2
Most read
Etika Bisnis
RESUME BUKU
Basyar Al Addar1
(01218019)
Buku : Etika Bisnis – Tuntutan dan Relevansinya
Pengarang : Dr. A. Sonny Keraf
Tahun : 2012
Penerbit : Kanisius
Kota Terbit : Yogyakarta
BAB I
Teori-Teori Etika
1. Pengertian Etika
Pertama, etika berasal dari bahasa Yunani rtbos, yang dalam bentuk jamaknya (La etha) berarti
‘adat istiadat’ atau ‘kebiasaan’.
Kedua, etika juga dipahami dalam pengertian yang sekaligus berbeda dengan moralitas.
2. Tiga Norma Umum
Norma sopan santun, atau yang juga disebut norma etiket, adalah norma yang mengatur pola
perilaku dan sikap lahiriyah manusia, misalnya menyangkut sikap dan perilaku seperti bertamu,
makan dan minum, duduk, berpakaian, dan sebagainya. Norma ini lebih menyangkut tata cara
lahiriyah dalam pergaulan sehari hari.
Norma hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat
karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam
kehidupan bermasyarakat.
Norma moral yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku menusia sebagai manusia. Norma ini
menyangkut tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh dilihat
sebagai manusia. Norma moral lalu menjadi tolak ukur yang dipakai oleh masyarakat untuk
menentukan baik buruknya tindakan manusia sebagai manusia, entah sebagai anggota
masyarakat ataupun sebagai orang dengan jabatan atau profesi tertentu.
3. Dua Teori Etika
Etika Deontologi. Istilah ‘deontologi’ berasal dari bahasa Yunani deon, yaitu berarti kewajiban.
Karena itu, deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik.
Etika Teleologi. Berbeda dengan etika deontologi, etika teleologi justru mengukur baik
buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau
berdasarkan akibat yang ditimbulkan dari tindakan itu.
BAB II
Bisnis: Sebuah Profesi Etis
1. Etika Terapan
Etika khusus adalah penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam bidang
kehidupan yang khusus. Dalam hal ini, norma dan prinsip moral diteropongi konteks
kekhususan bidang kehidupan manusia yang khusus tertentu.
Etika khusus lalu dianggap sebagai etika terapan. Terapan, karena aturan normatif yang bersifat
umum diterapkan secara khusus sesuai dengan kekhususan dan kekhasan bidang kehidupan
dan kegiatan khusus tertentu.
2. Etika Profesi
Prinsip-prinsip etika profesi meliputi prinsip tanggung jawab, prinsip keadilan, prinsip
otonomi, dan prinsip integitas moral.
3. Menuju Bisnis Sebagai Profesi Luhur
Pandangan Praktis Realistis. Pandangan ini bertumpu pada kenyataan (pada umumnya) yang
diamati berlaku dalam dunia bisnis dewasa ini. Pandangan ini didasarkan pada apa yang
umumnya dilakukan oleh orang-orang bisnis. Pandangan ini melihan bisnis sebagai suatu
kegiatan di antara manusia yang menyangkut memproduksi, menjual, dan membeli barang dan
jasa untuk memperoleh keuntungan.
Pandangan Ideal. Pandangan ini disebut pandangan ideal karena pada kenyataannya masih
merupakan suatu hal yang ideal mengenai dunia bisnis. Harus diakui bahwa sebagai pandangan
yang ideal pandangan ini harus dianut oleh segelintir orang yang dipengaruhi oleh idealisme
tertentu berdasarkan nilai tertentu yang dianutnya.
BAB III
Bisnis dan Etika
1. Mitos Bisnis Amoral
Kerja orang bisnis adalah berbisnis dan bukan beretika. Atau secara lebih tepat, mitos bisnis
amoral mengungkapkan suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada
hubungannya sama sekali.
2. Keuntungan dan Etika
Ada beberapa argument yang dapat diajukan untuk menunjukan bahwa justru demi
memperoleh keuntungan etika sangat dibutuhkan, sangat relevan, dan mempunyai tempat yang
sangat strategis dalam bisnis dewasa ini.
3. Sasaran dan Lingkup Etika Bisnis
Pertama, etika bisnis sebagai etika profesi membahas berbagai prinsip, kondisi, dan masalah
yang terkait dengan praktek bisnis yang baik dan etis. Sasaran kedua dari etika bisnis, yang
jarang disinggung adalah untuk menyadarkan masyarakat, khususnya konsumen, buruh atau
karyawan, dan masyarakat luas pemilih aset umum semacam lingkungan hidup, akan baik dan
kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar oleh praktek bisnis siapapun juga.
BAB IV
Prinsip-Prinsip Etika Bisnis
1. Beberapa Prinsip Umum Etika Bisnis
Secara umum, Prinsip-prinsip yang berlaku dalam kegiatan bisnis yang baik sesungguhnya
tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sebagai manusia. Demikian pula, prinsip-prinsip itu
sangat erat berkaitan dengan system nilai yang dianut oleh masing-masing masyarakat.
2. Etos Bisnis
Etos bisnis adalah suatu kebiasaan atau budaya moral menyangkut kegiatan bisnis yang dianut
dalam suatu perusahaan dari satu generasi ke generasi yang lain. Inti etos ini adalah
pembudayaan atau pembiasaan penghayatan akan nilai, norma, atau prinsip moral tertentu yang
dianggap sebagai inti kekuatan dari suatu perusahaan yang sekaligus membedakannya dari
perusahaan yang lain.
3. Relativitas Moral dan Bisnis
Berdasarkan prinsip-prinsip etika bisnis di atas, dapat dikatakan bahwa bisnis modern ini orang
dituntut untuk bersaing secara etis. Dalam persaingan global yang ketat tanpa mengenal adanya
perlindungan dan dukungan politik tertentu, semua perusahaan bisnis mau tidak mau harus
bersaing berdasarkan prinsip etika tersebut.
4. Pendekatan Stakebolder
Pendekatan stakebolder merupakan sebuah pendekatan baru banyak digunakan, khususnya
dalam etika bisnis, belakangan ini dengan mencoba menintegrasikan Kepentingan bisnis di satu
pihak dan tentukan etika di pihak lain. Dalam hal ini, pendekatan stakebolder cara mengamati
dan menjelaskan secara analisis bagaimana berbagai unsur dipengaruhi dan mempengaruhi
keputusan dan tindakan bisnis.
BAB V
Etika Utilitarianisme dalam Bisnis
1. Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
Kriteria pertama adalah manfaat, yaitu bahawa kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan
manfaat atau kegunaan tertentu.
Kriteria kedua adalah manfaat terbesar, yaitu bahwa kebijaksanaan atau tindakan itu
mendatangkan manfaat terbesar (atau dalam situasi tertentu lebih besar) dibandingkan dengan
kebijaksanaan atau tindakan alternatif lainnya.
Kriteria ketiga menyangkut pertanyaan mengenai manfaat terbesar untuk siapa. Dalam
menjawab pertanyaan ini, etika utilitarianisme lalu mengajukan kriteria ketiga berupa manfaat
terbesar bagi sebanyak mungkin orang.
2. Nilai Positif Etika Utilitarianisme
Etika utilitarianisme tidak memaksakan sesuatu yang asing pada kita. Etika ini justru
mensistematisasikan dan memformulasikan secara jelas apa yang menurut para penganutnya
dilakukan oleh kita dalam kehidupan kita sehari-hari.
3. Utilitarialisme sebagai Proses dan sebagai Standar Penilaian
Pertama, etika utilitarianisme dipakai sebagai proses untuk mengambil sebuah keputusan,
kebijaksanaan, ataupun untuk bertindak.
Kedua, etika utilitarianisme juga dipakai sebagai standar penilaian bagi tindakan atau
kebijaksanaan yang telah dilakukan.
4. Analisis Keuntungan dan Kerugian
Etika ultilitarianisme sangat cocok dan sering dipakai untuk membuat perencanaan dan
evaluasi bagi tindakan atau kebijaksanaan yang berkaitan dengan kepentingan banyak orang.
Karena itu, ia banyak dipakai, secara sadar atau tidak, dalam kebijaksanaan-kebijaksanaan
politik, ekonomi, social, dan semacamnya yang menyangkut kepentingan umum. Dalam
pengembangan industri, peningkatan ekspor, bahkan pemberian monopoli, dan banyak
kebijaksanaan serupa Sering secara disadari atau tidak selalu digunakan dasar pemikiran
kepentingan banyak orang.
5. Kelemahan Etika Utilitarianisme
Sebagian diantaranya lebih bersifat abstrak filosofis, tapi bagian lain diantaranya sangat
praktis. Dibawag ini kami hanya menyinggung beberapa diantaranya, tanpa bermaksud
melangkah lebh jauh ke dalam pendekatan filosofis yang melelahkan mengenai kelemahan-
kelemahan tersebut serta sanggahan dari kaum utiliter atau kelemahan-kelemahan tersebut.
6. Jalan Keluar
Para filsuf yang menganut etika utilitarianisme menanggapi kritik atas kelemahan-kelemahan
etika ini dengan membuat pembedaan antara utilitarianisme-aturan dan utilitarianisme-
tindakan. Maksudnya, utilitarianisme terutama dimaksudkan sebagai utilitarianisme-aturan dan
bukan sebagai utilitarianisme-tindakan. Artinya, yang utama dalam etika utilitarianisme adalah
aturan atau prinsip dasarnya dan bukan tindakan khusus satu demi satu.
BAB VI
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
1. Syarat Bagi Tanggung Jawab Moral
Dalam membahas prinsip-prinsip etika profesi dan prinsip-prinsip etika bisnis, kita telah
menyinggung tanggung jawab sebagai salah satu prinsip etika yang penting. Persoalan pelik
yang harus dijawab pada tempat pertama adalah manakah kondisi bagi adanya tanggung jawab
moral.
2. Status Perusahaan
Perusahaan adalah sebuah badan hokum, Artinya, perusahaan dibentuk berdasarkan hokum
tertentu dan disahkan dengan hokum atau aturan legal tertentu. Karena itu, keberadaannya
dijamin dan sah menurut hokum tertentu. Itu berarti perusahaan adalah bentukan manusia, yang
eksistensinya diikat berdasarkan aturan hokum yang sah.
3. Lingkup Tanggung Jawab Sosial
Kalau pada akhirnya bisa diterima bahwa perusahaan mempunya tanggung jawab moral dan
sosial, pertanyaan menarik yang perlu dijawab adalah apa sesungguhnya tanggung jawab sosial
dan moral perusahaan itu. Apa saja yang termasuk dalam apa yang kita kenal sebagai tanggung
jawab sosial perusahaan? Dengan kata lain, manakah lingkup dari tanggung jawab sosial dan
moral perusahaan itu.
4. Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perubahan
Pada bagian berikut akan kita paparkan argument yang justru sebaliknya mendukung perlunya
keterlibatan sosial tersebut. Pada akhirnya, kita akan bisa melihat senidiri sejauh mana
keterlibatan sosial ini, relevan dan masuk akal dijalankan oleh perusahaan.
5. Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
Beberapa argumen yang menuntut perlu adanya keterlibatan sosial perusahaan sebagai
perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan, meliputi kebutuhan dan harapan masyarakat
yang berubah, terbatasnya sumber daya alam, lingkungan sosial yang lebih baik, perimbangan
tanggung jawab dan kekuasaan, bisnis mempunyai sumber-sumber daya yang berguna, dan
keuntungan jangka panjang.
6. Implementasi tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Prinsip utama dalam organisasi professional, termasuk perusahaan, adalah bahwa struktur
mengikuti strategi. Artinya, struktur suatu organisasi didasarkan dam ditentukan oleh strategi
dari organisasi atau perusahaan itu.
Bab VII
Keadilan dalam Bisnis
1. Paham Tradisional Mengenai Keadilan
Atas pengaruh Aristoteles secara tradisional keadilan dibagi menjadi tiga: keadilan legal,
komutatif, dan keadilan distributif.
2. Keadilan Individual dan Struktural
Keadilan bukan sekedar menyangkut tuntutan agar semua orang diperlakukan secara sama oleh
Negara atau pimpinan dalam perusahaan, seakan ini merupakan urusan pribadi antara orang
tersebut dengan pemerintah atau pimpinan perusahaan.
3. Teori Keadilan Adam Smith
Adam Smith hanya menerima satu konsep atau teori keadilan, yaitu keadilan komunikatif.
Alasannya, menurut Adam Smith, yang disebut deangan keadilan sesungguhnya hanya punya
satu arti, yaitu keadilan komunikatif yang menyangkut kesetaraan, keseimbangan,
keharmonisan hubungan antara satu orang atau pihak dengan orang atau pihak yang lain.
4. Teori Keadilan Distributif John Rawls
Karena pasar memberi kebebasan dan peluang yang sama bagi semua pelaku ekonomi,
kebebasan adalah nilai dan salah satu hak asasi paling penting yang dimiliki oleh manusia, dan
ini dijamin oleh system ekonomi pasar.
5. Jalan Keluar Atas Masalah Ketimpangan Ekonomi
Dengan mempertimbangkan dengan serius kelemahan-kelemahan yang dilontarkan diatas, kita
dapat mengajukan jalan keluar tertentu yang sebenarnya memadukan teori Adam Smith yang
menekankan pasar dan juga teori Rawls yang menekankan kenyataan perbedaan bahkan
kepentingan ekonomi yang dihasilkan oleh pasar.
Bab VIII
Hak Pekerja
1. Macam-Macam Hak Pekerjaan
 Hak Atas Pekerjaan
 Hak Atas Upah yang Adil
 Hak untuk Berserikat dan Berkumpul
 Hak Atas Perlindungan Keamanan dan Kesehatan
 Hak untuk Diproses Hukum secara Sah
 Hak untuk Diperlakukan secara Sama
 Hak Atas Rahasia Pribadi
 Hak Atas Kebibasan Suara Hati
2. Whistle Blowing
 Whistle Blowing Internal
 Whistle Blowing Eksternal
BAB IX
Bisnis dan Perlindungan Konsumen
1. Hubungan Produsen dan Konsumen
Hak koetraktual. Hak koetraktual adalah hak yang timbul dan dimiliki oleh seseorang ketika ia
memasuki suatu persetujuan atau kontrak dengan pihak lain. Maka, hak ini hanya terwujud dan
mengikat orang-orang tertenu, yaitu orang-orang yang mengadakan persetujuan atau kontrak
satu dengan yang lainnya.
2. Gerakan Konsumen
Kewajiban produsen di satu pihak dan hak konsumen di pihak lain, sebagai mana dipaparkan
diatas, jauh lebih mudah untuk dikatakan daripada dilaksanakan. Mengapa?
Pertama, karena kendati punya banyak produsen berhati emas dan punya kesadaran moral yang
tingggi, hati dan kesadaran moralnya itu sering dibungkam oleh keinginan untuk mendapat
keuntungan atau uang dalam waktu singkat daripada mempedulikan hak konsumen.
Kedua, di banyak Negara sedang berkembang, termasuk Indonesia, para produsen lebih
dilindungi oleh pemerintah karena meraka dianggap punya jasa besar dalam menopang
perekonomian Negara tersebut.
3. Konsumen Adalah Raja
Adalah hal menarik kalau kita mengamati berbagai surat pembaca di berbagai media massa
yang ditanggapi secara serius oleh perusahaan-perusahaan besar yang punya pelanggan dan
konsumen jutaan orang. Akhir-akhir ini semakin banyak konsumen menulis surat pembaca
berisi keluhannya tentang kekecewaannya baik pada janji atau pelayanan yang tidak
memuaskan dari berbagai perusahaan. Ini bisa dimengerti karena semakin kritisnya konsumen,
termasuk semakin sadarnya konsumen akan hak-hak tertentu.
BAB X
Iklan dan Dimensi Etisnya
1. Fungsi Iklan
Pada umumnya kita menemukan dua pandangan berbeda mengenai fungsi iklan. Keduanya
menampilkan dua model iklan yang berbeda sesuai dengan fungsinya masing-masing, yaitu
sebagai pemberi informasi dan iklan sebagai pembentuk pendapat umum.
2. Beberapa Persoalan Etis
Ada beberapa persoalan etis yang ditimbulkan oleh iklan, khususnya iklan yang menipulatif
dan persuasif non-rasional. Iklan merongrong otonomi dan kebebasan manusia. Dalam banyak
kasus ini jelas sekali terlihat. Iklan membuat manusia tidak lagi dihargai kebebasaannya dalam
menentukan pilihannya untuk membeli produk tertentu
3. Makna Etis Menipu dalam Iklan
Prinsip etika bisnis yang paling relevan disini adalah prinsip kejujuran, yakni mengatakan hal
yang benar dan tidak menipu. Prinsip ini tidak hanya menyangkut kepentingan banyak orang,
melainkan juga pada akhirnya menyangkut kepentingan perusahaan atau bisnis seluruhnya
sebagai sebuah profesi yang baik.
4. Kebebasan Konsumen
Setelah kita melihat fungsi iklan, masalah etis dalam iklan, dan makna etis dari menipu dalam
iklan, ada baiknya kita menyinggung sekilas mengenai peran iklan dalam ekonomi, khususnya
pasar. Iklan merupakan suatu aspek pemasaran yang penting, sebab iklan menentukan
hubungan antara produsen dan konsumen. Secara lebih konkret, iklan menentukan pula
hubungan penawaran dan permintaan antar produsen dan pembeli, yang pada gilirannya ikut
pula menentukan harga barang yang dijual dalam pasar.
BAB XI
Etika Pasar Bebas
1. Keunggulan Moral Pasaar Bebas
Terlepas dari berbagai kelemahannya yang tidak bisa dibantah, kami cenderung menganggap
system ekonomi pasar bebas sebagai system yang paling baik dan kondusif, dibandingkan
dengan system alternatif mana pun, bagi bisnis yang baik dan etis karena dari segi etis system
ini lebih memungkinkan praktek bisnis yang baik, etis dan fair. Dari segi moral, system pasar
bebas mengandung beberapa hal yang sangat positif.
2. Peran Pemerintah
Syarat utama menjamin sebuah system ekonomi pasar yang fair dan adil adalah perlunya suatu
peran pemerintah yang sangat canggih yang merupakan kombinasi dari prinsip non-
interventing, sebagaimana telah kita bahas, dan prinsip campur tangan, khususnya demi
menegakkan keadilan.
Bab XII
Monopoli dan Kebijaksanaan Pemerintah
1. Monopoli
Monopoli adalah suatu situasi dalam pasar dimana hanya ada satu atau segelintir perusahaan
yang menjual produk atau komoditas tertentu yang tidak punya pengganti yang mirip dan ada
hambatan bagi perusahaan atau pengusaha lain untuk masuk dalam bidang industri atau bisnis
tersebut. Dengan kata lain, pasar dikuasai oleh satu atau segelinitr perusahaan, sementara pihak
lain sulit masuk ke dalamnya.
2. Oligopoli
Oligopoli adalah salah satu bentuk monopoli tetapi agak berbeda sifatnya. Kalau monopoli
merupakan kolusi antara pengusaha dan penguasa, maka oligopoli sesungguhnya adalah kolusi
antara pengusaha dengan pengusaha. Oligopoly agak berbeda sifatnya dengan monopoli karena
oligopoli terletak di antara pasar yang bebas dan terbuka di satu pihak dan monopoli di pihak
yang lain.
3. Suap
Salah satu praktek yanag sampai tingkat tertentu juga mengarah pada monopoli dan juga
merukak pasar adalah suap. Suap mengarah kepada monopoli karena dengan suap menyuap
mencegah perusahaan lain untuk masuk dalam pasar untuk bersaing secara fair. Dengan suap,
perusahaan penyuap mendapat hak istimewa untuk melakukan bisnis tertentu yang tidak bisa
dimasuki oleh perusahaan lain. Melalui suap, pihak pemerintah mengeluarkan peraturan
tertentu untuk mellndungi kegiatan bisnis perusahaan.
4. Undang-Undang Anti Monopoli
Terlepas dari kenyataan bahwa dalam situasi tertentu kita membutuhkan perusahaan besar
dengan kekuatan ekonomi yang besar, dalam banyak hal praktek monopoli, oligopoli, suap,
harus dibatasi dan dikendalikan, Karena sebagaimana telah kita lihat, merugikan kepentingan
masyarakat pada umumnya dan kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat. Strategi yang
paling ampuh untuk itu, sebagai mana juga ditempuh oleh Negara maju semacam Amerika,
adalah melalu undang-undang anti-monopoli, ”Dalam undang-undang monopoli itu sudah
terkandung pula larangan oligopoly dan suap”.
RESUME: Etika Bisnis – Tuntutan dan Relevansinya
RESUME: Etika Bisnis – Tuntutan dan Relevansinya

More Related Content

PPT
Manajemen Risiko 09 Risiko pasar
PPTX
Diabetes Mellitus
PPTX
Hypertension
PPTX
Republic Act No. 11313 Safe Spaces Act (Bawal Bastos Law).pptx
PPTX
Power Point Presentation on Artificial Intelligence
PDF
Caça palavras - Bullying
PPTX
Manajemen Risiko 09 Risiko pasar
Diabetes Mellitus
Hypertension
Republic Act No. 11313 Safe Spaces Act (Bawal Bastos Law).pptx
Power Point Presentation on Artificial Intelligence
Caça palavras - Bullying

What's hot (20)

PDF
PPT Prinsip etika dalam bisnis serta etika dan lingkungan
PPTX
Bisnis, lingkungan hidup, dan etika
PPTX
Bab 9 etika bisnis dalam manajemen keuangan
PPTX
HAKIKAT ETIKA BISNIS
PPT
Transaksi mata uang asing pertemuan ke 7
DOCX
Koperasi (permasalahan koperasi & solusi)
PDF
Akuntansi Beban dan-belanja PEMDA
PDF
Akuntansi Keuangan Lanjutan I
PPTX
Lingkungan dan etika bisnis
PPTX
Lingkungan bisnis dan etika
PPTX
Study kelayakan bisnis ( Aspek ekonomi dan sosial )
PDF
Bab 4 Persamaan Dasar Akuntansi Dan Transaksi Perusahaan (Pengantar Akuntansi)
PPT
KONSEP ANGGARAN
PPTX
Prinsip prinsip etika bisnis
PDF
Etika Bisnis Dan Tanggung Jawab Sosial
PPTX
Etika lingkungan
POTX
Bab 3 peranan etika bisnis dalam bisnis
DOCX
persamaan dan perbedaan akuntansi manajemen komersial dan pemerintah
PPT
Kewirausahaan (Manajemen Keuangan)
PPTX
Akuntansi Biaya 5#5
PPT Prinsip etika dalam bisnis serta etika dan lingkungan
Bisnis, lingkungan hidup, dan etika
Bab 9 etika bisnis dalam manajemen keuangan
HAKIKAT ETIKA BISNIS
Transaksi mata uang asing pertemuan ke 7
Koperasi (permasalahan koperasi & solusi)
Akuntansi Beban dan-belanja PEMDA
Akuntansi Keuangan Lanjutan I
Lingkungan dan etika bisnis
Lingkungan bisnis dan etika
Study kelayakan bisnis ( Aspek ekonomi dan sosial )
Bab 4 Persamaan Dasar Akuntansi Dan Transaksi Perusahaan (Pengantar Akuntansi)
KONSEP ANGGARAN
Prinsip prinsip etika bisnis
Etika Bisnis Dan Tanggung Jawab Sosial
Etika lingkungan
Bab 3 peranan etika bisnis dalam bisnis
persamaan dan perbedaan akuntansi manajemen komersial dan pemerintah
Kewirausahaan (Manajemen Keuangan)
Akuntansi Biaya 5#5
Ad

Similar to RESUME: Etika Bisnis – Tuntutan dan Relevansinya (20)

PDF
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, Ethical Decision Maki...
PDF
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, ETIKA BISNIS DAN IMPL...
DOCX
Etika
PPTX
Tugas etika bisnis ppt
DOCX
Etika bisnis
DOCX
Etika bisnis
DOCX
Etika bisnis
DOCX
Analisis etika per makanan
PDF
ETIKA BISNIS
PDF
ETIKA BISNIS
DOCX
Etika bisnis
DOCX
Business ethic csr risk management. UMB. 2019
DOCX
Business Ethic Csr Risk management. Universitas Mercu Buana. 2019
DOC
Tugas softskill 1 Etika Bisnis
PDF
Tugas uts,waldy gagantika,hapzi ali,etika bisnis,universitas mercubuana 2017
PPTX
teori-teori-etika-bisnis pada mata kuliah kewirausahaan.pptx
DOCX
Makalah Etika Bisnis - Bisnis dan Etika Dalam Dunia Modern
DOCX
Tugas sofkill etika bisnis (janu eka)
PDF
Be & GG, Rizqa amalia, Hapzi Ali, philosophical ethics and business, universi...
PDF
10, sm, maharani gustianingtyas, hapzi ali, strategic management, business et...
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, Ethical Decision Maki...
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, ETIKA BISNIS DAN IMPL...
Etika
Tugas etika bisnis ppt
Etika bisnis
Etika bisnis
Etika bisnis
Analisis etika per makanan
ETIKA BISNIS
ETIKA BISNIS
Etika bisnis
Business ethic csr risk management. UMB. 2019
Business Ethic Csr Risk management. Universitas Mercu Buana. 2019
Tugas softskill 1 Etika Bisnis
Tugas uts,waldy gagantika,hapzi ali,etika bisnis,universitas mercubuana 2017
teori-teori-etika-bisnis pada mata kuliah kewirausahaan.pptx
Makalah Etika Bisnis - Bisnis dan Etika Dalam Dunia Modern
Tugas sofkill etika bisnis (janu eka)
Be & GG, Rizqa amalia, Hapzi Ali, philosophical ethics and business, universi...
10, sm, maharani gustianingtyas, hapzi ali, strategic management, business et...
Ad

More from BasyarAlAddar1 (9)

PDF
Etika Pada Periklanan
PDF
Keterlibatan Etika Bisnis Pada Kasus Korupsi
PDF
Etika Bisnis, Konsep, Teori, Kasus, dan Penerapan
DOCX
Beberapa Modul Manajemen Bisnis Internasional
DOCX
Review jurnal strategi memasuki pasar global Yanto Pottery
DOCX
faktor yang mempengaruhi investasi asing ke indonesia
PPTX
internasional business management - tanggung jawab terhadap stakeholders
PDF
2019 contoh proposal usaha untuk pinjaman modal
PDF
Contoh Laporan Peternakan Lele
Etika Pada Periklanan
Keterlibatan Etika Bisnis Pada Kasus Korupsi
Etika Bisnis, Konsep, Teori, Kasus, dan Penerapan
Beberapa Modul Manajemen Bisnis Internasional
Review jurnal strategi memasuki pasar global Yanto Pottery
faktor yang mempengaruhi investasi asing ke indonesia
internasional business management - tanggung jawab terhadap stakeholders
2019 contoh proposal usaha untuk pinjaman modal
Contoh Laporan Peternakan Lele

Recently uploaded (20)

PPTX
Pertemuan_2_Teknik_Optimasi_Ekonomi_Profesional_Lengkap.pptx
PDF
Materi KELOMPOK 6_POP_KONSOLIDASI_PPT.pdf
PPT
komunikasi pemasaran tidak langsung (1).ppt
PPTX
MATERI SAFETY TRAINING CHEMICAL HANDLING.pptx
PDF
10 Kesalahan Umum dalam Ekspor-Impor dan Cara Menghindarinya
PPT
MATERI PASAR DESA sinar harapan 1234.ppt
PPTX
Keuangan XI MP Pertemuan ke 4 materi tentang keuangan.pptx
PPTX
Beriman_kepada_Malaikat_PAI_Kelas10.pptx
PPTX
SAFETY TRAINING JSA (ANALISA BAHAYA).pptx
PDF
MateriSPTTahunan WPBadan eraCoretax 2026
PDF
brosur-allisya-protection-life-final.pdf
PPTX
Praktik Fotografi Produk @wmkundiksha.pptx
PPTX
bab 2 kls 11.pptxjyeruotfjbkjxzgdwaowpoihd
PPTX
Rangkuman Produk Panin Daichi Life Yang Akan Dijual
PDF
Modul Ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) - Kegiatan Ekonomi - Fase ...
PPTX
1. Bisnis-Internasional.... - presen.pptx
PPTX
Manajemen Pemasaran ; segementing, targeting dan positioning
PPTX
SAK Entitas Privat Detail Mulai 1 Januari 2025
PPTX
PEMINDAHBUKUAN BUKU BESAR (POSTING).pptx
PPTX
TRIK_EKSPOR_IMPOR_KELAPA_ASIA TENGGARA.pptx
Pertemuan_2_Teknik_Optimasi_Ekonomi_Profesional_Lengkap.pptx
Materi KELOMPOK 6_POP_KONSOLIDASI_PPT.pdf
komunikasi pemasaran tidak langsung (1).ppt
MATERI SAFETY TRAINING CHEMICAL HANDLING.pptx
10 Kesalahan Umum dalam Ekspor-Impor dan Cara Menghindarinya
MATERI PASAR DESA sinar harapan 1234.ppt
Keuangan XI MP Pertemuan ke 4 materi tentang keuangan.pptx
Beriman_kepada_Malaikat_PAI_Kelas10.pptx
SAFETY TRAINING JSA (ANALISA BAHAYA).pptx
MateriSPTTahunan WPBadan eraCoretax 2026
brosur-allisya-protection-life-final.pdf
Praktik Fotografi Produk @wmkundiksha.pptx
bab 2 kls 11.pptxjyeruotfjbkjxzgdwaowpoihd
Rangkuman Produk Panin Daichi Life Yang Akan Dijual
Modul Ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) - Kegiatan Ekonomi - Fase ...
1. Bisnis-Internasional.... - presen.pptx
Manajemen Pemasaran ; segementing, targeting dan positioning
SAK Entitas Privat Detail Mulai 1 Januari 2025
PEMINDAHBUKUAN BUKU BESAR (POSTING).pptx
TRIK_EKSPOR_IMPOR_KELAPA_ASIA TENGGARA.pptx

RESUME: Etika Bisnis – Tuntutan dan Relevansinya

  • 1. Etika Bisnis RESUME BUKU Basyar Al Addar1 (01218019) Buku : Etika Bisnis – Tuntutan dan Relevansinya Pengarang : Dr. A. Sonny Keraf Tahun : 2012 Penerbit : Kanisius Kota Terbit : Yogyakarta BAB I Teori-Teori Etika 1. Pengertian Etika Pertama, etika berasal dari bahasa Yunani rtbos, yang dalam bentuk jamaknya (La etha) berarti ‘adat istiadat’ atau ‘kebiasaan’. Kedua, etika juga dipahami dalam pengertian yang sekaligus berbeda dengan moralitas. 2. Tiga Norma Umum Norma sopan santun, atau yang juga disebut norma etiket, adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriyah manusia, misalnya menyangkut sikap dan perilaku seperti bertamu, makan dan minum, duduk, berpakaian, dan sebagainya. Norma ini lebih menyangkut tata cara lahiriyah dalam pergaulan sehari hari. Norma hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Norma moral yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku menusia sebagai manusia. Norma ini menyangkut tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh dilihat sebagai manusia. Norma moral lalu menjadi tolak ukur yang dipakai oleh masyarakat untuk menentukan baik buruknya tindakan manusia sebagai manusia, entah sebagai anggota masyarakat ataupun sebagai orang dengan jabatan atau profesi tertentu. 3. Dua Teori Etika Etika Deontologi. Istilah ‘deontologi’ berasal dari bahasa Yunani deon, yaitu berarti kewajiban. Karena itu, deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Etika Teleologi. Berbeda dengan etika deontologi, etika teleologi justru mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan dari tindakan itu.
  • 2. BAB II Bisnis: Sebuah Profesi Etis 1. Etika Terapan Etika khusus adalah penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Dalam hal ini, norma dan prinsip moral diteropongi konteks kekhususan bidang kehidupan manusia yang khusus tertentu. Etika khusus lalu dianggap sebagai etika terapan. Terapan, karena aturan normatif yang bersifat umum diterapkan secara khusus sesuai dengan kekhususan dan kekhasan bidang kehidupan dan kegiatan khusus tertentu. 2. Etika Profesi Prinsip-prinsip etika profesi meliputi prinsip tanggung jawab, prinsip keadilan, prinsip otonomi, dan prinsip integitas moral. 3. Menuju Bisnis Sebagai Profesi Luhur Pandangan Praktis Realistis. Pandangan ini bertumpu pada kenyataan (pada umumnya) yang diamati berlaku dalam dunia bisnis dewasa ini. Pandangan ini didasarkan pada apa yang umumnya dilakukan oleh orang-orang bisnis. Pandangan ini melihan bisnis sebagai suatu kegiatan di antara manusia yang menyangkut memproduksi, menjual, dan membeli barang dan jasa untuk memperoleh keuntungan. Pandangan Ideal. Pandangan ini disebut pandangan ideal karena pada kenyataannya masih merupakan suatu hal yang ideal mengenai dunia bisnis. Harus diakui bahwa sebagai pandangan yang ideal pandangan ini harus dianut oleh segelintir orang yang dipengaruhi oleh idealisme tertentu berdasarkan nilai tertentu yang dianutnya. BAB III Bisnis dan Etika 1. Mitos Bisnis Amoral Kerja orang bisnis adalah berbisnis dan bukan beretika. Atau secara lebih tepat, mitos bisnis amoral mengungkapkan suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada hubungannya sama sekali. 2. Keuntungan dan Etika Ada beberapa argument yang dapat diajukan untuk menunjukan bahwa justru demi memperoleh keuntungan etika sangat dibutuhkan, sangat relevan, dan mempunyai tempat yang sangat strategis dalam bisnis dewasa ini. 3. Sasaran dan Lingkup Etika Bisnis Pertama, etika bisnis sebagai etika profesi membahas berbagai prinsip, kondisi, dan masalah yang terkait dengan praktek bisnis yang baik dan etis. Sasaran kedua dari etika bisnis, yang jarang disinggung adalah untuk menyadarkan masyarakat, khususnya konsumen, buruh atau karyawan, dan masyarakat luas pemilih aset umum semacam lingkungan hidup, akan baik dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar oleh praktek bisnis siapapun juga.
  • 3. BAB IV Prinsip-Prinsip Etika Bisnis 1. Beberapa Prinsip Umum Etika Bisnis Secara umum, Prinsip-prinsip yang berlaku dalam kegiatan bisnis yang baik sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sebagai manusia. Demikian pula, prinsip-prinsip itu sangat erat berkaitan dengan system nilai yang dianut oleh masing-masing masyarakat. 2. Etos Bisnis Etos bisnis adalah suatu kebiasaan atau budaya moral menyangkut kegiatan bisnis yang dianut dalam suatu perusahaan dari satu generasi ke generasi yang lain. Inti etos ini adalah pembudayaan atau pembiasaan penghayatan akan nilai, norma, atau prinsip moral tertentu yang dianggap sebagai inti kekuatan dari suatu perusahaan yang sekaligus membedakannya dari perusahaan yang lain. 3. Relativitas Moral dan Bisnis Berdasarkan prinsip-prinsip etika bisnis di atas, dapat dikatakan bahwa bisnis modern ini orang dituntut untuk bersaing secara etis. Dalam persaingan global yang ketat tanpa mengenal adanya perlindungan dan dukungan politik tertentu, semua perusahaan bisnis mau tidak mau harus bersaing berdasarkan prinsip etika tersebut. 4. Pendekatan Stakebolder Pendekatan stakebolder merupakan sebuah pendekatan baru banyak digunakan, khususnya dalam etika bisnis, belakangan ini dengan mencoba menintegrasikan Kepentingan bisnis di satu pihak dan tentukan etika di pihak lain. Dalam hal ini, pendekatan stakebolder cara mengamati dan menjelaskan secara analisis bagaimana berbagai unsur dipengaruhi dan mempengaruhi keputusan dan tindakan bisnis. BAB V Etika Utilitarianisme dalam Bisnis 1. Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme Kriteria pertama adalah manfaat, yaitu bahawa kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat atau kegunaan tertentu. Kriteria kedua adalah manfaat terbesar, yaitu bahwa kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat terbesar (atau dalam situasi tertentu lebih besar) dibandingkan dengan kebijaksanaan atau tindakan alternatif lainnya. Kriteria ketiga menyangkut pertanyaan mengenai manfaat terbesar untuk siapa. Dalam menjawab pertanyaan ini, etika utilitarianisme lalu mengajukan kriteria ketiga berupa manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang. 2. Nilai Positif Etika Utilitarianisme Etika utilitarianisme tidak memaksakan sesuatu yang asing pada kita. Etika ini justru mensistematisasikan dan memformulasikan secara jelas apa yang menurut para penganutnya dilakukan oleh kita dalam kehidupan kita sehari-hari.
  • 4. 3. Utilitarialisme sebagai Proses dan sebagai Standar Penilaian Pertama, etika utilitarianisme dipakai sebagai proses untuk mengambil sebuah keputusan, kebijaksanaan, ataupun untuk bertindak. Kedua, etika utilitarianisme juga dipakai sebagai standar penilaian bagi tindakan atau kebijaksanaan yang telah dilakukan. 4. Analisis Keuntungan dan Kerugian Etika ultilitarianisme sangat cocok dan sering dipakai untuk membuat perencanaan dan evaluasi bagi tindakan atau kebijaksanaan yang berkaitan dengan kepentingan banyak orang. Karena itu, ia banyak dipakai, secara sadar atau tidak, dalam kebijaksanaan-kebijaksanaan politik, ekonomi, social, dan semacamnya yang menyangkut kepentingan umum. Dalam pengembangan industri, peningkatan ekspor, bahkan pemberian monopoli, dan banyak kebijaksanaan serupa Sering secara disadari atau tidak selalu digunakan dasar pemikiran kepentingan banyak orang. 5. Kelemahan Etika Utilitarianisme Sebagian diantaranya lebih bersifat abstrak filosofis, tapi bagian lain diantaranya sangat praktis. Dibawag ini kami hanya menyinggung beberapa diantaranya, tanpa bermaksud melangkah lebh jauh ke dalam pendekatan filosofis yang melelahkan mengenai kelemahan- kelemahan tersebut serta sanggahan dari kaum utiliter atau kelemahan-kelemahan tersebut. 6. Jalan Keluar Para filsuf yang menganut etika utilitarianisme menanggapi kritik atas kelemahan-kelemahan etika ini dengan membuat pembedaan antara utilitarianisme-aturan dan utilitarianisme- tindakan. Maksudnya, utilitarianisme terutama dimaksudkan sebagai utilitarianisme-aturan dan bukan sebagai utilitarianisme-tindakan. Artinya, yang utama dalam etika utilitarianisme adalah aturan atau prinsip dasarnya dan bukan tindakan khusus satu demi satu. BAB VI Tanggung Jawab Sosial Perusahaan 1. Syarat Bagi Tanggung Jawab Moral Dalam membahas prinsip-prinsip etika profesi dan prinsip-prinsip etika bisnis, kita telah menyinggung tanggung jawab sebagai salah satu prinsip etika yang penting. Persoalan pelik yang harus dijawab pada tempat pertama adalah manakah kondisi bagi adanya tanggung jawab moral. 2. Status Perusahaan Perusahaan adalah sebuah badan hokum, Artinya, perusahaan dibentuk berdasarkan hokum tertentu dan disahkan dengan hokum atau aturan legal tertentu. Karena itu, keberadaannya dijamin dan sah menurut hokum tertentu. Itu berarti perusahaan adalah bentukan manusia, yang eksistensinya diikat berdasarkan aturan hokum yang sah. 3. Lingkup Tanggung Jawab Sosial Kalau pada akhirnya bisa diterima bahwa perusahaan mempunya tanggung jawab moral dan sosial, pertanyaan menarik yang perlu dijawab adalah apa sesungguhnya tanggung jawab sosial dan moral perusahaan itu. Apa saja yang termasuk dalam apa yang kita kenal sebagai tanggung
  • 5. jawab sosial perusahaan? Dengan kata lain, manakah lingkup dari tanggung jawab sosial dan moral perusahaan itu. 4. Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perubahan Pada bagian berikut akan kita paparkan argument yang justru sebaliknya mendukung perlunya keterlibatan sosial tersebut. Pada akhirnya, kita akan bisa melihat senidiri sejauh mana keterlibatan sosial ini, relevan dan masuk akal dijalankan oleh perusahaan. 5. Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan Beberapa argumen yang menuntut perlu adanya keterlibatan sosial perusahaan sebagai perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan, meliputi kebutuhan dan harapan masyarakat yang berubah, terbatasnya sumber daya alam, lingkungan sosial yang lebih baik, perimbangan tanggung jawab dan kekuasaan, bisnis mempunyai sumber-sumber daya yang berguna, dan keuntungan jangka panjang. 6. Implementasi tanggung Jawab Sosial Perusahaan Prinsip utama dalam organisasi professional, termasuk perusahaan, adalah bahwa struktur mengikuti strategi. Artinya, struktur suatu organisasi didasarkan dam ditentukan oleh strategi dari organisasi atau perusahaan itu. Bab VII Keadilan dalam Bisnis 1. Paham Tradisional Mengenai Keadilan Atas pengaruh Aristoteles secara tradisional keadilan dibagi menjadi tiga: keadilan legal, komutatif, dan keadilan distributif. 2. Keadilan Individual dan Struktural Keadilan bukan sekedar menyangkut tuntutan agar semua orang diperlakukan secara sama oleh Negara atau pimpinan dalam perusahaan, seakan ini merupakan urusan pribadi antara orang tersebut dengan pemerintah atau pimpinan perusahaan. 3. Teori Keadilan Adam Smith Adam Smith hanya menerima satu konsep atau teori keadilan, yaitu keadilan komunikatif. Alasannya, menurut Adam Smith, yang disebut deangan keadilan sesungguhnya hanya punya satu arti, yaitu keadilan komunikatif yang menyangkut kesetaraan, keseimbangan, keharmonisan hubungan antara satu orang atau pihak dengan orang atau pihak yang lain. 4. Teori Keadilan Distributif John Rawls Karena pasar memberi kebebasan dan peluang yang sama bagi semua pelaku ekonomi, kebebasan adalah nilai dan salah satu hak asasi paling penting yang dimiliki oleh manusia, dan ini dijamin oleh system ekonomi pasar. 5. Jalan Keluar Atas Masalah Ketimpangan Ekonomi Dengan mempertimbangkan dengan serius kelemahan-kelemahan yang dilontarkan diatas, kita dapat mengajukan jalan keluar tertentu yang sebenarnya memadukan teori Adam Smith yang menekankan pasar dan juga teori Rawls yang menekankan kenyataan perbedaan bahkan kepentingan ekonomi yang dihasilkan oleh pasar.
  • 6. Bab VIII Hak Pekerja 1. Macam-Macam Hak Pekerjaan  Hak Atas Pekerjaan  Hak Atas Upah yang Adil  Hak untuk Berserikat dan Berkumpul  Hak Atas Perlindungan Keamanan dan Kesehatan  Hak untuk Diproses Hukum secara Sah  Hak untuk Diperlakukan secara Sama  Hak Atas Rahasia Pribadi  Hak Atas Kebibasan Suara Hati 2. Whistle Blowing  Whistle Blowing Internal  Whistle Blowing Eksternal BAB IX Bisnis dan Perlindungan Konsumen 1. Hubungan Produsen dan Konsumen Hak koetraktual. Hak koetraktual adalah hak yang timbul dan dimiliki oleh seseorang ketika ia memasuki suatu persetujuan atau kontrak dengan pihak lain. Maka, hak ini hanya terwujud dan mengikat orang-orang tertenu, yaitu orang-orang yang mengadakan persetujuan atau kontrak satu dengan yang lainnya. 2. Gerakan Konsumen Kewajiban produsen di satu pihak dan hak konsumen di pihak lain, sebagai mana dipaparkan diatas, jauh lebih mudah untuk dikatakan daripada dilaksanakan. Mengapa? Pertama, karena kendati punya banyak produsen berhati emas dan punya kesadaran moral yang tingggi, hati dan kesadaran moralnya itu sering dibungkam oleh keinginan untuk mendapat keuntungan atau uang dalam waktu singkat daripada mempedulikan hak konsumen. Kedua, di banyak Negara sedang berkembang, termasuk Indonesia, para produsen lebih dilindungi oleh pemerintah karena meraka dianggap punya jasa besar dalam menopang perekonomian Negara tersebut. 3. Konsumen Adalah Raja Adalah hal menarik kalau kita mengamati berbagai surat pembaca di berbagai media massa yang ditanggapi secara serius oleh perusahaan-perusahaan besar yang punya pelanggan dan konsumen jutaan orang. Akhir-akhir ini semakin banyak konsumen menulis surat pembaca berisi keluhannya tentang kekecewaannya baik pada janji atau pelayanan yang tidak memuaskan dari berbagai perusahaan. Ini bisa dimengerti karena semakin kritisnya konsumen, termasuk semakin sadarnya konsumen akan hak-hak tertentu.
  • 7. BAB X Iklan dan Dimensi Etisnya 1. Fungsi Iklan Pada umumnya kita menemukan dua pandangan berbeda mengenai fungsi iklan. Keduanya menampilkan dua model iklan yang berbeda sesuai dengan fungsinya masing-masing, yaitu sebagai pemberi informasi dan iklan sebagai pembentuk pendapat umum. 2. Beberapa Persoalan Etis Ada beberapa persoalan etis yang ditimbulkan oleh iklan, khususnya iklan yang menipulatif dan persuasif non-rasional. Iklan merongrong otonomi dan kebebasan manusia. Dalam banyak kasus ini jelas sekali terlihat. Iklan membuat manusia tidak lagi dihargai kebebasaannya dalam menentukan pilihannya untuk membeli produk tertentu 3. Makna Etis Menipu dalam Iklan Prinsip etika bisnis yang paling relevan disini adalah prinsip kejujuran, yakni mengatakan hal yang benar dan tidak menipu. Prinsip ini tidak hanya menyangkut kepentingan banyak orang, melainkan juga pada akhirnya menyangkut kepentingan perusahaan atau bisnis seluruhnya sebagai sebuah profesi yang baik. 4. Kebebasan Konsumen Setelah kita melihat fungsi iklan, masalah etis dalam iklan, dan makna etis dari menipu dalam iklan, ada baiknya kita menyinggung sekilas mengenai peran iklan dalam ekonomi, khususnya pasar. Iklan merupakan suatu aspek pemasaran yang penting, sebab iklan menentukan hubungan antara produsen dan konsumen. Secara lebih konkret, iklan menentukan pula hubungan penawaran dan permintaan antar produsen dan pembeli, yang pada gilirannya ikut pula menentukan harga barang yang dijual dalam pasar. BAB XI Etika Pasar Bebas 1. Keunggulan Moral Pasaar Bebas Terlepas dari berbagai kelemahannya yang tidak bisa dibantah, kami cenderung menganggap system ekonomi pasar bebas sebagai system yang paling baik dan kondusif, dibandingkan dengan system alternatif mana pun, bagi bisnis yang baik dan etis karena dari segi etis system ini lebih memungkinkan praktek bisnis yang baik, etis dan fair. Dari segi moral, system pasar bebas mengandung beberapa hal yang sangat positif. 2. Peran Pemerintah Syarat utama menjamin sebuah system ekonomi pasar yang fair dan adil adalah perlunya suatu peran pemerintah yang sangat canggih yang merupakan kombinasi dari prinsip non- interventing, sebagaimana telah kita bahas, dan prinsip campur tangan, khususnya demi menegakkan keadilan.
  • 8. Bab XII Monopoli dan Kebijaksanaan Pemerintah 1. Monopoli Monopoli adalah suatu situasi dalam pasar dimana hanya ada satu atau segelintir perusahaan yang menjual produk atau komoditas tertentu yang tidak punya pengganti yang mirip dan ada hambatan bagi perusahaan atau pengusaha lain untuk masuk dalam bidang industri atau bisnis tersebut. Dengan kata lain, pasar dikuasai oleh satu atau segelinitr perusahaan, sementara pihak lain sulit masuk ke dalamnya. 2. Oligopoli Oligopoli adalah salah satu bentuk monopoli tetapi agak berbeda sifatnya. Kalau monopoli merupakan kolusi antara pengusaha dan penguasa, maka oligopoli sesungguhnya adalah kolusi antara pengusaha dengan pengusaha. Oligopoly agak berbeda sifatnya dengan monopoli karena oligopoli terletak di antara pasar yang bebas dan terbuka di satu pihak dan monopoli di pihak yang lain. 3. Suap Salah satu praktek yanag sampai tingkat tertentu juga mengarah pada monopoli dan juga merukak pasar adalah suap. Suap mengarah kepada monopoli karena dengan suap menyuap mencegah perusahaan lain untuk masuk dalam pasar untuk bersaing secara fair. Dengan suap, perusahaan penyuap mendapat hak istimewa untuk melakukan bisnis tertentu yang tidak bisa dimasuki oleh perusahaan lain. Melalui suap, pihak pemerintah mengeluarkan peraturan tertentu untuk mellndungi kegiatan bisnis perusahaan. 4. Undang-Undang Anti Monopoli Terlepas dari kenyataan bahwa dalam situasi tertentu kita membutuhkan perusahaan besar dengan kekuatan ekonomi yang besar, dalam banyak hal praktek monopoli, oligopoli, suap, harus dibatasi dan dikendalikan, Karena sebagaimana telah kita lihat, merugikan kepentingan masyarakat pada umumnya dan kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat. Strategi yang paling ampuh untuk itu, sebagai mana juga ditempuh oleh Negara maju semacam Amerika, adalah melalu undang-undang anti-monopoli, ”Dalam undang-undang monopoli itu sudah terkandung pula larangan oligopoly dan suap”.