TEKNIK PEMERIKSAAN BIOLOGI
MOLEKULER
REPLIKASI DNA
REPLIKASI DNA
 Replikasi merupakan peristiwa sintesis DNA (autokatalisis) karena DNA mampu
mensisntesis diri sendiri. Replikasi DNA dapat terjadi dengan adanya sintesis rantai
nukleotida baru dari rantai nukleotida lama melalui proses menggunakan komplementasi
pasangan basa untuk menghasilkan suatu molekul DNA baru yang sama dengan molekul
DNA lama, proses yang terjadi tersebut dipengaruhi oleh enzim helikase, enzim polimerase,
dan ligase (Necel, 2009).
 Replikasi DNA bersifat semikonservatif, yaitu kedua untai tunggal DNA bertindak sebagai
cetakan untuk pembuatan untai-untai DNA baru; seluruh untai tunggal cetakan
dipertahankan dan untai yang baru dibuat dari nukleotida- nukleotida (Necel, 2009).
Gambar Replikasi DNA
Model Replikasi
DNA
cetakan
Molekul
deoksiribonukleotida
Enzim DNA
polimerase
Enzim
primase
enzim helikase
dan enzim
girase
Protein
SSB
Enzim DNA
ligase
Komponen Utama Replikasi DNA
MEKANISME REPLIKASI DNA
1. Pembentukan Garpu Replikasi



Garpu replikasi dibentuk akibat enzim helikase yang memutus ikatan-ikatan hidrogen
yang menyatukan kedua untaian DNA, membuat terbukanya untaian ganda tersebut
menjadi dua cabang yang masing-masing terdiri dari sebuah untaian tunggal DNA.
Masing-masing cabang tersebut menjadi "cetakan" untuk pembentukan dua untaian
DNA baru berdasarkan urutan nukleotida komplementernya.
DNA polimerase membentuk untaian DNA baru dengan memperpanjang
oligonukleotida (RNA) yang dibentuk oleh enzim primase dan disebut primer. DNA
polimerase membentuk untaian DNA baru dengan menambahkan nukleotida dalam
hal ini, deoksiribonukleotida ke ujung 3 hidroksil bebas nukleotida rantai DNA yang
sedang tumbuh.
Gambar Pembentukan Garpu Replikasi
MEKANISME REPLIKASI DNA
2. Pembentukan Leading Strand
• Pada replikasi DNA, untaian pengawal (leading strand) ialah untaian
DNA yang disintesis dengan arah 5'-3' secara berkesinambungan.
• Pada untaian ini, DNA polimerase mampu membentuk DNA
menggunakan ujung 3'-OH bebas dari sebuah primer RNA dan sintesis
DNA berlangsung secara berkesinambungan, searah dengan arah
pergerakan garpu replikasi.
ilide.info-mekanisme-replikasi-dna-pr_a1e286a01f883eb3eb70f127b5249bda.pptx
MEKANISME REPLIKASI DNA
3. Pembentukan Lagging Strand
•
• Untaian Lagging Strand disintesis dalam segmen-segmen yang disebut fragmen Okazaki.
• Primase membentuk primer RNA. DNA polimerase dengan demikian dapat menggunakan
gugus OH 3' bebas pada primer RNA tersebut untuk mensintesis DNA dengan arah 5'-3’.
Fragmen primer RNA tersebut lalu disingkirkan dan deoksiribonukleotida baru ditambahkan
untuk mengisi celah yang tadinya ditempati oleh RNA.
• DNA ligase lalu menyambungkan fragmen-fragmen Okazaki tersebut sehingga sintesis
lagging strand menjadi lengkap.
ilide.info-mekanisme-replikasi-dna-pr_a1e286a01f883eb3eb70f127b5249bda.pptx
Replikasi
DNA
Pada Sel
Prokariotik
Pada Sel
Eukariot
•
• Replikasi DNA kromosom prokariot, khususnya bakteri, sangat berkaitan dengan siklus pertumbuhannya.
Daerah ori pada E. coli, misalnya, berisi empat buah tempat pengikatan protein inisiator DNA, yang
masing-masing panjangnya 9 pb. Sintesis protein DNA ini sejalan dengan laju pertumbuhan bakteri
sehingga inisiasi replikasi juga sejalan dengan laju pertumbuhan bakteri. Pada laju pertumbuhan sel yang
sangat tinggi, DNA kromosom prokariot dapat mengalami reinisiasi replikasi pada dua ori yang baru
terbentuk, sebelum putaran replikasi yang pertama berakhir.
Agar replikasi dapat terus berjalan menjauhi ori, diperlukan enzim helikase selain DnaB. Hal ini karena
pembukaan heliks akan diikuti oleh pembentukan putaran baru berupa superkoiling positif. Superkoiling
negatif yang terjadi secara alami ternyata tidak cukup untuk mengimbangi, sehingga diperlukan enzim
lain, yaitu topoisomerase tipe Il yang disebut dengan DNA girase.
• Selain itu, terdapat subunit b yang menempelkan polimerase pada DNA. Begitu primer pada untai
tertinggal dielongasi oleh DNA polimerase II, mereka akan segera dibuang dan celah yang ditimbulkan
oleh hilangnya primer tersebut diisi oleh DNA polimerase 1, yang mempunyai aktivitas polimerase 5'--
3', eksonuklease 5'-3', dan eksonuklease penyuntingan 3'-5'.
REPLIKASI DNA PROKARIOT
Gambar Replikasi DNA Prokariotik
REPLIKASI DNA EUKARIOT
•
•
•
Pada eukariot replikasi DNA hanya terjadi pada fase S di dalam interfase. Untuk memasuki
fase S diperlukan regulasi oleh sistem protein kompleks yang disebut siklin dan kinase
tergantung siklin atau cyclin-dependent protein kinases , yang berturut-turut akan diaktivasi
oleh sinyal pertumbuhan yang mencapai permukaan sel.
Seperti halnya pada prokariot, satu atau beberapa DNA helikase dan SSB yang disebut
dengan protein replikasi A atau replication protein A diperlukan untuk memisahkan
kedua
untai DNA.
Selanjutnya, tiga DNA polimerase yang berbeda terlibat dalam elongasi. Ujung kromosom
linier tidak dapat direplikasi sepenuhnya karena tidak ada DNA yang dapat menggantikan
RNA primer yang dibuang dari ujung 5' untai tertinggal. Dengan demikian, informasi
genetik dapat hilang dari DNA.
Gambar Replikasi DNA Eukariot
Perbedaan Replikasi DNA pada Sel
 Replikasi DNA terjadi di
nukleus
 Replikasi DNA terjadi di
protoplasma
 Replikasi DNA terjadi pada fase S (fase
sintesis) dalam fase interfase pada siklus
sel
 Replikasi terjadi pada semua fase
dalam siklus sel
 Terdapat 5 macam DNA polimerisasi
yang terlibat dalam proses replikasi
 Terdapat banyak titik awal replikasi
(ori)

 Pergerakan garpu replikasi pada
replikasi eukariot bergerak lebih
lambat
Selanjutnya gelembung replikasi akan bertemu, dan
sintesis DNA anak selesai
 Terdapat 3 macam DNA polimerisasi yang
terlibat dalam proses replikasi
 Titik awal replikasi (ori) lebih sedikit
dibanding eukariot
 Pergerakan garpu replikasi pada replikasi
prokariot bergerak lebih cepat dibanding
pada eukariot
 Replikasi terjadi kedua arah.
Selanjutnya
gelembung replikasi akan bertemu, dan
sintesis
DNA anak
Eukariot dan Prokariot
TERIMAKS
IH

More Related Content

PPTX
OSN BIOLOGI PERTEMUAN 1 mikrobiologi sel.pptx
PDF
C12 Replikasi DNA
PPTX
Ppt replikasi DNA
PDF
biologi molekuler replikasi dna
PDF
401851244-Power-Point-DNA-Replikasi-kelompok-8-pptx.pdf
PPTX
Materi Replikasi DNA_Helvi Maudy Saswita.pptx
PDF
Ringkasan Biologi Molekuler : Replikasi DNA
PPT
Biomol 5-replication
OSN BIOLOGI PERTEMUAN 1 mikrobiologi sel.pptx
C12 Replikasi DNA
Ppt replikasi DNA
biologi molekuler replikasi dna
401851244-Power-Point-DNA-Replikasi-kelompok-8-pptx.pdf
Materi Replikasi DNA_Helvi Maudy Saswita.pptx
Ringkasan Biologi Molekuler : Replikasi DNA
Biomol 5-replication

Similar to ilide.info-mekanisme-replikasi-dna-pr_a1e286a01f883eb3eb70f127b5249bda.pptx (20)

PPT
replikasi.ppt
PPTX
materi biologi sel dan molekuler, REPLIKASI DNA KLP 3.pptx
PPT
Replikasi dna pcr
PPTX
DNA replication
PPT
Gen dan ekspresi gen
PDF
PPT Kelompok 4 Genetika.pdf
PPTX
ASAM NUKLEAT.pptx
PDF
PERTEMUAN 3 DAN 4 BIOTEKNOLOGI.pdf
PDF
PERTEMUAN 3 DAN 4 BIOTEKNOLOGI.pdf
PPTX
Replikasi DNA
PPT
Replikasi DNA prokariotik biologi osn.ppt
DOC
Materi genetik
PPT
PROSES Replikasi_translasi_transkripsi sel2.ppt
PDF
3-replikasi-dna.pdf
PPTX
Dna replication
DOCX
Biosisntesis elambiokimia
PPTX
11. Asam Nukleat.pptx
PPT
Replikasi
PDF
Soal jawab biomol
PDF
Tanya Jawab Biologi Molekuler
replikasi.ppt
materi biologi sel dan molekuler, REPLIKASI DNA KLP 3.pptx
Replikasi dna pcr
DNA replication
Gen dan ekspresi gen
PPT Kelompok 4 Genetika.pdf
ASAM NUKLEAT.pptx
PERTEMUAN 3 DAN 4 BIOTEKNOLOGI.pdf
PERTEMUAN 3 DAN 4 BIOTEKNOLOGI.pdf
Replikasi DNA
Replikasi DNA prokariotik biologi osn.ppt
Materi genetik
PROSES Replikasi_translasi_transkripsi sel2.ppt
3-replikasi-dna.pdf
Dna replication
Biosisntesis elambiokimia
11. Asam Nukleat.pptx
Replikasi
Soal jawab biomol
Tanya Jawab Biologi Molekuler
Ad

More from faiqohlailatuzzaim2 (13)

PPTX
OSN PERTEMUAN 2 PART 1 materi genetik.pptx
PPTX
OSN PERTEMUAN 2 PART 2 persilangan .pptx
PPT
protein_n_enzim biologi sma olimpiade.ppt
PPT
DNAREPLICATION ppt biologi OSN SMA nasional.PPT
PPT
[1244]Higher_Chemistry_Unit_2_Polymers.ppt
PPTX
PPT_Polisakarida_polimer alami_ biologi.pptx
PPTX
Energi_Kisi_entalpi reaksi_termokimia.pptx
PPT
Sel_punca_stem_cell_ biologi kelas 7.ppt
PPT
ipa-terpadu-viii-bab-11-cahaya-dan-alat-optik.ppt
PPTX
Fisika tentang lensa dan cermin pertemuan pekan ke 8
PPTX
BILANGAN KUANTUM/ Mekanika Kuantum/ Atom
PPTX
IPA-TEMA-5-KONDUKTOR ISOLATOR BAHAN.pptx
PPT
materi_bioteknologi_Mikrobiologi_bio chemistry.ppt
OSN PERTEMUAN 2 PART 1 materi genetik.pptx
OSN PERTEMUAN 2 PART 2 persilangan .pptx
protein_n_enzim biologi sma olimpiade.ppt
DNAREPLICATION ppt biologi OSN SMA nasional.PPT
[1244]Higher_Chemistry_Unit_2_Polymers.ppt
PPT_Polisakarida_polimer alami_ biologi.pptx
Energi_Kisi_entalpi reaksi_termokimia.pptx
Sel_punca_stem_cell_ biologi kelas 7.ppt
ipa-terpadu-viii-bab-11-cahaya-dan-alat-optik.ppt
Fisika tentang lensa dan cermin pertemuan pekan ke 8
BILANGAN KUANTUM/ Mekanika Kuantum/ Atom
IPA-TEMA-5-KONDUKTOR ISOLATOR BAHAN.pptx
materi_bioteknologi_Mikrobiologi_bio chemistry.ppt
Ad

Recently uploaded (20)

PPTX
ESPS SENI RUPA SD_MI KLS.6_KM-Media Mengajar-Media Mengajar ESPS SENI RUPA SD...
PPTX
sosiologi sma kelas 10 bab 2 hubungan sosial
PPTX
IPA Kelas 7 Bab 7 Ekosistem ipa ips knklufi
PPT
STRUKTUR FUNGSI ORGAN TUMBUHAN-SOLO.ppt smp
PPTX
PPT Pembelajaran Biologi SEL KELAS XI_.pptx
PPTX
Bab 1 Pancasila 20252-2026 untuk SMA kelas 10
PPTX
PPT Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia.pptx
PPTX
PERTEMUAN 9 KIMDAS 1_DEFINISI LARUTAN.pptx
PPTX
Besaran-dan-Satuan-Fisika-Memahami-Dunia-di-Sekitar-Kita.pptx
PDF
Kuliah 3 Sistem Industri Peternakan (Faterna)
PDF
JENIS DAN PENATALAKSANAAN ESO TBC RO final
PPTX
TANDA BAHAYA KEHAMILAN banyak terjadi pada ibu hamil
PDF
Kuliah 2 Kondisi dan prospek Usaha peternakan revisi a.pdf
PPTX
matateri termokimia kelas 11 mapel kimia.pptx
PDF
Presentation Medical Nutrition Therapy For Obgyn
PPTX
KLASIFIKASI ALAT UKUR suhu tki.pptx.pptx
PPTX
DETEKSI SALMONELLA SPP PADA MEAT AND BONE MEALS2.pptx
PPTX
berifikir kritis menjalani kehidupan sehari hari
PDF
PENGERTIAN_DAN FUNGSI_RPH di rumah potong hewan.pdf
PPTX
Hubungan_Kimia_dan_Ilmu_teknik Sipil.pptx
ESPS SENI RUPA SD_MI KLS.6_KM-Media Mengajar-Media Mengajar ESPS SENI RUPA SD...
sosiologi sma kelas 10 bab 2 hubungan sosial
IPA Kelas 7 Bab 7 Ekosistem ipa ips knklufi
STRUKTUR FUNGSI ORGAN TUMBUHAN-SOLO.ppt smp
PPT Pembelajaran Biologi SEL KELAS XI_.pptx
Bab 1 Pancasila 20252-2026 untuk SMA kelas 10
PPT Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia.pptx
PERTEMUAN 9 KIMDAS 1_DEFINISI LARUTAN.pptx
Besaran-dan-Satuan-Fisika-Memahami-Dunia-di-Sekitar-Kita.pptx
Kuliah 3 Sistem Industri Peternakan (Faterna)
JENIS DAN PENATALAKSANAAN ESO TBC RO final
TANDA BAHAYA KEHAMILAN banyak terjadi pada ibu hamil
Kuliah 2 Kondisi dan prospek Usaha peternakan revisi a.pdf
matateri termokimia kelas 11 mapel kimia.pptx
Presentation Medical Nutrition Therapy For Obgyn
KLASIFIKASI ALAT UKUR suhu tki.pptx.pptx
DETEKSI SALMONELLA SPP PADA MEAT AND BONE MEALS2.pptx
berifikir kritis menjalani kehidupan sehari hari
PENGERTIAN_DAN FUNGSI_RPH di rumah potong hewan.pdf
Hubungan_Kimia_dan_Ilmu_teknik Sipil.pptx

ilide.info-mekanisme-replikasi-dna-pr_a1e286a01f883eb3eb70f127b5249bda.pptx

  • 2. REPLIKASI DNA  Replikasi merupakan peristiwa sintesis DNA (autokatalisis) karena DNA mampu mensisntesis diri sendiri. Replikasi DNA dapat terjadi dengan adanya sintesis rantai nukleotida baru dari rantai nukleotida lama melalui proses menggunakan komplementasi pasangan basa untuk menghasilkan suatu molekul DNA baru yang sama dengan molekul DNA lama, proses yang terjadi tersebut dipengaruhi oleh enzim helikase, enzim polimerase, dan ligase (Necel, 2009).  Replikasi DNA bersifat semikonservatif, yaitu kedua untai tunggal DNA bertindak sebagai cetakan untuk pembuatan untai-untai DNA baru; seluruh untai tunggal cetakan dipertahankan dan untai yang baru dibuat dari nukleotida- nukleotida (Necel, 2009).
  • 5. DNA cetakan Molekul deoksiribonukleotida Enzim DNA polimerase Enzim primase enzim helikase dan enzim girase Protein SSB Enzim DNA ligase Komponen Utama Replikasi DNA
  • 6. MEKANISME REPLIKASI DNA 1. Pembentukan Garpu Replikasi    Garpu replikasi dibentuk akibat enzim helikase yang memutus ikatan-ikatan hidrogen yang menyatukan kedua untaian DNA, membuat terbukanya untaian ganda tersebut menjadi dua cabang yang masing-masing terdiri dari sebuah untaian tunggal DNA. Masing-masing cabang tersebut menjadi "cetakan" untuk pembentukan dua untaian DNA baru berdasarkan urutan nukleotida komplementernya. DNA polimerase membentuk untaian DNA baru dengan memperpanjang oligonukleotida (RNA) yang dibentuk oleh enzim primase dan disebut primer. DNA polimerase membentuk untaian DNA baru dengan menambahkan nukleotida dalam hal ini, deoksiribonukleotida ke ujung 3 hidroksil bebas nukleotida rantai DNA yang sedang tumbuh.
  • 8. MEKANISME REPLIKASI DNA 2. Pembentukan Leading Strand • Pada replikasi DNA, untaian pengawal (leading strand) ialah untaian DNA yang disintesis dengan arah 5'-3' secara berkesinambungan. • Pada untaian ini, DNA polimerase mampu membentuk DNA menggunakan ujung 3'-OH bebas dari sebuah primer RNA dan sintesis DNA berlangsung secara berkesinambungan, searah dengan arah pergerakan garpu replikasi.
  • 10. MEKANISME REPLIKASI DNA 3. Pembentukan Lagging Strand • • Untaian Lagging Strand disintesis dalam segmen-segmen yang disebut fragmen Okazaki. • Primase membentuk primer RNA. DNA polimerase dengan demikian dapat menggunakan gugus OH 3' bebas pada primer RNA tersebut untuk mensintesis DNA dengan arah 5'-3’. Fragmen primer RNA tersebut lalu disingkirkan dan deoksiribonukleotida baru ditambahkan untuk mengisi celah yang tadinya ditempati oleh RNA. • DNA ligase lalu menyambungkan fragmen-fragmen Okazaki tersebut sehingga sintesis lagging strand menjadi lengkap.
  • 13. • • Replikasi DNA kromosom prokariot, khususnya bakteri, sangat berkaitan dengan siklus pertumbuhannya. Daerah ori pada E. coli, misalnya, berisi empat buah tempat pengikatan protein inisiator DNA, yang masing-masing panjangnya 9 pb. Sintesis protein DNA ini sejalan dengan laju pertumbuhan bakteri sehingga inisiasi replikasi juga sejalan dengan laju pertumbuhan bakteri. Pada laju pertumbuhan sel yang sangat tinggi, DNA kromosom prokariot dapat mengalami reinisiasi replikasi pada dua ori yang baru terbentuk, sebelum putaran replikasi yang pertama berakhir. Agar replikasi dapat terus berjalan menjauhi ori, diperlukan enzim helikase selain DnaB. Hal ini karena pembukaan heliks akan diikuti oleh pembentukan putaran baru berupa superkoiling positif. Superkoiling negatif yang terjadi secara alami ternyata tidak cukup untuk mengimbangi, sehingga diperlukan enzim lain, yaitu topoisomerase tipe Il yang disebut dengan DNA girase. • Selain itu, terdapat subunit b yang menempelkan polimerase pada DNA. Begitu primer pada untai tertinggal dielongasi oleh DNA polimerase II, mereka akan segera dibuang dan celah yang ditimbulkan oleh hilangnya primer tersebut diisi oleh DNA polimerase 1, yang mempunyai aktivitas polimerase 5'-- 3', eksonuklease 5'-3', dan eksonuklease penyuntingan 3'-5'. REPLIKASI DNA PROKARIOT
  • 14. Gambar Replikasi DNA Prokariotik
  • 15. REPLIKASI DNA EUKARIOT • • • Pada eukariot replikasi DNA hanya terjadi pada fase S di dalam interfase. Untuk memasuki fase S diperlukan regulasi oleh sistem protein kompleks yang disebut siklin dan kinase tergantung siklin atau cyclin-dependent protein kinases , yang berturut-turut akan diaktivasi oleh sinyal pertumbuhan yang mencapai permukaan sel. Seperti halnya pada prokariot, satu atau beberapa DNA helikase dan SSB yang disebut dengan protein replikasi A atau replication protein A diperlukan untuk memisahkan kedua untai DNA. Selanjutnya, tiga DNA polimerase yang berbeda terlibat dalam elongasi. Ujung kromosom linier tidak dapat direplikasi sepenuhnya karena tidak ada DNA yang dapat menggantikan RNA primer yang dibuang dari ujung 5' untai tertinggal. Dengan demikian, informasi genetik dapat hilang dari DNA.
  • 17. Perbedaan Replikasi DNA pada Sel  Replikasi DNA terjadi di nukleus  Replikasi DNA terjadi di protoplasma  Replikasi DNA terjadi pada fase S (fase sintesis) dalam fase interfase pada siklus sel  Replikasi terjadi pada semua fase dalam siklus sel  Terdapat 5 macam DNA polimerisasi yang terlibat dalam proses replikasi  Terdapat banyak titik awal replikasi (ori)   Pergerakan garpu replikasi pada replikasi eukariot bergerak lebih lambat Selanjutnya gelembung replikasi akan bertemu, dan sintesis DNA anak selesai  Terdapat 3 macam DNA polimerisasi yang terlibat dalam proses replikasi  Titik awal replikasi (ori) lebih sedikit dibanding eukariot  Pergerakan garpu replikasi pada replikasi prokariot bergerak lebih cepat dibanding pada eukariot  Replikasi terjadi kedua arah. Selanjutnya gelembung replikasi akan bertemu, dan sintesis DNA anak Eukariot dan Prokariot