PERENCANAAN LOKASI
PABRIK
BAB II
A Pemilihan Lokasi Pabrik
Adapun alasan perusahaan melakukan ekspansi :
- Fasilitas-fasilitas produksi sudah ketinggalan
- Permintaan pasar berkembang di luar jangkaun kapasitas produksi
- Fasilitas tenaga kerja tidak lagi mencukupi.
B Faktor – faktor yang perlu diperhatikan
- Lokasi pasar
- Sumber Bahan Baku
- Transportasi
- Sumber energi atau Tenaga Listrik
- Iklim
- Buruh dan tingkat upah
- Undang-undang dan sistem perpajakan
- Sikap masyarakat
- Air dan limbah industri
C Metode Penentuan Lokasi Pabrik
Metode Beban Skor
Metode beban skor dilakukan dengan memberi skor untuk setiap faktor
yang dinilai terhadap alternatif lokasi pabrik. Faktor yang dianggap
paling baik diberikan bobot paling tinggi. Dari berbagai macam faktor
yang dinilai diberikan bobot berdasarkan tingkat kepentingan masing-
masing faktor. Pengalian antara skor dengan bobot setiap faktor, nilai
tertinggi merupakan alternatif yang terbaik, di samping harus
menganalisis perbandingan jumlah biaya.
Contoh 1 : Pendirian Klinik
Terdapat empat faktor yang dinilai terhadap pemilihan tiga lokasi pabrik
yang potensial seperti ditunjukan dalam tabel 2.1 berikut ini.
°
Berdasarkan data di atas diperoleh beban skor setiap lokasi sebagai
berikut :
Tabel 2.2 Bobot skor
Kesimpulan : lokasi B adalah alternatif terbaik untuk mendirikan klinik
yang memiliki bobot skor tertinggi
Metode Perbandingan Biaya
Metode ini dilakukan dengan cara memperbandingkan total biaya
masing-masing alternatif lokasi
Contoh 1:
Perusahaan sedang, menilai sebaiknya mendirikan pabrik baru dari tiga
alternatif yang tersedia. Ketiga alternalif lokasi terscbut memiliki biaya
tetap dan biaya variabel berbeda seperti diperlihatkan dalam tabel
berikut ini.
Tabel 2.3.Bagan perbandingan biaya
Rencana produksi ditetapkan pada jumlah 500 unit dan 1.200 unit untuk
setiap lokasi.Permasalahan yang dihadapi adalah lokasi manakah yang
terbaik untuk dipilih?
°
03
Penyelesaian :
Langkah pertama yang harus dilakukan ada!ah menentukan fungsi biaya
dari setiap alternatif lokasi pabrik, yaitu : TC = a + bx, di mana a adalah
biaya tetap, b biaya variabel per-unit dan x adalah rencana unit produksi.
Setelah fungsi biaya ditentukan, langkah selanjutnya adalah menghitung
total biaya setiap alternatif lokasi pabrik pada kapasitas produksi yang
direncanakan, yaitu 500 unit dan 1.200 unit.
Fungsi biaya masing-masing lokasi :
Lokasi A : TC = 300.000 + 800x
Lokasi B : TC = 450.000 + 600x
Lokasi C : TC = 600.000 + 400x
Total biaya pada kapasitas produksi 500 unit
Lokasi A : TC = 300.000 + 800 (500) = Rp. 700.000
Lokasi B : TC = 450.000 + 600 (500) = Rp. 750.000
Lokasi C : TC = 600.000 + 400 (500) = Rp. 800.000
Total biaya pada kapasitas produksi 1.200 unit
Lokasi A : TC = 300.000 + 800 (1.200) = Rp. 1.260.000
Lokasi B : TC = 450.000 + 600 (1.200) = Rp. 1.170.000
Lokasi C : TC = 600.000 + 400 (1.200) = Rp. 1.080.000
03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik
Kesimpulan : Dari penilaian 3 alternatif lokasi yang dipilih adalah lokasi
kota C karcna hasil total biaya/TC paling kecil Rp. 1.080.000,-
Metode Break Event/ Point (BEP)
° BEP adalah salah satu titik di mana total biaya atau total cost sama dengan
total penghasilan atau total Revenue. Dengan kata lain dapat dikatakan
laba sama dengan nol. Secara matematik BEP dapat pula dinyatakan
dengan :
- FC = MI, di mana (MI = Marginal Income dan FC = Fixed Cost)
- FC/Mlu di mana ( Mlu = Marginal Income per unit)
- FC/P – VC, di mana (P = Harga per unit dan VC = Variable Cost)
- FC/1 – VCR, di mana (VCR = variable Cost Ratio)
- FC/MIR, di mana (MIR = Marginal Income Ratio)
- FC/(1 – VC/S), di mana (S = Sales)
langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menghitung MI untuk
setiap alternatif lokasi pabrik dan kemudian menghitung BEP setiap
alternatif lokasi sebagai berikut :
03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik
°
BEP Lokasi A : 300.000/800 = 375 unit
BEP Lokasi B : 450.000/1.000 = 450 unit
BEP Lokasi C : 600.000/1.200 = 500 unit
Metode Transportasi
Metode transportasi dapat digunakan untuk menganalisis penentuan lokasi
pabrik. Faktor yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
- Kapasitas pabrik sebagai sumber
- Kapasitas permintaan di wilayah pemasaran sebagai tempat tujuan
- Biaya masing – masing produksi pabrik
- Biaya distribusi dari tempat produksi ke tempat tujuan
Metode transportasi terdiri dari :
A. North West Corner / NWC (Sudut Barat Laut )
B. Least Cost/ LC ( Metode Biaya Minimum)
C. Vogel Approximation Method / VAM
03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik
A. North West Corner Rule atau POKIA POKABA
Artinya pendistribusian dimulai dari pojok kiri sampai pojok kanan. Layak
tidaknya solusi awal dipenuhi jika jumlah sel basis (sel yang terisi) sama
dengan ‘ banyak baris + kolom ‘.
Contoh : PT Wimcycle suatu perusahaan sepeda mempunyai tiga buah
pabrik di tiga tempat yang berbeda, yaitu A1 dengan kapasitas produksi 60
unit, A2 dengan kapasitas 80 unit, A3 dengan kapasitas 70 unit. Produk
sepeda yang dihasilkan dikirim ketiga buah lokasi sesuai permintaan yaitu
Agen T1 permintaan 50 unit. Agen T2 permintaan 100 unit, Agen T3
permintaan 60 unit.
Biaya angkut perunit dari A1 ke T1 = Rp. 10,-
Biaya angkut perunit dari A1 ke T2 = Rp. 20,-
Biaya angkut perunit dari A1 ke T3 = Rp. 20,-
Biaya angkut perunit dari A2 ke T1 = Rp. 30,-
Biaya angkut perunit dari A2 ke T2 = Rp. 40,-
Biaya angkut perunit dari A2 ke T3 = Rp. 30,-
Biaya angkut perunit dari A3 ke T1 = Rp. 10,-
Biaya angkut perunit dari A3 ke T2 = Rp. 20,-
Biaya angkut perunit dari A3 ke T3 = Rp. 40,-
Hitung distribusi dari masing-masing pabrik ke ketiga buah lokasi dengan biaya serendah mungkin !
Tuangkan soal di atas pada tabel sebagai berikut :
Tabel 2.4. Kebutuhan dan Supply PT Wimcycle
03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik
- North West Corner Rule
C11 = min (S1, d1) = min (60, 50) = 50
Maksudnya pada C11 adalah alokasi pada baris ke-1, kolom ke-1 sebagai
pojok paling kiri. Kemudian dibandingkan antara supply (S) dengan Demand
(d) di mana dimulai pada perbandingan Supply ke-1 (S-1) dengan Demand
ke-1 (d1 = Demand T1). Didapatkan nilai minimalnya adalah 50. Alokasikan
supply 50 untuk baris ke-1, kolom ke-1 (C11), berarti kolom ke-1 (demand
T1) telah terpenuhi dan ada sebesar 10 dari A1 yang belum dialokasikan.
C12 = min (S1 – d1, d2) = min (60 – 50, 100) = 10
Maksudnya pada C12 adalah alokasi pada baris ke-1, kolom ke-2 sebagai
pojok paling kiri yang belum terisi. Kemudian dibandingkan antara Supply
(S) dengan Demand (d). Bandingkan Supply ke-1 (S1) yang telah
dikurangi d1 (60-50=10) dengan Demand ke-2 (d2). Didapatkan nilai
minimalnya adalah 10. Alokasikan Supply 10 untuk baris ke-1, kolom ke-
2 (C12)
03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik
C22 = min (S2, d2 – C12) = min (80,100 – 10) = 80
Maksudnya pada C22 adalah alokasi pada baris ke-2, kolom ke-2 sebagai pojok
paling kiri yang belum terisi. Kemudian dibandingkan antara supply (S) dengan
Demand (d). Bandingkan Supply ke-2 (S2) dengan Demand ke-2 (d2) yang
telah terisi 10 (jadi sisa 100 – 10 = 90). Didapatkan nilai minimalnya adalah 80.
Alokasikan supply 80 untuk baris ke-2, kolom ke-2 (C22)
C32 = min (S3, d2 – C12 – C22) = min (70, 100 – 10 – 80) = 10
Maksudnya pada C32 adalah alokasi pada baris ke-3, kolom ke-2
sebagai pojok paling kiri yang belum terisi. Kemudian dibandingkan antara
Supply (S) dengan Demand (d). Bandingkan Supply ke-3 (S3) dengan
Demand ke-2 (d2) yang telah terisi 10+80 = 90 (jadi sisa 100 – 10 – 80= 10).
Didapatkan nilai minimalnya adalah 10. Alokasikan Supply 10 untuk baris ke-
3, kolom ke-2 (C32)
03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik
C33 = min (S3, d3) = min (70,60) = 60
Maksudnya pada C33 adalah alokasi pada alokasi pada baris ke-3, kolom ke-3
sebagai pojok paling kiri yang belum terisi. Kemudian dibandingkan antara Supply
(S) dengan Demand (d). Bandingkan Supply ke-3 (S3) yang telah dikurangi untuk
mensupply 32 sebesar 10 (70-10=60) dengan Demand ke-3 (d3) dengan nilai 60.
Didapatkan nilai minimalnya adalah 60. Alokasikan supply 60 untuk baris ke-3,
kolom ke-3 (C33).
Uji kelayakan pertama adalah mengecek apakah jumlah sel basis telah
sesuai. Diketahui jumlah baris ada 3 dan jumlah kolom ada 3. Maka sel
basis yang terisi adalah K + B – 1 = 3+3 -1 = 5, maka sel yang harus
terisi adalah harus 5 sel. Dan dari hasil perhitungan memang ada 5 sel
yang terisi. Maka solusi awal telah layak.
Dari perhitungan ini supply dan demand telah seimbang, artinya
semua alokasi kebutuhan telah didistribusikan sesuai kebutuhan dan
kapasitas.
Tabel 2.5. Alokasi Pertama
Sel yang telah mendapat alokasi
disebut sel dasar (sel basis). Sel
yang tidak mendapatkan alokasi
disebut sel bukan dasar/sel
kosong (sel non basis).
Jumlah biaya =
(50 x Rp.10) + (10 x Rp.20) +
(80 x Rp.40) + (10 x Rp.20) +
(60 x Rp.40) = Rp.6.500, -
Sel kosong yang harus diuji =
C13, C21, C23, C31
03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik
- Buat jalur unik (Unique Loop)
Unique loop harus merupakan gerakan patah-patah arah vertikal
horizontal – vertikal – vertikal – horizontal. Gerakannya dapat dimulai ke
arah vertikal lebih dahulu atau horizontal lebih dahulu,
& harus melewati sel basis membentuk segi empat dengan catatan dimulai
dengan titik awal pada sel yang terisi dengan memberikan nilai positif
untuk ongkosnya, titik kedua ongkosnya negatif, titik yang ketiga
ongkosnya positif dan titik keempat ongkosnya negatif.
C13 = C33 – C32 + C12 – C13 = 40 – 20 + 20 – 20 = 20
C21 = C22 – C12 + C11 – C21 = 40 – 20 + 10 – 30 = 0
C23 = C33 – C32 + C22 – C23 = 40 – 20 + 40 – 30 = 30
C31 = C32 – C12 + C11 – C31 = 20 – 20 + 10 – 10 = 0
Alokasi dikatakan layak jika hasil pengujian bernilai nol atau tidak
positif.
Dari keempat lokasi tersebut terdapat dua sel yang bernilai positif berarti
penyelesaian belum optimal. Masih dapat dilakukan perbaikan alokasi yang
dapat menurunkan total biaya transportasi. Sel yang bernilai positif terbesar
adalah sel C23 yaitu dengan nilai 30, ini berarti alokasi sel C33 berjumlah 60
harus dipindahkan ke sel C23.
Tabel 2.6. Alokasi Kedua
03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik
Biaya angkut sekarang menjadi :
(50 x Rp.10) + (10 x Rp. 20) + (20 x Rp.40) + (70 x Rp.20) + (60 x Rp.30)
= Rp.4.700,-
Walaupun telah terjadi penghematan biaya lokasi sebesar Rp.1.800,-
(Rp.6.500 – Rp.4.700), tetapi masih perlu melakukan uji optimalisasi
pada sel-sel bukan dasar (non basis), untuk mengetahui apakah masih
ada kemungkinan menurunkan biaya angkut.
C13 = C23 – C22 + C12 – C13
= 30 – 40 + 20 – 20 = -10
C21 = C22 – C12 + C11 – C21
= 40 – 20 + 10 – 30 = 0
C31 = C32 – C12 + C11 – C31
= 20 – 20 + 10 – 10 = 0
Oleh karena semua sel telah lebih kecil dari nol atau sama dengan nol
maka pemecahan optimalisasi sudah selesai dengan biaya angkut tetap
Rp. 4.700,- berarti alok kedua yang paling tepat.
03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik
- Metode Least Cost (Metode Biaya Minimum)
Suatu perusahaan memiliki dua pabrik yang terletak di lokasi A, kapasitas
100.000 unit per tahun, dan lokasi B, dengan kapasitas 150.000 unit. Dari
kedua pabrik tersebut akan didistribusikan ke tiga daerah pemasaran, dengan
jumlah permintaan
M1 = 50.000 unit, M2 = 125.000 unit, M3 = 75.000 unit, dan jumlah ini
sesuai dengan kapasitas produksi kedua pabrik. Unit dan transpoortasi dari
pabrik ke masing – masing daerah pemasaran dalam tabel sebagai berikut :
Biaya transportasi dan produksi
Diperkirakan lima tahun mendatang permintaan pemasaran M1 dan M2 akan
mengalami kenaikan rata – rata 10 % dan 12 % pertahun, atau kedua daerah
akan mengalami kenaikan 50% dan 60% dari sekarang. Untuk antisipasi
keadaan ini, perusahaan merencanakan perluasan kapasitas pabrik dengan
mendirikan pabrik baru, dengan kapasitas 100.000 unit pertahun. Untuk
menentukan lokasi pabrik baru, terdapat dua alternatif yang dipertimbangkan,
yaitu lokasi C dan lokasi D.
03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik
Biaya produksi masing – masing lokasi diperkirakan Rp. 23 untuk lokasi C, dan
Rp. 22 untuk lokasi D. Biaya transportasi dari masing – masing lokasi pabrik
baru dapat dilihat dalam tabel berikut :
Biaya transportasi pabrik baru
Dari data di atas, alternatif lokasi mana yang akan dipilih terbaik ?
Solusi :
Alternatif terbaik dalam memilih lokasi yang mampu memberikan total biaya
produksi dan transportasi minimum. Langkah pertama adalah menjumlahkan
biaya produksi dan biaya transportasi per unit, dari keempat lokasi pabrik
ketiga daerah pemasaran lihat tabel berikut:
Biaya produksi dan transportasi
03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik
Cara penggunaan metode biaya minimum :
A. Buat tabel transportasi yang memuat pabrik dan permintaan serta
jumlah biaya produksi dan transportasi seperti dalam tabel berikut,
dalam tabel yang sedang dianalisis adalah lokasi C.
B. Pilih biaya terendah, dalam hal ini adalah 65 yaitu persilangan M3
dengan pabrik B, sebanyak 75.000, sesuai permintaan M3,
kemudian memilih biaya terendah selanjutnya yaitu 72, jumlah unit
100.000 daerah pemasaran M2. Biaya terendah berikut adalah 80,
persilangan B dengan M2, tetapi daerah pemasaran M2 sudah
terpenuhi dari pabrik A dan C. Satu satunya daerah pemasaran yang
belum mendapat alokasi adalah M1, dari pabrik B = 75.000.
Tabel 2.7. Tabel transportasi alternatif pabrik baru di lokasi C
03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik
pemasaran. Jumlah sel basis dalam transportasi ini (3+3-1)= 5 sel basis. Pada
tabel lokasi C hanya terdapat 4 sel basis, sehingga diperlukan sel basis buatan
atau sel basis semu dengan nilai 0. Dalam tabel tersebut, sel basis B-M2 yang
memiliki biaya 80, dengan angka alokasi = 0
Total biaya produksi dan distribusi pada alternatif pabrik baru C yaitu :
TC = (100.000 X Rp.72)+ (75.000 x Rp.110) +( 75.000 x Rp.65) +
(100.000 x Rp.68) = Rp. 27.125.000,-
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah total biaya produksi dan distribusi
tersebut adalah total biaya minimum ? untuk menjawab pertanyaan tersebut
ikuti langkah berikut ini.
03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik
Setelah tabel awal dibentuk, selanjutnya menguji tabel tersebut sudah
optimum, dengan metode batu loncatan (stepping stone). Membentuk jalur
tertutup (close pert) untuk setiap sel non basis. Jalur tertutup adalah jalur
yang menghubungkan dimulai dari sel non basis dengan sel basis lainnya
yang memiliki pasangan dan jalur tersebut kembali ke tempat semula. Setelah
jalur tertutup dibentuk, setiap biaya dalam jalur diberi tanda negatif dan
positif secara bergantian. Tabel optimum tercapai, jika sel non basis memiliki
nilai lebih kecil = 0 (≤ 0), atau nilai angka negatif dan 0. Jika nilai sel non
basis bertanda positif, maka tabel transportasi belum optimum, berarti tabel
transportasi yang baru perlu dibentuk lagi. Untuk membentuk tabel baru, pilih
sel non basis yang memiliki positif terbesar, kemudian pindahkan jumlah
produk terkecil pada sel basis yang bertanda positif ke sel non basis yang
terdapat dalam jalur tertutup. Kemudian sel basis bertanda positif yang lain
dikurangi dan sel basis yang negatif ditambah dengan jumlah yang sama. Sel
basis yang tidak dilewati jalur tertutup tidak mengalami perubahan.
Stepping Stone untuk alternatif pabrik baru di lokasi C
C11 = C12 – C22 + C21 – C11 = 72 – 80 + 110 – 102 = 0
C13 = C23 – C22 + C12 – C13 = 65 – 80 + 72 – 82 = - 25
C31 = C32 – C22 + C21 – C31 = 68 – 80 + 110 – 98 = 0
C33 = C23 – C22 + C32 – C33 = 65 – 80 + 68 – 83 = - 30
Tabel 2.8. Tabel transportasi alternatif pabrik baru di lokasi D.
03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik
TC = (100.000 X Rp.72)+ (75.000 x Rp.80) +( 75.000 x Rp.65) +
(75.000 x Rp.87) + (25.000 x Rp.82) = Rp. 26.650.000,-
Stepping Stone untuk alternatif pabrik baru di lokasi D
C11 = C31 – C32 + C12 – C11 = 87 – 82 + 72 – 102 = - 25
C13 = C12 – C22 + C23 – C13 = 72 – 80 + 65 – 82 = - 25
C21 = C31 – C32 + C22 – C21 = 87 – 82 + 80 – 110 = - 25
C33 = C23 – C22 + C32 – C33 = 65 – 80 + 82 – 77 = - 10
Hasil pengujian dengan stepping stone menunjukkan hasil optimum
karena sel non basis memiliki nilai lebih kecil = 0 (≤ 0), atau nilai
angka negatif dan 0.
Kesimpulan : alternatif lokasi pabrik baru adalah lokasi D, karena
mampu memberikan total biaya lebih kecil/rendah = Rp. 26.650.000,-
03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik
- Metode VOGEL’S
Metode ini lebih mudah penggunaannya, tanpa menggunakan jalur tertutup,
tetapi tidak menjamin bahwa tabel optimum dapat meminimumkan biaya
produksi dan transportasi. Dianjurkan bagi pengguna metode Vogel’s untuk
menguji tabel optimum dengan teknik batu loncatan atau teknik MODI, agar
menghasilkan alokasi biaya minimum.
Proses penggunaan metode Vogel’s dengan langkah berikut :
A. Buat tabel transportasi yang berisi kapasitas pabrik dan permintaan
serta biaya produksi dan transportasi
B. Buat selisih biaya setiap kolom maupun baris dengan menselisihkan
biaya terkecil dengan biaya terkecil berikutnya
C. Pilih salah satu biaya terbesar baik kolom maupun baris, kemudian
alokasikan produk dari pabrik ke daerah pemasaran yang memiliki
biaya terendah dalam baris atau kolom
D. Ulangi langkah (c), sehingga semua produk dapat dialokasikan ke
daerah pemasaran tujuan.
Tabel 2.9.Transportasi metode VOGEL’S alternatif pabrik baru di lokasi D.
Total biaya produksi dan distribusi
metode Vogel’s
TC = (100.000 x Rp. 72) +(75.000 x
Rp. 80) +(75.000 x Rp. 65) +
(75.000 x Rp.87) +( 25.000 x
Rp.82) = Rp. 26.650.000,-
03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik
- Metode Pusat Gravitasi (Center of gravity method)
Pemilihan lokasi atas dasar teori gravity, memilih lokasi pabrik yang jaraknya
mendekati daerah sumber – sumber bahan baku, sehingga jarak atau biaya
menuju fasilitas yang sudah ada menjadi minimal.
Metode ini dimulai dengan membuat peta berskala dari tempat sumber –
sumber bahan baku, dengan membuat titik pusat koordinat. Jarak dari suatu
tempat ke tempat lain diasumsikan berupa garis lurus, dan biaya distribusi per
unit per km dianggap sama.
03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik
Contoh :
Sumber bahan baku dari A, B, C, dan D berturut-turut adalah 40, 60, 80, dan
120 unit . Titik A, B, C, dan D adalah : A(25,40), B(30,20), C(10,25) dan
D(40,40). Tentukan lokasi pabrik yang ideal !
Jawab :
Gambar 2.1 Grafik Analisis Lokasi dengan Metode Pusat Gravitasi
Thank You
Insert the Sub Title of
Your Presentation

More Related Content

PPTX
Pertemuan 6 Model Transportasi teknik industri
PPTX
5-Metode Transportasi.pptx
PDF
Metode transportasi
PPT
Metode Transportasi.ppt transportasi transport
PPTX
Model_Transportasi_Teori dan praktik.pptx
PPTX
MODEL-TRANSPORTASI-1 Riser operasional.pptx
PDF
Model transportasi (0 0)gasal1213 PERMODELAN
PPTX
44424-location-determination.pptx
Pertemuan 6 Model Transportasi teknik industri
5-Metode Transportasi.pptx
Metode transportasi
Metode Transportasi.ppt transportasi transport
Model_Transportasi_Teori dan praktik.pptx
MODEL-TRANSPORTASI-1 Riser operasional.pptx
Model transportasi (0 0)gasal1213 PERMODELAN
44424-location-determination.pptx

Similar to BAB II - MATERI PERENCANAAN LOKASI PABRIK.pdf (20)

PPTX
Metode transportasi
PPTX
ITP UNS SEMESTER 2 Ro transportasi2
PPTX
Metode stepping stone revisi
PPTX
METODE STEPPING STONE (BATU LONCATANA) REVISI.pptx
PPTX
Transfortasia
PPTX
4. metode transportasi
PPTX
METODE TRANSPORTASI NORTH WEST CORNERWC.pptx
PPTX
Metode transportasi (lp)
PPTX
Transportasi vogel dan transhipment
PPT
model-transportasi1.ppt evaluasi proyekk
PPTX
MO I Strategi Lokasi
PPTX
Introduction chemical basic
DOCX
2. transportasi
PPTX
Pertemuan 10 Metode Transportasi LC & VAM.pptx
PPT
M13 t ransportasi
PDF
OR 08.pdf
PDF
Masalah Transportasi
DOC
Operation research metode transportasi
PPT
Model_Transportasi indonesia baik digunakan.ppt
PPTX
Risetoperasi 6-metode-transportasi
Metode transportasi
ITP UNS SEMESTER 2 Ro transportasi2
Metode stepping stone revisi
METODE STEPPING STONE (BATU LONCATANA) REVISI.pptx
Transfortasia
4. metode transportasi
METODE TRANSPORTASI NORTH WEST CORNERWC.pptx
Metode transportasi (lp)
Transportasi vogel dan transhipment
model-transportasi1.ppt evaluasi proyekk
MO I Strategi Lokasi
Introduction chemical basic
2. transportasi
Pertemuan 10 Metode Transportasi LC & VAM.pptx
M13 t ransportasi
OR 08.pdf
Masalah Transportasi
Operation research metode transportasi
Model_Transportasi indonesia baik digunakan.ppt
Risetoperasi 6-metode-transportasi
Ad

More from MutiaraRahmadina1 (6)

PPTX
MKI-1. Nilai Waktu Uang.pptx materi ekonomi
PDF
BAB X MATERI EKONOMI MAKRO PERAMALAN (FORECASTING).pdf
PDF
BAB I PENGERTIAN DAN FUNGSI MAN PRODUKSI.pdf
PPT
Pertemuan 14 Kebijakan Cara Pengendalian.ppt
PPT
Pertemuan 9 Tentang Pengangguran by darwin.ppt
PPT
Pasar Barang dan Pasar Uang oleh darwin hartono
MKI-1. Nilai Waktu Uang.pptx materi ekonomi
BAB X MATERI EKONOMI MAKRO PERAMALAN (FORECASTING).pdf
BAB I PENGERTIAN DAN FUNGSI MAN PRODUKSI.pdf
Pertemuan 14 Kebijakan Cara Pengendalian.ppt
Pertemuan 9 Tentang Pengangguran by darwin.ppt
Pasar Barang dan Pasar Uang oleh darwin hartono
Ad

Recently uploaded (20)

PDF
PMK 15_2025 - Alur Pemeriksaan Pajak.pdf
PDF
Pertemuan ke-2 Analisis Laporan Keuangan.pdf
PPT
Chapter 7-Kecurangan, Pengendalian Internal, dan Kas (2) fix (2).ppt
PDF
Training Pemeriksaan Pajak 15 Sept 2023 Final.pdf
PPTX
ANALISIS BIAYA Ekonomi Manajerial SMT 4
DOCX
laporan magang TIARA DWI PRATIWI new.docx
PPTX
PERTEMUAN PERTAMA MANAJEMEN STRATEGIS.pptx
DOCX
PROGRAM KERJA DAN APDB GKPS TAHUN 2021.docx
PPTX
Materi pelajaran Pai kelas 3 tentang shalat.pptx
PPT
gambaran-umum-pp-71-2010_sap.pptxxxxxxxx
PPTX
JAWABAN PEMERIKSAAN PAJAK BAHANA 2020 .pptx
PPTX
SISTEM PRODUKSI KERAJINAN BUDAYA KELAS XI XM 2 KUMER.pptx
PPTX
Krem Ilustrasi Tugas Kelompok Ekonomi Presentasi_20250507_222832_0000.pptx
PPTX
kk20252 (1).pptx hshshshshjzhshzhsjjdnnx hxhshxhxhdhh
PPTX
Presentation_DigitalMarketingCoca-Cola.pptx
PPTX
Pentingnya Income Protection bagi Keluarga
PDF
Chapter 17-1 Indonesian Investment i.pdf
PDF
Permenkop No. 1 Tahun 2025 tentang Penyaluran Pinjaman atau Pembiayaan Dana B...
PPTX
Salindia Karya Tulis Ilmiah UMSIDAA.pptx
PPTX
Permintaan_dan_Penawaran_Ekonomi_Mikro.pptx
PMK 15_2025 - Alur Pemeriksaan Pajak.pdf
Pertemuan ke-2 Analisis Laporan Keuangan.pdf
Chapter 7-Kecurangan, Pengendalian Internal, dan Kas (2) fix (2).ppt
Training Pemeriksaan Pajak 15 Sept 2023 Final.pdf
ANALISIS BIAYA Ekonomi Manajerial SMT 4
laporan magang TIARA DWI PRATIWI new.docx
PERTEMUAN PERTAMA MANAJEMEN STRATEGIS.pptx
PROGRAM KERJA DAN APDB GKPS TAHUN 2021.docx
Materi pelajaran Pai kelas 3 tentang shalat.pptx
gambaran-umum-pp-71-2010_sap.pptxxxxxxxx
JAWABAN PEMERIKSAAN PAJAK BAHANA 2020 .pptx
SISTEM PRODUKSI KERAJINAN BUDAYA KELAS XI XM 2 KUMER.pptx
Krem Ilustrasi Tugas Kelompok Ekonomi Presentasi_20250507_222832_0000.pptx
kk20252 (1).pptx hshshshshjzhshzhsjjdnnx hxhshxhxhdhh
Presentation_DigitalMarketingCoca-Cola.pptx
Pentingnya Income Protection bagi Keluarga
Chapter 17-1 Indonesian Investment i.pdf
Permenkop No. 1 Tahun 2025 tentang Penyaluran Pinjaman atau Pembiayaan Dana B...
Salindia Karya Tulis Ilmiah UMSIDAA.pptx
Permintaan_dan_Penawaran_Ekonomi_Mikro.pptx

BAB II - MATERI PERENCANAAN LOKASI PABRIK.pdf

  • 2. A Pemilihan Lokasi Pabrik Adapun alasan perusahaan melakukan ekspansi : - Fasilitas-fasilitas produksi sudah ketinggalan - Permintaan pasar berkembang di luar jangkaun kapasitas produksi - Fasilitas tenaga kerja tidak lagi mencukupi. B Faktor – faktor yang perlu diperhatikan - Lokasi pasar - Sumber Bahan Baku - Transportasi - Sumber energi atau Tenaga Listrik - Iklim - Buruh dan tingkat upah - Undang-undang dan sistem perpajakan - Sikap masyarakat - Air dan limbah industri
  • 3. C Metode Penentuan Lokasi Pabrik Metode Beban Skor Metode beban skor dilakukan dengan memberi skor untuk setiap faktor yang dinilai terhadap alternatif lokasi pabrik. Faktor yang dianggap paling baik diberikan bobot paling tinggi. Dari berbagai macam faktor yang dinilai diberikan bobot berdasarkan tingkat kepentingan masing- masing faktor. Pengalian antara skor dengan bobot setiap faktor, nilai tertinggi merupakan alternatif yang terbaik, di samping harus menganalisis perbandingan jumlah biaya. Contoh 1 : Pendirian Klinik Terdapat empat faktor yang dinilai terhadap pemilihan tiga lokasi pabrik yang potensial seperti ditunjukan dalam tabel 2.1 berikut ini. °
  • 4. Berdasarkan data di atas diperoleh beban skor setiap lokasi sebagai berikut : Tabel 2.2 Bobot skor Kesimpulan : lokasi B adalah alternatif terbaik untuk mendirikan klinik yang memiliki bobot skor tertinggi
  • 5. Metode Perbandingan Biaya Metode ini dilakukan dengan cara memperbandingkan total biaya masing-masing alternatif lokasi Contoh 1: Perusahaan sedang, menilai sebaiknya mendirikan pabrik baru dari tiga alternatif yang tersedia. Ketiga alternalif lokasi terscbut memiliki biaya tetap dan biaya variabel berbeda seperti diperlihatkan dalam tabel berikut ini. Tabel 2.3.Bagan perbandingan biaya Rencana produksi ditetapkan pada jumlah 500 unit dan 1.200 unit untuk setiap lokasi.Permasalahan yang dihadapi adalah lokasi manakah yang terbaik untuk dipilih? °
  • 6. 03 Penyelesaian : Langkah pertama yang harus dilakukan ada!ah menentukan fungsi biaya dari setiap alternatif lokasi pabrik, yaitu : TC = a + bx, di mana a adalah biaya tetap, b biaya variabel per-unit dan x adalah rencana unit produksi. Setelah fungsi biaya ditentukan, langkah selanjutnya adalah menghitung total biaya setiap alternatif lokasi pabrik pada kapasitas produksi yang direncanakan, yaitu 500 unit dan 1.200 unit. Fungsi biaya masing-masing lokasi : Lokasi A : TC = 300.000 + 800x Lokasi B : TC = 450.000 + 600x Lokasi C : TC = 600.000 + 400x Total biaya pada kapasitas produksi 500 unit Lokasi A : TC = 300.000 + 800 (500) = Rp. 700.000 Lokasi B : TC = 450.000 + 600 (500) = Rp. 750.000 Lokasi C : TC = 600.000 + 400 (500) = Rp. 800.000 Total biaya pada kapasitas produksi 1.200 unit Lokasi A : TC = 300.000 + 800 (1.200) = Rp. 1.260.000 Lokasi B : TC = 450.000 + 600 (1.200) = Rp. 1.170.000 Lokasi C : TC = 600.000 + 400 (1.200) = Rp. 1.080.000
  • 7. 03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik Kesimpulan : Dari penilaian 3 alternatif lokasi yang dipilih adalah lokasi kota C karcna hasil total biaya/TC paling kecil Rp. 1.080.000,- Metode Break Event/ Point (BEP) ° BEP adalah salah satu titik di mana total biaya atau total cost sama dengan total penghasilan atau total Revenue. Dengan kata lain dapat dikatakan laba sama dengan nol. Secara matematik BEP dapat pula dinyatakan dengan : - FC = MI, di mana (MI = Marginal Income dan FC = Fixed Cost) - FC/Mlu di mana ( Mlu = Marginal Income per unit) - FC/P – VC, di mana (P = Harga per unit dan VC = Variable Cost) - FC/1 – VCR, di mana (VCR = variable Cost Ratio) - FC/MIR, di mana (MIR = Marginal Income Ratio) - FC/(1 – VC/S), di mana (S = Sales) langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menghitung MI untuk setiap alternatif lokasi pabrik dan kemudian menghitung BEP setiap alternatif lokasi sebagai berikut :
  • 8. 03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik ° BEP Lokasi A : 300.000/800 = 375 unit BEP Lokasi B : 450.000/1.000 = 450 unit BEP Lokasi C : 600.000/1.200 = 500 unit Metode Transportasi Metode transportasi dapat digunakan untuk menganalisis penentuan lokasi pabrik. Faktor yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut : - Kapasitas pabrik sebagai sumber - Kapasitas permintaan di wilayah pemasaran sebagai tempat tujuan - Biaya masing – masing produksi pabrik - Biaya distribusi dari tempat produksi ke tempat tujuan Metode transportasi terdiri dari : A. North West Corner / NWC (Sudut Barat Laut ) B. Least Cost/ LC ( Metode Biaya Minimum) C. Vogel Approximation Method / VAM
  • 9. 03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik A. North West Corner Rule atau POKIA POKABA Artinya pendistribusian dimulai dari pojok kiri sampai pojok kanan. Layak tidaknya solusi awal dipenuhi jika jumlah sel basis (sel yang terisi) sama dengan ‘ banyak baris + kolom ‘. Contoh : PT Wimcycle suatu perusahaan sepeda mempunyai tiga buah pabrik di tiga tempat yang berbeda, yaitu A1 dengan kapasitas produksi 60 unit, A2 dengan kapasitas 80 unit, A3 dengan kapasitas 70 unit. Produk sepeda yang dihasilkan dikirim ketiga buah lokasi sesuai permintaan yaitu Agen T1 permintaan 50 unit. Agen T2 permintaan 100 unit, Agen T3 permintaan 60 unit. Biaya angkut perunit dari A1 ke T1 = Rp. 10,- Biaya angkut perunit dari A1 ke T2 = Rp. 20,- Biaya angkut perunit dari A1 ke T3 = Rp. 20,- Biaya angkut perunit dari A2 ke T1 = Rp. 30,- Biaya angkut perunit dari A2 ke T2 = Rp. 40,- Biaya angkut perunit dari A2 ke T3 = Rp. 30,- Biaya angkut perunit dari A3 ke T1 = Rp. 10,- Biaya angkut perunit dari A3 ke T2 = Rp. 20,- Biaya angkut perunit dari A3 ke T3 = Rp. 40,-
  • 10. Hitung distribusi dari masing-masing pabrik ke ketiga buah lokasi dengan biaya serendah mungkin ! Tuangkan soal di atas pada tabel sebagai berikut : Tabel 2.4. Kebutuhan dan Supply PT Wimcycle
  • 11. 03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik - North West Corner Rule C11 = min (S1, d1) = min (60, 50) = 50 Maksudnya pada C11 adalah alokasi pada baris ke-1, kolom ke-1 sebagai pojok paling kiri. Kemudian dibandingkan antara supply (S) dengan Demand (d) di mana dimulai pada perbandingan Supply ke-1 (S-1) dengan Demand ke-1 (d1 = Demand T1). Didapatkan nilai minimalnya adalah 50. Alokasikan supply 50 untuk baris ke-1, kolom ke-1 (C11), berarti kolom ke-1 (demand T1) telah terpenuhi dan ada sebesar 10 dari A1 yang belum dialokasikan. C12 = min (S1 – d1, d2) = min (60 – 50, 100) = 10 Maksudnya pada C12 adalah alokasi pada baris ke-1, kolom ke-2 sebagai pojok paling kiri yang belum terisi. Kemudian dibandingkan antara Supply (S) dengan Demand (d). Bandingkan Supply ke-1 (S1) yang telah dikurangi d1 (60-50=10) dengan Demand ke-2 (d2). Didapatkan nilai minimalnya adalah 10. Alokasikan Supply 10 untuk baris ke-1, kolom ke- 2 (C12)
  • 12. 03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik C22 = min (S2, d2 – C12) = min (80,100 – 10) = 80 Maksudnya pada C22 adalah alokasi pada baris ke-2, kolom ke-2 sebagai pojok paling kiri yang belum terisi. Kemudian dibandingkan antara supply (S) dengan Demand (d). Bandingkan Supply ke-2 (S2) dengan Demand ke-2 (d2) yang telah terisi 10 (jadi sisa 100 – 10 = 90). Didapatkan nilai minimalnya adalah 80. Alokasikan supply 80 untuk baris ke-2, kolom ke-2 (C22) C32 = min (S3, d2 – C12 – C22) = min (70, 100 – 10 – 80) = 10 Maksudnya pada C32 adalah alokasi pada baris ke-3, kolom ke-2 sebagai pojok paling kiri yang belum terisi. Kemudian dibandingkan antara Supply (S) dengan Demand (d). Bandingkan Supply ke-3 (S3) dengan Demand ke-2 (d2) yang telah terisi 10+80 = 90 (jadi sisa 100 – 10 – 80= 10). Didapatkan nilai minimalnya adalah 10. Alokasikan Supply 10 untuk baris ke- 3, kolom ke-2 (C32)
  • 13. 03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik C33 = min (S3, d3) = min (70,60) = 60 Maksudnya pada C33 adalah alokasi pada alokasi pada baris ke-3, kolom ke-3 sebagai pojok paling kiri yang belum terisi. Kemudian dibandingkan antara Supply (S) dengan Demand (d). Bandingkan Supply ke-3 (S3) yang telah dikurangi untuk mensupply 32 sebesar 10 (70-10=60) dengan Demand ke-3 (d3) dengan nilai 60. Didapatkan nilai minimalnya adalah 60. Alokasikan supply 60 untuk baris ke-3, kolom ke-3 (C33). Uji kelayakan pertama adalah mengecek apakah jumlah sel basis telah sesuai. Diketahui jumlah baris ada 3 dan jumlah kolom ada 3. Maka sel basis yang terisi adalah K + B – 1 = 3+3 -1 = 5, maka sel yang harus terisi adalah harus 5 sel. Dan dari hasil perhitungan memang ada 5 sel yang terisi. Maka solusi awal telah layak. Dari perhitungan ini supply dan demand telah seimbang, artinya semua alokasi kebutuhan telah didistribusikan sesuai kebutuhan dan kapasitas.
  • 14. Tabel 2.5. Alokasi Pertama Sel yang telah mendapat alokasi disebut sel dasar (sel basis). Sel yang tidak mendapatkan alokasi disebut sel bukan dasar/sel kosong (sel non basis). Jumlah biaya = (50 x Rp.10) + (10 x Rp.20) + (80 x Rp.40) + (10 x Rp.20) + (60 x Rp.40) = Rp.6.500, - Sel kosong yang harus diuji = C13, C21, C23, C31
  • 15. 03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik - Buat jalur unik (Unique Loop) Unique loop harus merupakan gerakan patah-patah arah vertikal horizontal – vertikal – vertikal – horizontal. Gerakannya dapat dimulai ke arah vertikal lebih dahulu atau horizontal lebih dahulu, & harus melewati sel basis membentuk segi empat dengan catatan dimulai dengan titik awal pada sel yang terisi dengan memberikan nilai positif untuk ongkosnya, titik kedua ongkosnya negatif, titik yang ketiga ongkosnya positif dan titik keempat ongkosnya negatif. C13 = C33 – C32 + C12 – C13 = 40 – 20 + 20 – 20 = 20 C21 = C22 – C12 + C11 – C21 = 40 – 20 + 10 – 30 = 0 C23 = C33 – C32 + C22 – C23 = 40 – 20 + 40 – 30 = 30 C31 = C32 – C12 + C11 – C31 = 20 – 20 + 10 – 10 = 0 Alokasi dikatakan layak jika hasil pengujian bernilai nol atau tidak positif. Dari keempat lokasi tersebut terdapat dua sel yang bernilai positif berarti penyelesaian belum optimal. Masih dapat dilakukan perbaikan alokasi yang dapat menurunkan total biaya transportasi. Sel yang bernilai positif terbesar adalah sel C23 yaitu dengan nilai 30, ini berarti alokasi sel C33 berjumlah 60 harus dipindahkan ke sel C23.
  • 17. 03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik Biaya angkut sekarang menjadi : (50 x Rp.10) + (10 x Rp. 20) + (20 x Rp.40) + (70 x Rp.20) + (60 x Rp.30) = Rp.4.700,- Walaupun telah terjadi penghematan biaya lokasi sebesar Rp.1.800,- (Rp.6.500 – Rp.4.700), tetapi masih perlu melakukan uji optimalisasi pada sel-sel bukan dasar (non basis), untuk mengetahui apakah masih ada kemungkinan menurunkan biaya angkut. C13 = C23 – C22 + C12 – C13 = 30 – 40 + 20 – 20 = -10 C21 = C22 – C12 + C11 – C21 = 40 – 20 + 10 – 30 = 0 C31 = C32 – C12 + C11 – C31 = 20 – 20 + 10 – 10 = 0 Oleh karena semua sel telah lebih kecil dari nol atau sama dengan nol maka pemecahan optimalisasi sudah selesai dengan biaya angkut tetap Rp. 4.700,- berarti alok kedua yang paling tepat.
  • 18. 03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik - Metode Least Cost (Metode Biaya Minimum) Suatu perusahaan memiliki dua pabrik yang terletak di lokasi A, kapasitas 100.000 unit per tahun, dan lokasi B, dengan kapasitas 150.000 unit. Dari kedua pabrik tersebut akan didistribusikan ke tiga daerah pemasaran, dengan jumlah permintaan M1 = 50.000 unit, M2 = 125.000 unit, M3 = 75.000 unit, dan jumlah ini sesuai dengan kapasitas produksi kedua pabrik. Unit dan transpoortasi dari pabrik ke masing – masing daerah pemasaran dalam tabel sebagai berikut : Biaya transportasi dan produksi Diperkirakan lima tahun mendatang permintaan pemasaran M1 dan M2 akan mengalami kenaikan rata – rata 10 % dan 12 % pertahun, atau kedua daerah akan mengalami kenaikan 50% dan 60% dari sekarang. Untuk antisipasi keadaan ini, perusahaan merencanakan perluasan kapasitas pabrik dengan mendirikan pabrik baru, dengan kapasitas 100.000 unit pertahun. Untuk menentukan lokasi pabrik baru, terdapat dua alternatif yang dipertimbangkan, yaitu lokasi C dan lokasi D.
  • 19. 03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik Biaya produksi masing – masing lokasi diperkirakan Rp. 23 untuk lokasi C, dan Rp. 22 untuk lokasi D. Biaya transportasi dari masing – masing lokasi pabrik baru dapat dilihat dalam tabel berikut : Biaya transportasi pabrik baru Dari data di atas, alternatif lokasi mana yang akan dipilih terbaik ? Solusi : Alternatif terbaik dalam memilih lokasi yang mampu memberikan total biaya produksi dan transportasi minimum. Langkah pertama adalah menjumlahkan biaya produksi dan biaya transportasi per unit, dari keempat lokasi pabrik ketiga daerah pemasaran lihat tabel berikut: Biaya produksi dan transportasi
  • 20. 03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik Cara penggunaan metode biaya minimum : A. Buat tabel transportasi yang memuat pabrik dan permintaan serta jumlah biaya produksi dan transportasi seperti dalam tabel berikut, dalam tabel yang sedang dianalisis adalah lokasi C. B. Pilih biaya terendah, dalam hal ini adalah 65 yaitu persilangan M3 dengan pabrik B, sebanyak 75.000, sesuai permintaan M3, kemudian memilih biaya terendah selanjutnya yaitu 72, jumlah unit 100.000 daerah pemasaran M2. Biaya terendah berikut adalah 80, persilangan B dengan M2, tetapi daerah pemasaran M2 sudah terpenuhi dari pabrik A dan C. Satu satunya daerah pemasaran yang belum mendapat alokasi adalah M1, dari pabrik B = 75.000.
  • 21. Tabel 2.7. Tabel transportasi alternatif pabrik baru di lokasi C
  • 22. 03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik pemasaran. Jumlah sel basis dalam transportasi ini (3+3-1)= 5 sel basis. Pada tabel lokasi C hanya terdapat 4 sel basis, sehingga diperlukan sel basis buatan atau sel basis semu dengan nilai 0. Dalam tabel tersebut, sel basis B-M2 yang memiliki biaya 80, dengan angka alokasi = 0 Total biaya produksi dan distribusi pada alternatif pabrik baru C yaitu : TC = (100.000 X Rp.72)+ (75.000 x Rp.110) +( 75.000 x Rp.65) + (100.000 x Rp.68) = Rp. 27.125.000,- Pertanyaan selanjutnya adalah apakah total biaya produksi dan distribusi tersebut adalah total biaya minimum ? untuk menjawab pertanyaan tersebut ikuti langkah berikut ini.
  • 23. 03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik Setelah tabel awal dibentuk, selanjutnya menguji tabel tersebut sudah optimum, dengan metode batu loncatan (stepping stone). Membentuk jalur tertutup (close pert) untuk setiap sel non basis. Jalur tertutup adalah jalur yang menghubungkan dimulai dari sel non basis dengan sel basis lainnya yang memiliki pasangan dan jalur tersebut kembali ke tempat semula. Setelah jalur tertutup dibentuk, setiap biaya dalam jalur diberi tanda negatif dan positif secara bergantian. Tabel optimum tercapai, jika sel non basis memiliki nilai lebih kecil = 0 (≤ 0), atau nilai angka negatif dan 0. Jika nilai sel non basis bertanda positif, maka tabel transportasi belum optimum, berarti tabel transportasi yang baru perlu dibentuk lagi. Untuk membentuk tabel baru, pilih sel non basis yang memiliki positif terbesar, kemudian pindahkan jumlah produk terkecil pada sel basis yang bertanda positif ke sel non basis yang terdapat dalam jalur tertutup. Kemudian sel basis bertanda positif yang lain dikurangi dan sel basis yang negatif ditambah dengan jumlah yang sama. Sel basis yang tidak dilewati jalur tertutup tidak mengalami perubahan. Stepping Stone untuk alternatif pabrik baru di lokasi C C11 = C12 – C22 + C21 – C11 = 72 – 80 + 110 – 102 = 0 C13 = C23 – C22 + C12 – C13 = 65 – 80 + 72 – 82 = - 25 C31 = C32 – C22 + C21 – C31 = 68 – 80 + 110 – 98 = 0 C33 = C23 – C22 + C32 – C33 = 65 – 80 + 68 – 83 = - 30
  • 24. Tabel 2.8. Tabel transportasi alternatif pabrik baru di lokasi D.
  • 25. 03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik TC = (100.000 X Rp.72)+ (75.000 x Rp.80) +( 75.000 x Rp.65) + (75.000 x Rp.87) + (25.000 x Rp.82) = Rp. 26.650.000,- Stepping Stone untuk alternatif pabrik baru di lokasi D C11 = C31 – C32 + C12 – C11 = 87 – 82 + 72 – 102 = - 25 C13 = C12 – C22 + C23 – C13 = 72 – 80 + 65 – 82 = - 25 C21 = C31 – C32 + C22 – C21 = 87 – 82 + 80 – 110 = - 25 C33 = C23 – C22 + C32 – C33 = 65 – 80 + 82 – 77 = - 10 Hasil pengujian dengan stepping stone menunjukkan hasil optimum karena sel non basis memiliki nilai lebih kecil = 0 (≤ 0), atau nilai angka negatif dan 0. Kesimpulan : alternatif lokasi pabrik baru adalah lokasi D, karena mampu memberikan total biaya lebih kecil/rendah = Rp. 26.650.000,-
  • 26. 03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik - Metode VOGEL’S Metode ini lebih mudah penggunaannya, tanpa menggunakan jalur tertutup, tetapi tidak menjamin bahwa tabel optimum dapat meminimumkan biaya produksi dan transportasi. Dianjurkan bagi pengguna metode Vogel’s untuk menguji tabel optimum dengan teknik batu loncatan atau teknik MODI, agar menghasilkan alokasi biaya minimum. Proses penggunaan metode Vogel’s dengan langkah berikut : A. Buat tabel transportasi yang berisi kapasitas pabrik dan permintaan serta biaya produksi dan transportasi B. Buat selisih biaya setiap kolom maupun baris dengan menselisihkan biaya terkecil dengan biaya terkecil berikutnya C. Pilih salah satu biaya terbesar baik kolom maupun baris, kemudian alokasikan produk dari pabrik ke daerah pemasaran yang memiliki biaya terendah dalam baris atau kolom D. Ulangi langkah (c), sehingga semua produk dapat dialokasikan ke daerah pemasaran tujuan.
  • 27. Tabel 2.9.Transportasi metode VOGEL’S alternatif pabrik baru di lokasi D. Total biaya produksi dan distribusi metode Vogel’s TC = (100.000 x Rp. 72) +(75.000 x Rp. 80) +(75.000 x Rp. 65) + (75.000 x Rp.87) +( 25.000 x Rp.82) = Rp. 26.650.000,-
  • 28. 03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik - Metode Pusat Gravitasi (Center of gravity method) Pemilihan lokasi atas dasar teori gravity, memilih lokasi pabrik yang jaraknya mendekati daerah sumber – sumber bahan baku, sehingga jarak atau biaya menuju fasilitas yang sudah ada menjadi minimal. Metode ini dimulai dengan membuat peta berskala dari tempat sumber – sumber bahan baku, dengan membuat titik pusat koordinat. Jarak dari suatu tempat ke tempat lain diasumsikan berupa garis lurus, dan biaya distribusi per unit per km dianggap sama.
  • 29. 03 Metode Penentuan Lokasi Pabrik Contoh : Sumber bahan baku dari A, B, C, dan D berturut-turut adalah 40, 60, 80, dan 120 unit . Titik A, B, C, dan D adalah : A(25,40), B(30,20), C(10,25) dan D(40,40). Tentukan lokasi pabrik yang ideal ! Jawab :
  • 30. Gambar 2.1 Grafik Analisis Lokasi dengan Metode Pusat Gravitasi
  • 31. Thank You Insert the Sub Title of Your Presentation