PRESENTASI
AKHLAK KEPADA ALLAH SWT
OLEH
KELOMPOK I
HABSAH (218110042)
MARIA YASINTA SERENA (218110120)
AMFIA KURNIAWAN (218110192)
taqwa
Taqwa
Kata taqwa berasal dari Bahasa arab yaitu dari kata (waqa, yaqi dan waqiyah)
yang berarti takut, menjaga, menghindar dan melindungi.
Afif Abd Al-Fattah Thabbarah dalam bukunya Rub ad-Din al-Islam
mendefinisikan taqwa:
Seperti yang terdapat dalam surat Ali ‘Imran [3] ayat 138.
“inilah (Al-Qur’an) suatu ketenangan bagi manusia dan petunjuk serta
pelajaran” Ali’Imran [3] ayat 138
“seseorang memelihara dirinya dari segala sesuatu yang mengundang
kemarahan Tuhannya dan dari segala sesuatu yang
mendatangkan mudhrat, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.”
taqwa
Hakikat Taqwa
Orang yang bertaqwa adalah orang yang menjalankan tiga hal: Iman, Islam dan
Ihsan, maka hakikatnya taqwa adalah integralisasi ketiga dimensi tersebut.
Adapun beberapa ayat Allah menjelaskan tentang hakikat taqwa:
(Q.S Al-Baqarah 2:177)
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu
kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah,
hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan
harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang
miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang
meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan
menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji,
dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam
peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka
Itulah orang-orang yang bertakwa.”
taqwa
Bertaqwa Secara Maksimal
Dalam surat Ali-Imran ayat 102 Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang
yang beriman supaya bertaqwa kepada-Nya dengan maksimal, yaitu dengan
mengerahkan semua potensi yang dimiliki, Firman-nya :
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar
takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam
Keadaan beragama Islam.” (QS. Ali-Imran 3:102)
Dalam ayat di atas sudah di jelaskan oleh Allah SWT cara bertaqwa secara
maksimal yaitu dengan selalu memiliki kesadaran akan kehadiran-Nya. Dan
berhati-hati jangan sampai menyimpang dari tuntunan ajaran dan ketentuan
Allah SWT. Karena Allah selalu mengawasi setiap perbuatan kita.
taqwa
Buah Dari Taqwa
Apabila manusia bertaqwa kepada Allah, niscaya akan diberikan banyak
keuntungan. Ibaratnya pohon taqwa, jika terrus disemai, disiram, dipupuk dan
dirawat insya Allah akan mengeluarkan buah yang ranum, yang menyenangkan
hati penanamnya. Maka bergembiralah penanam pohon taqwa, karena dia
akan menuai buahnya. Adapun buahnya antara lain:
1. Mendapatkan sikap furqan
2. Mendapatkan Limpahan berkah dari langit dan bumi.
3. Mendapatkan jalan keluar dari kesulitan.
4. Mendapatkan rezeki tanpa diduga-duga.
taqwa
5. Mendapatkan kemudahan dalam urusannya.
6. Dihapus kesalahannya, diampuni Dosanya, dan mendapatkan pahala yang besar.
7. Dicintai Allah SWT.
8. Disertai Allah SWT.
9. Terjaga dari tipu daya
10. Terpelihara Dzurriyah Dha’if.
Cinta
Dan
Ridha
Cinta Dan Ridha
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata cinta berarti suka sekali,
sayang, terpikat (antara laki-laki dan perempuan), ingin sekali, rindu.
Sementara dalam bahasa arab disepadankan dengan kata hubb atau
muhabbah yang berasal dari kataُّ
‫ب‬ ِ‫ح‬ُ‫ي‬-‫حب‬ yang artinya mencintai dan
menyukai.
ُّ
ُ‫ح‬ُّ‫َد‬‫ش‬َ‫واُّأ‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫ُّآ‬َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ َ‫و‬
ُِّ َّ ِ
ُِّ ‫ا‬‫ًّب‬
“Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS.
Al Baqarah 2:165)
Cinta adalah kesadaran diri, perasaan jiwa dan dorongan hati yang
menyebabkan seseorang terpaut hatinya kepada apa yang dicintainya dengan
penuh semangat dan rasa kasih sayang. Bagi seorang mukmin, cinta, pertama
dan utama sekali diberikan kepada Allah SWT. Allah lebih dicintai dari segala-
galanya.
Cinta
Dan
Ridha
Sebagaimana di jelaskan dalam surat At-Taubah ayat 24
“katakanlah: “jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri kau
keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu
khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu kuasai,
adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjuhad di jalan-
Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. “Dan Allah
tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At-Taubah [9]:24)
Rasa cinta kepada Allah tidak cukup dengan hanya menjadi seorang abid (ahli
ibadah) dan lari dari kenyataan yang menimpa kaum muslim. Tak cukup
dengan beribadah sendiri lalu ingin masuk surga sendirian. Rasa cinta yang
benar adalah sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, tauhiddul uswah,
dijalankan oleh generasi terbaik umat ini, para awwalun Muslimin. Yaitu
adalah rasa acinta yang merealitas, cinta yang mewujud dan bukan sekedar
angan-angan egoisme dalam penyendirian.
Cinta
Dan
Ridha
Ridha
Dalam bahasa arab. Kata ridha secara emologi/bahasa berasal dari lafaz ُّ
َ‫ي‬ ِ
‫ض‬َ‫ر‬
–
‫ى‬َ‫ض‬ ْ‫ر‬َ‫ي‬ -ُّ
‫اض‬َ‫ر‬ yang berarti senang, suka, rela, puas, setuju.(Ahmad Warson
Munawwir, 1997:505)
Disamping diperintahkan untuk cinta kepada Allah, seorang Muslim haruslah
dapat bersikap ridha dengan segala aturan dan keputusan Allah SWT. Artinya
dia harus dapat menerima sepenuh hati, tanpa penolakan sedikitpun segala
sesuatu yang dating dari Alah dan Rasul-Nya, baik berupa perintah, larangan,
maupun petunjuk-petunjuk lainnya. Dia ridha karena dia mencintai Allah dan
yakin bahwa Allah lah yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Demikian sikap cinta dan ridha kepada Allah Swt. Dengan cinta kita mengharap
ridha-Nya, dan dengan ridha kita mengharapkan cinta-Nya.
Ikhlas
Iklhas
“ikhlas adalah bahwa manusia semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.
Dari perkataan, perbuatan, dan jihadnya. Tanpa mengharapkan materi,
popularitas, julukan, perhatian, superioritas, atau pamrih, agar manusia
terhindar dari ketidak sempurnaan amal dan akhlak tercela, sehingga langsung
terhubung dengan Allah SWT”
Dalam kitab Islamuna yang di tulis sayyid Sabiq mendefinisikan ikhlas secara
terminologi sebagai berikut
Secara etimologis ikhlash (bahasa Arab) berakar dai kata lasha dengan arti bersih, jernih,
murni; tidak bercampur. Secara terminologis yang dimaksud dengan ikhlas adalah beramal
semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.
Dalam bahasa populernya ikhlas adalah berbuat tanpa pamrih; hanya semata-mata
mengharapkan ridha Allah SWT.
Ikhlas
Keutamaan Ikhlas
1. Ikhlas untuk keselamatan aqidah
4. Menjaga dari maksiat
3. Ikhlas akan membuat ketahanan
dalam beramal
2. Amal tanpa ikhlas akan sia-sia
Riya’ Menghapus Amalan
Pendapat ulama tentang definisi riya’
“seorang melakukan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah,
tetapi ia melakukan bukan karena Allah melainkan karena tujuan
dunia.”(Umar Sulaiman, 1415 H: 94)
Ikhlas
Macam-Macam Riya
1. Ar-riya’ bi an-niya (riya dengan niat)
Beberapa penjelasan Allah SWT dalam Al-Qur’an Sehubungan dengan riya’ dalam perbuatan
antara lain :
2. Ar-riya’ bi al-’amal al-hal (riya dengan perbuatan)
“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilagkan (pahala) sedekahmu dengan
mennyebut-nyebutnya dan menyakiti (persaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan
hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian,
maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah, kemudian batu itu
di timpa hujan lebat, lalu mejadikan dia bersih (tidak bertanah) mmereka tidak menguasai
satupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-
orang yang kafir.” (QS. Al-Baqarah [2]: 264)
a. Bersadakoh yang didasari oleh riya’
Ikhlas
2. Melakukan ibadah sholat dengan didasari riya’
“Maka celakalah orang-orang yang shalat (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya , orang-
orang yang berbuat riya’ (QS. Al-Ma’un)
Dan Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa
angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah.
Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan”. (QS. Al-Anfal [8]:47)
3. Allah melarang berperang orang yang didasari riya’
Ikhlas
Bahaya riya
Riya’ adalah salah satu penyakit hati yang selalu menyerang kepada seseorang yang
melakukan ibadah atau aktivitas tertentu lainnya
“sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan terjadi pada kalian adalah syirik kecil”.
Sahabat bertanya:”apa syirik kecil itu ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab:”riya”(HR.
Ahmad:23589)
Dalam sabda Nabi SAW
Khauf
dan
Raja
1. Khauf thabi’i 2. Khauf ibadah 3. Khauf sirr 4. tawakal
Keutamaan orang bertawakal
Khauf dan Raja
khauf adalah takut kepada allah SWT dengan mempunyai perasaan khawatir
akan adzab allah SWT yang akan di timpakan kepadanya.
Macam-macam khauf
1. Dapat membuktikan keimanan yang benar, orang yang bertawakkal
merupakan orang yang dapat membuktikan keimanannya, karena salah
satu ciri orang yang beriman adalah bertawakkal kepada allah swt.
2. Memperoleh jaminan rejeki
3. Memperoleh kecukupan dari apa yang di butuhkan
4. Tidak di sukai setan
5. Menghargai usaha yang di lakukan
Khauf
dan
Raja
Raja
Raja adalah mengharap ridho, rahmat dan pertolongan kepada allah SWT,
serta yakin hal itu dapat di raihnya atau sesuatu jiwa yang sedang menunggu
(mengharapakan) sesuatu yang di senangi dari allah SWT, setelah melakukan
hal-hal yang menyebabkan terjadinya sesuatu yang di harapkan.
1. Optimis 2. Dinamis 3. Berfikir kritis
Sifat raja’ kepada allah SWT yang di miliki oleh orang yang beriman tentu
dalam hidupnya akan bersikap :
Tawakal
tawakal adalah sikap berserah diri kepada Allah setelah melakukan usaha
secara maksimal
Sesungguhnya, pembekasan tawakal itu nampak dalam gerak-gerik seorang
hamba. Bekas –bekas ketakwaan itu bisa kita lihat jika orang tersebut berusaha
denga ikhtiar (usaha).
Tawakal
Tawakal dan ikhtiar
Tawakal
Keutamaan orang yang bertawakal
1. Dapat membuktikan keimanan yang benar, orang yang bertawakkal
merupakan orang yang dapat membuktikan keimanannya, karena salah
satu ciri orang yang beriman adalah bertawakkal kepada allah swt.
2. Memperoleh jaminan rejeki
3. Memperoleh kecukupan dari apa yang di butuhkan
4. Tidak di sukai setan
5. Menghargai usaha yang di lakukan
Tawakal
Wassalamulaikum waroh matullah hi wabarokatu

More Related Content

PPTX
Ppt taubat dan raja
PPTX
Ppt taubat dan raja
PPTX
Ppt taubat dan raja
PPTX
Raja dan-taubat-group-3-class-xia-3
PPTX
Pengertian Taqwa (Pendidikan Agama Islam)
DOCX
Ringkasan amkai
DOC
Makalah "Taqwa"
PPTX
Modul 8 KB 4 - Aqidah Akhlak (Akhlak terhadap Diri Sendiri dan Orang Lain).pptx
Ppt taubat dan raja
Ppt taubat dan raja
Ppt taubat dan raja
Raja dan-taubat-group-3-class-xia-3
Pengertian Taqwa (Pendidikan Agama Islam)
Ringkasan amkai
Makalah "Taqwa"
Modul 8 KB 4 - Aqidah Akhlak (Akhlak terhadap Diri Sendiri dan Orang Lain).pptx

Similar to PPT pendidikan_AKHLAK_KEPADA_ALLAH_SWT.pptx (20)

PPTX
Akhlak kepada allah swt
PDF
Menggapai ridha allah
PDF
Apa bentuk komitmen saya kepada Islam
PPTX
BAB IMAN DAN PENGARUHNYA DALAM KEHIDUPAN.pptx
PDF
15 buletin hikmah jumat laz nas chevron duri edisi xv 2013 tawakkal 1
PDF
14 buletin hikmah jumat laz nas chevron duri edisi xiv 2013 surah al ashr
DOCX
Implementasi Akhlak dalam Kehidupan
PDF
ppt-cinta-khauf-roja-tawakkal-ikm-kelas-10-bab-7.pdf
PPTX
al islam semester 1 kelas 11
PDF
Empat tanda keimanan
PPTX
2 akhlak kpd allah
PPTX
ppt kalimat tauhid.pptx
DOCX
Aqidah
PDF
Kelompok 1 Pai 95.pdf
PPTX
Sikap & tingkah laku Akhlakul Karimah
DOCX
DOCX
Bab 4
DOCX
materi akhlak.docx
PPTX
2. akidah teras pembangunan muslim
Akhlak kepada allah swt
Menggapai ridha allah
Apa bentuk komitmen saya kepada Islam
BAB IMAN DAN PENGARUHNYA DALAM KEHIDUPAN.pptx
15 buletin hikmah jumat laz nas chevron duri edisi xv 2013 tawakkal 1
14 buletin hikmah jumat laz nas chevron duri edisi xiv 2013 surah al ashr
Implementasi Akhlak dalam Kehidupan
ppt-cinta-khauf-roja-tawakkal-ikm-kelas-10-bab-7.pdf
al islam semester 1 kelas 11
Empat tanda keimanan
2 akhlak kpd allah
ppt kalimat tauhid.pptx
Aqidah
Kelompok 1 Pai 95.pdf
Sikap & tingkah laku Akhlakul Karimah
Bab 4
materi akhlak.docx
2. akidah teras pembangunan muslim
Ad

Recently uploaded (20)

PPTX
Berpikir_Komputasional_Kelas5_IlustrasiKosong.pptx
PDF
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
PPTX
POWER POING IPS KLS 8 KUMER 2025-2026.pptx
PPTX
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
PPTX
PPT MODUL 3 PENYELARASAN VISI MISI DENGAN OEMBELAJARAN MENDALAM
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
PPTX
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
PDF
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
PDF
Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Pancasila Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PPTX
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
PPTX
893548301-Panduan-Kokurikuler-Tahun_2025.pptx
PDF
Stop Bullying NO Bully in school SMA .pdf
PDF
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PDF
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
PPTX
Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Leaning
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PPTX
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Fisika Kelas 12 SMA Terbaru 2025
Berpikir_Komputasional_Kelas5_IlustrasiKosong.pptx
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
POWER POING IPS KLS 8 KUMER 2025-2026.pptx
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
PPT MODUL 3 PENYELARASAN VISI MISI DENGAN OEMBELAJARAN MENDALAM
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Pancasila Kelas 6 Kurikulum Merdeka
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
893548301-Panduan-Kokurikuler-Tahun_2025.pptx
Stop Bullying NO Bully in school SMA .pdf
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Leaning
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
Modul Ajar Deep Learning Fisika Kelas 12 SMA Terbaru 2025
Ad

PPT pendidikan_AKHLAK_KEPADA_ALLAH_SWT.pptx

  • 1. PRESENTASI AKHLAK KEPADA ALLAH SWT OLEH KELOMPOK I HABSAH (218110042) MARIA YASINTA SERENA (218110120) AMFIA KURNIAWAN (218110192)
  • 2. taqwa Taqwa Kata taqwa berasal dari Bahasa arab yaitu dari kata (waqa, yaqi dan waqiyah) yang berarti takut, menjaga, menghindar dan melindungi. Afif Abd Al-Fattah Thabbarah dalam bukunya Rub ad-Din al-Islam mendefinisikan taqwa: Seperti yang terdapat dalam surat Ali ‘Imran [3] ayat 138. “inilah (Al-Qur’an) suatu ketenangan bagi manusia dan petunjuk serta pelajaran” Ali’Imran [3] ayat 138 “seseorang memelihara dirinya dari segala sesuatu yang mengundang kemarahan Tuhannya dan dari segala sesuatu yang mendatangkan mudhrat, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.”
  • 3. taqwa Hakikat Taqwa Orang yang bertaqwa adalah orang yang menjalankan tiga hal: Iman, Islam dan Ihsan, maka hakikatnya taqwa adalah integralisasi ketiga dimensi tersebut. Adapun beberapa ayat Allah menjelaskan tentang hakikat taqwa: (Q.S Al-Baqarah 2:177) “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.”
  • 4. taqwa Bertaqwa Secara Maksimal Dalam surat Ali-Imran ayat 102 Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang yang beriman supaya bertaqwa kepada-Nya dengan maksimal, yaitu dengan mengerahkan semua potensi yang dimiliki, Firman-nya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam.” (QS. Ali-Imran 3:102) Dalam ayat di atas sudah di jelaskan oleh Allah SWT cara bertaqwa secara maksimal yaitu dengan selalu memiliki kesadaran akan kehadiran-Nya. Dan berhati-hati jangan sampai menyimpang dari tuntunan ajaran dan ketentuan Allah SWT. Karena Allah selalu mengawasi setiap perbuatan kita.
  • 5. taqwa Buah Dari Taqwa Apabila manusia bertaqwa kepada Allah, niscaya akan diberikan banyak keuntungan. Ibaratnya pohon taqwa, jika terrus disemai, disiram, dipupuk dan dirawat insya Allah akan mengeluarkan buah yang ranum, yang menyenangkan hati penanamnya. Maka bergembiralah penanam pohon taqwa, karena dia akan menuai buahnya. Adapun buahnya antara lain: 1. Mendapatkan sikap furqan 2. Mendapatkan Limpahan berkah dari langit dan bumi. 3. Mendapatkan jalan keluar dari kesulitan. 4. Mendapatkan rezeki tanpa diduga-duga.
  • 6. taqwa 5. Mendapatkan kemudahan dalam urusannya. 6. Dihapus kesalahannya, diampuni Dosanya, dan mendapatkan pahala yang besar. 7. Dicintai Allah SWT. 8. Disertai Allah SWT. 9. Terjaga dari tipu daya 10. Terpelihara Dzurriyah Dha’if.
  • 7. Cinta Dan Ridha Cinta Dan Ridha Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata cinta berarti suka sekali, sayang, terpikat (antara laki-laki dan perempuan), ingin sekali, rindu. Sementara dalam bahasa arab disepadankan dengan kata hubb atau muhabbah yang berasal dari kataُّ ‫ب‬ ِ‫ح‬ُ‫ي‬-‫حب‬ yang artinya mencintai dan menyukai. ُّ ُ‫ح‬ُّ‫َد‬‫ش‬َ‫واُّأ‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫ُّآ‬َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ َ‫و‬ ُِّ َّ ِ ُِّ ‫ا‬‫ًّب‬ “Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS. Al Baqarah 2:165) Cinta adalah kesadaran diri, perasaan jiwa dan dorongan hati yang menyebabkan seseorang terpaut hatinya kepada apa yang dicintainya dengan penuh semangat dan rasa kasih sayang. Bagi seorang mukmin, cinta, pertama dan utama sekali diberikan kepada Allah SWT. Allah lebih dicintai dari segala- galanya.
  • 8. Cinta Dan Ridha Sebagaimana di jelaskan dalam surat At-Taubah ayat 24 “katakanlah: “jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri kau keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu kuasai, adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjuhad di jalan- Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. “Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At-Taubah [9]:24) Rasa cinta kepada Allah tidak cukup dengan hanya menjadi seorang abid (ahli ibadah) dan lari dari kenyataan yang menimpa kaum muslim. Tak cukup dengan beribadah sendiri lalu ingin masuk surga sendirian. Rasa cinta yang benar adalah sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, tauhiddul uswah, dijalankan oleh generasi terbaik umat ini, para awwalun Muslimin. Yaitu adalah rasa acinta yang merealitas, cinta yang mewujud dan bukan sekedar angan-angan egoisme dalam penyendirian.
  • 9. Cinta Dan Ridha Ridha Dalam bahasa arab. Kata ridha secara emologi/bahasa berasal dari lafaz ُّ َ‫ي‬ ِ ‫ض‬َ‫ر‬ – ‫ى‬َ‫ض‬ ْ‫ر‬َ‫ي‬ -ُّ ‫اض‬َ‫ر‬ yang berarti senang, suka, rela, puas, setuju.(Ahmad Warson Munawwir, 1997:505) Disamping diperintahkan untuk cinta kepada Allah, seorang Muslim haruslah dapat bersikap ridha dengan segala aturan dan keputusan Allah SWT. Artinya dia harus dapat menerima sepenuh hati, tanpa penolakan sedikitpun segala sesuatu yang dating dari Alah dan Rasul-Nya, baik berupa perintah, larangan, maupun petunjuk-petunjuk lainnya. Dia ridha karena dia mencintai Allah dan yakin bahwa Allah lah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Demikian sikap cinta dan ridha kepada Allah Swt. Dengan cinta kita mengharap ridha-Nya, dan dengan ridha kita mengharapkan cinta-Nya.
  • 10. Ikhlas Iklhas “ikhlas adalah bahwa manusia semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT. Dari perkataan, perbuatan, dan jihadnya. Tanpa mengharapkan materi, popularitas, julukan, perhatian, superioritas, atau pamrih, agar manusia terhindar dari ketidak sempurnaan amal dan akhlak tercela, sehingga langsung terhubung dengan Allah SWT” Dalam kitab Islamuna yang di tulis sayyid Sabiq mendefinisikan ikhlas secara terminologi sebagai berikut Secara etimologis ikhlash (bahasa Arab) berakar dai kata lasha dengan arti bersih, jernih, murni; tidak bercampur. Secara terminologis yang dimaksud dengan ikhlas adalah beramal semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT. Dalam bahasa populernya ikhlas adalah berbuat tanpa pamrih; hanya semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.
  • 11. Ikhlas Keutamaan Ikhlas 1. Ikhlas untuk keselamatan aqidah 4. Menjaga dari maksiat 3. Ikhlas akan membuat ketahanan dalam beramal 2. Amal tanpa ikhlas akan sia-sia Riya’ Menghapus Amalan Pendapat ulama tentang definisi riya’ “seorang melakukan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi ia melakukan bukan karena Allah melainkan karena tujuan dunia.”(Umar Sulaiman, 1415 H: 94)
  • 12. Ikhlas Macam-Macam Riya 1. Ar-riya’ bi an-niya (riya dengan niat) Beberapa penjelasan Allah SWT dalam Al-Qur’an Sehubungan dengan riya’ dalam perbuatan antara lain : 2. Ar-riya’ bi al-’amal al-hal (riya dengan perbuatan) “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilagkan (pahala) sedekahmu dengan mennyebut-nyebutnya dan menyakiti (persaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah, kemudian batu itu di timpa hujan lebat, lalu mejadikan dia bersih (tidak bertanah) mmereka tidak menguasai satupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang- orang yang kafir.” (QS. Al-Baqarah [2]: 264) a. Bersadakoh yang didasari oleh riya’
  • 13. Ikhlas 2. Melakukan ibadah sholat dengan didasari riya’ “Maka celakalah orang-orang yang shalat (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya , orang- orang yang berbuat riya’ (QS. Al-Ma’un) Dan Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan”. (QS. Al-Anfal [8]:47) 3. Allah melarang berperang orang yang didasari riya’
  • 14. Ikhlas Bahaya riya Riya’ adalah salah satu penyakit hati yang selalu menyerang kepada seseorang yang melakukan ibadah atau aktivitas tertentu lainnya “sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan terjadi pada kalian adalah syirik kecil”. Sahabat bertanya:”apa syirik kecil itu ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab:”riya”(HR. Ahmad:23589) Dalam sabda Nabi SAW
  • 15. Khauf dan Raja 1. Khauf thabi’i 2. Khauf ibadah 3. Khauf sirr 4. tawakal Keutamaan orang bertawakal Khauf dan Raja khauf adalah takut kepada allah SWT dengan mempunyai perasaan khawatir akan adzab allah SWT yang akan di timpakan kepadanya. Macam-macam khauf 1. Dapat membuktikan keimanan yang benar, orang yang bertawakkal merupakan orang yang dapat membuktikan keimanannya, karena salah satu ciri orang yang beriman adalah bertawakkal kepada allah swt. 2. Memperoleh jaminan rejeki 3. Memperoleh kecukupan dari apa yang di butuhkan 4. Tidak di sukai setan 5. Menghargai usaha yang di lakukan
  • 16. Khauf dan Raja Raja Raja adalah mengharap ridho, rahmat dan pertolongan kepada allah SWT, serta yakin hal itu dapat di raihnya atau sesuatu jiwa yang sedang menunggu (mengharapakan) sesuatu yang di senangi dari allah SWT, setelah melakukan hal-hal yang menyebabkan terjadinya sesuatu yang di harapkan. 1. Optimis 2. Dinamis 3. Berfikir kritis Sifat raja’ kepada allah SWT yang di miliki oleh orang yang beriman tentu dalam hidupnya akan bersikap :
  • 17. Tawakal tawakal adalah sikap berserah diri kepada Allah setelah melakukan usaha secara maksimal Sesungguhnya, pembekasan tawakal itu nampak dalam gerak-gerik seorang hamba. Bekas –bekas ketakwaan itu bisa kita lihat jika orang tersebut berusaha denga ikhtiar (usaha). Tawakal Tawakal dan ikhtiar
  • 18. Tawakal Keutamaan orang yang bertawakal 1. Dapat membuktikan keimanan yang benar, orang yang bertawakkal merupakan orang yang dapat membuktikan keimanannya, karena salah satu ciri orang yang beriman adalah bertawakkal kepada allah swt. 2. Memperoleh jaminan rejeki 3. Memperoleh kecukupan dari apa yang di butuhkan 4. Tidak di sukai setan 5. Menghargai usaha yang di lakukan Tawakal