Penerapan bundles dan standar PPI lainnya di FKTP dapat mencegah penularan infeksi, menurunkan angka kematian dan biaya perawatan, serta didukung oleh kompetensi petugas kesehatan."
2. Sekumpulan praktik berbasis
bukti sahih yang
menghasilkan perbaikan
keluaran proses pelayanan
kesehatan bila dilakukan
secara kolektif dan konsisten
(Permenkes 27, 2017)
POINT 1
Penerapan bundle dapat menurunkan
angka tfAIs jika dilaksanakan dengan
konsisten
POINT 2
Dapat menurunkan angka kematian,
biaya perawatan dan lama hari
rawat
POINT 3
tfarus didukung oleh kompetensi petugas
pelayanan kesehatan baik pengetahuan,
sikap dan keterampilannya
BUNDL
ES
3. PENERAPAN BUNDLES DANSTANDARPPILAINNYADI FKTP
Bundl
es
HAIs
• ISK
• INFEKSI DAERAH OPERASI
(IDO).
• INFEKSI ALIRAN DARAH
AKIBAT PEMASANGAN
PERIFER LINE (PLABSI)
• PLEBITIS
PPI
Lainny
a
• PENGGUNAAN ALAT
BANTU PERNAPASAN
• TERAPI INHALASI
• PERAWATAN LUKA
4. Pengertian :
Infeksi Saluran Kemih terkait
pemasangan urin kateter
menetap yang terjadi pada
sistim saluran kemih setelah
pemasangan kateter urine > 2
(dua) hari
Tujuan :
Untuk mencegah terjadinya
infeksi saluran kemih pada
pasien yang terpasang urine
kateter menetap
PENERAPAN BUNDLES
HAIs INFEKSI SALURAN
KEMIH (ISK)
5. A. Bundle Insersi
1. Kaji kebutuhan
2. Pemasangan oleh tenaga terlatih
3. Perhatikan kebersihan tangan
4. Tehnik steril
B.Bundle maintanen
1. Kebersihan Tangan
2. Perawatan kateter
3. Pemeliharaan kateter
4. Kaji kebutuhan pemasangan
kateter:
Lepaskan kateter jika tidak
dibutuhkan lagi
PENERAPAN BUNDLES HAIs ISK
6. Pengertian :
Perifer line IV kateter adalah
Pemasangan kateter intravena
perifer adalah suatu tindakan
memasukan kateter kedalam
pembuluh darah melalui vena
perifer
Tujuan :
Pemasangan kateter intravena
bertujuan untuk memberikan terapi
agar lebih efektif,dan kerja yang
cepat memberikan cairan atau
obat-obatan dalam situasi
emergency dan pada pasien yang
tidak dapat menerima obat secara
oral
•
PEMASANGAN KATETER INTRA VENA
PERIFER LINE
7. Pengertian :
PLABSI adalah infeksi
yang terjadi
pada sistem aliran darah,
dimana tidak ada infeksi di
daerah lain, setelah dua hari
kalender pemasangan
Peripheral Vena Line
Tujuan :
Penerapan bundle intra vena
line untuk mencegah
terjadinya Infeksi Aliran Darah
pada pasien yang
•
PENERAPAN BUNDLE HAIS
BUNDLE PLABSI ( PERIPHERAL LINE ASSOCIATED BLOOD
STREAM INFECTION)
8. KRITERIA PENETAPAN
PLABSI
Intravena terapi merupakan
prosedur invasif, karena itu dapat
terjadi komplikasi PLABSI
1) Pasien dengan bakteri patogen yang
diidentifikasi dari 1 atau lebih
spesimen KULTUR DARAH yang
dilakukan untuk tujuan diagnosis
klinis atau pengobatan dan
organisme yang teridentifikasi
dalam darah tidak terkait dengan
infeksi di tempat lain.
2) Pasien memiliki setidaknya 1 dari
tanda atau gejala berikut:
a. demam (> 38.0 ° C)
b. menggigil
c. hipotensi
d. Kultur
13. A. Bundle Insersi
1) Kebersihan tangan
2) Gunakan APD sesuai indikasi dan
tehnik aseptik
3) Sebelum melakukan insersi pada
dan pasang konektor (sambungan IV
kateter ) tampa jarum
4) Pemilihan area /lokasi insersi
dilakukan dengan
mempertimbangkan resiko
5) Lakukan penutupan area insersi intra
vena kateter)
6) Perhatikan penggunaan slang kateter
yang elastis
7) Pastikan perangkat infus
(administrasi set ) dalam kondisi
tertutup tertutup dan diberi label
tanggal pemasangan
PENERAPAN BUNDLE PLABSI
Bundle PLABSI ( Peripheral Line Associated Blood Stream
Infection)
B. Bundle maintanen
area pemasangan intra vena kateter
maka lakukan antisepsis area insersi 5.
1. Kebersihan tangan : Gunakan APD sesuai indikasi dan
jenis paparan
2. Gunakan APD sesuai indikasi dan jenis paparan.
3. Lakukan perawatan area insersi dengan tindakan
asepsis.
4. Kaji kebutuhan IV kateter setiap hari untuk
memastikan apakah IV kateter perifer masih diperlukan
atau sudah dapat dilakukan pelepasan segera jika
tidak ada indikasi lagi.
Gunakan balutan steril (dressing steril) dengan
pemasangan yang aman dan nyaman buat pasien.
6. Pastikan konektor dengan sistem tertutup.
7. Pastikan perangkat infus (administrasi set) dalam
kondisi tertutup tertutup dan diberi label tanggal
pemasangan.
8. Penggantian administrasi set setiap 96 jam atau
sesuai standar yang ditetapkan.
14. A.
Bundle Insersi Kateter
No Tindakan Ya Tidak
Kebersihan tangan
Gunakan APD sesuai indikasi dan
tehnik aseptik
Sebelum melakukan insersi pada area
pemasangan intra vena kateter maka
lakukan antisepsis area insersi 5.
Pemilihan area /lokasi insersi
dilakukan dengan mempertimbangkan
resiko
15. AUDIT BUNDLES PERAWATAN LUKA
Jenis Tindaka Sarung tangan Masker Gaun/celemek Kaca
mata/penut
up wajah
Topi
Memandikan pasien Tidak, kecuali kulit tidak
utuh
Tidak Tidak Tidak Tidak
Vulva /Penis Hygiene Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Menolong BAB Ya Ya Tidak Tidak Tidak
Menolong BAK Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Oral Hygiene Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Mengambil darah vena Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Perawatan luka mayor Ya /steril Ya Tidak Tidak Tidak
Perawatan luka minor Ya Ya Tidak Tidak Tidak
Perawatan luka infeksius Ya / steril Ya Tidak Tidak Tidak
Mengukur TTV Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Melakukan penyuntikan Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Pemasangan CVC line Ya (Steril) Ya Ya Ya Ya
Intubasi Ya Ya Tidak Tidak Tidak
Memasang Infuse Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Memasang Dawer Catheter Ya ( Streril ) Tidak Tidak Tidak Tidak
Membersihkan ruang perawatan Ya ( sarung tangan RT) Tidak Tidak Tidak Tidak
Membersihkan peralatan habis
pakai
Ya ( Sarung Tangan Rumah
Tangga)
Ya Ya Ya Tidak
Transportasi pasien Tidak Tidak •Tidak Tidak Tidak
16. PEMILIHAN APD YG RASIONAL
Jenis Tindakan Sarung tangan Masker Gaun/celemek Kaca
mata/penut
up wajah
Topi
Memandikan pasien Tidak, kecuali kulit tidak
utuh
Tidak Tidak Tidak Tidak
Vulva /Penis Hygiene Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Menolong BAB Ya Ya Tidak Tidak Tidak
Menolong BAK Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Oral Hygiene Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Mengambil darah vena Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Perawatan luka mayor Ya /steril Ya Tidak Tidak Tidak
Perawatan luka minor Ya Ya Tidak Tidak Tidak
Perawatan luka infeksius Ya / steril Ya Tidak Tidak Tidak
Mengukur TTV Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Melakukan penyuntikan Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Pemasangan CVC line Ya (Steril) Ya Ya Ya Ya
Intubasi Ya Ya Tidak Tidak Tidak
Memasang Infuse Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Memasang Dawer Catheter Ya ( Streril ) Tidak Tidak Tidak Tidak
Membersihkan ruang perawatan Ya ( sarung tangan RT) Tidak Tidak Tidak Tidak
Membersihkan peralatan habis
pakai
Ya ( Sarung Tangan Rumah
Tangga)
Ya Ya Ya Tidak
Transportasi pasien Tidak Tidak •Tidak Tidak Tidak
17. PEMILIHAN APD YG RASIONAL
Jenis Tindakan Sarung tangan Masker Gaun/celemek Kaca
mata/penut
up wajah
Topi
Memandikan pasien Tidak, kecuali kulit tidak
utuh
Tidak Tidak Tidak Tidak
Vulva /Penis Hygiene Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Menolong BAB Ya Ya Tidak Tidak Tidak
Menolong BAK Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Oral Hygiene Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Mengambil darah vena Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Perawatan luka mayor Ya /steril Ya Tidak Tidak Tidak
Perawatan luka minor Ya Ya Tidak Tidak Tidak
Perawatan luka infeksius Ya / steril Ya Tidak Tidak Tidak
Mengukur TTV Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Melakukan penyuntikan Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Pemasangan CVC line Ya (Steril) Ya Ya Ya Ya
Intubasi Ya Ya Tidak Tidak Tidak
Memasang Infuse Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Memasang Dawer Catheter Ya ( Streril ) Tidak Tidak Tidak Tidak
Membersihkan ruang perawatan Ya ( sarung tangan RT) Tidak Tidak Tidak Tidak
Membersihkan peralatan habis
pakai
Ya ( Sarung Tangan Rumah
Tangga)
Ya Ya Ya Tidak
Transportasi pasien Tidak Tidak •Tidak Tidak Tidak
18. NO PERNYATAAN YA TIDAK KETERANGAN
1 Vulva /Penis Hygiene
2 Menolong BAB
3 Menolong BAK
4 Oral Hygiene
5 Pengisapan lendir
6 Mengambil darah vena
7 Perawatan luka mayor
8 Perawatan luka minor
9 Perawatan luka infeksius
10 Pemasangan CVC line
11 Intubasi
12 Memasang Infuse
13 Memasang Dower Catheter
LEMBAR AUDIT KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI
( APD ) SARUNG TANGAN RUMAH SAKIT
BERI TANDA ( √ ) PADA KOTAK YA DAN TIDAK
TOTAL JUMLAH YA ( A )
Score : …………………………………………… X
100
TOTAL YA DAN TIDAK ( A dan B )
19. NO PERNYATAAN YA TIDAK KETERANGAN
1 Tersedia masker di ruang perawatan
,intensif,tindakan sesuai dengan kebutuhan
2 Tersedia sarung tangan on steril dan steril di
ruangan ,intensifdan ruang tindakan sesuai dengan
kebutuhan
3 Tersedia topi di ruang perawatan intensif dan ruang
tindakan sesuai dengan kebutuhan
4 Tersedia gaun di ruang tindakan sesuai dengan
kebutuhan
5 Tersedia sandal yang tertutup bagian depan di ruang
tindakan
LEMBAR AUDIT FASILITAS ALAT PELINDUNG DIRI (APD )
RUMAH SAKIT
BERI TANDA ( √ ) PADA KOTAK YA DAN TIDAK
TOTAL JUMLAH YA ( A )
Score : …………………………………………… X 100
TOTAL YA DAN TIDAK ( A dan B )
24. Pengertian:
Menurut National Nosocomial Infection
Surveilance Sistem (NNIS) infeksi luka
operasi merupakan infeksi insisi ataupun
organ/ruang yang infeksi terjadi dalam
30 hari setelah operasi atau dalam kurun
90 hari apabila terdapat implant yang
melibatkan kulit dan jaringan lunak yang
lebih dalam.
Infeksi Daerah Operasi (IDO) juga pada
Tindakan bedah minor yaitu sebuah
t i n d a k a n o p e r a s i r i n ga n d e n ga n
menggunakan anastesi bersifat lokal dan
dapat dengan melakukan alat sederhana
Tujuan:
Penatalaksanaan Infeksi daerah operasi
(IDO) agar sesuai dengan prinsip PPI.
PENERAPAN BUNDLE PADA INFEKSI DAERAH
OPERASI (IDO)
25. SURGICAL SITE INFECTION/INFEKSI DAERAtf OPERASI
(IDO) pada Operasi Minor
IDO Atau surgical Site Infection (SSI) merupakan infeksi yang terjadi dalam kurun
waktu 30 hari sampai dengan 90 hari setelah operasi meliputi kulit dan jaringan
subkutan (insisional superfisial dan/atau jaringan lunak dalam sayatan dan atau
bagian manapun dari anatomi dibuka atau dimanipulasi selama operasi dengan
tanda dan gejala sebagai berikut :
• Gejala infeksi : kemerahan, panas, bengkak, nyeri, fungsi laesa terganggu
• Cairan purulent.
• Ditemukan kuman dari cairan atau tanda dari jaringan superfisial.
TINDAKANBEDAHMINORY
ANGSERINGDI
FKTP
1. Exterpasi Lipoma
2. EkstraksiKuku
3. Sirkumsisi
4. JahitLuka
5. InsisiAbses
6. Eksisi Clavus
7. EkstraksiGigi
26. Pastikan Lokasi area tindakan dalam kondisi bersih dan
tertata dengan baik sebelum prosedure dilakukan
Pastikan prosedure Informed Consent sudah dilakukan
dengan benar
pastikan sudah dilakukan tindakan keamanan prosedure
pasien dengan melakukan pengukuran : Tensi, Nadi, Suhu
dan gula darah dan penandaan pada lokasi insisi
Profilaksis antimikroba pembedahan: 3 0 - 6 0 menit (jika
diperlukan)
Pastikan edukasi kepada pasien dan keluarga sudah
dilakukan
Pencukuran rambut harus dihindari kecuali jika rambut
dapat mengganggu prosedur operasi
Petugas tidak menggunakan assesoris
Melakukan kebersihan tangan menggunakan sabun anti
septik
Mempertahankan kadar glukosa darah antara 1 4 0 - 2 0 0
mg/dL ( 7,8 - 11,1 mmol/L)
PENERAPAN PPI PADA IDO
LANGKAH-LANGKAH PENCEGAHAN PRA-
OPERASI
27. 1. Petugas melakukan kebersihan tangan mengunakan
2. sabun antiseptik (cuci tangan bedah)
Petugas menggunakan A l a t Pelindung D ir i sesuai
3. indikasi dan jenis paparan
Gunakan drape (linen operasi) yang bersih atau dan
4. steril
5. Selalu memperhatikan tindakan aseptik
A n t i s e p t i k p e r m u k a a n k u l i t d i l a k u k a n denga n
menggunakan Alkohol 7 0 %/iodine tincture 2 %atau
6. clorhexidine 2 - 4 %.
Peralatan kesehatan yang dipergunakan sesuai jenis
7. kritikal, semi kritik dan Non kritikal
t f i n d a r i pe ng gu n a a n ag en a n t i m i k r o b a u n t u k
8. mengirigasi luka insisi sebelum penutupan
Jangan mengaplikasikan bubuk vankomisin( a n t i
9. mikroba) ke daerah sayatan pembedahan
Limbah benda tajam segera ditempatkan di tempat
yang aman (safety box), lembah infeksius ditampung
PENERAPAN PPI PADA IDO
LANGKAH-LANGKAH PENCEGAHAN INTRA-
OPERASI
28. 1. Lakukan teknik aseptik saat melakukan
dressing care (penatalaksanaan luka)
2. Tidak menggunakan topikal antimikorbial
untuk perawatan luka
3. Melepaskan dressing (penutup luka) lebih
awal (< 48 jam) untuk mempercepat proses
oksigenisasi untuk penyembuhan luka, jika
diperlukan gunakan dressing yang tipis
4. Pilih dressing (penutup luka)
berdasarkan kebutuhan pasien dan
kondisi luka, misalnya tingkat eksudat,
kedalaman luka, kebutuhan akan
kenyamanan, efikasi antimikroba,
pengendalian bau, kemudahan
melepaskan, keselamatan dan kenyamanan
pasien.
MANAJEMEN LUKA PASKA-
OPERASI
29. Pengertian :
Pembe r ia n oks ig en seca ra ko ntin yu
menggunakan slang oksigen dengan
kecepatan aliran 1–6 liter/menit serta
k o n s e n t r a s i 2 1 –4 4 %, d e n g a n c a r a
memasukkan selang yang terbuat dari
plastik ke dalam hidung dan mengaitkannya
di belakang telinga
Tujuan :
Mengelola pemberian asupan tambahan
oksigen melalui hidung dengan alat bantu
kanula yang diberikan pada pasien yang
bernapas spontan dengan sesak atau tidak
sesak agar sesuai dengan prinsif PPI.
PPI Pada Penggunaan Alat Bantu Pernapasan
(Oksigen Nasal)
30. PPI PADA THERAPY OKSIGEN
NASAL 1. Lakukan kebersihan tangan
2. Pastikan slang oksigen satu pasien untuk satu slang oksigen
3. Pastikan humidifier dalam kondisi kosong dan bersih
4. Pastikan flowmeter dan tabung oksigen dalam kondisi bersih
5. Atur posisi pasien semifowler atau posisi setengah duduk atau disesuaikan
dengan kondisi pasien
6. Pastikan slang oksigen tidak terkontaminasi dengan lingkungan benda
infeksius sebelum dipakai oleh pasien
7. Slang oksigen/oksigen mask yang yang tidak terpakai, dan jika akan
dipergunakan lagi lakukan disinfeksi, keringkan dan simpan/ bungkus dalam
tempat bersih dan kering untuk dipergunakan oleh pasien yang sama
8. Slang oksigen/oksigen mask adalah single use, namun pada kondisi tertentu
dapat dilakukan dekontaminasi sesuai peralatan semikritikal yang ditetapkan
9. Slang oksigen/oksigen mask yang sudah tidak terpakai lagi buang ke limbah
infeksius (sebaiknya dirusak terlebih dahulu sebelum dibuang)
10. Pastikan slang oksigen/oksigen mask yang sudah tidak dipergunakan lagi tidak
berada atau tergantung pada flow meter oksigen (segera dilepas)
11.Pastikan tabung humidifier segera dibersihkan setelah dipakai oleh pasien dan
selalu dalam kondisi kosong dan bersih sebelum dipergunakan oleh pasien lain.
31. Pengertian :
Terapi inhalasi adalah pemberian
o b a t y a n g d i l a k u k a n s e c a r a
hirup/inhalasi dalam bentuk aerosol
ke dalam saluran napas dengan alat
nebulizer yang berfungsi mengubah
obat yang berbentuk larutan menjadi
aerosol sehingga dapat dihirup
penderita dengan menggunakan
mouthpiece atau masker. Dengan
nebulizer dapat dihasilkan partikel
aerosol berukuran antara 2-5 µ
Tujuan :
Mencegah terjadinya transmisi
p e n u l a r a n p e n y a k i t m e l a l u i
ta ta la ks a na pe mbe r ia n te ra p i
Inhalasi yang substandar dan tidak
sesuai prinsip PPI.
PPI Pada Penggunaan Alat Terapi Inhalasi
(Nebulizer)
32. PPI PADA PENGGUNAAN
NEBULIZER
1. Pastikan Nebulizer siap pakai
2. Lakukan kebersihan tangan
sebelum menggunakan nebulizer
3. Slang oksigen, masker dan
nebulizer kit adalah alat kesehatan
sekali pakai
4. Penggunakan cairan dan obat yang
dicampurkan dalam cairan
Nebulizer idealnya sekali pakai
5. Semua limbah yang dihasilkan
setelah pemakaian dianggap
sebagai limbah infeksius
33. Pengertian
Infus cairan intravena adalah pemberian
sejumlah cairan kedalam tubuh melalui
sebuah jarum kedalam pembuluh vena
untuk menggantikan kehilangan cairan
atau zat-zat makanan dari tubuh atau
memberikan terapi melalui cairan infus
yang diberikan secara langsung ke dalam
pembuluh darah
Tujuan :
Mencegah terjadinya transmisi penularan
penyakit melalui penngunaan kateter
intravena yang tidak sesuai prinsip PPI
PPI Pada Pada Penggunaan Kateter Intravena
(Infus)
34. PPI PADA PEMASANGAN
INFUS
1. Petugas mematuhi terhadap tehnik aseptic
2. Gunakan troli tindakan sebagai
tempat peralatan yang akan
digunakan
3. Gunakan sarung tangan bersih saat
melakukan pemasangan dan perawatan
infus
4. Lakukan disinfeksi permukaan kulit
dengan alkohol 70 %
5. dilakukan dengan tehnik tidak menyentuh
area insersi ketika menganti kolf infus atau
memasang sambungan (hub) atau port
infus, jika tersentuh lakukan disinfeksi
dengan alkohol swab 70 %.
6. Tutup area insersi dengan transparan
dressing atau kasa steril dan lakukan
fixasi dengan baik.
7. Tidak melakukan penusukan pada plastik
kolf infus sebagai cara memasukan obat.
8. Perangkat infus harus digantung dengan
aman ditempat yang bersih
PPI PADA PELEPASAN KATETER INFUS
1. Secara umum admisitrasi set infus yang digunakan
secara terus menerus diganti 3 – 7 Hari kecuali
terlepas atau ditemukan tanda tanda infeksi
2. Perangkat adminsitrasi untuk darah (transfuse set)
dan komponen darah harus diganti setiap 24 jam
kecuali ditemukan tanda tanda bekuan yang tidak
jalan
3. Perangkat administrasi set untuk infus nutrisi perentral
harus diganti setiap 24 jam dan jika penggunaannya
hanya mengandung glukosa (dextrose) secara terus
menerus maka tidak perlu diganti lebih sering dari 72
jam.
4. Dengan tetap mempertahankan abbocath (alat
insersi) dalam kondisi baik dan bersihkan dengan
alcohol di sekitar area insersi.
5. Dokumentasikan hasil pengamatan pemasangan infus.
35. Pengertian :
Perawatan luka adalah suatu
tehnik aseptik yang bertujuan
membersihkan luka dari debris
untuk mempercepat proses
penyembuhan luka
Tujuan :
Untuk menghentikan perdarahan,
mencegah infeksi, menilai
kerusakan yang terjadi pada
struktur yang terkena dan untuk
menyembuhkan luka.
PPI Pada Pada Perawatan
Luka
36. PPI PADA PERAWATAN
LUKA
1.Lakukan Teknik aseptik dan gunakan peralatan steril ketika
melakukan perawatan luka
2.Lakukan kebersihan tangan dan gunakan sarung tangan atau
APD lainnya sesuai indikasi ( misalnya gunakan gaun jika akan
mencuci luka atau gunakan masker/pelindung wajah jika luka
beRisiko terjadi cipratan ke muka
3.Lakukan tindakan perawatan luka dengan langkah :
a. Untuk tehnik pembersihan luka lakukan pembersihan dari
bagian atas kebawah atau dari bagian tengah keluar.
b. Pada luka yang terkontaminasi, bersihkan mulai dari daerah
perifer ke tengah (gerakan memutar untuk membersihkan luka
melingkar)
c. Gunakan satu kapas usap/kasa untuk satu kali usapan, buang
setiap kapas/kasa ke dalam kantung plastik setelah mengusap.
Jangan menyentuh kantung plastik dengan pinset
d. Bila ada sekret, bersihkan sekitarnya, mulai dari bagian tengah
mengarah keluar dengan gerakan melingkar dan hati hati untuk
tidak merusak granulasi yang baru tumbuh pada area luka
e. Keringkan luka menggunakan kasa dengan gerakan yang sama
f. Gunakan penutup luka (kasa) steril yang tipis dengan tujuan
terjadinya oksigenisasi luka dan ganti jika basah kotor atau
lepas
g. Semua limbah yang dihasilkan dalam perawatan luka adalah
infekius
4, Menutup luka
a. Jika luka terjadi kurang dari sehari dan telah dibersihkan
dengan seksama, luka dapat benar-benar ditutup/dijahit
(penutupan luka primer).
b. Luka tidak boleh ditutup bila: telah lebih dari 24 jam, luka
sangat kotor atau terdapat benda asing, atau luka akibat
gigitan binatang.
c. Luka bernanah tidak boleh dijahit, tutup tipis luka
tersebut dengan menggunakan kasa lembap.
d. Jika luka bersih penutupan hanya dalam waktu 48 jam
dan selanjutnya biarkan terbuka supaya terjadi
oksigenasi.
e. Jika luka terinfeksi, tutup tipis luka dan biarkan sembuh
dengan sendirinya