“CRITICAL THINKING IN ACCOUNTING EDUCATION:
PROCESSES, SKILLS AND APPLICATIONS”
TUGAS MATA KULIAH
SEMINAR AKUNTANSI
Oleh :
Ainur Zurlis 080810391053
Dita Nanda Safitri 110810301133
Hasunah 110810301139
Program Studi Akuntansi
Fakultas Ekonomi
Universitas Jember
2014
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat
dibutuhkan baik dalam pekerjaan, pendidikan, hingga seluruh aspek
kehidupan lainnya. Begitu juga dalam pendidikan akuntansi sangat
dibutuhkan mengenai kemampuan berpikir kritis baik di dalam proses
pembelajaran dengan memasukkan berpikir kritis dalam kurikulum,
keterampilan pengajar maupun mahasiswa untuk berpikir kritis, hingga pada
pengaplikasian berpikir kritis pada bidang akuntansi. Misalkan dalam
auditing, auditor harus mampu berpikir secara kritis untuk mengetahui
adanya fraud acconting. Sehingga berpikir kritis harus mulai diterapkan
pada pendidikan akuntansi agar di masa depan pendidikan akuntansi
mampu mencetak profesi akuntansi yang kompeten dan berintelektual
tinggi.
Topik ini menarik untuk dibahas dan didiskusikan karena sebagai
mahasiswa akuntansi, pembelajaran mengenai berpikir kritis sangat
diperlukan guna membangun dan mengembangkan kemampuan dalam
berbagai hal. Kemampuan berpikir kritis mahasiswa akuntansi harus diasah
agar membantu dalam proses pemecahan masalah. Dalam jurnal ini terdapat
beberapa hipotesis yang menyatakan bahwa berpikir kritis sangat diperlukan
dalam dunia pendidikan akuntansi. Peneliti juga mengembangkan metode
lain untuk memahami pemikiran kritis yang mempermudah para akademisi
dan praktisi dalam memperkenalkan serta membangun konsep berpikir kritis
itu sendiri. Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan dalam pemecahan
masalah atau pencarian solusi. Lulusan akuntansi dituntut untuk mampu
memecahkan berbagai masalah yang terjadi dalam dunia bisnis. Melalui
hipotesis dan penelitian yang dilakukan, jurnal ini membantu banyak pihak
khususnya para akademisi dalam mengetahui arti penting berpikir kritis
dalam pendidikan akuntansi.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
1. Definisi Berpikir Kritis
Saat ini kemampuan berpikir kritis sangat penting dalam kehidupan
sehari-hari, karena untuk mengembangkan kemampuan berpikir lainnya,
seperti kemampuan untuk membuat keputusan dan menyelesaikan masalah.
Banyak sekali fenomena dalam kehidupan sehari-hari yang perlu dikritisi.
Pengertian berpikir kritis dikemukakan oleh banyak pakar. Beberapa di
antaranya: Gunawan (2003:177-178) menyatakan bahwa keterampilan
berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpikir pada level yang kompleks
dan menggunakan proses analisis dan evaluasi. Berpikir kritis melibatkan
keahlian berpikir induktif seperti mengenali hubungan, manganalisis
masalah yang bersifat terbuka, menentukan sebab dan akibat, membuat
kesimpulan dan memperhitungkan data yang relevan. Sedangkan keahlian
berpikir deduktif melibatkan kemampuan memecahkan masalah yang
bersifat spasial, logis silogisme dan membedakan fakta dan opini. Keahlian
berpikir kritis lainnya adalah kemampuan mendeteksi bias, melakukan
evaluasi, membandingkan dan mempertentangkan.
2. Garis besar pemikiran kritis
Berpikir kritis bukan hanya mempraktekkan keterampilan seperti
ketekunan, keterbukaan pikiran, ketelitian maupun fleksibilitas tetapi
berpikir kritis adalah serangkaian proses yang saling mendukung untuk
mampu berpikir kritis. Taksonomi Bloom (1956) menunjukkan urutan
pembelajaran dalam pendidikan yang diharapkan mampu menghasilkan
kemampuan berpikir kritis. Berikut adalah urutan pembelajaran dalam
Taksonomi Bloom:
1. Pengetahuan (Knowledge), berisikan kemampuan untuk mengenali
dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola,
urutan, metodologi, prinsip maupun dasar.
2. Pemahaman (Comprehension), berisikan kemampuan
mendemonstrasikan fakta dan gagasan mengelompokkan dengan
mengorganisir, membandingkan, menerjemahkan, memaknai,
memberi deskripsi, dan menyatakan gagasan utama: terjemahan,
pemaknaan, ekstrapolasi
3. Aplikasi (Application), di tingkat ini, seseorang memiliki
kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus
maupun teori di dalam kondisi kerja.
4. Analisis (Analysis), di tingkat analisis, seseorang akan mampu
menganalisis informasi yang masuk dan membagi-bagi atau
menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk
mengenali pola atau hubungannya dan mampu mengenali serta
membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yang
rumit.
5. Sintesis (Synthesis), satu tingkat di atas analisis, seseorang di tingkat
sintesa akan mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah
skenario yang sebelumnya tidak terlihat, dan mampu mengenali data
atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yang
dibutuhkan.
6. Evaluasi (Evaluation), dikenali dari kemampuan untuk memberikan
penilaian terhadap solusi, gagasan, maupun metodologi dengan
menggunakan kriteria yang cocok atau standar yang ada untuk
memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya.
Selain Taksonomi Bloom, Ennis (1962) juga mengembangkan
metode lain untuk memahami pemikiran kritis yaitu:
a. Menentukan arti sebuah pernyataan.
b. Memutuskan apakah kesimpulan dibutuhkan.
c. Memutuskan apakah pernyataan observasi dapat diandalkan.
d. Memutuskan apakah definisi definisi telah sesuai
e. Memutuskan apakah pernyataan yang dibuat oleh orang yang
berwenang (para ahli) dapat diterima.
3. Keterampilan Berpikir Kritis
Harkins menggambarkan kemampuan untuk berpikir kritis dengan
menggunakan keterampilan kognitif untuk: menyelesaikan masalah,
mencapai kesimpulan, membentuk kesimpulan, dan membuat keputusan
melalui tujuan, beralasan, proses logis dan diarahkan pada tujuan. Selain itu
juga ada yang menyebutkan bahwa pemikiran kritis adalah proses
memahami bagaimana berpikir dan menyelesaikan pekerjaan, menggunakan
keterampilan yang lebih tinggi untuk memahami isu-isu, dan menganalisis,
mensintesis dan menilai ide-ide secara logis. Kata "kritis" memiliki arti
netral, tidak menyiratkan sudut pandang negatif atau menemukan kesalahan.
4. Menggabungkan Keterampilan Berpikir Kritis Menjadi
Kurikulum Akuntansi
Topik berpikir kritis telah menjadi perhatian dalam berbagai literatur
bisnis. Banyak organisasi akuntansi, buku-buku dan jurnal artikel telah
menekankan pentingnya dalam kurikulum akuntansi. Dengan demikian,
anggota fakultas akuntansi dan praktisi harus membahas masalah-masalah
seperti:
Apa itu berpikir kritis, dan mana unsur-unsur yang relevan dengan
akuntan?
Bagaimana seharusnya berpikir kritis diperkenalkan pada mahasiswa
di perguruan tinggi?
Bagaimana berpikir kritis dihubungan dengan filosofi baru termasuk
perbaikan terus menerus(kaizen), just-in-time (tepat waktu),
benchmarking (standar) ?
Haruskah berpikir kritis diterapkan dalam akuntansi, bisnis, atau
bidang lain?
5. Metode untuk mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis
dalam kurikulum
Para pendidik akuntansi dapat menggunakan keterampilan berpikir
kritis dalam kurikulum dengan menggunakan:
Alternatif seni liberal, yang mana konsep-konsep pemikiran kritis
tradisional dibahas dalam kursus seperti filsafat, psikologi, linguistik
dan sejarah. Seni liberal merujuk pada kurikulum pendidikan yang
berbasis pendidikan klasik. "Seni liberal" didefinisikan oleh
Encyclopaedia Britannica sebagai "kurikulum universitas atau
universitas yang bertujuan memiliki pengetahuan umum dan
meningkatkan kemampuan intelektual, berbeda dari kurikulum
bersifat profesional, kejuruan atau teknis."
Berpikir kritis dalam bidang yang berbeda, sebagaimana yang
ditunjukkan Chaffee (1994), konsep ini terdapat dalam bidang yang
berbeda
Alternatif desentralisasi, di mana kemampuan berpikir kritis yang
dilakukan di luar kurikulum berfokus pada keterampilan yang
relevan dengan program tertentu.
6. Tiga Bentuk Metode Desentralisasi
Terdapat tiga bentuk desentralisasi dalam pendidikan berpikir kritis
di beberapa dimensi pendidikan yaitu
a) Separate Teaching (pengajaran-terpisah), bentuk mengajar-terpisah
menekankan pada mahasiswa untuk memahami konsep
b) Teaching Mode (model pengajaran), model pengajaran menekankan
mahasiswa mampu melakukan penilaian (yaitu pengambilan
keputusan mengenai konsep-konsep dan penerapan konsep)
c) Discipline-free Learning (pengajaran bebas-terikat),pengajaran
bebas terikat menekankan pada penalaran mahasiswa (yaitu
menggabungkan pemahaman untuk penemuan dan kreativitas).
Kesimpulannya, tiga bentuk metode desentralisasi pendidikan
berpikir kritis menekankan fitur yang berbeda dan daya intelektual yang
dapat melayani kebutuhan yang berbeda untuk peserta yang berbeda dalam
lingkungan yang berbeda. Akuntansi pendidik harus memahami perbedaan-
perbedaan ini sebelum mengembangkan program-program akuntansi yang
didasarkan pada pemikiran kritis dalam bentuk, bahan dan fungsi.
Critical Review
Kemampuan berpikir kritis mahasiswa penting digalakkan agar
mereka mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan yang tepat
sesuai dengan kebenaran ilmiah. Khususnya Pendidikan akuntansi harus
menyediakan mahasiswa dengan keterampilan dan kemampuan yang
memadai yang berguna di masa depan, termasuk kemampuan komunikasi
yang kuat, mampu menganalisis secara kuantitatif, kemampuan
interpersonal dan keterampilan intelektual. Jurnal yang telah ditulis oleh dua
orang professor akuntansi yaitu Alan Reinstein dan Mohamed E. Bayou
terdapat kelebihan dan kekurangan di dalamnya.
Kelebihan yang terdapat dalam jurnal tersebut adalah isi jurnal telah
memaparkan berbagai model pengajaran seperti Taksonomi Bloom, Teori
Ennis, Alternatif seni liberal, maupun Alternatif desentralisasi di mana
model pembelajaran tersebut saling menguatkan yang pada akhirnya para
pendidik dapat menyampaikan kepada mahasiswa mengenai kemampuan
berpikir kritis sehingga pendidik akuntansi di setiap universitas maupun
perguruan tinggi mampu mencetak mahasiswa yang memiliki kemampuan
berpikir kritis dan memiliki intelektual yang tinggi. Selain itu kelebihan
jurnal ini telah memberikan contoh secara real tentang bagaimana
pengaplikasian berpikir kritis sebagai seorang akuntan.
Sedangkan kelemahan dan keterbatasan pada jurnal ini adalah
mengenai beberapa teori atau literatur yang dipakai dapat dikatakan telah
usang. Pada model pembelajaran Taksonomi Bloom yang digunakan dalam
jurnal ini adalah Taksonomi Bloom yang telah usang yaitu tahun 1956
padahal telah disempurnakan pada tahun 1994, oleh salah seorang murid
Bloom, Lorin Anderson Krathwohl dan para ahli psikologi aliran
kognitivisme memperbaiki taksonomi Bloom agar sesuai dengan kemajuan
zaman. Hasil perbaikan tersebut baru dipublikasikan pada tahun 2001
dengan nama Revisi Taksonomi Bloom. Revisi hanya dilakukan pada ranah
kognitif. Revisi tersebut meliputi:
1) Perubahan kata kunci dari kata benda menjadi kata kerja untuk
setiap level taksonomi
2) Perubahan hampir terjadi pada semua level hierarkhis, namun urutan
level masih sama yaitu dari urutan terendah hingga tertinggi.
Perubahan mendasar terletak pada level 5 dan 6. Perubahan-
perubahan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pada level 1, knowledge diubah menjadi remembering
(mengingat)
Pada level 2, comprehension dipertegas menjadi
understanding (memahami)
Pada level 3, application diubah menjadi applying
(menerapkan).
Pada level 4, analysis menjadi analyzing (menganalisis)
Pada level 5, synthesis dinaikkan levelnya menjadi level 6
tetapi dengan perubahan mendasar, yaitu creating (mencipta)
Pada level 6, Evaluation turun posisisinya menjadi level 5,
dengan sebutan evaluating (menilai).
Begitu juga tentang Teori Ennis tahun 1962, padahal teori tersebut
telah disempurnakan pada tahun 1991. Di mana Ennis (1962) hanya
memberikan enam rambu-rambu dalam menerapkan pola berpikir kritis bagi
pelajar baik di dalam kelas maupun kehidupan sehari-hari dan pada 1991
telah disempurnakan yang terdiri atas: (1) Mencari pernyataan yang jelas
dari setiap pernyataan (2) Mencari alasan (3) Berusaha mengetahui
informasi dengan baik (4) Memakai sumber yang memiliki kridibilitas dan
menyebutkannya (5) Memperhatikan situasi dan kondisi secara keseluruhan
(6) Berusaha tetap relevan pada ide utama (7) Mengingat kepentingan asli
dan mendasar (8) Mencari alternatif (9) Bersikap dan berpikir terbuka (10)
Mengambil posisi ketika ada bukti yang cukup untuk melakukan sesuatu
(11) Mencari penjelasan sebanyak mungkin apabila memungkinkan (12)
Bersikap secara sistematis dan teratur dengan bagian-bagian dari
keseluruhan masalah (13) Peka terhadap tingkat keilmuan dan keahlian
orang lain.
Kesimpulan
Para pendidik akuntansi telah dikritik karena terlalu lambat dalam
memodifikasi sistem pendidikan mereka untuk mengakomodasi lingkungan
baru dengan berpikir kritis untuk membentuk sebuah cara yang sangat baik
dalam membantu mahasiswa akuntansi menjadi master yang lebih teoritis
dan memiliki keterampilan intelektual yang tinggi. Sehingga para pendidik
akuntansi dapat menggunakan keterampilan berpikir kritis dalam kurikulum
seperti menggunakan alternatif seni liberal maupun alternatif desentralisasi.
Di mana ada tiga metode dalam alternatif desentralisasi yaitu Separate
Teaching (pengajaran-terpisah), Teaching Mode (model pengajaran),
Discipline-free Learning (pengajaran bebas-terikat). Diharapkan dengan tiga
metode tersebut dapat memenuhi kebutuhan yang berbeda dan dapat
menciptakan keterampilan berpikir kritis dan memiliki intelektual yang
tinggi sebagai profesi akuntan di masa mendatang.
Selain itu, akuntansi profesional, baik dalam akuntansi publik,
manajemen akuntansi atau akuntansi nirlaba, memberikan layanan bernilai
tambah kepada orang lain dalam sebuah kompleks yang dinamis,
memperluas, dan terus-menerus mengubah profesi. Para profesional harus
mengembangkan sebuah paradigma keterampilan, salah satunya adalah
berpikir, mengharuskan mereka untuk mengembangkan keterampilan
belajar seumur hidup untuk berpikir kritis (untuk memahami makna dari
prinsip-prinsip dan konsep-konsep yang kompleks), serta untuk menilai dan
menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip untuk isu-isu spesifik.
Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_liberal
http://nengah235.blogspot.com/2013/03/apa-itu-berpikir-kritis.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi_Bloom
http://UNIMED-Article-24572-Hasruddin.pdf

More Related Content

DOCX
Uji asumsi klasik
PDF
Momen kemiringan dan_keruncingan(7)
PPTX
Studi kasus permasalahan pengambilan keputusan PT Garam
DOCX
ANALISIS SWOT PADA PT.PERTAMINA (PERSERO)
PDF
Penerapan activity based management (abm) system untuk meningkatkan efisiensi
PPTX
Teori pendugaan statistik presentasi
PDF
Contoh nominal,ordinal,interval,dan rasio
PPTX
Ppt analisa data
Uji asumsi klasik
Momen kemiringan dan_keruncingan(7)
Studi kasus permasalahan pengambilan keputusan PT Garam
ANALISIS SWOT PADA PT.PERTAMINA (PERSERO)
Penerapan activity based management (abm) system untuk meningkatkan efisiensi
Teori pendugaan statistik presentasi
Contoh nominal,ordinal,interval,dan rasio
Ppt analisa data

What's hot (20)

PPTX
Proses pengawasan dalam manajemen
DOCX
Modul Statistika Crosstab
PPTX
Pengukuran Variabel: Definisi Operasional dan Skala Pengukuran: Penskalaan, ...
PDF
Latihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUI
PPTX
Teori Permintaan akan Uang Klasik dan Keynes (Ekonomi Moneter - BAB 4)
PDF
Cara Mereview Jurnal
PDF
Contoh Review Jurnal
PPT
Contoh soal Teori antrian khusus Poisson
PPTX
Manajemen keuangan part 2 of 5
PDF
Makalah kelompok 4 metode simpleks
PDF
Hasil Observasi UMKM Kedai T-Minul - Manajemen Koperasi dan UMKM (Laporan)
PPTX
Template Presentasi Powerpoint - Seminar Proposal Skripsi Alvian
PDF
3 . analisis regresi linier berganda dua peubah
PPTX
13.analisa korelasi
PPTX
IMPLEMENTASI STRATEGIK PERUSAHAAN
DOCX
contoh proposal kewirausahaan
PPTX
Sistem Penunjang Keputusan [Teori Pengambilan Keputusan]
PDF
Statistik Ekonomi
PDF
Panduan Lengkap Analisis Statistika dengan Aplikasi SPSS
PPT
Analisis korelasi-berganda
Proses pengawasan dalam manajemen
Modul Statistika Crosstab
Pengukuran Variabel: Definisi Operasional dan Skala Pengukuran: Penskalaan, ...
Latihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUI
Teori Permintaan akan Uang Klasik dan Keynes (Ekonomi Moneter - BAB 4)
Cara Mereview Jurnal
Contoh Review Jurnal
Contoh soal Teori antrian khusus Poisson
Manajemen keuangan part 2 of 5
Makalah kelompok 4 metode simpleks
Hasil Observasi UMKM Kedai T-Minul - Manajemen Koperasi dan UMKM (Laporan)
Template Presentasi Powerpoint - Seminar Proposal Skripsi Alvian
3 . analisis regresi linier berganda dua peubah
13.analisa korelasi
IMPLEMENTASI STRATEGIK PERUSAHAAN
contoh proposal kewirausahaan
Sistem Penunjang Keputusan [Teori Pengambilan Keputusan]
Statistik Ekonomi
Panduan Lengkap Analisis Statistika dengan Aplikasi SPSS
Analisis korelasi-berganda
Ad

Viewers also liked (20)

DOCX
critical review jurnal ilmiah
DOCX
Critical review jurnal ilmiah
DOCX
contoh Kritikan jurnal
PDF
Critical Review: An Organizational Learning Model for Vocational Education in...
DOCX
Pembahasan Profesi Pendidikan
PDF
Makalah kelompok 2 pgsd 5 a
DOCX
Islam ditinjau dari aspek teologi
DOCX
critical review jurnal ilmiah
PPT
Dasar dan tujuan pendidikan nasional
DOCX
Paulo freire dan pemikirannya
DOCX
Soal jawab teori akuntansi Suwardjono
DOC
Kritik jurnal ilmiah 1
DOCX
Tugas critical review sistem informasi strategis
PPTX
Berbagai pendekatan pengelolaan kelas
DOCX
Makalah Masalah Profesi Guru
PPTX
Konsep Pendidikan dari Perspektif Islam
DOC
Skb cafe burdas
PPTX
Presentasi Journal Review-Manajemen Pemasaran
DOCX
Review jurnal manajemen strategis
critical review jurnal ilmiah
Critical review jurnal ilmiah
contoh Kritikan jurnal
Critical Review: An Organizational Learning Model for Vocational Education in...
Pembahasan Profesi Pendidikan
Makalah kelompok 2 pgsd 5 a
Islam ditinjau dari aspek teologi
critical review jurnal ilmiah
Dasar dan tujuan pendidikan nasional
Paulo freire dan pemikirannya
Soal jawab teori akuntansi Suwardjono
Kritik jurnal ilmiah 1
Tugas critical review sistem informasi strategis
Berbagai pendekatan pengelolaan kelas
Makalah Masalah Profesi Guru
Konsep Pendidikan dari Perspektif Islam
Skb cafe burdas
Presentasi Journal Review-Manajemen Pemasaran
Review jurnal manajemen strategis
Ad

Similar to critical review jurnal ilmiah (20)

PPTX
Berpikir kritis dalam pendidikan akuntansi
PDF
KONSEP HOTS kurikulum 2013 KONSEP HOTS kurikulum 2013 KONSEP HOTS kurikulum ...
DOCX
KONSEP DASAR BERFIKIR KRITIS DAN MASALAH DALAM KEBIDANAN
DOC
Resume jurnal
DOCX
RPL 1 LEMBAR berpikir kritis dan logis
PPTX
critical thinking_PKD PMII IAIN PONOROGO.pptx
PDF
Unit 6 kbkk
PPTX
3 Konsep Tujuan Pembelajaran-converted.pptx
PPTX
Pengembangan Desain Instruksional Berkarakter (Siti Khadijah Ibrahim)
PDF
Critical thinking, intelectual skills, reasoning, and critic.pdf
DOCX
Ranah penilaian kognitif
PPTX
Pengembangan Pembelajaran dan Penilaian HOTS.pptx
DOCX
Berfikir kritis hanin
PDF
Berpikir Kritis,Trend dan Perubahan yang Mempengaruhi Dokumentasi Keperawatan
PDF
Berpikir Kritis,Trend dan Perubahan yang Mempengaruhi Dokumentasi Keperawatan
PDF
Taksonomi Bloom 3 Ranah lengkap
PPT
Dasar Dasar Penulisan Ilmiah
PDF
hots.pdf
PPT
BIDANG PENALARAN univ muh surakarta.ppt
Berpikir kritis dalam pendidikan akuntansi
KONSEP HOTS kurikulum 2013 KONSEP HOTS kurikulum 2013 KONSEP HOTS kurikulum ...
KONSEP DASAR BERFIKIR KRITIS DAN MASALAH DALAM KEBIDANAN
Resume jurnal
RPL 1 LEMBAR berpikir kritis dan logis
critical thinking_PKD PMII IAIN PONOROGO.pptx
Unit 6 kbkk
3 Konsep Tujuan Pembelajaran-converted.pptx
Pengembangan Desain Instruksional Berkarakter (Siti Khadijah Ibrahim)
Critical thinking, intelectual skills, reasoning, and critic.pdf
Ranah penilaian kognitif
Pengembangan Pembelajaran dan Penilaian HOTS.pptx
Berfikir kritis hanin
Berpikir Kritis,Trend dan Perubahan yang Mempengaruhi Dokumentasi Keperawatan
Berpikir Kritis,Trend dan Perubahan yang Mempengaruhi Dokumentasi Keperawatan
Taksonomi Bloom 3 Ranah lengkap
Dasar Dasar Penulisan Ilmiah
hots.pdf
BIDANG PENALARAN univ muh surakarta.ppt

More from Hasunah (15)

PPTX
KDRT
PPTX
Chapter 4
PPTX
Chapter 2
PPTX
ANALISIS SWOT FE UNEJ
PPTX
bab 2
PPTX
bab 1
PPTX
Audit saldo kas dan bank
PPT
Transaksi istishna
PPTX
Akuntansi universitas
PPTX
Bab 2
PPTX
Bab 1
PPTX
Studi kasus teori akuntansi
PPTX
Ppt environmental accounting
PPTX
Ppt audit pengolahan data
PPTX
KONSEP AUDIT MANAJEMEN
KDRT
Chapter 4
Chapter 2
ANALISIS SWOT FE UNEJ
bab 2
bab 1
Audit saldo kas dan bank
Transaksi istishna
Akuntansi universitas
Bab 2
Bab 1
Studi kasus teori akuntansi
Ppt environmental accounting
Ppt audit pengolahan data
KONSEP AUDIT MANAJEMEN

Recently uploaded (20)

DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Fisika Kelas XII SMA Terbaru 2025
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Ekonomi Kelas X SMA Terbaru 2025
PPTX
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
PPTX
1. Bahan Bacaan Pola Pikir Bertumbuh.pptx
PDF
RPM BAHASA INDONESIA KELAS 7 TEKS DESKRIPSI.pdf
PDF
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Fisika Kelas 12 SMA Terbaru 2025
PPTX
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
PPTX
Merancang dan Mengelola PESAN dalam Komunikasi Pemasaran di Era Digital 4.0_W...
PPT
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PPTX
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
PDF
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PDF
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PPTX
bahan KKA DI SEKOLAH bahan KKA DI SEKOLA
PPTX
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PPTX
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
PDF
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Fisika Kelas XII SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Ekonomi Kelas X SMA Terbaru 2025
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
1. Bahan Bacaan Pola Pikir Bertumbuh.pptx
RPM BAHASA INDONESIA KELAS 7 TEKS DESKRIPSI.pdf
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
Modul Ajar Deep Learning Fisika Kelas 12 SMA Terbaru 2025
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
Merancang dan Mengelola PESAN dalam Komunikasi Pemasaran di Era Digital 4.0_W...
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
bahan KKA DI SEKOLAH bahan KKA DI SEKOLA
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern

critical review jurnal ilmiah

  • 1. “CRITICAL THINKING IN ACCOUNTING EDUCATION: PROCESSES, SKILLS AND APPLICATIONS” TUGAS MATA KULIAH SEMINAR AKUNTANSI Oleh : Ainur Zurlis 080810391053 Dita Nanda Safitri 110810301133 Hasunah 110810301139 Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Jember 2014
  • 2. PENDAHULUAN Latar Belakang Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan baik dalam pekerjaan, pendidikan, hingga seluruh aspek kehidupan lainnya. Begitu juga dalam pendidikan akuntansi sangat dibutuhkan mengenai kemampuan berpikir kritis baik di dalam proses pembelajaran dengan memasukkan berpikir kritis dalam kurikulum, keterampilan pengajar maupun mahasiswa untuk berpikir kritis, hingga pada pengaplikasian berpikir kritis pada bidang akuntansi. Misalkan dalam auditing, auditor harus mampu berpikir secara kritis untuk mengetahui adanya fraud acconting. Sehingga berpikir kritis harus mulai diterapkan pada pendidikan akuntansi agar di masa depan pendidikan akuntansi mampu mencetak profesi akuntansi yang kompeten dan berintelektual tinggi. Topik ini menarik untuk dibahas dan didiskusikan karena sebagai mahasiswa akuntansi, pembelajaran mengenai berpikir kritis sangat diperlukan guna membangun dan mengembangkan kemampuan dalam berbagai hal. Kemampuan berpikir kritis mahasiswa akuntansi harus diasah agar membantu dalam proses pemecahan masalah. Dalam jurnal ini terdapat beberapa hipotesis yang menyatakan bahwa berpikir kritis sangat diperlukan dalam dunia pendidikan akuntansi. Peneliti juga mengembangkan metode lain untuk memahami pemikiran kritis yang mempermudah para akademisi dan praktisi dalam memperkenalkan serta membangun konsep berpikir kritis itu sendiri. Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan dalam pemecahan masalah atau pencarian solusi. Lulusan akuntansi dituntut untuk mampu memecahkan berbagai masalah yang terjadi dalam dunia bisnis. Melalui hipotesis dan penelitian yang dilakukan, jurnal ini membantu banyak pihak khususnya para akademisi dalam mengetahui arti penting berpikir kritis dalam pendidikan akuntansi.
  • 3. ANALISIS DAN PEMBAHASAN 1. Definisi Berpikir Kritis Saat ini kemampuan berpikir kritis sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, karena untuk mengembangkan kemampuan berpikir lainnya, seperti kemampuan untuk membuat keputusan dan menyelesaikan masalah. Banyak sekali fenomena dalam kehidupan sehari-hari yang perlu dikritisi. Pengertian berpikir kritis dikemukakan oleh banyak pakar. Beberapa di antaranya: Gunawan (2003:177-178) menyatakan bahwa keterampilan berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpikir pada level yang kompleks dan menggunakan proses analisis dan evaluasi. Berpikir kritis melibatkan keahlian berpikir induktif seperti mengenali hubungan, manganalisis masalah yang bersifat terbuka, menentukan sebab dan akibat, membuat kesimpulan dan memperhitungkan data yang relevan. Sedangkan keahlian berpikir deduktif melibatkan kemampuan memecahkan masalah yang bersifat spasial, logis silogisme dan membedakan fakta dan opini. Keahlian berpikir kritis lainnya adalah kemampuan mendeteksi bias, melakukan evaluasi, membandingkan dan mempertentangkan. 2. Garis besar pemikiran kritis Berpikir kritis bukan hanya mempraktekkan keterampilan seperti ketekunan, keterbukaan pikiran, ketelitian maupun fleksibilitas tetapi berpikir kritis adalah serangkaian proses yang saling mendukung untuk mampu berpikir kritis. Taksonomi Bloom (1956) menunjukkan urutan pembelajaran dalam pendidikan yang diharapkan mampu menghasilkan kemampuan berpikir kritis. Berikut adalah urutan pembelajaran dalam Taksonomi Bloom: 1. Pengetahuan (Knowledge), berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip maupun dasar. 2. Pemahaman (Comprehension), berisikan kemampuan mendemonstrasikan fakta dan gagasan mengelompokkan dengan mengorganisir, membandingkan, menerjemahkan, memaknai,
  • 4. memberi deskripsi, dan menyatakan gagasan utama: terjemahan, pemaknaan, ekstrapolasi 3. Aplikasi (Application), di tingkat ini, seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus maupun teori di dalam kondisi kerja. 4. Analisis (Analysis), di tingkat analisis, seseorang akan mampu menganalisis informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yang rumit. 5. Sintesis (Synthesis), satu tingkat di atas analisis, seseorang di tingkat sintesa akan mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat, dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan. 6. Evaluasi (Evaluation), dikenali dari kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, maupun metodologi dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yang ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya. Selain Taksonomi Bloom, Ennis (1962) juga mengembangkan metode lain untuk memahami pemikiran kritis yaitu: a. Menentukan arti sebuah pernyataan. b. Memutuskan apakah kesimpulan dibutuhkan. c. Memutuskan apakah pernyataan observasi dapat diandalkan. d. Memutuskan apakah definisi definisi telah sesuai e. Memutuskan apakah pernyataan yang dibuat oleh orang yang berwenang (para ahli) dapat diterima. 3. Keterampilan Berpikir Kritis Harkins menggambarkan kemampuan untuk berpikir kritis dengan menggunakan keterampilan kognitif untuk: menyelesaikan masalah,
  • 5. mencapai kesimpulan, membentuk kesimpulan, dan membuat keputusan melalui tujuan, beralasan, proses logis dan diarahkan pada tujuan. Selain itu juga ada yang menyebutkan bahwa pemikiran kritis adalah proses memahami bagaimana berpikir dan menyelesaikan pekerjaan, menggunakan keterampilan yang lebih tinggi untuk memahami isu-isu, dan menganalisis, mensintesis dan menilai ide-ide secara logis. Kata "kritis" memiliki arti netral, tidak menyiratkan sudut pandang negatif atau menemukan kesalahan. 4. Menggabungkan Keterampilan Berpikir Kritis Menjadi Kurikulum Akuntansi Topik berpikir kritis telah menjadi perhatian dalam berbagai literatur bisnis. Banyak organisasi akuntansi, buku-buku dan jurnal artikel telah menekankan pentingnya dalam kurikulum akuntansi. Dengan demikian, anggota fakultas akuntansi dan praktisi harus membahas masalah-masalah seperti: Apa itu berpikir kritis, dan mana unsur-unsur yang relevan dengan akuntan? Bagaimana seharusnya berpikir kritis diperkenalkan pada mahasiswa di perguruan tinggi? Bagaimana berpikir kritis dihubungan dengan filosofi baru termasuk perbaikan terus menerus(kaizen), just-in-time (tepat waktu), benchmarking (standar) ? Haruskah berpikir kritis diterapkan dalam akuntansi, bisnis, atau bidang lain? 5. Metode untuk mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis dalam kurikulum Para pendidik akuntansi dapat menggunakan keterampilan berpikir kritis dalam kurikulum dengan menggunakan: Alternatif seni liberal, yang mana konsep-konsep pemikiran kritis tradisional dibahas dalam kursus seperti filsafat, psikologi, linguistik dan sejarah. Seni liberal merujuk pada kurikulum pendidikan yang
  • 6. berbasis pendidikan klasik. "Seni liberal" didefinisikan oleh Encyclopaedia Britannica sebagai "kurikulum universitas atau universitas yang bertujuan memiliki pengetahuan umum dan meningkatkan kemampuan intelektual, berbeda dari kurikulum bersifat profesional, kejuruan atau teknis." Berpikir kritis dalam bidang yang berbeda, sebagaimana yang ditunjukkan Chaffee (1994), konsep ini terdapat dalam bidang yang berbeda Alternatif desentralisasi, di mana kemampuan berpikir kritis yang dilakukan di luar kurikulum berfokus pada keterampilan yang relevan dengan program tertentu. 6. Tiga Bentuk Metode Desentralisasi Terdapat tiga bentuk desentralisasi dalam pendidikan berpikir kritis di beberapa dimensi pendidikan yaitu a) Separate Teaching (pengajaran-terpisah), bentuk mengajar-terpisah menekankan pada mahasiswa untuk memahami konsep b) Teaching Mode (model pengajaran), model pengajaran menekankan mahasiswa mampu melakukan penilaian (yaitu pengambilan keputusan mengenai konsep-konsep dan penerapan konsep) c) Discipline-free Learning (pengajaran bebas-terikat),pengajaran bebas terikat menekankan pada penalaran mahasiswa (yaitu menggabungkan pemahaman untuk penemuan dan kreativitas). Kesimpulannya, tiga bentuk metode desentralisasi pendidikan berpikir kritis menekankan fitur yang berbeda dan daya intelektual yang dapat melayani kebutuhan yang berbeda untuk peserta yang berbeda dalam lingkungan yang berbeda. Akuntansi pendidik harus memahami perbedaan- perbedaan ini sebelum mengembangkan program-program akuntansi yang didasarkan pada pemikiran kritis dalam bentuk, bahan dan fungsi.
  • 7. Critical Review Kemampuan berpikir kritis mahasiswa penting digalakkan agar mereka mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan kebenaran ilmiah. Khususnya Pendidikan akuntansi harus menyediakan mahasiswa dengan keterampilan dan kemampuan yang memadai yang berguna di masa depan, termasuk kemampuan komunikasi yang kuat, mampu menganalisis secara kuantitatif, kemampuan interpersonal dan keterampilan intelektual. Jurnal yang telah ditulis oleh dua orang professor akuntansi yaitu Alan Reinstein dan Mohamed E. Bayou terdapat kelebihan dan kekurangan di dalamnya. Kelebihan yang terdapat dalam jurnal tersebut adalah isi jurnal telah memaparkan berbagai model pengajaran seperti Taksonomi Bloom, Teori Ennis, Alternatif seni liberal, maupun Alternatif desentralisasi di mana model pembelajaran tersebut saling menguatkan yang pada akhirnya para pendidik dapat menyampaikan kepada mahasiswa mengenai kemampuan berpikir kritis sehingga pendidik akuntansi di setiap universitas maupun perguruan tinggi mampu mencetak mahasiswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan memiliki intelektual yang tinggi. Selain itu kelebihan jurnal ini telah memberikan contoh secara real tentang bagaimana pengaplikasian berpikir kritis sebagai seorang akuntan. Sedangkan kelemahan dan keterbatasan pada jurnal ini adalah mengenai beberapa teori atau literatur yang dipakai dapat dikatakan telah usang. Pada model pembelajaran Taksonomi Bloom yang digunakan dalam jurnal ini adalah Taksonomi Bloom yang telah usang yaitu tahun 1956 padahal telah disempurnakan pada tahun 1994, oleh salah seorang murid Bloom, Lorin Anderson Krathwohl dan para ahli psikologi aliran kognitivisme memperbaiki taksonomi Bloom agar sesuai dengan kemajuan zaman. Hasil perbaikan tersebut baru dipublikasikan pada tahun 2001 dengan nama Revisi Taksonomi Bloom. Revisi hanya dilakukan pada ranah kognitif. Revisi tersebut meliputi:
  • 8. 1) Perubahan kata kunci dari kata benda menjadi kata kerja untuk setiap level taksonomi 2) Perubahan hampir terjadi pada semua level hierarkhis, namun urutan level masih sama yaitu dari urutan terendah hingga tertinggi. Perubahan mendasar terletak pada level 5 dan 6. Perubahan- perubahan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Pada level 1, knowledge diubah menjadi remembering (mengingat) Pada level 2, comprehension dipertegas menjadi understanding (memahami) Pada level 3, application diubah menjadi applying (menerapkan). Pada level 4, analysis menjadi analyzing (menganalisis) Pada level 5, synthesis dinaikkan levelnya menjadi level 6 tetapi dengan perubahan mendasar, yaitu creating (mencipta) Pada level 6, Evaluation turun posisisinya menjadi level 5, dengan sebutan evaluating (menilai). Begitu juga tentang Teori Ennis tahun 1962, padahal teori tersebut telah disempurnakan pada tahun 1991. Di mana Ennis (1962) hanya memberikan enam rambu-rambu dalam menerapkan pola berpikir kritis bagi pelajar baik di dalam kelas maupun kehidupan sehari-hari dan pada 1991 telah disempurnakan yang terdiri atas: (1) Mencari pernyataan yang jelas dari setiap pernyataan (2) Mencari alasan (3) Berusaha mengetahui informasi dengan baik (4) Memakai sumber yang memiliki kridibilitas dan menyebutkannya (5) Memperhatikan situasi dan kondisi secara keseluruhan (6) Berusaha tetap relevan pada ide utama (7) Mengingat kepentingan asli dan mendasar (8) Mencari alternatif (9) Bersikap dan berpikir terbuka (10) Mengambil posisi ketika ada bukti yang cukup untuk melakukan sesuatu (11) Mencari penjelasan sebanyak mungkin apabila memungkinkan (12) Bersikap secara sistematis dan teratur dengan bagian-bagian dari keseluruhan masalah (13) Peka terhadap tingkat keilmuan dan keahlian orang lain.
  • 9. Kesimpulan Para pendidik akuntansi telah dikritik karena terlalu lambat dalam memodifikasi sistem pendidikan mereka untuk mengakomodasi lingkungan baru dengan berpikir kritis untuk membentuk sebuah cara yang sangat baik dalam membantu mahasiswa akuntansi menjadi master yang lebih teoritis dan memiliki keterampilan intelektual yang tinggi. Sehingga para pendidik akuntansi dapat menggunakan keterampilan berpikir kritis dalam kurikulum seperti menggunakan alternatif seni liberal maupun alternatif desentralisasi. Di mana ada tiga metode dalam alternatif desentralisasi yaitu Separate Teaching (pengajaran-terpisah), Teaching Mode (model pengajaran), Discipline-free Learning (pengajaran bebas-terikat). Diharapkan dengan tiga metode tersebut dapat memenuhi kebutuhan yang berbeda dan dapat menciptakan keterampilan berpikir kritis dan memiliki intelektual yang tinggi sebagai profesi akuntan di masa mendatang. Selain itu, akuntansi profesional, baik dalam akuntansi publik, manajemen akuntansi atau akuntansi nirlaba, memberikan layanan bernilai tambah kepada orang lain dalam sebuah kompleks yang dinamis, memperluas, dan terus-menerus mengubah profesi. Para profesional harus mengembangkan sebuah paradigma keterampilan, salah satunya adalah berpikir, mengharuskan mereka untuk mengembangkan keterampilan belajar seumur hidup untuk berpikir kritis (untuk memahami makna dari prinsip-prinsip dan konsep-konsep yang kompleks), serta untuk menilai dan menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip untuk isu-isu spesifik.