POPULASI DAN
TEKNIK SAMPLING
POPULASI
 wilayah generalisasi yang terdiri atas
objek/subjek yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya
 keseluruhan unsur yang akan diteliti yang ciri-
cirinya akan ditaksir (diestimasi). Ciri-ciri
populasi disebut parameter.
 kumpulan objek penelitian, bisa berupa
kumpulan orang (individu, kelompok,
komunitas, masyarakat, dll); benda (jumlah
gedung/bangunan, tempat, dll).
 Sekumpulan orang atau objek yang memiliki
kesamaan dalam satu atau beberapa hal
dan yang membentuk masalah pokok dalam
suatu riset khusus. Populasi yang akan
diteliti harus didefinisikan dengan jelas
sebelum penelitian dilakukan.
SAMPEL
• Sampel: bagian dari populasi yang dapat
mewakili seluruh populasi
• Sampel: sebagian unsur populasi yang dijadikan
objek penelitian.
• Sampel: miniatur (mikrokosmos) populasi
• Sampel yang memiliki ciri karakteristik yang
sama atau relatif sama dengan ciri karakteristik
populasinya disebut sampel representatif.
• Ciri karakteristik sampel disebut statistik
ALUR PEMIKIRAN POPULASI
DAN SAMPEL
SAMPEL POPULASI
TEMUAN
MENGAPA SAMPLING?
• populasi besar, tidak mungkin seluruh elemen diteliti
• keterbatasan waktu penelitian, biaya, dan sumber
daya manusia
• Penelitian terhadap sampel bisa lebih reliabel
daripada terhadap populasi, misalnya, karena elemen
sedemikian banyaknya maka akan memunculkan
kelelahan fisik dan mental para pencacahnya
sehingga banyak terjadikekeliruan. (UmaSekaran,
1992);
• populasi homogen, penelitian terhadap seluruh
elemen dalam populasi menjadi tidak masuk akal
• Seringkali penelitian populasi dapat bersifat merusak
SUBJEK, OBJEK DAN
RESPONDEN PENELITIAN
• Subjek penelitian: anggota populasi yang
terdiri orang-orang.
• Objek penelitian: anggota populasi yang
terdiri dari benda-benda.
• Responden: seseorang yang mengetahui
dan bertanggung jawab terhadap objek
penelitian
Pengertian-pengertian:
• Populasi atau universe adalah sekelompok orang,
kejadian, atau benda, yang dijadikan obyek
penelitian. Jika yang ingin diteliti adalah sikap
konsumen terhadap satu produk tertentu, maka
populasinya adalah seluruh konsumen produk
tersebut.
• Elemen/unsur adalah setiap satuan populasi. Kalau
dalam populasi terdapat 30 laporan keuangan, maka
setiap laporan keuangan tersebut adalah unsur atau
elemen penelitian.
• Kerangka sampling adalah daftar yang berisikan
setiap elemen populasi yang bisa diambil sebagai
sampel.
Syarat sampel
• Akurasi atau ketepatan , yaitu tingkat ketidakadaan
“bias” (kekeliruan) dalam sampel. Dengan kata lain
makin sedikit tingkat kekeliruan yang ada dalamsampel,
makin akurat sampel tersebut. Tolok ukur adanya“bias”
atau kekeliruan adalah populasi.
• agar sampel dapat memprediksi dengan baik populasi,
sampel harus mempunyai selengkap mungkin
karakteristik populasi (Nan Lin, 1976).
Syarat sampel
• Presisi. memiliki tingkat presisi estimasi. Presisi
mengacu pada persoalan sedekat mana
estimasi kita dengan karakteristik populasi.
Presisi diukur oleh simpangan baku (standard
error). Makin kecil perbedaan di antara
simpangan baku yang diperoleh dari sampel (S)
dengan simpangan baku dari populasi (s),
makin tinggi pula tingkat presisinya.
MENENTUKAN SAMPEL
DARI POPULASI DI KETAHUI
TEKNIK SAMPLING
TEKNIK SAMPLING
• Proses pemilihan jenis sampel dengan
memperhitungkan besarnya sampel yang akan
dijadikan sebagai subjek/objek penelitian.
• Pemilihan sampel harus bersifat representatif,
artinya sampel yang dipilih mewakili populasi
baik dari karakteristik maupun jumlahnya.
Teknik
Sampling
Probability
Sampling
Simple Random Sampling
Stratified Random Sampling
Disproportionate Stratified
Random Sampling
Proportionate Stratified
Random Sampling
Cluster Sampling
Sistematic Random Sampling
Non
Probability
Sampling
Sampling Purposif
Sampling Kuota
Sampling Aksidental
Sampling Jenuh
Snowball Sampling
PROBABILITY DAN
NONPROBABILITY SAMPLING
Probability
• Setiap anggota populasi
mempunyai peluang
sama untuk dipilih
menjadi anggota sampel
• hasil penelitian dijadikan
ukuran untuk
mengestimasi populasi
(melakukan
generalisasi)
Non Probability
• Setiap anggota populasi
tidak mempunyai
peluang sama untuk
dipilih menjadi anggota
sampel
• hasil penelitian tidak
untuk melakukan
generalisasi
PROBABILITY SAMPLING
Probability Sampling:
• Setiap elemen dalam populasi
mempunyai kesempatan yang
sama untuk diseleksi sebagai
subyek dalam sampel.
Representatif ini penting untuk
generalisasi
Probability Sampling
• Menentukan probabilitas atau besarnya
kemungkinan setiap unsur dijadikan sampel.
Dalam merencanakan sampling probabilitas,
idealnya peneliti telah memenuhi beberapa
persyaratan berikut:
– Diketahui besarnya populasi
– Besarnya sampel yang diinginkan telah ditentukan
– Setiap unsur atau kelompok unsur harus memiliki
peluang yang sama untuk dijadikan sampel
1. SIMPLE RANDOM SAMPLING
• Teknik sampling secara acak, setiap individu
dalam populasi memiliki peluang yang sama
untuk dijadikan sampel
• Syarat: anggota populasi dianggap homogen
• Cara pengambilan sampel bisa melalui undian
• Sampling ini memiliki bias terkecil dan
generalisasi tinggi
• Banyak digunakan dalam penelitian sains.
PROSEDUR SIMPLE RANDOM SAMPLING
1. Susun “sampling frame”
2. Tetapkan jumlah sampel yang akan diambil
3. Tentukan alat pemilihan sampel
4. Pilih sampel sampai dengan jumlah
terpenuhi
SIMPLE RANDOM SAMPLING
SIMPLE RANDOM SAMPLING: UNDIAN
 Dengan cara memberikan nomor-nomor pada
seluruh anggota populasi, lalu secara acak dipilih
nomor-nomor sesuai dgn banyaknya jumlah sampel
yang dibutuhkan.
 Ada dua rancangan cara undian :
o Pengambilan sampel tanpa pengembalian, yang
berarti sampel yang pernah terpilih tidak akan
dipilih lagi. Akan menghasilkan nilai probabilitas
yang tidak konstan
o Pengambilan sampel dengan pengembalian,
yang berarti sampel yang pernah terpilih ada
kemungkinan terpilih lagi. Menghasilkan nilai
probabilitas yang konstan
2. Stratified Random Sampling
ØDigunakan untuk mengurangi pengaruh faktor
heterogen dan melakukan pembagian elemen-
elemen populasi ke dalam strata. Selanjutnya dari
masing-masing strata dipilih sampelnya secara
random sesuai proporsinya.
ØSampling ini banyak digunakan untuk mempelajari
karakteristik yang berbeda, misalnya, di sekolah ada
kls I, kls II, dan kls III. Atau responden dapat
dibedakan menurut jenis kelamin; laki-laki dan
perempuan, dll.
ØKeadaan populasi yang heterogen tidak akan
terwakili, bila menggunakan teknik random. Karena
hasilnya mungkin satu kelompok terlalu banyak yang
terpilih menjadi sampel.
• Contoh Stratified Random Sampling:
Populasi 900 orang
Dibagi tiga
Gr gol.II Gr gol. III Gr gol. IV
300 orang 300 orang 300 orang
(diambil 90 orang) (diambil 90 orang) (diambil 90
orang)
3. PROPORSIONATE STRATIFIED
RANDOM SAMPLING
• Teknik sampling dari anggota populasi
secara acak dan berstrata secara
proporsional.
• Anggota populasi heterogen, dan
heterogenitas tersebut mempunyai arti
yang signifikan pada pencapaian tujuan
penelitian
PROPORSIONATE STRATIFIED
RANDOM SAMPLING
• seorang peneliti ingin mengetahui sikap
manajer terhadap satu kebijakan perusahaan.
Dia menduga bahwa manajer tingkat atas
cenderung positif sikapnya terhadap
kebijakan perusahaan tadi.
• Agar dapat menguji dugaannya tersebut
maka sampelnya harus terdiri atas paling
tidak para manajer tingkat atas, menengah,
dan bawah
Prosedur
• Siapkan “sampling frame” , daftar yang
berisikan setiap elemen populasi yang bisa
diambil sebagai sampel
• Bagi sampling frame tersebut berdasarkan
strata yang dikehendaki
• Tentukan jumlah sampel dalam setiap
stratum
• Pilih sampel dari setiap stratum secara acak.
Strata Anggota
Populasi
Persentase
(%)
Sampel
1 2 3 4 = (3 x 50)
SD 150 37,5 19
SMP 125 31,25 16
SMU 75 18,75 9
Sarjana 50 12,5 6
Jumlah 400 100 50
4. DISPROPORTIONATE STRATIFIED
RANDOM SAMPLING
• Teknik sampling dimana populasi berstrata tapi
kurang proporsional.
• Jumlah guru di Kecamatan Ngaliyan memiliki 1
orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 178 orang
lulusan S1 dan 156 orang lulusan Diploma. Maka
Pengambilan sampel untuk S3 sebanyak 1 orang,
S2 sebanyak 4 orang, sedangkan untuk S1 dan
Diploma diambil secara proporsional.
5. Cluster Sampling
ØElemen-elemen dalam populasi dibagi ke
dalam cluster atau kelompok, jika ada
beberapa kelompok dengan heterogenitas
dalam kelompoknya dan homogenitas antar
kelompok. Teknik cluster sering digunakan
oleh para peneliti di lapangan yang mungkin
wilayahnya luas.
ØSampling ini mudah dan murah, tapi tidak
efisien dalam hal ketepatan serta tidak umum
CLUSTER SAMPLING
(Area Sampling/Gugus Sampling)
• Digunakan jika objek yang akan diteliti sangat luas
• Populasi biasanya dalam bentuk gugus atau kelompok-
kelompok tertentu.
• Anggota gugus/kelompok mungkin tidak homogen
• Misalnya akan diambil populasi seluruh guru SD di Kota
Semarang. Pengambilan sampelnya dengan cara
membagi wilayah Kota Semarang ke dalam enam
wilayah, kemudian dari masing-masing kecamatan
diambil perwakilannya. Jumlah sampel tiap kecamatan
diambil secara proporsional.
CLUSTER SAMPLING
(Area Sampling)
A B
C D
E F
A B
C
D
E F
6.Sistematic Sampling
ØSetiap elemen populasi dipilih dengan suatu jarak
interval (tiap ke n elemen) dan dimulai secara
random dan selanjutnya dipilih sampelnya pada
setiap jarak interval tertentu. Jarak interval misalnya
ditentukan angka pembagi 5,6 atau 10. Atau dapat
menggunakan dasar urutan abjad
ØSyarat yang perlu diperhatikan oleh peneliti adalah
adanya daftar semua anggota populasi
ØSampling ini bisa dilakukan dengan cepat dan
menghemat biaya, tapi bisa menimbulkan bias
SAMPLING SISTEMATIS
• Teknik sampling berdasarkan urutan dari anggota
populasi yang telah diberi nomor urut, anggota sampel
dapat diambil dari populasi homogen pada jenis
interval waktu, ruang dengan urutan yang seragam
• Jika ada 100 guru, semuanya diberi nomor urut no. 1
s.d. 100. Pengambilan sampel dapat dilakukan
berdasarkan urutan nomor genap saja atau urutan
nomor ganjil saja
Sistematis Random Sampling
• Merupakan cara pengambilan sampel
dimana sampel pertama ditentukan
secara acak sedangkan sampel
berikutnya diambil berdasarkan satu
interval tertentu
SAMPLING SISTEMATIS
NONPROBABILITY SAMPLING
Nonprobability Sampling:
• Setiap elemen dalam populasi
belum tentu mempunyai
kesempatan sama untuk
diseleksi sebagai subyek dalam
sampel. Dalam hal ini waktu
adalah yang utama
Macam Teknik Non
Probability Sampling
• Accidental (Kebetulan)
• Purposive sampling (Bertujuan)
• Quota sampling (Jatah)
• Total sampling (sampel jenuh)
• Getok Tular/Snowball Sampling
1. SAMPLING KUOTA
• Teknik sampling dari populasi yang memiliki ciri-ciri
tertentu sampai jumlah (kuota) yang dinginkan
tercapai berdasarkan pertimbangan tertentu.
• Pengambilan sampel dari 1000 guru PNS. Jika
kuota sampel yang dibutuhkan adalah 100 guru,
maka pengambilan sampel dapat dilakukan dengan
memilih sampel secara bebas dengan karakteristik
yang telah ditentukan peneliti
• Merupakan metode penetapan sampel
dengan menentukan quota terlebih
dahulu pada masing-masing kelompok,
sebelum quata masing-masing kelompok
terpenuhi maka peneltian belum
dianggap selesai.
2. SAMPLING AKSIDENTAL
• Teknik sampling berdasarkan faktor spontanitas.
Artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu
dengan peneliti maka orang tersebut dapat dijadikan
sampel
• Peneliti ingin mengetahui minat mahasiswa untuk
mengunjungi perpustakaan. Untuk pengambilan
sampel, peneliti memberikan angket kepada para
pengunjung perpustakaan dan dijadikan sebagai
sampel
3. SAMPLING PURPOSIF
• Teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan-
pertimbangan tertentu. Biasanya teknik ini
digunakan untuk studi kasus yang dimana aspek
dari kasus tunggal yang representatif diamati dan
dianalisis
• Peneliti ingin mengetahui model pembelajaran aktif,
maka sampel yang dipilih yaitu responden yang ahli
dalam bidang pembelajaran aktif, misalnya : guru,
wakil kepala sekolah urusan kurikulum dan lain-lain
 Pemilihan sampel didasarkan pada
karakteristik tertentu yang dianggap
mempunyai hubungan dengan karakteristik
populasi yang sudah diketahui sebelumnya.
 Memilih sampel berdasarkan kelompok,
wilayah atau sekelompok individu melalui
pertimbangan tertentu yang diyakini mewakili
semua unit analisis yang ada
Contoh :
 Penelitian untuk meneliti sikap mahasiswa
terhadap peraturan pemerintah mengenai UU
Hak Cipta
 Maka dipilih beberapa Perguruan Tinggi dan
Universitas yang dianggap dapat mewakili
bedasarkan penyelidikan atau kenyataan
sebelumnya.
4. SAMPLING JENUH
• Teknik sampling jika semua anggota populasi
digunakan sebagai sampel. Hal ini dilakukan jika
jumlah populasi kurang dari 30
• Jika terdapat 28 orang yang terseleksi sebagai
peserta pertukaran pelajar ke Swiss, maka
dalam hal ini, jumlah responden kurang dari 30
orang sehingga semua populasi dapat dijadikan
sampel
5. SNOWBALL SAMPLING
Teknik sampling yang semula berjumlah sedikit
kemudian anggota sampel (responden)
menunjuk temannnya untuk menjadi sampel
sehingga jumlahnya akan semakin banyak
SNOWBALL SAMPLING
• A
• G • H • I
• F
• E
• D
• C
• B
• K • L
• J • N
• N
•M

More Related Content

PPTX
Populasi dan Sampel - Matematika Statistika
PPT
Kuliah 9 populasi & sampel
PPT
Populasi dan Sampel Penelitian-Biostatistika
PDF
P10 menentukan populasi dan sampel
PPTX
MATERI KONSEP DASAR POPULASI DAN SAMPEL.pptx
PDF
P10_Menentukan Populasi dan Sampel.pdf
PPT
Teknk Sampling
PPTX
Sampel dan teknik sampling
Populasi dan Sampel - Matematika Statistika
Kuliah 9 populasi & sampel
Populasi dan Sampel Penelitian-Biostatistika
P10 menentukan populasi dan sampel
MATERI KONSEP DASAR POPULASI DAN SAMPEL.pptx
P10_Menentukan Populasi dan Sampel.pdf
Teknk Sampling
Sampel dan teknik sampling

Similar to populasi dan teknik-sampling ok slide.pptx (20)

PPT
macam-macamteknik-samplingyang dapat.ppt
PPT
teknik-sampling_2 dasar dasar statistik.ppt
PPT
POPULASI_DAN_SAMPEL_(2)-POPULASI_DAN_SAMPEL_(2).ppt
PPT
Populasi_dan_Sample dalam penelitian skripsi
PPTX
PPT MINGGU KE 7 SUBJEK PENELITIAN DAN PENARIKAN SAMPEL.pptx
PPTX
Materi Tentang Teknik Sampling Dalam Penelitian
PPT
BAHAN (3) POPULASI dan SAMPEL.ppt
PPT
BAHAN (3) POPULASI dan SAMPEL.ppt
PPTX
TEKNIK PENGAMBILAN SAMPLING statistika.pptx
PDF
Menentukan Populasi dan Sampel Penelitian
PPT
Metodologi-Penelitian-Pertemuaaaan-7.ppt
PPT
POPULASI DAN teHniK PeNgambilaN SAMPEL.ppt
PPTX
TEKNIK PEMILIHAN SAMPEL (TEKNIK SAMPLING).pptx
PPTX
populasi dan sampel.pptx
PPTX
Metode pengambilan sampel (sampling)
PPT
BAB 1. TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL PENELITIAN
PPT
POPULASI SAMPEL SAMPLING.ppt
PPT
materi populasi sampel-sampel dan populasi.ppt
PPTX
Teknik pengambilan sampel
PPTX
METLIT METODE DAN TEKNIK PENELITIAN.pptx
macam-macamteknik-samplingyang dapat.ppt
teknik-sampling_2 dasar dasar statistik.ppt
POPULASI_DAN_SAMPEL_(2)-POPULASI_DAN_SAMPEL_(2).ppt
Populasi_dan_Sample dalam penelitian skripsi
PPT MINGGU KE 7 SUBJEK PENELITIAN DAN PENARIKAN SAMPEL.pptx
Materi Tentang Teknik Sampling Dalam Penelitian
BAHAN (3) POPULASI dan SAMPEL.ppt
BAHAN (3) POPULASI dan SAMPEL.ppt
TEKNIK PENGAMBILAN SAMPLING statistika.pptx
Menentukan Populasi dan Sampel Penelitian
Metodologi-Penelitian-Pertemuaaaan-7.ppt
POPULASI DAN teHniK PeNgambilaN SAMPEL.ppt
TEKNIK PEMILIHAN SAMPEL (TEKNIK SAMPLING).pptx
populasi dan sampel.pptx
Metode pengambilan sampel (sampling)
BAB 1. TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL PENELITIAN
POPULASI SAMPEL SAMPLING.ppt
materi populasi sampel-sampel dan populasi.ppt
Teknik pengambilan sampel
METLIT METODE DAN TEKNIK PENELITIAN.pptx
Ad

Recently uploaded (20)

PPTX
Bahan BIDUK.pptx data paroki santo yosep
PPTX
Presentation pengukuran panjang terbaru lagi
PDF
TEORY ELA JOY LEHRMAN KELOMPOK 3 MATA KULIAKDM
DOCX
Modul Ajar 1 Bahasa Indonesia K-VIII.docx
PDF
Sosialisasi_Lapor Diri Calon Mahasiswa PPG-2025.pdf
DOCX
MASTER BLANGKO undangan jago 72 SIAP EDIT
PPTX
Akses Internet pada Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan di 62 Kab. DT.pptx
PPT
statistika dan probabilitas dalam keteknikan
PPTX
DISKUSI AKHIR SID KURANJI-23122024-Rev1.pptx
PDF
Pemaparan Rapat Pleno dan Penentu Kebijakan Sekolah.pdf
PDF
Program Guru Wali_20250819_100224_0000.pdf
PDF
BAHAN PELAJARAN PELAYANAN ANAK GKE 2025.pdf
PPTX
ALUR PELAYANAN UGD unit gawat darurat 1.pptx
PPTX
PPT pengukuran besaran fisika ukin 2023
PDF
HUBUNGAN STRUKTUR, ikatan kimia dan aktivitas fisiologis complete.en.id.pdf
PPTX
CONTOH PRESENTASI KEGIATAN VALIDASI DATA.pptx
DOCX
Modul Ajar 2 Bahasa Indonesia K-VIII.docx
PPTX
PPT PRESENTASI DESAIN PENELITIAN KEREN.pptx
DOC
Cover ANBK 2025 duaribuduapuluhlima..doc
DOCX
ATP Bahasa Indonesia Kelas 8 (deep learning).docx
Bahan BIDUK.pptx data paroki santo yosep
Presentation pengukuran panjang terbaru lagi
TEORY ELA JOY LEHRMAN KELOMPOK 3 MATA KULIAKDM
Modul Ajar 1 Bahasa Indonesia K-VIII.docx
Sosialisasi_Lapor Diri Calon Mahasiswa PPG-2025.pdf
MASTER BLANGKO undangan jago 72 SIAP EDIT
Akses Internet pada Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan di 62 Kab. DT.pptx
statistika dan probabilitas dalam keteknikan
DISKUSI AKHIR SID KURANJI-23122024-Rev1.pptx
Pemaparan Rapat Pleno dan Penentu Kebijakan Sekolah.pdf
Program Guru Wali_20250819_100224_0000.pdf
BAHAN PELAJARAN PELAYANAN ANAK GKE 2025.pdf
ALUR PELAYANAN UGD unit gawat darurat 1.pptx
PPT pengukuran besaran fisika ukin 2023
HUBUNGAN STRUKTUR, ikatan kimia dan aktivitas fisiologis complete.en.id.pdf
CONTOH PRESENTASI KEGIATAN VALIDASI DATA.pptx
Modul Ajar 2 Bahasa Indonesia K-VIII.docx
PPT PRESENTASI DESAIN PENELITIAN KEREN.pptx
Cover ANBK 2025 duaribuduapuluhlima..doc
ATP Bahasa Indonesia Kelas 8 (deep learning).docx
Ad

populasi dan teknik-sampling ok slide.pptx

  • 2. POPULASI  wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya  keseluruhan unsur yang akan diteliti yang ciri- cirinya akan ditaksir (diestimasi). Ciri-ciri populasi disebut parameter.
  • 3.  kumpulan objek penelitian, bisa berupa kumpulan orang (individu, kelompok, komunitas, masyarakat, dll); benda (jumlah gedung/bangunan, tempat, dll).  Sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset khusus. Populasi yang akan diteliti harus didefinisikan dengan jelas sebelum penelitian dilakukan.
  • 4. SAMPEL • Sampel: bagian dari populasi yang dapat mewakili seluruh populasi • Sampel: sebagian unsur populasi yang dijadikan objek penelitian. • Sampel: miniatur (mikrokosmos) populasi • Sampel yang memiliki ciri karakteristik yang sama atau relatif sama dengan ciri karakteristik populasinya disebut sampel representatif. • Ciri karakteristik sampel disebut statistik
  • 5. ALUR PEMIKIRAN POPULASI DAN SAMPEL SAMPEL POPULASI TEMUAN
  • 6. MENGAPA SAMPLING? • populasi besar, tidak mungkin seluruh elemen diteliti • keterbatasan waktu penelitian, biaya, dan sumber daya manusia • Penelitian terhadap sampel bisa lebih reliabel daripada terhadap populasi, misalnya, karena elemen sedemikian banyaknya maka akan memunculkan kelelahan fisik dan mental para pencacahnya sehingga banyak terjadikekeliruan. (UmaSekaran, 1992); • populasi homogen, penelitian terhadap seluruh elemen dalam populasi menjadi tidak masuk akal • Seringkali penelitian populasi dapat bersifat merusak
  • 7. SUBJEK, OBJEK DAN RESPONDEN PENELITIAN • Subjek penelitian: anggota populasi yang terdiri orang-orang. • Objek penelitian: anggota populasi yang terdiri dari benda-benda. • Responden: seseorang yang mengetahui dan bertanggung jawab terhadap objek penelitian
  • 8. Pengertian-pengertian: • Populasi atau universe adalah sekelompok orang, kejadian, atau benda, yang dijadikan obyek penelitian. Jika yang ingin diteliti adalah sikap konsumen terhadap satu produk tertentu, maka populasinya adalah seluruh konsumen produk tersebut. • Elemen/unsur adalah setiap satuan populasi. Kalau dalam populasi terdapat 30 laporan keuangan, maka setiap laporan keuangan tersebut adalah unsur atau elemen penelitian. • Kerangka sampling adalah daftar yang berisikan setiap elemen populasi yang bisa diambil sebagai sampel.
  • 9. Syarat sampel • Akurasi atau ketepatan , yaitu tingkat ketidakadaan “bias” (kekeliruan) dalam sampel. Dengan kata lain makin sedikit tingkat kekeliruan yang ada dalamsampel, makin akurat sampel tersebut. Tolok ukur adanya“bias” atau kekeliruan adalah populasi. • agar sampel dapat memprediksi dengan baik populasi, sampel harus mempunyai selengkap mungkin karakteristik populasi (Nan Lin, 1976).
  • 10. Syarat sampel • Presisi. memiliki tingkat presisi estimasi. Presisi mengacu pada persoalan sedekat mana estimasi kita dengan karakteristik populasi. Presisi diukur oleh simpangan baku (standard error). Makin kecil perbedaan di antara simpangan baku yang diperoleh dari sampel (S) dengan simpangan baku dari populasi (s), makin tinggi pula tingkat presisinya.
  • 13. TEKNIK SAMPLING • Proses pemilihan jenis sampel dengan memperhitungkan besarnya sampel yang akan dijadikan sebagai subjek/objek penelitian. • Pemilihan sampel harus bersifat representatif, artinya sampel yang dipilih mewakili populasi baik dari karakteristik maupun jumlahnya.
  • 14. Teknik Sampling Probability Sampling Simple Random Sampling Stratified Random Sampling Disproportionate Stratified Random Sampling Proportionate Stratified Random Sampling Cluster Sampling Sistematic Random Sampling Non Probability Sampling Sampling Purposif Sampling Kuota Sampling Aksidental Sampling Jenuh Snowball Sampling
  • 15. PROBABILITY DAN NONPROBABILITY SAMPLING Probability • Setiap anggota populasi mempunyai peluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel • hasil penelitian dijadikan ukuran untuk mengestimasi populasi (melakukan generalisasi) Non Probability • Setiap anggota populasi tidak mempunyai peluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel • hasil penelitian tidak untuk melakukan generalisasi
  • 17. Probability Sampling: • Setiap elemen dalam populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk diseleksi sebagai subyek dalam sampel. Representatif ini penting untuk generalisasi
  • 18. Probability Sampling • Menentukan probabilitas atau besarnya kemungkinan setiap unsur dijadikan sampel. Dalam merencanakan sampling probabilitas, idealnya peneliti telah memenuhi beberapa persyaratan berikut: – Diketahui besarnya populasi – Besarnya sampel yang diinginkan telah ditentukan – Setiap unsur atau kelompok unsur harus memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel
  • 19. 1. SIMPLE RANDOM SAMPLING • Teknik sampling secara acak, setiap individu dalam populasi memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel • Syarat: anggota populasi dianggap homogen • Cara pengambilan sampel bisa melalui undian • Sampling ini memiliki bias terkecil dan generalisasi tinggi • Banyak digunakan dalam penelitian sains.
  • 20. PROSEDUR SIMPLE RANDOM SAMPLING 1. Susun “sampling frame” 2. Tetapkan jumlah sampel yang akan diambil 3. Tentukan alat pemilihan sampel 4. Pilih sampel sampai dengan jumlah terpenuhi
  • 22. SIMPLE RANDOM SAMPLING: UNDIAN  Dengan cara memberikan nomor-nomor pada seluruh anggota populasi, lalu secara acak dipilih nomor-nomor sesuai dgn banyaknya jumlah sampel yang dibutuhkan.  Ada dua rancangan cara undian : o Pengambilan sampel tanpa pengembalian, yang berarti sampel yang pernah terpilih tidak akan dipilih lagi. Akan menghasilkan nilai probabilitas yang tidak konstan o Pengambilan sampel dengan pengembalian, yang berarti sampel yang pernah terpilih ada kemungkinan terpilih lagi. Menghasilkan nilai probabilitas yang konstan
  • 23. 2. Stratified Random Sampling ØDigunakan untuk mengurangi pengaruh faktor heterogen dan melakukan pembagian elemen- elemen populasi ke dalam strata. Selanjutnya dari masing-masing strata dipilih sampelnya secara random sesuai proporsinya. ØSampling ini banyak digunakan untuk mempelajari karakteristik yang berbeda, misalnya, di sekolah ada kls I, kls II, dan kls III. Atau responden dapat dibedakan menurut jenis kelamin; laki-laki dan perempuan, dll. ØKeadaan populasi yang heterogen tidak akan terwakili, bila menggunakan teknik random. Karena hasilnya mungkin satu kelompok terlalu banyak yang terpilih menjadi sampel.
  • 24. • Contoh Stratified Random Sampling: Populasi 900 orang Dibagi tiga Gr gol.II Gr gol. III Gr gol. IV 300 orang 300 orang 300 orang (diambil 90 orang) (diambil 90 orang) (diambil 90 orang)
  • 25. 3. PROPORSIONATE STRATIFIED RANDOM SAMPLING • Teknik sampling dari anggota populasi secara acak dan berstrata secara proporsional. • Anggota populasi heterogen, dan heterogenitas tersebut mempunyai arti yang signifikan pada pencapaian tujuan penelitian
  • 26. PROPORSIONATE STRATIFIED RANDOM SAMPLING • seorang peneliti ingin mengetahui sikap manajer terhadap satu kebijakan perusahaan. Dia menduga bahwa manajer tingkat atas cenderung positif sikapnya terhadap kebijakan perusahaan tadi. • Agar dapat menguji dugaannya tersebut maka sampelnya harus terdiri atas paling tidak para manajer tingkat atas, menengah, dan bawah
  • 27. Prosedur • Siapkan “sampling frame” , daftar yang berisikan setiap elemen populasi yang bisa diambil sebagai sampel • Bagi sampling frame tersebut berdasarkan strata yang dikehendaki • Tentukan jumlah sampel dalam setiap stratum • Pilih sampel dari setiap stratum secara acak.
  • 28. Strata Anggota Populasi Persentase (%) Sampel 1 2 3 4 = (3 x 50) SD 150 37,5 19 SMP 125 31,25 16 SMU 75 18,75 9 Sarjana 50 12,5 6 Jumlah 400 100 50
  • 29. 4. DISPROPORTIONATE STRATIFIED RANDOM SAMPLING • Teknik sampling dimana populasi berstrata tapi kurang proporsional. • Jumlah guru di Kecamatan Ngaliyan memiliki 1 orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 178 orang lulusan S1 dan 156 orang lulusan Diploma. Maka Pengambilan sampel untuk S3 sebanyak 1 orang, S2 sebanyak 4 orang, sedangkan untuk S1 dan Diploma diambil secara proporsional.
  • 30. 5. Cluster Sampling ØElemen-elemen dalam populasi dibagi ke dalam cluster atau kelompok, jika ada beberapa kelompok dengan heterogenitas dalam kelompoknya dan homogenitas antar kelompok. Teknik cluster sering digunakan oleh para peneliti di lapangan yang mungkin wilayahnya luas. ØSampling ini mudah dan murah, tapi tidak efisien dalam hal ketepatan serta tidak umum
  • 31. CLUSTER SAMPLING (Area Sampling/Gugus Sampling) • Digunakan jika objek yang akan diteliti sangat luas • Populasi biasanya dalam bentuk gugus atau kelompok- kelompok tertentu. • Anggota gugus/kelompok mungkin tidak homogen • Misalnya akan diambil populasi seluruh guru SD di Kota Semarang. Pengambilan sampelnya dengan cara membagi wilayah Kota Semarang ke dalam enam wilayah, kemudian dari masing-masing kecamatan diambil perwakilannya. Jumlah sampel tiap kecamatan diambil secara proporsional.
  • 32. CLUSTER SAMPLING (Area Sampling) A B C D E F A B C D E F
  • 33. 6.Sistematic Sampling ØSetiap elemen populasi dipilih dengan suatu jarak interval (tiap ke n elemen) dan dimulai secara random dan selanjutnya dipilih sampelnya pada setiap jarak interval tertentu. Jarak interval misalnya ditentukan angka pembagi 5,6 atau 10. Atau dapat menggunakan dasar urutan abjad ØSyarat yang perlu diperhatikan oleh peneliti adalah adanya daftar semua anggota populasi ØSampling ini bisa dilakukan dengan cepat dan menghemat biaya, tapi bisa menimbulkan bias
  • 34. SAMPLING SISTEMATIS • Teknik sampling berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut, anggota sampel dapat diambil dari populasi homogen pada jenis interval waktu, ruang dengan urutan yang seragam • Jika ada 100 guru, semuanya diberi nomor urut no. 1 s.d. 100. Pengambilan sampel dapat dilakukan berdasarkan urutan nomor genap saja atau urutan nomor ganjil saja
  • 35. Sistematis Random Sampling • Merupakan cara pengambilan sampel dimana sampel pertama ditentukan secara acak sedangkan sampel berikutnya diambil berdasarkan satu interval tertentu
  • 38. Nonprobability Sampling: • Setiap elemen dalam populasi belum tentu mempunyai kesempatan sama untuk diseleksi sebagai subyek dalam sampel. Dalam hal ini waktu adalah yang utama
  • 39. Macam Teknik Non Probability Sampling • Accidental (Kebetulan) • Purposive sampling (Bertujuan) • Quota sampling (Jatah) • Total sampling (sampel jenuh) • Getok Tular/Snowball Sampling
  • 40. 1. SAMPLING KUOTA • Teknik sampling dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang dinginkan tercapai berdasarkan pertimbangan tertentu. • Pengambilan sampel dari 1000 guru PNS. Jika kuota sampel yang dibutuhkan adalah 100 guru, maka pengambilan sampel dapat dilakukan dengan memilih sampel secara bebas dengan karakteristik yang telah ditentukan peneliti
  • 41. • Merupakan metode penetapan sampel dengan menentukan quota terlebih dahulu pada masing-masing kelompok, sebelum quata masing-masing kelompok terpenuhi maka peneltian belum dianggap selesai.
  • 42. 2. SAMPLING AKSIDENTAL • Teknik sampling berdasarkan faktor spontanitas. Artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti maka orang tersebut dapat dijadikan sampel • Peneliti ingin mengetahui minat mahasiswa untuk mengunjungi perpustakaan. Untuk pengambilan sampel, peneliti memberikan angket kepada para pengunjung perpustakaan dan dijadikan sebagai sampel
  • 43. 3. SAMPLING PURPOSIF • Teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan- pertimbangan tertentu. Biasanya teknik ini digunakan untuk studi kasus yang dimana aspek dari kasus tunggal yang representatif diamati dan dianalisis • Peneliti ingin mengetahui model pembelajaran aktif, maka sampel yang dipilih yaitu responden yang ahli dalam bidang pembelajaran aktif, misalnya : guru, wakil kepala sekolah urusan kurikulum dan lain-lain
  • 44.  Pemilihan sampel didasarkan pada karakteristik tertentu yang dianggap mempunyai hubungan dengan karakteristik populasi yang sudah diketahui sebelumnya.  Memilih sampel berdasarkan kelompok, wilayah atau sekelompok individu melalui pertimbangan tertentu yang diyakini mewakili semua unit analisis yang ada
  • 45. Contoh :  Penelitian untuk meneliti sikap mahasiswa terhadap peraturan pemerintah mengenai UU Hak Cipta  Maka dipilih beberapa Perguruan Tinggi dan Universitas yang dianggap dapat mewakili bedasarkan penyelidikan atau kenyataan sebelumnya.
  • 46. 4. SAMPLING JENUH • Teknik sampling jika semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini dilakukan jika jumlah populasi kurang dari 30 • Jika terdapat 28 orang yang terseleksi sebagai peserta pertukaran pelajar ke Swiss, maka dalam hal ini, jumlah responden kurang dari 30 orang sehingga semua populasi dapat dijadikan sampel
  • 47. 5. SNOWBALL SAMPLING Teknik sampling yang semula berjumlah sedikit kemudian anggota sampel (responden) menunjuk temannnya untuk menjadi sampel sehingga jumlahnya akan semakin banyak
  • 48. SNOWBALL SAMPLING • A • G • H • I • F • E • D • C • B • K • L • J • N • N •M