DASAR NUTRISI TERNAK
prinsip analisis proksimat
Present by: Ir. Yunasri Usman, M.P
Terdapat lima analisis untuk menentukan zat nutrisi
yang terdapat pada pakan, yaitu:
1. Persentase Kadar Air
2. Persentase Kadar Abu
3. Persentase Kadar Lemak Kasar (Ekstrak Ether)
4. Persentase Kadar Protein Kasar
5. Persentase Kadar Serat Kasar
1. Penetapan Kadar Air/Metode Oven
Pengering
1. Prinsip
Air yang terkandung di dalam suatu bahan akan menguap
seluruhnya, apabila bahan tersebut dipanaskan pada suhu
105°C selama waktu tertentu. Perbedaan antara berat
bahan sebelum dan sesudah dipanaskan adalah kadar air.
2. Cara penetapan
 Cawan porselin yang sudah bersih dikeringkan di dalam
Oven pengering pada suhu 105°C selama 1 jam dengan
tutup dilepas.
 Kemudian cawan porselin diambil dari dalam oven pengering
dengan mempergunakan tang penjepit dan didinginkan di dalam
desikator dengan tutup dilepas selama 1 jam.
 Setelah dingin, cawan porselin ditimbang dalam keadaan tertutup
(mc).
 Ditimbang sampel ± 2 g dengan mempergunakan cawan porselin
(ms1) dan dikeringkan di dalam oven pengering pada suhu 105°C
selama 8 jam atau sampai beratnya tetap dengan tutup dilepas.
 Dengan mempergunakan tang penjepit cawan porselin ditutup,
kemudian didinginkan di dalam desikator selama 30 menit
dengan tutup dilepas. Setelah dingin cawan porselin ditutup
kembali dan ditimbang (ms2).
3. Perhitungan:
ALAT YANG DIGUNAKAN
1.Timbangan
2.Cawan Porselin
3.Oven Pengering
4.desikator
2. Penetapan Protein Kasar/Metode Kjeldahl
1. Prinsip
Nitrogen dalam protein dan senyawa lainnya akan diubah
menjadi ammonium sulfat dengan merebusnya dalam asam
sulfat pekat.
Setelah penguraian Nitrogen selesai larutan dicairkan dengan
aquadest dan ditambah natrium hidroksida agar larutan
menjadi basa.
 Dalam suasana basa ini akan terbentuk atau terlepas
ammonia dan akan ditampung dalam larutan asam
standard (asam borak atau asam sulfat) Apabila
menggunakan larutan asam borak sebagai penampung
ammonia, maka titrasinya menggunakan larutan asam sulfat
atau larutan asam khlorida standard.
 Apabila menggunakan larutan asam sulfat sebagai
penampung ammonia , maka titrasinya menggunakan
larutan natrium hidroksida standard.
Cara Penetapan
1. DESTRUKSI
 Ditimbang 0,5 – 1,0 gram sampel , masukkan kedalam labu
mikro Kjeldahl 50ml yang bersih dan kering.
 Tambahkan1gram K2SO4 dan 1gram CuSO4 atau 1buah
kjeltabs S, 10 ml H2SO4 pekat3.
 Tempatkan labu mikro Kjeldahl pada alat destruksi, kemudian
didestruksi dengan urutan sebagai berikut :
 Kipas pengisap dihidupkan.
 Pemanas dinyalakan, mulai dari api kecil kemudian sedikit
demi sedikit dibesarkan.
 Pompa penyedot dinyalakan
 Setelah larutan dalam labu Kjeldhal menghitam rata ,
labu diputar – putar sampai larutan jernih.
 Destruksi dihentikan setelah warna jernih diperoleh ( ± 1
jam)
 Pemanas dihentikan
 Bila uap / asap menipis (habis) , pompa penyedot
dimatikan
 Labu Kjeldhal dibiarkan menjadi dingin
 Tambahkan 50ml aquadest ke dalam labu Kjeldhal dan
digojlok agar larutan homogen.
2. DESTILASI
 Siapkan labu erlemeyer 50ml sebagai labu penampung
 dan diisi dengan :
 Larutan asam boraks (H3BO3) 10ml dan tambahkan 3
tetes indikator campuran.
 Pasang labu penampung tersebut pada alat destilasi
sedemikian rupa sehingga ujung alat destilasi masuk
kedalam larutan penampung.
 Ditambahkan ke dalam labu Kjeldahl (berisi larutan hasil destruksi)
50 ml NaOH 45% dan 2 buah logam Zn.
 Pasang labu Kjeldahl tersebut pada alat distilasi.
 Air pendingin dialirkan.
 Pemanas dinyalakan mulai dari api kecil.
 Distilasi berakhir setelah volume larutan penampung menjadi ±
50ml.
 Labu penampung digeser/diturunkan, kemudian ujung alat distilasi
dicuci dengan aquadest (pergunakan botol pencuci ) dan air cucian
ditampung dengan labu penampung tersebut.
 Labu penampung diganti dengan labu Erlenmeyer 50ml ( labu
beaker 200 ml ) yang berisi aquadest ± 250 ml, dan dipasang
seperti semula (sebagai pencuci alat destilasi).
 Berturut – turut pemanas dan air pendingin dimatikan.
3. TITRASI
 Hasil destilasi dititrasi dengan NaOH 0,2 N ( bila
dipergunakan larutan penampung H2SO4 0,2 N) atau
HCl 0,1 N (bila dipergunakan larutan penampung
H3BO3 0,1 N) sampai timbul perubahan warna.
 Dibuat penetapan blanko (tanpa sampel) dan dikerjakan
bersama –sama dengan penetapan dengan sampel
(proses destruksi , destilasi dan titrasi).
Perhitungan:
Gambar: alat destruksi alat destruksi alat titrasi
3. Penetapan Serat Kasar
1. Prinsip
Metode ini adalah suatu oksidasi dimana sampel direbus dengan suatu
campuran asam. Bahan organic yang tertinggal disaring dengan
penyaring gelas. Hilangnya berat setelah dipijarkan adalah serat
kasar.
2. Cara Penetapan
 Ditimbang 5 – 15 sampel (mo), masukkan ke dalam labu Erlenmeyer
 Tambahkan larutan A sebanyak 20 ml per 1 g sampel (missal 200 ml
untuk 10 g sampel)
 Larutan A terdiri dari : - 900 ml asam asetat 70%
- 60 ml asam nitrat pekat
- 24 g asam trichlor asetat
 Tambahkan pula 0,3 g celite yang telah dikeringkan
 Labu Erlenmeyer ditaruh di atas kompor dengan alat pendingin di atasnya
 Hidupkan air pendingin dan kompor, kemudian didihkan selama 30 menit
 Tuangkan 0,2 g Celite pada penyaring gelas G3
 Saring larutan serat kasar/ Celite dengan penyaring G3 dengan bantuan
pompa hampa. Labu Erlenmeyer dicuci dengan air panas
 Cuci penyaring gelas dengan air panas, 50 ml aceton dan 50 ml diethylether
dengan bantuan pompa hampa juga.
 Keringkan penyaring gelas di dalam oven pengering selama 10 menit pada
suhu 130o
C
 Diambil hasil saringan serat kasar/Celite dan tempatkan ke dalam cawan
porselin
 Keringkan lagi di dalam oven pengering selama 1 jam pada suhu 130o
C
 Dinginkan di dalam desikator selama 30 menit. Kemudian ditimbang (m1)
 Pijarkan di dalam tanur selama 2 jam pada suhu 900o
C
 Dinginkan di dalam desikator selama 1 jam, kemudian ditimbang (m2)
Perhitungan:
4. Penetapan Lemak / Ekstrak Ether
1. Prinsip
Lemak dapat diekstraksi dengan ether, kemudian ether
diuapkan dan lemak dapat diketahui beratnya
2. Cara Penetapan
 Ditimbang 0,5 – 1,0 g sampel (Ms), dibungkus dengan kertas
saring bebas lemak, sebanyak 3 – 4 bungkus
 Masing-masing sampel dimasukkan ke dalam oven pengering
pada suhu 105o
C selama semalam
 Didinginkan di dalam desikator kemudian ditimbang (M1)
 Sampel-sampel dimasukkan ke dalam tabung ekstraksi Soxhlet
 Diisi labu penampung dengan diethylether ± 1/2 volume labu
penampung, dan juga tabung ekstraksi Soxhlet diisi ± 1/2 volume
dengan diethylether
 Dipasang labu penampung, tabung ekstraksi Soxhlet dan alat
pendingin mempergunakan gemuk silicon
 Hidupkan air pendingin dan water bath
 Diekstraksikan selama 16 jam atau sampai diethylether dalam tabung
ekstraksi Soxhlet menjadi jernih
 Ekstraksi dihentikan, kemudian masing-masing sampel diambil, sisa
diethylether diuapkan di dekat jendela terbuka, kemudian dipanaskan
di dalam oven pengering pada suhu 105o
C selama semalam
 Didinginkan dalam desikator, kemudian ditimbang (M2).
Perhitungan:
Gambar: alat soxhlate dan water bath
5. Penetapan Kadar Abu
1. Prinsip
Suatu bahan bila dipanaskan pada suhu 550°C, suatu zat
organiknya akan teroksidasi menjadi CO2, H2O dan gas
lainnya, dan yang tertinggal adalah zat anorganik.
2. Cara Penetapan
 Cawan yang sudah bersih dipanaskan dalam tanur pada suhu
550°C selama 1 jam.
 Dengan tang penjepit cawan diambil dari tanur dan
didinginkan di dalam desikator selama 1 jam kemudian
ditimbang (mv).
 Ditimbang sampel ± 5 gram dalam cawan (mvs).
 Panaskan cawan beserta sampel di atas kompor
sampai berwarna hitam (carbonized sample).
 Pijarkan carbonized sampel di dalam tanur pada
suhu 550°C selama 3 jam atau sampai sampel
berwarna putih seluruhnya.
 Didinginkan di dalam desikator selama 1 jam,
kemudian ditimbang (mva).
Perhitungan:
Gambar: Tanur

More Related Content

DOCX
Penentuan kadar air cara pengeringan
PPTX
fix-persentasifitokimia-150301061539-conversion-gate02.pptx
PPTX
Parameter Nonspesifik Ekstrak (Fitokimia)
PPTX
Teknologi formulasi iii infus dekstrosa
PDF
PPTX
PENETAPAN KADAR LEMAK
PPTX
PPT
Analisis kadar abu dan mineral
Penentuan kadar air cara pengeringan
fix-persentasifitokimia-150301061539-conversion-gate02.pptx
Parameter Nonspesifik Ekstrak (Fitokimia)
Teknologi formulasi iii infus dekstrosa
PENETAPAN KADAR LEMAK
Analisis kadar abu dan mineral

Similar to Dasar Nutrisi Ternak-Analisis Proksimat.pptx (20)

PPTX
4. Analisa zat padat analisis laboratorium pptx
PPTX
Present sempro
PPTX
Gravimetri. bu swatika
PDF
Presentasi Penetapan kadar lemak kasar..
PPTX
standarisasi kimia bahan alam bahan kimia alam
DOCX
Analisa bod
PPTX
KIMIA_ANALITIK_1_I_PENGANTAR_KIMIA_ANALI.pptx
DOC
Laporan 1 desizing cara enzim
PPTX
PDF
Biskuit
DOCX
PRAKTIKUM BIOKIMIA ENZIM DAN GLUKOSA DARAH
DOCX
PRAKTIKUM BIOKIMIA ENZIM DAN GLUKOSA DARAH
PPTX
Analisis Serat Pangan ITKM Widya Cipta Husada.pptx
PPT
analisis kadar air pada proses analisis pangan
DOCX
Laporan lengkap
PPTX
Pentuan Kadar Ni (Nikel)
PDF
Tentir Praktikum Biokim.pdf
PPTX
Kimia analitik 1 - Part I (pengantar kimia analitik)
PPTX
PPT PENGENALAN METODE- METODE ANALISIS.pptx
4. Analisa zat padat analisis laboratorium pptx
Present sempro
Gravimetri. bu swatika
Presentasi Penetapan kadar lemak kasar..
standarisasi kimia bahan alam bahan kimia alam
Analisa bod
KIMIA_ANALITIK_1_I_PENGANTAR_KIMIA_ANALI.pptx
Laporan 1 desizing cara enzim
Biskuit
PRAKTIKUM BIOKIMIA ENZIM DAN GLUKOSA DARAH
PRAKTIKUM BIOKIMIA ENZIM DAN GLUKOSA DARAH
Analisis Serat Pangan ITKM Widya Cipta Husada.pptx
analisis kadar air pada proses analisis pangan
Laporan lengkap
Pentuan Kadar Ni (Nikel)
Tentir Praktikum Biokim.pdf
Kimia analitik 1 - Part I (pengantar kimia analitik)
PPT PENGENALAN METODE- METODE ANALISIS.pptx
Ad

Recently uploaded (20)

PDF
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 3 (Proxmox VE 9.0).pdf
PPTX
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
PPTX
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
PDF
Modul Ajar Deep Learning Matematika Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PPTX
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
PPTX
Rekayasa-Prompt-untuk-Kreasi-Konten bahan peer teaching.pptx
PPTX
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas X SMA Terbaru 2025
PPTX
Power Point Materi Tanda Baca Kelas III SD
PPTX
PPK - XII AKL KD KEWIRAUSAHAAN SMK1.pptx
PDF
Materi Pendidikan Agama Islam - Kelas 12 SMA - Cabang Iman: Keterkaitan antar...
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Ekonomi Kelas X SMA Terbaru 2025
PPTX
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
PPTX
Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Leaning
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PPT
Tugas Modul 1.Konsep Pola Pikir Bertumbuh.ppt
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
PPTX
ppt_Pembelajaran_Koding_dan_Kecerdasan_Artifisial_(KKA).pptx
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 3 (Proxmox VE 9.0).pdf
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
Modul Ajar Deep Learning Matematika Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
Rekayasa-Prompt-untuk-Kreasi-Konten bahan peer teaching.pptx
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas X SMA Terbaru 2025
Power Point Materi Tanda Baca Kelas III SD
PPK - XII AKL KD KEWIRAUSAHAAN SMK1.pptx
Materi Pendidikan Agama Islam - Kelas 12 SMA - Cabang Iman: Keterkaitan antar...
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Ekonomi Kelas X SMA Terbaru 2025
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Leaning
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Tugas Modul 1.Konsep Pola Pikir Bertumbuh.ppt
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
ppt_Pembelajaran_Koding_dan_Kecerdasan_Artifisial_(KKA).pptx
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
Ad

Dasar Nutrisi Ternak-Analisis Proksimat.pptx

  • 1. DASAR NUTRISI TERNAK prinsip analisis proksimat Present by: Ir. Yunasri Usman, M.P
  • 2. Terdapat lima analisis untuk menentukan zat nutrisi yang terdapat pada pakan, yaitu: 1. Persentase Kadar Air 2. Persentase Kadar Abu 3. Persentase Kadar Lemak Kasar (Ekstrak Ether) 4. Persentase Kadar Protein Kasar 5. Persentase Kadar Serat Kasar
  • 3. 1. Penetapan Kadar Air/Metode Oven Pengering 1. Prinsip Air yang terkandung di dalam suatu bahan akan menguap seluruhnya, apabila bahan tersebut dipanaskan pada suhu 105°C selama waktu tertentu. Perbedaan antara berat bahan sebelum dan sesudah dipanaskan adalah kadar air. 2. Cara penetapan  Cawan porselin yang sudah bersih dikeringkan di dalam Oven pengering pada suhu 105°C selama 1 jam dengan tutup dilepas.
  • 4.  Kemudian cawan porselin diambil dari dalam oven pengering dengan mempergunakan tang penjepit dan didinginkan di dalam desikator dengan tutup dilepas selama 1 jam.  Setelah dingin, cawan porselin ditimbang dalam keadaan tertutup (mc).  Ditimbang sampel ± 2 g dengan mempergunakan cawan porselin (ms1) dan dikeringkan di dalam oven pengering pada suhu 105°C selama 8 jam atau sampai beratnya tetap dengan tutup dilepas.  Dengan mempergunakan tang penjepit cawan porselin ditutup, kemudian didinginkan di dalam desikator selama 30 menit dengan tutup dilepas. Setelah dingin cawan porselin ditutup kembali dan ditimbang (ms2).
  • 6. ALAT YANG DIGUNAKAN 1.Timbangan 2.Cawan Porselin 3.Oven Pengering 4.desikator
  • 7. 2. Penetapan Protein Kasar/Metode Kjeldahl 1. Prinsip Nitrogen dalam protein dan senyawa lainnya akan diubah menjadi ammonium sulfat dengan merebusnya dalam asam sulfat pekat. Setelah penguraian Nitrogen selesai larutan dicairkan dengan aquadest dan ditambah natrium hidroksida agar larutan menjadi basa.
  • 8.  Dalam suasana basa ini akan terbentuk atau terlepas ammonia dan akan ditampung dalam larutan asam standard (asam borak atau asam sulfat) Apabila menggunakan larutan asam borak sebagai penampung ammonia, maka titrasinya menggunakan larutan asam sulfat atau larutan asam khlorida standard.  Apabila menggunakan larutan asam sulfat sebagai penampung ammonia , maka titrasinya menggunakan larutan natrium hidroksida standard.
  • 9. Cara Penetapan 1. DESTRUKSI  Ditimbang 0,5 – 1,0 gram sampel , masukkan kedalam labu mikro Kjeldahl 50ml yang bersih dan kering.  Tambahkan1gram K2SO4 dan 1gram CuSO4 atau 1buah kjeltabs S, 10 ml H2SO4 pekat3.  Tempatkan labu mikro Kjeldahl pada alat destruksi, kemudian didestruksi dengan urutan sebagai berikut :  Kipas pengisap dihidupkan.  Pemanas dinyalakan, mulai dari api kecil kemudian sedikit demi sedikit dibesarkan.  Pompa penyedot dinyalakan
  • 10.  Setelah larutan dalam labu Kjeldhal menghitam rata , labu diputar – putar sampai larutan jernih.  Destruksi dihentikan setelah warna jernih diperoleh ( ± 1 jam)  Pemanas dihentikan  Bila uap / asap menipis (habis) , pompa penyedot dimatikan  Labu Kjeldhal dibiarkan menjadi dingin  Tambahkan 50ml aquadest ke dalam labu Kjeldhal dan digojlok agar larutan homogen.
  • 11. 2. DESTILASI  Siapkan labu erlemeyer 50ml sebagai labu penampung  dan diisi dengan :  Larutan asam boraks (H3BO3) 10ml dan tambahkan 3 tetes indikator campuran.  Pasang labu penampung tersebut pada alat destilasi sedemikian rupa sehingga ujung alat destilasi masuk kedalam larutan penampung.
  • 12.  Ditambahkan ke dalam labu Kjeldahl (berisi larutan hasil destruksi) 50 ml NaOH 45% dan 2 buah logam Zn.  Pasang labu Kjeldahl tersebut pada alat distilasi.  Air pendingin dialirkan.  Pemanas dinyalakan mulai dari api kecil.  Distilasi berakhir setelah volume larutan penampung menjadi ± 50ml.  Labu penampung digeser/diturunkan, kemudian ujung alat distilasi dicuci dengan aquadest (pergunakan botol pencuci ) dan air cucian ditampung dengan labu penampung tersebut.  Labu penampung diganti dengan labu Erlenmeyer 50ml ( labu beaker 200 ml ) yang berisi aquadest ± 250 ml, dan dipasang seperti semula (sebagai pencuci alat destilasi).  Berturut – turut pemanas dan air pendingin dimatikan.
  • 13. 3. TITRASI  Hasil destilasi dititrasi dengan NaOH 0,2 N ( bila dipergunakan larutan penampung H2SO4 0,2 N) atau HCl 0,1 N (bila dipergunakan larutan penampung H3BO3 0,1 N) sampai timbul perubahan warna.  Dibuat penetapan blanko (tanpa sampel) dan dikerjakan bersama –sama dengan penetapan dengan sampel (proses destruksi , destilasi dan titrasi).
  • 14. Perhitungan: Gambar: alat destruksi alat destruksi alat titrasi
  • 15. 3. Penetapan Serat Kasar 1. Prinsip Metode ini adalah suatu oksidasi dimana sampel direbus dengan suatu campuran asam. Bahan organic yang tertinggal disaring dengan penyaring gelas. Hilangnya berat setelah dipijarkan adalah serat kasar. 2. Cara Penetapan  Ditimbang 5 – 15 sampel (mo), masukkan ke dalam labu Erlenmeyer  Tambahkan larutan A sebanyak 20 ml per 1 g sampel (missal 200 ml untuk 10 g sampel)  Larutan A terdiri dari : - 900 ml asam asetat 70% - 60 ml asam nitrat pekat - 24 g asam trichlor asetat
  • 16.  Tambahkan pula 0,3 g celite yang telah dikeringkan  Labu Erlenmeyer ditaruh di atas kompor dengan alat pendingin di atasnya  Hidupkan air pendingin dan kompor, kemudian didihkan selama 30 menit  Tuangkan 0,2 g Celite pada penyaring gelas G3  Saring larutan serat kasar/ Celite dengan penyaring G3 dengan bantuan pompa hampa. Labu Erlenmeyer dicuci dengan air panas  Cuci penyaring gelas dengan air panas, 50 ml aceton dan 50 ml diethylether dengan bantuan pompa hampa juga.  Keringkan penyaring gelas di dalam oven pengering selama 10 menit pada suhu 130o C  Diambil hasil saringan serat kasar/Celite dan tempatkan ke dalam cawan porselin  Keringkan lagi di dalam oven pengering selama 1 jam pada suhu 130o C  Dinginkan di dalam desikator selama 30 menit. Kemudian ditimbang (m1)  Pijarkan di dalam tanur selama 2 jam pada suhu 900o C  Dinginkan di dalam desikator selama 1 jam, kemudian ditimbang (m2)
  • 18. 4. Penetapan Lemak / Ekstrak Ether 1. Prinsip Lemak dapat diekstraksi dengan ether, kemudian ether diuapkan dan lemak dapat diketahui beratnya 2. Cara Penetapan  Ditimbang 0,5 – 1,0 g sampel (Ms), dibungkus dengan kertas saring bebas lemak, sebanyak 3 – 4 bungkus  Masing-masing sampel dimasukkan ke dalam oven pengering pada suhu 105o C selama semalam  Didinginkan di dalam desikator kemudian ditimbang (M1)  Sampel-sampel dimasukkan ke dalam tabung ekstraksi Soxhlet
  • 19.  Diisi labu penampung dengan diethylether ± 1/2 volume labu penampung, dan juga tabung ekstraksi Soxhlet diisi ± 1/2 volume dengan diethylether  Dipasang labu penampung, tabung ekstraksi Soxhlet dan alat pendingin mempergunakan gemuk silicon  Hidupkan air pendingin dan water bath  Diekstraksikan selama 16 jam atau sampai diethylether dalam tabung ekstraksi Soxhlet menjadi jernih  Ekstraksi dihentikan, kemudian masing-masing sampel diambil, sisa diethylether diuapkan di dekat jendela terbuka, kemudian dipanaskan di dalam oven pengering pada suhu 105o C selama semalam  Didinginkan dalam desikator, kemudian ditimbang (M2).
  • 21. 5. Penetapan Kadar Abu 1. Prinsip Suatu bahan bila dipanaskan pada suhu 550°C, suatu zat organiknya akan teroksidasi menjadi CO2, H2O dan gas lainnya, dan yang tertinggal adalah zat anorganik. 2. Cara Penetapan  Cawan yang sudah bersih dipanaskan dalam tanur pada suhu 550°C selama 1 jam.  Dengan tang penjepit cawan diambil dari tanur dan didinginkan di dalam desikator selama 1 jam kemudian ditimbang (mv).  Ditimbang sampel ± 5 gram dalam cawan (mvs).
  • 22.  Panaskan cawan beserta sampel di atas kompor sampai berwarna hitam (carbonized sample).  Pijarkan carbonized sampel di dalam tanur pada suhu 550°C selama 3 jam atau sampai sampel berwarna putih seluruhnya.  Didinginkan di dalam desikator selama 1 jam, kemudian ditimbang (mva).