3
Most read
5
Most read
13
Most read
Kepemimpinan KH.
Ahmad Dahlan
Universitas
Muhammadiyah
Prof. Dr. Hamka
2023 Shofi Chaizarani
Kebenaran suatu hal
tidaklah ditentukan oleh
berapa banyaknya orang
yang mempercayainya.
Riwayat
K.H. Ahmad Dahlan memiliki nama kecil Muhammad Darwis, ia lahir dari
sebuah keluarga muslim di Kauman Yogyakarta pada 1 Agustus 1868.
Sebutan K.H. Ahmad Dahlan itu sendiri didapatkan saat setelah
sekembalinya menunaikan ibadah haji dari Mekkah. K.H. Ahmad Dahlan
merupakan anak ke empat dari tujuh bersaudara, ia merupakan
keturunan ke duabelas dari Maulana Malik Ibrahim, salah satu seorang
walisongo dalam penyebaran agama Islam ditanah Jawa. Ayah K.H.
Ahmad Dahlan bernama K.H. Abu Bakar bin K.H. Sulaiman, seorang
ulama dan khatib di Masjid Besar Kesultanan Yogyakarta. Ibunya
bernama Siti Aminah Putri dari H. Ibrahim yang juga menjabat penghulu
Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada masa itu
Riwayat
Pendidikan Muhammad Darwis semasa kecilnya pertama kali dididik oleh ayahnya
sendiri mengenai baca tulis al-Quran dan pengetahuan agama Islam. Pendidikan
Islam pada waktu itu biasanya dilakukan di pondok atau pesantren ataupun surau-
surau. Pada usia 8 tahun Muhammad Darwis telah berhasil menyelesaikan
pelajaran membaca al-quran serta menghafal 20 sifat-sifat Allah. Setelah mencapai
usia yang cukup dan pemahaman keIslaman yang baik kemudian Muhammad
Darwis belajar kepada beberapa ulama, seperti pengetahuan Fiqh yang
dipelajarinya dari K.H. Muhammad Saleh, pengetahuan nahwu dari K.H. Muhsin,
dan pengetahuan lainnya. Diantara guru-guru K.H. Ahmad Dahlan yang lainnya
adalah K.H.R. Dahlan, K.H. Mahfuz, Syaikh Khayyat Sattokh, Syaikh Amin, dan Sayid
Bakri. Sebelum mendirikan organisasi Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan
menjadi tenaga pengajar agama dikampungnya. Disamping itu, ia juga mengajar di
sekolah negeri, seperti Kweekschool (sekolah Pendidikan guru) di jetis (yogyakarta)
dan Opleiding School Voor Inlandhsche Ambtenaren (OSVIA, sekolah untuk
pegawai pribumi) di Magelang, sambal mengajar, ia juga berdagang dan bertabligh.
Gagasan tersebut banyak mempengaruhi pemikiran K.H. Ahmad Dahlan dalam
pembaharuan Islam di Indonesia. Beberapa kitab yang lain adalah al-Islam wa
Nasroniyah karangan Abduh, Idzar al-Haq karangan Rahmatullah al-Hindi, dan
juga kitab-kitab hadis karangan ulama-ulama Mazhab Hambali Selain gagasan
pemikiran-pemikiran pembaharuan Islam yang ia pelajari, atas saran yang
diajukan oleh murid-muridnya dan beberapa anggota Budi Utomo mendorong K.H.
Ahmad Dahlan untuk mendirikan suatu lembaga Pendidikan.
Latar belakang lahirnya
muhammadiyah
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam di Indonesia lahir dan ditetapkan pada tanggal 8
Dzulhijjah 1330 H/18 November 1912. Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan Islam di
Indonesia ini dipelopori oleh K.H. Ahmad Dahlan. Organisasi Muhammadiyah merupakan
organisasi terbesar ke 2 setelah Nahdhatul Ulama di Indonesia, berciri khaskan gerakan Islam,
gerakan dakwah, dan gerakan tajdid/pembaharuan. Secara historis faktor yang menjadi latar
belakang berdirinya Muhammadiyah adalah adanya pemahaman agama umat Islam di
Indonesia yang beragamdan kondisi keadaan masyarakat Kauman-Yogyakarta ketika itu yang
jauh dari kesejahteraan dan pendidikan. Oleh karena itu K. H. Ahmad Dahlan mempunyai
gagasan utuk membuat sebuah lembaga pendidikan serta mengembangkan Muhammadiyah
sebagai media yang bertujuan membebaskan bangsa dari permasalahan-permasalahan di atas.
K. H. Ahmad Dahlan diawal berdirinya persyarikatan Muhammadiyahyang terkenal sebagai
gerakan spirit Q.S. AlMa’un(Huda, 2011) yang inti dari gerakan tersebut yaknikepedulian sosial
dengan jalan menyantuni anak yatim, kaum mustad’afin dan janda di Yogyakarta ketika itu.
TERDAPAT 5 POKOK PEMIKIRAN, YAITU
BIDANG EKONOMI
penentuan arah kiblat yang tepat
dalam shalat, Penggunaan
perhitungan astronomi dalam
menentukan permulaan dan akhir
bulan puasa (hisab),
Menyelenggarakan shalat bersama
di lapangan terbuka pada hari raya
Islam, idul fitri, dan idul adha,
Pengumpulan dan pembagian
zakat fitrah dan qurban pada dua
hari raya (idul fitri dan idul adha)
BIDANG KEAGAMAAN
kebijakan ekonomi liberal yang
diberlakukan secara formal sejak
tahun 1870 telah memberi
kesempatan tidak hanya kepada
pemerintah koonial, melainkan
juga kepada pihak asing untuk
melakukan eksploitasi terhadap
sumber-sumber ekonomi di
seluruh Indonesia.
bidang pendidikan
mendirikan sekolah Muhammadiyah tingkat
dasar, madrasah mu’allimin/sekolah khusus
calon guru (kweekschoolMuhammadiyah)
yang pembelajarannya memadukan antara
ilmu agama dan ilmu pengetahuan, serta
bidang kesehatandengan membangun rumah
sakit Muhammadiyah
bidang sosial
mendirikan rumah sakit, poliklinik, rumah yatim piatu
bidang dakwah
cara dakwah yang dilakukan oleh Muhammadiyah pada
awal berdirinya tidak hanya memakai cara-cara
konfensional. Gerakan dakwah Muhammadiyah juga
menggunakan media.
terdapat 5 pokok pemikiran, yaitu
STRATEGI DAN PEMIKIRANK. H. AHMAD
DAHLAN MENDIRIKAN PERSYARIKATAN
MUHAMMADIYAH DI
KAUMANYOGYAKARTA
Menurut A.R. Fakhruddin: secara normatif-
konseptual, identitas atau ciri khas
Muhammadiyah dialamatkan pada gerakan
Islam, gerakan dakwah dan gerakan
tajdid/pembaharuan(Ali, 2016). maka jauh
sebelum pendirian Muhammadiyah pada tahun
1912 yang dilakukan oleh K. H. Ahmad Dahlan,
telah banyak gerakan atau upaya yang mewarnai
perjuangannya diantaranya, yaitu:
PERTAMA KEDUA
setelah pulangnya K. H. Ahmad Dahlan menunaikan
ibadah haji, menjalin kedekatan dengan
pemerintahan kolonial Hindia Belanda dengan jalan
menjadi seorang pendidik di
KweekschoolGubernamen Jetis milik kolonial
Belanda. Hal ini dapat dikatakan terlihat unik
dikarenakan K. H. Ahmad Dahlan terhadap Hindia
Belanda bercorak Rival-Moderat. dalam artian
mengakui keberadaan kolonial Hindia Belanda sebagai
pemerintah ketika itu sehingga tidak ditemukan
tulisantulisan yang mengarah untuk melakukan
pertentangan terhadap penjajahan kolonial Belanda,
namun bukan berarti K. H. Ahmad Dahlan memihak
kepada Belanda karena perjuangan dan pola
pemikiran K. H. Ahmad Dahlan memperhatikan kaum
yang lemah dan penindasan yang terjadi ketika itu
bergabungnya K. H. Ahmad Dahlan dengan
organisasi Budi Utomo(Syukri  Ismail, 2014)
dengan salah satu tujuannya ialah memasukkan
nilai agama ke dalam organisasi tersebut sesuai
kebutuhan para anggota organisasi Budi
Utomosehingga melalui organisasi tersebut K. H.
Ahmad Dahlan mendapatkan dorongan agar
membuat sekolah Islam.
KETIGA KEEMPAT
bergabung dengan Jam’iatul Khair dan Syarikat
Islam
melakukan tabligh dan lawatan ke berbagai daerah
di pulau Jawa dalam rangka menyuarakan umat
Islam harus kembali kepada Al-Qur’an dan As-
Sunnah serta menghindari dari segala bentuk
amalan yang menjerumuskan pelakunya dalam
kesyirikan,khurafa’at, dan tahayul.
3 langkah KH. Ahmad Dahlanuntuk
menerapkan kepada murid
pengetahuan sejati tentang
menyeimbangkan elemen
kehidupan dapat dicapai
melalui sikap kritis dan
pikiran terbuka dengan
menggunakan akal sehat dan
fokus pada kebenaran
dengan hati yang murni
akal sehat sebagai dasar
kebutuhan hidup manusia
'ilmu mantiq' atau logika
merupakan salah satu mata
pelajaran penting dalam
pendidikan untuk akal
manusia untuk melakukan
pemikiran rasional.
VISIONING, YAITU
MEMBERIKAN RUMUSAN
MASA DEPAN
III.
I. II.
IV. V.
Perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam
Perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam
hal kepemimpinan
hal kepemimpinan
COACHING, YAITU
MELATIH SATU DEMI
SATU HINGGA SESUAI
DENGAN APA YANG
KITA HARAPKAN
TEAM BUILDING, YAITU
BEKERJA SECARA
TEAM/BERSAMA-
SAMA/SALING BAHU-
MEMBAHU.
STIMULATING, YAITU
BERFIKIR MAJU DENGAN
MELAHIRKAN IDE-IDE
YANG BARU
NSPIRING, YAITU
SENANTIASA MEMOTIVASI
DIRI DAN BAWAHAN
Kiprah Muhammadiyah
antara lain sebagai berikut
Membangun
Sistem
Pendidikan Islam
Moderen
01 03 04
02
05 07
06
Memperbarui
Paham Islam
Memperbarui Alam
Pikiran Ke arah
Kemajuan Atau
Kemoderenan
Gerakan Al-Maa’un
(Penyantu- nan) Dan
Penolong
Kesengsaraan Umum
Membentengi Umat
Islam Dalam
Berbagai Ancaman
Luar
Memodernisasi
Kehidupan
Masyarakat
Mempelopori
Kemajuan
Perempuan Islam
Ke ruang Publik
Ketiga tokoh pembaruan Islam inilah yang
mempengaruhi pemikiran K.H. Ahmad Dahlan
untuk melaksanakan kegiatan pembaruan di
Indonesia
Rasyid Ridha
1865-1935
Jamaludin
al-Afghani
1838-1897
Muhammad
Abduh
1849-1905
PEMIKIRAN K.H. AHMAD DAHLAN
(KONSEP PEMBAHARUAN
PENDIDIKAN ISLAM)
K.H. Ahmad Dahlan diakui sebagai seorang tokoh pembaharuan dan
pergerakan Islam di Indonesia, antara lain karena ia berperan dalam
mengembangkan pendidikan Islam dengan pendekatan-pendekatan yang
lebih modern. Pengalaman pendidikannya sejak dari pesantren hingga studi
di mekkah, memungkinkannya untuk melakukan hal tersebut. Ia sendiri
berkepentingan dengan mengembangkan Pendidikan Islam karena melihat
banyaknya pengalaman keislaman masyarakat yang menurutnya tidak sesuai
dengan ajaran al-quran dan al-hadist. Begitu pun pergaulannya yang luas
dengan berbagai kalangan, telah merangsang dirinya untuk melakukan
pembaharuan, termasuk bidang Pendidikan.Beberapa pemikiran K.H. Ahmad
Dahlan yang perlu dipahami terutama terutama dalam bidang Pendidikan
ialah mengenai pembaruan Pendidikan Islam yang meliputi pembaruan
tujuan Pendidikan, pembaruan Teknik penyelenggaraan Pendidikan, dan
proses pembelajaran dalam Pendidikan. Hal tersebut dapat di pahami sebagai
berikut:
TUJUAN PENDIDIKAN
SISTEM PENDIDIKAN
Pendidikan di Indonesia berada pada kondisi yang sangat
memprihatinkan saat zaman penjajahan kolonial belanda.
Dimana lembaga Pendidikan mendapat perlawanan yang
sangat kuat terhadap lembaga yang didirikan oleh
pemerintah kolonial belanda. Hal ini disadari betul oleh
pemerintah kolonial Belanda peran Pendidikan sangat
tinggi dalam mewujudkan peradaban, oleh karenanya
pemerintah belanda menginginkan masyarakat saat itu
menjadi bodoh dan tak berpendidikan. Di bawah
tantangan sistem Pendidikan yang demikian ini,
persyrikatan Muhammadiyah menjawabnya dengan
mendirikan sekolah yang serupa tetapi tidak sama
kurikulumnya. Kurikulum Sekolah persyrikatan
Muhammadiyah berbeda dengan kurikulum Sekolah yang
didirikan oleh pemerintah colonial belanda. Perbedaanya,
disekolah persyrikatan Muhmmadiyah ada mata pelajaran
al-quran. Pendirian sekolah pada saat itu mengikuti sistem
Sekolah yang didirikan oleh pemerintah Kolonial belanda.
K.H. Ahmad Dahlan sebagaimana diungkap
dalam bukunya Suwito dan Fauzan bahwa
tujuan Pendidikan untuk membentuk
manusia yang;
a. Alim dalam ilmu agama
b. Berpandangan luas, dengan memiliki
pengatahuan umum
c. Siap berjuang, mengabdi untuk
Muhammadiyah dalam menyantuni nilai-
nilai keutamaan dalam masyarakat.
Materi
pembelajaran
metode
pengajaran
akidah
akhlak
ibadah
muamalah
ilmu
pengetahuan
umum
Di dalam menyampaikan materi pengajaran K.H. Ahmad Dahlan
bukan hanya
menyampaikan materi berdasarkan teks-teks saja, namun
menyampaikan
pengajaran yang kontektual kepada jamaah ataupun masyarakat saat
itu. seperti halnya dalam pengajaran teologi al maun yang
disampaikan secara
berulang-ulang hingga murid-muridnya merasa bosan dan
menanyakan
maksudnya kepada K.H Ahmad Dahlan. Kemudian beliau menyuruh
para
uridnya untuk mencari anak yatim yang kemudian didapatinya oleh
para
smuridnya. Dari peristiwa pengajaran yang dilakukan K.H. Ahmad
Dahlan
tersebut memiliku makna bahwa pengajaran agama bukan hanya
untuk
dihafalkan namun harus didalami kandungannya yang kemudian
diaktualisasikan didalam kehidupan sehari-hari.
terobosan yang dilakukan K. H. Ahmad Dahlan
setelah terbentuknya Persyarikatan
Muhammadiyah ini di antaranya
mengajukan surat permintaan badan
hukum kepada Gubernur Jenderal
Hindia Belanda dengan mengirim
Statuten Muhammadiyah.Permintaan
izin tersebut baru disahkan oleh
Gubernur Jenderal Hindia Belanda
pada 22 Agustus 1914 melalui Besluit
Gubernur Jenderal No. 81
1
K. H. Ahmad Dahlan banyak
melakukan silaturahmi,
munaqasyah/diskusi ilmiah,
taushiyah, serta memberikan
keteladanan dalam praktek
pengamalan agama Islam
2
terbentuknya perangkat awal dalam tubuh
Muhammadiyah seperti, pembentukan majelis tabligh,
majelis sekolahan dan pengajaran yang (sekarang menjadi
majelis pendidikan dasar dan menengah), majelis taman
pustaka, dan majelis penolong kesengsaraan
umum,‘aisyiyah, gerakan kepanduan HisbulWathan,
menerbitkan majalah SuaraMuhammadiyah, selain itu
pula mendirikan panti asuhan yatim/piatu
3
https://jurnalnasional.ump.ac.id/inde
x.php/ISLAMADINA/article/view/2897
/2047
https://journal.uny.ac.id/index.php/h
umanika/article/view/23128
https://journal.unismuh.ac.id/index.p
hp/tarbawi/article/view/362/331
Referensi
Thank You
for looking!

More Related Content

PPTX
KH Ahmad Dahlan.pptx
PPTX
Sejarah berdirinya muhammadiyah
PPTX
Sejarah Singkat tentang Muhammadiyah
PPTX
Hasyim Asy'ari
PPT
Gerakan Muhammadiyah
PPTX
Bab VI Mukadimah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah.pptx
PPTX
Materi Paham Risalah Islam Berkemajuan.pptx
PPT
IDEOLOGI MUHAMMADIYAH.ppt
KH Ahmad Dahlan.pptx
Sejarah berdirinya muhammadiyah
Sejarah Singkat tentang Muhammadiyah
Hasyim Asy'ari
Gerakan Muhammadiyah
Bab VI Mukadimah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah.pptx
Materi Paham Risalah Islam Berkemajuan.pptx
IDEOLOGI MUHAMMADIYAH.ppt

What's hot (20)

PPTX
Ppt Dinasti Abbasiyah
PPTX
Gerakan pembaharuan islam di indonesia
PDF
Biografi HAMKA
PPTX
Pengaruh pembaruan islam di indonesia
PPSX
Turki utsmani
DOCX
Pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam pada periode khulafaur rasyidi1
DOCX
Makalah tentang sejarah dan perkembangan aliran wahabi
PPT
Agama islam orientalisme
PPTX
Power Point Sejarah perkembangan pendidikan islam pada masa khulafaur rasyidin
PPTX
Kemunduran umat islam
PPTX
Islam masuk ke Afrika
PDF
Bab 6 perkembangan islam masa daulah bani umayyah di andalusia
PPTX
Berdirinya Dinasti Abbasiyah
PPSX
Perkembangan Islam di Dunia
PPTX
PPT Iman kepada rasul
PPT
Ski kls xii
DOCX
Makalah pengertian hadits sunah.khabar dan atsar serta unsurnya
DOC
Makalah ijaz alquran
DOCX
PPTX
PPT SKI Tokoh dan peran bani abbasyiah
Ppt Dinasti Abbasiyah
Gerakan pembaharuan islam di indonesia
Biografi HAMKA
Pengaruh pembaruan islam di indonesia
Turki utsmani
Pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam pada periode khulafaur rasyidi1
Makalah tentang sejarah dan perkembangan aliran wahabi
Agama islam orientalisme
Power Point Sejarah perkembangan pendidikan islam pada masa khulafaur rasyidin
Kemunduran umat islam
Islam masuk ke Afrika
Bab 6 perkembangan islam masa daulah bani umayyah di andalusia
Berdirinya Dinasti Abbasiyah
Perkembangan Islam di Dunia
PPT Iman kepada rasul
Ski kls xii
Makalah pengertian hadits sunah.khabar dan atsar serta unsurnya
Makalah ijaz alquran
PPT SKI Tokoh dan peran bani abbasyiah
Ad

Similar to KEPEMIMPINAN K.H AHMAD DAHLAN (20)

PPTX
Usman Afandi - Pemikiran Pendidikan Islam KH. Ahmad Dahlan.pptx
PPTX
PEMIKIRAN KH Ahmad dahlan dalam materi tugas kuliah
PDF
2B NABIILAAH SALSABIL.pdf
DOCX
Model dan Strategi Pembelajaran Publikasi, Strategi dan Pembelajaran Kh. Ahm...
PDF
Model dan Strategi Pembelajaran Publikasi, Strategi dan Pembelajaran Kh. Ahm...
PDF
PEMIKIRAN KH AHMAD DAHLAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN.pdf
PPTX
SEJARAH BERDIRINYA MUHAMMADIYAH (1).pptx
PPTX
Sejarah Muhammadiyah di indonesia kel 3.pptx
PPT
azzizah muanwaroh.ppt. pemikiran KH Ahmad Dahlan
PDF
KEPEMIMPINAN K.H AHMAD DAHLAN.pdf
DOCX
Sejarah Muhammadiyah
PPTX
Bab III Sejarah Muhammadiyah.pptx
PPTX
Keteladanan Tokoh Islam di Indonesia.pptx
PPTX
Al_Islam_dan_Kemuhammadiyahan_Sejarah_Te.pptx
PPTX
Ppt Kel. 1.pptx
PDF
KEPEMIMPINAN K. H. AHMAD DAHLAN.pdf
PDF
AHMAD DAHLAN.pdf
PPTX
Presentation1Presentation1 Presentation1.pptx
PPTX
SEJARAH_MUHAMMADIYAH.pptx
Usman Afandi - Pemikiran Pendidikan Islam KH. Ahmad Dahlan.pptx
PEMIKIRAN KH Ahmad dahlan dalam materi tugas kuliah
2B NABIILAAH SALSABIL.pdf
Model dan Strategi Pembelajaran Publikasi, Strategi dan Pembelajaran Kh. Ahm...
Model dan Strategi Pembelajaran Publikasi, Strategi dan Pembelajaran Kh. Ahm...
PEMIKIRAN KH AHMAD DAHLAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN.pdf
SEJARAH BERDIRINYA MUHAMMADIYAH (1).pptx
Sejarah Muhammadiyah di indonesia kel 3.pptx
azzizah muanwaroh.ppt. pemikiran KH Ahmad Dahlan
KEPEMIMPINAN K.H AHMAD DAHLAN.pdf
Sejarah Muhammadiyah
Bab III Sejarah Muhammadiyah.pptx
Keteladanan Tokoh Islam di Indonesia.pptx
Al_Islam_dan_Kemuhammadiyahan_Sejarah_Te.pptx
Ppt Kel. 1.pptx
KEPEMIMPINAN K. H. AHMAD DAHLAN.pdf
AHMAD DAHLAN.pdf
Presentation1Presentation1 Presentation1.pptx
SEJARAH_MUHAMMADIYAH.pptx
Ad

Recently uploaded (20)

PDF
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PPTX
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas X SMA Terbaru 2025
PDF
PPT Materi Kelas Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika (MPH) 2025
PDF
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
PPTX
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pptx
PDF
Analisis dan Evaluasi Kemasan Produk Teknik dan Faktor Penilaian
PPTX
Materi Refleksi Akhir Tahun Sutan Raja.pptx
PDF
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
PPTX
Paparan Pembelajaran Mendalam V2 (fix).pptx
PDF
Materi Sosialisasi OMI Jawa Timur 2025.pdf
PPTX
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PDF
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
PPTX
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Fisika Kelas 12 SMA Terbaru 2025
PDF
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas X SMA Terbaru 2025
PPT Materi Kelas Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika (MPH) 2025
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pptx
Analisis dan Evaluasi Kemasan Produk Teknik dan Faktor Penilaian
Materi Refleksi Akhir Tahun Sutan Raja.pptx
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
Paparan Pembelajaran Mendalam V2 (fix).pptx
Materi Sosialisasi OMI Jawa Timur 2025.pdf
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
Modul Ajar Deep Learning Fisika Kelas 12 SMA Terbaru 2025
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf

KEPEMIMPINAN K.H AHMAD DAHLAN

  • 2. Kebenaran suatu hal tidaklah ditentukan oleh berapa banyaknya orang yang mempercayainya.
  • 3. Riwayat K.H. Ahmad Dahlan memiliki nama kecil Muhammad Darwis, ia lahir dari sebuah keluarga muslim di Kauman Yogyakarta pada 1 Agustus 1868. Sebutan K.H. Ahmad Dahlan itu sendiri didapatkan saat setelah sekembalinya menunaikan ibadah haji dari Mekkah. K.H. Ahmad Dahlan merupakan anak ke empat dari tujuh bersaudara, ia merupakan keturunan ke duabelas dari Maulana Malik Ibrahim, salah satu seorang walisongo dalam penyebaran agama Islam ditanah Jawa. Ayah K.H. Ahmad Dahlan bernama K.H. Abu Bakar bin K.H. Sulaiman, seorang ulama dan khatib di Masjid Besar Kesultanan Yogyakarta. Ibunya bernama Siti Aminah Putri dari H. Ibrahim yang juga menjabat penghulu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada masa itu
  • 4. Riwayat Pendidikan Muhammad Darwis semasa kecilnya pertama kali dididik oleh ayahnya sendiri mengenai baca tulis al-Quran dan pengetahuan agama Islam. Pendidikan Islam pada waktu itu biasanya dilakukan di pondok atau pesantren ataupun surau- surau. Pada usia 8 tahun Muhammad Darwis telah berhasil menyelesaikan pelajaran membaca al-quran serta menghafal 20 sifat-sifat Allah. Setelah mencapai usia yang cukup dan pemahaman keIslaman yang baik kemudian Muhammad Darwis belajar kepada beberapa ulama, seperti pengetahuan Fiqh yang dipelajarinya dari K.H. Muhammad Saleh, pengetahuan nahwu dari K.H. Muhsin, dan pengetahuan lainnya. Diantara guru-guru K.H. Ahmad Dahlan yang lainnya adalah K.H.R. Dahlan, K.H. Mahfuz, Syaikh Khayyat Sattokh, Syaikh Amin, dan Sayid Bakri. Sebelum mendirikan organisasi Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan menjadi tenaga pengajar agama dikampungnya. Disamping itu, ia juga mengajar di sekolah negeri, seperti Kweekschool (sekolah Pendidikan guru) di jetis (yogyakarta) dan Opleiding School Voor Inlandhsche Ambtenaren (OSVIA, sekolah untuk pegawai pribumi) di Magelang, sambal mengajar, ia juga berdagang dan bertabligh. Gagasan tersebut banyak mempengaruhi pemikiran K.H. Ahmad Dahlan dalam pembaharuan Islam di Indonesia. Beberapa kitab yang lain adalah al-Islam wa Nasroniyah karangan Abduh, Idzar al-Haq karangan Rahmatullah al-Hindi, dan juga kitab-kitab hadis karangan ulama-ulama Mazhab Hambali Selain gagasan pemikiran-pemikiran pembaharuan Islam yang ia pelajari, atas saran yang diajukan oleh murid-muridnya dan beberapa anggota Budi Utomo mendorong K.H. Ahmad Dahlan untuk mendirikan suatu lembaga Pendidikan.
  • 5. Latar belakang lahirnya muhammadiyah Muhammadiyah sebagai gerakan Islam di Indonesia lahir dan ditetapkan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 November 1912. Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan Islam di Indonesia ini dipelopori oleh K.H. Ahmad Dahlan. Organisasi Muhammadiyah merupakan organisasi terbesar ke 2 setelah Nahdhatul Ulama di Indonesia, berciri khaskan gerakan Islam, gerakan dakwah, dan gerakan tajdid/pembaharuan. Secara historis faktor yang menjadi latar belakang berdirinya Muhammadiyah adalah adanya pemahaman agama umat Islam di Indonesia yang beragamdan kondisi keadaan masyarakat Kauman-Yogyakarta ketika itu yang jauh dari kesejahteraan dan pendidikan. Oleh karena itu K. H. Ahmad Dahlan mempunyai gagasan utuk membuat sebuah lembaga pendidikan serta mengembangkan Muhammadiyah sebagai media yang bertujuan membebaskan bangsa dari permasalahan-permasalahan di atas. K. H. Ahmad Dahlan diawal berdirinya persyarikatan Muhammadiyahyang terkenal sebagai gerakan spirit Q.S. AlMa’un(Huda, 2011) yang inti dari gerakan tersebut yaknikepedulian sosial dengan jalan menyantuni anak yatim, kaum mustad’afin dan janda di Yogyakarta ketika itu.
  • 6. TERDAPAT 5 POKOK PEMIKIRAN, YAITU BIDANG EKONOMI penentuan arah kiblat yang tepat dalam shalat, Penggunaan perhitungan astronomi dalam menentukan permulaan dan akhir bulan puasa (hisab), Menyelenggarakan shalat bersama di lapangan terbuka pada hari raya Islam, idul fitri, dan idul adha, Pengumpulan dan pembagian zakat fitrah dan qurban pada dua hari raya (idul fitri dan idul adha) BIDANG KEAGAMAAN kebijakan ekonomi liberal yang diberlakukan secara formal sejak tahun 1870 telah memberi kesempatan tidak hanya kepada pemerintah koonial, melainkan juga kepada pihak asing untuk melakukan eksploitasi terhadap sumber-sumber ekonomi di seluruh Indonesia.
  • 7. bidang pendidikan mendirikan sekolah Muhammadiyah tingkat dasar, madrasah mu’allimin/sekolah khusus calon guru (kweekschoolMuhammadiyah) yang pembelajarannya memadukan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan, serta bidang kesehatandengan membangun rumah sakit Muhammadiyah bidang sosial mendirikan rumah sakit, poliklinik, rumah yatim piatu bidang dakwah cara dakwah yang dilakukan oleh Muhammadiyah pada awal berdirinya tidak hanya memakai cara-cara konfensional. Gerakan dakwah Muhammadiyah juga menggunakan media. terdapat 5 pokok pemikiran, yaitu
  • 8. STRATEGI DAN PEMIKIRANK. H. AHMAD DAHLAN MENDIRIKAN PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH DI KAUMANYOGYAKARTA Menurut A.R. Fakhruddin: secara normatif- konseptual, identitas atau ciri khas Muhammadiyah dialamatkan pada gerakan Islam, gerakan dakwah dan gerakan tajdid/pembaharuan(Ali, 2016). maka jauh sebelum pendirian Muhammadiyah pada tahun 1912 yang dilakukan oleh K. H. Ahmad Dahlan, telah banyak gerakan atau upaya yang mewarnai perjuangannya diantaranya, yaitu:
  • 9. PERTAMA KEDUA setelah pulangnya K. H. Ahmad Dahlan menunaikan ibadah haji, menjalin kedekatan dengan pemerintahan kolonial Hindia Belanda dengan jalan menjadi seorang pendidik di KweekschoolGubernamen Jetis milik kolonial Belanda. Hal ini dapat dikatakan terlihat unik dikarenakan K. H. Ahmad Dahlan terhadap Hindia Belanda bercorak Rival-Moderat. dalam artian mengakui keberadaan kolonial Hindia Belanda sebagai pemerintah ketika itu sehingga tidak ditemukan tulisantulisan yang mengarah untuk melakukan pertentangan terhadap penjajahan kolonial Belanda, namun bukan berarti K. H. Ahmad Dahlan memihak kepada Belanda karena perjuangan dan pola pemikiran K. H. Ahmad Dahlan memperhatikan kaum yang lemah dan penindasan yang terjadi ketika itu bergabungnya K. H. Ahmad Dahlan dengan organisasi Budi Utomo(Syukri Ismail, 2014) dengan salah satu tujuannya ialah memasukkan nilai agama ke dalam organisasi tersebut sesuai kebutuhan para anggota organisasi Budi Utomosehingga melalui organisasi tersebut K. H. Ahmad Dahlan mendapatkan dorongan agar membuat sekolah Islam.
  • 10. KETIGA KEEMPAT bergabung dengan Jam’iatul Khair dan Syarikat Islam melakukan tabligh dan lawatan ke berbagai daerah di pulau Jawa dalam rangka menyuarakan umat Islam harus kembali kepada Al-Qur’an dan As- Sunnah serta menghindari dari segala bentuk amalan yang menjerumuskan pelakunya dalam kesyirikan,khurafa’at, dan tahayul.
  • 11. 3 langkah KH. Ahmad Dahlanuntuk menerapkan kepada murid pengetahuan sejati tentang menyeimbangkan elemen kehidupan dapat dicapai melalui sikap kritis dan pikiran terbuka dengan menggunakan akal sehat dan fokus pada kebenaran dengan hati yang murni akal sehat sebagai dasar kebutuhan hidup manusia 'ilmu mantiq' atau logika merupakan salah satu mata pelajaran penting dalam pendidikan untuk akal manusia untuk melakukan pemikiran rasional.
  • 12. VISIONING, YAITU MEMBERIKAN RUMUSAN MASA DEPAN III. I. II. IV. V. Perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam Perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam hal kepemimpinan hal kepemimpinan COACHING, YAITU MELATIH SATU DEMI SATU HINGGA SESUAI DENGAN APA YANG KITA HARAPKAN TEAM BUILDING, YAITU BEKERJA SECARA TEAM/BERSAMA- SAMA/SALING BAHU- MEMBAHU. STIMULATING, YAITU BERFIKIR MAJU DENGAN MELAHIRKAN IDE-IDE YANG BARU NSPIRING, YAITU SENANTIASA MEMOTIVASI DIRI DAN BAWAHAN
  • 13. Kiprah Muhammadiyah antara lain sebagai berikut Membangun Sistem Pendidikan Islam Moderen 01 03 04 02 05 07 06 Memperbarui Paham Islam Memperbarui Alam Pikiran Ke arah Kemajuan Atau Kemoderenan Gerakan Al-Maa’un (Penyantu- nan) Dan Penolong Kesengsaraan Umum Membentengi Umat Islam Dalam Berbagai Ancaman Luar Memodernisasi Kehidupan Masyarakat Mempelopori Kemajuan Perempuan Islam Ke ruang Publik
  • 14. Ketiga tokoh pembaruan Islam inilah yang mempengaruhi pemikiran K.H. Ahmad Dahlan untuk melaksanakan kegiatan pembaruan di Indonesia Rasyid Ridha 1865-1935 Jamaludin al-Afghani 1838-1897 Muhammad Abduh 1849-1905
  • 15. PEMIKIRAN K.H. AHMAD DAHLAN (KONSEP PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM) K.H. Ahmad Dahlan diakui sebagai seorang tokoh pembaharuan dan pergerakan Islam di Indonesia, antara lain karena ia berperan dalam mengembangkan pendidikan Islam dengan pendekatan-pendekatan yang lebih modern. Pengalaman pendidikannya sejak dari pesantren hingga studi di mekkah, memungkinkannya untuk melakukan hal tersebut. Ia sendiri berkepentingan dengan mengembangkan Pendidikan Islam karena melihat banyaknya pengalaman keislaman masyarakat yang menurutnya tidak sesuai dengan ajaran al-quran dan al-hadist. Begitu pun pergaulannya yang luas dengan berbagai kalangan, telah merangsang dirinya untuk melakukan pembaharuan, termasuk bidang Pendidikan.Beberapa pemikiran K.H. Ahmad Dahlan yang perlu dipahami terutama terutama dalam bidang Pendidikan ialah mengenai pembaruan Pendidikan Islam yang meliputi pembaruan tujuan Pendidikan, pembaruan Teknik penyelenggaraan Pendidikan, dan proses pembelajaran dalam Pendidikan. Hal tersebut dapat di pahami sebagai berikut:
  • 16. TUJUAN PENDIDIKAN SISTEM PENDIDIKAN Pendidikan di Indonesia berada pada kondisi yang sangat memprihatinkan saat zaman penjajahan kolonial belanda. Dimana lembaga Pendidikan mendapat perlawanan yang sangat kuat terhadap lembaga yang didirikan oleh pemerintah kolonial belanda. Hal ini disadari betul oleh pemerintah kolonial Belanda peran Pendidikan sangat tinggi dalam mewujudkan peradaban, oleh karenanya pemerintah belanda menginginkan masyarakat saat itu menjadi bodoh dan tak berpendidikan. Di bawah tantangan sistem Pendidikan yang demikian ini, persyrikatan Muhammadiyah menjawabnya dengan mendirikan sekolah yang serupa tetapi tidak sama kurikulumnya. Kurikulum Sekolah persyrikatan Muhammadiyah berbeda dengan kurikulum Sekolah yang didirikan oleh pemerintah colonial belanda. Perbedaanya, disekolah persyrikatan Muhmmadiyah ada mata pelajaran al-quran. Pendirian sekolah pada saat itu mengikuti sistem Sekolah yang didirikan oleh pemerintah Kolonial belanda. K.H. Ahmad Dahlan sebagaimana diungkap dalam bukunya Suwito dan Fauzan bahwa tujuan Pendidikan untuk membentuk manusia yang; a. Alim dalam ilmu agama b. Berpandangan luas, dengan memiliki pengatahuan umum c. Siap berjuang, mengabdi untuk Muhammadiyah dalam menyantuni nilai- nilai keutamaan dalam masyarakat.
  • 17. Materi pembelajaran metode pengajaran akidah akhlak ibadah muamalah ilmu pengetahuan umum Di dalam menyampaikan materi pengajaran K.H. Ahmad Dahlan bukan hanya menyampaikan materi berdasarkan teks-teks saja, namun menyampaikan pengajaran yang kontektual kepada jamaah ataupun masyarakat saat itu. seperti halnya dalam pengajaran teologi al maun yang disampaikan secara berulang-ulang hingga murid-muridnya merasa bosan dan menanyakan maksudnya kepada K.H Ahmad Dahlan. Kemudian beliau menyuruh para uridnya untuk mencari anak yatim yang kemudian didapatinya oleh para smuridnya. Dari peristiwa pengajaran yang dilakukan K.H. Ahmad Dahlan tersebut memiliku makna bahwa pengajaran agama bukan hanya untuk dihafalkan namun harus didalami kandungannya yang kemudian diaktualisasikan didalam kehidupan sehari-hari.
  • 18. terobosan yang dilakukan K. H. Ahmad Dahlan setelah terbentuknya Persyarikatan Muhammadiyah ini di antaranya mengajukan surat permintaan badan hukum kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda dengan mengirim Statuten Muhammadiyah.Permintaan izin tersebut baru disahkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 22 Agustus 1914 melalui Besluit Gubernur Jenderal No. 81 1 K. H. Ahmad Dahlan banyak melakukan silaturahmi, munaqasyah/diskusi ilmiah, taushiyah, serta memberikan keteladanan dalam praktek pengamalan agama Islam 2 terbentuknya perangkat awal dalam tubuh Muhammadiyah seperti, pembentukan majelis tabligh, majelis sekolahan dan pengajaran yang (sekarang menjadi majelis pendidikan dasar dan menengah), majelis taman pustaka, dan majelis penolong kesengsaraan umum,‘aisyiyah, gerakan kepanduan HisbulWathan, menerbitkan majalah SuaraMuhammadiyah, selain itu pula mendirikan panti asuhan yatim/piatu 3