Program Gizi Remaja
dalam
Sekolah/Madrasah
Sehat
DINAS KESEHATAN KABUPATEN ACEH SINGKIL
PROGRAM GIZI REMAJA
DALAM
SEKOLAH/MADRASAH
SEHAT
Sekolah/Madrasah Sehat
Masalah Gizi Remaja di
Indonesia
Sumber: ACC/SCN (2000) Fourth Report on the World Nutrition Situation
Gizi Dalam Daur Kehidupan
4
LATAR BELAKANG
GIZI INVESTASI BANGSA
“ Jangan sampai ada lagi yang
namanya gizi buruk. Tidak ada
anak yang sepantasnya
kekurangan gizi di negara
berpendapatan menengah seperti
sekarang ini”
(Presiden Joko Widodo, 2017)
PERBAIKAN GIZI
ADALAH PROGRAM NASIONAL
6
• 65% tidak sarapan
• (90,2% sarapan
dengan mutu rendah)
• 20% anak sekolah
memiliki kebiasaan
makan <3 kali/hari
• 57% kurang aktifitas
fisik
• 98% tidak sikat gigi
sesuai waktu yang
dianjurkan
• 45% tidak cuci tangan
dengan benar
• 92.6% karies (5-9 thn)
• 73% karies (10-14thn)
• 28% kecacingan
• 6% diare
• 50% konsumsi
makanan manis
• 32% konsumsi
makanan asin
• 11% konsumsi
makanan instan
• 78% konsumsi
makanan
berpenyedap
5-12 Tahun
Kurus: 9,2%
Pendek: 9,9%
Gemuk: 8,1%
5-14 Tahun
Anemia: 26%
R i s ke s d a s , 2 0 1 8 ; G S H S , 2 0 1 5 ; S D K I , 2 0 1 7
MASALAH GIZI ANAK SEKOLAH
7
Apa penyebab masalah gizi pada
remaja?
Penyebab Masalah Gizi pada Remaja
Kurangnya aktivitas fisik
Asupan makanan yang tidak sehat
• Keragaman pangan rendah
• Asupan makanan tinggi gula garam dan lemak
• Kurang konsumi buah dan sayur sumber zat gizi mikro
>50% remaja usia 13-17 tahun
mengkonsumsi fast food setidaknya sekali
dalam sehari (GSHS, 2015)
Hanya sekitar 1 dari 10 yang melakukan
aktifitas fisik selama 60 menit setiap hari
(IFLS, 2014)
Mengapa Gizi
Remaja Penting
• Remaja merupakan setengah dari sumber daya
manusia untuk masa depan: asset yang sangat
besar untuk pertumbuhan ekonomi dan social
• Gizi yang buruk, terutama pada remaja putri,
memiliki dampak terhadap kesehatan mereka
dan juga kesehatan generasi selanjutnya.
• Kekurangan gizi juga mengakibatkan penurunan
imunitas tubuh dan daya tahan terhadap
penyakit, sehingga sangat penting pada masa
Covid-19, gizi remaja tetap menjadi perhatian
©UNICEF Indonesia/2018/irwin
Gizi Seimbang pada Remaja
dalam Sekolah/Madrasah Sehat
12
MENGAPA HARUS
GIZI SEIMBANG ??
MAKANAN
(ZAT GIZI)
KEBUTUHAN
TUBUH
(zat gizi)
GIZI SALAH
KURANG GIZI
GIZI TIDAK SEIMBANG
MAKANAN
(ZAT GIZI)
KEBUTUHAN
TUBUH
(zat gizi)
GIZI SALAH
GIZI LEBIH
GIZI TIDAK SEIMBANG
MENU/
HIDANGAN
MAK. POKOK
LAUK
SAYUR
BUAH
AIR
KEBUTUHAN
zat gizi
UMUR
JENIS KELAMIN
KONDISI FISIK
AKTIFITAS
Dlsb.
GIZI SEIMBANG
Prinsip Gizi Seimbang merupakan upaya menyeimbangkan antara zat gizi yang keluar
dan zat gizi yang masuk dengan memantau berat badan secara teratur.
POLA HIDUP SEHAT
DENGAN GIZI SEIMBANG
Pilar 1
Mengonsumsi Pangan
Beraneka Ragam
Pilar 2
Membiasakan Perilaku
Hidup Bersih
Pilar 3
Melakukan
Aktivitas Fisik
Pilar 4
Mempertahankan dan
Memantau
Berat Badan Normal
13
Mengapa?
• Tidak ada satu jenispun pangan yang mempunyai
kandungan zat gizi yang lengkap kecuali ASI untuk
bayi 0-6 bulan.
• Beragam saja tidak cukup, tetapi juga :
• Proporsi seimbang sesuai kebutuhan tubuh
• Dalam jumlah yang cukup (moderate), tidak
banyak dan tidak sedikit
• Dilakukan secara teratur
Pilar 1
Mengonsumsi
makanan
beraneka
ragam
14
Mengapa?
INFEKSI
STATUS
GIZI
• Nafsu makan
turun
• Metabolisme
meningkat,
kebutuhan
meningkat
• Diare:
kehilangan
langsung
Daya tahan
rendah,
mudah
terkena
infeksi
Pilar 2
Membiasakan
Perilaku
Hidup Bersih
15
Mengapa?
• Untuk menyeimbangkan antara asupan dan
penggunaan zat gizi, utama sumber Energi
• Aktivitas fisik memperlancar sistem
peredaran darah dan pemanfaatan zat gizi di
dalam tubuh (metabolisme)
Pilar 3
Melakukan
Aktivitas Fisik
16
Mengapa?
• Untuk mengetahui apakah telah
terjadi keseimbangan penggunaan zat
gizi di dalam tubuh
• Untuk anak usia sekolah : Gunakan
Tabel IMT/U sesuai Permenkes No.
1195/Menkes/SK/XII /2010 tentang
Standar Antropometri
Pilar 4
Memantau BB
untuk
Mempertahan kan
Berat Badan
Normal
17
PESAN UMUM PGS
18
1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan
2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan
3. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi
4. Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok
5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak
6. Biasakan sarapan
7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman
8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan
9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir
10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan BB normal
Untuk Anak dan Remaja (6-9 tahun)
19
1. Biasakan makan 3 kali sehari (pagi, siang dan malam) bersama keluarga
2. Biasakan mengonsumsi ikan dan sumber protein lainnya
3. Perbanyak mengonsumsi sayuran dan cukup buah-buahan
4. Biasakan membawa bekal makanan dan air putih dari rumah
5. Batasi mengonsumsi makanan cepat saji, jajanan dan makanan selingan yang manis, asin dan berlemak
6. Biasakan menyikat gigi sekurang-kurangnya dua kali sehari setelah makan pagi dan sebelum tidur
7. Hindari merokok
PESAN KHUSUS
20
1. Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan
2. Banyak makan sayuran hijau dan buah-buahan berwarna
Untuk Anak dan Remaja (10-19 tahun)
Pra Pubertas dan Pubertas
IMPLEMENTASI GIZI SEIMBANG
DALAM “ISI PIRINGKU”
21
22
ISI PIRINGKU
Isi Piringku
Perlu diperhatikan bahan makanan yang dikonsumsi untuk hidup
sehat
50% dari jumlah makanan setiap kali makan adalah sayur dan buah
50% lagi adalah makanan pokok dan lauk pauk
Porsi sayur lebih banyak dari porsi buah
Porsi makanan pokok lebih banyak dari porsi lauk pauk
PRIORITAS MASALAH GIZI
ANAK USIA SEKOLAH
Gemuk/
Obesitas
Anemia
Kurus /
KEK
ANEMIA
Suatu keadaan dimana kadar haemoglobin (Hb) dalam darah
kurang dari normal. Anemia di masyarakat juga dikenal sebagai
kurang darah.
3
Rekomendasi WHO tentang pengelompokkan Anemia
(g/dL) berdasarkan umur:
Populasi Tidak Anemia Anemia
Ringan Sedang Berat
Anak 5-11 tahun 11,5 11,0 – 11,4 8,0 – 10,9 < 8,0
Anak 12-14 tahun 12 11,0 – 11,9 8,0 – 10,9 < 8,0
WUS tidak hamil 12 11,0 – 11,9 8,0 – 10,9 < 8,0
 Tanda Fisik:
5 L  Letih, Lemah, Lesu, Lelah dan Lalai
Selain itu sering disertai dengan keluhan pusing dan mata berkunang-kunang.
 Laboratorium:
didapatkan penurunan kadar Hemoglobin (Hb) darah dari batas normal
Tanda dan Penyebab Anemia
Penyebab Anemia:
• Kurangnya konsumsi makanan sumber protein hewani
• Tren ingin langsing
• Kebutuhan remaja putri meningkat karena mengalami Haid setiap bulan
Dampak Anemia
Remaja putri dan WUS:
• Daya tahan tubuh menurun 
penyakit infeksi
• Kebugaran dan ketangkasan
berpikir menurun
Ibu hamil:
• Prematur
• Perdarahan
• BBLR
• Bayi lahir dengan cadangan zat
besi
(Fe) rendah  anemia usia dini
PENCEGAHAN ANEMIA
PADA REMAJA PUTRI
Pemberian
Tablet
Tambah
Darah (TTD)
Remaja
Putri
Konsumsi
Makanan
sumber zat
besi, seperti
protein
hewani
Puteri Program Gizi Remaja dalam Sekolah Madrasah Sehat.pptx
MENGAPA PROGRAM
PENANGGULANGAN ANEMIA
PADA REMAJA PUTRI PENTING ?
Anemia pada
Remaja Putri
tinggi
Menikah Usia Dini
(Remaja) tinggi
Konsumsi zat gizi
mikro (zat besi)
masih rendah
Remaja Putri
adalah Calon Ibu
Hamil
Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri
Puteri Program Gizi Remaja dalam Sekolah Madrasah Sehat.pptx
• Sarapan bersama dengan bekal dari rumah yang
bergizi seimbang ( terdiri dari makanan pokok, lauk
berprotein, sayuran dan buah).
• Makan kudapan bersama dengan bekal dari rumah
untuk memenuhi kebutuhan gizi anak
• Pembinaan Kantin untuk menjual makanan bergizi
seimbang
Pendidikan Gizi di Sekolah
32
A. Sarapan Bersama
 Kegiatan:
Sarapan bersama dengan bekal yang dibawa dari rumah, menu lengkap bergizi
seimbang (terdiri dari makanan pokok, sayuran, lauk hewani & nabati dan buah).
 Waktu Pelaksanaan :
• Sebelum kegiatan belajar mengajar (jam 07.00 pagi)
• Dilaksanakan minimal 2 kali seminggu
 Pelaksana :
• Masing-masing Wali Kelas
• Guru UKS (koordinator)
• Peserta didik
Edukasi Gizi Seimbang dengan Makan Bersama di Sekolah
Konsumsi TTD Rematri
 Sasaran:
Remaja Putri usia 12-18 tahun di sekolah
 Komposisi:
• 60 mg elemental besi dan
• 0,4 mg asam folat
(Rekomendasi WHO)
• Satu tablet per minggu dengan sarapan
bersama
• Sekolah melakukan pada hari yang sama
setiap minggu: Hari TTD
• Sosialisasi pada orangtua/wali
• Pencatatan dan pelaporan di Buku Raport
Kesehatanku, Aplikasi CERIA, kartu
suplementasi TTD
• Sekolah membuat pelaporan ke Puskesmas
©UNICEF Indonesia/2018/Irwin
Optimalisasi
Aktivitas Fisik
• Dapat berupa:
• Peregangan pada pergantian jam
pelajaran, minimal 1 kali perhari
• Ekstra-kurikuler wajib
olahraga/beladiri/kesenian bagi peserta
didik, minimal 1 kali perminggu
• Optimalisasi jam pelajaran olahraga,
sesuai mata pelajaran olahraga
• Kreasi gerakan peregangan
• Siswa memimpin peregangan
Peran Tenaga Kesehatan
Tenaga Kesehatan di Puskesmas merupakan bagian dari Tim Pelaksana UKS
yang berperan dalam pengembangan model sekolah :
1. Pendidikan Gizi  untuk pencegahan masalah gizi pada anak usia sekolah
dan remaja di sekolah
2. Asuhan gizi  untuk penanganan masalah gizi pada anak yang
mempunyai masalah gizi
36
PERAN SEKOLAH
Dalam pelaksanaan kegiatan UKS
pada anak usia sekolah diperlukan
peran peserta didik, orang tua,
guru dan komite sekolah.
37
PERAN GURU DAN KOMITE SEKOLAH
 Kepala dan Komite sekolah menyediakan sarana dan prasarana untuk UKS,
termasuk penyelenggaraan makanan sehat dan seimbang, aktivitas fisik dan
perilaku hidup bersih.
 Guru Pembina UKS/ Guru Penjasorkes, IPA dan Biologi memberikan materi
pembelajaran tentang pendidikan perilaku hidup sehat dan gizi seimbang.
 Guru Pembina UKS dan Komite memberikan edukasi, membina dan mengawasi
penyediaan makanan bergizi, bersih, aman dan sehat di kantin sekolah.
 Guru Pembina UKS melakukan tindak lanjut hasil pemantauan
 Guru Pembina UKS melakukan rujukan ke Puskesmas bagi peserta didik yang
bermasalah gizi
38
Peran Orang Tua
 Mengatur pola makan antara lain :
 Menyediakan makanan yang sehat dan bergizi
 Memberi contoh pola makan pada anak
 Menyusun menu makanan sehat untuk anak
 Membekali makanan sehat ke sekolah
 Membatasi konsumsi junkfood dan soft drink
 Meningkatkan aktivitas fisik anak dengan :
 Berolahraga bersama anak yang bersifat rekreatif
 Membatasi anak menonton televisi dan media layar lainnya
39
PERAN PESERTA DIDIK
Memilih dan
me-ngonsumsi
makanan yang
sehat.
• Melakukan
aktivitas fisik.
• Membiasa-kan
perilaku hidup
bersih
• Membantu
mengawasi
makanan dan
minuman yang ada
di kantin sekolah,
membantu
mengawasi
kegiatan cuci
tangan sebelum
makan.
• Berperan sebagai
kader kesehatan
sekolah dalam
membantu
pengukuran tinggi
badan dan berat
badan pada saat
pelaksanaan
penjaringan
kesehatan dan
pemeriksaan
berkala
40
Pembinaan Kantin Sehat
Kegiatan dapat berupa:
• Penyuluhan higiene sanitasi pangan untuk food handler (penjamah
makanan di kantin) oleh sekolah/madrasah bekerjasama dengan
Puskesmas, BPOM atau lembaga lainnya.
• Penyuluhan makanan bergizi seimbang untuk food handler dan
pengelola kantin sekolah/madrasah.
• Pengawasan kantin sehat dan pengisian buku rapor kantin oleh
sekolah/madrasah (kepala sekolah/madrasah, guru UKS/M).
• Inspeksi kantin sekolah/madrasah oleh Puskesmas.
• Pemberian stiker kepada kantin yang memenuhi syarat.
• Pemberdayaan kader kesehatan sekolah/madrasah untuk melakukan
kegiatan peningkatan dan pengawasan kantin sehat di
sekolah/madrasah.
Sekolah/Madrasah Sehat
Terima Kasih

More Related Content

PPTX
Pencegahan Anemia Melalui TRIAS UKSM hatin.pptx
PDF
#Materi Pencegahan Anemia Melalui TRIAS UKS 9 Ags 2022.pdf
PDF
Paparan Webinar Aksi Bergizi 26 Juli 2024.pdf
PPTX
Paparan Aksi Bergizi Remaja di Sekolah/Madrasah Sehat
PPTX
EDUKASI GIZI SEKOLAH PKM RANCASALAK.pptx
PPTX
PJ GIZI Gizi Seimbang & Ptgnya TTD.pptx
PDF
V1 kebijakan pencegahan ANemia remaja putri- Jabar 15 juli 2025 (1).pdf
PPTX
gizi pada remaja hari gizi Nasional.pptx
Pencegahan Anemia Melalui TRIAS UKSM hatin.pptx
#Materi Pencegahan Anemia Melalui TRIAS UKS 9 Ags 2022.pdf
Paparan Webinar Aksi Bergizi 26 Juli 2024.pdf
Paparan Aksi Bergizi Remaja di Sekolah/Madrasah Sehat
EDUKASI GIZI SEKOLAH PKM RANCASALAK.pptx
PJ GIZI Gizi Seimbang & Ptgnya TTD.pptx
V1 kebijakan pencegahan ANemia remaja putri- Jabar 15 juli 2025 (1).pdf
gizi pada remaja hari gizi Nasional.pptx

Similar to Puteri Program Gizi Remaja dalam Sekolah Madrasah Sehat.pptx (20)

PPTX
GIZI_PADA_REMAJA.pptx
PPTX
Sesi 2 - AKSI BERGIZI dalam Sekolah Madrasah Sehat_logo UKS baru - Copy.pptx
PPT
REMAJA DAN ANEMIA PADA REMAJA PUTERI.ppt
PPTX
PPT AKTIVAITAS 2 (remaja sehat itu keren) .pptx
PPTX
Gizi Seimbang dan Protein Cegah Masalah Gizi.pptx
PPTX
AKSI NYATA TOPIK GIZI REMAJA SMA/K (Kemitraan dengan UNICEF).pptx
PPTX
GIZI SEIMBANG REMAJA SEKOLAH MENENGAH PERTAMAP.pptx
PPTX
4 gizi pada anak usia sekolah dan remaja
PPTX
remaja sehat itu keren (Kesehatan Jasmani).pptx
PDF
AKSI NYATA AKSI GIZI SERENTAK DI SEKOLAH
PPTX
SEHAT DENGAN GIZI BAIK DAN AKTIF BERGERAK.pptx
PPTX
Penyuluhan tentang gizi seimbang pada remaja
PPT
gizi seimbang pada usia anak PRASEKOLAH.ppt
PPT
Materi gizi.ppt
PPTX
Resti_Gizi Seimbang dan Keamanan Pangan.pptx
PPTX
1. G I Z I untuk remaja di usia remaja.pptx
PDF
Buku Saku Aksi Bergizi Tenaga Kesehatan_SF2024.pdf
PPTX
Profil Pelajar Pancasila remaja sehat itu keren PPT.pptx
PPTX
Peran Gizi pada Remaja dalam Mewujudkan Generasi Sehat dan Tangguh
PDF
gizikesutkpaud-131224182801-phpapp02.pdf
GIZI_PADA_REMAJA.pptx
Sesi 2 - AKSI BERGIZI dalam Sekolah Madrasah Sehat_logo UKS baru - Copy.pptx
REMAJA DAN ANEMIA PADA REMAJA PUTERI.ppt
PPT AKTIVAITAS 2 (remaja sehat itu keren) .pptx
Gizi Seimbang dan Protein Cegah Masalah Gizi.pptx
AKSI NYATA TOPIK GIZI REMAJA SMA/K (Kemitraan dengan UNICEF).pptx
GIZI SEIMBANG REMAJA SEKOLAH MENENGAH PERTAMAP.pptx
4 gizi pada anak usia sekolah dan remaja
remaja sehat itu keren (Kesehatan Jasmani).pptx
AKSI NYATA AKSI GIZI SERENTAK DI SEKOLAH
SEHAT DENGAN GIZI BAIK DAN AKTIF BERGERAK.pptx
Penyuluhan tentang gizi seimbang pada remaja
gizi seimbang pada usia anak PRASEKOLAH.ppt
Materi gizi.ppt
Resti_Gizi Seimbang dan Keamanan Pangan.pptx
1. G I Z I untuk remaja di usia remaja.pptx
Buku Saku Aksi Bergizi Tenaga Kesehatan_SF2024.pdf
Profil Pelajar Pancasila remaja sehat itu keren PPT.pptx
Peran Gizi pada Remaja dalam Mewujudkan Generasi Sehat dan Tangguh
gizikesutkpaud-131224182801-phpapp02.pdf
Ad

Recently uploaded (20)

DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
PDF
Materi Pendidikan Agama Islam - Kelas 11 SMA - Berpikir Kritis dan Mengembang...
PPTX
Bilangan_Berpangkat_Kelas VIII_2024.pptx
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PDF
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PDF
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PDF
Materi Pendidikan Agama Islam - Kelas 12 SMA - Cabang Iman: Keterkaitan antar...
PPTX
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
PPTX
Power Point Materi Tanda Baca Kelas III SD
PPTX
Penguatan Pertemuan1 OJT koding dan kecerdasan artificial
PDF
Modul Ajar Deep Learning Matematika Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PPT
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
PPT
Tugas Modul 1.Konsep Pola Pikir Bertumbuh.ppt
PDF
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 3 (Proxmox VE 9.0).pdf
DOCX
Daftar Judul Paper Artificial Intelligence in Information System
PDF
Stop Bullying NO Bully in school SMA .pdf
DOCX
Download Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta ( KBC ) Bahasa Arab Kelas 10 Ter...
PPTX
PPK - XII AKL KD KEWIRAUSAHAAN SMK1.pptx
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
Materi Pendidikan Agama Islam - Kelas 11 SMA - Berpikir Kritis dan Mengembang...
Bilangan_Berpangkat_Kelas VIII_2024.pptx
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Materi Pendidikan Agama Islam - Kelas 12 SMA - Cabang Iman: Keterkaitan antar...
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
Power Point Materi Tanda Baca Kelas III SD
Penguatan Pertemuan1 OJT koding dan kecerdasan artificial
Modul Ajar Deep Learning Matematika Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
Tugas Modul 1.Konsep Pola Pikir Bertumbuh.ppt
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 3 (Proxmox VE 9.0).pdf
Daftar Judul Paper Artificial Intelligence in Information System
Stop Bullying NO Bully in school SMA .pdf
Download Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta ( KBC ) Bahasa Arab Kelas 10 Ter...
PPK - XII AKL KD KEWIRAUSAHAAN SMK1.pptx
Ad

Puteri Program Gizi Remaja dalam Sekolah Madrasah Sehat.pptx

  • 1. Program Gizi Remaja dalam Sekolah/Madrasah Sehat DINAS KESEHATAN KABUPATEN ACEH SINGKIL PROGRAM GIZI REMAJA DALAM SEKOLAH/MADRASAH SEHAT Sekolah/Madrasah Sehat
  • 2. Masalah Gizi Remaja di Indonesia
  • 3. Sumber: ACC/SCN (2000) Fourth Report on the World Nutrition Situation Gizi Dalam Daur Kehidupan
  • 5. GIZI INVESTASI BANGSA “ Jangan sampai ada lagi yang namanya gizi buruk. Tidak ada anak yang sepantasnya kekurangan gizi di negara berpendapatan menengah seperti sekarang ini” (Presiden Joko Widodo, 2017) PERBAIKAN GIZI ADALAH PROGRAM NASIONAL
  • 6. 6 • 65% tidak sarapan • (90,2% sarapan dengan mutu rendah) • 20% anak sekolah memiliki kebiasaan makan <3 kali/hari • 57% kurang aktifitas fisik • 98% tidak sikat gigi sesuai waktu yang dianjurkan • 45% tidak cuci tangan dengan benar • 92.6% karies (5-9 thn) • 73% karies (10-14thn) • 28% kecacingan • 6% diare • 50% konsumsi makanan manis • 32% konsumsi makanan asin • 11% konsumsi makanan instan • 78% konsumsi makanan berpenyedap 5-12 Tahun Kurus: 9,2% Pendek: 9,9% Gemuk: 8,1% 5-14 Tahun Anemia: 26% R i s ke s d a s , 2 0 1 8 ; G S H S , 2 0 1 5 ; S D K I , 2 0 1 7 MASALAH GIZI ANAK SEKOLAH
  • 7. 7
  • 8. Apa penyebab masalah gizi pada remaja?
  • 9. Penyebab Masalah Gizi pada Remaja Kurangnya aktivitas fisik Asupan makanan yang tidak sehat • Keragaman pangan rendah • Asupan makanan tinggi gula garam dan lemak • Kurang konsumi buah dan sayur sumber zat gizi mikro >50% remaja usia 13-17 tahun mengkonsumsi fast food setidaknya sekali dalam sehari (GSHS, 2015) Hanya sekitar 1 dari 10 yang melakukan aktifitas fisik selama 60 menit setiap hari (IFLS, 2014)
  • 10. Mengapa Gizi Remaja Penting • Remaja merupakan setengah dari sumber daya manusia untuk masa depan: asset yang sangat besar untuk pertumbuhan ekonomi dan social • Gizi yang buruk, terutama pada remaja putri, memiliki dampak terhadap kesehatan mereka dan juga kesehatan generasi selanjutnya. • Kekurangan gizi juga mengakibatkan penurunan imunitas tubuh dan daya tahan terhadap penyakit, sehingga sangat penting pada masa Covid-19, gizi remaja tetap menjadi perhatian ©UNICEF Indonesia/2018/irwin
  • 11. Gizi Seimbang pada Remaja dalam Sekolah/Madrasah Sehat
  • 12. 12 MENGAPA HARUS GIZI SEIMBANG ?? MAKANAN (ZAT GIZI) KEBUTUHAN TUBUH (zat gizi) GIZI SALAH KURANG GIZI GIZI TIDAK SEIMBANG MAKANAN (ZAT GIZI) KEBUTUHAN TUBUH (zat gizi) GIZI SALAH GIZI LEBIH GIZI TIDAK SEIMBANG MENU/ HIDANGAN MAK. POKOK LAUK SAYUR BUAH AIR KEBUTUHAN zat gizi UMUR JENIS KELAMIN KONDISI FISIK AKTIFITAS Dlsb. GIZI SEIMBANG Prinsip Gizi Seimbang merupakan upaya menyeimbangkan antara zat gizi yang keluar dan zat gizi yang masuk dengan memantau berat badan secara teratur.
  • 13. POLA HIDUP SEHAT DENGAN GIZI SEIMBANG Pilar 1 Mengonsumsi Pangan Beraneka Ragam Pilar 2 Membiasakan Perilaku Hidup Bersih Pilar 3 Melakukan Aktivitas Fisik Pilar 4 Mempertahankan dan Memantau Berat Badan Normal 13
  • 14. Mengapa? • Tidak ada satu jenispun pangan yang mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap kecuali ASI untuk bayi 0-6 bulan. • Beragam saja tidak cukup, tetapi juga : • Proporsi seimbang sesuai kebutuhan tubuh • Dalam jumlah yang cukup (moderate), tidak banyak dan tidak sedikit • Dilakukan secara teratur Pilar 1 Mengonsumsi makanan beraneka ragam 14
  • 15. Mengapa? INFEKSI STATUS GIZI • Nafsu makan turun • Metabolisme meningkat, kebutuhan meningkat • Diare: kehilangan langsung Daya tahan rendah, mudah terkena infeksi Pilar 2 Membiasakan Perilaku Hidup Bersih 15
  • 16. Mengapa? • Untuk menyeimbangkan antara asupan dan penggunaan zat gizi, utama sumber Energi • Aktivitas fisik memperlancar sistem peredaran darah dan pemanfaatan zat gizi di dalam tubuh (metabolisme) Pilar 3 Melakukan Aktivitas Fisik 16
  • 17. Mengapa? • Untuk mengetahui apakah telah terjadi keseimbangan penggunaan zat gizi di dalam tubuh • Untuk anak usia sekolah : Gunakan Tabel IMT/U sesuai Permenkes No. 1195/Menkes/SK/XII /2010 tentang Standar Antropometri Pilar 4 Memantau BB untuk Mempertahan kan Berat Badan Normal 17
  • 18. PESAN UMUM PGS 18 1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan 2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan 3. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi 4. Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok 5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak 6. Biasakan sarapan 7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman 8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan 9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir 10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan BB normal
  • 19. Untuk Anak dan Remaja (6-9 tahun) 19 1. Biasakan makan 3 kali sehari (pagi, siang dan malam) bersama keluarga 2. Biasakan mengonsumsi ikan dan sumber protein lainnya 3. Perbanyak mengonsumsi sayuran dan cukup buah-buahan 4. Biasakan membawa bekal makanan dan air putih dari rumah 5. Batasi mengonsumsi makanan cepat saji, jajanan dan makanan selingan yang manis, asin dan berlemak 6. Biasakan menyikat gigi sekurang-kurangnya dua kali sehari setelah makan pagi dan sebelum tidur 7. Hindari merokok PESAN KHUSUS
  • 20. 20 1. Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan 2. Banyak makan sayuran hijau dan buah-buahan berwarna Untuk Anak dan Remaja (10-19 tahun) Pra Pubertas dan Pubertas
  • 21. IMPLEMENTASI GIZI SEIMBANG DALAM “ISI PIRINGKU” 21
  • 23. Isi Piringku Perlu diperhatikan bahan makanan yang dikonsumsi untuk hidup sehat 50% dari jumlah makanan setiap kali makan adalah sayur dan buah 50% lagi adalah makanan pokok dan lauk pauk Porsi sayur lebih banyak dari porsi buah Porsi makanan pokok lebih banyak dari porsi lauk pauk
  • 24. PRIORITAS MASALAH GIZI ANAK USIA SEKOLAH Gemuk/ Obesitas Anemia Kurus / KEK
  • 25. ANEMIA Suatu keadaan dimana kadar haemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal. Anemia di masyarakat juga dikenal sebagai kurang darah. 3 Rekomendasi WHO tentang pengelompokkan Anemia (g/dL) berdasarkan umur: Populasi Tidak Anemia Anemia Ringan Sedang Berat Anak 5-11 tahun 11,5 11,0 – 11,4 8,0 – 10,9 < 8,0 Anak 12-14 tahun 12 11,0 – 11,9 8,0 – 10,9 < 8,0 WUS tidak hamil 12 11,0 – 11,9 8,0 – 10,9 < 8,0
  • 26.  Tanda Fisik: 5 L  Letih, Lemah, Lesu, Lelah dan Lalai Selain itu sering disertai dengan keluhan pusing dan mata berkunang-kunang.  Laboratorium: didapatkan penurunan kadar Hemoglobin (Hb) darah dari batas normal Tanda dan Penyebab Anemia Penyebab Anemia: • Kurangnya konsumsi makanan sumber protein hewani • Tren ingin langsing • Kebutuhan remaja putri meningkat karena mengalami Haid setiap bulan
  • 27. Dampak Anemia Remaja putri dan WUS: • Daya tahan tubuh menurun  penyakit infeksi • Kebugaran dan ketangkasan berpikir menurun Ibu hamil: • Prematur • Perdarahan • BBLR • Bayi lahir dengan cadangan zat besi (Fe) rendah  anemia usia dini
  • 28. PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) Remaja Putri Konsumsi Makanan sumber zat besi, seperti protein hewani
  • 30. MENGAPA PROGRAM PENANGGULANGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI PENTING ? Anemia pada Remaja Putri tinggi Menikah Usia Dini (Remaja) tinggi Konsumsi zat gizi mikro (zat besi) masih rendah Remaja Putri adalah Calon Ibu Hamil Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri
  • 32. • Sarapan bersama dengan bekal dari rumah yang bergizi seimbang ( terdiri dari makanan pokok, lauk berprotein, sayuran dan buah). • Makan kudapan bersama dengan bekal dari rumah untuk memenuhi kebutuhan gizi anak • Pembinaan Kantin untuk menjual makanan bergizi seimbang Pendidikan Gizi di Sekolah 32
  • 33. A. Sarapan Bersama  Kegiatan: Sarapan bersama dengan bekal yang dibawa dari rumah, menu lengkap bergizi seimbang (terdiri dari makanan pokok, sayuran, lauk hewani & nabati dan buah).  Waktu Pelaksanaan : • Sebelum kegiatan belajar mengajar (jam 07.00 pagi) • Dilaksanakan minimal 2 kali seminggu  Pelaksana : • Masing-masing Wali Kelas • Guru UKS (koordinator) • Peserta didik Edukasi Gizi Seimbang dengan Makan Bersama di Sekolah
  • 34. Konsumsi TTD Rematri  Sasaran: Remaja Putri usia 12-18 tahun di sekolah  Komposisi: • 60 mg elemental besi dan • 0,4 mg asam folat (Rekomendasi WHO) • Satu tablet per minggu dengan sarapan bersama • Sekolah melakukan pada hari yang sama setiap minggu: Hari TTD • Sosialisasi pada orangtua/wali • Pencatatan dan pelaporan di Buku Raport Kesehatanku, Aplikasi CERIA, kartu suplementasi TTD • Sekolah membuat pelaporan ke Puskesmas ©UNICEF Indonesia/2018/Irwin
  • 35. Optimalisasi Aktivitas Fisik • Dapat berupa: • Peregangan pada pergantian jam pelajaran, minimal 1 kali perhari • Ekstra-kurikuler wajib olahraga/beladiri/kesenian bagi peserta didik, minimal 1 kali perminggu • Optimalisasi jam pelajaran olahraga, sesuai mata pelajaran olahraga • Kreasi gerakan peregangan • Siswa memimpin peregangan
  • 36. Peran Tenaga Kesehatan Tenaga Kesehatan di Puskesmas merupakan bagian dari Tim Pelaksana UKS yang berperan dalam pengembangan model sekolah : 1. Pendidikan Gizi  untuk pencegahan masalah gizi pada anak usia sekolah dan remaja di sekolah 2. Asuhan gizi  untuk penanganan masalah gizi pada anak yang mempunyai masalah gizi 36
  • 37. PERAN SEKOLAH Dalam pelaksanaan kegiatan UKS pada anak usia sekolah diperlukan peran peserta didik, orang tua, guru dan komite sekolah. 37
  • 38. PERAN GURU DAN KOMITE SEKOLAH  Kepala dan Komite sekolah menyediakan sarana dan prasarana untuk UKS, termasuk penyelenggaraan makanan sehat dan seimbang, aktivitas fisik dan perilaku hidup bersih.  Guru Pembina UKS/ Guru Penjasorkes, IPA dan Biologi memberikan materi pembelajaran tentang pendidikan perilaku hidup sehat dan gizi seimbang.  Guru Pembina UKS dan Komite memberikan edukasi, membina dan mengawasi penyediaan makanan bergizi, bersih, aman dan sehat di kantin sekolah.  Guru Pembina UKS melakukan tindak lanjut hasil pemantauan  Guru Pembina UKS melakukan rujukan ke Puskesmas bagi peserta didik yang bermasalah gizi 38
  • 39. Peran Orang Tua  Mengatur pola makan antara lain :  Menyediakan makanan yang sehat dan bergizi  Memberi contoh pola makan pada anak  Menyusun menu makanan sehat untuk anak  Membekali makanan sehat ke sekolah  Membatasi konsumsi junkfood dan soft drink  Meningkatkan aktivitas fisik anak dengan :  Berolahraga bersama anak yang bersifat rekreatif  Membatasi anak menonton televisi dan media layar lainnya 39
  • 40. PERAN PESERTA DIDIK Memilih dan me-ngonsumsi makanan yang sehat. • Melakukan aktivitas fisik. • Membiasa-kan perilaku hidup bersih • Membantu mengawasi makanan dan minuman yang ada di kantin sekolah, membantu mengawasi kegiatan cuci tangan sebelum makan. • Berperan sebagai kader kesehatan sekolah dalam membantu pengukuran tinggi badan dan berat badan pada saat pelaksanaan penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala 40
  • 41. Pembinaan Kantin Sehat Kegiatan dapat berupa: • Penyuluhan higiene sanitasi pangan untuk food handler (penjamah makanan di kantin) oleh sekolah/madrasah bekerjasama dengan Puskesmas, BPOM atau lembaga lainnya. • Penyuluhan makanan bergizi seimbang untuk food handler dan pengelola kantin sekolah/madrasah. • Pengawasan kantin sehat dan pengisian buku rapor kantin oleh sekolah/madrasah (kepala sekolah/madrasah, guru UKS/M). • Inspeksi kantin sekolah/madrasah oleh Puskesmas. • Pemberian stiker kepada kantin yang memenuhi syarat. • Pemberdayaan kader kesehatan sekolah/madrasah untuk melakukan kegiatan peningkatan dan pengawasan kantin sehat di sekolah/madrasah. Sekolah/Madrasah Sehat

Editor's Notes

  • #5: Sebagaimana diamanatkan oleh Bapak Presiden Gizi adalah Investasi Bangsa Terkait hal tersebut Ketahanan pangan memiliki peranan penting, Ketahanan pangan harus dapat menjamin ketersediaan gizi yang memadai untuk mencegah gangguan masalah gizi.
  • #23: Ibu dalam menyiapkan makanan sehari-hari untuk semua anggota keluarga dengan mengacu pada Gizi Seimbang yang kesehariannya di implementasikan dalam Isi Piringku.