Tugas E-Learning Pertemuan-06
Sistem Informasi Manajemen
“ Sistem Manajemen Basis Data “
Dosen Pengampu Yananto Mihadi Putra, SE, M.Si
Disusun Oleh :
Nama : Sandra Kartika Sari
NIM : 43217110176
Jurusan : Akuntansi
FAKULTAS EKONOMI BISNIS
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA
TAHUN 2017/2018
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada masa lampau tiap institusi atau perusahaan masih banyak yang menggunakan
sistem berkas manual. Maksudnya dalam penyusunan semua data masih menggunakan kertas
sebagai media penyimpanan data pada institusi atau perusahaan tersebut. Selain sulit dalam
pengolahan data, sistem berkas manual juga memerlukan media tempat peyimpanan yang
cukup banyak dan memerlukan suatu tempat khusus untuk tempat penyusunan data tersebut.
Ketika teknologi informasi menjadi bagian terpenting dari suatu bisnis atau dengan kata lain
jika sistem teknologi informasi mati, maka roda bisnis tidak berjalan. Pada kondisi ini
teknologi informasi menjadi sangatlah penting. Perusahaan akan banyak merugi setiap kali
sistem teknologi informasi mati, tiap jam tiap menit keuntungan perusahaan akan hilang
dengan cepat dan pada rentang waktu tertentu perusahaan tersebut akan bangkrut kalau
memang sistem teknologi informasi tidak dapat berjalan normal kembali. Begitu pentingnya
sistem teknologi informasi bagi perusahaan/ institusi lainnya, maka perusahaan pembuat
perangkat lunak maupun perangkat keras berusaha membuat solusi dalam menangani
permasalahan kegagalan sistem.
Pada masa sekarang ini peran basis data sangat menonjol. Pemprosesan Basis Data
menjadi perangkat andalan. Kehadirannya sangat diperlukan oleh berbagai institusi dan
perusahaan. Hal ini terjadi karena Basis Data tidak hanya mempercepat perolehan informasi.
Basis data diartikan sebagai sistem berkas terpadu yang dirancang terutama untuk
meminimalkan pengulangan data (Kadir, 1999). Pengguna Sistem Basis Data bisa melakukan
berbagai operasi terhadap berkas yang ada di dalam sistem tersebut. Operasi itu antara lain
mengosongkan berkas, menyisipkan data,mengambil data, menghapus data dan dapat juga
menyajikan informasi yang diambil dari sejumlah berkas yang ada dalam sistem tersebut
(Kadir, 1999).
Basis data merupakan kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer secara
sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk
memperoleh informasi dari database tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk
mengolah dan mengambil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data.
Dapat dilihat pada masa era ini, banyak aplikasi yang dibuat dengan berlandaskan
pada basis data antara lain semua transaksi perbankan, aplikasi pemesanan dan penjadwalan
penerbangan, proses regristasi dan pencatatan data mahasiswa pada perguruan tinggi, aplikasi
pemprosesan penjualan, pembelian dan pencatatan data barang pada perusahaan dagang,
pencatatan data pegawai beserta aktivitasnya termasuk operasi penggajian pada suatu
perusahaan, dan sebagainya.
Basis data atau juga disebut database, terdiri dari dua penggalan kata yaitu data dan
base, yang artinya berbasiskan pada data, tetapi secara konseptual, database diartikan sebuah
koleksi atau kumpulan data-data yang saling berhubungan (relation), disusun menurut aturan
tertentu secara logis, sehingga menghasilkan informasi. Selain itu, untuk mengelola dan
memanggil query basis data agar dapat disajikan dalam berbagai bentuk yang diinginkan
dibutuhkan perangkat lunak yang disebut Sistem Manajemen Basis Data atau juga disebut
Database Management System (DBMS).
Penggabungan Database Management System (DBMS) dengan Basis Data akan
membentuk satu kesatuan yang disebut Sistem Basis Data. Dengan pemahaman mengenai
basis data tersebut banyak pelajaran yang mendalami tentang sistem informasi secara khusus
di sini kita akan mempelajari sistem informasi berbasis komputerisasi, yaitu Data Base
System. Data base system sendiri menjadi kerangka penginformasian tentang suatu metode
penyampaian yang banyak digunakan dalam kegiatan bisnis dan usaha dalam sebuah
perusahaan. Kualitas sistem informasi yang dimiliki suatu perusahaan mempengaruhi
keefektifan produktifitas perusahaan seperti yang dijelaskan pada keefektifan penggunaan
aplikasi basis data.
Maka Sistem Basis Data merupakan suatu sistem penyusunan dan pengelolaan record-
record dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta
memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu
menyediakan informasi yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan
keputusan.
A. SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA
DBMS (Database Management systems) adalah kumpulan program yang
mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. ( ICT Database/-
Data Resources Management, Dr. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis, 2010).
Sedangkan menurut Asep Herman Suyanto (2004) Manajemen Sistem Basis Data (Database
Management System / DBMS) adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam
hal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi
alternative penggunaan secara khusus untuk aplikasi, semisal penyimpana data dalam fiel dan
menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya.
Database Management System (DBMS) atau Sistem Manajemen Basisdata adalah
suatu sistem yang terdiri atas Basis-data dan Perangkat Lunak (Software / program) yang
bertujuan untuk effektivitas dan effisiensi dalam pengelolaan basisdata
Sistem manajemen basis data (DBMS) terdiri dari perangkat lunak yang dapat mengatur
penyimpanan data. Sehingga memudahkan organisasi untuk memusatkan data, mengelola data
secara efisien dan menyediakan akses data bagi program aplikasi. Sebuah DBMS
mengendalikan pembuatan, pemeliharaan, dan penggunaan struktur penyimpanan database
organisasi sosial dan pengguna mereka. Hal ini memungkinkan organisasi untuk menempatkan
kontrol organisasi pengembangan database yang luas di tangan Database Administrator (DBA)
dan spesialis lain. Dalam sistem yang besar, sebuah DBMS memungkinkan pengguna dan
perangkat lunak lain untuk menyimpan dan mengambil data dalam cara yang terstruktur
B. TUJUAN DAN MANFAAT SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA
Tujuan utama DBMS adalah untuk menyediakan tinjauan abstrak dari data bagi user.
Jadi sistem menyembunyikan informasi mengenai bagaimana data disimpan dan dirawat, tetapi
data tetap dapat diambil dengan efisien. Pertimbangan efisien yang digunakan adalah
bagaimana merancang struktur data yang kompleks, tetapi tetap dapat digunakan oleh
pengguna yang masih awam, tanpa mengetahui kompleksitas struktur data. Basis data menjadi
penting karena munculnya beberapa masalah bila tidak menggunakan data yang terpusat,
seperti adanya duplikasi data, hubungan antar data tidak jelas, organisasi data dan update
menjadi rumit.
Tujuan Basis Data
Tujuan utama dalam pengolahan data dalam sebuah basis data adalah agar kita dapat
memperoleh data yang kita cari dengan mudah dan cepat (Fathansyah,1999). Pemanfaatan
basis data dilakukan dengan tujuan yaitu:
 Kecepatan dan kemudahan (Speed)
Pemanfaatan Database memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan
perubahan ( manipulasi ) dan menampilkan kembali data tersebut dengan cepat dan mudah,
dari pada kita menyimpan data secara manual.
 Efisien ruang penyimpanan (Space)
Dengan Database penggunaan ruang penyimpanan data dapat dilakukan karena kita dapat
melakukan penekanan jumlah pengulangan data dengan menerapkan sejumlah pengkodean .
 Keakuratan (Acuracy)
Pemanfatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data dengan penerapan aturan atau
batasan tipe data dapat diterapkan dalam Database yang berguna untuk menentukan
ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan.
 Keamanan (Security)
Dalam sejumlah sistem ( aplikasi ) pengelolah database tidak menerapkan aspek keamanan
dalam penggunaan database. Tetapi untuk sistem yang besar dan serius, aspek keamanan juga
dapat diterapkan. Dengan begitu kita dapat menentukan siapa yang boleh menggunakan
database dan menentukan jenis operasi-operasi apa saja yang boleh dilakukan.
 Terpeliharanya keselarasan data (Consitant)
Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu
berlaku untuk keseluruhan
 Data dapat dipakai secara bersama (shared)
Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara online) pada
saat bersamaan.
 Dapat diterapkan standarisasi (standarization)
Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka Database dapat menerapkan
standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun
pertukaran data.
Sedangkan fungsi DBMS adalah :
 Penyimpanan, pengambilan dan perubahan data
 Katalog yang dapat diakses pemakai
 Mendukung Transaksi
 Melayani kontrol concurrency
 Melayani recovery
 Melayani autorisasi
 Mendukung komunikasi data
 Melayani integrity
 Melayani data independence
 Melayani utility.
Manfaat Database Management System (DBMS)
 Mengatasi kerangka (redundancy) data.
 Menghindari terjadinya inkonsistensi data.
 Mengatasi kesulitan dalam mengakses data.
 Menyusun format yang standar dari sebuah data.
 Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user).
 Melakukan perlindungan dan pengamanan data (data security).
 Menyusun integritas dan independensi data.
Keunggulan Pemakaian Basis Data :
1. Terkontrolnya kerangkapan data.
2. Terpeliharanya keselarasan data apabila ada perubahan data pada aplikasi yang
berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan.
3. Data dapat dipakai secara bersama (Multiple User)
4. Keamanan data terjamin.
5. Terpeliharanya integritas data.
6. Terpeliharanya keseimbangan (ketersediaan) data dari berbagai macam kebutuhan data
yang berbeda dalam setiap aplikasi.
Kerugian Pemakaian Basis Data :
1. Storage (tempat penyimpanan data) yang digunakan besar.
2. Dibutuhkan tenaga yang terampil dalam mengelola data.
3. Perangkat lunaknya mahal.
4. Kerusakan pada sistem basis data dapat mempengaruhi departemen lain yang terkait.
Ciri-Ciri Database.
1. Sistem yang dapat menyimpan data ke dalamfloppy disk atau harddisk
2. Sistem yang menganut pengolahan data untuk ditambah, diubah, atau dihapus dengan
mudah dan terkontrol.
3. Data terpisah dari program
Komponen - Komponen Sistem Basis Data
1. Hardware
Biasanya berupa perangkat komputer standar, media penyimpan sekunder dan media
komunikasi untuk sistem jaringan, seperti prosesor, memori & harddisk. Komponen inilah
yang melakukan pemrosesan dan juga untuk menyimpan basis data.
2. Operating System
Yakni merupakan perangkat lunak yang memfungsikan, mengendalikan seluruh sumber daya
dan melakukan operasi dasar dalam sistem komputer. Harus sesuai dengan DBMS yang
digunakan.
3. Database
Yakni basis data yang mewakili sistem tertentu untuk dikelola. Sebuah sistem basis data bisa
terdiri dari lebih dari satu basis data.
4. DBMS (Database Management System)
Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola basis data. Contoh kelas sederhana: dBase,
Foxbase, Rbase, MS. Access, MS. Foxpro, Borland Paradox. Contoh kelas kompleks:
Borland-Interbase, MS. SQL Server, Oracle, Informix, Sybase.
5. User ( Pengguna Sistem Basis Data )
Orang-orang yang berinteraksi dengan sistem basis data, mulai dari yang merancang sampai
yang menggunakan di tingkat akhir.
6. Optional Software
Perangkat lunak pelengkap yang mendukung. Bersifat opsional.
C. ORGANISASI DATA
Perusahaan menyimpan data dalam jumlah besar di sistem informasi berbasis
komputernya hanya karena perusahaan tersebut melakukan begitu banyak transaksi bisnis.
Terdapat begitu banyak data sehingga data tersebut tidak akan berguna dalam pengambilan
keputusan bisnis tanpa adanya satu cara pengorganisasian yang efektif dan efisien. Agar dapat
menggunakan data dan terhindar dari kekacauan, konsep “data” telah dipecahkan dan dikurangi
menjadi konsep-konsep yang lebih kecil. Konsep-konsep data yang lebih kecil akan
menyediakan balok-balok yang lebih kecil. Konsep-konsep data yang lebh kecil akan
menyediakan balok-balok pembangunan yang dapat dikombinasikan untuk menghasilkan
kembali data awal dalam suatu bentuk yang terorganisasi dan dapat diakses.
1. Hierarki Data
Data bisnis secara tradisional telah diorganisasikan ke dalam suatu hierarki field-
field data yang berlangsung untuk membentuk record, dan recordyang bergabung untuk
membentuk file. Field data adalah unit daya yang terkecil. Mencerminkan jumlah data terkecil
yang akan ditarik dari komputer pada satu waktu. Contoh field data dapat berupa kode untuk
mata kuliah yang sedang anda ambil. Record adalah sutau koleksi field-field data di dalam
suatu berhubungan. Pengguna secara logis akan berpikir bahwa field-field data di dalam
suatu record akan terhubung. Seperti kode mata kuliah yang akan memiliki hubungan dengan
nama mata kuliah. File adalah koleksi record yang saling berhubungan, seperti satu File dari
seluruh record yang berisi field kode-kode mata kuliah dan namanya.
Basis data adalah sekumpulan File. Defenisi umum dari basis data adalah bahwa basis
data merupakan kumpulan dari seluruh dat berbasis komputer sebuah perusahaan defenisi basis
data yang lebih sempit adalah bahwa basis data merupakan kumpulan data yang berada di
bawah kendali peranti lunak sistem manajemen basis data. Menurut defenisi yang lebih sempit,
data perusahaan yang dikendalikan dari diadministrasikan oleh sistem manajemen basis data
akan dianggap sebagai basis data. File-file komputer yang terdapat di dalam komputer pribadi
seorang manajemen akan dianggap berada di luar basis data.
2. Spreadsheet Sebagai Basis Data Sederhana
Table yang berisi baris dan kolom dapat disajikan dalam suatuspreadsheet. Karena
banyak pengguna telah mengenal spreadsheet, ia dapat digunakan untuk memperkenalkan
konsep-konsep basis data. Kolom-kolom dalam spreadsheet mencerminkan field-field
data, sedangkan judul kolom berisi nama-nama field data. Baris-baris dalam tabel berisi nilai-
nilai field.Struktur Basis Data Relasional (relation database structure), secara konsep serupa
dengan sekumpulan tabel-tabel yang saling berhubungan, sebagian besar istilah yang
dipergunakan oleh sepesialis informasi yang bekerja dengan sistem manajemen basis data akan
berhubungan dengan istilah-istilah yang dipergunakan untukm menjelaskan tabel-tabel dengan
beberapa istilah dan konsep tambahan yang dibutuhkan
3. Flat Files
Pertama, kita perlu mendefiniskan satu jenis tabel tertentu yaitu flat file,file dta (flat
file) adalah suatu tabel yang tidak memiliki kolom-kolom yang berulang. Kolom-kolom yang
berulang melanggar persyaratan bagi flat file.Alasan dari sebuah tabel yang harus menjadi flat
file adalah karena komputer membaca flat field data dari suatu record secara berutan. Ketika
urut-urutan ini bukan merupakan suatu urutan yang konstan, komputer tidak akan dapat
membaca record dengan benar.
Alasan kedua untuk flat file adalah bahwa ia memungkinkan struktur basis data
relasional untuk dinormalisasi. Normalisasi (normalization) adalah suatu proses formal untuk
menghapus flat filed data yang berulang (redundant) sambil tetap menjaga kemampuan basis
data untuk menambah, mengubah, dan menghapus tanpa menyebabkan kesalahan. Normalisasi
berada di luar fokus buku ini dan merupakan fokus utama dari mata kuliah sistem manajemen
basis data.
4. Field-Field Kunci
Kunci (key) di dalam suatu tabel adalah satu field (satu kombinasi fied)yang berisi satu
nilai yang secara unik mengidentifikasi masing-masing record di dalam tabel. Ini artinya
bahwa setiap baris dalam tabel akan teridentifikasi secara unik. Satu field dalam banyak kasus
dapat menjadi kunci bagi suatu tabel. Hanya mampu membedakan antara dua atau tiga baris
saja tidaklah cukup, nilai kuni harus unik untuk keseluruhan tabel. Beberapa tabel mungkin
memiliki dua field yang merupakan kandidat untuk menjadi kunci. Kandidat Kunci (key
candidate) adalah sebuah field yang secara unik mengidentifikasi masing-masing baris tabel
namun tidak dipilih untuk menjadi kunci.
D. STRUKTUR BASIS DATA
Struktur basis data adalah cara data diorganisasi agar pemrosesan data menjadi lebih
efisien. Struktur ini kemudian diimplementasikan melalui suatu sistem manajemen basis data.
Sistem manajemen basis data (DBMS) adalah suatu peranti lunak yang menyimpan struktur
basis data, data itu sendiri , hubungan di antara data di dalam basis data, nama-nama formulir,
jenis-jenis data, angka di belakang desimal, jumlah karakter, nilai-nilai default, dan seluruh
uraian field lainnya.
1. Struktur Basis Data Hierarkis
Struktur hirarkis ini dibentuk oleh kelompok-kelompok data, subkelompok, dan
beberapa subkelompok lagi, seperti cabang dari sebuah pohon, untuk mendapatkan sebuah
record dari satu cabang ke cabang lainnya mengharuskan sistem manajemen basis data tersebut
menavigasi kembali ke persimpangan umum dari cabang-cabang tersebut. Struktur hierarkis
memanfaatkan sumber daya komputer secara efisien, khususnya ketika sebagian besar record
di dalam basis data akan digunakan dalam suatu aplikasi.
Namun, ketika para manajer hanya menginginkan sedikit record terpilih saja darjj
sejumlah besar record di dalam basis data, struktur hierarkis menjadi tidak efisien. Hal inil
karena setiap record basis data hierarkis memiliki satu field yang menunjuk pada alamat
penyimpanan dari record logis berikutnya di dalam basis data. Record-record tidak harus
disimpan dengan susunan fisik yang berurutan di dalam suatu alat penyimpanan. Satu pointer
akan menunjukkan record yang "berikutnya secara logis" (record setelahnya), dan sistem
manajemen basis data akan mengambil record yang "berikutnya secara logis." Akan tetapi,
keputusan managerial mungkin hanya membutuhkan satu record yang spesifik untuk
menghadapi suatu masalah bisnis. Seorang manajer menginginkan satu record pesanan
penjualan tertentu untuk menghadapi keluhan pelayanan dari seorang 'pelanggan tertentu, dan'
bukannya sebuah daftar yang berisi ribuan pesanan pembelian yang diterima pada hari itu.
2. Struktur Basis Data Jaringan
Struktur basis data jaringan dikembangkan untuk memungkinlcan penarikan record-
record tertentu. Ia memungkinkan satu record tertentu menunjuk pada semua record lainnya di
dalam basis data. Gugus Tugas Basis Data yang merupakan subkomite dari CODASYL
mengeluarkan spesifikasinya untuk struktur basis data jaringan pada tahun 1971. Struktur
jaringan memecahkan permasalahan keharusan untuk menarik balik hingga kembali ke
"cabang" yang menyatukan basis data. Secara konseptual, setiap record dalam basis data dapat
menunjuk ke semua record lain di dalam basis data, ibaratnya seperti meloncat ke setiap cabang
pada sebuah pohon. Akan tetapi, rentang kemungkinan koneksi yang begitu lebar ini juga
merupakan kelemahan dari penerapan struktur jaringan pada masalah-masalah praktis.
Mengizinkan setiap record menunjuk ke record-record yang lainnya akan terlalu kacau. Bahkan
profesional sistem informasi sekalipun akan mengalami kesulitan dalam mengembangkah dan
menggunakan basis data dengan menggunakan struktur jaringan.
3. Struktur Basis Data Relasional
Sekumpulan basis data seperti ini terlihat seperti sekumpulan table-tabel yang mirip
seperti table-tabel spreadsheet.Relasi diantara table tidak disimpan sebagai petunjuk atau
alamat; sebagai gantinya, relasi antar table bersifat implisit. Jika struktur hierarkis dan jaringan
mengandalkan diri pada relasi fisik (physical^ relationship) di dalam bentuk alamat-alamat
penyimpanan, relasi dalam struktur basis| data relasional adalah implisit. Relasi implisit
(implicit relationship) dapat secara tidakf langsung berasal dari data. Ketika terdapat satu field
(kolom) data yang sama dalam dual tabeL'maka record (baris) dari kedua tabel tersebut akan
dapat digabungkan ketika nilai-nilail field datanya sama. Inilah cara bagaimana kita telah
menggabungkan bersama tabel-tabel JURUSAN dan MATA KULIAH dengan menggunakan
nilai-nilai dalam field Singkatan,
Konsep dari suatu struktur basis data yang terdiri atas tabel-tabel di mana relasi
terbentuk secara implisit dengan mencocokkan nilai-nilai dalam field data yang sama, akan
mudah untuk dipergunakan dan dipahami. Kemudahan penggunaan memiliki arti yang sangat
penting. Ketika organisasi menjadi lebih "datar" (ketika telah direorganisasikan sehingga
memiliki lapisan manajemen yang lebih sedikit), akan terdapat lebih banyak spesialis yang
tersedia untuk mengumpulkan data dari sistem berbasis komputer dan membuat laporan bagi
manajer. Para manajer dan staf profesional harus mengakses informasi secara langsung dari
suatu basis data agar dapat mendukung pengambilan keputusan yang mereka lakukan.
Struktur mirip tabel dari sistem manajemen basis data relasional adalah sebuah format yang
dapat dipahami dengan cepat oleh manajer maupun staf profesional.
E. CONTOH BASIS DATA RELASIONAL
Contoh-contoh field data, tabel, dan relasi di antara tabel akan memberikan latar
belakang untuk konsep-konsep basis data yang akan disajikan . Suatu basis data bernama
jadwal telah dibuat dari tabel-tabel yang telah digunakan. Basis data akan memecahkan
informasi kedalam beberapa tabel karena jika informasi hanya disimpan pada satu tabel, maka
akan terdapat banyak nilai field data yang terduplikasi; sehingga menyebabkan data menjadi
berulang (redundant). Basis data akan mengurangi pengulangan data dalam tabel-tabel.
Basis data akan meningkatkan konsistensi data dan akurasi data. Ini merupakan
masalah yang sangat penting. Manajer mengambil keputusan yang sangat penting bagi operasi
perusahaan dan oleh sebab itu, mereka membutuhkan data yang akurat dan konsisten dengan
data lain si dalam basis data. Mengurangi jumlah pengulangan data adalah hal yang baik, tetapi
konsistensi dan akurasi data merupakan suatu hal yang vital.
a. Basis Data Jadwal
Contoh yang dipergunakan di sini diimplementasikan pada piranti lunak sistem menejemen
basis data Microsoft Access, namun implementasi ini akan serupa pada setiap produkk
basis data relasional lainnya. IBM, Oracle, Microsoft, dan banyak perusahaan lain
menyediakan peranti lunak sistem menejemen basis data relasional.
b. Konsep Basis Data
Ketika pengguna memikirkan record di dalam suatu basis data, mereka secara intuitif akan
merasa bahwa urut-urutan record yang ditampilkan dalam sebuah laporan merupakan
cerminan dari urut-urutan penyimpanan record tersebut di dalam disk komputer. Suatu
sistem I manajemen basis data dapat menampilkan data ini dalam suatu urut-urutan yang
logis dan i secara intuisif tepat, meskipun masing-masing record dari basis data tersebut
dapat tersebar,; di banyakyife dan terletak di seluruh penjuru ruang penyimpanan komputer.
Dua sasaran utama dari konsep basis date adalah untuk meminimalkan pengulangan data
"dan untuk memperoleh independensi data. Pengulangan data—seperti yang telah dibahas
sebelumnya dalam bab ini—akan membuang-buang ruang penyimpanan, memperlambat
pemrosesan record, dan moigundang ketidakkonsistenan data.
Independensi data (data independence) adalah kemampuan untuk melakukan perubahan
pada struktur data tanpa melakukan perubahan pada program-program aplikasi yang
memproses data. Sebagai contoh, program komputer untuk memproses pesanan pembelian
adalah program yang terpisah dari data pesanan pembelian yang disimpan di dalam basis
data. Independensi data tercapai dengan menempatkan spesifikasi data di dalam tabel-tabel
dan kamus yang secara fisik terpisah dari program.
Ukuran field Kode dapat ditingkatkan dari 8 menjadi 10 karakter di dalam definisi tabel
tanpa memengaruhi aplikasi apa pun yang menggunakan field Kode. Ketika program-
program komputer melakukan akses langsung ke file-file data untuk mengambil data,
mereka haras secara eksplisit menyatakan format data. Hal ini akan memerlukan kode
program komputer untuk ditulis ulang jika "lmlah karakter untuk Kode mengalami
perubahan dari 8 menjadi 10. Jika terdapat 25 aplikasi komputer yang membutuhkan akses
ke field Kode, maka seluruhnya akan perlu dimodifikasi. Dengan independensi data, tidak
diperlukan penulisan ulang kode komputer lagi, karena satu-satunya perubahan hanyalah
pada definisi dari field tersebut di dalam basis data.
F. MEMBUAT BASIS DATA
Konsepnya, proses pembuatan sebuah basis data akan melibatkan tiga langkah utama,
yaitu:
 Menentukan data yang anda butuhkan.
 Menguraikan data tersebut.
 Memasukkan data kedalam basis data.
G. PERSONEL BASIS DATA
Terdapat beberapa personel penting yang berkaitan dengan basis data. Administrator basis data
memiliki tanggung jawab teknis maupun menejerial atas sumber daya basis data.
a. Administrator Basis Data
Spesialis informasi yang ahli dalam mengembangkan, menyediakan dan mengamankan basis
data adalah administrator basis data. Administrator basis data mengawasi seluruh aktivitas
basis data. Mereka harus memiliki keahlain menejerial maupun keahlian teknis yang tinggi.
Tugas-tugas DBA dapat dibagi menjadi empat area utama:perencanaan, implementasi operasi
dan keamanan:
 Perencanaan basis data
Mencakup bekerja dengan menejer-menejer area bisnis dalam mendefinisikan
kebutuhan data perusahaan.
 Implementasi basis data
Terdiri atas pembuatan basis data untuk mengikuti spesifikasi dari sistem manajemen
basis data yang dipilih, maupun menyiapkan dan melaksanakan kebijakan dan prosedur
bagi pengguna basis data.
 Operasi basis data
Meliputi penawaran program-program pendidikan bagi para pengguna basis data dan
memberikan bantuan jika dibutuhkan.
 Keamanan basis data
Meliputi pengawasan aktivitas basis data dengan menggunakan angka statistik yang
diberikan oleh sistem menejemen basis data.
b. Programer Basis Data
Programmer basis data menunjukkan spesialisasi dan seleksi tingkat tinggi. Mereka sering kali
memiliki lebih banyak pengalaman dan pelatihan daripada programmer-programer lain yang
dimiliki oleh perusahaan. Salah satu alasannya adalah bahwa basis data merupakan pusat
penyimpanan fakta bagi perusahaan. Jika terjadi kesalahan pemrogaman di dalam basis data,
maka konsekuensinya akan dapat dirasakan oleh pengguna dalam jumlah yang sangat besar.
Karena alas an ini, perusahaan menginginkan para programmer basis data-nya dipilih dari
personel paling ahli yang tersedia.Programer basis data sering kali menuliskan kode untuk
memecah dan/atau mengagresasikan data basis data. Seorang pengguna kemudian men-
download data yang telah dikumpulkan secara efisien ini dari sumber daya computer
perusahaan ke computer pribadinya. Salah satu keuntungan salah satu keuntungan adalah basis
data perusahaan hanya diakses satu kali saja, dan pemrosesan basis data lebih lanjut akan terjadi
hanya pada sumber daya komputasi pengguna, sehingga memberikan tingkat efesiensi yang
lebih tinggi bagi penggunaan basis data. Keuntungan lainnya adalah bahwa pengguna tidak
perlu mengakses sepenuhnya basis data perusahaan, dan karena seseorang pengguna akan
memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan kesalahan dari pada seseorang
programmer basis data, maka basis data tersebut menjadi lebih aman
c. Pengguna Akhir
Pengguna akhir tidak dapat diabaikan sebagai personel penting yang berinteraksi dengan basis
data. Mereka membuat laporan dan formulir memberikan query kepada basis data dan
menggunakan jawaban dari basis data mereka untuk pengambilan keputusan yang akan
mempengaruhi perusahaan dari unsure pokok lingkungannya. Peranti lunak system manajemen
basis data telah mengalami evolusi dengan mendorong interaksi oleh para pengambil
keputusan. pengguna tidak perlu mengetahui bagaimana cara membuat kode dari bahasa query
terstruktur. Formulir query-by-example memungkinkan poengguna memilih beberapa pilihan
dan menjalankan query. Semakin mudahnya penggunaan telah menimbulkan kenaikan
penggunaan oleh pengguna terakhir, yang selanjutnya dapat menyebabkan meningkatnya
jumlah kesalahan yang dilakukan oleh pengguna akhir.
System manajemen basis data membuat asumsi-asumsi mengenai apa yang diinginkan oleh
pengguna pada saat mereka meng-klik melalui antar muka basis data. Kecuali jika pengguna
mengetahui asumsi-asumsi yang dibuat, data yang ditampilkan mungkin bukanlah hal yang
dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Pengguna memerlukan pelatihan dalam system
basis data sehingga sumb er daya basis data akan dapat menjadi aset yang sebenarnya
dalam pengambilan keputusan.
Contoh Kasus :
1. PT VONITA GARMENT
Pada era sekarang, banyak perusahaan termasuk perusahaan yang besar, menengah,
maupun yang kecil melakukan pengotomatisasian proses bisnisnya dengan menggunakan
komputer sebagai media utamanya. Hal ini dilakukan agar proses bisnisnya dapat dilakukan
lebih cepat dan efisien. Demikian pula dengan PT. Vonita Garment yang memproduksi pakaian
jadi khusus anak-anak. Perusahaan yang berdiri pada tahun 1983 ini ingin memulai usaha ke
depan dengan menggunakan komputer dalam memanajemen sistem di perusahaan. Salah
satunya adalah sistem informasi produksi berupa perhitungan Harga Pokok Produksi secara
otomatis dan kontrol Proses Produksi dilengkapi dengan laporan laporan penting seputar
produksi pakaian jadi anak-anak seperti, laporan kontrol proses produksi per-order atau laporan
harga pokok produksi per-order. Aspek lain yang ingin dikomputerisasikan adalah
pengendalian persediaan berupa pengadaan bahan baku yang diperlukan, ketika ada sebuah
order atau perintah produksi.
Proses produksi yang berlangsung dalam PT. Vonita Garment secara umum dapat digambarkan
sebagai berikut:
• Pembuatan pola, yaitu pembuatan pola dari masing-masing bagian pakaian (kerah, lengan,
dada, dll).
• Proses pemindahan pola ke material dasar (kain), dan diikuti dengan pemotongan kain
tersebut.
• Menyeri tiap-tiap bagian dari pakaian menjadi satu kesatuan pakaian.
• Memberi corak pada masing-masing bagian pakaian (obras, sablon, dll).
• Menjahit masing-masing bagian pakaian menjadi satu kesatuan.
• Finishing, memeriksa apakah ada kekurangan dari tiap pakaian yang sudah jadi (disebut
sebagai quality control).
1.1 Harga Pokok Produksi
Dalam pembuatan produk terdapat dua kelompok biaya, yaitu biaya produksi dan biaya
non produksi. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang diperlukan untuk mengolah bahan
baku menjadi produk jadi yang siap dijual atau digunakan. Sedangkan biaya non produksi
merupakan biaya-biaya yang diperlukan untuk kegiatan non produksi, seperti kegiatan
pemasaran dan kegiatan administrasi dan umum. Biaya Produksi membentuk harga pokok
produksi yang digunakan untuk menghitung harga pokok produk jadi dan harga pokok produk
yang pada periode akhir akuntansi masih dalam proses. Biaya non produksi ditambahkan pada
harga pokok produksi untuk menghitung total harga produk.
Harga pokok produksi terdiri dari unsur biaya produksi berikut ini:
 Biaya bahan baku langsung (direct material cost)
Bahan baku merupakan bahan dasar yang digunakan untuk membentuk produk jadi, yang
diolah dalam perusahaan dan dapat diperoleh dari pembelian atau pengolahan sendiri.
 Biaya tenaga kerja langsung (direct labour cost)
Tenaga kerja langsung adalah semua karyawan yang secara langsung ikut serta memproduksi
produk jadi, yang jasanya dapat diusut secara langsung pada produk dan upahnya merupakan
bagian yang besar dalam memproduksi produk.
 Biaya overhead pabrik (factory overhead cost)
Biaya overhead pabrik adalah semua biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga
kerja langsung.
1.2 Metode Pengambilan Harga Bahan Produksi
Metode pengambilan bahan untuk proses produksi dibagi menjadi tiga, yaitu:
• Metode FIFO (First In First Out): Metode dimana bahan baku dengan nama dan jenis yang
sama, namun berbeda tanggal pembeliannya, akan dipakai sebagai bahan produksi yang
tanggal pembeliannya lebih awal .
• Metode LIFO (Last In First Out): Metode dimana bahan baku dengan nama dan jenis yang
sama, namun berbeda tanggal pembeliannya, akan di pakai sebagai bahan produksi yang
tanggal pembeliannya paling akhir.
• Metode Average : Metode yang mengambil nilai rata-rata dari bahan yang dipakai.
1.3 Metode Pengumpulan Biaya Produksi
Sesuai dengan sifat proses produksi suatu perusahaan, maka proses pengumpulan data biaya
produksi dalam penentuan harga pokok produk dapat dikelompokkan menjadi dua metode,
yaitu :
• Metode Harga Pokok Pesanan (Job Costing Method)
Yaitu metode pengumpulan biaya produksi yang diterapkan pada perusahaan yang
menghasilkan produk atas dasar pesanan. Karakteristiknya antara lain:
a. Harga pokok produk dihitung untuk setiap produk pesanan.
b. Penentuan harga pokok setiap produk pesanan dilakukan setelah produk tersebut
selesai dikerjakan.
c. Harga pokok produksi per unit dihitung dengan cara membagi jumlah biaya produksi
yang dikeluarkan untuk pesanan tersebut dengan jumlah unit produk yang dihasilkan
dalam pesanan yang bersangkutan.
• Metode Harga Pokok Proses (Process Costing method)
Yaitu metode pengumpulan biaya produksi yang diterapkan pada perusahaan yang
menghasilkan produk secara masal. Karakteristiknya antara lain:
a. Harga pokok produk dihitung berdasarkan periode tertentu (umumnya satu bulan).
b. Harga pokok produk ditentukan pada akhir periode tertentu.
c. Harga pokok per unit produk dihitung dengan cara membagi harga pokok produk
selesai periode dengan jumlah unit produk selesai, dalam periode yang bersangkutan.
1.4 Pengadaan Bahan Baku
Metode ini membutuhkan tiga sumber informasi utama, yaitu:
• Master Production Schedule (MPS)
merupakan suatu pernyataan definitive tentang produk akhir apa yang direncanakan
perusahaan untuk di produksi, berapa kuantitas yang dibutuhkan, kapan dibutuhkan dan
bilamana produk itu akan diproduksi.
• Bill Of Material (BOM)
merupakan daftar dari semua bahan serta kuantitas dari masing-masing bahan yang
dibutuhkan untuk memproduksi satu unit produk.
• Item Master
merupakan suatu file yang berisi informasi status tentang kuantitas bahan on-hand.
2. ANALISIS DAN DESAIN
Gambar 1. Blok Diagram Proses Produksi
2.1 Analisis kebutuhan
PT. Vonita Garment bergerak dibidang garment atau konveksi untuk anak-anak. Setiap
pakaian jadi memiliki tahapan produksi yang berbeda, tergantung dari desain masing-masing
pakaian. Tetapi secara garis besar, tahapan proses produksinya untuk pakaian jadi dapat dilihat
pada Gambar 1. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh PT. Vonita Garment maka
sistem baru yang dibutuhkan adalah:
• Sistem yang dapat membantu pencatatan pengaturan tahapan proses produksi mulai dari
pembuatan pola pakaian sampai dengan menjadi pakaian jadi yang siap dikirim. Selain itu
juga perusahaan dapat mengetahui pemakaian bahan baku yang dipakai pada bagian
produksi, serta perhitungan biaya overhead pabrik dan biaya produksi lainnya yang
berhubungan langsung dengan produksi tersebut.
• Sistem yang membantu perusahaan dalam mengetahui bahan yang tidak tersedia di gudang
pada saat ada order, untuk dibuatkan jadwal pengadaan bahan.
• Sistem yang membantu melakukan perhitungan dan pembuatan laporan biaya-biaya
produksi aktual.
• Sistem yang dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan perhitungan harga pokok
produksi tiap model pakaian berdasarkan order, yang akan dipergunakan oleh pimpinan
perusahaan sebagai salah satu faktor untuk menentukan biaya produksi dalam menentukan
laba pada saat tutup buku tahunan.
2.2 Desain Sistem
PT. Vonita Garment dalam pengumpulan data biaya produksi dan dalam penentuan
harga pokok produksi menggunakan metode Harga Pokok Proses dan metode FIFO dalam
pengambilan data bahan. Biaya-biaya produksi untuk tenaga kerja dan bahan dihitung langsung
setelah produk selesai dikerjakan. Sedangkan untuk biaya overhead dihitung setiap satu bulan
sekali. Kemudian menentukan harga pokok produksi masing-masing order pakaian jadi.
Langkah-langkah yang digunakan dalam menentukan harga pokok produksi pada PT. Vonita
Garment adalah sebagai berikut:
a. Identifikasi Unsur-Unsur Biaya Produksi
Pada PT. Vonita Garment, biaya-biaya yang digolongkan ke dalam biaya produksi adalah
sebagai berikut:
• Biaya bahan baku : kain, benang, kancing, dan lain-lain.
• Biaya tenaga kerja langsung, yaitu tenaga kerja dari tiap tahapan produksi. Antara
lain: Penjahit, Pemotong Pakaian, Tukang Sablon, Tukang Bordir, dan lain-lain.
• Biaya overhead pabrik, antara lain: biaya listrik, biaya perawatan mesin, biaya
tenaga kerja tak langsung, dan biaya lain-lain yang berkaitan dengan produksi.
b. Identifikasi Cost Driver
Untuk biaya-biaya dari unsur produksi yang dipakai bersama-sama oleh tiap order
pakaian, maka diperlukan cost driver untuk menentukan berapa besarnya biaya yang
dibebankan pada tiap order pakaian. Dalam proses perhitungan harga pokok produksi,
program ini menggunakan waktu pemakaian mesin dan tenaga kerja untuk tiap order
pakaian yang diproduksi beserta jumlah pakaian yang dipesan/order sebagai cost driver-
nya.
c. Perhitungan HPP Tiap Pesanan/Order
Perhitungan HPP untuk tiap order pakaian dengan langkah sebagai berikut :
• Ambil data harga bahan yang diperlukan dalam proses produksi menggunakan
metode FIFO (First In First Out).
• Hitung total biaya bahan ketika proses produksi dari sebuah order akan dikerjakan.
• Hitung total biaya tenaga kerja dan mesin setelah proses produksi selesai
dikerjakan.
• Cost Driver-nya adalah waktu pemakaian mesin dan tenaga kerja dari awal proses
produksi sampai akhir proses produksi beserta jumlah pakaian yang dipesan/order.
Perhitungan total biaya dari tiap unsur produksi dengan cost driver dengan
ketentuan sebagai berikut:
O Biaya Bahan dari sebuah proses yang dimiliki produk dikalikan dengan jumlah
order pakaian
O Biaya Gaji Pegawai dan mesin per jam dikalikan dengan waktu pemakaian
tenaga kerja dan mesin.
O Biaya Overhead satu bulan akan di bagi dengan waktu produksi per-order.
• HPP tiap order diperoleh dengan menjumlahkan ketiga hasil dari poin ke lima
diatas.
Penjadwalan pengadaan bahan akan dibuat setelah order masuk dan bahan yang
diperlukan untuk proses produksi dari order tersebut tidak terdapat dalam gudang. Langkah-
langkah yang digunakan dalam membuat jadwal pengadaan bahan PT. Vonita Garment adalah
sebagai berikut:
a. Identifikasi Tiga Sumber Informasi Utama Dalam Pengadaan Bahan Pengadaan bahan
yang dilakukan membutuhkan tiga sumber informasi utama, yaitu:
• Master Production Schedule (MPS): berupa data produk yang telah dipesan/order
oleh pelanggan. Masing masing produk memiliki proses produksi yang berbeda.
Produk tersebut dipesan dengan jumlah yang berbeda pula, tergantung jumlah
order dari pelanggan.
• Bill of Material (BOM): berupa daftar dan kuantitas dari semua bahan yang
diperlukan masing-masing proses produksi pakaian anak untuk memproduksi satu
unit pakaian jadi. Item Master: berupa informasi status tentang bahan yang
diperlukan yang menunjukkan kuantitas bahan yang ada di gudang.
b. Perhitungan Jadwal Pengadaan Bahan. Penjadwalan Pengadaan Bahan untuk tiap bahan
yang diperlukan untuk proses produksi namun tidak terdapat dalam gudang sebagai
berikut:
• Melihat proses produksi yang dimiliki produk yang di pesan oleh pelangan.
• Menghitung semua bahan yang diperlukan untuk proses produksi tersebut.
• Melihat jadwal proses produksi tersebut akan dikerjakan.
• Mengecek bahan dalam gudang, jika stock tidak ada atau kurang, maka dibuatkan
jadwal pengadaan.
3. IMPLEMENTASI
3.1 Implemensi Database
Database diimplementasikan dalam bentuk tabel-tabel. Tabel yang akan dijelaskan berikut
dikhususkan pada tabel yang digunakan dalam proses produksinya saja:
• Tabel Tbpp: untuk menyimpan proses-proses dari produk. Dimana masing-masing
produk memiliki proses yang berbeda dengan urutan yang berbeda pula.
• Tabel Tbtkproses: untuk menyimpan data tenaga kerja yang dipakai dalam sebuah
proses dari produk. Dimana masing-masing proses memerlukan tenaga kerja yang
berlainan.
• Tabel Tbbahanproses: untuk menyimpan data bahan baku yang dipakai dalam
sebuah proses dari produk. Dimana masing-masing proses memerlukan bahan baku
yang berlainan.
• Tabel Tbmesinproses: untuk menyimpan data nama mesin yang dipakai dalam
sebuah proses dari produk. Dimana masing-masing proses memerlukan mesin yang
berlainan.
• Tabel tbjadwalpengadaan: untuk menyimpan data bahan yang habis, ketika ada
order yang memerlukan bahan tersebut.
• Tabel tbjadwalprod: untuk menyimpan proses produksi dengan urutan teratas
berdasarkan jenis produknya, dan yang sudah terpenuhi atribut-atributnya,
sehingga siap untuk di proses.
• Tabel Tbprosesprod: untuk menyimpan data proses produksi yang sudah
dijalankan.
• Tabel Tbppselesai: untuk menyimpan data proses produksi yang telah selesai
dijalankan.
• Tabel Tbpemakaiantk: untuk mencatat dan menyimpan data pemakaian tenaga
kerja selama suatu proses produksi berlangsung.
• Tabel Tbpemakaianmesin: untuk mencatat dan menyimpan data pemakaian mesin
selama suatu proses produksi berlangsung.
• Tabel Tbpemakaianbahan: untuk mencatat dan menyimpan data pemakaian bahan
selama suatu proses produksi berlangsung.
• Tabel Tbgudangbahan: untuk menyimpan data bahan yang pernah dimiliki
maupun yang dimiliki oleh perusahaan.
• Tabel Tboverhead: untuk menyimpan biaya-biaya overhead bulanan dari
perusahaan.
• Tabel Tbprosesberjalan: untuk mencatat dan menyimpan data proses yang sedang
terjadi untuk suatu order.
• Tabel Tbpemakaianoverhead: untuk menyimpan data pemakaian overhead sebuah
order.
3.2 Implementasi dan Pengujian Program
Proses diawali dengan menginputkan data bahan yang digunakan untuk perhitungan
HPP dan penjadwalan pengadaan bahan. Kemudian dilanjutkan dengan data gaji pegawai,
mesin dan overhead bulanan seperti pada Gambar 2 sampai 5.
Gambar 2. Form Data Bahan Gambar3. Form Data Gaji Pegawai
Kemudian dilanjutkan dengan pengisian data produk yang akan dibuat lengkap dengan bahan,
mesin dan tenaga kerja yang diperlukan seperti pada Gambar 6. Apabila terdapat order dari
customer maka akan dilakukan proses pengadaan bahan yang dapat dilihat pada form
pengadaan seperti pada Gambar 7.
Gambar 4. Form data mesin
Gambar 5. Form data Overhead Bulanan
Gambar 6. Form Pencatatan Produk
Gambar 7. Form Pengadaan Bahan
Setelah itu dapat dilihat jadwal produksi yang akan dilakukan apabila bahan yang diperlukan
telah tersedia. Jumlah pemakaian mesin dan tenaga kerja juga dapat diupdate. Dan hasil
proses produksi dapat dilihat pada Gambar 9.
Gambar 8. Form Jadwal Produksi Gambar 9. Form Hasil Produksi
Program aplikasi ini mengimplementasikan hasil perhitungan HPP dalam berbagai
macam laporan-laporan (reports). Jenis-jenis laporan tersebut antara lain:
• Laporan Proses Produksi Yang Sedang Berjalan dan Laporan Proses Produksi
Yang Telah Selesai.
 Laporan Harga Pokok Produksi Per Order dan Laporan Pemakaian Bahan Per
Order.
 Laporan Jadwal Pengadaan Bahan Per Tanggal Pengadaan.
Seiring dengan berjalannya bisnis perusahaan, masalah dalam penyimpanan dan pengelolaan
data pun akan semakin kompleks. Temukan tantangan pengelolaan data yang mungkin
dihadapi dan bagaimana cara menghindarinya dengan memilih solusi yang efektif.
Tantangan: Pemetaan data tidak terstruktur dengan baik
Pengkategorian yang kurang tepat, format data tidak konsisten, dan adanya duplikat, dapat
mempersulit dan memperlambat proses pencarian data.
Solusi: Buat rencana secara detail sejak awal. Fokus membangun sistem struktur dasar terlebih
dahulu untuk memudahkan dalam menemukan, mengakses, dan menganalisis data di kemudian
hari.
Tantangan: Entri data tidak akurat dan terpercaya, serta inkonsisten
Data berasal dari berbagai sumber dan administrator. Kemajemukan ini menciptakan tumpukan
data dengan bermacam tipe yang memiliki standarnya sendiri, yang dapat berdampak pada
integritas data.
Solusi: Otomatisasi, atau pengaturan pekerjaan dengan mesin dalam industri, adalah cara yang
dapat diandalkan untuk mengelola data jika dibandingkan dengan proses manual, karena
manusia pada dasarnya rentan terhadap kesalahan. Mengelola data yang akurat dan
terstandardisasi adalah upaya yang rumit, namun jika dilakukan dengan benar, otomatisasi data
dapat merevolusi cara perusahaan mengelola data jadi lebih rapi dan terstruktur.
Tantangan: Data tersimpan dalam sumber yang berbeda
Perusahaan menghadapi tantangan utama ketika data harus dikumpulkan dari variasi sistem
manajemen database dengan kompatibilitas operasional yang berbeda. Kesenjangan ini akan
menimbulkan masalah dalam penarikan data.
Solusi: Gunakan penerjemah antar sistem. Gunakan aplikasi pendamping yang dapat
terhubung dengan koneksi multi-database dan platformdengan operasi multi-sistem.
Tantangan: Mencari data dalam waktu singkat
Volume data yang bisa jadi sangat besar akan menyulitkan dalam mencari data tertentu di
dalam tumpukan data.
Solusi: Gunakan aplikasi yang akan memudahkan mencari objek dan relasi data dengan
fitur keyword search yang dapat menghasilkan pemetaan antar objek pada sebuah database.
Tantangan: Integritas data tidak terjamin
Integritas adalah aspek penting lain dari keamanan database. Kewenangan administrator yang
tak terbatas dalam mengubah data akan mengurangi integritas database. Banyaknya jumlah
pemegang akses ke penyimpanan data tentunya akan mempersulit pengawasan
aktivitas login,yang nantinya rentan terhadap cyber attack.
Solusi: Batasi sistem keamanan dengan kontrol akses. Pastikan bahwa hanya orang terpercaya
yang dapat melihat informasi perusahaan. Gunakan sistem Kontrol Akses Pengguna yang
menentukan izin siapa yang dapat mengakses data tersebut. Kelola akses database dengan
mekanisme ticketing, yang membuat pengajuan hak akses admin harus melalui
proses approval dari tingkat manajemen yang lebih tinggi seperti manajer IT.
Tantangan-tantangan di atas dapat menimbulkan dampak yang signifikan terhadap perusahaan,
baik dalam sumber daya hingga biaya. Pastikan Anda menggunakan pilihan aplikasi terbaik
sebagai solusinya, demi menjaga efisiensi cost dan operasional perusahaan.
Daftar Pustaka
Putra, Yananto Mihadi. (2018). " Sistem Manajemen Basis Data". Modul Kuliah Sistem
Informasi Manajemen. FEB - Universitas Mercu Buana: Jakarta.
(http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/)
http://krida85.wordpress.com/2008/04/16/pengertian-basis-data.
rakhmatkopero.blogspot.com/2008/05/sistem-basis-data 21.html-68k
http://hastiahak409.blogspot.com/2011/01/sistem-manajemen-basis-data.html
https://kuliahmencatat.blogspot.com/2016/10/sistem-manajemen-basis-data.html
http://replay.mwb.im/keunggulan-kelemahan-sistem-basis-data.xhtml
http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-15216-Chapter1-pdf.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/24103/Chapter%20I.pdf?sequence=5
http://www.asaba.co.id/article/preview/30/tantangan-pengelolaan-data-dan-solusinya

More Related Content

DOCX
Sistem manajemen basis data
DOCX
Sistem Manajemen Basis Data di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit X
PDF
Artikel Ilmiah Sistem Basis Data
PDF
Artikel sistem manajemen basis data
DOCX
Sistem manajemen basis data
PDF
Tugas sim, siti aisyah, yananto mihadi putra s.e m.si, sistem menejemen basis...
DOCX
Kelompok 07 (tugas pertemuan 14)
DOCX
Tugas sim, yolanda sibuea (43218110037), yananto mihadi putra se,. m.si, mana...
Sistem manajemen basis data
Sistem Manajemen Basis Data di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit X
Artikel Ilmiah Sistem Basis Data
Artikel sistem manajemen basis data
Sistem manajemen basis data
Tugas sim, siti aisyah, yananto mihadi putra s.e m.si, sistem menejemen basis...
Kelompok 07 (tugas pertemuan 14)
Tugas sim, yolanda sibuea (43218110037), yananto mihadi putra se,. m.si, mana...

What's hot (18)

DOCX
Kelompok 07 (tugas pertemuan 10)
DOCX
Tugas sim, septi ayu ningtyas (43217110054), yananto mihadi p., s.e., m.si., ...
DOCX
sistem manajemen basis data
DOCX
Tugas sim, sarah farhani, yananto mihadi putra se, msi, sistem manajemen basi...
DOCX
Tugas sim, dhita ayu anggreany, yananto mihadi putra, se, m.si, sistem manaje...
PDF
Makalah sistem informasi manajemen
DOCX
Tugas sim masda alif araffi ( yananto mihadi putra) sistem manajemen basis ...
DOCX
Tugas sim, istianah indrayani , yananto mihadi putra se m.si, sumber daya kom...
PDF
Tugas 6, celine danaris gracia, yananto mihadi putra, se, m.si, sistem manaje...
PDF
Artikel sim tm 6
DOCX
Sistem manajemen basis data
PDF
Artikel sim rania juita 43219110113 (16 10-2020)
PDF
Sim 6 - ellya yasmien, prof. dr ir. hapzi ali, mm, cma, sistem manajemen data...
PDF
Tugas SIM, MUHAMMAD MUGHNY ALI RASYID, PUTRA YANANTO MIHADI, implementasi/apl...
DOCX
Bab i sistem manajemen basis data
DOCX
Makalah management data
DOCX
TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN: DAMPAK PEMANFAATAN BLOG DAN DATABASE PADA P...
DOCX
Kelompok sia 5 pengaplikasian konsep basis data relasional pada pt. hamri in...
Kelompok 07 (tugas pertemuan 10)
Tugas sim, septi ayu ningtyas (43217110054), yananto mihadi p., s.e., m.si., ...
sistem manajemen basis data
Tugas sim, sarah farhani, yananto mihadi putra se, msi, sistem manajemen basi...
Tugas sim, dhita ayu anggreany, yananto mihadi putra, se, m.si, sistem manaje...
Makalah sistem informasi manajemen
Tugas sim masda alif araffi ( yananto mihadi putra) sistem manajemen basis ...
Tugas sim, istianah indrayani , yananto mihadi putra se m.si, sumber daya kom...
Tugas 6, celine danaris gracia, yananto mihadi putra, se, m.si, sistem manaje...
Artikel sim tm 6
Sistem manajemen basis data
Artikel sim rania juita 43219110113 (16 10-2020)
Sim 6 - ellya yasmien, prof. dr ir. hapzi ali, mm, cma, sistem manajemen data...
Tugas SIM, MUHAMMAD MUGHNY ALI RASYID, PUTRA YANANTO MIHADI, implementasi/apl...
Bab i sistem manajemen basis data
Makalah management data
TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN: DAMPAK PEMANFAATAN BLOG DAN DATABASE PADA P...
Kelompok sia 5 pengaplikasian konsep basis data relasional pada pt. hamri in...
Ad

Similar to Tugas sim ke 6 sandra kartika sari yananto mihadi putra, se, m.si , sistem manajemen basis data, 2018. (20)

PDF
Abdul fajri 43219110268 tm6
PPTX
Susunan dan kumpulan data operasional lengkap dari suatu organisasi
PDF
Mengapa kita memerlukan basis data
PDF
SIM, FANNY FEBRIANI, PROF. DR. HAPZI ALI, CMA, SISTEM MANAJEMEN DATABASE, UNI...
DOCX
Tugas sim, intan komalasari,yananto mihadi p,sistem manajemen basis data, 2018
PDF
SIM, Bintang Wijaya Andita, Prof. Hapzi Ali, Sistem Informasi Dan Database, U...
PDF
SIM, Tiara Anggraeni, Prof. Dr. Hapzi Ali, CMA, Sistem Manajemen Database, Un...
PDF
Makalah database manajemen sistem
DOCX
Artikel tugas sim 6
PDF
SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA
DOCX
Tugas sim, rahmat nurdiyanto, yananto mihadi putra,se,m. si, implementasi sis...
DOCX
Tugas sim, alfina rolitasari, yananto mihadi putra, sistem manajemen basis da...
PDF
SIM, Angga Ali Praja, Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA, Sistem Manajemen Data...
RTF
Tugas sim, theresia hanitalia, , yananto mihadi p., s.e., m.si., cma. blog da...
DOCX
DAMPAK PEMANFAATAN BLOG DAN DATABASE PADA PT.SBSG PADA KUALITAS KINERJA PERUS...
DOCX
Makalah konsep sistem informasi
PDF
Materi basis data_-_pengertian_data_base
PDF
Tugas pertemuan 6
PPT
Pengantar teknik informatika 5
DOCX
Tugas sim, pratiwi rosantry,yananto mihadi putra,se, m.si, sistem manajemen b...
Abdul fajri 43219110268 tm6
Susunan dan kumpulan data operasional lengkap dari suatu organisasi
Mengapa kita memerlukan basis data
SIM, FANNY FEBRIANI, PROF. DR. HAPZI ALI, CMA, SISTEM MANAJEMEN DATABASE, UNI...
Tugas sim, intan komalasari,yananto mihadi p,sistem manajemen basis data, 2018
SIM, Bintang Wijaya Andita, Prof. Hapzi Ali, Sistem Informasi Dan Database, U...
SIM, Tiara Anggraeni, Prof. Dr. Hapzi Ali, CMA, Sistem Manajemen Database, Un...
Makalah database manajemen sistem
Artikel tugas sim 6
SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA
Tugas sim, rahmat nurdiyanto, yananto mihadi putra,se,m. si, implementasi sis...
Tugas sim, alfina rolitasari, yananto mihadi putra, sistem manajemen basis da...
SIM, Angga Ali Praja, Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA, Sistem Manajemen Data...
Tugas sim, theresia hanitalia, , yananto mihadi p., s.e., m.si., cma. blog da...
DAMPAK PEMANFAATAN BLOG DAN DATABASE PADA PT.SBSG PADA KUALITAS KINERJA PERUS...
Makalah konsep sistem informasi
Materi basis data_-_pengertian_data_base
Tugas pertemuan 6
Pengantar teknik informatika 5
Tugas sim, pratiwi rosantry,yananto mihadi putra,se, m.si, sistem manajemen b...
Ad

More from Sandra Kartika Sari (7)

DOCX
Tugas sim ke 7 sandra kartika sari-yananto mihadi putra, se, m.si , pengemban...
DOCX
Tugas sim ke 7 sandra kartika sari-yananto mihadi putra, se, m.si , pengemban...
DOCX
Tugas sim sandra kartika sari-yananto mihadi putra, se, m.si , pengantar sist...
DOCX
Tugas sim ke 5 sandra kartika sari-yananto mihadi putra, se, m.si , sumber da...
DOCX
Tugas sim ke 3 sandra kartika sari-yananto mihadi putra, se, m.si , pemanfaat...
DOCX
Tugas sim ke 2 sandra kartika sari-yananto mihadi putra, se, m.si , pemnafaat...
DOCX
Tugas sim ke 4 sandra kartika sari-yananto mihadi putra, se, m.si , pengguna ...
Tugas sim ke 7 sandra kartika sari-yananto mihadi putra, se, m.si , pengemban...
Tugas sim ke 7 sandra kartika sari-yananto mihadi putra, se, m.si , pengemban...
Tugas sim sandra kartika sari-yananto mihadi putra, se, m.si , pengantar sist...
Tugas sim ke 5 sandra kartika sari-yananto mihadi putra, se, m.si , sumber da...
Tugas sim ke 3 sandra kartika sari-yananto mihadi putra, se, m.si , pemanfaat...
Tugas sim ke 2 sandra kartika sari-yananto mihadi putra, se, m.si , pemnafaat...
Tugas sim ke 4 sandra kartika sari-yananto mihadi putra, se, m.si , pengguna ...

Recently uploaded (20)

PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
PDF
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
PPTX
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
PPTX
Merancang dan Mengelola PESAN dalam Komunikasi Pemasaran di Era Digital 4.0_W...
PPTX
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
PDF
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Fisika Kelas 12 SMA Terbaru 2025
PPTX
KKA - MODUL 1 Berpikir Komputasional.pptx
PDF
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
PDF
Materi Sosialisasi OMI Jawa Timur 2025.pdf
PPTX
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
PPTX
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
PPTX
Materi Refleksi Akhir Tahun Sutan Raja.pptx
PDF
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
PDF
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
PPT
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
Merancang dan Mengelola PESAN dalam Komunikasi Pemasaran di Era Digital 4.0_W...
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
Modul Ajar Deep Learning Fisika Kelas 12 SMA Terbaru 2025
KKA - MODUL 1 Berpikir Komputasional.pptx
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
Materi Sosialisasi OMI Jawa Timur 2025.pdf
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
Materi Refleksi Akhir Tahun Sutan Raja.pptx
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt

Tugas sim ke 6 sandra kartika sari yananto mihadi putra, se, m.si , sistem manajemen basis data, 2018.

  • 1. Tugas E-Learning Pertemuan-06 Sistem Informasi Manajemen “ Sistem Manajemen Basis Data “ Dosen Pengampu Yananto Mihadi Putra, SE, M.Si Disusun Oleh : Nama : Sandra Kartika Sari NIM : 43217110176 Jurusan : Akuntansi FAKULTAS EKONOMI BISNIS PROGRAM STUDI AKUNTANSI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA TAHUN 2017/2018
  • 2. PENDAHULUAN Latar Belakang Pada masa lampau tiap institusi atau perusahaan masih banyak yang menggunakan sistem berkas manual. Maksudnya dalam penyusunan semua data masih menggunakan kertas sebagai media penyimpanan data pada institusi atau perusahaan tersebut. Selain sulit dalam pengolahan data, sistem berkas manual juga memerlukan media tempat peyimpanan yang cukup banyak dan memerlukan suatu tempat khusus untuk tempat penyusunan data tersebut. Ketika teknologi informasi menjadi bagian terpenting dari suatu bisnis atau dengan kata lain jika sistem teknologi informasi mati, maka roda bisnis tidak berjalan. Pada kondisi ini teknologi informasi menjadi sangatlah penting. Perusahaan akan banyak merugi setiap kali sistem teknologi informasi mati, tiap jam tiap menit keuntungan perusahaan akan hilang dengan cepat dan pada rentang waktu tertentu perusahaan tersebut akan bangkrut kalau memang sistem teknologi informasi tidak dapat berjalan normal kembali. Begitu pentingnya sistem teknologi informasi bagi perusahaan/ institusi lainnya, maka perusahaan pembuat perangkat lunak maupun perangkat keras berusaha membuat solusi dalam menangani permasalahan kegagalan sistem. Pada masa sekarang ini peran basis data sangat menonjol. Pemprosesan Basis Data menjadi perangkat andalan. Kehadirannya sangat diperlukan oleh berbagai institusi dan perusahaan. Hal ini terjadi karena Basis Data tidak hanya mempercepat perolehan informasi. Basis data diartikan sebagai sistem berkas terpadu yang dirancang terutama untuk meminimalkan pengulangan data (Kadir, 1999). Pengguna Sistem Basis Data bisa melakukan berbagai operasi terhadap berkas yang ada di dalam sistem tersebut. Operasi itu antara lain mengosongkan berkas, menyisipkan data,mengambil data, menghapus data dan dapat juga menyajikan informasi yang diambil dari sejumlah berkas yang ada dalam sistem tersebut (Kadir, 1999). Basis data merupakan kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari database tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah dan mengambil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data.
  • 3. Dapat dilihat pada masa era ini, banyak aplikasi yang dibuat dengan berlandaskan pada basis data antara lain semua transaksi perbankan, aplikasi pemesanan dan penjadwalan penerbangan, proses regristasi dan pencatatan data mahasiswa pada perguruan tinggi, aplikasi pemprosesan penjualan, pembelian dan pencatatan data barang pada perusahaan dagang, pencatatan data pegawai beserta aktivitasnya termasuk operasi penggajian pada suatu perusahaan, dan sebagainya. Basis data atau juga disebut database, terdiri dari dua penggalan kata yaitu data dan base, yang artinya berbasiskan pada data, tetapi secara konseptual, database diartikan sebuah koleksi atau kumpulan data-data yang saling berhubungan (relation), disusun menurut aturan tertentu secara logis, sehingga menghasilkan informasi. Selain itu, untuk mengelola dan memanggil query basis data agar dapat disajikan dalam berbagai bentuk yang diinginkan dibutuhkan perangkat lunak yang disebut Sistem Manajemen Basis Data atau juga disebut Database Management System (DBMS). Penggabungan Database Management System (DBMS) dengan Basis Data akan membentuk satu kesatuan yang disebut Sistem Basis Data. Dengan pemahaman mengenai basis data tersebut banyak pelajaran yang mendalami tentang sistem informasi secara khusus di sini kita akan mempelajari sistem informasi berbasis komputerisasi, yaitu Data Base System. Data base system sendiri menjadi kerangka penginformasian tentang suatu metode penyampaian yang banyak digunakan dalam kegiatan bisnis dan usaha dalam sebuah perusahaan. Kualitas sistem informasi yang dimiliki suatu perusahaan mempengaruhi keefektifan produktifitas perusahaan seperti yang dijelaskan pada keefektifan penggunaan aplikasi basis data. Maka Sistem Basis Data merupakan suatu sistem penyusunan dan pengelolaan record- record dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan keputusan.
  • 4. A. SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA DBMS (Database Management systems) adalah kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. ( ICT Database/- Data Resources Management, Dr. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis, 2010). Sedangkan menurut Asep Herman Suyanto (2004) Manajemen Sistem Basis Data (Database Management System / DBMS) adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi alternative penggunaan secara khusus untuk aplikasi, semisal penyimpana data dalam fiel dan menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya. Database Management System (DBMS) atau Sistem Manajemen Basisdata adalah suatu sistem yang terdiri atas Basis-data dan Perangkat Lunak (Software / program) yang bertujuan untuk effektivitas dan effisiensi dalam pengelolaan basisdata Sistem manajemen basis data (DBMS) terdiri dari perangkat lunak yang dapat mengatur penyimpanan data. Sehingga memudahkan organisasi untuk memusatkan data, mengelola data secara efisien dan menyediakan akses data bagi program aplikasi. Sebuah DBMS mengendalikan pembuatan, pemeliharaan, dan penggunaan struktur penyimpanan database organisasi sosial dan pengguna mereka. Hal ini memungkinkan organisasi untuk menempatkan kontrol organisasi pengembangan database yang luas di tangan Database Administrator (DBA) dan spesialis lain. Dalam sistem yang besar, sebuah DBMS memungkinkan pengguna dan perangkat lunak lain untuk menyimpan dan mengambil data dalam cara yang terstruktur B. TUJUAN DAN MANFAAT SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA Tujuan utama DBMS adalah untuk menyediakan tinjauan abstrak dari data bagi user. Jadi sistem menyembunyikan informasi mengenai bagaimana data disimpan dan dirawat, tetapi data tetap dapat diambil dengan efisien. Pertimbangan efisien yang digunakan adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks, tetapi tetap dapat digunakan oleh pengguna yang masih awam, tanpa mengetahui kompleksitas struktur data. Basis data menjadi penting karena munculnya beberapa masalah bila tidak menggunakan data yang terpusat, seperti adanya duplikasi data, hubungan antar data tidak jelas, organisasi data dan update menjadi rumit.
  • 5. Tujuan Basis Data Tujuan utama dalam pengolahan data dalam sebuah basis data adalah agar kita dapat memperoleh data yang kita cari dengan mudah dan cepat (Fathansyah,1999). Pemanfaatan basis data dilakukan dengan tujuan yaitu:  Kecepatan dan kemudahan (Speed) Pemanfaatan Database memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan ( manipulasi ) dan menampilkan kembali data tersebut dengan cepat dan mudah, dari pada kita menyimpan data secara manual.  Efisien ruang penyimpanan (Space) Dengan Database penggunaan ruang penyimpanan data dapat dilakukan karena kita dapat melakukan penekanan jumlah pengulangan data dengan menerapkan sejumlah pengkodean .  Keakuratan (Acuracy) Pemanfatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data dengan penerapan aturan atau batasan tipe data dapat diterapkan dalam Database yang berguna untuk menentukan ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan.  Keamanan (Security) Dalam sejumlah sistem ( aplikasi ) pengelolah database tidak menerapkan aspek keamanan dalam penggunaan database. Tetapi untuk sistem yang besar dan serius, aspek keamanan juga dapat diterapkan. Dengan begitu kita dapat menentukan siapa yang boleh menggunakan database dan menentukan jenis operasi-operasi apa saja yang boleh dilakukan.  Terpeliharanya keselarasan data (Consitant) Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan  Data dapat dipakai secara bersama (shared) Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara online) pada saat bersamaan.  Dapat diterapkan standarisasi (standarization) Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka Database dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.
  • 6. Sedangkan fungsi DBMS adalah :  Penyimpanan, pengambilan dan perubahan data  Katalog yang dapat diakses pemakai  Mendukung Transaksi  Melayani kontrol concurrency  Melayani recovery  Melayani autorisasi  Mendukung komunikasi data  Melayani integrity  Melayani data independence  Melayani utility. Manfaat Database Management System (DBMS)  Mengatasi kerangka (redundancy) data.  Menghindari terjadinya inkonsistensi data.  Mengatasi kesulitan dalam mengakses data.  Menyusun format yang standar dari sebuah data.  Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user).  Melakukan perlindungan dan pengamanan data (data security).  Menyusun integritas dan independensi data. Keunggulan Pemakaian Basis Data : 1. Terkontrolnya kerangkapan data. 2. Terpeliharanya keselarasan data apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan. 3. Data dapat dipakai secara bersama (Multiple User) 4. Keamanan data terjamin. 5. Terpeliharanya integritas data. 6. Terpeliharanya keseimbangan (ketersediaan) data dari berbagai macam kebutuhan data yang berbeda dalam setiap aplikasi.
  • 7. Kerugian Pemakaian Basis Data : 1. Storage (tempat penyimpanan data) yang digunakan besar. 2. Dibutuhkan tenaga yang terampil dalam mengelola data. 3. Perangkat lunaknya mahal. 4. Kerusakan pada sistem basis data dapat mempengaruhi departemen lain yang terkait. Ciri-Ciri Database. 1. Sistem yang dapat menyimpan data ke dalamfloppy disk atau harddisk 2. Sistem yang menganut pengolahan data untuk ditambah, diubah, atau dihapus dengan mudah dan terkontrol. 3. Data terpisah dari program Komponen - Komponen Sistem Basis Data 1. Hardware Biasanya berupa perangkat komputer standar, media penyimpan sekunder dan media komunikasi untuk sistem jaringan, seperti prosesor, memori & harddisk. Komponen inilah yang melakukan pemrosesan dan juga untuk menyimpan basis data. 2. Operating System Yakni merupakan perangkat lunak yang memfungsikan, mengendalikan seluruh sumber daya dan melakukan operasi dasar dalam sistem komputer. Harus sesuai dengan DBMS yang digunakan. 3. Database Yakni basis data yang mewakili sistem tertentu untuk dikelola. Sebuah sistem basis data bisa terdiri dari lebih dari satu basis data. 4. DBMS (Database Management System) Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola basis data. Contoh kelas sederhana: dBase, Foxbase, Rbase, MS. Access, MS. Foxpro, Borland Paradox. Contoh kelas kompleks: Borland-Interbase, MS. SQL Server, Oracle, Informix, Sybase.
  • 8. 5. User ( Pengguna Sistem Basis Data ) Orang-orang yang berinteraksi dengan sistem basis data, mulai dari yang merancang sampai yang menggunakan di tingkat akhir. 6. Optional Software Perangkat lunak pelengkap yang mendukung. Bersifat opsional. C. ORGANISASI DATA Perusahaan menyimpan data dalam jumlah besar di sistem informasi berbasis komputernya hanya karena perusahaan tersebut melakukan begitu banyak transaksi bisnis. Terdapat begitu banyak data sehingga data tersebut tidak akan berguna dalam pengambilan keputusan bisnis tanpa adanya satu cara pengorganisasian yang efektif dan efisien. Agar dapat menggunakan data dan terhindar dari kekacauan, konsep “data” telah dipecahkan dan dikurangi menjadi konsep-konsep yang lebih kecil. Konsep-konsep data yang lebih kecil akan menyediakan balok-balok yang lebih kecil. Konsep-konsep data yang lebh kecil akan menyediakan balok-balok pembangunan yang dapat dikombinasikan untuk menghasilkan kembali data awal dalam suatu bentuk yang terorganisasi dan dapat diakses. 1. Hierarki Data Data bisnis secara tradisional telah diorganisasikan ke dalam suatu hierarki field- field data yang berlangsung untuk membentuk record, dan recordyang bergabung untuk membentuk file. Field data adalah unit daya yang terkecil. Mencerminkan jumlah data terkecil yang akan ditarik dari komputer pada satu waktu. Contoh field data dapat berupa kode untuk mata kuliah yang sedang anda ambil. Record adalah sutau koleksi field-field data di dalam suatu berhubungan. Pengguna secara logis akan berpikir bahwa field-field data di dalam suatu record akan terhubung. Seperti kode mata kuliah yang akan memiliki hubungan dengan nama mata kuliah. File adalah koleksi record yang saling berhubungan, seperti satu File dari seluruh record yang berisi field kode-kode mata kuliah dan namanya. Basis data adalah sekumpulan File. Defenisi umum dari basis data adalah bahwa basis data merupakan kumpulan dari seluruh dat berbasis komputer sebuah perusahaan defenisi basis data yang lebih sempit adalah bahwa basis data merupakan kumpulan data yang berada di bawah kendali peranti lunak sistem manajemen basis data. Menurut defenisi yang lebih sempit, data perusahaan yang dikendalikan dari diadministrasikan oleh sistem manajemen basis data
  • 9. akan dianggap sebagai basis data. File-file komputer yang terdapat di dalam komputer pribadi seorang manajemen akan dianggap berada di luar basis data. 2. Spreadsheet Sebagai Basis Data Sederhana Table yang berisi baris dan kolom dapat disajikan dalam suatuspreadsheet. Karena banyak pengguna telah mengenal spreadsheet, ia dapat digunakan untuk memperkenalkan konsep-konsep basis data. Kolom-kolom dalam spreadsheet mencerminkan field-field data, sedangkan judul kolom berisi nama-nama field data. Baris-baris dalam tabel berisi nilai- nilai field.Struktur Basis Data Relasional (relation database structure), secara konsep serupa dengan sekumpulan tabel-tabel yang saling berhubungan, sebagian besar istilah yang dipergunakan oleh sepesialis informasi yang bekerja dengan sistem manajemen basis data akan berhubungan dengan istilah-istilah yang dipergunakan untukm menjelaskan tabel-tabel dengan beberapa istilah dan konsep tambahan yang dibutuhkan 3. Flat Files Pertama, kita perlu mendefiniskan satu jenis tabel tertentu yaitu flat file,file dta (flat file) adalah suatu tabel yang tidak memiliki kolom-kolom yang berulang. Kolom-kolom yang berulang melanggar persyaratan bagi flat file.Alasan dari sebuah tabel yang harus menjadi flat file adalah karena komputer membaca flat field data dari suatu record secara berutan. Ketika urut-urutan ini bukan merupakan suatu urutan yang konstan, komputer tidak akan dapat membaca record dengan benar. Alasan kedua untuk flat file adalah bahwa ia memungkinkan struktur basis data relasional untuk dinormalisasi. Normalisasi (normalization) adalah suatu proses formal untuk menghapus flat filed data yang berulang (redundant) sambil tetap menjaga kemampuan basis data untuk menambah, mengubah, dan menghapus tanpa menyebabkan kesalahan. Normalisasi berada di luar fokus buku ini dan merupakan fokus utama dari mata kuliah sistem manajemen basis data. 4. Field-Field Kunci Kunci (key) di dalam suatu tabel adalah satu field (satu kombinasi fied)yang berisi satu nilai yang secara unik mengidentifikasi masing-masing record di dalam tabel. Ini artinya bahwa setiap baris dalam tabel akan teridentifikasi secara unik. Satu field dalam banyak kasus dapat menjadi kunci bagi suatu tabel. Hanya mampu membedakan antara dua atau tiga baris saja tidaklah cukup, nilai kuni harus unik untuk keseluruhan tabel. Beberapa tabel mungkin
  • 10. memiliki dua field yang merupakan kandidat untuk menjadi kunci. Kandidat Kunci (key candidate) adalah sebuah field yang secara unik mengidentifikasi masing-masing baris tabel namun tidak dipilih untuk menjadi kunci. D. STRUKTUR BASIS DATA Struktur basis data adalah cara data diorganisasi agar pemrosesan data menjadi lebih efisien. Struktur ini kemudian diimplementasikan melalui suatu sistem manajemen basis data. Sistem manajemen basis data (DBMS) adalah suatu peranti lunak yang menyimpan struktur basis data, data itu sendiri , hubungan di antara data di dalam basis data, nama-nama formulir, jenis-jenis data, angka di belakang desimal, jumlah karakter, nilai-nilai default, dan seluruh uraian field lainnya. 1. Struktur Basis Data Hierarkis Struktur hirarkis ini dibentuk oleh kelompok-kelompok data, subkelompok, dan beberapa subkelompok lagi, seperti cabang dari sebuah pohon, untuk mendapatkan sebuah record dari satu cabang ke cabang lainnya mengharuskan sistem manajemen basis data tersebut menavigasi kembali ke persimpangan umum dari cabang-cabang tersebut. Struktur hierarkis memanfaatkan sumber daya komputer secara efisien, khususnya ketika sebagian besar record di dalam basis data akan digunakan dalam suatu aplikasi. Namun, ketika para manajer hanya menginginkan sedikit record terpilih saja darjj sejumlah besar record di dalam basis data, struktur hierarkis menjadi tidak efisien. Hal inil karena setiap record basis data hierarkis memiliki satu field yang menunjuk pada alamat penyimpanan dari record logis berikutnya di dalam basis data. Record-record tidak harus disimpan dengan susunan fisik yang berurutan di dalam suatu alat penyimpanan. Satu pointer akan menunjukkan record yang "berikutnya secara logis" (record setelahnya), dan sistem manajemen basis data akan mengambil record yang "berikutnya secara logis." Akan tetapi, keputusan managerial mungkin hanya membutuhkan satu record yang spesifik untuk menghadapi suatu masalah bisnis. Seorang manajer menginginkan satu record pesanan penjualan tertentu untuk menghadapi keluhan pelayanan dari seorang 'pelanggan tertentu, dan' bukannya sebuah daftar yang berisi ribuan pesanan pembelian yang diterima pada hari itu.
  • 11. 2. Struktur Basis Data Jaringan Struktur basis data jaringan dikembangkan untuk memungkinlcan penarikan record- record tertentu. Ia memungkinkan satu record tertentu menunjuk pada semua record lainnya di dalam basis data. Gugus Tugas Basis Data yang merupakan subkomite dari CODASYL mengeluarkan spesifikasinya untuk struktur basis data jaringan pada tahun 1971. Struktur jaringan memecahkan permasalahan keharusan untuk menarik balik hingga kembali ke "cabang" yang menyatukan basis data. Secara konseptual, setiap record dalam basis data dapat menunjuk ke semua record lain di dalam basis data, ibaratnya seperti meloncat ke setiap cabang pada sebuah pohon. Akan tetapi, rentang kemungkinan koneksi yang begitu lebar ini juga merupakan kelemahan dari penerapan struktur jaringan pada masalah-masalah praktis. Mengizinkan setiap record menunjuk ke record-record yang lainnya akan terlalu kacau. Bahkan profesional sistem informasi sekalipun akan mengalami kesulitan dalam mengembangkah dan menggunakan basis data dengan menggunakan struktur jaringan. 3. Struktur Basis Data Relasional Sekumpulan basis data seperti ini terlihat seperti sekumpulan table-tabel yang mirip seperti table-tabel spreadsheet.Relasi diantara table tidak disimpan sebagai petunjuk atau alamat; sebagai gantinya, relasi antar table bersifat implisit. Jika struktur hierarkis dan jaringan mengandalkan diri pada relasi fisik (physical^ relationship) di dalam bentuk alamat-alamat penyimpanan, relasi dalam struktur basis| data relasional adalah implisit. Relasi implisit (implicit relationship) dapat secara tidakf langsung berasal dari data. Ketika terdapat satu field (kolom) data yang sama dalam dual tabeL'maka record (baris) dari kedua tabel tersebut akan dapat digabungkan ketika nilai-nilail field datanya sama. Inilah cara bagaimana kita telah menggabungkan bersama tabel-tabel JURUSAN dan MATA KULIAH dengan menggunakan nilai-nilai dalam field Singkatan, Konsep dari suatu struktur basis data yang terdiri atas tabel-tabel di mana relasi terbentuk secara implisit dengan mencocokkan nilai-nilai dalam field data yang sama, akan mudah untuk dipergunakan dan dipahami. Kemudahan penggunaan memiliki arti yang sangat penting. Ketika organisasi menjadi lebih "datar" (ketika telah direorganisasikan sehingga memiliki lapisan manajemen yang lebih sedikit), akan terdapat lebih banyak spesialis yang tersedia untuk mengumpulkan data dari sistem berbasis komputer dan membuat laporan bagi manajer. Para manajer dan staf profesional harus mengakses informasi secara langsung dari suatu basis data agar dapat mendukung pengambilan keputusan yang mereka lakukan.
  • 12. Struktur mirip tabel dari sistem manajemen basis data relasional adalah sebuah format yang dapat dipahami dengan cepat oleh manajer maupun staf profesional. E. CONTOH BASIS DATA RELASIONAL Contoh-contoh field data, tabel, dan relasi di antara tabel akan memberikan latar belakang untuk konsep-konsep basis data yang akan disajikan . Suatu basis data bernama jadwal telah dibuat dari tabel-tabel yang telah digunakan. Basis data akan memecahkan informasi kedalam beberapa tabel karena jika informasi hanya disimpan pada satu tabel, maka akan terdapat banyak nilai field data yang terduplikasi; sehingga menyebabkan data menjadi berulang (redundant). Basis data akan mengurangi pengulangan data dalam tabel-tabel. Basis data akan meningkatkan konsistensi data dan akurasi data. Ini merupakan masalah yang sangat penting. Manajer mengambil keputusan yang sangat penting bagi operasi perusahaan dan oleh sebab itu, mereka membutuhkan data yang akurat dan konsisten dengan data lain si dalam basis data. Mengurangi jumlah pengulangan data adalah hal yang baik, tetapi konsistensi dan akurasi data merupakan suatu hal yang vital. a. Basis Data Jadwal Contoh yang dipergunakan di sini diimplementasikan pada piranti lunak sistem menejemen basis data Microsoft Access, namun implementasi ini akan serupa pada setiap produkk basis data relasional lainnya. IBM, Oracle, Microsoft, dan banyak perusahaan lain menyediakan peranti lunak sistem menejemen basis data relasional. b. Konsep Basis Data Ketika pengguna memikirkan record di dalam suatu basis data, mereka secara intuitif akan merasa bahwa urut-urutan record yang ditampilkan dalam sebuah laporan merupakan cerminan dari urut-urutan penyimpanan record tersebut di dalam disk komputer. Suatu sistem I manajemen basis data dapat menampilkan data ini dalam suatu urut-urutan yang logis dan i secara intuisif tepat, meskipun masing-masing record dari basis data tersebut dapat tersebar,; di banyakyife dan terletak di seluruh penjuru ruang penyimpanan komputer. Dua sasaran utama dari konsep basis date adalah untuk meminimalkan pengulangan data "dan untuk memperoleh independensi data. Pengulangan data—seperti yang telah dibahas sebelumnya dalam bab ini—akan membuang-buang ruang penyimpanan, memperlambat pemrosesan record, dan moigundang ketidakkonsistenan data.
  • 13. Independensi data (data independence) adalah kemampuan untuk melakukan perubahan pada struktur data tanpa melakukan perubahan pada program-program aplikasi yang memproses data. Sebagai contoh, program komputer untuk memproses pesanan pembelian adalah program yang terpisah dari data pesanan pembelian yang disimpan di dalam basis data. Independensi data tercapai dengan menempatkan spesifikasi data di dalam tabel-tabel dan kamus yang secara fisik terpisah dari program. Ukuran field Kode dapat ditingkatkan dari 8 menjadi 10 karakter di dalam definisi tabel tanpa memengaruhi aplikasi apa pun yang menggunakan field Kode. Ketika program- program komputer melakukan akses langsung ke file-file data untuk mengambil data, mereka haras secara eksplisit menyatakan format data. Hal ini akan memerlukan kode program komputer untuk ditulis ulang jika "lmlah karakter untuk Kode mengalami perubahan dari 8 menjadi 10. Jika terdapat 25 aplikasi komputer yang membutuhkan akses ke field Kode, maka seluruhnya akan perlu dimodifikasi. Dengan independensi data, tidak diperlukan penulisan ulang kode komputer lagi, karena satu-satunya perubahan hanyalah pada definisi dari field tersebut di dalam basis data. F. MEMBUAT BASIS DATA Konsepnya, proses pembuatan sebuah basis data akan melibatkan tiga langkah utama, yaitu:  Menentukan data yang anda butuhkan.  Menguraikan data tersebut.  Memasukkan data kedalam basis data. G. PERSONEL BASIS DATA Terdapat beberapa personel penting yang berkaitan dengan basis data. Administrator basis data memiliki tanggung jawab teknis maupun menejerial atas sumber daya basis data. a. Administrator Basis Data Spesialis informasi yang ahli dalam mengembangkan, menyediakan dan mengamankan basis data adalah administrator basis data. Administrator basis data mengawasi seluruh aktivitas basis data. Mereka harus memiliki keahlain menejerial maupun keahlian teknis yang tinggi. Tugas-tugas DBA dapat dibagi menjadi empat area utama:perencanaan, implementasi operasi dan keamanan:
  • 14.  Perencanaan basis data Mencakup bekerja dengan menejer-menejer area bisnis dalam mendefinisikan kebutuhan data perusahaan.  Implementasi basis data Terdiri atas pembuatan basis data untuk mengikuti spesifikasi dari sistem manajemen basis data yang dipilih, maupun menyiapkan dan melaksanakan kebijakan dan prosedur bagi pengguna basis data.  Operasi basis data Meliputi penawaran program-program pendidikan bagi para pengguna basis data dan memberikan bantuan jika dibutuhkan.  Keamanan basis data Meliputi pengawasan aktivitas basis data dengan menggunakan angka statistik yang diberikan oleh sistem menejemen basis data. b. Programer Basis Data Programmer basis data menunjukkan spesialisasi dan seleksi tingkat tinggi. Mereka sering kali memiliki lebih banyak pengalaman dan pelatihan daripada programmer-programer lain yang dimiliki oleh perusahaan. Salah satu alasannya adalah bahwa basis data merupakan pusat penyimpanan fakta bagi perusahaan. Jika terjadi kesalahan pemrogaman di dalam basis data, maka konsekuensinya akan dapat dirasakan oleh pengguna dalam jumlah yang sangat besar. Karena alas an ini, perusahaan menginginkan para programmer basis data-nya dipilih dari personel paling ahli yang tersedia.Programer basis data sering kali menuliskan kode untuk memecah dan/atau mengagresasikan data basis data. Seorang pengguna kemudian men- download data yang telah dikumpulkan secara efisien ini dari sumber daya computer perusahaan ke computer pribadinya. Salah satu keuntungan salah satu keuntungan adalah basis data perusahaan hanya diakses satu kali saja, dan pemrosesan basis data lebih lanjut akan terjadi hanya pada sumber daya komputasi pengguna, sehingga memberikan tingkat efesiensi yang lebih tinggi bagi penggunaan basis data. Keuntungan lainnya adalah bahwa pengguna tidak perlu mengakses sepenuhnya basis data perusahaan, dan karena seseorang pengguna akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan kesalahan dari pada seseorang programmer basis data, maka basis data tersebut menjadi lebih aman
  • 15. c. Pengguna Akhir Pengguna akhir tidak dapat diabaikan sebagai personel penting yang berinteraksi dengan basis data. Mereka membuat laporan dan formulir memberikan query kepada basis data dan menggunakan jawaban dari basis data mereka untuk pengambilan keputusan yang akan mempengaruhi perusahaan dari unsure pokok lingkungannya. Peranti lunak system manajemen basis data telah mengalami evolusi dengan mendorong interaksi oleh para pengambil keputusan. pengguna tidak perlu mengetahui bagaimana cara membuat kode dari bahasa query terstruktur. Formulir query-by-example memungkinkan poengguna memilih beberapa pilihan dan menjalankan query. Semakin mudahnya penggunaan telah menimbulkan kenaikan penggunaan oleh pengguna terakhir, yang selanjutnya dapat menyebabkan meningkatnya jumlah kesalahan yang dilakukan oleh pengguna akhir. System manajemen basis data membuat asumsi-asumsi mengenai apa yang diinginkan oleh pengguna pada saat mereka meng-klik melalui antar muka basis data. Kecuali jika pengguna mengetahui asumsi-asumsi yang dibuat, data yang ditampilkan mungkin bukanlah hal yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Pengguna memerlukan pelatihan dalam system basis data sehingga sumb er daya basis data akan dapat menjadi aset yang sebenarnya dalam pengambilan keputusan. Contoh Kasus : 1. PT VONITA GARMENT Pada era sekarang, banyak perusahaan termasuk perusahaan yang besar, menengah, maupun yang kecil melakukan pengotomatisasian proses bisnisnya dengan menggunakan komputer sebagai media utamanya. Hal ini dilakukan agar proses bisnisnya dapat dilakukan lebih cepat dan efisien. Demikian pula dengan PT. Vonita Garment yang memproduksi pakaian jadi khusus anak-anak. Perusahaan yang berdiri pada tahun 1983 ini ingin memulai usaha ke depan dengan menggunakan komputer dalam memanajemen sistem di perusahaan. Salah satunya adalah sistem informasi produksi berupa perhitungan Harga Pokok Produksi secara otomatis dan kontrol Proses Produksi dilengkapi dengan laporan laporan penting seputar produksi pakaian jadi anak-anak seperti, laporan kontrol proses produksi per-order atau laporan harga pokok produksi per-order. Aspek lain yang ingin dikomputerisasikan adalah pengendalian persediaan berupa pengadaan bahan baku yang diperlukan, ketika ada sebuah order atau perintah produksi.
  • 16. Proses produksi yang berlangsung dalam PT. Vonita Garment secara umum dapat digambarkan sebagai berikut: • Pembuatan pola, yaitu pembuatan pola dari masing-masing bagian pakaian (kerah, lengan, dada, dll). • Proses pemindahan pola ke material dasar (kain), dan diikuti dengan pemotongan kain tersebut. • Menyeri tiap-tiap bagian dari pakaian menjadi satu kesatuan pakaian. • Memberi corak pada masing-masing bagian pakaian (obras, sablon, dll). • Menjahit masing-masing bagian pakaian menjadi satu kesatuan. • Finishing, memeriksa apakah ada kekurangan dari tiap pakaian yang sudah jadi (disebut sebagai quality control). 1.1 Harga Pokok Produksi Dalam pembuatan produk terdapat dua kelompok biaya, yaitu biaya produksi dan biaya non produksi. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang diperlukan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap dijual atau digunakan. Sedangkan biaya non produksi merupakan biaya-biaya yang diperlukan untuk kegiatan non produksi, seperti kegiatan pemasaran dan kegiatan administrasi dan umum. Biaya Produksi membentuk harga pokok produksi yang digunakan untuk menghitung harga pokok produk jadi dan harga pokok produk yang pada periode akhir akuntansi masih dalam proses. Biaya non produksi ditambahkan pada harga pokok produksi untuk menghitung total harga produk. Harga pokok produksi terdiri dari unsur biaya produksi berikut ini:  Biaya bahan baku langsung (direct material cost) Bahan baku merupakan bahan dasar yang digunakan untuk membentuk produk jadi, yang diolah dalam perusahaan dan dapat diperoleh dari pembelian atau pengolahan sendiri.  Biaya tenaga kerja langsung (direct labour cost) Tenaga kerja langsung adalah semua karyawan yang secara langsung ikut serta memproduksi produk jadi, yang jasanya dapat diusut secara langsung pada produk dan upahnya merupakan bagian yang besar dalam memproduksi produk.  Biaya overhead pabrik (factory overhead cost) Biaya overhead pabrik adalah semua biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
  • 17. 1.2 Metode Pengambilan Harga Bahan Produksi Metode pengambilan bahan untuk proses produksi dibagi menjadi tiga, yaitu: • Metode FIFO (First In First Out): Metode dimana bahan baku dengan nama dan jenis yang sama, namun berbeda tanggal pembeliannya, akan dipakai sebagai bahan produksi yang tanggal pembeliannya lebih awal . • Metode LIFO (Last In First Out): Metode dimana bahan baku dengan nama dan jenis yang sama, namun berbeda tanggal pembeliannya, akan di pakai sebagai bahan produksi yang tanggal pembeliannya paling akhir. • Metode Average : Metode yang mengambil nilai rata-rata dari bahan yang dipakai. 1.3 Metode Pengumpulan Biaya Produksi Sesuai dengan sifat proses produksi suatu perusahaan, maka proses pengumpulan data biaya produksi dalam penentuan harga pokok produk dapat dikelompokkan menjadi dua metode, yaitu : • Metode Harga Pokok Pesanan (Job Costing Method) Yaitu metode pengumpulan biaya produksi yang diterapkan pada perusahaan yang menghasilkan produk atas dasar pesanan. Karakteristiknya antara lain: a. Harga pokok produk dihitung untuk setiap produk pesanan. b. Penentuan harga pokok setiap produk pesanan dilakukan setelah produk tersebut selesai dikerjakan. c. Harga pokok produksi per unit dihitung dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk pesanan tersebut dengan jumlah unit produk yang dihasilkan dalam pesanan yang bersangkutan. • Metode Harga Pokok Proses (Process Costing method) Yaitu metode pengumpulan biaya produksi yang diterapkan pada perusahaan yang menghasilkan produk secara masal. Karakteristiknya antara lain: a. Harga pokok produk dihitung berdasarkan periode tertentu (umumnya satu bulan). b. Harga pokok produk ditentukan pada akhir periode tertentu. c. Harga pokok per unit produk dihitung dengan cara membagi harga pokok produk selesai periode dengan jumlah unit produk selesai, dalam periode yang bersangkutan.
  • 18. 1.4 Pengadaan Bahan Baku Metode ini membutuhkan tiga sumber informasi utama, yaitu: • Master Production Schedule (MPS) merupakan suatu pernyataan definitive tentang produk akhir apa yang direncanakan perusahaan untuk di produksi, berapa kuantitas yang dibutuhkan, kapan dibutuhkan dan bilamana produk itu akan diproduksi. • Bill Of Material (BOM) merupakan daftar dari semua bahan serta kuantitas dari masing-masing bahan yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit produk. • Item Master merupakan suatu file yang berisi informasi status tentang kuantitas bahan on-hand. 2. ANALISIS DAN DESAIN Gambar 1. Blok Diagram Proses Produksi
  • 19. 2.1 Analisis kebutuhan PT. Vonita Garment bergerak dibidang garment atau konveksi untuk anak-anak. Setiap pakaian jadi memiliki tahapan produksi yang berbeda, tergantung dari desain masing-masing pakaian. Tetapi secara garis besar, tahapan proses produksinya untuk pakaian jadi dapat dilihat pada Gambar 1. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh PT. Vonita Garment maka sistem baru yang dibutuhkan adalah: • Sistem yang dapat membantu pencatatan pengaturan tahapan proses produksi mulai dari pembuatan pola pakaian sampai dengan menjadi pakaian jadi yang siap dikirim. Selain itu juga perusahaan dapat mengetahui pemakaian bahan baku yang dipakai pada bagian produksi, serta perhitungan biaya overhead pabrik dan biaya produksi lainnya yang berhubungan langsung dengan produksi tersebut. • Sistem yang membantu perusahaan dalam mengetahui bahan yang tidak tersedia di gudang pada saat ada order, untuk dibuatkan jadwal pengadaan bahan. • Sistem yang membantu melakukan perhitungan dan pembuatan laporan biaya-biaya produksi aktual. • Sistem yang dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan perhitungan harga pokok produksi tiap model pakaian berdasarkan order, yang akan dipergunakan oleh pimpinan perusahaan sebagai salah satu faktor untuk menentukan biaya produksi dalam menentukan laba pada saat tutup buku tahunan. 2.2 Desain Sistem PT. Vonita Garment dalam pengumpulan data biaya produksi dan dalam penentuan harga pokok produksi menggunakan metode Harga Pokok Proses dan metode FIFO dalam pengambilan data bahan. Biaya-biaya produksi untuk tenaga kerja dan bahan dihitung langsung setelah produk selesai dikerjakan. Sedangkan untuk biaya overhead dihitung setiap satu bulan sekali. Kemudian menentukan harga pokok produksi masing-masing order pakaian jadi. Langkah-langkah yang digunakan dalam menentukan harga pokok produksi pada PT. Vonita Garment adalah sebagai berikut: a. Identifikasi Unsur-Unsur Biaya Produksi Pada PT. Vonita Garment, biaya-biaya yang digolongkan ke dalam biaya produksi adalah sebagai berikut: • Biaya bahan baku : kain, benang, kancing, dan lain-lain.
  • 20. • Biaya tenaga kerja langsung, yaitu tenaga kerja dari tiap tahapan produksi. Antara lain: Penjahit, Pemotong Pakaian, Tukang Sablon, Tukang Bordir, dan lain-lain. • Biaya overhead pabrik, antara lain: biaya listrik, biaya perawatan mesin, biaya tenaga kerja tak langsung, dan biaya lain-lain yang berkaitan dengan produksi. b. Identifikasi Cost Driver Untuk biaya-biaya dari unsur produksi yang dipakai bersama-sama oleh tiap order pakaian, maka diperlukan cost driver untuk menentukan berapa besarnya biaya yang dibebankan pada tiap order pakaian. Dalam proses perhitungan harga pokok produksi, program ini menggunakan waktu pemakaian mesin dan tenaga kerja untuk tiap order pakaian yang diproduksi beserta jumlah pakaian yang dipesan/order sebagai cost driver- nya. c. Perhitungan HPP Tiap Pesanan/Order Perhitungan HPP untuk tiap order pakaian dengan langkah sebagai berikut : • Ambil data harga bahan yang diperlukan dalam proses produksi menggunakan metode FIFO (First In First Out). • Hitung total biaya bahan ketika proses produksi dari sebuah order akan dikerjakan. • Hitung total biaya tenaga kerja dan mesin setelah proses produksi selesai dikerjakan. • Cost Driver-nya adalah waktu pemakaian mesin dan tenaga kerja dari awal proses produksi sampai akhir proses produksi beserta jumlah pakaian yang dipesan/order. Perhitungan total biaya dari tiap unsur produksi dengan cost driver dengan ketentuan sebagai berikut: O Biaya Bahan dari sebuah proses yang dimiliki produk dikalikan dengan jumlah order pakaian O Biaya Gaji Pegawai dan mesin per jam dikalikan dengan waktu pemakaian tenaga kerja dan mesin. O Biaya Overhead satu bulan akan di bagi dengan waktu produksi per-order. • HPP tiap order diperoleh dengan menjumlahkan ketiga hasil dari poin ke lima diatas. Penjadwalan pengadaan bahan akan dibuat setelah order masuk dan bahan yang diperlukan untuk proses produksi dari order tersebut tidak terdapat dalam gudang. Langkah- langkah yang digunakan dalam membuat jadwal pengadaan bahan PT. Vonita Garment adalah sebagai berikut:
  • 21. a. Identifikasi Tiga Sumber Informasi Utama Dalam Pengadaan Bahan Pengadaan bahan yang dilakukan membutuhkan tiga sumber informasi utama, yaitu: • Master Production Schedule (MPS): berupa data produk yang telah dipesan/order oleh pelanggan. Masing masing produk memiliki proses produksi yang berbeda. Produk tersebut dipesan dengan jumlah yang berbeda pula, tergantung jumlah order dari pelanggan. • Bill of Material (BOM): berupa daftar dan kuantitas dari semua bahan yang diperlukan masing-masing proses produksi pakaian anak untuk memproduksi satu unit pakaian jadi. Item Master: berupa informasi status tentang bahan yang diperlukan yang menunjukkan kuantitas bahan yang ada di gudang. b. Perhitungan Jadwal Pengadaan Bahan. Penjadwalan Pengadaan Bahan untuk tiap bahan yang diperlukan untuk proses produksi namun tidak terdapat dalam gudang sebagai berikut: • Melihat proses produksi yang dimiliki produk yang di pesan oleh pelangan. • Menghitung semua bahan yang diperlukan untuk proses produksi tersebut. • Melihat jadwal proses produksi tersebut akan dikerjakan. • Mengecek bahan dalam gudang, jika stock tidak ada atau kurang, maka dibuatkan jadwal pengadaan. 3. IMPLEMENTASI 3.1 Implemensi Database Database diimplementasikan dalam bentuk tabel-tabel. Tabel yang akan dijelaskan berikut dikhususkan pada tabel yang digunakan dalam proses produksinya saja: • Tabel Tbpp: untuk menyimpan proses-proses dari produk. Dimana masing-masing produk memiliki proses yang berbeda dengan urutan yang berbeda pula. • Tabel Tbtkproses: untuk menyimpan data tenaga kerja yang dipakai dalam sebuah proses dari produk. Dimana masing-masing proses memerlukan tenaga kerja yang berlainan. • Tabel Tbbahanproses: untuk menyimpan data bahan baku yang dipakai dalam sebuah proses dari produk. Dimana masing-masing proses memerlukan bahan baku yang berlainan.
  • 22. • Tabel Tbmesinproses: untuk menyimpan data nama mesin yang dipakai dalam sebuah proses dari produk. Dimana masing-masing proses memerlukan mesin yang berlainan. • Tabel tbjadwalpengadaan: untuk menyimpan data bahan yang habis, ketika ada order yang memerlukan bahan tersebut. • Tabel tbjadwalprod: untuk menyimpan proses produksi dengan urutan teratas berdasarkan jenis produknya, dan yang sudah terpenuhi atribut-atributnya, sehingga siap untuk di proses. • Tabel Tbprosesprod: untuk menyimpan data proses produksi yang sudah dijalankan. • Tabel Tbppselesai: untuk menyimpan data proses produksi yang telah selesai dijalankan. • Tabel Tbpemakaiantk: untuk mencatat dan menyimpan data pemakaian tenaga kerja selama suatu proses produksi berlangsung. • Tabel Tbpemakaianmesin: untuk mencatat dan menyimpan data pemakaian mesin selama suatu proses produksi berlangsung. • Tabel Tbpemakaianbahan: untuk mencatat dan menyimpan data pemakaian bahan selama suatu proses produksi berlangsung. • Tabel Tbgudangbahan: untuk menyimpan data bahan yang pernah dimiliki maupun yang dimiliki oleh perusahaan. • Tabel Tboverhead: untuk menyimpan biaya-biaya overhead bulanan dari perusahaan. • Tabel Tbprosesberjalan: untuk mencatat dan menyimpan data proses yang sedang terjadi untuk suatu order. • Tabel Tbpemakaianoverhead: untuk menyimpan data pemakaian overhead sebuah order. 3.2 Implementasi dan Pengujian Program Proses diawali dengan menginputkan data bahan yang digunakan untuk perhitungan HPP dan penjadwalan pengadaan bahan. Kemudian dilanjutkan dengan data gaji pegawai, mesin dan overhead bulanan seperti pada Gambar 2 sampai 5.
  • 23. Gambar 2. Form Data Bahan Gambar3. Form Data Gaji Pegawai Kemudian dilanjutkan dengan pengisian data produk yang akan dibuat lengkap dengan bahan, mesin dan tenaga kerja yang diperlukan seperti pada Gambar 6. Apabila terdapat order dari customer maka akan dilakukan proses pengadaan bahan yang dapat dilihat pada form pengadaan seperti pada Gambar 7. Gambar 4. Form data mesin Gambar 5. Form data Overhead Bulanan
  • 24. Gambar 6. Form Pencatatan Produk Gambar 7. Form Pengadaan Bahan Setelah itu dapat dilihat jadwal produksi yang akan dilakukan apabila bahan yang diperlukan telah tersedia. Jumlah pemakaian mesin dan tenaga kerja juga dapat diupdate. Dan hasil proses produksi dapat dilihat pada Gambar 9.
  • 25. Gambar 8. Form Jadwal Produksi Gambar 9. Form Hasil Produksi Program aplikasi ini mengimplementasikan hasil perhitungan HPP dalam berbagai macam laporan-laporan (reports). Jenis-jenis laporan tersebut antara lain: • Laporan Proses Produksi Yang Sedang Berjalan dan Laporan Proses Produksi Yang Telah Selesai.
  • 26.  Laporan Harga Pokok Produksi Per Order dan Laporan Pemakaian Bahan Per Order.  Laporan Jadwal Pengadaan Bahan Per Tanggal Pengadaan.
  • 27. Seiring dengan berjalannya bisnis perusahaan, masalah dalam penyimpanan dan pengelolaan data pun akan semakin kompleks. Temukan tantangan pengelolaan data yang mungkin dihadapi dan bagaimana cara menghindarinya dengan memilih solusi yang efektif. Tantangan: Pemetaan data tidak terstruktur dengan baik Pengkategorian yang kurang tepat, format data tidak konsisten, dan adanya duplikat, dapat mempersulit dan memperlambat proses pencarian data. Solusi: Buat rencana secara detail sejak awal. Fokus membangun sistem struktur dasar terlebih dahulu untuk memudahkan dalam menemukan, mengakses, dan menganalisis data di kemudian hari. Tantangan: Entri data tidak akurat dan terpercaya, serta inkonsisten Data berasal dari berbagai sumber dan administrator. Kemajemukan ini menciptakan tumpukan data dengan bermacam tipe yang memiliki standarnya sendiri, yang dapat berdampak pada integritas data. Solusi: Otomatisasi, atau pengaturan pekerjaan dengan mesin dalam industri, adalah cara yang dapat diandalkan untuk mengelola data jika dibandingkan dengan proses manual, karena manusia pada dasarnya rentan terhadap kesalahan. Mengelola data yang akurat dan terstandardisasi adalah upaya yang rumit, namun jika dilakukan dengan benar, otomatisasi data dapat merevolusi cara perusahaan mengelola data jadi lebih rapi dan terstruktur. Tantangan: Data tersimpan dalam sumber yang berbeda Perusahaan menghadapi tantangan utama ketika data harus dikumpulkan dari variasi sistem manajemen database dengan kompatibilitas operasional yang berbeda. Kesenjangan ini akan menimbulkan masalah dalam penarikan data. Solusi: Gunakan penerjemah antar sistem. Gunakan aplikasi pendamping yang dapat terhubung dengan koneksi multi-database dan platformdengan operasi multi-sistem.
  • 28. Tantangan: Mencari data dalam waktu singkat Volume data yang bisa jadi sangat besar akan menyulitkan dalam mencari data tertentu di dalam tumpukan data. Solusi: Gunakan aplikasi yang akan memudahkan mencari objek dan relasi data dengan fitur keyword search yang dapat menghasilkan pemetaan antar objek pada sebuah database. Tantangan: Integritas data tidak terjamin Integritas adalah aspek penting lain dari keamanan database. Kewenangan administrator yang tak terbatas dalam mengubah data akan mengurangi integritas database. Banyaknya jumlah pemegang akses ke penyimpanan data tentunya akan mempersulit pengawasan aktivitas login,yang nantinya rentan terhadap cyber attack. Solusi: Batasi sistem keamanan dengan kontrol akses. Pastikan bahwa hanya orang terpercaya yang dapat melihat informasi perusahaan. Gunakan sistem Kontrol Akses Pengguna yang menentukan izin siapa yang dapat mengakses data tersebut. Kelola akses database dengan mekanisme ticketing, yang membuat pengajuan hak akses admin harus melalui proses approval dari tingkat manajemen yang lebih tinggi seperti manajer IT. Tantangan-tantangan di atas dapat menimbulkan dampak yang signifikan terhadap perusahaan, baik dalam sumber daya hingga biaya. Pastikan Anda menggunakan pilihan aplikasi terbaik sebagai solusinya, demi menjaga efisiensi cost dan operasional perusahaan.
  • 29. Daftar Pustaka Putra, Yananto Mihadi. (2018). " Sistem Manajemen Basis Data". Modul Kuliah Sistem Informasi Manajemen. FEB - Universitas Mercu Buana: Jakarta. (http://teknik-informatika.com/about-faisal-akib/) http://krida85.wordpress.com/2008/04/16/pengertian-basis-data. rakhmatkopero.blogspot.com/2008/05/sistem-basis-data 21.html-68k http://hastiahak409.blogspot.com/2011/01/sistem-manajemen-basis-data.html https://kuliahmencatat.blogspot.com/2016/10/sistem-manajemen-basis-data.html http://replay.mwb.im/keunggulan-kelemahan-sistem-basis-data.xhtml http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-15216-Chapter1-pdf.pdf http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/24103/Chapter%20I.pdf?sequence=5 http://www.asaba.co.id/article/preview/30/tantangan-pengelolaan-data-dan-solusinya