7
Most read
19
Most read
20
Most read
Infeksi Saluran Pernafasan Akut
(ISPA)
DISUSUN OLEH :
Nama : Anggrahita Gadis Mentari
Jurusan : Kesehatan Lingkungan
Kelas : REG A
NIM. : P07133114007
POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA
TAHUN 2015/2016
Infeksi Saluran Pernafasan Akut
(ISPA)
1. PENGERTIAN
2. FAKTOR PENYEBAB
3. KLASIFIKASI ISPA
4. FAKTOR AGEN, HOST, ENVEROMENTAL
5. RIWAYAT ALAMIAH
6. MODEL SEGITIGA EPIDEMIOLOGI
1. PENGERTIAN
• ISPA atau yang sering di sebut dengan infeksi pernafasan akut adalah
infeksi akut yang menyerang salah satu bagian/lebih dari saluran napas
mulai hidung sampai alveoli termasuk adneksanya
• ISPA dapat ditularkan melalui air ludah, darah, bersin maupun udara
pernafasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat.
• ISPA dapat menyebar ke seluruh sistem pernapasan tubuh. Tubuh tidak
bisa mendapatkan cukup oksigen karena infeksi yang terjadi dan kondisi
ini bisa berakibat fatal, bahkan mungkin mematikan.
2. FAKTOR PENYEBAB
Bakteri Penyebab ISPA antara lain
dari genus :
• Streptococcus
• Stafilococcus
• Pnemococcus
• Hemofilus
• Bordetella dan Corinebakterium.
Virus penyebabnya antara lain
golongan :
• Micsovirus
• Adenovirus
• Coronavirus
• Picornavirus
• Micoplasma
• Herpesvirus
3. KLASIFIKASI ISPA
a. Pneumonia berat
b. Pneumonia
c. Bukan pneumonia
• Klasifikasi ini dibedakan untuk golongan umur dibawah 2 bulan dan
untuk golongan umur 2 bulan sampai 5 tahun
Untuk golongan umur kurang 2 bulan ada 2 klasifikasi penyakit yaitu :
a. Pneumonia berada:
diisolasi dari cacing tanah oleh Ruiz dan kuat dinding pada bagian bawah
atau napas cepat. Batas napas cepat untuk golongan umur kurang 2
bulan yaitu 60 kali per menit atau lebih.
b. Bukan pneumonia:
batuk pilek biasa, bila tidak ditemukan tanda tarikan kuat dinding dada
bagian bawah atau napas cepat.
• Tanda bahaya pada anak golongan umur < 2 bulan :
- Kurang bisa minum (kemampuan minumnya menurun sampai kurang dari setengah
volume yang biasa diminumnya), kejang, kesadaran menurun, mendengkur, mengi,
demam, dan dingin.
Untuk golongan umur 2 buan sampai 5 tahun ada 3 klasifikasi penyakit yaitu:
• Tanda bahaya pada anak golongan umur < 2 bulan :
- Kurang bisa minum (kemampuan minumnya menurun sampai kurang dari setengah volume yang biasa
diminumnya), kejang, kesadaran menurun, mendengkur, mengi, demam, dan dingin.
• Pada Agustus lalu jumlah penderita ISPA di SUBANG mencapai 300
orang. Bulan sebelumnya, jumlah penderita ISPA mencapai 332 orang,
sementara pada Juni lalu jumlahnya hanya 189.
Infeksi saluran pernafasan akut
4. FAKTOR AGEN, HOST, ENVEROMENTAL
 Faktor Agen
Penyakit infeksi saluran nafas akut bagian atas mulai dari hidung,
nasofaring, sinus paranasalis sampai dengan laring hampir 90% disebabkan
oleh viral, sedangkan infeksi akut saluran nafas bagian bawah hamper 50 %
diakibatkan oleh bakteri streptococcus pneumonia adalah yang bertanggung
jawab untuk kurang lebih 70-90%, sedangkan stafilococcus aureus dan H
influenza sekitar 10-20%.
• Saat ini telah diketahui bahwa infeksi saluran pernapasan akut ini
melibatkan lebih dari 300 tipe antigen dari bakteri maupun virus tersebut
(WHO, 1995).
Faktor host
a. Usia
b. Jenis kelamin
c. Status gizi
d. Status imunisasi
e. Pemberian suplemen vitamin A
f. Pemberian air susu ibu (ASI)
Faktor environment
a. Rumah
b. Kepadatan hunian (crowded)
c. Status sosioekonomi
d. Kebiasaan merokok
e. Polusi udara
5. RIWAYAT ALAMIAH
• PRE-PATOGENESIS
Pencegahan Sekunder
1. Mengusahakan agar anak memperoleh gizi yang baik.
2. Memberikan imunisasi yang lengkap kepada anak.
3. Rumah dengan ventilasi yang sempurna.
4. Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan agar tetap bersih.
5. Mencegah anak berhubungan dengan klien ISPA.
6. Pemberian vitamin A dan ASI pada bayi.
• FATOGENNESIS
Pencegahan Sekunder
Diagnosa awal ini dapat berupa pemeriksaan ada tidaknya gejala
gejala yang muncul seperti ada tidaknya batuk, pilek dengan atau tanpa
demam, kecepatan pernapasan, ada tidaknya nafas menciut-ciut, bercak
kemerahan sesak dan lain-lain. Pemeriksaan sederhana seperti denyut nadi,
pernapasan, suhu, dan kondisi fisik. Diagnosa ditegakkan dari gejala klinis
dan pemeriksaan lanjutan.
• POSTPATOGENNISIS
Pencegahan Tersier
1. Pemberian oksigenasi bila mengalami sesak napas.
2. Penahisapan suction.
3. Penderita sebaiknya dirawat di rumah sakit diperlukan untuk mencegah
terjadinya syok yang dapat terjadi secara tepat.
4. Pemberian obat penurun panas jika disertai demam.
5. Pemberian nutrisi yang cukup.
6. Pemberian vitamin C, A dan mineral seng atau anti oksidan jika kondisi
tubuh menurun/asupan makanan berkurang.
7. Berikan sirkulasi udara yang cukup.
• Masa inkubasi dan klinis
Masa inkubasi penyakit ISPA yaitu 1 sampai dengan !4
hari.Gambaran klinik ISPA adalah pilek,nyeri tenggorokan,batuk-batuk
dengan dahak kering,mata merah dengan suhu badan meningkat
antara 4-7hari lamanya.
Pengobatan
- Pneumonia berat : dirawat di rumah sakit, diberikan antibiotik
parenteral, oksigendan sebagainya.
- Pneumonia: diberi obat antibiotik kotrimoksasol peroral. Bila
penderita tidak mungkin diberi kotrimoksasol atau ternyata dengan
pemberian kontrmoksasol keadaan penderita menetap, dapat
dipakai obat antibiotik pengganti yaitu ampisilin, amoksisilin atau
penisilin prokain.
- Bukan pneumonia: tanpa pemberian obat antibiotik. Diberikan
perawatan di rumah, untuk batuk dapat digunakan obat batuk
tradisional atau obat batuk lain yang tidak mengandung zat yang
merugikan seperti kodein,dekstrometorfan dan, antihistamin. Bila
demam diberikan obat penurun panas yaitu parasetamol. Penderita
dengan gejala batuk pilek bila pada pemeriksaan tenggorokan didapat
adanya bercak nanah (eksudat) disertai pembesaran kelenjar getah
bening dileher, dianggap sebagai radang tenggorokan oleh kuman
streptococcuss dan harus diberi antibiotik (penisilin) selama 10 hari.
6. MODEL SEGITIGA EPIDEMIOLOGI
Kemampuan agent untuk menginfeksi
inang meningkat
• Pada model segitiga ini, agent meningkat
yang mengakibatkan host menjadi sakit
karena kemampuan bibit penyakit
meningkat. Pada kasus ISPA ini terjadi
mutasi bakteri streptococcus menjadi
semakin virulen sehingga inang menjadi
tidak kebal.
Kepekaan inang terhadap agent
meningkat
• Pada model segitiga ini, kepekaan inang
terhadap agen meningkat, misalnya karena
angka kelahiran jauh lebih tinggi dari angka
kematian yang akan berakibat pada
pertumbuhan penduduk yang meningkat.
Dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk
akan berdampak pada semakin banyaknya pula
manusia rentan yang dapat tertular dan
terjangkit ISPA
H
E
A
H
E
A
Lingkungan berubah sehingga agent
penyakit menyebar di lingkungan.
• Faktor lingkungan juga sangat
berpengaruh dalam penyebaran ISPA.
Lingkungan yang berubah dapat
mengakibatkan agent dari penyakit
ISPA semakin meningkat dan akan
berdampak pada penularan ISPA
terhadap manusia.
Lingkungan merubah inang menjadi
lebih rentan.
• Lingkungan yang semakin
memburuk dapat mempengaruhi
turunnya daya tahan tubuh
manusia. Hal ini mengakibatkan
lebih mudahnya bakteri ISPA untuk
menjangkiti manusia.
H
E
A H
E
A
TERIMA KASIH 

More Related Content

PPTX
Penyuluhan ispa
PPTX
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan AKut)
PPTX
PPT ISPA infeksi saluran pernafasan atas
DOCX
leaflet-resiko-jatuh.docx
PPTX
Musculoskeletal assessment
PPS
3. ‘am, khash, muthlaq, muqayyad
PDF
contoh RHK untuk profesi bidan dalam mengisi e kinerja.pdf
PPTX
PHBS DI SEKOLAH DASAR
Penyuluhan ispa
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan AKut)
PPT ISPA infeksi saluran pernafasan atas
leaflet-resiko-jatuh.docx
Musculoskeletal assessment
3. ‘am, khash, muthlaq, muqayyad
contoh RHK untuk profesi bidan dalam mengisi e kinerja.pdf
PHBS DI SEKOLAH DASAR

What's hot (20)

PPTX
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)
PPTX
Ppt Penyakit Asma
PPTX
Penyakit pernafasan (Asma)
PPTX
ASMA: patofisiologi Asthma
PPTX
PPT
Pneumonia
PPTX
PPT MK PATOFISIOLOGI TBC.pptx
PPTX
Patofisiologi sistem pernapasan
PPTX
Bronkitis ppt
PPTX
FARMAKOLOGI ANTIASMA
DOCX
Istilah istilah anatomi
PPTX
Ppt mual muntah
PPTX
Kanker paru paru
PPTX
Ppt pneumonia
PPT
Hipertensi
PPT
Program ispa di puskesmas
PPTX
Rabies
PPT
Oksigenasi [pmi] umum
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)
Ppt Penyakit Asma
Penyakit pernafasan (Asma)
ASMA: patofisiologi Asthma
Pneumonia
PPT MK PATOFISIOLOGI TBC.pptx
Patofisiologi sistem pernapasan
Bronkitis ppt
FARMAKOLOGI ANTIASMA
Istilah istilah anatomi
Ppt mual muntah
Kanker paru paru
Ppt pneumonia
Hipertensi
Program ispa di puskesmas
Rabies
Oksigenasi [pmi] umum
Ad

Viewers also liked (7)

DOCX
Laporan pendahuluan asma
DOCX
228747728 sap-asma
PPT
1. ispa
DOC
Leaflet ispa
PPTX
BAB 14 Epidemiologi Kesehatan Masyarakat ISPA
PDF
LinkedIn SlideShare: Knowledge, Well-Presented
Laporan pendahuluan asma
228747728 sap-asma
1. ispa
Leaflet ispa
BAB 14 Epidemiologi Kesehatan Masyarakat ISPA
LinkedIn SlideShare: Knowledge, Well-Presented
Ad

Similar to Infeksi saluran pernafasan akut (20)

PPTX
ISPA_pptx.pptx
PPTX
HAL-HAL YANG HARUS DILAKUKAN PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN ATAS (ISPA)
PPT
Epidemiologi ispa
DOCX
Pendahulua nrrr
DOCX
Pendahuluan
DOCX
Ispa AKPER PEMKAB MUNA
PPTX
Patofisiolgi Penyakit Respirasi Pdf.pptx
DOCX
Askep Anak dengan ISPA
PPTX
materi penyuluhan tentang PERTUSIS.pptx
DOCX
askep EFUSI PLEURA.docx
DOC
Petunjuk Teknis Surveilans Pertusis
PDF
Asma Bronkiale Pada Anak
PPTX
Farmakoterapi Penyakit Pernapasan ISPA Far
DOC
Bronkopneumonia
DOCX
Ispa pada bayi dan aqnak
DOCX
PPT
Askep Peradangan Sistem Pernafasan pada Anak.ppt
DOCX
Tugas kesol (asma) mistia
DOC
Leaflet ispa 2006 AKPER PEMKAB MUNA
PPT
PPT-10-Askep-Anak-dengan-Peradangan-pada-sistem-Respirasi.ppt
ISPA_pptx.pptx
HAL-HAL YANG HARUS DILAKUKAN PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN ATAS (ISPA)
Epidemiologi ispa
Pendahulua nrrr
Pendahuluan
Ispa AKPER PEMKAB MUNA
Patofisiolgi Penyakit Respirasi Pdf.pptx
Askep Anak dengan ISPA
materi penyuluhan tentang PERTUSIS.pptx
askep EFUSI PLEURA.docx
Petunjuk Teknis Surveilans Pertusis
Asma Bronkiale Pada Anak
Farmakoterapi Penyakit Pernapasan ISPA Far
Bronkopneumonia
Ispa pada bayi dan aqnak
Askep Peradangan Sistem Pernafasan pada Anak.ppt
Tugas kesol (asma) mistia
Leaflet ispa 2006 AKPER PEMKAB MUNA
PPT-10-Askep-Anak-dengan-Peradangan-pada-sistem-Respirasi.ppt

Recently uploaded (20)

PDF
Buku Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas dan Menyusui
PDF
NOVEL SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN : PRESIDEN SUKARNO DAN TIGA SERANGKAI . ...
PDF
TEORI FONDASI IDEOLOGIS DAN NOVEL SEJARAH KESEHATAN ORDE BARU PRESIDEN SOEHAR...
PDF
NOVEL SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN : PRESIDEN SUKARNO DAN TIGA SERANGKAI . ...
PPTX
PPT Bab 1 Biologi Kelas XI Kur-Merdeka.pptx
PDF
Buku Digital - KEBIJAKAN KESEHATAN LANJUT_compressed.pdf
PPTX
Paparan Penilaian Evaluasi Pelayanan Publik Tahun 2024
PDF
NOVEL INSPIRASI AI INDONESIA : Hippocrates, Pierre Fauchard, Ottawa Charter 1...
PPTX
05. MPI 5 - SURVEILANS CAMPAK RUBELLA.pptx
PDF
NOVEL SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN : PRESIDEN SUKARNO DAN TIGA SERANGKAI . ...
PDF
Novel Puskesmas Adalah Cinta. Karya Ferizal Bapak Sastra Kesehatan Indonesia
PPTX
Laporan Kasus Diare_Puskesmas Purbalingga.pptx
PPTX
PERENCANAAN DAN EVALUASI PROGRAM PROMKES 2025 (1).pptx
PDF
TEORI FONDASI IDEOLOGIS DAN NOVEL SEJARAH KESEHATAN ORDE BARU PRESIDEN SOEHAR...
PDF
PENGUATAN JEJARING LAYANAN TB DI RS - MALANG 21052024.pdf
PDF
1. Rekap By Name Anak Skrining - Register Per Nama Anak SD.pdf
PPTX
CONTOH PPT UJIAN KOMPRE BAGI MAHASISWA S2 KESEHATAN
PDF
NOVEL TRILOGI PUSKESMAS. KARYA FERIZAL BAPAK SASTRA KESEHATAN INDONESIA
PDF
NOVEL INSPIRASI AI INDONESIA : Hippocrates, Pierre Fauchard, Ottawa Charter 1...
PDF
Rancangan Detail Menu BOK P2 Tahun 2026.pdf
Buku Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas dan Menyusui
NOVEL SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN : PRESIDEN SUKARNO DAN TIGA SERANGKAI . ...
TEORI FONDASI IDEOLOGIS DAN NOVEL SEJARAH KESEHATAN ORDE BARU PRESIDEN SOEHAR...
NOVEL SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN : PRESIDEN SUKARNO DAN TIGA SERANGKAI . ...
PPT Bab 1 Biologi Kelas XI Kur-Merdeka.pptx
Buku Digital - KEBIJAKAN KESEHATAN LANJUT_compressed.pdf
Paparan Penilaian Evaluasi Pelayanan Publik Tahun 2024
NOVEL INSPIRASI AI INDONESIA : Hippocrates, Pierre Fauchard, Ottawa Charter 1...
05. MPI 5 - SURVEILANS CAMPAK RUBELLA.pptx
NOVEL SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN : PRESIDEN SUKARNO DAN TIGA SERANGKAI . ...
Novel Puskesmas Adalah Cinta. Karya Ferizal Bapak Sastra Kesehatan Indonesia
Laporan Kasus Diare_Puskesmas Purbalingga.pptx
PERENCANAAN DAN EVALUASI PROGRAM PROMKES 2025 (1).pptx
TEORI FONDASI IDEOLOGIS DAN NOVEL SEJARAH KESEHATAN ORDE BARU PRESIDEN SOEHAR...
PENGUATAN JEJARING LAYANAN TB DI RS - MALANG 21052024.pdf
1. Rekap By Name Anak Skrining - Register Per Nama Anak SD.pdf
CONTOH PPT UJIAN KOMPRE BAGI MAHASISWA S2 KESEHATAN
NOVEL TRILOGI PUSKESMAS. KARYA FERIZAL BAPAK SASTRA KESEHATAN INDONESIA
NOVEL INSPIRASI AI INDONESIA : Hippocrates, Pierre Fauchard, Ottawa Charter 1...
Rancangan Detail Menu BOK P2 Tahun 2026.pdf

Infeksi saluran pernafasan akut

  • 2. DISUSUN OLEH : Nama : Anggrahita Gadis Mentari Jurusan : Kesehatan Lingkungan Kelas : REG A NIM. : P07133114007 POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA TAHUN 2015/2016
  • 3. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) 1. PENGERTIAN 2. FAKTOR PENYEBAB 3. KLASIFIKASI ISPA 4. FAKTOR AGEN, HOST, ENVEROMENTAL 5. RIWAYAT ALAMIAH 6. MODEL SEGITIGA EPIDEMIOLOGI
  • 4. 1. PENGERTIAN • ISPA atau yang sering di sebut dengan infeksi pernafasan akut adalah infeksi akut yang menyerang salah satu bagian/lebih dari saluran napas mulai hidung sampai alveoli termasuk adneksanya • ISPA dapat ditularkan melalui air ludah, darah, bersin maupun udara pernafasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat. • ISPA dapat menyebar ke seluruh sistem pernapasan tubuh. Tubuh tidak bisa mendapatkan cukup oksigen karena infeksi yang terjadi dan kondisi ini bisa berakibat fatal, bahkan mungkin mematikan.
  • 5. 2. FAKTOR PENYEBAB Bakteri Penyebab ISPA antara lain dari genus : • Streptococcus • Stafilococcus • Pnemococcus • Hemofilus • Bordetella dan Corinebakterium. Virus penyebabnya antara lain golongan : • Micsovirus • Adenovirus • Coronavirus • Picornavirus • Micoplasma • Herpesvirus
  • 6. 3. KLASIFIKASI ISPA a. Pneumonia berat b. Pneumonia c. Bukan pneumonia • Klasifikasi ini dibedakan untuk golongan umur dibawah 2 bulan dan untuk golongan umur 2 bulan sampai 5 tahun
  • 7. Untuk golongan umur kurang 2 bulan ada 2 klasifikasi penyakit yaitu : a. Pneumonia berada: diisolasi dari cacing tanah oleh Ruiz dan kuat dinding pada bagian bawah atau napas cepat. Batas napas cepat untuk golongan umur kurang 2 bulan yaitu 60 kali per menit atau lebih. b. Bukan pneumonia: batuk pilek biasa, bila tidak ditemukan tanda tarikan kuat dinding dada bagian bawah atau napas cepat. • Tanda bahaya pada anak golongan umur < 2 bulan : - Kurang bisa minum (kemampuan minumnya menurun sampai kurang dari setengah volume yang biasa diminumnya), kejang, kesadaran menurun, mendengkur, mengi, demam, dan dingin.
  • 8. Untuk golongan umur 2 buan sampai 5 tahun ada 3 klasifikasi penyakit yaitu: • Tanda bahaya pada anak golongan umur < 2 bulan : - Kurang bisa minum (kemampuan minumnya menurun sampai kurang dari setengah volume yang biasa diminumnya), kejang, kesadaran menurun, mendengkur, mengi, demam, dan dingin.
  • 9. • Pada Agustus lalu jumlah penderita ISPA di SUBANG mencapai 300 orang. Bulan sebelumnya, jumlah penderita ISPA mencapai 332 orang, sementara pada Juni lalu jumlahnya hanya 189.
  • 11. 4. FAKTOR AGEN, HOST, ENVEROMENTAL  Faktor Agen Penyakit infeksi saluran nafas akut bagian atas mulai dari hidung, nasofaring, sinus paranasalis sampai dengan laring hampir 90% disebabkan oleh viral, sedangkan infeksi akut saluran nafas bagian bawah hamper 50 % diakibatkan oleh bakteri streptococcus pneumonia adalah yang bertanggung jawab untuk kurang lebih 70-90%, sedangkan stafilococcus aureus dan H influenza sekitar 10-20%. • Saat ini telah diketahui bahwa infeksi saluran pernapasan akut ini melibatkan lebih dari 300 tipe antigen dari bakteri maupun virus tersebut (WHO, 1995).
  • 12. Faktor host a. Usia b. Jenis kelamin c. Status gizi d. Status imunisasi e. Pemberian suplemen vitamin A f. Pemberian air susu ibu (ASI) Faktor environment a. Rumah b. Kepadatan hunian (crowded) c. Status sosioekonomi d. Kebiasaan merokok e. Polusi udara
  • 13. 5. RIWAYAT ALAMIAH • PRE-PATOGENESIS Pencegahan Sekunder 1. Mengusahakan agar anak memperoleh gizi yang baik. 2. Memberikan imunisasi yang lengkap kepada anak. 3. Rumah dengan ventilasi yang sempurna. 4. Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan agar tetap bersih. 5. Mencegah anak berhubungan dengan klien ISPA. 6. Pemberian vitamin A dan ASI pada bayi.
  • 14. • FATOGENNESIS Pencegahan Sekunder Diagnosa awal ini dapat berupa pemeriksaan ada tidaknya gejala gejala yang muncul seperti ada tidaknya batuk, pilek dengan atau tanpa demam, kecepatan pernapasan, ada tidaknya nafas menciut-ciut, bercak kemerahan sesak dan lain-lain. Pemeriksaan sederhana seperti denyut nadi, pernapasan, suhu, dan kondisi fisik. Diagnosa ditegakkan dari gejala klinis dan pemeriksaan lanjutan.
  • 15. • POSTPATOGENNISIS Pencegahan Tersier 1. Pemberian oksigenasi bila mengalami sesak napas. 2. Penahisapan suction. 3. Penderita sebaiknya dirawat di rumah sakit diperlukan untuk mencegah terjadinya syok yang dapat terjadi secara tepat. 4. Pemberian obat penurun panas jika disertai demam. 5. Pemberian nutrisi yang cukup. 6. Pemberian vitamin C, A dan mineral seng atau anti oksidan jika kondisi tubuh menurun/asupan makanan berkurang. 7. Berikan sirkulasi udara yang cukup.
  • 16. • Masa inkubasi dan klinis Masa inkubasi penyakit ISPA yaitu 1 sampai dengan !4 hari.Gambaran klinik ISPA adalah pilek,nyeri tenggorokan,batuk-batuk dengan dahak kering,mata merah dengan suhu badan meningkat antara 4-7hari lamanya.
  • 17. Pengobatan - Pneumonia berat : dirawat di rumah sakit, diberikan antibiotik parenteral, oksigendan sebagainya. - Pneumonia: diberi obat antibiotik kotrimoksasol peroral. Bila penderita tidak mungkin diberi kotrimoksasol atau ternyata dengan pemberian kontrmoksasol keadaan penderita menetap, dapat dipakai obat antibiotik pengganti yaitu ampisilin, amoksisilin atau penisilin prokain.
  • 18. - Bukan pneumonia: tanpa pemberian obat antibiotik. Diberikan perawatan di rumah, untuk batuk dapat digunakan obat batuk tradisional atau obat batuk lain yang tidak mengandung zat yang merugikan seperti kodein,dekstrometorfan dan, antihistamin. Bila demam diberikan obat penurun panas yaitu parasetamol. Penderita dengan gejala batuk pilek bila pada pemeriksaan tenggorokan didapat adanya bercak nanah (eksudat) disertai pembesaran kelenjar getah bening dileher, dianggap sebagai radang tenggorokan oleh kuman streptococcuss dan harus diberi antibiotik (penisilin) selama 10 hari.
  • 19. 6. MODEL SEGITIGA EPIDEMIOLOGI Kemampuan agent untuk menginfeksi inang meningkat • Pada model segitiga ini, agent meningkat yang mengakibatkan host menjadi sakit karena kemampuan bibit penyakit meningkat. Pada kasus ISPA ini terjadi mutasi bakteri streptococcus menjadi semakin virulen sehingga inang menjadi tidak kebal. Kepekaan inang terhadap agent meningkat • Pada model segitiga ini, kepekaan inang terhadap agen meningkat, misalnya karena angka kelahiran jauh lebih tinggi dari angka kematian yang akan berakibat pada pertumbuhan penduduk yang meningkat. Dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk akan berdampak pada semakin banyaknya pula manusia rentan yang dapat tertular dan terjangkit ISPA H E A H E A
  • 20. Lingkungan berubah sehingga agent penyakit menyebar di lingkungan. • Faktor lingkungan juga sangat berpengaruh dalam penyebaran ISPA. Lingkungan yang berubah dapat mengakibatkan agent dari penyakit ISPA semakin meningkat dan akan berdampak pada penularan ISPA terhadap manusia. Lingkungan merubah inang menjadi lebih rentan. • Lingkungan yang semakin memburuk dapat mempengaruhi turunnya daya tahan tubuh manusia. Hal ini mengakibatkan lebih mudahnya bakteri ISPA untuk menjangkiti manusia. H E A H E A