Kelompok B1
Moch Hisyam F. 211FK03012
Shafira Rizky A.211FK03013
Silfina Rahmah 211FK03014
Leni Wulandari 211FK03015
Wine Salaisa 211FK03016
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK
DIARE
01
Definisi
Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan
jumlah tinja yang
lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 cc/jam
tinja). Dengan tinja
berbentuk cair /setengah padat, dapat disertai
frekuensi yang meningkat.
Menurut WHO (1980), diare adalah buang air besar
encer lebih dari 3 x
sehari.
Menurut pedoman MTBS (2000), diare dapat
dikelompokkan
menjadi :
1. Diare akut : terbagi atas diare dengan dehidrasi
berat, diare dengan
dehidrasi sedang, diare dengan dehidrasi ringan
2. Diare persiten : jika diare berlangsung 14
hari/lebih. Terbagi atas
diare persiten dengan dehidrasi dan persiten tanpa
dehidrasi
3. Disentri : jika diare berlangsung disertai dengan
darah.
Etiologi
1. Faktor infeksi : Bakteri ( Shigella,
Shalmonella, Vibrio kholera),
Virus (Enterovirus), parasit (cacing),
Kandida (Candida Albicans).
2. Faktor parentral : Infeksi dibagian
tubuh lain (OMA sering terjadi pada
anak
3. Faktor malabsorbsi : Karbohidrat, lemak,
protein.
4. Faktor makanan : Makanan basi, beracun,
terlampau banyak lemak,
sayuran dimasak kurang matang.
5. Faktor Psikologis : Rasa takut, cemas.
6. Obat-obatan : antibiotic.
7. Penyakit usus : colitis ulcerative, crohn
disease, enterocolitis,
obstruksi usus
Manifestasi Klinis
1. Bayi atau anak menjadi cengeng
dan gelisah
2. Suhu tubuh meninggi/demam
3. Feces encer, berlendir atau
berdarah
4. Warna feces kehijauan akibat
bercampur dengan cairan empedu
5. Anus lecet
Patofisiologi
Mekanisme dasar yang menyebabkan
timbulnya diare ialah:
1. Gangguan osmotic
2.Gangguan sekresi
3.Gangguan motilitas usus
F. Komplikasi
Sebagai akibat kehilangan cairan dan elektrolit
secara mendadak,
dapat terjadi berbagai macam komplikasi, seperti:
1. Dehidrasi ringan
2. dehidrasi sedang
3.dehidrasi berat
G. Pemeriksaan Penunjang
1. Riwayat alergi pada obat-obatan atau makanan
2. Kultur tinja
3. Pemeriksaan elektrolit, BUN, creatinine, dan
glukosa.
4. Pemeriksaan tinja : pH, leukosit, glukosa, dan
H. Penatalaksanaan
1. Medis
Pemberian cairan.
1) Cairan per oral.
Pada klien dengan dehidrasi ringan dan
sedang, cairan
diberikan peroral berupa cairan yang
berisikan NaCl dan Na,
HCO, K dan Glukosa,.
2) Cairan parenteral.
Mengenai seberapa banyak cairan
yang harus diberikan
tergantung dari berat badan atau
ringannya dehidrasi, yang
diperhitungkan kehilangan cairan
sesuai dengan umur dan
berat badannya.
c. Obat-obatan.
Prinsip pengobatan diare adalah menggantikan
cairan yang
hilang melalui tinja dengan atau tanpa muntah,
dengan cairan
yang mengandung elektrolit dan glukosa atau
karbohidrat lain
(gula, air tajin, tepung beras, dll)
- Obat anti sekresi.
- Obat anti spasmolitik.
- Obat pengeras tinja.
- Obat antibiotik.
Pencegahan diare bisa dilakukan dengan
mengusahakan
lingkungan yang bersih dan sehat :
1) Usahakan untuk selalu mencuci tangan sebelum
menyentuh makanan.
2) Usahakan pula menjaga kebersihan alat-alat
makan.
3) Sebaiknya air yang diminum memenuhi
kebutuhan
sanitasi standar di lingkungan tempst tinggal. Air
dimasak benar-benar mendidih, bersih, tidak
berbau,
1. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan
kehilangan cairan skunder terhadap diare.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Intervensi :
1.Pantau tanda dan gejala kekurangan cairan dan elektrolit R/ Penurunan
sisrkulasi volume cairan menyebabkan kekeringan mukosa dan pemekatan
urin. Deteksi dini memungkinkan terapi pergantian cairan segera untuk
memperbaiki deficit.
2. Beri LRO (larutan rehidrasi oral) R/ Untuk rehidrasi dan penggantian
kehilangan cairan melalui feses.
2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
diare atau output berlebihan dan intake yang kurang.
INTERVENSI
1. Diskusikan dan jelaskan tentang pembatasan diet (makanan berserat tinggi, berlemak
dan air terlalu panas atau dingin) R/ Serat tinggi, lemak,air terlalu panas / dingin dapat
merangsang mengiritasi lambung dan saluran usus.
2. Ciptakan lingkungan yang bersih, jauh dari bau yang tak sedap atau sampah, sajikan
makanan dalam keadaan hangat R/ situasi yang nyaman, rileks akan merangsang nafsu
makan.
3. Berikan jam istirahat (tidur) serta kurangi kegiatan yang berlebihan R/ Mengurangi
pemakaian ener
3. Resiko peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses
infeksi dampak sekunder dari diare Tujuan : Setelah dilakukan
tindakan perawatan selama 3x 24 jam tidak terjadi peningkatan suhu
tubuh.
INTERVENSI :
1. Monitor suhu tubuh setiap 2 jam R/ Deteksi dini terjadinya
perubahan abnormal fungsi tubuh ( adanya infeksi).
2.Berikan kompres hangat R/ merangsang pusat pengatur panas
untuk menurunkan produksi panas tubuh
3. Kolaborasi pemberian antipirektik merasang pusat pengatur panas pada
otak
4. Resiko gangguan integritas kulit perianal berhubungan
dengan peningkatan frekwensi BAB (diare)
INTERVENSI
1. Diskusikan dan jelaskan pentingnya menjaga tempat tidur R/
Kebersihan mencegah perkembang biakan kuman..
2. Demontrasikan serta libatkan keluarga dalam merawat perianal
(bila basah dan mengganti pakaian bawah serta alasnya) R/
Mencegah terjadinya iritassi kulit yang tak diharapkan oleh karena
kelebaban dan keasaman feses.
5. Kecemasan anak berhubungan dengan tindakan
invasive
INTERVENSI
1.Libatkan keluarga dalam melakukan tindakan perawatan
R/ Pendekatan awal pada anak melalui ibu atau keluarga.
2. Hindari persepsi yang salah pada perawat dan RS R/
mengurangi rasa takut anak terhadap perawat dan
lingkungan RS.
6. Perubahan proses keluarga berhubungan dengan krisis
situasi, kurang pengetahuan.
INTERVENSI
1. Berikan informasi pada keluarga tentang penyakit anak dan
tindakan terapeutik R/ Untuk mendorong kepatuhan terhadap
program terapeutik, khususnya jika sudah berada di rumah.
2. Bantu keluarga dalam memberikan rasa nyaman dan dukungan
pada anak. R/ Untuk memenuhi kebutuhan rasa aman dan nyaman
pada anak serta mau kooperatif.
PATHWAY
DIARE

More Related Content

PPT
Asuhan Keperawatan Untuk Anak Diare.pptx
DOCX
Makalah diare
DOCX
Pemeriksaan fisikpada diare
DOCX
Pemeriksaan fisikpada diare
PPTX
pp diare bu lusi.pptx
DOCX
Askep diare
DOCX
Uji gea AKPER PEMKAB MUNA
Asuhan Keperawatan Untuk Anak Diare.pptx
Makalah diare
Pemeriksaan fisikpada diare
Pemeriksaan fisikpada diare
pp diare bu lusi.pptx
Askep diare
Uji gea AKPER PEMKAB MUNA

Similar to DIARE (20)

PPTX
Asuhan keperawatan diare pada anak
PPT
Ppt gastroenterintis
PPT
7. DIARE & OBSTIPASI.ppt pada neonatusss
PPTX
PPT DIARE dan pengertian tentang diare untuk anak sekolah
PPTX
Asuhan keperawatan pada Anak dengan Diar
DOCX
himbauan.docx
DOCX
Diare akut dehidrasi
PPTX
Materi penyuluhan Power-Point-Diare.pptx
DOC
4. askep diare akut dehidrasi sedang
PPTX
farmakologi terapi dan mekanisme obat untuk diare
PPTX
Tatalaksana-Diare-baru pad anak anak dan dewasa.pptx
DOCX
Bab ii
PPTX
Pp diare
DOCX
197431179 case-diare-rotasi-2
DOCX
Askep diare
PPT
DIARRHE akibat tipoid, kolera, disentri.ppt
PPT
PENANGANAN dan TATALAKSANA DIARE ANAK DAN DEWASA
PPTX
Presentation1
PPTX
PPT DIARE PADA An. A DI RUANG RAWAT INAP PUSKESMAS CISOKA KAB. TANGERANG.pptx
Asuhan keperawatan diare pada anak
Ppt gastroenterintis
7. DIARE & OBSTIPASI.ppt pada neonatusss
PPT DIARE dan pengertian tentang diare untuk anak sekolah
Asuhan keperawatan pada Anak dengan Diar
himbauan.docx
Diare akut dehidrasi
Materi penyuluhan Power-Point-Diare.pptx
4. askep diare akut dehidrasi sedang
farmakologi terapi dan mekanisme obat untuk diare
Tatalaksana-Diare-baru pad anak anak dan dewasa.pptx
Bab ii
Pp diare
197431179 case-diare-rotasi-2
Askep diare
DIARRHE akibat tipoid, kolera, disentri.ppt
PENANGANAN dan TATALAKSANA DIARE ANAK DAN DEWASA
Presentation1
PPT DIARE PADA An. A DI RUANG RAWAT INAP PUSKESMAS CISOKA KAB. TANGERANG.pptx
Ad

Recently uploaded (20)

PDF
Fin PMKP Refreshing Surv by Isi Mularsih 04052024.pdf
PPTX
Bimbel Komunitas - Pertemuan 1 dan 2 .pptx
DOCX
Kerangka Acuan Kegiatan Dashat di Kampung KB tahun anggaran 2025.docx
PDF
PELAKSANAAN REKREDENSIALING TAHUN 2025 - share.pdf
PPTX
8777952d-95a0-4536-b607-070925cead0a (3).pptx
PPTX
Layanan dasar ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui
PPTX
Materi Presentasi Layanan Dasar Usia Sekolah dan Remaja
PPTX
Ka Komala- Perawatan Penyakit Khusus(edukasi online).pptx
PPTX
DIKLAT K3 Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran.pptx
PPTX
PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS (B3) TRIGUNA.pptx
DOCX
Liturgi pemberkatan nikah di gereja dari awal sampai akhir
PDF
Buku Penanggulangan Tuberculosis ed 2007.pdf
PPTX
8777952d-95a0-4536-b607-070925cead0a (5).pptx
PPT
376672509-Clinical-Pathways-ppt-Kuliah.ppt
PPTX
ANEMIA_PADA_KEHAMILAN_di ibu hamill.pptx
PPTX
M.-STRATEGI-RS-UEU-materi kuliah manejemen rumah sakit
PPTX
Indeks Pengelolaan Keanekaragaman Hayati: Konsep, Indikator, dan Strategi Imp...
PPTX
Penyuluhan_Kesehatan_Reproduksi_Wanita.pptx
PPT
Stres Dan Adaptasi Dalam Asuhan Kebidanan
PDF
Materi administrasi kebijakan kesehatan.
Fin PMKP Refreshing Surv by Isi Mularsih 04052024.pdf
Bimbel Komunitas - Pertemuan 1 dan 2 .pptx
Kerangka Acuan Kegiatan Dashat di Kampung KB tahun anggaran 2025.docx
PELAKSANAAN REKREDENSIALING TAHUN 2025 - share.pdf
8777952d-95a0-4536-b607-070925cead0a (3).pptx
Layanan dasar ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui
Materi Presentasi Layanan Dasar Usia Sekolah dan Remaja
Ka Komala- Perawatan Penyakit Khusus(edukasi online).pptx
DIKLAT K3 Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran.pptx
PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS (B3) TRIGUNA.pptx
Liturgi pemberkatan nikah di gereja dari awal sampai akhir
Buku Penanggulangan Tuberculosis ed 2007.pdf
8777952d-95a0-4536-b607-070925cead0a (5).pptx
376672509-Clinical-Pathways-ppt-Kuliah.ppt
ANEMIA_PADA_KEHAMILAN_di ibu hamill.pptx
M.-STRATEGI-RS-UEU-materi kuliah manejemen rumah sakit
Indeks Pengelolaan Keanekaragaman Hayati: Konsep, Indikator, dan Strategi Imp...
Penyuluhan_Kesehatan_Reproduksi_Wanita.pptx
Stres Dan Adaptasi Dalam Asuhan Kebidanan
Materi administrasi kebijakan kesehatan.
Ad

DIARE

  • 1. Kelompok B1 Moch Hisyam F. 211FK03012 Shafira Rizky A.211FK03013 Silfina Rahmah 211FK03014 Leni Wulandari 211FK03015 Wine Salaisa 211FK03016
  • 2. ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DIARE 01
  • 3. Definisi Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 cc/jam tinja). Dengan tinja berbentuk cair /setengah padat, dapat disertai frekuensi yang meningkat. Menurut WHO (1980), diare adalah buang air besar encer lebih dari 3 x sehari.
  • 4. Menurut pedoman MTBS (2000), diare dapat dikelompokkan menjadi : 1. Diare akut : terbagi atas diare dengan dehidrasi berat, diare dengan dehidrasi sedang, diare dengan dehidrasi ringan 2. Diare persiten : jika diare berlangsung 14 hari/lebih. Terbagi atas diare persiten dengan dehidrasi dan persiten tanpa dehidrasi 3. Disentri : jika diare berlangsung disertai dengan darah.
  • 5. Etiologi 1. Faktor infeksi : Bakteri ( Shigella, Shalmonella, Vibrio kholera), Virus (Enterovirus), parasit (cacing), Kandida (Candida Albicans). 2. Faktor parentral : Infeksi dibagian tubuh lain (OMA sering terjadi pada anak
  • 6. 3. Faktor malabsorbsi : Karbohidrat, lemak, protein. 4. Faktor makanan : Makanan basi, beracun, terlampau banyak lemak, sayuran dimasak kurang matang. 5. Faktor Psikologis : Rasa takut, cemas. 6. Obat-obatan : antibiotic. 7. Penyakit usus : colitis ulcerative, crohn disease, enterocolitis, obstruksi usus
  • 7. Manifestasi Klinis 1. Bayi atau anak menjadi cengeng dan gelisah 2. Suhu tubuh meninggi/demam 3. Feces encer, berlendir atau berdarah 4. Warna feces kehijauan akibat bercampur dengan cairan empedu 5. Anus lecet
  • 8. Patofisiologi Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare ialah: 1. Gangguan osmotic 2.Gangguan sekresi 3.Gangguan motilitas usus
  • 9. F. Komplikasi Sebagai akibat kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak, dapat terjadi berbagai macam komplikasi, seperti: 1. Dehidrasi ringan 2. dehidrasi sedang 3.dehidrasi berat G. Pemeriksaan Penunjang 1. Riwayat alergi pada obat-obatan atau makanan 2. Kultur tinja 3. Pemeriksaan elektrolit, BUN, creatinine, dan glukosa. 4. Pemeriksaan tinja : pH, leukosit, glukosa, dan
  • 10. H. Penatalaksanaan 1. Medis Pemberian cairan. 1) Cairan per oral. Pada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang, cairan diberikan peroral berupa cairan yang berisikan NaCl dan Na, HCO, K dan Glukosa,.
  • 11. 2) Cairan parenteral. Mengenai seberapa banyak cairan yang harus diberikan tergantung dari berat badan atau ringannya dehidrasi, yang diperhitungkan kehilangan cairan sesuai dengan umur dan berat badannya.
  • 12. c. Obat-obatan. Prinsip pengobatan diare adalah menggantikan cairan yang hilang melalui tinja dengan atau tanpa muntah, dengan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa atau karbohidrat lain (gula, air tajin, tepung beras, dll) - Obat anti sekresi. - Obat anti spasmolitik. - Obat pengeras tinja. - Obat antibiotik.
  • 13. Pencegahan diare bisa dilakukan dengan mengusahakan lingkungan yang bersih dan sehat : 1) Usahakan untuk selalu mencuci tangan sebelum menyentuh makanan. 2) Usahakan pula menjaga kebersihan alat-alat makan. 3) Sebaiknya air yang diminum memenuhi kebutuhan sanitasi standar di lingkungan tempst tinggal. Air dimasak benar-benar mendidih, bersih, tidak berbau,
  • 14. 1. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan skunder terhadap diare. DIAGNOSA KEPERAWATAN Intervensi : 1.Pantau tanda dan gejala kekurangan cairan dan elektrolit R/ Penurunan sisrkulasi volume cairan menyebabkan kekeringan mukosa dan pemekatan urin. Deteksi dini memungkinkan terapi pergantian cairan segera untuk memperbaiki deficit. 2. Beri LRO (larutan rehidrasi oral) R/ Untuk rehidrasi dan penggantian kehilangan cairan melalui feses.
  • 15. 2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan diare atau output berlebihan dan intake yang kurang. INTERVENSI 1. Diskusikan dan jelaskan tentang pembatasan diet (makanan berserat tinggi, berlemak dan air terlalu panas atau dingin) R/ Serat tinggi, lemak,air terlalu panas / dingin dapat merangsang mengiritasi lambung dan saluran usus. 2. Ciptakan lingkungan yang bersih, jauh dari bau yang tak sedap atau sampah, sajikan makanan dalam keadaan hangat R/ situasi yang nyaman, rileks akan merangsang nafsu makan. 3. Berikan jam istirahat (tidur) serta kurangi kegiatan yang berlebihan R/ Mengurangi pemakaian ener
  • 16. 3. Resiko peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi dampak sekunder dari diare Tujuan : Setelah dilakukan tindakan perawatan selama 3x 24 jam tidak terjadi peningkatan suhu tubuh. INTERVENSI : 1. Monitor suhu tubuh setiap 2 jam R/ Deteksi dini terjadinya perubahan abnormal fungsi tubuh ( adanya infeksi). 2.Berikan kompres hangat R/ merangsang pusat pengatur panas untuk menurunkan produksi panas tubuh 3. Kolaborasi pemberian antipirektik merasang pusat pengatur panas pada otak
  • 17. 4. Resiko gangguan integritas kulit perianal berhubungan dengan peningkatan frekwensi BAB (diare) INTERVENSI 1. Diskusikan dan jelaskan pentingnya menjaga tempat tidur R/ Kebersihan mencegah perkembang biakan kuman.. 2. Demontrasikan serta libatkan keluarga dalam merawat perianal (bila basah dan mengganti pakaian bawah serta alasnya) R/ Mencegah terjadinya iritassi kulit yang tak diharapkan oleh karena kelebaban dan keasaman feses.
  • 18. 5. Kecemasan anak berhubungan dengan tindakan invasive INTERVENSI 1.Libatkan keluarga dalam melakukan tindakan perawatan R/ Pendekatan awal pada anak melalui ibu atau keluarga. 2. Hindari persepsi yang salah pada perawat dan RS R/ mengurangi rasa takut anak terhadap perawat dan lingkungan RS.
  • 19. 6. Perubahan proses keluarga berhubungan dengan krisis situasi, kurang pengetahuan. INTERVENSI 1. Berikan informasi pada keluarga tentang penyakit anak dan tindakan terapeutik R/ Untuk mendorong kepatuhan terhadap program terapeutik, khususnya jika sudah berada di rumah. 2. Bantu keluarga dalam memberikan rasa nyaman dan dukungan pada anak. R/ Untuk memenuhi kebutuhan rasa aman dan nyaman pada anak serta mau kooperatif.