3
Most read
4
Most read
6
Most read
Kelipatan Persekutuan Terkecil
Di Sekolah Dasar dan lanjutan kita telah mempelajari Kelipatan Persekutuan Terkecil.
Misalnya, kelipatan 3 adalah 3, 6, 9, 12, 15…
Kelipatan 4 adalah 4, 8, 12, 16..
Maka kelipatan persekutuan dari 3 dan 4 adalah 12, 24, 36…
Cara 1. Dengan mencari kelipatan bilangan tersebut, kemudian carilah mana yang
merupakan kelipatan yang sama dan terkecilnya.
Mencari kelipatan bukanlah sesuatu yang sulit. Kelipatan didapat dengan mengalikan
suatu bilangan dengan 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya sampai anda menemukan KPK.
Contohnya, kelipatan dari 3 adalah 3, 6, 9, 12, 15, dan seterusnya. Berikut akan
diberikan contoh soal beserta pembahasannya dengan menggunakan cara ini agar lebih
jelas.
Soal 1. Carilah KPK antara 15 dan 40.
Solusi.
Kelipatan dari 15 adalah 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, 120, 135, …
Kelipatan dari 40 adalah 40, 80, 120, 160, 200, …
Perhatikan bahwa yang dicetak tebal (bold) merupakan kelipatan yang sama dan
terkecil. Jadi, lcm(15,40)=120
Cara 2. Dengan menggunakan faktorisasi prima.
Faktorisasi prima adalah perkalian bilangan-bilangan prima yang menghasilkan suatu
bilangan. Contohnya, faktorisasi prima dari 28 adalah 2^2 x 7 atau bisa ditulis 28=2^2 x
7. Jika sudah mendapatkan faktorisasi prima bilangan-bilangan yang akan dicari KPK
nya, pertama carilah faktor-faktor prima yang sama. Setelah ditemukan faktor-faktor
yang sama, ambil satu saja yang memiliki pangkat terbesar. Kalikan angka-angka yang
kita ambil tadi dengan angka yang tidak memiliki pasangan faktor yang sama (jika ada)
untuk mendapatkan KPK. Untuk lebih jelasnya, berikut akan diberikan contoh soal dan
pembahasannya dengan menggunakan cara ini.
Soal 1. Carilah KPK antara 15 dan 40
Solusi.
15=3 x 5
40=2^3 x 5
Perhatikan bahwa faktor prima yang sama adalah 5. Perhatikan pangkatnya. Karena
berpangkat sama, ambil saja salah satunya. Faktor yang tidak punya pasangan adalah
2^3 dan 3. Jadi, lcm(15,40)=2^3 x 3 x 5=120
Soal 2. Carilah FPB antara 5, 10, dan 15.
Solusi.
5=5
10=2 x 5
15=3 x 5
Perhatikan bahwa faktor prima yang sama adalah 5. Perhatikan pangkatnya. Karena
semuanya berpangkat sama, ambil satu saja. Faktor prima yang tidak memiliki pasangan
adalah 2 dan 3. Jadi, lcm(5, 10, 15)=2 x 3 x5=30
Selanjutnya istilah “Kelipatan bulat Positif” hanya dikatakan “kelipatan”.
Secara umum, kelipatan persekutuan dari dua bilangan bulat dinyatakan dalam definisi
berikut
Definisi:
Misalkan a dan b adalah bilangan-bilangan bulat, m adalah kelipatanpersekutuan dari a
dan b jika a | m dan b | m.
Nol (0) adalah suatu kelipatan persekutuan dari a dan b, ab dan –ab masing-masing juga
merupakan suatu kelipatan persekutuan dari a dan b. jadi himpunan semua kelipatan
bulat positif dari a dan b tidak pernah sama dengan himpunan kosong.
Himpunan semua kelipatan bulat positif dari 6 adalah {6, 12, 18, 24…}
Himpunan semua kelipatan bulat positif dari -9 adalah {-9, 18, 27, 36…}
Jadi himpunan semua kelipatan persekutuan dari 6 dan -9 adalah {18, 36, 54, 72…}.
Sehingga kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan -9 adalah 18.
Ingat bahwa dalam himpunan bagian dari himpunan bilangan-bilangan bulat positif
selalu mempunyai anggota terkecil. Sehingga KPK dari setiap dua bilangan bulat selalu
ada.
Secara formal, KPK dari dua bilangan bulat didefinisikan sebagai berikut:
Definisi:
Kelipatan Persekutuan Terkecil (LPL) dari dua bilangan bulat tidak nol a dan b adalah
suatu bilangan bulat positif m ditulis [a,b] = m, apabila memenuhi:
(i) a|m dan b|m
(ii) jika a|c dan b|c, maka m ≤ c.
dalam definisi ini dapat dimengerti bahwa kelipatan dari setiap dua bilangan bulat yang
tidak nol selalu merupakan suatu bilangan bulat positif. Dalam (i) pada definisi itu
mengatakan bahwa masing-masing dari dua bilangan itu membagi kelipatan
persekutuan terkecilnya. Sedangkan (ii) mengatakan bahwa kelipatan persekutuan
lainnya tidak lebih kecil dari KPK dari dua bilangan itu.
Contoh 1:
[6,8] = 24, maka 6|24 dan 8|24. Kelipatan persekutuan yang lain misalnya 48, 72, 97…
masing-masing lebih besar dari 24.
Perhatikan contoh di atas, yaitu himpunan semua kelipatan persekutuan bulat positif
dari 6 dan -9 adalah 18 atau ditulis [6,-9] = 18. Tampak di sini bahwa semua kelipatan
persekutuan dari 6 dan -9 selalu terbagi oleh 18. Hal ini dapat dikatakan bahwa setiap
kelipatan persekutuan dari dua bilangan bulat selalu etrbagi oleh KPK dari dua bilangan
tersebut. Hal ini dinyatakan sebagai teorema berikut ini.
Teorema 1:
Jika c suatu kelipatan persekutuan dari dua bilangan bulat tidak nol a dan b, maka KPK
dari a dan b membagi c, yaitu [a,b]|c
Bukti:
Misalkan [a,b] = m, maka harus ditunjukkan bahwa m|c.
Andaikan m|c, maka menurut algoritma pembagian, ada bilangan-bilangan bulat q dan r
sedemikian sehingga
c = qm +r dengan 0 < r < m
karena c adalah kelipatan persekutuan dari a dan b, maka a|c dan b|c.
karena [a,b] = m maka a|m dan b|m.
a|m maka a|qm dan a|c, maka a|(c - qm). Ini berarti a|r.
demikian pula b|m maka b|qm dank arena b|c, maka b|(c – qm). Berarti b|r.
karena a|r dan b|r maka r adalah kelipatan persekutuan dari a dan b.
tetapi karena [a,b] = m dan 0< r < m, maka hal tersebut tidak mungkin (kontradiksi).
Jadi pengandaian di atas tidak benar, berarti m|c atau [a,b]|c.
perhatikan bahwa [6,9] = 18 dan [2.6,2.9] = [12,18] = 36.
Tampak bahwa [2.6,2.9] = 2 [6,9].
Hal ini memberikan ilustrasi dari teorema berikut ini.
Teorema 2:
Jika c > 0, maka [ca,cb] = c[a,b]
Bukti;
Msalkan [a,b] = d, maka a|d dan b|d, sehingga ac|dc dan bc|dc. Hal ini berarti dc adalah
kelipatan persekutuan dari ac dan bc, dan menurut teorema 2.10, maka [ac,bc]|dc.
Karena [ac,bc] adalah suatu kelipatan dari ac, maka [ac,bc] adalah suatu kelipatan dari
c. misalkan [ac,bc] = mc maka mc|dc, sehingga m|d.
Karena [ac,bc], maka ac|mc dan bc|mc, sehingga a|m dan b|m, dan menurut teorema 1,
maka [a,b]|m, yaitu d|m dank arena m|d, maka d = m.
Sehingga dc = mc, yaitu c[a,b] = [ac,bc]
Contoh 2.6
(1) [105,45] = [15.7,15.3]
= 15[7,3]
= 15 [21]
= 315
(2) [18,30] = [6.3,6.5]
= 6[3,5]
= 6.15
=90
Mengingat teorema tersebut, maka dengan mengeluarkan faktor persekutuannya akan
mempermudah dalam mempermudah dalam mencari KPK-nya.
Jika (a,b) = 1, berapakah [a,b]? Apakah [a,b] = ab? Akan kita tunjukkan sebagai berikut:
Jelas bahwa ab adalah suatu kelipatan persekutuan dari a dan b, menurut teorema 2,
maka [a,b]|ab. Di lain pihak, menurut akibat dari teorema 2.10, karena a|[a,b] dan b|[a,b]
dengan (a,b) = 1, maka ab|[a,b] dan karena [a,b]|ab, maka disimpulkan [a,b] = ab.
Selanjutnya, apabila (a,b) = d, maka 1, 





d
b
d
a
Berdasarkan pada kesimpulan di atas, maka 2
,
d
ab
d
b
d
a






Jika kedua ruas dikalikan dengan d2 maka diperoleh bahwa
ab
d
b
d
a
d 





,2
d[a,b] = ab
(a,b)[a,b] = ab
Uraian di atas merupakan bukti dari teorema berikut ini.
Teorema 3
Jika a dan b bilangan-bilangan bulat yang keduanya positif, maka
(a,b)[a,b] = ab
Contoh
(1) Karena (16,20) = 4 dan [16,20] = 80, terdapat hubungan (16,20)[16,20] = 4.80 =
320 = 16.20
(2) (25,18) = 1 dan [25,18] = 450, terdapat hubungan (25,18)[25,18] = 1.450=25.18
RANGKUMAN
1. Bilangan bulat c merupakan kelipatan persekutuan dari a dan b jika a|c dan bc.
2. Kelipatan Persekutuan terkecil (KPK) dari a dan b yang keduanya tidak nol,
ditulis dengan notasi [a,b].
3. [a,b] = d jika (i) a|d dan b|d, serta (ii) jika a|e dan b|e maka d ≤ e.
4. Jika c suatu kelipatan persekutuan dari a dan b maka [a,b]|c. atau diktakan
bahwa kelipatan persekutuan terkecil dari dua bilangan selalu membagi setiap
kelipatan pesekutuan dari dua bilangan itu.
5. Jika m suatu bilangan bulat positif, maka [ma,mb] = m[a,b].
6. Jika (a,b) = 1 maka [a,b] = ab. Prinsip-prinsip (5) dan (6) ini membantu kita
mempermudah menghitung KPK dari dua bilangan.
7. Jika a dan b dua bilangan positif, maka (a,b)[a,b] = ab. Atau dengan kata lain:
hasil kali FPB dan KPK dari dua bilangan positif sama dengan hasil kali dua
bilangan itu.
LATIHAN
Benar atau salahkah pernyataan-pernyataan berikut ini? Jika benar, buktikanlah
pernyataannya, dan jika salah, berilah suatu contoh kontranya.
1. Jika (a,b) = (a,c) maka [a,b] = [a,c]
2. [a,-b] = [a,b]
3. Jika d|(a,b) maka d|[a,b].
4. Jika c|[a,b] maka c|(a,b).
5. (a,b)|[a,b]
6. [a,b]|(a,b)zaAS
7. (a,b) = [a,b] jika dan hanya jika a = b.
8. Jika c suatu kelipatan persekutuan dari a dan b maka (a,b)|c.
9. Jika [a,b] = b maka a|b.
10. Jika a|b maka [a,b] = b.
JAWAB:
1. Salah. Contoh: (3,5) = (3,7) = 1, tetapi [3,5] ≠ [3,7], yaitu: [3,5] = 15 dan [3,7] =
21.
2. Benar. [a,-b] dan [a,b] masing-masing adalah bilangan bulat positif terkecil yang
merupakan kelipatan persekutuan dari a dan b.
3. Benar. Misalkan (a,b)n= c, maka c|a dan c|b. dank arena d|c maka dengan sifat
transitif, d|a dan d|b. misalkan [a,b] = t, maka a|t dan b|t. karena d|a dan d|t maka
d|t. karena d|b dan b|t maka d|t, jadi d|[a,b].
4. Salah. Contoh: ambil a = 5, b = 7 dan c = 5, sehingga 5|[5,7], yaitu 5|35. Tetapi 5
tidak membagi (5,7) = 1.
5. Benar. Misalkan (a,b) = d maka d|a dan d|b. dank arena a|[a,b] maka d|[a,b]. jadi
(a,b)|[a,b].
6. Salah. Contoh: ambil a = 3 dan b = 7, maka [3,7] = 21 dan (3,7) = 1 dan 21 tidak
membagi 1.
7. Benar. Misalkan (a,b) = t maka t|a dan t|b. karena (a,b) = [a,b], maka [a,b] = t,
sehingga a|t dan b|t. selanjutnya, karena t|a dan a|t maka a = t. demikian pula
karena t|b dan b|t maka b = t. karena a = t dan b = t maka a = b. sebaliknya, jika
a = b maka (a,a) = [a,a] = a.
8. Benar. C adalah suatu kelipatan dari a dan b, maka a|c dan b|c. misalkan (a,b) =
d, maka a|a dan d|b, d|a dan a|c mka d|c. demikian pula d|b dan b|c maka d|c. jadi
(a,b)|c.
9. Benar. Sesuai dengan definisi FPB dua bilangan a dan b.
10. Benar. a|b maka ada bilangan bulat k sehingga b = ka, sehingga [a,b] = [a,ka] =
ka = b.

More Related Content

PPTX
Template PPT Skripsi.pptx
PPTX
Template Presentasi Powerpoint - Seminar Proposal Skripsi Alvian
PDF
Informasi SNBT 2025_241217_071028 newbie
PPTX
Diabetes Mellitus
PPTX
Hypertension
PPTX
Republic Act No. 11313 Safe Spaces Act (Bawal Bastos Law).pptx
PPTX
Power Point Presentation on Artificial Intelligence
Template PPT Skripsi.pptx
Template Presentasi Powerpoint - Seminar Proposal Skripsi Alvian
Informasi SNBT 2025_241217_071028 newbie
Diabetes Mellitus
Hypertension
Republic Act No. 11313 Safe Spaces Act (Bawal Bastos Law).pptx
Power Point Presentation on Artificial Intelligence

What's hot (20)

PDF
Analisis real-lengkap-a1c
PDF
Rangkuman materi Isometri
DOCX
ANALISIS REAL
PDF
Analisis bab1 bab2
PDF
Modul 2 keterbagian bilangan bulat
PDF
Rangkuman materi Hasilkali Transformasi
PDF
Aljabar 3-struktur-aljabar
PDF
Modul 4 kongruensi linier
DOCX
Defenisi dan sifat kekongruenan Teobil
PDF
BAB 2 Pencerminan (Refleksi)
PDF
Bab ix ruas garis berarah
PDF
Modul 3 kongruensi
PDF
Geometri datar dra. kusni- m.si
PDF
Makalah setengah putaran
DOCX
Sub grup normal dan grup fakto
DOCX
Grup siklik
DOCX
Kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis
DOCX
Grup permutasi
PDF
Makalah transformasi balikan
PDF
Modul 7 persamaan diophantine
Analisis real-lengkap-a1c
Rangkuman materi Isometri
ANALISIS REAL
Analisis bab1 bab2
Modul 2 keterbagian bilangan bulat
Rangkuman materi Hasilkali Transformasi
Aljabar 3-struktur-aljabar
Modul 4 kongruensi linier
Defenisi dan sifat kekongruenan Teobil
BAB 2 Pencerminan (Refleksi)
Bab ix ruas garis berarah
Modul 3 kongruensi
Geometri datar dra. kusni- m.si
Makalah setengah putaran
Sub grup normal dan grup fakto
Grup siklik
Kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis
Grup permutasi
Makalah transformasi balikan
Modul 7 persamaan diophantine
Ad

Viewers also liked (7)

PDF
Keterbagian, KPK & FPB
PPTX
Kelipatan Persekutuan Terkecil
PPS
KPK Kontekstual
DOCX
Bilangan bulat
DOCX
Keterbagian
PPTX
Teori bilangan bab ii
DOCX
Konsep Bilangan Bulat
Keterbagian, KPK & FPB
Kelipatan Persekutuan Terkecil
KPK Kontekstual
Bilangan bulat
Keterbagian
Teori bilangan bab ii
Konsep Bilangan Bulat
Ad

Similar to Kelipatan persekutuan terkecil KPK teobil (20)

DOCX
PPTX
KETERBAGIAN (bagian 1).pptx
PPT
Matematika kelas 6 sd
PPT
materi matematika mi mu buntaran
PPT
Bilangan bulat
PPT
Bilangan bulat
PPT
Bilanganbulat
POTX
bilangan pecahan presentasi unutk kelas tujuh
PPTX
Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) Pembuktian Corollary Jurusan Pendidikan Mat...
PPT
Bilanganbulat
PPT
C. BIL. PECAHAN - Matematika SMP Kelas VII [www.defantri.com].ppt
PPT
Teori Bilangan Bulat.pptx.ppt
PPTX
BAB 1 Bilangan Bulat Buku 1A.pptx
PPTX
Materi _ Bilangan Bulat dan Pecahan.pptx
PPT
MTK Kelas VII - Bab 1 Bilangan Bulat dan Pecahan_STD 4.3 (1).ppt
PPTX
PPT MATERI BILANGAN KLS 7 SM 1.pptx
PDF
Persamaan dan Pertidaksamaan Linear
PPTX
pptmateribilangankelas7semester1 matematika.ptx
PPTX
pptmateribilangankls7sEMESTER GANJIL.pptx
PPTX
PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR.pptx
KETERBAGIAN (bagian 1).pptx
Matematika kelas 6 sd
materi matematika mi mu buntaran
Bilangan bulat
Bilangan bulat
Bilanganbulat
bilangan pecahan presentasi unutk kelas tujuh
Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) Pembuktian Corollary Jurusan Pendidikan Mat...
Bilanganbulat
C. BIL. PECAHAN - Matematika SMP Kelas VII [www.defantri.com].ppt
Teori Bilangan Bulat.pptx.ppt
BAB 1 Bilangan Bulat Buku 1A.pptx
Materi _ Bilangan Bulat dan Pecahan.pptx
MTK Kelas VII - Bab 1 Bilangan Bulat dan Pecahan_STD 4.3 (1).ppt
PPT MATERI BILANGAN KLS 7 SM 1.pptx
Persamaan dan Pertidaksamaan Linear
pptmateribilangankelas7semester1 matematika.ptx
pptmateribilangankls7sEMESTER GANJIL.pptx
PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR.pptx

More from Nailul Hasibuan (20)

PDF
Aplikasi fungsi linier dan sistem persamaan dalam bisnis
DOC
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
DOCX
Rpkps anvek unrika
DOCX
Rpkps evaluasi 2016
DOCX
Rpkps media pembelajaran 2016
DOC
Rpkps trigonometri 2016
PPTX
Media pembelajaran matematika
DOCX
Kurikulum di singapura
DOCX
Kurikulum di USA
DOCX
Kurikulum di Jepang
DOCX
Kurikulum di belanda
DOCX
Kurikulum di Australia
DOCX
Enactive, iconic, symbolic from nctm 1989
DOCX
9 character of 21Century Learning
DOCX
diagram of 21st century pedagogy
DOC
Melakukan TUjuan Instruksional Khusus
DOC
Sistem bilangan cacah dan bulat Teobil
DOC
Kekongruenan teobil
DOCX
Induksi matematika teobil
DOCX
Teori Bilangan Biner
Aplikasi fungsi linier dan sistem persamaan dalam bisnis
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Rpkps anvek unrika
Rpkps evaluasi 2016
Rpkps media pembelajaran 2016
Rpkps trigonometri 2016
Media pembelajaran matematika
Kurikulum di singapura
Kurikulum di USA
Kurikulum di Jepang
Kurikulum di belanda
Kurikulum di Australia
Enactive, iconic, symbolic from nctm 1989
9 character of 21Century Learning
diagram of 21st century pedagogy
Melakukan TUjuan Instruksional Khusus
Sistem bilangan cacah dan bulat Teobil
Kekongruenan teobil
Induksi matematika teobil
Teori Bilangan Biner

Recently uploaded (20)

PPTX
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PPTX
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas X SMA Terbaru 2025
PPTX
Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Leaning
PPTX
1. Bahan Bacaan Pola Pikir Bertumbuh.pptx
PPTX
893548301-Panduan-Kokurikuler-Tahun_2025.pptx
PDF
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PDF
RPM BAHASA INDONESIA KELAS 7 TEKS DESKRIPSI.pdf
PDF
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
PDF
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PDF
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
PPTX
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
PPTX
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pptx
PPTX
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
PPTX
bahan KKA DI SEKOLAH bahan KKA DI SEKOLA
PPTX
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
PPTX
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas X SMA Terbaru 2025
Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Leaning
1. Bahan Bacaan Pola Pikir Bertumbuh.pptx
893548301-Panduan-Kokurikuler-Tahun_2025.pptx
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
RPM BAHASA INDONESIA KELAS 7 TEKS DESKRIPSI.pdf
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pptx
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
bahan KKA DI SEKOLAH bahan KKA DI SEKOLA
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_

Kelipatan persekutuan terkecil KPK teobil

  • 1. Kelipatan Persekutuan Terkecil Di Sekolah Dasar dan lanjutan kita telah mempelajari Kelipatan Persekutuan Terkecil. Misalnya, kelipatan 3 adalah 3, 6, 9, 12, 15… Kelipatan 4 adalah 4, 8, 12, 16.. Maka kelipatan persekutuan dari 3 dan 4 adalah 12, 24, 36… Cara 1. Dengan mencari kelipatan bilangan tersebut, kemudian carilah mana yang merupakan kelipatan yang sama dan terkecilnya. Mencari kelipatan bukanlah sesuatu yang sulit. Kelipatan didapat dengan mengalikan suatu bilangan dengan 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya sampai anda menemukan KPK. Contohnya, kelipatan dari 3 adalah 3, 6, 9, 12, 15, dan seterusnya. Berikut akan diberikan contoh soal beserta pembahasannya dengan menggunakan cara ini agar lebih jelas. Soal 1. Carilah KPK antara 15 dan 40. Solusi. Kelipatan dari 15 adalah 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, 120, 135, … Kelipatan dari 40 adalah 40, 80, 120, 160, 200, … Perhatikan bahwa yang dicetak tebal (bold) merupakan kelipatan yang sama dan terkecil. Jadi, lcm(15,40)=120 Cara 2. Dengan menggunakan faktorisasi prima. Faktorisasi prima adalah perkalian bilangan-bilangan prima yang menghasilkan suatu bilangan. Contohnya, faktorisasi prima dari 28 adalah 2^2 x 7 atau bisa ditulis 28=2^2 x 7. Jika sudah mendapatkan faktorisasi prima bilangan-bilangan yang akan dicari KPK
  • 2. nya, pertama carilah faktor-faktor prima yang sama. Setelah ditemukan faktor-faktor yang sama, ambil satu saja yang memiliki pangkat terbesar. Kalikan angka-angka yang kita ambil tadi dengan angka yang tidak memiliki pasangan faktor yang sama (jika ada) untuk mendapatkan KPK. Untuk lebih jelasnya, berikut akan diberikan contoh soal dan pembahasannya dengan menggunakan cara ini. Soal 1. Carilah KPK antara 15 dan 40 Solusi. 15=3 x 5 40=2^3 x 5 Perhatikan bahwa faktor prima yang sama adalah 5. Perhatikan pangkatnya. Karena berpangkat sama, ambil saja salah satunya. Faktor yang tidak punya pasangan adalah 2^3 dan 3. Jadi, lcm(15,40)=2^3 x 3 x 5=120 Soal 2. Carilah FPB antara 5, 10, dan 15. Solusi. 5=5 10=2 x 5 15=3 x 5 Perhatikan bahwa faktor prima yang sama adalah 5. Perhatikan pangkatnya. Karena semuanya berpangkat sama, ambil satu saja. Faktor prima yang tidak memiliki pasangan adalah 2 dan 3. Jadi, lcm(5, 10, 15)=2 x 3 x5=30 Selanjutnya istilah “Kelipatan bulat Positif” hanya dikatakan “kelipatan”. Secara umum, kelipatan persekutuan dari dua bilangan bulat dinyatakan dalam definisi berikut Definisi: Misalkan a dan b adalah bilangan-bilangan bulat, m adalah kelipatanpersekutuan dari a dan b jika a | m dan b | m.
  • 3. Nol (0) adalah suatu kelipatan persekutuan dari a dan b, ab dan –ab masing-masing juga merupakan suatu kelipatan persekutuan dari a dan b. jadi himpunan semua kelipatan bulat positif dari a dan b tidak pernah sama dengan himpunan kosong. Himpunan semua kelipatan bulat positif dari 6 adalah {6, 12, 18, 24…} Himpunan semua kelipatan bulat positif dari -9 adalah {-9, 18, 27, 36…} Jadi himpunan semua kelipatan persekutuan dari 6 dan -9 adalah {18, 36, 54, 72…}. Sehingga kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan -9 adalah 18. Ingat bahwa dalam himpunan bagian dari himpunan bilangan-bilangan bulat positif selalu mempunyai anggota terkecil. Sehingga KPK dari setiap dua bilangan bulat selalu ada. Secara formal, KPK dari dua bilangan bulat didefinisikan sebagai berikut: Definisi: Kelipatan Persekutuan Terkecil (LPL) dari dua bilangan bulat tidak nol a dan b adalah suatu bilangan bulat positif m ditulis [a,b] = m, apabila memenuhi: (i) a|m dan b|m (ii) jika a|c dan b|c, maka m ≤ c. dalam definisi ini dapat dimengerti bahwa kelipatan dari setiap dua bilangan bulat yang tidak nol selalu merupakan suatu bilangan bulat positif. Dalam (i) pada definisi itu mengatakan bahwa masing-masing dari dua bilangan itu membagi kelipatan persekutuan terkecilnya. Sedangkan (ii) mengatakan bahwa kelipatan persekutuan lainnya tidak lebih kecil dari KPK dari dua bilangan itu. Contoh 1: [6,8] = 24, maka 6|24 dan 8|24. Kelipatan persekutuan yang lain misalnya 48, 72, 97… masing-masing lebih besar dari 24.
  • 4. Perhatikan contoh di atas, yaitu himpunan semua kelipatan persekutuan bulat positif dari 6 dan -9 adalah 18 atau ditulis [6,-9] = 18. Tampak di sini bahwa semua kelipatan persekutuan dari 6 dan -9 selalu terbagi oleh 18. Hal ini dapat dikatakan bahwa setiap kelipatan persekutuan dari dua bilangan bulat selalu etrbagi oleh KPK dari dua bilangan tersebut. Hal ini dinyatakan sebagai teorema berikut ini. Teorema 1: Jika c suatu kelipatan persekutuan dari dua bilangan bulat tidak nol a dan b, maka KPK dari a dan b membagi c, yaitu [a,b]|c Bukti: Misalkan [a,b] = m, maka harus ditunjukkan bahwa m|c. Andaikan m|c, maka menurut algoritma pembagian, ada bilangan-bilangan bulat q dan r sedemikian sehingga c = qm +r dengan 0 < r < m karena c adalah kelipatan persekutuan dari a dan b, maka a|c dan b|c. karena [a,b] = m maka a|m dan b|m. a|m maka a|qm dan a|c, maka a|(c - qm). Ini berarti a|r. demikian pula b|m maka b|qm dank arena b|c, maka b|(c – qm). Berarti b|r. karena a|r dan b|r maka r adalah kelipatan persekutuan dari a dan b. tetapi karena [a,b] = m dan 0< r < m, maka hal tersebut tidak mungkin (kontradiksi). Jadi pengandaian di atas tidak benar, berarti m|c atau [a,b]|c. perhatikan bahwa [6,9] = 18 dan [2.6,2.9] = [12,18] = 36. Tampak bahwa [2.6,2.9] = 2 [6,9]. Hal ini memberikan ilustrasi dari teorema berikut ini.
  • 5. Teorema 2: Jika c > 0, maka [ca,cb] = c[a,b] Bukti; Msalkan [a,b] = d, maka a|d dan b|d, sehingga ac|dc dan bc|dc. Hal ini berarti dc adalah kelipatan persekutuan dari ac dan bc, dan menurut teorema 2.10, maka [ac,bc]|dc. Karena [ac,bc] adalah suatu kelipatan dari ac, maka [ac,bc] adalah suatu kelipatan dari c. misalkan [ac,bc] = mc maka mc|dc, sehingga m|d. Karena [ac,bc], maka ac|mc dan bc|mc, sehingga a|m dan b|m, dan menurut teorema 1, maka [a,b]|m, yaitu d|m dank arena m|d, maka d = m. Sehingga dc = mc, yaitu c[a,b] = [ac,bc] Contoh 2.6 (1) [105,45] = [15.7,15.3] = 15[7,3] = 15 [21] = 315 (2) [18,30] = [6.3,6.5] = 6[3,5] = 6.15 =90 Mengingat teorema tersebut, maka dengan mengeluarkan faktor persekutuannya akan mempermudah dalam mempermudah dalam mencari KPK-nya. Jika (a,b) = 1, berapakah [a,b]? Apakah [a,b] = ab? Akan kita tunjukkan sebagai berikut:
  • 6. Jelas bahwa ab adalah suatu kelipatan persekutuan dari a dan b, menurut teorema 2, maka [a,b]|ab. Di lain pihak, menurut akibat dari teorema 2.10, karena a|[a,b] dan b|[a,b] dengan (a,b) = 1, maka ab|[a,b] dan karena [a,b]|ab, maka disimpulkan [a,b] = ab. Selanjutnya, apabila (a,b) = d, maka 1,       d b d a Berdasarkan pada kesimpulan di atas, maka 2 , d ab d b d a       Jika kedua ruas dikalikan dengan d2 maka diperoleh bahwa ab d b d a d       ,2 d[a,b] = ab (a,b)[a,b] = ab Uraian di atas merupakan bukti dari teorema berikut ini. Teorema 3 Jika a dan b bilangan-bilangan bulat yang keduanya positif, maka (a,b)[a,b] = ab Contoh (1) Karena (16,20) = 4 dan [16,20] = 80, terdapat hubungan (16,20)[16,20] = 4.80 = 320 = 16.20 (2) (25,18) = 1 dan [25,18] = 450, terdapat hubungan (25,18)[25,18] = 1.450=25.18
  • 7. RANGKUMAN 1. Bilangan bulat c merupakan kelipatan persekutuan dari a dan b jika a|c dan bc. 2. Kelipatan Persekutuan terkecil (KPK) dari a dan b yang keduanya tidak nol, ditulis dengan notasi [a,b]. 3. [a,b] = d jika (i) a|d dan b|d, serta (ii) jika a|e dan b|e maka d ≤ e. 4. Jika c suatu kelipatan persekutuan dari a dan b maka [a,b]|c. atau diktakan bahwa kelipatan persekutuan terkecil dari dua bilangan selalu membagi setiap kelipatan pesekutuan dari dua bilangan itu. 5. Jika m suatu bilangan bulat positif, maka [ma,mb] = m[a,b]. 6. Jika (a,b) = 1 maka [a,b] = ab. Prinsip-prinsip (5) dan (6) ini membantu kita mempermudah menghitung KPK dari dua bilangan. 7. Jika a dan b dua bilangan positif, maka (a,b)[a,b] = ab. Atau dengan kata lain: hasil kali FPB dan KPK dari dua bilangan positif sama dengan hasil kali dua bilangan itu. LATIHAN Benar atau salahkah pernyataan-pernyataan berikut ini? Jika benar, buktikanlah pernyataannya, dan jika salah, berilah suatu contoh kontranya. 1. Jika (a,b) = (a,c) maka [a,b] = [a,c] 2. [a,-b] = [a,b] 3. Jika d|(a,b) maka d|[a,b]. 4. Jika c|[a,b] maka c|(a,b). 5. (a,b)|[a,b] 6. [a,b]|(a,b)zaAS 7. (a,b) = [a,b] jika dan hanya jika a = b.
  • 8. 8. Jika c suatu kelipatan persekutuan dari a dan b maka (a,b)|c. 9. Jika [a,b] = b maka a|b. 10. Jika a|b maka [a,b] = b. JAWAB: 1. Salah. Contoh: (3,5) = (3,7) = 1, tetapi [3,5] ≠ [3,7], yaitu: [3,5] = 15 dan [3,7] = 21. 2. Benar. [a,-b] dan [a,b] masing-masing adalah bilangan bulat positif terkecil yang merupakan kelipatan persekutuan dari a dan b. 3. Benar. Misalkan (a,b)n= c, maka c|a dan c|b. dank arena d|c maka dengan sifat transitif, d|a dan d|b. misalkan [a,b] = t, maka a|t dan b|t. karena d|a dan d|t maka d|t. karena d|b dan b|t maka d|t, jadi d|[a,b]. 4. Salah. Contoh: ambil a = 5, b = 7 dan c = 5, sehingga 5|[5,7], yaitu 5|35. Tetapi 5 tidak membagi (5,7) = 1. 5. Benar. Misalkan (a,b) = d maka d|a dan d|b. dank arena a|[a,b] maka d|[a,b]. jadi (a,b)|[a,b]. 6. Salah. Contoh: ambil a = 3 dan b = 7, maka [3,7] = 21 dan (3,7) = 1 dan 21 tidak membagi 1. 7. Benar. Misalkan (a,b) = t maka t|a dan t|b. karena (a,b) = [a,b], maka [a,b] = t, sehingga a|t dan b|t. selanjutnya, karena t|a dan a|t maka a = t. demikian pula karena t|b dan b|t maka b = t. karena a = t dan b = t maka a = b. sebaliknya, jika a = b maka (a,a) = [a,a] = a. 8. Benar. C adalah suatu kelipatan dari a dan b, maka a|c dan b|c. misalkan (a,b) = d, maka a|a dan d|b, d|a dan a|c mka d|c. demikian pula d|b dan b|c maka d|c. jadi (a,b)|c. 9. Benar. Sesuai dengan definisi FPB dua bilangan a dan b.
  • 9. 10. Benar. a|b maka ada bilangan bulat k sehingga b = ka, sehingga [a,b] = [a,ka] = ka = b.