NAMA : FIKRI AULAWI
NIM : 55117110125
Saya bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang leasing (pembiayaan mobil).
(buku saku budaya perusahaan, 2012) Perusahaan di tempat saya bekerja memiliki nilai - nilai
perusahaan, yaitu :
1. First – Class Team Work
Mengembangkan kerjasama dengan meyakinkan orang lain dan mampu untuk
menyampaikan informasi dengan jelas serta menyelesaikan perbedaan pendapat dengan
komunikasi yang terbuka dengan kesadaran bahwa keberhasilan unit atau organisasi tidak
bergantung pada seseorang saja.
2. Orientation to Quality
Mengidentifikasi berbagai kondisi yang berdampak pada kualitas pelayanan dengan
menetapkan standar mutu, melaksanakan pekerjaan berdasarkan standar tersebut dan
meningkatkannya secara berkesinambungan.
3. Customer Focus
Membangun dan menjaga hubungan dengan pelanggan serta berupaya untuk
memahami kebutuhannya, dan menyediakan solusi yang dapat memenuhi
harapan pelanggan.
4. Uncompromised Integrity
Penerapan nilai - nilai etika, social dan prosedur kerja yang standar dalam
menyelesaikan pekerjaan sehari – hari.
5. Striving for Excellent
Menetapkan target yang menantang dan berusaha untuk mencapainya serta
mampu untuk memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan yang
menantang.
Kode etik di perusahaan saya, meliputi :
1. Kode etik terhadap rekan kerja
a. Mampu menghargai dan mendukung rekan kerja yang lain tanpa membedakan usia,
suku, agama, dan jenis kelamin.
b. Tidak saling menjatuhkan, iri, egois, serta tidak mendukung perbuatan rekan yang
dapat merugikan perusahaan.
c. Mampu untuk menghindari perselisihan kepentingan antara urusan pribadi dan
pekerjaan.
d. Mampu untuk mengintrospeksi dirinya sendiri sebelum menyalahkan rekan / bagian
lain.
e. Mampu menjaga segala informasi yang berkenaan dengan rahasia perusahaan.
f. Mampu untuk menjaga kesopanan dengan berpakaian yang pantas dan wajar di
tempat kerja.
2. Kode etik terhadap pelanggan / dealer
a. Mampu menjaga kerahasiaan data – data yang berhubungan dengan pelanggan /
dealer, dan dipergunakan hanya untuk kepentingan perusahaan.
b. Tidak menerima, menawarkan atau memberi hadiah yang berlebihan (excessive
entertainment) yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan secara objektif atau
hal sejenisnya yang dianggap tidak layak.
c. Melaporkan kepada atasan bila mendapatkan hadiah dari pelanggan / dealer dan mau
untuk berbagi dengan rekan kerja yang lain.
d. Tidak menggunakan jaringan dealer / pelanggan perusahaan untuk kegiatan bisnis
yang berkompetisi langsung atau tidak langsung dengan usaha perusahaan atau dapat
mengganggu konsentrasi / kinerja karyawan yang bersangkutan.
3. Kode etik terhadap supplier
a. Tidak meminta atau menerima uang jada atau hadiah apapun dari supplier
b. Mampu untuk menjalin hubungan yang komunikatif dengan supplier.
c. Mampu untuk memberikan perlakuan yang adil kepada seluruh supplier.
d. Mampu untuk dapat memberikan informasi secara cepat, tepat dan akurat kepada
supplier.
e. Melakukan tender secara terbuka, transparan dan dapat dipertanggujawabkan, dengan
melibatkan calon supplier yang mempunyai reputasi yang baik.
f. Memandang supplier sebagai partner dan memenuhi komitmen sesuai kesepakatan
kepada supplier.
g. Tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan ketika berhubungan bisnis
dengan supplier yang merupakan anggota keluarga inti dari karyawan yang
bersangkutan.
4. Kode etik terhadap pemegang saham
a. Melaksanakan prinsip – prinsip good corporate governance, yaitu transparency,
fairness, accountability, dan responsibility (adil, transparan, akuntabilitas, dan
tanggungjawab) untuk meningkatkan kinerja perusahaan serta meningkatkan
stakeholder value.
b. Mengelola investasi dengan memperhatikan risiko dalam batas yang wajar, dan bila
di atas batas kewenangan akan memberitahukan terlebih dahulu kepada pemegang
saham.
c. Menghindari benturan kepentingan (conflict of interest) baik secara langsung maupun
tidak langsung dengan usaha perusahaan.
d. Menjaga asset perusahaan dan menggunakannya hanya untuk kepentingan
perusahaan.
e. Menjalankan seluruh aktivitas dan kegiatan perusahaan berdasarkan aturan hukum
dari perundangan – undangan yang beraku.
5. Kode etik terhadap komunitas
a. Secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan social di dalam memelihara lingkungan
yang bersih dan sehat di sekitar perusahaan.
b. Membangun dan membina hubungan yang harmonis serta berupaya memberikan
manfaat melalui program pemberdayaan masyarakat disekitar perusahaan dengan
tetap memperhatikan kemampuan perusahaan.
c. Tidak diperkenankan untuk membicarakan permasalahan internal perusahaan kepada
masyarakat luas.
d. Ikut serta dalam upaya – upaya untuk mendukung peningkatan kesejahteraan
masyarakat Indonesia pada umunya.
Solusi-solusi untuk mencegah adanya konflik kepentingan yang terjadi di dalam perusahaan,
diantaranya (setyopamungkas, 2010) :
1. Anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan dilarang
menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan atau keuntungan pribadi, keluarga dan
pihak-pihak lain.
2. Dalam hal pembahasan dan pengambilan keputusan yang mengandung unsur benturan
kepentingan, pihak yang bersangkutan tidak diperkenankan ikut serta;
3. Pemegang saham yang mempunyai benturan kepentingan harus mengeluarkan suaranya
dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan keputusan yang diambil
oleh pemegang saham yang tidak mempunyai benturan kepentingan;
4. Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan yang memiliki
wewenang pengambilan keputusan diharuskan setiap tahun membuat pernyataan tidak
memiliki benturan kepentingan terhadap setiap keputusan yang telah dibuat olehnya dan
telah melaksanakan pedoman perilaku yang ditetapkan oleh perusahaan.
Cara-cara penyelesaian konflik menurut Richard Y. Chang adalah sebagai berikut (diasdiari,
2013) :
1. Mengakui adanya konflik. Langkah ini merupakan langkah awal untuk menyelesaikan
konflik secara dini. Tanpa adanya pengakuan secara sadar bahwa telah terjadi konflik
maka masalah tidak akan pernah terselesaikan. Kearifan dari semua pihak sangat
diperlukan dalam proses ini.
2. Mengidentifikasi konflik yang sebenarnya. Kita dapat menyebutnya sebagai identifikasi
masalah. Kegiatan ini sangat diperlukan dan memerlukan keahlian khusus. Konflik dapat
saja muncul dari sumber atau akar masalah tertentu, namun masalah tersebut menjadi
konflik bila tidak dikelola dengan emosi yang baik. Oleh sebab itulah, perlu dipilah mana
yang menjadi masalah inti dan mana yang menjadi masalah karena hal-hal emosional.
Masalah inti merupakan masalah yang mendasari terjadinya konflik sedangkan emosi
hanya memperkeruh masalah itu saja.
3. Mendengarkan semua pendapat atau sudut pandang dari aktor yang terlibat.
Sederhananya, lakukan dengan pendapat dan saran atau sharing dengan melibatkan
semua pihak yang terlibat konflik untuk mengungkapkan pendapatnya. Hindari menilai
pendapat benar atau salah karena hal ini hanya memperuncing masalah dan menjauhkan
dari solusi. Fokuskan pembicaraan pada fakta dan perilaku, bukan pada perasaan atau
unsur-unsur personal/pribadi.
4. Bersama-sama mencari cara terbaik untuk menyelesaikan konflik. Lakukanlah diskusi
terbuka untuk memperluas wawasan dan informasi serta alternatif solusi untuk
menumbuhkan rasa saling percaya dan hubungan yang sehat di antara semua yang terlibat
konflik.
5. Mendapatkan kesepakatan dan tanggung jawab untuk menemukan solusi. Doronglah
pihak-pihak yang terlibat konflik untuk saling bekerja sama memecahkan permasalahan
secara tepat. Buatlah seluruh pihak merasa tenang dan merasa diperlukan dan
memerlukan satu sama lain. Salah satu cara yang efektif adalah dengan saling
memposisikan dirinya pada peranan orang lain, sehingga akhirnya dapat dimengerti
kenapa si A bertindak begini, dan mengapa si B bertindak begitu, dan seterusnya.
Strategi Mengatasi Konflik
(Pengertianmanagement, 2013) Menurut Stevenin (2000, pp.134-135), terdapat lima langkah
meraih kedamaian dalam konflik. Apa pun sumber masalahnya, lima langkah berikut ini
bersifat mendasar dalam mengatasi kesulitan:
1. Pengenalan
Kesenjangan antara keadaan yang ada diidentifikasi dan bagaimana keadaan yang
seharusnya. Satu-satunya yang menjadi perangkap adalah kesalahan dalam mendeteksi
(tidak mempedulikan masalah atau menganggap ada masalah padahal sebenarnya tidak
ada).
2. Diagnosis
Inilah langkah yang terpenting. Metode yang benar dan telah diuji mengenai siapa, apa,
mengapa, dimana, dan bagaimana berhasil dengan sempurna. Pusatkan perhatian pada
masalah utama dan bukan pada hal-hal sepele.
3. Menyepakati suatu solusi
Kumpulkanlah masukan mengenai jalan keluar yang memungkinkan dari orang-orang
yang terlibat di dalamnya. Saringlah penyelesaian yang tidak dapat diterapkan atau tidak
praktis. Jangan sekali-kali menyelesaikan dengan cara yang tidak terlalu baik. Carilah
yang terbaik.
4. Pelaksanaan
Ingatlah bahwa akan selalu ada keuntungan dan kerugian. Hati-hati, jangan biarkan
pertimbangan ini terlalu mempengaruhi pilihan dan arah kelompok.
5. Evaluasi
Penyelesaian itu sendiri dapat melahirkan serangkaian masalah baru. Jika
penyelesaiannya tampak tidak berhasil, kembalilah ke langkah-langkah sebelumnya dan
cobalah lagi.
Daftar Pustaka :
Buku saku budaya perusahaan, Jakarta, 2012
http://diasdiari.blogspot.co.id/2013/04/cara-mengatasi-konflik-dalam-perusahaan.html
http://pengertianmanagement.blogspot.co.id/2013/03/manajemen-konflik-definisi-ciri-
sumber.html
https://setyopamungkas.wordpress.com/2010/08/02/mengelola-conflict-of-interest-dengan-
corporate-governance/

More Related Content

PPT
Custoemr service
PDF
BE&GG, Riyoko Yudhi Wibowo, Hapzi Ali, Ethics & Conflict Interest, Universita...
PDF
Be & gg ; fikri aulawi, prof. dr. hapzi ali, kode etik, mercu buana, 2017.
PDF
Kode etik di bca
PDF
BE & GG, Melania Bastian, Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA, Ethics and Confl...
DOCX
PDF
BE & GG,Deny Dermawan, Prof. Dr. Hapzi Ali, CMA, Norma Ethics dan Conflict Of...
PDF
BE & GG, Ahmad Sultoni, Prof Dr Ir Hapzi Ali MM CMA, Norma Ethic & Conflict I...
Custoemr service
BE&GG, Riyoko Yudhi Wibowo, Hapzi Ali, Ethics & Conflict Interest, Universita...
Be & gg ; fikri aulawi, prof. dr. hapzi ali, kode etik, mercu buana, 2017.
Kode etik di bca
BE & GG, Melania Bastian, Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA, Ethics and Confl...
BE & GG,Deny Dermawan, Prof. Dr. Hapzi Ali, CMA, Norma Ethics dan Conflict Of...
BE & GG, Ahmad Sultoni, Prof Dr Ir Hapzi Ali MM CMA, Norma Ethic & Conflict I...

Similar to Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm, cma, ethics and conflict interest, umb, 2017 (20)

PDF
BE & GG, Rudy Harland Seniang Sakti, Prof. Dr. Hapzi Ali, MM, Ethics & Confli...
DOCX
Be & gg, rinalto hutabarat, hapzi ali, Ethics and Conflict Interest, universi...
PPTX
Ppt cb kelompok
PDF
9, BE & GG, MARISA DOSMA SITANGGANG, HAPZI ALI, CORPORATE ETHICS RIGHTS, UNIV...
PDF
BE, GG, EDI PUTRA, HAPZI ALI, ETHICS AND BUSINESS, ETHICAL DECISION MAKING , ...
DOCX
Pemikiran analitis
PPT
ETIKA BISNIS DAN PEDOMAN PERILAKU ( ANALISIS DAN EVALUASI BISNIS)
PPT
Etika bisnis
PPTX
Management
PDF
BE & GG, Antoni Butarbutar, Hapzi Ali, Ethics and Business; Ethics and Confli...
PDF
BE & GG, Poltak Bobby, Hapzi Ali, Ethics and Conflict of Interest, Universita...
PPTX
Peluasan wawasan bisnis
PDF
12. hapzi ali, be gg, quiz and forum ethical decision making in business, uni...
PDF
BE&GG, Ruslan, Hapzi Ali, Ethical Decision Making Employer Responsibilities a...
PDF
2, SM, Sukrasno, Hapzi Ali, Vision and Company Mission Longterm Objective Cor...
PDF
•BB dan GG forum 2 sukmawati, hapzi ali, ethics and business concept and theo...
PDF
2, be & gg, yudiansyah,hapzi ali, concepts and theories of business ethic...
PPTX
STAR SAFETY ETIKA BEKERJA DI TEMPAT.pptx
PPT
Pb bab 2 etika
PPTX
100 poin ASN berintegritas dalam 10 kategori nilai-nilai.
BE & GG, Rudy Harland Seniang Sakti, Prof. Dr. Hapzi Ali, MM, Ethics & Confli...
Be & gg, rinalto hutabarat, hapzi ali, Ethics and Conflict Interest, universi...
Ppt cb kelompok
9, BE & GG, MARISA DOSMA SITANGGANG, HAPZI ALI, CORPORATE ETHICS RIGHTS, UNIV...
BE, GG, EDI PUTRA, HAPZI ALI, ETHICS AND BUSINESS, ETHICAL DECISION MAKING , ...
Pemikiran analitis
ETIKA BISNIS DAN PEDOMAN PERILAKU ( ANALISIS DAN EVALUASI BISNIS)
Etika bisnis
Management
BE & GG, Antoni Butarbutar, Hapzi Ali, Ethics and Business; Ethics and Confli...
BE & GG, Poltak Bobby, Hapzi Ali, Ethics and Conflict of Interest, Universita...
Peluasan wawasan bisnis
12. hapzi ali, be gg, quiz and forum ethical decision making in business, uni...
BE&GG, Ruslan, Hapzi Ali, Ethical Decision Making Employer Responsibilities a...
2, SM, Sukrasno, Hapzi Ali, Vision and Company Mission Longterm Objective Cor...
•BB dan GG forum 2 sukmawati, hapzi ali, ethics and business concept and theo...
2, be & gg, yudiansyah,hapzi ali, concepts and theories of business ethic...
STAR SAFETY ETIKA BEKERJA DI TEMPAT.pptx
Pb bab 2 etika
100 poin ASN berintegritas dalam 10 kategori nilai-nilai.
Ad

More from FIkri Aulawi Rusmahafi (20)

DOCX
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
DOCX
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
DOCX
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
DOCX
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
DOCX
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
DOCX
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
DOCX
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
DOCX
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
DOCX
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
DOCX
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
DOCX
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
DOCX
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
DOCX
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
DOCX
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
DOCX
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
DOCX
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
DOCX
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
DOCX
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
DOCX
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
DOCX
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr, ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm,...
Be & gg, fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, ...
Ad

Recently uploaded (17)

PPT
DEMOKRASI INDONESIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
PPTX
Hijau Ilustrasi Manajemen Keuangan Presentasi_20250829_041748_0000.pptx
PPTX
Kisah Nabi Muhammad SAW Membangun Kota Madinah Presentasi Pendidikan Biru dan...
PDF
Kode Etik Profesi dalam Dunia Profesional
PPTX
Bahan Tayang Pembelajaran Mendalam(1).pptx
PDF
struktur organisasi pkk binaan wilayah rw
PPTX
1_KONSEP DASAR PTK yang menjadi acuan.pptx
PDF
teks naskah teks naskah yang sesuai untuk MCpdf
PPTX
presen komunikasi visual dimasa mendatang
PPT
406896977-PRESENTASI-JURlllllllllllllllllllUSAN-DKV.ppt
PPTX
000- KULIAH INTRODUCTION PENYAKIT TROPIK INFEKSI 2016.pptx
PDF
Kepentingan Profesional dan Publik dalam Dunia Profesional
PDF
Visitasi akreditasi sekolah dasar di sekolah
DOCX
Tugas Asinkronous Modul 1 - tugas 2.docx
PPTX
KHOTMIL QUR'AN_20250403_113256_0000.pptx
PPTX
MATERI KE 2.pptx pada saat pelathan kemarin
PPTX
AKHLAK ber- Aisyiyah_PPt Baitul ArqaM.pptx
DEMOKRASI INDONESIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
Hijau Ilustrasi Manajemen Keuangan Presentasi_20250829_041748_0000.pptx
Kisah Nabi Muhammad SAW Membangun Kota Madinah Presentasi Pendidikan Biru dan...
Kode Etik Profesi dalam Dunia Profesional
Bahan Tayang Pembelajaran Mendalam(1).pptx
struktur organisasi pkk binaan wilayah rw
1_KONSEP DASAR PTK yang menjadi acuan.pptx
teks naskah teks naskah yang sesuai untuk MCpdf
presen komunikasi visual dimasa mendatang
406896977-PRESENTASI-JURlllllllllllllllllllUSAN-DKV.ppt
000- KULIAH INTRODUCTION PENYAKIT TROPIK INFEKSI 2016.pptx
Kepentingan Profesional dan Publik dalam Dunia Profesional
Visitasi akreditasi sekolah dasar di sekolah
Tugas Asinkronous Modul 1 - tugas 2.docx
KHOTMIL QUR'AN_20250403_113256_0000.pptx
MATERI KE 2.pptx pada saat pelathan kemarin
AKHLAK ber- Aisyiyah_PPt Baitul ArqaM.pptx

Be & gg ; fikri aulawi, 55117110125, prof. dr. ir. h. hapzi ali, pre msc, mm, cma, ethics and conflict interest, umb, 2017

  • 1. NAMA : FIKRI AULAWI NIM : 55117110125 Saya bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang leasing (pembiayaan mobil). (buku saku budaya perusahaan, 2012) Perusahaan di tempat saya bekerja memiliki nilai - nilai perusahaan, yaitu : 1. First – Class Team Work Mengembangkan kerjasama dengan meyakinkan orang lain dan mampu untuk menyampaikan informasi dengan jelas serta menyelesaikan perbedaan pendapat dengan komunikasi yang terbuka dengan kesadaran bahwa keberhasilan unit atau organisasi tidak bergantung pada seseorang saja. 2. Orientation to Quality Mengidentifikasi berbagai kondisi yang berdampak pada kualitas pelayanan dengan menetapkan standar mutu, melaksanakan pekerjaan berdasarkan standar tersebut dan meningkatkannya secara berkesinambungan. 3. Customer Focus Membangun dan menjaga hubungan dengan pelanggan serta berupaya untuk memahami kebutuhannya, dan menyediakan solusi yang dapat memenuhi harapan pelanggan. 4. Uncompromised Integrity Penerapan nilai - nilai etika, social dan prosedur kerja yang standar dalam menyelesaikan pekerjaan sehari – hari. 5. Striving for Excellent Menetapkan target yang menantang dan berusaha untuk mencapainya serta mampu untuk memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan yang menantang. Kode etik di perusahaan saya, meliputi : 1. Kode etik terhadap rekan kerja a. Mampu menghargai dan mendukung rekan kerja yang lain tanpa membedakan usia, suku, agama, dan jenis kelamin. b. Tidak saling menjatuhkan, iri, egois, serta tidak mendukung perbuatan rekan yang dapat merugikan perusahaan. c. Mampu untuk menghindari perselisihan kepentingan antara urusan pribadi dan pekerjaan.
  • 2. d. Mampu untuk mengintrospeksi dirinya sendiri sebelum menyalahkan rekan / bagian lain. e. Mampu menjaga segala informasi yang berkenaan dengan rahasia perusahaan. f. Mampu untuk menjaga kesopanan dengan berpakaian yang pantas dan wajar di tempat kerja. 2. Kode etik terhadap pelanggan / dealer a. Mampu menjaga kerahasiaan data – data yang berhubungan dengan pelanggan / dealer, dan dipergunakan hanya untuk kepentingan perusahaan. b. Tidak menerima, menawarkan atau memberi hadiah yang berlebihan (excessive entertainment) yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan secara objektif atau hal sejenisnya yang dianggap tidak layak. c. Melaporkan kepada atasan bila mendapatkan hadiah dari pelanggan / dealer dan mau untuk berbagi dengan rekan kerja yang lain. d. Tidak menggunakan jaringan dealer / pelanggan perusahaan untuk kegiatan bisnis yang berkompetisi langsung atau tidak langsung dengan usaha perusahaan atau dapat mengganggu konsentrasi / kinerja karyawan yang bersangkutan. 3. Kode etik terhadap supplier a. Tidak meminta atau menerima uang jada atau hadiah apapun dari supplier b. Mampu untuk menjalin hubungan yang komunikatif dengan supplier. c. Mampu untuk memberikan perlakuan yang adil kepada seluruh supplier. d. Mampu untuk dapat memberikan informasi secara cepat, tepat dan akurat kepada supplier. e. Melakukan tender secara terbuka, transparan dan dapat dipertanggujawabkan, dengan melibatkan calon supplier yang mempunyai reputasi yang baik. f. Memandang supplier sebagai partner dan memenuhi komitmen sesuai kesepakatan kepada supplier. g. Tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan ketika berhubungan bisnis dengan supplier yang merupakan anggota keluarga inti dari karyawan yang bersangkutan. 4. Kode etik terhadap pemegang saham a. Melaksanakan prinsip – prinsip good corporate governance, yaitu transparency, fairness, accountability, dan responsibility (adil, transparan, akuntabilitas, dan tanggungjawab) untuk meningkatkan kinerja perusahaan serta meningkatkan stakeholder value. b. Mengelola investasi dengan memperhatikan risiko dalam batas yang wajar, dan bila di atas batas kewenangan akan memberitahukan terlebih dahulu kepada pemegang saham.
  • 3. c. Menghindari benturan kepentingan (conflict of interest) baik secara langsung maupun tidak langsung dengan usaha perusahaan. d. Menjaga asset perusahaan dan menggunakannya hanya untuk kepentingan perusahaan. e. Menjalankan seluruh aktivitas dan kegiatan perusahaan berdasarkan aturan hukum dari perundangan – undangan yang beraku. 5. Kode etik terhadap komunitas a. Secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan social di dalam memelihara lingkungan yang bersih dan sehat di sekitar perusahaan. b. Membangun dan membina hubungan yang harmonis serta berupaya memberikan manfaat melalui program pemberdayaan masyarakat disekitar perusahaan dengan tetap memperhatikan kemampuan perusahaan. c. Tidak diperkenankan untuk membicarakan permasalahan internal perusahaan kepada masyarakat luas. d. Ikut serta dalam upaya – upaya untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia pada umunya. Solusi-solusi untuk mencegah adanya konflik kepentingan yang terjadi di dalam perusahaan, diantaranya (setyopamungkas, 2010) : 1. Anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan dilarang menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan atau keuntungan pribadi, keluarga dan pihak-pihak lain. 2. Dalam hal pembahasan dan pengambilan keputusan yang mengandung unsur benturan kepentingan, pihak yang bersangkutan tidak diperkenankan ikut serta; 3. Pemegang saham yang mempunyai benturan kepentingan harus mengeluarkan suaranya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan keputusan yang diambil oleh pemegang saham yang tidak mempunyai benturan kepentingan; 4. Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan yang memiliki wewenang pengambilan keputusan diharuskan setiap tahun membuat pernyataan tidak memiliki benturan kepentingan terhadap setiap keputusan yang telah dibuat olehnya dan telah melaksanakan pedoman perilaku yang ditetapkan oleh perusahaan. Cara-cara penyelesaian konflik menurut Richard Y. Chang adalah sebagai berikut (diasdiari, 2013) : 1. Mengakui adanya konflik. Langkah ini merupakan langkah awal untuk menyelesaikan konflik secara dini. Tanpa adanya pengakuan secara sadar bahwa telah terjadi konflik maka masalah tidak akan pernah terselesaikan. Kearifan dari semua pihak sangat diperlukan dalam proses ini.
  • 4. 2. Mengidentifikasi konflik yang sebenarnya. Kita dapat menyebutnya sebagai identifikasi masalah. Kegiatan ini sangat diperlukan dan memerlukan keahlian khusus. Konflik dapat saja muncul dari sumber atau akar masalah tertentu, namun masalah tersebut menjadi konflik bila tidak dikelola dengan emosi yang baik. Oleh sebab itulah, perlu dipilah mana yang menjadi masalah inti dan mana yang menjadi masalah karena hal-hal emosional. Masalah inti merupakan masalah yang mendasari terjadinya konflik sedangkan emosi hanya memperkeruh masalah itu saja. 3. Mendengarkan semua pendapat atau sudut pandang dari aktor yang terlibat. Sederhananya, lakukan dengan pendapat dan saran atau sharing dengan melibatkan semua pihak yang terlibat konflik untuk mengungkapkan pendapatnya. Hindari menilai pendapat benar atau salah karena hal ini hanya memperuncing masalah dan menjauhkan dari solusi. Fokuskan pembicaraan pada fakta dan perilaku, bukan pada perasaan atau unsur-unsur personal/pribadi. 4. Bersama-sama mencari cara terbaik untuk menyelesaikan konflik. Lakukanlah diskusi terbuka untuk memperluas wawasan dan informasi serta alternatif solusi untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan hubungan yang sehat di antara semua yang terlibat konflik. 5. Mendapatkan kesepakatan dan tanggung jawab untuk menemukan solusi. Doronglah pihak-pihak yang terlibat konflik untuk saling bekerja sama memecahkan permasalahan secara tepat. Buatlah seluruh pihak merasa tenang dan merasa diperlukan dan memerlukan satu sama lain. Salah satu cara yang efektif adalah dengan saling memposisikan dirinya pada peranan orang lain, sehingga akhirnya dapat dimengerti kenapa si A bertindak begini, dan mengapa si B bertindak begitu, dan seterusnya. Strategi Mengatasi Konflik (Pengertianmanagement, 2013) Menurut Stevenin (2000, pp.134-135), terdapat lima langkah meraih kedamaian dalam konflik. Apa pun sumber masalahnya, lima langkah berikut ini bersifat mendasar dalam mengatasi kesulitan: 1. Pengenalan Kesenjangan antara keadaan yang ada diidentifikasi dan bagaimana keadaan yang seharusnya. Satu-satunya yang menjadi perangkap adalah kesalahan dalam mendeteksi (tidak mempedulikan masalah atau menganggap ada masalah padahal sebenarnya tidak ada). 2. Diagnosis Inilah langkah yang terpenting. Metode yang benar dan telah diuji mengenai siapa, apa, mengapa, dimana, dan bagaimana berhasil dengan sempurna. Pusatkan perhatian pada masalah utama dan bukan pada hal-hal sepele.
  • 5. 3. Menyepakati suatu solusi Kumpulkanlah masukan mengenai jalan keluar yang memungkinkan dari orang-orang yang terlibat di dalamnya. Saringlah penyelesaian yang tidak dapat diterapkan atau tidak praktis. Jangan sekali-kali menyelesaikan dengan cara yang tidak terlalu baik. Carilah yang terbaik. 4. Pelaksanaan Ingatlah bahwa akan selalu ada keuntungan dan kerugian. Hati-hati, jangan biarkan pertimbangan ini terlalu mempengaruhi pilihan dan arah kelompok. 5. Evaluasi Penyelesaian itu sendiri dapat melahirkan serangkaian masalah baru. Jika penyelesaiannya tampak tidak berhasil, kembalilah ke langkah-langkah sebelumnya dan cobalah lagi. Daftar Pustaka : Buku saku budaya perusahaan, Jakarta, 2012 http://diasdiari.blogspot.co.id/2013/04/cara-mengatasi-konflik-dalam-perusahaan.html http://pengertianmanagement.blogspot.co.id/2013/03/manajemen-konflik-definisi-ciri- sumber.html https://setyopamungkas.wordpress.com/2010/08/02/mengelola-conflict-of-interest-dengan- corporate-governance/