MANAJEMEN KESEHATAN DASAR,
SANITASI DALAM AIR BERSIH
DALAM PENANGGULANGAN
BENCANA
PERTEMUAN KE 9 MK DISASTER
MANAGEMENT
TOPIK PEMBELAJARAN
1.Pelayanan Kesehatan dasar
2.Penyediaan air bersih
3.Ketersediaan pembuangan
4.Sanitasi pengelolaan sampah
5.Pengawasan dan pengendalian vector
6.Pengelolaan lingkungan
7.Pengendalian bahan kimia
8.Pengawasan dan pengamanan makanan dan minuman
A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR
 Masalah Kesehatan berawal dari kurangnya air bersih yang berakibat pada buruknya kebersihan diri
dan sanitasi lingkungan yang menyebabkan perkembangan beberapa penyakit menular.
 Persediaan pangan yang tidak mencukupi juga memengaruhi pemenuhan kebutuhan gizi seseorang
serta akan memperberat proses terjadinya penurunan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit.
 Dalam penanganan masalah Kesehatan di pengungsian diperlukan standar minimal yg sesuai dengan
kondisi keadaan di lapangan sbg pegangan untuk merencanakan, memberikan bantuan, dan
mengevaluasi apa yang telah dilakukan oleh instansi pemerintah maupun LSM dan swasta lainnya.
Pelayanan Kesehatan dasar yg diperlukan pengungsi
meliputi :
1. Pelayanan pengobatan : pelayanan pengobatan harus dilakukan dengan
mengkondisikan sesuai kemudahan dalam menggunakan pelayanan tsb dengan
menggunakan pos pengobatan.
2. Pelayanan imunisasi : khususnya bagi pengungsi anak-anak, dilakukan vaksinasi
campak tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Kegiatan vaksin
lainnya dilakukan sesuai program melindungi kelompok lainnya.
3. Pelayanan Kesehatan ibu dan anak : Kesehatan ibu dan anak (pelayanan
kehamilan, persalinan, nifas, dan pascakeguguran), keluarga bencana (KB),
deteksi dini dan penanggulangan IMS dan HIV/AIDS, Kesehatan reproduksi
remaja.
4. Pelayanan gizi : tujuannya meningkatkan status gizi bagi ibu hamil dan balita
melalui pemberian makanan optimal.
Pelayanan Kesehatan dasar yg diperlukan pengungsi
meliputi :
5. Pemberantasan penyakit menular dan pengendalian vector : pelaksanaan
pengendalian vector yg perlu mendapatkan perhatian di Lokasi pengungsi
adalah pengelolaan lingkungan, pengendalian dengan insektisida pengungsi
serta pengawasan makanan dan minuman.
6. Pelayanan Kesehatan jiwa : pelayanan Kesehatan jiwa di pos Kesehatan
diperlukan bagi korban bencana untuk kasus kejiwaan ringan.
7. Pelayanan promosi Kesehatan : kegiatan promosi Kesehatan bagi para
pengungsi diarahkan untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat
(kebersihan diri, pengolahan makanan, pengolahan air minum bersih dan aman,
perawatan Kesehatan ibu hamil. Dll).
B. PENYEDIAAN AIR BERSIH
Air merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan, demikian jga dengan masy
pengungsi.
Pada tahap awal kejadian bencana atau pengungsian ketersediaan air bersih bagi
pengungsi perlu mendapat perhatian karena tanpa adanya air bersih sangat
berpengaruh terhadap kebersihan dan meningkatkan risiko terjadinya penularan
penyakit seperti diare, typus, scabies, dan penyakit lainnya.
Kebutuhan air bersih yang harus disediakan bagi pengungsi hari pertama adalah 5
liter/orang/hari. (jumlah minimal memenuhi kebutuhan masak, makan dan minum).
Pada hari kedua dan seterusnya harus segera diupayakan utk meningkatkan volume
air sampai minimal 15-20 liter/orang/hari.
Bagi fasilitas pelayanan Kesehatan memerlukan air 50 liter/orang/hari.
1. Sumber air bersih dan pengolahannya
Beberapa pendistribusian air bersih berdasarkan sumbernya :
a. Air permukaan (Sungai dan danau) : diperlukan pompa utk memompa air ke
tempat pengolahan air dan kemudian ke tangka penampungan air di tempat
pengungsian serta diawasai dari kontaminasi oleh manusia atau hewan.
b. Sumur gali : (1) lantai sumur harus dibuat kedap air dan dilengkapi dengan
SPAL. (2) bila memungkinkan dipasang pompa utk penyaluran air ke tangka.
c. Sumur pompa tangan : (1) lantai sumur harus kedap air, (2) bila lokasinya agak
jauh dari tempat penampungan pengungsi harus disediakan alat pengangkut.
d. Mata air : (1) perlu dibuat bak penampungan air utk disalurkan dengan pompa
ke tangki air. (2) bebaskan area sekitar mata air dari kemungkinan pencemaran.
2. Perbaikan dan pengawasan kualitas air bersih
Apabila air yg tersedia tidak memenuhi syarat, buang atau singkirkan bahan
pencemar dan lakukan hal berikut :
a. Lakukan penjernihan air secara cepat apabila Tingkat kekeruhan air yg ada
cukup tinggi
b. Lakukan desinfektan terhadap air yg ada dengan menggunakan bahan-bahan
desinfektan untuk air.
c. Periksa kadar sisa klor bilamana air dikirim dari PDAM.
d. Lakukan pemeriksaan kualitas air secara berkala pada titik distribusi.
C. Ketersediaan Pembuangan
 Pada awal terjadinya pengungsian perlu dibaut jamban umum yg dapat
menampung kebutuhan sejumlah pengungsi. (1 jamban dipakai 50-100 org).
Dilakukan desinfektan disekitar area jamban.
 Hari berikutnya (1 jamban tidak lebih 20 org). Disarankan: (1) ada pemisahan
khusus laki-laki dan wanita, (2) Lokasi maksimal 50 meter dri tenda pengungsi
dan minimal 30 meter dari sumber air. (3) konstruksi jamban harus kuat dan
dilengkapi dgn tutup pada lubang jamban agar tidak menjadi tempat
berkembang biak lalat.
D. SANITASI PENGELOLAAN SAMPAH
Kegiatan yg dilakukan dlm Upaya sanitasi pengelolaan sampah, antara lain:
1. Pengumpulan sampah (tertutup, mudah diangkat, kuran 1 m * 0,6 m 1-3
keluarga). Penempatan tempat sampah maksimal 15 m dari tempat hunian,
maksimal 3 hari harus diangkat.
2. Pengangkutan sampah : gerobak sampah atau truk pengangkut sampah untuk
diangkut ke tempat pembuangan akhir.
3. Pembuangan akhir sampah : dilakukan dengan beberapa cara : pembakaran
atau penimbunan dlm lubang galian atau parit dngn ukuran dalam 2 meter
lebar 1,5 meter dan Panjang 1 meter untuk keperluan 200 org. Lokasi
pembuangan akhir harus jauh dari tempat hunian dan jarak minimal dari
sumber air 10 meter.
E. PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN VEKTOR
Jenis vector yg perlu mendapatkan perhatian di Lokasi pengungsi adalah lalat,
tikus, serta nyamuk. Upaya yang dilakukan berupa :
1. Pembuangan sampah/sisa makanan dengan baik
2. Bilamana diperlukan dapat menggunakan insektisida
3. Tetap menjaga kebersihan individu selama berada di Lokasi pengungsi.
4. Penyediaan sarana pembuangan air limbah (SPAL) dan pembuangan sampah
yg baik.
5. Kebiasaan penanganan makanan secara higienis.
F. PENELOLAAN LINGKUNGAN
1. Menghilangkan tempat perindukan vector seperti genangan air dan
tumpukan sampah.
2. Bersama-sama pengungsi melakukan:
a. Memberi tutup tempat sampah
b. Menimbun sampah yang dapat menjadi sarang nyamuk
c. Membuat saluran air limbah
d. Menjaga kebersihan lingkungan
e. Membersihkan dan menjaga kebersihan jamban
G. PENGENDALIAN BAHAN KIMIA
1. Dilakukan dengan cara penyemprotan atau pengasapan diluar
tenda pengungsi menggunakan insektisida
2. Penyemprotan dngn insektisida sedapat mungkin dihindari dan
hanya dilakukan untuk menurunkan populasi vector scr drastis
apabila dng cara lain tidak memungkinkan
3. Frekuensi penyemprotan serta jenis insektisida yg digunakan sesuai
dengan rekomendasi Dinas Kesehatan setempat
H. PENGAWASAN DAN PENGAMANAN MAKANAN DAN MINUMAN
Upaya yang dilakukan antara lain :
1. Menjaga kebersihan pengolahan makanan yg memenuhi
syarat Kesehatan dengan cara penanganan yg benar.
2. Penyimpanan bahan makanan maupun makanan matang
dilakukan scr baik dan benar agar tidak menjadi media
perkembangbiakan vector serta bibit penyakit.
TUGAS
https://jurnal.dpr.go.id/index.php/aspirasi/article/download/1254/pdf
1. Analisis jurnal berikut ini dengan memperhatikan bagaimana penerapan materi
yang hari ini dibahas mengenai (MANAJEMEN KESEHATAN DASAR, SANITASI DAN
AIR BERSIH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ) jelaskan mana yang telah
diterapkan dan yang belum diterapkan.
SEKIAN & TERIMAKASIH

More Related Content

PPTX
Upaya kesling dalam bencana
PDF
Standard minimum-penanganan-pasca-bencana
PPTX
Sanitasi dan Kesehatan lingkungan
PPT
MI 5_Pengelolaan Limbah Cair rumah tangga.ppt
PPTX
TM_2-AIR_BERSIH_AIR_MINUM_SAAT_BENCANA.pptx
PDF
Sanitasi
PDF
Manajemen Kedaruratan Kesehatan Lingkungan
PDF
Materi Bapak Wahyu PMI.pdf
Upaya kesling dalam bencana
Standard minimum-penanganan-pasca-bencana
Sanitasi dan Kesehatan lingkungan
MI 5_Pengelolaan Limbah Cair rumah tangga.ppt
TM_2-AIR_BERSIH_AIR_MINUM_SAAT_BENCANA.pptx
Sanitasi
Manajemen Kedaruratan Kesehatan Lingkungan
Materi Bapak Wahyu PMI.pdf

Similar to bahan perkuliahan disaster manajemen pertemuan ke 9.pptx (20)

PPTX
Air, sanitasi, dan promkes baru
DOCX
Penyediaan air minum pasca bencana
PPT
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaAir Bersih.ppt
PPTX
09. Peran Air Bersih dan Air Minum Ketika Terjadi Bencana.pptx
PPTX
AIR_DAN_HIGIENE_SANITASIiiiiiiiiiii.pptx
PPTX
Tinja dan Kesehatan.ppt
PPT
MATERI SOSIALISASI KEBIJAKAN KUALITAS AIR.ppt
PPTX
programkeslingdipuskesmas-111203215608.pptx
PDF
files29008lingkungan kedaruratan (1).pdf
PPT
manajemen kedaruratan kesling saat bencana.ppt
PPTX
Pengelolaan limbah cair rumah tangga
PPTX
Konsep kesling editan
PPT
program kesehatan lingkungan di puskesmas
PPTX
Penyehatan lingkungan untuk puskesmas
PDF
SISTEM baru yg santai dan mudah di ingat SANITASI.pdf
DOC
258327548 pedoman-sanitasi-rumah-sakit-di-indonesia
PPT
Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan
PPTX
kaderkesehatan lingkungan dlm upaya penyehatan
PPT
program kesehatan lingkungan dipuskesmas.ppt
PPT
5 PILAR STBM.ppt
Air, sanitasi, dan promkes baru
Penyediaan air minum pasca bencana
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaAir Bersih.ppt
09. Peran Air Bersih dan Air Minum Ketika Terjadi Bencana.pptx
AIR_DAN_HIGIENE_SANITASIiiiiiiiiiii.pptx
Tinja dan Kesehatan.ppt
MATERI SOSIALISASI KEBIJAKAN KUALITAS AIR.ppt
programkeslingdipuskesmas-111203215608.pptx
files29008lingkungan kedaruratan (1).pdf
manajemen kedaruratan kesling saat bencana.ppt
Pengelolaan limbah cair rumah tangga
Konsep kesling editan
program kesehatan lingkungan di puskesmas
Penyehatan lingkungan untuk puskesmas
SISTEM baru yg santai dan mudah di ingat SANITASI.pdf
258327548 pedoman-sanitasi-rumah-sakit-di-indonesia
Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan
kaderkesehatan lingkungan dlm upaya penyehatan
program kesehatan lingkungan dipuskesmas.ppt
5 PILAR STBM.ppt
Ad

Recently uploaded (20)

PPTX
V1 Materi Kebijakan BIAS 2025 17 Juli 2025.pptx
PPTX
presentasi Code Blue untuk perawat (2).pptx
PPTX
Penyuluhan_Kesehatan_Reproduksi_Wanita.pptx
PPTX
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi perempuan.pptx
PPTX
PRESENTASI OHIH 2025 MEDICAL CHECK UP RSKM
PDF
Memahami Malpraktik Medis di Indonesia .
PPT
Konsep Sehat Sakit Dalam Praktek Asuhan Kebidanan
PPTX
VAKSINASI covid 19 apa dan mengapa sangat penting.pptx
DOCX
Kerangka Acuan Kegiatan Dashat di Kampung KB tahun anggaran 2025.docx
PDF
Buku Penanggulangan Tuberculosis ed 2007.pdf
PPTX
KOnsep Dasar PPI dan HAIS Pada Asuhan Kebidanan
PPTX
V1 Juknis Aplikasi INM TPMD TPMDG 081123.pptx
PDF
Fin PMKP Refreshing Surv by Isi Mularsih 04052024.pdf
PPTX
Layanan dasar ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui
PPT
Stres Dan Adaptasi Dalam Asuhan Kebidanan
PPTX
EVERBRIGHT_KLUSTER 3 (ptm,pm,kESWA) 2025.pptx
PPTX
DIKLAT K3 Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran.pptx
DOCX
Liturgi pemberkatan nikah di gereja dari awal sampai akhir
PDF
PELAKSANAAN REKREDENSIALING TAHUN 2025 - share.pdf
PPTX
Ka Komala- Perawatan Penyakit Khusus(edukasi online).pptx
V1 Materi Kebijakan BIAS 2025 17 Juli 2025.pptx
presentasi Code Blue untuk perawat (2).pptx
Penyuluhan_Kesehatan_Reproduksi_Wanita.pptx
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi perempuan.pptx
PRESENTASI OHIH 2025 MEDICAL CHECK UP RSKM
Memahami Malpraktik Medis di Indonesia .
Konsep Sehat Sakit Dalam Praktek Asuhan Kebidanan
VAKSINASI covid 19 apa dan mengapa sangat penting.pptx
Kerangka Acuan Kegiatan Dashat di Kampung KB tahun anggaran 2025.docx
Buku Penanggulangan Tuberculosis ed 2007.pdf
KOnsep Dasar PPI dan HAIS Pada Asuhan Kebidanan
V1 Juknis Aplikasi INM TPMD TPMDG 081123.pptx
Fin PMKP Refreshing Surv by Isi Mularsih 04052024.pdf
Layanan dasar ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui
Stres Dan Adaptasi Dalam Asuhan Kebidanan
EVERBRIGHT_KLUSTER 3 (ptm,pm,kESWA) 2025.pptx
DIKLAT K3 Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran.pptx
Liturgi pemberkatan nikah di gereja dari awal sampai akhir
PELAKSANAAN REKREDENSIALING TAHUN 2025 - share.pdf
Ka Komala- Perawatan Penyakit Khusus(edukasi online).pptx
Ad

bahan perkuliahan disaster manajemen pertemuan ke 9.pptx

  • 1. MANAJEMEN KESEHATAN DASAR, SANITASI DALAM AIR BERSIH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA PERTEMUAN KE 9 MK DISASTER MANAGEMENT
  • 2. TOPIK PEMBELAJARAN 1.Pelayanan Kesehatan dasar 2.Penyediaan air bersih 3.Ketersediaan pembuangan 4.Sanitasi pengelolaan sampah 5.Pengawasan dan pengendalian vector 6.Pengelolaan lingkungan 7.Pengendalian bahan kimia 8.Pengawasan dan pengamanan makanan dan minuman
  • 3. A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR  Masalah Kesehatan berawal dari kurangnya air bersih yang berakibat pada buruknya kebersihan diri dan sanitasi lingkungan yang menyebabkan perkembangan beberapa penyakit menular.  Persediaan pangan yang tidak mencukupi juga memengaruhi pemenuhan kebutuhan gizi seseorang serta akan memperberat proses terjadinya penurunan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit.  Dalam penanganan masalah Kesehatan di pengungsian diperlukan standar minimal yg sesuai dengan kondisi keadaan di lapangan sbg pegangan untuk merencanakan, memberikan bantuan, dan mengevaluasi apa yang telah dilakukan oleh instansi pemerintah maupun LSM dan swasta lainnya.
  • 4. Pelayanan Kesehatan dasar yg diperlukan pengungsi meliputi : 1. Pelayanan pengobatan : pelayanan pengobatan harus dilakukan dengan mengkondisikan sesuai kemudahan dalam menggunakan pelayanan tsb dengan menggunakan pos pengobatan. 2. Pelayanan imunisasi : khususnya bagi pengungsi anak-anak, dilakukan vaksinasi campak tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Kegiatan vaksin lainnya dilakukan sesuai program melindungi kelompok lainnya. 3. Pelayanan Kesehatan ibu dan anak : Kesehatan ibu dan anak (pelayanan kehamilan, persalinan, nifas, dan pascakeguguran), keluarga bencana (KB), deteksi dini dan penanggulangan IMS dan HIV/AIDS, Kesehatan reproduksi remaja. 4. Pelayanan gizi : tujuannya meningkatkan status gizi bagi ibu hamil dan balita melalui pemberian makanan optimal.
  • 5. Pelayanan Kesehatan dasar yg diperlukan pengungsi meliputi : 5. Pemberantasan penyakit menular dan pengendalian vector : pelaksanaan pengendalian vector yg perlu mendapatkan perhatian di Lokasi pengungsi adalah pengelolaan lingkungan, pengendalian dengan insektisida pengungsi serta pengawasan makanan dan minuman. 6. Pelayanan Kesehatan jiwa : pelayanan Kesehatan jiwa di pos Kesehatan diperlukan bagi korban bencana untuk kasus kejiwaan ringan. 7. Pelayanan promosi Kesehatan : kegiatan promosi Kesehatan bagi para pengungsi diarahkan untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (kebersihan diri, pengolahan makanan, pengolahan air minum bersih dan aman, perawatan Kesehatan ibu hamil. Dll).
  • 6. B. PENYEDIAAN AIR BERSIH Air merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan, demikian jga dengan masy pengungsi. Pada tahap awal kejadian bencana atau pengungsian ketersediaan air bersih bagi pengungsi perlu mendapat perhatian karena tanpa adanya air bersih sangat berpengaruh terhadap kebersihan dan meningkatkan risiko terjadinya penularan penyakit seperti diare, typus, scabies, dan penyakit lainnya. Kebutuhan air bersih yang harus disediakan bagi pengungsi hari pertama adalah 5 liter/orang/hari. (jumlah minimal memenuhi kebutuhan masak, makan dan minum). Pada hari kedua dan seterusnya harus segera diupayakan utk meningkatkan volume air sampai minimal 15-20 liter/orang/hari. Bagi fasilitas pelayanan Kesehatan memerlukan air 50 liter/orang/hari.
  • 7. 1. Sumber air bersih dan pengolahannya Beberapa pendistribusian air bersih berdasarkan sumbernya : a. Air permukaan (Sungai dan danau) : diperlukan pompa utk memompa air ke tempat pengolahan air dan kemudian ke tangka penampungan air di tempat pengungsian serta diawasai dari kontaminasi oleh manusia atau hewan. b. Sumur gali : (1) lantai sumur harus dibuat kedap air dan dilengkapi dengan SPAL. (2) bila memungkinkan dipasang pompa utk penyaluran air ke tangka. c. Sumur pompa tangan : (1) lantai sumur harus kedap air, (2) bila lokasinya agak jauh dari tempat penampungan pengungsi harus disediakan alat pengangkut. d. Mata air : (1) perlu dibuat bak penampungan air utk disalurkan dengan pompa ke tangki air. (2) bebaskan area sekitar mata air dari kemungkinan pencemaran.
  • 8. 2. Perbaikan dan pengawasan kualitas air bersih Apabila air yg tersedia tidak memenuhi syarat, buang atau singkirkan bahan pencemar dan lakukan hal berikut : a. Lakukan penjernihan air secara cepat apabila Tingkat kekeruhan air yg ada cukup tinggi b. Lakukan desinfektan terhadap air yg ada dengan menggunakan bahan-bahan desinfektan untuk air. c. Periksa kadar sisa klor bilamana air dikirim dari PDAM. d. Lakukan pemeriksaan kualitas air secara berkala pada titik distribusi.
  • 9. C. Ketersediaan Pembuangan  Pada awal terjadinya pengungsian perlu dibaut jamban umum yg dapat menampung kebutuhan sejumlah pengungsi. (1 jamban dipakai 50-100 org). Dilakukan desinfektan disekitar area jamban.  Hari berikutnya (1 jamban tidak lebih 20 org). Disarankan: (1) ada pemisahan khusus laki-laki dan wanita, (2) Lokasi maksimal 50 meter dri tenda pengungsi dan minimal 30 meter dari sumber air. (3) konstruksi jamban harus kuat dan dilengkapi dgn tutup pada lubang jamban agar tidak menjadi tempat berkembang biak lalat.
  • 10. D. SANITASI PENGELOLAAN SAMPAH Kegiatan yg dilakukan dlm Upaya sanitasi pengelolaan sampah, antara lain: 1. Pengumpulan sampah (tertutup, mudah diangkat, kuran 1 m * 0,6 m 1-3 keluarga). Penempatan tempat sampah maksimal 15 m dari tempat hunian, maksimal 3 hari harus diangkat. 2. Pengangkutan sampah : gerobak sampah atau truk pengangkut sampah untuk diangkut ke tempat pembuangan akhir. 3. Pembuangan akhir sampah : dilakukan dengan beberapa cara : pembakaran atau penimbunan dlm lubang galian atau parit dngn ukuran dalam 2 meter lebar 1,5 meter dan Panjang 1 meter untuk keperluan 200 org. Lokasi pembuangan akhir harus jauh dari tempat hunian dan jarak minimal dari sumber air 10 meter.
  • 11. E. PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN VEKTOR Jenis vector yg perlu mendapatkan perhatian di Lokasi pengungsi adalah lalat, tikus, serta nyamuk. Upaya yang dilakukan berupa : 1. Pembuangan sampah/sisa makanan dengan baik 2. Bilamana diperlukan dapat menggunakan insektisida 3. Tetap menjaga kebersihan individu selama berada di Lokasi pengungsi. 4. Penyediaan sarana pembuangan air limbah (SPAL) dan pembuangan sampah yg baik. 5. Kebiasaan penanganan makanan secara higienis.
  • 12. F. PENELOLAAN LINGKUNGAN 1. Menghilangkan tempat perindukan vector seperti genangan air dan tumpukan sampah. 2. Bersama-sama pengungsi melakukan: a. Memberi tutup tempat sampah b. Menimbun sampah yang dapat menjadi sarang nyamuk c. Membuat saluran air limbah d. Menjaga kebersihan lingkungan e. Membersihkan dan menjaga kebersihan jamban
  • 13. G. PENGENDALIAN BAHAN KIMIA 1. Dilakukan dengan cara penyemprotan atau pengasapan diluar tenda pengungsi menggunakan insektisida 2. Penyemprotan dngn insektisida sedapat mungkin dihindari dan hanya dilakukan untuk menurunkan populasi vector scr drastis apabila dng cara lain tidak memungkinkan 3. Frekuensi penyemprotan serta jenis insektisida yg digunakan sesuai dengan rekomendasi Dinas Kesehatan setempat
  • 14. H. PENGAWASAN DAN PENGAMANAN MAKANAN DAN MINUMAN Upaya yang dilakukan antara lain : 1. Menjaga kebersihan pengolahan makanan yg memenuhi syarat Kesehatan dengan cara penanganan yg benar. 2. Penyimpanan bahan makanan maupun makanan matang dilakukan scr baik dan benar agar tidak menjadi media perkembangbiakan vector serta bibit penyakit.
  • 15. TUGAS https://jurnal.dpr.go.id/index.php/aspirasi/article/download/1254/pdf 1. Analisis jurnal berikut ini dengan memperhatikan bagaimana penerapan materi yang hari ini dibahas mengenai (MANAJEMEN KESEHATAN DASAR, SANITASI DAN AIR BERSIH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ) jelaskan mana yang telah diterapkan dan yang belum diterapkan.