3
Most read
7
Most read
15
Most read
MANAJEMEN KEDARURATAN KESEHATAN
LINGKUNGAN DALAM KEJADIAN BENCANA
OLEH:
ISA MA’RUFI
MATERI
• PERAN AIR BERSIH DAN AIR MINUM KETIKA
BENCANA
• MASALAH SANITASI DAN HIGIENE MAKANAN
KETIKA BENCANA
• PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN KETIKA
BENCANA
• PENGELOLAAN EKSKRETA DAN AIR LIMBAH
KETIKA BENCANA
• PENGENDALIAN VEKTOR KETIKA BENCANA
• PENGELOLAAN SAMPAH PADAT KETIKA BENCANA
PERAN AIR BERSIH
DAN AIR MINUM KETIKA BENCANA
Masalah penyediaan air bersih:
• Minum air tercemar ( kolera, disentri)
• Kebersihan perseorangan menurun krn kekurangan air bersih
(dermatistis, skabies)
• Adanya badan air alami menjadi hospes perantara
(schistosomiasis)
• Peran badan air untuk siklus perkembangan vektor penyakit
(malarian, demam dengue)
Manajemen penyediaan air
• Air hujan: menampung
• Air permukaan: danau, sungai, rawa.
• Air tanah: sumur gali, mata air, sumur artesis.
Air tersebut harus dilindungi dari kontaminasi
baik fisik, kimia maupun biologi.
• Jika kualitas air yg tersedia kurang baik, maka
perlu dilakukan pengolahan terhadap air
tersebut, bisa melalui model filtrasi
sederhana.
• Peran air bersih: minum, mandi, cuci, masak,
kebutuhan yang lain.
Perlindungan sumber air:
• jangan membuang sampah, menimbun atau
mengelolah sampah dekat dengan sumber air.
• Jangan membuat air kecil ke dalam atau di dekat
sumber air.
• Jangan mandi dan cuci (pakaian, alat dapur dan
pakaian) pada sumber air.
• Lndungi jangkauan air dari sumber binatang
(termasuk hewan peliharaan dan binatang liar).
MASALAH SANITASI
DAN HIGIENE MAKANAN KETIKA BENCANA
Tahap Masalah Penyelesaiaan
Pasokan bahan
makanan
Kontaminasi bahan
pangan (tanah, air,
udara, hewan)
Pastikan dari pemasok yg andal
Penerimaan
Penyimpanan
Kontaminasi kuan
patogen pd makanan
beriko, kemungkinan
kontaminasi berulang
Kendalikan keadaan ketika transport
(suhu, waktu), u dalam wadah simpan
makanan terbungkus atau dalam
wadahtertutup, kendalikan hewan &
vektor.
Penyiapan Kontaminasi melalui
tangan, pertumbuhan
bakteri
Mencucui tangan sblm mengolah, cegah
kontaminasi dari alat masak, pisahkan
makanan matang dari yg mentah
memasak Bakteri patigen masih
ada
Pastikan makanan dimasak sempurna
(minimal 70 derajat)
MASALAH SANITASI
DAN HIGIENE MAKANAN KETIKA BENCANA
Tahap Masalah Penyelesaiaan
Pendinginan dan
penyinpanan
Pertumbuhan bakteri,
spora, produk toksin
Disajikan dalam keadaan hangat sampai
suhu dibawah 5 derajat
Makanan
tersimpan sll
dalam keadaan
panas
Pertumbuhan bakteri,
spora, produk toksin
Jaga agar ketika tersaji tetap dlm keadaa
panas
Menghangati
ulang makanan
Bakteri tidak mati Pastikan makanan dipanaskan dg benar
Penyajian/pembag
ian makanan
Pertumbuhan bakteri,
spora, produk toksin
Pastikan makanan tdk kontak dg bahan
makanan mentah, air mentah, jangan
menyentuh makanan langsung dg
tangan, sajikan dlm keadaan panas.
Perencanaan Distribusi Makanan:
• Segera memberikan pasokan makanan kpd kelompok2 yg
amat memerlukan, populasi yg terisolasi, institusi,
petugas bantuan sosial.
• Segera membuat perkiraan awal kebutuhan, shg bisa
menentukan stok makanan, transpostasi, penyimpanan,
dan pembagian makanan.
• Segera menetukan lokasi tempat memperolah
stomakanan dan lakukan penilaiana kelayakan makanan.
• Memantau informasi perkembangan kebutuha makanan.
PERUMAHAN
DAN PERMUKIMAN KETIKA BENCANA
Kualitas Permukiman & Kesehatan
• Faali: istirahat, kebebasan pribadi (privacy).
• Psikologi: membina hubungan antar penghuni.
• Kesehatan: tdk mjd tempat menimbulkan
penyakit.
• Tdak menimbulkan kecelakaan.
Tempat bernaung jangka pendek
• Sekolah, bangunan umum, kantor, ruang olahraga,
tempat ibadah, & tempat2 umum lain dijadikan tempat
bernauang.
• Gedung2 yg akan dipakai hrus diperiksa oleh petugas
mengenai kelayanakan, lokasi dg marabahaya, kalau bisa
punyai sumber air bersih, jamban dan dapur.
• Kadang muncul ggg kesehatan ktika tinggal & sembuh
ktka meninggalkan tempat bernaung.
• Pemukiman pengungsian jangka panjang
• Beberapa pergeseran masalah sosial, lingkungan dan kesehatan
harus diantisipasi.
• Masalah psikososial, pengucilan, kesesakan penghuni, dan
ketidaktentuan masa depan memerlukan penaganan yg bijaksana.
• Permukiman jangka panjang memerlukan sarana air bersih, sistem
pembuangan air limbah, sarana mencuci, sarana pembuangans
ampah.
• Sarana2 tersebut hrs dibangun sedemikian rupa shg memenuhi
standar dan kualitas sesuai dg fungsinya.
• Tempat2 penyimpanan bahan2 berbahaya harus diberi pagar,
terutama jangan sampai terjau oleh yg tidak berwenang.
• Tempat pengunsian sebaiknya dipilah2 ke dalam zona pemukiman.
PENGELOLAAN EKSKRETA
DAN AIR LIMBAH KETIKA BENCANA
• Ekskreta adalah buangan sisa2 biologik dan kimia dari tubuh
manusia (misal kotoran dan urin.
• Air limbah adalah pencemaran fisik, kimia, biologi buangan
kegiatan manusia shg membentuk air buangan.
• Pembuangan secara terbuka kedalam lingkungan
menyebabkan terbentuknya fokus2 sumber penularan
penyakit yg tersebar.
• Alternatif mengelola ekskreta dan air limbah sblm dibuang ke
lingkungan.
Pembungan air limbah
• Lubang resapan: lubang berdiamater 1-2,5 m digali di tanah,
kapasitas terbatas, tanah bisa meresap air.
• Parit infiltrasi: pipa berpori yg dikuburkan horizontal
berbaris@ yg berisi parit kerisikil kasar lebar parit 30-60 cm dg
kedalaman 1 m, hanya cocok untuk tanah yg menyerap air.
• Kolam evaporasi: kolam dangkal tempat penampungan
ditutup, daerah tandus dan kering, berpotensi mejd
perindukan lalat.
• Dibuat drainase dan dibuang ke badan air: cocok air limbah yg
banyak, berpotensi mencemari lingkungan.
Pembuangan Eksreta
• Pembuatan jamban: diamater 1 -2 m, kedalaan 1,5-2 m,
dibuat penutup dan pelindung, jauh dr sumber air.
• Pada hari2 pertma jamban mgkn tdk tersedia: dibuat parit,
disekat2 di daerah terbuka jauh dr sumber air.
PENGENDALIAN VEKTOR KETIKA
BENCANA
Vektor & Rodent Penyakit
Nyamuk Anopheles Malaria, Filariasis
Nyamuk culex Filariasis Japanese encephalitis
Nyamuk aedes Dengue, filiriasis, yellow fever
lalat Diare, disentri
Kecoa Diare, disentri
Pinjal Thypus, Pes bubo
Rodent Thypus, Rickettsial pax
Pengendalian vektor
• Pengelolaan lingkungan: lingkungan bersih, vektor tdk datang.
• Pemakaian pestisida: pemakaian pestisida tdk boleh jangka
panjang.
• Modifikasi lingkungan: nyamuk (meguras genangan air,
mmeperbaiki desain bendungan, infratutuktur keairan
diperbaiki).
• Manipulasi lingkungan: Nyamuk (membuang ganggang scr
periodik, memangkas vegetasi di tepi badan air,
mengembangkan predator biologik). Tikus ( menyediaakan
perangkap tikus).
• Mengurangi kontak manusia-vektor: pemukiman jauh dr
perindukan vektor.
PENGELOLAAN SAMPAH PADAT
KETIKA BENCANA
• Membuat tong sampah, tempat pembuangan
sampah, di setiap barak.
• Membuat lubang pembuangan sampah.
• Mengkonversih sampah sampah menjadi sumber
energi: dekomposisi oleh mikroba, pembakaran
terkendali, komposting.
• Memendam sampah dg tujuan mengubah
struktur dan fungsi lahan.
• Memakai kembali dari sampah@ yg masih bisa
dipakai.
Personal Higiene
• Mandi 2 kali
• Tidak gonta ganti pakaian scr bersamaan
• Memakai handuk, sikat gigi bergantian.
• Cuci tangan sblm dan sudag makan
• Rambut, kukuh dipotong rapi
• Mandi dengan air bersih
TERIMA KASIH

More Related Content

PPTX
Sanitasi lingkungan
PPT
Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan
PPTX
Survey vektor malaria
PPT
Pengorganisasian dan Langkah Studi EHRA (Environmental Health Risk Assessment)
PPT
Program penyehatan lingkungan
PPTX
sanitasi lingkungan pariwisata
PPTX
Sanitasi tempat umum
PPTX
Tinja dan Kesehatan.ppt
Sanitasi lingkungan
Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan
Survey vektor malaria
Pengorganisasian dan Langkah Studi EHRA (Environmental Health Risk Assessment)
Program penyehatan lingkungan
sanitasi lingkungan pariwisata
Sanitasi tempat umum
Tinja dan Kesehatan.ppt

What's hot (20)

PDF
Aspek Teknis Operasional Pengelolaan Sampah (3/4)
PPTX
PPI 13-MATERI CUCI TANGAN.pptx
PDF
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) (bagian 2/5)
PPTX
PILAR 3. STBM. Pengelolaan Makanan & Minuman Rumah Tangga
PDF
Penanganan Sampah
PPTX
Program kesling (1)
PDF
Pedoman Studi EHRA (Environmental Health Risk Assessment) 2014
PDF
Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat
PPTX
Kebijakan kemenkes 5 pilar stbm kadis
PPTX
Ringkasan perkuliahan semester 7 kualitas tanah (bagian 47)
DOCX
Penyediaan air minum pasca bencana
PPTX
Hygiene Sanitasi Makanan
PPT
Pelabuhan dan bandar udara sehat
PPT
Kebijakan Penanggulangan Bencana Dinkes
PPTX
_'Surveilans Kualitas Air Minum rumah Tangga' (1).pptx
PPTX
Teknik pengambilan sampel bod
PPT
Studi EHRA (Environmental Health Risk Assessment)
PPTX
Rumah sehat
DOCX
SOP KLINIK SANITASI.docx
PPT
Penyediaan Air bersih
Aspek Teknis Operasional Pengelolaan Sampah (3/4)
PPI 13-MATERI CUCI TANGAN.pptx
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) (bagian 2/5)
PILAR 3. STBM. Pengelolaan Makanan & Minuman Rumah Tangga
Penanganan Sampah
Program kesling (1)
Pedoman Studi EHRA (Environmental Health Risk Assessment) 2014
Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat
Kebijakan kemenkes 5 pilar stbm kadis
Ringkasan perkuliahan semester 7 kualitas tanah (bagian 47)
Penyediaan air minum pasca bencana
Hygiene Sanitasi Makanan
Pelabuhan dan bandar udara sehat
Kebijakan Penanggulangan Bencana Dinkes
_'Surveilans Kualitas Air Minum rumah Tangga' (1).pptx
Teknik pengambilan sampel bod
Studi EHRA (Environmental Health Risk Assessment)
Rumah sehat
SOP KLINIK SANITASI.docx
Penyediaan Air bersih
Ad

Similar to Manajemen Kedaruratan Kesehatan Lingkungan (20)

PPT
manajemen kedaruratan kesling saat bencana.ppt
PPTX
bahan perkuliahan disaster manajemen pertemuan ke 9.pptx
PPTX
Konsep kesling editan
PPTX
09. Peran Air Bersih dan Air Minum Ketika Terjadi Bencana.pptx
PPTX
TM_2-AIR_BERSIH_AIR_MINUM_SAAT_BENCANA.pptx
PPTX
pemeliharaan-kebersihan-lingkungan .pdf-2.pptx
PPTX
Lingkungan air (hidrosphere)
PPTX
TM_12-PENGENDALIAN_VEKTOR_SAAT_BENCANA.pptx
PPTX
Upaya kesling dalam bencana
PPTX
Kader kesehatan lingkungan
PPTX
Faktor Risiko Penyakit Leptospirosis Akibat Banjir.pptx
PPTX
Pengendalian Vektor Lalat
PPTX
kaderkesehatan lingkungan dlm upaya penyehatan
PPT
MATERI SOSIALISASI KEBIJAKAN KUALITAS AIR.ppt
PPTX
PELATIHAN KADER KESEHATAN LINGKUNGAN
PPT
Peningkatan higyene dan sanitasi ttupm
PPTX
HUMAN LICE FOR HUMAN IN THE WORLDSS.pptx
PPTX
PENGENDALIAN VEKTOR-LALAT (KESEHATAN MASYARAKAT).pptx
PPTX
Air, sanitasi, dan promkes baru
PDF
Leaftlet waspada banjir
manajemen kedaruratan kesling saat bencana.ppt
bahan perkuliahan disaster manajemen pertemuan ke 9.pptx
Konsep kesling editan
09. Peran Air Bersih dan Air Minum Ketika Terjadi Bencana.pptx
TM_2-AIR_BERSIH_AIR_MINUM_SAAT_BENCANA.pptx
pemeliharaan-kebersihan-lingkungan .pdf-2.pptx
Lingkungan air (hidrosphere)
TM_12-PENGENDALIAN_VEKTOR_SAAT_BENCANA.pptx
Upaya kesling dalam bencana
Kader kesehatan lingkungan
Faktor Risiko Penyakit Leptospirosis Akibat Banjir.pptx
Pengendalian Vektor Lalat
kaderkesehatan lingkungan dlm upaya penyehatan
MATERI SOSIALISASI KEBIJAKAN KUALITAS AIR.ppt
PELATIHAN KADER KESEHATAN LINGKUNGAN
Peningkatan higyene dan sanitasi ttupm
HUMAN LICE FOR HUMAN IN THE WORLDSS.pptx
PENGENDALIAN VEKTOR-LALAT (KESEHATAN MASYARAKAT).pptx
Air, sanitasi, dan promkes baru
Leaftlet waspada banjir
Ad

More from Safira Sahida (9)

PPTX
Asuransi Kesehatan
PDF
International Health Regulation (IHR)
PPTX
Aanalisis Jurnal Obesitas dan kemiskinan
PDF
Introduction to Global Health as an overview
PDF
Manajemen Bencana Alam
PDF
KAJIAN STRATEGIS KESEHATAN MASYARAKAT GLOBAL_Current issues in undernutrition
PPTX
Kelompok 4 Diabetes Melitus_Kajian Startegis Kesehatan Masyarakat Global
PDF
Pengantar Biostatistik Inferensial
PPTX
Konsep Pengorganisasian Pengembangan Masyarakat
Asuransi Kesehatan
International Health Regulation (IHR)
Aanalisis Jurnal Obesitas dan kemiskinan
Introduction to Global Health as an overview
Manajemen Bencana Alam
KAJIAN STRATEGIS KESEHATAN MASYARAKAT GLOBAL_Current issues in undernutrition
Kelompok 4 Diabetes Melitus_Kajian Startegis Kesehatan Masyarakat Global
Pengantar Biostatistik Inferensial
Konsep Pengorganisasian Pengembangan Masyarakat

Recently uploaded (12)

PPT
informasi keselamatan berkendara dengan mengenal safety riding.ppt
PPTX
Kolonialisme dan Perlawanan Bangsa Indonesia Presentasi Pendidikan Krem dan K...
PPTX
Hitam Vintage Sederhana Presentasi Mengenal Sejarah_20250825_202032_0000.pptx
PPT
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN materi 7 des-bang-1-kesesuai-lahan.ppt
PPTX
OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS SUMBER- materi BPU SAGUT.pptx
PDF
MATERI PENYUSUNAN DOKUMEN HSE BATCH 4 MAKIN AHLI 2025.pdf
PPTX
KELOMPOK 1_PENGKAJIAN 5M Manajemen keperawatan.pptx
PPTX
BBTKLPP DIY Pengujian Parameter Mikrobiologi.pptx
PPTX
Pengujian Parameter Mikrobiologi - BTKL Batam.pptx
PPTX
Kolonialisme dan Perlawanan Bangsa Indonesia Presentasi Pendidikan Krem dan K...
PPTX
tata cara pengawasan kualitas air minum Regional 1
PPTX
Regulasi, Izin Edar, Penandaancacaw.pptx
informasi keselamatan berkendara dengan mengenal safety riding.ppt
Kolonialisme dan Perlawanan Bangsa Indonesia Presentasi Pendidikan Krem dan K...
Hitam Vintage Sederhana Presentasi Mengenal Sejarah_20250825_202032_0000.pptx
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN materi 7 des-bang-1-kesesuai-lahan.ppt
OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS SUMBER- materi BPU SAGUT.pptx
MATERI PENYUSUNAN DOKUMEN HSE BATCH 4 MAKIN AHLI 2025.pdf
KELOMPOK 1_PENGKAJIAN 5M Manajemen keperawatan.pptx
BBTKLPP DIY Pengujian Parameter Mikrobiologi.pptx
Pengujian Parameter Mikrobiologi - BTKL Batam.pptx
Kolonialisme dan Perlawanan Bangsa Indonesia Presentasi Pendidikan Krem dan K...
tata cara pengawasan kualitas air minum Regional 1
Regulasi, Izin Edar, Penandaancacaw.pptx

Manajemen Kedaruratan Kesehatan Lingkungan

  • 1. MANAJEMEN KEDARURATAN KESEHATAN LINGKUNGAN DALAM KEJADIAN BENCANA OLEH: ISA MA’RUFI
  • 2. MATERI • PERAN AIR BERSIH DAN AIR MINUM KETIKA BENCANA • MASALAH SANITASI DAN HIGIENE MAKANAN KETIKA BENCANA • PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN KETIKA BENCANA • PENGELOLAAN EKSKRETA DAN AIR LIMBAH KETIKA BENCANA • PENGENDALIAN VEKTOR KETIKA BENCANA • PENGELOLAAN SAMPAH PADAT KETIKA BENCANA
  • 3. PERAN AIR BERSIH DAN AIR MINUM KETIKA BENCANA Masalah penyediaan air bersih: • Minum air tercemar ( kolera, disentri) • Kebersihan perseorangan menurun krn kekurangan air bersih (dermatistis, skabies) • Adanya badan air alami menjadi hospes perantara (schistosomiasis) • Peran badan air untuk siklus perkembangan vektor penyakit (malarian, demam dengue)
  • 4. Manajemen penyediaan air • Air hujan: menampung • Air permukaan: danau, sungai, rawa. • Air tanah: sumur gali, mata air, sumur artesis. Air tersebut harus dilindungi dari kontaminasi baik fisik, kimia maupun biologi.
  • 5. • Jika kualitas air yg tersedia kurang baik, maka perlu dilakukan pengolahan terhadap air tersebut, bisa melalui model filtrasi sederhana. • Peran air bersih: minum, mandi, cuci, masak, kebutuhan yang lain.
  • 6. Perlindungan sumber air: • jangan membuang sampah, menimbun atau mengelolah sampah dekat dengan sumber air. • Jangan membuat air kecil ke dalam atau di dekat sumber air. • Jangan mandi dan cuci (pakaian, alat dapur dan pakaian) pada sumber air. • Lndungi jangkauan air dari sumber binatang (termasuk hewan peliharaan dan binatang liar).
  • 7. MASALAH SANITASI DAN HIGIENE MAKANAN KETIKA BENCANA Tahap Masalah Penyelesaiaan Pasokan bahan makanan Kontaminasi bahan pangan (tanah, air, udara, hewan) Pastikan dari pemasok yg andal Penerimaan Penyimpanan Kontaminasi kuan patogen pd makanan beriko, kemungkinan kontaminasi berulang Kendalikan keadaan ketika transport (suhu, waktu), u dalam wadah simpan makanan terbungkus atau dalam wadahtertutup, kendalikan hewan & vektor. Penyiapan Kontaminasi melalui tangan, pertumbuhan bakteri Mencucui tangan sblm mengolah, cegah kontaminasi dari alat masak, pisahkan makanan matang dari yg mentah memasak Bakteri patigen masih ada Pastikan makanan dimasak sempurna (minimal 70 derajat)
  • 8. MASALAH SANITASI DAN HIGIENE MAKANAN KETIKA BENCANA Tahap Masalah Penyelesaiaan Pendinginan dan penyinpanan Pertumbuhan bakteri, spora, produk toksin Disajikan dalam keadaan hangat sampai suhu dibawah 5 derajat Makanan tersimpan sll dalam keadaan panas Pertumbuhan bakteri, spora, produk toksin Jaga agar ketika tersaji tetap dlm keadaa panas Menghangati ulang makanan Bakteri tidak mati Pastikan makanan dipanaskan dg benar Penyajian/pembag ian makanan Pertumbuhan bakteri, spora, produk toksin Pastikan makanan tdk kontak dg bahan makanan mentah, air mentah, jangan menyentuh makanan langsung dg tangan, sajikan dlm keadaan panas.
  • 9. Perencanaan Distribusi Makanan: • Segera memberikan pasokan makanan kpd kelompok2 yg amat memerlukan, populasi yg terisolasi, institusi, petugas bantuan sosial. • Segera membuat perkiraan awal kebutuhan, shg bisa menentukan stok makanan, transpostasi, penyimpanan, dan pembagian makanan. • Segera menetukan lokasi tempat memperolah stomakanan dan lakukan penilaiana kelayakan makanan. • Memantau informasi perkembangan kebutuha makanan.
  • 10. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN KETIKA BENCANA Kualitas Permukiman & Kesehatan • Faali: istirahat, kebebasan pribadi (privacy). • Psikologi: membina hubungan antar penghuni. • Kesehatan: tdk mjd tempat menimbulkan penyakit. • Tdak menimbulkan kecelakaan.
  • 11. Tempat bernaung jangka pendek • Sekolah, bangunan umum, kantor, ruang olahraga, tempat ibadah, & tempat2 umum lain dijadikan tempat bernauang. • Gedung2 yg akan dipakai hrus diperiksa oleh petugas mengenai kelayanakan, lokasi dg marabahaya, kalau bisa punyai sumber air bersih, jamban dan dapur. • Kadang muncul ggg kesehatan ktika tinggal & sembuh ktka meninggalkan tempat bernaung.
  • 12. • Pemukiman pengungsian jangka panjang • Beberapa pergeseran masalah sosial, lingkungan dan kesehatan harus diantisipasi. • Masalah psikososial, pengucilan, kesesakan penghuni, dan ketidaktentuan masa depan memerlukan penaganan yg bijaksana. • Permukiman jangka panjang memerlukan sarana air bersih, sistem pembuangan air limbah, sarana mencuci, sarana pembuangans ampah. • Sarana2 tersebut hrs dibangun sedemikian rupa shg memenuhi standar dan kualitas sesuai dg fungsinya. • Tempat2 penyimpanan bahan2 berbahaya harus diberi pagar, terutama jangan sampai terjau oleh yg tidak berwenang. • Tempat pengunsian sebaiknya dipilah2 ke dalam zona pemukiman.
  • 13. PENGELOLAAN EKSKRETA DAN AIR LIMBAH KETIKA BENCANA • Ekskreta adalah buangan sisa2 biologik dan kimia dari tubuh manusia (misal kotoran dan urin. • Air limbah adalah pencemaran fisik, kimia, biologi buangan kegiatan manusia shg membentuk air buangan. • Pembuangan secara terbuka kedalam lingkungan menyebabkan terbentuknya fokus2 sumber penularan penyakit yg tersebar. • Alternatif mengelola ekskreta dan air limbah sblm dibuang ke lingkungan.
  • 14. Pembungan air limbah • Lubang resapan: lubang berdiamater 1-2,5 m digali di tanah, kapasitas terbatas, tanah bisa meresap air. • Parit infiltrasi: pipa berpori yg dikuburkan horizontal berbaris@ yg berisi parit kerisikil kasar lebar parit 30-60 cm dg kedalaman 1 m, hanya cocok untuk tanah yg menyerap air. • Kolam evaporasi: kolam dangkal tempat penampungan ditutup, daerah tandus dan kering, berpotensi mejd perindukan lalat. • Dibuat drainase dan dibuang ke badan air: cocok air limbah yg banyak, berpotensi mencemari lingkungan.
  • 15. Pembuangan Eksreta • Pembuatan jamban: diamater 1 -2 m, kedalaan 1,5-2 m, dibuat penutup dan pelindung, jauh dr sumber air. • Pada hari2 pertma jamban mgkn tdk tersedia: dibuat parit, disekat2 di daerah terbuka jauh dr sumber air.
  • 16. PENGENDALIAN VEKTOR KETIKA BENCANA Vektor & Rodent Penyakit Nyamuk Anopheles Malaria, Filariasis Nyamuk culex Filariasis Japanese encephalitis Nyamuk aedes Dengue, filiriasis, yellow fever lalat Diare, disentri Kecoa Diare, disentri Pinjal Thypus, Pes bubo Rodent Thypus, Rickettsial pax
  • 17. Pengendalian vektor • Pengelolaan lingkungan: lingkungan bersih, vektor tdk datang. • Pemakaian pestisida: pemakaian pestisida tdk boleh jangka panjang. • Modifikasi lingkungan: nyamuk (meguras genangan air, mmeperbaiki desain bendungan, infratutuktur keairan diperbaiki). • Manipulasi lingkungan: Nyamuk (membuang ganggang scr periodik, memangkas vegetasi di tepi badan air, mengembangkan predator biologik). Tikus ( menyediaakan perangkap tikus). • Mengurangi kontak manusia-vektor: pemukiman jauh dr perindukan vektor.
  • 18. PENGELOLAAN SAMPAH PADAT KETIKA BENCANA • Membuat tong sampah, tempat pembuangan sampah, di setiap barak. • Membuat lubang pembuangan sampah. • Mengkonversih sampah sampah menjadi sumber energi: dekomposisi oleh mikroba, pembakaran terkendali, komposting. • Memendam sampah dg tujuan mengubah struktur dan fungsi lahan. • Memakai kembali dari sampah@ yg masih bisa dipakai.
  • 19. Personal Higiene • Mandi 2 kali • Tidak gonta ganti pakaian scr bersamaan • Memakai handuk, sikat gigi bergantian. • Cuci tangan sblm dan sudag makan • Rambut, kukuh dipotong rapi • Mandi dengan air bersih