6
Most read
7
Most read
14
Most read
Business Psychology:
7 Perspectives and 7 Processes with 7 Recommendations for
Strategic Decision Making
Seta A. Wicaksana
Founder and CEO
www.humanikaconsulting.com
SETA A. WICAKSANA
Business & Professional:
• Pendiri dan Direktur Humanika Consulting dan hipotest.com
• Dosen Tetap & Peneliti di Fakultas Psikologi UP
• Business Psychologist
• Ketua Senat Fakultas Psikologi Universitas Pancasila
• Konsultan SDM
Professional Certification:
• Certified of Assessor Talent Management
• Certified of Human Resources as Business Partner
• Certified of HR Consultant
• Certified of Risk Professional
• Certified of HR Audit
Pendidikan:
• Ilmu Ekonomi dan Management (MSDM) S3 Universitas Pancasila
• Magister Manajemen (MSDM) S2 Universitas Pancasila
• Fakultas Psikologi S1 & S2 Universitas Indonesia
• Sekolah Ikatan Dinas Akademi Sandi Negara
Pentingnya Psikologi Bisnis dalam
Pengambilan Keputusan Strategis
Keputusan besar selalu
melibatkan manusia,
yang dipengaruhi oleh
emosi, persepsi, dan
bias kognitif. Karena itu,
psikologi bisnis perlu
dilibatkan untuk
memastikan keputusan
tidak hanya rasional,
tetapi juga realistis dan
dapat diterima secara
organisasi.
Setiap perspektif
strategis—keuangan,
pasar, operasional,
risiko, SDM, dan tata
kelola—menyimpan
risiko bias. Misalnya,
overconfidence dapat
mengganggu penilaian
investasi, dan loss
aversion dapat membuat
manajer enggan
mengambil peluang.
Pendekatan psikologis
membantu
mengidentifikasi dan
mengelola distorsi ini
agar keputusan lebih
objektif dan terukur.
Aspek psikologis juga
penting saat strategi
dijalankan. Resistensi
terhadap perubahan,
rendahnya keterlibatan,
atau ketidakamanan
psikologis dapat
menggagalkan
implementasi.
Setiap tahap
keputusan—mulai dari
identifikasi masalah
hingga evaluasi hasil—
dipengaruhi oleh proses
psikologis seperti
framing, tekanan sosial,
atau kecenderungan
menghindari umpan
balik. Jika tidak disadari,
faktor ini dapat membuat
organisasi terus salah
arah. Psikologi bisnis
memberi kerangka untuk
mengelola faktor-faktor
ini secara sadar.
Dengan memahami dan
mengintegrasikan
psikologi dalam setiap
aspek pengambilan
keputusan strategis,
organisasi bisa
mengambil keputusan
yang lebih adaptif,
inklusif, dan
berkelanjutan. Inilah
yang membedakan
perusahaan yang hanya
pintar secara teknis
dengan yang benar-
benar unggul dalam
eksekusi.
Definisi Pengambilan
Keputusan Strategis
• 1. Perspektif Area Fungsional (Strategic Area Perspective):
Pengambilan keputusan strategis adalah tindakan memilih arah atau
kebijakan utama organisasi yang berdampak luas terhadap fungsi-fungsi
inti bisnis seperti keuangan, pemasaran, operasional, sumber daya
manusia, dan tata kelola (GRC), dengan mempertimbangkan daya saing,
keberlanjutan, dan pertumbuhan jangka Panjang (Johnson, et al, 2020)
• 2. Perspektif Proses (Decision-Making Process Perspective):
Pengambilan keputusan strategis merupakan proses sistematis yang
melibatkan identifikasi masalah atau peluang strategis, analisis data,
pengembangan dan evaluasi alternatif, pemilihan strategi terbaik,
implementasi, hingga evaluasi dan penyesuaian berkelanjutan
(Mintzberg, et al, 1976).
• 3. Perspektif Psikologis (Psychological Perspective): Pengambilan
keputusan strategis adalah aktivitas kognitif dan sosial yang melibatkan
penilaian, persepsi risiko, intuisi, nilai pribadi, emosi, serta dinamika
kelompok dalam memilih arah masa depan organisasi (Kahneman,
2011).
Pengambilan Keputusan Strategis
Pengambilan keputusan strategis adalah proses terpadu yang mencakup pemilihan
arah dan kebijakan utama organisasi dengan dampak lintas fungsi bisnis—seperti
keuangan, pemasaran, operasional, SDM, dan tata kelola—yang dilakukan secara
sistematis melalui tahapan analisis, evaluasi alternatif, hingga implementasi dan
pengawasan, serta dipengaruhi oleh dinamika psikologis seperti persepsi, intuisi, nilai
personal, emosi, dan interaksi sosial dari para pengambil keputusan.
- Seta A. Wicaksana
A. Psikologi Bisnis
Dalam 7 Perspektif
Strategi
• Psikologi bisnis memperkaya
pengambilan keputusan
strategis dengan
mempertimbangkan cara
manusia berpikir, merasa, dan
bertindak dalam berbagai
dimensi organisasi.
• Setiap perspektif memerlukan
pemahaman psikologis agar
keputusan tidak hanya tepat
secara data, tetapi juga feasible,
acceptable, dan sustainable
secara perilaku.
A. Psikologi Bisnis Dalam 7 Perspektif Strategi Bisnis
Perspektif Strategi Bisnis Peran Psikologi Utama Dampak terhadap Keputusan
Keuangan
Behavioral finance: bias kognitif seperti
overconfidence dan loss aversion
Membantu mencegah kesalahan investasi
akibat ilusi kontrol atau ekspektasi irasional
Pasar & Pelanggan
Psikologi konsumen: persepsi, emosi, motivasi
pembelian
Strategi harga, promosi, dan inovasi lebih tepat
sasaran karena memahami motif pelanggan
Operasional & Kapasitas
Human factors psychology: kelelahan, stres kerja,
ergonomi
Efisiensi operasional meningkat karena
memperhatikan keterbatasan kognitif dan fisik
SDM
Risiko & Ketidakpastian
Risk psychology: persepsi risiko, heuristik,
optimisme bias
Meningkatkan kualitas keputusan di tengah
ketidakpastian dan mencegah overconfidence
Strategis & Organisasional Psychological ownership & culture alignment
Menyelaraskan strategi dengan nilai dan
identitas organisasi untuk meningkatkan adopsi
Sumber Daya Manusia Motivasi kerja, keterlibatan, burnout
SDM yang termotivasi dan siap perubahan
mendukung implementasi strategi dengan
sukses
GCG (Good Corporate
Governance)
Etika, moral leadership, trust psychology
Membangun keputusan etis dan kredibel yang
meningkatkan legitimasi dan kepercayaan
B. Peran Psikologi Bisnis dalam
7 Tahapan Proses Keputusan
Strategi
• Setiap tahap pengambilan keputusan strategis
melibatkan proses psikologis berbeda, dari
persepsi awal hingga refleksi hasil akhir.
• Tanpa mempertimbangkan dimensi psikologis ini,
keputusan bisa bias, tidak diterima, atau gagal
diimplementasikan.
B. Peran Psikologi Bisnis dalam 7 Tahapan Proses
Keputusan Strategi
Tahapan Keputusan Peran Psikologi Utama Risiko jika Diabaikan
1. Identifikasi masalah/peluang Framing & sensemaking
Masalah disalahpahami atau
peluang terlewat
2. Pengumpulan informasi Confirmation bias, cognitive load
Data diabaikan atau
disalahartikan
3. Formulasi alternatif Kreativitas, groupthink avoidance Pilihan terbatas dan monoton
4. Evaluasi alternatif Overconfidence, loss aversion
Evaluasi berat sebelah, risiko
diremehkan
5. Pemilihan strategi
Nilai pribadi, motivasi, tekanan
sosial
Keputusan tidak obyektif atau
politis
6. Implementasi
Readiness for change,
psychological safety
Resistensi, sabotase pasif,
burnout
7. Monitoring & review
Attribution bias, feedback
aversion
Tidak belajar dari kesalahan atau
keberhasilan
“People, not spreadsheets, make
strategic decisions.”
Kesimpulan
• Itulah mengapa psikologi bisnis harus menjadi komponen integral
dari setiap keputusan yang bersifat strategis.
• Dengan memadukan pendekatan kuantitatif dan psikologis,
organisasi tidak hanya membuat keputusan yang rasional, tetapi juga
realistis dan dapat dijalankan oleh manusia di dunia nyata.
7 Saran Praktis bagi
Pengambil Keputusan
Strategi Bisnis
• 1. Libatkan Perspektif Psikologis Sejak Awal
- Jangan menunggu sampai fase implementasi
untuk mempertimbangkan aspek manusia.
Libatkan psikologi bisnis sejak tahap
identifikasi masalah dan perumusan strategi.
Contoh: Lakukan framing yang seimbang atas
masalah: peluang dan ancaman harus
dianalisis secara objektif, tanpa bias persepsi.
• 2. Kenali dan Kurangi Bias Kognitif - Gunakan
teknik “bias awareness” seperti checklists
atau devil’s advocate untuk menantang
asumsi dalam diskusi strategis. Contoh:
Sadari gejala overconfidence, sunk cost
fallacy, dan groupthink saat mengevaluasi
alternatif strategi.
7 Saran Praktis bagi
Pengambil Keputusan
Strategi Bisnis
• 3. Bangun “Psychological Safety” dalam Tim
Strategi - Ciptakan ruang aman secara
psikologis agar ide-ide alternatif bisa muncul
tanpa rasa takut ditolak atau disalahkan.
Contoh: Gunakan sesi brainstorming bebas
penilaian, atau rotasi pemimpin diskusi untuk
mengurangi dominasi suara.
• 4. Uji Strategi melalui Persepsi Pelanggan
dan SDM - Strategi bukan hanya soal
rasionalitas bisnis, tapi juga persepsi
manusia. Lakukan pengujian psikologis atau
behavioral testing. Contoh: Gunakan A/B
testing pada pelanggan, dan survei
engagement atau readiness pada karyawan
sebelum implementasi.
7 Saran Praktis bagi
Pengambil Keputusan
Strategi Bisnis
• 5. Gunakan Alat Evaluasi Strategis Berbasis
Psikologis - Tambahkan metrik non-finansial dalam
evaluasi seperti tingkat keterlibatan (engagement
score), perubahan sikap (attitudinal shift), atau iklim
etis organisasi. Contoh: Sertakan indikator
“acceptability by internal stakeholders”dalam
balanced scorecard Anda.
• 6. Latih Para Pengambil Keputusan dalam Soft
Skills - Kompetensi strategis bukan hanya
kemampuan analisis, tapi juga empati, persuasi,
manajemen konflik, dan komunikasi perubahan.
Contoh: Fasilitasi pelatihan decision-making under
uncertainty, emotional intelligence for leaders, dan
leading change.
7 Saran Praktis bagi
Pengambil Keputusan
Strategi Bisnis
• 7. Evaluasi dan Refleksi dengan
Kesadaran Psikologis - Setelah
implementasi, jangan hanya
mengevaluasi hasil bisnis.
Evaluasilah juga bagaimana proses
pengambilan keputusan dipersepsi
oleh tim dan organisasi. Contoh:
Gunakan after action review dengan
pertanyaan seperti: “Apakah kita
terlalu cepat menyimpulkan?”,
“Apakah ada suara yang tidak
terdengar?”
Referensi
Strategi Bisnis & ManajemenBarney, J. B., & Hesterly, W. S. (2019). Strategic Management and Competitive Advantage (6th ed.). Pearson.Brigham, E. F., & Ehrhardt, M. C.
(2016). Financial Management: Theory & Practice (15th ed.). Cengage Learning.Drucker, P. F. (2006). The Effective Executive. HarperBusiness.Fraser, J., Simkins, B., &
Narvaez, K. (Eds.). (2014). Implementing Enterprise Risk Management: Case Studies and Best Practices. Wiley.Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2020). Operations
Management (13th ed.). Pearson.Hillson, D. (2017). Practical Project Risk Management (3rd ed.). Management Concepts.Horngren, C. T., Datar, S. M., & Rajan, M. V. (2020).
Cost Accounting: A Managerial Emphasis (16th ed.). Pearson.Johnson, G., Scholes, K., & Whittington, R. (2020). Exploring Strategy: Text and Cases (12th ed.).
Pearson.Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (1996). The Balanced Scorecard: Translating Strategy into Action. Harvard Business Press.Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (2001). The
Strategy-Focused Organization. Harvard Business Press.Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson.McDonald, M., & Dunbar, I. (2012).
Market Segmentation: How to Do It and How to Profit from It (4th ed.). Wiley.Mintzberg, H., Raisinghani, D., & Théorêt, A. (1976). The structure of “unstructured” decision
processes. Administrative Science Quarterly, 21(2), 246–275.Mintzberg, H., Ahlstrand, B., & Lampel, J. (2005). Strategy Safari. Pearson.OECD. (2015). G20/OECD Principles
of Corporate Governance. OECD Publishing.Porter, M. E. (1996). What is strategy? Harvard Business Review, 74(6), 61–78.Slack, N., & Brandon-Jones, A. (2019). Operations
Management (9th ed.). Pearson.Solomon, J. (2020). Corporate Governance and Accountability (5th ed.). Wiley.Tricker, B. (2019). Corporate Governance: Principles, Policies,
and Practices (4th ed.). Oxford University Press. Psikologi Bisnis, Organisasi, dan Pengambilan KeputusanAmabile, T. M. (1996). Creativity in Context. Westview
Press.Argyris, C. (1991). Teaching smart people how to learn. Harvard Business Review, 69(3), 99–109.Cialdini, R. B. (2007). Influence: The Psychology of Persuasion
(Revised ed.). Harper Business.Deci, E. L., & Ryan, R. M. (1985). Intrinsic Motivation and Self-Determination in Human Behavior. Springer.De Dreu, C. K. W., & West, M. A.
(2001). Minority dissent and team innovation. Journal of Applied Psychology, 86(6), 1191–1201.Gigerenzer, G. (2007). Gut Feelings: The Intelligence of the Unconscious.
Viking.Janis, I. L. (1982). Groupthink: Psychological Studies of Policy Decisions and Fiascoes (2nd ed.). Houghton Mifflin.Kahneman, D. (2011). Thinking, Fast and Slow.
Farrar, Straus and Giroux.Kahn, W. A. (1990). Psychological conditions of personal engagement and disengagement at work. Academy of Management Journal, 33(4), 692–
724.Kotter, J. P. (1995). Leading change: Why transformation efforts fail. Harvard Business Review, 73(2), 59–67.Mayer, R. C., Davis, J. H., & Schoorman, F. D. (1995). An
integrative model of organizational trust. Academy of Management Review, 20(3), 709–734.Reason, J. (1997). Managing the Risks of Organizational Accidents.
Ashgate.Rousseau, D. M. (2006). Is there such a thing as “evidence-based management”? Academy of Management Executive, 19(4), 82–94.Schein, E. H. (2017).
Organizational Culture and Leadership (5th ed.). Wiley.Simon, H. A. (1955). A behavioral model of rational choice. Quarterly Journal of Economics, 69(1), 99–118.Slovic, P.
(2000). The Perception of Risk. Earthscan.Solomon, M. R. (2017). Consumer Behavior (12th ed.). Pearson.Spector, P. E. (2012). Industrial and Organizational Psychology (6th
ed.). Wiley.Staw, B. M. (1976). Knee-deep in the big muddy: Escalating commitment to a chosen course of action. Organizational Behavior and Human Performance, 16(1),
27–44.Treviño, L. K., & Nelson, K. A. (2017). Managing Business Ethics: Straight Talk About How to Do It Right (7th ed.). Wiley.Tversky, A., & Kahneman, D. (1974). Judgment
under uncertainty: Heuristics and biases. Science, 185(4157), 1124–1131.Weick, K. E. (1995). Sensemaking in Organizations. Sage Publications.Yukl, G. (2013). Leadership
in Organizations (8th ed.). Pearson.
Learning and Giving for
Better Indonesia
www.humanikaconsulting,com

More Related Content

PDF
12, be, gg, aprilia safitri, hapzi ali, ethical decision making in business, ...
DOC
Keputusan 1
PPTX
Evaluasi kinerja dan kompensasi 2
PPTX
Evaluasi kinerja dan kompensasi
PDF
Succession Planning: A Story of Your Talent
PPTX
Bab 5 informasi manajemen pengambilan keputusan
PPT
pengambilankeputusan.ppt
PPT
pengambilankeputusan.ppt
12, be, gg, aprilia safitri, hapzi ali, ethical decision making in business, ...
Keputusan 1
Evaluasi kinerja dan kompensasi 2
Evaluasi kinerja dan kompensasi
Succession Planning: A Story of Your Talent
Bab 5 informasi manajemen pengambilan keputusan
pengambilankeputusan.ppt
pengambilankeputusan.ppt

Similar to Business Psychology: 7 Perspectives and 7 Processes with 7 Recommendations for Strategic Decision Making (20)

PPT
pengambilankeputusan.ppt
PPT
pengambilankeputusan.ppt
PPT
pengambilankeputusan.ppt
PPTX
Strategic thinking2 the concept
PPTX
Pengertian-Pengambilan-Keputusan[1].pptx
PDF
Topik 2 Strategic HRM dan Pengambilan Keputusan Berbasis Data
PDF
Implementasi Praktis HR Strategy
PPTX
Growth planning of Coaching
PPTX
Frame work
PDF
Company profile 2017 ver1.0
PDF
Manajemen Risiko Dalam Menajalankan Bisnis
PPTX
Manajemen Strategis Pengertian, Tujuan dan Tahapannya.pptx
PPTX
Kebijakan dan praktik sumber daya manusia
PDF
Pembinaan tim
PDF
Dengarkan Suara Pasar, Bangun Strategi Jitu
PDF
Social Listening: Kunci Memahami dan Merespon
PPTX
Kepimpinan strategik (strategic Leadership)
PPTX
05 Problem Solving (Kewirausahaan)
PDF
Memahami Organisasi dan Desain Organisasi-from strategy (Bagian 2)
PDF
HR Scorecard by Daniel Saputro
pengambilankeputusan.ppt
pengambilankeputusan.ppt
pengambilankeputusan.ppt
Strategic thinking2 the concept
Pengertian-Pengambilan-Keputusan[1].pptx
Topik 2 Strategic HRM dan Pengambilan Keputusan Berbasis Data
Implementasi Praktis HR Strategy
Growth planning of Coaching
Frame work
Company profile 2017 ver1.0
Manajemen Risiko Dalam Menajalankan Bisnis
Manajemen Strategis Pengertian, Tujuan dan Tahapannya.pptx
Kebijakan dan praktik sumber daya manusia
Pembinaan tim
Dengarkan Suara Pasar, Bangun Strategi Jitu
Social Listening: Kunci Memahami dan Merespon
Kepimpinan strategik (strategic Leadership)
05 Problem Solving (Kewirausahaan)
Memahami Organisasi dan Desain Organisasi-from strategy (Bagian 2)
HR Scorecard by Daniel Saputro
Ad

More from Seta Wicaksana (20)

PDF
Mengembangkan Model dan kamus Kompetensi
PDF
Bab 8 Analisis Data Kuantitatif dalam Riset Human Capital
PDF
Bab 7 Instrumen Pengukuran dan Validasi Data dalam Riset Human
PDF
Bab 6 Pengumpulan Data dalam Riset Human Capital
PDF
Bab 5 Desain Penelitian dalam Human Capital
PDF
Bab 4 Perumusan Masalah dan Hipotesis dalam Riset Human Capital
PDF
Bab 3 Review Literatur dan Tren Riset Human Capital
PDF
Bab 2 Paradigma dan Metode Riset dalam Human Capital
PDF
Bab 1 Pendahuluan Riset Human Capital Konsep Dasar dan Ruang Lingkup
PDF
Developing Tools Assessment Center_Analisis Kasus
PDF
Developing Tools Assessment Center_In tray
PDF
Beyond HR: Human Experience, Business Psychology, and the Future of Work
PDF
PENGEMBANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT (KM) DI ORGANISASI
PDF
Menuju Pengelolaan SDM Berbasis Pengalaman (Human Experience Management)
PDF
Happy Mental for Gen Z in Agile Organization
PDF
Wawancara Konfirmatori dalam Assessment Center
PDF
Topik 8 Kepemimpinan yang Beretika dan Berintegritas
PDF
Topik 11 Kepemimpinan Inklusif dan Diversity Management
PDF
Topik 14 Evaluasi dan Implementasi Leadership dalam Praktik.pdf
PDF
Topik 13 Kepemimpinan dalam Pengambilan Keputusan Bisnis dan Kebijakan Publik
Mengembangkan Model dan kamus Kompetensi
Bab 8 Analisis Data Kuantitatif dalam Riset Human Capital
Bab 7 Instrumen Pengukuran dan Validasi Data dalam Riset Human
Bab 6 Pengumpulan Data dalam Riset Human Capital
Bab 5 Desain Penelitian dalam Human Capital
Bab 4 Perumusan Masalah dan Hipotesis dalam Riset Human Capital
Bab 3 Review Literatur dan Tren Riset Human Capital
Bab 2 Paradigma dan Metode Riset dalam Human Capital
Bab 1 Pendahuluan Riset Human Capital Konsep Dasar dan Ruang Lingkup
Developing Tools Assessment Center_Analisis Kasus
Developing Tools Assessment Center_In tray
Beyond HR: Human Experience, Business Psychology, and the Future of Work
PENGEMBANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT (KM) DI ORGANISASI
Menuju Pengelolaan SDM Berbasis Pengalaman (Human Experience Management)
Happy Mental for Gen Z in Agile Organization
Wawancara Konfirmatori dalam Assessment Center
Topik 8 Kepemimpinan yang Beretika dan Berintegritas
Topik 11 Kepemimpinan Inklusif dan Diversity Management
Topik 14 Evaluasi dan Implementasi Leadership dalam Praktik.pdf
Topik 13 Kepemimpinan dalam Pengambilan Keputusan Bisnis dan Kebijakan Publik
Ad

Recently uploaded (20)

PPT
statistika dan probabilitas dalam keteknikan
PDF
AI (Artificial Intelligence) adalah kemampuan mesin untuk meniru kecerdasan m...
PPTX
Bahan BIDUK.pptx data paroki santo yosep
PPTX
Introduction to Data Definition Language in MySQL
PDF
Pengenalan Manajemen Kinerja P3K KEMENAG.pdf
PPTX
Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin
PPTX
Pertemuan 2_Modernisasi dan Globalisasi.pptx
PPTX
Data mining adalah proses menemukan pola, pengetahuan.pptx
PPTX
Statistika pertemuan 1 umum untuk kuliah
DOCX
MASTER BLANGKO undangan jago 72 SIAP EDIT
PDF
HUBUNGAN STRUKTUR, ikatan kimia dan aktivitas fisiologis complete.en.id.pdf
PPTX
Presentation pengukuran panjang terbaru lagi
PPTX
PPT pengukuran besaran fisika ukin 2023
PPTX
PAPARAN akhir DIR Polder Pakacangan.pptx
PPTX
CONTOH PRESENTASI KEGIATAN VALIDASI DATA.pptx
PDF
Materi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X SMA.SMK
PDF
Program Guru Wali_20250819_100224_0000.pdf
PPTX
210409 Tata Ruang Bahan Sosialisasi PP 21 - IAP.pptx
PPTX
soal soal k3 baru yang baru terbaru paling baru dan baru
DOCX
Modul Ajar 2 Bahasa Indonesia K-VIII.docx
statistika dan probabilitas dalam keteknikan
AI (Artificial Intelligence) adalah kemampuan mesin untuk meniru kecerdasan m...
Bahan BIDUK.pptx data paroki santo yosep
Introduction to Data Definition Language in MySQL
Pengenalan Manajemen Kinerja P3K KEMENAG.pdf
Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin
Pertemuan 2_Modernisasi dan Globalisasi.pptx
Data mining adalah proses menemukan pola, pengetahuan.pptx
Statistika pertemuan 1 umum untuk kuliah
MASTER BLANGKO undangan jago 72 SIAP EDIT
HUBUNGAN STRUKTUR, ikatan kimia dan aktivitas fisiologis complete.en.id.pdf
Presentation pengukuran panjang terbaru lagi
PPT pengukuran besaran fisika ukin 2023
PAPARAN akhir DIR Polder Pakacangan.pptx
CONTOH PRESENTASI KEGIATAN VALIDASI DATA.pptx
Materi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X SMA.SMK
Program Guru Wali_20250819_100224_0000.pdf
210409 Tata Ruang Bahan Sosialisasi PP 21 - IAP.pptx
soal soal k3 baru yang baru terbaru paling baru dan baru
Modul Ajar 2 Bahasa Indonesia K-VIII.docx

Business Psychology: 7 Perspectives and 7 Processes with 7 Recommendations for Strategic Decision Making

  • 1. Business Psychology: 7 Perspectives and 7 Processes with 7 Recommendations for Strategic Decision Making Seta A. Wicaksana Founder and CEO www.humanikaconsulting.com
  • 2. SETA A. WICAKSANA Business & Professional: • Pendiri dan Direktur Humanika Consulting dan hipotest.com • Dosen Tetap & Peneliti di Fakultas Psikologi UP • Business Psychologist • Ketua Senat Fakultas Psikologi Universitas Pancasila • Konsultan SDM Professional Certification: • Certified of Assessor Talent Management • Certified of Human Resources as Business Partner • Certified of HR Consultant • Certified of Risk Professional • Certified of HR Audit Pendidikan: • Ilmu Ekonomi dan Management (MSDM) S3 Universitas Pancasila • Magister Manajemen (MSDM) S2 Universitas Pancasila • Fakultas Psikologi S1 & S2 Universitas Indonesia • Sekolah Ikatan Dinas Akademi Sandi Negara
  • 3. Pentingnya Psikologi Bisnis dalam Pengambilan Keputusan Strategis Keputusan besar selalu melibatkan manusia, yang dipengaruhi oleh emosi, persepsi, dan bias kognitif. Karena itu, psikologi bisnis perlu dilibatkan untuk memastikan keputusan tidak hanya rasional, tetapi juga realistis dan dapat diterima secara organisasi. Setiap perspektif strategis—keuangan, pasar, operasional, risiko, SDM, dan tata kelola—menyimpan risiko bias. Misalnya, overconfidence dapat mengganggu penilaian investasi, dan loss aversion dapat membuat manajer enggan mengambil peluang. Pendekatan psikologis membantu mengidentifikasi dan mengelola distorsi ini agar keputusan lebih objektif dan terukur. Aspek psikologis juga penting saat strategi dijalankan. Resistensi terhadap perubahan, rendahnya keterlibatan, atau ketidakamanan psikologis dapat menggagalkan implementasi. Setiap tahap keputusan—mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi hasil— dipengaruhi oleh proses psikologis seperti framing, tekanan sosial, atau kecenderungan menghindari umpan balik. Jika tidak disadari, faktor ini dapat membuat organisasi terus salah arah. Psikologi bisnis memberi kerangka untuk mengelola faktor-faktor ini secara sadar. Dengan memahami dan mengintegrasikan psikologi dalam setiap aspek pengambilan keputusan strategis, organisasi bisa mengambil keputusan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Inilah yang membedakan perusahaan yang hanya pintar secara teknis dengan yang benar- benar unggul dalam eksekusi.
  • 4. Definisi Pengambilan Keputusan Strategis • 1. Perspektif Area Fungsional (Strategic Area Perspective): Pengambilan keputusan strategis adalah tindakan memilih arah atau kebijakan utama organisasi yang berdampak luas terhadap fungsi-fungsi inti bisnis seperti keuangan, pemasaran, operasional, sumber daya manusia, dan tata kelola (GRC), dengan mempertimbangkan daya saing, keberlanjutan, dan pertumbuhan jangka Panjang (Johnson, et al, 2020) • 2. Perspektif Proses (Decision-Making Process Perspective): Pengambilan keputusan strategis merupakan proses sistematis yang melibatkan identifikasi masalah atau peluang strategis, analisis data, pengembangan dan evaluasi alternatif, pemilihan strategi terbaik, implementasi, hingga evaluasi dan penyesuaian berkelanjutan (Mintzberg, et al, 1976). • 3. Perspektif Psikologis (Psychological Perspective): Pengambilan keputusan strategis adalah aktivitas kognitif dan sosial yang melibatkan penilaian, persepsi risiko, intuisi, nilai pribadi, emosi, serta dinamika kelompok dalam memilih arah masa depan organisasi (Kahneman, 2011).
  • 5. Pengambilan Keputusan Strategis Pengambilan keputusan strategis adalah proses terpadu yang mencakup pemilihan arah dan kebijakan utama organisasi dengan dampak lintas fungsi bisnis—seperti keuangan, pemasaran, operasional, SDM, dan tata kelola—yang dilakukan secara sistematis melalui tahapan analisis, evaluasi alternatif, hingga implementasi dan pengawasan, serta dipengaruhi oleh dinamika psikologis seperti persepsi, intuisi, nilai personal, emosi, dan interaksi sosial dari para pengambil keputusan. - Seta A. Wicaksana
  • 6. A. Psikologi Bisnis Dalam 7 Perspektif Strategi • Psikologi bisnis memperkaya pengambilan keputusan strategis dengan mempertimbangkan cara manusia berpikir, merasa, dan bertindak dalam berbagai dimensi organisasi. • Setiap perspektif memerlukan pemahaman psikologis agar keputusan tidak hanya tepat secara data, tetapi juga feasible, acceptable, dan sustainable secara perilaku.
  • 7. A. Psikologi Bisnis Dalam 7 Perspektif Strategi Bisnis Perspektif Strategi Bisnis Peran Psikologi Utama Dampak terhadap Keputusan Keuangan Behavioral finance: bias kognitif seperti overconfidence dan loss aversion Membantu mencegah kesalahan investasi akibat ilusi kontrol atau ekspektasi irasional Pasar & Pelanggan Psikologi konsumen: persepsi, emosi, motivasi pembelian Strategi harga, promosi, dan inovasi lebih tepat sasaran karena memahami motif pelanggan Operasional & Kapasitas Human factors psychology: kelelahan, stres kerja, ergonomi Efisiensi operasional meningkat karena memperhatikan keterbatasan kognitif dan fisik SDM Risiko & Ketidakpastian Risk psychology: persepsi risiko, heuristik, optimisme bias Meningkatkan kualitas keputusan di tengah ketidakpastian dan mencegah overconfidence Strategis & Organisasional Psychological ownership & culture alignment Menyelaraskan strategi dengan nilai dan identitas organisasi untuk meningkatkan adopsi Sumber Daya Manusia Motivasi kerja, keterlibatan, burnout SDM yang termotivasi dan siap perubahan mendukung implementasi strategi dengan sukses GCG (Good Corporate Governance) Etika, moral leadership, trust psychology Membangun keputusan etis dan kredibel yang meningkatkan legitimasi dan kepercayaan
  • 8. B. Peran Psikologi Bisnis dalam 7 Tahapan Proses Keputusan Strategi • Setiap tahap pengambilan keputusan strategis melibatkan proses psikologis berbeda, dari persepsi awal hingga refleksi hasil akhir. • Tanpa mempertimbangkan dimensi psikologis ini, keputusan bisa bias, tidak diterima, atau gagal diimplementasikan.
  • 9. B. Peran Psikologi Bisnis dalam 7 Tahapan Proses Keputusan Strategi Tahapan Keputusan Peran Psikologi Utama Risiko jika Diabaikan 1. Identifikasi masalah/peluang Framing & sensemaking Masalah disalahpahami atau peluang terlewat 2. Pengumpulan informasi Confirmation bias, cognitive load Data diabaikan atau disalahartikan 3. Formulasi alternatif Kreativitas, groupthink avoidance Pilihan terbatas dan monoton 4. Evaluasi alternatif Overconfidence, loss aversion Evaluasi berat sebelah, risiko diremehkan 5. Pemilihan strategi Nilai pribadi, motivasi, tekanan sosial Keputusan tidak obyektif atau politis 6. Implementasi Readiness for change, psychological safety Resistensi, sabotase pasif, burnout 7. Monitoring & review Attribution bias, feedback aversion Tidak belajar dari kesalahan atau keberhasilan
  • 10. “People, not spreadsheets, make strategic decisions.”
  • 11. Kesimpulan • Itulah mengapa psikologi bisnis harus menjadi komponen integral dari setiap keputusan yang bersifat strategis. • Dengan memadukan pendekatan kuantitatif dan psikologis, organisasi tidak hanya membuat keputusan yang rasional, tetapi juga realistis dan dapat dijalankan oleh manusia di dunia nyata.
  • 12. 7 Saran Praktis bagi Pengambil Keputusan Strategi Bisnis • 1. Libatkan Perspektif Psikologis Sejak Awal - Jangan menunggu sampai fase implementasi untuk mempertimbangkan aspek manusia. Libatkan psikologi bisnis sejak tahap identifikasi masalah dan perumusan strategi. Contoh: Lakukan framing yang seimbang atas masalah: peluang dan ancaman harus dianalisis secara objektif, tanpa bias persepsi. • 2. Kenali dan Kurangi Bias Kognitif - Gunakan teknik “bias awareness” seperti checklists atau devil’s advocate untuk menantang asumsi dalam diskusi strategis. Contoh: Sadari gejala overconfidence, sunk cost fallacy, dan groupthink saat mengevaluasi alternatif strategi.
  • 13. 7 Saran Praktis bagi Pengambil Keputusan Strategi Bisnis • 3. Bangun “Psychological Safety” dalam Tim Strategi - Ciptakan ruang aman secara psikologis agar ide-ide alternatif bisa muncul tanpa rasa takut ditolak atau disalahkan. Contoh: Gunakan sesi brainstorming bebas penilaian, atau rotasi pemimpin diskusi untuk mengurangi dominasi suara. • 4. Uji Strategi melalui Persepsi Pelanggan dan SDM - Strategi bukan hanya soal rasionalitas bisnis, tapi juga persepsi manusia. Lakukan pengujian psikologis atau behavioral testing. Contoh: Gunakan A/B testing pada pelanggan, dan survei engagement atau readiness pada karyawan sebelum implementasi.
  • 14. 7 Saran Praktis bagi Pengambil Keputusan Strategi Bisnis • 5. Gunakan Alat Evaluasi Strategis Berbasis Psikologis - Tambahkan metrik non-finansial dalam evaluasi seperti tingkat keterlibatan (engagement score), perubahan sikap (attitudinal shift), atau iklim etis organisasi. Contoh: Sertakan indikator “acceptability by internal stakeholders”dalam balanced scorecard Anda. • 6. Latih Para Pengambil Keputusan dalam Soft Skills - Kompetensi strategis bukan hanya kemampuan analisis, tapi juga empati, persuasi, manajemen konflik, dan komunikasi perubahan. Contoh: Fasilitasi pelatihan decision-making under uncertainty, emotional intelligence for leaders, dan leading change.
  • 15. 7 Saran Praktis bagi Pengambil Keputusan Strategi Bisnis • 7. Evaluasi dan Refleksi dengan Kesadaran Psikologis - Setelah implementasi, jangan hanya mengevaluasi hasil bisnis. Evaluasilah juga bagaimana proses pengambilan keputusan dipersepsi oleh tim dan organisasi. Contoh: Gunakan after action review dengan pertanyaan seperti: “Apakah kita terlalu cepat menyimpulkan?”, “Apakah ada suara yang tidak terdengar?”
  • 16. Referensi Strategi Bisnis & ManajemenBarney, J. B., & Hesterly, W. S. (2019). Strategic Management and Competitive Advantage (6th ed.). Pearson.Brigham, E. F., & Ehrhardt, M. C. (2016). Financial Management: Theory & Practice (15th ed.). Cengage Learning.Drucker, P. F. (2006). The Effective Executive. HarperBusiness.Fraser, J., Simkins, B., & Narvaez, K. (Eds.). (2014). Implementing Enterprise Risk Management: Case Studies and Best Practices. Wiley.Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2020). Operations Management (13th ed.). Pearson.Hillson, D. (2017). Practical Project Risk Management (3rd ed.). Management Concepts.Horngren, C. T., Datar, S. M., & Rajan, M. V. (2020). Cost Accounting: A Managerial Emphasis (16th ed.). Pearson.Johnson, G., Scholes, K., & Whittington, R. (2020). Exploring Strategy: Text and Cases (12th ed.). Pearson.Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (1996). The Balanced Scorecard: Translating Strategy into Action. Harvard Business Press.Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (2001). The Strategy-Focused Organization. Harvard Business Press.Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson.McDonald, M., & Dunbar, I. (2012). Market Segmentation: How to Do It and How to Profit from It (4th ed.). Wiley.Mintzberg, H., Raisinghani, D., & Théorêt, A. (1976). The structure of “unstructured” decision processes. Administrative Science Quarterly, 21(2), 246–275.Mintzberg, H., Ahlstrand, B., & Lampel, J. (2005). Strategy Safari. Pearson.OECD. (2015). G20/OECD Principles of Corporate Governance. OECD Publishing.Porter, M. E. (1996). What is strategy? Harvard Business Review, 74(6), 61–78.Slack, N., & Brandon-Jones, A. (2019). Operations Management (9th ed.). Pearson.Solomon, J. (2020). Corporate Governance and Accountability (5th ed.). Wiley.Tricker, B. (2019). Corporate Governance: Principles, Policies, and Practices (4th ed.). Oxford University Press. Psikologi Bisnis, Organisasi, dan Pengambilan KeputusanAmabile, T. M. (1996). Creativity in Context. Westview Press.Argyris, C. (1991). Teaching smart people how to learn. Harvard Business Review, 69(3), 99–109.Cialdini, R. B. (2007). Influence: The Psychology of Persuasion (Revised ed.). Harper Business.Deci, E. L., & Ryan, R. M. (1985). Intrinsic Motivation and Self-Determination in Human Behavior. Springer.De Dreu, C. K. W., & West, M. A. (2001). Minority dissent and team innovation. Journal of Applied Psychology, 86(6), 1191–1201.Gigerenzer, G. (2007). Gut Feelings: The Intelligence of the Unconscious. Viking.Janis, I. L. (1982). Groupthink: Psychological Studies of Policy Decisions and Fiascoes (2nd ed.). Houghton Mifflin.Kahneman, D. (2011). Thinking, Fast and Slow. Farrar, Straus and Giroux.Kahn, W. A. (1990). Psychological conditions of personal engagement and disengagement at work. Academy of Management Journal, 33(4), 692– 724.Kotter, J. P. (1995). Leading change: Why transformation efforts fail. Harvard Business Review, 73(2), 59–67.Mayer, R. C., Davis, J. H., & Schoorman, F. D. (1995). An integrative model of organizational trust. Academy of Management Review, 20(3), 709–734.Reason, J. (1997). Managing the Risks of Organizational Accidents. Ashgate.Rousseau, D. M. (2006). Is there such a thing as “evidence-based management”? Academy of Management Executive, 19(4), 82–94.Schein, E. H. (2017). Organizational Culture and Leadership (5th ed.). Wiley.Simon, H. A. (1955). A behavioral model of rational choice. Quarterly Journal of Economics, 69(1), 99–118.Slovic, P. (2000). The Perception of Risk. Earthscan.Solomon, M. R. (2017). Consumer Behavior (12th ed.). Pearson.Spector, P. E. (2012). Industrial and Organizational Psychology (6th ed.). Wiley.Staw, B. M. (1976). Knee-deep in the big muddy: Escalating commitment to a chosen course of action. Organizational Behavior and Human Performance, 16(1), 27–44.Treviño, L. K., & Nelson, K. A. (2017). Managing Business Ethics: Straight Talk About How to Do It Right (7th ed.). Wiley.Tversky, A., & Kahneman, D. (1974). Judgment under uncertainty: Heuristics and biases. Science, 185(4157), 1124–1131.Weick, K. E. (1995). Sensemaking in Organizations. Sage Publications.Yukl, G. (2013). Leadership in Organizations (8th ed.). Pearson.
  • 17. Learning and Giving for Better Indonesia www.humanikaconsulting,com