‫نتائج‬
‫العبادة‬
Hasil – hasil Ibadah
Kisi-kisi Materi
 Prinsip mencapai ibadah yang benar :
Iman (QS. 4:136)
Islam (QS. 2:112)
Ihsan (QS. 1697, 2:195)
Tunduk (QS. 9:112)
Tawakal (QS. 11:88)
Cinta (QS. 2:165)
Raja’/harapan (2:218, 18:110)
Takut (QS. 76:7)
Taubat (QS. 9:112)
Do’a (QS. 25:77)
Khusyuk (QS. 2:45-46)
 Tercapainya nilai-nilai taqwa (QS. 2:21, 2:183)
Hakikat Ibadah
 Ibnu Taimiyah berkata”makna asal dari kata ibadah adalah tunduk,
namun ibadah yang diperintahkan oleh syariat adalah perpaduan
antara ketaatan yang penuh dan cinta yang sempurna
 Ibadah yang benar( al Ibadatus Salimah ) akan menghasilkan dan
melahirkan sikap dan perilaku yang positif dalam kehidupan sehari –
hari yang menjadi bekal dalam mengemban amanah sebagai hamba
Allah khususnya dalam tugas ber da’wah.berikut dampak positif dari
nataij ibadah :
IMAN (QS. 4:136)
 Iman : Meyakini akan kefardhuaan atau kesunnahan ibadah yang dilakukannya.
 ia Melakukan ibadah atas dasar keyakinan, bukan ikut-ikutan.
 Dengan demikian ia akan bersemangat dalam beribadah, dan akan terus beribadah dalam kondisi
apapun, meskipun berat.
 Kalau ada rukhsah (keringanan) ia tidak enggan mengambilnya.
ISLAM (QS. 2:112)
 Menyerahkan dirinya kepada Allah SW‫إل‬ dalam beribadah seperti seorang tawanan perang yang
ditawan oleh musuh
 Sesungguhnya segala sesuatu yang ia miliki adalah milik Allah SWT, maka seluruh miliknya
diserahkan pada kehendak Allah SWT.
IHSAN (QS. 16:97, 2:195)
 Ini merupakan kualitas amal ibadah
 Rasulullah SAW menggambarkannya dalam sebuah hadits:
 Mesti membaguskan ibadahnya, (tidak asal-asalan).
َ‫ت‬ ْ‫ُن‬‫ك‬َ‫ت‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬َ‫ف‬ ،ُ‫ه‬‫ا‬َ‫ر‬َ‫ت‬ َ‫ك‬َّ‫ن‬َ‫أ‬َ‫ك‬ َ‫هللا‬ َ‫د‬ُ‫ب‬ْ‫ع‬َ‫ت‬ ْ‫أن‬
َ‫اك‬َ‫ر‬ََ َُُّ‫ن‬ِ‫إ‬َ‫ف‬ ُ‫ه‬‫ا‬َ‫ر‬
Engkau menyembah Allah seakan engkau
Melihatnya, kalau engkau tidak dapat
melihatNya maka sesungguhnya Dia melihatmu
(HARI Bukhari)
TUNDUK (QS. 9:112)
 Ikhbat : tawadhu’ dan merasa tenang (sakinah) kepada Allah
 Meskipun ia sendirian, iradahnya tidak kendor
 Meskipun fitnah terus menerpanya, tak mampu menggoyahkannya
 Baginya sama apakah pujian atau cacian
 Buta terhadap kekurangan orang yang tidak beramal
TAWAKAL(QS. 11:88)
 Tingkat pertama: ma’rifah kepada Rabb berikut sifat-sifatNya
 Tingkat kedua : Itsbat (menetapkan) adanya sebab dan musabab
 Tingkat ketiga : kekokohan hati di dalam maqam tauhid tawakkal
 Tingkat keempat : Husnuzhan kepada Allah SWT.
 Tingkat keenam : Istislam (berserahnya) hati kepada Allah, tertariknya semua dorongan
kepadaNya, dan memutuskan rintangan-rintangannya
 Tingkat ketujuh : Tafwid(menyerahkan segala urusannya kepada Allah
 Tingkat kekdelapan : Ridha
Tawakkal pada hakikatnya adalah kondisi yang tersusun dari berbagai macam unsur.
Berikut beberapa tingkatan tawakal :
CINTA(QS. 2:165)
 2:165 orang beriman itu sangat amat cintanya kepada Allah .
 Ibadah nya dengan penuh cinta akan terasa indah dan ini’mat
 Ibadah menjadi suatu yang dirindukan, bukan beban.
HARAPAN (QS. 2:218, 18:110
 Raja’ adalah percaya kepada kemurahan Allah
 Tanda-tanda raja’ yang benar adalah melakukan ketaatan dengan baik
 Ada 3 raja’
 Raja’ orang yang melakukan ketaatan kepada Allah sesuai dengan petunjukNya, kemudian mengharapkan
pahalaNya
 Raja’ orang yang melakukan dosa-dosa kemudian bertaubat lalu mengharapkan ampunanNya, maafNya,
kedermawananNya, kesabaranNya, dan kemuranNya
 Raja’ orang yang terus-menerus meninggalkan perintah Allah, bergelimbang dosa sambil mengharapkan
rahmat Allah tanpa beramal ini tertipu, khayalan, dan harapan palsu
KHOUF / TAKUT(QS. 76:70)
 Khouf thabi’i seperti halnya orang takut hewan buas, takut api, takut tenggelam, maka
rasa takut semacam ini tidak membuat orangnya dicela akan tetapi apabila rasa takut ini
menjadi sebab dia meninggalkan kewajiban atau melakukan yang diharamkan maka hal
itu haram.
 Khouf ibadah yaitu seseorang merasa takut kepada sesuatu sehingga membuatnya
tunduk beribadah kepadanya maka yang seperti ini tidak boleh ada kecuali ditujukan
kepada Allah ta’ala. Adapun menujukannya kepada selain Allah adalah syirik akbar.
 Khouf sirr seperti halnya orang takut kepada penghuni kubur atau wali yang berada di
kejauhan serta tidak bisa mendatangkan pengaruh baginya akan tetapi dia merasa takut
kepadanya maka para ulama pun menyebutnya sebagai bagian dari syirik.
Taubat (9:112)
 Ia merasakan banyaknya dosa dan kesalahan
 Ia beribadah untuk kembali bertemu dengan RabbNya, memohon ampunanNya
 Ia tidak ingin ditinggal sendiri oleh Rabbnya atau diasingkan olehNya
 Jika engkau mendekati Allah dengan berjalan, maka Allah akan mendekatimu dengan berlari
 Allah suka kepada orang-orang yang bertaubat
DO’A(QS. 25:77)
 Do’a adalah otaknya ibadah
 Do’a mesti dengan keyakinan akan dikabulkanNya doa tersebut
 Do’a mesti dengan harap dan cemas
 Shalat secara bahasa pun artinya doa, karena di dalam shalat penuh dengan doa
 Nabi Muhammad SAW menganjurkan agar di setiap amal selalu ber doa terlebih dahulu
KHUSYUK(QS. 2:45-46))
 Khusyuk artinya ketenangan dan kepasrahan terhadap Tuhan di dalam
melaksanakan ibadah, khususnya dalam sholat.
 Khusyuk iman adalah khusyuk hati kepada Allah SWT dengan sikap
mengagungkan, memuliakan, sikap tenang, takut, dan malu.
 khusyuk nifaq adalah ia tampak pada permukaan badan dalam sifatnya yang
dipaksakan dan dibuat-buat, sementara hatinya tidak khusyuk. Sebagian sahabat
ada yang berkata: "Saya berlindung kepada Allah SWT dari khusyuk nifaq.
Dikatakan kepadanya apa, "Apakah khusyu nifaq?" Ia menjelaskan "Jika badan
kelihatan khusyuk sementara hatinya tidak."

More Related Content

PPTX
DOCX
Implementasi Akhlak dalam Kehidupan
PPTX
6.9 nata'ijul ibadah
DOCX
dirosah islamiyah
DOCX
Akhlak tercela bab 12
PPTX
Ibadah dalam konsep islam
PPTX
Shalat.pptx
PDF
2024 Trend Updates: What Really Works In SEO & Content Marketing
Implementasi Akhlak dalam Kehidupan
6.9 nata'ijul ibadah
dirosah islamiyah
Akhlak tercela bab 12
Ibadah dalam konsep islam
Shalat.pptx
2024 Trend Updates: What Really Works In SEO & Content Marketing

Recently uploaded (10)

PPTX
3. PERAN DAN KETELADANAN TOKOH ULAMA INDONESIA.pptx.pptx
PPTX
kurikulum mentoring sekolah jenjang SMP SMA.pptx
PDF
hukum poligami menurut ajaran agama islam
PPTX
PENGANTAR YAJNA UNTUK SARATHI BANTEN TAHUN 2022.pptx
PPTX
Sekolah Sabat - Triwulan 3 2025 - Pelajaran 9
PPTX
Bab 1 agama kelas 11 ppt ini dibuat oleh saya
PPTX
Khotbah Gereja Advent - Rahasia Kerajaan Surga.pptx
PPTX
Pelajaran Sekolah Sabat ke-9 Triwulan III 2025.pptx
PPTX
Sekolah Sabat - Triwulan 3 2025 - Pelajaran 10
PPTX
Pakaian LITURGI dalam gereja katolik.pptx
3. PERAN DAN KETELADANAN TOKOH ULAMA INDONESIA.pptx.pptx
kurikulum mentoring sekolah jenjang SMP SMA.pptx
hukum poligami menurut ajaran agama islam
PENGANTAR YAJNA UNTUK SARATHI BANTEN TAHUN 2022.pptx
Sekolah Sabat - Triwulan 3 2025 - Pelajaran 9
Bab 1 agama kelas 11 ppt ini dibuat oleh saya
Khotbah Gereja Advent - Rahasia Kerajaan Surga.pptx
Pelajaran Sekolah Sabat ke-9 Triwulan III 2025.pptx
Sekolah Sabat - Triwulan 3 2025 - Pelajaran 10
Pakaian LITURGI dalam gereja katolik.pptx
Ad
Ad

materi 10 pai 1.pptx

  • 2. Kisi-kisi Materi  Prinsip mencapai ibadah yang benar : Iman (QS. 4:136) Islam (QS. 2:112) Ihsan (QS. 1697, 2:195) Tunduk (QS. 9:112) Tawakal (QS. 11:88) Cinta (QS. 2:165) Raja’/harapan (2:218, 18:110) Takut (QS. 76:7) Taubat (QS. 9:112) Do’a (QS. 25:77) Khusyuk (QS. 2:45-46)  Tercapainya nilai-nilai taqwa (QS. 2:21, 2:183)
  • 3. Hakikat Ibadah  Ibnu Taimiyah berkata”makna asal dari kata ibadah adalah tunduk, namun ibadah yang diperintahkan oleh syariat adalah perpaduan antara ketaatan yang penuh dan cinta yang sempurna  Ibadah yang benar( al Ibadatus Salimah ) akan menghasilkan dan melahirkan sikap dan perilaku yang positif dalam kehidupan sehari – hari yang menjadi bekal dalam mengemban amanah sebagai hamba Allah khususnya dalam tugas ber da’wah.berikut dampak positif dari nataij ibadah :
  • 4. IMAN (QS. 4:136)  Iman : Meyakini akan kefardhuaan atau kesunnahan ibadah yang dilakukannya.  ia Melakukan ibadah atas dasar keyakinan, bukan ikut-ikutan.  Dengan demikian ia akan bersemangat dalam beribadah, dan akan terus beribadah dalam kondisi apapun, meskipun berat.  Kalau ada rukhsah (keringanan) ia tidak enggan mengambilnya. ISLAM (QS. 2:112)  Menyerahkan dirinya kepada Allah SW‫إل‬ dalam beribadah seperti seorang tawanan perang yang ditawan oleh musuh  Sesungguhnya segala sesuatu yang ia miliki adalah milik Allah SWT, maka seluruh miliknya diserahkan pada kehendak Allah SWT.
  • 5. IHSAN (QS. 16:97, 2:195)  Ini merupakan kualitas amal ibadah  Rasulullah SAW menggambarkannya dalam sebuah hadits:  Mesti membaguskan ibadahnya, (tidak asal-asalan). َ‫ت‬ ْ‫ُن‬‫ك‬َ‫ت‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬َ‫ف‬ ،ُ‫ه‬‫ا‬َ‫ر‬َ‫ت‬ َ‫ك‬َّ‫ن‬َ‫أ‬َ‫ك‬ َ‫هللا‬ َ‫د‬ُ‫ب‬ْ‫ع‬َ‫ت‬ ْ‫أن‬ َ‫اك‬َ‫ر‬ََ َُُّ‫ن‬ِ‫إ‬َ‫ف‬ ُ‫ه‬‫ا‬َ‫ر‬ Engkau menyembah Allah seakan engkau Melihatnya, kalau engkau tidak dapat melihatNya maka sesungguhnya Dia melihatmu (HARI Bukhari)
  • 6. TUNDUK (QS. 9:112)  Ikhbat : tawadhu’ dan merasa tenang (sakinah) kepada Allah  Meskipun ia sendirian, iradahnya tidak kendor  Meskipun fitnah terus menerpanya, tak mampu menggoyahkannya  Baginya sama apakah pujian atau cacian  Buta terhadap kekurangan orang yang tidak beramal
  • 7. TAWAKAL(QS. 11:88)  Tingkat pertama: ma’rifah kepada Rabb berikut sifat-sifatNya  Tingkat kedua : Itsbat (menetapkan) adanya sebab dan musabab  Tingkat ketiga : kekokohan hati di dalam maqam tauhid tawakkal  Tingkat keempat : Husnuzhan kepada Allah SWT.  Tingkat keenam : Istislam (berserahnya) hati kepada Allah, tertariknya semua dorongan kepadaNya, dan memutuskan rintangan-rintangannya  Tingkat ketujuh : Tafwid(menyerahkan segala urusannya kepada Allah  Tingkat kekdelapan : Ridha Tawakkal pada hakikatnya adalah kondisi yang tersusun dari berbagai macam unsur. Berikut beberapa tingkatan tawakal :
  • 8. CINTA(QS. 2:165)  2:165 orang beriman itu sangat amat cintanya kepada Allah .  Ibadah nya dengan penuh cinta akan terasa indah dan ini’mat  Ibadah menjadi suatu yang dirindukan, bukan beban. HARAPAN (QS. 2:218, 18:110  Raja’ adalah percaya kepada kemurahan Allah  Tanda-tanda raja’ yang benar adalah melakukan ketaatan dengan baik  Ada 3 raja’  Raja’ orang yang melakukan ketaatan kepada Allah sesuai dengan petunjukNya, kemudian mengharapkan pahalaNya  Raja’ orang yang melakukan dosa-dosa kemudian bertaubat lalu mengharapkan ampunanNya, maafNya, kedermawananNya, kesabaranNya, dan kemuranNya  Raja’ orang yang terus-menerus meninggalkan perintah Allah, bergelimbang dosa sambil mengharapkan rahmat Allah tanpa beramal ini tertipu, khayalan, dan harapan palsu
  • 9. KHOUF / TAKUT(QS. 76:70)  Khouf thabi’i seperti halnya orang takut hewan buas, takut api, takut tenggelam, maka rasa takut semacam ini tidak membuat orangnya dicela akan tetapi apabila rasa takut ini menjadi sebab dia meninggalkan kewajiban atau melakukan yang diharamkan maka hal itu haram.  Khouf ibadah yaitu seseorang merasa takut kepada sesuatu sehingga membuatnya tunduk beribadah kepadanya maka yang seperti ini tidak boleh ada kecuali ditujukan kepada Allah ta’ala. Adapun menujukannya kepada selain Allah adalah syirik akbar.  Khouf sirr seperti halnya orang takut kepada penghuni kubur atau wali yang berada di kejauhan serta tidak bisa mendatangkan pengaruh baginya akan tetapi dia merasa takut kepadanya maka para ulama pun menyebutnya sebagai bagian dari syirik.
  • 10. Taubat (9:112)  Ia merasakan banyaknya dosa dan kesalahan  Ia beribadah untuk kembali bertemu dengan RabbNya, memohon ampunanNya  Ia tidak ingin ditinggal sendiri oleh Rabbnya atau diasingkan olehNya  Jika engkau mendekati Allah dengan berjalan, maka Allah akan mendekatimu dengan berlari  Allah suka kepada orang-orang yang bertaubat DO’A(QS. 25:77)  Do’a adalah otaknya ibadah  Do’a mesti dengan keyakinan akan dikabulkanNya doa tersebut  Do’a mesti dengan harap dan cemas  Shalat secara bahasa pun artinya doa, karena di dalam shalat penuh dengan doa  Nabi Muhammad SAW menganjurkan agar di setiap amal selalu ber doa terlebih dahulu
  • 11. KHUSYUK(QS. 2:45-46))  Khusyuk artinya ketenangan dan kepasrahan terhadap Tuhan di dalam melaksanakan ibadah, khususnya dalam sholat.  Khusyuk iman adalah khusyuk hati kepada Allah SWT dengan sikap mengagungkan, memuliakan, sikap tenang, takut, dan malu.  khusyuk nifaq adalah ia tampak pada permukaan badan dalam sifatnya yang dipaksakan dan dibuat-buat, sementara hatinya tidak khusyuk. Sebagian sahabat ada yang berkata: "Saya berlindung kepada Allah SWT dari khusyuk nifaq. Dikatakan kepadanya apa, "Apakah khusyu nifaq?" Ia menjelaskan "Jika badan kelihatan khusyuk sementara hatinya tidak."