1
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR
A. Pengertian Diagnosis Kesulitan Belajar
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian kesulitan belajar Blassic dan
Jones, sebagaimana dikutip oleh Warkitri ddk. (1990 : 8.3), menyatakan bahwa
kesulitan belajar adalah terdapatnya suatu jarak antara prestasi akademik yang
diharapkan dengan prestasi akademik yang diperoleh. Mereka selanjutnya
menyatakan bahwa individu yang mengalami kesulitan belajar adalah individu
yang normal inteligensinya, tetapi menunjukkan satu atau beberapa kekurangan
penting dalam proses belajar, baik persepsi, ingatan, perhatian, ataupun fungsi
motoriknya.
Sementara itu Siti Mardiyanti dkk. (1994 : 4 – 5) menganggap kesulitan
belajar sebagai suatu kondisi dalam proses belajar yang ditandai oleh adanya
hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Hambatan tersebut mungkin
disadari atau tidak disadari oleh yang bersangkutan, mungkin bersifat psikologis,
sosiologis, ataupun fisiologis dalam proses belajarnya.
Dari penjelasan di atas, dapat di simpulkan bahwa kesulitan belajar
merupakan suatu kondisi dimana terdapat suatu jarak antara prestasi akademik
yang diharapkan dengan yang diperoleh yang ditandai oleh adanya hambatan
tertentu baik bersifat psikologis, sosiologis maupun fisiologis dalam proses
belajar.
Salah satu cara pemberian bantuan kepada peserta didik yang mengalami
kesulitan belajar adalah berupa prosedur dan langkah-langkah yang sistematis
yang disebut Diagnosis Kesulitan Belajar dan pengajaran perbaikan.
Diagnosis merupakan istilah yang diadopsi dari bidang medis. Menurut
Thorndike dan Hagen (Abin S.M., 2002 : 307), diagnosis dapat diartikan sebagai
berikut :
1. Upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit (weakness, disease)
apa yang dialami seseorang dengan melalui pengujian dan studi yang seksama
mengenai gejala-gejalanya (symtoms);
2. Studi yang seksama terhadap fakta tentang suatu hal untuk menemukan
karakteristik atau kesalahan-kesalahan dan sebagainya yang esensial;
2
3. Keputusan yang dicapai setelah dilakukan suatu studi yang saksama atas gejala-
gejala atau fakta-fakta tentang suatu hal.
Dari penjelasan di atas, dapat dibuat suatu kesimpulan bahwa Diagnosis
Kesulitan Belajar merupakan suatu prosedur dalam memecahkan kesulitan
belajar dengan mengidentifikasi jenis dan karakteristiknya, serta latar belakang
dari suatu kelemahan tertentu, serta mengimplikasikan suatu upaya untuk
meramalkan kemungkinan dan menyarankan tindakan pemecahannya.
B. Gejala dan Ciri Kesulitan Belajar
1. Gejala kesulitan belajar
Kesulitan atau masalah belajar dapat dikenal berdasarkan gejala yang
dimanifestasikan dalam berbagai bentuk perilaku, baik secara kognitif, afektif,
maupun psikomotorik. Menurut Warkitri dkk, 1990, individu yang mengalami
kesulitan belajar menunjukkan gejala sebagai berikut:
a. Hasil belajar yang dicapai rendah dibawah rata-rata kelompoknya.
b. Hasil belajar yang dicapai sekarang lebih rendah dibanding sebelumnya.
c. Hasil belajar yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan.
d. Lambat dalam melakukan tugas-tugas belajar.
e. Menunjukkan sikap yang kurang wajar, misalnya masa bodoh dengan proses
belajar dan pembelajaran, mendapat nilai kurang tidak menyesal, dst.
f. Menunjukkan perilaku yang menyimpang dari norma, misalnya membolos,
pulang sebelum waktunya, dst.
g. Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar, misalnya mudah
tersinggung, suka menyendiri, bertindak agresif, dst.
2. Ciri kesulitan belajar
Adapun ciri-ciri kesulitan belajar yang dialami oleh siswa seperti berikut
ini:
a. Gangguan persepsi visual:
1) Melihat huruf/angka dengan posisi yang berbeda dari yang tertulis, sehingga
seringkali terbalik dalam menuliskan kembali
2) Sering tertinggal huruf dalam menulis
3) Menuliskan kata dengan urutan yang salah misalnya ibu jadi ubi
4) Sulit memahami kanan dan kiri
3
5) Bingung membedakan antara obyek dengan latar belakang
6) Sulit mengkoordinasi antara mata (penglihatan) dengan tindakan (tangan, kaki,
dan lain-lain)
b. Gangguan persepsi auditori
1) Sulit membedakan bunyi: menangkap secara berbeda apa yang didengarnya
2) Sulit memahami perintah terutama perintah yang diberikan dalam jumlah
banyak dan kalimat yang panjang
3) Bingung dan kacau dengan bunyi yang datang dari berbagai penjuru sehingga
sulit mengikuti diskusi karena saat mencoba mendengar sebuah informasi sudah
mendapatkan gangguan dari suara lain di sekitarnya
c. Gangguan bahasa
1) Sulit menangkap dan memahami kalimat yang dikatakan kepadanya
2) Sulit mengkoordinasikan/mengatakan apa yang sedang dipikirkan
d. Gangguan persepsi –motorik
1) Kesulitan motorik halus (sulit mewarnai, menggunting, melipat, menempel,
menulis rapi, memotong, dll )
2) Memiliki masalah dalam koordinasi dan disorientasi yang mengakibatkan
canggung dan kaku dalam eraknya
e. Hiperaktivitas
1) Sukar mengontrol aktivitas motorik dan selalu bergerak/menggerakkan sesuatu
(tidak bisa diam)
2) Berpindah-pindah dari satu tugas ke tugas berikutnya tanpa menyelesaikan
terlebih dahulu
3) Impulsif
f. Kacau (distractibility)
1) Tidak dapat membedakan stimulus yang penting dan tidak penting
2) Tidak teratur, karena tidak memiliki urutan-urutan dalam proses berpikir
3) Perhatiannya sering berbeda dengan apa yang sedang dikerjakan
(melamun/berhayal saat belajar di kelas)
Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa ciri-ciri kesulitan belajar
yang dialami oleh siswa, yaitu:
4
1. Dilihat dari pesepsi visualnya, ciri-ciri kesulitan belajar yang dialami oleh siswa
seperti pada saat menulis, siswa sering menulis dengan salah satu huruf yang
tertinggal atau tidak lengkap.
2. Dilihat dari persepsi auditori, ciri-cirinya seperti siswa sulit memahami perintah
yang disampaikan oleh guru.
3. Dilihat dari segi bahasa, cirinya seperti siswa sulit memahami kalimat yang
disampaikn kepadanya serta sulit mengungkapkan apa yang sedang
dipikirkannya.
C. Latar Belakang Timbulnya Kesulitan Belajar
Menurut Burton, sebagaimana dikutip oleh Abin S.M. (2002 : 325-326),
faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar individu dapat berupa faktor
internal, yaitu yang berasal dari dalam diri yang bersangkutan, dan faktor
eksternal, adalah faktor yang berasal dari luar diri yang bersangkutan
1. Faktor Internal
Yang dimaksud dengan faktor internal adalah faktor yang berasal dari
dalam diri peserta didik. Faktor ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu faktor
kejiwaan dan faktor kejasmanian.
a. Faktor kejiwaan, antara lain :
1) Minat terhadap mata pelajaran kurang;
2) Motif belajar rendah;
3) Rasa percaya diri kurang;
4) Disiplin pribadi rendah;
5) Sering meremehkan persoalan;
6) Sering mengalami konflik psikis;
7) Integritas kepribadian lemah.
b. Faktor kejasmanian, antara lain :
1) Keadaan fisik lemah (mudah terserang penyakit);
2) Adanya penyakit yang sulit atau tidak dapat disembuhkan;
3) Adanya gangguan pada fungsi indera;
4) Kelelahan secara fisik.
2. Faktor Eksternal
5
Yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah faktor yang berada atau
berasal dari luar peserta didik. Faktor ini dapat dibedakan menjadi dua : faktor
instrumental dan faktor lingkungan.
a. Faktor instrumental
Faktor-faktor instrumental yang dapat menyebabkan kesulitan belajar
mahasiswa antara lain :
1) Kemampuan profesional dan kepribadian guru yang tidak memadai;
2) Kurikulum yang terlalu berat bagi pesert didik;
3) Program belajar dan pembelajaran yang tidak tersusun dengan baik;
4) Fasilitas belajar dan pembelajaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan.
b. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan meliputi lingkungan sosial dan lingkungan fisik.
Penyebab kesulitan belajar yang berupa faktor lingkungan antara lain :
1) Disintegrasi atau disharmonisasi keluarga;
2) Lingkungan sosial sekolah yang tidak kondusif
3) Teman-teman bergaul yang tidak baik;
4) Lokasi sekolah yang tidak atau kurang cocok untuk pendidikan.
D. Tujuan Pelaksanaan Kegiatan Diagnosis Kesulitan Belajar
Bahwa setiap kegiatan yang dilakukan mempunyai tujuan yang baik yang
ingin dicapai, dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung, begitu
pula dengan kegiatan ini. Pelaksanaan kegiatan Diagnosis Kesulitan Belajar
melibatkan guru dan siswa, maka tujuan yang ingin dicapai juga berbeda antara
guru dan siswa.
1. Siswa
Tujuan yang hendak dicapai setelah pelaksanaan kegiatan diagnosis
kesulitan belajar ini bagi siswa adalah :
a. Siswa memahami dan mengetahui kekeliruannya.
b. Siswa memperbaiki kesalahannya
c. Siswa dapat memilih cara atau metode untuk memperbaiki kesalahannya
d. Siswa dapat menguasai pelajaran dengan baik.
e. Siswa dapat meningkatkan prestasi belajarnya.
2. Guru
6
Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan Diagnosis Kesulitan Belajar bagi
Guru adalah :
a. Guru mengetahui kelemahan dalam proses belajar –mengajar.
b. Guru dapat memperbaiki kelemahannya tersebut.
c. Guru dapat memberikan layanan yang optimal kepada siswa sesuai dengan
keadaan diri siswa perkembangannya siswa dapat terlaksana dengan baik.
E. Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar yang Dialami Siswa
Menurut Hallen A: 2005, langkah-langkah yang perlu ditempuh guru untuk
mengatasi kesulitan belajar siswa, dapat dilakukan dalam enam tahap. Adapun
keenam tahap tersebut, yaitu:
1. Mengenal siswa yang mengalami kesulitan belajar
Cara yang paling mudah untuk mengenali siswa yang mengalami kesulitan
belajar adalah dengan cara mengenali nama siswa.
2. Memaham sifat dan jenis kesulitan belajarnya
Langkah kedua dalam mengatasi kesulitan belajar adalah mencari dalam
mata pelajaran apa saja siswa ini (kasus) mengalami kesulitan dalam belajar.
3. Menetapkan latar belakang kesulitan belajar
Langkah ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang latar belakang
yang menjadi sebab timbulnya kesulitan belajar baik yang terletak di dalam diri
siswa sendiri maupun diluar dirinya.
4. Menetapkan usaha-usaha bantuan
Setelah diketahui sifat dan jenis kesulitan serta latar belakangnya, maka
langkah selanjutnya ialah menetapkan beberapa kemungkinan tindakan-tindakan
usaha bantuan yang akan diberikan, berdasarkan data yang akan di peroleh.
5. Pelaksanaan bantuan
Langkah ini merupakan pelaksanaan dari langkah sebelumnya, yakni
melaksanakan kemungkinan usaha bantuan. Pemberian bantuan diaksanakan
secara terus-menerus dan terah dengan disertai penilaian yang tepat sampai pada
saat yang telah diperkirakan.
6. Tindak lanjut
Tujuan langkah ini untuk menilai sampai sejauh manakah tindakan
pemberian bantuan telah mencapai hasil yang diharapkan. Tindak lanjut
7
dilakukan secara terus-menerus, dengan langkah ini dapat diketahui keberhasilan
usaha bantuan.
8
KESIMPULAN
Kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dimana terdapat suatu jarak
antara prestasi akademik yang diharapkan dengan yang diperoleh yang ditandai
oleh adanya hambatan tertentu baik bersifat psikologis, sosiologis maupun
fisiologis dalam proses belajar.
Kesulitan atau masalah belajar dapat dikenal berdasarkan gejala yang
dimanifestasikan dalam berbagai bentuk perilaku, baik secara kognitif, afektif,
maupun psikomotorik
Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar individu dapat berupa
faktor internal, yaitu yang berasal dari dalam diri yang bersangkutan, dan faktor
eksternal, adalah faktor yang berasal dari luar diri yang bersangkutan.
Bahwa setiap kegiatan yang dilakukan mempunyai tujuan yang baik yang
ingin dicapai, dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung, begitu
pula dengan kegiatan ini. Pelaksanaan kegiatan Diagnosis Kesulitan Belajar
melibatkan guru dan siswa, maka tujuan yang ingin dicapai juga berbeda antara
guru dan siswa.
9
DAFTAR PUSTAKA
Yadi, Arfi. 2012. Prosedur dan teknik diagnosis kesulitan, (Online)
(http://arfiyadi.blogspot.com/2012/08/prosedur-dan-teknik-diagnosis-kesulitan.html ).
Diakses 19 November 2014.
Seplita, Mira. 2013. Diagnosis Kesulitan Belajar. (Online) (http://mira-
seplita.blogspot.com/2013/01/diagnosis-kesulitan-belajar.html). Diakses 19 November
2014.
Yono, setopo. 2013. Diagnosis kesulitan belajar Matematika. (Online).
(https://bagawanabiyasa.wordpress.com/2013/05/16/diagnosis-kesulitan-belajar-
matematika/). Diakses 19 November 2014.

More Related Content

DOCX
Kelemahan dan kelebihan jurnal
DOCX
Konsep dasar bimbingan dan konseling keluarga
PDF
VERBATIM PADA KONSELING
DOCX
Program tahunan bk
PPTX
Teori Albert Bandura
DOCX
Makalah Perbedaan individu dalam belajar
PDF
Modul Ajar Kelas 11 Sosiologi Fase F Kurikulum Merdeka
DOCX
Laporan hasil observasi bk
Kelemahan dan kelebihan jurnal
Konsep dasar bimbingan dan konseling keluarga
VERBATIM PADA KONSELING
Program tahunan bk
Teori Albert Bandura
Makalah Perbedaan individu dalam belajar
Modul Ajar Kelas 11 Sosiologi Fase F Kurikulum Merdeka
Laporan hasil observasi bk

What's hot (20)

DOCX
psikologi sosial - pengaruh sosial
PDF
Sejarah perkembangan bimbingan dan konseling di indonesia dan di amerika
PDF
Kemampuan Awal Peserta Didik
PPTX
sejarah bimbingan dan konseling
DOCX
Makalah Psikologi Sosial "Prasangka" Universitas Mercubuana
DOCX
Rpl konseling individu
PDF
KONSEP DASAR ASESMENT BK
PPTX
Bimbingan dan konseling- bidang pengembangan layanan BK
DOCX
Prasangka, stereotipe dan dikriminasi (Makalah)
PPTX
Social Learning Theory
DOCX
Rpl Bidang Pribadi
PPTX
Observasi sekolah kelompok 6
DOC
Teknik konversi-skor-mentah-hasil-tes
PDF
CONTOH RPL K13 + LAMPIRAN
PPTX
Social Learning Theory
PPT
Kekuatan dan kelemahan konselor sbg personal dan profesional
PDF
Perkembangan pendidikan indonesia
PPTX
Ppt perkembangan kognitif dan bahasa bner
DOCX
LAPORAN KEGIATAN OBSERVASI MAGANG I
PPTX
Metode Studi Kasus (Psikologi Umum)
psikologi sosial - pengaruh sosial
Sejarah perkembangan bimbingan dan konseling di indonesia dan di amerika
Kemampuan Awal Peserta Didik
sejarah bimbingan dan konseling
Makalah Psikologi Sosial "Prasangka" Universitas Mercubuana
Rpl konseling individu
KONSEP DASAR ASESMENT BK
Bimbingan dan konseling- bidang pengembangan layanan BK
Prasangka, stereotipe dan dikriminasi (Makalah)
Social Learning Theory
Rpl Bidang Pribadi
Observasi sekolah kelompok 6
Teknik konversi-skor-mentah-hasil-tes
CONTOH RPL K13 + LAMPIRAN
Social Learning Theory
Kekuatan dan kelemahan konselor sbg personal dan profesional
Perkembangan pendidikan indonesia
Ppt perkembangan kognitif dan bahasa bner
LAPORAN KEGIATAN OBSERVASI MAGANG I
Metode Studi Kasus (Psikologi Umum)
Ad

Similar to Diagnostik Kesulitan Belajar (20)

PPTX
PROBLEMATIKA SISWA DAN PEMECAHANNYA
PPTX
Bab i bk belajar smtr 1
DOC
Makalah psikologi dkb kel.7
PDF
Kesulitan belajar dan identifikasi kesulitan belajar
PPTX
Bk belajar kesulitan belajar
PPTX
Kesulitan Belajar
PPTX
Kesulitan Belajar
DOCX
diagnosis kesulitan belajar.docx
DOCX
kesulitan belajar.docx
DOC
Isi makalah bk
PDF
PPT Kelompok 4 - Psikologi Pendidikan indana.pdf
PPTX
P1 Hakikat Belajar dan Pembelajaran.pptx
DOCX
kondisi belajar dan masalah belajar
PPTX
Hakikat Belajar dan Pembelajaran
DOCX
hgdfdh gfgf1
PPTX
Psikologi pendidikan kel 5.pptx
PDF
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.pdf
PPTX
Diagnostik kesulitan belajar
DOC
Kondisi belajar dan masalah
PDF
Psikologi
PROBLEMATIKA SISWA DAN PEMECAHANNYA
Bab i bk belajar smtr 1
Makalah psikologi dkb kel.7
Kesulitan belajar dan identifikasi kesulitan belajar
Bk belajar kesulitan belajar
Kesulitan Belajar
Kesulitan Belajar
diagnosis kesulitan belajar.docx
kesulitan belajar.docx
Isi makalah bk
PPT Kelompok 4 - Psikologi Pendidikan indana.pdf
P1 Hakikat Belajar dan Pembelajaran.pptx
kondisi belajar dan masalah belajar
Hakikat Belajar dan Pembelajaran
hgdfdh gfgf1
Psikologi pendidikan kel 5.pptx
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.pdf
Diagnostik kesulitan belajar
Kondisi belajar dan masalah
Psikologi
Ad

Recently uploaded (20)

PDF
Modul Ajar Deep Learning Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
PDF
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
PPTX
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
PDF
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PPTX
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
PPTX
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
PDF
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PPTX
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
PPTX
Pengimbasan koding dan keerdasan Artifisial.pptx
PDF
BukuKeterampilanMengajar-MNCPublishing2019.pdf
PPTX
KKA - MODUL 1 Berpikir Komputasional.pptx
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
PPTX
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pptx
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
PPT
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
PDF
Laktasi dan Menyusui (MK Askeb Esensial Nifas, Neonatus, Bayi, Balita dan Ana...
Modul Ajar Deep Learning Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
Pengimbasan koding dan keerdasan Artifisial.pptx
BukuKeterampilanMengajar-MNCPublishing2019.pdf
KKA - MODUL 1 Berpikir Komputasional.pptx
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pptx
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
Laktasi dan Menyusui (MK Askeb Esensial Nifas, Neonatus, Bayi, Balita dan Ana...

Diagnostik Kesulitan Belajar

  • 1. 1 DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR A. Pengertian Diagnosis Kesulitan Belajar Ada beberapa pendapat mengenai pengertian kesulitan belajar Blassic dan Jones, sebagaimana dikutip oleh Warkitri ddk. (1990 : 8.3), menyatakan bahwa kesulitan belajar adalah terdapatnya suatu jarak antara prestasi akademik yang diharapkan dengan prestasi akademik yang diperoleh. Mereka selanjutnya menyatakan bahwa individu yang mengalami kesulitan belajar adalah individu yang normal inteligensinya, tetapi menunjukkan satu atau beberapa kekurangan penting dalam proses belajar, baik persepsi, ingatan, perhatian, ataupun fungsi motoriknya. Sementara itu Siti Mardiyanti dkk. (1994 : 4 – 5) menganggap kesulitan belajar sebagai suatu kondisi dalam proses belajar yang ditandai oleh adanya hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Hambatan tersebut mungkin disadari atau tidak disadari oleh yang bersangkutan, mungkin bersifat psikologis, sosiologis, ataupun fisiologis dalam proses belajarnya. Dari penjelasan di atas, dapat di simpulkan bahwa kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dimana terdapat suatu jarak antara prestasi akademik yang diharapkan dengan yang diperoleh yang ditandai oleh adanya hambatan tertentu baik bersifat psikologis, sosiologis maupun fisiologis dalam proses belajar. Salah satu cara pemberian bantuan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan belajar adalah berupa prosedur dan langkah-langkah yang sistematis yang disebut Diagnosis Kesulitan Belajar dan pengajaran perbaikan. Diagnosis merupakan istilah yang diadopsi dari bidang medis. Menurut Thorndike dan Hagen (Abin S.M., 2002 : 307), diagnosis dapat diartikan sebagai berikut : 1. Upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit (weakness, disease) apa yang dialami seseorang dengan melalui pengujian dan studi yang seksama mengenai gejala-gejalanya (symtoms); 2. Studi yang seksama terhadap fakta tentang suatu hal untuk menemukan karakteristik atau kesalahan-kesalahan dan sebagainya yang esensial;
  • 2. 2 3. Keputusan yang dicapai setelah dilakukan suatu studi yang saksama atas gejala- gejala atau fakta-fakta tentang suatu hal. Dari penjelasan di atas, dapat dibuat suatu kesimpulan bahwa Diagnosis Kesulitan Belajar merupakan suatu prosedur dalam memecahkan kesulitan belajar dengan mengidentifikasi jenis dan karakteristiknya, serta latar belakang dari suatu kelemahan tertentu, serta mengimplikasikan suatu upaya untuk meramalkan kemungkinan dan menyarankan tindakan pemecahannya. B. Gejala dan Ciri Kesulitan Belajar 1. Gejala kesulitan belajar Kesulitan atau masalah belajar dapat dikenal berdasarkan gejala yang dimanifestasikan dalam berbagai bentuk perilaku, baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Menurut Warkitri dkk, 1990, individu yang mengalami kesulitan belajar menunjukkan gejala sebagai berikut: a. Hasil belajar yang dicapai rendah dibawah rata-rata kelompoknya. b. Hasil belajar yang dicapai sekarang lebih rendah dibanding sebelumnya. c. Hasil belajar yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan. d. Lambat dalam melakukan tugas-tugas belajar. e. Menunjukkan sikap yang kurang wajar, misalnya masa bodoh dengan proses belajar dan pembelajaran, mendapat nilai kurang tidak menyesal, dst. f. Menunjukkan perilaku yang menyimpang dari norma, misalnya membolos, pulang sebelum waktunya, dst. g. Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar, misalnya mudah tersinggung, suka menyendiri, bertindak agresif, dst. 2. Ciri kesulitan belajar Adapun ciri-ciri kesulitan belajar yang dialami oleh siswa seperti berikut ini: a. Gangguan persepsi visual: 1) Melihat huruf/angka dengan posisi yang berbeda dari yang tertulis, sehingga seringkali terbalik dalam menuliskan kembali 2) Sering tertinggal huruf dalam menulis 3) Menuliskan kata dengan urutan yang salah misalnya ibu jadi ubi 4) Sulit memahami kanan dan kiri
  • 3. 3 5) Bingung membedakan antara obyek dengan latar belakang 6) Sulit mengkoordinasi antara mata (penglihatan) dengan tindakan (tangan, kaki, dan lain-lain) b. Gangguan persepsi auditori 1) Sulit membedakan bunyi: menangkap secara berbeda apa yang didengarnya 2) Sulit memahami perintah terutama perintah yang diberikan dalam jumlah banyak dan kalimat yang panjang 3) Bingung dan kacau dengan bunyi yang datang dari berbagai penjuru sehingga sulit mengikuti diskusi karena saat mencoba mendengar sebuah informasi sudah mendapatkan gangguan dari suara lain di sekitarnya c. Gangguan bahasa 1) Sulit menangkap dan memahami kalimat yang dikatakan kepadanya 2) Sulit mengkoordinasikan/mengatakan apa yang sedang dipikirkan d. Gangguan persepsi –motorik 1) Kesulitan motorik halus (sulit mewarnai, menggunting, melipat, menempel, menulis rapi, memotong, dll ) 2) Memiliki masalah dalam koordinasi dan disorientasi yang mengakibatkan canggung dan kaku dalam eraknya e. Hiperaktivitas 1) Sukar mengontrol aktivitas motorik dan selalu bergerak/menggerakkan sesuatu (tidak bisa diam) 2) Berpindah-pindah dari satu tugas ke tugas berikutnya tanpa menyelesaikan terlebih dahulu 3) Impulsif f. Kacau (distractibility) 1) Tidak dapat membedakan stimulus yang penting dan tidak penting 2) Tidak teratur, karena tidak memiliki urutan-urutan dalam proses berpikir 3) Perhatiannya sering berbeda dengan apa yang sedang dikerjakan (melamun/berhayal saat belajar di kelas) Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa ciri-ciri kesulitan belajar yang dialami oleh siswa, yaitu:
  • 4. 4 1. Dilihat dari pesepsi visualnya, ciri-ciri kesulitan belajar yang dialami oleh siswa seperti pada saat menulis, siswa sering menulis dengan salah satu huruf yang tertinggal atau tidak lengkap. 2. Dilihat dari persepsi auditori, ciri-cirinya seperti siswa sulit memahami perintah yang disampaikan oleh guru. 3. Dilihat dari segi bahasa, cirinya seperti siswa sulit memahami kalimat yang disampaikn kepadanya serta sulit mengungkapkan apa yang sedang dipikirkannya. C. Latar Belakang Timbulnya Kesulitan Belajar Menurut Burton, sebagaimana dikutip oleh Abin S.M. (2002 : 325-326), faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar individu dapat berupa faktor internal, yaitu yang berasal dari dalam diri yang bersangkutan, dan faktor eksternal, adalah faktor yang berasal dari luar diri yang bersangkutan 1. Faktor Internal Yang dimaksud dengan faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik. Faktor ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu faktor kejiwaan dan faktor kejasmanian. a. Faktor kejiwaan, antara lain : 1) Minat terhadap mata pelajaran kurang; 2) Motif belajar rendah; 3) Rasa percaya diri kurang; 4) Disiplin pribadi rendah; 5) Sering meremehkan persoalan; 6) Sering mengalami konflik psikis; 7) Integritas kepribadian lemah. b. Faktor kejasmanian, antara lain : 1) Keadaan fisik lemah (mudah terserang penyakit); 2) Adanya penyakit yang sulit atau tidak dapat disembuhkan; 3) Adanya gangguan pada fungsi indera; 4) Kelelahan secara fisik. 2. Faktor Eksternal
  • 5. 5 Yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah faktor yang berada atau berasal dari luar peserta didik. Faktor ini dapat dibedakan menjadi dua : faktor instrumental dan faktor lingkungan. a. Faktor instrumental Faktor-faktor instrumental yang dapat menyebabkan kesulitan belajar mahasiswa antara lain : 1) Kemampuan profesional dan kepribadian guru yang tidak memadai; 2) Kurikulum yang terlalu berat bagi pesert didik; 3) Program belajar dan pembelajaran yang tidak tersusun dengan baik; 4) Fasilitas belajar dan pembelajaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan. b. Faktor lingkungan Faktor lingkungan meliputi lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Penyebab kesulitan belajar yang berupa faktor lingkungan antara lain : 1) Disintegrasi atau disharmonisasi keluarga; 2) Lingkungan sosial sekolah yang tidak kondusif 3) Teman-teman bergaul yang tidak baik; 4) Lokasi sekolah yang tidak atau kurang cocok untuk pendidikan. D. Tujuan Pelaksanaan Kegiatan Diagnosis Kesulitan Belajar Bahwa setiap kegiatan yang dilakukan mempunyai tujuan yang baik yang ingin dicapai, dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung, begitu pula dengan kegiatan ini. Pelaksanaan kegiatan Diagnosis Kesulitan Belajar melibatkan guru dan siswa, maka tujuan yang ingin dicapai juga berbeda antara guru dan siswa. 1. Siswa Tujuan yang hendak dicapai setelah pelaksanaan kegiatan diagnosis kesulitan belajar ini bagi siswa adalah : a. Siswa memahami dan mengetahui kekeliruannya. b. Siswa memperbaiki kesalahannya c. Siswa dapat memilih cara atau metode untuk memperbaiki kesalahannya d. Siswa dapat menguasai pelajaran dengan baik. e. Siswa dapat meningkatkan prestasi belajarnya. 2. Guru
  • 6. 6 Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan Diagnosis Kesulitan Belajar bagi Guru adalah : a. Guru mengetahui kelemahan dalam proses belajar –mengajar. b. Guru dapat memperbaiki kelemahannya tersebut. c. Guru dapat memberikan layanan yang optimal kepada siswa sesuai dengan keadaan diri siswa perkembangannya siswa dapat terlaksana dengan baik. E. Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar yang Dialami Siswa Menurut Hallen A: 2005, langkah-langkah yang perlu ditempuh guru untuk mengatasi kesulitan belajar siswa, dapat dilakukan dalam enam tahap. Adapun keenam tahap tersebut, yaitu: 1. Mengenal siswa yang mengalami kesulitan belajar Cara yang paling mudah untuk mengenali siswa yang mengalami kesulitan belajar adalah dengan cara mengenali nama siswa. 2. Memaham sifat dan jenis kesulitan belajarnya Langkah kedua dalam mengatasi kesulitan belajar adalah mencari dalam mata pelajaran apa saja siswa ini (kasus) mengalami kesulitan dalam belajar. 3. Menetapkan latar belakang kesulitan belajar Langkah ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang latar belakang yang menjadi sebab timbulnya kesulitan belajar baik yang terletak di dalam diri siswa sendiri maupun diluar dirinya. 4. Menetapkan usaha-usaha bantuan Setelah diketahui sifat dan jenis kesulitan serta latar belakangnya, maka langkah selanjutnya ialah menetapkan beberapa kemungkinan tindakan-tindakan usaha bantuan yang akan diberikan, berdasarkan data yang akan di peroleh. 5. Pelaksanaan bantuan Langkah ini merupakan pelaksanaan dari langkah sebelumnya, yakni melaksanakan kemungkinan usaha bantuan. Pemberian bantuan diaksanakan secara terus-menerus dan terah dengan disertai penilaian yang tepat sampai pada saat yang telah diperkirakan. 6. Tindak lanjut Tujuan langkah ini untuk menilai sampai sejauh manakah tindakan pemberian bantuan telah mencapai hasil yang diharapkan. Tindak lanjut
  • 7. 7 dilakukan secara terus-menerus, dengan langkah ini dapat diketahui keberhasilan usaha bantuan.
  • 8. 8 KESIMPULAN Kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dimana terdapat suatu jarak antara prestasi akademik yang diharapkan dengan yang diperoleh yang ditandai oleh adanya hambatan tertentu baik bersifat psikologis, sosiologis maupun fisiologis dalam proses belajar. Kesulitan atau masalah belajar dapat dikenal berdasarkan gejala yang dimanifestasikan dalam berbagai bentuk perilaku, baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar individu dapat berupa faktor internal, yaitu yang berasal dari dalam diri yang bersangkutan, dan faktor eksternal, adalah faktor yang berasal dari luar diri yang bersangkutan. Bahwa setiap kegiatan yang dilakukan mempunyai tujuan yang baik yang ingin dicapai, dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung, begitu pula dengan kegiatan ini. Pelaksanaan kegiatan Diagnosis Kesulitan Belajar melibatkan guru dan siswa, maka tujuan yang ingin dicapai juga berbeda antara guru dan siswa.
  • 9. 9 DAFTAR PUSTAKA Yadi, Arfi. 2012. Prosedur dan teknik diagnosis kesulitan, (Online) (http://arfiyadi.blogspot.com/2012/08/prosedur-dan-teknik-diagnosis-kesulitan.html ). Diakses 19 November 2014. Seplita, Mira. 2013. Diagnosis Kesulitan Belajar. (Online) (http://mira- seplita.blogspot.com/2013/01/diagnosis-kesulitan-belajar.html). Diakses 19 November 2014. Yono, setopo. 2013. Diagnosis kesulitan belajar Matematika. (Online). (https://bagawanabiyasa.wordpress.com/2013/05/16/diagnosis-kesulitan-belajar- matematika/). Diakses 19 November 2014.