Muhammadiyah didirikan pada 18 November 1912 oleh K.H. Ahmad Dahlan di Yogyakarta untuk mereformasi praktik Islam yang dianggap tidak murni dan melawan sinkretisme. Organisasi ini memiliki visi untuk menjunjung tinggi ajaran Islam berdasarkan al-Qur'an dan sunnah, serta misi menyebarkan keyakinan tauhid dan meningkatkan kualitas pendidikan umat Islam. Hal ini muncul sebagai respons terhadap tantangan internal dan eksternal, termasuk kristenisasi dan pengaruh penjajahan Belanda.