BUSINESS ETHIC AND GOOD GOVERNANCE
CONCEPTS AND THEORIES OF BUSINESS ETHICS
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA
DISUSUN OLEH :
Ica Damayanti (55117120114)
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA
2018
FORUM
Unilever Indonesia yang berdiri pada 5 Desember 1933, telah tumbuh hingga kini
menjadi salah satu perseroan terdepan untuk kategori Fast Moving Consumer Goods di
Indonesia. Kami telah hadir menemani perjalanan kehidupan masyarakat Indonesia
melalui rangkaian produk Unilever Indonesia mencakup brand-brand ternama dunia
seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto,
Sunlight, Wall’s, Royco, Bango dan lainnya.
Visi:
Untuk meraih rasa cinta dan penghargaan dari Indonesia dengan menyentuh kehidupan
setiap orang Indonesia setiap harinya.
Misi:
1. Kami bekerja untuk menciptakan masa depan yang lebih baik setiap hari.
2. Kami membantu konsumen merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih
menikmati hidup melalui brand dan layanan yang baik bagi mereka dan orang
lain.
3. Kami menginspirasi masyarakat untuk melakukan langkah kecil setiap harinya
yang bila digabungkan bisa mewujudkan perubahan besar bagi dunia.
4. Kami senantiasa mengembangkan cara baru dalam berbisnis yang
memungkinkan kami tumbuh dua kali lipat sambal mengurangi dampak terhadap
lingkungan, dan meningkatkan dampak 2ocial.
Visi dan misi Perseroan telah ditinjau secara berkala dan disetujui oleh Dewan
Komisaris dan Direksi.
Nilai-Nilai Kami
1. Integritas
Kami berkomitmen terhadap integritas karena hal itu membangun reputasi kami, karena
itu kami tidak pernah mengenal kompromi. Integritas menentukan bagaimana kami
berperilaku, di mana pun kami berada. Integritas memandu kami melakukan tindakan
yang benar untuk keberhasilan jangka panjang Unilever.
2. Respek
Kami berkomitmen untuk saling menghormati karena setiap orang harus diperlakukan
secara hormat, jujur dan adil. Kami menghargai keberagaman dan kami menghormati
orang atas dasar siapa mereka dan apa yang mereka lakukan.
3. Tanggung jawab
Kami berkomitmen terhadap tanggung jawab karena kami ingin menjaga konsumen,
lingkungan dan masyarakat di mana kami beroperasi. Kami mengemban tanggung
jawab tersebut secara pribadi dan senantiasa melaksanakan apa yang kami katakan.
4. Semangat Kepeloporan
Kami berkomitmen untuk menjalankan semangat kepeloporan karena hal itulah yang
awalnya membuat bisnis kami ada, dan hal itulah yang sampai saat ini masih menjadi
penggerak kami untuk terus tumbuh. Semangat ini memberi kami gairah untuk menang
dan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Artinya, kami senantiasa siap
untuk mengambil risiko secara cerdas.
QUIZ
Personal Ethics and Business Ethics
Etika bisnis adalah suatu pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan
pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara
universal (Muslich, 2004:9). Etika bisnis merupakan aturan tidak tertulis mengenai cara
menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak
tergantung pada kedudukan individu atau-pun perusahaan di masyarakat. Etika bisnis
lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang
lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan
bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum
(Bertens, 2000).
Etika bisnis menjadi standar nilai yang menjadi pedoman atau acuan manajer
dan segenap karyawan dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisnis
yang etik. Etika bisnis dalam lingkupnya tidak hanya menyangkut perilaku dan
organisasi perusahaan secara internal melainkan juga menyangkut perilaku bisnis
secara eksternal. Etika bisnis berfungsi untuk menggugah masyarakat untuk bertindak
menuntut para pelaku bisnis untuk berbisnis secara baik demi terjaminnya hak dan
kepentingan masyarakat tersebut. Dalam etika bisnis, terdapat beberapa hal yang perlu
diperhatikan antara lain pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial,
mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep
pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan
persaingan yang sehat dan menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan.
Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk
membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta
mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan
suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi
yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang
handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen
(Muslich, 1998).
Aspek dan Sudut Pandang Etika Bisnis
Menurut Bertens (2000) terdapat tiga aspek dan sudut pandang pokok dari
bisnis,yaitu:
Sudut pandang ekonomi, bisnis adalah kegiatan ekonomis, maksudnya adalah adanya
interaksi produsen/perusahaan dengan pekerja, produsen dengan produsen dalam
sebuah organisasi. Kegiatan antar manusia ini adalah bertujuan untuk mencari untung
oleh karena itu menjadi kegiatan ekonomis. Pencarian keuntungan dalam bisnis tidak
bersifat sepihak, tetapi dilakukan melalui interaksi yang melibatkan berbagai pihak.
Sudut pandang etika, dalam bisnis berorientasi pada profit adalah sangat wajar,
akan tetapi jangan keuntungan yang diperoleh tersebut justru merugikan pihak lain.
Maksudnya adalah, semua yang kita lakukan harus menghormati kepentingan dan hak
orang lain.
Sudut pandang hukum, bisa dipastikan bahwa kegiatan bisnis juga terikat
dengan Hukum Dagang atau Hukum Bisnis, yang merupakan cabang penting dari ilmu
hukum modern. Dalam praktik hukum banyak masalah timbul dalam hubungan bisnis
pada taraf nasional maupun internasional. Seperti etika, hukum juga merupakan sudut
pandang normatif, karena menetapkan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh
dilakukan.
Prinsip-prinsip Etika Bisnis
Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip yang bertujuan memberikan acuan cara yang
harus ditempuh oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya. Menurut Sonny Keraf
(1998), terdapat lima prinsip yang dijadikan titik tolak pedoman perilaku dalam
menjalankan praktik bisnis, yaitu (Agoes & Ardana, 2009:127-128):
a. Prinsip Otonomi
Prinsip otonomi menunjukkan sikap kemandirian, kebebasan, dan tanggung jawab.
Orang yang mandiri berarti orang yang dapat mengambil suatu keputusan dan
melaksanakan tindakan berdasarkan kemampuan sendiri sesuai dengan apa yang
diyakininya, bebas dari tekanan, hasutan, dan ketergantungan kepada pihak lain.
b. Prinsip Kejujuran
Prinsip kejujuran menanamkan sikap bahwa apa yang dipikirkan adalah apa yang
dikatakan, dan apa yang dikatakan adalah yang dikerjakan. Prinsip ini juga menyiratkan
kepatuhan dalam melaksanakan berbagai komitmen, kontrak, dan perjanjian yang telah
disepakati.
c. Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan menanamkan sikap untuk memperlakukan semua pihak secara adil,
yaitu suatu sikap yang tidak membeda-bedakan dari berbagai aspek baik dari aspek
ekonomi, hukum, maupun aspek lainnya.
d. Prinsip saling Menguntungkan
Prinsip saling menguntungkan menanamkan kesadaran bahwa dalam berbisnis perlu
ditanamkan prinsip win-win solution, artinya dalam setiap keputusan dan tindakan bisnis
harus diusahakan agar semua pihak merasa diuntungkan.
e. Prinsip Integritas Moral
Prinsip integritas moral adalah prinsip untuk tidak merugikan orang lain dalam segala
keputusan dan tindakan bisnis yang diambil. Prinsip ini dilandasi oleh kesadaran bahwa
setiap orang harus dihormati harkat dan martabatnya.
Manfaat Etika Bisnis
Perilaku Etis penting diperlukan untuk sukses jangka panjang dalam sebuah bisnis.
Oleh karena itu, bisnis seringkali menetapkan pilihan strategis berdasarkan nilai dimana
pilihan tersebut didasarkan atas keuntungan dan kelangsungan hidup perusahaan.
Manfaat etika bisnis dalam kelangsungan perusahaan adalah sebagai berikut (Muslich,
2004:60-61):
1. Tugas utama etika bisnis dipusatkan pada upaya mencari cara untuk
menyelaraskan kepentingan strategis suatu bisnis dengan tuntunan moralitas.
2. Etika bisnis bertugas melakukan perubahan kesadaran masyarakat tentang
bisnis dengan memberikan suatu pemahaman yaitu bisnis tidak dapat dipisahkan
dari etika.
Morality and Law
Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber interaksi
dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang
berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan
masyarakatnya, maka orang itu dinilai mempunyai moral yang baik, begitu juga
sebaliknya.Moral adalah produk dari budaya dan Agama. Jadi moral adalah tata aturan
norma-norma yang bersifat abstrak yang mengatur kehidupan manusia untuk
melakukan perbuatan tertentu dan sebagai pengendali yang mengatur manusia untuk
menjadi manusia yang baik.
Hukum itu merupakan bagian dari pergumulan manusia dalam upayanya
mewujudkan rasa aman dan sejahtera. Karena itu hukum ditengarai menjadi sarana
utama dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban dalam kelompok masyarakat.
Hukum itu sendiri tidak lepas dari masyarakat, karena telah menjadi aksioma yang
mengatakan Ibi society ibi ius, yang artinya dimana ada masyarakat maka ada hukum.
Hubungan moral dengan penegakan hukum menentukan suatu keberhasilan
atau ketidakberhasilan dalam penegakan hukum, sebagaimana diharapkan oleh tujuan
hukum. Stephen Palmquis yang mengambil pandangan dari Immanuel Kant, bahwa
tindakan moral ialah kebebasan. Kebebasan sebagai satu-satunya fakta pemberian
akal praktis pada sudut pandang aktualnya menerobos tapal batas ruang dan waktu
(kemampuan indrawi) dan menggantikannya dengan kebebasan. Kebebasan tidak
berarti dalam arti seenak kita dapat mengetahui kebenaran, yang kemudian tercermin
pada pembatasan diri untuk menjalankan suatu kebajikan. Semua kaidah harus sesuai
dengan hukum moral yang menciptakan suatu tuntutan yang tak bersyarat. Kewajiban
adalah perintah yang mengandung kebenaran. Menurut Kant, kewajiban adalah
tindakan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan hukum moral, dalam rangka
ketaatan terhadap hati nurani manusia daripada hanya mengikuti nafsu.
Morality
Moralitas berasal dari kata dasar “Moral” berasal dari kata “mos” yang berarti
kebiasaan. Kata “Mores” yang berarti kesusilaan, dari “mos” , “mores”. Moral adalah
ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban
dan lain-lain; akhlak budi pekerti; dan susila. Kondisi mental yang membuat orang tetap
berani; bersemangat; bergairah; berdisiplin dan sebagainya.
Moral secara etimologi diartikan: a) Keseluruhan kaidah-kaidah kesusilaan dan
kebiasaan yang berlaku pada kelompok tertentu, b) Ajaran kesusilaan, dengan kata lain
ajaran tentang azas dan kaidah kesusilaan yang dipelajari secara sistimatika dalam
etika. Dalam bahasa Yunani disebut “etos” menjadi istilah yang berarti norma, aturan-
aturan yang menyangkut persoalan baik dan buruk dalam hubungannya dengan
tindakan manusia itu sendiri, unsur kepribadian dan motif, maksud dan watak manusia.
Kemudian “etika” yang berarti kesusilaan yang memantulkan bagaimana sebenarnya
tindakan hidup dalam masyarakat, apa yang baik dan yang buruk.
Moralitas yang secara leksikal dapat dipahami sebagai suatu tata aturan yang
mengatur pengertian baik atau buruk perbuatan kemanusiaan, yang mana manusia
dapat membedakan baik dan buruknya yang boleh dilakukan dan larangan sekalipun
dapat mewujudkannya, atau suatu azas dan kaidah kesusilaan dalam hidup
bermasyarakat.
Etiquette and Professional Law
Pengertian etika berbeda dengan etiket. Etiket berasal dari bahasa Prancis
etiquette yang berarti tata cara pergaulan yang baik antara sesama menusia.
Sementara itu etika, berasal dari bahasa Latin, berarti falsafah moral dan merupakan
cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya, susila, dan agama
Etiket adalah tata cara dalam masyarakat, sopan dalam memelihara hubungan
baik antara sesama manusia. Arti etiket disini sama dengan adat kebiasaan, yaitu
sesuatu yang dikenal, diketahui dan diulangulangi serta menjadi kebiasaan dalam
masyarakat, berupa kata-kata atau macam-macam bentuk perbuatan manusia dalam
berinteraktif dengan manusia lainnya. Agar seseorang dapat diterima oleh kelompok
masyarakat tertentu maka ia harus memahami etiket pergaulan berlaku pada
masyarakat itu. Untuk memelihara keseimbangan kehidupan pribadi maupun kehidupan
bersama (sosial), manusia perlu mengetahui aturan-aturan, nilai-nilai, norma-norma
umum, maupun aturan ajaran agamanya. Manusia yang selalu berpikir kritis akan
mampu menimbang perilaku, mana yang berdampak baik dan berdampak buruk.
Kesadaran diri, harus berperilaku bagaimana ini, yang dikenal dengan ilmu etika.
Tingkat perhatian perusahaan terhadap perilaku etis juga sangat menentukan
karena dalam jangka panjang bila perusahaan tidak concern terhadap perilaku etis
maka kelangsungan hidupnya akan terganggu dan akan berdampak pula pada kinerja
keuangannya. Hal ini terjadi akibat manajemen dan karyawan yang cenderung mencari
keuntungan semata sehingga terjadi penyimpangan norma-norma etis. Segala
kompetensi, keterampilan, keahlian, potensi, dan modal lainnya ditujukan sepenuhnya
untuk memenangkan kompetisi.
Prinsip dasar di dalam etika profesi :
a. Tanggung jawab
- Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
- Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada
umumnya.
b. Keadilan
Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi
haknya.
c. Prinsip Kompetensi,melaksanakan pekerjaan sesuai jasa profesionalnya, kompetensi
dan ketekunan
d. Prinsip Prilaku Profesional, berprilaku konsisten dengan reputasi profesi
e. Prinsip Kerahasiaan, menghormati kerahasiaan informasi
Management and Ethics
Pelanggaran etika bisa terjadi di mana saja, termasuk dalam dunia bisnis. Untuk
meraih keuntungan, masih banyak perusahaan yang melakukan berbagai pelanggaran
moral. Praktik curang ini bukan hanya merugikan perusahaan lain, melainkan juga
masyarakat dan negara. Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tumbuh subur di
banyak perusahaan.
Pelanggaran etik bisnis di perusahaan memang banyak, tetapi upaya untuk
menegakan etik perlu ditegakkan. Contohnya, perusahaan tidak perlu berbuat curang
untuk meraih kemenangan. Hubungan yang tidak transparan dapat menimbulkan
hubungan istimewa atau kolusi dan memberikan peluang untuk korupsi.
Banyak perusahaan-perusahaan yang melakukan pelanggaran, terutama dalam
kinerja keuangan perusahaan karena tidak lagi membudayakan etika bisnis agar
orientasi strategik yang dipilih semakin baik. Sementara itu hampir 61.9% dari 21
perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ tidak lengkap menyampaikan
laporan keuangannya (not avaliable).
Tingkat perhatian perusahaan terhadap perilaku etis juga sangat menentukan
karena dalam jangka panjang bila perusahaan tidak concern terhadap perilaku etis
maka kelangsungan hidupnya akan terganggu dan akan berdampak pula pada kinerja
keuangannya. Hal ini terjadi akibat manajemen dan karyawan yang cenderung mencari
keuntungan semata sehingga terjadi penyimpangan norma-norma etis. Segala
kompetensi, keterampilan, keahlian, potensi, dan modal lainnya ditujukan sepenuhnya
untuk memenangkan kompetisi.
Pengaruh budaya organisasi dan orientasi etika terhadap orientasi strategik
secara simultan sebesar 65%. Secara parsial pengaruh budaya organisasi dan orientasi
etika terhadap orientasi strategik masing-masing sebesar 26,01% dan 32,49%. Hal ini
mengindikasikan bahwa kombinasi penerapan etika dan budaya dapat meningkatkan
pengaruh terhadap orientasi strategik. Hendaknya perusahaan membudayakan etika
bisnis agar orientasi strategik yang dipilih semakin baik. Salah satu persyaratan bagi
penerapan orientasi strategik yang inovatif, proaktif, dan berani dalam mengambil risiko
adalah budaya perusahaan yang mendukung, Dari mana upaya penegakkan etika
bisnis dimulai? Etika bisnis paling mudah diterapkan di perusahaan sendiri. Pemimpin
perusahaan memulai langkah ini karena mereka menjadi panutan bagi karyawannya.
Selain itu, etika bisnis harus dilaksanakan secara transparan. Pemimpin perusahaan
seyogyanya bisa memisahkan perusahaan dengan milik sendiri. Dalam operasinya,
perusahaan mengikuti aturan berdagang yang diatur oleh tata cara undang-undang.
Etika bisnis tidak akan dilanggar jika ada aturan dan sangsi. Jika semua tingkah
laku salah dibiarkan, maka lama kelamaan akan menjadi kebiasaan. Pada akhirnya,
norma yang salah ini akan menjadi budaya. Oleh karena itu bila ada yang melanggar
aturan diberikan sangsi untuk memberi pelajaran kepada yang bersangkutan. Upaya
yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menegakkan budaya transparansi antara
lain:
a. Penegakkan budaya berani bertanggung jawab atas segala tingkah lakunya. Individu
yang mempunyai kesalahan jangan bersembunyi di balik institusi. Untuk menyatakan
kebenaran kadang dianggap melawan arus, tetapi sekarang harus ada keberanian baru
untuk menyatakan pendapat.
b. Ukuran-ukuran yang dipakai untuk mengukur kinerja jelas. Bukan berdasarkan
kedekatan dengan atasan, melainkan kinerja.
c. Pengelolaan sumber daya manusia harus baik.
d. Visi dan misi perusahaan jelas yang mencerminkan tingkah laku organisasi.
Etika bisnis, selanjutnya disingkat EB, merupakan etika khusus (terapan) yang
pada awalnya berkembang di Amerika Serikat. Sebagai cabang filsafat terapan, etika
bisnis menyoroti segi-segi moral perilaku manusia yang mempunyai profesi di bidang
bisnis dan manajemen. Oleh karena itu, etika bisnis dapat dilihat sebagai usaha untuk
merumuskan dan menerapkan prinsip-prinsip etika dibidang hubungan ekonomi antar
manusia. Secara terperinci, Richard T.de George menyebut bahwa etika bisnis
menyangkut empat kegiatan sebagai berikut:
1) penerapan prinsip-prinsip umum dalam praktik bisnis. Berdasarkan prinsi-prinsip
etika bisnis itu kita dapat menyoroti dan menilai apakah suatu keputusan atau tindakan
yang diambil dalam dunia bisnis secara moral dapat dibenarkan atau tidak. Dengan
demikian etik bisnis membantu pra pelaku bisnis untuk mencari cara guna mencegah
tindakan yang dinilai tidak etis.
2) etika bisnis tidak hanya menyangkut penerapan prinsip-prinsip etika pada dunia
bisnis, tetapi juga metaetika. Dalam hubungan ini, etika bisnis mengkaji apakah perilaku
yang dinilai etis pada individu juga dapat berlaku pada organisais atau perusahaan
bisnis. Selanjutnya etika bisnis menyoroti apakah perusahaan mempunyai tanggung
jawab sosial atau tidak.
3) bidang telaah etika bisnis menyangkut pandangan – pandangan mengenai bisnis.
Dalam hal ini, etika bisnis mengkaji moralitas sistem ekonomi pada umumnya dan
sistem ekonomi publik pada khususnya, misalnya masalah keadilan sosial, hak milik,
dan persaingan.
4) etika bisnis juga menyentuh bidang yang sangat makro, seperti operasi perusahaan
multinasional, jaringan konglomerat internasional, dan lain- lain.
Tujuan etika bisnis adalah menggugah kesadaran moral para pelaku bisnis untuk
menjalankan good business dan tidak melakukan monkey business atau dirty business.
Etika bisnis mengajak para pelaku bisnis mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang
baik (etis) agar bisnis itu pantas dimasuki oleh semua orang yang mempercayai adanya
dimensi etis dalam dunia bisnis. Hal ini sekaligus menghalau citra buruk dunia bisnis
sebagai kegiatan yang kotor, licik, dan tipu muslihat. Kegiatan bisnis mempunyai
implikasi etis, dan oleh karenanya membawa serta tanggungjawab etis bagi pelakunya.
Daftar Pustaka
Agoes, Cenik & Ardana. 2009. Etika Bisnis dan Profesi. Jakarta: Salemba Empat
Bertens K. 2000. Pengantar Etika Bisnis, Edisi Keenam. Yogyakarta: Kanisius
Hapzi Ali, 2016. Modul BE & GG, Univeristas Mercu Buana.
Muslich, Mohammad. 2004. Manajemen Keuangan Modern, Analisis Perencanaan dan
Kebijakan. Cetakan Pertama. Jakarta: Bumi Aksara

More Related Content

PDF
Etika bisnis pdf
PDF
Be & GG, Ivan Setiawan, Prof. Dr. Hapzi Ali, CMA, Philosophical Ethics & Busi...
PDF
BE & GG, Alim Suciana, Hapzi Ali, ETHIC BUSINESS di Pt. Prima Konstruksi Utam...
PDF
BE & GG, Alim Suciana, Hapzi Ali, Ethics Business di Pt. Prima Konstruksi Uta...
PDF
1, BE & GG, Bahyudi, Hapzi Ali, Marketing Ethics, Univeritas Mercu Buana, 201...
PDF
2, BE & GG, Andreas Fabian Pramuditya, Hapzi Ali, Business Ethics of PT. ...
DOC
Paper bab 13 Etika bisnis
PPTX
Etika dan bisnis di dunia modern
Etika bisnis pdf
Be & GG, Ivan Setiawan, Prof. Dr. Hapzi Ali, CMA, Philosophical Ethics & Busi...
BE & GG, Alim Suciana, Hapzi Ali, ETHIC BUSINESS di Pt. Prima Konstruksi Utam...
BE & GG, Alim Suciana, Hapzi Ali, Ethics Business di Pt. Prima Konstruksi Uta...
1, BE & GG, Bahyudi, Hapzi Ali, Marketing Ethics, Univeritas Mercu Buana, 201...
2, BE & GG, Andreas Fabian Pramuditya, Hapzi Ali, Business Ethics of PT. ...
Paper bab 13 Etika bisnis
Etika dan bisnis di dunia modern

What's hot (17)

DOCX
Be&gg randy soulisa_hapziali_etika_bisnis_pada_pt_bank_dbs_indonesia_univ...
PDF
BE dan GG, prihatini ratna dewi, hapzi ali, etika bisnis, universitas mercu b...
PDF
BE & GG, purwono sutoyo, hapzi ali, philosophical ethics and business di indo...
PDF
Be dan gg, ryan tantri andi, hapzi ali, filosofi etika dan bisnis serta imple...
PDF
Be & gcg, desy dharmawati, hapzi ali, etika bisnis pada pt. frisian flag ...
DOCX
Etika Bisnis
PDF
Be & gg, zikri nurmansyah, prof. dr. ir. hapzi ali, mm, cma, business ethic b...
PDF
Tugas uts,waldy gagantika,hapzi ali,etika bisnis,universitas mercubuana 2017
PDF
Prinsip prinsip etika bisnis
PDF
5, be & gg, cicilia eritawanti widjilestari, hapzi ali,marketing ethics, ...
PPTX
Prinsip prinsip etika bisnis
PDF
BE & GG, Warinah, Hapzi Ali, Implementation Ethics & Business, Universitas Me...
PDF
BE&GG, Stanlay Hitipeuw, Hapzi Ali, Etika Bisnis PT AIA Financial, Universita...
DOCX
Tugas sim.sukartiningsih.yananto mihadi p., s.e., m.si., cma.implemetasi impl...
PDF
1, be & gg, beny adhi, hapzi ali, concepts and theories of business ethic...
PDF
RESUME: Etika Bisnis – Tuntutan dan Relevansinya
PDF
Etika Bisnis, Konsep, Teori, Kasus, dan Penerapan
Be&gg randy soulisa_hapziali_etika_bisnis_pada_pt_bank_dbs_indonesia_univ...
BE dan GG, prihatini ratna dewi, hapzi ali, etika bisnis, universitas mercu b...
BE & GG, purwono sutoyo, hapzi ali, philosophical ethics and business di indo...
Be dan gg, ryan tantri andi, hapzi ali, filosofi etika dan bisnis serta imple...
Be & gcg, desy dharmawati, hapzi ali, etika bisnis pada pt. frisian flag ...
Etika Bisnis
Be & gg, zikri nurmansyah, prof. dr. ir. hapzi ali, mm, cma, business ethic b...
Tugas uts,waldy gagantika,hapzi ali,etika bisnis,universitas mercubuana 2017
Prinsip prinsip etika bisnis
5, be & gg, cicilia eritawanti widjilestari, hapzi ali,marketing ethics, ...
Prinsip prinsip etika bisnis
BE & GG, Warinah, Hapzi Ali, Implementation Ethics & Business, Universitas Me...
BE&GG, Stanlay Hitipeuw, Hapzi Ali, Etika Bisnis PT AIA Financial, Universita...
Tugas sim.sukartiningsih.yananto mihadi p., s.e., m.si., cma.implemetasi impl...
1, be & gg, beny adhi, hapzi ali, concepts and theories of business ethic...
RESUME: Etika Bisnis – Tuntutan dan Relevansinya
Etika Bisnis, Konsep, Teori, Kasus, dan Penerapan
Ad

Similar to 2,BE & GG, Ica Damayanti,Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA , Concept and Theory, Universitas Mercu Buana, 2018 (20)

PPT
Bisnis dan etika bab ii
PDF
1, BE & GG,Maksi Prima Dewi, Hapzi Ali, Concepts and Theories of Business Eth...
PDF
7, be&gg, gunawan adam, hapzi ali, corporate ethics rights, privileges, probl...
PDF
BE & GG, sonya arista, hapzi ali, etika bisnis pt. samsung electronic, univer...
PPT
ETIKA BISNIS bisnis bisnis bisnis bisnis
PPTX
Pertemuan 1 2 etika bisnis
DOCX
Makalah Etika Bisnis - Bisnis dan Etika Dalam Dunia Modern
PDF
1, BE & GG, sukrasno, Hapzi Ali, Ethics and Business Concept and Theory, Univ...
PDF
BE & GG, Dody Wijaksono, Hapzi Ali, Ethics and Business Concept and theory, u...
PDF
BE & GG, Rimada D. Putri, Hapzi Ali, Etika Bisnis PT Sompo Insurance Indonesi...
DOCX
Etika bisnis
PDF
Bussiness Rthic & Good Governance
PPTX
Pengertian Etika Bisnis (Business Ethics)_ Materi Training "Etika Bisnis dan ...
PPT
Etika Bisnis Yang Wajib Dimiliki Perusahaan.ppt
PPT
Bisnis dan Etika dalam menunjang perkembangan bisnis
PDF
BE & GG, Edi Putra, Hapzi Ali, Ethics and Business, Philosophical Ethics and ...
PDF
1, be & gg, teguh budi santoso, hapzi ali, introduction to be & gg, unive...
PDF
1, BE & GG, teguh budi santoso, hapzi ali, introduction to be & gg, unive...
PDF
1, be & gg, teguh budi santoso, hapzi ali, introduction to be & gg, unive...
PPT
ETIKA_BISNIS_ppt.ppt
Bisnis dan etika bab ii
1, BE & GG,Maksi Prima Dewi, Hapzi Ali, Concepts and Theories of Business Eth...
7, be&gg, gunawan adam, hapzi ali, corporate ethics rights, privileges, probl...
BE & GG, sonya arista, hapzi ali, etika bisnis pt. samsung electronic, univer...
ETIKA BISNIS bisnis bisnis bisnis bisnis
Pertemuan 1 2 etika bisnis
Makalah Etika Bisnis - Bisnis dan Etika Dalam Dunia Modern
1, BE & GG, sukrasno, Hapzi Ali, Ethics and Business Concept and Theory, Univ...
BE & GG, Dody Wijaksono, Hapzi Ali, Ethics and Business Concept and theory, u...
BE & GG, Rimada D. Putri, Hapzi Ali, Etika Bisnis PT Sompo Insurance Indonesi...
Etika bisnis
Bussiness Rthic & Good Governance
Pengertian Etika Bisnis (Business Ethics)_ Materi Training "Etika Bisnis dan ...
Etika Bisnis Yang Wajib Dimiliki Perusahaan.ppt
Bisnis dan Etika dalam menunjang perkembangan bisnis
BE & GG, Edi Putra, Hapzi Ali, Ethics and Business, Philosophical Ethics and ...
1, be & gg, teguh budi santoso, hapzi ali, introduction to be & gg, unive...
1, BE & GG, teguh budi santoso, hapzi ali, introduction to be & gg, unive...
1, be & gg, teguh budi santoso, hapzi ali, introduction to be & gg, unive...
ETIKA_BISNIS_ppt.ppt
Ad

Recently uploaded (20)

PDF
How to understanding Accounting Principle
PDF
JOBSHEET-Perawatan-Berkala-Motor-4-Tak YES.pdf
PPTX
PKN KELOMPsdadadadadadadadadadadaOK 2.pptx
PPTX
bab 2 kls 11.pptxjyeruotfjbkjxzgdwaowpoihd
PPTX
SAK Entitas Privat Detail Mulai 1 Januari 2025
PPTX
Nursing Entrepreneur keperawatan wirausaha
PDF
Modul Ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) - Kegiatan Ekonomi - Fase ...
PDF
Materi KELOMPOK 6_POP_KONSOLIDASI_PPT.pdf
PPTX
Tugas PPT dan Peta Konsep KWU_Muhammad Osama Reski TS2_20101154330136.pptx
PDF
SBUnglishcoverforparticipation in different style
PPTX
PEMINDAHBUKUAN BUKU BESAR (POSTING).pptx
PPTX
Manajemen Pemasaran ; segementing, targeting dan positioning
PDF
KAPJ_Selisih Biaya melalui 1 pintu_ Solo Nov 24.pdf
PPTX
2023-03-01 Kebijakan Umum DAK Fisik Subbidang SMK.pptx
PPTX
Agilent 5500 handheld presentation.pptx
PDF
Strategi Logistik Pengiriman Alat Berat dari Belitung ke Loleba
PDF
Cream Brown Illustrative Group Project Presentation.pdf
PPTX
Rangkuman Produk Panin Daichi Life Yang Akan Dijual
PDF
How to read Financial Report for stakeholder
PPTX
1. Bisnis-Internasional.... - presen.pptx
How to understanding Accounting Principle
JOBSHEET-Perawatan-Berkala-Motor-4-Tak YES.pdf
PKN KELOMPsdadadadadadadadadadadaOK 2.pptx
bab 2 kls 11.pptxjyeruotfjbkjxzgdwaowpoihd
SAK Entitas Privat Detail Mulai 1 Januari 2025
Nursing Entrepreneur keperawatan wirausaha
Modul Ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) - Kegiatan Ekonomi - Fase ...
Materi KELOMPOK 6_POP_KONSOLIDASI_PPT.pdf
Tugas PPT dan Peta Konsep KWU_Muhammad Osama Reski TS2_20101154330136.pptx
SBUnglishcoverforparticipation in different style
PEMINDAHBUKUAN BUKU BESAR (POSTING).pptx
Manajemen Pemasaran ; segementing, targeting dan positioning
KAPJ_Selisih Biaya melalui 1 pintu_ Solo Nov 24.pdf
2023-03-01 Kebijakan Umum DAK Fisik Subbidang SMK.pptx
Agilent 5500 handheld presentation.pptx
Strategi Logistik Pengiriman Alat Berat dari Belitung ke Loleba
Cream Brown Illustrative Group Project Presentation.pdf
Rangkuman Produk Panin Daichi Life Yang Akan Dijual
How to read Financial Report for stakeholder
1. Bisnis-Internasional.... - presen.pptx

2,BE & GG, Ica Damayanti,Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA , Concept and Theory, Universitas Mercu Buana, 2018

  • 1. BUSINESS ETHIC AND GOOD GOVERNANCE CONCEPTS AND THEORIES OF BUSINESS ETHICS Dosen Pengampu : Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA DISUSUN OLEH : Ica Damayanti (55117120114) PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2018
  • 2. FORUM Unilever Indonesia yang berdiri pada 5 Desember 1933, telah tumbuh hingga kini menjadi salah satu perseroan terdepan untuk kategori Fast Moving Consumer Goods di Indonesia. Kami telah hadir menemani perjalanan kehidupan masyarakat Indonesia melalui rangkaian produk Unilever Indonesia mencakup brand-brand ternama dunia seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Wall’s, Royco, Bango dan lainnya. Visi: Untuk meraih rasa cinta dan penghargaan dari Indonesia dengan menyentuh kehidupan setiap orang Indonesia setiap harinya. Misi: 1. Kami bekerja untuk menciptakan masa depan yang lebih baik setiap hari. 2. Kami membantu konsumen merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati hidup melalui brand dan layanan yang baik bagi mereka dan orang lain. 3. Kami menginspirasi masyarakat untuk melakukan langkah kecil setiap harinya yang bila digabungkan bisa mewujudkan perubahan besar bagi dunia. 4. Kami senantiasa mengembangkan cara baru dalam berbisnis yang memungkinkan kami tumbuh dua kali lipat sambal mengurangi dampak terhadap lingkungan, dan meningkatkan dampak 2ocial. Visi dan misi Perseroan telah ditinjau secara berkala dan disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi. Nilai-Nilai Kami 1. Integritas Kami berkomitmen terhadap integritas karena hal itu membangun reputasi kami, karena itu kami tidak pernah mengenal kompromi. Integritas menentukan bagaimana kami berperilaku, di mana pun kami berada. Integritas memandu kami melakukan tindakan yang benar untuk keberhasilan jangka panjang Unilever. 2. Respek Kami berkomitmen untuk saling menghormati karena setiap orang harus diperlakukan secara hormat, jujur dan adil. Kami menghargai keberagaman dan kami menghormati orang atas dasar siapa mereka dan apa yang mereka lakukan. 3. Tanggung jawab
  • 3. Kami berkomitmen terhadap tanggung jawab karena kami ingin menjaga konsumen, lingkungan dan masyarakat di mana kami beroperasi. Kami mengemban tanggung jawab tersebut secara pribadi dan senantiasa melaksanakan apa yang kami katakan. 4. Semangat Kepeloporan Kami berkomitmen untuk menjalankan semangat kepeloporan karena hal itulah yang awalnya membuat bisnis kami ada, dan hal itulah yang sampai saat ini masih menjadi penggerak kami untuk terus tumbuh. Semangat ini memberi kami gairah untuk menang dan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Artinya, kami senantiasa siap untuk mengambil risiko secara cerdas. QUIZ Personal Ethics and Business Ethics Etika bisnis adalah suatu pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal (Muslich, 2004:9). Etika bisnis merupakan aturan tidak tertulis mengenai cara menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak tergantung pada kedudukan individu atau-pun perusahaan di masyarakat. Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum (Bertens, 2000). Etika bisnis menjadi standar nilai yang menjadi pedoman atau acuan manajer dan segenap karyawan dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisnis yang etik. Etika bisnis dalam lingkupnya tidak hanya menyangkut perilaku dan organisasi perusahaan secara internal melainkan juga menyangkut perilaku bisnis secara eksternal. Etika bisnis berfungsi untuk menggugah masyarakat untuk bertindak menuntut para pelaku bisnis untuk berbisnis secara baik demi terjaminnya hak dan kepentingan masyarakat tersebut. Dalam etika bisnis, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat dan menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan. Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan
  • 4. suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen (Muslich, 1998). Aspek dan Sudut Pandang Etika Bisnis Menurut Bertens (2000) terdapat tiga aspek dan sudut pandang pokok dari bisnis,yaitu: Sudut pandang ekonomi, bisnis adalah kegiatan ekonomis, maksudnya adalah adanya interaksi produsen/perusahaan dengan pekerja, produsen dengan produsen dalam sebuah organisasi. Kegiatan antar manusia ini adalah bertujuan untuk mencari untung oleh karena itu menjadi kegiatan ekonomis. Pencarian keuntungan dalam bisnis tidak bersifat sepihak, tetapi dilakukan melalui interaksi yang melibatkan berbagai pihak. Sudut pandang etika, dalam bisnis berorientasi pada profit adalah sangat wajar, akan tetapi jangan keuntungan yang diperoleh tersebut justru merugikan pihak lain. Maksudnya adalah, semua yang kita lakukan harus menghormati kepentingan dan hak orang lain. Sudut pandang hukum, bisa dipastikan bahwa kegiatan bisnis juga terikat dengan Hukum Dagang atau Hukum Bisnis, yang merupakan cabang penting dari ilmu hukum modern. Dalam praktik hukum banyak masalah timbul dalam hubungan bisnis pada taraf nasional maupun internasional. Seperti etika, hukum juga merupakan sudut pandang normatif, karena menetapkan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Prinsip-prinsip Etika Bisnis Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip yang bertujuan memberikan acuan cara yang harus ditempuh oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya. Menurut Sonny Keraf (1998), terdapat lima prinsip yang dijadikan titik tolak pedoman perilaku dalam menjalankan praktik bisnis, yaitu (Agoes & Ardana, 2009:127-128): a. Prinsip Otonomi Prinsip otonomi menunjukkan sikap kemandirian, kebebasan, dan tanggung jawab. Orang yang mandiri berarti orang yang dapat mengambil suatu keputusan dan melaksanakan tindakan berdasarkan kemampuan sendiri sesuai dengan apa yang diyakininya, bebas dari tekanan, hasutan, dan ketergantungan kepada pihak lain. b. Prinsip Kejujuran
  • 5. Prinsip kejujuran menanamkan sikap bahwa apa yang dipikirkan adalah apa yang dikatakan, dan apa yang dikatakan adalah yang dikerjakan. Prinsip ini juga menyiratkan kepatuhan dalam melaksanakan berbagai komitmen, kontrak, dan perjanjian yang telah disepakati. c. Prinsip Keadilan Prinsip keadilan menanamkan sikap untuk memperlakukan semua pihak secara adil, yaitu suatu sikap yang tidak membeda-bedakan dari berbagai aspek baik dari aspek ekonomi, hukum, maupun aspek lainnya. d. Prinsip saling Menguntungkan Prinsip saling menguntungkan menanamkan kesadaran bahwa dalam berbisnis perlu ditanamkan prinsip win-win solution, artinya dalam setiap keputusan dan tindakan bisnis harus diusahakan agar semua pihak merasa diuntungkan. e. Prinsip Integritas Moral Prinsip integritas moral adalah prinsip untuk tidak merugikan orang lain dalam segala keputusan dan tindakan bisnis yang diambil. Prinsip ini dilandasi oleh kesadaran bahwa setiap orang harus dihormati harkat dan martabatnya. Manfaat Etika Bisnis Perilaku Etis penting diperlukan untuk sukses jangka panjang dalam sebuah bisnis. Oleh karena itu, bisnis seringkali menetapkan pilihan strategis berdasarkan nilai dimana pilihan tersebut didasarkan atas keuntungan dan kelangsungan hidup perusahaan. Manfaat etika bisnis dalam kelangsungan perusahaan adalah sebagai berikut (Muslich, 2004:60-61): 1. Tugas utama etika bisnis dipusatkan pada upaya mencari cara untuk menyelaraskan kepentingan strategis suatu bisnis dengan tuntunan moralitas. 2. Etika bisnis bertugas melakukan perubahan kesadaran masyarakat tentang bisnis dengan memberikan suatu pemahaman yaitu bisnis tidak dapat dipisahkan dari etika. Morality and Law
  • 6. Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber interaksi dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai mempunyai moral yang baik, begitu juga sebaliknya.Moral adalah produk dari budaya dan Agama. Jadi moral adalah tata aturan norma-norma yang bersifat abstrak yang mengatur kehidupan manusia untuk melakukan perbuatan tertentu dan sebagai pengendali yang mengatur manusia untuk menjadi manusia yang baik. Hukum itu merupakan bagian dari pergumulan manusia dalam upayanya mewujudkan rasa aman dan sejahtera. Karena itu hukum ditengarai menjadi sarana utama dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban dalam kelompok masyarakat. Hukum itu sendiri tidak lepas dari masyarakat, karena telah menjadi aksioma yang mengatakan Ibi society ibi ius, yang artinya dimana ada masyarakat maka ada hukum. Hubungan moral dengan penegakan hukum menentukan suatu keberhasilan atau ketidakberhasilan dalam penegakan hukum, sebagaimana diharapkan oleh tujuan hukum. Stephen Palmquis yang mengambil pandangan dari Immanuel Kant, bahwa tindakan moral ialah kebebasan. Kebebasan sebagai satu-satunya fakta pemberian akal praktis pada sudut pandang aktualnya menerobos tapal batas ruang dan waktu (kemampuan indrawi) dan menggantikannya dengan kebebasan. Kebebasan tidak berarti dalam arti seenak kita dapat mengetahui kebenaran, yang kemudian tercermin pada pembatasan diri untuk menjalankan suatu kebajikan. Semua kaidah harus sesuai dengan hukum moral yang menciptakan suatu tuntutan yang tak bersyarat. Kewajiban adalah perintah yang mengandung kebenaran. Menurut Kant, kewajiban adalah tindakan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan hukum moral, dalam rangka ketaatan terhadap hati nurani manusia daripada hanya mengikuti nafsu. Morality Moralitas berasal dari kata dasar “Moral” berasal dari kata “mos” yang berarti kebiasaan. Kata “Mores” yang berarti kesusilaan, dari “mos” , “mores”. Moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dan lain-lain; akhlak budi pekerti; dan susila. Kondisi mental yang membuat orang tetap berani; bersemangat; bergairah; berdisiplin dan sebagainya. Moral secara etimologi diartikan: a) Keseluruhan kaidah-kaidah kesusilaan dan kebiasaan yang berlaku pada kelompok tertentu, b) Ajaran kesusilaan, dengan kata lain ajaran tentang azas dan kaidah kesusilaan yang dipelajari secara sistimatika dalam etika. Dalam bahasa Yunani disebut “etos” menjadi istilah yang berarti norma, aturan-
  • 7. aturan yang menyangkut persoalan baik dan buruk dalam hubungannya dengan tindakan manusia itu sendiri, unsur kepribadian dan motif, maksud dan watak manusia. Kemudian “etika” yang berarti kesusilaan yang memantulkan bagaimana sebenarnya tindakan hidup dalam masyarakat, apa yang baik dan yang buruk. Moralitas yang secara leksikal dapat dipahami sebagai suatu tata aturan yang mengatur pengertian baik atau buruk perbuatan kemanusiaan, yang mana manusia dapat membedakan baik dan buruknya yang boleh dilakukan dan larangan sekalipun dapat mewujudkannya, atau suatu azas dan kaidah kesusilaan dalam hidup bermasyarakat. Etiquette and Professional Law Pengertian etika berbeda dengan etiket. Etiket berasal dari bahasa Prancis etiquette yang berarti tata cara pergaulan yang baik antara sesama menusia. Sementara itu etika, berasal dari bahasa Latin, berarti falsafah moral dan merupakan cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya, susila, dan agama Etiket adalah tata cara dalam masyarakat, sopan dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusia. Arti etiket disini sama dengan adat kebiasaan, yaitu sesuatu yang dikenal, diketahui dan diulangulangi serta menjadi kebiasaan dalam masyarakat, berupa kata-kata atau macam-macam bentuk perbuatan manusia dalam berinteraktif dengan manusia lainnya. Agar seseorang dapat diterima oleh kelompok masyarakat tertentu maka ia harus memahami etiket pergaulan berlaku pada masyarakat itu. Untuk memelihara keseimbangan kehidupan pribadi maupun kehidupan bersama (sosial), manusia perlu mengetahui aturan-aturan, nilai-nilai, norma-norma umum, maupun aturan ajaran agamanya. Manusia yang selalu berpikir kritis akan mampu menimbang perilaku, mana yang berdampak baik dan berdampak buruk. Kesadaran diri, harus berperilaku bagaimana ini, yang dikenal dengan ilmu etika. Tingkat perhatian perusahaan terhadap perilaku etis juga sangat menentukan karena dalam jangka panjang bila perusahaan tidak concern terhadap perilaku etis maka kelangsungan hidupnya akan terganggu dan akan berdampak pula pada kinerja keuangannya. Hal ini terjadi akibat manajemen dan karyawan yang cenderung mencari keuntungan semata sehingga terjadi penyimpangan norma-norma etis. Segala kompetensi, keterampilan, keahlian, potensi, dan modal lainnya ditujukan sepenuhnya untuk memenangkan kompetisi. Prinsip dasar di dalam etika profesi : a. Tanggung jawab
  • 8. - Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya. - Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya. b. Keadilan Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. c. Prinsip Kompetensi,melaksanakan pekerjaan sesuai jasa profesionalnya, kompetensi dan ketekunan d. Prinsip Prilaku Profesional, berprilaku konsisten dengan reputasi profesi e. Prinsip Kerahasiaan, menghormati kerahasiaan informasi Management and Ethics Pelanggaran etika bisa terjadi di mana saja, termasuk dalam dunia bisnis. Untuk meraih keuntungan, masih banyak perusahaan yang melakukan berbagai pelanggaran moral. Praktik curang ini bukan hanya merugikan perusahaan lain, melainkan juga masyarakat dan negara. Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tumbuh subur di banyak perusahaan. Pelanggaran etik bisnis di perusahaan memang banyak, tetapi upaya untuk menegakan etik perlu ditegakkan. Contohnya, perusahaan tidak perlu berbuat curang untuk meraih kemenangan. Hubungan yang tidak transparan dapat menimbulkan hubungan istimewa atau kolusi dan memberikan peluang untuk korupsi. Banyak perusahaan-perusahaan yang melakukan pelanggaran, terutama dalam kinerja keuangan perusahaan karena tidak lagi membudayakan etika bisnis agar orientasi strategik yang dipilih semakin baik. Sementara itu hampir 61.9% dari 21 perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ tidak lengkap menyampaikan laporan keuangannya (not avaliable). Tingkat perhatian perusahaan terhadap perilaku etis juga sangat menentukan karena dalam jangka panjang bila perusahaan tidak concern terhadap perilaku etis maka kelangsungan hidupnya akan terganggu dan akan berdampak pula pada kinerja keuangannya. Hal ini terjadi akibat manajemen dan karyawan yang cenderung mencari
  • 9. keuntungan semata sehingga terjadi penyimpangan norma-norma etis. Segala kompetensi, keterampilan, keahlian, potensi, dan modal lainnya ditujukan sepenuhnya untuk memenangkan kompetisi. Pengaruh budaya organisasi dan orientasi etika terhadap orientasi strategik secara simultan sebesar 65%. Secara parsial pengaruh budaya organisasi dan orientasi etika terhadap orientasi strategik masing-masing sebesar 26,01% dan 32,49%. Hal ini mengindikasikan bahwa kombinasi penerapan etika dan budaya dapat meningkatkan pengaruh terhadap orientasi strategik. Hendaknya perusahaan membudayakan etika bisnis agar orientasi strategik yang dipilih semakin baik. Salah satu persyaratan bagi penerapan orientasi strategik yang inovatif, proaktif, dan berani dalam mengambil risiko adalah budaya perusahaan yang mendukung, Dari mana upaya penegakkan etika bisnis dimulai? Etika bisnis paling mudah diterapkan di perusahaan sendiri. Pemimpin perusahaan memulai langkah ini karena mereka menjadi panutan bagi karyawannya. Selain itu, etika bisnis harus dilaksanakan secara transparan. Pemimpin perusahaan seyogyanya bisa memisahkan perusahaan dengan milik sendiri. Dalam operasinya, perusahaan mengikuti aturan berdagang yang diatur oleh tata cara undang-undang. Etika bisnis tidak akan dilanggar jika ada aturan dan sangsi. Jika semua tingkah laku salah dibiarkan, maka lama kelamaan akan menjadi kebiasaan. Pada akhirnya, norma yang salah ini akan menjadi budaya. Oleh karena itu bila ada yang melanggar aturan diberikan sangsi untuk memberi pelajaran kepada yang bersangkutan. Upaya yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menegakkan budaya transparansi antara lain: a. Penegakkan budaya berani bertanggung jawab atas segala tingkah lakunya. Individu yang mempunyai kesalahan jangan bersembunyi di balik institusi. Untuk menyatakan kebenaran kadang dianggap melawan arus, tetapi sekarang harus ada keberanian baru untuk menyatakan pendapat. b. Ukuran-ukuran yang dipakai untuk mengukur kinerja jelas. Bukan berdasarkan kedekatan dengan atasan, melainkan kinerja. c. Pengelolaan sumber daya manusia harus baik. d. Visi dan misi perusahaan jelas yang mencerminkan tingkah laku organisasi. Etika bisnis, selanjutnya disingkat EB, merupakan etika khusus (terapan) yang pada awalnya berkembang di Amerika Serikat. Sebagai cabang filsafat terapan, etika bisnis menyoroti segi-segi moral perilaku manusia yang mempunyai profesi di bidang bisnis dan manajemen. Oleh karena itu, etika bisnis dapat dilihat sebagai usaha untuk merumuskan dan menerapkan prinsip-prinsip etika dibidang hubungan ekonomi antar
  • 10. manusia. Secara terperinci, Richard T.de George menyebut bahwa etika bisnis menyangkut empat kegiatan sebagai berikut: 1) penerapan prinsip-prinsip umum dalam praktik bisnis. Berdasarkan prinsi-prinsip etika bisnis itu kita dapat menyoroti dan menilai apakah suatu keputusan atau tindakan yang diambil dalam dunia bisnis secara moral dapat dibenarkan atau tidak. Dengan demikian etik bisnis membantu pra pelaku bisnis untuk mencari cara guna mencegah tindakan yang dinilai tidak etis. 2) etika bisnis tidak hanya menyangkut penerapan prinsip-prinsip etika pada dunia bisnis, tetapi juga metaetika. Dalam hubungan ini, etika bisnis mengkaji apakah perilaku yang dinilai etis pada individu juga dapat berlaku pada organisais atau perusahaan bisnis. Selanjutnya etika bisnis menyoroti apakah perusahaan mempunyai tanggung jawab sosial atau tidak. 3) bidang telaah etika bisnis menyangkut pandangan – pandangan mengenai bisnis. Dalam hal ini, etika bisnis mengkaji moralitas sistem ekonomi pada umumnya dan sistem ekonomi publik pada khususnya, misalnya masalah keadilan sosial, hak milik, dan persaingan. 4) etika bisnis juga menyentuh bidang yang sangat makro, seperti operasi perusahaan multinasional, jaringan konglomerat internasional, dan lain- lain. Tujuan etika bisnis adalah menggugah kesadaran moral para pelaku bisnis untuk menjalankan good business dan tidak melakukan monkey business atau dirty business. Etika bisnis mengajak para pelaku bisnis mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang baik (etis) agar bisnis itu pantas dimasuki oleh semua orang yang mempercayai adanya dimensi etis dalam dunia bisnis. Hal ini sekaligus menghalau citra buruk dunia bisnis sebagai kegiatan yang kotor, licik, dan tipu muslihat. Kegiatan bisnis mempunyai implikasi etis, dan oleh karenanya membawa serta tanggungjawab etis bagi pelakunya.
  • 11. Daftar Pustaka Agoes, Cenik & Ardana. 2009. Etika Bisnis dan Profesi. Jakarta: Salemba Empat Bertens K. 2000. Pengantar Etika Bisnis, Edisi Keenam. Yogyakarta: Kanisius Hapzi Ali, 2016. Modul BE & GG, Univeristas Mercu Buana. Muslich, Mohammad. 2004. Manajemen Keuangan Modern, Analisis Perencanaan dan Kebijakan. Cetakan Pertama. Jakarta: Bumi Aksara