9
Most read
10
Most read
11
Most read
Penetapan Kadar Zn dalam Seng Sulfat
Anggota kelompok
 Kelompok 7:
 Herlanggo Yudha Pratama
 Indrawan Maulana
 Selin Dwi Oktalegisabila
Gravimetri adalah metode analisis kuantitatif
unsur atau senyawa berdasarkan bobotnya yang
diawali dengan pengendapan dan diikuti dengan
pemisahan dan pemanasan endapan dan diakhiri
dengan penimbangan.
• Seng dilambangkan dengan Zn dengan nomor
atom 30, massa atom relatif 65,39
• Seng sulfat adalah senyawa anorganik dengan
ZnSO4 rumus serta salah satu dari tiga hidrat. Ini
adalah padatan tak berwarna yang merupakan
sumber umum dari ion seng larut.
Teori
Seng dapat diendapkan sebagai diamoniumhidrogenfosfat
seperti halnya magnesium. Akan tetapi seng dengan NH4OH
akan membentuk garam rangkai [Zn(NH3)4]+2 dan bila pH tinggi
akan larut sebagai zinkat. Oleh karena itu dalam pengendapan
maupun pencucian tidak memakai NH4OH dan NaOH. Dalam
asam endapan dalam larut, oleh karena itu untuk mengatur pH
agar sedikit diatas 7 dipakai natrium asetat (larutannya sedikit
basa). Jadi pengendapan dilakukan dalam suasana netral.
Untuk mengurangi kelarutan eondapan dicuci dengan
amonium hidrogenfosfat panas. Endapan tidak dipijarkan,
sebagai penyaring dipakai cawan penyaring kaca masir
supaya cepat kering, endapan pada tahap akhir dicuci dengan
alkohol.
Dasar
Dalam suasana netral yang tidak mengandung ammonia
(NH4OH), garam seng dapat diendapkan dengan ammonium
hidro posfat ((NH4)2HPO4) menjadi endapan NH4ZnPO4 yang
berwarna putih. Ammonium hidro posfat dipilih karena seng
dapat larut dengan basa kuat maupun Ammonium Hidroksida.
Endapan dapat ditimbang sebagai NH4ZnPO4 atau Zn2P2O7
setelah dipijarkan.
Tujuan & Reaksi
 Tujuan
1.) Menetapkan kadar Seng dalam Seng Sulfat Heptahidrat
2.) Melatih keterampilan siswa dan siswi dalam praktek
gravimetri
 Reaksi
ZnSO4 + (NH4)2HPO4  NH4ZNPO4 + NH4HSO4
Alat & Bahan
 Alat
1. Neraca analitik
2. Neraca sauter
3. Neraca kasar
4. Gelas ukur
5. Piala gelas 400ml
6. Piala gelas 800ml
7. Tutup kaca besar
8. Pengaduk
9. Policemen
10. Labu semprot
11. Gegep
12. Vakum
13. Cawan kaca masir
G2/G3
14. Desikator
15. Teklu
16. Kaca arloji
17. Kasa asbes
18. Kaki tiga
19. Oven
1. Sampel seng
sulfat(ZnSO4.7H2O)
2. Larutan (NH4)2HPO4
10 %
3. NH4Cl 10%
4. Larutan (NH4)2HPO4 1
% panas
5. Hablur CH3COONa
6. Alkohol 1 : 1
7. Air suling
8. HNO3 4N
9. HCl 4N
10. BaCl2 0.5N
11. AgNO3 0.1%
Cara Kerja
 Sampel ditimbang sebanyak ± 0,2 gram.
 Kemudian dilarutkan dengan ± 100 mL air suling.
 Larutan ditambahkan NH4Cl 10 % sebanyak 25 mL dan dibubuhi 1 gram
CH3COONa.
 Piala gelas beserta larutannya dipanaskan hingga hampir mendidih.
 Diendapkan dengan (NH4)2HPO4 10 % sebanyak 10 mL.
 Piala gelas beserta isinya diperam diatas penangas air selama ± ½ - 1
jam.
 Endapan diuji pengendapan sempurna dengan meneteskan pengendap
di beberapa titik yang berbeda. Jika sudah tak terbentuk endapan lagi
berarti pengendapan sudah sempurna.
 Endapan disaring dengan cawan kaca masir G2 atau G3 yang telah
diketahui terlebih dahulu bobot kosongnya, serta dicuci dengan
(NH4)2HPO4 1% panas hingga bebas pengotor sulfat dan klorida.
 Cawan kaca masir dan endapan dibilas dengan air suling dan alkohol 1 :
1.
 Endapan dikeringkan di oven pada suhu 110 0C selama ± ½ sampai 1
jam.
 Cawan kaca masir beserta endapan didinginkan di desikator dan
Pembahasan
Seng harus diendapkan dalam suasana netral.
Hal ini dikarenakan apabila seng diendapkan
dengan atau NaOH yang pHnya cukup tinggi, seng
akan larut sebagai zinkat. Seng dengan NH4OH
juga akan membentuk garam rangkai [Zn(NH3) 4]+2.
Dalam suasana asam, seng juga dapat larut. Oleh
karena itu, untuk mengatur agar pH sedikit di atas 7
dipakai Natrium asetat (CH3COONa). Pada
penetapan ini, suasana netral terjadi ketika
penambahan NH4Cl dan CH3COONa.
Larutan diendapkan dengan (NH4)2HPO4
10 % setelah dipanaskan hingga hampir mendidih.
Karena apabiila sampai mendidih, maka akan terjadi
hidrolisis.
• Dalam kondisi masih panas, piala gelas dibawa ke
penangas air intuk diperam kurang lebih 1 jam. Hal ini
dilakukan untuk mencegah terjadinya peptisasi, yaitu
penguraian kembali gumpalangumpalan koloid menjadi
butir-butir koloid.
Untuk mengurangi kelarutan endapan dicuci
dengan larutan amonium hidrogen posfat panas.
Endapan tidak dipijarkan, sebagai penyaring dipakai
cawan penyaring kaca masir supaya cepat kering
endapan pada tahap terakhir dibilas dengan alkohol.
Sebelum cawan kaca masir digunakan untuk
menyaring, cawan kaca masir harus dibilas dengan
alkohol dikeringkan dalam oven, didinginkan dalam
desikator, dan ditimbang bobot kosongnya.
Setelah cawan kaca masir selesai digunakan,maka
cawan kaca masir harus:
1. Dicuci dengan air yang mengalir
2. Direndam dalam larutan HNO3
3. pekat di ruang asam.
4. Dicuci lagi dengan air
5. Disimpan dalam loker
Dari data yang diperoleh,biasanya terjadi lenaikan
bobot. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal,seperti
masih terdapatnya air pada endapan yang ada didalam
cawan akibat kurang stabilnya suhu pada oven.
Pertanyaan
1. Apa fungsi penambahan natrium asetat?
2. Dalam keadaan apa Zn harus diendapkan? Dan
mengapa harus dalam keadaan seperti itu?
3. Mengapa air pencucinya harus dengan
(NH4)2HPO4 1%?
4. Apa itu zinkat?
5. Mengapa penyaring yang digunakan adalah
cawan kaca masir? Mengapa tidak kertas saring
saja?
Jawaban
1. Natrium asetat berfungsi agar larutan memiliki pH sedikit diatas 7, sesuai
dengan reaksi berikut :
CH3COONa à Na+ + CH3COO-
Na+ + H2O à ion Na+ tidak dapat menghidrolisis air
CH3COO- + H2O  CH3COOH + OH-
Pada reaksi tersebut, garam CH3COONa yang dilarutkan ke dalam air akan
mengion menjadi kation Na+ dan anion CH3COO-. Kedua ion tersebut berusaha
untuk menghidrolisis molekul air, namun hanya ion CH3COO- yang dapat
menghidrolisis. Pada akhirnya, terdapat ion OH- yang jumlahnya lebih banyak
daripada ion H+, sehingga larutan bersifat sedikit basa.
2. Seng bersifat amfoter, oleh karena itu apabila diendapkan dengan basa
kuat akan membentuk garam zinkat. Namun apabila diendapkan dengan NH4OH
berlebih akan larut membentuk larutan [Zn(NH3)4](OH)2 atau larutan Tetraamin
Seng Hidroksida. Seng juga dapat larut dalam suasana yang asam. Dengan
demikian, Seng tidak dapat diendapkan dengan basa kuat, NH4OH, maupun
dalam suasana asam. Oleh karena itu, sebagai pengendap digunakan garam
atau dengan kata lain pengendapan dilakukan dalam suasana netral dengan pH
sedikit diatas 7 menggunakan natrium asetat (CH3COONa). Jadi natrium asetat
berfungsi agar larutan memiliki pH sedikit diatas 7
3. Endapan NH4ZnPO4 merupakan endapan putih yang
sedang, dapat disaring dengan kertas saring Whatman no.541 atau
dipakai cawan kaca masir G3 / G2. Endapan ini mudah larut dalam asam
encer dan Ammonia (NH4OH), oleh karena itu pencucian tidak memakai
keduanya. Endapan juga mudah larut dalam air suling, sehingga harus
dicuci dengan (NH4)2HPO4 encer (dipakai (NH4)2HPO4 1% sedikit
panas).
4. Seng oksida adalah oksida amfoter. Oksida ini hampir tidak
larut dalam air dan alkohol, tetapi tetapi larut dalam (terdegradasi oleh)
asam sangat kuat , seperti asam klorida:
ZnO + 2 HCl → ZnCl 2 + H2O
Dengan basa juga menghasilkan zat padat berupa zinkat larut:
ZnO + 2 NaOH + H2O → Na2 [Zn(OH)4]
5. Penyaring yang digunakan adalah cawan kaca masir, agar endapannya
cepat kering.
Kesimpulan
Pengendapan Zn tidak bisa dilakukan dalam
suasana asam atau basa,tetapi pada suasana
netral atau sedikit basa,dengan penambahan
CH3COONa. Endapan yang dihasilkan berwarna
putih dan dapat disaring dengan cawan kaca masir
G2/G3
Thank You..
Wassalammua’lai
kum Wr.Wb
BYE!!!

More Related Content

PPTX
Penetapan Zn dalam ZnSO4.7H2O
PPTX
Penetapan Kadar Fosfat (PO4) Dalam Dinatrium Hidrogen Fosfat (Na2HPO4) SMK-SM...
PPTX
Penetapan Kadar Fe dalam Garam Tunjung
PPTX
Penetapan kadar ca dalam CaCO3 SMK-SMAK Bogor
PPTX
Penetapan Kadar Cr dalam Kalium Khromat
PPTX
Penetapan Kadar Ni dalam Nikel Sulfat
PPTX
Penetapan Kadar Cu dalam CuSO4.5H2O SMK-SMAK Bogor
PPTX
Penetapan Kadar Fe dalam Tawas Ferri Amonium Sulfat SMK-SMAK Bogor
Penetapan Zn dalam ZnSO4.7H2O
Penetapan Kadar Fosfat (PO4) Dalam Dinatrium Hidrogen Fosfat (Na2HPO4) SMK-SM...
Penetapan Kadar Fe dalam Garam Tunjung
Penetapan kadar ca dalam CaCO3 SMK-SMAK Bogor
Penetapan Kadar Cr dalam Kalium Khromat
Penetapan Kadar Ni dalam Nikel Sulfat
Penetapan Kadar Cu dalam CuSO4.5H2O SMK-SMAK Bogor
Penetapan Kadar Fe dalam Tawas Ferri Amonium Sulfat SMK-SMAK Bogor

What's hot (20)

PPTX
Penetapan kadar Besi II dalam Garam Tunjung (FeSO4.7H2O)
PPTX
Penetapan kadar Cr dalam K2CrO4 SMK-SMAK Bogor
PPTX
Penetapan kadar Zn dalam ZnSO4.7H2O SMK-SMAK Bogor
PPTX
Penetapan Kadar Posfat dalam Dinatrium Hidrogenfosfat
DOCX
kompleksometri
PPTX
236547384 pemisahan-kation-golongan-i
PPTX
PENETAPAN KADAR KARBOHIDRAT
DOCX
pembuatan natrium tiosulfat
DOC
Laporan Pembuatan Garam Mohr
PPT
Kelompok 1 ppt identifikasi kation
PPTX
Penetapan Kadar MnO2 dalam Batu Kawi
DOCX
Laporan praktikum kimia analisis pemeriksaan kation anion gina
PPTX
Annes : Analisis Gravimetri
PPT
Pemisahan kation gol. ii
PPTX
Titrasi argentrometri
PPTX
PENETAPAN KADAR BAHAN TAMBAHAN MAKANAN (BTM)
PPTX
Penetapan Kadar Sulfat dalam Natrium Sulfat
PPTX
PENETAPAN KADAR AIR DAN SERAT KASAR
PPTX
Penetapan Kadar Sulfat dalam Garam Glauber (Na2SO4.10H2O) SMK-SMAK Bogor
DOCX
51226359 bab-gravimetri
Penetapan kadar Besi II dalam Garam Tunjung (FeSO4.7H2O)
Penetapan kadar Cr dalam K2CrO4 SMK-SMAK Bogor
Penetapan kadar Zn dalam ZnSO4.7H2O SMK-SMAK Bogor
Penetapan Kadar Posfat dalam Dinatrium Hidrogenfosfat
kompleksometri
236547384 pemisahan-kation-golongan-i
PENETAPAN KADAR KARBOHIDRAT
pembuatan natrium tiosulfat
Laporan Pembuatan Garam Mohr
Kelompok 1 ppt identifikasi kation
Penetapan Kadar MnO2 dalam Batu Kawi
Laporan praktikum kimia analisis pemeriksaan kation anion gina
Annes : Analisis Gravimetri
Pemisahan kation gol. ii
Titrasi argentrometri
PENETAPAN KADAR BAHAN TAMBAHAN MAKANAN (BTM)
Penetapan Kadar Sulfat dalam Natrium Sulfat
PENETAPAN KADAR AIR DAN SERAT KASAR
Penetapan Kadar Sulfat dalam Garam Glauber (Na2SO4.10H2O) SMK-SMAK Bogor
51226359 bab-gravimetri
Ad

Similar to Penetapan Kadar Zn dalam Seng Sulfat (20)

DOCX
Penetapan kadar Zn dalam ZnSO4.7H2O
PPTX
Pentuan Kadar Ni (Nikel)
PPT
10 gravimetri
PPT
10 gravimetri-130204191037-phpapp02
PPT
10 gravimetri
PPTX
Kd meeting 9 10
DOCX
Cu dengan gravimetri
PPT
Penetapan Kadar Fe dalam Tawas Ferri Ammonium Sulfat
PPT
IV_Gravimetri materi gravimetri materi gravimetri.ppt
PPT
Analisa kualitatif
PPT
Kelompok 1 sejarah astronomi sebelum masehi
PPTX
Analisis Gravimetri untuk jurusan kesehatan
DOCX
Laporan praktikum kimia analisa (ANALISA KUALITATIF)
PPT
10 gravimetri
PPTX
Analisa Gravimetri.pptx
PPTX
Presentasi kimia analitik
PPTX
Penetapan kadar sulfat dalam natrium sulfat
PPTX
Penetapan kadar cu dalam cu so4
PPTX
Pemisahan kation golongan satu 12-4 SMAKBO
Penetapan kadar Zn dalam ZnSO4.7H2O
Pentuan Kadar Ni (Nikel)
10 gravimetri
10 gravimetri-130204191037-phpapp02
10 gravimetri
Kd meeting 9 10
Cu dengan gravimetri
Penetapan Kadar Fe dalam Tawas Ferri Ammonium Sulfat
IV_Gravimetri materi gravimetri materi gravimetri.ppt
Analisa kualitatif
Kelompok 1 sejarah astronomi sebelum masehi
Analisis Gravimetri untuk jurusan kesehatan
Laporan praktikum kimia analisa (ANALISA KUALITATIF)
10 gravimetri
Analisa Gravimetri.pptx
Presentasi kimia analitik
Penetapan kadar sulfat dalam natrium sulfat
Penetapan kadar cu dalam cu so4
Pemisahan kation golongan satu 12-4 SMAKBO
Ad

Recently uploaded (20)

PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PPTX
Merancang dan Mengelola PESAN dalam Komunikasi Pemasaran di Era Digital 4.0_W...
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas X SMA Terbaru 2025
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PDF
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
PPTX
Pengimbasan koding dan keerdasan Artifisial.pptx
PPTX
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
PDF
Analisis dan Evaluasi Kemasan Produk Teknik dan Faktor Penilaian
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
PDF
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
PPTX
Paparan Pembelajaran Mendalam V2 (fix).pptx
PDF
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PDF
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
PPTX
Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Leaning
PPTX
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
PPTX
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
PDF
Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Pancasila Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PPTX
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Merancang dan Mengelola PESAN dalam Komunikasi Pemasaran di Era Digital 4.0_W...
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas X SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
Pengimbasan koding dan keerdasan Artifisial.pptx
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
Analisis dan Evaluasi Kemasan Produk Teknik dan Faktor Penilaian
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
Paparan Pembelajaran Mendalam V2 (fix).pptx
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Leaning
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Pancasila Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx

Penetapan Kadar Zn dalam Seng Sulfat

  • 2. Anggota kelompok  Kelompok 7:  Herlanggo Yudha Pratama  Indrawan Maulana  Selin Dwi Oktalegisabila
  • 3. Gravimetri adalah metode analisis kuantitatif unsur atau senyawa berdasarkan bobotnya yang diawali dengan pengendapan dan diikuti dengan pemisahan dan pemanasan endapan dan diakhiri dengan penimbangan. • Seng dilambangkan dengan Zn dengan nomor atom 30, massa atom relatif 65,39 • Seng sulfat adalah senyawa anorganik dengan ZnSO4 rumus serta salah satu dari tiga hidrat. Ini adalah padatan tak berwarna yang merupakan sumber umum dari ion seng larut.
  • 4. Teori Seng dapat diendapkan sebagai diamoniumhidrogenfosfat seperti halnya magnesium. Akan tetapi seng dengan NH4OH akan membentuk garam rangkai [Zn(NH3)4]+2 dan bila pH tinggi akan larut sebagai zinkat. Oleh karena itu dalam pengendapan maupun pencucian tidak memakai NH4OH dan NaOH. Dalam asam endapan dalam larut, oleh karena itu untuk mengatur pH agar sedikit diatas 7 dipakai natrium asetat (larutannya sedikit basa). Jadi pengendapan dilakukan dalam suasana netral. Untuk mengurangi kelarutan eondapan dicuci dengan amonium hidrogenfosfat panas. Endapan tidak dipijarkan, sebagai penyaring dipakai cawan penyaring kaca masir supaya cepat kering, endapan pada tahap akhir dicuci dengan alkohol.
  • 5. Dasar Dalam suasana netral yang tidak mengandung ammonia (NH4OH), garam seng dapat diendapkan dengan ammonium hidro posfat ((NH4)2HPO4) menjadi endapan NH4ZnPO4 yang berwarna putih. Ammonium hidro posfat dipilih karena seng dapat larut dengan basa kuat maupun Ammonium Hidroksida. Endapan dapat ditimbang sebagai NH4ZnPO4 atau Zn2P2O7 setelah dipijarkan.
  • 6. Tujuan & Reaksi  Tujuan 1.) Menetapkan kadar Seng dalam Seng Sulfat Heptahidrat 2.) Melatih keterampilan siswa dan siswi dalam praktek gravimetri  Reaksi ZnSO4 + (NH4)2HPO4  NH4ZNPO4 + NH4HSO4
  • 7. Alat & Bahan  Alat 1. Neraca analitik 2. Neraca sauter 3. Neraca kasar 4. Gelas ukur 5. Piala gelas 400ml 6. Piala gelas 800ml 7. Tutup kaca besar 8. Pengaduk 9. Policemen 10. Labu semprot 11. Gegep 12. Vakum 13. Cawan kaca masir G2/G3 14. Desikator 15. Teklu 16. Kaca arloji 17. Kasa asbes 18. Kaki tiga 19. Oven 1. Sampel seng sulfat(ZnSO4.7H2O) 2. Larutan (NH4)2HPO4 10 % 3. NH4Cl 10% 4. Larutan (NH4)2HPO4 1 % panas 5. Hablur CH3COONa 6. Alkohol 1 : 1 7. Air suling 8. HNO3 4N 9. HCl 4N 10. BaCl2 0.5N 11. AgNO3 0.1%
  • 8. Cara Kerja  Sampel ditimbang sebanyak ± 0,2 gram.  Kemudian dilarutkan dengan ± 100 mL air suling.  Larutan ditambahkan NH4Cl 10 % sebanyak 25 mL dan dibubuhi 1 gram CH3COONa.  Piala gelas beserta larutannya dipanaskan hingga hampir mendidih.  Diendapkan dengan (NH4)2HPO4 10 % sebanyak 10 mL.  Piala gelas beserta isinya diperam diatas penangas air selama ± ½ - 1 jam.  Endapan diuji pengendapan sempurna dengan meneteskan pengendap di beberapa titik yang berbeda. Jika sudah tak terbentuk endapan lagi berarti pengendapan sudah sempurna.  Endapan disaring dengan cawan kaca masir G2 atau G3 yang telah diketahui terlebih dahulu bobot kosongnya, serta dicuci dengan (NH4)2HPO4 1% panas hingga bebas pengotor sulfat dan klorida.  Cawan kaca masir dan endapan dibilas dengan air suling dan alkohol 1 : 1.  Endapan dikeringkan di oven pada suhu 110 0C selama ± ½ sampai 1 jam.  Cawan kaca masir beserta endapan didinginkan di desikator dan
  • 9. Pembahasan Seng harus diendapkan dalam suasana netral. Hal ini dikarenakan apabila seng diendapkan dengan atau NaOH yang pHnya cukup tinggi, seng akan larut sebagai zinkat. Seng dengan NH4OH juga akan membentuk garam rangkai [Zn(NH3) 4]+2. Dalam suasana asam, seng juga dapat larut. Oleh karena itu, untuk mengatur agar pH sedikit di atas 7 dipakai Natrium asetat (CH3COONa). Pada penetapan ini, suasana netral terjadi ketika penambahan NH4Cl dan CH3COONa.
  • 10. Larutan diendapkan dengan (NH4)2HPO4 10 % setelah dipanaskan hingga hampir mendidih. Karena apabiila sampai mendidih, maka akan terjadi hidrolisis. • Dalam kondisi masih panas, piala gelas dibawa ke penangas air intuk diperam kurang lebih 1 jam. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya peptisasi, yaitu penguraian kembali gumpalangumpalan koloid menjadi butir-butir koloid. Untuk mengurangi kelarutan endapan dicuci dengan larutan amonium hidrogen posfat panas. Endapan tidak dipijarkan, sebagai penyaring dipakai cawan penyaring kaca masir supaya cepat kering endapan pada tahap terakhir dibilas dengan alkohol.
  • 11. Sebelum cawan kaca masir digunakan untuk menyaring, cawan kaca masir harus dibilas dengan alkohol dikeringkan dalam oven, didinginkan dalam desikator, dan ditimbang bobot kosongnya. Setelah cawan kaca masir selesai digunakan,maka cawan kaca masir harus: 1. Dicuci dengan air yang mengalir 2. Direndam dalam larutan HNO3 3. pekat di ruang asam. 4. Dicuci lagi dengan air 5. Disimpan dalam loker Dari data yang diperoleh,biasanya terjadi lenaikan bobot. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal,seperti masih terdapatnya air pada endapan yang ada didalam cawan akibat kurang stabilnya suhu pada oven.
  • 12. Pertanyaan 1. Apa fungsi penambahan natrium asetat? 2. Dalam keadaan apa Zn harus diendapkan? Dan mengapa harus dalam keadaan seperti itu? 3. Mengapa air pencucinya harus dengan (NH4)2HPO4 1%? 4. Apa itu zinkat? 5. Mengapa penyaring yang digunakan adalah cawan kaca masir? Mengapa tidak kertas saring saja?
  • 13. Jawaban 1. Natrium asetat berfungsi agar larutan memiliki pH sedikit diatas 7, sesuai dengan reaksi berikut : CH3COONa à Na+ + CH3COO- Na+ + H2O à ion Na+ tidak dapat menghidrolisis air CH3COO- + H2O  CH3COOH + OH- Pada reaksi tersebut, garam CH3COONa yang dilarutkan ke dalam air akan mengion menjadi kation Na+ dan anion CH3COO-. Kedua ion tersebut berusaha untuk menghidrolisis molekul air, namun hanya ion CH3COO- yang dapat menghidrolisis. Pada akhirnya, terdapat ion OH- yang jumlahnya lebih banyak daripada ion H+, sehingga larutan bersifat sedikit basa. 2. Seng bersifat amfoter, oleh karena itu apabila diendapkan dengan basa kuat akan membentuk garam zinkat. Namun apabila diendapkan dengan NH4OH berlebih akan larut membentuk larutan [Zn(NH3)4](OH)2 atau larutan Tetraamin Seng Hidroksida. Seng juga dapat larut dalam suasana yang asam. Dengan demikian, Seng tidak dapat diendapkan dengan basa kuat, NH4OH, maupun dalam suasana asam. Oleh karena itu, sebagai pengendap digunakan garam atau dengan kata lain pengendapan dilakukan dalam suasana netral dengan pH sedikit diatas 7 menggunakan natrium asetat (CH3COONa). Jadi natrium asetat berfungsi agar larutan memiliki pH sedikit diatas 7
  • 14. 3. Endapan NH4ZnPO4 merupakan endapan putih yang sedang, dapat disaring dengan kertas saring Whatman no.541 atau dipakai cawan kaca masir G3 / G2. Endapan ini mudah larut dalam asam encer dan Ammonia (NH4OH), oleh karena itu pencucian tidak memakai keduanya. Endapan juga mudah larut dalam air suling, sehingga harus dicuci dengan (NH4)2HPO4 encer (dipakai (NH4)2HPO4 1% sedikit panas). 4. Seng oksida adalah oksida amfoter. Oksida ini hampir tidak larut dalam air dan alkohol, tetapi tetapi larut dalam (terdegradasi oleh) asam sangat kuat , seperti asam klorida: ZnO + 2 HCl → ZnCl 2 + H2O Dengan basa juga menghasilkan zat padat berupa zinkat larut: ZnO + 2 NaOH + H2O → Na2 [Zn(OH)4] 5. Penyaring yang digunakan adalah cawan kaca masir, agar endapannya cepat kering.
  • 15. Kesimpulan Pengendapan Zn tidak bisa dilakukan dalam suasana asam atau basa,tetapi pada suasana netral atau sedikit basa,dengan penambahan CH3COONa. Endapan yang dihasilkan berwarna putih dan dapat disaring dengan cawan kaca masir G2/G3