Sebelum kita masuk ke logika matematika, kita harus tahu dulu definisi logika tersebut yang nantinya 
sangat berperan dalam pemahaman logika matematika sendiri. Logika berasal dari kata Yunani kuno 
λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan 
dalam bahasa. Logika mempunyai beberapa manfaat, yaitu : 
 Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, 
tetap, tertib, metodis dan koheren. 
 Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif. 
 Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri. 
 Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas -asas 
sistematis 
 Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpkir, 
kekeliruan, serta kesesatan. 
 Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian. 
 Terhindar dari klenik , gugon-tuhon ( bahasa Jawa ) 
 Apabila sudah mampu berpikir rasional,kritis ,lurus,metodis dan analitis sebagaimana tersebut 
pada butir pertama maka akan meningkatkan citra diri seseorang. 
Setelah kita mengetahui tentang Logika kita akan lebih mudah dalam mempelajari logika matematika. 
Berikut ini hal-hal yang menyangkut logika matematika. 
1. Pernyataan 
Yang dimaksud dengan pernyataan adalah kalimat yang mempunyai nilai benar atau salah tetapi 
tidak sekaligus kedua-duanya (benar dan salah). Dan suatu kalimat bukan pernyataan jika kita tidak 
dapat menentukan kalimat tersebut benar atau salah atau mengandung pengertian relatif. Terdapat 
dua jenis pernyataan matematika yaitu pernyataan tertutup dan pernyataan terbuka. Pernyataan 
tertutup merupakan pernyataan yang nilai kebenarannya sudah pasti sedangkan pernyataan terbuka 
yaitu pernyataan yang nilai kebenarannya belum pasti. untuk lebih jelasnya perhatikan contoh 
dibawah ini. 
contoh : 
6×5 = 30 ( pernyataan tertutup yang benar ) 
6+5=10 ( pernyataan tertutup yang salah ) 
gula putih rasanya manis ( pernyataan terbuka ) 
Jarak jakarta bandung adalah dekat ( bukan pernyataan, karena dekat itu relatif ) 
2. Ingkaran Pernyataan ( negasi ) 
Ingkaran merupakan pernyataan yang menyangkal yang diberikan. Ingkaran pernyataan dapat 
dibentuk dengan menambah ‘Tidak benar bahwa …’ didepan pernyataan yang diingkar dinotasikan ~.
contoh : 
pernyataan B : Sepeda motor beroda dua 
negasi pernyataan B : tidak benar sepeda motor beroda dua 
3. Pernyataan Majemuk 
3.1. Konjungsi 
suatu pernyataan p dan q dapat digabung dengan kata hubung ‘dan’ sehingga membentuk 
pernyataan majemuk ‘ p dan q ‘ yang disebut dengn konjungsi nyang dilambangkan dengan 
Tabel disamping menunjukan beberapa pernyataan yang digabungkan menjadi pernyataan majemuk 
konjungsi. 
Jika menemukan suatu pernyataan, kita pasangkan saja dengan tabel disamping sehingga kita dapat 
menemukan bagaimana kalimat majemuk konjungsinya. 
3.2. Disjungsi 
suatu pernyataan p dan q dapat digabung dengan kata hubung ‘atau’ sehingga membentuk 
pernyataan majemuk ‘ p atau q’ yang disebut dengn disjungsi yang dilambangkan dengan
Tabel disamping menunjukan beberapa pernyataan yang digabungkan menjadi kalimat majemuk 
disjungsi. 
Sehingga jika kita menemukan suatu pernyataan dan akan kita jadikan kalimat majemuk disjungsi kita 
tinggal lihat tabel, cari mana yang cocok maka kita akan menemukan bagaimana bentuk kalimat 
majemuk disjungsinya. 
3.3. Implikasi 
suatu pernyataan p dan q dapat digabung dengan kata hubung ‘jika maka’ sehingga membentuk 
pernyataan majemuk ‘ jikap maka q’ yang disebut dengan implikasi dan dilambangkan dengan 
Tabel disamping menunjukan beberapa pernyataan yang digabungkan menjadi kalimat majemuk 
implikasi. 
sehingga jika kita menemukan suatu pernyataan dan akan kita jadikan kalimat majemuk implikasi kita 
tinggal lihat tabel disamping, cari mana yang cocok maka kita akan menemukan bagaimana bentuk 
kalimat majemuk implikasinyanya. 
3.4. Biimplikasi 
suatu pernyataan p dan q dapat digabung dengan kata hubung ‘jika dan hanya jika’ sehingga 
membentuk pernyataan majemuk ‘ p jika dan hanya jika q’ yang disebut dengan biimplikasi dan 
dilambangkan dengan
Tabel disamping menunjukan beberapa pernyataan yang digabungkan menjadi kalimat majemuk 
biimplikasi. 
sehingga jika kita menemukan suatu pernyataan dan akan kita jadikan kalimat majemuk biimplikasi 
kita tinggal lihat tabel disamping, cari mana yang cocok maka kita akan menemukan bagaimana 
bentuk kalimat majemuk biimplikasinyanya. Maka kita akan lebih mudah dalam menyelesaikan soal 
yang nanti akan kita hadapi. 
4. Ekuivalensi pernyataan-pernyataan majemuk 
Ekuivalensi dari pernyataan-pernyataan majemuk ini sangat penting. Kita harus tahu bentuk negasi 
dari konjungsi, negasi dari disjungsi dan lain sebagainya dalam menyelesaikan berbagai bentuk 
pernyataan yang nantinya akan muncul. Jadi kita harus hafal bentuk euivalensi pernyataan-pernyataan 
majemuk disamping. Maka kita akan lebih mudah dalam menyelesaikan berbagai tipe 
soal yang nantinya akan kita temui. Alangkah baiknya kita hafal ekuivalensi pernyataan-pernyataan 
disamping. 
Tidak perlu bingung dan terbebani, kunci dari matematika adalah hafal rumus dan bisa 
menggunakannya. Jika kita sering latihan soal maka secara otomatis kita akan hafal, dan pastinya 
kita akan mudah menggunakan rumus tersebut jika diterapkan dalam soal.
5. Konvers, Invers dan Kontraposisi 
Dari sebuah implikasi dapat diturunkan pernyataan yang disebut konvers, invers dan kontraposisi dari 
implikasi tersebut 
6. Pernyataan Berkuantor 
Pernyataan berkuantor merupakan pernyataan yang mengandung ukuran kuantitas. Ada 2 macam 
yaitu : 
6.1 Kuantor Universal 
Dalam pernyataan kuantor universal terdapat ungkapan yang menyatakan semua, setiap. Kuantor 
universal dilambangkan dengan ∀(dibaca untuk semua atau untuk setiap). 
contoh : ∀ x R, x>0 dibaca untuk setiap x anggota bilangan riil maka berlaku x>0. 
6.2 Kuantor Eksistensial 
Dalam pernyataan kuantor eksistensial terdapat ungkapan yang menyatakan ada, beberapa, 
sebagian, terdapat. Kuantor eksistensial dilambangkan dengan ∃ ( dibaca ada, beberapa, terdapat, 
sebagian ) 
contoh : ∀ x R, x+5>1 dibaca terdapat x anggota bilangan riil dimana x+5>1. 
7. Ingkaran dari pernyataan berkuantor 
Ingkaran dari pernyataan berkuantor universal adalah pernyataan berkuantor eksistensial, begitu juga 
sebaliknya ingkaran dari pernyataan berkuantor eksistensial adalah pernyataan berkuantor universal. 
contoh : 
p : beberapa siswa SMA rajin belajar 
~p : semua siswa SMA tidak rajin belajar 
8. Penarikan Kesimpulan 
Penarika kesimpulan dilakukan dari beberapa pernyataan yang diketahui nilai kebenarannya yang 
disebut premis. Kemudian dengan menggunakan prinsip-prinsip yang ada diperoleh pernyataan yang 
baru yang disebut kesimpulan/konklusi yang diturunkan dari premis yang ada. Penarikan kesimpulan
seperti itu sering disebut dengan argumentasi. Suatu argumentasi dikatakan sah Jika premis-premisnya 
benar maka konklusinya juga benar. Terdapat 3 metode dalam penarikan kesimpulan, 
yaitu : 
8.1 Modus ponens 
premis 1 : p →q 
premis 2 : p ( modus ponens) 
__________________ 
Kesimpulan: q 
Arti Modus Ponens adalah “jika diketahui p → q dan p, maka bisa ditarik kesimpulan q“. sebagai 
contoh : 
premis 1 : Jika bapak datang maka adik akan senang 
premis 2 : bapak datang 
__________________ 
Kesimpulan: Adik senang 
8.2 Modus Tollens 
premis 1 : p →q 
premis 2 : ~q ( modus tollens) 
__________________ 
Kesimpulan: ~p 
Modus Tollens berarti “jika diketahu p → q dan ~q, maka bisa ditarik kesimpulan ~p“. sebagai contoh 
: 
premis 1 : Jika hari hujan, maka adik memakai payung 
premis 2 : Adik tidak memakai payung 
___________________ 
Kesimpulan : Hari tidak hujan 
8.3 Silogisme 
premis 1 : p→q 
premis 2 : q → r ( silogisme)
_________________ 
Kesimpulan: p →r 
Silogisme berarti “jika diketahu p → q dan q→r, maka bisa ditarik kesimpulan p→r“. sebagai contoh : 
Premis 1 : Jika harga BBM naik, maka harga bahan pokok naik. 
Premis 2 : Jika harga bahan pokok naik maka semua orang tidak senang. 
__________________________________________________ 
Kesimpulan: Jika harga BBM naik, maka semua orang tidak senang. 
Catatan Tambahan: 
Hukum de Morgan: 
¬(p Λ q) ≡ (¬p V ¬q) 
¬(p V q) ≡ (¬p Λ ¬q) 
Ekuivalensi implikasi: 
(p → q) ≡ (¬p V q)

More Related Content

DOCX
Logika Matematika
DOCX
Logika matematika
PPT
Logika
DOCX
pengantar dasar matematika (logika matematika)
DOCX
Makalah logika matematika
DOCX
Makalah logika matematika
DOCX
Makalah logika matematika
DOCX
Logika matematika
Logika Matematika
Logika matematika
Logika
pengantar dasar matematika (logika matematika)
Makalah logika matematika
Makalah logika matematika
Makalah logika matematika
Logika matematika

What's hot (13)

PPTX
penalaran dalam mtk
PDF
Modul logika-matematika
PPTX
Ringkasan penalaran dalam matematika kel 1o
PDF
Ekuivalensi logika
PPTX
Penalaran dalam matematika
PPT
Logika Matematika
PPT
Logika Matematika
DOCX
Makalah logika matematika
PDF
Makalah logika matematika filsafat sains
PDF
KAPITA SELEKTA MATEMATIKA
PPTX
Matematika
PDF
Matematika Dasar Ardi Mawardi
PPTX
Matematika
penalaran dalam mtk
Modul logika-matematika
Ringkasan penalaran dalam matematika kel 1o
Ekuivalensi logika
Penalaran dalam matematika
Logika Matematika
Logika Matematika
Makalah logika matematika
Makalah logika matematika filsafat sains
KAPITA SELEKTA MATEMATIKA
Matematika
Matematika Dasar Ardi Mawardi
Matematika
Ad

Similar to Logika matematika (20)

PDF
Aljabar sma 1
PPTX
Matematika
PPTX
Matematika
PPTX
Matematika
PPTX
Matematika[1]
PPTX
Matematika
PPTX
PPTX
Matematika
PPTX
Matematika
PPTX
Matematika Dasar I
PPTX
Matematika
PPTX
PPTX
Matematika
PPTX
Matematika
PPTX
Matematika
PPTX
Matematika
PPTX
Penalaran Umum (Penarikan Kesimpulan).pptx
DOC
Logika matematika
DOC
Modul matematika-kelas-x-logika
DOCX
MATEMATIKA DASAR 1
Aljabar sma 1
Matematika
Matematika
Matematika
Matematika[1]
Matematika
Matematika
Matematika
Matematika Dasar I
Matematika
Matematika
Matematika
Matematika
Matematika
Penalaran Umum (Penarikan Kesimpulan).pptx
Logika matematika
Modul matematika-kelas-x-logika
MATEMATIKA DASAR 1
Ad

Recently uploaded (20)

DOCX
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
PDF
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
PPTX
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
PDF
Modul Ajar Deep Learning Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PPTX
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
PDF
Analisis dan Evaluasi Kemasan Produk Teknik dan Faktor Penilaian
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas X SMA Terbaru 2025
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PDF
PPT OJT 1. KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL INTELEGENSI
PPTX
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
PPTX
Merancang dan Mengelola PESAN dalam Komunikasi Pemasaran di Era Digital 4.0_W...
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
PDF
BukuKeterampilanMengajar-MNCPublishing2019.pdf
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
PPTX
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
PDF
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
PDF
Materi Sosialisasi OMI Jawa Timur 2025.pdf
PPTX
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
PPTX
KKA - MODUL 1 Berpikir Komputasional.pptx
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
Modul Ajar Deep Learning Matematika Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
Analisis dan Evaluasi Kemasan Produk Teknik dan Faktor Penilaian
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas X SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PPT OJT 1. KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL INTELEGENSI
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
Merancang dan Mengelola PESAN dalam Komunikasi Pemasaran di Era Digital 4.0_W...
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
BukuKeterampilanMengajar-MNCPublishing2019.pdf
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
Materi Sosialisasi OMI Jawa Timur 2025.pdf
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
KKA - MODUL 1 Berpikir Komputasional.pptx

Logika matematika

  • 1. Sebelum kita masuk ke logika matematika, kita harus tahu dulu definisi logika tersebut yang nantinya sangat berperan dalam pemahaman logika matematika sendiri. Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika mempunyai beberapa manfaat, yaitu :  Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren.  Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.  Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.  Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas -asas sistematis  Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpkir, kekeliruan, serta kesesatan.  Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian.  Terhindar dari klenik , gugon-tuhon ( bahasa Jawa )  Apabila sudah mampu berpikir rasional,kritis ,lurus,metodis dan analitis sebagaimana tersebut pada butir pertama maka akan meningkatkan citra diri seseorang. Setelah kita mengetahui tentang Logika kita akan lebih mudah dalam mempelajari logika matematika. Berikut ini hal-hal yang menyangkut logika matematika. 1. Pernyataan Yang dimaksud dengan pernyataan adalah kalimat yang mempunyai nilai benar atau salah tetapi tidak sekaligus kedua-duanya (benar dan salah). Dan suatu kalimat bukan pernyataan jika kita tidak dapat menentukan kalimat tersebut benar atau salah atau mengandung pengertian relatif. Terdapat dua jenis pernyataan matematika yaitu pernyataan tertutup dan pernyataan terbuka. Pernyataan tertutup merupakan pernyataan yang nilai kebenarannya sudah pasti sedangkan pernyataan terbuka yaitu pernyataan yang nilai kebenarannya belum pasti. untuk lebih jelasnya perhatikan contoh dibawah ini. contoh : 6×5 = 30 ( pernyataan tertutup yang benar ) 6+5=10 ( pernyataan tertutup yang salah ) gula putih rasanya manis ( pernyataan terbuka ) Jarak jakarta bandung adalah dekat ( bukan pernyataan, karena dekat itu relatif ) 2. Ingkaran Pernyataan ( negasi ) Ingkaran merupakan pernyataan yang menyangkal yang diberikan. Ingkaran pernyataan dapat dibentuk dengan menambah ‘Tidak benar bahwa …’ didepan pernyataan yang diingkar dinotasikan ~.
  • 2. contoh : pernyataan B : Sepeda motor beroda dua negasi pernyataan B : tidak benar sepeda motor beroda dua 3. Pernyataan Majemuk 3.1. Konjungsi suatu pernyataan p dan q dapat digabung dengan kata hubung ‘dan’ sehingga membentuk pernyataan majemuk ‘ p dan q ‘ yang disebut dengn konjungsi nyang dilambangkan dengan Tabel disamping menunjukan beberapa pernyataan yang digabungkan menjadi pernyataan majemuk konjungsi. Jika menemukan suatu pernyataan, kita pasangkan saja dengan tabel disamping sehingga kita dapat menemukan bagaimana kalimat majemuk konjungsinya. 3.2. Disjungsi suatu pernyataan p dan q dapat digabung dengan kata hubung ‘atau’ sehingga membentuk pernyataan majemuk ‘ p atau q’ yang disebut dengn disjungsi yang dilambangkan dengan
  • 3. Tabel disamping menunjukan beberapa pernyataan yang digabungkan menjadi kalimat majemuk disjungsi. Sehingga jika kita menemukan suatu pernyataan dan akan kita jadikan kalimat majemuk disjungsi kita tinggal lihat tabel, cari mana yang cocok maka kita akan menemukan bagaimana bentuk kalimat majemuk disjungsinya. 3.3. Implikasi suatu pernyataan p dan q dapat digabung dengan kata hubung ‘jika maka’ sehingga membentuk pernyataan majemuk ‘ jikap maka q’ yang disebut dengan implikasi dan dilambangkan dengan Tabel disamping menunjukan beberapa pernyataan yang digabungkan menjadi kalimat majemuk implikasi. sehingga jika kita menemukan suatu pernyataan dan akan kita jadikan kalimat majemuk implikasi kita tinggal lihat tabel disamping, cari mana yang cocok maka kita akan menemukan bagaimana bentuk kalimat majemuk implikasinyanya. 3.4. Biimplikasi suatu pernyataan p dan q dapat digabung dengan kata hubung ‘jika dan hanya jika’ sehingga membentuk pernyataan majemuk ‘ p jika dan hanya jika q’ yang disebut dengan biimplikasi dan dilambangkan dengan
  • 4. Tabel disamping menunjukan beberapa pernyataan yang digabungkan menjadi kalimat majemuk biimplikasi. sehingga jika kita menemukan suatu pernyataan dan akan kita jadikan kalimat majemuk biimplikasi kita tinggal lihat tabel disamping, cari mana yang cocok maka kita akan menemukan bagaimana bentuk kalimat majemuk biimplikasinyanya. Maka kita akan lebih mudah dalam menyelesaikan soal yang nanti akan kita hadapi. 4. Ekuivalensi pernyataan-pernyataan majemuk Ekuivalensi dari pernyataan-pernyataan majemuk ini sangat penting. Kita harus tahu bentuk negasi dari konjungsi, negasi dari disjungsi dan lain sebagainya dalam menyelesaikan berbagai bentuk pernyataan yang nantinya akan muncul. Jadi kita harus hafal bentuk euivalensi pernyataan-pernyataan majemuk disamping. Maka kita akan lebih mudah dalam menyelesaikan berbagai tipe soal yang nantinya akan kita temui. Alangkah baiknya kita hafal ekuivalensi pernyataan-pernyataan disamping. Tidak perlu bingung dan terbebani, kunci dari matematika adalah hafal rumus dan bisa menggunakannya. Jika kita sering latihan soal maka secara otomatis kita akan hafal, dan pastinya kita akan mudah menggunakan rumus tersebut jika diterapkan dalam soal.
  • 5. 5. Konvers, Invers dan Kontraposisi Dari sebuah implikasi dapat diturunkan pernyataan yang disebut konvers, invers dan kontraposisi dari implikasi tersebut 6. Pernyataan Berkuantor Pernyataan berkuantor merupakan pernyataan yang mengandung ukuran kuantitas. Ada 2 macam yaitu : 6.1 Kuantor Universal Dalam pernyataan kuantor universal terdapat ungkapan yang menyatakan semua, setiap. Kuantor universal dilambangkan dengan ∀(dibaca untuk semua atau untuk setiap). contoh : ∀ x R, x>0 dibaca untuk setiap x anggota bilangan riil maka berlaku x>0. 6.2 Kuantor Eksistensial Dalam pernyataan kuantor eksistensial terdapat ungkapan yang menyatakan ada, beberapa, sebagian, terdapat. Kuantor eksistensial dilambangkan dengan ∃ ( dibaca ada, beberapa, terdapat, sebagian ) contoh : ∀ x R, x+5>1 dibaca terdapat x anggota bilangan riil dimana x+5>1. 7. Ingkaran dari pernyataan berkuantor Ingkaran dari pernyataan berkuantor universal adalah pernyataan berkuantor eksistensial, begitu juga sebaliknya ingkaran dari pernyataan berkuantor eksistensial adalah pernyataan berkuantor universal. contoh : p : beberapa siswa SMA rajin belajar ~p : semua siswa SMA tidak rajin belajar 8. Penarikan Kesimpulan Penarika kesimpulan dilakukan dari beberapa pernyataan yang diketahui nilai kebenarannya yang disebut premis. Kemudian dengan menggunakan prinsip-prinsip yang ada diperoleh pernyataan yang baru yang disebut kesimpulan/konklusi yang diturunkan dari premis yang ada. Penarikan kesimpulan
  • 6. seperti itu sering disebut dengan argumentasi. Suatu argumentasi dikatakan sah Jika premis-premisnya benar maka konklusinya juga benar. Terdapat 3 metode dalam penarikan kesimpulan, yaitu : 8.1 Modus ponens premis 1 : p →q premis 2 : p ( modus ponens) __________________ Kesimpulan: q Arti Modus Ponens adalah “jika diketahui p → q dan p, maka bisa ditarik kesimpulan q“. sebagai contoh : premis 1 : Jika bapak datang maka adik akan senang premis 2 : bapak datang __________________ Kesimpulan: Adik senang 8.2 Modus Tollens premis 1 : p →q premis 2 : ~q ( modus tollens) __________________ Kesimpulan: ~p Modus Tollens berarti “jika diketahu p → q dan ~q, maka bisa ditarik kesimpulan ~p“. sebagai contoh : premis 1 : Jika hari hujan, maka adik memakai payung premis 2 : Adik tidak memakai payung ___________________ Kesimpulan : Hari tidak hujan 8.3 Silogisme premis 1 : p→q premis 2 : q → r ( silogisme)
  • 7. _________________ Kesimpulan: p →r Silogisme berarti “jika diketahu p → q dan q→r, maka bisa ditarik kesimpulan p→r“. sebagai contoh : Premis 1 : Jika harga BBM naik, maka harga bahan pokok naik. Premis 2 : Jika harga bahan pokok naik maka semua orang tidak senang. __________________________________________________ Kesimpulan: Jika harga BBM naik, maka semua orang tidak senang. Catatan Tambahan: Hukum de Morgan: ¬(p Λ q) ≡ (¬p V ¬q) ¬(p V q) ≡ (¬p Λ ¬q) Ekuivalensi implikasi: (p → q) ≡ (¬p V q)