Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa atau praktikan, dosen, dan
peneliti melakukan percobaan. Bekerja di laboratorium kimia tak akan lepas dari berbagai
kemungkinan terjadinya bahaya dari berbagai jenis bahan kimia baik yang bersifat sangat
berbahaya maupun yang bersifat berbahaya. Selain itu, peralatan yang ada di dalam
Laboratorium juga dapat mengakibatkan bahaya yang tak jarang berisiko tinggi bagi praktikan
yang sedang melakukan praktikum jika tidak mengetahui cara dan prosedur penggunaan alat
yang akan digunakan. Setiap percobaan kita selalu menggunakan peralatan yang berbeda atau
meskipun sama tapi ukurannya berbeda. Misalnya untuk mengambil larutan dalam jumlah
sedikit kita harus menggunakan gelas ukur bukan beaker glass ataupun erlenmeyer karena
ketelitian gelas ukur yang tinggi dan memang untuk mengukur zat cair serta mudah digunakan,
sedangkan beaker glass hanya sebagai wadah atau tempat larutan atau sampel, meskipun
terdapat skala pada beaker glass namun skala ini tidak akurat dan tidak boleh digunakan untuk
mengukur sampel yang sangat sensitif. Begitu pula dengan prosedur percobaan yang lain, kita
harus bisa menyesuaikan dan menggunakan peralatan untuk praktikum tersebut. Oleh karena
itu, kita harus mengetahui bagaimana cara menggunakan alat – alat tersebut dengan tepat
sehingga tidak akan mengganggu kelancaran praktikum dan tidak terjadi kecelakaan akibat dari
kesalahan praktikan. (Ibnu, 1976:135)
Peralatan Dasar Dalam Laboratorium
Menurut Keenan, (1989:68-72) Peralatan dasar laboratorium kimia dan fungsinya adalah
sebagai berikut:
1. Gelas Kimia (beaker) : Berupa gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang
dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap panas hingga suhu 200 . Ukuran
alat ini ada yang 50 mL, 100 mL dan 2 L.
Fungsi :Untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian
yang tinggi, menampung zat kimia dan memanaskan cairan, media pemanasan cairan.
2. Labu Erlenmeyer : Berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin kecil dengan skala
sepanjang dindingnya. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L.
Fungsi : Untuk menyimpan dan memanaskan larutan, menampung filtrat hasil penyaringan,
menampung titran (larutan yang dititrasi) pada proses titrasi.
3. Gelas ukur : Berupa gelas tinggi dengan skala di sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca atau
plastik yang tidak tahan panas. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L.
Fungsi :Untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian tinggi
dalam jumlah tertentu.
4. Pipet : alat untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu maupun takaran bebas. Jenisnya :
a. Pipet seukuran : digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu secara tepat, bagian
tengahnya menggelembung.
b. Pipet berukuran : berupa pipa kurus dengan skala di sepanjang dindingnya. Berguna untuk
mengukur dan memindahkan larutan dengan volume tertentu secara tepat.
c. Pipet tetes : berupa pipa kecil terbuat dari plastik atau kaca dengan ujung bawahnya meruncing
serta ujung atasnya ditutupi karet. Berguna untuk mengambil cairan dalam skala tetesan kecil.
5. Buret : berupa tabung kaca bergaris dan memiliki kran di ujungnya. Ukurannya mulai dari 5
dan 10 mL (mikroburet) dengan skala 0,01 mL, dan 25 dan 50 mL dengan skala 0,05 mL.
Fungsi : Untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu, biasanya digunakan untuk
titrasi.
6. Tabung reaksi : berupa tabung yang kadang dilengkapi dengan tutup. Terbuat dari kaca
borosilikat tahan panas, terdiri dari berbagai ukuran.
http://sudiartivizue.blogspot.com
Fungsi : Sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia, untuk melakukan reaksi kimia dalam
skala kecil
7. Kaca arloji : terbuat dari kaca bening, terdiri dari berbagai ukuran diameter.
Fungsi : Sebagai penutup gelas kimia saat memanaskan sampel, tempat saat menimbang bahan
kimia, tempat untuk mengeringkan padatan dalam desikator.
8. Corong : terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk seperti gelas
bertangkai, terdiri dari corong dengan tangkai panjang dan pendek. Cara menggunaka nnya
dengan meletakkan kertas saring ke dalam corong tersebut.
Fungsi : Untuk menyaring campuran kimia dengan gravitasi.
9. Cawan : terbuat dari porselen dan biasa digunakan untuk menguapkan larutan.
10. Mortar dan pestle : terbuat dari porselen, kaca atau batu granit yang dapat digunakan untuk
menghancurkan dan mencampurkan padatan kimia.
11. Spatula : berupa sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel atau
alumunium.
Fungsi : Untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan, dipakai untuk mengaduk
larutan.
12. Batang pengaduk : terbuat dari kaca tahan panas, digunakan untuk mengaduk cairan di dalam
gelas kimia.
13. Kawat kasa : kawat yang dilapisi dengan asbes, digunakan sebagai alas dalam penyebaran
panas yang berasal dari suatu pembakar.
14. Kaki tiga : besi yang menyangga ring dan digunakan untuk menahan kawat kasa dalam
pemanasan.
15. Burner / pembakar spiritus : digunakan untuk memanaskan bahan kimia.
16. Bola hisap : digunakan untuk membantu proses pengambilan cairan. Terbuat dari karet yang
disertai dengan tanda untuk menyedot cairan (suction), mengambil udara (aspirate) dan
mengosongkan (empty).
17. Neraca analisis : digunakan untuk menimbang padatan kimia.
Teknik-Teknik Laboratorium dan Petunjuk-Petunjuk Keselamatan Laboratorium menurut
Mahan,(1987:269-271)
1. Cara memanaskan cairan
Harus memperhatikan kemungkinan terjadinya bumping (meloncatnya cairan akibat
peningkatan suhu drastis). Cara mencegahnya dengan menambahkan batu didih ke dalam gelas
kimia.
a. Pemanasan cairan dalam tabung reaksi
 Jangan sampai mengarahkan mulut tabung reaksi kepada praktikan baik diri sendiri maupun
orang lain
 Jepit tabung reaksi pada bagian dekat dengan mulut tabung
 Posisi tabung ketika memanaskan cairan agak miring, aduk dan sesekali dikocok
 Pengocokan terus dilakukan sesaat setelah pemanasan
b. Pemanasan cairan dalam gelas kimia dan labu Erlenmeyer
Bagian bawah dapat kontak langsung dengan api sambil cairannya digoyangkan perlahan,
sesekali diangkat bila mendidih.
2. Cara membaca volume pada gelas ukur
Masukkan cairan yang akan diukur lalu tepatkan dengan pipet tetes sampai skala yang
diinginkan. Bagian terpenting dalam membaca skala di gelas ukur tersebut adalah garis
singgung skala harus sesuai dengan meniskus cairan. Meniskus adalah garis lengkung
permukaan cairan yang disebabkan adanya gaya kohesi atau adhesi zat cair dengan gelas ukur.
3. Cara menggunakan buret
Sebelum digunakan, buret harus dibilas dengan larutan yang akan digunakan. Cara mengisinya
:
Kran ditutup kemudian larutan dimasukkan dari bagian atas menggunakan corong gelas.
Jangan mengisi buret dengan posisi bagian atasnya lebih tinggi dari mata kita. Turunkan buret
dan statifnya ke lantai agar jika ada larutan yang tumpah dari corong tidak terpercik ke mata.
Jangan sampai ada gelembung yang tertinggal di bagian bawah buret. Jika sudah tidak ada
gelembung, tutup kran. Selanjutnya isi buret hingga melebihi skala nol, lalu buka kran sedikit
untuk mengatur cairan agar tepat pada skala nol.
4. Cara menggunakan neraca analitis
 Nolkan terlebih dulu neraca tersebut
 Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian timbangan
 Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca
 Setelah digunakan, nolkan kembali neraca tersebut
5. Cara menghirup bau zat
Jangan pernah menghirup gas atau uap senyawa secara langsung! Gunakan tangan dengan
mengibaskan bau sedikit sampel gas ke hidung.
Peralatan keselamatan kerja di laboratorium antara lain:
1. Jas Laboratorium
Alat ini untuk mencegah terjadinya kontaminasi atau menghindari bahaya yang terjadi akibat
percikan zat-zat kimia yang berbahaya.
2. Sarung tangan
Daya tahan sarung tangan terhadap bahan kimia tergantung pada bahan sarung tangan
(misalnya: karet alam; karet neoprene; karet nitrile; dll.), mutunya dan ketebalannya.Untuk
melindungi tangan dari bahan-bahan yang sangat panas dianjurkan memakai "insulated glove"
yang dibuat dari bahan sintetis.
3. Pelindung mata dan muka
4. Kran pencuci mata
5. Safety shower
6. Alat pernapasan (respirator/masker)
Melindungi dari debu-debu, serat yang kecil yang berbahaya atau dan uap atau gas yang
beracun.
7. Pemadam kebakaran
Ada beberapa jenis pemadam kebakaran, seperti Air (water extinguisher), tepung (dry powder
extinguisher), C02 (Carbon dioxide extinguisher), Halon, Busa, pasir, dll.

More Related Content

DOC
Bab 1 pengenalan alat di laboratorium
PPT
Modul 1. peralatan laboratorium
PPT
Alat-alat gelas (Instrumentasi)
PPTX
Pengenalan peralatan laboratorium kimia sederhana
DOCX
Alat-alat di Labolatorium Kimia
DOCX
Laporan kimia praktikum 1
DOCX
Laporan Praktikum Pengenalan Alat di Laboratorium
DOCX
Beberapa alat dalam laboratorium beserta
Bab 1 pengenalan alat di laboratorium
Modul 1. peralatan laboratorium
Alat-alat gelas (Instrumentasi)
Pengenalan peralatan laboratorium kimia sederhana
Alat-alat di Labolatorium Kimia
Laporan kimia praktikum 1
Laporan Praktikum Pengenalan Alat di Laboratorium
Beberapa alat dalam laboratorium beserta

What's hot (20)

DOCX
Laporan pengenalan alat
DOCX
Alat-Alat di Laboratorium Kimia
PDF
ALAT ALAT LABORATORIUM KIMIA KLINIK
DOCX
FUNGSI PERALATAN LABORATORIUM
DOC
No nama alat spesifikasi fungsi ...
DOCX
Alat laboratorium kendis
DOCX
alatlabor
DOCX
Alat alat kimia beserta kegunannya
DOCX
Laporan ddka modul_1_pengenalan_dan_penerapan_peralatan_analisis_thayban-1
DOCX
Laporan Akhir Praktikum Kimia Dasar Pengenalan Alat di Laboratorium
DOC
LAPORAN KIMIA ALAT LABORATORIUM
DOCX
Penuntun praktikum kimia dasar 1
PPTX
Mikropipet
DOCX
Pengenalan Peralatan di Laboratorium
DOCX
Pengenalan Alat
PPT
Pengenalan alat–alat laboratorium
DOCX
Alat lab beserta fungsinya kimia
PPTX
pengenalan alat lab laboratorium
DOCX
Laporan pengenalan alat
PDF
Laporan mikrobiologi pengenalan alat lab
Laporan pengenalan alat
Alat-Alat di Laboratorium Kimia
ALAT ALAT LABORATORIUM KIMIA KLINIK
FUNGSI PERALATAN LABORATORIUM
No nama alat spesifikasi fungsi ...
Alat laboratorium kendis
alatlabor
Alat alat kimia beserta kegunannya
Laporan ddka modul_1_pengenalan_dan_penerapan_peralatan_analisis_thayban-1
Laporan Akhir Praktikum Kimia Dasar Pengenalan Alat di Laboratorium
LAPORAN KIMIA ALAT LABORATORIUM
Penuntun praktikum kimia dasar 1
Mikropipet
Pengenalan Peralatan di Laboratorium
Pengenalan Alat
Pengenalan alat–alat laboratorium
Alat lab beserta fungsinya kimia
pengenalan alat lab laboratorium
Laporan pengenalan alat
Laporan mikrobiologi pengenalan alat lab
Ad

Similar to Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa atau praktikan (20)

PPTX
Pengenalan_Alat_Alat_Laboratorium.ppt.pptx
PPT
PPT Alat Laboratorium Dasar dan Peraturan Keselamatan Kerja.ppt
PPTX
Alat-Alat Gelas dan Kalibrasiiiiiii.pptx
PPTX
Pengenalan alat gelas dan perawatannya
DOC
Peralatan Laboratorium Beserta Fungsinya
DOCX
Beberapa alat kimia
PDF
Mengenal peralatan laboratorium mikrobiologi
DOCX
DOCX
Alat alat
PPTX
Peralatan Laboratorium dan kegunaannya.pptx
DOC
Jobsheet analisis gizi dalam pengolahan (tugas mami)
PDF
Presentasi Pendidikan Alat Laboratorium Kimia Tosca Pastel Illustrasi.pdf
DOCX
ALAT LAB KIMIA
PPTX
ppt alat-alat dan lambang keselamatan laboraturium.pptx
DOCX
ALAT ALAT LABORATORIUM KIMIA.docx
DOCX
Alat-Alat Kimia
DOCX
MAKALAH LAB IPA (11) (2).docx
DOCX
KIMIA FARMASI ANALISA II
DOCX
Laporan praktikum alat alat lab
DOCX
Percobaan 1
Pengenalan_Alat_Alat_Laboratorium.ppt.pptx
PPT Alat Laboratorium Dasar dan Peraturan Keselamatan Kerja.ppt
Alat-Alat Gelas dan Kalibrasiiiiiii.pptx
Pengenalan alat gelas dan perawatannya
Peralatan Laboratorium Beserta Fungsinya
Beberapa alat kimia
Mengenal peralatan laboratorium mikrobiologi
Alat alat
Peralatan Laboratorium dan kegunaannya.pptx
Jobsheet analisis gizi dalam pengolahan (tugas mami)
Presentasi Pendidikan Alat Laboratorium Kimia Tosca Pastel Illustrasi.pdf
ALAT LAB KIMIA
ppt alat-alat dan lambang keselamatan laboraturium.pptx
ALAT ALAT LABORATORIUM KIMIA.docx
Alat-Alat Kimia
MAKALAH LAB IPA (11) (2).docx
KIMIA FARMASI ANALISA II
Laporan praktikum alat alat lab
Percobaan 1
Ad

Recently uploaded (20)

PPTX
Penguatan Pertemuan1 OJT koding dan kecerdasan artificial
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PDF
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
DOCX
Daftar Judul Paper Artificial Intelligence in Information System
PDF
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 3 (Proxmox VE 9.0).pdf
PPTX
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
PPTX
893548301-Panduan-Kokurikuler-Tahun_2025.pptx
PPTX
PPT MODUL 3 PENYELARASAN VISI MISI DENGAN OEMBELAJARAN MENDALAM
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PPT
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
PDF
Materi Pendidikan Agama Islam - Kelas 11 SMA - Berpikir Kritis dan Mengembang...
PPTX
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
PPTX
Paparan Pembelajaran Mendalam V2 (fix).pptx
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
PPTX
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
PPTX
Bilangan_Berpangkat_Kelas VIII_2024.pptx
PPTX
ppt_Pembelajaran_Koding_dan_Kecerdasan_Artifisial_(KKA).pptx
PPTX
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
PDF
Materi Pendidikan Agama Islam - Kelas 12 SMA - Cabang Iman: Keterkaitan antar...
Penguatan Pertemuan1 OJT koding dan kecerdasan artificial
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Daftar Judul Paper Artificial Intelligence in Information System
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 3 (Proxmox VE 9.0).pdf
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
893548301-Panduan-Kokurikuler-Tahun_2025.pptx
PPT MODUL 3 PENYELARASAN VISI MISI DENGAN OEMBELAJARAN MENDALAM
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
Materi Pendidikan Agama Islam - Kelas 11 SMA - Berpikir Kritis dan Mengembang...
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
Paparan Pembelajaran Mendalam V2 (fix).pptx
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
Bilangan_Berpangkat_Kelas VIII_2024.pptx
ppt_Pembelajaran_Koding_dan_Kecerdasan_Artifisial_(KKA).pptx
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
Materi Pendidikan Agama Islam - Kelas 12 SMA - Cabang Iman: Keterkaitan antar...

Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa atau praktikan

  • 1. Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa atau praktikan, dosen, dan peneliti melakukan percobaan. Bekerja di laboratorium kimia tak akan lepas dari berbagai kemungkinan terjadinya bahaya dari berbagai jenis bahan kimia baik yang bersifat sangat berbahaya maupun yang bersifat berbahaya. Selain itu, peralatan yang ada di dalam Laboratorium juga dapat mengakibatkan bahaya yang tak jarang berisiko tinggi bagi praktikan yang sedang melakukan praktikum jika tidak mengetahui cara dan prosedur penggunaan alat yang akan digunakan. Setiap percobaan kita selalu menggunakan peralatan yang berbeda atau meskipun sama tapi ukurannya berbeda. Misalnya untuk mengambil larutan dalam jumlah sedikit kita harus menggunakan gelas ukur bukan beaker glass ataupun erlenmeyer karena ketelitian gelas ukur yang tinggi dan memang untuk mengukur zat cair serta mudah digunakan, sedangkan beaker glass hanya sebagai wadah atau tempat larutan atau sampel, meskipun terdapat skala pada beaker glass namun skala ini tidak akurat dan tidak boleh digunakan untuk mengukur sampel yang sangat sensitif. Begitu pula dengan prosedur percobaan yang lain, kita harus bisa menyesuaikan dan menggunakan peralatan untuk praktikum tersebut. Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana cara menggunakan alat – alat tersebut dengan tepat sehingga tidak akan mengganggu kelancaran praktikum dan tidak terjadi kecelakaan akibat dari kesalahan praktikan. (Ibnu, 1976:135) Peralatan Dasar Dalam Laboratorium Menurut Keenan, (1989:68-72) Peralatan dasar laboratorium kimia dan fungsinya adalah sebagai berikut: 1. Gelas Kimia (beaker) : Berupa gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap panas hingga suhu 200 . Ukuran alat ini ada yang 50 mL, 100 mL dan 2 L. Fungsi :Untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi, menampung zat kimia dan memanaskan cairan, media pemanasan cairan. 2. Labu Erlenmeyer : Berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin kecil dengan skala sepanjang dindingnya. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L. Fungsi : Untuk menyimpan dan memanaskan larutan, menampung filtrat hasil penyaringan, menampung titran (larutan yang dititrasi) pada proses titrasi. 3. Gelas ukur : Berupa gelas tinggi dengan skala di sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L. Fungsi :Untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian tinggi dalam jumlah tertentu. 4. Pipet : alat untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu maupun takaran bebas. Jenisnya : a. Pipet seukuran : digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu secara tepat, bagian tengahnya menggelembung. b. Pipet berukuran : berupa pipa kurus dengan skala di sepanjang dindingnya. Berguna untuk mengukur dan memindahkan larutan dengan volume tertentu secara tepat. c. Pipet tetes : berupa pipa kecil terbuat dari plastik atau kaca dengan ujung bawahnya meruncing serta ujung atasnya ditutupi karet. Berguna untuk mengambil cairan dalam skala tetesan kecil. 5. Buret : berupa tabung kaca bergaris dan memiliki kran di ujungnya. Ukurannya mulai dari 5 dan 10 mL (mikroburet) dengan skala 0,01 mL, dan 25 dan 50 mL dengan skala 0,05 mL. Fungsi : Untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu, biasanya digunakan untuk titrasi. 6. Tabung reaksi : berupa tabung yang kadang dilengkapi dengan tutup. Terbuat dari kaca borosilikat tahan panas, terdiri dari berbagai ukuran. http://sudiartivizue.blogspot.com
  • 2. Fungsi : Sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia, untuk melakukan reaksi kimia dalam skala kecil 7. Kaca arloji : terbuat dari kaca bening, terdiri dari berbagai ukuran diameter. Fungsi : Sebagai penutup gelas kimia saat memanaskan sampel, tempat saat menimbang bahan kimia, tempat untuk mengeringkan padatan dalam desikator. 8. Corong : terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk seperti gelas bertangkai, terdiri dari corong dengan tangkai panjang dan pendek. Cara menggunaka nnya dengan meletakkan kertas saring ke dalam corong tersebut. Fungsi : Untuk menyaring campuran kimia dengan gravitasi. 9. Cawan : terbuat dari porselen dan biasa digunakan untuk menguapkan larutan. 10. Mortar dan pestle : terbuat dari porselen, kaca atau batu granit yang dapat digunakan untuk menghancurkan dan mencampurkan padatan kimia. 11. Spatula : berupa sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel atau alumunium. Fungsi : Untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan, dipakai untuk mengaduk larutan. 12. Batang pengaduk : terbuat dari kaca tahan panas, digunakan untuk mengaduk cairan di dalam gelas kimia. 13. Kawat kasa : kawat yang dilapisi dengan asbes, digunakan sebagai alas dalam penyebaran panas yang berasal dari suatu pembakar. 14. Kaki tiga : besi yang menyangga ring dan digunakan untuk menahan kawat kasa dalam pemanasan. 15. Burner / pembakar spiritus : digunakan untuk memanaskan bahan kimia. 16. Bola hisap : digunakan untuk membantu proses pengambilan cairan. Terbuat dari karet yang disertai dengan tanda untuk menyedot cairan (suction), mengambil udara (aspirate) dan mengosongkan (empty). 17. Neraca analisis : digunakan untuk menimbang padatan kimia. Teknik-Teknik Laboratorium dan Petunjuk-Petunjuk Keselamatan Laboratorium menurut Mahan,(1987:269-271) 1. Cara memanaskan cairan Harus memperhatikan kemungkinan terjadinya bumping (meloncatnya cairan akibat peningkatan suhu drastis). Cara mencegahnya dengan menambahkan batu didih ke dalam gelas kimia. a. Pemanasan cairan dalam tabung reaksi  Jangan sampai mengarahkan mulut tabung reaksi kepada praktikan baik diri sendiri maupun orang lain  Jepit tabung reaksi pada bagian dekat dengan mulut tabung  Posisi tabung ketika memanaskan cairan agak miring, aduk dan sesekali dikocok  Pengocokan terus dilakukan sesaat setelah pemanasan b. Pemanasan cairan dalam gelas kimia dan labu Erlenmeyer Bagian bawah dapat kontak langsung dengan api sambil cairannya digoyangkan perlahan, sesekali diangkat bila mendidih.
  • 3. 2. Cara membaca volume pada gelas ukur Masukkan cairan yang akan diukur lalu tepatkan dengan pipet tetes sampai skala yang diinginkan. Bagian terpenting dalam membaca skala di gelas ukur tersebut adalah garis singgung skala harus sesuai dengan meniskus cairan. Meniskus adalah garis lengkung permukaan cairan yang disebabkan adanya gaya kohesi atau adhesi zat cair dengan gelas ukur. 3. Cara menggunakan buret Sebelum digunakan, buret harus dibilas dengan larutan yang akan digunakan. Cara mengisinya : Kran ditutup kemudian larutan dimasukkan dari bagian atas menggunakan corong gelas. Jangan mengisi buret dengan posisi bagian atasnya lebih tinggi dari mata kita. Turunkan buret dan statifnya ke lantai agar jika ada larutan yang tumpah dari corong tidak terpercik ke mata. Jangan sampai ada gelembung yang tertinggal di bagian bawah buret. Jika sudah tidak ada gelembung, tutup kran. Selanjutnya isi buret hingga melebihi skala nol, lalu buka kran sedikit untuk mengatur cairan agar tepat pada skala nol. 4. Cara menggunakan neraca analitis  Nolkan terlebih dulu neraca tersebut  Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian timbangan  Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca  Setelah digunakan, nolkan kembali neraca tersebut 5. Cara menghirup bau zat Jangan pernah menghirup gas atau uap senyawa secara langsung! Gunakan tangan dengan mengibaskan bau sedikit sampel gas ke hidung. Peralatan keselamatan kerja di laboratorium antara lain: 1. Jas Laboratorium Alat ini untuk mencegah terjadinya kontaminasi atau menghindari bahaya yang terjadi akibat percikan zat-zat kimia yang berbahaya. 2. Sarung tangan Daya tahan sarung tangan terhadap bahan kimia tergantung pada bahan sarung tangan (misalnya: karet alam; karet neoprene; karet nitrile; dll.), mutunya dan ketebalannya.Untuk melindungi tangan dari bahan-bahan yang sangat panas dianjurkan memakai "insulated glove" yang dibuat dari bahan sintetis. 3. Pelindung mata dan muka 4. Kran pencuci mata 5. Safety shower 6. Alat pernapasan (respirator/masker) Melindungi dari debu-debu, serat yang kecil yang berbahaya atau dan uap atau gas yang beracun. 7. Pemadam kebakaran Ada beberapa jenis pemadam kebakaran, seperti Air (water extinguisher), tepung (dry powder extinguisher), C02 (Carbon dioxide extinguisher), Halon, Busa, pasir, dll.