Filter Faedah:
Konten Media Sosial yang
Berfaedah untuk Semua
Panduan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Tema: Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI
(Fase D)
Tujuan, Alur, dan Target Pencapaian
Dengan mengacu kepada kepada dimensi Profil Pembelajar Pancasila dan mengangkat tema Berekayasa dan Berteknologi untuk
Membangun NKRI, projek “Filter Faedah: Konten Media Sosial yang Berfaedah untuk Semua” bertujuan untuk membentuk siswa yang
memiliki kesadaran terhadap pentingnya mengakses dan membuat konten media sosial yang bermanfaat.
Siswa akan diajak untuk memulai projek dengan tahap pengenalan. Tahap ini akan membawa siswa untuk mendefinisikan kata ‘faedah’
dan ‘filter’ agar dapat memahami permainan kata yang digunakan dalam judul projek ini. Setelah itu, mereka akan diajak untuk
eksplorasi isu untuk melihat masalah nyata yang disebabkan konten yang tidak bermanfaat. Siswa juga diajak untuk memahami
jenis-jenis konten media sosial beserta tujuan dan dampak yang disebabkan oleh konten-konten tersebut. Tujuannya, agar siswa
mampu membuat hubungan untuk menetapkan kriteria konten yang berfaedah dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat
konten.
Selanjutnya adalah tahap kontekstualisasi. Siswa diajak untuk menilai kualitas konten sosial media yang digemari teman-teman
sekitarnya. Di waktu yang sama, mereka akan mencari tahu konten yang digemari oleh target audience dan mempertimbangkan
dampak yang bisa terjadi jika teman-temannya terus melihat konten yang tidak berfaedah. Setelah itu, mereka akan mencari tahu apa
yang bisa dilakukan untuk menjawab masalah yang ada. Hal-hal tersebut akan menjadi pertimbangan saat mereka melakukan
brainstorm ide untuk konten berfaedah yang bisa mereka buat dan bentuk kampanye yang bisa dilakukan di akhir tahap ini.
Dalam tahap aksi, narasumber ahli akan diundang untuk berkolaborasi dengan siswa untuk menguasai pengetahuan atau keterampilan
spesifik dalam menjalankan action plan yang sudah dibuat. Perayaan dari projek ini dilakukan di tahap refleksi & tindak lanjut. Hasil
kerja siswa selama projek ini akan dipublikasikan. Di akhir projek, siswa diajak untuk mengevaluasi aksi yang sudah dilakukan agar
dapat membuatnya menjadi lebih berkelanjutan.
Melalui projek ini, siswa diharapkan akan mengembangkan lima dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu Beriman, Bertakwa kepada Tuhan
YME, dan Berakhlak Mulia, Berkebinekaan Global, Bergotong Royong, Bernalar Kritis, dan Kreatif beserta sub-elemen yang akan
dijabarkan dalam panduan ini.
Tahapan dalam Projek
Tahap Pengenalan
① Definisi dan
penggunaan kata ‘faedah’ dan
‘filter’ dalam konteks
sehari-hari
② Eksplorasi isu: masalah
nyata yang disebabkan oleh
konten yang tidak berfaedah
③ Konten media sosial:
Jenis, tujuan dan dampak
④ Membuat hubungan:
Konten ini berfaedah atau
tidak?
Tahap Kontekstualisasi
⑤ Apa yang digemari
teman-temanku? → mencari
tahu konten yang digemari
oleh teman-teman sekitarnya
⑥ Apa yang bisa kita
lakukan? → mencari alternatif
cara untuk menjawab masalah
yang ada
⑦ Brainstorming ide
untuk menjawab masalah
yang ada
Tahap Aksi
⑧ Action plan:
menetapkan dan
merencanakan aksi
⑨ Interaksi dengan ahli:
Wawancara mencari tahu lebih
dalam masalah, bagaimana
cara membuat konten
⑩ Interaksi dengan ahli:
Kolaborasi dalam aksi
⑪ Membuat poster
perjalanan projek untuk
menunjukkan mengapa
konten berfaedah penting
Tahap Refleksi &
Tindak Lanjut
⑫ Perayaan
pembelajaran:
mempublikasikan hasil akhir
projek (aksi yang dilakukan)
dan melakukan pameran
poster perjalanan projek
⑬ Evaluasi dan refleksi:
mengevaluasi hasil dari aksi
yang dilakukan dan
menentukan cara untuk
membuat aksi jadi
berkelanjutan
Dimensi, Elemen, dan Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila
Dimensi Profil Pelajar
Pancasila terkait
Sub-elemen Profil Pelajar
Pancasila
Target Pencapaian di akhir
Fase D (SMP, 12-15 tahun)
Aktivitas Terkait
Beriman, Bertakwa kepada
Tuhan YME dan Berakhlak
Mulia
Integritas Berani dan konsisten menyampaikan
kebenaran atau fakta serta memahami
konsekuensi-konsekuensinya untuk diri
sendiri dan orang lain
4, 9, 10, 11, 12, 13
Berkebinekaan Global
Aktif membangun masyarakat
yang inklusif, adil dan
berkelanjutan
Mengidentifikasi masalah yang ada di
sekitarnya sebagai akibat dari pilihan yang
dilakukan oleh manusia, serta dampak
masalah tersebut terhadap sistem ekonomi,
sosial dan lingkungan, serta mencari solusi
yang memperhatikan prinsip-prinsip
keadilan terhadap manusia, alam dan
masyarakat
2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11,
12, 13
Berpartisipasi dalam proses
pengambilan keputusan bersama
Berpartisipasi dalam menentukan kriteria dan
metode yang disepakati bersama untuk
menentukan pilihan dan keputusan untuk
kepentingan bersama melalui proses bertukar
pikiran secara cermat dan terbuka dengan
panduan pendidik
2, 3, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12,
13
Memahami peran individu dalam
demokrasi
Memahami konsep hak dan kewajiban
serta implikasinya terhadap ekspresi dan
perilakunya. Mulai aktif mengambil sikap
dan langkah untuk melindungi hak
orang/kelompok lain.
6, 7, 8, 9, 10, 12, 13
Dimensi, Elemen, dan Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila
Dimensi Profil Pelajar
Pancasila terkait
Sub-elemen Profil Pelajar
Pancasila
Target Pencapaian di akhir
Fase D (SMP, 12-15 tahun)
Aktivitas Terkait
Bergotong-royong
Tanggap terhadap lingkungan
sosial
Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai
dengan tuntutan peran sosialnya dan
berkontribusi sesuai dengan kebutuhan
5, 6, 7, 8, 9, 10, 12, 13
Persepsi sosial Menggunakan pengetahuan tentang sebab
dan alasan orang lain menampilkan reaksi
tertentu untuk menentukan tindakan yang
tepat agar orang lain menampilkan respon
yang diharapkan.
5, 6, 7, 9, 10, 12
Bernalar Kritis
Mengajukan pertanyaan Mengajukan pertanyaan untuk
klarifikasi dan interpretasi informasi,
serta mencari tahu penyebab dan
konsekuensi dari informasi tersebut.
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,
11, 12, 13
Mengidentifikasi, mengklarifikasi
dan mengolah informasi dan
gagasan
Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan
menganalisis informasi yang relevan
serta memprioritaskan beberapa
2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11,
12, 13
Menganalisis, mengevaluasi
penalaran dan prosedurnya
Membuktikan penalaran dengan
berbagai argumen dalam mengambil
suatu simpulan atau keputusan.
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,
11, 12, 13
Dimensi, Elemen, dan Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila
Dimensi Profil Pelajar
Pancasila terkait
Sub-elemen Profil Pelajar
Pancasila
Target Pencapaian di akhir
Fase D (SMP, 12-15 tahun)
Aktivitas Terkait
Kreatif
Menghasilkan gagasan yang
orisinal
Menghubungkan gagasan yang ia miliki
dengan informasi atau gagasan baru untuk
menghasilkan kombinasi gagasan baru dan
imajinatif untuk mengekspresikan pikiran
dan/atau perasaannya.
3, 4, 6, 7, 8, 10, 11
Menghasilkan tindakan dan karya
yang orisinal
Mengeksplorasi dan mengekspresikan
pikiran dan/atau perasaannya dalam
bentuk karya dan/atau tindakan, serta
mengevaluasinya dan mempertimbangkan
dampaknya bagi orang lain
7, 8, 10, 11, 12
Memiliki keluwesan berpikir dalam
mencari alternatif solusi
permasalahan
Menghasilkan solusi alternatif dengan
mengadaptasi berbagai gagasan dan
umpan balik untuk menghadapi situasi dan
permasalahan
5, 6, 7, 8, 10, 13
Perkembangan Sub-elemen Antarfase (Referensi)
Sangat berkembang Berkembang sesuai harapan Mulai berkembang Belum berkembang
Integritas Menyadari bahwa aturan
agama dan sosial
merupakan aturan yang
baik dan menjadi bagian
dari diri sehingga bisa
menerapkannya secara
bijak dan kontekstual
Berani dan konsisten
menyampaikan kebenaran
atau fakta serta memahami
konsekuensi-
konsekuensinya untuk diri
sendiri dan orang lain
Berani dan konsisten
menyampaikan kebenaran
atau fakta serta memahami
konsekuensi-
konsekuensinya untuk diri
sendiri dan orang lain
Membiasakan
melakukan refleksi
tentang pentingnya
bersikap jujur dan
berani
menyampaikan
kebenaran atau fakta
Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia
Perkembangan Sub-elemen Antarfase (Referensi)
Sangat berkembang Berkembang sesuai harapan Mulai berkembang Belum berkembang
Aktif membangun
masyarakat yang inklusif,
adil dan berkelanjutan
Berinisiatif melakukan suatu
tindakan berdasarkan
identifikasi masalah untuk
mempromosikan keadilan,
keamanan ekonomi,
menopang ekologi dan
demokrasi sambil menghindari
kerugian jangka panjang
terhadap manusia, alam
ataupun masyarakat.
Mengidentifikasi masalah yang
ada di sekitarnya sebagai
akibat dari pilihan yang
dilakukan oleh manusia, serta
dampak masalah tersebut
terhadap sistem ekonomi,
sosial dan lingkungan, serta
mencari solusi yang
memperhatikan prinsip-prinsip
keadilan terhadap manusia,
alam dan masyarakat
Membandingkan beberapa
tindakan dan praktik perbaikan
lingkungan sekolah yang
inklusif, adil, dan
berkelanjutan, dengan
mempertimbangkan
dampaknya secara jangka
panjang terhadap manusia,
alam, dan
masyarakat
Mengidentifikasi cara
berkontribusi terhadap
lingkungan sekolah, rumah
dan lingkungan sekitarnya
yang inklusif, adil dan
berkelanjutan
Berpartisipasi dalam proses
pengambilan keputusan
bersama
Berpartisipasi
menentukan pilihan dan
keputusan untuk
kepentingan bersama
melalui proses bertukar
pikiran secara cermat
dan terbuka secara
mandiri
Berpartisipasi
menentukan pilihan dan
keputusan untuk
kepentingan bersama
melalui proses bertukar
pikiran secara cermat
dan terbuka secara
mandiri
Berpartisipasi dalam
menentukan kriteria
yang disepakati bersama
untuk menentukan
pilihan dan keputusan
untuk kepentingan
bersama
Berpartisipasi menentukan
beberapa pilihan untuk
keperluan bersama
berdasarkan kriteria
sederhana
Memahami peran individu
dalam demokrasi
Memahami konsep hak
dan kewajiban, serta
implikasinya terhadap
ekspresi dan perilakunya.
Mulai mencari solusi untuk
dilema terkait konsep hak dan
kewajibannya.
Memahami konsep hak
dan kewajiban serta
implikasinya terhadap
ekspresi dan perilakunya.
Mulai aktif mengambil sikap
dan langkah untuk melindungi
hak orang/kelompok lain.
Memahami konsep hak dan
kewajiban, serta implikasinya
terhadap perilakunya.
Menggunakan konsep ini
untuk menjelaskan perilaku diri
dan orang sekitarnya
Memahami konsep hak dan
kewajiban, serta
implikasinya terhadap
perilakunya.
Berkebinekaan Global
Perkembangan Sub-elemen Antarfase (Referensi)
Sangat berkembang Berkembang sesuai harapan Mulai berkembang Belum berkembang
Tanggap terhadap
lingkungan sosial
Tanggap terhadap
lingkungan sosial sesuai
dengan tuntutan peran
sosialnya dan
berkontribusi sesuai
dengan kebutuhan
masyarakat untuk
menghasilkan keadaan
yang lebih baik.
Tanggap terhadap
lingkungan sosial sesuai
dengan tuntutan peran
sosialnya dan
berkontribusi sesuai
dengan kebutuhan
masyarakat.
Tanggap terhadap
lingkungan sosial sesuai
dengan tuntutan peran
sosialnya dan menjaga
keselarasan dalam berelasi
dengan orang lain.
Peka dan mengapresiasi
orang-orang di
lingkungan sekitar,
kemudian melakukan
tindakan untuk menjaga
keselarasan dalam
berelasi dengan orang
lain.
Persepsi sosial Melakukan tindakan
yang tepat agar orang
lain merespon sesuai
dengan yang diharapkan
dalam rangka
penyelesaian pekerjaan
dan pencapaian tujuan.
Menggunakan
pengetahuan tentang
sebab dan alasan orang
lain menampilkan reaksi
tertentu untuk
menentukan tindakan
yang tepat agar orang
lain menampilkan respon
yang diharapkan.
Menerapkan pengetahuan
mengenai berbagai reaksi
orang lain dan
penyebabnya dalam
konteks keluarga, sekolah,
serta pertemanan dengan
sebaya.
Memahami berbagai
alasan orang lain
menampilkan respon
tertentu
Bergotong Royong
Perkembangan Sub-elemen Antarfase (Referensi)
Sangat berkembang Berkembang sesuai harapan Mulai berkembang Belum berkembang
Mengajukan pertanyaan Mengajukan pertanyaan untuk
menganalisis secara kritis
permasalahan yang kompleks
dan
abstrak.
Mengajukan pertanyaan untuk
klarifikasi dan interpretasi
informasi, serta mencari tahu
penyebab dan konsekuensi
dari informasi tersebut.
Mengajukan
pertanyaan untuk
membandingkan
berbagai informasi
dan untuk menambah
pengetahuannya.
Mengajukan pertanyaan untuk
Mengidentifikasi suatu
permasalahan dan
mengkonfirmasi pemahaman
terhadap suatu permasalahan
mengenai dirinya dan
lingkungan sekitarnya.
Mengidentifikasi,
mengklarifikasi dan
mengolah informasi dan
gagasan
Secara kritis mengklarifikasi
sertamenganalisis gagasan
dan informasiyang kompleks
dan abstrak dariberbagai
sumber. Memprioritaskan
suatu gagasan yang paling
relevan dari hasil klarifikasi dan
analisis.
Mengidentifikasi,
mengklarifikasi, dan
menganalisis informasi
yang relevan serta
memprioritaskan
beberapa gagasan
tertentu.
Mengumpulkan,
mengklasifikasikan,
membandingkan, dan memilih
informasi dari berbagai
sumber, serta memperjelas
informasi dengan bimbingan
orang dewasa.
Mengumpulkan,
mengklasifikasikan,
membandingkan
dan memilih
informasi dan
gagasan dari
berbagai sumber.
Menganalisis,
mengevaluasi penalaran
dan prosedurnya
Menganalisis dan
mengevaluasi
penalaran yang digunakannya
dalam
menemukan dan mencari
solusi serta
mengambil keputusan.
Membuktikan
penalaran dengan
berbagai argumen
dalam mengambil
suatu simpulan atau
keputusan.
Menjelaskan alasan
yang relevan dan
akurat dalam
penyelesaian masalah
dan pengambilan
keputusan
Menjelaskan alasan yang
relevan dalam penyelesaian
masalah dan pengambilan
keputusan
Bernalar Kritis
Perkembangan Sub-elemen Antarfase (Referensi)
Sangat berkembang Berkembang sesuai harapan Mulai berkembang Belum berkembang
Menghasilkan gagasan yang
orisinal
Menghasilkan gagasan
yang beragam untuk
mengekspresikan pikiran
dan/atau perasaannya,
menilai gagasannya, serta
memikirkan segala risikonya
dengan mempertimbangkan
banyak perspektif seperti etika
dan nilai kemanusiaan ketika
gagasannya direalisasikan.
Menghubungkan
gagasan yang ia miliki dengan
informasi atau gagasan baru
untuk menghasilkan kombinasi
gagasan baru dan imajinatif
Untuk mengekspresikan
pikiran dan/atau perasaannya.
Mengembangkan
gagasan yang ia miliki
untuk membuat
kombinasi hal yang
baru dan imajinatif
untuk mengekspresikan
pikiran dan/atau
perasaannya.
Memunculkan
gagasan imajinatif
baru yang bermakna
dari beberapa
gagasan yang
berbeda sebagai
ekspresi pikiran
dan/atau
perasaannya.
Menghasilkan tindakan dan
karya yang orisinal
Mengeksplorasi dan
mengekspresikan pikiran
dan/atau perasaannya dalam
bentuk karya dan/atau tindakan,
serta mengevaluasinya dan
mempertimbangkan dampak dan
risikonya bagi diri dan
lingkungannya dengan
menggunakan berbagai
perspektif
Mengeksplorasi dan
mengekspresikan
pikiran dan/atau
perasaannya dalam
bentuk karya
dan/atau tindakan,
serta
Mengevaluasinya dan
mempertimbangkan dampaknya
bagi orang lain
Mengeksplorasi dan
mengekspresikan
pikiran dan/atau
perasaannya sesuai
dengan minat dan
kesukaannya dalam
bentuk karya dan/atau
tindakan serta mengapresiasi
dan mengkritik karya dan
tindakan yang dihasilkan
Mengeksplorasi dan
mengekspresikan
pikiran dan/atau
perasaannya sesuai
dengan minat dan
kesukaannya dalam
bentuk karya
dan/atau tindakan serta
mengapresiasi karya dan
tindakan yang dihasilkan
Memiliki keluwesan berpikir
dalam mencari alternatif solusi
permasalahan
Bereksperimen dengan
berbagai pilihan secara
kreatif untuk
memodifikasi gagasan
sesuai dengan
perubahan situasi.
Menghasilkan solusi alternatif
Dengan mengadaptasi berbagai
gagasan dan umpan balik
untuk menghadapi
situasi dan
permasalahan
Berupaya mencari solusi
alternatif saat pendekatan yang
diambil tidak berhasil
berdasarkan identifikasi terhadap
situasi
Membandingkan
gagasan-gagasan
kreatif untuk
menghadapi situasi
dan permasalahan.
Kreatif
Relevansi projek ini bagi sekolah dan semua guru mata pelajaran
Projek ini berangkat dari isu nyata yang terjadi dalam penggunaan media sosial oleh anak remaja, dimana banyak
konten-konten menampilkan prank atau hoaks yang merugikan pihak lain atau membawa dampak negatif untuk
perilaku remaja pada umumnya. Hal tersebut membuat seluruh dunia berkampanye untuk mendukung penggunaan
internet sehat.
Isu-isu tersebut terjadi di Indonesia. Pada kenyataannya, banyak anak dan remaja di Indonesia dari berbagai
kalangan memiliki akses ke media sosial seperti TikTok, Instagram, Youtube dan sebagainya. Para remaja ini adalah
digital native, mereka sudah hidup di era digital sejak lahir. Membatasi atau melarang penggunaan teknologi--dalam
kasus ini, media sosial--sudah lagi bukan jawaban. Yang bisa dilakukan adalah membentuk kesadaran terhadap
pentingnya penggunaan internet sehat. Sekolah, sebagai salah satu dari lingkungan utama untuk para remaja,
adalah tempat yang ideal untuk memfasilitasi hal tersebut.
Dalam projek ini, penggunaan internet sehat akan berfokus pada pentingnya mengakses dan membuat konten
yang bermanfaat--atau sering juga disebut sebagai ‘berfaedah’ oleh anak zaman ini. Siswa juga akan mengasah
banyak keterampilan yang dilakukan secara lintas mata pelajaran dalam setiap tahapan. Tujuan utamanya, siswa
akan dibentuk untuk menjadi agen perubahan dalam membantu memecahkan masalah dunia digital ini secara
kritis, kreatif dan penuh empati.
Cara Penggunaan Panduan Projek Ini
Panduan ini dirancang untuk guru fase D (SMP) untuk melaksanakan kegiatan ko-kurikuler dengan tema
Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI. Dalam panduan projek ini, terdapat 13 kegiatan yang
saling berkaitan.
Projek ini direkomendasikan untuk dilaksanakan di semester kedua kelas VIII atau semester pertama kelas
IX dengan waktu total kurang lebih 48 jam. Sebaiknya disediakan waktu antar aktivitas agar guru dan siswa
memiliki waktu untuk mempersiapkan materi atau tugas yang bisa membuat diskusi dan refleksi menjadi
lebih kritis dan bermakna.
Panduan ini bisa dijadikan acuan, namun guru dan sekolah memiliki kebebasan untuk menyesuaikan jumlah
aktivitas atau alokasi waktu sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah. Begitu juga dengan tahapan
aktivitas dan materi di dalamnya, guru dan sekolah bisa menyesuaikannya sesuai dengan kondisi sekolah
dan lingkungan.
Siswa disarankan untuk mengumpulkan dan menyimpan setiap hasil kerja dalam satu kesatuan agar bisa
digunakan sebagai referensi yang membantu proses pembelajaran di setiap tahapan. Kumpulan hasil kerja
di setiap aktivitas juga bisa digunakan sebagai portofolio pembelajaran siswa yang dapat membantu guru
dalam melakukan asesmen, baik formatif maupun sumatif.
Di akhir projek ini, siswa akan melakukan aksi untuk menjawab
masalah yang diakibatkan oleh konten-konten media sosial yang
tidak berfaedah.
Dalam panduan ini, aksi yang dilakukan akan berfokus pada
pembuatan konten media sosial yang berfaedah dengan
menggunakan hasil pencarian dan pembelajaran selama projek ini.
Berikut ide untuk diferensiasi aksi yang sejalan dengan tahapan
projek dan bisa dilakukan:
● Bekerja sama dengan ahli dalam membuat algoritma filter
konten yang tidak berfaedah seperti hoaks, prank, dsb.
● Menulis petisi yang ditujukan kepada pihak berwenang
seperti Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk
memblokir akses ke konten yang mengandung hoaks, prank,
dsb.
● Menulis petisi yang ditujukan ke platform media sosial untuk
membuat filter konten hoaks, prank, dsb.
● Berkampanye untuk mengajak siswa lain untuk hanya
mengakses konten yang berfaedah dan tidak mengakses
konten yang tidak berfaedah
● Berkampanye untuk mengajak siswa lain untuk membuat
konten yang berfaedah
Guru bisa membantu siswa untuk memutuskan aksi yang akan
dilakukan dengan mempertimbangkan fasilitas atau akses yang
dimiliki.
Yang terpenting, perhatikan arah pemikiran dan ide siswa di setiap
tahap dalam perjalanan projek ini.
CATATAN UNTUK GURU
MENGENAI HASIL AKHIR
PROJEK INI
Berekayasa dan Berteknologi Fase D SMP PGRI 1 Tangerang.pdf
Rangkaian
Kegiatan
Filter Faedah
TAHAP
PENGENALAN
1. Definisi & Penggunaan Kata ‘Faedah’ dan ‘Filter’
Waktu: 1 jam (atau 1-2 JP) dan 30 menit (kerja mandiri)
Bahan: Definisi kata ‘faedah’ dan ‘filter’ dari KBBI, contoh artikel dengan kata ‘faedah’, lembar
refleksi 1.A (contoh di halaman selanjutnya)
Persiapan:
1. Guru melakukan pencarian definisi kata ‘faedah’ dan ‘filter’ dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
2. Guru mencari artikel-artikel yang menggunakan kata ‘faedah’ dan ‘filter’ dalam konteks yang
berbeda-beda. Kumpulkan minimal 5 paragraf dengan kata tesebut. Utamakan konteks media sosial
untuk 3 dari 5 artikel yang dikumpulkan.
Pelaksanaan:
1. Guru menampilkan kata ‘faedah’ dan ‘filter’ dengan memberikan pertanyaan pemantik:
-Apa yang ada di pikiranmu saat melihat kata ini?
-Dari mana mereka sering mendengar/melihat kata ini?
-Apa yang kamu mengerti tentang kata ini?
-Apakah ada kata lain yang memiliki arti yang sama (sinonim)?
2. Guru menuliskan ide utama dari jawaban-jawaban siswa di papan tulis
3. (A. Untuk sekolah yang tidak memiliki akses internet dan komputer) Guru menampilkan arti kata
‘faedah’ dan ‘filter’ yang diambil dari KBBI. Lalu, guru menggaris bawahi kata-kata kunci yang ada dari
definisi tersebut
4. (B. Untuk sekolah yang memiliki fasilitas internet dan komputer) Siswa dibentuk dalam beberapa grup
kecil untuk mencari tahu arti kata ‘faedah’ dan ‘filter’ di internet dan mencari contoh artikel yang
menggunakan kata ‘faedah’ dan ‘filter’. Setelah itu, setiap grup menuliskan definisi yang sudah
ditemukan di papan tulis untuk didiskusikan bersama dalam grup besar
5. A. Setelah definisi ditampilkan, guru membacakan contoh kalimat dari artikel yang dimiliki. Di akhir
bacaan, guru meminta siswa untuk menjelaskan arti kata ‘faedah’ dan ‘filter’ dalam konteks yang
dibaca. Guru melanjutkan membaca minimal 3 artikel. Guru juga bisa meminta siswa untuk
membacakan artikel dengan keras
B. Setelah definisi didiskusikan dalam grup besar, setiap grup diminta untuk membacakan contoh
artikel yang mereka temukan dengan keras. Di setiap akhir bacaan, guru mengundang siswa dalam
grup besar untuk menjelaskan arti kata ‘faedah’ dan ‘filter’ dalam konteks yang baru dibaca.
6. Sebelum memulai tugas, guru meminta beberapa siswa untuk membuat kalimat sendiri dengan
menggunakan kata ‘faedah’ dan ‘filter’ secara lisan -- agar siswa lain bisa mendengar dan menguatkan
pemahamannya mengenai kata tersebut
7. Setelah tugas selesai dilakukan, guru menutup kegiatan dengan menjelaskan kepada siswa bahwa
projek ini bertajuk “Filter Faedah: Konten Media Sosial yang Berfaedah untuk Semua”. Berikan
pertanyaan untuk dijadikan bahan refleksi di rumah:
- Masalah apa yang akan kita lihat bersama dalam projek dengan judul tersebut?
- Apa yang akan kita lakukan dalam projek dengan judul tersebut?
- Mengapa penting untuk memahami kata ‘faedah’ sebelum memulai projek dengan judul
tersebut?
- Apa yang dimaksud dengan permainan kata ‘Filter Faedah’ dalam konteks judul tersebut?
Siswa diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di rumah/waktu belajar mandiri dalam
lembar refleksi 1.A. ‘Filter Faedah: apa maksudnya?’
Tugas:
1. Siswa diminta untuk menuliskan minimal 3 kalimat dengan kata ‘faedah’ dan 3 kalimat dengan kata
‘filter’ dala selembar kertas
2. Lembar refleksi 1.A. ‘Filter Faedah: apa maksudnya?’ untuk dikerjakan secara mandiri di rumah
Catatan untuk guru:
● Guru melakukan asesmen dari hasil pemahaman kata berdasarkan hasil tugas di akhir kegiatan.
Lakukan koreksi jika terjadi kesalahan dalam pemahaman.
● Kumpulkan dan kembalikan seluruh lembar tugas untuk disimpan sebagai portofolio kerja siswa
Contoh Lembar Refleksi 1.A : Filter Faedah: Apa maksudnya?
Kita akan memulai projek dengan judul “Filter Faedah: Konten Media Sosial yang
Berfaedah untuk Semua”.
Menurut kamu:
1. Masalah apa yang akan kita lihat bersama dalam projek dengan judul
dan sub-judul tersebut?
2. Kegiatan apa saja yang akan kita lakukan dalam projek ini?
3. Mengapa penting untuk memahami kata ‘faedah’ dan ‘filter’ sebelum
memulai projek ini?
4. Apa yang dimaksud dengan permainan kata ‘Filter Faedah’ dalam
konteks judul tersebut?
2. Eksplorasi isu: Masalah nyata yang disebabkan oleh
konten tidak berfaedah
Waktu: 2 jam (atau 2-3 JP) dan 1 jam (kerja mandiri)
Bahan: Artikel atau video berita mengenai masalah-masalah yang disebabkan konten tidak berfaedah,
hasil lembar refleksi 1.A, lembar kerja 2.A & 2.B (contoh di halaman selanjutnya)
Persiapan:
1. Guru menyiapkan kumpulan berita (artikel/video) mengenai masalah-masalah yang disebabkan atau mungkin
dapat disebabkan konten tidak berfaedah (prank, remaja berperilaku di luar norma, dsb.)
Pelaksanaan:
1. Guru menjadi moderator untuk diskusi grup besar mengenai hasil refleksi mandiri dalam lembar refleksi 1.A
2. Guru memfasilitasi dengan menekankan jawaban siswa seputar konten yang tidak bermanfaat di media sosial
yang menimbulkan masalah. Jelaskan bahwa kegiatan ini akan mengeksplorasi masalah tersebut
3. (A. Untuk sekolah yang memiliki akses internet dan komputer) Siswa dikumpulkan dalam beberapa kelompok
dan diminta untuk mengumpulkan 3 berita berbeda di internet (dalam bentuk artikel atau video, dari sumber
yang dapat diandalkan) mengenai masalah yang ditimbulkan oleh konten media sosial yang tidak bermanfaat
4. (B. Untuk sekolah yang tidak memiliki akses internet dan komputer) Siswa dikumpulkan dalam beberapa
kelompok. Guru membagikan artikel yang sudah dikumpulkan ke setiap kelompok untuk dibaca dan
didiskusikan bersama
5. Siswa melakukan analisis untuk setiap berita menggunakan lembar kerja 2.A. Analisis artikel dengan metode
5W+1H (What, Where, Who, When, Why + How) - Apa, Dimana, Siapa, Kapan, Kenapa + Bagaimana.
6. Hasil analisis didiskusikan dalam grup besar. Guru menjadi moderator dalam membuat kesimpulan bersama
dengan pertanyaan pemantik:
- Apa yang menyebabkan masalah-masalah tersebut terjadi? (Tekankan jawaban siswa yang
menjawab seputar isi atau konten media sosial)
- Isi atau konten media sosial seperti apa yang menyebabkan masalah-masalah tersebut bisa terjadi?
(Tekankan jawaban siswa seputar konten yang tidak bermanfaat yang bisa juga disebut tidak
‘berfaedah’ seperti kata yang digunakan dalam judul projek ini)
- Apakah kamu atau teman-temanmu pernah mengalami masalah yang disebabkan oleh konten media
sosial yang tidak berfaedah?
- Apa yang bisa kita lakukan agar hal ini tidak terjadi di masa depan?
7. Guru menutup kegiatan dengan pertanyaan Jadi apa sih tujuan dan kegunaan media sosial sebenarnya?
Siswa diminta untuk menuliskan hasil refleksinya di rumah/waktu belajar mandiri dalam selembar kertas
dengan Tabel T untuk membandingkan dengan kenyataan masalah yang ada (lembar kerja 2.B)
8. Siswa juga diminta untuk mengumpulkan 3-5 contoh konten media sosial dalam bentuk (video
youtube/posting Instagram/Instagram Story/Tiktok/dsb) yang digemari untuk kegiatan selanjutnya
Tugas:
1. Analisis artikel dalam grup (kegiatan no. 5) ; Contoh Lembar Kerja 2.A. Analisis Artikel
2. Perbandingan Tujuan dan Kegunaan Media Sosial yang Sebenarnya dan Kenyataan Masalah yang Terjadi (kegiatan
no. 7) ; Contoh Lembar Kerja 2.B
Referensi artikel untuk Guru
https://regional.kompas.com/read/2020/12/22/20370021/kisah-5-siswi-smp-injak-rapor-di-tiktok-tak-hargai-guru-dikeluarkan-dan?p
age=all
https://www.beritasatu.com/nasional/550691/saat-remaja-tak-bisa-kendalikan-diri-di-media-sosial
https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/03/122000665/kasus-prank-daging-isi-sampah-kenapa-masih-ada-yang-membuat-ko
nten-seperti?page=all
https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5293171/deretan-aksi-prank-hingga-konten-yang-berujung-perkara-hukum-di-jabar/4
https://kumparan.com/septiana-wulan-dari-septianawulan-2019/sosial-media-dan-attitude-remaja-1v2yubUl6NJ/full
https://nasional.kompas.com/read/2017/12/08/22494171/sudah-saatnya-remaja-menjadi-produsen-konten-positif?page=all
https://www.cnbcindonesia.com/tech/20191202104600-37-119478/youtuber-prank-order-fiktif-ojol-itu-jahat-tak-manusiawi
Contoh Lembar Kerja 2.A : Analisis artikel
Judul artikel :
Sumber artikel :
APA
Apa yang terjadi?
SIAPA
Siapa saja yang
terlibat?
DIMANA
Dimana ini terjadi?
KAPAN
Kapan ini terjadi?
KENAPA
Kenapa ini bisa
terjadi?
BAGAIMANA
Bagaimana kita bisa
berkontribusi untuk
mengindari masalah
seperti ini di masa
depan?
Contoh Lembar Kerja 2.B : Tujuan dan Kegunaan Media Sosial (Tabel T)
Media Sosial dan Kontennya
Tujuan dan Kegunaan Sebenarnya Kenyataan Masalah yang Terjadi
3. Konten Media Sosial: Jenis, Tujuan, dan
Dampak
Waktu: 2 jam (atau 2-3 JP) | Bahan: Konten media sosial dari guru dan siswa,
lembar kerja 3.A. Pendapat Kami Tentang Konten Ini dan 3.B. Tabel
Jenis-Tujuan-Dampak (contoh di halaman selanjutnya)
Persiapan:
1. Guru juga mengumpulkan contoh konten media sosial yang merepresentasikan perbedaan jenis: video, foto,
infografik, gambar, dsb. -- untuk memastikan perbedaan jenis konten yang berfaedah lebih bervariasi untuk
diperlihatkan kepada siswa (bisa lihat Referensi Konten untuk Guru di halaman selanjutnya)
Pelaksanaan dan Tugas:
1. Guru menjadi moderator dalam diskusi grup besar (seluruh siswa) mengenai hasil lembar kerja 2.B. Tujuan dan
Kegunaan Media Sosial. Tekankan tujuan dan kegunaan yang berpusat kepada: memberikan informasi atau
pengetahuan dan mengekspresikan diri secara kreatif.
2. Guru meminta siswa untuk kembali ke dalam kelompok kerjanya. Siswa saling bertukar contoh konten media
sosial. Setiap kelompok menentukan 2 konten dengan jenis yang berbeda (video, foto, gambar, infografik) yang
akan ditampilkan ke teman-teman lainnya
3. Guru membagikan lembar kerja 3.A. Pendapat Kami Tentang Konten Ini kepada setiap kelompok
4. Setiap kelompok menampilkan 2 contoh konten media sosial yang sudah ditentukan
5. Di akhir setiap tampilan, kelompok lain diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengisi lembar kerja 3.A.
Pendapat Kami Tentang Konten Ini dengan pertanyaan pembimbing:
- Bentuk apa yang ditampilkan konten ini? (video/foto/gambar/infografik)
- Apa pendapatmu tentang konten ini? / Apa yang kamu rasakan saat melihat konten ini? / Apa yang kamu
suka atau tidak suka dari konten ini?
- Menurutmu, apa tujuan kreator konten dalam membuat hal ini?
- Apa akibat yang bisa disebabkan oleh konten ini?
Di waktu yang sama, guru membuat tabel di papan tulis dan memberikan label (nomor, sumber, garis besar
konten) untuk setiap konten yang ditampilkan seperti contoh di bawah ini:
6. CATATAN: Pastikan seluruh jenis konten sudah ditampilkan (video, foto, infografik, gambar), jika tidak berikan
contoh konten yang belum ditampilkan (dari konten yang sudah disiapkan oleh guru)
7. Setiap kelompok memilih 2- 3 konten untuk dipresentasikan hasil jawabannya
8. Di saat kelompok mempresentasikan hasil jawabannya, guru menulis kata kunci* yang keluar dari penjelasan
siswa dalam tabel yang sudah dibuat di papan tulis
9. Lalu, guru memberikan pertanyaan: Berdasarkan tabel di papan tulis, apa saja jenis atau bentuk konten yang
sudah dilihat? Garis bawahi dengan warna berbeda (hijau di dalam contoh atas) dan guru membuat ‘mind map’
untuk jenis-jenis konten media sosial (contoh 3.B di halaman selanjutnya) untuk menunjukkan perbedaan jenis
konten dengan menggunakan kata-kata kunci dalam tabel
10. Setelah itu, guru melakukan hal yang sama dengan pertanyaan: Berdasarkan tabel di papan tulis, apa saja
perbedaan tujuan yang ingin dilakukan kreator konten? Garis bawahi dengan warna berbeda (biru dalam contoh
atas) dan guru membuat mind map untuk menunjukkan perbedaan tujuan (contoh 3.B. di halaman
selanjutnya) yang ingin disampaikan oleh setiap kreator konten
11. Setelah itu, setiap kelompok diminta untuk mengelompokkan dan merangkum hasil dari lembar kerja 3.A ke
dalam lembar kerja 3.C. Tabel Jenis-Tujuan-Dampak -- guru mengajak siswa untuk memperhatikan secara detil
isi atau perilaku orang di dalam konten untuk bisa menentukan dampak dari setiap konten.
12. Ajak siswa untuk melihat apakah terdapat contoh konten yang membawa dampak negatif. Guru menutup
kegiatan dengan pertanyaan refleksi: Apakah konten dengan dampak negatif bisa dianggap sebagai konten
yang berfaedah? Kenapa? -- jelaskan bahwa jawaban akan didiskusikan di pertemuan selanjutnya
Hal yang harus
diperhatikan:
Pastikan guru sudah melakukan
pengecekan untuk konten yang
akan ditampilkan agar sesuai
dengan tahap perkembangan anak
dan norma yang diajarkan
Konten 1
Video Tiktok - rekomendasi
tempat wisata
Konten 2
Foto di Instagram - suasana
Rumah Sakit saat Covid
(oleh National Geographic)
Konten 3
Infografik di Instagram -
cemilan sehat tradisional
(Oleh Tirto.Id)
...dan seterusnya
Konten 1
Video Tiktok - rekomendasi
tempat wisata
VIDEO - JADI TAHU
TEMPAT WISATA DI
BANDUNG -
MEMPERKENALKAN
TEMPAT WISATA - JADI
TERTARIK UNTUK KE
BANDUNG
Konten 2
Foto di Instagram - suasana
Rumah Sakit saat Covid
(oleh National Geographic)
FOTO - FOTONYA BIKIN
SEDIH - BIAR ORANG
TAHU SUASANA RS SAAT
COVID - JADI LEBIH HATI2
Konten 3
Infografik di Instagram -
cemilan sehat tradisional
(Oleh Tirto.Id)
GAMBAR/GRAFIK -
...dan seterusnya
Referensi Konten untuk Guru
Konten Instagram
Eva Stories membuat seri menggunakan Instagram Story yang
bercerita tentang anak perempuan berumur 13 tahun yang
hidup di masa Perang Dunia II.
Fotografi sebagai ekspresi kreatif yang bisa membawa
dampak kuat.
Infografik untuk menjelaskan hal-hal penting
sampai hal yang banal seperti contoh di samping
ini.
Referensi Konten untuk Guru
Konten video TikTok untuk memberikan referensi
tempat menarik di suatu kota.
Konten video TikTok untuk memberikan tips atau
cara mengenai kehidupan sehari-hari yang
bermanfaat.
Konten TikTok
Konten video YouTube: mengekspresikan diri lewat musik.
Konten video YouTube: membuat
video pendek memasak
berdurasi kurang dari 1 menit
dengan masakan yang mudah
untuk anak dan remaja.
Konten YouTube
Contoh Lembar Kerja 3.A : Pendapat Kami Tentang Konten Ini
Pertanyaan pembimbing:
- Bentuk apa yang ditampilkan konten ini? (video/foto/gambar/infografik)
- Apa pendapatmu tentang konten ini? / Apa yang kamu rasakan saat melihat konten ini? / Apa yang
kamu suka atau tidak suka dari konten ini?
- Menurutmu, apa tujuan kreator konten dalam membuat hal ini?
- Apa akibat yang bisa disebabkan oleh konten ini?
PENDAPAT KAMI
KONTEN 1
KONTEN 2
KONTEN 3
KONTEN 4
..DST
Contoh 3.B : MINDMAP
JENIS - JENIS
KONTEN
VIDEO
INFOGRAFIK FOTO
GAMBAR
Instagram:
- Feed
- Story
Instagram:
- Feed
- Story
Tiktok
Youtube
Instagram:
- Feed
- Story
Instagram:
- Feed
- Story
TUJUAN KREATOR
KONTEN
Menghibur
Membagi
informasi
Memberi ilmu/pengetahuan
(edukasi)
Menginspirasi
Contoh Lembar Kerja 3.C : Tabel Jenis-Tujuan-Dampak
JENIS TUJUAN DAMPAK
Konten 1 _______
Konten 2 _______
Konten 3 _______
Konten 4 _______
...dan seterusnya
4. Membuat Hubungan: Konten ini berfaedah atau tidak?
Waktu: 2 jam (atau 2-3 JP) | Bahan: Contoh-contoh konten media sosial dari kegiatan sebelumnya,
lembar kerja 3.A dan 3.C, mindmap seperti dalam contoh 3.B.
Persiapan:
1. Guru memastikan setiap siswa memiliki seluruh lembar kerja yang sudah dikerjakan di kegiatan sebelumnya (Tahap 3)
Pelaksanaan:
1. Siswa kembali ke dalam kelompok kerjanya
2. Guru memberikan kembali pertanyaan refleksi di akhir pertemuan sebelumnya (Tahap 3): Apakah konten dengan dampak
negatif bisa dianggap sebagai konten yang berfaedah? Kenapa? -- sambil mengajak siswa untuk melihat lembar kerja 3.C.
3. Dengan lembar kerja tersebut, guru melakukan pengulangan mengenai contoh-contoh konten yang sudah dilihat di
kegiatan sebelumnya untuk membandingkan tujuan dan dampak dari setiap contoh. Siswa juga diajak untuk
memperhatikan secara detil dan kritis isi atau perilaku orang di dalam setiap konten untuk menentukan dampak dari setiap
konten.
4. Guru membuat tabel T (Contoh 4.A di halaman selanjutnya) untuk menilai bersama dalam grup besar konten mana saja
yang dianggap berfaedah atau tidak (metode perbandingan dan kontras) dengan pertanyaan pemantik:
- Apa jenis dari konten ini?
- Apa ide utama dari konten ini?
- Apa tujuan kreator konten dalam membuat konten ini?
- (Jika ada orang dalam konten) apa yang dilakukan orang-orang di dalam konten ini?
- Apa dampak yang bisa dibawa oleh konten ini dengan isi atau perilaku dari orang-orang di dalamnya?
Guru mengajak siswa untuk melihat kembali lembar kerja 3.C untuk melihat apakah penilaian Tujuan dan Dampak yang
ditulis di awal sudah sesuai dan benar.
5. Setelah perbandingan dan kontras sudah terlihat jelas, guru membuat tabel ceklis di papan tulis (Contoh 4.B di halaman
selanjutnya) sambil memberikan pertanyaan: Jadi, kalau konten yang berfaedah itu yang seperti apa kriterianya? -- guru
mengarahkan siswa untuk fokus terhadap konten yang memiliki tujuan yang jelas seperti yang sudah dibahas dengan
mind map dan dampak yang positif
Tugas
1. Di akhir kegiatan, siswa menulis kesimpulan dari perbandingan konten yang dianggap berfaedah dan tidak berfaedah
dalam bentuk paragraf pertanyaan pemantik:
- Apa saja jenis dan tujuan konten media sosial?
- Apa yang harus diperhatikan dalam membuat konten yang berfaedah?
- Konten media sosial seperti apa yang bisa dianggap berfaedah?
2. Siswa mempresentasikan kesimpulannya. Poin penilaian kesimpulan dan presentasi bisa dilihat di contoh 4.C. sebagai
asesmen formatif di halaman selanjutnya
*Asesmen formatif: (Lihat 4.C. Poin penilaian kesimpulan dan presentasi di halaman selanjutnya)
Tujuan:
1. Melihat perkembangan siswa dalam memahami definisi konten berfaedah di akhir tahap pengenalan, seperti:
● Jenis-jenis konten media sosial
● Perbedaan tujuan dari konten media sosial
● Hal-hal yang harus diperhatikan agar konten media sosial membawa dampak positif
2. Mempersiapkan siswa untuk membuat konten berfaedah dan berkampanye mengenai pentingnya konten
berfaedah di tahap aksi
Contoh 4.A: Tabel T: perbandingan dan kontras
KONTEN YANG BERFAEDAH
✔ Memberi ilmu/pengetahuan umum atau spesifik
(mengedukasi)
✔ Menghibur (komedi, budaya (tarian/musik/dsb.)
✔ Mengekspresikan kreativitas (keterampilan fotografi,
gambar, akting, membuat/mengedit video, dan
keterampilan kreatif lainnya)
✔ Menginspirasi orang lain (dalam memasak, berbuat
baik, dan kegiatan positif lainnya)
✔ Tidak merugikan diri sendiri atau pihak lain
✔ Tidak melakukan sesuatu yang bisa menjadi contoh
buruk untuk penonton
✔ (dan hal lain yang tidak berdampak negatif untuk diri
sendiri atau orang lain)
Contoh 4.B:
Tabel ceklis kriteria
konten berfaedah
BERFAEDAH TIDAK BERFAEDAH
- KONTEN 1: Video di Tiktok referensi
tempat wisata di Bandung → orang jadi
tahu apa saja tempat wisata di kota
tersebut
- KONTEN 2: Foto di Instagram tentang
suasana RS saat Covid → foto menggugah
emosi yang melihatnya - orang jadi lebih
berhati-hati dengan Covid agar tidak
mengalami yang di foto
- KONTEN 3: Infografik di Instagram tentang
cemilan sehat tradisional → orang jadi tahu
pilihan-pilihan cemilan tradisional yang
sehat
- KONTEN 4: Vlog di Youtube kuliner di
Semarang → Youtuber yang terlihat di
bawah 21 tahun merokok saat makan,
memberikan contoh buruk kepada teman
seumurannya walaupun memberikan
referensi tempat kuliner
4.C: Poin penilaian kesimpulan dan presentasi
Jenis konten → Siswa mampu menjelaskan jenis-jenis konten media sosial
Tujuan konten → Siswa menyimpulkan pentingnya tujuan yang jelas dalam membuat
konten(menyebutkan tujuan konten yang sudah dipelajari)
Dampak → Siswa mampu menyimpulkan bahwa tujuan yang jelas tidak cukup jika isi
atau perilaku orang di dalam konten membawa pengaruh buruk terhadap
netizen
Kejelasan argumen → Menjelaskan argumen dengan bukti pendukung yang kuat
→ Memberikan solusi alternatif
Gestur → Percaya diri
→ Menjaga kontak mata dengan pendengar
Penyampaian → Berbicara dengan jelas, tidak terlalu cepat/lambat, dengan suara lantang, i
intonasi yang menarik pendengar
→ Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar
TAHAP
KONTEKSTUALISASI
5. Apa yang digemari teman-temanku?
Waktu: 1.5 jam (atau 2-3 JP) dan 2-3 jam kerja mandiri (pengorganisasian dan penyajian data)
Bahan: Tabel Jenis-Tujuan-Dampak (Contoh 3.C)
Pelaksanaan:
Pengarahan (jam pelajaran):
Guru meminta siswa untuk kembali ke kelompok kerjanya masing-masing.
1. Setiap siswa dalam kelompok diminta untuk mengumpulkan 3-5 sampel konten media sosial
yang digemari oleh teman-teman sekolahnya dan informasi/data pendukung lain yang
dianggap penting oleh setiap kelompok
2. Setiap siswa dalam kelompok menentukan 3-5 nama siswa yang akan diambil sampelnya (1
orang, 1 sampel) dan menginformasikan kepada guru
3. Guru membantu melakukan pencatatan di papan tulis (nama siswa pengambil sampel dan
nama-nama siswa yang akan diambil sampelnya) untuk memastikan tidak terjadi
pengulangan dalam pengambilan sampel oleh siswa lain, sehingga data yang diambil dan
diolah bisa diandalkan
4. Guru menjelaskan bahwa data dari hasil pengambilan sampel harus diorganisasi dan
disajikan dalam bentuk infografik menggunakan kombinasi teks dan grafik (Contoh infografik
sudah dilihat bersama di kegiatan sebelumnya). Pertanyaan yang harus dijawab dengan
infografik tersebut:
- Jenis konten apa yang paling disukai oleh teman-temanku?
- Tujuan konten seperti apa yang paling disukai oleh teman-temanku
- Berapa banyak temanku yang masih menyukai konten dengan dampak negatif?
- Dampak seperti apa yang dibawa oleh konten-konten yang disukai oleh
teman-temanku?
- Apakah kebanyakan dari teman-temanku menyukai konten yang berfaedah?
- Apa yang bisa aku lakukan agar teman-temanku selalu mendapatkan konten yang
berfaedah?
5. Guru juga menjelaskan bahwa data tersebut akan menjadi salah satu basis dalam melihat
lebih jelas masalah yang ada dan juga solusi yang akan dibuat
6. Guru memberikan bahan atau tautan tentang cara penyajian data untuk dibaca secara
mandiri oleh siswa. Guru juga mengingatkan bahwa lembar-lembar kerja di kegiatan
sebelumnya (graphic organizers) bisa membantu siswa dalam mengorganisasi data yang
diambil
Pengambilan sampel dan pengorganisasian data (kerja mandiri):
Dalam kelompok kerja:
1. Berdasarkan pertanyaan di atas, siswa membuat daftar pertanyaan untuk mencari data atau
informasi pendukung
2. Siswa melakukan pengambilan sampel 2-3 contoh konten
3. Siswa melakukan pengorganisasian data menggunakan alat-alat yang sudah dikenal
4. Siswa melakukan penyajian data dengan menggunakan grafik yang sudah dipelajari
5. Siswa menyusun data, informasi, dan grafik dalam bentuk infografik untuk digunakan sebagai
salah satu bahan asesmen formatif di akhir tahap kontekstualisasi
6. Guru berperan dalam melakukan supervisi dan memberikan konsultasi
Hal yang harus
diperhatikan:
Pastikan guru aktif melakukan
pengecekan untuk konten yang
akan dilihat agar sesuai dengan
tahap perkembangan anak dan
norma yang diajarkan
6. Apa yang bisa kita lakukan?
Waktu: 1 jam (atau 1-2 JP) dan 2-3 jam kerja mandiri | Bahan: Lembar Catatan Pencarian (Contoh 6.A,
6.B)
Pelaksanaan
1. Guru meminta representasi kelompok untuk menampilkan dan menjelaskan hasil infografik
yang sudah dibuat
2. Guru mengingatkan kembali tujuan dari projek ini: betapa pentingnya untuk mengakses dan
membuat konten yang lebih bermanfaat di media sosial. Guru juga mengingatkan kembali
masalah-masalah nyata yang terjadi yang diakibatkan oleh konten yang tidak bermanfaat.
Guru menyimpulkan dan memperkenalkan ide ‘Internet Sehat’ atau ‘Penggunaan Sosial Media
yang Bijak’ sebagai kata kunci yang bisa digunakan siswa dalam melakukan pencarian di
kegiatan ini.
3. Guru meminta siswa untuk bekerja dalam kelompok dan mencari tahu program atau fitur yang
sudah dilakukan platform media sosial atau organisasi lain untuk memastikan penggunaan
media sosial secara sehat dan bijak. Jika siswa mengalami kesulitan, guru bisa menampilkan
satu contoh seperti https://beinternetawesome.withgoogle.com/id_id/
4. Guru juga meminta siswa untuk membuat daftar kreator konten dengan konten yang selalu
bermanfaat (sesuai dengan kriteria ‘Konten Berfaedah’ yang sudah ditetapkan di kegiatan
sebelumnya)
5. Guru bisa memberikan format lembar catatan pencarian (Contoh 6.A Lembar Catatan
Pencarian ; Contoh 6.B Catatan Pencarian Kreator Konten Berfaedah) untuk membantu
siswa fokus kepada informasi esensial yang ingin dicari
Contoh Lembar Kerja 6.A : Catatan Pencarian
No Nama Organisasi/Platform
Media Sosial
Program/Fitur Penjelasan
Program/Fitur
Sumber
1 Instagram Filter sensitive
content
Foto/video menjadi blur
jika ada konten yang
berhubungan dengan
kekerasan
Instagram (atau artikel
lain yang menjelaskan
filter ini)
2 Instagram Report Inappropriate
Content
Pengguna bisa melapor
ke Instagram jika konten
yang dilihat dianggap
tidak layak untuk
ditampilkan
Instagram (atau artikel
lain yang menjelaskan
filter ini)
3
Kementerian Komunikasi dan
Informatika
INSAN (Internet
Sehat dan Aman)
Mengajarkan etika
berinternet secara sehat
dengan kampanye dan
datang ke sekolah
https://www.kominfo.go.i
d/content/detail/3303/inte
rnet-sehat-dan-aman-ins
an/0/internet_sehat
4 Kementerian Komunikasi dan
Informatika
Situs pengaduan
konten
Memfasilitasi pengaduan
konten negatif dengan
cara mengisi form di
situs yang disediakan
aduankonten.id
Dan yang lainnya...
Contoh Lembar Kerja 6.B : Catatan Pencarian Kreator Konten
Berfaedah
No Nama Kreator
Konten
Penjelasan Isi Konten
yang Dibuat
Media Sosial yang
Digunakan
Tautan ke Kreator
Konten
1
Asumsi Berita aktual dan isu
sosial untuk anak muda
Instagram, Youtube
2
Agung Hapsah Variasi vlog, cara
membuat konten
dengan teknik
sinematografi
Youtube https://www.youtube
.com/c/AgungHapsa
h/videos
3
Tasty Membuat video masak
yang mudah dan cepat
Instagram, Youtube @buzzfeedtasty
Dan yang lainnya...
7. Poster brainstorming: ide-ide untuk aksi yang bisa
dilakukan
Waktu: 2 jam (atau 2-3 JP) dan 3 jam kerja mandiri | Bahan: Infografik siswa dari kegiatan no. 5,
lembar catatan pencarian dari kegiatan no. 6
Pelaksanaan
1. Guru menyampaikan bahwa siswa akan membuat hubungan dari kegiatan no. 5 dan no. 6
untuk mencari tahu apa yang bisa dilakukan untuk menjawab masalah yang ada. Contoh
pertanyaan pemantik
- Masalah apa saja yang sudah kita lihat yang diakibatkan konten media sosial yang
tidak berfaedah?
- Potensi masalah apa saja yang bisa terjadi jika hasil temuan di kegiatan.5
menunjukkan kalau teman-teman seumuranmu mengakses konten yang tidak
berfaedah?
- Apa saja yang sudah dilakukan organisasi atau platform media sosial untuk
menjawab masalah yang ada?
- Bagaimana kita bisa berperan untuk membantu menjawab masalah yang ada?
2. Guru mengajak siswa untuk kembali ke dalam kelompok kerjanya dan mendiskusikan lebih
lanjut pertanyaan di atas
3. Guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengorganisasi hasil diskusi (bisa
menggunakan tabel-tabel (graphic organizers) seperti lembar kerja di kegiatan-kegiatan
sebelumnya)
4. Guru meminta siswa untuk menuliskan 2-3 ide untuk menjawab masalah yang ada.
5. Guru menginstruksikan kepada siswa untuk membuat poster dengan menggunakan
infografik, data, dan informasi yang sudah dimiliki untuk menjelaskan:
- Program atau aksi apa saja yang bisa kita lakukan?
- Kenapa kita harus melakukan hal tersebut?
- Bagaimana program atau aksi yang akan dilakukan bisa menjawab masalah tersebut?
- Apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan aksi atau program yang akan dibuat?
6. Setiap kelompok mempresentasikan poster yang dibuat dan sesi tanya jawab dengan guru
dan siswa lain di kelas
Poster tersebut akan menjadi bagian dari asesmen formatif untuk tahap kontekstualisasi
(Rubrik penilaian poster (Contoh 7.A) dan rubrik penilaian presentasi (Contoh 7.B) bisa dilihat di
halaman selanjutnya)
Contoh 7.A : Rubrik penilaian poster
Sangat berkembang Berkembang sesuai harapan Mulai berkembang Belum berkembang
Informasi dalam poster Poster memuat seluruh
informasi yang diperlukan serta
menambahkan informasi lain
yang mendukung ide utama
Poster memuat seluruh
informasi yang diperlukan
Masih terdapat 1 informasi
penting yang tidak
dicantumkan
Banyak informasi penting yang
tidak dicantumkan
Infografis hasil pengambilan
sampel
Menggunakan grafik yang
tepat untuk menunjukkan:
- jenis, tujuan konten yang
paling disukai dari konten
- perbandingan konten
berfaedah dan tidak yang
disukai temannya
Menggunakan grafik yang
tepat untuk menunjukkan:
- jenis, tujuan konten yang
paling disukai dari konten
- perbandingan konten
berfaedah dan tidak yang
disukai temannya
- Masih terdapat 1-2
kesalahan penggunaan
grafik
- Salah satu dari jenis, tujuan
konten yang paling disukai
atau perbandingan konten
berfaedah atau tidak yang
disukai tidak terlihat dari
grafik
Banyak kesalahan
penggunaan grafik dan tidak
ada grafik yang menunjukkan
jenis, tujuan konten yang
paling disukai atau
perbandingan konten
berfaedah atau tidak yang
disukai
Daya tarik poster Dikerjakan dengan rapi dengan
desain dan tata letak yang
sangat menarik
Dikerjakan dengan rapi dengan
desain dan tata letak yang
menarik
Desain dan tata letak yang
cukup menarik meskipun
kurang rapi
Poster dikerjakan dengan
kurang rapi dan kurang
menarik
Tata bahasa Tidak ada kesalahan tata
bahasa
Masih terdapat 1-2 kesalahan
tata bahasa
Masih terdapat 3-4 kesalahan
tata bahasa
Masih terdapat >4 kesalahan
tata bahasa
Contoh 7.B: Rubrik penilaian presentasi
Sangat berkembang Berkembang sesuai
harapan
Mulai berkembang Belum berkembang
Kontak mata Siswa selalu menjaga
kontak mata dengan
pendengar tanpa harus
membaca catatan atau
poster
Siswa masih suka
membaca catatan atau
poster tetapi selalu kembali
untuk menjaga kontak mata
dengan pendengar
Siswa lebih sering
membaca catatan atau
poster dengan sedikit
kontak mata dengan
pendengar
Siswa hanya membaca
catatan atau poster tanpa
kontak mata dengan
pendengar
Kelancaran dalam
menerangkan ide
Siswa berbicara dengan
jelas dan lantang dengan
pelafalan kata yang selalu
tepat tanpa ‘Err’ atau
‘Emm’. Seluruh pendengar
bisa mengerti dengan baik.
Siswa bicara dengan
lantang dan kebanyakan
dari kata-kata yang
diucapkan dilafalkan
dengan jelas. Masih
terdapat sedikit ‘Err’ atau
‘Emm’. Seluruh pendengar
masih bisa mengerti
dengan baik.
Siswa bicara dengan suara
rendah dan masih banyak
kata yang dilafalkan dengan
kurang jelas. Sering
terdapat ‘Err’ atau ‘Emm’.
Pendengar masih harus
bertanya ulang untuk bisa
mengerti dengan baik.
Siswa bergumam dengan
suara rendah. Hanya
terdengar banyak ‘Err’ dan
‘Emm’. Pendengar tidak
bisa mengerti presentasi
dengan baik.
TAHAP AKSI
8. Action plan: Menetapkan dan merencanakan aksi
Waktu: 2 jam (atau 2-3 JP) | Bahan: Kumpulan ide apa yang bisa dilakukan dari kegiatan no. 6, Poster
brainstorming dari kegiatan no. 7, lembar kerja untuk memutuskan aksi yang akan dilakukan (Contoh
8.A), lembar SMART: action plan (Contoh 8.B)
Persiapan:
1. Guru mempelajari SMART Goal Setting untuk membimbing siswa dalam pembuatan target
aksi yang akan dilakukan
Referensi:
- https://sis.binus.ac.id/2020/06/23/thinking-skill-101-cara-efektif-menetapkan-tujuan-dengan-s
-m-a-r-t-goal-setting/
- https://glints.com/id/lowongan/metode-smart-adalah/#.YIbkZ-sxXMI
- https://www.smartsheet.com/blog/essential-guide-writing-smart-goals
Pelaksanaan
1. Guru mengevaluasi ide-ide untuk aksi yang bisa dilakukan (Kegiatan No. 6, Tahap 4) dan
membantu murid untuk membuat keputusan dalam memilih aksi yang akan dilakukan
menggunakan graphic organizer (Contoh 8.A di halaman selanjutnya)
2. Setelah keputusan sudah dibuat, siswa melakukan pembuatan target menggunakan lembar
SMART (Contoh 8.B) dengan bimbingan guru
3. Siswa merencanakan aksi: membuat action plan dengan bimbingan guru
Pertanyaan yang bisa membantu dalam pembuatan action plan:
- Apa saja barang yang dibutuhkan?
- Bagaimana pembagian tugas dalam kelompok?
- Ilmu atau keterampilan khusus apa yang harus dikuasai?
- Bagaimana atau kepada siapa bisa dipelajari?
- Informasi atau data tambahan apa yang diperlukan?
- Siapa yang bisa membantu untuk mendapatkan informasi tersebut?
- Bagaimana bisa menghubungi orang-orang yang bisa membantu dalam pembuatan
aksi ini?
Contoh 8.A: Memutuskan aksi yang akan dilakukan
Ide aksi 1: Ide aksi 2: Ide aksi 3:
Apa saja yang harus
dipersiapkan?
Siapa yang bisa
membantu?
Ilmu/keterampilan
spesifik apa yang harus
dikuasai?
Berapa lama waktu
yang dibutuhkan?
…..
Ide Aksi 1: Ide Aksi 2: Ide Aksi 3:
PRO KONTRA PRO KONTRA PRO KONTRA
Keputusan kelompok kami:
Jenis Konten Tujuan Konten
Detil Konten:
Contoh 8.B: SMART Goal Setting
Specific (Spesifik)
Apa tujuan yang ingin dicapai dari aksi ini?
Measurable (Bisa diukur)
Bagaimana kami tahu aksi ini sudah
mencapai tujuannya?
Attainable (Bisa tercapai)
Bagaimana tujuan aksi ini bisa tercapai
dengan waktu dan fasilitas yang kami
punya?
Relevant (Relevan)
Bagaimana tujuan ini penting untuk kami?
Timely (Batas waktu)
Kapan tujuan ini akan tercapai?
9. Interaksi dengan ahli: Wawancara
Waktu: 1 jam (atau 1-2 JP) dan 3-4 jam kerja mandiri | Bahan: Lembar kerja dari kegiatan no. 8
Persiapan
1. Guru mempelajari hasil kerja dari kegiatan no.8 untuk membantu dalam pencarian
narasumber yang bisa membantu siswa dalam tahap 9-10
2. Guru menghubungi narasumber relevan yang bisa membantu siswa sebagai narasumber
tambahan atau rencana cadangan jika siswa memiliki kesulitan untuk mencari atau
menghubungi narasumber
3. Dalam tahap ini, guru akan menjadi fasilitator untuk membantu siswa dalam menghubungi
narasumber yang diperlukan
Referensi narasumber (untuk pembuatan konten):
- Kreator konten (influencer, youtuber)
- Pelaku seni peran (aktor)
- Sineas (sutradara, produser, juru kamera)
- Fotografer
- Desainer grafis
- Musisi
- Juru masak
Catatan untuk guru: jika mengalami kesulitan untuk menemukan narasumber ahli seperti contoh di
atas, siswa bisa melakukan wawancara dan konsultasi dengan orang-orang dengan
keterampilan/hobi khusus dari komunitas sekolah dan sekitar, seperti:
- Guru musik, tata boga, seni
- Juru masak di kantin sekolah
- Orangtua murid atau kenalan yang memiliki keterampilan atau hobi masak, musik, tari, dan
sebagainya sesuai dengan tujuan dari aksi yang akan dilakukan siswa
Pelaksanaan
1. Siswa membuat pertanyaan wawancara yang bisa membantu mereka dalam menjalankan
aksinya (membuat konten media sosial)
2. Siswa mencari tahu narasumber yang relevan untuk diwawancarai dan diminta untuk
berkolaborasi dalam menjalankan aksinya
3. Siswa menghubungi narasumber. Pertemuan dengan narasumber bisa dilakukan secara
langsung atau daring.
4. Guru selalu ikut mendampingi siswa pada saat berinteraksi dengan narasumber
10. Interaksi dengan ahli: Kolaborasi dalam aksi
Waktu: 4-5 jam kerja mandiri | Bahan: Lembar kerja dari kegiatan no. 8, hasil diskusi dengan
narasumber di kegiatan no. 9
Pelaksanaan
1. Dalam tahap ini, siswa dalam kelompok kerjanya akan bekerja secara mandiri untuk
menjalankan action plan yang sudah dibuat
2. SIswa melakukan pertemuan dengan narasumber untuk konsultasi
3. Guru berperan sebagai fasilitator dalam menjalankan aksi yang dibuat
4. Guru melakukan pemeriksaan kemajuan hasil akhir projek secara berkala untuk membantu
siswa dalam pengaturan waktu
Dalam tahap ini guru mengingatkan siswa bahwa mereka akan diminta untuk membuat poster
untuk menunjukkan perjalanan projek yang mereka lalui sampai hasil akhir projek.
Susunan poster bisa mengikuti tahapan yang ada di projek ini:
- Tahap pengenalan
- Tahap kontekstualisasi
- Tahap aksi
11. Pembuatan poster perjalanan projek
Waktu: 2 jam (atau 2-3 JP) dan 3-4 jam kerja mandiri | Bahan: seluruh lembar kerja dari tahap
pengenalan sampai tahap aksi
Pelaksanaan
1. Siswa membuat poster untuk menunjukkan perjalanan projek yang dilalui
2. Susunan poster mengikuti tahapan yang ada dalam projek
➔ Tahap pengenalan:
- Apa yang dilakukan dalam tahap ini?
- Apa yang dipelajari dalam tahap ini?
- Masalah apa yang dilihat dalam tahap ini?
- Apa pemahaman yang siswa miliki dalam tahap ini?
➔ Tahap kontekstualisasi:
- Apa yang dilakukan dalam tahap ini?
- Apa yang dipelajari dalam tahap ini
- Masalah apa yang dilihat dalam tahap ini?
- Apa pemahaman yang siswa miliki dalam tahap ini?
➔ Tahap aksi:
- Apa yang dilakukan dalam tahap ini?
- Apa yang dipelajari dalam tahap ini?
- Siapa yang ditemui dalam tahap ini?
- Apa kesulitan yang dihadapi dalam tahap ini?
- Bagaimana mengatasi kesulitan yang dihadapi dalam tahap ini?
➔ Refleksi:
- Mengapa konten berfaedah penting?
- Hal apa saja yang paling menyenangkan dari projek ini?
- Kesulitan signifikan apa yang dihadapi dalam projek ini?
- Jika bisa mengulang projek ini dari awal, apa yang akan dilakukan dengan
berbeda?
Poster perjalanan projek ini akan ditampilkan pada saat hari perayaan pembelajaran
TAHAP REFLEKSI &
TINDAK LANJUT
12. Perayaan pembelajaran: publikasi hasil akhir projek
dan pameran poster perjalanan projek
Waktu: 3-4 jam | Bahan: Hasil akhir projek (contoh: konten sosial media yang dibuat) dan poster
perjalanan projek
Persiapan:
1. H-1 pameran pembelajaran, siswa menyiapkan pojok pameran kelompoknya dengan
menempelkan poster perjalanan projek, menyiapkan peralatan yang diperlukan untuk
menampilkan konten yang dibuat (layar, proyektor, komputer, pengeras suara, dan
sebagainya)
Pelaksanaan
1. Siswa berdiri dan siap siaga di pojok pameran kelompoknya untuk menyambut pengunjung
(guru, orangtua, komunitas sekitar sekolah, pegawai sekolah) dengan menampilkan hasil
akhir projeknya dan poster perjalanan projeknya. Siswa menekankan pentingnya
mengakses dan membuat konten berfaedah dengan argumentasi yang sudah didapatkan
selama projek ini
2. Pengunjung bisa menilai presentasi dan poster siswa (menggunakan rubrik seperti di contoh
7.A dan 7.B dalam panduan ini)
3. Pengunjung bisa menilai hasil akhir projek siswa dengan memberikan stiker jika hasil akhir
projek dianggap menarik atau diminta untuk menuliskan umpan balik mengenai aksi yang
ditawarkan siswa
13. Evaluasi dan refleksi
Waktu: 2 jam (2-3 JP) | Bahan: Lembar goal setting di kegiatan no. 8 (Contoh 8.B), lembar SMART goal
setting, lembar umpan balik dan rubrik dari pengunjung di kegiatan no. 12, rubrik asesmen sumatif
projek (Contoh 13.A) dan lembar refleksi akhir projek
Pelaksanaan
1. Siswa mengevaluasi aksi yang dilakukan dengan melihat kembali tolak ukur pencapaian
target yang dibuat dalam lembar goal setting. Lembar umpan balik dan rubrik asesmen
sumatif projek (Contoh 13.A. Rubrik asesmen sumatif projek) juga digunakan untuk
melakukan evaluasi
2. Guru membimbing siswa dalam proses evaluasi dengan pertanyaan pemantik:
- Bagaimana tujuan dari aksi yang dilakukan sudah tercapai?
- Bagaimana cara mengetahui apakah aksi yang dilakukan tepat sasaran?
- Bagaimana kita bisa membuat aksi ini lebih berkelanjutan?
3. Setelah itu, guru membimbing siswa untuk melakukan refleksi akhir dengan pertanyaan
pemantik:
- Apa pencapaian terbesarku selama projek ini?
- Apa pelajaran penting yang aku dapatkan dari projek ini?
- Apa hal paling menyenangkan dalam di projek ini?
- Apa hal yang paling tidak menyenangkan dalam projek ini?
- Apa perubahan dalam diriku yang terjadi karena projek ini?
- Apa yang ingin aku pelajari atau dalami lebih lanjut?
Contoh 13.A : Rubrik asesmen sumatif projek
Sangat berkembang Berkembang sesuai harapan Mulai berkembang Belum berkembang
Perencanaan Perencanaan yang jelas dan
matang:
tujuan, tahapan-tahapan
penting
(milestones) serta lini masa
yang
realistis
Perencanaan yang jelas:
tujuan dan lini masa yang
realistis
Perencanaan memiliki tujuan
yang jelas
Masih berupa curah pendapat
dan ide-ide aksi yang belum
beraturan
Pelaksanaan Siswa mengidentifikasi jalur
yang
berbeda untuk menjalankan
rencana. Mereka dapat
melaksanakan rencana
dengan
proses yang terkoordinasi,
bervariasi dan bekerja secara
adaptif
Siswa mengidentifikasi satu
jalur untuk menjalankan
rencana. Mereka dapat
melaksanakan rencana
dengan proses yang
terkoordinasi
Siswa mengidentifikasi satu
jalur untuk menjalankan
rencana. Mereka dapat
melaksanakan proses runtut
dan meminta bantuan pada
pihak-pihak yang sesuai
Siswa melaksanakan
aktivitas-aktivitas secara
sporadis
Ketepatan sasaran Solusi/aksi yang ditawarkan
menyasar inti permasalahan,
realistis dan memberikan
dampak
yang berkesinambungan
Solusi/ aksi yang ditawarkan
menyasar faktor-faktor yang
terkait dengan permasalahan
dan memberikan dampak
positif sementara
Solusi/aksi yang ditawarkan
berupa ide yang masih di
permukaan permasalahan
dan/atau kurang realistis
Masih dalam tahapan
identifikasi faktor yang
menyebabkan permasalahan
dan akibat yang ditimbulkan
Referensi
https://www.edutopia.org/project-based-learning
https://www.dfcworld.com/SITE
Ritchhart, R., Church, M., & Morrison, K. (2011). Making thinking visible. Jossey-Bass
International Baccalaureate Organization. Primary Years Programme, Exhibition guidelines
International Baccalaureate Organization. Middle Years Programme, Personal project guide

More Related Content

PDF
Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI_Fase D_BiandaChiara_290421.pdf
DOCX
Berekayasa dan berteknologi.docx
PPTX
Projek Filter Faedah-Fase D_Bianda Chiara (working doc).pptx
PDF
modul-p5---suara-demokrasi-xp1w9d.pdf
PDF
1.5 Pengenalan Tema Suara Demokrasi dan contoh nyata disekolah
PPTX
Projek Rekayasa Dan Berteknologi-Fase D.pptx
PPTX
Tugas P5 Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan SMAS Mgr. Gabriel Manek Lahur...
PPTX
2. Rancangan Modul P5.pptx
Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI_Fase D_BiandaChiara_290421.pdf
Berekayasa dan berteknologi.docx
Projek Filter Faedah-Fase D_Bianda Chiara (working doc).pptx
modul-p5---suara-demokrasi-xp1w9d.pdf
1.5 Pengenalan Tema Suara Demokrasi dan contoh nyata disekolah
Projek Rekayasa Dan Berteknologi-Fase D.pptx
Tugas P5 Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan SMAS Mgr. Gabriel Manek Lahur...
2. Rancangan Modul P5.pptx

Similar to Berekayasa dan Berteknologi Fase D SMP PGRI 1 Tangerang.pdf (20)

DOCX
NUV5RXZabWZrQitWbTh1WFBQeWpmbnF6L2VGR1NyYmtYSUNnczJ2ZjRmSkNla3JEVFhPSXJwOFlJZ...
PPTX
Modul P 5 Berekayasa dan Berteknologi .pptx
PDF
Modul Projek Cyberbullying fix..pdf
PPTX
Modul P5 - REVOS BERHIAS 2 (gaya hidup berkelanjutan) - rev3 kelas X.pptx
PDF
MODUL PROFIL PELAJAR PANCASILA SUARA DEMOKRASI 2024 (1).pdf
PDF
MODUL PROJEK P5 SUARA DEMOKRASI 2024 (1).pdf
PPTX
Modul Bhinneka Tunggal Ika SMK Fase F.pptx
DOCX
Contoh_Modul_P5_SMP_Fase_D_Tema_Suara_De.docx
PDF
P5P2RA Kewirausahaan Madarasah Tsanawiyah.pdf
PPTX
P5 Kewirausahaan.pptx
PPTX
Projek Berekayasa dan Berteknologi P5 PPT.pptx
PDF
proyek penguatan profil pelajar pancasila pelita.pdf
PPTX
1. TEMA 1 GAYA HIDUP BERKELANJUTAN.pptx
PDF
MODUL P5 - SUARA DEMOKRASI.pdf
PPTX
P5 Projek ke 2 Bhineka Tunggal Ika SMK Kelas X Tahun 20204 okelah
PDF
Final Project FASE D_ BHINNEKA TUNGGAL IKA_ NURWIDYA.pdf
PPTX
(Fase E ) - Bhineka Tunggal Ika (datadikdasmen.com).pptx
DOCX
MODUL PROJEK CEGAH CYBER BULLYING.docx
PDF
(Fase E ) - Bhineka Tunggal Ika (datadikdasmen.com).pdf
PDF
(Fase E ) - Bhineka Tunggal Ika (datadikdasmen.com).pdf
NUV5RXZabWZrQitWbTh1WFBQeWpmbnF6L2VGR1NyYmtYSUNnczJ2ZjRmSkNla3JEVFhPSXJwOFlJZ...
Modul P 5 Berekayasa dan Berteknologi .pptx
Modul Projek Cyberbullying fix..pdf
Modul P5 - REVOS BERHIAS 2 (gaya hidup berkelanjutan) - rev3 kelas X.pptx
MODUL PROFIL PELAJAR PANCASILA SUARA DEMOKRASI 2024 (1).pdf
MODUL PROJEK P5 SUARA DEMOKRASI 2024 (1).pdf
Modul Bhinneka Tunggal Ika SMK Fase F.pptx
Contoh_Modul_P5_SMP_Fase_D_Tema_Suara_De.docx
P5P2RA Kewirausahaan Madarasah Tsanawiyah.pdf
P5 Kewirausahaan.pptx
Projek Berekayasa dan Berteknologi P5 PPT.pptx
proyek penguatan profil pelajar pancasila pelita.pdf
1. TEMA 1 GAYA HIDUP BERKELANJUTAN.pptx
MODUL P5 - SUARA DEMOKRASI.pdf
P5 Projek ke 2 Bhineka Tunggal Ika SMK Kelas X Tahun 20204 okelah
Final Project FASE D_ BHINNEKA TUNGGAL IKA_ NURWIDYA.pdf
(Fase E ) - Bhineka Tunggal Ika (datadikdasmen.com).pptx
MODUL PROJEK CEGAH CYBER BULLYING.docx
(Fase E ) - Bhineka Tunggal Ika (datadikdasmen.com).pdf
(Fase E ) - Bhineka Tunggal Ika (datadikdasmen.com).pdf
Ad

Recently uploaded (20)

PPTX
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Ekonomi Kelas X SMA Terbaru 2025
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Fisika Kelas XII SMA Terbaru 2025
DOCX
Daftar Judul Paper Artificial Intelligence in Information System
PDF
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
PPTX
Paparan Pembelajaran Mendalam V2 (fix).pptx
PPTX
POWER POING IPS KLS 8 KUMER 2025-2026.pptx
PPTX
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PDF
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
PPTX
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
PPTX
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
PPTX
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PPTX
PPT MODUL 3 PENYELARASAN VISI MISI DENGAN OEMBELAJARAN MENDALAM
PPTX
Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Leaning
PDF
Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Pancasila Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Ekonomi Kelas X SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Fisika Kelas XII SMA Terbaru 2025
Daftar Judul Paper Artificial Intelligence in Information System
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
Paparan Pembelajaran Mendalam V2 (fix).pptx
POWER POING IPS KLS 8 KUMER 2025-2026.pptx
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PPT MODUL 3 PENYELARASAN VISI MISI DENGAN OEMBELAJARAN MENDALAM
Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Leaning
Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Pancasila Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
Ad

Berekayasa dan Berteknologi Fase D SMP PGRI 1 Tangerang.pdf

  • 1. Filter Faedah: Konten Media Sosial yang Berfaedah untuk Semua Panduan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tema: Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI (Fase D)
  • 2. Tujuan, Alur, dan Target Pencapaian Dengan mengacu kepada kepada dimensi Profil Pembelajar Pancasila dan mengangkat tema Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI, projek “Filter Faedah: Konten Media Sosial yang Berfaedah untuk Semua” bertujuan untuk membentuk siswa yang memiliki kesadaran terhadap pentingnya mengakses dan membuat konten media sosial yang bermanfaat. Siswa akan diajak untuk memulai projek dengan tahap pengenalan. Tahap ini akan membawa siswa untuk mendefinisikan kata ‘faedah’ dan ‘filter’ agar dapat memahami permainan kata yang digunakan dalam judul projek ini. Setelah itu, mereka akan diajak untuk eksplorasi isu untuk melihat masalah nyata yang disebabkan konten yang tidak bermanfaat. Siswa juga diajak untuk memahami jenis-jenis konten media sosial beserta tujuan dan dampak yang disebabkan oleh konten-konten tersebut. Tujuannya, agar siswa mampu membuat hubungan untuk menetapkan kriteria konten yang berfaedah dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat konten. Selanjutnya adalah tahap kontekstualisasi. Siswa diajak untuk menilai kualitas konten sosial media yang digemari teman-teman sekitarnya. Di waktu yang sama, mereka akan mencari tahu konten yang digemari oleh target audience dan mempertimbangkan dampak yang bisa terjadi jika teman-temannya terus melihat konten yang tidak berfaedah. Setelah itu, mereka akan mencari tahu apa yang bisa dilakukan untuk menjawab masalah yang ada. Hal-hal tersebut akan menjadi pertimbangan saat mereka melakukan brainstorm ide untuk konten berfaedah yang bisa mereka buat dan bentuk kampanye yang bisa dilakukan di akhir tahap ini. Dalam tahap aksi, narasumber ahli akan diundang untuk berkolaborasi dengan siswa untuk menguasai pengetahuan atau keterampilan spesifik dalam menjalankan action plan yang sudah dibuat. Perayaan dari projek ini dilakukan di tahap refleksi & tindak lanjut. Hasil kerja siswa selama projek ini akan dipublikasikan. Di akhir projek, siswa diajak untuk mengevaluasi aksi yang sudah dilakukan agar dapat membuatnya menjadi lebih berkelanjutan. Melalui projek ini, siswa diharapkan akan mengembangkan lima dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia, Berkebinekaan Global, Bergotong Royong, Bernalar Kritis, dan Kreatif beserta sub-elemen yang akan dijabarkan dalam panduan ini.
  • 3. Tahapan dalam Projek Tahap Pengenalan ① Definisi dan penggunaan kata ‘faedah’ dan ‘filter’ dalam konteks sehari-hari ② Eksplorasi isu: masalah nyata yang disebabkan oleh konten yang tidak berfaedah ③ Konten media sosial: Jenis, tujuan dan dampak ④ Membuat hubungan: Konten ini berfaedah atau tidak? Tahap Kontekstualisasi ⑤ Apa yang digemari teman-temanku? → mencari tahu konten yang digemari oleh teman-teman sekitarnya ⑥ Apa yang bisa kita lakukan? → mencari alternatif cara untuk menjawab masalah yang ada ⑦ Brainstorming ide untuk menjawab masalah yang ada Tahap Aksi ⑧ Action plan: menetapkan dan merencanakan aksi ⑨ Interaksi dengan ahli: Wawancara mencari tahu lebih dalam masalah, bagaimana cara membuat konten ⑩ Interaksi dengan ahli: Kolaborasi dalam aksi ⑪ Membuat poster perjalanan projek untuk menunjukkan mengapa konten berfaedah penting Tahap Refleksi & Tindak Lanjut ⑫ Perayaan pembelajaran: mempublikasikan hasil akhir projek (aksi yang dilakukan) dan melakukan pameran poster perjalanan projek ⑬ Evaluasi dan refleksi: mengevaluasi hasil dari aksi yang dilakukan dan menentukan cara untuk membuat aksi jadi berkelanjutan
  • 4. Dimensi, Elemen, dan Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Profil Pelajar Pancasila terkait Sub-elemen Profil Pelajar Pancasila Target Pencapaian di akhir Fase D (SMP, 12-15 tahun) Aktivitas Terkait Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia Integritas Berani dan konsisten menyampaikan kebenaran atau fakta serta memahami konsekuensi-konsekuensinya untuk diri sendiri dan orang lain 4, 9, 10, 11, 12, 13 Berkebinekaan Global Aktif membangun masyarakat yang inklusif, adil dan berkelanjutan Mengidentifikasi masalah yang ada di sekitarnya sebagai akibat dari pilihan yang dilakukan oleh manusia, serta dampak masalah tersebut terhadap sistem ekonomi, sosial dan lingkungan, serta mencari solusi yang memperhatikan prinsip-prinsip keadilan terhadap manusia, alam dan masyarakat 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13 Berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan bersama Berpartisipasi dalam menentukan kriteria dan metode yang disepakati bersama untuk menentukan pilihan dan keputusan untuk kepentingan bersama melalui proses bertukar pikiran secara cermat dan terbuka dengan panduan pendidik 2, 3, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13 Memahami peran individu dalam demokrasi Memahami konsep hak dan kewajiban serta implikasinya terhadap ekspresi dan perilakunya. Mulai aktif mengambil sikap dan langkah untuk melindungi hak orang/kelompok lain. 6, 7, 8, 9, 10, 12, 13
  • 5. Dimensi, Elemen, dan Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Profil Pelajar Pancasila terkait Sub-elemen Profil Pelajar Pancasila Target Pencapaian di akhir Fase D (SMP, 12-15 tahun) Aktivitas Terkait Bergotong-royong Tanggap terhadap lingkungan sosial Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan 5, 6, 7, 8, 9, 10, 12, 13 Persepsi sosial Menggunakan pengetahuan tentang sebab dan alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu untuk menentukan tindakan yang tepat agar orang lain menampilkan respon yang diharapkan. 5, 6, 7, 9, 10, 12 Bernalar Kritis Mengajukan pertanyaan Mengajukan pertanyaan untuk klarifikasi dan interpretasi informasi, serta mencari tahu penyebab dan konsekuensi dari informasi tersebut. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13 Mengidentifikasi, mengklarifikasi dan mengolah informasi dan gagasan Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13 Menganalisis, mengevaluasi penalaran dan prosedurnya Membuktikan penalaran dengan berbagai argumen dalam mengambil suatu simpulan atau keputusan. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13
  • 6. Dimensi, Elemen, dan Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Profil Pelajar Pancasila terkait Sub-elemen Profil Pelajar Pancasila Target Pencapaian di akhir Fase D (SMP, 12-15 tahun) Aktivitas Terkait Kreatif Menghasilkan gagasan yang orisinal Menghubungkan gagasan yang ia miliki dengan informasi atau gagasan baru untuk menghasilkan kombinasi gagasan baru dan imajinatif untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya. 3, 4, 6, 7, 8, 10, 11 Menghasilkan tindakan dan karya yang orisinal Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain 7, 8, 10, 11, 12 Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan Menghasilkan solusi alternatif dengan mengadaptasi berbagai gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan 5, 6, 7, 8, 10, 13
  • 7. Perkembangan Sub-elemen Antarfase (Referensi) Sangat berkembang Berkembang sesuai harapan Mulai berkembang Belum berkembang Integritas Menyadari bahwa aturan agama dan sosial merupakan aturan yang baik dan menjadi bagian dari diri sehingga bisa menerapkannya secara bijak dan kontekstual Berani dan konsisten menyampaikan kebenaran atau fakta serta memahami konsekuensi- konsekuensinya untuk diri sendiri dan orang lain Berani dan konsisten menyampaikan kebenaran atau fakta serta memahami konsekuensi- konsekuensinya untuk diri sendiri dan orang lain Membiasakan melakukan refleksi tentang pentingnya bersikap jujur dan berani menyampaikan kebenaran atau fakta Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia
  • 8. Perkembangan Sub-elemen Antarfase (Referensi) Sangat berkembang Berkembang sesuai harapan Mulai berkembang Belum berkembang Aktif membangun masyarakat yang inklusif, adil dan berkelanjutan Berinisiatif melakukan suatu tindakan berdasarkan identifikasi masalah untuk mempromosikan keadilan, keamanan ekonomi, menopang ekologi dan demokrasi sambil menghindari kerugian jangka panjang terhadap manusia, alam ataupun masyarakat. Mengidentifikasi masalah yang ada di sekitarnya sebagai akibat dari pilihan yang dilakukan oleh manusia, serta dampak masalah tersebut terhadap sistem ekonomi, sosial dan lingkungan, serta mencari solusi yang memperhatikan prinsip-prinsip keadilan terhadap manusia, alam dan masyarakat Membandingkan beberapa tindakan dan praktik perbaikan lingkungan sekolah yang inklusif, adil, dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan dampaknya secara jangka panjang terhadap manusia, alam, dan masyarakat Mengidentifikasi cara berkontribusi terhadap lingkungan sekolah, rumah dan lingkungan sekitarnya yang inklusif, adil dan berkelanjutan Berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan bersama Berpartisipasi menentukan pilihan dan keputusan untuk kepentingan bersama melalui proses bertukar pikiran secara cermat dan terbuka secara mandiri Berpartisipasi menentukan pilihan dan keputusan untuk kepentingan bersama melalui proses bertukar pikiran secara cermat dan terbuka secara mandiri Berpartisipasi dalam menentukan kriteria yang disepakati bersama untuk menentukan pilihan dan keputusan untuk kepentingan bersama Berpartisipasi menentukan beberapa pilihan untuk keperluan bersama berdasarkan kriteria sederhana Memahami peran individu dalam demokrasi Memahami konsep hak dan kewajiban, serta implikasinya terhadap ekspresi dan perilakunya. Mulai mencari solusi untuk dilema terkait konsep hak dan kewajibannya. Memahami konsep hak dan kewajiban serta implikasinya terhadap ekspresi dan perilakunya. Mulai aktif mengambil sikap dan langkah untuk melindungi hak orang/kelompok lain. Memahami konsep hak dan kewajiban, serta implikasinya terhadap perilakunya. Menggunakan konsep ini untuk menjelaskan perilaku diri dan orang sekitarnya Memahami konsep hak dan kewajiban, serta implikasinya terhadap perilakunya. Berkebinekaan Global
  • 9. Perkembangan Sub-elemen Antarfase (Referensi) Sangat berkembang Berkembang sesuai harapan Mulai berkembang Belum berkembang Tanggap terhadap lingkungan sosial Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk menghasilkan keadaan yang lebih baik. Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan menjaga keselarasan dalam berelasi dengan orang lain. Peka dan mengapresiasi orang-orang di lingkungan sekitar, kemudian melakukan tindakan untuk menjaga keselarasan dalam berelasi dengan orang lain. Persepsi sosial Melakukan tindakan yang tepat agar orang lain merespon sesuai dengan yang diharapkan dalam rangka penyelesaian pekerjaan dan pencapaian tujuan. Menggunakan pengetahuan tentang sebab dan alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu untuk menentukan tindakan yang tepat agar orang lain menampilkan respon yang diharapkan. Menerapkan pengetahuan mengenai berbagai reaksi orang lain dan penyebabnya dalam konteks keluarga, sekolah, serta pertemanan dengan sebaya. Memahami berbagai alasan orang lain menampilkan respon tertentu Bergotong Royong
  • 10. Perkembangan Sub-elemen Antarfase (Referensi) Sangat berkembang Berkembang sesuai harapan Mulai berkembang Belum berkembang Mengajukan pertanyaan Mengajukan pertanyaan untuk menganalisis secara kritis permasalahan yang kompleks dan abstrak. Mengajukan pertanyaan untuk klarifikasi dan interpretasi informasi, serta mencari tahu penyebab dan konsekuensi dari informasi tersebut. Mengajukan pertanyaan untuk membandingkan berbagai informasi dan untuk menambah pengetahuannya. Mengajukan pertanyaan untuk Mengidentifikasi suatu permasalahan dan mengkonfirmasi pemahaman terhadap suatu permasalahan mengenai dirinya dan lingkungan sekitarnya. Mengidentifikasi, mengklarifikasi dan mengolah informasi dan gagasan Secara kritis mengklarifikasi sertamenganalisis gagasan dan informasiyang kompleks dan abstrak dariberbagai sumber. Memprioritaskan suatu gagasan yang paling relevan dari hasil klarifikasi dan analisis. Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu. Mengumpulkan, mengklasifikasikan, membandingkan, dan memilih informasi dari berbagai sumber, serta memperjelas informasi dengan bimbingan orang dewasa. Mengumpulkan, mengklasifikasikan, membandingkan dan memilih informasi dan gagasan dari berbagai sumber. Menganalisis, mengevaluasi penalaran dan prosedurnya Menganalisis dan mengevaluasi penalaran yang digunakannya dalam menemukan dan mencari solusi serta mengambil keputusan. Membuktikan penalaran dengan berbagai argumen dalam mengambil suatu simpulan atau keputusan. Menjelaskan alasan yang relevan dan akurat dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan Menjelaskan alasan yang relevan dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan Bernalar Kritis
  • 11. Perkembangan Sub-elemen Antarfase (Referensi) Sangat berkembang Berkembang sesuai harapan Mulai berkembang Belum berkembang Menghasilkan gagasan yang orisinal Menghasilkan gagasan yang beragam untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya, menilai gagasannya, serta memikirkan segala risikonya dengan mempertimbangkan banyak perspektif seperti etika dan nilai kemanusiaan ketika gagasannya direalisasikan. Menghubungkan gagasan yang ia miliki dengan informasi atau gagasan baru untuk menghasilkan kombinasi gagasan baru dan imajinatif Untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya. Mengembangkan gagasan yang ia miliki untuk membuat kombinasi hal yang baru dan imajinatif untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya. Memunculkan gagasan imajinatif baru yang bermakna dari beberapa gagasan yang berbeda sebagai ekspresi pikiran dan/atau perasaannya. Menghasilkan tindakan dan karya yang orisinal Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampak dan risikonya bagi diri dan lingkungannya dengan menggunakan berbagai perspektif Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta Mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya sesuai dengan minat dan kesukaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan serta mengapresiasi dan mengkritik karya dan tindakan yang dihasilkan Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya sesuai dengan minat dan kesukaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan serta mengapresiasi karya dan tindakan yang dihasilkan Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan Bereksperimen dengan berbagai pilihan secara kreatif untuk memodifikasi gagasan sesuai dengan perubahan situasi. Menghasilkan solusi alternatif Dengan mengadaptasi berbagai gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan Berupaya mencari solusi alternatif saat pendekatan yang diambil tidak berhasil berdasarkan identifikasi terhadap situasi Membandingkan gagasan-gagasan kreatif untuk menghadapi situasi dan permasalahan. Kreatif
  • 12. Relevansi projek ini bagi sekolah dan semua guru mata pelajaran Projek ini berangkat dari isu nyata yang terjadi dalam penggunaan media sosial oleh anak remaja, dimana banyak konten-konten menampilkan prank atau hoaks yang merugikan pihak lain atau membawa dampak negatif untuk perilaku remaja pada umumnya. Hal tersebut membuat seluruh dunia berkampanye untuk mendukung penggunaan internet sehat. Isu-isu tersebut terjadi di Indonesia. Pada kenyataannya, banyak anak dan remaja di Indonesia dari berbagai kalangan memiliki akses ke media sosial seperti TikTok, Instagram, Youtube dan sebagainya. Para remaja ini adalah digital native, mereka sudah hidup di era digital sejak lahir. Membatasi atau melarang penggunaan teknologi--dalam kasus ini, media sosial--sudah lagi bukan jawaban. Yang bisa dilakukan adalah membentuk kesadaran terhadap pentingnya penggunaan internet sehat. Sekolah, sebagai salah satu dari lingkungan utama untuk para remaja, adalah tempat yang ideal untuk memfasilitasi hal tersebut. Dalam projek ini, penggunaan internet sehat akan berfokus pada pentingnya mengakses dan membuat konten yang bermanfaat--atau sering juga disebut sebagai ‘berfaedah’ oleh anak zaman ini. Siswa juga akan mengasah banyak keterampilan yang dilakukan secara lintas mata pelajaran dalam setiap tahapan. Tujuan utamanya, siswa akan dibentuk untuk menjadi agen perubahan dalam membantu memecahkan masalah dunia digital ini secara kritis, kreatif dan penuh empati.
  • 13. Cara Penggunaan Panduan Projek Ini Panduan ini dirancang untuk guru fase D (SMP) untuk melaksanakan kegiatan ko-kurikuler dengan tema Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI. Dalam panduan projek ini, terdapat 13 kegiatan yang saling berkaitan. Projek ini direkomendasikan untuk dilaksanakan di semester kedua kelas VIII atau semester pertama kelas IX dengan waktu total kurang lebih 48 jam. Sebaiknya disediakan waktu antar aktivitas agar guru dan siswa memiliki waktu untuk mempersiapkan materi atau tugas yang bisa membuat diskusi dan refleksi menjadi lebih kritis dan bermakna. Panduan ini bisa dijadikan acuan, namun guru dan sekolah memiliki kebebasan untuk menyesuaikan jumlah aktivitas atau alokasi waktu sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah. Begitu juga dengan tahapan aktivitas dan materi di dalamnya, guru dan sekolah bisa menyesuaikannya sesuai dengan kondisi sekolah dan lingkungan. Siswa disarankan untuk mengumpulkan dan menyimpan setiap hasil kerja dalam satu kesatuan agar bisa digunakan sebagai referensi yang membantu proses pembelajaran di setiap tahapan. Kumpulan hasil kerja di setiap aktivitas juga bisa digunakan sebagai portofolio pembelajaran siswa yang dapat membantu guru dalam melakukan asesmen, baik formatif maupun sumatif.
  • 14. Di akhir projek ini, siswa akan melakukan aksi untuk menjawab masalah yang diakibatkan oleh konten-konten media sosial yang tidak berfaedah. Dalam panduan ini, aksi yang dilakukan akan berfokus pada pembuatan konten media sosial yang berfaedah dengan menggunakan hasil pencarian dan pembelajaran selama projek ini. Berikut ide untuk diferensiasi aksi yang sejalan dengan tahapan projek dan bisa dilakukan: ● Bekerja sama dengan ahli dalam membuat algoritma filter konten yang tidak berfaedah seperti hoaks, prank, dsb. ● Menulis petisi yang ditujukan kepada pihak berwenang seperti Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk memblokir akses ke konten yang mengandung hoaks, prank, dsb. ● Menulis petisi yang ditujukan ke platform media sosial untuk membuat filter konten hoaks, prank, dsb. ● Berkampanye untuk mengajak siswa lain untuk hanya mengakses konten yang berfaedah dan tidak mengakses konten yang tidak berfaedah ● Berkampanye untuk mengajak siswa lain untuk membuat konten yang berfaedah Guru bisa membantu siswa untuk memutuskan aksi yang akan dilakukan dengan mempertimbangkan fasilitas atau akses yang dimiliki. Yang terpenting, perhatikan arah pemikiran dan ide siswa di setiap tahap dalam perjalanan projek ini. CATATAN UNTUK GURU MENGENAI HASIL AKHIR PROJEK INI
  • 18. 1. Definisi & Penggunaan Kata ‘Faedah’ dan ‘Filter’ Waktu: 1 jam (atau 1-2 JP) dan 30 menit (kerja mandiri) Bahan: Definisi kata ‘faedah’ dan ‘filter’ dari KBBI, contoh artikel dengan kata ‘faedah’, lembar refleksi 1.A (contoh di halaman selanjutnya) Persiapan: 1. Guru melakukan pencarian definisi kata ‘faedah’ dan ‘filter’ dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) 2. Guru mencari artikel-artikel yang menggunakan kata ‘faedah’ dan ‘filter’ dalam konteks yang berbeda-beda. Kumpulkan minimal 5 paragraf dengan kata tesebut. Utamakan konteks media sosial untuk 3 dari 5 artikel yang dikumpulkan. Pelaksanaan: 1. Guru menampilkan kata ‘faedah’ dan ‘filter’ dengan memberikan pertanyaan pemantik: -Apa yang ada di pikiranmu saat melihat kata ini? -Dari mana mereka sering mendengar/melihat kata ini? -Apa yang kamu mengerti tentang kata ini? -Apakah ada kata lain yang memiliki arti yang sama (sinonim)? 2. Guru menuliskan ide utama dari jawaban-jawaban siswa di papan tulis 3. (A. Untuk sekolah yang tidak memiliki akses internet dan komputer) Guru menampilkan arti kata ‘faedah’ dan ‘filter’ yang diambil dari KBBI. Lalu, guru menggaris bawahi kata-kata kunci yang ada dari definisi tersebut 4. (B. Untuk sekolah yang memiliki fasilitas internet dan komputer) Siswa dibentuk dalam beberapa grup kecil untuk mencari tahu arti kata ‘faedah’ dan ‘filter’ di internet dan mencari contoh artikel yang menggunakan kata ‘faedah’ dan ‘filter’. Setelah itu, setiap grup menuliskan definisi yang sudah ditemukan di papan tulis untuk didiskusikan bersama dalam grup besar 5. A. Setelah definisi ditampilkan, guru membacakan contoh kalimat dari artikel yang dimiliki. Di akhir bacaan, guru meminta siswa untuk menjelaskan arti kata ‘faedah’ dan ‘filter’ dalam konteks yang dibaca. Guru melanjutkan membaca minimal 3 artikel. Guru juga bisa meminta siswa untuk membacakan artikel dengan keras B. Setelah definisi didiskusikan dalam grup besar, setiap grup diminta untuk membacakan contoh artikel yang mereka temukan dengan keras. Di setiap akhir bacaan, guru mengundang siswa dalam grup besar untuk menjelaskan arti kata ‘faedah’ dan ‘filter’ dalam konteks yang baru dibaca. 6. Sebelum memulai tugas, guru meminta beberapa siswa untuk membuat kalimat sendiri dengan menggunakan kata ‘faedah’ dan ‘filter’ secara lisan -- agar siswa lain bisa mendengar dan menguatkan pemahamannya mengenai kata tersebut 7. Setelah tugas selesai dilakukan, guru menutup kegiatan dengan menjelaskan kepada siswa bahwa projek ini bertajuk “Filter Faedah: Konten Media Sosial yang Berfaedah untuk Semua”. Berikan pertanyaan untuk dijadikan bahan refleksi di rumah: - Masalah apa yang akan kita lihat bersama dalam projek dengan judul tersebut? - Apa yang akan kita lakukan dalam projek dengan judul tersebut? - Mengapa penting untuk memahami kata ‘faedah’ sebelum memulai projek dengan judul tersebut? - Apa yang dimaksud dengan permainan kata ‘Filter Faedah’ dalam konteks judul tersebut? Siswa diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di rumah/waktu belajar mandiri dalam lembar refleksi 1.A. ‘Filter Faedah: apa maksudnya?’ Tugas: 1. Siswa diminta untuk menuliskan minimal 3 kalimat dengan kata ‘faedah’ dan 3 kalimat dengan kata ‘filter’ dala selembar kertas 2. Lembar refleksi 1.A. ‘Filter Faedah: apa maksudnya?’ untuk dikerjakan secara mandiri di rumah Catatan untuk guru: ● Guru melakukan asesmen dari hasil pemahaman kata berdasarkan hasil tugas di akhir kegiatan. Lakukan koreksi jika terjadi kesalahan dalam pemahaman. ● Kumpulkan dan kembalikan seluruh lembar tugas untuk disimpan sebagai portofolio kerja siswa
  • 19. Contoh Lembar Refleksi 1.A : Filter Faedah: Apa maksudnya? Kita akan memulai projek dengan judul “Filter Faedah: Konten Media Sosial yang Berfaedah untuk Semua”. Menurut kamu: 1. Masalah apa yang akan kita lihat bersama dalam projek dengan judul dan sub-judul tersebut? 2. Kegiatan apa saja yang akan kita lakukan dalam projek ini? 3. Mengapa penting untuk memahami kata ‘faedah’ dan ‘filter’ sebelum memulai projek ini? 4. Apa yang dimaksud dengan permainan kata ‘Filter Faedah’ dalam konteks judul tersebut?
  • 20. 2. Eksplorasi isu: Masalah nyata yang disebabkan oleh konten tidak berfaedah Waktu: 2 jam (atau 2-3 JP) dan 1 jam (kerja mandiri) Bahan: Artikel atau video berita mengenai masalah-masalah yang disebabkan konten tidak berfaedah, hasil lembar refleksi 1.A, lembar kerja 2.A & 2.B (contoh di halaman selanjutnya) Persiapan: 1. Guru menyiapkan kumpulan berita (artikel/video) mengenai masalah-masalah yang disebabkan atau mungkin dapat disebabkan konten tidak berfaedah (prank, remaja berperilaku di luar norma, dsb.) Pelaksanaan: 1. Guru menjadi moderator untuk diskusi grup besar mengenai hasil refleksi mandiri dalam lembar refleksi 1.A 2. Guru memfasilitasi dengan menekankan jawaban siswa seputar konten yang tidak bermanfaat di media sosial yang menimbulkan masalah. Jelaskan bahwa kegiatan ini akan mengeksplorasi masalah tersebut 3. (A. Untuk sekolah yang memiliki akses internet dan komputer) Siswa dikumpulkan dalam beberapa kelompok dan diminta untuk mengumpulkan 3 berita berbeda di internet (dalam bentuk artikel atau video, dari sumber yang dapat diandalkan) mengenai masalah yang ditimbulkan oleh konten media sosial yang tidak bermanfaat 4. (B. Untuk sekolah yang tidak memiliki akses internet dan komputer) Siswa dikumpulkan dalam beberapa kelompok. Guru membagikan artikel yang sudah dikumpulkan ke setiap kelompok untuk dibaca dan didiskusikan bersama 5. Siswa melakukan analisis untuk setiap berita menggunakan lembar kerja 2.A. Analisis artikel dengan metode 5W+1H (What, Where, Who, When, Why + How) - Apa, Dimana, Siapa, Kapan, Kenapa + Bagaimana. 6. Hasil analisis didiskusikan dalam grup besar. Guru menjadi moderator dalam membuat kesimpulan bersama dengan pertanyaan pemantik: - Apa yang menyebabkan masalah-masalah tersebut terjadi? (Tekankan jawaban siswa yang menjawab seputar isi atau konten media sosial) - Isi atau konten media sosial seperti apa yang menyebabkan masalah-masalah tersebut bisa terjadi? (Tekankan jawaban siswa seputar konten yang tidak bermanfaat yang bisa juga disebut tidak ‘berfaedah’ seperti kata yang digunakan dalam judul projek ini) - Apakah kamu atau teman-temanmu pernah mengalami masalah yang disebabkan oleh konten media sosial yang tidak berfaedah? - Apa yang bisa kita lakukan agar hal ini tidak terjadi di masa depan? 7. Guru menutup kegiatan dengan pertanyaan Jadi apa sih tujuan dan kegunaan media sosial sebenarnya? Siswa diminta untuk menuliskan hasil refleksinya di rumah/waktu belajar mandiri dalam selembar kertas dengan Tabel T untuk membandingkan dengan kenyataan masalah yang ada (lembar kerja 2.B) 8. Siswa juga diminta untuk mengumpulkan 3-5 contoh konten media sosial dalam bentuk (video youtube/posting Instagram/Instagram Story/Tiktok/dsb) yang digemari untuk kegiatan selanjutnya Tugas: 1. Analisis artikel dalam grup (kegiatan no. 5) ; Contoh Lembar Kerja 2.A. Analisis Artikel 2. Perbandingan Tujuan dan Kegunaan Media Sosial yang Sebenarnya dan Kenyataan Masalah yang Terjadi (kegiatan no. 7) ; Contoh Lembar Kerja 2.B Referensi artikel untuk Guru https://regional.kompas.com/read/2020/12/22/20370021/kisah-5-siswi-smp-injak-rapor-di-tiktok-tak-hargai-guru-dikeluarkan-dan?p age=all https://www.beritasatu.com/nasional/550691/saat-remaja-tak-bisa-kendalikan-diri-di-media-sosial https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/03/122000665/kasus-prank-daging-isi-sampah-kenapa-masih-ada-yang-membuat-ko nten-seperti?page=all https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5293171/deretan-aksi-prank-hingga-konten-yang-berujung-perkara-hukum-di-jabar/4 https://kumparan.com/septiana-wulan-dari-septianawulan-2019/sosial-media-dan-attitude-remaja-1v2yubUl6NJ/full https://nasional.kompas.com/read/2017/12/08/22494171/sudah-saatnya-remaja-menjadi-produsen-konten-positif?page=all https://www.cnbcindonesia.com/tech/20191202104600-37-119478/youtuber-prank-order-fiktif-ojol-itu-jahat-tak-manusiawi
  • 21. Contoh Lembar Kerja 2.A : Analisis artikel Judul artikel : Sumber artikel : APA Apa yang terjadi? SIAPA Siapa saja yang terlibat? DIMANA Dimana ini terjadi? KAPAN Kapan ini terjadi? KENAPA Kenapa ini bisa terjadi? BAGAIMANA Bagaimana kita bisa berkontribusi untuk mengindari masalah seperti ini di masa depan? Contoh Lembar Kerja 2.B : Tujuan dan Kegunaan Media Sosial (Tabel T) Media Sosial dan Kontennya Tujuan dan Kegunaan Sebenarnya Kenyataan Masalah yang Terjadi
  • 22. 3. Konten Media Sosial: Jenis, Tujuan, dan Dampak Waktu: 2 jam (atau 2-3 JP) | Bahan: Konten media sosial dari guru dan siswa, lembar kerja 3.A. Pendapat Kami Tentang Konten Ini dan 3.B. Tabel Jenis-Tujuan-Dampak (contoh di halaman selanjutnya) Persiapan: 1. Guru juga mengumpulkan contoh konten media sosial yang merepresentasikan perbedaan jenis: video, foto, infografik, gambar, dsb. -- untuk memastikan perbedaan jenis konten yang berfaedah lebih bervariasi untuk diperlihatkan kepada siswa (bisa lihat Referensi Konten untuk Guru di halaman selanjutnya) Pelaksanaan dan Tugas: 1. Guru menjadi moderator dalam diskusi grup besar (seluruh siswa) mengenai hasil lembar kerja 2.B. Tujuan dan Kegunaan Media Sosial. Tekankan tujuan dan kegunaan yang berpusat kepada: memberikan informasi atau pengetahuan dan mengekspresikan diri secara kreatif. 2. Guru meminta siswa untuk kembali ke dalam kelompok kerjanya. Siswa saling bertukar contoh konten media sosial. Setiap kelompok menentukan 2 konten dengan jenis yang berbeda (video, foto, gambar, infografik) yang akan ditampilkan ke teman-teman lainnya 3. Guru membagikan lembar kerja 3.A. Pendapat Kami Tentang Konten Ini kepada setiap kelompok 4. Setiap kelompok menampilkan 2 contoh konten media sosial yang sudah ditentukan 5. Di akhir setiap tampilan, kelompok lain diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengisi lembar kerja 3.A. Pendapat Kami Tentang Konten Ini dengan pertanyaan pembimbing: - Bentuk apa yang ditampilkan konten ini? (video/foto/gambar/infografik) - Apa pendapatmu tentang konten ini? / Apa yang kamu rasakan saat melihat konten ini? / Apa yang kamu suka atau tidak suka dari konten ini? - Menurutmu, apa tujuan kreator konten dalam membuat hal ini? - Apa akibat yang bisa disebabkan oleh konten ini? Di waktu yang sama, guru membuat tabel di papan tulis dan memberikan label (nomor, sumber, garis besar konten) untuk setiap konten yang ditampilkan seperti contoh di bawah ini: 6. CATATAN: Pastikan seluruh jenis konten sudah ditampilkan (video, foto, infografik, gambar), jika tidak berikan contoh konten yang belum ditampilkan (dari konten yang sudah disiapkan oleh guru) 7. Setiap kelompok memilih 2- 3 konten untuk dipresentasikan hasil jawabannya 8. Di saat kelompok mempresentasikan hasil jawabannya, guru menulis kata kunci* yang keluar dari penjelasan siswa dalam tabel yang sudah dibuat di papan tulis 9. Lalu, guru memberikan pertanyaan: Berdasarkan tabel di papan tulis, apa saja jenis atau bentuk konten yang sudah dilihat? Garis bawahi dengan warna berbeda (hijau di dalam contoh atas) dan guru membuat ‘mind map’ untuk jenis-jenis konten media sosial (contoh 3.B di halaman selanjutnya) untuk menunjukkan perbedaan jenis konten dengan menggunakan kata-kata kunci dalam tabel 10. Setelah itu, guru melakukan hal yang sama dengan pertanyaan: Berdasarkan tabel di papan tulis, apa saja perbedaan tujuan yang ingin dilakukan kreator konten? Garis bawahi dengan warna berbeda (biru dalam contoh atas) dan guru membuat mind map untuk menunjukkan perbedaan tujuan (contoh 3.B. di halaman selanjutnya) yang ingin disampaikan oleh setiap kreator konten 11. Setelah itu, setiap kelompok diminta untuk mengelompokkan dan merangkum hasil dari lembar kerja 3.A ke dalam lembar kerja 3.C. Tabel Jenis-Tujuan-Dampak -- guru mengajak siswa untuk memperhatikan secara detil isi atau perilaku orang di dalam konten untuk bisa menentukan dampak dari setiap konten. 12. Ajak siswa untuk melihat apakah terdapat contoh konten yang membawa dampak negatif. Guru menutup kegiatan dengan pertanyaan refleksi: Apakah konten dengan dampak negatif bisa dianggap sebagai konten yang berfaedah? Kenapa? -- jelaskan bahwa jawaban akan didiskusikan di pertemuan selanjutnya Hal yang harus diperhatikan: Pastikan guru sudah melakukan pengecekan untuk konten yang akan ditampilkan agar sesuai dengan tahap perkembangan anak dan norma yang diajarkan Konten 1 Video Tiktok - rekomendasi tempat wisata Konten 2 Foto di Instagram - suasana Rumah Sakit saat Covid (oleh National Geographic) Konten 3 Infografik di Instagram - cemilan sehat tradisional (Oleh Tirto.Id) ...dan seterusnya Konten 1 Video Tiktok - rekomendasi tempat wisata VIDEO - JADI TAHU TEMPAT WISATA DI BANDUNG - MEMPERKENALKAN TEMPAT WISATA - JADI TERTARIK UNTUK KE BANDUNG Konten 2 Foto di Instagram - suasana Rumah Sakit saat Covid (oleh National Geographic) FOTO - FOTONYA BIKIN SEDIH - BIAR ORANG TAHU SUASANA RS SAAT COVID - JADI LEBIH HATI2 Konten 3 Infografik di Instagram - cemilan sehat tradisional (Oleh Tirto.Id) GAMBAR/GRAFIK - ...dan seterusnya
  • 23. Referensi Konten untuk Guru Konten Instagram Eva Stories membuat seri menggunakan Instagram Story yang bercerita tentang anak perempuan berumur 13 tahun yang hidup di masa Perang Dunia II. Fotografi sebagai ekspresi kreatif yang bisa membawa dampak kuat. Infografik untuk menjelaskan hal-hal penting sampai hal yang banal seperti contoh di samping ini.
  • 24. Referensi Konten untuk Guru Konten video TikTok untuk memberikan referensi tempat menarik di suatu kota. Konten video TikTok untuk memberikan tips atau cara mengenai kehidupan sehari-hari yang bermanfaat. Konten TikTok Konten video YouTube: mengekspresikan diri lewat musik. Konten video YouTube: membuat video pendek memasak berdurasi kurang dari 1 menit dengan masakan yang mudah untuk anak dan remaja. Konten YouTube
  • 25. Contoh Lembar Kerja 3.A : Pendapat Kami Tentang Konten Ini Pertanyaan pembimbing: - Bentuk apa yang ditampilkan konten ini? (video/foto/gambar/infografik) - Apa pendapatmu tentang konten ini? / Apa yang kamu rasakan saat melihat konten ini? / Apa yang kamu suka atau tidak suka dari konten ini? - Menurutmu, apa tujuan kreator konten dalam membuat hal ini? - Apa akibat yang bisa disebabkan oleh konten ini? PENDAPAT KAMI KONTEN 1 KONTEN 2 KONTEN 3 KONTEN 4 ..DST Contoh 3.B : MINDMAP JENIS - JENIS KONTEN VIDEO INFOGRAFIK FOTO GAMBAR Instagram: - Feed - Story Instagram: - Feed - Story Tiktok Youtube Instagram: - Feed - Story Instagram: - Feed - Story TUJUAN KREATOR KONTEN Menghibur Membagi informasi Memberi ilmu/pengetahuan (edukasi) Menginspirasi
  • 26. Contoh Lembar Kerja 3.C : Tabel Jenis-Tujuan-Dampak JENIS TUJUAN DAMPAK Konten 1 _______ Konten 2 _______ Konten 3 _______ Konten 4 _______ ...dan seterusnya
  • 27. 4. Membuat Hubungan: Konten ini berfaedah atau tidak? Waktu: 2 jam (atau 2-3 JP) | Bahan: Contoh-contoh konten media sosial dari kegiatan sebelumnya, lembar kerja 3.A dan 3.C, mindmap seperti dalam contoh 3.B. Persiapan: 1. Guru memastikan setiap siswa memiliki seluruh lembar kerja yang sudah dikerjakan di kegiatan sebelumnya (Tahap 3) Pelaksanaan: 1. Siswa kembali ke dalam kelompok kerjanya 2. Guru memberikan kembali pertanyaan refleksi di akhir pertemuan sebelumnya (Tahap 3): Apakah konten dengan dampak negatif bisa dianggap sebagai konten yang berfaedah? Kenapa? -- sambil mengajak siswa untuk melihat lembar kerja 3.C. 3. Dengan lembar kerja tersebut, guru melakukan pengulangan mengenai contoh-contoh konten yang sudah dilihat di kegiatan sebelumnya untuk membandingkan tujuan dan dampak dari setiap contoh. Siswa juga diajak untuk memperhatikan secara detil dan kritis isi atau perilaku orang di dalam setiap konten untuk menentukan dampak dari setiap konten. 4. Guru membuat tabel T (Contoh 4.A di halaman selanjutnya) untuk menilai bersama dalam grup besar konten mana saja yang dianggap berfaedah atau tidak (metode perbandingan dan kontras) dengan pertanyaan pemantik: - Apa jenis dari konten ini? - Apa ide utama dari konten ini? - Apa tujuan kreator konten dalam membuat konten ini? - (Jika ada orang dalam konten) apa yang dilakukan orang-orang di dalam konten ini? - Apa dampak yang bisa dibawa oleh konten ini dengan isi atau perilaku dari orang-orang di dalamnya? Guru mengajak siswa untuk melihat kembali lembar kerja 3.C untuk melihat apakah penilaian Tujuan dan Dampak yang ditulis di awal sudah sesuai dan benar. 5. Setelah perbandingan dan kontras sudah terlihat jelas, guru membuat tabel ceklis di papan tulis (Contoh 4.B di halaman selanjutnya) sambil memberikan pertanyaan: Jadi, kalau konten yang berfaedah itu yang seperti apa kriterianya? -- guru mengarahkan siswa untuk fokus terhadap konten yang memiliki tujuan yang jelas seperti yang sudah dibahas dengan mind map dan dampak yang positif Tugas 1. Di akhir kegiatan, siswa menulis kesimpulan dari perbandingan konten yang dianggap berfaedah dan tidak berfaedah dalam bentuk paragraf pertanyaan pemantik: - Apa saja jenis dan tujuan konten media sosial? - Apa yang harus diperhatikan dalam membuat konten yang berfaedah? - Konten media sosial seperti apa yang bisa dianggap berfaedah? 2. Siswa mempresentasikan kesimpulannya. Poin penilaian kesimpulan dan presentasi bisa dilihat di contoh 4.C. sebagai asesmen formatif di halaman selanjutnya *Asesmen formatif: (Lihat 4.C. Poin penilaian kesimpulan dan presentasi di halaman selanjutnya) Tujuan: 1. Melihat perkembangan siswa dalam memahami definisi konten berfaedah di akhir tahap pengenalan, seperti: ● Jenis-jenis konten media sosial ● Perbedaan tujuan dari konten media sosial ● Hal-hal yang harus diperhatikan agar konten media sosial membawa dampak positif 2. Mempersiapkan siswa untuk membuat konten berfaedah dan berkampanye mengenai pentingnya konten berfaedah di tahap aksi
  • 28. Contoh 4.A: Tabel T: perbandingan dan kontras KONTEN YANG BERFAEDAH ✔ Memberi ilmu/pengetahuan umum atau spesifik (mengedukasi) ✔ Menghibur (komedi, budaya (tarian/musik/dsb.) ✔ Mengekspresikan kreativitas (keterampilan fotografi, gambar, akting, membuat/mengedit video, dan keterampilan kreatif lainnya) ✔ Menginspirasi orang lain (dalam memasak, berbuat baik, dan kegiatan positif lainnya) ✔ Tidak merugikan diri sendiri atau pihak lain ✔ Tidak melakukan sesuatu yang bisa menjadi contoh buruk untuk penonton ✔ (dan hal lain yang tidak berdampak negatif untuk diri sendiri atau orang lain) Contoh 4.B: Tabel ceklis kriteria konten berfaedah BERFAEDAH TIDAK BERFAEDAH - KONTEN 1: Video di Tiktok referensi tempat wisata di Bandung → orang jadi tahu apa saja tempat wisata di kota tersebut - KONTEN 2: Foto di Instagram tentang suasana RS saat Covid → foto menggugah emosi yang melihatnya - orang jadi lebih berhati-hati dengan Covid agar tidak mengalami yang di foto - KONTEN 3: Infografik di Instagram tentang cemilan sehat tradisional → orang jadi tahu pilihan-pilihan cemilan tradisional yang sehat - KONTEN 4: Vlog di Youtube kuliner di Semarang → Youtuber yang terlihat di bawah 21 tahun merokok saat makan, memberikan contoh buruk kepada teman seumurannya walaupun memberikan referensi tempat kuliner 4.C: Poin penilaian kesimpulan dan presentasi Jenis konten → Siswa mampu menjelaskan jenis-jenis konten media sosial Tujuan konten → Siswa menyimpulkan pentingnya tujuan yang jelas dalam membuat konten(menyebutkan tujuan konten yang sudah dipelajari) Dampak → Siswa mampu menyimpulkan bahwa tujuan yang jelas tidak cukup jika isi atau perilaku orang di dalam konten membawa pengaruh buruk terhadap netizen Kejelasan argumen → Menjelaskan argumen dengan bukti pendukung yang kuat → Memberikan solusi alternatif Gestur → Percaya diri → Menjaga kontak mata dengan pendengar Penyampaian → Berbicara dengan jelas, tidak terlalu cepat/lambat, dengan suara lantang, i intonasi yang menarik pendengar → Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar
  • 30. 5. Apa yang digemari teman-temanku? Waktu: 1.5 jam (atau 2-3 JP) dan 2-3 jam kerja mandiri (pengorganisasian dan penyajian data) Bahan: Tabel Jenis-Tujuan-Dampak (Contoh 3.C) Pelaksanaan: Pengarahan (jam pelajaran): Guru meminta siswa untuk kembali ke kelompok kerjanya masing-masing. 1. Setiap siswa dalam kelompok diminta untuk mengumpulkan 3-5 sampel konten media sosial yang digemari oleh teman-teman sekolahnya dan informasi/data pendukung lain yang dianggap penting oleh setiap kelompok 2. Setiap siswa dalam kelompok menentukan 3-5 nama siswa yang akan diambil sampelnya (1 orang, 1 sampel) dan menginformasikan kepada guru 3. Guru membantu melakukan pencatatan di papan tulis (nama siswa pengambil sampel dan nama-nama siswa yang akan diambil sampelnya) untuk memastikan tidak terjadi pengulangan dalam pengambilan sampel oleh siswa lain, sehingga data yang diambil dan diolah bisa diandalkan 4. Guru menjelaskan bahwa data dari hasil pengambilan sampel harus diorganisasi dan disajikan dalam bentuk infografik menggunakan kombinasi teks dan grafik (Contoh infografik sudah dilihat bersama di kegiatan sebelumnya). Pertanyaan yang harus dijawab dengan infografik tersebut: - Jenis konten apa yang paling disukai oleh teman-temanku? - Tujuan konten seperti apa yang paling disukai oleh teman-temanku - Berapa banyak temanku yang masih menyukai konten dengan dampak negatif? - Dampak seperti apa yang dibawa oleh konten-konten yang disukai oleh teman-temanku? - Apakah kebanyakan dari teman-temanku menyukai konten yang berfaedah? - Apa yang bisa aku lakukan agar teman-temanku selalu mendapatkan konten yang berfaedah? 5. Guru juga menjelaskan bahwa data tersebut akan menjadi salah satu basis dalam melihat lebih jelas masalah yang ada dan juga solusi yang akan dibuat 6. Guru memberikan bahan atau tautan tentang cara penyajian data untuk dibaca secara mandiri oleh siswa. Guru juga mengingatkan bahwa lembar-lembar kerja di kegiatan sebelumnya (graphic organizers) bisa membantu siswa dalam mengorganisasi data yang diambil Pengambilan sampel dan pengorganisasian data (kerja mandiri): Dalam kelompok kerja: 1. Berdasarkan pertanyaan di atas, siswa membuat daftar pertanyaan untuk mencari data atau informasi pendukung 2. Siswa melakukan pengambilan sampel 2-3 contoh konten 3. Siswa melakukan pengorganisasian data menggunakan alat-alat yang sudah dikenal 4. Siswa melakukan penyajian data dengan menggunakan grafik yang sudah dipelajari 5. Siswa menyusun data, informasi, dan grafik dalam bentuk infografik untuk digunakan sebagai salah satu bahan asesmen formatif di akhir tahap kontekstualisasi 6. Guru berperan dalam melakukan supervisi dan memberikan konsultasi Hal yang harus diperhatikan: Pastikan guru aktif melakukan pengecekan untuk konten yang akan dilihat agar sesuai dengan tahap perkembangan anak dan norma yang diajarkan
  • 31. 6. Apa yang bisa kita lakukan? Waktu: 1 jam (atau 1-2 JP) dan 2-3 jam kerja mandiri | Bahan: Lembar Catatan Pencarian (Contoh 6.A, 6.B) Pelaksanaan 1. Guru meminta representasi kelompok untuk menampilkan dan menjelaskan hasil infografik yang sudah dibuat 2. Guru mengingatkan kembali tujuan dari projek ini: betapa pentingnya untuk mengakses dan membuat konten yang lebih bermanfaat di media sosial. Guru juga mengingatkan kembali masalah-masalah nyata yang terjadi yang diakibatkan oleh konten yang tidak bermanfaat. Guru menyimpulkan dan memperkenalkan ide ‘Internet Sehat’ atau ‘Penggunaan Sosial Media yang Bijak’ sebagai kata kunci yang bisa digunakan siswa dalam melakukan pencarian di kegiatan ini. 3. Guru meminta siswa untuk bekerja dalam kelompok dan mencari tahu program atau fitur yang sudah dilakukan platform media sosial atau organisasi lain untuk memastikan penggunaan media sosial secara sehat dan bijak. Jika siswa mengalami kesulitan, guru bisa menampilkan satu contoh seperti https://beinternetawesome.withgoogle.com/id_id/ 4. Guru juga meminta siswa untuk membuat daftar kreator konten dengan konten yang selalu bermanfaat (sesuai dengan kriteria ‘Konten Berfaedah’ yang sudah ditetapkan di kegiatan sebelumnya) 5. Guru bisa memberikan format lembar catatan pencarian (Contoh 6.A Lembar Catatan Pencarian ; Contoh 6.B Catatan Pencarian Kreator Konten Berfaedah) untuk membantu siswa fokus kepada informasi esensial yang ingin dicari
  • 32. Contoh Lembar Kerja 6.A : Catatan Pencarian No Nama Organisasi/Platform Media Sosial Program/Fitur Penjelasan Program/Fitur Sumber 1 Instagram Filter sensitive content Foto/video menjadi blur jika ada konten yang berhubungan dengan kekerasan Instagram (atau artikel lain yang menjelaskan filter ini) 2 Instagram Report Inappropriate Content Pengguna bisa melapor ke Instagram jika konten yang dilihat dianggap tidak layak untuk ditampilkan Instagram (atau artikel lain yang menjelaskan filter ini) 3 Kementerian Komunikasi dan Informatika INSAN (Internet Sehat dan Aman) Mengajarkan etika berinternet secara sehat dengan kampanye dan datang ke sekolah https://www.kominfo.go.i d/content/detail/3303/inte rnet-sehat-dan-aman-ins an/0/internet_sehat 4 Kementerian Komunikasi dan Informatika Situs pengaduan konten Memfasilitasi pengaduan konten negatif dengan cara mengisi form di situs yang disediakan aduankonten.id Dan yang lainnya... Contoh Lembar Kerja 6.B : Catatan Pencarian Kreator Konten Berfaedah No Nama Kreator Konten Penjelasan Isi Konten yang Dibuat Media Sosial yang Digunakan Tautan ke Kreator Konten 1 Asumsi Berita aktual dan isu sosial untuk anak muda Instagram, Youtube 2 Agung Hapsah Variasi vlog, cara membuat konten dengan teknik sinematografi Youtube https://www.youtube .com/c/AgungHapsa h/videos 3 Tasty Membuat video masak yang mudah dan cepat Instagram, Youtube @buzzfeedtasty Dan yang lainnya...
  • 33. 7. Poster brainstorming: ide-ide untuk aksi yang bisa dilakukan Waktu: 2 jam (atau 2-3 JP) dan 3 jam kerja mandiri | Bahan: Infografik siswa dari kegiatan no. 5, lembar catatan pencarian dari kegiatan no. 6 Pelaksanaan 1. Guru menyampaikan bahwa siswa akan membuat hubungan dari kegiatan no. 5 dan no. 6 untuk mencari tahu apa yang bisa dilakukan untuk menjawab masalah yang ada. Contoh pertanyaan pemantik - Masalah apa saja yang sudah kita lihat yang diakibatkan konten media sosial yang tidak berfaedah? - Potensi masalah apa saja yang bisa terjadi jika hasil temuan di kegiatan.5 menunjukkan kalau teman-teman seumuranmu mengakses konten yang tidak berfaedah? - Apa saja yang sudah dilakukan organisasi atau platform media sosial untuk menjawab masalah yang ada? - Bagaimana kita bisa berperan untuk membantu menjawab masalah yang ada? 2. Guru mengajak siswa untuk kembali ke dalam kelompok kerjanya dan mendiskusikan lebih lanjut pertanyaan di atas 3. Guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengorganisasi hasil diskusi (bisa menggunakan tabel-tabel (graphic organizers) seperti lembar kerja di kegiatan-kegiatan sebelumnya) 4. Guru meminta siswa untuk menuliskan 2-3 ide untuk menjawab masalah yang ada. 5. Guru menginstruksikan kepada siswa untuk membuat poster dengan menggunakan infografik, data, dan informasi yang sudah dimiliki untuk menjelaskan: - Program atau aksi apa saja yang bisa kita lakukan? - Kenapa kita harus melakukan hal tersebut? - Bagaimana program atau aksi yang akan dilakukan bisa menjawab masalah tersebut? - Apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan aksi atau program yang akan dibuat? 6. Setiap kelompok mempresentasikan poster yang dibuat dan sesi tanya jawab dengan guru dan siswa lain di kelas Poster tersebut akan menjadi bagian dari asesmen formatif untuk tahap kontekstualisasi (Rubrik penilaian poster (Contoh 7.A) dan rubrik penilaian presentasi (Contoh 7.B) bisa dilihat di halaman selanjutnya)
  • 34. Contoh 7.A : Rubrik penilaian poster Sangat berkembang Berkembang sesuai harapan Mulai berkembang Belum berkembang Informasi dalam poster Poster memuat seluruh informasi yang diperlukan serta menambahkan informasi lain yang mendukung ide utama Poster memuat seluruh informasi yang diperlukan Masih terdapat 1 informasi penting yang tidak dicantumkan Banyak informasi penting yang tidak dicantumkan Infografis hasil pengambilan sampel Menggunakan grafik yang tepat untuk menunjukkan: - jenis, tujuan konten yang paling disukai dari konten - perbandingan konten berfaedah dan tidak yang disukai temannya Menggunakan grafik yang tepat untuk menunjukkan: - jenis, tujuan konten yang paling disukai dari konten - perbandingan konten berfaedah dan tidak yang disukai temannya - Masih terdapat 1-2 kesalahan penggunaan grafik - Salah satu dari jenis, tujuan konten yang paling disukai atau perbandingan konten berfaedah atau tidak yang disukai tidak terlihat dari grafik Banyak kesalahan penggunaan grafik dan tidak ada grafik yang menunjukkan jenis, tujuan konten yang paling disukai atau perbandingan konten berfaedah atau tidak yang disukai Daya tarik poster Dikerjakan dengan rapi dengan desain dan tata letak yang sangat menarik Dikerjakan dengan rapi dengan desain dan tata letak yang menarik Desain dan tata letak yang cukup menarik meskipun kurang rapi Poster dikerjakan dengan kurang rapi dan kurang menarik Tata bahasa Tidak ada kesalahan tata bahasa Masih terdapat 1-2 kesalahan tata bahasa Masih terdapat 3-4 kesalahan tata bahasa Masih terdapat >4 kesalahan tata bahasa
  • 35. Contoh 7.B: Rubrik penilaian presentasi Sangat berkembang Berkembang sesuai harapan Mulai berkembang Belum berkembang Kontak mata Siswa selalu menjaga kontak mata dengan pendengar tanpa harus membaca catatan atau poster Siswa masih suka membaca catatan atau poster tetapi selalu kembali untuk menjaga kontak mata dengan pendengar Siswa lebih sering membaca catatan atau poster dengan sedikit kontak mata dengan pendengar Siswa hanya membaca catatan atau poster tanpa kontak mata dengan pendengar Kelancaran dalam menerangkan ide Siswa berbicara dengan jelas dan lantang dengan pelafalan kata yang selalu tepat tanpa ‘Err’ atau ‘Emm’. Seluruh pendengar bisa mengerti dengan baik. Siswa bicara dengan lantang dan kebanyakan dari kata-kata yang diucapkan dilafalkan dengan jelas. Masih terdapat sedikit ‘Err’ atau ‘Emm’. Seluruh pendengar masih bisa mengerti dengan baik. Siswa bicara dengan suara rendah dan masih banyak kata yang dilafalkan dengan kurang jelas. Sering terdapat ‘Err’ atau ‘Emm’. Pendengar masih harus bertanya ulang untuk bisa mengerti dengan baik. Siswa bergumam dengan suara rendah. Hanya terdengar banyak ‘Err’ dan ‘Emm’. Pendengar tidak bisa mengerti presentasi dengan baik.
  • 37. 8. Action plan: Menetapkan dan merencanakan aksi Waktu: 2 jam (atau 2-3 JP) | Bahan: Kumpulan ide apa yang bisa dilakukan dari kegiatan no. 6, Poster brainstorming dari kegiatan no. 7, lembar kerja untuk memutuskan aksi yang akan dilakukan (Contoh 8.A), lembar SMART: action plan (Contoh 8.B) Persiapan: 1. Guru mempelajari SMART Goal Setting untuk membimbing siswa dalam pembuatan target aksi yang akan dilakukan Referensi: - https://sis.binus.ac.id/2020/06/23/thinking-skill-101-cara-efektif-menetapkan-tujuan-dengan-s -m-a-r-t-goal-setting/ - https://glints.com/id/lowongan/metode-smart-adalah/#.YIbkZ-sxXMI - https://www.smartsheet.com/blog/essential-guide-writing-smart-goals Pelaksanaan 1. Guru mengevaluasi ide-ide untuk aksi yang bisa dilakukan (Kegiatan No. 6, Tahap 4) dan membantu murid untuk membuat keputusan dalam memilih aksi yang akan dilakukan menggunakan graphic organizer (Contoh 8.A di halaman selanjutnya) 2. Setelah keputusan sudah dibuat, siswa melakukan pembuatan target menggunakan lembar SMART (Contoh 8.B) dengan bimbingan guru 3. Siswa merencanakan aksi: membuat action plan dengan bimbingan guru Pertanyaan yang bisa membantu dalam pembuatan action plan: - Apa saja barang yang dibutuhkan? - Bagaimana pembagian tugas dalam kelompok? - Ilmu atau keterampilan khusus apa yang harus dikuasai? - Bagaimana atau kepada siapa bisa dipelajari? - Informasi atau data tambahan apa yang diperlukan? - Siapa yang bisa membantu untuk mendapatkan informasi tersebut? - Bagaimana bisa menghubungi orang-orang yang bisa membantu dalam pembuatan aksi ini?
  • 38. Contoh 8.A: Memutuskan aksi yang akan dilakukan Ide aksi 1: Ide aksi 2: Ide aksi 3: Apa saja yang harus dipersiapkan? Siapa yang bisa membantu? Ilmu/keterampilan spesifik apa yang harus dikuasai? Berapa lama waktu yang dibutuhkan? ….. Ide Aksi 1: Ide Aksi 2: Ide Aksi 3: PRO KONTRA PRO KONTRA PRO KONTRA Keputusan kelompok kami: Jenis Konten Tujuan Konten Detil Konten:
  • 39. Contoh 8.B: SMART Goal Setting Specific (Spesifik) Apa tujuan yang ingin dicapai dari aksi ini? Measurable (Bisa diukur) Bagaimana kami tahu aksi ini sudah mencapai tujuannya? Attainable (Bisa tercapai) Bagaimana tujuan aksi ini bisa tercapai dengan waktu dan fasilitas yang kami punya? Relevant (Relevan) Bagaimana tujuan ini penting untuk kami? Timely (Batas waktu) Kapan tujuan ini akan tercapai?
  • 40. 9. Interaksi dengan ahli: Wawancara Waktu: 1 jam (atau 1-2 JP) dan 3-4 jam kerja mandiri | Bahan: Lembar kerja dari kegiatan no. 8 Persiapan 1. Guru mempelajari hasil kerja dari kegiatan no.8 untuk membantu dalam pencarian narasumber yang bisa membantu siswa dalam tahap 9-10 2. Guru menghubungi narasumber relevan yang bisa membantu siswa sebagai narasumber tambahan atau rencana cadangan jika siswa memiliki kesulitan untuk mencari atau menghubungi narasumber 3. Dalam tahap ini, guru akan menjadi fasilitator untuk membantu siswa dalam menghubungi narasumber yang diperlukan Referensi narasumber (untuk pembuatan konten): - Kreator konten (influencer, youtuber) - Pelaku seni peran (aktor) - Sineas (sutradara, produser, juru kamera) - Fotografer - Desainer grafis - Musisi - Juru masak Catatan untuk guru: jika mengalami kesulitan untuk menemukan narasumber ahli seperti contoh di atas, siswa bisa melakukan wawancara dan konsultasi dengan orang-orang dengan keterampilan/hobi khusus dari komunitas sekolah dan sekitar, seperti: - Guru musik, tata boga, seni - Juru masak di kantin sekolah - Orangtua murid atau kenalan yang memiliki keterampilan atau hobi masak, musik, tari, dan sebagainya sesuai dengan tujuan dari aksi yang akan dilakukan siswa Pelaksanaan 1. Siswa membuat pertanyaan wawancara yang bisa membantu mereka dalam menjalankan aksinya (membuat konten media sosial) 2. Siswa mencari tahu narasumber yang relevan untuk diwawancarai dan diminta untuk berkolaborasi dalam menjalankan aksinya 3. Siswa menghubungi narasumber. Pertemuan dengan narasumber bisa dilakukan secara langsung atau daring. 4. Guru selalu ikut mendampingi siswa pada saat berinteraksi dengan narasumber
  • 41. 10. Interaksi dengan ahli: Kolaborasi dalam aksi Waktu: 4-5 jam kerja mandiri | Bahan: Lembar kerja dari kegiatan no. 8, hasil diskusi dengan narasumber di kegiatan no. 9 Pelaksanaan 1. Dalam tahap ini, siswa dalam kelompok kerjanya akan bekerja secara mandiri untuk menjalankan action plan yang sudah dibuat 2. SIswa melakukan pertemuan dengan narasumber untuk konsultasi 3. Guru berperan sebagai fasilitator dalam menjalankan aksi yang dibuat 4. Guru melakukan pemeriksaan kemajuan hasil akhir projek secara berkala untuk membantu siswa dalam pengaturan waktu Dalam tahap ini guru mengingatkan siswa bahwa mereka akan diminta untuk membuat poster untuk menunjukkan perjalanan projek yang mereka lalui sampai hasil akhir projek. Susunan poster bisa mengikuti tahapan yang ada di projek ini: - Tahap pengenalan - Tahap kontekstualisasi - Tahap aksi
  • 42. 11. Pembuatan poster perjalanan projek Waktu: 2 jam (atau 2-3 JP) dan 3-4 jam kerja mandiri | Bahan: seluruh lembar kerja dari tahap pengenalan sampai tahap aksi Pelaksanaan 1. Siswa membuat poster untuk menunjukkan perjalanan projek yang dilalui 2. Susunan poster mengikuti tahapan yang ada dalam projek ➔ Tahap pengenalan: - Apa yang dilakukan dalam tahap ini? - Apa yang dipelajari dalam tahap ini? - Masalah apa yang dilihat dalam tahap ini? - Apa pemahaman yang siswa miliki dalam tahap ini? ➔ Tahap kontekstualisasi: - Apa yang dilakukan dalam tahap ini? - Apa yang dipelajari dalam tahap ini - Masalah apa yang dilihat dalam tahap ini? - Apa pemahaman yang siswa miliki dalam tahap ini? ➔ Tahap aksi: - Apa yang dilakukan dalam tahap ini? - Apa yang dipelajari dalam tahap ini? - Siapa yang ditemui dalam tahap ini? - Apa kesulitan yang dihadapi dalam tahap ini? - Bagaimana mengatasi kesulitan yang dihadapi dalam tahap ini? ➔ Refleksi: - Mengapa konten berfaedah penting? - Hal apa saja yang paling menyenangkan dari projek ini? - Kesulitan signifikan apa yang dihadapi dalam projek ini? - Jika bisa mengulang projek ini dari awal, apa yang akan dilakukan dengan berbeda? Poster perjalanan projek ini akan ditampilkan pada saat hari perayaan pembelajaran
  • 44. 12. Perayaan pembelajaran: publikasi hasil akhir projek dan pameran poster perjalanan projek Waktu: 3-4 jam | Bahan: Hasil akhir projek (contoh: konten sosial media yang dibuat) dan poster perjalanan projek Persiapan: 1. H-1 pameran pembelajaran, siswa menyiapkan pojok pameran kelompoknya dengan menempelkan poster perjalanan projek, menyiapkan peralatan yang diperlukan untuk menampilkan konten yang dibuat (layar, proyektor, komputer, pengeras suara, dan sebagainya) Pelaksanaan 1. Siswa berdiri dan siap siaga di pojok pameran kelompoknya untuk menyambut pengunjung (guru, orangtua, komunitas sekitar sekolah, pegawai sekolah) dengan menampilkan hasil akhir projeknya dan poster perjalanan projeknya. Siswa menekankan pentingnya mengakses dan membuat konten berfaedah dengan argumentasi yang sudah didapatkan selama projek ini 2. Pengunjung bisa menilai presentasi dan poster siswa (menggunakan rubrik seperti di contoh 7.A dan 7.B dalam panduan ini) 3. Pengunjung bisa menilai hasil akhir projek siswa dengan memberikan stiker jika hasil akhir projek dianggap menarik atau diminta untuk menuliskan umpan balik mengenai aksi yang ditawarkan siswa
  • 45. 13. Evaluasi dan refleksi Waktu: 2 jam (2-3 JP) | Bahan: Lembar goal setting di kegiatan no. 8 (Contoh 8.B), lembar SMART goal setting, lembar umpan balik dan rubrik dari pengunjung di kegiatan no. 12, rubrik asesmen sumatif projek (Contoh 13.A) dan lembar refleksi akhir projek Pelaksanaan 1. Siswa mengevaluasi aksi yang dilakukan dengan melihat kembali tolak ukur pencapaian target yang dibuat dalam lembar goal setting. Lembar umpan balik dan rubrik asesmen sumatif projek (Contoh 13.A. Rubrik asesmen sumatif projek) juga digunakan untuk melakukan evaluasi 2. Guru membimbing siswa dalam proses evaluasi dengan pertanyaan pemantik: - Bagaimana tujuan dari aksi yang dilakukan sudah tercapai? - Bagaimana cara mengetahui apakah aksi yang dilakukan tepat sasaran? - Bagaimana kita bisa membuat aksi ini lebih berkelanjutan? 3. Setelah itu, guru membimbing siswa untuk melakukan refleksi akhir dengan pertanyaan pemantik: - Apa pencapaian terbesarku selama projek ini? - Apa pelajaran penting yang aku dapatkan dari projek ini? - Apa hal paling menyenangkan dalam di projek ini? - Apa hal yang paling tidak menyenangkan dalam projek ini? - Apa perubahan dalam diriku yang terjadi karena projek ini? - Apa yang ingin aku pelajari atau dalami lebih lanjut?
  • 46. Contoh 13.A : Rubrik asesmen sumatif projek Sangat berkembang Berkembang sesuai harapan Mulai berkembang Belum berkembang Perencanaan Perencanaan yang jelas dan matang: tujuan, tahapan-tahapan penting (milestones) serta lini masa yang realistis Perencanaan yang jelas: tujuan dan lini masa yang realistis Perencanaan memiliki tujuan yang jelas Masih berupa curah pendapat dan ide-ide aksi yang belum beraturan Pelaksanaan Siswa mengidentifikasi jalur yang berbeda untuk menjalankan rencana. Mereka dapat melaksanakan rencana dengan proses yang terkoordinasi, bervariasi dan bekerja secara adaptif Siswa mengidentifikasi satu jalur untuk menjalankan rencana. Mereka dapat melaksanakan rencana dengan proses yang terkoordinasi Siswa mengidentifikasi satu jalur untuk menjalankan rencana. Mereka dapat melaksanakan proses runtut dan meminta bantuan pada pihak-pihak yang sesuai Siswa melaksanakan aktivitas-aktivitas secara sporadis Ketepatan sasaran Solusi/aksi yang ditawarkan menyasar inti permasalahan, realistis dan memberikan dampak yang berkesinambungan Solusi/ aksi yang ditawarkan menyasar faktor-faktor yang terkait dengan permasalahan dan memberikan dampak positif sementara Solusi/aksi yang ditawarkan berupa ide yang masih di permukaan permasalahan dan/atau kurang realistis Masih dalam tahapan identifikasi faktor yang menyebabkan permasalahan dan akibat yang ditimbulkan
  • 47. Referensi https://www.edutopia.org/project-based-learning https://www.dfcworld.com/SITE Ritchhart, R., Church, M., & Morrison, K. (2011). Making thinking visible. Jossey-Bass International Baccalaureate Organization. Primary Years Programme, Exhibition guidelines International Baccalaureate Organization. Middle Years Programme, Personal project guide