3. PENDAHULUAN
Bangsa indonesia merupakan bangsa yang plural dan
multikultur, terdiri dari berbagai suku, memiliki beragam
bahasa daerah dan dialek yang khas di tiap daerah, menganut
berbagai macam agama, terikat beraneka macam adat istiadat
dan kebiasaan, memiliki wilayah yang berbentuk negara
kepulauan serta terletak pada posisi silang di antara dua benua
yaitu Asia dan Australia dan samudra besar yaitu Pasifik dan
Hindia.
?
4. PENGERTIAN
Wawasan Nusantara adalah konsep yang
menggarisbawahi pentingnya pemahaman terhadap
wilayah, keberagaman budaya, dan potensi ekonomi di
kawasan kepulauan Indonesia. Ini melibatkan pengakuan
akan kesatuan wilayah, identitas budaya yang beragam,
serta pentingnya menjaga kedaulatan dan
keutuhan negara.
5. KEDUDUKAN
Wawasan Nusantara dikembangkan sebagai hasil penjabaran
falsafah bangsa, pandangan hidup dan ideologi negara, UUD NRI
Tahun 1945, budaya bangsa, kondisi geografis, manusia yang
mendiami serta perkembangan lingkungan hidupnya. Oleh karena
itu Wawasan Nusantara merupakan kesatuan pola pikir, pola sikap
dan pola tingkah laku untuk mencapai persatuan-kesatuan bangsa
dan perpaduan segenap aspek kehidupan nasional dalam
membangun dan memekarkan bangsa serta rasa tanggung jawab
dalam ikut membina dan memanfaatkan keseimbangan lingkungan
hidup secara selaras, serasi dan seimbang.
6. FUNGSI
Wawasan Nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan,
serta rambu- rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan,
keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggara negara di
tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
?
7. TUJUAN
Sedangkan tujuan Wawasan Nusantara dapat dirinci sebagai
berikut:
1.Tujuan ke dalam, meliputi:
Wawasan Nusantara bertujuan untuk mewujudkan kesatuan dan
persatuan segenapaspek kehidupan nasional, yang meliputi:
a.Aspek Alamiah, yang terdiri dari:
•Posisi dan lokasi geografis Indonesia (SI)
•Keadaan dan kekayaan alam (KAYA)
•Keadaan dan kemampuan penduduk (MAMPU)
•Selanjutnya aspek alamiah disebut dengan Trigatra yang
disingkat SI KAYA MAMPU
8. TUJUAN
b. Aspek sosial, yang terdiri dari:
•Ideologi (1)
•Politik (pol)
•Ekonomi (Ek)
•Sosial Budaya (Sosbud)
•Pertahanan dan keamanan (Hankam)
Selanjutnya aspek sosial disebut dengan Pancagatra yang
disingkat IPOLEK. SOSBUDHANKAM. Kombinasi antara
trigatra dengan pancagatra disebut dengan ASTAGATRA.
9. TUJUAN
2. Tujuan ke luar
Tujuan ke luar Wawasan Nusantara adalah ikut serta mewujudkan
kebahagiaan, ketertiban dan perdamaian bagi seluruh umat manusia.
•Berdasar tujuan di atas maka Wawasan Nusantara tidak hanya
memperhatikan kepentingan nasional bangsa Indonesia sendiri
melainkan juga bertanggungjawab terhadap terciptanya lingkungan
dan pergaulan dunia yang sejahtera, tertib, aman dan damai.
?
10. Dasar Hukum Wawasan
Nusantara
02
Dasar Pemikiran
Wawasan Nusantara
03
Unsur Dasar Wawasan
Nusantara
04
Asas Wawasan
Nusantara
01
JENIS-JENIS
WAWASAN NUSANTARA
11. PENGERTIAN TIAP POINT
WAWASAN NUSANTARA
Wawasan Nusantara adalah konsep geopolitik yang merujuk pada
pandangan atau visi yang menekankan pentingnya keutuhan wilayah,
kedaulatan, dan keamanan Indonesia sebagai negara kepulauan. Tiap
poin dalam konsep Wawasan Nusantara menggambarkan nilai-nilai
dan prinsip-prinsip yang menjadi landasan bagi kebijakan dalam
mengelola wilayah Indonesia.
18. MANFAAT WAWASAN NUSANTARA
Toleransi dan keharmonisan
Kepedulian Lingkungan
Penguatan Identitas
Nasional
Membentuk Sikap, Nilai dan
Keterampilan
Peningkatan Rasa
Persatuan dan kesadaran
nasional
1
2
3
4
5
19. DAMPAK WAWASAN
NUSANTARA
1. Bangsa Indonesia dihadapkan pada lalu lintas
kekuatan dan pengaruh asing dalam aspek kehidupan
sosial.
2. Hubungan antar bangsa selalu berlandaskan pada
kepentingan Nasional negara yang bersangkutan.
3. Negara-negara besar selalu berusaha menanamkan,
memaksakan dan menguasai aspek
Ipoeleksosbudhankam
4. Kekayaan alam yang melimpah ruah, tenaga kerja
yang murah,jumlah penduduk yang banyak menjadi
investator untuk menanamkan modal.
DAMPAK POSITIF
1 .Implementasi wawasan Nusantara yang tidak
merata dapat memperkkuat kesenjangan
Pembangunan antar wilayah di Indonesia
2. Pandangan yang terlalu idealistik terhadap
wawasan Nusantara dapat mengabaikan
kesetimpangan sosial-ekonomi di Indonesia.
3. Interpretasi yang berbeda terhadap wawasan
Nusantara dapat menyebabkan ketegangan politik
antara pemerintah pusat dan daerah otom.
DAMPAK NEGATIF
20. KESIMPULAN
Wawasan Nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungan
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, yang merupakan aspirasi bangsa yang merdeka, berdaulat, dan
Asas Wawasan Nusantara antara lain asas solidaritas, kejujuran, kesamaan, tujuan, keadilan dan asas
kerjasama. sedangkan Kedudukan Wawasan Nusantara merupakan ajaran yang diyakini
kebenarannya oleh seluruh rakyat agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya
mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. Wawasan Nusantara berfungsi sebagai
pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan,
keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat.
Dan Dasar pemikiran Wawasan Nusantara antara lain Geografis terkait dengan bentang alam
indonesia, dan geostrategis dimana keberadaan Indonesia pada posisi silang yang menjadi pusat lalu
lintas kekuatan dan pengaruh asing, sedangkan dan geopolitik memandang bahwa Indonesia sebagai
negara kepulauan sebagai satu kesatuan utuh dan bulat dengan segenap unsurnya, yang
menempatkan fungsi laut sebagai penghubung, pendekat dan pemersatu pulau-pulau.