Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3)
SEJARAH K3
Sebelum Masehi
1700 SM Raja Hamurabi dan
kerajaan Babylonia dalam kitab
undang-undangnya
menyebutkan “bila seseorang
ahli bangunan membuat rumah
untuk seseorang dan dalam
pembuatanya tidak dilaksanakan
dengan baik, sehingga rumah itu
roboh dan menimpa pemilik
rumah hingga mati, maka ahli
bangunan tsb dibunuh”
Awal Masehi
80 M
PLINIUS (ahli
ensiklopedia ROMA)
mesyaratkan agar para
pekerja tambang harus
memakai tutup hidung
karena banyaknya
debu tambang di area
kerja tsb
1450 M
Pembangunan obelisk
di lapangan St. Pieter
Roma DOMINICO
FONTANA
mensyaratkan
pegawainya untuk
menggunakan tutup
kepala untuk
melindungi kepalanya
Era Industri
1931
Heinrich, H.W dalam
bukunya Industrial
Accident Prevention
memperkenalkan
prinsip-prinsip
mendasar bagi
program keselamatan
kerja yang berlaku
hingga sekarang
1970
Pemerintah
mengeluarkan
Undang-undang No. 1
Tahun 1970 tentang
keselamatan kerja yang
menunjukkan bahwa
perlindungan hak
untuk dapat bekerja
secara aman, sehat dan
produktif merupakan
hak semua orang yang
harus dijunjung tinggi
Lambang K3
Arti (Makna) Tanda Palang
Bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK).
Arti (Makna) Roda Gigi
Bekerja dengan kesegaran jasmani dan rohani.
Arti (Makna) Warna Putih
Bersih dan suci.
Arti (Makna) Warna Hijau
Selamat, sehat dan sejahtera.
Arti (Makna) 11 (sebelas)
Gerigi Roda
Sebelas Bab Undang-Undang No 1
Tahun 1970 tentang Keselamatan
Kerja.
Bentuk lambang berupa palang
berwarna hijau dengan roda
bergerigi sebelas dengan warna
dasar putih
Filosofi (Mangkunegara)
Suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan
dan kesempurnaan jasmani maupun rohani tenaga kerja
khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil
karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan
makmur.
Keilmuan
Semua ilmu dan penerapannya untuk mencegah
terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja (PAK),
kebakaran, peledakan dan pencemaran lingkungan.
Pengertian K3
UU No 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja
1. Tempat dimana dilakukan pekerjaan bagi suatu usaha.
2. Adanya tenaga kerja yang bekerja di sana.
3. Adanya bahaya kerja di tempat itu.
Permenaker No 5 Tahun 1996 Tentang Sistem Manajemen K3
Setiap perusahaan yang memperkerjakan 100 tenaga kerja atau lebih dan atau yang
mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan
produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran,
pencemaran lingkungan dan penyakit akibat kerja (PAK).
Permenaker No 4 Tahun 1987 Tentang Panitia Pembina
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
4. Tempat kerja dimana pengusaha atau pengurus memperkerjakan 100 orang atau
lebih.
5. Tempat kerja dimana pengusaha memperkerjakan kurang dari 100 orang tetapi
menggunakan bahan, proses dan instalasi yang memiliki resiko besar akan
terjadinya peledakan, kebakaran, keracunan dan pencemaran radio aktif.
Dasar Hukum Penerapan K3 Di Tempat Kerja
1. Melindungi dan menjamin
keselamatan setiap tenaga kerja
dan orang lain di tempat kerja.
2. Menjamin setiap sumber
produksi dapat digunakan
secara aman dan efisien.
3. Meningkatkan kesejahteraan
dan produktivitas Nasional.
Tujuan K3
Berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun
1970 tentang Keselamatan Kerja
Penyebab
Dasar
1. Kurangnya
Prosedur/Aturan.
2. Kurangnya
Sarana.
3. Kurangnya
Kesadaran.
4. Kurangnya
Kepatuhan.
Penyebab
Tidak
Langsung
1. Faktor Pekerjaan.
2. Faktor Pribadi.
Penyebab
Langsung
1. Tindakan Tidak
Aman.
2. Kondisi Tidak
Aman.
Kecelakaan
Kerja
1. Kontak Dengan
Bahaya.
2. Kegagalan
Fungsi.
Kerugian
1. Manusia (Cedera,
Keracunan,
Cacat, Kematian,
PAK).
2. Mesin/Alat
(Kerusakan
Mesin/Alat).
3. Material/Bahan
(Tercemar, Rusak,
Produk Gagal).
4. Lingkungan
(Tercemar, Rusak,
Bencana Alam).
Penyebab Kecelakaan Kerja
Teori Efek Domino – H.W. Heinrich
Rp. 1 Juta
Biaya Langsung
1. Biaya Pengobatan & Perawatan.
2. Biaya Kompensasi (Asuransi).
Rp. 5 – 50 Juta
(Biaya Kerusakan Aset
Yang Tidak
Diasuransikan)
Rp. 5 – 3Juta
(Biaya Lain-lain
Yang Tidak Diasuransikan)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
7. Waktu untuk Investigasi.
8. Pembayaran Gaji untuk Waktu
Hilang .
9. Biaya Perekrutan dan Pelatihan.
10. Biaya Lembur.
11. Biaya Ekstra Pengawas.
12. Waktu untuk Administrasi.
13. Penurunan Kemampuan Tenaga
Kerja yang Kembali karena Cedera.
14. Kerugian Bisnis dan Nama Baik.
{
{
Kerugian Kecelakaan Kerja
Teori Gunung Es Kecelakaan Kerja
Biaya Tidak Langsung
1. Kerusakan Bangunan.
2. Kerusakan Alat dan Mesin.
3. Kerusakan Produk dan Bahan/Material.
4. Gangguan/Terhentinya Produksi.
5. Biaya Administrasi.
6. Pengeluaran Sarana dan Prasarana Darurat.
Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja
Identifikasi dan Pengendalian Bahaya Di
Tempat Kerja
1. Pemantauan Kondisi Tidak Aman.
2. Pemantauan Tindakan Tidak Aman.
Pembinaan dan Pengawasan
3. Pelatihan dan Pendidikan.
4. Konseling & Konsultasi.
5. Pengembangan Sumber Daya.
Sistem Manajemen
6. Prosedur dan Aturan.
7. Penyediaan Sarana dan Prasarana.
8. Penghargaan dan Sanksi.
UTAMAKAN
KESELAMATAN & KESEHATAN
KERJA

More Related Content

PPTX
konsep dasar keselamatan dan kesehatan kerjapptx
PDF
Bahan-Bacaan-1-Dasar-dasar-K3.pdf
PPTX
Keselamatan dan kesehatan kerja (k3)
PPTX
PENGANTAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
PPTX
MATERI PENGERTIAN K3LH UNTUK SMK KELAS X
PPTX
Menerapkan k3 lh
PPTX
K3L Sektor Perhotelan dan Restoran.pptx
PDF
Modul Dasar K3 Umum penerapan keselamatan kerja
konsep dasar keselamatan dan kesehatan kerjapptx
Bahan-Bacaan-1-Dasar-dasar-K3.pdf
Keselamatan dan kesehatan kerja (k3)
PENGANTAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
MATERI PENGERTIAN K3LH UNTUK SMK KELAS X
Menerapkan k3 lh
K3L Sektor Perhotelan dan Restoran.pptx
Modul Dasar K3 Umum penerapan keselamatan kerja

Similar to 2. Sejarah & Pengertian Keselamatan Kerjaptx (20)

PDF
Modul Dasar K3 Umum penerapan keselamata kerja
PPT
Keselamatan_dan_Kesehatan_Kerja_PPT.ppt
PPT
Materi UU Nomor 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja.ppt
PDF
Selanyang pandang UU No 1 1970 - Tahap 1.pdf
PPTX
Dasar Dasar Keselamatan dan Kesehatan Ketengakerjaan
PPT
K3-GARTEKS-Bg.-Eko-Karsono-15-Juli-2021.ppt
PDF
Konsep Dasar K3.pdf
PPTX
Dasar_Dasar_Keselamatan_dan_Kesehatan_Ke.pptx
PPTX
Dasar-Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) EDIT
PPTX
Dasar-Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)[1].pptx
PPTX
Pertemuan 1 k3
PPTX
02 Dasar-Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).pptx
PPT
Dasar-Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja - 5R-PT. XXXXX.ppt
PPTX
Dasar-Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).pptx
PPTX
Materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).pptx
PPTX
K3LH - materi awal TJKT. pengenalan dari keselamatan bekerja
PDF
Keselamatan dan kesehatan kerja (k3)
PDF
Materi Training Safety
PPT
UU_No_1_Tahun_1970_2_ppt.ppt
PPT
UU_No_1_Tahun_1970_2_ppt.ppt
Modul Dasar K3 Umum penerapan keselamata kerja
Keselamatan_dan_Kesehatan_Kerja_PPT.ppt
Materi UU Nomor 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja.ppt
Selanyang pandang UU No 1 1970 - Tahap 1.pdf
Dasar Dasar Keselamatan dan Kesehatan Ketengakerjaan
K3-GARTEKS-Bg.-Eko-Karsono-15-Juli-2021.ppt
Konsep Dasar K3.pdf
Dasar_Dasar_Keselamatan_dan_Kesehatan_Ke.pptx
Dasar-Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) EDIT
Dasar-Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)[1].pptx
Pertemuan 1 k3
02 Dasar-Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).pptx
Dasar-Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja - 5R-PT. XXXXX.ppt
Dasar-Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).pptx
Materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).pptx
K3LH - materi awal TJKT. pengenalan dari keselamatan bekerja
Keselamatan dan kesehatan kerja (k3)
Materi Training Safety
UU_No_1_Tahun_1970_2_ppt.ppt
UU_No_1_Tahun_1970_2_ppt.ppt
Ad

More from KianSantang21 (10)

PPTX
9. PPGD BAGI AWAM (BASIC LIFE SUPPORT).pptx
PPTX
10. AIRWAYS AND VENTILATION MANAGEMENT.pptx
PPTX
15. PENGELOLAAN LIMBAH Bahan Berbahaya Beracun.pptx
PPTX
Dokumentasi_Keperawatan_1_Pengkajian_Kep.pptx
PPTX
Komunikasi terapeutik pada bayi dan anak.pptx
PPT
konsep komunikasi terapeutik dalam keperawatan.ppt
PPT
PENGKAJIAN KEPERAWATAN PERTEMUAN KE 6.ppt
PPTX
KOMUNIKASI DASAR DALAM KEPERAWATTAN.pptx
PPTX
1. KONSEP DASAR KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN.pptx
PPTX
Tujuan Promkes.pptx
9. PPGD BAGI AWAM (BASIC LIFE SUPPORT).pptx
10. AIRWAYS AND VENTILATION MANAGEMENT.pptx
15. PENGELOLAAN LIMBAH Bahan Berbahaya Beracun.pptx
Dokumentasi_Keperawatan_1_Pengkajian_Kep.pptx
Komunikasi terapeutik pada bayi dan anak.pptx
konsep komunikasi terapeutik dalam keperawatan.ppt
PENGKAJIAN KEPERAWATAN PERTEMUAN KE 6.ppt
KOMUNIKASI DASAR DALAM KEPERAWATTAN.pptx
1. KONSEP DASAR KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN.pptx
Tujuan Promkes.pptx
Ad

Recently uploaded (20)

DOCX
1. Antiretroviral (ARV)....rangkuman.doc
PDF
Novel Sejarah Lahirnya Puskesmas : Leimena, Soeharto, Siwabessy. KARYA FERIZA...
PPTX
Paparan Penilaian Evaluasi Pelayanan Publik Tahun 2024
PDF
TEORI FONDASI IDEOLOGIS DAN NOVEL SEJARAH KESEHATAN ORDE BARU PRESIDEN SOEHAR...
PDF
NOVEL MOMENTUM KESEHATAN ABAD INI ADALAH VISI INDONESIA EMAS 2045. KARYA Fer...
PDF
TEORI FONDASI IDEOLOGIS DAN NOVEL SEJARAH KESEHATAN ORDE BARU PRESIDEN SOEHAR...
PPTX
05. MPI 5 - SURVEILANS CAMPAK RUBELLA.pptx
PDF
Novel Sejarah Lahirnya Puskesmas : Leimena, Soeharto, Siwabessy. KARYA FERIZA...
PDF
Garis_Panduan_Kawalan_Infeksi_Di_Fasiliti_Kesihatan_Primer.pdf
PDF
TEORI FONDASI IDEOLOGIS DAN NOVEL SEJARAH KESEHATAN ORDE BARU PRESIDEN SOEHAR...
PDF
NOVEL INSPIRASI AI INDONESIA : Hippocrates, Pierre Fauchard, Ottawa Charter 1...
PPTX
laporan kasus SOPT (sindrom obstruksi pasca TBC) di Rumah Sakit
PDF
Novel FLORENCE NIGHTINGALE Ibu Perawat Modern. Karya Ferizal BAPAK SASTRA KES...
PPTX
PRESENTASI KASUS AJB SCABIES laporan kasus
PDF
Novel Dari Pencegahan Ilmiah Edward Jenner dan Louis Pasteur ke Pencegahan Be...
PDF
NOVEL INSPIRASI AI INDONESIA : Hippocrates, Pierre Fauchard, Ottawa Charter 1...
PDF
Novel FLORENCE NIGHTINGALE Ibu Perawat Modern. Karya Ferizal BAPAK SASTRA KES...
PDF
NOVEL TRILOGI PUSKESMAS KARYA FERIZAL BAPAK SASTRA KESEHATAN INDONESIA
PDF
1. Rekap By Name Anak Skrining - Register Per Nama Anak SD.pdf
PDF
Rancangan Detail Menu BOK P2 Tahun 2026.pdf
1. Antiretroviral (ARV)....rangkuman.doc
Novel Sejarah Lahirnya Puskesmas : Leimena, Soeharto, Siwabessy. KARYA FERIZA...
Paparan Penilaian Evaluasi Pelayanan Publik Tahun 2024
TEORI FONDASI IDEOLOGIS DAN NOVEL SEJARAH KESEHATAN ORDE BARU PRESIDEN SOEHAR...
NOVEL MOMENTUM KESEHATAN ABAD INI ADALAH VISI INDONESIA EMAS 2045. KARYA Fer...
TEORI FONDASI IDEOLOGIS DAN NOVEL SEJARAH KESEHATAN ORDE BARU PRESIDEN SOEHAR...
05. MPI 5 - SURVEILANS CAMPAK RUBELLA.pptx
Novel Sejarah Lahirnya Puskesmas : Leimena, Soeharto, Siwabessy. KARYA FERIZA...
Garis_Panduan_Kawalan_Infeksi_Di_Fasiliti_Kesihatan_Primer.pdf
TEORI FONDASI IDEOLOGIS DAN NOVEL SEJARAH KESEHATAN ORDE BARU PRESIDEN SOEHAR...
NOVEL INSPIRASI AI INDONESIA : Hippocrates, Pierre Fauchard, Ottawa Charter 1...
laporan kasus SOPT (sindrom obstruksi pasca TBC) di Rumah Sakit
Novel FLORENCE NIGHTINGALE Ibu Perawat Modern. Karya Ferizal BAPAK SASTRA KES...
PRESENTASI KASUS AJB SCABIES laporan kasus
Novel Dari Pencegahan Ilmiah Edward Jenner dan Louis Pasteur ke Pencegahan Be...
NOVEL INSPIRASI AI INDONESIA : Hippocrates, Pierre Fauchard, Ottawa Charter 1...
Novel FLORENCE NIGHTINGALE Ibu Perawat Modern. Karya Ferizal BAPAK SASTRA KES...
NOVEL TRILOGI PUSKESMAS KARYA FERIZAL BAPAK SASTRA KESEHATAN INDONESIA
1. Rekap By Name Anak Skrining - Register Per Nama Anak SD.pdf
Rancangan Detail Menu BOK P2 Tahun 2026.pdf

2. Sejarah & Pengertian Keselamatan Kerjaptx

  • 3. Sebelum Masehi 1700 SM Raja Hamurabi dan kerajaan Babylonia dalam kitab undang-undangnya menyebutkan “bila seseorang ahli bangunan membuat rumah untuk seseorang dan dalam pembuatanya tidak dilaksanakan dengan baik, sehingga rumah itu roboh dan menimpa pemilik rumah hingga mati, maka ahli bangunan tsb dibunuh”
  • 4. Awal Masehi 80 M PLINIUS (ahli ensiklopedia ROMA) mesyaratkan agar para pekerja tambang harus memakai tutup hidung karena banyaknya debu tambang di area kerja tsb 1450 M Pembangunan obelisk di lapangan St. Pieter Roma DOMINICO FONTANA mensyaratkan pegawainya untuk menggunakan tutup kepala untuk melindungi kepalanya
  • 5. Era Industri 1931 Heinrich, H.W dalam bukunya Industrial Accident Prevention memperkenalkan prinsip-prinsip mendasar bagi program keselamatan kerja yang berlaku hingga sekarang 1970 Pemerintah mengeluarkan Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja yang menunjukkan bahwa perlindungan hak untuk dapat bekerja secara aman, sehat dan produktif merupakan hak semua orang yang harus dijunjung tinggi
  • 6. Lambang K3 Arti (Makna) Tanda Palang Bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK). Arti (Makna) Roda Gigi Bekerja dengan kesegaran jasmani dan rohani. Arti (Makna) Warna Putih Bersih dan suci. Arti (Makna) Warna Hijau Selamat, sehat dan sejahtera. Arti (Makna) 11 (sebelas) Gerigi Roda Sebelas Bab Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Bentuk lambang berupa palang berwarna hijau dengan roda bergerigi sebelas dengan warna dasar putih
  • 7. Filosofi (Mangkunegara) Suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani maupun rohani tenaga kerja khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur. Keilmuan Semua ilmu dan penerapannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja (PAK), kebakaran, peledakan dan pencemaran lingkungan. Pengertian K3
  • 8. UU No 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja 1. Tempat dimana dilakukan pekerjaan bagi suatu usaha. 2. Adanya tenaga kerja yang bekerja di sana. 3. Adanya bahaya kerja di tempat itu. Permenaker No 5 Tahun 1996 Tentang Sistem Manajemen K3 Setiap perusahaan yang memperkerjakan 100 tenaga kerja atau lebih dan atau yang mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran lingkungan dan penyakit akibat kerja (PAK). Permenaker No 4 Tahun 1987 Tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) 4. Tempat kerja dimana pengusaha atau pengurus memperkerjakan 100 orang atau lebih. 5. Tempat kerja dimana pengusaha memperkerjakan kurang dari 100 orang tetapi menggunakan bahan, proses dan instalasi yang memiliki resiko besar akan terjadinya peledakan, kebakaran, keracunan dan pencemaran radio aktif. Dasar Hukum Penerapan K3 Di Tempat Kerja
  • 9. 1. Melindungi dan menjamin keselamatan setiap tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja. 2. Menjamin setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien. 3. Meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas Nasional. Tujuan K3 Berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  • 10. Penyebab Dasar 1. Kurangnya Prosedur/Aturan. 2. Kurangnya Sarana. 3. Kurangnya Kesadaran. 4. Kurangnya Kepatuhan. Penyebab Tidak Langsung 1. Faktor Pekerjaan. 2. Faktor Pribadi. Penyebab Langsung 1. Tindakan Tidak Aman. 2. Kondisi Tidak Aman. Kecelakaan Kerja 1. Kontak Dengan Bahaya. 2. Kegagalan Fungsi. Kerugian 1. Manusia (Cedera, Keracunan, Cacat, Kematian, PAK). 2. Mesin/Alat (Kerusakan Mesin/Alat). 3. Material/Bahan (Tercemar, Rusak, Produk Gagal). 4. Lingkungan (Tercemar, Rusak, Bencana Alam). Penyebab Kecelakaan Kerja Teori Efek Domino – H.W. Heinrich
  • 11. Rp. 1 Juta Biaya Langsung 1. Biaya Pengobatan & Perawatan. 2. Biaya Kompensasi (Asuransi). Rp. 5 – 50 Juta (Biaya Kerusakan Aset Yang Tidak Diasuransikan) Rp. 5 – 3Juta (Biaya Lain-lain Yang Tidak Diasuransikan) ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 7. Waktu untuk Investigasi. 8. Pembayaran Gaji untuk Waktu Hilang . 9. Biaya Perekrutan dan Pelatihan. 10. Biaya Lembur. 11. Biaya Ekstra Pengawas. 12. Waktu untuk Administrasi. 13. Penurunan Kemampuan Tenaga Kerja yang Kembali karena Cedera. 14. Kerugian Bisnis dan Nama Baik. { { Kerugian Kecelakaan Kerja Teori Gunung Es Kecelakaan Kerja Biaya Tidak Langsung 1. Kerusakan Bangunan. 2. Kerusakan Alat dan Mesin. 3. Kerusakan Produk dan Bahan/Material. 4. Gangguan/Terhentinya Produksi. 5. Biaya Administrasi. 6. Pengeluaran Sarana dan Prasarana Darurat.
  • 12. Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja Identifikasi dan Pengendalian Bahaya Di Tempat Kerja 1. Pemantauan Kondisi Tidak Aman. 2. Pemantauan Tindakan Tidak Aman. Pembinaan dan Pengawasan 3. Pelatihan dan Pendidikan. 4. Konseling & Konsultasi. 5. Pengembangan Sumber Daya. Sistem Manajemen 6. Prosedur dan Aturan. 7. Penyediaan Sarana dan Prasarana. 8. Penghargaan dan Sanksi.