PEREKONOMIAN 4 SEKTOR
Pengertian dari perekonomian 4 sektor?
• Perekonomian empat
sector/perekonomian merupakan
perekonomian dimana negara mempunyai
hubungan ekonomi dengan negara lain.
• Kegiatan perekonomian yang melibatkan
kegiatan ekspor dan impor.
•
Sektor-sector yang terlibat dalam
perekonomian empat sector, yaitu :
1. Sektor Rumah Tangga (Households
Sector
2. Sektor Perusahaan (Firms Sector
3. Sektor Pemerintah (Government
Sector),
4. Sektor Luar Negeri ( Foreign Sector
SIRKULASI ALIRAN PENDAPATAN DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA
Ekspor, Impor dan Pengeluaran Agregat
• Ekspor dapat diartikan sebagai
pengiriman dan penjualan barang –
barang buatan dalam negri ke negara –
negara lain.
• Ekspor barang dan jasa mempengaruhi
dalam peningkatan pendapatan
nasional (Y).
Ekspor, Impor dan Pengeluaran Agregat
• Impor dapat diartikan sebagai
pembelian datau pemasukan barang –
barang buatan luar negri ke dalam
suatu perekonomian negara.
• Impor barang dan jasa mempengaruhi
dalam penurunan pendapatan nasional
(Y).
Komponen Pengeluaran Agregat
Komponen pengeluaran agregat adalah
bagian pengeluaran yang mempengaruhi
sektor perusahaan pada sirkulasi
perekonomian terbuka. Ada 5(lima) k
omponen pengeluaran agregat, berikut :
i. Pengeluaran konsumsi rumah tangga
keatas barang – barang yang dihasilkan
dalam negeri (Cdn).
ii. Investasi perusahaan untuk menambah kapasitas
sektor perusahaan dalam negeri untuk
memproduksikan barang dan jasanya.
iii. Pengeluaran pemerintah keatas barang dan jasa
yang diperoleh dari perusahaan dalam negeri (G).
iv. Ekspor (X), yaitu pengeluaran atau pembelian oleh
negara lain keatas barang dan jasa yang
diproduksi dari perusahaan dalam negeri.
v. Impor(M), yaitu pembelian barang dari luar
negeri.
Jika diformulasikan komponen
pengaluaran agregat tersebut adalah
sebagai berikut :
AE = Cdn + I + G + X - M
Pengertian dari perekonomian 4 sektor?
• Kebijakan fiskal dan kebijakan moneter
satu sama lain saling berpengaruh
dalam kegiatan perekonomian.
• kebijakan fiskal dipengaruhi oleh dua
variabel utama, yaitu pajak (tax) dan
pengeluaran pemerintah (goverment
expenditure).
• Sedangkan variabel utama dalam kebijakan moneter,
yaitu GDP, inflasi, kurs, dan suku bunga.
• Berbicara tentang kebijakan fiskal dan kebijakan moneter
berkaitan erat dengan kegiatan perekonomian empat
sektor, dimana sektor-sektor tersebut diantaranya :
1. Sektor Rumah Tangga,
2. Sektor Perusahaan,
3. Sektor Pemerintah Dan
4. Sektor Dunia Internasional/Luar negeri.
 Keempat sektor ini memiliki hubungan interaksi masing-
masing dalam menciptakan pendapatan dan pengeluaran.
Arti Perekonomian Terbuka Dan Ukuran
Keterbukaan
1. Arti Perekonomian Terbuka
Perekonomian terbuka adalah perekonomian
yang melibatkan diri dalam perdagangan
internasional (ekspor dan impor) barang dan jasa
serta modal dengan negara-negara lain.
2. Ukuran Keterbukaan
Rasio ekspor atau impor terhadap GDP
PerekonomianTerbuka
(Perekonomian Empat Sektor)
• Kegiatan ekonomi empat sektor sering disebut
perekonomian terbuka. Karena kegiatan ini tidak
hanya melibatkan pelaku-pelaku ekonomi di dalam
negeri, tetapi juga masyarakat ekonomi di luar negeri.
1. RumahTangga
• Rumah tangga adalah kelompok masyarakat yang
melakukan kegiatan konsumsi terhadap barang dan
jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri
ataupun keluarga.
• Pendapatan Rumah Tangga Diperoleh dari:
a. Sewa (rent), yaitu balas jasa yang diterima
rumah tanggakarena telah menyewakan
tanahnya kepada pihak lain, misalnya
perusahaan.
b. Upah (wage), yaitu balas jasa yang diterima
rumah tanggakarena telah mengorbankan
tenaganya untuk bekerja pada perusahaan
dalam kegiatan produksi.
c. Bunga (interest), yaitu balas jasa yang diterima
rumah tanggadari perusahaan karena telah
meminjamkan sejumlah danauntuk
modalusaha perusahaan dalam kegiatan
produksi.
d. Laba (profit), yaitu balas jasa yang diterima
rumah tanggadari rumah tangga produsen
karena telah mengorbankan tenaga dan
pikirannya dalam mengelola perusahaan
sehingga perusahaan dapat memperoleh laba.
Peranan Rumah Tangga KonsumenSebagai
Berikut
a. Rumah tangga berperan sebagai
pemasok faktor-faktor produksi kepada
perusahaan untuk kegiatan produksi.
b. Rumah tangga berperan sebagai
pemakai (konsumen) barang dan
jasayang dihasilkan perusahaan untuk
memenuhi kebutuhan hidup.
2. Perusahaan/Produsen
• Kegiatan produksi adalah usaha untukmenghasilkan
barang dan jasa guna memenuhi kepentingan orang
lain. Ditinjau dari pemiliknya, perusahaan ada yang
dimiliki oleh pemerintah (negara) dan ada pula yang
dimiliki oleh swasta, baik milik perseorangan
maupunmilik bersama.
 PeranPerusahaandalam Kegiatan Ekonomi
a. Sebagai produsen, dengan menghasilkan barang dan
jasa yangdibutuhkan oleh rumah tangga keluarga,
pemerintah, bahkanmasyarakat luar negeri
b.Sebagai distributor, sebagai mata rantai
penyaluran barang dalamrangka melayani
konsumen agar barang yang dibutuhkan sampai
pada konsumen tepat waktu, tepat tempat,
tepat sasaran, tepat kuantitas, dan tepat
kualitas sehingga barang yang dibutuhkan
masyarakat dengan mudah dapat diperoleh.
c. Sebagai agen pembangunan, kegiatan
perusahaan sebagai agen pembangunan
ditujukan untuk meningkatkan produksi melalui
penelitian dan pengembangan.
3. Pemerintah
• Pemerintah merupakan pihak yang mempunyai peranan
penting dalam perkonomian.
• Di dalam perkonomian pemerintah bertugas untuk
mengatur, mengendalikan, serta mengadakan kontrol
terhadap jalannya roda perekonomian agar negaradapat
maju dan rakyatdapat hidup layak dandamai
• PeranPemerintahdalamKegiatanEkonomi
a. Peranan Pemerintah sebagai Pengatur
• Pengaturan kegiatan ekonomi oleh pemerintah dapat
ditempuh melalui peraturan dan perundang-undangan
disertai berbagai tindakan nyata.
b. Peranan Pemerintah sebagai Pengontrol
• Sebagai pengontrol kegiatan ekonomi,
pemerintah mempunyaibank sentral yang
berfungsi mengawasi lalu lintas
keuangan, antaralain jumlah uang yang
beredar, tinggi rendahnya suku bunga,
lalu lintaskredit, dan sebagainya.
Pemerintah juga satu-satunya yang
mempunyaihak untuk mencetak uang
serta mengedarkannya di masyarakat.
c. Peranan Pemerintah sebagai Penguasa
 Pemerintah memiliki alat pemaksa bagi
terselenggaranya ketertiban di dalam masyarakat,
yaitu polisi.
 Pemerintah memiliki alat peradilan bagi
terselenggaranya keadilan bagi seluruh rakyat
d. Peranan Pemerintah sebagai Konsumen. Untuk
menjalankan tugasnya, pemerintah memerlukan
berbagai macam barang dan jasa, misalnya untuk
kegiatan administrasi, diperlukan peralatan kantor
dan alat-alat tulis.
e. Peranan Pemerintah sebagai
produsen/Investor
 Pemerintah dapat bertindak sebagai
produsen untuk menghasilkan barangdan
jasa yang menyangkut kepentingan orang
banyak.
 Pemerintah bertindak sebagai investor,
artinya penanam modal baik seluruhnya
atau sebagian pada perusahaan-
perusahaan yang beroperasi di Indonesia.
Perdagangan Luar Negeri dan
Kegiatan Ekonomi
• Ekspor adalah barang dan jasa yang
diproduksi di dalam negeri dan dibeli oleh
penduduk negara lain.
• Impor adalah barang dan jasa yang
diproduksi di luar negeri dan dikonsumsi di
dalam negeri.
• Ekspor netto (NX) = ekspor (X) – Impor (M)
Jika positip  net foreign investment
Jika negatip  net foreign borrowing
Faktor-faktor yang mempengaruhi Ekspor atau
Impor:
 Output (GDP – domestik atau LN
 Nilai tukar (exchange rate) – depresiasi
atau apresiasi
GDP dengan memasukkan perdagangan LN:
GDP = C + I + G + NX
dimana:
• C + I + G disebut permintaan domestik (domestic
demand),
• sehingga NX = GDP – permintaan domestik
TABUNGAN DAN INVESTASI DALAM
PEREKONOMIAN TERBUKA
Recall: dalam model sederhana:
I = S
I + G = S + T atau
I = S + (T – G)
Pada Perekonomian Terbuka
I + NX = S + (T – G)
Penulisan kembali sebagai persamaan identitas
NX = S + (T – G) - I
PERDAGANGAN BERGANTUNG PADA
PENDAPATAN: IMPOR
 Penjelasan :
1. Produk yang diimpor seringkali menjadi komponen/
input untuk menghasilkan barang dan jasa dalam
suatu persekonomian  menyusun pendapatan
nasional
2. Meningkatnya pendapatan  meningkatkan
konsumsi  tingkat kecenderungan mengkonsumsi
produk impor cenderung meningkat (marginal
propensity to import) atau MPI yang menunjukkan
sejauh mana peningkatan kemakmuran berdampak
pada permintaan impor
4. Masyarakat Luar Negeri
• Peranan masyarakat luar negeri dalam perekonomian
sangat penting apalagi dalam perekonomian yang
mengglobal seperti sekarang ini, setiap negara tidak dapat
lagi menghindar dari keterlibatannya dalam perdagangan
internasional jika ingin perekonomian negaranya tidak
terpuruk.
• Peranan masyarakat luar negeri tersebutadalah sebagai
berikut:
a)Masyarakat Luar Negeri sebagai Konsumen
• Masyarakat luar negeri sebagai konsumen dari produk
barang/jasa yang dihasilkan, yaitu dengan mengekspor
barang/jasa tersebut ke negara mereka.
b)Masyarakat Luar Negeri sebagai Produsen
• Selain sebagai konsumen, masyarakat luar
negeri juga bertindak sebagai produsen.
Artinya, produk barang/jasa yang
merekahasilkan dapat kita konsumsi
dengan cara mengimpornya.
• Dengan demikian, masyarakat
berkesempatan menikmati produk-produk
yang bermutu tinggi yang belum tentu
dapat dihasilkan di dalam negeri
c) Masyarakat Luar Negeri sebagai Investor
• Pembangunan suatu bangsa membutuhkan pelaku-
pelaku yang berani menanamkan modalnya, baik
penanaman langsung maupun tidak langsung.
• Investor-investor itu banyak berasal dari luar negeri
karena umumnya mereka banyak mempunyai dana
dan lebih maju.
d) Sumber Tenaga Kerja Ahli
• Negara maju banyak memiliki tenaga ahli yang
sangat dibutuhkan negara lain. Dengan demikian,
negara lain dapat memenuhi kekurangan tenaga
kerja di dalam negeri
KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL 4 SEKTOR
• Dalam Perekonomian Terbuka 4 Sektor, akan
mewujudkan dua aliran baru dalam sirkulasi
aliran Pendapatan, yaitu :
1. Aliran pendapatan yang diterima dari
mengekspor, yang merupakan “Suntikan”
kepada aliran pendapatan; dan
2. Aliran pengeluaran untuk membeli barang yang
diimpor dari negara-negara lain, yang
merupakan “Bocoran” kepada aliran
pendapatan.
PEREKONIMIAN EMPAT SEKTOR [Autosaved].pptx
Ciri-ciri Pokok dari Aliran Pendapatan Perekonomian
Terbuka
• RT mendapat aliran pendapatan berupa gaji/upah,
sewa, bunga & keuntungan, dan pendapatan tsb
digunakan utk :Pengeluaran konsumsi (membeli
brg & jasa yg diproduksi perusahaan dalam negeri (
Cdn ) ;Membayar pajak ;Mengimpor (beli barang2
impor) ; Menabung ke Bank/ Lembaga Keuangan.
• Di samping aliran uang keluar utk membayar
impor, juga aliran pengeluaran ke sektor
perusahaan (pembayaran atas ekspor);
• Aliran perbelanjaan (pengeluaran) penanam
modal utk beli brg dan peralatan modal dari
sektor perusahaan.
• Pengeluaran pemerintah ke sektor perusahaan
utk beli kebutuhan administrasi & belanja modal
utk investasi pemerintah
Persamaan Keseimbangan.
• Dlm ekonomi terbuka, Brg & Jasa yg
diperjualbelikan terdiri dari :
1. Produksi DN, yaitu Pendapatan Nasional;
2. Impor dr negara lain.
• Sehingga “Penawaran Agregat” dlm Perekonomian
Terbuka = AS = Y + M
KOMPONEN PENGELUARAN AGREGAT KEATAS
PENDAPATAN NASIONAL
DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA.
• Dengan demikian, komponen pengeluaran agregat
ke atas pendapatan nasional adalah sbb :
Pengeluaran konsumsi RT ke atas brg & jasa DN
( Cdn ) ; Investasi Perusahaan brg produksi DN ;
Pengeluaran Pemerintah (utk konsumsi & investasi) ;
• Ekspor (pengeluaran negara lain atas
brg yg diproduksi Perusahaan DN.
• Maka persamaan keseimbangan dari
“Pengeluaran Agregat” yang juga
disebut Perbelanjaan Agregat (AE) =AEdn = Cdn
+ I + G + X
• Krn Perbelanjaan Agregat (AE) meliputi
Produksi DN & M, maka =
• AE = AEdn + M, atau AEdn = Cdn + I + G + X + M.
Persamaan Konsumsi.
Diketahui bahwa Konsumsi RT terdiri dari :
1. Pengeluaran atas produksi DN (Cdn) ;
2. danPengeluaran atas brg Impor (M),
• Sehingga keseluruhan C = Cdn + M.
• Dengan menggantikan Cdn + M menjadi
C, maka persamaan perbelanjaan dpt
dinyatakan AE = C + I + G + X
• Pada uraian sebelumnya diketahui bhw utk
perekonomian akan mencapai keseimbangan bila :
“Penawaran Agregat” sama dengan “Pengeluaran
Agregat”, maka wujudnya dlm ekonomi terbuka adalah ;
Y + M = C + I + G + X
• Dimana, Y + M = Penawaran Agregat,
• C+I+G+X = Pengeluaran Agregat.
• Sehingga dpt disederhanakan menjadi :
Y = C + I + G + (X – M).
• Jadi dapat disimpulkan bhw, dlm perekonomian terbuka,
Keseimbangan Pendapatan Nasional dicapai bila :
Y = C + I + G + ( X – M )
• Keseimbangan berdasarkan pendekatan
agregat :
Y = C + I + G + X – M
• Keseimbangan berdasarkan pendekatan
suntikan bocoran.
S + Tx + M = I + G + X
Ye
Ye
C
C+I+G
C+I+G+X-M
Y = AE
C, I, G, X, M
C, I, G, X, M
S + T + M
II + G + X
S
Komponen pengeluaran agregat atas pendapatan
nasional:
1. Pengeluaran konsumsi rumah tangga atas
barang konsumsi dan jasa yang diproduksi
di dalam negeri
2. Investasi perusahaan, yaitu pembelanjaan
penanaman modal atas barang modal yang
diproduksi di dalam negeri
3. Pengeluaran pemerintah (pengeluaran
konsumsi dan investasi pemerintah)
4. Ekspor, yaitu pengeluaran negara lain atas
barang dan jasa yang dihasilkan sektor
perusahaan
EKUILIBRIUM PENDAPATAN
NASIONAL DALAM
PEREKONOMIAN TERBUKA
1. Keseimbangan antara
pendapatan nasional dan
pengeluaran agregate pada
titik A yaitu 100
2. Pada tingkat pendapatan di
bawah A maka permintaan
agregate melebihi tingkat
produksi  perusahaan
meningkatkan kapasitas
produksi, demikian pula
sebaliknya
3. Gambar bawah 
menunjukkan titik
ekuilibrium antara
tabungan dan saving 
negara memiliki defisit
transaksi berjalan (impor
lebih besar dari ekspornya)
Keterangan :
s = S/ Y = MPS = 0,20
m = M/ Y = MPI = 0,30
0
AD = E(Y) + X – M(Y)
10
0
10
0
PENDAPATAN
NASIONAL DENGAN
PERMINTAAN
AGREGATE
450
AD(Y) = E(Y) + X – M(Y)
Kemiringan = 1 – m-s
E = 110
X=15
M=2
5
A
Pendapatan
Nasional
S-Id
=X-M
=Y-E
= If
0
-10
10
0 Pendapatan
Nasional
If=X-M
S-Id
Investasi Netto
-m = - 0,30
s = 0,20
EKUILIBRIUM ANTARA
TABUNGAN DAN INVESTASI
(DALAM DAN LUAR
NEGERI)
Contoh
PERDAGANGAN LUAR NEGERI DAN PERPUTARAN PENDAPATAN
Pengeluaran
AS meningkat
(G naik)
Pengeluaran AS
meningkat (G
naik)
ImporAmerika
Serikat (M) naik
Pendapatan (Y) dan
pengeluaran luar negeri
meningkat
Ekspor Amerika
Serikat (M) naik
Tergantung
pada sf
Tergantung
pada mf
• Pengeluaran agregat (aggregate
expenditure) terdiri atas:
1. konsumsi rumah tangga atas barang yang
diproduksi dalam negeri (Cdn),
2. investasi perusahaan (I),
3. pengeluaran pemerintah (G) dan ekspor (X)
AEdn = Cdn + I + G + X
Perdagangang terbuka  (AE) meliputi perbelanjaan
agregat atas produksi dalam negeri dan pengeluaran
impor
AE = AEdn + M, atau
AE = Cdn + I + G + X + M
C = Cdn + M, 
Y = AE = C + I + G + (X-M)
Penawaran agregat = Pengeluaran agregat
Y + M = C + I + G + X, atau
Y = C + I + G + (X – M)
Tercipta
Keseimbangan
Ekonomi
Contoh1:
Fungsi konsumsi masyarakat suatu negara
adalah C=400+0,75Yd. Pajak 20% dari
pendapatan nasional. Investasi
perusahaan 400 dan pengeluaran
pemerintah sebesar 800. Besarnya ekspor
negara tersebut 600 dani mpor adalah
10% dari pendapatan nasional.
Tentukan:
a.FungsiConsumsi
b.Pendapatan nasional keseimbangan
Penyelesaian:
a. FungsiConsumsi:
C=400+0,75Yd
C=400+0,75(Y-0,2Y)
C=400+0,6Y
b. Pendapatan nasional
keseimbangan:
Y=C+I+G+X-M
Y=400+0,6Y+400+800+600-0,1Y
Y= 4400.
PEREKONIMIAN EMPAT SEKTOR [Autosaved].pptx
Contoh2:
Fungsikonsumsimasyarakatsuatunega
raadalahC=100+0,8Yd dan investasi
sebesar 100.Pengeluaran pemerintah
sebesar 250 dan pajak yang dipungut
adalah 250.Pemerintah memberikan
subsidi sebesar 50,sedangkan ekspor
berjumlah 300 dan impor berjumlah
200.
Tentukan besarnya pendapatan ?
Penyelesaian:
Y=C+I+G+X-M
Y=100+0,8(Y-
250+50)+100+250+300-200
0,2Y=390
Y=1950
Denganpendekataninjeksi-kebocoran:
C=100+0,Yd
C=100+0,8(Y-250+50)
C=-60+0,8Y
S=60+0,2Y
S+T+M=I+G+X
60+0,2Y+200=100+250+300(nilai T
sudah masuk pada fungsi C)
Maka Y=1950.
MULTIPLIER DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA
• Dalam perekonomian terbuka Multiplier akan selalu
lebih kecil daripada Multiplier tiga sektor.
• Perbedaan ini disebabkan karena dalam analisis
mengenai keseimbangan dalam perekonomian
terbuka dimisalkan : impor adalah proporsional
dengan pendapatan nasional berarti dengan adanya
impor tingkat bocoran menjadi semakin besar dan
menurangi tingkat pertambahan pengeluaranagregat.
• Oleh sebab itu multiplier menjadi semakin kecil
apabila dibandingkan dengan multiplier dalam
perekonomian tertutup.
Persamaan keseimbangan (perekonomian
terbuka) / pendekatan suntikan-bocoran
• S + T + M = I + G + X
• Dari gambar 1:
Aliran pendapatan digunakan untuk:
• Membiayai pengeluaran konsumsi rumah
tangga dalam negeri (Cdn) dan barang impor
(M)  C = Cdn + M
• Membiayai pajak (T), yaitu keuntungan
perusahaan dan pajak pendapatan rumah
tangga
• Menyisihkan pendapatan untuk di tabung (S)
• Y = Cdn + M + S + T, C = Cdn + M
• Y = C + S + T
Pendekatan penawaran-permintaan
agregat:
• Y = C + I + G + (X – M), maka
• C + I + G + (X – M) = C + S + T
• I + G + (X – M) = S + T, atau
• I + G + X = C + S + T + M
• Dalam suatu perekonomian terbuka diketahui :C = 500 + 0,8Yd. Pajak
adalah 25%
dari pendapatan nasional. Investasi = 500, Pengeluaran pemerintah =
1000. Ekspor
negara X = 800, sedangkan Impor adalah 10% daripendapatan asional.
Perekonomian
akan mencapai full employment padapendapatan nasional sebesar
6000. Tentukan :
a. Fungsi konsumsi
b. Pendapatan nasional keseimbangan.
c. Penurunan pajak untuk mencapai full emplyoment.
d. Kenaikan pengeluaran pemerintah untuk mencapai fullemployment.
• Penyelesaian :
a. Fungsi Konsumsi sebagai fungsi dari Y
C = 500 + 0,8Yd
C = 500 +0,8 (Y – T)
C = 500 +0,8 (Y – 0,25Y)
C = 500 + 0,8 (0,75Y)
C = 500 + 0,6 Y
b. Y = C + I + G + X – M
Y = 500 + 0,6Y + 500 + 1000 + 800 – 0,1Y
Y = 5600
• c. Misal besar pajak untuk mencapai full employment
(Y=6000) adalah To, maka
Y = C + I + G + X – M
Y = 500 + 0,8Yd + I + G + X – M
Y = 500 + 0,8 (Y – To) + 500 + 1000 + 800 – 0,1Y
Y = 2800 + 0,8Y – 0,8To – 0,1Y
0,3Y = 2800 – 0,8To
0,8To = 2800 – 0,3Y
0,8To = 2800 – 0,3(6000)
0,8To = 1000
To = 1250
• Jika pajak tetap pada Y=6000, maka jumlah pajak adalah:
T = 0,25Y = 0,25(6000)=1500
Dengan demikian untuk mencapai kesempatan kerja penuh,
pajak diturunkan sebanyak
1500 – 1250 = 250
d. Misal pengeluaran pemerintah untuk mencapai full
employmentadalah Go, maka :
Y = C + I + G + X – M
Y = 500 + 0,6Y + 500 + Go +800 – 0,1Y
6000 = 500 + 0,6(6000) + 500 + Go +800 – 0,1(6000)
Go = 1200
Maka untuk mencapai kesempatan kerja penuh, pengeluara
npemerintah perlu ditambah
sebanyak 1200 – 1000 = 200
Keseimbangan secara grafik
• Penentu ekspor:
– Kemampuan dari negara untuk
memproduksi barang yang dapat bersaing
di pasar luar negeri
– Ekspor penentu pendapatan nasional tapi
tidak sebaliknya
– fungsi ekspor sama dengan fungsi
investasi dan fungsi pengeluaran
pemerintah
 Penentu impor:
 Besarnya impor lebih dipengaruhi oleh
besarnya pendapatan nasional dari pada
kemampuan barang luar negeri untuk
bersaing dengan barang dalam negeri
Tkt
bunga X2
Pertambahan ekspor
X0
Pengurangan ekspor
X1
Pendapatan nasional (fungsi ekspor)
M2
impor Kenaikan impor
M0
M1
Pengurangan impor
Pendapatan nasional (fungsi impor)
Keseimbangan secara grafik
E
Y = AE
Pengeluaran
agregat
C+I+G+(X-M) C
I+G+X
C+I+G Pendekatan permintaan-
penawaran agregat
450
Y0
S+T+M
Suntikan dan
bocoran E I+G+X
I+G+X Pendekatan suntikan-
bocoran
Y0
Pendapatan
nasional
Grafik keseimbangan pendapatan nasional
Multiplier dalam perekonomian terbuka
• Nilai multiplier menggambarkan perbandingan di
antara jumlah pertambahan/pengurangan dalam
pendapatan nasional dengan jumlah
pertambahan/pengurangan dalam pengeluaran
agregat yang telah menimbulkan perubahan dalam
pendapatan nasional tersebut
• Multiplier perekonomian terbuka < multiplier
perekonomian tiga sektor (Y,C,S)  disebabkan
pemisalan impor proporsional dengan pendapatan
nasional dan ekspor bersifat pengeluaran otonom.
Tahap
multipl
ier ∆ Y ∆ T ∆ Yd
Pertambahan
konsumsi
∆ S
∆ Cdn ∆M
I
II
III
∆Y1= ∆ X= 200
∆Y2= ∆ Cdn = 100
∆Y3= ∆ Cdn = 50
40
20
10
160
80
40
100
50
25
20
10
5
40
20
10
……………. …. ……. …… …. …..
TOTAL ∆ Y = 400 ∆T=8
0
∆Yd
=320
∆Cdn=
200
∆M=40 ∆S=80
Proses multiplier dalam perekonomian terbuka
• MPC = 0.75, pajak proporsional 20% dari pendapatan nasional, impor
10% dari pendapatan nasional, proses multiplier menimbulkan
kenaikan ekspor Rp 200
• Multiplier = 1 / (1 – MPCdn)
• MPCdn = ∆ Cdn / ∆ Y,
Contoh : tahap I, MPCdn = 100/200=0.5
• Multiplier = 1 / (1 – 0.5) = 2
• Kenaikan ekspor sebanyak Rp 200 akan
menambah pendapatan nasional
sebanyak Rp 400
Perhitungan secara aljabar
• Fungsi konsumsi C = a + bYd
• Pajak proporsional T = tY
• Investasi perusahaan Io
• Pengeluaran pemerintah Go
• Ekspor X0
• Impor M = mY
• Y = C+I+G+(X-M)
• Y(1-b + bt + m) = a + I0 + G0 + X0
• Y = (1/(1-b + bt + m)) * (a + I0 + G0 + X0)
Proses multiplier ∆X
• Y1 = (1/(1-b+bt+m)) * (a+I0+G0+X0+ ∆X)  ∆Y = Y1 – Y
• ∆Y = (1 /(1-b+bt+m)) *(∆X)
Ket :
 b = kecondongan mengkonsumsi
marginal (MPC)
 t = tingkat (persentase) pajak
 m = tingkat (persentase) impor
Perdagangan luar negeri, kestabilan
ekonomi dan pertumbuhan ekonomi
• Perdagangan LN dan pengeluaran agregat
• Multiplier ekspor dan impor
1. Setiap perubahan ekspor dan impor akan sec.
otomatis menyebabkan perubahan dalam
pendapatan nasional dan tingkat kegiatan
ekonomi negara
2. Sampai sejauh mana perubahan ekspor dan
impor akan mempengaruhi pendapatan
nasional dan tingkat kegiatan ekonomi
tergantung pada luasnya proses multiplier
yang ditimbulkan oleh perubahan ekspor atau
impor tersebut.
Dampak negatif ekspor dan
impor
• Jika impor > ekspor, maka:
1. Kekurangan valuta asing
2. Kurs mata uang asing naik
3. Kenaikan harga/inflasi
4. Kemunduran investasi dalam negeri
Perdagangan luar negeri, neraca pembayaran dan
penggunaan tenaga kerja penuh
• Sifat ekspor dan impor yang berbeda tidak
dapat sec. serentak mengatasi masalah
pengangguran pada waktu yang sama neraca
pembayaran nya.
• untuk mengatasi pengangguran/
penggunaan tenaga kerja penuh
dengan menambah pengeluaran
agregat, impor >ekspor  defisit
neraca pembayaran
Perdagangan luar negeri, dan pertumbuhan ekonomi
• Pandangan klasik, keuntungan
perdagangan luar negeri:
a) Mempertinggi efisiensi penggunaan faktor
produksi
b) Memperluas pasar produksi dalam negeri
c) Mempertinggi produktivitas kegiatan
ekonomi
Kebijakan fiskal dan moneter dalam perekonomian
terbuka
• Perekonomian berusaha mencapai tingkat
kegiatan ekonomi yang tinggi (bila
memungkinkan mencapai penggunaan tenaga
kerja penuh) tanpa inflasi. neraca pembayaran
yang menguntungkan , langkah pemerintah:
1.Kebijakan menekan pengeluaran (expenditure
dampening policy)
2.Kebijakan memindahkan pengeluaran
(expenditure switching policy)
Kebijakan menekan pengeluaran
•  langkah pemerintah untuk menstabilkan
neraca pembayaran yang sedang dalam
keadaan defisit dengan melakukan tindakan
yang akan mengurangi pengeluaran agregat
• Impor turun tanpa mengurangi ekspor
•  dilakukan pada saat perekonomian
mengalami masalah inflasi dan tingkat
kegiatan ekonomi yang terlalu tinggi.
1. Menaikkan pajak pendapatan
2. Menaikkan tingkat bunga
3. Mengurangi pengeluaran pemerintah
Kebijakan memindahkan pengeluaran
• Langkah pemerintah untuk menstabilkan sektor luar
negeri yang sifatnya mendorong masyarakat
mengurangi impor, melakukan konsumsi lebih banyak
atas barang dalam negeri dan meningkatkan ekspor.
• Dilakukan pada saat perekonomian mengalami
masalah defisit neraca pembayaran dan pada waktu
yang sama menghadapi masalah pengangguran yang
tinggi
1. Memindahkan pengeluaran secara paksa
2. Memindahkan pengeluaran dengan membuat
perangsang untuk mengekspor
• Memindahkan secara paksa:
– Mempertinggi pajak impor
– Menentukan quota atas barang
tertentu
– Mengawasi penggunaan valuta asing
• Insentif untuk mengekspor:
– Menciptakan perangsang ekspor
– Melakukan devaluasi
Penghambat impor (import barrier)
• Langkah pemerintah dalam perpajakan atau
peraturan impor yang mengurangi kebebasan
perdagangan luar negeri,
– Penghambat tarif (mengenakan pajak
terhadap barang impor)
– Penghambat bukan tarif (peraturan yang
mengurangi kebebasan masuknya barang
dari luar negeri)
• Penghambat tarif
• Tarif  pajak atas barang impor , bersifat ad valorem atau Tarif spesifik
• Quota  pembatasan jumlah barang impor
Sd
Pengaruh tarif
atas impor,
penerimaan pajak
dan produksi
dalam negeri
Sdi
P0 E
a b
P2 St
P1 c d
Dd
Q2 Q3 Q0 Q4 Q1
Konsumsi radio berkurang Q1 – Q3
Harga naik P1 – P2
Pajak diterima pemerintah abcd
Prod. Radio dlm negeri turun Q2-Q4
Impor Q2Q1 – Q4Q3
Tujuan kebijakan hambatan impor
1. Mengatasi masalah deflasi dan pengangguran
2. Menghapuskan defisit dalam negeri neraca
perdagangan
3. Mensukseskan usaha mendiversifikasikan
perekonomian
4. Melindungi industri yang baru berkembang
5. Melindungi industri dalam negeri yang
berkedudukan terancam
Pengawasan penggunaan devisa
• Exchange control  tindakan bank sentral yang
mengatur penggunaan valuta asing untuk tujuan
impor dan investasi ke luar negeri
• Pembelian dan penjualan mata uang asing
• Devisa yang diterima masyarakat harus di jual ke
pemerintah
• Yang memerlukan devisa  membeli ke
pemerintah
• Tujuannya : mempertahankan keseimbangan dalam
neraca pembayaran
• Jangka panjang impor melebihi ekspor dan aliran
modal ke luar negeri
Cara melaksanakan pengawasan devisa
• Masalah Neraca perdagangan tidak serius:
– Mengawasi seluruh jual beli valuta asing
– Menetapkan nilai valuta sing
• Masalah Neraca perdagangan serius:
– Sistem kurs berganda /multiple exchange
rate
• Memberikan perangsang yang besar untuk
mengekspor, membatasi impor barang mewah
• Barang penting (makanan, barang modal dan
bahan mentah) diimpor dengan harga wajar.
Devaluasi (penurunan nilai mata uang)
• Dilakukan sebagai langkah terakhir, karena
efek buruk ke konsumen (harga barang
impor naik) dan merugikan pihak yang
berhutang ke luar negeri
• Yang diharapkan dari devaluasi :
– Makin tinggi tingkat devaluasi makin
baik daya saing negara tersebut (barang
negara tsb menjadi murah di psr LN dan
lebih mahal di dlm Negeri)  ekspor
terpacu naik, pelarian modal ke LN <
Syarat sukses devaluasi
• permintaan atas ekspor elastis
(perubahan harga menimbulkan
perubahan permintaan yang lebih besar)
• Permintaan barang Impor bersifat elastis
• Penawaran barang ekspor elastis
• Inflasi dalam negeri dapat dikendalikan
• Negara lain tidak mendevaluasi mata
uangnya.
Terima kasih

More Related Content

PPTX
KESEIMBANGAN 9 PASAR BARANG DAN PASAR UANG.pptx
PPTX
Pertemuan ii pendapatan nasional
PPTX
ANALISI KESEMBANGAN PASAR UANG [Autosaved].pptx
PPTX
PERTEMUAN V KPN PEREKONOMIAN DUA SEKTOR DAN MULTIFLIER.pptx
PPTX
Analisis keseimbangan pasar barang
PPTX
Ekonomika Mikro - Teori Perilaku Produsen
PPTX
KESEIMBANGAN EKONOMI TIGA SEKTOR.pptx
PPTX
MATERI PEREKONOMIAN 4 SEKTOR.pptx
KESEIMBANGAN 9 PASAR BARANG DAN PASAR UANG.pptx
Pertemuan ii pendapatan nasional
ANALISI KESEMBANGAN PASAR UANG [Autosaved].pptx
PERTEMUAN V KPN PEREKONOMIAN DUA SEKTOR DAN MULTIFLIER.pptx
Analisis keseimbangan pasar barang
Ekonomika Mikro - Teori Perilaku Produsen
KESEIMBANGAN EKONOMI TIGA SEKTOR.pptx
MATERI PEREKONOMIAN 4 SEKTOR.pptx

What's hot (20)

PPTX
ANALISI KESEMBANGAN PASAR UANG (KURVA-LM).pptx
PPTX
Aplikasi fungsi linier dalam ekonomi
PPTX
Teori_Ekonomi_Mikro_TEORI_PERILAKU_PRODU.pptx
PPTX
PERTEMUAN V KESEIMBANGAN PASAR.pptx
PPTX
PEREKONIMIAN EMPAT SEKTOR (PEREKONOMIAN TERBUKA).pptx
PPTX
Perekonimian empat sektor
PPTX
PRILAKU KONSUMEN PENDEKATAN ORDINAL.pptx
PPTX
Analisi kesembangan pasar uang
PPT
Modul Makroekonomi Mankiw Bab 11
PPT
Chap04 en-id
PPTX
Part 3 teori konsumsi, tabungan, dan investasi
PPT
Chap09 en-id
PDF
Penawaran agregat Slide Lain
PPT
Gregory mankiw macroeconomic 7th edition chapter (10)
PPTX
PPT
Gregory mankiw macroeconomic 7th edition chapter (14)
PPT
The Circular-Flow Diagram EFM
PPTX
Pertemuan ke ix teori biaya produksi copy
PPTX
EKONOMI : Pasar Input dan Pasar Output ( kelas-X )
PPT
Bab 02 statistika
ANALISI KESEMBANGAN PASAR UANG (KURVA-LM).pptx
Aplikasi fungsi linier dalam ekonomi
Teori_Ekonomi_Mikro_TEORI_PERILAKU_PRODU.pptx
PERTEMUAN V KESEIMBANGAN PASAR.pptx
PEREKONIMIAN EMPAT SEKTOR (PEREKONOMIAN TERBUKA).pptx
Perekonimian empat sektor
PRILAKU KONSUMEN PENDEKATAN ORDINAL.pptx
Analisi kesembangan pasar uang
Modul Makroekonomi Mankiw Bab 11
Chap04 en-id
Part 3 teori konsumsi, tabungan, dan investasi
Chap09 en-id
Penawaran agregat Slide Lain
Gregory mankiw macroeconomic 7th edition chapter (10)
Gregory mankiw macroeconomic 7th edition chapter (14)
The Circular-Flow Diagram EFM
Pertemuan ke ix teori biaya produksi copy
EKONOMI : Pasar Input dan Pasar Output ( kelas-X )
Bab 02 statistika
Ad

Similar to PEREKONIMIAN EMPAT SEKTOR [Autosaved].pptx (20)

PPTX
Perekonimian empat sektor
PPTX
Multiplier In Waqf for improveing economics.pptx
PPTX
Multiplier shodaqoh for incarsing economiy.pptx
PPTX
PERTEMUAN 11-12PEREKONOMIAN 4 SEKTOR(1).pptx
PPTX
Keseimbangan Perekonomian Terbuka
PPTX
Pelaku ekonomi
PPTX
CIRCULAR FLOW DIAGRAM
PPTX
Tugas peb kel 5 x ap plus
PPTX
Pelaku ekonomi
PPTX
Ekonomi pelaku dan circular flow
DOC
4 sektor
PPTX
tugas sosiologi Kegiatan dan pelaku ekonomi.pptx
PPTX
3 adhi nugraha 5x sistem perekonomian indonesia
PDF
Makalah_Keseimbangan_Perekonomian_4_Sekt.pdf
PPTX
Perilaku produsen Dan konsumen
DOC
Ringkasan makro ekonomi
PPTX
SIstem Ekonomi 3 Sektor
PPTX
Pelaku kegiatan ekonomi dan perannya
PPT
13155769.ppt
PPT
BAB 3 - Circular flow diagram - fattahira i. x mia 5
Perekonimian empat sektor
Multiplier In Waqf for improveing economics.pptx
Multiplier shodaqoh for incarsing economiy.pptx
PERTEMUAN 11-12PEREKONOMIAN 4 SEKTOR(1).pptx
Keseimbangan Perekonomian Terbuka
Pelaku ekonomi
CIRCULAR FLOW DIAGRAM
Tugas peb kel 5 x ap plus
Pelaku ekonomi
Ekonomi pelaku dan circular flow
4 sektor
tugas sosiologi Kegiatan dan pelaku ekonomi.pptx
3 adhi nugraha 5x sistem perekonomian indonesia
Makalah_Keseimbangan_Perekonomian_4_Sekt.pdf
Perilaku produsen Dan konsumen
Ringkasan makro ekonomi
SIstem Ekonomi 3 Sektor
Pelaku kegiatan ekonomi dan perannya
13155769.ppt
BAB 3 - Circular flow diagram - fattahira i. x mia 5
Ad

More from UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BERAU (20)

PPTX
PENILAIAN KINERJA (SUMBER DAYA MANSUAI) NEW.pptx
PPTX
5Orientasi_dan_Penempatan_Tenaga_Kerja.pptx
PPTX
ORIENTASI-PELATIHAN SUMBER DAYA MANUSIA.pptx
PPTX
SELEKSI SUMBER DAYA MANUSIA (KARYAWAN).pptx
PPTX
REKRUITMEN DAN SELEKSI (SDM)TERBARU.pptx
PPTX
REKRUITMEN DAN SELEKSI ( MANAJEMEN SDM )- NEW.pptx
PPTX
2. DESAIN PEKERJAAN (MANAJEMEN SDM).pptx
PPTX
PERTEMUAN II PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIS.pptx
PPTX
PERTEMUAN I PERSPEKTIF MANAJEMEN SDM.pptx
PPTX
ANALISI KESEMBANGAN PASAR UANG (KURVA LM).pptx
PPTX
ANALISIS SENSITIVITAS (POST OPTIMUM )SIMPLEKS-NEW.pptx
PPTX
ANALISIS SENSITIVITAS SIMPLEKS-TERBARU.pptx
PPTX
MULTIFLIER INVESTASI (EFEK PENGGANDA.pptx
PPTX
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA(PERFECT COMPETITION).pptx
PPTX
pertemuan-12_-penerapan-diferensial-sederhana.pptx
PPTX
TEORI MODERN PERDAGANGAN INTERNASIONAL.pptx
PPTX
ELASTISITAS PENAWARAN (SUPPLAY) new.pptx
PPTX
ELASTISITAS PERMINTAN (ELASTICITY OF DEMAND).pptx
PPTX
PERILAKU KONSUMEN PENDEKATAN ( KARDINAL).pptx
PPTX
PERTEMUAN KE-5 KESEIMBANGAN PASAR-NEW.pptx
PENILAIAN KINERJA (SUMBER DAYA MANSUAI) NEW.pptx
5Orientasi_dan_Penempatan_Tenaga_Kerja.pptx
ORIENTASI-PELATIHAN SUMBER DAYA MANUSIA.pptx
SELEKSI SUMBER DAYA MANUSIA (KARYAWAN).pptx
REKRUITMEN DAN SELEKSI (SDM)TERBARU.pptx
REKRUITMEN DAN SELEKSI ( MANAJEMEN SDM )- NEW.pptx
2. DESAIN PEKERJAAN (MANAJEMEN SDM).pptx
PERTEMUAN II PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIS.pptx
PERTEMUAN I PERSPEKTIF MANAJEMEN SDM.pptx
ANALISI KESEMBANGAN PASAR UANG (KURVA LM).pptx
ANALISIS SENSITIVITAS (POST OPTIMUM )SIMPLEKS-NEW.pptx
ANALISIS SENSITIVITAS SIMPLEKS-TERBARU.pptx
MULTIFLIER INVESTASI (EFEK PENGGANDA.pptx
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA(PERFECT COMPETITION).pptx
pertemuan-12_-penerapan-diferensial-sederhana.pptx
TEORI MODERN PERDAGANGAN INTERNASIONAL.pptx
ELASTISITAS PENAWARAN (SUPPLAY) new.pptx
ELASTISITAS PERMINTAN (ELASTICITY OF DEMAND).pptx
PERILAKU KONSUMEN PENDEKATAN ( KARDINAL).pptx
PERTEMUAN KE-5 KESEIMBANGAN PASAR-NEW.pptx

Recently uploaded (20)

PPTX
persyaratan laporan keuangan aspek keperilakuan
PDF
Training Pemeriksaan Pajak 15 Sept 2023 Final.pdf
PPTX
Modul Training Audit - Foundations of Internal Auditing
PDF
(11-Indo) ch13 Bagian 1 Liabilitas Lancar.pdf
PPTX
6. PTBKM II -PENGANTAR KEARSIPAN-GURU SMK.pptx
PPTX
Paparan SE No. 3 Tahun 2024 Self Declare Konfirmasi 8 Juli 2024.pptx
PPTX
Presentation_DigitalMarketingCoca-Cola.pptx
PPTX
Permintaan_dan_Penawaran_Ekonomi_Mikro.pptx
PPTX
SISTEM PRODUKSI KERAJINAN BUDAYA KELAS XI XM 2 KUMER.pptx
PPTX
Krem Ilustrasi Tugas Kelompok Ekonomi Presentasi_20250507_222832_0000.pptx
PDF
Training Pemeriksaan Pajak 25 Agst 2023 Final Rev.pdf
PPTX
PPT IPS EKONOMI BAB 1 untuk kelas sepuluh MA
PDF
Pertemuan ke-2 Analisis Laporan Keuangan.pdf
PPTX
kk20252 (1).pptx hshshshshjzhshzhsjjdnnx hxhshxhxhdhh
PDF
PMK 15_2025 - Alur Pemeriksaan Pajak.pdf
PDF
Chapter 17-1 Indonesian Investment i.pdf
DOCX
laporan magang TIARA DWI PRATIWI new.docx
PPTX
PERTEMUAN PERTAMA MANAJEMEN STRATEGIS.pptx
PPTX
JAWABAN PEMERIKSAAN PAJAK BAHANA 2020 .pptx
PPTX
Materi pelajaran Pai kelas 3 tentang shalat.pptx
persyaratan laporan keuangan aspek keperilakuan
Training Pemeriksaan Pajak 15 Sept 2023 Final.pdf
Modul Training Audit - Foundations of Internal Auditing
(11-Indo) ch13 Bagian 1 Liabilitas Lancar.pdf
6. PTBKM II -PENGANTAR KEARSIPAN-GURU SMK.pptx
Paparan SE No. 3 Tahun 2024 Self Declare Konfirmasi 8 Juli 2024.pptx
Presentation_DigitalMarketingCoca-Cola.pptx
Permintaan_dan_Penawaran_Ekonomi_Mikro.pptx
SISTEM PRODUKSI KERAJINAN BUDAYA KELAS XI XM 2 KUMER.pptx
Krem Ilustrasi Tugas Kelompok Ekonomi Presentasi_20250507_222832_0000.pptx
Training Pemeriksaan Pajak 25 Agst 2023 Final Rev.pdf
PPT IPS EKONOMI BAB 1 untuk kelas sepuluh MA
Pertemuan ke-2 Analisis Laporan Keuangan.pdf
kk20252 (1).pptx hshshshshjzhshzhsjjdnnx hxhshxhxhdhh
PMK 15_2025 - Alur Pemeriksaan Pajak.pdf
Chapter 17-1 Indonesian Investment i.pdf
laporan magang TIARA DWI PRATIWI new.docx
PERTEMUAN PERTAMA MANAJEMEN STRATEGIS.pptx
JAWABAN PEMERIKSAAN PAJAK BAHANA 2020 .pptx
Materi pelajaran Pai kelas 3 tentang shalat.pptx

PEREKONIMIAN EMPAT SEKTOR [Autosaved].pptx

  • 2. Pengertian dari perekonomian 4 sektor? • Perekonomian empat sector/perekonomian merupakan perekonomian dimana negara mempunyai hubungan ekonomi dengan negara lain. • Kegiatan perekonomian yang melibatkan kegiatan ekspor dan impor. •
  • 3. Sektor-sector yang terlibat dalam perekonomian empat sector, yaitu : 1. Sektor Rumah Tangga (Households Sector 2. Sektor Perusahaan (Firms Sector 3. Sektor Pemerintah (Government Sector), 4. Sektor Luar Negeri ( Foreign Sector SIRKULASI ALIRAN PENDAPATAN DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA
  • 4. Ekspor, Impor dan Pengeluaran Agregat • Ekspor dapat diartikan sebagai pengiriman dan penjualan barang – barang buatan dalam negri ke negara – negara lain. • Ekspor barang dan jasa mempengaruhi dalam peningkatan pendapatan nasional (Y).
  • 5. Ekspor, Impor dan Pengeluaran Agregat • Impor dapat diartikan sebagai pembelian datau pemasukan barang – barang buatan luar negri ke dalam suatu perekonomian negara. • Impor barang dan jasa mempengaruhi dalam penurunan pendapatan nasional (Y).
  • 6. Komponen Pengeluaran Agregat Komponen pengeluaran agregat adalah bagian pengeluaran yang mempengaruhi sektor perusahaan pada sirkulasi perekonomian terbuka. Ada 5(lima) k omponen pengeluaran agregat, berikut : i. Pengeluaran konsumsi rumah tangga keatas barang – barang yang dihasilkan dalam negeri (Cdn).
  • 7. ii. Investasi perusahaan untuk menambah kapasitas sektor perusahaan dalam negeri untuk memproduksikan barang dan jasanya. iii. Pengeluaran pemerintah keatas barang dan jasa yang diperoleh dari perusahaan dalam negeri (G). iv. Ekspor (X), yaitu pengeluaran atau pembelian oleh negara lain keatas barang dan jasa yang diproduksi dari perusahaan dalam negeri. v. Impor(M), yaitu pembelian barang dari luar negeri.
  • 8. Jika diformulasikan komponen pengaluaran agregat tersebut adalah sebagai berikut : AE = Cdn + I + G + X - M
  • 9. Pengertian dari perekonomian 4 sektor? • Kebijakan fiskal dan kebijakan moneter satu sama lain saling berpengaruh dalam kegiatan perekonomian. • kebijakan fiskal dipengaruhi oleh dua variabel utama, yaitu pajak (tax) dan pengeluaran pemerintah (goverment expenditure).
  • 10. • Sedangkan variabel utama dalam kebijakan moneter, yaitu GDP, inflasi, kurs, dan suku bunga. • Berbicara tentang kebijakan fiskal dan kebijakan moneter berkaitan erat dengan kegiatan perekonomian empat sektor, dimana sektor-sektor tersebut diantaranya : 1. Sektor Rumah Tangga, 2. Sektor Perusahaan, 3. Sektor Pemerintah Dan 4. Sektor Dunia Internasional/Luar negeri.  Keempat sektor ini memiliki hubungan interaksi masing- masing dalam menciptakan pendapatan dan pengeluaran.
  • 11. Arti Perekonomian Terbuka Dan Ukuran Keterbukaan 1. Arti Perekonomian Terbuka Perekonomian terbuka adalah perekonomian yang melibatkan diri dalam perdagangan internasional (ekspor dan impor) barang dan jasa serta modal dengan negara-negara lain. 2. Ukuran Keterbukaan Rasio ekspor atau impor terhadap GDP
  • 12. PerekonomianTerbuka (Perekonomian Empat Sektor) • Kegiatan ekonomi empat sektor sering disebut perekonomian terbuka. Karena kegiatan ini tidak hanya melibatkan pelaku-pelaku ekonomi di dalam negeri, tetapi juga masyarakat ekonomi di luar negeri. 1. RumahTangga • Rumah tangga adalah kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan konsumsi terhadap barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri ataupun keluarga.
  • 13. • Pendapatan Rumah Tangga Diperoleh dari: a. Sewa (rent), yaitu balas jasa yang diterima rumah tanggakarena telah menyewakan tanahnya kepada pihak lain, misalnya perusahaan. b. Upah (wage), yaitu balas jasa yang diterima rumah tanggakarena telah mengorbankan tenaganya untuk bekerja pada perusahaan dalam kegiatan produksi.
  • 14. c. Bunga (interest), yaitu balas jasa yang diterima rumah tanggadari perusahaan karena telah meminjamkan sejumlah danauntuk modalusaha perusahaan dalam kegiatan produksi. d. Laba (profit), yaitu balas jasa yang diterima rumah tanggadari rumah tangga produsen karena telah mengorbankan tenaga dan pikirannya dalam mengelola perusahaan sehingga perusahaan dapat memperoleh laba.
  • 15. Peranan Rumah Tangga KonsumenSebagai Berikut a. Rumah tangga berperan sebagai pemasok faktor-faktor produksi kepada perusahaan untuk kegiatan produksi. b. Rumah tangga berperan sebagai pemakai (konsumen) barang dan jasayang dihasilkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  • 16. 2. Perusahaan/Produsen • Kegiatan produksi adalah usaha untukmenghasilkan barang dan jasa guna memenuhi kepentingan orang lain. Ditinjau dari pemiliknya, perusahaan ada yang dimiliki oleh pemerintah (negara) dan ada pula yang dimiliki oleh swasta, baik milik perseorangan maupunmilik bersama.  PeranPerusahaandalam Kegiatan Ekonomi a. Sebagai produsen, dengan menghasilkan barang dan jasa yangdibutuhkan oleh rumah tangga keluarga, pemerintah, bahkanmasyarakat luar negeri
  • 17. b.Sebagai distributor, sebagai mata rantai penyaluran barang dalamrangka melayani konsumen agar barang yang dibutuhkan sampai pada konsumen tepat waktu, tepat tempat, tepat sasaran, tepat kuantitas, dan tepat kualitas sehingga barang yang dibutuhkan masyarakat dengan mudah dapat diperoleh. c. Sebagai agen pembangunan, kegiatan perusahaan sebagai agen pembangunan ditujukan untuk meningkatkan produksi melalui penelitian dan pengembangan.
  • 18. 3. Pemerintah • Pemerintah merupakan pihak yang mempunyai peranan penting dalam perkonomian. • Di dalam perkonomian pemerintah bertugas untuk mengatur, mengendalikan, serta mengadakan kontrol terhadap jalannya roda perekonomian agar negaradapat maju dan rakyatdapat hidup layak dandamai • PeranPemerintahdalamKegiatanEkonomi a. Peranan Pemerintah sebagai Pengatur • Pengaturan kegiatan ekonomi oleh pemerintah dapat ditempuh melalui peraturan dan perundang-undangan disertai berbagai tindakan nyata.
  • 19. b. Peranan Pemerintah sebagai Pengontrol • Sebagai pengontrol kegiatan ekonomi, pemerintah mempunyaibank sentral yang berfungsi mengawasi lalu lintas keuangan, antaralain jumlah uang yang beredar, tinggi rendahnya suku bunga, lalu lintaskredit, dan sebagainya. Pemerintah juga satu-satunya yang mempunyaihak untuk mencetak uang serta mengedarkannya di masyarakat.
  • 20. c. Peranan Pemerintah sebagai Penguasa  Pemerintah memiliki alat pemaksa bagi terselenggaranya ketertiban di dalam masyarakat, yaitu polisi.  Pemerintah memiliki alat peradilan bagi terselenggaranya keadilan bagi seluruh rakyat d. Peranan Pemerintah sebagai Konsumen. Untuk menjalankan tugasnya, pemerintah memerlukan berbagai macam barang dan jasa, misalnya untuk kegiatan administrasi, diperlukan peralatan kantor dan alat-alat tulis.
  • 21. e. Peranan Pemerintah sebagai produsen/Investor  Pemerintah dapat bertindak sebagai produsen untuk menghasilkan barangdan jasa yang menyangkut kepentingan orang banyak.  Pemerintah bertindak sebagai investor, artinya penanam modal baik seluruhnya atau sebagian pada perusahaan- perusahaan yang beroperasi di Indonesia.
  • 22. Perdagangan Luar Negeri dan Kegiatan Ekonomi • Ekspor adalah barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri dan dibeli oleh penduduk negara lain. • Impor adalah barang dan jasa yang diproduksi di luar negeri dan dikonsumsi di dalam negeri. • Ekspor netto (NX) = ekspor (X) – Impor (M) Jika positip  net foreign investment Jika negatip  net foreign borrowing
  • 23. Faktor-faktor yang mempengaruhi Ekspor atau Impor:  Output (GDP – domestik atau LN  Nilai tukar (exchange rate) – depresiasi atau apresiasi GDP dengan memasukkan perdagangan LN: GDP = C + I + G + NX dimana: • C + I + G disebut permintaan domestik (domestic demand), • sehingga NX = GDP – permintaan domestik
  • 24. TABUNGAN DAN INVESTASI DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA Recall: dalam model sederhana: I = S I + G = S + T atau I = S + (T – G) Pada Perekonomian Terbuka I + NX = S + (T – G) Penulisan kembali sebagai persamaan identitas NX = S + (T – G) - I
  • 25. PERDAGANGAN BERGANTUNG PADA PENDAPATAN: IMPOR  Penjelasan : 1. Produk yang diimpor seringkali menjadi komponen/ input untuk menghasilkan barang dan jasa dalam suatu persekonomian  menyusun pendapatan nasional 2. Meningkatnya pendapatan  meningkatkan konsumsi  tingkat kecenderungan mengkonsumsi produk impor cenderung meningkat (marginal propensity to import) atau MPI yang menunjukkan sejauh mana peningkatan kemakmuran berdampak pada permintaan impor
  • 26. 4. Masyarakat Luar Negeri • Peranan masyarakat luar negeri dalam perekonomian sangat penting apalagi dalam perekonomian yang mengglobal seperti sekarang ini, setiap negara tidak dapat lagi menghindar dari keterlibatannya dalam perdagangan internasional jika ingin perekonomian negaranya tidak terpuruk. • Peranan masyarakat luar negeri tersebutadalah sebagai berikut: a)Masyarakat Luar Negeri sebagai Konsumen • Masyarakat luar negeri sebagai konsumen dari produk barang/jasa yang dihasilkan, yaitu dengan mengekspor barang/jasa tersebut ke negara mereka.
  • 27. b)Masyarakat Luar Negeri sebagai Produsen • Selain sebagai konsumen, masyarakat luar negeri juga bertindak sebagai produsen. Artinya, produk barang/jasa yang merekahasilkan dapat kita konsumsi dengan cara mengimpornya. • Dengan demikian, masyarakat berkesempatan menikmati produk-produk yang bermutu tinggi yang belum tentu dapat dihasilkan di dalam negeri
  • 28. c) Masyarakat Luar Negeri sebagai Investor • Pembangunan suatu bangsa membutuhkan pelaku- pelaku yang berani menanamkan modalnya, baik penanaman langsung maupun tidak langsung. • Investor-investor itu banyak berasal dari luar negeri karena umumnya mereka banyak mempunyai dana dan lebih maju. d) Sumber Tenaga Kerja Ahli • Negara maju banyak memiliki tenaga ahli yang sangat dibutuhkan negara lain. Dengan demikian, negara lain dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja di dalam negeri
  • 29. KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL 4 SEKTOR • Dalam Perekonomian Terbuka 4 Sektor, akan mewujudkan dua aliran baru dalam sirkulasi aliran Pendapatan, yaitu : 1. Aliran pendapatan yang diterima dari mengekspor, yang merupakan “Suntikan” kepada aliran pendapatan; dan 2. Aliran pengeluaran untuk membeli barang yang diimpor dari negara-negara lain, yang merupakan “Bocoran” kepada aliran pendapatan.
  • 31. Ciri-ciri Pokok dari Aliran Pendapatan Perekonomian Terbuka • RT mendapat aliran pendapatan berupa gaji/upah, sewa, bunga & keuntungan, dan pendapatan tsb digunakan utk :Pengeluaran konsumsi (membeli brg & jasa yg diproduksi perusahaan dalam negeri ( Cdn ) ;Membayar pajak ;Mengimpor (beli barang2 impor) ; Menabung ke Bank/ Lembaga Keuangan. • Di samping aliran uang keluar utk membayar impor, juga aliran pengeluaran ke sektor perusahaan (pembayaran atas ekspor);
  • 32. • Aliran perbelanjaan (pengeluaran) penanam modal utk beli brg dan peralatan modal dari sektor perusahaan. • Pengeluaran pemerintah ke sektor perusahaan utk beli kebutuhan administrasi & belanja modal utk investasi pemerintah Persamaan Keseimbangan. • Dlm ekonomi terbuka, Brg & Jasa yg diperjualbelikan terdiri dari : 1. Produksi DN, yaitu Pendapatan Nasional; 2. Impor dr negara lain.
  • 33. • Sehingga “Penawaran Agregat” dlm Perekonomian Terbuka = AS = Y + M KOMPONEN PENGELUARAN AGREGAT KEATAS PENDAPATAN NASIONAL DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA. • Dengan demikian, komponen pengeluaran agregat ke atas pendapatan nasional adalah sbb : Pengeluaran konsumsi RT ke atas brg & jasa DN ( Cdn ) ; Investasi Perusahaan brg produksi DN ; Pengeluaran Pemerintah (utk konsumsi & investasi) ;
  • 34. • Ekspor (pengeluaran negara lain atas brg yg diproduksi Perusahaan DN. • Maka persamaan keseimbangan dari “Pengeluaran Agregat” yang juga disebut Perbelanjaan Agregat (AE) =AEdn = Cdn + I + G + X • Krn Perbelanjaan Agregat (AE) meliputi Produksi DN & M, maka = • AE = AEdn + M, atau AEdn = Cdn + I + G + X + M.
  • 35. Persamaan Konsumsi. Diketahui bahwa Konsumsi RT terdiri dari : 1. Pengeluaran atas produksi DN (Cdn) ; 2. danPengeluaran atas brg Impor (M), • Sehingga keseluruhan C = Cdn + M. • Dengan menggantikan Cdn + M menjadi C, maka persamaan perbelanjaan dpt dinyatakan AE = C + I + G + X
  • 36. • Pada uraian sebelumnya diketahui bhw utk perekonomian akan mencapai keseimbangan bila : “Penawaran Agregat” sama dengan “Pengeluaran Agregat”, maka wujudnya dlm ekonomi terbuka adalah ; Y + M = C + I + G + X • Dimana, Y + M = Penawaran Agregat, • C+I+G+X = Pengeluaran Agregat. • Sehingga dpt disederhanakan menjadi : Y = C + I + G + (X – M). • Jadi dapat disimpulkan bhw, dlm perekonomian terbuka, Keseimbangan Pendapatan Nasional dicapai bila : Y = C + I + G + ( X – M )
  • 37. • Keseimbangan berdasarkan pendekatan agregat : Y = C + I + G + X – M • Keseimbangan berdasarkan pendekatan suntikan bocoran. S + Tx + M = I + G + X
  • 38. Ye Ye C C+I+G C+I+G+X-M Y = AE C, I, G, X, M C, I, G, X, M S + T + M II + G + X S
  • 39. Komponen pengeluaran agregat atas pendapatan nasional: 1. Pengeluaran konsumsi rumah tangga atas barang konsumsi dan jasa yang diproduksi di dalam negeri 2. Investasi perusahaan, yaitu pembelanjaan penanaman modal atas barang modal yang diproduksi di dalam negeri 3. Pengeluaran pemerintah (pengeluaran konsumsi dan investasi pemerintah) 4. Ekspor, yaitu pengeluaran negara lain atas barang dan jasa yang dihasilkan sektor perusahaan
  • 40. EKUILIBRIUM PENDAPATAN NASIONAL DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA 1. Keseimbangan antara pendapatan nasional dan pengeluaran agregate pada titik A yaitu 100 2. Pada tingkat pendapatan di bawah A maka permintaan agregate melebihi tingkat produksi  perusahaan meningkatkan kapasitas produksi, demikian pula sebaliknya 3. Gambar bawah  menunjukkan titik ekuilibrium antara tabungan dan saving  negara memiliki defisit transaksi berjalan (impor lebih besar dari ekspornya) Keterangan : s = S/ Y = MPS = 0,20 m = M/ Y = MPI = 0,30 0 AD = E(Y) + X – M(Y) 10 0 10 0 PENDAPATAN NASIONAL DENGAN PERMINTAAN AGREGATE 450 AD(Y) = E(Y) + X – M(Y) Kemiringan = 1 – m-s E = 110 X=15 M=2 5 A Pendapatan Nasional S-Id =X-M =Y-E = If 0 -10 10 0 Pendapatan Nasional If=X-M S-Id Investasi Netto -m = - 0,30 s = 0,20 EKUILIBRIUM ANTARA TABUNGAN DAN INVESTASI (DALAM DAN LUAR NEGERI)
  • 41. Contoh PERDAGANGAN LUAR NEGERI DAN PERPUTARAN PENDAPATAN Pengeluaran AS meningkat (G naik) Pengeluaran AS meningkat (G naik) ImporAmerika Serikat (M) naik Pendapatan (Y) dan pengeluaran luar negeri meningkat Ekspor Amerika Serikat (M) naik Tergantung pada sf Tergantung pada mf
  • 42. • Pengeluaran agregat (aggregate expenditure) terdiri atas: 1. konsumsi rumah tangga atas barang yang diproduksi dalam negeri (Cdn), 2. investasi perusahaan (I), 3. pengeluaran pemerintah (G) dan ekspor (X) AEdn = Cdn + I + G + X Perdagangang terbuka  (AE) meliputi perbelanjaan agregat atas produksi dalam negeri dan pengeluaran impor AE = AEdn + M, atau AE = Cdn + I + G + X + M
  • 43. C = Cdn + M,  Y = AE = C + I + G + (X-M) Penawaran agregat = Pengeluaran agregat Y + M = C + I + G + X, atau Y = C + I + G + (X – M) Tercipta Keseimbangan Ekonomi
  • 44. Contoh1: Fungsi konsumsi masyarakat suatu negara adalah C=400+0,75Yd. Pajak 20% dari pendapatan nasional. Investasi perusahaan 400 dan pengeluaran pemerintah sebesar 800. Besarnya ekspor negara tersebut 600 dani mpor adalah 10% dari pendapatan nasional. Tentukan: a.FungsiConsumsi b.Pendapatan nasional keseimbangan
  • 45. Penyelesaian: a. FungsiConsumsi: C=400+0,75Yd C=400+0,75(Y-0,2Y) C=400+0,6Y b. Pendapatan nasional keseimbangan: Y=C+I+G+X-M Y=400+0,6Y+400+800+600-0,1Y Y= 4400.
  • 47. Contoh2: Fungsikonsumsimasyarakatsuatunega raadalahC=100+0,8Yd dan investasi sebesar 100.Pengeluaran pemerintah sebesar 250 dan pajak yang dipungut adalah 250.Pemerintah memberikan subsidi sebesar 50,sedangkan ekspor berjumlah 300 dan impor berjumlah 200. Tentukan besarnya pendapatan ?
  • 50. MULTIPLIER DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA • Dalam perekonomian terbuka Multiplier akan selalu lebih kecil daripada Multiplier tiga sektor. • Perbedaan ini disebabkan karena dalam analisis mengenai keseimbangan dalam perekonomian terbuka dimisalkan : impor adalah proporsional dengan pendapatan nasional berarti dengan adanya impor tingkat bocoran menjadi semakin besar dan menurangi tingkat pertambahan pengeluaranagregat. • Oleh sebab itu multiplier menjadi semakin kecil apabila dibandingkan dengan multiplier dalam perekonomian tertutup.
  • 51. Persamaan keseimbangan (perekonomian terbuka) / pendekatan suntikan-bocoran • S + T + M = I + G + X • Dari gambar 1: Aliran pendapatan digunakan untuk: • Membiayai pengeluaran konsumsi rumah tangga dalam negeri (Cdn) dan barang impor (M)  C = Cdn + M • Membiayai pajak (T), yaitu keuntungan perusahaan dan pajak pendapatan rumah tangga • Menyisihkan pendapatan untuk di tabung (S)
  • 52. • Y = Cdn + M + S + T, C = Cdn + M • Y = C + S + T Pendekatan penawaran-permintaan agregat: • Y = C + I + G + (X – M), maka • C + I + G + (X – M) = C + S + T • I + G + (X – M) = S + T, atau • I + G + X = C + S + T + M
  • 53. • Dalam suatu perekonomian terbuka diketahui :C = 500 + 0,8Yd. Pajak adalah 25% dari pendapatan nasional. Investasi = 500, Pengeluaran pemerintah = 1000. Ekspor negara X = 800, sedangkan Impor adalah 10% daripendapatan asional. Perekonomian akan mencapai full employment padapendapatan nasional sebesar 6000. Tentukan : a. Fungsi konsumsi b. Pendapatan nasional keseimbangan. c. Penurunan pajak untuk mencapai full emplyoment. d. Kenaikan pengeluaran pemerintah untuk mencapai fullemployment.
  • 54. • Penyelesaian : a. Fungsi Konsumsi sebagai fungsi dari Y C = 500 + 0,8Yd C = 500 +0,8 (Y – T) C = 500 +0,8 (Y – 0,25Y) C = 500 + 0,8 (0,75Y) C = 500 + 0,6 Y b. Y = C + I + G + X – M Y = 500 + 0,6Y + 500 + 1000 + 800 – 0,1Y Y = 5600
  • 55. • c. Misal besar pajak untuk mencapai full employment (Y=6000) adalah To, maka Y = C + I + G + X – M Y = 500 + 0,8Yd + I + G + X – M Y = 500 + 0,8 (Y – To) + 500 + 1000 + 800 – 0,1Y Y = 2800 + 0,8Y – 0,8To – 0,1Y 0,3Y = 2800 – 0,8To 0,8To = 2800 – 0,3Y 0,8To = 2800 – 0,3(6000) 0,8To = 1000 To = 1250
  • 56. • Jika pajak tetap pada Y=6000, maka jumlah pajak adalah: T = 0,25Y = 0,25(6000)=1500 Dengan demikian untuk mencapai kesempatan kerja penuh, pajak diturunkan sebanyak 1500 – 1250 = 250 d. Misal pengeluaran pemerintah untuk mencapai full employmentadalah Go, maka : Y = C + I + G + X – M Y = 500 + 0,6Y + 500 + Go +800 – 0,1Y 6000 = 500 + 0,6(6000) + 500 + Go +800 – 0,1(6000) Go = 1200 Maka untuk mencapai kesempatan kerja penuh, pengeluara npemerintah perlu ditambah sebanyak 1200 – 1000 = 200
  • 57. Keseimbangan secara grafik • Penentu ekspor: – Kemampuan dari negara untuk memproduksi barang yang dapat bersaing di pasar luar negeri – Ekspor penentu pendapatan nasional tapi tidak sebaliknya – fungsi ekspor sama dengan fungsi investasi dan fungsi pengeluaran pemerintah  Penentu impor:  Besarnya impor lebih dipengaruhi oleh besarnya pendapatan nasional dari pada kemampuan barang luar negeri untuk bersaing dengan barang dalam negeri
  • 58. Tkt bunga X2 Pertambahan ekspor X0 Pengurangan ekspor X1 Pendapatan nasional (fungsi ekspor) M2 impor Kenaikan impor M0 M1 Pengurangan impor Pendapatan nasional (fungsi impor) Keseimbangan secara grafik
  • 59. E Y = AE Pengeluaran agregat C+I+G+(X-M) C I+G+X C+I+G Pendekatan permintaan- penawaran agregat 450 Y0 S+T+M Suntikan dan bocoran E I+G+X I+G+X Pendekatan suntikan- bocoran Y0 Pendapatan nasional Grafik keseimbangan pendapatan nasional
  • 60. Multiplier dalam perekonomian terbuka • Nilai multiplier menggambarkan perbandingan di antara jumlah pertambahan/pengurangan dalam pendapatan nasional dengan jumlah pertambahan/pengurangan dalam pengeluaran agregat yang telah menimbulkan perubahan dalam pendapatan nasional tersebut • Multiplier perekonomian terbuka < multiplier perekonomian tiga sektor (Y,C,S)  disebabkan pemisalan impor proporsional dengan pendapatan nasional dan ekspor bersifat pengeluaran otonom.
  • 61. Tahap multipl ier ∆ Y ∆ T ∆ Yd Pertambahan konsumsi ∆ S ∆ Cdn ∆M I II III ∆Y1= ∆ X= 200 ∆Y2= ∆ Cdn = 100 ∆Y3= ∆ Cdn = 50 40 20 10 160 80 40 100 50 25 20 10 5 40 20 10 ……………. …. ……. …… …. ….. TOTAL ∆ Y = 400 ∆T=8 0 ∆Yd =320 ∆Cdn= 200 ∆M=40 ∆S=80 Proses multiplier dalam perekonomian terbuka • MPC = 0.75, pajak proporsional 20% dari pendapatan nasional, impor 10% dari pendapatan nasional, proses multiplier menimbulkan kenaikan ekspor Rp 200
  • 62. • Multiplier = 1 / (1 – MPCdn) • MPCdn = ∆ Cdn / ∆ Y, Contoh : tahap I, MPCdn = 100/200=0.5 • Multiplier = 1 / (1 – 0.5) = 2 • Kenaikan ekspor sebanyak Rp 200 akan menambah pendapatan nasional sebanyak Rp 400
  • 63. Perhitungan secara aljabar • Fungsi konsumsi C = a + bYd • Pajak proporsional T = tY • Investasi perusahaan Io • Pengeluaran pemerintah Go • Ekspor X0 • Impor M = mY
  • 64. • Y = C+I+G+(X-M) • Y(1-b + bt + m) = a + I0 + G0 + X0 • Y = (1/(1-b + bt + m)) * (a + I0 + G0 + X0) Proses multiplier ∆X • Y1 = (1/(1-b+bt+m)) * (a+I0+G0+X0+ ∆X)  ∆Y = Y1 – Y • ∆Y = (1 /(1-b+bt+m)) *(∆X) Ket :  b = kecondongan mengkonsumsi marginal (MPC)  t = tingkat (persentase) pajak  m = tingkat (persentase) impor
  • 65. Perdagangan luar negeri, kestabilan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi • Perdagangan LN dan pengeluaran agregat • Multiplier ekspor dan impor 1. Setiap perubahan ekspor dan impor akan sec. otomatis menyebabkan perubahan dalam pendapatan nasional dan tingkat kegiatan ekonomi negara 2. Sampai sejauh mana perubahan ekspor dan impor akan mempengaruhi pendapatan nasional dan tingkat kegiatan ekonomi tergantung pada luasnya proses multiplier yang ditimbulkan oleh perubahan ekspor atau impor tersebut.
  • 66. Dampak negatif ekspor dan impor • Jika impor > ekspor, maka: 1. Kekurangan valuta asing 2. Kurs mata uang asing naik 3. Kenaikan harga/inflasi 4. Kemunduran investasi dalam negeri
  • 67. Perdagangan luar negeri, neraca pembayaran dan penggunaan tenaga kerja penuh • Sifat ekspor dan impor yang berbeda tidak dapat sec. serentak mengatasi masalah pengangguran pada waktu yang sama neraca pembayaran nya. • untuk mengatasi pengangguran/ penggunaan tenaga kerja penuh dengan menambah pengeluaran agregat, impor >ekspor  defisit neraca pembayaran
  • 68. Perdagangan luar negeri, dan pertumbuhan ekonomi • Pandangan klasik, keuntungan perdagangan luar negeri: a) Mempertinggi efisiensi penggunaan faktor produksi b) Memperluas pasar produksi dalam negeri c) Mempertinggi produktivitas kegiatan ekonomi
  • 69. Kebijakan fiskal dan moneter dalam perekonomian terbuka • Perekonomian berusaha mencapai tingkat kegiatan ekonomi yang tinggi (bila memungkinkan mencapai penggunaan tenaga kerja penuh) tanpa inflasi. neraca pembayaran yang menguntungkan , langkah pemerintah: 1.Kebijakan menekan pengeluaran (expenditure dampening policy) 2.Kebijakan memindahkan pengeluaran (expenditure switching policy)
  • 70. Kebijakan menekan pengeluaran •  langkah pemerintah untuk menstabilkan neraca pembayaran yang sedang dalam keadaan defisit dengan melakukan tindakan yang akan mengurangi pengeluaran agregat • Impor turun tanpa mengurangi ekspor •  dilakukan pada saat perekonomian mengalami masalah inflasi dan tingkat kegiatan ekonomi yang terlalu tinggi. 1. Menaikkan pajak pendapatan 2. Menaikkan tingkat bunga 3. Mengurangi pengeluaran pemerintah
  • 71. Kebijakan memindahkan pengeluaran • Langkah pemerintah untuk menstabilkan sektor luar negeri yang sifatnya mendorong masyarakat mengurangi impor, melakukan konsumsi lebih banyak atas barang dalam negeri dan meningkatkan ekspor. • Dilakukan pada saat perekonomian mengalami masalah defisit neraca pembayaran dan pada waktu yang sama menghadapi masalah pengangguran yang tinggi 1. Memindahkan pengeluaran secara paksa 2. Memindahkan pengeluaran dengan membuat perangsang untuk mengekspor
  • 72. • Memindahkan secara paksa: – Mempertinggi pajak impor – Menentukan quota atas barang tertentu – Mengawasi penggunaan valuta asing • Insentif untuk mengekspor: – Menciptakan perangsang ekspor – Melakukan devaluasi
  • 73. Penghambat impor (import barrier) • Langkah pemerintah dalam perpajakan atau peraturan impor yang mengurangi kebebasan perdagangan luar negeri, – Penghambat tarif (mengenakan pajak terhadap barang impor) – Penghambat bukan tarif (peraturan yang mengurangi kebebasan masuknya barang dari luar negeri) • Penghambat tarif • Tarif  pajak atas barang impor , bersifat ad valorem atau Tarif spesifik • Quota  pembatasan jumlah barang impor
  • 74. Sd Pengaruh tarif atas impor, penerimaan pajak dan produksi dalam negeri Sdi P0 E a b P2 St P1 c d Dd Q2 Q3 Q0 Q4 Q1 Konsumsi radio berkurang Q1 – Q3 Harga naik P1 – P2 Pajak diterima pemerintah abcd Prod. Radio dlm negeri turun Q2-Q4 Impor Q2Q1 – Q4Q3
  • 75. Tujuan kebijakan hambatan impor 1. Mengatasi masalah deflasi dan pengangguran 2. Menghapuskan defisit dalam negeri neraca perdagangan 3. Mensukseskan usaha mendiversifikasikan perekonomian 4. Melindungi industri yang baru berkembang 5. Melindungi industri dalam negeri yang berkedudukan terancam
  • 76. Pengawasan penggunaan devisa • Exchange control  tindakan bank sentral yang mengatur penggunaan valuta asing untuk tujuan impor dan investasi ke luar negeri • Pembelian dan penjualan mata uang asing • Devisa yang diterima masyarakat harus di jual ke pemerintah • Yang memerlukan devisa  membeli ke pemerintah • Tujuannya : mempertahankan keseimbangan dalam neraca pembayaran • Jangka panjang impor melebihi ekspor dan aliran modal ke luar negeri
  • 77. Cara melaksanakan pengawasan devisa • Masalah Neraca perdagangan tidak serius: – Mengawasi seluruh jual beli valuta asing – Menetapkan nilai valuta sing • Masalah Neraca perdagangan serius: – Sistem kurs berganda /multiple exchange rate • Memberikan perangsang yang besar untuk mengekspor, membatasi impor barang mewah • Barang penting (makanan, barang modal dan bahan mentah) diimpor dengan harga wajar.
  • 78. Devaluasi (penurunan nilai mata uang) • Dilakukan sebagai langkah terakhir, karena efek buruk ke konsumen (harga barang impor naik) dan merugikan pihak yang berhutang ke luar negeri • Yang diharapkan dari devaluasi : – Makin tinggi tingkat devaluasi makin baik daya saing negara tersebut (barang negara tsb menjadi murah di psr LN dan lebih mahal di dlm Negeri)  ekspor terpacu naik, pelarian modal ke LN <
  • 79. Syarat sukses devaluasi • permintaan atas ekspor elastis (perubahan harga menimbulkan perubahan permintaan yang lebih besar) • Permintaan barang Impor bersifat elastis • Penawaran barang ekspor elastis • Inflasi dalam negeri dapat dikendalikan • Negara lain tidak mendevaluasi mata uangnya.