Pelajaran 9 Triwulan III 2020
Diadaptasi dari www.fustero.es
www.gmahktanjungpinang.org
“Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai
Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk
memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang
yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang
pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan
lemah lembut dan hormat,” (1 Petrus 3:15).
Mencari orang yang mau membuka hati
Menyampaikan ucapan-ucapan yang membangun
Menekankan hal-hal positif
Menerima semua orang
Mengajar dengan kasih
Yesus menghormati setiap orang yang Ia temui
dan memperlakukan mereka dengan penuh rasa
hormat. Ia memberi pengaruh pada mereka, saat
Ia mendorong mereka untuk menerima Kerajaan
ALLAH.
Kita dapat belajar bagaimana memperlakukan
orang seperti yang Yesus lakukan dengan
mengikuti teladan-Nya serta ajaran para rasul.
Bagaimana kita dapat mengembangkan sebuah sikap
yang memenangkan ketika mengkhotbahkan injil?
MENCARI ORANG-ORANG YANG
MAU MEBUKA HATI
“Ia harus melintasi
daerah Samaria.”
(Yohanes 4:4)
Orang Yahudi biasanya mengikuti rute lain untuk pergi
dari Yerusalem ke Galilea agar tidak melalui Samaria.
Lalu mengapa Yesus sengaja melewati daerah itu?
Orang Samaria mencampur adukkan
kebenaran dan penyembahan berhala. Itu
sebabnya orang Israel tidak mengizinkan
mereka bekerja sama dalam membangun
Bait Suci (Ezra 4: 1-4).
Murid-murid berpendapat, mengabar injil di
negeri yang tidak bersahabat itu adalah
pekerjaan yang sia-sia. Namun, ROH KUDUS
telah bekerja dalam hati orang Samaria di
Sikhar sehingga membuat mereka menerima
pekabaran tersebut.
Karena itu, Yesus perlu menanamkan kebenaran di sana. Penaburan firman itu
segera menghasilkan buah pertamanya, dan kemudian panen yang melimpapun
terjadi (Yohanes 4:39-41; Kisah Para Rasul 8:5-25).
MENYAMPAIKAN
UCAPAN-UCAPAN YANG
MEMBANGUN
“Ia telah melakukan apa yang dapat
dilakukannya. Tubuh-Ku telah
diminyakinya sebagai persiapan untuk
penguburan-Ku.” (Markus 14:8)
Sebaliknya, ucapan-ucapan yang membangun justru akan
menguatkan dan menolong bertumbuhnya iman mereka.
Dalam Matius 15: 21-28, seorang
wanita Kanaan datang kepada Yesus
dengan sebuah permintaan, dan dia
tidak mau menerima jawaban “tidak”
dari YESUS. Ia memberi ucapan yang
membangun padanya di depan para
murid-Nya; Ia berkata kepada
perempuan itu, "Besar imanmu!"
Yesus juga memberi ucapan membangun
kepada Maria setelah dia dikritik dengan keras
atas tindakannya terhadap-YESUS: “Tubuh-Ku
telah diminyakinya sebagai persiapan untuk
penguburan-Ku.” (Mark 14:8)
Sikap yang kasar dan
mengkritik akan
membuat orang
menjauh dari kita.
Mereka tidak akan mau
mendengarkan
kesaksian kita.
“Kami wajib selalu mengucap syukur kepada
Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan
memang patutlah demikian, karena imanmu
makin bertambah dan kasihmu seorang akan
yang lain makin kuat di antara kamu,”
(2Tesalonika 1:3)
MENEKANKAN
HAL-HAL
POSITIF
Paulus menulis suratnya untuk
mendorong dan menguatkan gereja-
gereja lokal.
Terkadang dia harus menegur mereka
atas kesalahan mereka, tetapi
terlebih dahulu dia selalu
menekankan hal-hal positif di dalam
suratnya tersebut.
Sangat penting bagi kita untuk
menumbuhkan kebiasaan mencari hal-
hal positif dalam diri seseorang.
Melalui cara ini kita akan menciptakan
ikatan persahabatan yang dalam dan
kita akan membawa mereka lebih
dekat kepada Kristus.
MENERIMA SEMUA ORANG
“Sebab itu
terimalah satu akan
yang lain, sama
seperti Kristus juga
telah menerima
kita, untuk
kemuliaan Allah.”
(Roma 15:7)
Siapa yang mengenal kita lebih baik
daripada Kristus?
Ia tahu hal baik dan buruk dalam diri
kita. Meskipun demikian, Ia tetap
menerima kita, mengampuni kita,
dan mengasihi kita.
Kita tidak pantas menerima-Nya,
tetapi Ia menerima kita dalam
kebaikan-Nya.
Bukankah kita harus menerima orang
lain sebagaimana Ia menerima kita?
Kita harus menerima semua orang.
Bukan karena seberapa baik atau
jahatnya mereka, tetapi karena
Kristus telah menerima kita terlebih
dahulu (meskipun kita sangat jahat).
Sikap penerimaan dan kasih akan
membuka hati dan mengubah
kehidupan orang-orang di sekitar kita.
MENGAJAR
DENGAN
KASIH
“Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi
pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang
meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang
pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah
dengan lemah lembut dan hormat,” (1 Petrus 3:15)
Mengajarkan kebenaran
tanpa kasih mengarah pada
legalisme yang menghakimi
sikap acuh tak acuh.
Mengajarkan kebenaran
dengan kasih akan membuka
hati dan menuntun
seseorang kepada hubungan
yang menyelamatkan
bersama Yesus.
Kita harus siap mempertahankan apa yang kita yakini.
Namun, kita harus selalu melakukannya dengan kerendahan
hati, rasa hormat, dan kasih.
Tunjukkan kepada orang lain kasih yang sama yang telah
ditunjukkan Kristus kepada kita.
Mintalah ROH KUDUS untuk memimpin kita kepada orang-
orang dengan hati yang terbuka. Kemudian tekankan hal-hal
baik yang kita lihat dalam diri mereka, terimalah mereka
tanpa mengkritiknya, dan ajari mereka dengan penuh kasih.
“Walaupun kita masih belum penuh kasih dan belum baik dalam
tabiat, merasa benci, saling membenci,” Bapa kita yang di surga
berkemurahan hati kepada kita. […] Kasih-Nya yang diterima, akan
membuat kita, dalam sikap yang sama, baik dan lemah-lembut,
bukan hanya kepada orang-orang yang menyenangkan kita, tetapi
kepada orang-orang yang paling bersalah dan berdosa[…]
Walaupun orang-orang berdosa yang hatinya sama sekali tidak
tertutup kepada Roh Allah, akan bersaksi kepada kebaikan;
sementara mereka bisa membalas kebencian dengan kebencian,
mereka juga akan membalas kasih dengan kasih. Tetapi hanya Roh
Allah yang membalas kebencian dengan kasih. Menjadi baik
kepada orang-orang yang tidak berterima kasih dan orang-orang
jahat, berbuat baik tanpa mengharapkan apa-apa kembali, adalah
lencana keluarga surga, tanda yang pasti yang olehnya anak-anak
dari Yang Mahatinggi menyatakan tingkat hidup mereka yang
tinggi.”
E.G.W. (Thoughts From the Mount of Blessing, cp. 3, p. 75)

More Related Content

PPTX
Pelajaran Sekolah Sabat ke-6 Triwulan II 2020
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke-9 triwulan II 2019
PPTX
Pelajaran Sekolah Sabat ke-3 Triwulan III 2021
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan 1 2017
PPTX
Kedewasaan rohani
PPTX
Bahan khotbah kristen
PPTX
Pelajaran Sekolah Sabat ke-1 Triwulan 2 2016
PPTX
Pelajaran Sekolah Sabat ke-9 Triwulan IV 2020
Pelajaran Sekolah Sabat ke-6 Triwulan II 2020
Pelajaran sekolah sabat ke-9 triwulan II 2019
Pelajaran Sekolah Sabat ke-3 Triwulan III 2021
Pelajaran sekolah sabat ke 3 triwulan 1 2017
Kedewasaan rohani
Bahan khotbah kristen
Pelajaran Sekolah Sabat ke-1 Triwulan 2 2016
Pelajaran Sekolah Sabat ke-9 Triwulan IV 2020

What's hot (20)

PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 12 triwulan 1 2018
PPTX
Pelajaran sekolah sABAT ke-3 Triwulan 2 2016
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 12 triwulan 1 2017
PPTX
Pelajaran Sekolah Sabat ke-6 Triwulan III 2016
PPTX
Pelajaran Sekolah Sabat ke-4 Triwulan IV 2020
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 14 triwulan 3 2017
PPTX
Menjadi Saksi Kristus
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 1 triwulan 1 2014
PPTX
Mengalah bukan berarti kalah
PPTX
Doa yesus
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-8 Triwulan 4 2014 (Indonesian language)
PPTX
Mengenal kristus dengan benar
PPTX
Pelajaran Sekolah Sabat ke-11 Triwulan III 2016
PPTX
Sekolah Sabat - Triwulan 3 2021 - Pelajaran 3
PPTX
Bagaimana mengalami kasih dan pengampunan Allah
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke-11 triwulan II 2019
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 6 triwulan 1 2018
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 11 triwulan 1 2017
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 1 triwulan 1 2018
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 10 triwulan 1 2018
Pelajaran sekolah sabat ke 12 triwulan 1 2018
Pelajaran sekolah sABAT ke-3 Triwulan 2 2016
Pelajaran sekolah sabat ke 12 triwulan 1 2017
Pelajaran Sekolah Sabat ke-6 Triwulan III 2016
Pelajaran Sekolah Sabat ke-4 Triwulan IV 2020
Pelajaran sekolah sabat ke 14 triwulan 3 2017
Menjadi Saksi Kristus
Pelajaran sekolah sabat ke 1 triwulan 1 2014
Mengalah bukan berarti kalah
Doa yesus
Pelajaran Sekolah SABAT ke-8 Triwulan 4 2014 (Indonesian language)
Mengenal kristus dengan benar
Pelajaran Sekolah Sabat ke-11 Triwulan III 2016
Sekolah Sabat - Triwulan 3 2021 - Pelajaran 3
Bagaimana mengalami kasih dan pengampunan Allah
Pelajaran sekolah sabat ke-11 triwulan II 2019
Pelajaran sekolah sabat ke 6 triwulan 1 2018
Pelajaran sekolah sabat ke 11 triwulan 1 2017
Pelajaran sekolah sabat ke 1 triwulan 1 2018
Pelajaran sekolah sabat ke 10 triwulan 1 2018
Ad

Similar to Pelajaran Sekolah Sabat ke-9 triwulan III 2020 (20)

PDF
Devosional Alkitab selama 5 menit: 1
PDF
Devosional Alkitab selama 5 menit: 6
DOCX
Bukan pilih kasih
PPT
pelajaran sekolah sabat ke 7 hidup seperti kristus
PPT
3 q lesson 7 hidup seperti kristus
PPTX
Sekolah Sabat - Triwulan 4 Pelajaran 9.
PPT
Devosi Kerahiman Ilahi
PPTX
FINAL KHOTBAH ADVENTURER TAHUN 2025.pptx
PPTX
23 agustus 2014 gereja
PPTX
Pelajaran Sekolah SABAT ke-7 Triwulan 3 2014
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 8 gereja . rantepasang kec.sabbang.kab. luwu...
PPTX
Ss 2014t3 08-gereja
PDF
Teladan seorang pendidik
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 6 triwulan 2 2017
PPTX
PertjujhhyttffdssfkkokmnbvfeAdv III.pptx
PPTX
How to be an Unstopable person_ok.pptx
PPTX
Let IT Go
PPTX
Let It Go
PPTX
Let It Go
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 12 pembaharuan memulihkan hubungan-hubungan yang r...
Devosional Alkitab selama 5 menit: 1
Devosional Alkitab selama 5 menit: 6
Bukan pilih kasih
pelajaran sekolah sabat ke 7 hidup seperti kristus
3 q lesson 7 hidup seperti kristus
Sekolah Sabat - Triwulan 4 Pelajaran 9.
Devosi Kerahiman Ilahi
FINAL KHOTBAH ADVENTURER TAHUN 2025.pptx
23 agustus 2014 gereja
Pelajaran Sekolah SABAT ke-7 Triwulan 3 2014
Pelajaran sekolah sabat ke 8 gereja . rantepasang kec.sabbang.kab. luwu...
Ss 2014t3 08-gereja
Teladan seorang pendidik
Pelajaran sekolah sabat ke 6 triwulan 2 2017
PertjujhhyttffdssfkkokmnbvfeAdv III.pptx
How to be an Unstopable person_ok.pptx
Let IT Go
Let It Go
Let It Go
Pelajaran sekolah sabat ke 12 pembaharuan memulihkan hubungan-hubungan yang r...
Ad

More from David Syahputra (20)

PPTX
Sabbath school lesson 4, 1st quarter 2022
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke-2 triwulan I 2022
PPTX
Sabbath school lesson 2, 1st quarter 2022
PPTX
Sabbath school lesson 5, 4th quarter 2021
PPTX
Pelajaran Sekolah Sabat ke-5 Triwulan IV 2021
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke -4 triwulan IV 2021
PPTX
Sabbath school lesson 4, 4th quarter 2021
PPTX
Sabbath school lesson 9, 3rd quarter 2021
PPTX
Pelajaran Sekolah Sabat ke -9 Triwulan III 2021
PPTX
Sabbath school lesson 3, 3rd quarter 2021
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 12 triwulan II 2021
PPTX
Sabbath school lesson 13, 2nd quarter 2021
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke- 13 triwulan III 2021
PPTX
Sabbath school lesson 1, 3rd quarter 2021
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke- 1 triwulan III 2021
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke --2 triwulan III 2021
PPTX
Sabbath school lesson 12, 2nd quarter 2021
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 9 triwulan II 2021
PPTX
Sabbath school lesson 9, 2nd quarter 2021
PPTX
Pelajaran sekolah sabat ke 10 triwulan II 2021
Sabbath school lesson 4, 1st quarter 2022
Pelajaran sekolah sabat ke-2 triwulan I 2022
Sabbath school lesson 2, 1st quarter 2022
Sabbath school lesson 5, 4th quarter 2021
Pelajaran Sekolah Sabat ke-5 Triwulan IV 2021
Pelajaran sekolah sabat ke -4 triwulan IV 2021
Sabbath school lesson 4, 4th quarter 2021
Sabbath school lesson 9, 3rd quarter 2021
Pelajaran Sekolah Sabat ke -9 Triwulan III 2021
Sabbath school lesson 3, 3rd quarter 2021
Pelajaran sekolah sabat ke 12 triwulan II 2021
Sabbath school lesson 13, 2nd quarter 2021
Pelajaran sekolah sabat ke- 13 triwulan III 2021
Sabbath school lesson 1, 3rd quarter 2021
Pelajaran sekolah sabat ke- 1 triwulan III 2021
Pelajaran sekolah sabat ke --2 triwulan III 2021
Sabbath school lesson 12, 2nd quarter 2021
Pelajaran sekolah sabat ke 9 triwulan II 2021
Sabbath school lesson 9, 2nd quarter 2021
Pelajaran sekolah sabat ke 10 triwulan II 2021

Recently uploaded (10)

PPTX
Khotbah Gereja Advent - Rahasia Kerajaan Surga.pptx
PPTX
kurikulum mentoring sekolah jenjang SMP SMA.pptx
PPTX
PENGANTAR YAJNA UNTUK SARATHI BANTEN TAHUN 2022.pptx
PPTX
Bab 1 agama kelas 11 ppt ini dibuat oleh saya
PPTX
3. PERAN DAN KETELADANAN TOKOH ULAMA INDONESIA.pptx.pptx
PPTX
Sekolah Sabat - Triwulan 3 2025 - Pelajaran 9
PPTX
Pakaian LITURGI dalam gereja katolik.pptx
PDF
hukum poligami menurut ajaran agama islam
PPTX
Pelajaran Sekolah Sabat ke-9 Triwulan III 2025.pptx
PPTX
Sekolah Sabat - Triwulan 3 2025 - Pelajaran 10
Khotbah Gereja Advent - Rahasia Kerajaan Surga.pptx
kurikulum mentoring sekolah jenjang SMP SMA.pptx
PENGANTAR YAJNA UNTUK SARATHI BANTEN TAHUN 2022.pptx
Bab 1 agama kelas 11 ppt ini dibuat oleh saya
3. PERAN DAN KETELADANAN TOKOH ULAMA INDONESIA.pptx.pptx
Sekolah Sabat - Triwulan 3 2025 - Pelajaran 9
Pakaian LITURGI dalam gereja katolik.pptx
hukum poligami menurut ajaran agama islam
Pelajaran Sekolah Sabat ke-9 Triwulan III 2025.pptx
Sekolah Sabat - Triwulan 3 2025 - Pelajaran 10

Pelajaran Sekolah Sabat ke-9 triwulan III 2020

  • 1. Pelajaran 9 Triwulan III 2020 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,” (1 Petrus 3:15).
  • 2. Mencari orang yang mau membuka hati Menyampaikan ucapan-ucapan yang membangun Menekankan hal-hal positif Menerima semua orang Mengajar dengan kasih Yesus menghormati setiap orang yang Ia temui dan memperlakukan mereka dengan penuh rasa hormat. Ia memberi pengaruh pada mereka, saat Ia mendorong mereka untuk menerima Kerajaan ALLAH. Kita dapat belajar bagaimana memperlakukan orang seperti yang Yesus lakukan dengan mengikuti teladan-Nya serta ajaran para rasul. Bagaimana kita dapat mengembangkan sebuah sikap yang memenangkan ketika mengkhotbahkan injil?
  • 3. MENCARI ORANG-ORANG YANG MAU MEBUKA HATI “Ia harus melintasi daerah Samaria.” (Yohanes 4:4) Orang Yahudi biasanya mengikuti rute lain untuk pergi dari Yerusalem ke Galilea agar tidak melalui Samaria. Lalu mengapa Yesus sengaja melewati daerah itu? Orang Samaria mencampur adukkan kebenaran dan penyembahan berhala. Itu sebabnya orang Israel tidak mengizinkan mereka bekerja sama dalam membangun Bait Suci (Ezra 4: 1-4). Murid-murid berpendapat, mengabar injil di negeri yang tidak bersahabat itu adalah pekerjaan yang sia-sia. Namun, ROH KUDUS telah bekerja dalam hati orang Samaria di Sikhar sehingga membuat mereka menerima pekabaran tersebut. Karena itu, Yesus perlu menanamkan kebenaran di sana. Penaburan firman itu segera menghasilkan buah pertamanya, dan kemudian panen yang melimpapun terjadi (Yohanes 4:39-41; Kisah Para Rasul 8:5-25).
  • 4. MENYAMPAIKAN UCAPAN-UCAPAN YANG MEMBANGUN “Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.” (Markus 14:8) Sebaliknya, ucapan-ucapan yang membangun justru akan menguatkan dan menolong bertumbuhnya iman mereka. Dalam Matius 15: 21-28, seorang wanita Kanaan datang kepada Yesus dengan sebuah permintaan, dan dia tidak mau menerima jawaban “tidak” dari YESUS. Ia memberi ucapan yang membangun padanya di depan para murid-Nya; Ia berkata kepada perempuan itu, "Besar imanmu!" Yesus juga memberi ucapan membangun kepada Maria setelah dia dikritik dengan keras atas tindakannya terhadap-YESUS: “Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.” (Mark 14:8) Sikap yang kasar dan mengkritik akan membuat orang menjauh dari kita. Mereka tidak akan mau mendengarkan kesaksian kita.
  • 5. “Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu,” (2Tesalonika 1:3) MENEKANKAN HAL-HAL POSITIF Paulus menulis suratnya untuk mendorong dan menguatkan gereja- gereja lokal. Terkadang dia harus menegur mereka atas kesalahan mereka, tetapi terlebih dahulu dia selalu menekankan hal-hal positif di dalam suratnya tersebut. Sangat penting bagi kita untuk menumbuhkan kebiasaan mencari hal- hal positif dalam diri seseorang. Melalui cara ini kita akan menciptakan ikatan persahabatan yang dalam dan kita akan membawa mereka lebih dekat kepada Kristus.
  • 6. MENERIMA SEMUA ORANG “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.” (Roma 15:7) Siapa yang mengenal kita lebih baik daripada Kristus? Ia tahu hal baik dan buruk dalam diri kita. Meskipun demikian, Ia tetap menerima kita, mengampuni kita, dan mengasihi kita. Kita tidak pantas menerima-Nya, tetapi Ia menerima kita dalam kebaikan-Nya. Bukankah kita harus menerima orang lain sebagaimana Ia menerima kita? Kita harus menerima semua orang. Bukan karena seberapa baik atau jahatnya mereka, tetapi karena Kristus telah menerima kita terlebih dahulu (meskipun kita sangat jahat). Sikap penerimaan dan kasih akan membuka hati dan mengubah kehidupan orang-orang di sekitar kita.
  • 7. MENGAJAR DENGAN KASIH “Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,” (1 Petrus 3:15) Mengajarkan kebenaran tanpa kasih mengarah pada legalisme yang menghakimi sikap acuh tak acuh. Mengajarkan kebenaran dengan kasih akan membuka hati dan menuntun seseorang kepada hubungan yang menyelamatkan bersama Yesus. Kita harus siap mempertahankan apa yang kita yakini. Namun, kita harus selalu melakukannya dengan kerendahan hati, rasa hormat, dan kasih. Tunjukkan kepada orang lain kasih yang sama yang telah ditunjukkan Kristus kepada kita. Mintalah ROH KUDUS untuk memimpin kita kepada orang- orang dengan hati yang terbuka. Kemudian tekankan hal-hal baik yang kita lihat dalam diri mereka, terimalah mereka tanpa mengkritiknya, dan ajari mereka dengan penuh kasih.
  • 8. “Walaupun kita masih belum penuh kasih dan belum baik dalam tabiat, merasa benci, saling membenci,” Bapa kita yang di surga berkemurahan hati kepada kita. […] Kasih-Nya yang diterima, akan membuat kita, dalam sikap yang sama, baik dan lemah-lembut, bukan hanya kepada orang-orang yang menyenangkan kita, tetapi kepada orang-orang yang paling bersalah dan berdosa[…] Walaupun orang-orang berdosa yang hatinya sama sekali tidak tertutup kepada Roh Allah, akan bersaksi kepada kebaikan; sementara mereka bisa membalas kebencian dengan kebencian, mereka juga akan membalas kasih dengan kasih. Tetapi hanya Roh Allah yang membalas kebencian dengan kasih. Menjadi baik kepada orang-orang yang tidak berterima kasih dan orang-orang jahat, berbuat baik tanpa mengharapkan apa-apa kembali, adalah lencana keluarga surga, tanda yang pasti yang olehnya anak-anak dari Yang Mahatinggi menyatakan tingkat hidup mereka yang tinggi.” E.G.W. (Thoughts From the Mount of Blessing, cp. 3, p. 75)