpunan
Pertemuan 6
Materi iman kepada kitab Allah swt
Matematika diskrit
Makalah logika matematika
Makalah Etik Keperawatan
Ad

Similar to Logika matematika pertemuan 2 (inferensi) (20)

PDF
INFERENSI_LOGIKA.pdf
PPT
Logika inf
PPTX
Logika
PPTX
Logika
DOCX
Bahan ajar matematika ( kapita selekta )
DOCX
Materi Matematika
PDF
Logika Matematika; Penarikan Kesimpulan
PPT
1 logika
PDF
Matematika_Pembelajaran-6.pdf
PPT
logika matematika, pembahasan singkat materi matematika
PDF
Diskrit 1 1 teori dasar logika lanjutan
PPTX
Logika lanjutan
PDF
Modul matematika Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Sriwijaya 2015
PDF
KAPITA SELEKTA MATEMATIKA
PPT
logika-matematika_edit.ppt KELAS XII MATEMATIKA
PPTX
Ppt logika mtk
PPT
Logika matematika edit
PPT
1728 Bilqis If Pertemuan 3 Mat Disk 2010
PPT
logika-matematika_edit.ppt
INFERENSI_LOGIKA.pdf
Logika inf
Logika
Logika
Bahan ajar matematika ( kapita selekta )
Materi Matematika
Logika Matematika; Penarikan Kesimpulan
1 logika
Matematika_Pembelajaran-6.pdf
logika matematika, pembahasan singkat materi matematika
Diskrit 1 1 teori dasar logika lanjutan
Logika lanjutan
Modul matematika Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Sriwijaya 2015
KAPITA SELEKTA MATEMATIKA
logika-matematika_edit.ppt KELAS XII MATEMATIKA
Ppt logika mtk
Logika matematika edit
1728 Bilqis If Pertemuan 3 Mat Disk 2010
logika-matematika_edit.ppt

Recently uploaded (20)

PPTX
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PDF
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
PPTX
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
PDF
Materi Sosialisasi OMI Jawa Timur 2025.pdf
PDF
RPM BAHASA INDONESIA KELAS 7 TEKS DESKRIPSI.pdf
PPTX
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
PPTX
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
PPTX
Pengimbasan koding dan keerdasan Artifisial.pptx
PPTX
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
PPTX
Paparan Pembelajaran Mendalam V2 (fix).pptx
PPTX
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
PDF
Modul Ajar Deep Learning Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PPT
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
PDF
PPT OJT 1. KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL INTELEGENSI
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Fisika Kelas 12 SMA Terbaru 2025
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PDF
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
Materi Sosialisasi OMI Jawa Timur 2025.pdf
RPM BAHASA INDONESIA KELAS 7 TEKS DESKRIPSI.pdf
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
Pengimbasan koding dan keerdasan Artifisial.pptx
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
Paparan Pembelajaran Mendalam V2 (fix).pptx
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
Modul Ajar Deep Learning Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
PPT OJT 1. KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL INTELEGENSI
Modul Ajar Deep Learning Fisika Kelas 12 SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat

Logika matematika pertemuan 2 (inferensi)

  • 3. Varian proposisi bersyarat  Konvers : q  p  Invers : ~p  ~q  Kontraposisi : ~q  ~p
  • 6. Penarikan Kesimpulan (Inferensi)  Dalam logikamatematika ada beberapa penarikan kesimpulan yang sah, diantaranya adalah :  Modus Ponen  Modus Tollens  Silogisme hipotetis  Silogisme disjungtif  Simplifikasi  Penjumlahan  Konjungsi
  • 8. Contoh modus ponen  Misalkan implikasi “jika 20 habis dibagi 2, maka 20 adalah bilangan genap” dan hipotesis “20 habis dibagi 2” keduanya benar, maka menurut modus ponen, inferensi berikut :  “jika 20 habis dibagi 2, maka 20 adalah bilangan genap. 20 habis dibagi 2. karena itu, 20 adalah bilangan genap” adalah benar Jika 20 habis dibagi 2, maka 20 adalah bilangan genap 20 habis dibagi 2 kesimpulan 20 adalah bilangan genap
  • 10. Contoh modus tollens  Misalkan implikasi “jika n bilangan ganjil, maka n2 bernilai ganjil” dan hipotesis “n2 bernilai genap” keduanya benar. Maka menurut modus tollens, inferensi berikut : Jika n bilangan ganjil, maka n2 bernilai ganjil n2 bernilai genap Jadi n bukan bilangan ganjil
  • 12. Contoh silogisme hipotetis  “jika saya belajar dengan giat, maka saya lulus ujian” dan implikasi “jika saya lulus ujian, maka saya cepat menikah” adalah benar Jika saya belajar dengan giat, maka saya lulus ujian Jika saya lulus ujian, maka saya cepat meniah Jadi jika saya belajar, maka saya cepat menikah
  • 13. Silogisme disjungtif p v q ~p Kesimpulan : q
  • 14. Contoh silogisme disjungtif  “saya belajar dengan giat atau saya menikah tahun depan. Saya tidak belajar dengan giat. Karena itu, saya menikah tahun depan” saya belajar dengan giat atau saya menikah tahun depan Saya tidak belajar dengan giat Jadi saya menikah tahun depan
  • 16. Contoh :  “Hamid adalah mahasiswa ITB dan mahasiswa Unpar. Karena itu, hamid adalah mahasiswa ITB” Hamid adalah mahasiswa ITB dan mahasiswa Unpar Jadi hamid adalah mahasiswa ITB
  • 18. Contoh penjumlahan  “Taslim mengambil kuliah logika matematika. Karena itu, Taslim mengambil kuliah logika matematika atau mengulang kuliah algoritma” Taslim mengambil kuliah logika matematika Jadi Taslim mengambil kuliah logika matematika atau mengulang kuliah algoritma
  • 20. Contoh konsjungsi  “taslim mengambil kuliah logika matematika. Taslim mengulang kuliah algoritma. Karena itu, Taslim mengambil kuliah logika matematika dan mengulang algoritma” Taslim mengambil kuliah logika matematika Taslim mengulang kuliah algoritma jadi Taslim mengambil kuliah logika matematika dan mengulang algoritma
  • 21. Argumen  Argumen dikatakan valid jika konklusi benar bilamana semua hipotesisnya benar, sebaliknya argumen dikatakan invalid  Adalah sederetan proposisi yang dituliskan sebagai : p1 p2 . . .pn Kesimpulan q
  • 22. Contoh 1 argumen  Perhatikan argumen berikut : “jika air laut surut setelah gempa di laut, maka tsunami datang. Air laut surut setelah gempa di laut. Karena itu tsunami datang” Adalah valid
  • 23. penyelesaian  Misalkan p adalah proposisi “air laut surut setelah gempa di laut” dan q adalah proposisi “tsunami datang”. Maka argfumen di dalam soal dapat ditulis sebagai : p  q P Kesimpulan q
  • 24. Penyelesaian  Cara membuktikan argumen diatas apakah valid dengan tabel kebenaran  Baris 1  (pq) benar, p benar, kesimpulan q juga benar p Q p  q T T T (baris 1) T F F (baris 2) F T T (baris 3) F F T (baris 4)
  • 25. Contoh 2 argumen  Perlihatkan bahwa penalaran pada argumen berikut : “Jika air laut surut setelah gempa dilaut, maka tsunami datang. Tsunami datang. Jadi air laut surut setelah gempa dilaut” Tidak benar, dengan kata lain argumennya invalid
  • 26. Penyelesaian  Bentuk argumen diatas p  q q Kesimpulan p  Baris 3 : pq benar, q benar, tetapi p salah. Jadi terbukti bahwa argumen diatas invalid p Q p  q T T T (baris 1) T F F (baris 2) F T T (baris 3) F F T (baris 4)
  • 27. Latihan Argumen : 1. Periksa apakah argumen berikut valid atau tidak valid : “Jika 5 lebih kecil dari 4, maka 5 bukan bilangan prima. 5 tidak lebih kecil dari 4. Jadi 5 adalah bilangan prima” 2. Periksa apakah argumen berikut valid atau tidak valid: “jika 17 adalah bilangan prima, maka 3 tidak habis membagi 17. 3 habis membagi 17. Jadi 17 bukan bilangan prima” 3. Periksa apakah argumen berikut valid atau tidak valid:
  • 28. Latihan-latihan soal 1. Diberikan pernyataan “Perlu memiliki password yang sah agar anda bisa log on ke server “ a. Nyatakan pernyataan di atas dalam bentuk proposisi “jika p, maka q” b. Tentukan ingkaran, konvers, invers, dan kontraposisi dari pernyataan tersebut. 2. Tentukan ingkaran dan kontraposisi dari pernyataan berikut : “ dia tidak pergi ke kampus maupun ke perpustakaan bilamana hari ini hujan” 3. Tunjukkan bahwa [~p ^ (p v q)]  q adalah tautologi (dengan tabel kebenaran) 4. Periksa apakah argumen berikut valid atau tidak valid : p  ~q ~r  p q Kesimpulan r