2. Pengertian dari perekonomian 4 sektor?
• Perekonomian empat
sector/perekonomian merupakan
perekonomian dimana negara mempunyai
hubungan ekonomi dengan negara lain.
• Kegiatan perekonomian yang melibatkan
kegiatan ekspor dan impor.
•
3. Sektor-sector yang terlibat dalam
perekonomian empat sector, yaitu :
1. Sektor Rumah Tangga (Households
Sector
2. Sektor Perusahaan (Firms Sector
3. Sektor Pemerintah (Government
Sector),
4. Sektor Luar Negeri ( Foreign Sector
SIRKULASI ALIRAN PENDAPATAN DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA
4. Ekspor, Impor dan Pengeluaran Agregat
• Ekspor dapat diartikan sebagai
pengiriman dan penjualan barang –
barang buatan dalam negri ke negara –
negara lain.
• Ekspor barang dan jasa mempengaruhi
dalam peningkatan pendapatan
nasional (Y).
5. Ekspor, Impor dan Pengeluaran Agregat
• Impor dapat diartikan sebagai
pembelian datau pemasukan barang –
barang buatan luar negri ke dalam
suatu perekonomian negara.
• Impor barang dan jasa mempengaruhi
dalam penurunan pendapatan nasional
(Y).
6. Komponen Pengeluaran Agregat
Komponen pengeluaran agregat adalah
bagian pengeluaran yang mempengaruhi
sektor perusahaan pada sirkulasi
perekonomian terbuka. Ada 5(lima) k
omponen pengeluaran agregat, berikut :
i. Pengeluaran konsumsi rumah tangga
keatas barang – barang yang dihasilkan
dalam negeri (Cdn).
7. ii. Investasi perusahaan untuk menambah kapasitas
sektor perusahaan dalam negeri untuk
memproduksikan barang dan jasanya.
iii. Pengeluaran pemerintah keatas barang dan jasa
yang diperoleh dari perusahaan dalam negeri (G).
iv. Ekspor (X), yaitu pengeluaran atau pembelian oleh
negara lain keatas barang dan jasa yang
diproduksi dari perusahaan dalam negeri.
v. Impor(M), yaitu pembelian barang dari luar
negeri.
9. Pengertian dari perekonomian 4 sektor?
• Kebijakan fiskal dan kebijakan moneter
satu sama lain saling berpengaruh
dalam kegiatan perekonomian.
• kebijakan fiskal dipengaruhi oleh dua
variabel utama, yaitu pajak (tax) dan
pengeluaran pemerintah (goverment
expenditure).
10. • Sedangkan variabel utama dalam kebijakan moneter,
yaitu GDP, inflasi, kurs, dan suku bunga.
• Berbicara tentang kebijakan fiskal dan kebijakan moneter
berkaitan erat dengan kegiatan perekonomian empat
sektor, dimana sektor-sektor tersebut diantaranya :
1. Sektor Rumah Tangga,
2. Sektor Perusahaan,
3. Sektor Pemerintah Dan
4. Sektor Dunia Internasional/Luar negeri.
Keempat sektor ini memiliki hubungan interaksi masing-
masing dalam menciptakan pendapatan dan pengeluaran.
11. Arti Perekonomian Terbuka Dan Ukuran
Keterbukaan
1. Arti Perekonomian Terbuka
Perekonomian terbuka adalah perekonomian
yang melibatkan diri dalam perdagangan
internasional (ekspor dan impor) barang dan jasa
serta modal dengan negara-negara lain.
2. Ukuran Keterbukaan
Rasio ekspor atau impor terhadap GDP
12. PerekonomianTerbuka
(Perekonomian Empat Sektor)
• Kegiatan ekonomi empat sektor sering disebut
perekonomian terbuka. Karena kegiatan ini tidak
hanya melibatkan pelaku-pelaku ekonomi di dalam
negeri, tetapi juga masyarakat ekonomi di luar negeri.
1. RumahTangga
• Rumah tangga adalah kelompok masyarakat yang
melakukan kegiatan konsumsi terhadap barang dan
jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri
ataupun keluarga.
13. • Pendapatan Rumah Tangga Diperoleh dari:
a. Sewa (rent), yaitu balas jasa yang diterima
rumah tanggakarena telah menyewakan
tanahnya kepada pihak lain, misalnya
perusahaan.
b. Upah (wage), yaitu balas jasa yang diterima
rumah tanggakarena telah mengorbankan
tenaganya untuk bekerja pada perusahaan
dalam kegiatan produksi.
14. c. Bunga (interest), yaitu balas jasa yang diterima
rumah tanggadari perusahaan karena telah
meminjamkan sejumlah danauntuk
modalusaha perusahaan dalam kegiatan
produksi.
d. Laba (profit), yaitu balas jasa yang diterima
rumah tanggadari rumah tangga produsen
karena telah mengorbankan tenaga dan
pikirannya dalam mengelola perusahaan
sehingga perusahaan dapat memperoleh laba.
15. Peranan Rumah Tangga KonsumenSebagai
Berikut
a. Rumah tangga berperan sebagai
pemasok faktor-faktor produksi kepada
perusahaan untuk kegiatan produksi.
b. Rumah tangga berperan sebagai
pemakai (konsumen) barang dan
jasayang dihasilkan perusahaan untuk
memenuhi kebutuhan hidup.
16. 2. Perusahaan/Produsen
• Kegiatan produksi adalah usaha untukmenghasilkan
barang dan jasa guna memenuhi kepentingan orang
lain. Ditinjau dari pemiliknya, perusahaan ada yang
dimiliki oleh pemerintah (negara) dan ada pula yang
dimiliki oleh swasta, baik milik perseorangan
maupunmilik bersama.
PeranPerusahaandalam Kegiatan Ekonomi
a. Sebagai produsen, dengan menghasilkan barang dan
jasa yangdibutuhkan oleh rumah tangga keluarga,
pemerintah, bahkanmasyarakat luar negeri
17. b.Sebagai distributor, sebagai mata rantai
penyaluran barang dalamrangka melayani
konsumen agar barang yang dibutuhkan sampai
pada konsumen tepat waktu, tepat tempat,
tepat sasaran, tepat kuantitas, dan tepat
kualitas sehingga barang yang dibutuhkan
masyarakat dengan mudah dapat diperoleh.
c. Sebagai agen pembangunan, kegiatan
perusahaan sebagai agen pembangunan
ditujukan untuk meningkatkan produksi melalui
penelitian dan pengembangan.
18. 3. Pemerintah
• Pemerintah merupakan pihak yang mempunyai peranan
penting dalam perkonomian.
• Di dalam perkonomian pemerintah bertugas untuk
mengatur, mengendalikan, serta mengadakan kontrol
terhadap jalannya roda perekonomian agar negaradapat
maju dan rakyatdapat hidup layak dandamai
• PeranPemerintahdalamKegiatanEkonomi
a. Peranan Pemerintah sebagai Pengatur
• Pengaturan kegiatan ekonomi oleh pemerintah dapat
ditempuh melalui peraturan dan perundang-undangan
disertai berbagai tindakan nyata.
19. b. Peranan Pemerintah sebagai Pengontrol
• Sebagai pengontrol kegiatan ekonomi,
pemerintah mempunyaibank sentral yang
berfungsi mengawasi lalu lintas
keuangan, antaralain jumlah uang yang
beredar, tinggi rendahnya suku bunga,
lalu lintaskredit, dan sebagainya.
Pemerintah juga satu-satunya yang
mempunyaihak untuk mencetak uang
serta mengedarkannya di masyarakat.
20. c. Peranan Pemerintah sebagai Penguasa
Pemerintah memiliki alat pemaksa bagi
terselenggaranya ketertiban di dalam masyarakat,
yaitu polisi.
Pemerintah memiliki alat peradilan bagi
terselenggaranya keadilan bagi seluruh rakyat
d. Peranan Pemerintah sebagai Konsumen. Untuk
menjalankan tugasnya, pemerintah memerlukan
berbagai macam barang dan jasa, misalnya untuk
kegiatan administrasi, diperlukan peralatan kantor
dan alat-alat tulis.
21. e. Peranan Pemerintah sebagai
produsen/Investor
Pemerintah dapat bertindak sebagai
produsen untuk menghasilkan barangdan
jasa yang menyangkut kepentingan orang
banyak.
Pemerintah bertindak sebagai investor,
artinya penanam modal baik seluruhnya
atau sebagian pada perusahaan-
perusahaan yang beroperasi di Indonesia.
22. Perdagangan Luar Negeri dan
Kegiatan Ekonomi
• Ekspor adalah barang dan jasa yang
diproduksi di dalam negeri dan dibeli oleh
penduduk negara lain.
• Impor adalah barang dan jasa yang
diproduksi di luar negeri dan dikonsumsi di
dalam negeri.
• Ekspor netto (NX) = ekspor (X) – Impor (M)
Jika positip net foreign investment
Jika negatip net foreign borrowing
23. Faktor-faktor yang mempengaruhi Ekspor atau
Impor:
Output (GDP – domestik atau LN
Nilai tukar (exchange rate) – depresiasi
atau apresiasi
GDP dengan memasukkan perdagangan LN:
GDP = C + I + G + NX
dimana:
• C + I + G disebut permintaan domestik (domestic
demand),
• sehingga NX = GDP – permintaan domestik
24. TABUNGAN DAN INVESTASI DALAM
PEREKONOMIAN TERBUKA
Recall: dalam model sederhana:
I = S
I + G = S + T atau
I = S + (T – G)
Pada Perekonomian Terbuka
I + NX = S + (T – G)
Penulisan kembali sebagai persamaan identitas
NX = S + (T – G) - I
25. PERDAGANGAN BERGANTUNG PADA
PENDAPATAN: IMPOR
Penjelasan :
1. Produk yang diimpor seringkali menjadi komponen/
input untuk menghasilkan barang dan jasa dalam
suatu persekonomian menyusun pendapatan
nasional
2. Meningkatnya pendapatan meningkatkan
konsumsi tingkat kecenderungan mengkonsumsi
produk impor cenderung meningkat (marginal
propensity to import) atau MPI yang menunjukkan
sejauh mana peningkatan kemakmuran berdampak
pada permintaan impor
26. 4. Masyarakat Luar Negeri
• Peranan masyarakat luar negeri dalam perekonomian
sangat penting apalagi dalam perekonomian yang
mengglobal seperti sekarang ini, setiap negara tidak dapat
lagi menghindar dari keterlibatannya dalam perdagangan
internasional jika ingin perekonomian negaranya tidak
terpuruk.
• Peranan masyarakat luar negeri tersebutadalah sebagai
berikut:
a)Masyarakat Luar Negeri sebagai Konsumen
• Masyarakat luar negeri sebagai konsumen dari produk
barang/jasa yang dihasilkan, yaitu dengan mengekspor
barang/jasa tersebut ke negara mereka.
27. b)Masyarakat Luar Negeri sebagai Produsen
• Selain sebagai konsumen, masyarakat luar
negeri juga bertindak sebagai produsen.
Artinya, produk barang/jasa yang
merekahasilkan dapat kita konsumsi
dengan cara mengimpornya.
• Dengan demikian, masyarakat
berkesempatan menikmati produk-produk
yang bermutu tinggi yang belum tentu
dapat dihasilkan di dalam negeri
28. c) Masyarakat Luar Negeri sebagai Investor
• Pembangunan suatu bangsa membutuhkan pelaku-
pelaku yang berani menanamkan modalnya, baik
penanaman langsung maupun tidak langsung.
• Investor-investor itu banyak berasal dari luar negeri
karena umumnya mereka banyak mempunyai dana
dan lebih maju.
d) Sumber Tenaga Kerja Ahli
• Negara maju banyak memiliki tenaga ahli yang
sangat dibutuhkan negara lain. Dengan demikian,
negara lain dapat memenuhi kekurangan tenaga
kerja di dalam negeri
29. KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL 4 SEKTOR
• Dalam Perekonomian Terbuka 4 Sektor, akan
mewujudkan dua aliran baru dalam sirkulasi
aliran Pendapatan, yaitu :
1. Aliran pendapatan yang diterima dari
mengekspor, yang merupakan “Suntikan”
kepada aliran pendapatan; dan
2. Aliran pengeluaran untuk membeli barang yang
diimpor dari negara-negara lain, yang
merupakan “Bocoran” kepada aliran
pendapatan.
31. Ciri-ciri Pokok dari Aliran Pendapatan Perekonomian
Terbuka
• RT mendapat aliran pendapatan berupa gaji/upah,
sewa, bunga & keuntungan, dan pendapatan tsb
digunakan utk :Pengeluaran konsumsi (membeli
brg & jasa yg diproduksi perusahaan dalam negeri (
Cdn ) ;Membayar pajak ;Mengimpor (beli barang2
impor) ; Menabung ke Bank/ Lembaga Keuangan.
• Di samping aliran uang keluar utk membayar
impor, juga aliran pengeluaran ke sektor
perusahaan (pembayaran atas ekspor);
32. • Aliran perbelanjaan (pengeluaran) penanam
modal utk beli brg dan peralatan modal dari
sektor perusahaan.
• Pengeluaran pemerintah ke sektor perusahaan
utk beli kebutuhan administrasi & belanja modal
utk investasi pemerintah
Persamaan Keseimbangan.
• Dlm ekonomi terbuka, Brg & Jasa yg
diperjualbelikan terdiri dari :
1. Produksi DN, yaitu Pendapatan Nasional;
2. Impor dr negara lain.
33. • Sehingga “Penawaran Agregat” dlm Perekonomian
Terbuka = AS = Y + M
KOMPONEN PENGELUARAN AGREGAT KEATAS
PENDAPATAN NASIONAL
DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA.
• Dengan demikian, komponen pengeluaran agregat
ke atas pendapatan nasional adalah sbb :
Pengeluaran konsumsi RT ke atas brg & jasa DN
( Cdn ) ; Investasi Perusahaan brg produksi DN ;
Pengeluaran Pemerintah (utk konsumsi & investasi) ;
34. • Ekspor (pengeluaran negara lain atas
brg yg diproduksi Perusahaan DN.
• Maka persamaan keseimbangan dari
“Pengeluaran Agregat” yang juga
disebut Perbelanjaan Agregat (AE) =AEdn = Cdn
+ I + G + X
• Krn Perbelanjaan Agregat (AE) meliputi
Produksi DN & M, maka =
• AE = AEdn + M, atau AEdn = Cdn + I + G + X + M.
35. Persamaan Konsumsi.
Diketahui bahwa Konsumsi RT terdiri dari :
1. Pengeluaran atas produksi DN (Cdn) ;
2. danPengeluaran atas brg Impor (M),
• Sehingga keseluruhan C = Cdn + M.
• Dengan menggantikan Cdn + M menjadi
C, maka persamaan perbelanjaan dpt
dinyatakan AE = C + I + G + X
36. • Pada uraian sebelumnya diketahui bhw utk
perekonomian akan mencapai keseimbangan bila :
“Penawaran Agregat” sama dengan “Pengeluaran
Agregat”, maka wujudnya dlm ekonomi terbuka adalah ;
Y + M = C + I + G + X
• Dimana, Y + M = Penawaran Agregat,
• C+I+G+X = Pengeluaran Agregat.
• Sehingga dpt disederhanakan menjadi :
Y = C + I + G + (X – M).
• Jadi dapat disimpulkan bhw, dlm perekonomian terbuka,
Keseimbangan Pendapatan Nasional dicapai bila :
Y = C + I + G + ( X – M )
37. • Keseimbangan berdasarkan pendekatan
agregat :
Y = C + I + G + X – M
• Keseimbangan berdasarkan pendekatan
suntikan bocoran.
S + Tx + M = I + G + X
39. Komponen pengeluaran agregat atas pendapatan
nasional:
1. Pengeluaran konsumsi rumah tangga atas
barang konsumsi dan jasa yang diproduksi
di dalam negeri
2. Investasi perusahaan, yaitu pembelanjaan
penanaman modal atas barang modal yang
diproduksi di dalam negeri
3. Pengeluaran pemerintah (pengeluaran
konsumsi dan investasi pemerintah)
4. Ekspor, yaitu pengeluaran negara lain atas
barang dan jasa yang dihasilkan sektor
perusahaan
40. EKUILIBRIUM PENDAPATAN
NASIONAL DALAM
PEREKONOMIAN TERBUKA
1. Keseimbangan antara
pendapatan nasional dan
pengeluaran agregate pada
titik A yaitu 100
2. Pada tingkat pendapatan di
bawah A maka permintaan
agregate melebihi tingkat
produksi perusahaan
meningkatkan kapasitas
produksi, demikian pula
sebaliknya
3. Gambar bawah
menunjukkan titik
ekuilibrium antara
tabungan dan saving
negara memiliki defisit
transaksi berjalan (impor
lebih besar dari ekspornya)
Keterangan :
s = S/ Y = MPS = 0,20
m = M/ Y = MPI = 0,30
0
AD = E(Y) + X – M(Y)
10
0
10
0
PENDAPATAN
NASIONAL DENGAN
PERMINTAAN
AGREGATE
450
AD(Y) = E(Y) + X – M(Y)
Kemiringan = 1 – m-s
E = 110
X=15
M=2
5
A
Pendapatan
Nasional
S-Id
=X-M
=Y-E
= If
0
-10
10
0 Pendapatan
Nasional
If=X-M
S-Id
Investasi Netto
-m = - 0,30
s = 0,20
EKUILIBRIUM ANTARA
TABUNGAN DAN INVESTASI
(DALAM DAN LUAR
NEGERI)
41. Contoh
PERDAGANGAN LUAR NEGERI DAN PERPUTARAN PENDAPATAN
Pengeluaran
AS meningkat
(G naik)
Pengeluaran AS
meningkat (G
naik)
ImporAmerika
Serikat (M) naik
Pendapatan (Y) dan
pengeluaran luar negeri
meningkat
Ekspor Amerika
Serikat (M) naik
Tergantung
pada sf
Tergantung
pada mf
42. • Pengeluaran agregat (aggregate
expenditure) terdiri atas:
1. konsumsi rumah tangga atas barang yang
diproduksi dalam negeri (Cdn),
2. investasi perusahaan (I),
3. pengeluaran pemerintah (G) dan ekspor (X)
AEdn = Cdn + I + G + X
Perdagangang terbuka (AE) meliputi perbelanjaan
agregat atas produksi dalam negeri dan pengeluaran
impor
AE = AEdn + M, atau
AE = Cdn + I + G + X + M
43. C = Cdn + M,
Y = AE = C + I + G + (X-M)
Penawaran agregat = Pengeluaran agregat
Y + M = C + I + G + X, atau
Y = C + I + G + (X – M)
Tercipta
Keseimbangan
Ekonomi
44. Contoh1:
Fungsi konsumsi masyarakat suatu negara
adalah C=400+0,75Yd. Pajak 20% dari
pendapatan nasional. Investasi
perusahaan 400 dan pengeluaran
pemerintah sebesar 800. Besarnya ekspor
negara tersebut 600 dani mpor adalah
10% dari pendapatan nasional.
Tentukan:
a.FungsiConsumsi
b.Pendapatan nasional keseimbangan
50. MULTIPLIER DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA
• Dalam perekonomian terbuka Multiplier akan selalu
lebih kecil daripada Multiplier tiga sektor.
• Perbedaan ini disebabkan karena dalam analisis
mengenai keseimbangan dalam perekonomian
terbuka dimisalkan : impor adalah proporsional
dengan pendapatan nasional berarti dengan adanya
impor tingkat bocoran menjadi semakin besar dan
menurangi tingkat pertambahan pengeluaranagregat.
• Oleh sebab itu multiplier menjadi semakin kecil
apabila dibandingkan dengan multiplier dalam
perekonomian tertutup.
51. Persamaan keseimbangan (perekonomian
terbuka) / pendekatan suntikan-bocoran
• S + T + M = I + G + X
• Dari gambar 1:
Aliran pendapatan digunakan untuk:
• Membiayai pengeluaran konsumsi rumah
tangga dalam negeri (Cdn) dan barang impor
(M) C = Cdn + M
• Membiayai pajak (T), yaitu keuntungan
perusahaan dan pajak pendapatan rumah
tangga
• Menyisihkan pendapatan untuk di tabung (S)
52. • Y = Cdn + M + S + T, C = Cdn + M
• Y = C + S + T
Pendekatan penawaran-permintaan
agregat:
• Y = C + I + G + (X – M), maka
• C + I + G + (X – M) = C + S + T
• I + G + (X – M) = S + T, atau
• I + G + X = C + S + T + M
53. • Dalam suatu perekonomian terbuka diketahui :C = 500 + 0,8Yd. Pajak
adalah 25%
dari pendapatan nasional. Investasi = 500, Pengeluaran pemerintah =
1000. Ekspor
negara X = 800, sedangkan Impor adalah 10% daripendapatan asional.
Perekonomian
akan mencapai full employment padapendapatan nasional sebesar
6000. Tentukan :
a. Fungsi konsumsi
b. Pendapatan nasional keseimbangan.
c. Penurunan pajak untuk mencapai full emplyoment.
d. Kenaikan pengeluaran pemerintah untuk mencapai fullemployment.
54. • Penyelesaian :
a. Fungsi Konsumsi sebagai fungsi dari Y
C = 500 + 0,8Yd
C = 500 +0,8 (Y – T)
C = 500 +0,8 (Y – 0,25Y)
C = 500 + 0,8 (0,75Y)
C = 500 + 0,6 Y
b. Y = C + I + G + X – M
Y = 500 + 0,6Y + 500 + 1000 + 800 – 0,1Y
Y = 5600
55. • c. Misal besar pajak untuk mencapai full employment
(Y=6000) adalah To, maka
Y = C + I + G + X – M
Y = 500 + 0,8Yd + I + G + X – M
Y = 500 + 0,8 (Y – To) + 500 + 1000 + 800 – 0,1Y
Y = 2800 + 0,8Y – 0,8To – 0,1Y
0,3Y = 2800 – 0,8To
0,8To = 2800 – 0,3Y
0,8To = 2800 – 0,3(6000)
0,8To = 1000
To = 1250
56. • Jika pajak tetap pada Y=6000, maka jumlah pajak adalah:
T = 0,25Y = 0,25(6000)=1500
Dengan demikian untuk mencapai kesempatan kerja penuh,
pajak diturunkan sebanyak
1500 – 1250 = 250
d. Misal pengeluaran pemerintah untuk mencapai full
employmentadalah Go, maka :
Y = C + I + G + X – M
Y = 500 + 0,6Y + 500 + Go +800 – 0,1Y
6000 = 500 + 0,6(6000) + 500 + Go +800 – 0,1(6000)
Go = 1200
Maka untuk mencapai kesempatan kerja penuh, pengeluara
npemerintah perlu ditambah
sebanyak 1200 – 1000 = 200
57. Keseimbangan secara grafik
• Penentu ekspor:
– Kemampuan dari negara untuk
memproduksi barang yang dapat bersaing
di pasar luar negeri
– Ekspor penentu pendapatan nasional tapi
tidak sebaliknya
– fungsi ekspor sama dengan fungsi
investasi dan fungsi pengeluaran
pemerintah
Penentu impor:
Besarnya impor lebih dipengaruhi oleh
besarnya pendapatan nasional dari pada
kemampuan barang luar negeri untuk
bersaing dengan barang dalam negeri
58. Tkt
bunga X2
Pertambahan ekspor
X0
Pengurangan ekspor
X1
Pendapatan nasional (fungsi ekspor)
M2
impor Kenaikan impor
M0
M1
Pengurangan impor
Pendapatan nasional (fungsi impor)
Keseimbangan secara grafik
59. E
Y = AE
Pengeluaran
agregat
C+I+G+(X-M) C
I+G+X
C+I+G Pendekatan permintaan-
penawaran agregat
450
Y0
S+T+M
Suntikan dan
bocoran E I+G+X
I+G+X Pendekatan suntikan-
bocoran
Y0
Pendapatan
nasional
Grafik keseimbangan pendapatan nasional
60. Multiplier dalam perekonomian terbuka
• Nilai multiplier menggambarkan perbandingan di
antara jumlah pertambahan/pengurangan dalam
pendapatan nasional dengan jumlah
pertambahan/pengurangan dalam pengeluaran
agregat yang telah menimbulkan perubahan dalam
pendapatan nasional tersebut
• Multiplier perekonomian terbuka < multiplier
perekonomian tiga sektor (Y,C,S) disebabkan
pemisalan impor proporsional dengan pendapatan
nasional dan ekspor bersifat pengeluaran otonom.
61. Tahap
multipl
ier ∆ Y ∆ T ∆ Yd
Pertambahan
konsumsi
∆ S
∆ Cdn ∆M
I
II
III
∆Y1= ∆ X= 200
∆Y2= ∆ Cdn = 100
∆Y3= ∆ Cdn = 50
40
20
10
160
80
40
100
50
25
20
10
5
40
20
10
……………. …. ……. …… …. …..
TOTAL ∆ Y = 400 ∆T=8
0
∆Yd
=320
∆Cdn=
200
∆M=40 ∆S=80
Proses multiplier dalam perekonomian terbuka
• MPC = 0.75, pajak proporsional 20% dari pendapatan nasional, impor
10% dari pendapatan nasional, proses multiplier menimbulkan
kenaikan ekspor Rp 200
62. • Multiplier = 1 / (1 – MPCdn)
• MPCdn = ∆ Cdn / ∆ Y,
Contoh : tahap I, MPCdn = 100/200=0.5
• Multiplier = 1 / (1 – 0.5) = 2
• Kenaikan ekspor sebanyak Rp 200 akan
menambah pendapatan nasional
sebanyak Rp 400
63. Perhitungan secara aljabar
• Fungsi konsumsi C = a + bYd
• Pajak proporsional T = tY
• Investasi perusahaan Io
• Pengeluaran pemerintah Go
• Ekspor X0
• Impor M = mY
64. • Y = C+I+G+(X-M)
• Y(1-b + bt + m) = a + I0 + G0 + X0
• Y = (1/(1-b + bt + m)) * (a + I0 + G0 + X0)
Proses multiplier ∆X
• Y1 = (1/(1-b+bt+m)) * (a+I0+G0+X0+ ∆X) ∆Y = Y1 – Y
• ∆Y = (1 /(1-b+bt+m)) *(∆X)
Ket :
b = kecondongan mengkonsumsi
marginal (MPC)
t = tingkat (persentase) pajak
m = tingkat (persentase) impor
65. Perdagangan luar negeri, kestabilan
ekonomi dan pertumbuhan ekonomi
• Perdagangan LN dan pengeluaran agregat
• Multiplier ekspor dan impor
1. Setiap perubahan ekspor dan impor akan sec.
otomatis menyebabkan perubahan dalam
pendapatan nasional dan tingkat kegiatan
ekonomi negara
2. Sampai sejauh mana perubahan ekspor dan
impor akan mempengaruhi pendapatan
nasional dan tingkat kegiatan ekonomi
tergantung pada luasnya proses multiplier
yang ditimbulkan oleh perubahan ekspor atau
impor tersebut.
66. Dampak negatif ekspor dan
impor
• Jika impor > ekspor, maka:
1. Kekurangan valuta asing
2. Kurs mata uang asing naik
3. Kenaikan harga/inflasi
4. Kemunduran investasi dalam negeri
67. Perdagangan luar negeri, neraca pembayaran dan
penggunaan tenaga kerja penuh
• Sifat ekspor dan impor yang berbeda tidak
dapat sec. serentak mengatasi masalah
pengangguran pada waktu yang sama neraca
pembayaran nya.
• untuk mengatasi pengangguran/
penggunaan tenaga kerja penuh
dengan menambah pengeluaran
agregat, impor >ekspor defisit
neraca pembayaran
68. Perdagangan luar negeri, dan pertumbuhan ekonomi
• Pandangan klasik, keuntungan
perdagangan luar negeri:
a) Mempertinggi efisiensi penggunaan faktor
produksi
b) Memperluas pasar produksi dalam negeri
c) Mempertinggi produktivitas kegiatan
ekonomi
69. Kebijakan fiskal dan moneter dalam perekonomian
terbuka
• Perekonomian berusaha mencapai tingkat
kegiatan ekonomi yang tinggi (bila
memungkinkan mencapai penggunaan tenaga
kerja penuh) tanpa inflasi. neraca pembayaran
yang menguntungkan , langkah pemerintah:
1.Kebijakan menekan pengeluaran (expenditure
dampening policy)
2.Kebijakan memindahkan pengeluaran
(expenditure switching policy)
70. Kebijakan menekan pengeluaran
• langkah pemerintah untuk menstabilkan
neraca pembayaran yang sedang dalam
keadaan defisit dengan melakukan tindakan
yang akan mengurangi pengeluaran agregat
• Impor turun tanpa mengurangi ekspor
• dilakukan pada saat perekonomian
mengalami masalah inflasi dan tingkat
kegiatan ekonomi yang terlalu tinggi.
1. Menaikkan pajak pendapatan
2. Menaikkan tingkat bunga
3. Mengurangi pengeluaran pemerintah
71. Kebijakan memindahkan pengeluaran
• Langkah pemerintah untuk menstabilkan sektor luar
negeri yang sifatnya mendorong masyarakat
mengurangi impor, melakukan konsumsi lebih banyak
atas barang dalam negeri dan meningkatkan ekspor.
• Dilakukan pada saat perekonomian mengalami
masalah defisit neraca pembayaran dan pada waktu
yang sama menghadapi masalah pengangguran yang
tinggi
1. Memindahkan pengeluaran secara paksa
2. Memindahkan pengeluaran dengan membuat
perangsang untuk mengekspor
72. • Memindahkan secara paksa:
– Mempertinggi pajak impor
– Menentukan quota atas barang
tertentu
– Mengawasi penggunaan valuta asing
• Insentif untuk mengekspor:
– Menciptakan perangsang ekspor
– Melakukan devaluasi
73. Penghambat impor (import barrier)
• Langkah pemerintah dalam perpajakan atau
peraturan impor yang mengurangi kebebasan
perdagangan luar negeri,
– Penghambat tarif (mengenakan pajak
terhadap barang impor)
– Penghambat bukan tarif (peraturan yang
mengurangi kebebasan masuknya barang
dari luar negeri)
• Penghambat tarif
• Tarif pajak atas barang impor , bersifat ad valorem atau Tarif spesifik
• Quota pembatasan jumlah barang impor
74. Sd
Pengaruh tarif
atas impor,
penerimaan pajak
dan produksi
dalam negeri
Sdi
P0 E
a b
P2 St
P1 c d
Dd
Q2 Q3 Q0 Q4 Q1
Konsumsi radio berkurang Q1 – Q3
Harga naik P1 – P2
Pajak diterima pemerintah abcd
Prod. Radio dlm negeri turun Q2-Q4
Impor Q2Q1 – Q4Q3
75. Tujuan kebijakan hambatan impor
1. Mengatasi masalah deflasi dan pengangguran
2. Menghapuskan defisit dalam negeri neraca
perdagangan
3. Mensukseskan usaha mendiversifikasikan
perekonomian
4. Melindungi industri yang baru berkembang
5. Melindungi industri dalam negeri yang
berkedudukan terancam
76. Pengawasan penggunaan devisa
• Exchange control tindakan bank sentral yang
mengatur penggunaan valuta asing untuk tujuan
impor dan investasi ke luar negeri
• Pembelian dan penjualan mata uang asing
• Devisa yang diterima masyarakat harus di jual ke
pemerintah
• Yang memerlukan devisa membeli ke
pemerintah
• Tujuannya : mempertahankan keseimbangan dalam
neraca pembayaran
• Jangka panjang impor melebihi ekspor dan aliran
modal ke luar negeri
77. Cara melaksanakan pengawasan devisa
• Masalah Neraca perdagangan tidak serius:
– Mengawasi seluruh jual beli valuta asing
– Menetapkan nilai valuta sing
• Masalah Neraca perdagangan serius:
– Sistem kurs berganda /multiple exchange
rate
• Memberikan perangsang yang besar untuk
mengekspor, membatasi impor barang mewah
• Barang penting (makanan, barang modal dan
bahan mentah) diimpor dengan harga wajar.
78. Devaluasi (penurunan nilai mata uang)
• Dilakukan sebagai langkah terakhir, karena
efek buruk ke konsumen (harga barang
impor naik) dan merugikan pihak yang
berhutang ke luar negeri
• Yang diharapkan dari devaluasi :
– Makin tinggi tingkat devaluasi makin
baik daya saing negara tersebut (barang
negara tsb menjadi murah di psr LN dan
lebih mahal di dlm Negeri) ekspor
terpacu naik, pelarian modal ke LN <
79. Syarat sukses devaluasi
• permintaan atas ekspor elastis
(perubahan harga menimbulkan
perubahan permintaan yang lebih besar)
• Permintaan barang Impor bersifat elastis
• Penawaran barang ekspor elastis
• Inflasi dalam negeri dapat dikendalikan
• Negara lain tidak mendevaluasi mata
uangnya.