KONSEP PELAYANAN
KESEHATAN IBU DAN
ANAK DI
MASYARAKAT
NILA W. KESWARA
PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK
IBU HAMIL
IBU
BERSALIN
IBU
MENYUSUI
BAYI
ANAK
BALITA DAN
APRAS
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG KIA
PENGGUNAAN ALAT TRANSPORTASI
PENDANAAN
DONOR DARAH
PENCATATAN DAN PEMANTAUAN
INFORMASI KB
TUJUAN PELAYANAN KIA
tercapainya kemampuan hidup sehat
melalui peningkatan derajat kesehatan
yang optimal, bagi ibu dan keluarganya
untuk menuju Norma Keluarga Kecil
Bahagia Sejahtera (NKKBS) serta
meningkatnya derajat kesehatan anak
untuk menjamin proses tumbuh kembang
optimal yang merupakan landasan bagi
peningkatan kualitas manusia seutuhnya
•Meningkatnya kemampuan ibu (pengetahuan , sikap dan perilaku),
dalam mengatasi kesehatan diri dan keluarganya dengan
menggunakan teknologi tepat guna
•Meningkatnya upaya pembinaan kesehatan balita dan anak
prasekolah secara mandiri di dalam lingkungan keluarga,
paguyuban 10 keluarga, Posyandu, dan Karang Balita serta di
sekolah Taman Kanak-Kanak atau TK
•Meningkatnya jangkauan pelayanan kesehatan bayi, anak balita, ibu
hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan ibu meneteki
•Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin,
nifas, ibu meneteki, bayi dan anak balita
•Meningkatnya kemampuan dan peran serta masyarakat , keluarga
dan seluruh anggotanya untuk mengatasi masalah kesehatan ibu,
balita, anak prasekolah, terutama melalui peningkatan peran ibu
dan keluarganya
TUJUAN
UMUM
TUJUAN
KHUSUS
PRINSIP PELAYANAN KIA
MEMANTAPKAN DAN PENINGKATAN
JANGKAUAN SERTA MUTU
PELAYANAN KIA SECARA EFEKTIF
DAN EFISIEN
Pelayanan KIA diutamakan pada kegiatan pokok :
•Peningkatan pelayanan antenatal di semua fasilitas pelayanan
dengan mutu yang baik serta jangkauan yang setinggi-tingginya
•Peningkatan pertolongan persalinan yang lebih ditujukan kepada
peningkatan pertolongan oleh tenaga professional secara berangsur
•Peningkatan deteksi dini resiko tinggi ibu hamil, baik oleh tenaga
kesehatan maupun di masyarakat oleh kader dan dukun bayi serta
penanganan dan pengamatannya secara terus menerus
•Peningkatan pelayanan neonatal (bayi berumur kurang dari 1bulan)
dengan mutu yang baik dan jangkauan yang setinggi tingginya
PELAYANAN
KEBIDANAN
BERBASIS
MASYARAKAT
Pelayanan kebidanan berbasis masyarakat identik dengan
pelayanan kebidanan komunitas yang pengertiannya adalah
seluruh tugas yang menjadi tanggung jawab praktik profesi bidan
dalam sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan
kesehatan ibu dan anak dalam rangka mewujudkan kesehatan
keluarga dan masyarakat (Syafrudin, 2009).
Ahli lain juga menyatakan pelayanan kebidanan berbasis masyarakat
adalah interaksi bidan dan pasien dalam suatu kegiatan atau aktivitas yang
dilakukan oleh bidan untuk menyelamatkan klien/pasien dari gangguan
kesehatan
Runjati (2011) menyatakan pelayanan kebidanan berbasis masyarakat juga berarti
upaya yang dilakukan oleh bidan untuk pemecahan masalah kesehatan ibu, bayi,
dan anak balita di keluarga, dan di masyarakat
Pelayanan kebidanan mencakup upaya pemeliharaan dan
peningkatan kesehatan melalui kegiatan seperti posyandu,
polindes, bidan di desa, petugas penyalur kontrasepsi dan
lainnya
TUJUAN
TUJUAN
KHUSUS
Meningkatkan cakupan pelayanan kebidanan sesuai dengan
tanggung jawab bidan.
Meningkatkan mutu pelayanan ibu hamil, pertolongan persalinan,
perawatan nifas dan perinatal, serta bayi dan balita secara terpadu.
Menurunkan jumlah kasus-kasus yang berkaitan dengan risiko
kehamilan, persalinan, nifas, dan perinatal
Mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka
kesakitan dan kematian pada ibu, bayi, dan anak
Membangun jaringan kerja dengan fasilitas rujukan dan tokoh
masyarakat setempat atau unsur terkait lainnya.
TUJUAN
UMUM
seorang bidan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,
khususnya kesehatan perempuan atau ibu, bayi, dan balita di wilayah
kerjanya
PRINSIP PELAYANAN KEBIDANAN BERBASIS MASY./KOMUNITAS
Sifatnya multidisplin meliputi ilmu kesehatan
masyarakat, kedokteran, sosial, psikologi, ilmu
kebidanan, dan lain-lain yang mendukung peran
bidan di komunitas.
Bidan tetap berpedoman pada etika profesi
kebidanan yang menjunjung tinggi harkat dan
martabat kemanusiaan klien.
Bidan senantiasa memperhatikan dan memberi
penghargaan terhadap nilai-nilai yang berlaku di
masyarakat, sepanjang tidak merugikan dan tidak
bertentangan dengan prinsip kesehatan.
SASARAN KEBIDANAN BERBASIS MASYARAKAT
Komunitas merupakan satu kesatuan hidup
manusia yang menepati suatu wilayah nyata
dan berinteraksi menurut suatu sistem adat
istiadat, serta terikat oleh suatu rasa
identitas suatu komunitas (Koentjaraningrat,
1990). Ciri-ciri komunitas adalah kesatuan
wilayah, kesatuan adat istiadat, rasa
identitas komunitas, dan loyalitas terhadap
komunitas (Effendy, 1997:5)
•Sasaran pelayanan kebidanan berbasis masyarakat/komunitas adalah
individu, keluarga, dan kelompok masyarakat.
•Sasaran utamanya adalah ibu dan anak dalam keluarga.
•Pelayanan kesehatan ibu meliputi sepanjang siklus kehidupannya
mulai pra-kehamilan, hamil, persalinan, pasca persalinan, masa di luar
kehamilan dan persalinan.
• Sedangkan kesehatan anak meliputi perkembangan dan
pertumbuhan anak mulai dari masa dalam kandungan, masa
bayi, masa balita, masa pra-sekolah, dan masa sekolah
PENDIDIKAN KESEHATAN
• Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan
dengan cara menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga
masyarakat tidak saja sadar, tahu, dan mengerti, tetapi juga mau dan
bisa melakukan sesuatu anjuran yang ada hubungannya dengan
kesehatan.
Azrul Anwar
•Penyuluhan kesehatan adalah gabungan berbagai kegiatan dan
kesempatan yang berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai
suatu keadaan, di mana individu, keluarga, kelompok atau masyarakat
secara keseluruhan ingin hidup sehat, tahu bagaimana caranya dan
melakukan apa yang bisa dilakukan, secara perseorangan maupun
secara kelompok dan meminta pertolongan bila perlu.
Departemen
Kesehatan
•Pendidikan kesehatan adalah sejumlah pengalaman yang berpengaruh
secara menguntungkan terhadap kebiasaan, sikap dan pengetahuan
yang ada hubungannya dengan kesehatan perseorangan, masyarakat
dan bangsa. Kesemuanya ini dipersiapkan dalam rangka
mempermudah diterimanya secara sukarela perilaku yang akan
meningkatkan atau memelihara kesehatan.
Wood
•menyatakan Pendidikan kesehatan adalah unsur program kesehatan
dan kedokteran yang di dalamnya terkandung rencana untuk
merubah perilaku perseorangan dan masyarakat dengan tujuan
untuk membantu tercapainya program pengobatan, rehabilitasi,
pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan
Steward
•Pendidikan kesehatan adalah upaya menterjemahkan yang telah
diketahui tentang kesehatan ke dalam perilaku yang diinginkan dari
perseorangan ataupun masyarakat melalui proses pendidikan
Grout
• Pendidikan kesehatan adalah suatu proses perubahan pada diri
manusia yang ada hubungannya dengan tercapainya tujuan
kesehatan perseorangan dan masyarakat.
Nyswander
• Tujuan merupakan gambaran harapan, sasaran yang menjadi acuan bagi semua
aktivitas yang dilakukan untuk mencapainya. Istilah yang lebih populer saat ini yang
digunakan sebagai tujuan, yaitu ‘Kompetensi’.
• Kompetensi merupakan rumusan kemampuan berhubungan dengan aspek
pengetahuan, sikap dan keterampilan yang harus direfleksikan dalam berpikir dan
bertindak secara konsisten.
TUJUAN PENDIDIKAN KESEHATAN
Tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan
lingkungan sehat, serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat
kesehatan yang optimal.
• Terbentuknya perilaku sehat pada individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat yang sesuai dengan konsep hidup sehat baik fisik, mental, dan
sosial sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian
Tujuan pendidikan
kesehatan
masyarakat yang
paling pokok
RUANG LINGKUP PENDIDIKAN KESEHATAN
Ruang lingkup pendidikan kesehatan dapat dilihat dari
berbagai dimensi, antara lain dimensi sasaran pendidikan,
dimensi tempat pelaksanaan atau aplikasinya dan
dimensi tingkat pelayanan kesehatan
Pendidikan kesehatan individual, dengan sasaran individu.
Pendidikan kesehatan kelompok dengan sasaran kelompok.
Pendidikan kesehatan masyarakat dengan sasaran masyarakat luas.
1. MENURUT SASARAN PENDIDIKAN KESEHATAN
2. MENURUT TEMPAT PELAKSANAAN PENDIDIKAN
KESEHATAN
3. MENURUT TINGKAT PELAYANAN KESEHATAN
Pendidikan kesehatan di sekolah, dilakukan di sekolah dengan sasaran murid.
Pendidikan kesehatan di rumah sakit, dilakukan di rumah sakit-rumah sakit dengan sasaran
pasien atau keluarga pasien, di Puskesmas pada individu dan kelompok masyarakat.
Pendidikan kesehatan di tempat-tempat kerja dengan sasaran buruh atau karyawan yang
bersangkutan.
Dimensi tingkat pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dapat dilakukan berdasarkan lima tingkat pencegahan (five levels of prevention) dari
Leavel and Clark yaitu: Promosi Kesehatan (Health Promotion), Perlindungan Khusus (Specific protection), Diagnosis Dini dan Pengobatan Segera
(Early Diagnosis and Prompt Treatment), Pembatasan Cacat (Disability Limitation), Rehabilitasi (Rehabilitation).
Lima Tingkat Pencegahan dari Leavel dan Clark
• Dalam tingkat ini pendidikan kesehatan diperlukan
misalnya dalam peningkatan gizi,
kebiasaan hidup, perbaikan sanitasi lingkungan
hygiene perorangan dan sebagainya
1. Promosi
Kesehatan
(Health
Promotion)
• Dalam program imunisasi sebagai bentuk pelayanan
perlindungan khusus ini pendidikan kesehatan
sangat diperlukan terutama di Negara-negara
berkembang. Hal ini karena kesadaran masyarakat
tentang pentingnya imunisasi sebagai perlindungan
terhadap penyakit pada dirinya maupun pada anak-
anaknya masih rendah.
2. Perlindungan
Khusus (Specifik
Protection)
•Dikarenakan rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat
terhadap kesehatan dan penyakit, maka sering sulit mendeteksi
penyakit-penyakit yang terjadi di dalam masyarakat.
3. Diagnosis Dini dan
Pengobatan Segera
(Early Diagnosis and
Prompt Treatment)
•Oleh karena kurangnya pengertian dan kesadaran masyarakat tentang
kesehatan dan penyakit, maka sering masyarakat tidak melanjutkan
pengobatannya sampai tuntas. Dengan kata lain mereka tidak melakukan
pemeriksaan dan pengobatan yang komplit terhadap penyakitnya.
Pengobatan yang tidak layak dan sempurna dapat mengakibatkan orang
yang bersangkutan cacat atau ketidakmampuan. Oleh karena itu,
pendidikan kesehatan juga diperlukan dalam tahap ini.
4. Pembatasan
Kecacatan (Disability
Limitation)
•Setelah sembuh dari suatu penyakit tertentu, kadang-kadang orang
menjadi cacat. Untuk memulihkan cacatnya tersebut kadang-kadang
diperlukan latihan-latihan tertentu. Oleh karena kurangnya pengertian
dan kesadaran orang tersebut, ia tidak atau segan melakukan latihan-
latihan yang dianjurkan maka perlu dilakukan pendidikan kesehatan.
5. Rehabilitasi
(Rehabilitation)
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pendidikan Kesehatan
1.
Faktor
Petugas
Kurang persiapan
Kurang menguasai materi yang akan dijelaskan
Penampilan kurang meyakinkan sasaran
Bahasa yang digunakan kurang dapat dimengerti oleh sasaran
karena terlalu banyak menggunakan istilah-istilah asing
Suara terlalu kecil dan kurang dapat didengar
Penyampaian materi penyuluhan terlalu monoton sehingga
membosankan.
2.
Faktor
Sasaran
Tingkat pendidikan terlalu rendah sehingga sulit mencerna
pesan yang disampaikan
Tingkat sosial ekonomi terlalu rendah sehingga tidak begitu
memperhatikan pesan-pesan yang disampaikan, karena lebih
memikirkan kebutuhan-kebutuhan lain yang lebih mendesak
Kepercayaan dan adat kebiasaan yang telah tertanam sehingga
sulit untuk mengubah misalnya, makan ikan dapat
menimbulkan cacingan.
Kondisi lingkungan tempat tinggal sasaran yang tidak mungkin
terjadi perubahan perilaku. Misalnya masyarakat yang tinggal di
daerah tandus yang sulit air akan sangat sukar untuk
memberikan penyuluhan untuk hygiene sanitasi perseorangan.
3. Faktor
Proses
dalam
Pendidikan
Waktu penyuluhan tidak sesuai dengan waktu yang diinginkan sasaran
Tempat penyuluhan dilakukan dekat tempat keramaian sehingga mengganggu proses penyuluhan
kesehatan yang dilakukan
Jumlah sasaran yang mendengar penyuluhan terlalu banyak sehingga sulit untuk menarik perhatian
dalam memberikan penyuluhan
Alat peraga dalam memberikan penyuluhan kurang ditunjang oleh alat peraga yang dapat
mempermudah pemahaman sasaran
Metode yang digunakan kurang tepat sehingga membosankan sasaran untuk mendengarkan
penyuluhan yang disampaikan
Lebih baik menggunakan bahasa keseharian sasaran.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan kesehatan ini harus di kuasai dengan baik, karena
dalam memberikan pendidikan kesehatan anda harus mempertimbangkan faktor-faktor tersebut,
sehingga pendidikan yang di berikan dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
LANGKAH-LANGKAH DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN
Dalam memberikan pendidikan kesehatan kita harus merencanakan
dengan baik agar tidak membuat peserta menjadi bingung dan kita harus
mengetahui apakah yang akan kita berikan betul yang dibutuhkan
masyarakat.
Apabila kita tidak mengikuti langkah-langkah pelaksanaan pendidikan
kesehatan maka pendidikan kesehatan tersebut tidak berjalan dengan
baik.
Secara umum ada beberapa langkah yang harus ditempuh dalam
melaksanakan pendidikan kesehatan, yaitu:
Mengkaji kebutuhan kesehatan
Menetapkan masalah kesehatan
Mempriotaskan masalah yang terlebih dahulu
untuk ditangani melalui pendidikan kesehatan
Menyusun rencana pendidikan a. Menetapkan tujuan
b. Penentuan sasaran
c. Menyusun materi/isi penyuluhan
d. Memilih metode yang tepat
e. Menentukan jenis alat peraga
yang akan digunakan
f. Penentuan kriteria evaluasi
g. Pelaksanaan penyuluhan
h. Penilaian hasil penyuluhan
i. Tindak lanjut dari . penyuluhan
1) Menentukan tujuan
2) Menentukan sasaran
3) Mempersiapkan materi
4) Topik yang dikemukakan
hanya satu masalah sesuai
dengan kebutuhan sasaran
5) Mempersiapkan alat peraga
yang sesuai dengan topik
6) Menentukan waktu dan
tempat
7) Mempersiapkan bahan
bacaan bila diperlukan
1) Perkenalkan diri
2) Menjelaskan tujuan ceramah
3) Menjelaskan pokok permasalahan yang akan
dibahas
4) Menyampaikan materi ceramah dengan
suara yang jelas dan bahasa yang mudah
dimengerti
5) Pandangan penceramah dalam
menyampaikan materi merata keseluruh
sasaran
6) Bila bisa diselingi dengan humor
7) Gunakan alat peraga untuk memudahkan
pengertian pendengar dan bawakan ceramah
secara santai
8) Berikan kesempatan kepada sasaran untuk
bertanya terhadap hal-hal yang kurang jelas
9) Jawablah pertanyaan-pertanyaan sasaran
dengan jelas dan meyakinkan
10) Sebelum mengakhiri ceramah hendaknya
penceramah menyimpulkan hasil ceramahnya
11) Bila ada bahan bacaan hendaknya dibagikan
setelah ceramah selesai
Ceramah dinilai berhasil
apabila:
1) Ada respons dari pendengar
dengan banyaknya pertanyaan
2) Adanya usulan dari sasaran
untuk meneruskan kegiatan
ceramah
3) Besarnya perhatian
pendengar dari ceramah yang
diberikan
4) Penceramah bertanya
kepada pendengar tentang
materi yang dibawakannya
dan pendengar dapat
menjawab pertanyaan
tersebut
1. CERAMAH
a. persiapan b.pelaksanaan c.penilaian
1) Menetapkan tujuan
2) Menentukan materi
3) Menentukan sasaran
dengan latar belakangnya
4) Menentukan waktu dan
perkiraan lamanya waktu
demonstrasi
5) Menentukan alat-alat dan
alat peraga yang digunakan
6) Menyesuaikan materi
yang akan disampaikan
dengan demonstrasi yang
akan dilaksanakan
7) Mengecek segala
persiapan secara
keseluruhan serta peralatan
yang sudah dipersiapkan
1) Menjelaskan tujuan demonstrasi
2) Menciptakan suasana akrab
dengan penampilan sikap yang
ramah, sopan, dan memikat
3) Menjelaskan materi yang akan
didemonstrasikan dengan
memperlihatkan ilustrasi melalui
alat-alat yang dipakai secara teliti
dan benar
4) Memberikan tekanan yang
dianggap penting dengan cara
mengulang-ulang agar sasaran
benar-benar mengerti dan mudah
mengingatnya
5) Memberikan kesempatan kepada
beberapa orang sasaran untuk
mendemonstrasikannya seperti apa
yang telah diperagakan oleh
penceramah
6) Memberikan kesempatan untuk
tanya jawab
Keberhasilan demonstrasi dapat
dilihat dari:
1) Banyaknya pertanyaan
tentang materi dan prosedur
yang didemonstrasikan dan
jawaban yang diberikan dapat
memuaskan sasaran
2) Adanya permintaan untuk
melaksanakan demonstrasi
serupa atau yang lain dengan
sasaran yang sama atau yang
lain
3) Nampak kepuasan dari
sasaran setelah demonstrasi
dilakukan
4) Adanya laporan bahwa apa
yang didemonstrasikan dapat
dilaksanakan dalam kehidupan
sehari-hari.
2. DEMONSTRASI
a. Persiapan b. Pelaksanaan c. Penilaian
Metode Pendidikan
Kesehatan dan Alat
Peraga
METODE PENDIDIKAN KESEHATAN
• Pada metode didaktik yang aktif adalah
orang yang melakukan pendidikan
kesehatan sedangkan sasaran bersifat pasif
dan tidak diberikan kesempatan untuk ikut
serta mengemukakan pendapatnya atau
mengajukan pertanyaan-pertanyaan apapun
dan proses pendidikan yang terjadi bersifat
satu arah (one way method).
METODE
DIDAKTIK
• Pada metode ini sasaran diberikan
kesempatan mengemukakan pendapat
sehingga mereka ikut aktif dalam proses
belajar mengajar dengan demikian
terbinalah komunikasi dua arah antara yang
menyampaikan pesan di satu pihak dengan
yang menerima pesan di lain pihak (two
way method).
METODE
SOKRATIK
. Secara
langsung
• dengan kegiatan Ceramah
Secara tidak
langsung
• Poster
• Media cetak (majalah, buletin, surat kabar)
• Media elektronik (radio, televisi)
Secara
Langsung
• Diskusi
• Curah pendapat
• Demonstrasi
• Simulasi
• Bermain peran (role playing)
• Sosiodrama
• Simposium
• Seminar
• Studi kasus
• Ceramah
• Panel
• Seminar (presentasi)
• Studi kasus.
Secara tidak
langsung
• Penyuluhan kesehatan melalui telepon
• Satelit komunikasi
Metode Pendidikan Kesehatan oleh Petugas Lapangan
CERAMAH
•suatu cara dalam menerangkan dan menjelaskan suatu ide, pengertian, atau pesan
secara lisan kepada sekelompok sasaran sehingga memperoleh informasi tentang
Kesehatan.
Definisi
Ciri-ciri
•1) Ada sekelompok sasaran yang telah
dipersiapkan
2) Ada ide, pengertian dan pesan
tentang kesehatan yang disampaikan
3) Tidak ada kesempatan bertanya
bagi sasaran, bila ada jumlahnya
sangat terbatas.
4) Mempergunakan alat peraga untuk
mempermudah pengertian
Keuntungan
•Banyak orang yang dapat
mendengarkan atau memperoleh
pengetahuan di bidang kesehatan
•Dapat diterima oleh sasaran yang tidak
dapat membaca
•Mudah dilaksanakan
•Mudah mempersiapkannya
•Mudah mengorganisasi
Kerugian
•Tidak memberikan kesempatan
kepada sasaran untuk berpartisipasi
secara aktif (sasaran bersifat pasif)
•Cepat membosankan bila ceramahnya
kurang menarik
•Pesan yang disampaikan mudah
dilupakan
•Diberikan hanya satu kali
•Sering timbul pengertian lain bila
sasaran kurang memperhatikan
DISKUSI KELOMPOK
• pembicaraan yang direncanakan dan telah dipersiapkan tentang
suatu topik pembicaraan di antara 5-20 peserta (sasaran) dengan
seorang pemimpin diskusi yang telah ditunjuk.
Definisi
Ciri-ciri
•1) Saling mengemukakan pendapat
di antara sasaran (peserta)
2) Dapat membuat topik yang
dibicarakan menjadi menarik
3) Membantu peserta untuk
mengemukakan pendapat
4) Dapat mengenal dan mengolah
masalah yang terkandung di dalam
topik
5) Menciptakan suasana yang
informil
6) Adanya pendapat dari orang-
orang yang tidak suka berbicara
Keuntungan
• Memberikan kemungkinan untuk
saling mengemukakan pendapat di
antara peserta
•Merupakan pendekatan yang
demokratis dalam menyampaikan
pendapat dari tiap-tiap peserta
•Dapat mendorong rasa persatuan di
antara peserta
•Dapat memperluas pandangan tiap
peserta
•Dapat menghayati kepemimpinan
bersama dan membantu
mengembangkan kepemimpinan
kelompok
Kerugian
• Tidak dapat dipakai dalam
kelompok yang besar
•Peserta dapat informasi yang
terbatas
•Membutuhkan pimpinan diskusi
yang terampil agar tidak
menyimpang dari topik
pembicaraan
•Diskusi dapat menyimpang dari alur
topik yang dibicarakan
•Mungkin dapat dikuasai oleh orang-
orang yang pintar berbicara
CURAH PENDAPAT
• suatu bentuk pemecahan masalah di mana setiap anggota mengusulkan semua
kemungkinan pemecahan masalah yang terpikirkan oleh masing-masing peserta
dan evaluasi atas pendapat-pendapat tadi dilakukan kemudian.
Definisi
Ciri-ciri
• 1) Dapat membangkitkan
pikiran yang kreatif
2) Merangsang partisipasi
peserta
3) Dapat membangkitkan
pendapat-pendapat baru
4) Menciptakan suasana
yang menyenangkan dalam
kelompok
Keuntungan
• Dapat memperoleh
pendapat baru
• Merangsang setiap anggota
untuk berperan serta secara
aktif
• Dapat menghasilkan reaksi
berantai dalam pendapat
• Tidak menyita banyak waktu
• Dapat dipakai dalam
kelompok besar maupun
kecil
• Tidak memerlukan pimpinan
yang terlalu formal
Kerugian
• Mudah terlepas dari kontrol
• Harus dilanjutkan dengan
evaluasi jika diharapkan
efektif
• Mungkin sulit untuk
membuat peserta tahu
bahwa segala pendapat
dapat diterima
• Para peserta cenderung
untuk mengadakan evaluasi
segera setelah suatu
pendapat diajukan
PANEL
• pembicaraan yang telah direncanakan didepan pengunjung
atau peserta tentang sebuah topik, diperlukan 3 orang atau
lebih panelis dengan seorang pemimpin.
Definisi
Ciri-ciri
•1) Adanya pendapat dari peserta
yang berbeda-beda
2) Adanya panelis dan pemimpin
diskusi (moderator)
3) Adanya topik pembicaraan
yang telah ditetapkan sebelumnya
4) Moderator mengatur jalannya
diskusi
Keuntungan
• Dapat membangkitkan pikiran
peserta
•Panelis dapat mengemukakan
pandangan yang berbeda
terhadap topik pembicaraan
•Dapat memanfaatkan orang-orang
yang memenuhi syarat dan
menguasai permasalahan dengan
baik
•Mendorong analisa peserta
tentang topik pembicaraan
•Peserta memperoleh hasil dari
berbagai pemikiran dari para
panelis tentang topik
pembicaraan
Kerugian
• Mudah terseret di luar topik
pembicaraan
•Kemungkinan panelis berbicara
terlalu banyak
•Tidak mungkin semua peserta
dapat mengambil bagian
•Cenderung untuk menjadi serial
pidato pendek
•Dapat memecahkan peserta
ketika mereka setuju dengan
panelis tertentu
•Membutuhkan waktu dan
persiapan yang cukup lama.
BERMAIN PERAN
• memerankan sebuah situasi dalam kehidupam manusia dengan
tanpa diadakan latihan, dilakukan oleh dua orang atau lebih
untuk dipakai sebagai bahan pemikiran oleh kelompok
Definisi
Ciri-ciri
•1) Peserta mengetahui lebih
banyak tentang pandangan yang
berlawanan
2) Peserta mempunyai
kemampuan untuk memerankan
peran yang diberikan kepadanya
3) Pengaruh emosi dalam
permainan akan membantu
pengkajian masalah yang dibahas
4) Membantu peserta
memahami masalah yang
dibahas
5) Dapat digunakan untuk
mengubah sikap
Keuntungan
• Dapat menarik perhatian peserta
•Dapat dipakai pada kelompok
kecil dan besar
•Membantu peserta untuk
menganalisa situasi
•Menambah rasa percaya diri
pada peserta
•Membantu peserta menyelami
masalah
•Membantu peserta
mendapatkan pengalaman yang
ada pada pikiran orang lain
•Membangkitkan minat peserta
untuk memecahkan masalah
Kerugian
• Banyak peserta yang tidak dapat
memerankan sesuatu
•Terbatas hanya pada beberapa
situasi saja
•Mungkin masalahnya disatukan
dengan pemerannya
DEMONSTRASI
•suatu cara untuk menunjukkan pengertian, ide dan prosedur tentang sesuatu
hal yang telah dipersiapkan dengan teliti untuk memperlibatkan bagaimana
cara melaksanakan suatu tindakan, adegan dengan menggunakan alat peraga.
Metode ini digunakan terhadap kelompok yang tidak terlalu besar jumlahnya.
Definisi
Ciri-ciri
• 1) Memperlihatkan kepada
kelompok bagaimana
prosedur untuk membuat
sesuatu
2) Dapat meyakinkan
peserta bahwa mereka
dapat melakukannya
3) Dapat meningkatkan
minat sasaran untuk
belajar
Keuntungan
• Dapat memberikan
keterampilan tertentu
kepada kelompok sasaran
• Memudahkan berbagai
jenis penjelasan sebab
penggunaan bahasa yang
lebih berbatas
• Membantu sasaran untuk
memahami dengan jelas
jalannya suatu proses
prosedur yang dilakukan
Kerugian
• Demonstrasi tidak dapat
dilihat oleh sasaran karena
alat yang digunakan terlalu
kecil atau penempatannya
kurang pada tempatnya
• Uraian atau penjelasan
kurang jelas
• Waktu yang tersedia
terbatas sehingga sasaran
tidak dapat diikutsertakan
SIMPOSIUM
• serangkaian ceramah yang diberikan oleh 2 sampai
5 orang dengan topik yang berlainan tetapi saling
berhubungan erat.
Definisi
Ciri-ciri
•1) Mengemukakan topik yang
berbeda dan saling berhubungan
2) Pembicaraan yang memenuhi
syarat
3) Pokok pembicaraan telah
ditentukan
Keuntungan
• Dapat dipakai pada kelompok
besar ataupun kecil
•Dapat mengemukakan banyak
informasi dalam waktu singkat
•Penggantian pembicara
menambah variasi dan menjadi
lebih menarik
•Memberikan kesempatan kepada
peserta untuk menganalisa
beberapa aspek yang
berhubungan dan dapat
diperdebatkan
•Dapat direncanakan jauh-jauh dari
hari sebelumnya secara matang
Kerugian
• Kurang memberikan kesempatan
kepada para peserta untuk
berpartisipasi
•Agak terasa formal
•Kurang interaksi dalam kelompok
•Kurang dapat mengembangkan
kreativitas peserta
•Membutuhkan waktu yang lama
dalam mempersipakannya
•Sulit mengadakan kontrol waktu
SEMINAR
• suatu cara di mana sekelompok orang berkumpul
untuk membahas suatu masalah di bawah
bimbingan seorang ahli yang menguasai
bidangnya
Definisi
Ciri-ciri
• 1) Memberikan kesempatan
diskusi kepada para
pesertanya
2) Menstimulasi partisipasi
anggota kelompok secara
aktif
Keuntungan
• Hasilnya dapat dimanfaatkan,
karena hasilnya dilaporkan
dalam bentuk tertulis
• Dapat mempelajari topik-
topik secara mendalam
• Menyajikan bahan-bahan
dan keterangan baru
• Memungkinkan terjadinya
observasi bebas
Kerugian
• Sulit untuk mendapatkan
pemimpin seminar yang
bermutu
• Memerlukaan sukarelawan
untuk menyiapkan bahan
ceramah dan laporan
• Biasanya dilakukan di
perguruan tinggi untuk
keperluan-keperluan
penelitian
STUDI KASUS
• sekumpulan situasi masalah yang sedetailnya, yang memungkinkan kelompok
menganalisa masalah itu. Permasalahan tersebut merupakan bagian dari kehidupan
yang mengandung diagnosa, pengobatan, perawatan. Dapat disampaikan secara lisan
maupun tertulis, drama, film, dapat juga berupa rekaman.
Definisi
Ciri-ciri
• 1) Menghubungkan masalah dengan
situasi
2) Terjadi analisa terhadap suatu
masalah
3) Membantu anggota dalam
pemecahan masalah
4) Menganalisa fakta yang ada tentang
suatu masalah
5) Menyangkut masalah-masalah
kehidupan
Keuntungan
• Dapat ditugaskan sebelum diskusi
• Memberikan kesempatan yang sama
kepada anggota untuk mengusulkan
pemecahan
• Menciptakan suasana untuk saling
bertukar pendapat
• Memberikan kesempatan untuk
menggunakan pengetahuan dan
keterampilan yang dimiliki masing-
masing peserta
• Memungkinkan peserta untuk
melakukan simulasi
• Dapat digunakan bahan tertulis, lisan,
film, rekaman untuk memberikan
gambaran tentang kasus
Kerugian
• 1) Masalah yang dikemukakan tidak
selalu sama pentingnya bagi anggota
2) Memerlukan banyak waktu jika
dilakukan secara mendalam
3) Mungkin timbul perdebatan antara
anggota sekalipun datanya cukup
ALAT PERAGA/MEDIA PENDIDIKAN KESEHATAN
Dalam melaksanakan pendidikan kesehatan akan lebih dimengerti
apabila menggunakan alat peraga yang tepat dengan materi yang
diberikan.
• Alat peraga (audio visual aid) adalah
segala sesuatu yang dapat digunakan
untuk menyalurkan pesan dari pengirim
pesan (penyuluh) ke penerima pesan
(sasaran) sehingga dapat menerangkan
pikiran, perasaan, perhatian dan minat
sasaran sedemikian rupa sehingga
terjadi pemahaman, pengertian dan
penghayatan dari apa yang diterangkan
1.
PENGERTIAN
2. TUJUAN DAN KEHUNAAN ALAT PERAGA
TUJUAN
a) Sebagai alat bantu dalam
pendidikan Kesehatan.
b) Untuk menimbulkan
perhatian terhadap suatu
masalah yang dijelaskan.
c) Untuk mengingatkan suatu
pesan/informasi.
d) Untuk menjelaskan fakta-
fakta, prosedur dan tindakan.
e) Membuat penyajian materi
ceramah lebih sistematis.
KEGUNAAN
• Dapat menumbuhkan minat
terhadap kelompok sasaran
• Membantu kelompok sasaran
untuk mengerti lebih baik
• Membantu kelompok sasaran
untuk mengingat lebih baik
• Membantu kelompok sasaran
untuk menambah atau membina
sikap baru
• Membantu kelompok sasaran
untuk melaksanakan apa yang
telah dipelajari
• Membantu kelompok sasaran
untuk meneruskan apa yang
diperoleh kepada orang lain
• Dapat membantu hambatan
bahasa
• Dapat mencapai sasaran lebih
baik
3. MANFAAT ALAT PERAGA/MEDIA
A. MANFAAT BAGI PENDIDIK
• Memiliki bahan nyata yang
ingin disampaikan.
• Menambah kepercayaan diri
dalam memberikan
pendidikan Kesehatan.
• Menghindari kejenuhan
dalam memberikan
pendidikan Kesehatan.
• Mengurangi kejenuhan bagi
pihak-pihak yang di didik
sehingga secara leluasa
pendidik bisa menentukan
variasi cara penyampaian.
• Sebagai alat yang dapat
menuntun dalam
penyampaian materi
pendidikan
B. MANFAAT BAGI SASARAN
• Dapat melihat nyata inti
materi yang disampaikan
sehingga lebih mudah untuk
dicerna
• Menghindari kejenuhan dan
kebosanan
• Mudah mengingat pesan
yang disampaikan pendidik
• Mempermudah pengertian
sasaran dalam menangkap
makna materi yang
disampaikan
4. CIRI-CIRI ALAT PERAGA
CIRI-CIRI
• Merupakan suatu alat yang dapat
diraba, dilihat, didengar dan
dapat diamati melalui pancaindra
• Tekanan utamanya terletak pada
benda atau hal-hal yang dapat
dilihat dan didengar
• Digunakan dalam rangka
hubungan komunikasi dalam
penceramah
• Merupakan media pendidikan
yang dapat digunakan dalam
pendidikan kesehatan
• Sebagai alat teknis yang erat
kaitannya dengan metode
pendidikan yang diberikan.
CIRIALAT PERAGA SEDERHANA
• Pembuatannya mudah, dibuat
dari bahan setempat,
mencerminkan kehidupan,
kepercayaan dan kebiasaan
setempat.
• Masyarakat melihatnya sebagai
penggambaran keadaan
lingkungan sendiri, ditulis dan
digambar secara sederhana dan
menggunakan bahasa dan gambar
yang mudah dimengerti oleh
masyarakat setempat.
• Memenuhi kebutuhan petugas
kesehatan dan masyarakat
setempat, masyarakat melihatnya
sebagai milik mereka, tumbuh
dari mereka dan dimanfaatkan
oleh mereka sendir
MACAM ALAT PERAGA
MACAM a. Papan pengumuman
b. Over Head Projector (OHP)
c. Kertas Plip Chart dan penyangganya
d. Poster
e. Flash Card
f. Model
g. Leaflet
h. Film
i. Slide Projector
j. Video film
k. Bahan-bahan asli: bahan makanan, sayuran,
oralit, dan sebagainya
Definisi papan pengumuman yang
berukuran biasa yang dapat
dipasang di puskesmas, rumah
sakit, balai desa atau kantor
kecamatan untuk menempelkan
informasi kesehatan, biasanya
berukuran 90 x 129 cm.
Papan pengumuman tersebut dapat
menempelkan gambar-gambar
yang mengandung informasi
kesehatan, tulisan-tulisan
tentang prosedur pelayanan
kesehatan dan sebagainya.
• Papan pengumuman
ditempelkan di dinding yang
mudah dilihat oleh pengunjung,
cukup penerangan dan sinar
sehingga mudah dibaca
• Gambar-gambar dan tulisan-
tulisan mengandung informasi
kesehatan, perawatan, prosedur
pelayanan, pengobatan dan
dipasang dalam jangka periode
tertentu
• Dapat juga memuat foto-foto
peristiwa yang dianggap perlu
diketahui pengunjung
• Poster, chart yang memuat
selebaran kesehatan dapat
ditempelkan di papan
pengumuman
• Dapat dibuat sendiri sesuai
dengan keinginan
• Dapat merangsang pengunjung
untuk membacanya bila
pemasangannya tepat
• Menghemat waktu dan dapat
mengarahkan pembaca untuk
membaca informasi yang
disajikan sesuai dengan urutan
• Dapat mengajak pembaca untuk
mengetahui sesuatu program
kesehatan atau informasi yang
dianggap perlu seperti prosedur
pembuatan larutan gula garam,
askes, dan sebagainya
• Sebagai salah satu cara untuk
mengingat kembali tentang
sesuatu yang telah
diinformasikan
A. PAPAN PENGUMUMAN
DEFINISI CARA PENGGUNAAN KEUNTUNGAN
pesan singkat dalam bentuk
gambar, dengan tujuan
untuk mempengaruhi
seseorang atau kelompok
agar tertarik pada objek
materi yang diinformasikan
• Poster sebaiknya
ditempelkan di ruang
tunggu puskesmas atau
ruang tunggu pemeriksaan
secara menarik
• Dapat digunakan untuk alat
bantu dalam memberikan
penyuluhan kesehatan
• Dapat digunakan untuk
bahan diskusi kelompok
dalam suatu kesempatan
tertentu
• Dapat diproduksi dalam
jumlah yang besar
• Dapat disebarluaskan ke
pelosok-pelosok wilayah
yang terpencil
• Dengan gambar yang
menarik dapat menarik
orang untuk melihat dan
membacanya
• Dapat ditempelkan di
tempat umum di mana
orang sering berkumpul
B. POSTER
DEFINISI CARA PENGGUNAAN KEUNTUNGAN
C. LEAFLET
PENGGUNAAN
• Dapat ditempel di
papan pengumuman
puskesmas, rumah
sakit, atau tempel di
tempat lain yang
mudah untuk dilihat
oleh masyarakat umum
• Dapat diberikan kepada
sasaran setelah selesai
penyuluhan kesehatan
BENTUK LEAFLET
• Tulisan terdiri dari 200-
400 huruf dengan
tulisan cetak biasanya
diselingi dengan
gambar
• Harus dapat dibaca
sekali pandang
• Ukuran biasanya 20 X
30 cm
• Dapat berupa leaflet
tentang DHF,
penanggulangan diare,
imunisasi dan
sebagainya
KEUNTUNGAN
• Dapat disimpan
lama,bila lupa dapat
dibuka kembali
• Dapat dipakai sebagai
bahan rujukan
• Isi dapat dipercaya
karena dicetak dan
dikeluarkan oleh
instansi resmi
• Jangkauannya jauh dan
dapat membantu
jangkauan media lain
• Jika perlu dapat dicetak
ulang
• Dapat dipakai sebagai
bahan diskusi untuk
kesempatan berbeda
KERUGIAN
• Bila cetakannya kurang
menarik orang segan
menyimpannya.
• Kebanyakan orang
enggan membacanya,
apabila hurufnya terlalu
kecil dan susunannya
kurang menarik
• Tidak dapat digunakan
oleh orang yang tidak
dapat membaca
adalah beberapa kertas/kartu
dengan ukuran kira-kira 25
X 30 cm yang berisi suatu
masalah atau program
tertentu. Biasanya tulisan
terletak dibalik gambar
yang ada pada gambar
depan
• Sejumlah kartu yang telah
disusun secara berurutan
dipegang dengan halaman
gambar dihadapkan kepada
sekelompok sasaran yang
biasanya terdiri kurang lebih 30
orang
• Pada saat gambar tersebut
diperlihatkan, teks atau kalimat
yang ada di belakangnya
dibacakan dan diterangkan
untuk mempermudah
pengertian sasaran
• Dapat digunakan dalam
penyuluhan kesehatan di
puskesmas, rumah sakit, rumah
bersalin dan sebagainya.
• Dapat dibawa ke mana-
mana
• Dapat digunakan untuk
bahan penyuluhan
kesehatan
• Dapat membantu
penyuluhan yang kurang
mampu berbicara karena
ada materi/tulisan yang ada
di halaman belakang
• Jika gambarnya menarik
dapat menarik perhatian
sasaran untuk
memperhatikan dan
mendengarkannya secara
tekun
D. FLASH CARD
DEFINISI CARA PENGGUNAAN KEUNTUNGAN
E. PLIP CHART
• beberapa chart yang telah
disusun secara berurutan
dan berisi tulisan dengan
gambar-gambar yang telah
disatukan dengan ikatan
atau ring spiral pada
bagian pinggir sisi atas.
Biasanya jumlah chart lebih
dari 12 lembar, berukuran
poster lebih besar atau
lebih kecil. Dan biasanya
memakai kertas tebal
DEFINISI
TERIMA KASIH

More Related Content

PPTX
PROGRAM_PROGRAM_PELAYANAN_KESEHATAN.pptx
PPTX
Pendidikan kesehatan masyarakat
PPTX
Modul 6 kb 1
PPTX
konsep PENDIDIKAN KESEHATAN dan promosik
PPTX
Konsep Promosi Kesehatan
PPTX
Pendidikan Kesehatan di Komunitas dalam Keperawatan Komunitas
PDF
PERAN SERTA MASYARAKAT dlm Asuhan Keb komunitas
PPTX
Prinsip Pelayanan Kesehatan Primer dan SKN 2020.pptx
PROGRAM_PROGRAM_PELAYANAN_KESEHATAN.pptx
Pendidikan kesehatan masyarakat
Modul 6 kb 1
konsep PENDIDIKAN KESEHATAN dan promosik
Konsep Promosi Kesehatan
Pendidikan Kesehatan di Komunitas dalam Keperawatan Komunitas
PERAN SERTA MASYARAKAT dlm Asuhan Keb komunitas
Prinsip Pelayanan Kesehatan Primer dan SKN 2020.pptx

Similar to konsep pelayanan Kesehatan ibu dan Anak di Masyarakat.pdf (20)

PPTX
KELOMPOK 2 PERAN BIDAN PROMOSI KES.pptx h
PPTX
Pelayanan Kebidanan Prioritas Kesehatan Masyarakat Dalam Konteks Kebidanan.pptx
PPTX
tugas kel 2, kebijakan-global-terbaru (1).pptx
PPTX
2. Ruang lingkup pelayanan kebidanan komunitas.pptx
PDF
promosikesehatan-230409222307-f28249e2 (1).pdf
PDF
Penerapan Promosi dan Pendidikan Kesehatan
PPTX
keadaan kesehatan bayi dan anak balita di indonesia
PPT
PENINGKATAN_PHBS_PAUD_AISYIYAH_BARU.ppt
PPTX
Konsep Puskesmas Dalam Sistem Kluster ARS RKZ.pptx
PPTX
Ipe.40 1306480433-agatha cornelia-manihuruk-ltm_i
DOCX
Kesehatan dasar basic six atau 6 program pokok puskesmas yaitu
PPTX
PPT Konsep Kebidanan Komunitas ASKOM Kel.1 pptx.pptx
PPTX
Kebkom 1
PPTX
Perspektif keperawatan maternitas & anak
PPTX
Konsep Dasar Promkes................pptx
PPT
Program kerja puskesmas
PPTX
UPAYA PERCEPATAN GIZI MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN STUNTING.pptx
PDF
928-Article 0404ttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt...
PPTX
UUI_PPT_ DASAR KESEHATAN REPRODUKSI.pptx
PPTX
Ipe.40 1306480433-agatha cornelia-manihuruk-ltm-i
KELOMPOK 2 PERAN BIDAN PROMOSI KES.pptx h
Pelayanan Kebidanan Prioritas Kesehatan Masyarakat Dalam Konteks Kebidanan.pptx
tugas kel 2, kebijakan-global-terbaru (1).pptx
2. Ruang lingkup pelayanan kebidanan komunitas.pptx
promosikesehatan-230409222307-f28249e2 (1).pdf
Penerapan Promosi dan Pendidikan Kesehatan
keadaan kesehatan bayi dan anak balita di indonesia
PENINGKATAN_PHBS_PAUD_AISYIYAH_BARU.ppt
Konsep Puskesmas Dalam Sistem Kluster ARS RKZ.pptx
Ipe.40 1306480433-agatha cornelia-manihuruk-ltm_i
Kesehatan dasar basic six atau 6 program pokok puskesmas yaitu
PPT Konsep Kebidanan Komunitas ASKOM Kel.1 pptx.pptx
Kebkom 1
Perspektif keperawatan maternitas & anak
Konsep Dasar Promkes................pptx
Program kerja puskesmas
UPAYA PERCEPATAN GIZI MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN STUNTING.pptx
928-Article 0404ttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt...
UUI_PPT_ DASAR KESEHATAN REPRODUKSI.pptx
Ipe.40 1306480433-agatha cornelia-manihuruk-ltm-i
Ad

More from sri emilda (20)

PPTX
Sibling-Rivalry-Memahami-dan-Mengatasi-Konflik-Saudara.pptx
PDF
Perubahan sistem reproduksi mpada masa nifas .pdf
PPTX
evidence-based termini dalam pelayanan-KB.pptx
PPTX
macam -kontrasepsi-pasca-persalinan.pptx
PPTX
imunologi-111209131656-phpapp02____.pptx
PPTX
PENGANTAR_IMUNOLOGI.________________pptx
PPTX
Sistem_Imun_dan_Pertahanan_Non_Spesifik.pptx
PPTX
imunologi-PPT_111209131656-phpapp02.pptx
PPT
kesehatan ibu dan anak-_____________.ppt
PPTX
konsep dan prinsip promosi kesehatan new.pptx
PPTX
PROMKES_pptx.pptx_______________________
PPT
PENGENDALIAN_VEKTOR_________________.ppt
PPTX
PENGANTAR IMUNOLOGI Dasar pada manusia.pptx
PPTX
ANTENATAL CARE ANC Asuhan kehamilan.pptx
PPT
Kejadian anemia pada kehamilan dan penggolongannya
PPTX
ppt perdarahan pada ibu post partum.pptx
PPTX
pendidikantinggi-pkkmb2023-230828004937-df59728c.pptx
PPTX
PPT DETEKSI DINI KOMPLIKASI PADA KEHAMILAN, kel 6.pptx
PPT
PPT Power point Parentrcaft EducatioN.ppt
PPTX
Pelaksanaan konseling pada ibu nifas.pptx
Sibling-Rivalry-Memahami-dan-Mengatasi-Konflik-Saudara.pptx
Perubahan sistem reproduksi mpada masa nifas .pdf
evidence-based termini dalam pelayanan-KB.pptx
macam -kontrasepsi-pasca-persalinan.pptx
imunologi-111209131656-phpapp02____.pptx
PENGANTAR_IMUNOLOGI.________________pptx
Sistem_Imun_dan_Pertahanan_Non_Spesifik.pptx
imunologi-PPT_111209131656-phpapp02.pptx
kesehatan ibu dan anak-_____________.ppt
konsep dan prinsip promosi kesehatan new.pptx
PROMKES_pptx.pptx_______________________
PENGENDALIAN_VEKTOR_________________.ppt
PENGANTAR IMUNOLOGI Dasar pada manusia.pptx
ANTENATAL CARE ANC Asuhan kehamilan.pptx
Kejadian anemia pada kehamilan dan penggolongannya
ppt perdarahan pada ibu post partum.pptx
pendidikantinggi-pkkmb2023-230828004937-df59728c.pptx
PPT DETEKSI DINI KOMPLIKASI PADA KEHAMILAN, kel 6.pptx
PPT Power point Parentrcaft EducatioN.ppt
Pelaksanaan konseling pada ibu nifas.pptx
Ad

Recently uploaded (20)

PPTX
EMMA_MATERI ILP P2 (PTM,PM,KESWA) (1).pptx
PPT
Konsep Sehat Sakit Dalam Praktek Asuhan Kebidanan
PPTX
EVERBRIGHT_KLUSTER 3 (ptm,pm,kESWA) 2025.pptx
PPTX
LAPKAS PKM tentang anemia pada kehamilan
DOC
04 Formulir OVP Otopsi Verbal Perinatal (revisi 20100524) - Copy_083953.doc
PPTX
presentasi Code Blue untuk perawat (2).pptx
PPTX
Ka Komala- Perawatan Penyakit Khusus(edukasi online).pptx
PPTX
ANEMIA_PADA_KEHAMILAN_di ibu hamill.pptx
PPTX
PPT Bab 1 Biologi Kelas XI Kur-Merdeka.pptx
DOCX
Kerangka Acuan Kegiatan Dashat di Kampung KB tahun anggaran 2025.docx
PPTX
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi perempuan.pptx
PDF
Buku_Pemberdayaan_Keluarga_Kaloeti_2018.pdf
PPTX
8777952d-95a0-4536-b607-070925cead0a (5).pptx
PPT
Stres Dan Adaptasi Dalam Asuhan Kebidanan
PPTX
PRESENTASI OHIH 2025 MEDICAL CHECK UP RSKM
PPTX
M.-STRATEGI-RS-UEU-materi kuliah manejemen rumah sakit
PPTX
Bimbel Komunitas - Pertemuan 1 dan 2 .pptx
PPT
Gizi Olahraga pada athlete untuk mengikuti kompetisi profesional
PDF
Fin PMKP Refreshing Surv by Isi Mularsih 04052024.pdf
PPTX
V1 Materi Kebijakan BIAS 2025 17 Juli 2025.pptx
EMMA_MATERI ILP P2 (PTM,PM,KESWA) (1).pptx
Konsep Sehat Sakit Dalam Praktek Asuhan Kebidanan
EVERBRIGHT_KLUSTER 3 (ptm,pm,kESWA) 2025.pptx
LAPKAS PKM tentang anemia pada kehamilan
04 Formulir OVP Otopsi Verbal Perinatal (revisi 20100524) - Copy_083953.doc
presentasi Code Blue untuk perawat (2).pptx
Ka Komala- Perawatan Penyakit Khusus(edukasi online).pptx
ANEMIA_PADA_KEHAMILAN_di ibu hamill.pptx
PPT Bab 1 Biologi Kelas XI Kur-Merdeka.pptx
Kerangka Acuan Kegiatan Dashat di Kampung KB tahun anggaran 2025.docx
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi perempuan.pptx
Buku_Pemberdayaan_Keluarga_Kaloeti_2018.pdf
8777952d-95a0-4536-b607-070925cead0a (5).pptx
Stres Dan Adaptasi Dalam Asuhan Kebidanan
PRESENTASI OHIH 2025 MEDICAL CHECK UP RSKM
M.-STRATEGI-RS-UEU-materi kuliah manejemen rumah sakit
Bimbel Komunitas - Pertemuan 1 dan 2 .pptx
Gizi Olahraga pada athlete untuk mengikuti kompetisi profesional
Fin PMKP Refreshing Surv by Isi Mularsih 04052024.pdf
V1 Materi Kebijakan BIAS 2025 17 Juli 2025.pptx

konsep pelayanan Kesehatan ibu dan Anak di Masyarakat.pdf

  • 1. KONSEP PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI MASYARAKAT NILA W. KESWARA
  • 2. PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK IBU HAMIL IBU BERSALIN IBU MENYUSUI BAYI ANAK BALITA DAN APRAS
  • 3. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG KIA PENGGUNAAN ALAT TRANSPORTASI PENDANAAN DONOR DARAH PENCATATAN DAN PEMANTAUAN INFORMASI KB
  • 4. TUJUAN PELAYANAN KIA tercapainya kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal, bagi ibu dan keluarganya untuk menuju Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) serta meningkatnya derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang optimal yang merupakan landasan bagi peningkatan kualitas manusia seutuhnya •Meningkatnya kemampuan ibu (pengetahuan , sikap dan perilaku), dalam mengatasi kesehatan diri dan keluarganya dengan menggunakan teknologi tepat guna •Meningkatnya upaya pembinaan kesehatan balita dan anak prasekolah secara mandiri di dalam lingkungan keluarga, paguyuban 10 keluarga, Posyandu, dan Karang Balita serta di sekolah Taman Kanak-Kanak atau TK •Meningkatnya jangkauan pelayanan kesehatan bayi, anak balita, ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan ibu meneteki •Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, nifas, ibu meneteki, bayi dan anak balita •Meningkatnya kemampuan dan peran serta masyarakat , keluarga dan seluruh anggotanya untuk mengatasi masalah kesehatan ibu, balita, anak prasekolah, terutama melalui peningkatan peran ibu dan keluarganya TUJUAN UMUM TUJUAN KHUSUS
  • 5. PRINSIP PELAYANAN KIA MEMANTAPKAN DAN PENINGKATAN JANGKAUAN SERTA MUTU PELAYANAN KIA SECARA EFEKTIF DAN EFISIEN Pelayanan KIA diutamakan pada kegiatan pokok : •Peningkatan pelayanan antenatal di semua fasilitas pelayanan dengan mutu yang baik serta jangkauan yang setinggi-tingginya •Peningkatan pertolongan persalinan yang lebih ditujukan kepada peningkatan pertolongan oleh tenaga professional secara berangsur •Peningkatan deteksi dini resiko tinggi ibu hamil, baik oleh tenaga kesehatan maupun di masyarakat oleh kader dan dukun bayi serta penanganan dan pengamatannya secara terus menerus •Peningkatan pelayanan neonatal (bayi berumur kurang dari 1bulan) dengan mutu yang baik dan jangkauan yang setinggi tingginya
  • 7. Pelayanan kebidanan berbasis masyarakat identik dengan pelayanan kebidanan komunitas yang pengertiannya adalah seluruh tugas yang menjadi tanggung jawab praktik profesi bidan dalam sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka mewujudkan kesehatan keluarga dan masyarakat (Syafrudin, 2009). Ahli lain juga menyatakan pelayanan kebidanan berbasis masyarakat adalah interaksi bidan dan pasien dalam suatu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh bidan untuk menyelamatkan klien/pasien dari gangguan kesehatan Runjati (2011) menyatakan pelayanan kebidanan berbasis masyarakat juga berarti upaya yang dilakukan oleh bidan untuk pemecahan masalah kesehatan ibu, bayi, dan anak balita di keluarga, dan di masyarakat Pelayanan kebidanan mencakup upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan melalui kegiatan seperti posyandu, polindes, bidan di desa, petugas penyalur kontrasepsi dan lainnya
  • 8. TUJUAN TUJUAN KHUSUS Meningkatkan cakupan pelayanan kebidanan sesuai dengan tanggung jawab bidan. Meningkatkan mutu pelayanan ibu hamil, pertolongan persalinan, perawatan nifas dan perinatal, serta bayi dan balita secara terpadu. Menurunkan jumlah kasus-kasus yang berkaitan dengan risiko kehamilan, persalinan, nifas, dan perinatal Mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian pada ibu, bayi, dan anak Membangun jaringan kerja dengan fasilitas rujukan dan tokoh masyarakat setempat atau unsur terkait lainnya. TUJUAN UMUM seorang bidan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kesehatan perempuan atau ibu, bayi, dan balita di wilayah kerjanya
  • 9. PRINSIP PELAYANAN KEBIDANAN BERBASIS MASY./KOMUNITAS Sifatnya multidisplin meliputi ilmu kesehatan masyarakat, kedokteran, sosial, psikologi, ilmu kebidanan, dan lain-lain yang mendukung peran bidan di komunitas. Bidan tetap berpedoman pada etika profesi kebidanan yang menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan klien. Bidan senantiasa memperhatikan dan memberi penghargaan terhadap nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, sepanjang tidak merugikan dan tidak bertentangan dengan prinsip kesehatan.
  • 10. SASARAN KEBIDANAN BERBASIS MASYARAKAT Komunitas merupakan satu kesatuan hidup manusia yang menepati suatu wilayah nyata dan berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat, serta terikat oleh suatu rasa identitas suatu komunitas (Koentjaraningrat, 1990). Ciri-ciri komunitas adalah kesatuan wilayah, kesatuan adat istiadat, rasa identitas komunitas, dan loyalitas terhadap komunitas (Effendy, 1997:5) •Sasaran pelayanan kebidanan berbasis masyarakat/komunitas adalah individu, keluarga, dan kelompok masyarakat. •Sasaran utamanya adalah ibu dan anak dalam keluarga. •Pelayanan kesehatan ibu meliputi sepanjang siklus kehidupannya mulai pra-kehamilan, hamil, persalinan, pasca persalinan, masa di luar kehamilan dan persalinan. • Sedangkan kesehatan anak meliputi perkembangan dan pertumbuhan anak mulai dari masa dalam kandungan, masa bayi, masa balita, masa pra-sekolah, dan masa sekolah
  • 12. • Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu, dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan sesuatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan. Azrul Anwar •Penyuluhan kesehatan adalah gabungan berbagai kegiatan dan kesempatan yang berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan, di mana individu, keluarga, kelompok atau masyarakat secara keseluruhan ingin hidup sehat, tahu bagaimana caranya dan melakukan apa yang bisa dilakukan, secara perseorangan maupun secara kelompok dan meminta pertolongan bila perlu. Departemen Kesehatan •Pendidikan kesehatan adalah sejumlah pengalaman yang berpengaruh secara menguntungkan terhadap kebiasaan, sikap dan pengetahuan yang ada hubungannya dengan kesehatan perseorangan, masyarakat dan bangsa. Kesemuanya ini dipersiapkan dalam rangka mempermudah diterimanya secara sukarela perilaku yang akan meningkatkan atau memelihara kesehatan. Wood
  • 13. •menyatakan Pendidikan kesehatan adalah unsur program kesehatan dan kedokteran yang di dalamnya terkandung rencana untuk merubah perilaku perseorangan dan masyarakat dengan tujuan untuk membantu tercapainya program pengobatan, rehabilitasi, pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan Steward •Pendidikan kesehatan adalah upaya menterjemahkan yang telah diketahui tentang kesehatan ke dalam perilaku yang diinginkan dari perseorangan ataupun masyarakat melalui proses pendidikan Grout • Pendidikan kesehatan adalah suatu proses perubahan pada diri manusia yang ada hubungannya dengan tercapainya tujuan kesehatan perseorangan dan masyarakat. Nyswander
  • 14. • Tujuan merupakan gambaran harapan, sasaran yang menjadi acuan bagi semua aktivitas yang dilakukan untuk mencapainya. Istilah yang lebih populer saat ini yang digunakan sebagai tujuan, yaitu ‘Kompetensi’. • Kompetensi merupakan rumusan kemampuan berhubungan dengan aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan yang harus direfleksikan dalam berpikir dan bertindak secara konsisten. TUJUAN PENDIDIKAN KESEHATAN Tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat, serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. • Terbentuknya perilaku sehat pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang sesuai dengan konsep hidup sehat baik fisik, mental, dan sosial sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian Tujuan pendidikan kesehatan masyarakat yang paling pokok
  • 15. RUANG LINGKUP PENDIDIKAN KESEHATAN Ruang lingkup pendidikan kesehatan dapat dilihat dari berbagai dimensi, antara lain dimensi sasaran pendidikan, dimensi tempat pelaksanaan atau aplikasinya dan dimensi tingkat pelayanan kesehatan Pendidikan kesehatan individual, dengan sasaran individu. Pendidikan kesehatan kelompok dengan sasaran kelompok. Pendidikan kesehatan masyarakat dengan sasaran masyarakat luas. 1. MENURUT SASARAN PENDIDIKAN KESEHATAN
  • 16. 2. MENURUT TEMPAT PELAKSANAAN PENDIDIKAN KESEHATAN 3. MENURUT TINGKAT PELAYANAN KESEHATAN Pendidikan kesehatan di sekolah, dilakukan di sekolah dengan sasaran murid. Pendidikan kesehatan di rumah sakit, dilakukan di rumah sakit-rumah sakit dengan sasaran pasien atau keluarga pasien, di Puskesmas pada individu dan kelompok masyarakat. Pendidikan kesehatan di tempat-tempat kerja dengan sasaran buruh atau karyawan yang bersangkutan. Dimensi tingkat pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dapat dilakukan berdasarkan lima tingkat pencegahan (five levels of prevention) dari Leavel and Clark yaitu: Promosi Kesehatan (Health Promotion), Perlindungan Khusus (Specific protection), Diagnosis Dini dan Pengobatan Segera (Early Diagnosis and Prompt Treatment), Pembatasan Cacat (Disability Limitation), Rehabilitasi (Rehabilitation).
  • 17. Lima Tingkat Pencegahan dari Leavel dan Clark • Dalam tingkat ini pendidikan kesehatan diperlukan misalnya dalam peningkatan gizi, kebiasaan hidup, perbaikan sanitasi lingkungan hygiene perorangan dan sebagainya 1. Promosi Kesehatan (Health Promotion) • Dalam program imunisasi sebagai bentuk pelayanan perlindungan khusus ini pendidikan kesehatan sangat diperlukan terutama di Negara-negara berkembang. Hal ini karena kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi sebagai perlindungan terhadap penyakit pada dirinya maupun pada anak- anaknya masih rendah. 2. Perlindungan Khusus (Specifik Protection)
  • 18. •Dikarenakan rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan penyakit, maka sering sulit mendeteksi penyakit-penyakit yang terjadi di dalam masyarakat. 3. Diagnosis Dini dan Pengobatan Segera (Early Diagnosis and Prompt Treatment) •Oleh karena kurangnya pengertian dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan penyakit, maka sering masyarakat tidak melanjutkan pengobatannya sampai tuntas. Dengan kata lain mereka tidak melakukan pemeriksaan dan pengobatan yang komplit terhadap penyakitnya. Pengobatan yang tidak layak dan sempurna dapat mengakibatkan orang yang bersangkutan cacat atau ketidakmampuan. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan juga diperlukan dalam tahap ini. 4. Pembatasan Kecacatan (Disability Limitation) •Setelah sembuh dari suatu penyakit tertentu, kadang-kadang orang menjadi cacat. Untuk memulihkan cacatnya tersebut kadang-kadang diperlukan latihan-latihan tertentu. Oleh karena kurangnya pengertian dan kesadaran orang tersebut, ia tidak atau segan melakukan latihan- latihan yang dianjurkan maka perlu dilakukan pendidikan kesehatan. 5. Rehabilitasi (Rehabilitation)
  • 19. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pendidikan Kesehatan 1. Faktor Petugas Kurang persiapan Kurang menguasai materi yang akan dijelaskan Penampilan kurang meyakinkan sasaran Bahasa yang digunakan kurang dapat dimengerti oleh sasaran karena terlalu banyak menggunakan istilah-istilah asing Suara terlalu kecil dan kurang dapat didengar Penyampaian materi penyuluhan terlalu monoton sehingga membosankan.
  • 20. 2. Faktor Sasaran Tingkat pendidikan terlalu rendah sehingga sulit mencerna pesan yang disampaikan Tingkat sosial ekonomi terlalu rendah sehingga tidak begitu memperhatikan pesan-pesan yang disampaikan, karena lebih memikirkan kebutuhan-kebutuhan lain yang lebih mendesak Kepercayaan dan adat kebiasaan yang telah tertanam sehingga sulit untuk mengubah misalnya, makan ikan dapat menimbulkan cacingan. Kondisi lingkungan tempat tinggal sasaran yang tidak mungkin terjadi perubahan perilaku. Misalnya masyarakat yang tinggal di daerah tandus yang sulit air akan sangat sukar untuk memberikan penyuluhan untuk hygiene sanitasi perseorangan.
  • 21. 3. Faktor Proses dalam Pendidikan Waktu penyuluhan tidak sesuai dengan waktu yang diinginkan sasaran Tempat penyuluhan dilakukan dekat tempat keramaian sehingga mengganggu proses penyuluhan kesehatan yang dilakukan Jumlah sasaran yang mendengar penyuluhan terlalu banyak sehingga sulit untuk menarik perhatian dalam memberikan penyuluhan Alat peraga dalam memberikan penyuluhan kurang ditunjang oleh alat peraga yang dapat mempermudah pemahaman sasaran Metode yang digunakan kurang tepat sehingga membosankan sasaran untuk mendengarkan penyuluhan yang disampaikan Lebih baik menggunakan bahasa keseharian sasaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan kesehatan ini harus di kuasai dengan baik, karena dalam memberikan pendidikan kesehatan anda harus mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, sehingga pendidikan yang di berikan dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
  • 22. LANGKAH-LANGKAH DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN Dalam memberikan pendidikan kesehatan kita harus merencanakan dengan baik agar tidak membuat peserta menjadi bingung dan kita harus mengetahui apakah yang akan kita berikan betul yang dibutuhkan masyarakat. Apabila kita tidak mengikuti langkah-langkah pelaksanaan pendidikan kesehatan maka pendidikan kesehatan tersebut tidak berjalan dengan baik.
  • 23. Secara umum ada beberapa langkah yang harus ditempuh dalam melaksanakan pendidikan kesehatan, yaitu: Mengkaji kebutuhan kesehatan Menetapkan masalah kesehatan Mempriotaskan masalah yang terlebih dahulu untuk ditangani melalui pendidikan kesehatan Menyusun rencana pendidikan a. Menetapkan tujuan b. Penentuan sasaran c. Menyusun materi/isi penyuluhan d. Memilih metode yang tepat e. Menentukan jenis alat peraga yang akan digunakan f. Penentuan kriteria evaluasi g. Pelaksanaan penyuluhan h. Penilaian hasil penyuluhan i. Tindak lanjut dari . penyuluhan
  • 24. 1) Menentukan tujuan 2) Menentukan sasaran 3) Mempersiapkan materi 4) Topik yang dikemukakan hanya satu masalah sesuai dengan kebutuhan sasaran 5) Mempersiapkan alat peraga yang sesuai dengan topik 6) Menentukan waktu dan tempat 7) Mempersiapkan bahan bacaan bila diperlukan 1) Perkenalkan diri 2) Menjelaskan tujuan ceramah 3) Menjelaskan pokok permasalahan yang akan dibahas 4) Menyampaikan materi ceramah dengan suara yang jelas dan bahasa yang mudah dimengerti 5) Pandangan penceramah dalam menyampaikan materi merata keseluruh sasaran 6) Bila bisa diselingi dengan humor 7) Gunakan alat peraga untuk memudahkan pengertian pendengar dan bawakan ceramah secara santai 8) Berikan kesempatan kepada sasaran untuk bertanya terhadap hal-hal yang kurang jelas 9) Jawablah pertanyaan-pertanyaan sasaran dengan jelas dan meyakinkan 10) Sebelum mengakhiri ceramah hendaknya penceramah menyimpulkan hasil ceramahnya 11) Bila ada bahan bacaan hendaknya dibagikan setelah ceramah selesai Ceramah dinilai berhasil apabila: 1) Ada respons dari pendengar dengan banyaknya pertanyaan 2) Adanya usulan dari sasaran untuk meneruskan kegiatan ceramah 3) Besarnya perhatian pendengar dari ceramah yang diberikan 4) Penceramah bertanya kepada pendengar tentang materi yang dibawakannya dan pendengar dapat menjawab pertanyaan tersebut 1. CERAMAH a. persiapan b.pelaksanaan c.penilaian
  • 25. 1) Menetapkan tujuan 2) Menentukan materi 3) Menentukan sasaran dengan latar belakangnya 4) Menentukan waktu dan perkiraan lamanya waktu demonstrasi 5) Menentukan alat-alat dan alat peraga yang digunakan 6) Menyesuaikan materi yang akan disampaikan dengan demonstrasi yang akan dilaksanakan 7) Mengecek segala persiapan secara keseluruhan serta peralatan yang sudah dipersiapkan 1) Menjelaskan tujuan demonstrasi 2) Menciptakan suasana akrab dengan penampilan sikap yang ramah, sopan, dan memikat 3) Menjelaskan materi yang akan didemonstrasikan dengan memperlihatkan ilustrasi melalui alat-alat yang dipakai secara teliti dan benar 4) Memberikan tekanan yang dianggap penting dengan cara mengulang-ulang agar sasaran benar-benar mengerti dan mudah mengingatnya 5) Memberikan kesempatan kepada beberapa orang sasaran untuk mendemonstrasikannya seperti apa yang telah diperagakan oleh penceramah 6) Memberikan kesempatan untuk tanya jawab Keberhasilan demonstrasi dapat dilihat dari: 1) Banyaknya pertanyaan tentang materi dan prosedur yang didemonstrasikan dan jawaban yang diberikan dapat memuaskan sasaran 2) Adanya permintaan untuk melaksanakan demonstrasi serupa atau yang lain dengan sasaran yang sama atau yang lain 3) Nampak kepuasan dari sasaran setelah demonstrasi dilakukan 4) Adanya laporan bahwa apa yang didemonstrasikan dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. 2. DEMONSTRASI a. Persiapan b. Pelaksanaan c. Penilaian
  • 27. METODE PENDIDIKAN KESEHATAN • Pada metode didaktik yang aktif adalah orang yang melakukan pendidikan kesehatan sedangkan sasaran bersifat pasif dan tidak diberikan kesempatan untuk ikut serta mengemukakan pendapatnya atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan apapun dan proses pendidikan yang terjadi bersifat satu arah (one way method). METODE DIDAKTIK • Pada metode ini sasaran diberikan kesempatan mengemukakan pendapat sehingga mereka ikut aktif dalam proses belajar mengajar dengan demikian terbinalah komunikasi dua arah antara yang menyampaikan pesan di satu pihak dengan yang menerima pesan di lain pihak (two way method). METODE SOKRATIK . Secara langsung • dengan kegiatan Ceramah Secara tidak langsung • Poster • Media cetak (majalah, buletin, surat kabar) • Media elektronik (radio, televisi) Secara Langsung • Diskusi • Curah pendapat • Demonstrasi • Simulasi • Bermain peran (role playing) • Sosiodrama • Simposium • Seminar • Studi kasus • Ceramah • Panel • Seminar (presentasi) • Studi kasus. Secara tidak langsung • Penyuluhan kesehatan melalui telepon • Satelit komunikasi
  • 28. Metode Pendidikan Kesehatan oleh Petugas Lapangan CERAMAH •suatu cara dalam menerangkan dan menjelaskan suatu ide, pengertian, atau pesan secara lisan kepada sekelompok sasaran sehingga memperoleh informasi tentang Kesehatan. Definisi Ciri-ciri •1) Ada sekelompok sasaran yang telah dipersiapkan 2) Ada ide, pengertian dan pesan tentang kesehatan yang disampaikan 3) Tidak ada kesempatan bertanya bagi sasaran, bila ada jumlahnya sangat terbatas. 4) Mempergunakan alat peraga untuk mempermudah pengertian Keuntungan •Banyak orang yang dapat mendengarkan atau memperoleh pengetahuan di bidang kesehatan •Dapat diterima oleh sasaran yang tidak dapat membaca •Mudah dilaksanakan •Mudah mempersiapkannya •Mudah mengorganisasi Kerugian •Tidak memberikan kesempatan kepada sasaran untuk berpartisipasi secara aktif (sasaran bersifat pasif) •Cepat membosankan bila ceramahnya kurang menarik •Pesan yang disampaikan mudah dilupakan •Diberikan hanya satu kali •Sering timbul pengertian lain bila sasaran kurang memperhatikan
  • 29. DISKUSI KELOMPOK • pembicaraan yang direncanakan dan telah dipersiapkan tentang suatu topik pembicaraan di antara 5-20 peserta (sasaran) dengan seorang pemimpin diskusi yang telah ditunjuk. Definisi Ciri-ciri •1) Saling mengemukakan pendapat di antara sasaran (peserta) 2) Dapat membuat topik yang dibicarakan menjadi menarik 3) Membantu peserta untuk mengemukakan pendapat 4) Dapat mengenal dan mengolah masalah yang terkandung di dalam topik 5) Menciptakan suasana yang informil 6) Adanya pendapat dari orang- orang yang tidak suka berbicara Keuntungan • Memberikan kemungkinan untuk saling mengemukakan pendapat di antara peserta •Merupakan pendekatan yang demokratis dalam menyampaikan pendapat dari tiap-tiap peserta •Dapat mendorong rasa persatuan di antara peserta •Dapat memperluas pandangan tiap peserta •Dapat menghayati kepemimpinan bersama dan membantu mengembangkan kepemimpinan kelompok Kerugian • Tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar •Peserta dapat informasi yang terbatas •Membutuhkan pimpinan diskusi yang terampil agar tidak menyimpang dari topik pembicaraan •Diskusi dapat menyimpang dari alur topik yang dibicarakan •Mungkin dapat dikuasai oleh orang- orang yang pintar berbicara
  • 30. CURAH PENDAPAT • suatu bentuk pemecahan masalah di mana setiap anggota mengusulkan semua kemungkinan pemecahan masalah yang terpikirkan oleh masing-masing peserta dan evaluasi atas pendapat-pendapat tadi dilakukan kemudian. Definisi Ciri-ciri • 1) Dapat membangkitkan pikiran yang kreatif 2) Merangsang partisipasi peserta 3) Dapat membangkitkan pendapat-pendapat baru 4) Menciptakan suasana yang menyenangkan dalam kelompok Keuntungan • Dapat memperoleh pendapat baru • Merangsang setiap anggota untuk berperan serta secara aktif • Dapat menghasilkan reaksi berantai dalam pendapat • Tidak menyita banyak waktu • Dapat dipakai dalam kelompok besar maupun kecil • Tidak memerlukan pimpinan yang terlalu formal Kerugian • Mudah terlepas dari kontrol • Harus dilanjutkan dengan evaluasi jika diharapkan efektif • Mungkin sulit untuk membuat peserta tahu bahwa segala pendapat dapat diterima • Para peserta cenderung untuk mengadakan evaluasi segera setelah suatu pendapat diajukan
  • 31. PANEL • pembicaraan yang telah direncanakan didepan pengunjung atau peserta tentang sebuah topik, diperlukan 3 orang atau lebih panelis dengan seorang pemimpin. Definisi Ciri-ciri •1) Adanya pendapat dari peserta yang berbeda-beda 2) Adanya panelis dan pemimpin diskusi (moderator) 3) Adanya topik pembicaraan yang telah ditetapkan sebelumnya 4) Moderator mengatur jalannya diskusi Keuntungan • Dapat membangkitkan pikiran peserta •Panelis dapat mengemukakan pandangan yang berbeda terhadap topik pembicaraan •Dapat memanfaatkan orang-orang yang memenuhi syarat dan menguasai permasalahan dengan baik •Mendorong analisa peserta tentang topik pembicaraan •Peserta memperoleh hasil dari berbagai pemikiran dari para panelis tentang topik pembicaraan Kerugian • Mudah terseret di luar topik pembicaraan •Kemungkinan panelis berbicara terlalu banyak •Tidak mungkin semua peserta dapat mengambil bagian •Cenderung untuk menjadi serial pidato pendek •Dapat memecahkan peserta ketika mereka setuju dengan panelis tertentu •Membutuhkan waktu dan persiapan yang cukup lama.
  • 32. BERMAIN PERAN • memerankan sebuah situasi dalam kehidupam manusia dengan tanpa diadakan latihan, dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk dipakai sebagai bahan pemikiran oleh kelompok Definisi Ciri-ciri •1) Peserta mengetahui lebih banyak tentang pandangan yang berlawanan 2) Peserta mempunyai kemampuan untuk memerankan peran yang diberikan kepadanya 3) Pengaruh emosi dalam permainan akan membantu pengkajian masalah yang dibahas 4) Membantu peserta memahami masalah yang dibahas 5) Dapat digunakan untuk mengubah sikap Keuntungan • Dapat menarik perhatian peserta •Dapat dipakai pada kelompok kecil dan besar •Membantu peserta untuk menganalisa situasi •Menambah rasa percaya diri pada peserta •Membantu peserta menyelami masalah •Membantu peserta mendapatkan pengalaman yang ada pada pikiran orang lain •Membangkitkan minat peserta untuk memecahkan masalah Kerugian • Banyak peserta yang tidak dapat memerankan sesuatu •Terbatas hanya pada beberapa situasi saja •Mungkin masalahnya disatukan dengan pemerannya
  • 33. DEMONSTRASI •suatu cara untuk menunjukkan pengertian, ide dan prosedur tentang sesuatu hal yang telah dipersiapkan dengan teliti untuk memperlibatkan bagaimana cara melaksanakan suatu tindakan, adegan dengan menggunakan alat peraga. Metode ini digunakan terhadap kelompok yang tidak terlalu besar jumlahnya. Definisi Ciri-ciri • 1) Memperlihatkan kepada kelompok bagaimana prosedur untuk membuat sesuatu 2) Dapat meyakinkan peserta bahwa mereka dapat melakukannya 3) Dapat meningkatkan minat sasaran untuk belajar Keuntungan • Dapat memberikan keterampilan tertentu kepada kelompok sasaran • Memudahkan berbagai jenis penjelasan sebab penggunaan bahasa yang lebih berbatas • Membantu sasaran untuk memahami dengan jelas jalannya suatu proses prosedur yang dilakukan Kerugian • Demonstrasi tidak dapat dilihat oleh sasaran karena alat yang digunakan terlalu kecil atau penempatannya kurang pada tempatnya • Uraian atau penjelasan kurang jelas • Waktu yang tersedia terbatas sehingga sasaran tidak dapat diikutsertakan
  • 34. SIMPOSIUM • serangkaian ceramah yang diberikan oleh 2 sampai 5 orang dengan topik yang berlainan tetapi saling berhubungan erat. Definisi Ciri-ciri •1) Mengemukakan topik yang berbeda dan saling berhubungan 2) Pembicaraan yang memenuhi syarat 3) Pokok pembicaraan telah ditentukan Keuntungan • Dapat dipakai pada kelompok besar ataupun kecil •Dapat mengemukakan banyak informasi dalam waktu singkat •Penggantian pembicara menambah variasi dan menjadi lebih menarik •Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menganalisa beberapa aspek yang berhubungan dan dapat diperdebatkan •Dapat direncanakan jauh-jauh dari hari sebelumnya secara matang Kerugian • Kurang memberikan kesempatan kepada para peserta untuk berpartisipasi •Agak terasa formal •Kurang interaksi dalam kelompok •Kurang dapat mengembangkan kreativitas peserta •Membutuhkan waktu yang lama dalam mempersipakannya •Sulit mengadakan kontrol waktu
  • 35. SEMINAR • suatu cara di mana sekelompok orang berkumpul untuk membahas suatu masalah di bawah bimbingan seorang ahli yang menguasai bidangnya Definisi Ciri-ciri • 1) Memberikan kesempatan diskusi kepada para pesertanya 2) Menstimulasi partisipasi anggota kelompok secara aktif Keuntungan • Hasilnya dapat dimanfaatkan, karena hasilnya dilaporkan dalam bentuk tertulis • Dapat mempelajari topik- topik secara mendalam • Menyajikan bahan-bahan dan keterangan baru • Memungkinkan terjadinya observasi bebas Kerugian • Sulit untuk mendapatkan pemimpin seminar yang bermutu • Memerlukaan sukarelawan untuk menyiapkan bahan ceramah dan laporan • Biasanya dilakukan di perguruan tinggi untuk keperluan-keperluan penelitian
  • 36. STUDI KASUS • sekumpulan situasi masalah yang sedetailnya, yang memungkinkan kelompok menganalisa masalah itu. Permasalahan tersebut merupakan bagian dari kehidupan yang mengandung diagnosa, pengobatan, perawatan. Dapat disampaikan secara lisan maupun tertulis, drama, film, dapat juga berupa rekaman. Definisi Ciri-ciri • 1) Menghubungkan masalah dengan situasi 2) Terjadi analisa terhadap suatu masalah 3) Membantu anggota dalam pemecahan masalah 4) Menganalisa fakta yang ada tentang suatu masalah 5) Menyangkut masalah-masalah kehidupan Keuntungan • Dapat ditugaskan sebelum diskusi • Memberikan kesempatan yang sama kepada anggota untuk mengusulkan pemecahan • Menciptakan suasana untuk saling bertukar pendapat • Memberikan kesempatan untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki masing- masing peserta • Memungkinkan peserta untuk melakukan simulasi • Dapat digunakan bahan tertulis, lisan, film, rekaman untuk memberikan gambaran tentang kasus Kerugian • 1) Masalah yang dikemukakan tidak selalu sama pentingnya bagi anggota 2) Memerlukan banyak waktu jika dilakukan secara mendalam 3) Mungkin timbul perdebatan antara anggota sekalipun datanya cukup
  • 37. ALAT PERAGA/MEDIA PENDIDIKAN KESEHATAN Dalam melaksanakan pendidikan kesehatan akan lebih dimengerti apabila menggunakan alat peraga yang tepat dengan materi yang diberikan. • Alat peraga (audio visual aid) adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim pesan (penyuluh) ke penerima pesan (sasaran) sehingga dapat menerangkan pikiran, perasaan, perhatian dan minat sasaran sedemikian rupa sehingga terjadi pemahaman, pengertian dan penghayatan dari apa yang diterangkan 1. PENGERTIAN
  • 38. 2. TUJUAN DAN KEHUNAAN ALAT PERAGA TUJUAN a) Sebagai alat bantu dalam pendidikan Kesehatan. b) Untuk menimbulkan perhatian terhadap suatu masalah yang dijelaskan. c) Untuk mengingatkan suatu pesan/informasi. d) Untuk menjelaskan fakta- fakta, prosedur dan tindakan. e) Membuat penyajian materi ceramah lebih sistematis. KEGUNAAN • Dapat menumbuhkan minat terhadap kelompok sasaran • Membantu kelompok sasaran untuk mengerti lebih baik • Membantu kelompok sasaran untuk mengingat lebih baik • Membantu kelompok sasaran untuk menambah atau membina sikap baru • Membantu kelompok sasaran untuk melaksanakan apa yang telah dipelajari • Membantu kelompok sasaran untuk meneruskan apa yang diperoleh kepada orang lain • Dapat membantu hambatan bahasa • Dapat mencapai sasaran lebih baik
  • 39. 3. MANFAAT ALAT PERAGA/MEDIA A. MANFAAT BAGI PENDIDIK • Memiliki bahan nyata yang ingin disampaikan. • Menambah kepercayaan diri dalam memberikan pendidikan Kesehatan. • Menghindari kejenuhan dalam memberikan pendidikan Kesehatan. • Mengurangi kejenuhan bagi pihak-pihak yang di didik sehingga secara leluasa pendidik bisa menentukan variasi cara penyampaian. • Sebagai alat yang dapat menuntun dalam penyampaian materi pendidikan B. MANFAAT BAGI SASARAN • Dapat melihat nyata inti materi yang disampaikan sehingga lebih mudah untuk dicerna • Menghindari kejenuhan dan kebosanan • Mudah mengingat pesan yang disampaikan pendidik • Mempermudah pengertian sasaran dalam menangkap makna materi yang disampaikan
  • 40. 4. CIRI-CIRI ALAT PERAGA CIRI-CIRI • Merupakan suatu alat yang dapat diraba, dilihat, didengar dan dapat diamati melalui pancaindra • Tekanan utamanya terletak pada benda atau hal-hal yang dapat dilihat dan didengar • Digunakan dalam rangka hubungan komunikasi dalam penceramah • Merupakan media pendidikan yang dapat digunakan dalam pendidikan kesehatan • Sebagai alat teknis yang erat kaitannya dengan metode pendidikan yang diberikan. CIRIALAT PERAGA SEDERHANA • Pembuatannya mudah, dibuat dari bahan setempat, mencerminkan kehidupan, kepercayaan dan kebiasaan setempat. • Masyarakat melihatnya sebagai penggambaran keadaan lingkungan sendiri, ditulis dan digambar secara sederhana dan menggunakan bahasa dan gambar yang mudah dimengerti oleh masyarakat setempat. • Memenuhi kebutuhan petugas kesehatan dan masyarakat setempat, masyarakat melihatnya sebagai milik mereka, tumbuh dari mereka dan dimanfaatkan oleh mereka sendir
  • 41. MACAM ALAT PERAGA MACAM a. Papan pengumuman b. Over Head Projector (OHP) c. Kertas Plip Chart dan penyangganya d. Poster e. Flash Card f. Model g. Leaflet h. Film i. Slide Projector j. Video film k. Bahan-bahan asli: bahan makanan, sayuran, oralit, dan sebagainya
  • 42. Definisi papan pengumuman yang berukuran biasa yang dapat dipasang di puskesmas, rumah sakit, balai desa atau kantor kecamatan untuk menempelkan informasi kesehatan, biasanya berukuran 90 x 129 cm. Papan pengumuman tersebut dapat menempelkan gambar-gambar yang mengandung informasi kesehatan, tulisan-tulisan tentang prosedur pelayanan kesehatan dan sebagainya. • Papan pengumuman ditempelkan di dinding yang mudah dilihat oleh pengunjung, cukup penerangan dan sinar sehingga mudah dibaca • Gambar-gambar dan tulisan- tulisan mengandung informasi kesehatan, perawatan, prosedur pelayanan, pengobatan dan dipasang dalam jangka periode tertentu • Dapat juga memuat foto-foto peristiwa yang dianggap perlu diketahui pengunjung • Poster, chart yang memuat selebaran kesehatan dapat ditempelkan di papan pengumuman • Dapat dibuat sendiri sesuai dengan keinginan • Dapat merangsang pengunjung untuk membacanya bila pemasangannya tepat • Menghemat waktu dan dapat mengarahkan pembaca untuk membaca informasi yang disajikan sesuai dengan urutan • Dapat mengajak pembaca untuk mengetahui sesuatu program kesehatan atau informasi yang dianggap perlu seperti prosedur pembuatan larutan gula garam, askes, dan sebagainya • Sebagai salah satu cara untuk mengingat kembali tentang sesuatu yang telah diinformasikan A. PAPAN PENGUMUMAN DEFINISI CARA PENGGUNAAN KEUNTUNGAN
  • 43. pesan singkat dalam bentuk gambar, dengan tujuan untuk mempengaruhi seseorang atau kelompok agar tertarik pada objek materi yang diinformasikan • Poster sebaiknya ditempelkan di ruang tunggu puskesmas atau ruang tunggu pemeriksaan secara menarik • Dapat digunakan untuk alat bantu dalam memberikan penyuluhan kesehatan • Dapat digunakan untuk bahan diskusi kelompok dalam suatu kesempatan tertentu • Dapat diproduksi dalam jumlah yang besar • Dapat disebarluaskan ke pelosok-pelosok wilayah yang terpencil • Dengan gambar yang menarik dapat menarik orang untuk melihat dan membacanya • Dapat ditempelkan di tempat umum di mana orang sering berkumpul B. POSTER DEFINISI CARA PENGGUNAAN KEUNTUNGAN
  • 44. C. LEAFLET PENGGUNAAN • Dapat ditempel di papan pengumuman puskesmas, rumah sakit, atau tempel di tempat lain yang mudah untuk dilihat oleh masyarakat umum • Dapat diberikan kepada sasaran setelah selesai penyuluhan kesehatan BENTUK LEAFLET • Tulisan terdiri dari 200- 400 huruf dengan tulisan cetak biasanya diselingi dengan gambar • Harus dapat dibaca sekali pandang • Ukuran biasanya 20 X 30 cm • Dapat berupa leaflet tentang DHF, penanggulangan diare, imunisasi dan sebagainya KEUNTUNGAN • Dapat disimpan lama,bila lupa dapat dibuka kembali • Dapat dipakai sebagai bahan rujukan • Isi dapat dipercaya karena dicetak dan dikeluarkan oleh instansi resmi • Jangkauannya jauh dan dapat membantu jangkauan media lain • Jika perlu dapat dicetak ulang • Dapat dipakai sebagai bahan diskusi untuk kesempatan berbeda KERUGIAN • Bila cetakannya kurang menarik orang segan menyimpannya. • Kebanyakan orang enggan membacanya, apabila hurufnya terlalu kecil dan susunannya kurang menarik • Tidak dapat digunakan oleh orang yang tidak dapat membaca
  • 45. adalah beberapa kertas/kartu dengan ukuran kira-kira 25 X 30 cm yang berisi suatu masalah atau program tertentu. Biasanya tulisan terletak dibalik gambar yang ada pada gambar depan • Sejumlah kartu yang telah disusun secara berurutan dipegang dengan halaman gambar dihadapkan kepada sekelompok sasaran yang biasanya terdiri kurang lebih 30 orang • Pada saat gambar tersebut diperlihatkan, teks atau kalimat yang ada di belakangnya dibacakan dan diterangkan untuk mempermudah pengertian sasaran • Dapat digunakan dalam penyuluhan kesehatan di puskesmas, rumah sakit, rumah bersalin dan sebagainya. • Dapat dibawa ke mana- mana • Dapat digunakan untuk bahan penyuluhan kesehatan • Dapat membantu penyuluhan yang kurang mampu berbicara karena ada materi/tulisan yang ada di halaman belakang • Jika gambarnya menarik dapat menarik perhatian sasaran untuk memperhatikan dan mendengarkannya secara tekun D. FLASH CARD DEFINISI CARA PENGGUNAAN KEUNTUNGAN
  • 46. E. PLIP CHART • beberapa chart yang telah disusun secara berurutan dan berisi tulisan dengan gambar-gambar yang telah disatukan dengan ikatan atau ring spiral pada bagian pinggir sisi atas. Biasanya jumlah chart lebih dari 12 lembar, berukuran poster lebih besar atau lebih kecil. Dan biasanya memakai kertas tebal DEFINISI