PENCEGAHAN DAN
PENGENDALIAN INFEKSI
DENGAN PENERAPAN
BUNDLES HAIs
dr. Rusydiyah Arby
PROGRAM PPI
1.
PENGERTIAN BUNDLES
2.
PELAKSANAAN BUNDLES HAIs :
3.
ISK
IDO
IADP
VAP
PLABSI
4. PELAKSANAAN BUNDLE PPI LAINNYA :
PENGGUNAAN ALAT BANTU
PERNAPASAN
TERAPI INHALASI
PERAWATAN LUKA
Infeksi pada pasien di rumah sakit atau tempat
pelayanan kesehatan lain yang belum tampak atau
tidak sedang masa inkubasi pada saat pasien pertama
kali masuk atau yang terjadi selama pasien dirawat di
rumah sakit lebih dari 48 jam, yang tidak muncul pada
saat masuk rumah sakit. Termasuk juga infeksi yang
didapatkan pasien selama masa perawatan di rumah
sakit atau fasilitas kesehatan yang baru muncul
setelah pasien telah keluar, maupun juga infeksi pada
staff rumah sakit karena pekerjaannya
(sumber WHO)
PROGRAM PPI
PMK 27 TAHUN 2017 ttg PPI dan PEDOMAN TEKNIS PPI DI FASYANKES
Kewaspadaan Isolasi
1.
Pencegahan dan Pengendalian
Infeski dengan Bundles HAIs
2.
Surveilans
3.
Pendidikan dan Pelatihan PPI
4.
Penggunaan AB yang bijak
5.
MONTORING DAN EVALUASI
AUDIT  Memastikan Masalah
1.
ICRA  Upaya Pemecahan Masalah
2.
RISK ASSESMENT
GAP ANALYSIS :
NEW
IMPROVE
PROCEDURE COMPLIANCE YOUR BUNDLE
Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dengan Penerapan Bundles Hais.pdf
B
U
N
D
L
E
S
BUNDLES HAIs:
CLABSI/IADP
VAP
ISK
IDO
PPI Lainnya :
Penggunaan alat bantu
pernapasan
Terapi inhalasi
Perawatan luka
PENILAIAN RESIKO INFEKSI
CLABSI
TEKNIK
PEMASANGAN
TEKNIK ASPETIK
APD
ISK
TEKNIK
PEMASANGAN
TEKNIK ASPETIK
PERAWATAN
VAP
TEKNIK INSERSI
MAINTANANCE
IDO
PRE OP
INTRA OP
POST OP
B
U
N
D
L
E
S
HAIs
BUNDLES PPI LAINNYA
Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dengan Penerapan Bundles Hais.pdf
Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dengan Penerapan Bundles Hais.pdf
PENGERTIAN
PENGERTIAN
Kolonisasi  adanya mikroorganisme dalam
darah tidak disertai dgn gejala klinis
Bacterimia  hasil kultur darah (+) ada
mikroorganisme dgn gejala demam,
menggigil, dan hipotensi
CLABSI (CATHETHER LINE ASSOCIATED
BLOOD STREAM INFECTION)  INFEKSI
ALIRAN DARAH PEMASANGAN KATETER
VENA SENTRAL
Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dengan Penerapan Bundles Hais.pdf
Kriteria klinis CLABSI / IADP
MORBILITAS MENINGKAT
PENANGANAN LEBIH KOMPLEKS
LOS MENINGKAT
MORTALITAS MENINGKAT
BIAYA MENINGKAT
BUNDLES IADP/cLABSI MAINTANANCE
INSERSI
BUNDLES IADP
HAND HYGIENE
MAX BARRIER
PRECAUTION
SKIN PREPARATION
CATH SITE SELECTION
BUNDLE INSERSI
BUNDLE
MAINTANANCE
PEMASANGAN KATETER PERIFER (infus)
CLABSI / IADP
BUNDLES
Kaji kebutuhan
Kebersihan tangan
Teknik steril
Petugas terampil
Perawatan area insersi
Penggantian administrasi set
Edukasi
Disinfeksi area insersi
Ventilator Associa
Pneumonia
(VAP)
Understanding VAP
Ventilator
associated
pneumonia
HEALTHCARE ASSOCIATED
PNEUMONIA
Understanding VAP
Ventilator associated pnemonia adalah
merupakan suatu proses infeksi yang terjadi
pada parenkim paru yang disebabkan karena
pemasangan ETT dan ventilator mekanik lebih
dari 48-72 jam dan sebelumnya tidak dalam
masa inkubasi.
Berdasarkan joint trauma system clinical
practice guideline (jts cpg)  5 – 15%
pasien terventilator terdiagnosa VAP
Risk Factors
Penggunaan ventilator lama
Posisi supine
Gangguan besihan jalan
napas
Leak/kebocoran pada cuff
Sirkuit dan mesin yang tidak
dilakukan tindakan asepsis
Mekanisme Terjadinya VAP
Pneumonia Flow
Diagram for
Patients
INSERS MAINTENANCE
BUNDLES
HAND HYGIENE
1.
TEKNIK ASEPRIK
2.
PENGGUNAAN
APD
3.
PROSEDUR
SEDASI DAN
ANALGETIK
4.
HH saat memanipulasi
ETT/sirkuit ventilator
1.
Posisi Kepala 30⁰ – 40⁰
2.
Kebersihan mulut tiap 6
jam
3.
Manajemen sekresi jika
indikasi
4.
Kaji kebutuhan sedasi
5.
Pemberian Profilaxis
peptic ulcer
6.
Pemberian profilaxis DVT
7.
PREVENTION OF VENTILATOR
ASSOCIATED PNEUMONIA
INFEKSI SALURAN KEMIH
(ISK)
PENGERTIAN
Menurut CDC, terkait kateter infeksi
saluran kemih (CAUTI) dapat terjadi ketika
kuman dan/atau bakteri masuk ke dalam
saluran kemih, melibatkan salah satu
organ atau struktur saluran kemih, melalui
kateter urin dan menyebabkan infeksi.
(Termasuk ginjal, ureter, kandung kemih,
dan/atau uretra) :
ISK Simptomatik
Bakteriuria Asimptomatik
Infeksi lain dari ISK
KATEGORI CAUTI
CAUTI adalah infeksi yang terjadi pada
pasien yang teroasang kateter urine >48 jam
dan tidak dalam masa inkubasi sebelumnya
Pasien memiliki kultur urin dengan tidak lebih
2 spesies organisme yang teridentifikasi
(tidak termasuk flora campuran. Candida,
jamur, dan parasite)
Tanda dan gejala
Demam (>38 derajat celcius)
Nyeri suprapubic
Urine berubah warna, frek urine, dysuria
Adanya tanda abses
According to the National Healthcare Safety
Network (NHSN), UTIs are the most common
type of healthcare-associated infection
(HAI) reported - approximately 75% are
associated with a urinary catheter
CAUTI is a potentially
life-threatening HAI for
LTC residents:
▪1.6 million to 3.8
million infections
annually
▪388,000 deaths
annually
HAI’s in LTC facilities can be costly: ▪$38
million to $137 million annually for
antimicrobial therapy ▪$673 million to $2
billion due to hospitalizations annually
Why are CAUTI’s bad?
PATOGENESIS
Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dengan Penerapan Bundles Hais.pdf
BUNDLES CAUTI
INSERSI KATETER
HAND HYGIENE sebelum dan setelah pemasangan atau manipulasi kateter
1.
Pemasangan oleh tenaga TERLATIH
2.
Teknik ASEPTIK dan peralatan STERIL
3.
Pastikan pemasangan benar untuk mencegah pergerakan yang meminimalkan
trauma (FIKSASI)
4.
Urine bag lebih rendah dari blader dan tidak menyentuh lantai
5.
Close system dan tulis tanggal pemasangan urine kateter
6.
PERAWATAN KATETER :
Pertahankan sterilisasi dan closed system. Tidak membuka sambungan kateter
kec jika ada IRIGASI
1.
Pertahankan aliran urine lancer.
2.
Ganti kateter dan urine bag jika sesuai indikasi : kotor dan rusak
3.
Monitor tanda dan gejala
4.
Tidak menggunakan Antibiotik untuk prophylaksis
5.
Pertahankan kantong dan tubing kateter lebih rendah dari blader dengan
posisi lurus
6.
INFEKSI DAERAH OPERASI
(IDO)
PENGERTIAN
Adanya infeksi yang terjadi pada
bagian tubuh yang dilakukan tindakan
pembedahan
KRITERIA IDO
IDO Insisi Superficial :
Terjadi dalam waktu 30 hari setelah operasi, dan
1.
Hanya melibatkan kulit dan jaringan subkutan, dan
2.
Pasien memiliki salah satu tanda berikut :
3.
ada drainase purulent
hasil kultur teridentifikasi adanya
microorganism
Insisi superfisial yang sengaja dibuka oleh ahli
bedah/dokter yg ditunjuk, dan pasien memiliki
salah satu gejala nyeri, bengkak, merah dan
panas
Didiagnosis IDO oleh DPJP
IDO Insisi Dalam (Deep incisional SSI)
Terjadi dalam waktu 30 – 90 hari setelah operasi, dan
1.
Melibatkan jaringan lunak dalam (deep soft tissues), contoh
:lapisan fasial dan otot), dan
2.
Pasien memiliki salah satu tanda berikut :
3.
ada drainase purulent
sayatan dalam yang secara spontan pecah, atau sengaja
dibuka atau disedot oleh ahli bedah, atau dokter yang
ditunjuk dan hasil kultur teridentifikasi adanya
microorganism dan pasien mengalami salah satu gejala :
Demam > 38 derajat Celsius, nyeri
abses atau bukti infeksi lain yang melibatkan sayatan
dalam yang terdeteksi pada pemeriksaan anatomi atau
histopatologi, atau tes pencitraan
PENERAPAN PENCEGAHAN INFEKSI PADA
TINDAKAN OPERASI
PRE OPERATIF
INTRA
OPERATIF
PASCA
OPERATIF
Mandi dengan sabun antiseptic
1.
Pastikan ruangan tertata baik,
bersih, dan sirkulasi baik
2.
Pencukuran rambut jika
mengganggu jalannya operasi
menggunakan clipper
3.
APD sesuai indikasi
4.
Batasi jumlah orang dalam
ruangan
5.
Gunakan APD sesuai indikasi dan resiko pajanan
1.
Skin preparasi (alcohol atau iodine 2% atau
clorhexidin 2-4%)
2.
Sirkulasi 12x/jam suhu 19-24 C kelembaban 40-
60%
3.
Hindari penggunan AB sbg irigasi luka
4.
Jangan memberikan AB ke daerah sayatan
pembedahan
5.
Peralatan dipergunakan sesuai kriteria kritikal,
semi kritikal, dan nok kritikal
6.
Tindakan teknik aseptic
1.
Tidak menggunakan antimikroba topical
untuk perawatan luka
2.
Melepas dressing < 48 jam
3.
Pilih dressing sesuai kondisi luka
4.
PPI PADA ABSES GIGI
PRA TINDAKAN SETELAH
TINDAKAN
PASCA TINDAKAN
Pastikan sirkulasi baik dan
lingkungan bersih serta
peralatan tertata rapi
1.
Gunakan APD sesuai indikasi
jenis paparan
2.
Pastikan peralatan sesuai
jenis kritikal, semi kritikal, dan
non kritikal
3.
Pastikan air kumur dan linen
digunakan pasien bersih
4.
Pertahankan tindakan aseptic
1.
Pastikan peralatan yang
digunakan sesuai standar, bila
terkontaminasi segera GANTI
2.
Pastikan sirkulasi udara
menjamin AEROSOL
TERKENDALI
3.
Hindari kontaminasi daerah
produk darah pada lingkungan
jika memungkinkan
4.
Segera lepaskan sarung tangan
dan lakukan HH
1.
Sisa layanan pasien di buang ke
limbah infeksius
2.
Bersihkan semua permukaan meja
gigi dengan disinfektan, jika ada
tumpahan darah gunakan spill kit
3.
Ganti alat Kesehatan pasien untuk
pasien selanjutnya
4.
Pertimbangkan penggunaan AB
sebagai terapi
5.
PERIPHERAL LINE
ASSOCIATED BLOOD
STREAM INFECTION
(PLABSI)
PENGERTIAN
PLABSI adalah infeksi yang terjadi akibat
pemasangan IV line Perifer (Infus)
TUJUAN
Mempertahan atau mengganti cairan tubuh
yang mengandung air, elektrolit, vitamin,
protein, lemak, dan kalori yang tidak dapat
dipertahankan secara adekuat melalui oral
1.
Memperbaiki keseimbangan asam basa dan
komponen volume darah
2.
Memberikan jalan masuk untuk pemberian
obat
3.
Pemberian nutrisi
4.
Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dengan Penerapan Bundles Hais.pdf
BUNDLE PLABSI
INSERSI PERAWATAN
Kebersihan tangan
1.
Gunakan sarung tangan bersih
2.
Gunakan troli tindakan
3.
Pemilihan lokasi insersi
4.
Disinfeksi alcohol 70%
5.
Penutupan area insersi, jika ada
transparan dressing lebih baik
6.
Pastikan perangkat infus tertutup
dan tergantung
7.
Berikan label yang jelas
8.
HH
1.
APD sesuai indikasi
2.
Disinfeksi dengan alkohol70% saat
manipulasi IV
3.
Gunakan kasa atau balutan steril
4.
Jika ada bekuan segera ganti
5.
Perawatan dan penggantian
administrasi set :
6.
Ganti 3 – 5 hari
Transfusi set
Parenteral nutrisi 24 jam
7. Jika tidak diperlukan segera
lepas
PENCEGAHAN
LANJUT KEJADIAN
PHLEBITIS
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) LAINNYA
Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dengan Penerapan Bundles Hais.pdf
Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dengan Penerapan Bundles Hais.pdf
Thanks!

More Related Content

PPTX
POWER POINT PPI.pptx
PDF
BUNDLES HAIS FKTP MARET 2023.pdf
PPTX
BUNDLES HAIS KAP.pptx
PPTX
ICRA - manajemen risiko.pptx
PPTX
zoominar ppi april 2022.pptx
PPTX
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) _BimTek "AKREDITASI RS (KepMenKes 2...
PPT
7. Prinsip Pencegahan Infeksi dalam Praktik Kebidanan (1).ppt
PDF
1. PPI .pdf
POWER POINT PPI.pptx
BUNDLES HAIS FKTP MARET 2023.pdf
BUNDLES HAIS KAP.pptx
ICRA - manajemen risiko.pptx
zoominar ppi april 2022.pptx
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) _BimTek "AKREDITASI RS (KepMenKes 2...
7. Prinsip Pencegahan Infeksi dalam Praktik Kebidanan (1).ppt
1. PPI .pdf

What's hot (20)

PPTX
Audit Kebersihan Tangan KKT.pptx
DOCX
Contoh Full spo spill kit
PPT
konsep dan prinsip patient safety.ppt
PPT
KEBERSIHAN TANGAN TOT.ppt
PPT
06. proses kejadian dan riwayat alamiah penyakit
PPTX
Sterilisasi, desinfeksi, dekontaminasi
DOC
Spo transfer pasien antar ruangan
PDF
icra.pdf
PPTX
Sasaran Keselamatan Pasien (Patient Safety)
PPTX
pencegahan dan pengendalian infeksi.pptx
PPTX
power point Pencegahan dan Pengenadalian Infeksi (PPI)
PDF
Aspek etik dan legal dalam keperawatan gawat darurat ppt
PDF
Kewaspadaan Isolasi.pdf
PPTX
Epidemiologi Lanjut : Penelitian Case Control
PPTX
01. etika batuk dan bersin
DOC
A.indikator mutu-dan-keselamatan-pasien-doc(implementasi)
DOCX
360552721-Laporan-Bulanan-Ppi-September-2017-Copy.docx
PPTX
PPI DASAR UNTUK IHT.pptx
PPT
15. SURVEILANS HAIS.ppt
PPT
- AUDIT KEBERSIHAN TANGAN.ppt
Audit Kebersihan Tangan KKT.pptx
Contoh Full spo spill kit
konsep dan prinsip patient safety.ppt
KEBERSIHAN TANGAN TOT.ppt
06. proses kejadian dan riwayat alamiah penyakit
Sterilisasi, desinfeksi, dekontaminasi
Spo transfer pasien antar ruangan
icra.pdf
Sasaran Keselamatan Pasien (Patient Safety)
pencegahan dan pengendalian infeksi.pptx
power point Pencegahan dan Pengenadalian Infeksi (PPI)
Aspek etik dan legal dalam keperawatan gawat darurat ppt
Kewaspadaan Isolasi.pdf
Epidemiologi Lanjut : Penelitian Case Control
01. etika batuk dan bersin
A.indikator mutu-dan-keselamatan-pasien-doc(implementasi)
360552721-Laporan-Bulanan-Ppi-September-2017-Copy.docx
PPI DASAR UNTUK IHT.pptx
15. SURVEILANS HAIS.ppt
- AUDIT KEBERSIHAN TANGAN.ppt
Ad

Similar to Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dengan Penerapan Bundles Hais.pdf (20)

PPTX
Workshop PPI Untuk Calon Surveyor
PPTX
POWER POINT BUNDEL HAIS PPTDALAM PELAKSANAAN DI PUSKESMAS
PPTX
BUNDLES HAIS oke (1).pptx.penting untuk akreditasi puskesmas
PPTX
BUNDLES HAIS KAP.pptx
PPTX
BUNDLES HAIS - pelatihan PPI di FKTP gelombang 3
PPTX
HAISN ADALAH HHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH
PPTX
BUNDLES HAIS PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
PPTX
BUNDLES PENCEGAHAN INFEKSI RUMAH SAKIT DAN PUSKESMAS
PPTX
7. PENYUNTIKAN YANG AMAN_.pptx
PPTX
BUNDLES HAIS PENCEGAHAN PENGENDALIAN INFEKSI.pptx
PDF
pencegahan_pengendalian_infeksi.pdf
PPTX
SOSIS PPI DOKTER (1).pptx
PPTX
Konsep dasar infeksi dan program PPI.pptx
PPTX
PPT PPI des 2023.pptx
PDF
Implementasi ppi pada pesien covid 19
PPTX
materi PPI PELATIHAN ICU SEPTEMBER 24.pptx
PDF
PPI DI RAWAT JALAN _ HD.pdf
PDF
PENERAPAN PPI : BUNDLES HAIS_WARDANELLA.pdf
PPTX
KONSEP DAN PROGRAM PPI oleh dr JURMIATI.pptx
PPTX
PPI-UMSIDA.pptx
Workshop PPI Untuk Calon Surveyor
POWER POINT BUNDEL HAIS PPTDALAM PELAKSANAAN DI PUSKESMAS
BUNDLES HAIS oke (1).pptx.penting untuk akreditasi puskesmas
BUNDLES HAIS KAP.pptx
BUNDLES HAIS - pelatihan PPI di FKTP gelombang 3
HAISN ADALAH HHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH
BUNDLES HAIS PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
BUNDLES PENCEGAHAN INFEKSI RUMAH SAKIT DAN PUSKESMAS
7. PENYUNTIKAN YANG AMAN_.pptx
BUNDLES HAIS PENCEGAHAN PENGENDALIAN INFEKSI.pptx
pencegahan_pengendalian_infeksi.pdf
SOSIS PPI DOKTER (1).pptx
Konsep dasar infeksi dan program PPI.pptx
PPT PPI des 2023.pptx
Implementasi ppi pada pesien covid 19
materi PPI PELATIHAN ICU SEPTEMBER 24.pptx
PPI DI RAWAT JALAN _ HD.pdf
PENERAPAN PPI : BUNDLES HAIS_WARDANELLA.pdf
KONSEP DAN PROGRAM PPI oleh dr JURMIATI.pptx
PPI-UMSIDA.pptx
Ad

Recently uploaded (20)

PDF
Novel Dari Pencegahan Ilmiah Edward Jenner dan Louis Pasteur ke Pencegahan Be...
PDF
1. Rekap By Name Anak Skrining - Register Per Nama Anak SD.pdf
PPTX
materi sekolah lansia osteoporosis.pptx
PPTX
rembuq_MATERI_STUNTING__25_ds_Tanjung[1].pptx
PPTX
Health Impact Assessment Module 1- Bahasa -HBK.pptx
PDF
TEORI FONDASI IDEOLOGIS DAN NOVEL SEJARAH KESEHATAN ORDE BARU PRESIDEN SOEHAR...
PDF
NOVEL MOMENTUM KESEHATAN ABAD INI ADALAH VISI INDONESIA EMAS 2045. KARYA Fer...
PDF
Novel Puskesmas Adalah Cinta. Karya Ferizal Bapak Sastra Kesehatan Indonesia
PDF
TEORI FONDASI IDEOLOGIS DAN NOVEL SEJARAH KESEHATAN ORDE BARU PRESIDEN SOEHAR...
PDF
NOVEL INSPIRASI AI INDONESIA : Hippocrates, Pierre Fauchard, Ottawa Charter 1...
PDF
NOVEL INSPIRASI AI INDONESIA : Hippocrates, Pierre Fauchard, Ottawa Charter 1...
PPTX
MATERI TENTANG PPT KELOMPOK 4 DEMAM THYPOID
PPTX
05. MPI 5 - SURVEILANS CAMPAK RUBELLA.pptx
PPTX
persentasi penanggulangan stanting dalam negeri
PDF
Novel Legenda Trisula Cahaya : Hippocrates, Pierre Fauchard, dan Ferizal . K...
PDF
NOVEL INSPIRASI AI INDONESIA : Hippocrates, Pierre Fauchard, Ottawa Charter 1...
PPTX
PPT PKM LAMPER TENGAH NOVITA DAN PUTRI.pptx
PDF
Novel Legenda Trisula Cahaya : Hippocrates, Pierre Fauchard, dan Ferizal . K...
PDF
Novel Puskesmas Adalah Cinta. Karya Ferizal Bapak Sastra Kesehatan Indonesia
PPTX
PRESENTASI KASUS AJB SCABIES laporan kasus
Novel Dari Pencegahan Ilmiah Edward Jenner dan Louis Pasteur ke Pencegahan Be...
1. Rekap By Name Anak Skrining - Register Per Nama Anak SD.pdf
materi sekolah lansia osteoporosis.pptx
rembuq_MATERI_STUNTING__25_ds_Tanjung[1].pptx
Health Impact Assessment Module 1- Bahasa -HBK.pptx
TEORI FONDASI IDEOLOGIS DAN NOVEL SEJARAH KESEHATAN ORDE BARU PRESIDEN SOEHAR...
NOVEL MOMENTUM KESEHATAN ABAD INI ADALAH VISI INDONESIA EMAS 2045. KARYA Fer...
Novel Puskesmas Adalah Cinta. Karya Ferizal Bapak Sastra Kesehatan Indonesia
TEORI FONDASI IDEOLOGIS DAN NOVEL SEJARAH KESEHATAN ORDE BARU PRESIDEN SOEHAR...
NOVEL INSPIRASI AI INDONESIA : Hippocrates, Pierre Fauchard, Ottawa Charter 1...
NOVEL INSPIRASI AI INDONESIA : Hippocrates, Pierre Fauchard, Ottawa Charter 1...
MATERI TENTANG PPT KELOMPOK 4 DEMAM THYPOID
05. MPI 5 - SURVEILANS CAMPAK RUBELLA.pptx
persentasi penanggulangan stanting dalam negeri
Novel Legenda Trisula Cahaya : Hippocrates, Pierre Fauchard, dan Ferizal . K...
NOVEL INSPIRASI AI INDONESIA : Hippocrates, Pierre Fauchard, Ottawa Charter 1...
PPT PKM LAMPER TENGAH NOVITA DAN PUTRI.pptx
Novel Legenda Trisula Cahaya : Hippocrates, Pierre Fauchard, dan Ferizal . K...
Novel Puskesmas Adalah Cinta. Karya Ferizal Bapak Sastra Kesehatan Indonesia
PRESENTASI KASUS AJB SCABIES laporan kasus

Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Dengan Penerapan Bundles Hais.pdf

  • 1. PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DENGAN PENERAPAN BUNDLES HAIs dr. Rusydiyah Arby
  • 2. PROGRAM PPI 1. PENGERTIAN BUNDLES 2. PELAKSANAAN BUNDLES HAIs : 3. ISK IDO IADP VAP PLABSI 4. PELAKSANAAN BUNDLE PPI LAINNYA : PENGGUNAAN ALAT BANTU PERNAPASAN TERAPI INHALASI PERAWATAN LUKA
  • 3. Infeksi pada pasien di rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lain yang belum tampak atau tidak sedang masa inkubasi pada saat pasien pertama kali masuk atau yang terjadi selama pasien dirawat di rumah sakit lebih dari 48 jam, yang tidak muncul pada saat masuk rumah sakit. Termasuk juga infeksi yang didapatkan pasien selama masa perawatan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang baru muncul setelah pasien telah keluar, maupun juga infeksi pada staff rumah sakit karena pekerjaannya (sumber WHO)
  • 4. PROGRAM PPI PMK 27 TAHUN 2017 ttg PPI dan PEDOMAN TEKNIS PPI DI FASYANKES Kewaspadaan Isolasi 1. Pencegahan dan Pengendalian Infeski dengan Bundles HAIs 2. Surveilans 3. Pendidikan dan Pelatihan PPI 4. Penggunaan AB yang bijak 5. MONTORING DAN EVALUASI AUDIT  Memastikan Masalah 1. ICRA  Upaya Pemecahan Masalah 2.
  • 5. RISK ASSESMENT GAP ANALYSIS : NEW IMPROVE PROCEDURE COMPLIANCE YOUR BUNDLE
  • 7. B U N D L E S BUNDLES HAIs: CLABSI/IADP VAP ISK IDO PPI Lainnya : Penggunaan alat bantu pernapasan Terapi inhalasi Perawatan luka
  • 8. PENILAIAN RESIKO INFEKSI CLABSI TEKNIK PEMASANGAN TEKNIK ASPETIK APD ISK TEKNIK PEMASANGAN TEKNIK ASPETIK PERAWATAN VAP TEKNIK INSERSI MAINTANANCE IDO PRE OP INTRA OP POST OP B U N D L E S HAIs BUNDLES PPI LAINNYA
  • 11. PENGERTIAN PENGERTIAN Kolonisasi  adanya mikroorganisme dalam darah tidak disertai dgn gejala klinis Bacterimia  hasil kultur darah (+) ada mikroorganisme dgn gejala demam, menggigil, dan hipotensi CLABSI (CATHETHER LINE ASSOCIATED BLOOD STREAM INFECTION)  INFEKSI ALIRAN DARAH PEMASANGAN KATETER VENA SENTRAL
  • 14. MORBILITAS MENINGKAT PENANGANAN LEBIH KOMPLEKS LOS MENINGKAT MORTALITAS MENINGKAT BIAYA MENINGKAT
  • 16. BUNDLES IADP HAND HYGIENE MAX BARRIER PRECAUTION SKIN PREPARATION CATH SITE SELECTION BUNDLE INSERSI BUNDLE MAINTANANCE
  • 17. PEMASANGAN KATETER PERIFER (infus) CLABSI / IADP BUNDLES Kaji kebutuhan Kebersihan tangan Teknik steril Petugas terampil Perawatan area insersi Penggantian administrasi set Edukasi Disinfeksi area insersi
  • 20. Understanding VAP Ventilator associated pnemonia adalah merupakan suatu proses infeksi yang terjadi pada parenkim paru yang disebabkan karena pemasangan ETT dan ventilator mekanik lebih dari 48-72 jam dan sebelumnya tidak dalam masa inkubasi. Berdasarkan joint trauma system clinical practice guideline (jts cpg)  5 – 15% pasien terventilator terdiagnosa VAP
  • 21. Risk Factors Penggunaan ventilator lama Posisi supine Gangguan besihan jalan napas Leak/kebocoran pada cuff Sirkuit dan mesin yang tidak dilakukan tindakan asepsis
  • 24. INSERS MAINTENANCE BUNDLES HAND HYGIENE 1. TEKNIK ASEPRIK 2. PENGGUNAAN APD 3. PROSEDUR SEDASI DAN ANALGETIK 4. HH saat memanipulasi ETT/sirkuit ventilator 1. Posisi Kepala 30⁰ – 40⁰ 2. Kebersihan mulut tiap 6 jam 3. Manajemen sekresi jika indikasi 4. Kaji kebutuhan sedasi 5. Pemberian Profilaxis peptic ulcer 6. Pemberian profilaxis DVT 7. PREVENTION OF VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA
  • 26. PENGERTIAN Menurut CDC, terkait kateter infeksi saluran kemih (CAUTI) dapat terjadi ketika kuman dan/atau bakteri masuk ke dalam saluran kemih, melibatkan salah satu organ atau struktur saluran kemih, melalui kateter urin dan menyebabkan infeksi. (Termasuk ginjal, ureter, kandung kemih, dan/atau uretra) : ISK Simptomatik Bakteriuria Asimptomatik Infeksi lain dari ISK
  • 27. KATEGORI CAUTI CAUTI adalah infeksi yang terjadi pada pasien yang teroasang kateter urine >48 jam dan tidak dalam masa inkubasi sebelumnya Pasien memiliki kultur urin dengan tidak lebih 2 spesies organisme yang teridentifikasi (tidak termasuk flora campuran. Candida, jamur, dan parasite) Tanda dan gejala Demam (>38 derajat celcius) Nyeri suprapubic Urine berubah warna, frek urine, dysuria Adanya tanda abses
  • 28. According to the National Healthcare Safety Network (NHSN), UTIs are the most common type of healthcare-associated infection (HAI) reported - approximately 75% are associated with a urinary catheter CAUTI is a potentially life-threatening HAI for LTC residents: ▪1.6 million to 3.8 million infections annually ▪388,000 deaths annually HAI’s in LTC facilities can be costly: ▪$38 million to $137 million annually for antimicrobial therapy ▪$673 million to $2 billion due to hospitalizations annually Why are CAUTI’s bad?
  • 31. BUNDLES CAUTI INSERSI KATETER HAND HYGIENE sebelum dan setelah pemasangan atau manipulasi kateter 1. Pemasangan oleh tenaga TERLATIH 2. Teknik ASEPTIK dan peralatan STERIL 3. Pastikan pemasangan benar untuk mencegah pergerakan yang meminimalkan trauma (FIKSASI) 4. Urine bag lebih rendah dari blader dan tidak menyentuh lantai 5. Close system dan tulis tanggal pemasangan urine kateter 6. PERAWATAN KATETER : Pertahankan sterilisasi dan closed system. Tidak membuka sambungan kateter kec jika ada IRIGASI 1. Pertahankan aliran urine lancer. 2. Ganti kateter dan urine bag jika sesuai indikasi : kotor dan rusak 3. Monitor tanda dan gejala 4. Tidak menggunakan Antibiotik untuk prophylaksis 5. Pertahankan kantong dan tubing kateter lebih rendah dari blader dengan posisi lurus 6.
  • 33. PENGERTIAN Adanya infeksi yang terjadi pada bagian tubuh yang dilakukan tindakan pembedahan
  • 35. IDO Insisi Superficial : Terjadi dalam waktu 30 hari setelah operasi, dan 1. Hanya melibatkan kulit dan jaringan subkutan, dan 2. Pasien memiliki salah satu tanda berikut : 3. ada drainase purulent hasil kultur teridentifikasi adanya microorganism Insisi superfisial yang sengaja dibuka oleh ahli bedah/dokter yg ditunjuk, dan pasien memiliki salah satu gejala nyeri, bengkak, merah dan panas Didiagnosis IDO oleh DPJP
  • 36. IDO Insisi Dalam (Deep incisional SSI) Terjadi dalam waktu 30 – 90 hari setelah operasi, dan 1. Melibatkan jaringan lunak dalam (deep soft tissues), contoh :lapisan fasial dan otot), dan 2. Pasien memiliki salah satu tanda berikut : 3. ada drainase purulent sayatan dalam yang secara spontan pecah, atau sengaja dibuka atau disedot oleh ahli bedah, atau dokter yang ditunjuk dan hasil kultur teridentifikasi adanya microorganism dan pasien mengalami salah satu gejala : Demam > 38 derajat Celsius, nyeri abses atau bukti infeksi lain yang melibatkan sayatan dalam yang terdeteksi pada pemeriksaan anatomi atau histopatologi, atau tes pencitraan
  • 37. PENERAPAN PENCEGAHAN INFEKSI PADA TINDAKAN OPERASI PRE OPERATIF INTRA OPERATIF PASCA OPERATIF Mandi dengan sabun antiseptic 1. Pastikan ruangan tertata baik, bersih, dan sirkulasi baik 2. Pencukuran rambut jika mengganggu jalannya operasi menggunakan clipper 3. APD sesuai indikasi 4. Batasi jumlah orang dalam ruangan 5. Gunakan APD sesuai indikasi dan resiko pajanan 1. Skin preparasi (alcohol atau iodine 2% atau clorhexidin 2-4%) 2. Sirkulasi 12x/jam suhu 19-24 C kelembaban 40- 60% 3. Hindari penggunan AB sbg irigasi luka 4. Jangan memberikan AB ke daerah sayatan pembedahan 5. Peralatan dipergunakan sesuai kriteria kritikal, semi kritikal, dan nok kritikal 6. Tindakan teknik aseptic 1. Tidak menggunakan antimikroba topical untuk perawatan luka 2. Melepas dressing < 48 jam 3. Pilih dressing sesuai kondisi luka 4.
  • 38. PPI PADA ABSES GIGI PRA TINDAKAN SETELAH TINDAKAN PASCA TINDAKAN Pastikan sirkulasi baik dan lingkungan bersih serta peralatan tertata rapi 1. Gunakan APD sesuai indikasi jenis paparan 2. Pastikan peralatan sesuai jenis kritikal, semi kritikal, dan non kritikal 3. Pastikan air kumur dan linen digunakan pasien bersih 4. Pertahankan tindakan aseptic 1. Pastikan peralatan yang digunakan sesuai standar, bila terkontaminasi segera GANTI 2. Pastikan sirkulasi udara menjamin AEROSOL TERKENDALI 3. Hindari kontaminasi daerah produk darah pada lingkungan jika memungkinkan 4. Segera lepaskan sarung tangan dan lakukan HH 1. Sisa layanan pasien di buang ke limbah infeksius 2. Bersihkan semua permukaan meja gigi dengan disinfektan, jika ada tumpahan darah gunakan spill kit 3. Ganti alat Kesehatan pasien untuk pasien selanjutnya 4. Pertimbangkan penggunaan AB sebagai terapi 5.
  • 40. PENGERTIAN PLABSI adalah infeksi yang terjadi akibat pemasangan IV line Perifer (Infus) TUJUAN Mempertahan atau mengganti cairan tubuh yang mengandung air, elektrolit, vitamin, protein, lemak, dan kalori yang tidak dapat dipertahankan secara adekuat melalui oral 1. Memperbaiki keseimbangan asam basa dan komponen volume darah 2. Memberikan jalan masuk untuk pemberian obat 3. Pemberian nutrisi 4.
  • 42. BUNDLE PLABSI INSERSI PERAWATAN Kebersihan tangan 1. Gunakan sarung tangan bersih 2. Gunakan troli tindakan 3. Pemilihan lokasi insersi 4. Disinfeksi alcohol 70% 5. Penutupan area insersi, jika ada transparan dressing lebih baik 6. Pastikan perangkat infus tertutup dan tergantung 7. Berikan label yang jelas 8. HH 1. APD sesuai indikasi 2. Disinfeksi dengan alkohol70% saat manipulasi IV 3. Gunakan kasa atau balutan steril 4. Jika ada bekuan segera ganti 5. Perawatan dan penggantian administrasi set : 6. Ganti 3 – 5 hari Transfusi set Parenteral nutrisi 24 jam 7. Jika tidak diperlukan segera lepas
  • 44. PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) LAINNYA