Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan 
Bagaimana cara meningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia 
Upaya peningkatan kualitas pendidikan dapat di tempuh dengan beberapa cara antara lain: 
peningkatan kualitas guru, peningkatan materi, peningkatan dalam pemakaian metode, 
peningkatan sarana, peningkatan kualitas belajar. Jika semua element pendidikan dapat saling 
mendukung maka akan tercipta kualitas pendidikan yang baik. 
2.1. Pengertian Kualitas Pendidikan 
Arti dasar dari kata kualitas menurut Dahlan Al-Barry dalam Kamus Modern Bahasa Indonesia 
adalah “kualitet”: “mutu, baik buruknya barang”[1]. Seperti halnya yang dikutip oleh Quraish 
Shihab yang mengartikan kualitas sebagai tingkat baik buruk sesuatu atau mutu sesuatu.[2] 
Sedangkan kalau diperhatikan secara etimologi, mutu atau kualitas diartikan dengan kenaikan 
tingkatan menuju suatu perbaikan atau kemapanan. Sebab kualitas mengandung makna bobot 
atau tinggi rendahnya sesuatu. Jadi dalam hal ini kualitas pendidikan adalah pelaksanaan 
pendidikan disuatu lembaga, sampai dimana pendidikan di lembaga tersebut telah mencapai 
suatu keberhasilan.[3] Menurut Supranta kualitas adalah sebuah kata yang bagi penyedia jasa 
merupakan sesuatu yang harus dikerjakan dengan baik.[4] Sebagaimana yang telah dipaparkan 
oleh Guets dan Davis dalam bukunya Tjiptono menyatakan kualitas merupakan suatu kondisi 
dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang 
memenuhi atau melebihi harapan.[5]Kualitas pendidikan menurut Ace Suryadi dan H.A.R Tilaar 
merupakan kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan sumber-sumber 
pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin.[6] 
Di dalam konteks pendidikan, pengertian kualitas atau mutu dalam hal ini mengacu pada proses 
pendidikan dan hasil pendidikan. Dari konteks “proses” pendidikan yang berkualitas terlibat 
berbagai input (seperti bahan ajar: kognitif, afektif dan, psikomotorik), metodologi (yang 
bervariasi sesuai dengan kemampuan guru), sarana sekolah, dukungan administrasi dan 
sarana prasarana dan sumber daya lainnya serta penciptaan suasana yang kondusif. Dengan 
adanya manajemen sekolah, dukungan kelas berfungsi mensingkronkan berbagai input 
tersebut atau mensinergikan semua komponen dalam interaksi (proses) belajar mengajar, baik 
antara guru, siswa dan sarana pendukung di kelas atau di luar kelas, baik dalam konteks 
kurikuler maupun ekstra-kurikuler, baik dalam lingkungan substansi yang akademis maupun 
yang non akademis dalam suasana yang mendukung proses belajar pembelajaran. 
Kualitas dalam konteks “hasil” pendidikan mengacu pada hasil atau prestasi yang dicapai oleh 
sekolah pada setiap kurun waktu tertentu (apakah tiap akhir cawu, akhir tahun, 2 tahun atau 5 
tahun, bahkan 10 tahun). Prestasi yang dicapai atau hasil pendidikan (student achievement) 
dapat berupa hasil test kemampuan akademis, misalnya ulangan umum, EBTA atau UN. Dapat 
pula prestasi dibidang lain seperti di suatu cabang olah raga, seni atau keterampilan tambahan 
tertentu. Bahkan prestasi sekolah dapat berupa kondisi yang tidak dapat dipegang (intangible) 
seperti suasana disiplin, keakraban, saling menghormati, kebersihan dan sebagainya.[7] Selain 
itu kualitas pendidikan merupakan kemampuan sistem pendidikan dasar, baik dari segi 
pengelolaan maupun dari segi proses pendidikan, yang diarahkan secara efektif untuk
meningkatkan nilai tambah dan factor-faktor input agar menghasilkan output yang setinggi-tingginya. 
Jadi pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang 
memiliki kemampuan dasar untuk belajar, sehingga dapat mengikuti bahkan menjadi pelopor 
dalam pembaharuan dan perubahan dengan cara memberdayakan sumber-sumber pendidikan 
secara optimal melalui pembelajaran yang baik dan kondusif. Pendidikan atau sekolah yang 
berkualitas disebut juga sekolah yang berprestasi, sekolah yang baik atau sekolah yang sukses, 
sekolah yang efektif dan sekolah yang unggul. Sekolah yang unggul dan bermutu itu adalah 
sekolah yang mampu bersaing dengan siswa di luar sekolah. Juga memiliki akar budaya serta 
nilai-nilai etika moral (akhlak) yang baik dan kuat.[8] 
Pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang mampu menjawab berbagai tantangan 
dan permasalahan yang akan dihadapi sekarang dan masa yang akan datang. Dari sini dapat 
disimpulkan bahwa kualitas atau mutu pendidikan adalah kemampuan lembaga dan sistem 
pendidikan dalam memberdayakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kualitas 
yang sesuai dengan harapan atau tujuan pendidikan melalui proses pendidikan yang efektif. 
Pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang 
berkualitas, yaitu lulusan yang memilki prestasi akademik dan non-akademik yang mampu 
menjadi pelopor pembaruan dan perubahan sehingga mampu menjawab berbagai tantangan 
dan permasalahan yang dihadapinya, baik di masa sekarang atau di masa yang akan datang 
(harapan bangsa). 
2.2. Standar atau Parameter Pendidikan Yang Berkualitas 
Standar / parameter adalah ukuran atau barometer yang digunakan untuk menilai atau 
mengukur sesuatu hal. Ini menjadi penting untuk kita ketahui, apalagi dalam rangka 
mewujudkan suatu pendidikan yang berkualitas. Kalau kita mengacu pada Peraturan 
Pemerintah (PP.) No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Standar nasional 
pendidikan diatas, ada delapan (8) hal yang harus diperhatikan untuk mewujudkan pendidikan 
yang berkualitas, yaitu :[9] 
a) Standar isi, adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam 
kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, 
dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis 
pendidikan tertentu. 
b) Standar proses, adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan 
pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. 
c) Standar pendidik dan tenaga kependidikan, adalah kriteria pendidikan prajabatan dan 
kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan. 
d) Standar sarana dan prasarana, adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan 
kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, 
laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber 
belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan 
teknologi informasi dan komunikasi. 
e) Standar pengelolaan, adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan 
perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan
pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional, agar tercapai efisiensi dan efektivitas 
penyelenggaraan pendidikan. 
f) Standar pembiayaan, adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi 
satuan pendidikan yang berlaku selam satu tahun. 
g) Standar penilaian pendidikan, adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan 
mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. 
Standar nasional pendidikan ini berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, 
dan pengawasan, pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang 
bermutu.[10]Juga bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka 
mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang 
bermartabat. [11]Salah satu standar diatas yang paling penting untuk diperhatikan yaitu standar 
pendidik dan kependidikan. Dimana seorang pendidik harus memiliki kompetensi sebagai agen 
pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini, 
yaitu :[12] kompetensi peadagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan 
kompetensi sosial. 
Ada empat (4) standar kualitas pendidikan dalam urutan prioritasnya adalah sebagai berikut : 
guru (teacher), kurikulum (curriculum), atmosfer akademik (academic atmosphere), dan sumber 
keilmuan (academic resource).[13] Berikut ini uraian dari standar kualitas diatas :[14] 
1. Guru (Teacher) 
Mutu pendidikan amat ditentukan kualitas dan komitmen seorang guru. Profesi guru menjadi 
tidak menarik di banyak daerah karena tidak menjanjikan kesejahteraan finansial dan 
penghargaan profesional. Oleh karena itu, dengan dirumuskannya jenjang profesionalitas yang 
jelas, maka kualitas guru-guru dapat dijaga dengan baik. Tentunya hal ini juga berkaitan 
dengan penghargaan profesionalitas yang didapat dalam setiap jenjang tersebut. 
Guru juga harus bertanggung jawab dalam membangun atmosfer akademik di dalam kelas. 
Atmosfer ini sebenarnya bertujuan untuk membentuk karakter siswa terutama berkaitan dengan 
nilai-nilai akademik utama yaitu sikap ilmiah dan kreatif. Guru perlu menekankan nilai-nilai inti 
yang berhubungan dengan pengembangan sikap ilmiah dan kreatif dalam setiap tugas yang 
diberikan kepada siswanya, dalam membimbing siswa memecahkan suatu persoalan atau juga 
dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari siswa. Untuk dapat mengajar secara efektif, maka 
guru-guru akan ditraining secara kontinyu (bukan hanya sekali saja) dan terutama akan dibekali 
pengetahuan tentang cara mengajar yang baik dan bagaimana cara menilai yang efektif. 
Sehingga diharapkan guru tersebut dapat mengembangkan cara mengajarnya sendiri, dapat 
meningkatkan pengetahuan mereka sendiri dan juga dapat berkolaborasi dengan guru yang 
lain. 
2. Kurikulum (Curriculum) 
Kurikulum di sini bukan sekedar kumpulan aktivitas saja, ia harus koheren antara aktivitas yang 
satu dengan yang lain. Dalam kurikulum, juga harus diperhatikan bagaimana menjaga agar 
materi-materi yang diberikan dapat menantang siswa sehingga tidak membuat mereka merasa 
bosan dengan pengulangan-pengulangan materi saja. Tentu saja hal ini bukan berarti 
mengubah-ubah topik yang ada tetapi lebih kepada penggunaan berbagai alternatif cara 
pembelajaran untuk memperdalam suatu topik atau mengaplikasikan suatu topik pada berbagai 
masalah riil yang relevan.
Kurikulum juga harus memuat secara jelas mengenai cara pembelajaran (learning) dan cara 
penilaian (assesment) yang digunakan di dalam kelas. Cara pembelajaran yang dijalankan 
harus membuat siswa memahami dengan benar mengenai hal-hal yang mendasar. 
Pemahaman ini bukan hanya berdasarkan hasil dari pengajaran satu arah dari guru ke siswa, 
tetapi lebih merupakan pemahaman yang muncul dari keaktifan siswa dalam membangun 
pengetahuannya sendiri dengan merangkai pengalaman pembelajaran di kelas dan 
pengetahuan yang telah dimilikinya sebelumnya. 
3. Atmosfer Akademik (Academic Atmosphere) 
Atmosfer akademik bertujuan untuk membentuk karakter siswa terutama berkaitan dengan nilai-nilai 
akademik utama yaitu sikap ilmiah dan kreatif. Atmosfer ini dibangun dari interaksi antar 
siswa, dari interaksi antara siswa dengan guru, interaksi dengan orang tua siswa dan juga 
suasana lingkungan fisik yang diciptakan. Guru memegang peran sentral dalam membangun 
atmosfer akademik ini dalam kegiatan pengajarannya di kelas dan berlaku untuk semua yang 
terlibat dalam sistem pendidikan. 
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana membangun sikap ilmiah dan kreatif ini dalam 
kegiatan operasional pendidikan sehari-harinya? Untuk ini kita perlu menyadari nilai-nilai inti 
yang harus ditanamkan ke semua komponen yang terlibat dalam kegiatan pendidikan yang 
diselenggarakan. Sikap ilmiah yang dimaksud adalah sikap yang menghargai hasil-hasil 
intelektual baik yang berasal dari dirinya sendiri maupun orang lain, disamping kritis dalam 
menerima hasil-hasil intelektual tersebut. Sedangkan sikap kreatif disini mempunyai maksud 
sikap untuk terus-menerus mengembangkan kemampuan memecahkan soal dan 
mengembangkan pengetahuan secara mandiri. 
Untuk membangun Sikap Ilmiah perlu ditanamkan nilai kejujuran (honesty), dan nilai kekritisan 
(skeptics). Sedangkan untuk membangun sikap kreatif perlu ditanamkan nilai ketekunan 
(perseverence), dan nilai keingintahuan (curiosity).[15][15] 
Selanjutnya nilai-nilai inti ini perlu diterjemahkan dalam berbagai kode etik yang menjadi 
pedoman dalam kegiatan operasional pendidikan sehari-hari, seperti larangan keras 
mencontek, dorongan untuk mengemukakan pendapat dan bertanya, penghargaan atas 
perbedaan pendapat, penghargaan atas kerja keras, dorongan untuk memecahkan soal sendiri, 
keterbukaan untuk dikoreksi dan seterusnya. Aktivitas-aktivitas ini selanjutnya harus dilakukan 
setiap hari dan terus dipantau perkembangan oleh mereka yang diberi kewenangan penuh. 
4. Sumber Keilmuan (Academic Resource) 
Sumber Keilmuan disini adalah berupa prasarana dalam kegiatan pengajaran, yaitu buku, alat 
peraga dan teknologi. Semua hal ini harus dapat dieksploitasi dengan baik untuk mendukung 
setiap proses pengajaran dan juga dalam membangun atmosfer akademik yang hendak 
diciptakan. Apalagi pengajaran menganut pendekatan yang kongkrit, maka guru harus dapat 
menggunakan hal-hal yang umum disekitar kita seperti: mata uang dan jam, sebagai alat 
peraga. 
2.3 Upaya Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan 
A. Peningkatan Kualitas Guru 
Guru yang memiliki posisi yang sangat penting dan strategi dalam pengembangan potensi yang 
dimiliki peerta didik. Pada diri gurulah kejayaan dan keselamatan masa depan bangsa dengan
penanaman nilai-nilai dasar yang luhur sebagai cita-cita pendidikan nasional dengan 
membentuk kepribadian sejahtera lahir dan bathin, yang ditempuh melalui pendidikan agama 
dan pendidikan umum. Oleh karena itu harus mampu mendidik diperbagai hal, agar ia menjadi 
seorang pendidik yang proposional. Sehingga mampu mendidik peserta didik dalam kreativitas 
dan kehidupan sehari-harinya. Untuk meningkatkan profesionalisme pendidik dalam 
pembelajaran, perlu ditingkatkan melalui cara-cara sebagai berikut: 
1. Mengikuti Penataran 
Menurut para ahli bahwa penataran adalah semua usaha pendidikan dan pengalaman 
untuk meningkatkan keahlian guru menyelarasikan pengetahuan dan keterampilan mereka 
sesuai dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang-bidang masing-masing.[ 
16][16] Sedangkan kegiatan penataran itu sendiri di tujukan: 
a. Mempertinggi mutu petugas sebagai profesinya masing-masing. 
b. Meningkatkan efesiensi kerja menuju arah tercapainya hasil yang optimal. 
c. Perkembangan kegairahan kerja dan peningkatan kesejahteraan.[17] 
Jadi penataran itu dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja, keahlian dan 
peningkatan terutama pendidikan untuk menghadapi arus globaliasi. 
2. Mengikuti Kursus-Kursus Pendidikan 
Hal ini akan menambah wawasan, adapun kursus-kursus biasanya meliputi pendidikan 
arab dan inggris serta computer. 
3. Memperbanyak Membaca 
Menjadi guru professional tidak hanya menguasai atau membaca dan hanya 
berpedoman pada satu atau beberapa buku saja, guru yang berprofesional haruslah banyak 
membaca berbagai macam buku untuk menambah bahan materi yang akan disampaikan 
sehingga sebagai pendidik tidak akan kekurangab pengetahuan-pengetahuan dan informasi-informasi 
yang muncul dan berkembang di dalam mayarakat. 
4. Mengadakan Kunjungan Kesekolah Lain (studi komperatif) 
Suatu hal yang sangat penting seorang guru mengadakan kunjungan antar sekolah 
sehingga akan menambah wawasan pengetahuan, bertukar pikiran dan informasi tentang 
kemajuan sekolah. Ini akan menambah dan melengkapi pengetahuan yang dimilikinya serta 
mengatai permasalahan-permasalahan dan kekurangan yang terjadi sehingga peningkatan 
pendidikan akan bisa tercapai dengan cepat. 
5. Mengadakan Hubungan Dengan Wali Siswa 
Mengadakan pertemuan dengan wali siswa sangatlah penting sekali, karena dengan ini 
guru dan orang tua akan dapat saling berkomunikasi, mengetahui dan menjaga peserta didik 
serta bisa mengarahkan pada perbuatan yang positif. Karena jam pendidikan yang diberikan di 
sekolah lebih sedikit apabila dibandingkan jam pendidikan di dalam keluarga. 
B. Peningkatan Materi
Dalam rangka peningkatan pendidikan maka peningkatan materi perlu sekali mendapat 
perhatian karena dengan lengkapnya meteri yang diberikan tentu akan menambah lebih luas 
akan pengetahuan. Hal ini akan memungkinkan peserta didik dalam menjalankan dan 
mengamalkan pengetahuan yang telah diperoleh dengan baik dan benar. Materi yang 
disampaikan pendidik harus mampu menjabarkan sesuai yang tercantum dalam kurikulum. 
Pendidik harus menguasai materi dengan ditambah bahan atau sumber lain yang berkaitan 
dan lebih actual dan hangat. Sehingga peserta didik tertarik dan termotivasi mempelajari 
pelajaran. 
C. Peningkatan dalam Pemakaian Metode 
Metode merupakan alat yang dipakai untuk mencapai tujuan, maka sebagai salah satu 
indicator dalam peningkatan kualitas pendidikan perlu adanya peningkatan dalam pemakaian 
metode. Yang dimakud dengan peningkatan metode disini, bukanlah menciptakan atau 
membuat metode baru, akan tetapi bagaimana caranya penerapannya atau penggunaanya 
yang sesuai dengan materi yang disajikan, sehingga mmperoleh hasil yang memuaskan dalam 
proses belajar mengajar. Pemakaian metode ini hendaknya bervariasi sesuai dengan materi 
yang akan disampaikan sehingga peserta didik tidak akan merasa bosan dan jenuh atau 
monoton. Untuk itulah dalam penyampaian metode pendidik harus memperhatikan hal-hal 
sebagai berikut: 
1) Selalu berorientasi pada tujuan 
2) Tidak hanya terikat pada suatu alternatif saja 
3) Mempergunakan berbagai metode sebagai suatu kombinasi, misalnya: metode ceramah 
dengan tanya jawab. 
Jadi usaha tersebut merupakan upaya meningkatkan kualitas pendidikan pada peserta 
didik diera yang emakin modern. 
D. Peningkatan Sarana 
Sarana adalah alat atau metode dan teknik yang dipergunakan dalam rangka 
meningkatkan efektivitas komunikasi dan interaksi edukatif antara pendidik dan peserta didik 
dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.[18] Dari segi sarana tersebut perlu 
diperhatikan adanya usaha meningkatkan sebagai berikut: 
1) Mengerti secara mendalam tentang fungsi atau kegunaan media pendidikan 
2) Mengerti pengunaan media pendidikan secara tepat dalam interaksi belaja mengajar 
3) Pembuatan media harus sederhana dan mudah 
4) Memilih media yang tepat sesuai dengan tujuan dan isi materi yang akan diajarkan. 
Semua sekolah meliputi peralatan dan perlengkapan tentang sarana dan prasarana, ini 
dijelaskan dalam buku “Admitrasi Pendidikan” yang disusun oleh Tim Dosen IP IKIP Malang 
menjelaskan: sarana sekolah meliputi semua peralatan serta perlengkapan yang langsung 
digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, contoh: gedung sekolah (school building), 
ruangan meja, kursi, alat peraga, dan lain-lainnya. Sedangkan prasarana merupakan semua 
komponen yang secara tidak langung menunjang jalannya proses belajar mngajar atau
pendidikan di sekolah, sebagai contoh: jalan menuju sekolah, halaman sekolah, tata tertib 
sekolah dan semuanya yang berkenaan dengan sekolah.[19] 
E. Peningkatan Kualitas Belajar 
Dalam setiap proses belajar mengajar yang dialami peserta didik selamanya lancar 
seperti yang diharapkan, kadang-kadang mengalami kesulitan atau hambatan dalam belajar. 
Kendala tersebut perlu diatasi dengan berbagai usaha sebagai berikut: 
1) Memberi Rangsangan 
Minat belajar seseorang berhubungan dengan perasaan seseorang. Pendidikan harus 
menggunakan metode yang sesuai sehingga merangsang minat untuk belajar dan 
mempelajari baik dari segi bahasa maupun mimic dari wajah dengan memvariasikan setiap 
metode yang dipakai. Dari sini menimbulkan yang namanya cinta terhadap bidang studi, 
sebab pendidik mampu memberikan ransangan terhadap peserta didik untuk belajar, karena 
yang disajikan benar-benar mengenai atau mengarah pada diri peserta didik yang dilakukan 
dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya setelah peserta didik terangsang terhadap 
pendidikan maka pendidik tinggal memberikan motivasi secara kontinew. Oleh karena itu 
pendidik atau lembaga tinggal memberikan atau menyediakan sarana dan prasarana saja, 
sehingga peserta didik dapat menerima pengalaman yang dapat menyenangkan hati para 
peserta didik sehingga menjadikan peserta didik belajar semangat. 
2) Memberikan Motivasi Belajar 
Motivasi adalah sebagai pendorong peserta didik yang berguna untuk menumbuhkan dan 
menggerakkan bakat peserta didik secara integral dalam dunia belajar, yaitu dengan diambil 
dari sisitem nilai hidup peserta didik dan ditujukan kepada penjelasan tugas-tugas. 
Motivasi merupakan daya penggerak yang besar dalam proses belajar mengajar, motivasi 
yang diberikan kepada peserta didik dapat berupa: 
a. Memberikan penghargaan. 
Usaha-usaha meyenangkan yang diberikan kepada peserta didik yang berprestasi yang 
bagus, baik berupa kata-kata, benda, simbul atau berupa angka (nilai). Penghargaan ini 
bertujuan agar peserta didik selalu termotivasi untuk lebih giat belajar dan mampu bersaing 
dengan teman-temannya secara sehat, karena dengan itu pendidik akan mudah 
meningkatkan kualita pendidikan. 
b. Memberikan hukuman. 
Pemberian hukuman ini bersifat mendidik artinya bentuk hukuman itu sendiri berkaitan 
dengan pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kesalahan. 
c. Mengadakan kompetisi dan lomba. 
Pengadaan ini dipergunakan untuk meningkatkan prestasi peserta didik untuk 
membantu peserta didik dalam pembentukan mental yang tangguh selain pembentukan 
pengetahuan.untuk membantu proses pengajaran yang selalu dimulai dari hal-hal yang 
nyata bagi siswa.
Demikian bagaimana cara meningkatkan kualitas pendidikan, semoga dengan beberapa 
point diatas pendidikan di Indonesia akan lebih baik.

More Related Content

DOCX
Upaya peningkatan mutu pendidikan
PPT
Strategi peningkatan mutu layanan pendidikan
DOC
Upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar negeri 013
PDF
Peran kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas sekolah
RTF
Peningkatan Kualitas Guru Untuk Mencetak Peserta Didik Berkualitas Demi Penca...
DOCX
Peningkatan efektivitas sekolah melalui peningkatan kualitas guru
PPTX
Upaya peningkatan kinerja guru untuk meningkatkan mutu pendidikan
DOCX
Manajemen pendidikan-islam deden-makbuloh- tri noviana
Upaya peningkatan mutu pendidikan
Strategi peningkatan mutu layanan pendidikan
Upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar negeri 013
Peran kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas sekolah
Peningkatan Kualitas Guru Untuk Mencetak Peserta Didik Berkualitas Demi Penca...
Peningkatan efektivitas sekolah melalui peningkatan kualitas guru
Upaya peningkatan kinerja guru untuk meningkatkan mutu pendidikan
Manajemen pendidikan-islam deden-makbuloh- tri noviana

What's hot (18)

PPTX
Kepercayaan guru
DOCX
13 strategi peningkatan mutu pendidikan melalui penerapan mbs konsep mbs meru...
DOCX
Manajemen sekolah efektif dan unggul
DOC
Upaya meningkatkan kualitas guru
PPT
Revitalisasi peran pengawas sekolah
DOCX
Fungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Mutu Sekolah
PPTX
KUALITI GURU
DOC
3 permasalahan pm
PDF
Inisiatif majukan sekolah
DOCX
Makalah pengembangan sekolah
DOC
Makalah daspen
PDF
Skripsi keterampilan manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja
PPT
Kualitas layanan pendidikan
DOCX
Manajemen Mutu Pendidikan
DOCX
Tugas supervisi pendidikan
DOCX
Manajemen pendidikan-islam deden-makbuloh-siti azkiyah
PPT
Karakteristik sekolah efektif
Kepercayaan guru
13 strategi peningkatan mutu pendidikan melalui penerapan mbs konsep mbs meru...
Manajemen sekolah efektif dan unggul
Upaya meningkatkan kualitas guru
Revitalisasi peran pengawas sekolah
Fungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Mutu Sekolah
KUALITI GURU
3 permasalahan pm
Inisiatif majukan sekolah
Makalah pengembangan sekolah
Makalah daspen
Skripsi keterampilan manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja
Kualitas layanan pendidikan
Manajemen Mutu Pendidikan
Tugas supervisi pendidikan
Manajemen pendidikan-islam deden-makbuloh-siti azkiyah
Karakteristik sekolah efektif
Ad

Viewers also liked (7)

DOCX
Makalah teknologi media pemb bha arab
PDF
TEB Engineering Heerhugowaard Vision Robot PLC Automatisering
PPTX
Matthew 8, Ten Powerful Miraculous Proofs That He Is King Of The Jews, Who A...
PDF
MSC ecolabel user guide
DOC
Prémios apee
PPTX
Calentamiento global
Makalah teknologi media pemb bha arab
TEB Engineering Heerhugowaard Vision Robot PLC Automatisering
Matthew 8, Ten Powerful Miraculous Proofs That He Is King Of The Jews, Who A...
MSC ecolabel user guide
Prémios apee
Calentamiento global
Ad

Similar to Makalah upaya peningkatan pendidikan (20)

DOCX
Problem Peningkatan Mutu Pendidikan
DOCX
Peningkatan efektivitas sekolah melalui peningkatan kualitas guru
PDF
Tqm (manajemen mutu terpadu)
PPTX
Masalah peningkatan mutu pendidikan
DOCX
Manajemen sekolah bermutu dalam kajian sekolah potensial
PPTX
Manajemen strategis MUTU PENDIDIKAN.pptx
PDF
Manajemen%20 berbasis%20sekolah
DOCX
Tugas 4 tik
PPTX
Materi Pengantar - Akreditasi 2024 Terbaru.pptx
PDF
Dewinta etika pdf
DOCX
Sdm penujang utama sekolah bermutu
DOCX
Contoh karya ilmiah tentang pendidikan
DOCX
SIstem input-proses-output-outcome pendidikan bermutu
PPTX
Rochmanu, e jrnal
PDF
3. pp no.19 tahun 2005 tentang standar pendidikan nasional (pdf)
PDF
standar nasional pendidikan
DOCX
Sdm penujang utama sekolah bermutu
PPTX
Apa itu sekolah unggulan.pptx
PPTX
PPT KEL.1 SPMP_FUJA_SITI_ROFI_ULFAH_YAYAN.pptx
PPTX
Penjamin Mutu Pendidikan.pptx
Problem Peningkatan Mutu Pendidikan
Peningkatan efektivitas sekolah melalui peningkatan kualitas guru
Tqm (manajemen mutu terpadu)
Masalah peningkatan mutu pendidikan
Manajemen sekolah bermutu dalam kajian sekolah potensial
Manajemen strategis MUTU PENDIDIKAN.pptx
Manajemen%20 berbasis%20sekolah
Tugas 4 tik
Materi Pengantar - Akreditasi 2024 Terbaru.pptx
Dewinta etika pdf
Sdm penujang utama sekolah bermutu
Contoh karya ilmiah tentang pendidikan
SIstem input-proses-output-outcome pendidikan bermutu
Rochmanu, e jrnal
3. pp no.19 tahun 2005 tentang standar pendidikan nasional (pdf)
standar nasional pendidikan
Sdm penujang utama sekolah bermutu
Apa itu sekolah unggulan.pptx
PPT KEL.1 SPMP_FUJA_SITI_ROFI_ULFAH_YAYAN.pptx
Penjamin Mutu Pendidikan.pptx

More from Muhammad Idris (20)

PDF
العلم والعقل
PPT
الثمار 101 نبت
PDF
الجرب القذرة
PDF
Tolong menolong-sesama-muslim
PDF
Tajassus
PDF
Tahlilan dalam-perspektif-islam
PDF
Prospek dan-tantangan-ekonomi-islam
PDF
Mewujudkan kesiapan-menghadapi-tantangan
PDF
Makalah hs-akar-permasalahan-solusi-tegaknya-bendera-syaithan-perdukunan
PDF
Makalah akar permasalahan solusi tegaknyan bendera syaithan dan perdukunan
PDF
Makalah pelatihan-brc-ruqyah-syariyyah-edited
PPS
أطعمة مفيدة لصحة_العظام
PDF
Pengaruh kemampuan berbahasa asing terhadap prestasi siswa (arab-inggris)
PDF
Pembelajaran bahasa asing_2
PDF
Pembelajaran bahasa asing1
PDF
Pedoman penulisan karya ilmiah
PPT
PDF
Bahan pelatihan karya_tulis_ilmiah
DOCX
Biografi imam syafi`i
DOCX
Biografi imam athba` tabi`in
العلم والعقل
الثمار 101 نبت
الجرب القذرة
Tolong menolong-sesama-muslim
Tajassus
Tahlilan dalam-perspektif-islam
Prospek dan-tantangan-ekonomi-islam
Mewujudkan kesiapan-menghadapi-tantangan
Makalah hs-akar-permasalahan-solusi-tegaknya-bendera-syaithan-perdukunan
Makalah akar permasalahan solusi tegaknyan bendera syaithan dan perdukunan
Makalah pelatihan-brc-ruqyah-syariyyah-edited
أطعمة مفيدة لصحة_العظام
Pengaruh kemampuan berbahasa asing terhadap prestasi siswa (arab-inggris)
Pembelajaran bahasa asing_2
Pembelajaran bahasa asing1
Pedoman penulisan karya ilmiah
Bahan pelatihan karya_tulis_ilmiah
Biografi imam syafi`i
Biografi imam athba` tabi`in

Recently uploaded (20)

PPTX
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
PPTX
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
PPTX
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Fisika Kelas XII SMA Terbaru 2025
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
PPTX
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
PDF
RPM BAHASA INDONESIA KELAS 7 TEKS DESKRIPSI.pdf
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PDF
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PDF
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Ekonomi Kelas X SMA Terbaru 2025
PPTX
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PPTX
Paparan Pembelajaran Mendalam V2 (fix).pptx
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PPTX
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pptx
PPTX
1. Bahan Bacaan Pola Pikir Bertumbuh.pptx
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Fisika Kelas XII SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
RPM BAHASA INDONESIA KELAS 7 TEKS DESKRIPSI.pdf
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Ekonomi Kelas X SMA Terbaru 2025
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Paparan Pembelajaran Mendalam V2 (fix).pptx
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pptx
1. Bahan Bacaan Pola Pikir Bertumbuh.pptx

Makalah upaya peningkatan pendidikan

  • 1. Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Bagaimana cara meningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia Upaya peningkatan kualitas pendidikan dapat di tempuh dengan beberapa cara antara lain: peningkatan kualitas guru, peningkatan materi, peningkatan dalam pemakaian metode, peningkatan sarana, peningkatan kualitas belajar. Jika semua element pendidikan dapat saling mendukung maka akan tercipta kualitas pendidikan yang baik. 2.1. Pengertian Kualitas Pendidikan Arti dasar dari kata kualitas menurut Dahlan Al-Barry dalam Kamus Modern Bahasa Indonesia adalah “kualitet”: “mutu, baik buruknya barang”[1]. Seperti halnya yang dikutip oleh Quraish Shihab yang mengartikan kualitas sebagai tingkat baik buruk sesuatu atau mutu sesuatu.[2] Sedangkan kalau diperhatikan secara etimologi, mutu atau kualitas diartikan dengan kenaikan tingkatan menuju suatu perbaikan atau kemapanan. Sebab kualitas mengandung makna bobot atau tinggi rendahnya sesuatu. Jadi dalam hal ini kualitas pendidikan adalah pelaksanaan pendidikan disuatu lembaga, sampai dimana pendidikan di lembaga tersebut telah mencapai suatu keberhasilan.[3] Menurut Supranta kualitas adalah sebuah kata yang bagi penyedia jasa merupakan sesuatu yang harus dikerjakan dengan baik.[4] Sebagaimana yang telah dipaparkan oleh Guets dan Davis dalam bukunya Tjiptono menyatakan kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.[5]Kualitas pendidikan menurut Ace Suryadi dan H.A.R Tilaar merupakan kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin.[6] Di dalam konteks pendidikan, pengertian kualitas atau mutu dalam hal ini mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendidikan. Dari konteks “proses” pendidikan yang berkualitas terlibat berbagai input (seperti bahan ajar: kognitif, afektif dan, psikomotorik), metodologi (yang bervariasi sesuai dengan kemampuan guru), sarana sekolah, dukungan administrasi dan sarana prasarana dan sumber daya lainnya serta penciptaan suasana yang kondusif. Dengan adanya manajemen sekolah, dukungan kelas berfungsi mensingkronkan berbagai input tersebut atau mensinergikan semua komponen dalam interaksi (proses) belajar mengajar, baik antara guru, siswa dan sarana pendukung di kelas atau di luar kelas, baik dalam konteks kurikuler maupun ekstra-kurikuler, baik dalam lingkungan substansi yang akademis maupun yang non akademis dalam suasana yang mendukung proses belajar pembelajaran. Kualitas dalam konteks “hasil” pendidikan mengacu pada hasil atau prestasi yang dicapai oleh sekolah pada setiap kurun waktu tertentu (apakah tiap akhir cawu, akhir tahun, 2 tahun atau 5 tahun, bahkan 10 tahun). Prestasi yang dicapai atau hasil pendidikan (student achievement) dapat berupa hasil test kemampuan akademis, misalnya ulangan umum, EBTA atau UN. Dapat pula prestasi dibidang lain seperti di suatu cabang olah raga, seni atau keterampilan tambahan tertentu. Bahkan prestasi sekolah dapat berupa kondisi yang tidak dapat dipegang (intangible) seperti suasana disiplin, keakraban, saling menghormati, kebersihan dan sebagainya.[7] Selain itu kualitas pendidikan merupakan kemampuan sistem pendidikan dasar, baik dari segi pengelolaan maupun dari segi proses pendidikan, yang diarahkan secara efektif untuk
  • 2. meningkatkan nilai tambah dan factor-faktor input agar menghasilkan output yang setinggi-tingginya. Jadi pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dasar untuk belajar, sehingga dapat mengikuti bahkan menjadi pelopor dalam pembaharuan dan perubahan dengan cara memberdayakan sumber-sumber pendidikan secara optimal melalui pembelajaran yang baik dan kondusif. Pendidikan atau sekolah yang berkualitas disebut juga sekolah yang berprestasi, sekolah yang baik atau sekolah yang sukses, sekolah yang efektif dan sekolah yang unggul. Sekolah yang unggul dan bermutu itu adalah sekolah yang mampu bersaing dengan siswa di luar sekolah. Juga memiliki akar budaya serta nilai-nilai etika moral (akhlak) yang baik dan kuat.[8] Pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang mampu menjawab berbagai tantangan dan permasalahan yang akan dihadapi sekarang dan masa yang akan datang. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kualitas atau mutu pendidikan adalah kemampuan lembaga dan sistem pendidikan dalam memberdayakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kualitas yang sesuai dengan harapan atau tujuan pendidikan melalui proses pendidikan yang efektif. Pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas, yaitu lulusan yang memilki prestasi akademik dan non-akademik yang mampu menjadi pelopor pembaruan dan perubahan sehingga mampu menjawab berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapinya, baik di masa sekarang atau di masa yang akan datang (harapan bangsa). 2.2. Standar atau Parameter Pendidikan Yang Berkualitas Standar / parameter adalah ukuran atau barometer yang digunakan untuk menilai atau mengukur sesuatu hal. Ini menjadi penting untuk kita ketahui, apalagi dalam rangka mewujudkan suatu pendidikan yang berkualitas. Kalau kita mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP.) No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Standar nasional pendidikan diatas, ada delapan (8) hal yang harus diperhatikan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, yaitu :[9] a) Standar isi, adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. b) Standar proses, adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. c) Standar pendidik dan tenaga kependidikan, adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan. d) Standar sarana dan prasarana, adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. e) Standar pengelolaan, adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan
  • 3. pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional, agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. f) Standar pembiayaan, adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selam satu tahun. g) Standar penilaian pendidikan, adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Standar nasional pendidikan ini berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan, pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.[10]Juga bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. [11]Salah satu standar diatas yang paling penting untuk diperhatikan yaitu standar pendidik dan kependidikan. Dimana seorang pendidik harus memiliki kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini, yaitu :[12] kompetensi peadagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Ada empat (4) standar kualitas pendidikan dalam urutan prioritasnya adalah sebagai berikut : guru (teacher), kurikulum (curriculum), atmosfer akademik (academic atmosphere), dan sumber keilmuan (academic resource).[13] Berikut ini uraian dari standar kualitas diatas :[14] 1. Guru (Teacher) Mutu pendidikan amat ditentukan kualitas dan komitmen seorang guru. Profesi guru menjadi tidak menarik di banyak daerah karena tidak menjanjikan kesejahteraan finansial dan penghargaan profesional. Oleh karena itu, dengan dirumuskannya jenjang profesionalitas yang jelas, maka kualitas guru-guru dapat dijaga dengan baik. Tentunya hal ini juga berkaitan dengan penghargaan profesionalitas yang didapat dalam setiap jenjang tersebut. Guru juga harus bertanggung jawab dalam membangun atmosfer akademik di dalam kelas. Atmosfer ini sebenarnya bertujuan untuk membentuk karakter siswa terutama berkaitan dengan nilai-nilai akademik utama yaitu sikap ilmiah dan kreatif. Guru perlu menekankan nilai-nilai inti yang berhubungan dengan pengembangan sikap ilmiah dan kreatif dalam setiap tugas yang diberikan kepada siswanya, dalam membimbing siswa memecahkan suatu persoalan atau juga dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari siswa. Untuk dapat mengajar secara efektif, maka guru-guru akan ditraining secara kontinyu (bukan hanya sekali saja) dan terutama akan dibekali pengetahuan tentang cara mengajar yang baik dan bagaimana cara menilai yang efektif. Sehingga diharapkan guru tersebut dapat mengembangkan cara mengajarnya sendiri, dapat meningkatkan pengetahuan mereka sendiri dan juga dapat berkolaborasi dengan guru yang lain. 2. Kurikulum (Curriculum) Kurikulum di sini bukan sekedar kumpulan aktivitas saja, ia harus koheren antara aktivitas yang satu dengan yang lain. Dalam kurikulum, juga harus diperhatikan bagaimana menjaga agar materi-materi yang diberikan dapat menantang siswa sehingga tidak membuat mereka merasa bosan dengan pengulangan-pengulangan materi saja. Tentu saja hal ini bukan berarti mengubah-ubah topik yang ada tetapi lebih kepada penggunaan berbagai alternatif cara pembelajaran untuk memperdalam suatu topik atau mengaplikasikan suatu topik pada berbagai masalah riil yang relevan.
  • 4. Kurikulum juga harus memuat secara jelas mengenai cara pembelajaran (learning) dan cara penilaian (assesment) yang digunakan di dalam kelas. Cara pembelajaran yang dijalankan harus membuat siswa memahami dengan benar mengenai hal-hal yang mendasar. Pemahaman ini bukan hanya berdasarkan hasil dari pengajaran satu arah dari guru ke siswa, tetapi lebih merupakan pemahaman yang muncul dari keaktifan siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri dengan merangkai pengalaman pembelajaran di kelas dan pengetahuan yang telah dimilikinya sebelumnya. 3. Atmosfer Akademik (Academic Atmosphere) Atmosfer akademik bertujuan untuk membentuk karakter siswa terutama berkaitan dengan nilai-nilai akademik utama yaitu sikap ilmiah dan kreatif. Atmosfer ini dibangun dari interaksi antar siswa, dari interaksi antara siswa dengan guru, interaksi dengan orang tua siswa dan juga suasana lingkungan fisik yang diciptakan. Guru memegang peran sentral dalam membangun atmosfer akademik ini dalam kegiatan pengajarannya di kelas dan berlaku untuk semua yang terlibat dalam sistem pendidikan. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana membangun sikap ilmiah dan kreatif ini dalam kegiatan operasional pendidikan sehari-harinya? Untuk ini kita perlu menyadari nilai-nilai inti yang harus ditanamkan ke semua komponen yang terlibat dalam kegiatan pendidikan yang diselenggarakan. Sikap ilmiah yang dimaksud adalah sikap yang menghargai hasil-hasil intelektual baik yang berasal dari dirinya sendiri maupun orang lain, disamping kritis dalam menerima hasil-hasil intelektual tersebut. Sedangkan sikap kreatif disini mempunyai maksud sikap untuk terus-menerus mengembangkan kemampuan memecahkan soal dan mengembangkan pengetahuan secara mandiri. Untuk membangun Sikap Ilmiah perlu ditanamkan nilai kejujuran (honesty), dan nilai kekritisan (skeptics). Sedangkan untuk membangun sikap kreatif perlu ditanamkan nilai ketekunan (perseverence), dan nilai keingintahuan (curiosity).[15][15] Selanjutnya nilai-nilai inti ini perlu diterjemahkan dalam berbagai kode etik yang menjadi pedoman dalam kegiatan operasional pendidikan sehari-hari, seperti larangan keras mencontek, dorongan untuk mengemukakan pendapat dan bertanya, penghargaan atas perbedaan pendapat, penghargaan atas kerja keras, dorongan untuk memecahkan soal sendiri, keterbukaan untuk dikoreksi dan seterusnya. Aktivitas-aktivitas ini selanjutnya harus dilakukan setiap hari dan terus dipantau perkembangan oleh mereka yang diberi kewenangan penuh. 4. Sumber Keilmuan (Academic Resource) Sumber Keilmuan disini adalah berupa prasarana dalam kegiatan pengajaran, yaitu buku, alat peraga dan teknologi. Semua hal ini harus dapat dieksploitasi dengan baik untuk mendukung setiap proses pengajaran dan juga dalam membangun atmosfer akademik yang hendak diciptakan. Apalagi pengajaran menganut pendekatan yang kongkrit, maka guru harus dapat menggunakan hal-hal yang umum disekitar kita seperti: mata uang dan jam, sebagai alat peraga. 2.3 Upaya Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan A. Peningkatan Kualitas Guru Guru yang memiliki posisi yang sangat penting dan strategi dalam pengembangan potensi yang dimiliki peerta didik. Pada diri gurulah kejayaan dan keselamatan masa depan bangsa dengan
  • 5. penanaman nilai-nilai dasar yang luhur sebagai cita-cita pendidikan nasional dengan membentuk kepribadian sejahtera lahir dan bathin, yang ditempuh melalui pendidikan agama dan pendidikan umum. Oleh karena itu harus mampu mendidik diperbagai hal, agar ia menjadi seorang pendidik yang proposional. Sehingga mampu mendidik peserta didik dalam kreativitas dan kehidupan sehari-harinya. Untuk meningkatkan profesionalisme pendidik dalam pembelajaran, perlu ditingkatkan melalui cara-cara sebagai berikut: 1. Mengikuti Penataran Menurut para ahli bahwa penataran adalah semua usaha pendidikan dan pengalaman untuk meningkatkan keahlian guru menyelarasikan pengetahuan dan keterampilan mereka sesuai dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang-bidang masing-masing.[ 16][16] Sedangkan kegiatan penataran itu sendiri di tujukan: a. Mempertinggi mutu petugas sebagai profesinya masing-masing. b. Meningkatkan efesiensi kerja menuju arah tercapainya hasil yang optimal. c. Perkembangan kegairahan kerja dan peningkatan kesejahteraan.[17] Jadi penataran itu dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja, keahlian dan peningkatan terutama pendidikan untuk menghadapi arus globaliasi. 2. Mengikuti Kursus-Kursus Pendidikan Hal ini akan menambah wawasan, adapun kursus-kursus biasanya meliputi pendidikan arab dan inggris serta computer. 3. Memperbanyak Membaca Menjadi guru professional tidak hanya menguasai atau membaca dan hanya berpedoman pada satu atau beberapa buku saja, guru yang berprofesional haruslah banyak membaca berbagai macam buku untuk menambah bahan materi yang akan disampaikan sehingga sebagai pendidik tidak akan kekurangab pengetahuan-pengetahuan dan informasi-informasi yang muncul dan berkembang di dalam mayarakat. 4. Mengadakan Kunjungan Kesekolah Lain (studi komperatif) Suatu hal yang sangat penting seorang guru mengadakan kunjungan antar sekolah sehingga akan menambah wawasan pengetahuan, bertukar pikiran dan informasi tentang kemajuan sekolah. Ini akan menambah dan melengkapi pengetahuan yang dimilikinya serta mengatai permasalahan-permasalahan dan kekurangan yang terjadi sehingga peningkatan pendidikan akan bisa tercapai dengan cepat. 5. Mengadakan Hubungan Dengan Wali Siswa Mengadakan pertemuan dengan wali siswa sangatlah penting sekali, karena dengan ini guru dan orang tua akan dapat saling berkomunikasi, mengetahui dan menjaga peserta didik serta bisa mengarahkan pada perbuatan yang positif. Karena jam pendidikan yang diberikan di sekolah lebih sedikit apabila dibandingkan jam pendidikan di dalam keluarga. B. Peningkatan Materi
  • 6. Dalam rangka peningkatan pendidikan maka peningkatan materi perlu sekali mendapat perhatian karena dengan lengkapnya meteri yang diberikan tentu akan menambah lebih luas akan pengetahuan. Hal ini akan memungkinkan peserta didik dalam menjalankan dan mengamalkan pengetahuan yang telah diperoleh dengan baik dan benar. Materi yang disampaikan pendidik harus mampu menjabarkan sesuai yang tercantum dalam kurikulum. Pendidik harus menguasai materi dengan ditambah bahan atau sumber lain yang berkaitan dan lebih actual dan hangat. Sehingga peserta didik tertarik dan termotivasi mempelajari pelajaran. C. Peningkatan dalam Pemakaian Metode Metode merupakan alat yang dipakai untuk mencapai tujuan, maka sebagai salah satu indicator dalam peningkatan kualitas pendidikan perlu adanya peningkatan dalam pemakaian metode. Yang dimakud dengan peningkatan metode disini, bukanlah menciptakan atau membuat metode baru, akan tetapi bagaimana caranya penerapannya atau penggunaanya yang sesuai dengan materi yang disajikan, sehingga mmperoleh hasil yang memuaskan dalam proses belajar mengajar. Pemakaian metode ini hendaknya bervariasi sesuai dengan materi yang akan disampaikan sehingga peserta didik tidak akan merasa bosan dan jenuh atau monoton. Untuk itulah dalam penyampaian metode pendidik harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Selalu berorientasi pada tujuan 2) Tidak hanya terikat pada suatu alternatif saja 3) Mempergunakan berbagai metode sebagai suatu kombinasi, misalnya: metode ceramah dengan tanya jawab. Jadi usaha tersebut merupakan upaya meningkatkan kualitas pendidikan pada peserta didik diera yang emakin modern. D. Peningkatan Sarana Sarana adalah alat atau metode dan teknik yang dipergunakan dalam rangka meningkatkan efektivitas komunikasi dan interaksi edukatif antara pendidik dan peserta didik dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.[18] Dari segi sarana tersebut perlu diperhatikan adanya usaha meningkatkan sebagai berikut: 1) Mengerti secara mendalam tentang fungsi atau kegunaan media pendidikan 2) Mengerti pengunaan media pendidikan secara tepat dalam interaksi belaja mengajar 3) Pembuatan media harus sederhana dan mudah 4) Memilih media yang tepat sesuai dengan tujuan dan isi materi yang akan diajarkan. Semua sekolah meliputi peralatan dan perlengkapan tentang sarana dan prasarana, ini dijelaskan dalam buku “Admitrasi Pendidikan” yang disusun oleh Tim Dosen IP IKIP Malang menjelaskan: sarana sekolah meliputi semua peralatan serta perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, contoh: gedung sekolah (school building), ruangan meja, kursi, alat peraga, dan lain-lainnya. Sedangkan prasarana merupakan semua komponen yang secara tidak langung menunjang jalannya proses belajar mngajar atau
  • 7. pendidikan di sekolah, sebagai contoh: jalan menuju sekolah, halaman sekolah, tata tertib sekolah dan semuanya yang berkenaan dengan sekolah.[19] E. Peningkatan Kualitas Belajar Dalam setiap proses belajar mengajar yang dialami peserta didik selamanya lancar seperti yang diharapkan, kadang-kadang mengalami kesulitan atau hambatan dalam belajar. Kendala tersebut perlu diatasi dengan berbagai usaha sebagai berikut: 1) Memberi Rangsangan Minat belajar seseorang berhubungan dengan perasaan seseorang. Pendidikan harus menggunakan metode yang sesuai sehingga merangsang minat untuk belajar dan mempelajari baik dari segi bahasa maupun mimic dari wajah dengan memvariasikan setiap metode yang dipakai. Dari sini menimbulkan yang namanya cinta terhadap bidang studi, sebab pendidik mampu memberikan ransangan terhadap peserta didik untuk belajar, karena yang disajikan benar-benar mengenai atau mengarah pada diri peserta didik yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya setelah peserta didik terangsang terhadap pendidikan maka pendidik tinggal memberikan motivasi secara kontinew. Oleh karena itu pendidik atau lembaga tinggal memberikan atau menyediakan sarana dan prasarana saja, sehingga peserta didik dapat menerima pengalaman yang dapat menyenangkan hati para peserta didik sehingga menjadikan peserta didik belajar semangat. 2) Memberikan Motivasi Belajar Motivasi adalah sebagai pendorong peserta didik yang berguna untuk menumbuhkan dan menggerakkan bakat peserta didik secara integral dalam dunia belajar, yaitu dengan diambil dari sisitem nilai hidup peserta didik dan ditujukan kepada penjelasan tugas-tugas. Motivasi merupakan daya penggerak yang besar dalam proses belajar mengajar, motivasi yang diberikan kepada peserta didik dapat berupa: a. Memberikan penghargaan. Usaha-usaha meyenangkan yang diberikan kepada peserta didik yang berprestasi yang bagus, baik berupa kata-kata, benda, simbul atau berupa angka (nilai). Penghargaan ini bertujuan agar peserta didik selalu termotivasi untuk lebih giat belajar dan mampu bersaing dengan teman-temannya secara sehat, karena dengan itu pendidik akan mudah meningkatkan kualita pendidikan. b. Memberikan hukuman. Pemberian hukuman ini bersifat mendidik artinya bentuk hukuman itu sendiri berkaitan dengan pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kesalahan. c. Mengadakan kompetisi dan lomba. Pengadaan ini dipergunakan untuk meningkatkan prestasi peserta didik untuk membantu peserta didik dalam pembentukan mental yang tangguh selain pembentukan pengetahuan.untuk membantu proses pengajaran yang selalu dimulai dari hal-hal yang nyata bagi siswa.
  • 8. Demikian bagaimana cara meningkatkan kualitas pendidikan, semoga dengan beberapa point diatas pendidikan di Indonesia akan lebih baik.