2. 3 Program Penguatan Upaya Preventif di Layanan Primer
Pemantauan tumbuh kembang anak
di Posyandu dengan alat
antropometri terstandar
Pemeriksaan kehamilan
(ANC) dari 4 kali menjadi
6 kali, termasuk 2 kali
USG dengan dokter
pada trimester 1 dan 3
BCG, DPT-Hib, Hep B, MMR/MR,
Polio (OPV-IPV), TT/DT/td, JE, HPV,
PCV, Rotavirus
Kanker Serviks merupakan kanker
yang bisa dicegah dengan
imunisasi Human Papillomavirus
(HPV)
Screening kanker Payudara
dengan
USG
Pneumonia dan diare merupakan
2 dari 5 penyebab tertinggi
kematian balita di Indonesia*
yang
dapat dicegah dengan imunisasi
(PCV dan Rotavirus)
Screening Penyakit Jantung Bawaan
di
Puskesmas dengan Pulse Oxymetry
Neonatus
6
Peningkatan kesehatan ibu
dan anak
Imunisasi rutin:
dari 11 menjadi 14 jenis vaksin
14 Screening
Penyakit Prioritas
Screening penyakit penyebab
kematian tertinggi di setiap sasaran
usia:
1. Hipotiroid kongenital
2. Thalasemia
3. Anemia
4. Stroke
5. Serangan jantung
6. Hipertensi
7. Penyakit paru obstruksi kronik
8. Tuberkulosis
9. Kanker paru
10. Hepatitis
11. Diabetes
12. Kanker payudara
13. Kanker serviks
14. Kanker usus
3. Departemen Kesehatan pada tahun 1975 menetapkan kebijakan Pembangunan Kesehatan
Masyarakat Desa (PKMD). Adapun yang dimaksud dengan PKMD ialah strategi pembangunan
kesehatan yang menerapkan prinsip gotong royong dan swadaya masyarakat, dengan tujuan agar
mayarakat dapat menolong dirinya sendiri, melalui pengenalan dan penyelesaian masalah
kesehatan secara lintas program dan lintas sektor terkait.
Pencanangan Posyandu yang merupakan bentuk baru ini, dilakukan secara massal untuk pertama kali
oleh Kepala Negara Republik Indonesia pada tahun 1986 di Yogyakarta, bertepatan dengan peringatan
Hari Kesehatan Nasional.
TAHAP
AWAL
revitalisasi berarti menjadikan sesuatu atau perbuatan untuk menjadi vital, sedangkan kata vital mempunyai
arti sangat penting atau sangat diperlukan sekali untuk penguatan posyandu. Melalui SE MENDAGRI DAN
OTDA Nomor 411.3/1116/SJ Tgl.13juni 2001 yg intinya : 1. terlaksananya keg posyandu scr rutin dan
berkesinambungan; 2. tercapainya pemberdayaan masyarakat dan kader melalui advokasi, sosialisi dll; 3.
terwujudnya penguatan kelembagaan posyandu
Perlu dibentuk kelompok kerja
operasional posyandu yang dapat
mendukung revitalisasi posyandu
PERKEMBANGAN DAN DUKUNGAN
KEBIJAKAN POSYANDU
TAHAP
PENGUATAN
TAHAP
PENGEMBANG
AN
TAHAP
RINTISAN
PERMENDAGRI NO. 54 TAHUN 2007
TTG PEDOMAN PEMBENTUKAN KELOMPOK KERJA
OPERASIONAL PEMBINAAN POSYANDU
4. 6
Perbedaan Posyandu Sebelum dan Era Transformasi Kesehatan
Sebelum Era Transformasi Kesehatan
1. Terdapat berbagai posyandu berbasis
program dibentuk secara terpisah
(Posyandu KIA, Posyandu remaja,
posyandu lansia, posbindu PTM)
2. Belum semua Posyandu membagi wilayah
kerja, belum semua melakukan
pemantauan wilayah setempat bersama
Pustu.
3. Belum semua Posyandu
menjadwalkan kunjungan rumah
di Era Transformasi Kesehatan
1. Implementasi lintas program melalui
posyandu yang sama, seluruh
posyandu mampu memberikan
Pelayanan seluruh sasaran siklus hidup
2. Melakukan pemantauan wilayah
setempat, bersama Pustu Desa membagi
wilayah kerja posyandu sehingga setiap
posyandu, setiap kader memiliki wilayah
kerja.
3. Menjadwalkan kunjungan rumah
5. 8
Posyandu di Era Transformasi Layanan Primer
Imunisasi,
Suplementas
i
• Penyuluha
n
• Deteksi dini
• Rapid test
Layanan promotif preventif
Sasaran seluruh siklus hidup
Layanan kesehatan
terintegrasi: Usia
produktif
Usia lanjut
• Ibu
hamil
• Balita
• Remaja
1
2
3
• Tenaga
kesehatan
Pelaksana:
• 1 Kader
sedikitnya 5
orang
2
Hari Buka Posyandu
Setiap bulan
Pelaksanaan serentak atau terjadwal
untuk menjangkau seluruh sasaran:
Usia
produktif
Usia lanjut
• Ibu
hamil
• Balita
• Remaja
2
Di Luar Hari Buka Posyandu
1 Kunjungan rumah
• Kunjungan rutin: seluruh KK
• Kunjungan khusus: sesuai kebutuhan
untuk sasaran tidak akses, belum
lengkap layanan, dsb
Pemberdayaan masyarakat
• Survey mawas diri
• Musyawarah masyarakat
desa
3 Koordinasi Puskesmas
Pembantu
• Manajemen kader
• Pemantauan wilayah setempat
6. 10
Delivery Unit
Puskesmas
(Kecamatan)
Pustu
(Desa / Kelurahan)
Posyandu
(Dusun / RT/RW)
Sasaran
Masalah
Kesehatan
Upaya standarisasi layanan di Puskesmas, Pustu, Posyandu— lintas siklus hidup (1/2)
Ibu hamil,
bersalin,
nifas
1. ANC Terpadu (6x + USG oleh dokter)
2. Kelas ibu hamil
3. Pemberian Tambahan Asupan Gizi pada Ibu
Hamil Kurang Energi Kronik (KEK)
4. Persalinan normal
5. Pelayanan Pasca Persalinan (nifas)
6. Skirining Kekerasan terhadap Perempuan dan
Anak (KtPA)
7. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut
8. Pengobatan
1. Penimbangan, pengukuran lingkar lengan atas
2. Penyuluhan Penggunaan Buku KIA, Isi Piringku,
Pemeriksaan kehamilan dan nifas, minum
tablet tambah darah, pemantauan tanda
bahaya
3. Pemantauan Pemberian Makanan Tambahan
Lokal pada Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK)
1. ANC Terpadu (K2,K3, K4, K6)
2. Kelas ibu hamil
3. Pemberian Tambahan Asupan Gizi pada Ibu
Hamil Kurang Energi Kronik (KEK)
4. Pelayanan Pasca Persalinan ( nifas)
5. Pengobatan sederhana
Usia sekolah
dan remaja
1. Skrining kesehatan (PTM & PM)
2. Vaksinasi / Imunisasi
3. Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja
4. Fasilitasi UKS
5. Skirining Kekerasan terhadap Perempuan dan
Anak (KtPA)
6. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut
7. Pengobatan
1. Penyuluhan Isi piringku, aktifitas fisik, bahaya rokok
dan NAPZA,
2. Pencegahan anemia remaja puteri
1. Skrining kesehatan (PTM & PM)
2. Vaksinasi / Imunisasi
3. Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja
4. Pencegahan anemia
5. Pengobatan sederhana
Bayi dan
anak
pra-sekolah
1. Pelayanan Neonatal Esensial
2. Kelas Ibu Balita
3. Pelayanan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
4. Pengambilan dan pengiriman sampel SHK
5. Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan
6. Imunisasi Rutin Lengkap
7. Pemberian Vitamin A dan obat cacing
8. Pencegahan, deteksi dini , Tatalaksana dan
rujukan balita weight faltering, underweight, gizi
kurang, gizi buruk dan stunting
9. Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)
10. Skrining kasus TBC
11. Skrining Talasemia
12. Skirining Kekerasan terhadap Perempuan dan
Anak (KtPA)
13. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut
14. Pengobatan
1. Pelayanan Neonatal Esensial
2. Kelas Ibu Balita
3. Pemantauan Bayi dengan Berat Lahir
Rendah (BBLR)
4. Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan
5. Imunisasi Rutin Lengkap
6. Pemberian Vitamin A dan obat cacing
7. Pencegahan, deteksi dini, tatalaksana dan
rujukan balita weight faltering, underweight, gizi
kurang, gizi buruk dan stunting
8. Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)
9. Skrining kasus TBC
10. Pengobatan sederhana
1. Penimbangan, pengukuran panjang/ tinggi
badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala
2. Penyuluhan Penggunaan Buku KIA, ASI, MP ASI
kaya protein hewani, pentingnya imunisasi,
vitamin A dan obat cacing, stimulasi
perkembangan, dan pemantauan tanda
bahaya
3. Pemantauan Pemberian Makanan Tambahan
Lokal pada Balita masalah berat badan
7. 11
Pengendalian
Penyakit
Menular
1. Pencegahan, Kewaspadaan Dini,
Respon
2. Pengawasan Kualitas Lingkungan
Layanan lain 1. Laboratorium
2. Farmasi
3. Kegawatdarurata
n
4. Rawat inap
1. Laboratorium
dengan RDT
1. Pemeriksaan rapid diagnosis test oleh
tenaga kesehatan (gula darah)
2. Kunjungan rumah
3. Pemberdayaan masyarakat (kelas ibu hamil,
kelas ibu balita, survey mawas diri, musyawarah
masyarakat desa)
Usia
Produktif
dan Lansia
1. Skrining Obesitas
2. Skrining Hipertensi
3. Skrining DM
4. Skrining faktor risiko stroke
5. Skrining faktor risiko penyakit jantung
6. Skrining kanker ( Kanker Leher Rahim,
Kanker Payudara, Kanker Kolorektal,
Kanker Paru)
7. Skrining PPOK
8. Skrining TBC
9. Skrining Indera Penglihatan
10. Skrining kebugaran
11. Skrining Talasemia
12. Skrining kasus kekerasan terhadap
perempuan
13. Skrining masalah kesehatan jiwa
14. Pelayanan kesehatan reproduksi bagi
calon pengantin
15. Skrining layak hamil bagi PUS
16. Pelayanan KB
17. Pelayanan Penyakit Akibat Kerja
18. Skrining Geriatri
19. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut
20. Pelayanan Pengobatan
1. Skrining Obesitas
2. Skrining Hipertensi
3. SKrining DM
4. Skrining kanker (Kanker
payudara)
5. Skrining PPOK
6. Skrining TBC
7. Skrining Indera Penglihatan
8. Skrining masalah kesehatan jiwa
9. Skrining layak hamil bagi PUS
10. Pelayanan KB
11. Skrining Geriatri
12. Pengobatan sederhana
1. Penyuluhan Germas,
2. Penyuluhan risiko PTM dan P2M
3. Penyuluhan KB
4. Deteksi dini risiko usia produktif (obesitas hipertensi,
DM, PPOK , gangguan indera dan penglihatan ,
kesehatan jiwa, TB)
5. Deteksi dini risiko usia lanjut (obesitas hipertensi, DM,
Kolesterol, PPOK , gangguan indera dan
penglihatan , kesehatan jiwa, TB, geriatric)
Delivery Unit
Puskesmas
Kecamatan)
Pustu
Desa /
Kelurahan)
Posyandu
(Dusun / RT/RW)
Sasaran
Masalah
Kesehatan
Upaya standarisasi layanan di Puskesmas, Pustu, Posyandu— lintas siklus hidup (2/2)
8. PENDANAAN
Pengelolaan
Sumber Dana
•
APBDesa dikelola oleh
Pemerintah Desa dan
pertanggungjawaban
keuangan sesuai ketentuan
yang ditetapkan
Dana swadaya masyarakat
dikelola oleh pengurus
posyandu menyesuaikan
dengan kaidah
pertanggungjawaban
keuangan yang ada.
Sumber lain yang sah yang
melibatkan kerjasama dengan
pihak lain harus diketahui dan
mendapat persetujuan
Pemerintah Desa
Sumber pendanaan
pelaksanaan Posyandu
berasal dari:
dapat
•
•
•
•
APBN
APBD
APBDesa
Dana Swadaya
Masyarakat
Sumber lain yang sah
dan tidak mengikat
•
•
•
9. PERENCANAAN
a. Alat kesehatan
c. Instrumen
pengukuran panjang/TB,
hasil penimbangan,
e. Penyuluhan kesehatan
2. Prasarana
Tempat pelaksanaan
Posyandu memiliki ruangan
untuk melaksanakan kegiatan
Posyandu, sbb:
a. Pendaftaran
b. Penimbangan,
LiLA/Kepala/Perut
c. Pencatatan,
interpretasi
pengukuran
d. Pelayanan
kesehatan
3. Peralatan
Jenis peralatan:
b. Perbekalan kesehatan
d. Logistik
1. Tempat Pelaksanaan
a. Hari buka Posyandu
dilaksanakan di tingkat
dusun/RT/RW/ Nagari/
Banjar atau level setara
yang disepakati bersama
untuk melaksanakan
kegiatan pelayanan
kesehatan
b. Diluar hari buka Posyandu
dilakukan baik melalui
kunjungan rumah dan
masyarakat diwilayah
Posyandu
10. 13
Masalah
kehamilan, nifas
dan bayi baru
lahir (anemia,
hipertensi, BBLR
• Masalah kurang gizi
• Penyakit dapat
dicegah
imunisasi
1. Isi Piringku Ibu Hamil, Ibu Menyusui
2. Pemeriksaan kehamilan dan nifas
di fasilitas kesehatan
3. Kepatuhan minum tablet
tambah darah
4. Pemantauan tanda bahaya
1. ASI, Isi Piringku Kaya Protein
Hewani Balita 6 – 59 bulan
2. Penimbangan, pengukuran
panjang/ tinggi badan, lingkar
kepala, lingkar lengan atas
3. Stimulasi perkembangan anak
4. Manfaat Imunisasi, obat
cacing, vitamin A
5. Penyakit dapat dicegah dengan
imunisasi (Hepatitis, Difteri,
Campak, Rubela, Diare)
6. Pemantauan tanda bahaya
Deteksi DIni
Ibu Hamil KEK
a. Lingkar lengan atas (LiLA)
b. Berat badan
1. Balita risiko gagal tumbuh
a. Timbangan kurang,
b. Timbangan tidak naik,
c. Timbangan mendatar
d. Balita lingkar lengan atas kurang
2. Balita risiko stunting
a. Panjang/ tinggi badan kurang
3. Balita risiko mikro/ makrosefali
a. lingkar kepala kurang/ lebih
Penyuluhan
Paket layanan di posyandu untuk mendukung upaya
promosi, pencegahan dari beban penyakit terbanyak
Tanda kecakapan kader
Buku KIA Pemantauan
berat
badan
Isi Piringku Pemantauan
TTD
Pemeriksaan
Pemantauan
faskes
Tanda bahaya
Buku KIA Vitamin A,
Obat
Cacing
Stimulasi
Isi Piringku
perkembangan
Imunisasi,
Penimbangan,
PD3I pengukuran
Pemantauan
Ploting BB, TB,
11. 1
4
• Penyakit Kardiovaskular
• Diabetes
• Kankes
• Penyakit
Pernapasan Kronis
• TB
• Kesehatan mental
• Masalah lansia
1. Isi Piringku
2. Aktifitas fisik
3. Cek kesehatan teratur
4. Pencegahan penyakit terbanyak
(Obesitas, Hipertensi, Diabetes,
Kanker, Stroke, TBC, Ggn Indera,
Keswa, Masalah Lansia)
5. Kepatuhan minum obat dan
control teratur bagi penderita
1. Skrining
obesitas
Lingkar perut
2. Skrining
hipertensi
Tekanan darah
3. Skrining diabetes melitus (DM)
Rapid test gula darah (tenaga
kesehatan)
4. Skrining Penyakit Paru Obstruktif
Kronis (PPOK)
Kuesioner
5. Skrining Tuberkulosis (TBC)
Kuesioner
6. Skrining kesehatan
jiwa Kuesioner
7. Skrining indera
Tes berbisik, tes jari tangan
Tanda Kecakapan Kader
Paket layanan di posyandu untuk mendukung upaya promosi,
pencegahan dari beban penyakit terbanyak
• Infeksi Enterik
• Kelainan Mental
• Infeksi Pernapasan & TB
• PTM Lainnya
Penyuluhan Deteksi DIni
1. Isi Piringku
2. Aktifitas fisik
3. Pemeriksaan anemia di sekolah
4. Kepatuhan minum tablet
tambah darah remaja puteri
5. Bahaya rokok, NAPZA,
kehamilan remaja
1. Remaja risiko gangguan pertumbuhan
a. Timbangan
b. Tinggi badan
c. Lingkar perut
2. Remaja risiko gangguan indera
a. Tes berbisik
b. Tes melihat jari tangan
3. Remaja risiko gangguan psikososial
a. Kuesioner
4. Remaja puteri risiko anemia
a. Rapid test Hb meter
Isi Piringku,
aktifitas
fisik, cek
kesehatan
Program
pencegaha
n anemia
rematri
Bahaya
Rokok,
NAPZA,
kehamila
n remaja
Isi Piringku,
aktifitas fisik, cek
kesehatan
Penyuluhan risiko penyakit
terbanyak (Obesitas,
Hipertensi, Diabetes,
Stroke, Kanker, TB, Keswa,
Lansia)
Deteksi dini lingkar
perut (obesitas)
dan hipertensi
Melakukan deteksi dini
usia produktif dan
lansia dengan
kuesioner (PPOK, TBC,
kesehatan jiwa, geriatri
dan diabetes)
Penyuluhan
keluarga
13. KUNJUNGAN RUMAH Tujuan dan Manfaat:
1. Masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang
sesuai standar dan sesuai kelompok siklus hidup
2. Mengidentifikasi sasaran yang tidak patuh dalam
pengobatan (termasuk minum obat)
Mengidentifikasi sasaran yang memiliki tanda bahaya
(ibu hamil, nifas, bayi dan balita)
3.
Sasaran:
Anggota keluarga di wilayah Posyandu
Tugas Kader:
1.
Melakukan
terencana
kunjungan rumah secara rutin dan
2.
3.
Memberikan penyuluhan/edukasi kesehatan
Mendampingi
kesehatan.
sasaran yang mempunyai
masalah
4.
5.
Melakukan pendataan dan pencatatan sederhana.
Menggerakkan masyarakat untuk periksa kesehatan
dengan memanfaatkan Posyandu, Pustu,
Puskesmas, dan pelayanan kesehatan terdekat
lainnya.
Melaporkan hasil kunjungan rumah kepada tenaga
kesehatan di Pustu dan Pokja tingkat Desa/Kelurahan
6.
19
seminggu sekali.
14. Pembinaan
Posyandu Bidang
Kesehatan
22
Posyandu sudah memiliki kader purwa/ madya/ utama
Posyandu sudah menyediakan pelayanan
untuk sasaran seluruh siklus kehidupan
Posyandu sudah melaksanakan kunjungan rumah
Posyandu memiliki cakupan kunjungan yang besar
Posyandu memiliki inovasi
Posyandu memiliki kader > 5 orang
Posyandu melaksanakan layanan hari buka setiap bulan
Posyandu memberi Pelayanan kes sasaran ibu/ balita/ remaja
Posyandu memiliki sistim pencatatan pelaporan
16. UKBM LK
D
KEMENDAGRI,
DISPMD &
KADES
TEKNI
S
KELEMBAGAAN
LINTAS
SEKTOR
LAIN
PERMENDAGRI
No. 18/2018
KEMENKES,
DINKES &
PUSKESMAS
PERMENDAGRI
No. 54 Tahun
2007
POKJANAL
& POKJA
MEKANISME PEMBINAAN POSYANDU
Bentuk Binwas
∙ Sosialisasi;
∙ Rapat koordinasi;
∙ Pemberian
pedoman dan
panduan
∙ Konsultasi;
∙ Workshop;
∙ Lomba;
∙ Jambore
∙ Penghargaan;
∙ Peningkata
n kapasitas
17. Apresiasi Posyandu
dan Kader Berprestasi
Dilaksanakan secara berjenjang mulai Kecamatan,
Kabupaten/Kota, Provinsi, Nasional Lomba
Posyandu
Lomba
Kader
04
03
02
01
Peserta Lomba
Tingkat Pusat
Pemenang 1 – 5
Lomba tingkat Provinsi
Pemenang 1 – 5
Lomba tingkat Provinsi
Pemenang 1
Lo
Kabupaten/Kota
– 5 Pemenang 1 – 5
Lomba tingkat
Kabupaten/Kota
Peserta Lomba
Tingkat Prov mba tingkat
Peserta Lomba
Tingkat Kab/Kota
Pemenang 1 – 5 Pemenang 1 – 5
Lo
Lomba tingkat Kecamatan mba tingkat Kecamatan
Peserta Lomba
Tingkat Kecamatan
•
•
•
18. PERAN PETUGAS PROMOSI KESEHATAN
pelaksanaan dan pemantauan
Posyandu aktif 85%
Pustu Desa
•
Kunjungan masyarakat ke
Melakukan perencanaan,
pencapaian target posyandu:
• Penugasan kader dalam
• Kunjungan rumah
posyandu
Memfasilitasi lintas program dalam
pelaksanaan pelatihan kader secara
terintegrasi dengan 25 keterampilan
dasar:
• Gizi
• KIA
• P2M
• PTM
• UPL
• KESWA
Melibatkan lintas program dalam
penilaian kader untuk mendapat
Tanda kecakapan kader
• Purwa
• Madya
• Utama
Sosialisasi advokasi Kepala
Daerah, Dinas PMD, Pokjanal
untuk memenuhi kader
Posyandu
• Kader posyandu sedikitnya 5
orang di hari buka layanan
• Kader pemberdayaan
masyarakat di PUSTU DESA/
KELURAHAN sedikitnya 2
orang
PENYEDIAAN
KADER
POSYANDU &
PUSTU
PEMBINAAN
KADER &
POSYANDU
PEMANTAUA
PENCAPAIAN
TARGET
19. PERAN KADER POSYANDU
PERAN TUGAS DAN FUNGSI
bersalin, bayi balita dan anak usia pra sekolah, usia sekolah dan remaja,
3. Melakukan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan
kesehatan dan kader pemberdayaan masyarakat Pustu
7. Melakukan Survei Mawas Diri (SMD) bersama kader Pemberdayaan
8. Menghadiri Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) jika diperlukan
10. Melakukan kunjungan rumah secara rutin dan terencana serta melakukan
11. Melakukan monitoring dan evaluasi bersama kader Pemberdayaan
12. Menggerakkan masyarakat untuk berperan serta dalam upaya kesehatan
Puskesmas, dan pelayanan kesehatan lainnya
1. Memberikan pelayanan kesehatan sesuai siklus hidup (ibu hamil nifas dan
usia produktif dan lansia) secara terintegrasi
2. Memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat
4. Melaksanakan kegiatan Posyandu dengan bimbingan teknis petugas
5. Melakukan kegiatan sebelum hari buka posyandu
6. Menyelenggarakan hari buka posyandu minimal 1 kali dalam sebulan atau
sesuai kebutuhan
Masyarakat Pustu
9. Menyusun perencanaan partisipatif untuk disampaikan ke Pustu dan Pokja
Posyandu
kegiatan lainnya sebagai tindak lanjut dari PWS serta melaporkan hasilnya
kepada Pustu dan Pokja Posyandu melalui Kepala Desa/Lurah seminggu
sekali
Masyarakat Posyandu Prima
sesuai kewenangannya dengan memanfaatkan Posyandu, Pustu,
Kriteria Kader, yaitu:
1. Sehat jasmani dan rohani
2. Berdomisili di desa/ kelurahan/ kecamatan setempat
3. Memiliki kemampuan membaca dan menulis
4. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan bahasa
desa/kelurahan/kecamatan setempat
5. Mampu mengoperasikan telepon genggam (HP
Android)
6. Telah mengikuti pelatihan/orientasi kader dari
Puskesmas
7. Ditetapkan dengan keputusan Kepala Desa bagi
kader domisili desa, atau keputusan Bupati/Walikota
atau Pejabat yang ditunjuk bagi kader domisili
Kelurahan.
Peran:
1. Pendata/Pencatat
2. Pendamping
3. Penyuluh
4. Penggerak
5. Pelapor