Pelajaran Sekolah SABAT ke-6 Triwulan 4 2014 (Indonesian language)
Yakobus 2:14-17 Yakobus 2:18 Yakobus2:19-20 Yakobus 2:21-24 Yakobus2:25-26 
IMAN 
“Iman tanpa 
perbuatan pada 
hakekatnya 
adalah mati” 
“Aku akan 
menunjukkan 
imanku oleh 
perbuatan” 
“Iman tanpa 
perbuatan 
adalah mati” 
“Iman 
bekerjasama 
dengan 
perbuatan” 
“Iman tanpa 
perbuatan 
adalah mati” 
Yang 
Bekerja 
Iman dalam 
tindakan 
Menunjukkan 
Iman 
Iman Setan Iman Abraham Iman Rahab 
Iman yang Bekerja Contoh-contoh Iman
“Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia 
mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? ... Jika seorang 
saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan 
sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah 
kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan 
kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya...? Demikian juga halnya dengan 
iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya 
adalah mati.(James 2:14-17) 
Adakah iman yang tidak menyelamatkan? 
Iman yang hidup menyelamatkan, namun iman yang 
mati tidak dapat menyelamatkan. 
Bagaimanakah saya dapat membedakan bahwa iman 
saya hidup atau mati? 
Menurut Yakobus, iman saya ditunjukkan melalui 
bagaimana saya memperlakukan orang lain. 
Ketika kita dihadapkan kepada seseorang yang 
membutuhkan pertolongan dan kita tidak 
menolongnya sementara kita mampu, kita tidak 
memiliki iman yang hidup. Iman seperti ini perlahan-lahan 
akan melemah dan akhirnya akan mati.
Menunjukkan Iman Kita 
“Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan 
menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.” (Yakobus 2:18) 
Iman yang murni ditunjukkan melalui tndakan 
yang tidak mementingkan diri, “yang 
dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, 
supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10) 
Paulus menyatakan bahwa ALLAH “bukan 
karena perbuatan baik yang telah kita 
lakukan, tetapi karena rahmat-Nya.” 
(Titus 3:5) Lalu, dia menuliskan: 
“Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau 
dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang 
sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh 
berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah 
yang baik dan berguna bagi manusia.” (Titus 3:8) 
Baik Yakobus maupun Paulus setuju bahwa 
Iman dan Perbuatan adalah tidak terpisahkan. 
Namun perbuatan tidak dapat 
menyelamatkan kita, hanya imanlah yang 
dapat.
"Karakter kita dinyatakan oleh apa yang kita lakukan. 
Perbuatan menunjukkan apakah iman kita adalah murni atau 
tidak. 
Tidaklah cukup bagi kita untuk percaya bahwa Yesus bukanlah 
orang berdosa, dan bahwa agama Alkitab bukanlah sekedar 
dongeng.... Tidaklah cukup untuk percaya teori kebenaran. 
Tidaklah cukup hanya membuat pengakuan iman dalam 
Kristus dan memiliki nama kita terdaftar di Buku Keanggotaan 
gereja. 
"Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam 
Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, 
bahwa Allah ada di dalam kita...'' Dan inilah tandanya, bahwa 
kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah- 
Nya. "1 Yohanes 3:24.; 1 Yohanes 2: 3. 
Ini adalah bukti pertobatan sejati. Apapun profesi kita, itu 
semua sia-sia kecuali Kristus dinyatakan dalam perbuatan kita 
yang benar. " E.G.W. (Christ’s Object Lessons, cp. 24, pg. 312)
“Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi 
setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Hai 
manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa 
iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?” (Yakobus 2:19-20) 
Iman yang sedang dibicarakan oleh Yakobus 
adalah tentang keyakinan akan ajaran-ajaran 
yang benar dalam Alkitab. 
Kita dapat diyakinkan oleh bukti-bukti yang kita 
temukan dalam Alkitab, namun hati kita boleh 
saja tetap dingin dan tidak diubahkan. Jadi, 
kepercayaan yang hanya dalam pikiran saja, 
tidak dapat menyelamatkan kita. Itulah “iman 
orang yang bebal”, itulah “Iman yang mati”, 
itulah “Iman setan-setan”. 
Hanya iman dalam YESUS sebagai Jurus’lamat 
pribadi kita yang dapat menyelamatkan. Iman 
yang kelihatan dalam hidup kita sebagaimana 
dalam hidup Abraham dan Rahab.
Yakobus Paulus 
“2:21 Bukankah Abraham, bapa 
kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, 
ketika ia 
mempersembahkan Ishak, anaknya, 
di atas mezbah? Kamu lihat, bahwa 
iman bekerjasama dengan 
perbuatan-perbuatan dan oleh 
perbuatan-perbuatan itu iman 
menjadi sempurna. Dengan jalan 
demikian genaplah nas yang 
mengatakan: "Lalu percayalah 
Abraham kepada Allah, maka Allah 
memperhitungkan hal itu 
kepadanya sebagai kebenaran." ... 
Jadi kamu lihat, bahwa manusia 
dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya 
dan bukan hanya 
karena iman.” (Roma 2:21-24) 
Iman Abraham 
“Jadi apakah akan kita katakan 
tentang Abraham, bapa leluhur 
jasmani kita? Sebab jikalau Abraham 
dibenarkan karena perbuatannya, 
maka ia beroleh dasar untuk 
bermegah, tetapi tidak di hadapan 
Allah. Sebab apakah dikatakan nas 
Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham 
kepada Tuhan, dan Tuhan 
memperhitungkan hal itu kepadanya 
sebagai kebenaran." Kalau ada orang 
yang bekerja, upahnya tidak 
diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi 
sebagai haknya. Tetapi kalau ada 
orang yang tidak bekerja, namun 
percaya kepada Dia yang 
membenarkan orang durhaka, 
imannya diperhitungkan menjadi 
kebenaran. (Roma 4:1-5) 
Baik Yakobus dan Paulus mempelajari contoh dari Abraham. Yakobus menyimpulkan bahwa 
kita dibenarkan oleh perbuatan, sementara Paulus menyimpulkan bahwa kita dibenarkan 
oleh Iman. Bagaimanakah kita menjelaskan pertentangan yang begitu nyata ini?
Mari kita lihat bagaimana 
Paulus secara Theologi 
mempelajari kehidupan 
Abraham. 
1. Abraham tidak melakukan sesuatu yang 
membenarkan dia di hadapan TUHAN. 
(Romans 4:1-5) 
2. Dia mematuhi TUHAN oleh iman ketika 
diperintahkan untuk meninggalkan 
kampung halamannya. (Kisah 11:8) 
3. Dia percaya bahwa TUHAN dapat 
memberikan Sarah seorang anak oleh 
iman. (Roma 4:19) 
4. Dia mempersembahkan Ishak oleh Iman 
(Ibrani 11:19) 
Jadi Paulus, (dan Yakobus) memahami bahwa 
Iman Abraham disempurnakan oleh 
perbuatannya. Secara bertahap ia berjalan lebih 
teguh dalam imannya. 
Yakobus berkata bahwa Abraham dibenarkan 
oleh perbuatannya, yaitu, perbuatan yang 
menunjukkan bahwa imannya adalah benar dan 
nyata; itulah iman yang sebenarnya telah 
menyelamatkannya. 
Iman Abraham
“Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena 
perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh 
itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain? 
Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa 
perbuatan-perbuatan adalah mati.” (Yakobus 2:25-26) 
Rahab percaya bahwa ALLAH Israel akan menaklukkan Kanaan,termasuk Yerikho. 
Akankan imannya 
menyelamatkannya jika dia belum 
menyembunyikan kedua pengintai 
itu? 
Akankah imannya 
menyelamatkannya jika dia belum 
meletakkan tali merah itu di 
jendelanya? 
Dapatkah saudara-saudaranya jika 
mereka tidak tinggal dengan Rahab? 
Jadi, Yakobus menyimpulkan 
bahwa jika kita diselamatkan oleh 
iman, maka kita harus hidup sesuai 
dengan iman tersebut, jika tidak, 
iman kita adalah iman yang mati.
“Kita membutuhkan Iman Abraham di zaman sekarang 
ini, untuk menerangi kegelapan yang menaungi kita, 
kegelapan yang memadamkan sinar mentari Kasih 
TUHAN, kegelapan yang mengerdilkan pertumbuhan 
rohani kita. Iman kita haruslah menghasilkan buah-buah 
yang manis; karena iman tanpa perbuatan adalah 
mati. Setiap tugas yang dilaksanakan, setiap 
pengorbanan yang dilakukan demi nama KRISTUS, akan 
mendatangkan upah yang besar. Dalam setiap 
melakukan tugas-tugas untuk TUHAN dengan sungguh-sungguh, 
ALLAH berbicara dan mencurahkan berkat-berkat- 
Nya.” E.G.W. (Reflecting Christ, March 6)

More Related Content

PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 4 triwulan 3 2017
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 12 triwulan 1 2018
PPTX
Pelajaran sekolah SABAT ke-5 Triwulan ke-3 2014
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 9, pembaruan, hasil dari kebangunan
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 1 triwulan 1 2017
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 3 Firman landasan kebangkitan
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 1 triwulan 1 2014
PPTX
Perilaku Hidup Orang Beriman
Pelajaran sekolah sabat ke 4 triwulan 3 2017
Pelajaran sekolah sabat ke 12 triwulan 1 2018
Pelajaran sekolah SABAT ke-5 Triwulan ke-3 2014
Pelajaran sekolah sabat ke 9, pembaruan, hasil dari kebangunan
Pelajaran sekolah sabat ke 1 triwulan 1 2017
Pelajaran sekolah sabat ke 3 Firman landasan kebangkitan
Pelajaran sekolah sabat ke 1 triwulan 1 2014
Perilaku Hidup Orang Beriman

What's hot (20)

PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-13 triwulan 2 2015
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-9 Triwulan ke-2 2014
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 2 bahasa indonesia
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-11 Triwulan ke-2 2014 (Revisi tanggal)
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan 4 2014
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 12 triwulan 4 2016
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 5 penurutan buah dari kebangunan
PPTX
Perilaku Hidup Orang Beriman
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-6 Triwulan 3 2014
PPTX
Pelajaran Sekolah Sabat ke-3 Triwulan III 2021
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan 1 2017
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-7 Triwulan 2 2015
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 13 triwulan iv 2017
PPTX
Pelajaran Sekolah Sabat ke-4 Triwulan 3 2014
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 10 triwulan 1 2018
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 6 triwulan 1 2018
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 12 triwulan 1 2017
PPTX
Mengalah bukan berarti kalah
PDF
Pelayanan Anak: Melayankan Injil secara Kreatif
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 2 triwulan 4 2017
Pelajaran Sekolah SABAT ke-13 triwulan 2 2015
Pelajaran Sekolah SABAT ke-9 Triwulan ke-2 2014
Pelajaran sekolah sabat ke 2 bahasa indonesia
Pelajaran Sekolah SABAT ke-11 Triwulan ke-2 2014 (Revisi tanggal)
Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan 4 2014
Pelajaran sekolah sabat ke 12 triwulan 4 2016
Pelajaran sekolah sabat ke 5 penurutan buah dari kebangunan
Perilaku Hidup Orang Beriman
Pelajaran Sekolah SABAT ke-6 Triwulan 3 2014
Pelajaran Sekolah Sabat ke-3 Triwulan III 2021
Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan 1 2017
Pelajaran Sekolah SABAT ke-7 Triwulan 2 2015
Pelajaran sekolah sabat ke 13 triwulan iv 2017
Pelajaran Sekolah Sabat ke-4 Triwulan 3 2014
Pelajaran sekolah sabat ke 10 triwulan 1 2018
Pelajaran sekolah sabat ke 6 triwulan 1 2018
Pelajaran sekolah sabat ke 12 triwulan 1 2017
Mengalah bukan berarti kalah
Pelayanan Anak: Melayankan Injil secara Kreatif
Pelajaran sekolah sabat ke 2 triwulan 4 2017
Ad

Viewers also liked (20)

PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-13 Triwulan 4 2014 (Indonesian language)
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-4 Triwulan 4 2014 (Indonesian Language)
PPTX
Pelajaran Sekolah Sabat ke-11 Triwulan 4 2014 (Indonesian language)
PPTX
Pelajaran Sekolah Sabat ke-10 Triwulan 4 2014
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-7 Triwulan 4 2014 (indonesian language)
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-12 Triwulan 4 2014 (Indonesian language)
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-8 Triwulan 4 2014 (Indonesian language)
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-5 Triwulan 4 2014 (Indonesian language)
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-1 Triwulan 4 2014
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-2 Triwulan Ke-4 2014
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-9 Triwulan 4 2014 (Indonesian language)
PPTX
Sabbath school lesson 10, 1st quarter of 2017
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 10 triwulan 1 2017
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-10 Triwulan 1 2016
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 2 triwulan 3 2014
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-11 Triwulan 1 2015
PPTX
Pelajaran sekolah SABAT ke-10 Triwulan 3 2014
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-7 Triwulan 3 2014
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-13 Triwulan 1 2015
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-4 Triwulan 1 2015
Pelajaran Sekolah SABAT ke-13 Triwulan 4 2014 (Indonesian language)
Pelajaran Sekolah SABAT ke-4 Triwulan 4 2014 (Indonesian Language)
Pelajaran Sekolah Sabat ke-11 Triwulan 4 2014 (Indonesian language)
Pelajaran Sekolah Sabat ke-10 Triwulan 4 2014
Pelajaran Sekolah SABAT ke-7 Triwulan 4 2014 (indonesian language)
Pelajaran Sekolah SABAT ke-12 Triwulan 4 2014 (Indonesian language)
Pelajaran Sekolah SABAT ke-8 Triwulan 4 2014 (Indonesian language)
Pelajaran Sekolah SABAT ke-5 Triwulan 4 2014 (Indonesian language)
Pelajaran Sekolah SABAT ke-1 Triwulan 4 2014
Pelajaran Sekolah SABAT ke-2 Triwulan Ke-4 2014
Pelajaran Sekolah SABAT ke-9 Triwulan 4 2014 (Indonesian language)
Sabbath school lesson 10, 1st quarter of 2017
Pelajaran sekolah sabat ke 10 triwulan 1 2017
Pelajaran Sekolah SABAT ke-10 Triwulan 1 2016
Pelajaran sekolah sabat ke 2 triwulan 3 2014
Pelajaran Sekolah SABAT ke-11 Triwulan 1 2015
Pelajaran sekolah SABAT ke-10 Triwulan 3 2014
Pelajaran Sekolah SABAT ke-7 Triwulan 3 2014
Pelajaran Sekolah SABAT ke-13 Triwulan 1 2015
Pelajaran Sekolah SABAT ke-4 Triwulan 1 2015
Ad

More from David Syahputra (20)

PPTX
Sabbath school lesson 4, 1st quarter 2022
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke-2 triwulan I 2022
PPTX
Sabbath school lesson 2, 1st quarter 2022
PPTX
Sabbath school lesson 5, 4th quarter 2021
PPTX
Pelajaran Sekolah Sabat ke-5 Triwulan IV 2021
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke -4 triwulan IV 2021
PPTX
Sabbath school lesson 4, 4th quarter 2021
PPTX
Sabbath school lesson 9, 3rd quarter 2021
PPTX
Pelajaran Sekolah Sabat ke -9 Triwulan III 2021
PPTX
Sabbath school lesson 3, 3rd quarter 2021
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 12 triwulan II 2021
PPTX
Sabbath school lesson 13, 2nd quarter 2021
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke- 13 triwulan III 2021
PPTX
Sabbath school lesson 1, 3rd quarter 2021
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke- 1 triwulan III 2021
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke --2 triwulan III 2021
PPTX
Sabbath school lesson 12, 2nd quarter 2021
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 9 triwulan II 2021
PPTX
Sabbath school lesson 9, 2nd quarter 2021
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 10 triwulan II 2021
Sabbath school lesson 4, 1st quarter 2022
Pelajaran sekolah sabat ke-2 triwulan I 2022
Sabbath school lesson 2, 1st quarter 2022
Sabbath school lesson 5, 4th quarter 2021
Pelajaran Sekolah Sabat ke-5 Triwulan IV 2021
Pelajaran sekolah sabat ke -4 triwulan IV 2021
Sabbath school lesson 4, 4th quarter 2021
Sabbath school lesson 9, 3rd quarter 2021
Pelajaran Sekolah Sabat ke -9 Triwulan III 2021
Sabbath school lesson 3, 3rd quarter 2021
Pelajaran sekolah sabat ke 12 triwulan II 2021
Sabbath school lesson 13, 2nd quarter 2021
Pelajaran sekolah sabat ke- 13 triwulan III 2021
Sabbath school lesson 1, 3rd quarter 2021
Pelajaran sekolah sabat ke- 1 triwulan III 2021
Pelajaran sekolah sabat ke --2 triwulan III 2021
Sabbath school lesson 12, 2nd quarter 2021
Pelajaran sekolah sabat ke 9 triwulan II 2021
Sabbath school lesson 9, 2nd quarter 2021
Pelajaran sekolah sabat ke 10 triwulan II 2021

Recently uploaded (10)

PPTX
PENGANTAR YAJNA UNTUK SARATHI BANTEN TAHUN 2022.pptx
PPTX
kurikulum mentoring sekolah jenjang SMP SMA.pptx
PPTX
Sekolah Sabat - Triwulan 3 2025 - Pelajaran 10
PPTX
3. PERAN DAN KETELADANAN TOKOH ULAMA INDONESIA.pptx.pptx
PDF
hukum poligami menurut ajaran agama islam
PPTX
Bab 1 agama kelas 11 ppt ini dibuat oleh saya
PPTX
Khotbah Gereja Advent - Rahasia Kerajaan Surga.pptx
PPTX
Pakaian LITURGI dalam gereja katolik.pptx
PPTX
Sekolah Sabat - Triwulan 3 2025 - Pelajaran 9
PPTX
Pelajaran Sekolah Sabat ke-9 Triwulan III 2025.pptx
PENGANTAR YAJNA UNTUK SARATHI BANTEN TAHUN 2022.pptx
kurikulum mentoring sekolah jenjang SMP SMA.pptx
Sekolah Sabat - Triwulan 3 2025 - Pelajaran 10
3. PERAN DAN KETELADANAN TOKOH ULAMA INDONESIA.pptx.pptx
hukum poligami menurut ajaran agama islam
Bab 1 agama kelas 11 ppt ini dibuat oleh saya
Khotbah Gereja Advent - Rahasia Kerajaan Surga.pptx
Pakaian LITURGI dalam gereja katolik.pptx
Sekolah Sabat - Triwulan 3 2025 - Pelajaran 9
Pelajaran Sekolah Sabat ke-9 Triwulan III 2025.pptx

Pelajaran Sekolah SABAT ke-6 Triwulan 4 2014 (Indonesian language)

  • 2. Yakobus 2:14-17 Yakobus 2:18 Yakobus2:19-20 Yakobus 2:21-24 Yakobus2:25-26 IMAN “Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati” “Aku akan menunjukkan imanku oleh perbuatan” “Iman tanpa perbuatan adalah mati” “Iman bekerjasama dengan perbuatan” “Iman tanpa perbuatan adalah mati” Yang Bekerja Iman dalam tindakan Menunjukkan Iman Iman Setan Iman Abraham Iman Rahab Iman yang Bekerja Contoh-contoh Iman
  • 3. “Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? ... Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya...? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.(James 2:14-17) Adakah iman yang tidak menyelamatkan? Iman yang hidup menyelamatkan, namun iman yang mati tidak dapat menyelamatkan. Bagaimanakah saya dapat membedakan bahwa iman saya hidup atau mati? Menurut Yakobus, iman saya ditunjukkan melalui bagaimana saya memperlakukan orang lain. Ketika kita dihadapkan kepada seseorang yang membutuhkan pertolongan dan kita tidak menolongnya sementara kita mampu, kita tidak memiliki iman yang hidup. Iman seperti ini perlahan-lahan akan melemah dan akhirnya akan mati.
  • 4. Menunjukkan Iman Kita “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.” (Yakobus 2:18) Iman yang murni ditunjukkan melalui tndakan yang tidak mementingkan diri, “yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10) Paulus menyatakan bahwa ALLAH “bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya.” (Titus 3:5) Lalu, dia menuliskan: “Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.” (Titus 3:8) Baik Yakobus maupun Paulus setuju bahwa Iman dan Perbuatan adalah tidak terpisahkan. Namun perbuatan tidak dapat menyelamatkan kita, hanya imanlah yang dapat.
  • 5. "Karakter kita dinyatakan oleh apa yang kita lakukan. Perbuatan menunjukkan apakah iman kita adalah murni atau tidak. Tidaklah cukup bagi kita untuk percaya bahwa Yesus bukanlah orang berdosa, dan bahwa agama Alkitab bukanlah sekedar dongeng.... Tidaklah cukup untuk percaya teori kebenaran. Tidaklah cukup hanya membuat pengakuan iman dalam Kristus dan memiliki nama kita terdaftar di Buku Keanggotaan gereja. "Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita...'' Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah- Nya. "1 Yohanes 3:24.; 1 Yohanes 2: 3. Ini adalah bukti pertobatan sejati. Apapun profesi kita, itu semua sia-sia kecuali Kristus dinyatakan dalam perbuatan kita yang benar. " E.G.W. (Christ’s Object Lessons, cp. 24, pg. 312)
  • 6. “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?” (Yakobus 2:19-20) Iman yang sedang dibicarakan oleh Yakobus adalah tentang keyakinan akan ajaran-ajaran yang benar dalam Alkitab. Kita dapat diyakinkan oleh bukti-bukti yang kita temukan dalam Alkitab, namun hati kita boleh saja tetap dingin dan tidak diubahkan. Jadi, kepercayaan yang hanya dalam pikiran saja, tidak dapat menyelamatkan kita. Itulah “iman orang yang bebal”, itulah “Iman yang mati”, itulah “Iman setan-setan”. Hanya iman dalam YESUS sebagai Jurus’lamat pribadi kita yang dapat menyelamatkan. Iman yang kelihatan dalam hidup kita sebagaimana dalam hidup Abraham dan Rahab.
  • 7. Yakobus Paulus “2:21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." ... Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.” (Roma 2:21-24) Iman Abraham “Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita? Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran. (Roma 4:1-5) Baik Yakobus dan Paulus mempelajari contoh dari Abraham. Yakobus menyimpulkan bahwa kita dibenarkan oleh perbuatan, sementara Paulus menyimpulkan bahwa kita dibenarkan oleh Iman. Bagaimanakah kita menjelaskan pertentangan yang begitu nyata ini?
  • 8. Mari kita lihat bagaimana Paulus secara Theologi mempelajari kehidupan Abraham. 1. Abraham tidak melakukan sesuatu yang membenarkan dia di hadapan TUHAN. (Romans 4:1-5) 2. Dia mematuhi TUHAN oleh iman ketika diperintahkan untuk meninggalkan kampung halamannya. (Kisah 11:8) 3. Dia percaya bahwa TUHAN dapat memberikan Sarah seorang anak oleh iman. (Roma 4:19) 4. Dia mempersembahkan Ishak oleh Iman (Ibrani 11:19) Jadi Paulus, (dan Yakobus) memahami bahwa Iman Abraham disempurnakan oleh perbuatannya. Secara bertahap ia berjalan lebih teguh dalam imannya. Yakobus berkata bahwa Abraham dibenarkan oleh perbuatannya, yaitu, perbuatan yang menunjukkan bahwa imannya adalah benar dan nyata; itulah iman yang sebenarnya telah menyelamatkannya. Iman Abraham
  • 9. “Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain? Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.” (Yakobus 2:25-26) Rahab percaya bahwa ALLAH Israel akan menaklukkan Kanaan,termasuk Yerikho. Akankan imannya menyelamatkannya jika dia belum menyembunyikan kedua pengintai itu? Akankah imannya menyelamatkannya jika dia belum meletakkan tali merah itu di jendelanya? Dapatkah saudara-saudaranya jika mereka tidak tinggal dengan Rahab? Jadi, Yakobus menyimpulkan bahwa jika kita diselamatkan oleh iman, maka kita harus hidup sesuai dengan iman tersebut, jika tidak, iman kita adalah iman yang mati.
  • 10. “Kita membutuhkan Iman Abraham di zaman sekarang ini, untuk menerangi kegelapan yang menaungi kita, kegelapan yang memadamkan sinar mentari Kasih TUHAN, kegelapan yang mengerdilkan pertumbuhan rohani kita. Iman kita haruslah menghasilkan buah-buah yang manis; karena iman tanpa perbuatan adalah mati. Setiap tugas yang dilaksanakan, setiap pengorbanan yang dilakukan demi nama KRISTUS, akan mendatangkan upah yang besar. Dalam setiap melakukan tugas-tugas untuk TUHAN dengan sungguh-sungguh, ALLAH berbicara dan mencurahkan berkat-berkat- Nya.” E.G.W. (Reflecting Christ, March 6)