METODE ANALISIS
GRAVIMETRI
Adalah metode analisis berdasarkan atas
pengukuran massa analit atau senyawa
yang mengandung analit.
Gravimetri ?
Macam Metode Gravimetri
 Metode Pengendapan
Isolasi endapan pada komposisi yang diketahui
Contoh : AgNO3(s) + NaCl(l)  AgCl(s) + NaNO3(l)
 Metode Penguapan
Analit diuapkan, ditimbang dan bagian yang
hilang ditentukan
Contoh : Penentuan kadar air dalam makanan
 Metode
Elektrogravimetri/Elekktrodeposisi(Elektrolisa)
Contoh : Penentuan Cu dalam larutan pada
suasana asam menggunakan katoda Pt.
Katoda : Cu2+
(aq) + 2e  Cu(s)
H+
(aq) + e  ½H2(g)
Anoda : H2O(l) + ½O2  2H+
(aq) + 2e
Gravimetri cara pengendapan
Dasar reaksi : aA + rR  AaRr
Contoh :
Kalsium dapat ditetapkan secara gravimetri dengan
cara pengendapan sebagai kalsium oksalat.
Selanjutnya dilakukan pemanggangan hingga
kalsium oksalat tersebut menjadi kalsium oksida.
Ca2+
(aq) + C2O4
2
-(aq)  CaC2O4(s)
CaC2O4(s)  CaO(s) + CO2(g) + CO(g)
Syarat-syarat gravimetri dengan cara pengendapan
 Kelarutan zat yang dibuat endapan harus kecil
 Endapan harus mudah disaring dan dicuci
sehingga bebas dari kontaminan.
 Endapan harus murni
 Tidak reaktif dengan konstituen atmosfer
 Diketahui komposisinya setelah
dikeringkan/dipijarkan.
Langkah-langkah dalam analisis gravimetri
 Persiapan larutan sampel
 Pengendapan
 Digest (menumbuhkan kristal-kristal
endapan)
 Penyaringan
 Pencucian
 Pengeringan atau Pemijaran
 Penimbangan
 Perhitungan
Tahap Pembentukan Endapan
Pengendapan terjadi karena :
 Partikel yang sangat kecil yang disebut nukleus.
 Karena ada ion-ion yang bergerak, maka pada
permukaan nukleus akan menempel ion-ion
yang berlawanan muatannya.
 Setelah terjadi nukleus, maka akan tumbuh
koloid kemudian terjadi endapan yang besar.
Ion 10-8 cm
ion
10-8
cm
kluster
nukleasi
10-8
-10-7
cm
partikel
Koloid
10-7
-10-4
cm
partikel
endapan
> 10-4
cm
Kecenderungan koloid akan mengadsorpsi ion-ion
pada permukaan sehingga permukaan akan
bermuatan.
Contoh :
BaCl2
(aq) + H2
SO4
(aq)  BaSO4
(s)
Pembentukan Endapan BaSO4
H+
Cl-
Cl-
Nukleus BaSO4
Cl-
Cl-
Ba2+
Ba2+
Ba2+
Ba2+
Ba2+
Ba2+
H+
H+
H+
Lapisan
sekunder
Lapisan
primer
Peptisasi
Proses melarutnya endapan menjadi koloid.
Pada waktu endapan dicuci, akan ada endapan yang
larut sehingga endapan akan kembali menjadi
koloid.
Akibatnya pada waktu disaring ada endapan yang
lolos dari kertas saring.
Pencegahan :
Pada saat pencucian, endapan dicuci dengan
elektrolit.
Contoh : BaSO4 Ba2+
+ SO4
2
-
Pada pencucian ditambahkan H2SO4, sehingga reaksi
akan bergerak ke kiri.
Pengotoran endapan:
 Kopresipitasi
Oklusi
Pengotor yang terkurung diantara butir-butir
endapan yang menggumpal menjadi satu.
Jika proses pertumbuhan kristal lambat, zat
pengotor akan larut lagi dan partikel akan
tumbuh menjadi partikel besar dan murni.
Sebaliknya jika pertumbuhan cepat maka zat
pengotor masuk ke dalam kisi-kisi kristal.
Pencegahan :
Penambahan pereaksi sedikit-sedikit, dan
dipanaskan sambil diaduk perlahan-lahan.
Adsorpsi permukaan :
Terjadi pada permukaan lapisan induk. Jumlah
zat yang diadsorpsi akan lebih banyak dengan
bertambah besarnya nukleus.
 Pospresipitasi
Terjadinya endapan ke-2 setelah pengendapan ke-1.
Ini disebabkan karena ada garam yang sukar larut.
Contoh :
Cu2+
diendapkan sebagai CuS dengan adanya Zn2+
,
ZnS juga akan mengendap.
Contoh bentuk senyawa yang diendapkan dan
ditimbangkan.
Ion yang Pereaksi senyawa yang senyawa yang faktor
Ditetapkan pengendap diendapkan ditimbang kimia
Fe3+
NH4OH Fe(OH)3 Fe2O3 2Fe/fe2O3
Ba2+
H2SO4 BaSO4 BaSO4 Ba/BaSO4
Cu2+
NaOH Cu(OH)2 CuO Cu/CuO
SO4
2-
BaCl2 BaSO4 BaSO4 SO4
2-
/BaSO4
Cl-
AgNO3 AgCl AgCl Cl-
/AgCl
Pereaksi Pengendap
Senyawa Anorganik Senyawa Organik
Contoh : Contoh :
NH4OH untuk Fe Dimetilglioksim untuk Ni
NaOH untuk Cu 8-hidroksiquinolin
untuk Mg
HCl untuk Ag 1-nitroso-2 naftoluntuk Co
H2SO4 untuk Ba
Penyaringan endapan
Penyaringan endapan dapat dilakukan dengan :
1. Kertas saring
yang digunakan adalah kertas saring yang sangat
rendah kadar abunya (Kertas Saring Bebas Abu).
Ada tiga tekstur kertas saring, yaitu :
a. untuk endapan halus
b. untuk endapan sedang (medium)
c. untuk endapan mirip gelatin dan endapan kasar.
Karakteristik kertas saring Whatman
Kertas saring partikel partikel sedang partikel halus
kasar
Nomor 541 540 542
Abu (mg) 0,08 0,08 0,09
2. Penyaring asbes (cawan Gooch)
3. Penyaring lempeng berpori, terbuat dari kaca
Pyrex (penyaring kaca masir), silika (penyaring
vitreosil)
Mencuci endapan
Cairan pencuci harus memenuhi syarat sebagai
berikut ;
 Tidak melarutkan endapan
 Tidak mendispersikan endapan
 Tidak membentuk hasil yang atsiri ataupun tak
dapat larut dengan endapan
 Mudah menguap pada temperatur pengeringan
 Tidak mengandung zat yang mengganggu untuk
penetapan berikutnya terhadap filtrat.
Pencucian effektif : ?
Contoh
pencucian/penyaringan/pemijaran
Pencucian endapan Fe(OH)3 menggunakan
larutan elektrolit am-nitrat, harus bebas ion
Cl, dipijarkan pada suhu 600 0
C
Pencucian endapan BaSO4 harus bebas ion
sulfat, tidak dipijarkan untuk menghindari
reduksi endapan oleh karbon menjadi BaS
Pencucian endapan Cu(OH)2 harus bebas ion
sulfat
Endapan Ni-DMG disaring dalam kaca masir,
tidak dipijarkan karena mengandung zat
organik
Pengeringan dan pemanggangan endapan
226 – 398o
C
Ca2C2O4.H2O Ca2C2O4
Ca2C2O4 420-600o
C CaCO3
CaCO3 CaO
850oc

More Related Content

PPTX
Gravitimetri Urai Rev :*
PDF
Gravimetri revisi
PDF
--Dunia baruku--- penentuan kadar campuran na2-co3 dan nahco3
PPTX
Kelompok 4 Mengetahui proses pelaksanaan titrasi Kompleksometri Menentukan ka...
PPT
Kelompok 1 ppt identifikasi kation
PPT
Kelompok 1 sejarah astronomi sebelum masehi
PPTX
Penetapan Kadar Kalsium (Ca) dalam Kalium Karbonat (CaCO3)
PPTX
Argentometri
Gravitimetri Urai Rev :*
Gravimetri revisi
--Dunia baruku--- penentuan kadar campuran na2-co3 dan nahco3
Kelompok 4 Mengetahui proses pelaksanaan titrasi Kompleksometri Menentukan ka...
Kelompok 1 ppt identifikasi kation
Kelompok 1 sejarah astronomi sebelum masehi
Penetapan Kadar Kalsium (Ca) dalam Kalium Karbonat (CaCO3)
Argentometri

Similar to IV_Gravimetri materi gravimetri materi gravimetri.ppt (20)

PPT
Kelarutan dan Ksp.ppt
PDF
96837935 bundel-kalium-bikromat
PPT
Gravimetri ppt
PPTX
Penetapan kadar ca dalam CaCO3 SMK-SMAK Bogor
PPT
Pemisahan kation gol.iv
PDF
Diskusi praktikum-kimdas1
PPTX
Implementasi analisis kualitatif anion pada kimia farmasi
PPTX
Bahan reaktif terhadap asam FMIPA UNY
PPTX
Sifat Fisik dan Kimia Kalium
DOCX
ANALISIS AIR KRISTAL.docx
PPT
PPT_hidrolisis.ppt
DOCX
Praktikum analisis kimia lingkungan argentometri
DOC
Tryout UN KIMIA 2015
PPTX
Air sadah
PDF
PENGENALAN BEBERAPA UNSUR
PDF
Hidrolisis garam
DOCX
Laporan praktikum kimia dasar
PPTX
Penetapan kadar Ca dalam CaCO3
PDF
Stoikiometri larutan-kls-xi
PPT
GRAVIMETRI_ppt.ppt
Kelarutan dan Ksp.ppt
96837935 bundel-kalium-bikromat
Gravimetri ppt
Penetapan kadar ca dalam CaCO3 SMK-SMAK Bogor
Pemisahan kation gol.iv
Diskusi praktikum-kimdas1
Implementasi analisis kualitatif anion pada kimia farmasi
Bahan reaktif terhadap asam FMIPA UNY
Sifat Fisik dan Kimia Kalium
ANALISIS AIR KRISTAL.docx
PPT_hidrolisis.ppt
Praktikum analisis kimia lingkungan argentometri
Tryout UN KIMIA 2015
Air sadah
PENGENALAN BEBERAPA UNSUR
Hidrolisis garam
Laporan praktikum kimia dasar
Penetapan kadar Ca dalam CaCO3
Stoikiometri larutan-kls-xi
GRAVIMETRI_ppt.ppt
Ad

Recently uploaded (20)

PPTX
KD 1.1, KD 1.2, KD 1.3.pptx smp ipa power
PDF
Kuliah 2 Kondisi dan prospek Usaha peternakan revisi a.pdf
PPTX
TROMBOPHLEBITIS adalah gejala yang dial
PPT
STRUKTUR FUNGSI ORGAN TUMBUHAN-SOLO.ppt smp
PPTX
matateri termokimia kelas 11 mapel kimia.pptx
PDF
PENGERTIAN_DAN FUNGSI_RPH di rumah potong hewan.pdf
PPTX
PERTEMUAN 9 KIMDAS 1_DEFINISI LARUTAN.pptx
PPTX
DETEKSI SALMONELLA SPP PADA MEAT AND BONE MEALS2.pptx
PPTX
berifikir kritis menjalani kehidupan sehari hari
PPTX
PPT Fisika Bencana Alam KELOMPOK 2 .pptx
PPT
Materi Ekologi untuk SMP dan SMA kurikulum merdeka
PPTX
IPA Kelas 7 Bab 7 Ekosistem ipa ips knklufi
PPTX
ESPS SENI RUPA SD_MI KLS.6_KM-Media Mengajar-Media Mengajar ESPS SENI RUPA SD...
PDF
Kuliah 3 Sistem Industri Peternakan (Faterna)
PPTX
sosiologi sma kelas 10 bab 2 hubungan sosial
PPTX
TANDA BAHAYA KEHAMILAN banyak terjadi pada ibu hamil
PDF
JENIS DAN PENATALAKSANAAN ESO TBC RO final
PPTX
Hubungan_Kimia_dan_Ilmu_teknik Sipil.pptx
PPTX
PEMBAHASAN ASWAJA TENTANG BAB IJTIHAD.pptx
PPTX
KLASIFIKASI ALAT UKUR suhu tki.pptx.pptx
KD 1.1, KD 1.2, KD 1.3.pptx smp ipa power
Kuliah 2 Kondisi dan prospek Usaha peternakan revisi a.pdf
TROMBOPHLEBITIS adalah gejala yang dial
STRUKTUR FUNGSI ORGAN TUMBUHAN-SOLO.ppt smp
matateri termokimia kelas 11 mapel kimia.pptx
PENGERTIAN_DAN FUNGSI_RPH di rumah potong hewan.pdf
PERTEMUAN 9 KIMDAS 1_DEFINISI LARUTAN.pptx
DETEKSI SALMONELLA SPP PADA MEAT AND BONE MEALS2.pptx
berifikir kritis menjalani kehidupan sehari hari
PPT Fisika Bencana Alam KELOMPOK 2 .pptx
Materi Ekologi untuk SMP dan SMA kurikulum merdeka
IPA Kelas 7 Bab 7 Ekosistem ipa ips knklufi
ESPS SENI RUPA SD_MI KLS.6_KM-Media Mengajar-Media Mengajar ESPS SENI RUPA SD...
Kuliah 3 Sistem Industri Peternakan (Faterna)
sosiologi sma kelas 10 bab 2 hubungan sosial
TANDA BAHAYA KEHAMILAN banyak terjadi pada ibu hamil
JENIS DAN PENATALAKSANAAN ESO TBC RO final
Hubungan_Kimia_dan_Ilmu_teknik Sipil.pptx
PEMBAHASAN ASWAJA TENTANG BAB IJTIHAD.pptx
KLASIFIKASI ALAT UKUR suhu tki.pptx.pptx
Ad

IV_Gravimetri materi gravimetri materi gravimetri.ppt

  • 1. METODE ANALISIS GRAVIMETRI Adalah metode analisis berdasarkan atas pengukuran massa analit atau senyawa yang mengandung analit. Gravimetri ?
  • 2. Macam Metode Gravimetri  Metode Pengendapan Isolasi endapan pada komposisi yang diketahui Contoh : AgNO3(s) + NaCl(l)  AgCl(s) + NaNO3(l)  Metode Penguapan Analit diuapkan, ditimbang dan bagian yang hilang ditentukan Contoh : Penentuan kadar air dalam makanan
  • 3.  Metode Elektrogravimetri/Elekktrodeposisi(Elektrolisa) Contoh : Penentuan Cu dalam larutan pada suasana asam menggunakan katoda Pt. Katoda : Cu2+ (aq) + 2e  Cu(s) H+ (aq) + e  ½H2(g) Anoda : H2O(l) + ½O2  2H+ (aq) + 2e
  • 4. Gravimetri cara pengendapan Dasar reaksi : aA + rR  AaRr Contoh : Kalsium dapat ditetapkan secara gravimetri dengan cara pengendapan sebagai kalsium oksalat. Selanjutnya dilakukan pemanggangan hingga kalsium oksalat tersebut menjadi kalsium oksida. Ca2+ (aq) + C2O4 2 -(aq)  CaC2O4(s) CaC2O4(s)  CaO(s) + CO2(g) + CO(g)
  • 5. Syarat-syarat gravimetri dengan cara pengendapan  Kelarutan zat yang dibuat endapan harus kecil  Endapan harus mudah disaring dan dicuci sehingga bebas dari kontaminan.  Endapan harus murni  Tidak reaktif dengan konstituen atmosfer  Diketahui komposisinya setelah dikeringkan/dipijarkan.
  • 6. Langkah-langkah dalam analisis gravimetri  Persiapan larutan sampel  Pengendapan  Digest (menumbuhkan kristal-kristal endapan)  Penyaringan  Pencucian  Pengeringan atau Pemijaran  Penimbangan  Perhitungan
  • 7. Tahap Pembentukan Endapan Pengendapan terjadi karena :  Partikel yang sangat kecil yang disebut nukleus.  Karena ada ion-ion yang bergerak, maka pada permukaan nukleus akan menempel ion-ion yang berlawanan muatannya.  Setelah terjadi nukleus, maka akan tumbuh koloid kemudian terjadi endapan yang besar. Ion 10-8 cm ion 10-8 cm kluster nukleasi 10-8 -10-7 cm partikel Koloid 10-7 -10-4 cm partikel endapan > 10-4 cm
  • 8. Kecenderungan koloid akan mengadsorpsi ion-ion pada permukaan sehingga permukaan akan bermuatan. Contoh : BaCl2 (aq) + H2 SO4 (aq)  BaSO4 (s)
  • 9. Pembentukan Endapan BaSO4 H+ Cl- Cl- Nukleus BaSO4 Cl- Cl- Ba2+ Ba2+ Ba2+ Ba2+ Ba2+ Ba2+ H+ H+ H+ Lapisan sekunder Lapisan primer
  • 10. Peptisasi Proses melarutnya endapan menjadi koloid. Pada waktu endapan dicuci, akan ada endapan yang larut sehingga endapan akan kembali menjadi koloid. Akibatnya pada waktu disaring ada endapan yang lolos dari kertas saring. Pencegahan : Pada saat pencucian, endapan dicuci dengan elektrolit.
  • 11. Contoh : BaSO4 Ba2+ + SO4 2 - Pada pencucian ditambahkan H2SO4, sehingga reaksi akan bergerak ke kiri. Pengotoran endapan:  Kopresipitasi Oklusi Pengotor yang terkurung diantara butir-butir endapan yang menggumpal menjadi satu. Jika proses pertumbuhan kristal lambat, zat pengotor akan larut lagi dan partikel akan tumbuh menjadi partikel besar dan murni.
  • 12. Sebaliknya jika pertumbuhan cepat maka zat pengotor masuk ke dalam kisi-kisi kristal. Pencegahan : Penambahan pereaksi sedikit-sedikit, dan dipanaskan sambil diaduk perlahan-lahan. Adsorpsi permukaan : Terjadi pada permukaan lapisan induk. Jumlah zat yang diadsorpsi akan lebih banyak dengan bertambah besarnya nukleus.
  • 13.  Pospresipitasi Terjadinya endapan ke-2 setelah pengendapan ke-1. Ini disebabkan karena ada garam yang sukar larut. Contoh : Cu2+ diendapkan sebagai CuS dengan adanya Zn2+ , ZnS juga akan mengendap.
  • 14. Contoh bentuk senyawa yang diendapkan dan ditimbangkan. Ion yang Pereaksi senyawa yang senyawa yang faktor Ditetapkan pengendap diendapkan ditimbang kimia Fe3+ NH4OH Fe(OH)3 Fe2O3 2Fe/fe2O3 Ba2+ H2SO4 BaSO4 BaSO4 Ba/BaSO4 Cu2+ NaOH Cu(OH)2 CuO Cu/CuO SO4 2- BaCl2 BaSO4 BaSO4 SO4 2- /BaSO4 Cl- AgNO3 AgCl AgCl Cl- /AgCl
  • 15. Pereaksi Pengendap Senyawa Anorganik Senyawa Organik Contoh : Contoh : NH4OH untuk Fe Dimetilglioksim untuk Ni NaOH untuk Cu 8-hidroksiquinolin untuk Mg HCl untuk Ag 1-nitroso-2 naftoluntuk Co H2SO4 untuk Ba
  • 16. Penyaringan endapan Penyaringan endapan dapat dilakukan dengan : 1. Kertas saring yang digunakan adalah kertas saring yang sangat rendah kadar abunya (Kertas Saring Bebas Abu). Ada tiga tekstur kertas saring, yaitu : a. untuk endapan halus b. untuk endapan sedang (medium) c. untuk endapan mirip gelatin dan endapan kasar.
  • 17. Karakteristik kertas saring Whatman Kertas saring partikel partikel sedang partikel halus kasar Nomor 541 540 542 Abu (mg) 0,08 0,08 0,09 2. Penyaring asbes (cawan Gooch) 3. Penyaring lempeng berpori, terbuat dari kaca Pyrex (penyaring kaca masir), silika (penyaring vitreosil)
  • 18. Mencuci endapan Cairan pencuci harus memenuhi syarat sebagai berikut ;  Tidak melarutkan endapan  Tidak mendispersikan endapan  Tidak membentuk hasil yang atsiri ataupun tak dapat larut dengan endapan  Mudah menguap pada temperatur pengeringan  Tidak mengandung zat yang mengganggu untuk penetapan berikutnya terhadap filtrat. Pencucian effektif : ?
  • 19. Contoh pencucian/penyaringan/pemijaran Pencucian endapan Fe(OH)3 menggunakan larutan elektrolit am-nitrat, harus bebas ion Cl, dipijarkan pada suhu 600 0 C Pencucian endapan BaSO4 harus bebas ion sulfat, tidak dipijarkan untuk menghindari reduksi endapan oleh karbon menjadi BaS Pencucian endapan Cu(OH)2 harus bebas ion sulfat Endapan Ni-DMG disaring dalam kaca masir, tidak dipijarkan karena mengandung zat organik
  • 20. Pengeringan dan pemanggangan endapan 226 – 398o C Ca2C2O4.H2O Ca2C2O4 Ca2C2O4 420-600o C CaCO3 CaCO3 CaO 850oc