MAKALAH 
CARA MENCEGAH PEMANASAN GLOBAL 
DISUSUN OLEH : 
NAMA : EKA WIDI HAPSARI 
NIM : 91304048 
JURUSAN : AGROTEKNOLOGI 
SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN WUNA 
( STIP WUNA ) 
2014
KATA PENGANTAR 
Puji dan syukur saya panjatkan atas rahmat dan hidayah yang telah Tuhan 
yang maha Esa berikan kepada Saya, sehingga saya dapat menyelesaikan 
makalah ini tepat pada waktu yang telah diberikan untuk menyelesaikan makalah 
ini. 
Makalah ini berisi tentang “CARA MENCEGAH PEMANASAN 
GLOBAL” 
Dan harapan saya semoga makalah ini dapat membantu. mahasiswa dalam 
proses pembelajaran. 
Raha, Juni 2014 
Penulis
DAFTAR ISI 
KATA PENGANTAR ……………………………………….....…........ i 
DAFTAR ISI ………………………………………………………...... ii 
BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang ……………………………………….. ………........... 1 
B. Tujuan..................................................................................................... 2 
BAB II PEMBAHASAN 
2.1 Pengertian Pemanasan Global............................................................. 3 
2.2 Hubungan Pemanasan Global dengan Efek Rumah Kaca................... 4 
2.3 Penyebab Pemanasan Global............................................................... 4 
2.4 Dampak Pemanasan Global................................................................. 5 
2.5 Cara Mencegah Pemanasan Global......................................................... 7 
BAB III PENUTUP 
4.1 Kesimpulan ………………………………...........................................8 
4.2 Saran........................................................................................................ 8 
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 9
BAB I 
PENDAHULUAN 
1.1. Latar Belakang 
Latar belakang disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang telah 
diberikan oleh dosen pengajar. Makalh ini membahas tentang Pemanasan global 
atau global warming. Makalah ini disusun berdasarkan tentang perbincangan yang 
sedang hangat dibicarakan oleh dunia. Pemanasan global belum menemukan titik 
terang dalam penanggulangannya. Disini penulis berusaha menerangkan materi 
yang dibutuhkan sebagai referensi agar dapat menyempurnakan topik yang akan 
diperbincangkan. 
1.2. Tujuan 
Tujuan disusunnya makalah untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan juga 
sebagai prasyarat agar dapat mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS). Selain itu 
penyusunan ini juga untuk membuka jendela pengetahuan tentang permasalahan 
yang ada saat ini. Harapan penulis adalah agar makalah ini tidak hanya 
bermanfaat bagi dirinya sendiri, akan tetapi bermanfaat juga bagi meraka yang 
membutuhkan untuk referensi ataupun bahan bacaan semata
BAB II 
PEMBAHASAN 
2.1 Pengertian Pemanasan Global 
Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat 
peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan 
diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa 
belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan 
bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan 
kenaikan suhu. 
2.2 Hubungan Pemanasan Global dengan Efek Rumah Kaca 
Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari 
yang masuk ke atmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan Bumi lalu 
dipantulkan kembali ke angkasa. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, di 
antaranya karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitro oksida (N2O), sebagian 
panas tetap ada di atmosfer sehingga Bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat 
(60ºF/16ºC) bagi hewan, tanaman, dan manusia untuk bisa bertahan hidup. 
Mekanisme inilah yang disebut efek gas rumah kaca. Tanpa efek gas rumah kaca, 
suhu rata-rata di dunia bisa menjadi -18ºC. Sayangnya, karena sekarang ini terlalu 
banyak gas rumah kaca di atmosfer, terlalu banyak panas yang ditangkapnya. 
Akibatnya, Bumi menjadi semakin panas. 
2.3 Penyebab Pemanasan Global 
Pemansan global terjadi ketika ada konsentrasi gas-gas tertentu yang dikenal 
dengan gas rumah kaca, yg terus bertambah di udara, hal tersebut disebabkan oleh 
tindakan manusia, kegiatan industri, khususnya CO2 dan chlorofluorocarbon. 
Yang terutama adalah karbon dioksida, yang umumnya dihasilkan oleh 
penggunaan batubara, minyak bumi, gas dan penggundulan hutan serta 
pembakaran hutan.
Asam nitrat dihasilkan oleh kendaraan dan emisi industri, sedangkan emisi metan 
disebabkan oleh aktivitas industri dan pertanian. Chlorofluorocarbon CFCs 
merusak lapisan ozon seperti juga gas rumah kaca menyebabkan pemanasan 
global, tetapi sekarang dihapus dalam Protokol Montreal. Karbon dioksida, 
chlorofluorocarbon, metan, asam nitrat adalah gas-gas polutif yang terakumulasi 
di udara dan menyaring banyak panas dari matahari. Sementara lautan dan 
vegetasi menangkap banyak CO2, kemampuannya untuk menjadi “atap” sekarang 
berlebihan akibat emisi. Ini berarti bahwa setiap tahun, jumlah akumulatif dari gas 
rumah kaca yang berada di udara bertambah dan itu berarti mempercepat 
pemanasan global. 
Sepanjang seratus tahun ini konsumsi energi dunia bertambah secara spektakuler. 
Sekitar 70% energi dipakai oleh negara-negara maju; dan 78% dari energi tersebut 
berasal dari bahan bakar fosil. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan yang 
mengakibatkan sejumlah wilayah terkuras habis dan yang lainnya mereguk 
keuntungan. Sementara itu, jumlah dana untuk pemanfaatan energi yang tak dapat 
habis (matahari, angin, biogas, air, khususnya hidro mini dan makro), yang dapat 
mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, baik di negara maju maupun miskin 
tetaplah rendah, dalam perbandingan dengan bantuan keuangan dan investasi yang 
dialokasikan untuk bahan bakar fosil dan energi nuklir. 
Penggundulan hutan yang mengurangi penyerapan karbon oleh pohon, 
menyebabkan emisi karbon bertambah sebesar 20%, dan mengubah iklim mikro 
lokal dan siklus hidrologis, sehingga mempengaruhi kesuburan tanah. 
2.4 Dampak Pemanasan Global 
Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan 
bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan 
gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan 
fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi 
aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi
kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan 
sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap 
permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) 
peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb). Dalam makalah ini, fokus 
diberikan pada antisipasi terhadap dua dampak pemanasan global, yakni : 
kenaikan muka air laut (sea level rise) dan banjir. 
Dampak-dampak lainnya : 
· Musnahnya berbagai jenis keanekragaman hayati 
· Meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan badai, angin topan, dan banjir 
· Mencairnya es dan glasier di kutub 
· Meningkatnya jumlah tanah kering yang potensial menjadi gurun karena 
kekeringan yang berkepanjangan 
· Kenaikan permukaan laut hingga menyebabkan banjir yang luas. Pada tahun 
2100 diperkirakan permukaan air laut naik hingga 15 - 95 cm. 
· Kenaikan suhu air laut menyebabkan terjadinya pemutihan karang (coral 
bleaching) dan kerusakan terumbu karang di seluruh dunia 
· Meningkatnya frekuensi kebakaran hutan 
· Menyebarnya penyakit-penyakit tropis, seperti malaria, ke daerah-daerah baru 
karena bertambahnya populasi serangga (nyamuk) 
· Daerah-daerah tertentu menjadi padat dan sesak karena terjadi arus pengungsian 
2.5 Cara Mengatasi Pemanasan Global 
Jadilah Vegetarian 
Memproduksi daging sarat CO2 dan metana dan membutuhkan banyak air. 
Hewan ternak seperti sapi atau kambing merupakan penghasil terbesar metana 
saat mereka mencerna makanan mereka. Food and Agriculture Organization 
(FAO) PBB menyebutkan produksi daging menyumbang 18% pemanasan global, 
lebih besar daripada sumbangan seluruh transportasi di dunia (13,5%). Lebih 
lanjut, dalam laporan FAO, “Livestock’s Long Shadow”, 2006 dipaparkan bahwa 
peternakan menyumbang 65% gas nitro oksida dunia (310 kali lebih kuat dari 
CO2) dan 37% gas metana dunia (72 kali lebih kuat dari CO2). Selain itu, United
Nations Environment Programme (UNEP), dalam buku panduan “Kick The 
Habit”, 2008, menyebutkan bahwa pola makan daging untuk setiap orang per 
tahunnya menyumbang 6.700 kg CO2, sementara diet vegan per orangnya hanya 
menyumbang 190 kg CO2! Tidak mengherankan bila ahli iklim terkemuka PBB, 
yang merupakan Ketua Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB, 
Dr. Rajendra Pachauri, menganjurkan orang untuk mengurangi makan daging. 
Tanam Pohon 
Satu pohon berukuran agak besar dapat menyerap 6 kg CO2 per tahunnya. Dalam 
seluruh masa hidupnya, satu batang pohon dapat menyerap 1 ton CO2. United 
Nations Environment Programme (UNEP) melaporkan bahwa pembabatan hutan 
menyumbang 20% emisi gas rumah kaca. Seperti kita ketahui, pohon menyerap 
karbon yang ada dalam atmosfer. Bila mereka ditebang atau dibakar, karbon yang 
pernah mereka serap sebagian besar justru akan dilepaskan kembali ke atmosfer. 
Maka, pikir seribu kali sebelum menebang pohon di sekitar Anda. Pembabatan 
hutan juga berkaitan dengan peternakan. Tahukah Anda area hutan hujan seukuran 
1 lapangan sepak bola setiap menitnya ditebang untuk lahan merumput ternak? 
Bila Anda berubah menjadi seorang vegetarian, Anda dapat menyelamatkan 1 ha 
pohon per tahunnya. 
Bepergian yang Ramah Lingkungan 
Cobalah untuk berjalan kaki, menggunakan telekonferensi untuk rapat, atau pergi 
bersama-sama dalam satu mobil. Bila memungkinkan, gunakan kendaraan yang 
menggunakan bahan bakar alternatif. Setiap 1 liter bahan bakar fosil yang dibakar 
dalam mesin mobil menyumbang 2,5 kg CO2. Bila jaraknya dekat dan tidak 
terburu waktu, anda bisa memilih kereta api daripada pesawat. Menurut IPCC, 
bepergian dengan pesawat menyumbang 3-5% gas rumah kaca. 
Kurangi Belanja 
Industri menyumbang 20% gas emisi rumah kaca dunia dan kebanyakan berasal 
dari penggunaan bahan bakar fosil. Jenis industri yang membutuhkan banyak
bahan bakar fosil sebagai contohnya besi, baja, bahan-bahan kimia, pupuk, semen, 
gelas, keramik, dan kertas. Oleh karena itu, jangan cepat membuang barang, lalu 
membeli yang baru. Setiap proses produksi barang menyumbang CO2. 
Beli Makanan Organik 
Tanah organik menangkap dan menyimpan CO2 lebih besar dari pertanian 
konvensional. The Soil Association menambahkan bahwa produksi secara organik 
dapat mengurangi 26% CO2 yang disumbang oleh pertanian. 
Gunakan Lampu Hemat Energi 
Bila Anda mengganti 1 lampu di rumah Anda dengan lampu hemat energi, Anda 
dapat menghemat 400 kg CO2 dan lampu hemat energi 10 kali lebih tahan lama 
daripada lampu pijar biasa. 
Gunakan Kipas Angin 
AC yang menggunakan daya 1.000 Watt menyumbang 650 gr CO2 per jamnya. 
Karena itu, mungkin Anda bisa mencoba menggunakan kipas angin. 
Jemur Pakaian Anda di bawah Sinar Matahari 
Bila Anda menggunakan alat pengering, Anda mengeluarkan 3 kg CO2. 
Menjemur pakaian secara alami jauh lebih baik: pakaian Anda lebih awet dan 
energi yang dipakai tidak menyebabkan polusi udara. 
Daur Ulang Sampah Organik 
Tempat Pembuangan Sampah (TPA) menyumbang 3% emisi gas rumah kaca 
melalui metana yang dilepaskan saat proses pembusukan sampah. Dengan 
membuat pupuk kompos dari sampah organik (misal dari sisa makanan, kertas, 
daun-daunan) untuk kebun Anda, Anda bisa membantu mengurangi masalah ini! 
Pisahkan Sampah Kertas, Plastik, dan Kaleng agar Dapat Didaur Ulang 
Mendaur ulang aluminium dapat menghemat 90% energi yang dibutuhkan untuk
memproduksi kaleng aluminium yang baru – menghemat 9 kg CO2 per kilogram 
aluminium! Untuk 1 kg plastik yang didaur ulang, Anda menghemat 1,5 kg CO2, 
untuk 1 kg kertas yang didaur ulang, Anda menghemat 900 kg CO2.
BAB III 
PENUTUP 
3.1 KESIMPULAN 
Pemanasan global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama umat 
manusia. Fenomena ini bukan lain diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri 
dan dampaknya diderita oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi pemanasan 
global diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk 
diselesaikan saat ini. Pemanasan global memang sulit diatasi, namun kita bisa 
mengurangi efeknya.Penangguangan hal ini adalah kesadaran kita terhadap 
kehidupan bumi di masa depan. Apabila kita telah menanamkan kecintaan 
terhadap bumi ini maka pmanasan global hanyalah sejarah kelam yang pernah 
menimpa bumi ini. 
3.2 SARAN 
Kehidupan ini berawal dari kehidupan di bumi jauh sebelum makhluk hidup ada. 
Maka dari itu untuk menjaga dan melestarikan bumi ini harus beberapa dekade 
kah kita memikirkannya. Sampai pada satu sisi dimana bumi ini telah tua dan 
memohon agar kita menjaga serta melstarikannya. Marilah kita bergotong royang 
untuk menyelematkan bumi yang telah memberikan kita kehidupan yang 
sempurna ini. Stop global warming.
DAFTAR PUSTAKA 
1. Jawa Pos edisi Selasa 10 April 2007 – Fenomena Pemanasan Global dan 
Pengaruhnya di Indonesia 
2. Majalah Suara Hidayatullah edisi April 2007 – Ihwal : Bumi Semakin 
Mencemaskan 
3. Nurhadi – Surabaya Post edisi 24 April 2006 – Ancaman Pemanasan 
Global 
4. Republika edisi 12 Maret 2007 – Atasi Pemanasan Global dengan Energi 
Alternatif 
5. Tempo Interaktif edisi 11 Januari 2007 – Bumi Makin Panas 
6. Wikipedia Indonesia (Ensiklopedia Bebas Berbahasa Indonesia) – Efek 
Rumah Kaca 
7. Wikipedia Indonesia (Ensiklopedia Bebas Berbahasa Indonesia) – Gas 
Rumah 
Kaca

More Related Content

DOCX
Makalah cara mencegah pemanasan global
DOCX
Makalah cara mencegah pemanasan global wa baena
DOC
Makalah pemanasan global
DOCX
Pemanasan global
DOCX
Makalah pemanasan global STIP WUNA
PDF
Makalah Upaya Pencegahan Pemanasan Global
DOCX
Contoh makalah pemanasan globa1
PDF
Makalah cara mencegah pemanasan global
Makalah cara mencegah pemanasan global wa baena
Makalah pemanasan global
Pemanasan global
Makalah pemanasan global STIP WUNA
Makalah Upaya Pencegahan Pemanasan Global
Contoh makalah pemanasan globa1

What's hot (9)

PPTX
Pemanasan global
DOCX
Cara mencegah pemanasan global
DOCX
Makalah bahaya pemanasan global hernawati
DOCX
Makalah bahaya pemanasan global hernawati
DOCX
Makalah cara mencegah pemanasan global iqbal tando
DOCX
Pemanasan global
DOCX
Makalah cara mencegah pemanasan globalmuliasti
DOCX
Makalah cara mencegah pemanasan global yogi
DOCX
Makalah bahaya pemanasan global sutamin
Pemanasan global
Cara mencegah pemanasan global
Makalah bahaya pemanasan global hernawati
Makalah bahaya pemanasan global hernawati
Makalah cara mencegah pemanasan global iqbal tando
Pemanasan global
Makalah cara mencegah pemanasan globalmuliasti
Makalah cara mencegah pemanasan global yogi
Makalah bahaya pemanasan global sutamin
Ad

Viewers also liked (19)

DOCX
Peranan sterilisasi dalam kedokteran
DOCX
Perpustakaan nasional
DOCX
Makalah bulutangkis
DOCX
Makalah harlianti
DOCX
Makalah permainan bola basket
DOCX
Makalah hubungan asfiksia solusi plasenta
DOCX
Penerapan pancasila
DOCX
Persetujuan ujian kti_i_-_copy
DOCX
Makalah gulma secara hayati
DOCX
Makalah cara menyusui yang benar
DOCX
Nama dan gambar senjata tradisional daerah 11 provinsi
DOCX
Makalah pernikahan
DOCX
Makalah kesehatan reproduksi
DOCX
Makalah kesehatan masyarakat
DOCX
Makalah pengelolaan sumber daya alam berdasarkan prinsip berwawasan lingkung...
DOTX
Makalah kelainan metabolisme (2)
DOCX
Makalah hidup sehat dan bersih siti andriani
Peranan sterilisasi dalam kedokteran
Perpustakaan nasional
Makalah bulutangkis
Makalah harlianti
Makalah permainan bola basket
Makalah hubungan asfiksia solusi plasenta
Penerapan pancasila
Persetujuan ujian kti_i_-_copy
Makalah gulma secara hayati
Makalah cara menyusui yang benar
Nama dan gambar senjata tradisional daerah 11 provinsi
Makalah pernikahan
Makalah kesehatan reproduksi
Makalah kesehatan masyarakat
Makalah pengelolaan sumber daya alam berdasarkan prinsip berwawasan lingkung...
Makalah kelainan metabolisme (2)
Makalah hidup sehat dan bersih siti andriani
Ad

Similar to Makalah cara mencegah pemanasan global (20)

DOCX
Makalah cara mencegah pemanasan global
DOCX
Makalah cara mencegah pemanasan global
DOCX
Makalah cara mencegah pemanasan global wa baena
DOCX
Makalah cara mencegah pemanasan global wa baena
DOC
Makalah pemanasan global
DOCX
Makalah pemanasan global
DOCX
Makalah pemanasan global xii ipa 2
DOC
Makalah pemanasan global 2
DOCX
Makalah bahaya pemanasan global hernawati
DOCX
Makalah bahaya pemanasan global hernawati
PPTX
Pemanasan Global Fisika PPT.pptx
DOCX
Makalah bahaya pemanasan global sutamin
DOCX
Makalah bahaya pemanasan global sutamin
DOCX
Makalah bahaya pemanasan global hernawati
PPTX
Global warming
DOCX
Makalah bahaya pemanasan global sutamin
PPTX
Pemanasan global
PPTX
SISTEM ATMOSFERA DAN MANUSIA - PERUBAHAN IKLIM (PEMANASAN GLOBAL)
PPTX
Tugas plh global warrming
PPTX
PEMANASAN GLOBAL
Makalah cara mencegah pemanasan global
Makalah cara mencegah pemanasan global
Makalah cara mencegah pemanasan global wa baena
Makalah cara mencegah pemanasan global wa baena
Makalah pemanasan global
Makalah pemanasan global
Makalah pemanasan global xii ipa 2
Makalah pemanasan global 2
Makalah bahaya pemanasan global hernawati
Makalah bahaya pemanasan global hernawati
Pemanasan Global Fisika PPT.pptx
Makalah bahaya pemanasan global sutamin
Makalah bahaya pemanasan global sutamin
Makalah bahaya pemanasan global hernawati
Global warming
Makalah bahaya pemanasan global sutamin
Pemanasan global
SISTEM ATMOSFERA DAN MANUSIA - PERUBAHAN IKLIM (PEMANASAN GLOBAL)
Tugas plh global warrming
PEMANASAN GLOBAL

More from Septian Muna Barakati (20)

PDF
Kti eni safitri AKBID YKN RAHA
PDF
Kti hikmat AKBID YKN RAHA
PDF
Kti niski astria AKBID YKN RAHA
PDF
Kti ikra AKBID YKN RAHA
PDF
Kti sartiawati AKBID YKN RAHA
PDF
Kti jayanti sakti AKBID YKN RAHA
DOCX
Dokomen polisi
DOCX
Dokumen perusahaan
DOCX
Dokumen polisi 3
DOCX
DOCX
Ekosistem padang lamun
DOCX
Faktor faktor yang mempengaruhi penduduk
DOCX
Fho...................
DOCX
555555555555555 (2)
DOCX
99 nama allah swt beserta artinya
DOCX
10 impact of global warming
DOCX
10 dampak pemanasan global
DOCX
5 w 1h penyakit hiv
Kti eni safitri AKBID YKN RAHA
Kti hikmat AKBID YKN RAHA
Kti niski astria AKBID YKN RAHA
Kti ikra AKBID YKN RAHA
Kti sartiawati AKBID YKN RAHA
Kti jayanti sakti AKBID YKN RAHA
Dokomen polisi
Dokumen perusahaan
Dokumen polisi 3
Ekosistem padang lamun
Faktor faktor yang mempengaruhi penduduk
Fho...................
555555555555555 (2)
99 nama allah swt beserta artinya
10 impact of global warming
10 dampak pemanasan global
5 w 1h penyakit hiv

Recently uploaded (20)

PPTX
Merancang dan Mengelola PESAN dalam Komunikasi Pemasaran di Era Digital 4.0_W...
PPTX
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PPTX
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
PPTX
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
PDF
Materi Sosialisasi OMI Jawa Timur 2025.pdf
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PDF
Konsep Dasar Nifas, Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah.pdf
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PPTX
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
PPTX
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas X SMA Terbaru 2025
PDF
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
PDF
Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Pancasila Kelas 6 Kurikulum Merdeka
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Fisika Kelas 12 SMA Terbaru 2025
PDF
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
Merancang dan Mengelola PESAN dalam Komunikasi Pemasaran di Era Digital 4.0_W...
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
Materi Sosialisasi OMI Jawa Timur 2025.pdf
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Konsep Dasar Nifas, Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah.pdf
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas X SMA Terbaru 2025
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Pancasila Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Deep Learning Fisika Kelas 12 SMA Terbaru 2025
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf

Makalah cara mencegah pemanasan global

  • 1. MAKALAH CARA MENCEGAH PEMANASAN GLOBAL DISUSUN OLEH : NAMA : EKA WIDI HAPSARI NIM : 91304048 JURUSAN : AGROTEKNOLOGI SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN WUNA ( STIP WUNA ) 2014
  • 2. KATA PENGANTAR Puji dan syukur saya panjatkan atas rahmat dan hidayah yang telah Tuhan yang maha Esa berikan kepada Saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktu yang telah diberikan untuk menyelesaikan makalah ini. Makalah ini berisi tentang “CARA MENCEGAH PEMANASAN GLOBAL” Dan harapan saya semoga makalah ini dapat membantu. mahasiswa dalam proses pembelajaran. Raha, Juni 2014 Penulis
  • 3. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ……………………………………….....…........ i DAFTAR ISI ………………………………………………………...... ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ……………………………………….. ………........... 1 B. Tujuan..................................................................................................... 2 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Pemanasan Global............................................................. 3 2.2 Hubungan Pemanasan Global dengan Efek Rumah Kaca................... 4 2.3 Penyebab Pemanasan Global............................................................... 4 2.4 Dampak Pemanasan Global................................................................. 5 2.5 Cara Mencegah Pemanasan Global......................................................... 7 BAB III PENUTUP 4.1 Kesimpulan ………………………………...........................................8 4.2 Saran........................................................................................................ 8 DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 9
  • 4. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Latar belakang disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang telah diberikan oleh dosen pengajar. Makalh ini membahas tentang Pemanasan global atau global warming. Makalah ini disusun berdasarkan tentang perbincangan yang sedang hangat dibicarakan oleh dunia. Pemanasan global belum menemukan titik terang dalam penanggulangannya. Disini penulis berusaha menerangkan materi yang dibutuhkan sebagai referensi agar dapat menyempurnakan topik yang akan diperbincangkan. 1.2. Tujuan Tujuan disusunnya makalah untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan juga sebagai prasyarat agar dapat mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS). Selain itu penyusunan ini juga untuk membuka jendela pengetahuan tentang permasalahan yang ada saat ini. Harapan penulis adalah agar makalah ini tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, akan tetapi bermanfaat juga bagi meraka yang membutuhkan untuk referensi ataupun bahan bacaan semata
  • 5. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Pemanasan Global Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu. 2.2 Hubungan Pemanasan Global dengan Efek Rumah Kaca Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari yang masuk ke atmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan Bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, di antaranya karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada di atmosfer sehingga Bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat (60ºF/16ºC) bagi hewan, tanaman, dan manusia untuk bisa bertahan hidup. Mekanisme inilah yang disebut efek gas rumah kaca. Tanpa efek gas rumah kaca, suhu rata-rata di dunia bisa menjadi -18ºC. Sayangnya, karena sekarang ini terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer, terlalu banyak panas yang ditangkapnya. Akibatnya, Bumi menjadi semakin panas. 2.3 Penyebab Pemanasan Global Pemansan global terjadi ketika ada konsentrasi gas-gas tertentu yang dikenal dengan gas rumah kaca, yg terus bertambah di udara, hal tersebut disebabkan oleh tindakan manusia, kegiatan industri, khususnya CO2 dan chlorofluorocarbon. Yang terutama adalah karbon dioksida, yang umumnya dihasilkan oleh penggunaan batubara, minyak bumi, gas dan penggundulan hutan serta pembakaran hutan.
  • 6. Asam nitrat dihasilkan oleh kendaraan dan emisi industri, sedangkan emisi metan disebabkan oleh aktivitas industri dan pertanian. Chlorofluorocarbon CFCs merusak lapisan ozon seperti juga gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global, tetapi sekarang dihapus dalam Protokol Montreal. Karbon dioksida, chlorofluorocarbon, metan, asam nitrat adalah gas-gas polutif yang terakumulasi di udara dan menyaring banyak panas dari matahari. Sementara lautan dan vegetasi menangkap banyak CO2, kemampuannya untuk menjadi “atap” sekarang berlebihan akibat emisi. Ini berarti bahwa setiap tahun, jumlah akumulatif dari gas rumah kaca yang berada di udara bertambah dan itu berarti mempercepat pemanasan global. Sepanjang seratus tahun ini konsumsi energi dunia bertambah secara spektakuler. Sekitar 70% energi dipakai oleh negara-negara maju; dan 78% dari energi tersebut berasal dari bahan bakar fosil. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan yang mengakibatkan sejumlah wilayah terkuras habis dan yang lainnya mereguk keuntungan. Sementara itu, jumlah dana untuk pemanfaatan energi yang tak dapat habis (matahari, angin, biogas, air, khususnya hidro mini dan makro), yang dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, baik di negara maju maupun miskin tetaplah rendah, dalam perbandingan dengan bantuan keuangan dan investasi yang dialokasikan untuk bahan bakar fosil dan energi nuklir. Penggundulan hutan yang mengurangi penyerapan karbon oleh pohon, menyebabkan emisi karbon bertambah sebesar 20%, dan mengubah iklim mikro lokal dan siklus hidrologis, sehingga mempengaruhi kesuburan tanah. 2.4 Dampak Pemanasan Global Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi
  • 7. kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb). Dalam makalah ini, fokus diberikan pada antisipasi terhadap dua dampak pemanasan global, yakni : kenaikan muka air laut (sea level rise) dan banjir. Dampak-dampak lainnya : · Musnahnya berbagai jenis keanekragaman hayati · Meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan badai, angin topan, dan banjir · Mencairnya es dan glasier di kutub · Meningkatnya jumlah tanah kering yang potensial menjadi gurun karena kekeringan yang berkepanjangan · Kenaikan permukaan laut hingga menyebabkan banjir yang luas. Pada tahun 2100 diperkirakan permukaan air laut naik hingga 15 - 95 cm. · Kenaikan suhu air laut menyebabkan terjadinya pemutihan karang (coral bleaching) dan kerusakan terumbu karang di seluruh dunia · Meningkatnya frekuensi kebakaran hutan · Menyebarnya penyakit-penyakit tropis, seperti malaria, ke daerah-daerah baru karena bertambahnya populasi serangga (nyamuk) · Daerah-daerah tertentu menjadi padat dan sesak karena terjadi arus pengungsian 2.5 Cara Mengatasi Pemanasan Global Jadilah Vegetarian Memproduksi daging sarat CO2 dan metana dan membutuhkan banyak air. Hewan ternak seperti sapi atau kambing merupakan penghasil terbesar metana saat mereka mencerna makanan mereka. Food and Agriculture Organization (FAO) PBB menyebutkan produksi daging menyumbang 18% pemanasan global, lebih besar daripada sumbangan seluruh transportasi di dunia (13,5%). Lebih lanjut, dalam laporan FAO, “Livestock’s Long Shadow”, 2006 dipaparkan bahwa peternakan menyumbang 65% gas nitro oksida dunia (310 kali lebih kuat dari CO2) dan 37% gas metana dunia (72 kali lebih kuat dari CO2). Selain itu, United
  • 8. Nations Environment Programme (UNEP), dalam buku panduan “Kick The Habit”, 2008, menyebutkan bahwa pola makan daging untuk setiap orang per tahunnya menyumbang 6.700 kg CO2, sementara diet vegan per orangnya hanya menyumbang 190 kg CO2! Tidak mengherankan bila ahli iklim terkemuka PBB, yang merupakan Ketua Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB, Dr. Rajendra Pachauri, menganjurkan orang untuk mengurangi makan daging. Tanam Pohon Satu pohon berukuran agak besar dapat menyerap 6 kg CO2 per tahunnya. Dalam seluruh masa hidupnya, satu batang pohon dapat menyerap 1 ton CO2. United Nations Environment Programme (UNEP) melaporkan bahwa pembabatan hutan menyumbang 20% emisi gas rumah kaca. Seperti kita ketahui, pohon menyerap karbon yang ada dalam atmosfer. Bila mereka ditebang atau dibakar, karbon yang pernah mereka serap sebagian besar justru akan dilepaskan kembali ke atmosfer. Maka, pikir seribu kali sebelum menebang pohon di sekitar Anda. Pembabatan hutan juga berkaitan dengan peternakan. Tahukah Anda area hutan hujan seukuran 1 lapangan sepak bola setiap menitnya ditebang untuk lahan merumput ternak? Bila Anda berubah menjadi seorang vegetarian, Anda dapat menyelamatkan 1 ha pohon per tahunnya. Bepergian yang Ramah Lingkungan Cobalah untuk berjalan kaki, menggunakan telekonferensi untuk rapat, atau pergi bersama-sama dalam satu mobil. Bila memungkinkan, gunakan kendaraan yang menggunakan bahan bakar alternatif. Setiap 1 liter bahan bakar fosil yang dibakar dalam mesin mobil menyumbang 2,5 kg CO2. Bila jaraknya dekat dan tidak terburu waktu, anda bisa memilih kereta api daripada pesawat. Menurut IPCC, bepergian dengan pesawat menyumbang 3-5% gas rumah kaca. Kurangi Belanja Industri menyumbang 20% gas emisi rumah kaca dunia dan kebanyakan berasal dari penggunaan bahan bakar fosil. Jenis industri yang membutuhkan banyak
  • 9. bahan bakar fosil sebagai contohnya besi, baja, bahan-bahan kimia, pupuk, semen, gelas, keramik, dan kertas. Oleh karena itu, jangan cepat membuang barang, lalu membeli yang baru. Setiap proses produksi barang menyumbang CO2. Beli Makanan Organik Tanah organik menangkap dan menyimpan CO2 lebih besar dari pertanian konvensional. The Soil Association menambahkan bahwa produksi secara organik dapat mengurangi 26% CO2 yang disumbang oleh pertanian. Gunakan Lampu Hemat Energi Bila Anda mengganti 1 lampu di rumah Anda dengan lampu hemat energi, Anda dapat menghemat 400 kg CO2 dan lampu hemat energi 10 kali lebih tahan lama daripada lampu pijar biasa. Gunakan Kipas Angin AC yang menggunakan daya 1.000 Watt menyumbang 650 gr CO2 per jamnya. Karena itu, mungkin Anda bisa mencoba menggunakan kipas angin. Jemur Pakaian Anda di bawah Sinar Matahari Bila Anda menggunakan alat pengering, Anda mengeluarkan 3 kg CO2. Menjemur pakaian secara alami jauh lebih baik: pakaian Anda lebih awet dan energi yang dipakai tidak menyebabkan polusi udara. Daur Ulang Sampah Organik Tempat Pembuangan Sampah (TPA) menyumbang 3% emisi gas rumah kaca melalui metana yang dilepaskan saat proses pembusukan sampah. Dengan membuat pupuk kompos dari sampah organik (misal dari sisa makanan, kertas, daun-daunan) untuk kebun Anda, Anda bisa membantu mengurangi masalah ini! Pisahkan Sampah Kertas, Plastik, dan Kaleng agar Dapat Didaur Ulang Mendaur ulang aluminium dapat menghemat 90% energi yang dibutuhkan untuk
  • 10. memproduksi kaleng aluminium yang baru – menghemat 9 kg CO2 per kilogram aluminium! Untuk 1 kg plastik yang didaur ulang, Anda menghemat 1,5 kg CO2, untuk 1 kg kertas yang didaur ulang, Anda menghemat 900 kg CO2.
  • 11. BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN Pemanasan global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama umat manusia. Fenomena ini bukan lain diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampaknya diderita oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi pemanasan global diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan saat ini. Pemanasan global memang sulit diatasi, namun kita bisa mengurangi efeknya.Penangguangan hal ini adalah kesadaran kita terhadap kehidupan bumi di masa depan. Apabila kita telah menanamkan kecintaan terhadap bumi ini maka pmanasan global hanyalah sejarah kelam yang pernah menimpa bumi ini. 3.2 SARAN Kehidupan ini berawal dari kehidupan di bumi jauh sebelum makhluk hidup ada. Maka dari itu untuk menjaga dan melestarikan bumi ini harus beberapa dekade kah kita memikirkannya. Sampai pada satu sisi dimana bumi ini telah tua dan memohon agar kita menjaga serta melstarikannya. Marilah kita bergotong royang untuk menyelematkan bumi yang telah memberikan kita kehidupan yang sempurna ini. Stop global warming.
  • 12. DAFTAR PUSTAKA 1. Jawa Pos edisi Selasa 10 April 2007 – Fenomena Pemanasan Global dan Pengaruhnya di Indonesia 2. Majalah Suara Hidayatullah edisi April 2007 – Ihwal : Bumi Semakin Mencemaskan 3. Nurhadi – Surabaya Post edisi 24 April 2006 – Ancaman Pemanasan Global 4. Republika edisi 12 Maret 2007 – Atasi Pemanasan Global dengan Energi Alternatif 5. Tempo Interaktif edisi 11 Januari 2007 – Bumi Makin Panas 6. Wikipedia Indonesia (Ensiklopedia Bebas Berbahasa Indonesia) – Efek Rumah Kaca 7. Wikipedia Indonesia (Ensiklopedia Bebas Berbahasa Indonesia) – Gas Rumah Kaca