SeniBudaya.KelasVIISMP/MTsSemester1
EDISI REVISI 2014
SMP/MTs
VII
Kelas
Semester 1
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
ii Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Hak Cipta © 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Dilindungi Undang-Undang
Disklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka
implementasi Kurikulum 2013. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di
bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam
tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang
senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan
dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan
kualitas buku ini.
Katalog Dalam Terbitan (KDT)
MILIK NEGARA
TIDAK DIPERDAGANGKAN
Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
	 Seni Budaya / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- Edisi Revisi. Jakarta :
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.
	 viii hlm, 132 hlm ; ilus. 17,6 x 25 cm
	 Untuk SMP/MTs Kelas VII Semester 1
	 ISBN 978-602-282-333-9 (jilid lengkap)
	 ISBN 978-602-282-333-6 (jilid 1a)
	 1. Kesenian – Studi dan Pengajaran 		 I. Judul
	 II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan		 707
Kontributor Naskah	 :	Eko Purnomo, Buyung Rohmanto, Deden Haerudin, Julius Juih,
Sekar Galuh, Ceceng Kosasih, Harry Sulistyanto, dan
	 Nana Supriatna (alm.).
Penelaah	 :	 Tri Hartiti, M. Jazuli, Jose Rizal Manua, Suwarta Zebua, dan
		 Johan Salim
Penyelia Penerbitan	 :	 Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
Cetakan ke-1, 2013	
Cetakan ke-2, 2014 (Edisi Revisi)
Disusun dengan huruf Times New Roman, 11 pt.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
iiiSeni Budaya
Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi
pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar
dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran, sehingga kompetensi dasar
tiap mata pelajaran mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, kompetensi dasar
kelompok pengetahuan, dan kompetensi dasar kelompok keterampilan. Semua mata
pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut.
Seni Budaya untuk Kelas VII SMP/MTs yang disajikan dalam buku ini juga tunduk
pada ketentuan tersebut. Seni Budaya bukan aktivitas dan materi pembelajaran
yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan peserta didik
sebagaimana dirumuskan selama ini. Seni Budaya harus mencakup aktivitas dan
materi pembelajaran yang memberikan kompetensi pengetahuan tentang karya seni
budaya dan kompetensi sikap yang terkait dengan seni budaya. Seni Budaya dalam
Kurikulum 2013 dirumuskan untuk mencakup sekaligus studi karya seni budaya untuk
mengasah kompetensi pengetahuan, baik dari karya maupun nilai yang terkandung di
dalamnya, praktik berkarya seni budaya untuk mengasah kompetensi keterampilan,
dan pembentukan sikap apresiasi terhadap seni budaya sebagai hasil akhir dari studi
dan praktik karya seni budaya.
Pembelajarannya dirancang berbasis aktivitas dalam sejumlah ranah seni budaya,
yaitu seni rupa, tari, musik, dan teater yang diangkat dari tema-tema seni yang
merupakan warisan budaya bangsa. Selain itu juga mencakup kajian warisan budaya
yang bukan berbentuk praktik karya seni budaya. Aktivitas-aktivitas tersebut tidak
hanya terkait dengan studi dan praktik karya seni budaya, melainkan juga melalui
pelibatan aktif tiap peserta didik dalam kegiatan seni budaya yang diselenggarakan
oleh kelas maupun sekolah. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan
lokal, tambahan materi yang digali dari kearifan lokal dan relevan sangat diharapkan
untuk ditambahkan sebagai pengayaan dari buku ini.
Sesuai dengan konsep Kurikulum 2013, buku ini disusun dengan mengacu pada
pembelajaran Seni Budaya secara terpadu dan utuh. Keterpaduan dan keutuhan
tersebut diwujudkan dalam rangkaian bahwa setiap pengetahuan yang diajarkan,
pembelajarannyaharusdilanjutkansampaimembuatsiswaterampildalammenyajikan
pengetahuan yang dikuasainya secara konkret dan abstrak dalam bentuk atau terkait
dengan karya seni budaya, dan bersikap sebagai manusia dengan rasa penghargaan
yang tinggi terhadap karya-karya seni warisan budaya dan warisan budaya bentuk
lainnya.
Kata Pengantar
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
iv Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai
kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam
Kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain
yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan
menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat
penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan
lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.
Implementasi terbatas pada tahun ajaran 2013/2014 telah mendapat tanggapan
yang sangat positif dan masukan yang sangat berharga. Pengalaman tersebut
dipergunakan semaksimal mungkin dalam menyiapkan buku untuk implementasi
menyeluruh pada tahun ajaran 2014/2015 dan seterusnya. Buku ini merupakan
edisi kedua sebagai penyempurnaan dari edisi pertama. Buku ini merupakan edisi
kedua sebagai penyempurnaan dari edisi pertama. Buku ini sangat terbuka dan perlu
terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, kami mengundang para
pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan
pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-
mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam
rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).
Jakarta, Januari 2014
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Mohammad Nuh
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
vSeni Budaya
Daftar Isi
Kata Pengantar............................................................................................................iii
Daftar Isi	 ..................................................................................................................v
Seni Rupa
Bab 1	 Menggambar Flora, Fauna, dan Alam Benda.................................................2
		 A. Pengertian Menggambar............................................................................5
		 B. Objek Menggambar...................................................................................5
		C. Komposisi..................................................................................................6
		D. Teknik Menggambar..................................................................................6
		 E. Alat Dan Media Gambar............................................................................10
		 F. Uji Kompetensi...........................................................................................12
		G. Rangkuman................................................................................................12
	 	 H. Refleksi......................................................................................................12
Bab 2	 Menggambar Ragam Hias..............................................................................14
		 A. Pengertian Ragam Hias.............................................................................17
		 B. Motif Ragam Hias......................................................................................17
		 C. Pola Ragam Hias........................................................................................19
		 D. Teknik Menggambar Ragam Hias.............................................................19
		 E. Uji Kompetensi..........................................................................................27
		F. Rangkuman.................................................................................................27
	 	 G. Refleksi......................................................................................................27
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
vi Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Seni Musik
Bab 3	 Bernyanyi dengan Teknik Vokal.....................................................................30
		 A. Bernyanyi Secara Unisono........................................................................33
		 B. Teknik Vokal dan Organ Suara Manusia....................................................35
		C. Berlatih Vokal............................................................................................36
		 D. Uji Kompetensi..........................................................................................39
		E. Rangkuman................................................................................................39
	 	 F. Refleksi.......................................................................................................39
Bab 4	 Bermain Musik Ansambel..............................................................................41
		A. Musik Ansambel........................................................................................44
		 B. Musik Indonesia.........................................................................................45
		 C. Memainkan Alat Musik Melodis...............................................................49
		 D. Uji Kompetensi..........................................................................................54
		E. Rangkuman................................................................................................54
	 	 F. Refleksi.......................................................................................................54
Seni Tari
Bab 5	 Elemen Gerak Tari..........................................................................................57
		 A. Pengertian Elemen Gerak Tari...................................................................60
		 B. Ruang, Waktu, dan Tenaga.........................................................................61
		 C. Uji Kompetensi..........................................................................................69
		D. Rangkuman................................................................................................70
	 	 E. Refleksi.......................................................................................................70
Bab 6 Gerak Tari dan Iringan......................................................................................72
		 A. Pengertian Level........................................................................................75
		 B. Level Gerak................................................................................................76
		 C. Melakukan Gerak Tari Sesuai Iringan.......................................................83
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
viiSeni Budaya
		 D. Uji Kompetensi..........................................................................................86
		E. Rangkuman................................................................................................86
	 	 F. Refleksi.......................................................................................................86
Seni Teater
Bab 7	 Teknik Bermain Akting Teater........................................................................89
		 A. Teknik Dasar Akting Teater.......................................................................92
		 B. Uji Kompetensi..........................................................................................101
		C. Rangkuman................................................................................................101
	 	 D. Refleksi......................................................................................................101
Bab 8	 Merencanakan Pementasan Teater..................................................................103
		 A. Merancang Pementasan Teater..................................................................106
		 B. Uji Kompetensi..........................................................................................127
		C. Rangkuman................................................................................................127
	 	 D. Refleksi......................................................................................................127
Glosarium	 ..................................................................................................................129
Daftar Pustaka.............................................................................................................130
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
SENI RUPA
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
2 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Menggambar Flora, Fauna,
dan Alam Benda
BAB
1
1.   mengidentikasi kekayaan dan keunikan flora, fauna, dan alam benda
Indonesia,
2.  mendeskripsikan  keunikan flora, fauna, dan alam benda Indonesia,
3.  mengekspresikan diri melalui gambar flora, fauna, dan alam benda,
4.  mengomunikasikan hasil gambar  flora, fauna, dan alam benda secara lisan
Pada pelajaran Bab 1, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi
seni rupa, yaitu:
ALUR PEMBELAJARAN
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
3Seni Budaya
Setelah kalian mengamati gambar di atas, jawablah beberapa pertanyaan
di bawah ini:
1.	 Sebutkan tiga perbedaan pada gambar flora.
2.	 Sebutkan tiga perbedaan pada gambar fauna.
3.	 Sebutkan tiga perbedaan pada gambar alam benda.
Alam merupakan sumber belajar yang tidak akan pernah habis untuk digali.
Keanekaragaman flora dan fauna dapat menjadi sumber inspirasi dalam menggambar.
Burung merupakan salah satu fauna yang sering digambar dengan menggunakan berbagai
macam teknik dan bahan. Burung Hong merupakan salah satu contoh fauna yang sering
menjadi objek batik di pesisir pantai pulau Jawa. Motif burung Hong ini mendapat
pengaruh dari China. Di bawah ini ada beberapa gambar burung yang sering digambar
menjadi objek atau motif baik pada ukiran kayu maupun motif batik di atas kain.
1
3
5
2
4
6
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
4 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Format Diskusi Hasil Pengamatan flora/fauna
	 Nama anggota 	 :
	 Gambar yang diamati 	 :
	 Hari/tanggal pengamatan 	 :
No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan
1 Jenis flora/fauna/alam benda
2 Ciri flora/fauna/alam benda
3 Manfaat flora/fauna/alam benda
1. 	 Kamu  dapat  mengamati gambar flora, fauna, dan alam benda dari sumber  lain
seperti internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber belajar lainnya.
2.  	Kamu  dapat  mengamati  gambar flora, fauna, dan alam benda  yang  berkembang
di  daerahmu, namun juga dapat  mengamati gambar flora, fauna, dan alam benda
dari daerah lain.
Setelah kamu mengisi kolom tentang gambar flora, fauna, dan alam benda
tersebut, kemudian diskusikanlah dengan teman-teman dan isilah kolom di
bawah ini.
No. Gambar Jenis Gambar
1
2
3
4
5
6
Format Lembar Diskusi
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
5Seni Budaya
A. Pengertian Menggambar
Gambar merupakan bahasa yang
universal dan dikenal jauh sebelum
manusia mengenal tulisan. Gambar
sudah dikenal masyarakat sejak zaman
purba. Pada saat itu, gambar sering
dihubungkan dengan aktivitas manusia
danroh leluhuryangdianggapmemberi
keberkahan dan perlindungan. Bagi
manusia purba, gambar tidak sekedar
sebagai alat komunikasi untuk roh
leluhur saja, tetapi juga memberikan
kekuatan dan motivasi untuk dapat
bertahan hidup.
Menggambar tidak hanya melibatkan aktivitas fisik
semata tetapi juga mental. Aktivitas fisik berhubungan dengan
keterampilan menggunakan peralatan menggambar sedangkan
mental berhubungan dengan rasa, karsa, dan daya cipta untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia dalam melakukan aktivitas
menggambar memerlukan media, alat serta bahan yang senantiasa
berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Jika pada zaman purba
manusia menggambar dengan menggunakan bahan yang tersedia
di alam maka pada zaman sekarang peralatan menggambar telah
diproduksi oleh pabrik sebagai komoditas ekonomi. Manusia melalui
menggambardapatmenyampaikangagasan,ide,sertasimbolsebagai
salah satu bentuk ekspresi. Jadi menggambar merupakan salah satu
sarana untuk mengekspresikan diri.
	
B. Objek Menggambar
	 Menggambar tidak hanya mengandalkan imajinasi tetapi
juga terkadang memerlukan objek. Alam semesta merupakan
objek yang tidak akan pernah habis untuk digambar. Kekayaan
flora, fauna dan juga alam benda merupakan objek yang dapat
digambar. Keindahan flora, fauna dan juga alam benda merupakan
sumber inspirasi dan eksplorasi dalam menggambar.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 1.1 Gambar perburuan pada
dinding gua
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
6 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
	 C. Komposisi
Komposisi dalam menggambar dapat dibedakan
dalam dua jenis yaitu simetris dan asimetris.
Komposisi simetris menunjukkan bahwa objek di
bagian kanan sama atau mirip dengan objek di bagian
kiribidanggambar.Komposisiasimetrismenunjukkan
bahwa objek di bagian kanan tidak sama atau mirip
dengan objek di kiri bidang gambar tetapi terkesan
menunjukkan keseimbangan. Benda yang berwarna
gelap memiliki kesan lebih berat daripada benda lain
yang besarnya sama dengan benda tersebut tetapi
berwarna terang.
Penguasaan komposisi merupakan hal penting
sebelum melakukan aktivitas menggambar.
Penguasaan ini akan membimbing dan mengarahkan
susunan objek dalam menggambar. Beberapa contoh
komposisi dalam menggambar dapat dilihat pada
gambar di samping.
D. Teknik Menggambar
Proses menggambar sebenarnya dapat kamu
mulai dengan cara yang sangat sederhana dan mudah dilakukan.
Biasakan sebelum menggambar buatlah sketsa terlebih dahulu
agar gambar memiliki komposisi, proporsi, dan keseimbangan
yang baik. Beberapa tahapan yang harus dilakukan pada saat
menggambar sebagai berikut.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 1.2 Daun
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 1.3 Alam Benda
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 1.4 Burung Elang
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 1.5 Komposisi
Simetris
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 1.6 Komposisi
Asimetris
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
7Seni Budaya
1)	 Mengetahui bentuk dasar dari objek yang akan digambar
2)	 Mengetahui bagian-bagian dari objek gambar
3)	 Menyusun atau menyambung bagian per bagian menjadi
gambar yang utuh
4)	 Memberikan dimensi gelap terang baik hitam putih atau berwarna
5)	 Memberi kesan untuk latar belakang
Pertama kali menggambar sebaiknya tidak perlu tergesa-
gesa untuk memiliki kemiripan bentuk sesuai dengan objek yang
digambar. Kamu harus berlatih dan sabar sampai menguasai
bentuk dasar bagian-bagian dari objek yang digambar. Mulailah
berlatih dari bentuk flora, fauna, dan benda buatan manusia yang
paling sederhana dan bisa digambar.
1. 	 Teknik Menggambar Flora
	Menggambarflora(tumbuh-tumbuhan)dapatmemberikan
pemahaman tentang keanekaragaman, keindahan, dan
keunikan  objek flora yang ada di lingkungan  sekitar. Flora
memiliki banyak jenis dan bentuknya. Bagian-bagian flora
dapat digunakan sebagai objek gambar, misalnya bentuk
daun, bunga, dan buah. Bagian-bagian flora ini dapat digambar
secara terpisah atau digabung menjadi satu rangkaian.
	Menggambar bunga kamboja dan bunga jepang memiliki
teknik yang berbeda walaupun sama-sama jenis bunga.
Perbedaan ini disebabkan karakteristik kelopak bunga yang
berbeda. Perhatikan langkah-langkah menggambar bunga
kamboja jepang di bawah ini:
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 1.7 Tahapan menggambar bunga kamboja Jepang
1 32
1. Gambarlah
bentuk lingkaran
untuk pola bunga
2. Gambar kelopak
bunga sesuaikan
dengan bentuk
aslinya.
3. Berilah warna
pada hasil gambar
bunga.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
8 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Menggambar bunga mawar lebih sulit dibandingkan dengan
menggambar bunga kamboja Jepang. Ada empat tahapan
dalam menggambar bunga mawar yaitu;
2. Teknik Menggambar Fauna
	 Fauna (hewan) memiliki jenis yang berbeda-beda, ada
yang berkaki empat, seperti sapi, kambing, berkaki dua seperti
ayam, bebek. Ada hewan yang hidup di air dan di darat. Hewan
juga ada yang bersifat galak dan jinak. Setiap hewan memiliki
bentuk badan yang berbeda-beda. Kamu bisa menggambar
hewan mulai dari badannya, kemudian berlanjut kepala, kaki
atau cakarnya. Bentuk-bentuk geometris akan membantu
dalam membuat gambar hewan agar lebih mudah dan tentunya
diawali dengan sketsa.
Contoh menggambar itik
1. Gambarlah objek
secara garis besar.
2. Gambarlah kelopak
dengan cermat
sesuai dengan arah
melingkar bunga.
3. Tentukan titik pusat
bunga dan tempat
batang yang bertemu
dengan kelopak, ini akan
membantu menemukan
posisi pusat bunga.
4. Berilah arsiran
atau warna agar
lipatan dan tekstur
gambar lebih
berkesan hidup
1 32 4
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 1.8 Tahapan menggambar bunga mawar
1 2 3
1. Buatlah gambar bentuk
oval untuk badan.
2. Tambahkan bentuk kerucut untuk
leher, kepala, dan ekor.
3. Berilah arsiran atau warna
pada gambar itik.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 1.9 Itik
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
9Seni Budaya
3. 	 Teknik Menggambar Alam Benda
Menggambar alam benda disebut juga menggambar
bentuk. Alam benda dapat terdiri atas benda buatan manusia
dan benda yang sudah terbentuk dari alam.Alam benda buatan
manusia dapat berupa kendi, piring, mangkuk, gelas, dan
beraneka ragam bentuk lainnya. Alam benda yang terdapat di
alam seperti batu, batang kayu, air, dan juga awan.
Pada saat menggambar bentuk, sebaiknya kamu
memperhatikan beberapa hal berikut ini.
1)	 Proporsi bentuk benda yang akan digambar
2) Komposisi dalam meletakkan benda
3) 	Cahaya yang menyinari objek gambar dan akan
membentuk bayangan
4) Penggunaan arsiran atau warna yang akan membentuk
kesan bidang tiga dimensi.
5)	 Penggunaan latar belakang (background)
Contoh menggambar piring dan cangkir
1. Gambarlah bentuk
silinder dan oval.
2. Buatlah setiap bagian menjadi
bentuk cangkir dan piring.
3. Sempurnakan gambar dengan
menggunakan arsiran atau warna.
1 2 3
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 1.10 Piring dan cangkir
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
10 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
E. Alat dan Media Gambar
Sebagai sarana belajar menggambar, alat dan media memiliki
banyak variasi dan macamnya. Kamu bisa menggunakan pensil
dengan bahan grafit, pensil warna, bolpoin, dan krayon. Setiap alat
dan media tersebut memiliki karakter yang berbeda. Beberapa
macam alat dan media gambar sebagai berikut.
1. 	 Pensil
	 Pensil dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
pensil dengan tanda “H” dan “B”. Pensil H
memiliki sifat keras dan cocok digunakan
untuk membuat garis yang tipis. Pensil B
memiliki sifat lunak dan cocok digunakan
untuk membuat garis tebal atau hitam pekat.
Pensil H dan pensil B dibedakan dari segi
tingkat kekerasan dan kepekatan hasilnya.
Pensil H dan pensil B diberi tanda angka
untuk membedakan jenisnya. Untuk pensil B,
makin besar angkanya makin lunak sifatnya
dan makin pekat hasil goresannya. Untuk
pensil H, makin besar angkanya, makin keras
sifatnya dan makin tipis hasil goresannya.
2. 	 Pensil Warna
	 Pensil warna memiliki variasi warna
yang cukup banyak dapat menghasilkan
warna yang lembut. Peserta didik bisa
menggunakan pensil warna untuk mewarnai
gambardengancaragradasi,yaitupemberian
warna dari arah yang gelap berlanjut ke
arah yang lebih terang atau sebaliknya.
3. 	 Krayon
	 Bentuk krayon ada dua jenis yaitu dalam
bentuk pensil dan batangan. Kedua jenis
bentuk krayon ada yang berbahan lunak
dan keras. Krayon dengan bahan lunak tidak
banyak mengandungminyak sehingga dapat
dibaurkan dengan menggunakan tangan.
Kesan warna yang dihasilkan dari kedua
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 1.11 Pensil
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 1.12 Pensil warna
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 1.13 Crayon
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
11Seni Budaya
jenis krayon ini dapat menimbulkan
kesan lembut maupun cerah.
4. 	 Bolpoin
	 Selain digunakan untuk menulis
bolpoin juga dapat digunakan untuk
menggambar. Gambar yang dihasilkan
memiliki karakter yang kuat dan
umumnya berupa arsiran.
5. 	 Kertas Gambar
	Menggambar pada dasarnya
membutuhkan kertas yang berwarna
netral (putih, abu-abu, atau coklat) dan
dapat menyerap atau mengikat bahan
pewarna. Kertas gambar yang dapat
digunakan dengan berbagai alat gambar
misalnya kertas Padalarang. Pastel
khususnya memerlukan kertas dengan
permukaan agak kasar, misalnya kertas
karton.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 1.14 Bolpoin
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 1.15 Kertas gambar
Setelah membaca konsep tentang gambar flora dan fauna, praktikkan sesuai
dengan perintah di bawah ini:
Buatlah gambar  salah satu tema flora, fauna atau alam benda, dengan ketentuan 	
sebagai berikut:
1.	 Dibuat pada kertas gambar A3
2.	 Dibuat berdasarkan pengamatan langsung terhadap obyek yang dipilih
3.	 Gambar diwarnai dengan pensil warna dan memiliki kesan gelap dan terang
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
12 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
1.	 Jelaskan apa yang dimaksud dengan komposisi pada seni
rupa?
2.	 Mengapa komposisi penting dalam menggambar atau
melukis?
1.	 Buatlah gambar dengan 5 komposisi yang berbeda.
Pengetahuan
Keterampilan
F. Uji Kompetensi
G. Rangkuman
Kegiatan menggambar merupakan induk atau dasar dari karya
seni rupa. Menggambar merupakan aktivitas mental dan fisik yang
dituangkan dalam bentuk goresan tangan, menggunakan media
dua dan tiga dimensi. Menggambar menggunakan imajinasi dan
perasaan melalup alat gambar seperti pensil, bolpoin, krayon,
dan alat lain yang dapat digunakan untuk menulis.
Objek menggambar dapat berbentuk flora (tumbuhan), fauna
(hewan), dan alam benda, baik benda buatan manusia atau
benda yang berasal dari alam. Menggambar sebaiknya dimulai
dari mengamati objek yang akan digambar, mengatur komposisi
gambar, sampai dengan mewarnai hasil gambar.
Prosedur yang harus dilakukan dalam menggambar harus
mengikuti kaidah seni rupa yang lugas, imajinatif, kreatif, dan
menyenangkan dengan memperhatikan unsur-unsur seni rupa
seperti titik, garis, warna, dan bidang. Selain itu menggambar juga
harus memperhatikan prinsip-prinsip seni rupa seperti proporsi,
komposisi, keseimbangan, tekstur, dan gelap terang.
H. Refleksi
Menggambar dengan  tema  flora (tumbuhan),  fauna  (hewan),
dan alam benda dapat melatih imajinasi dan mengembangkan
kreativitas. Menggambar juga dapat menambah pengetahuan
tentang kekayaan alam Indonesia. Setiap daerah di Indonesia
memiliki keragaman flora dan fauna yang dapat memberikan  
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
13Seni Budaya
identitas tersendiri. Kekayaan alam ini merupakan anugerah
Tuhan yang wajib kita syukuri.
Nah, sekarang kamu sudah memahami keanekaragaman
hayati tidak hanya menjadi sumber inspirasi bagi kita untuk
berkarya seni rupa, tetapi juga telah memberikan kesejahteraan
secara ekonomi bagi masyarakat. Kita memiliki tanggung jawab
untuk  melestarikan  flora dan  fauna  sehingga  ekosistem  dapat  
terjaga sepanjang masa.
Selanjutnya, lakukan penilaian diri dengan memberikan
tanda cek (P) pada kolom 1, 2, 3, dan 4 sesuai pendapatmu!
Aktivitas Mengomunikasikan
1.	 Kamu telah melakukan aktivitas pembelajaran menggambar flora, fauna, dan
alam benda.
2.	 Buatlah tulisan tentang seniman gambar alam benda di tanah air.
3.	 Sertakan foto seniman beserta tulisanmu pada selembar kertas HVS.
4.	 Buatlah tanggapan, kritik, dan saran untuk mencari perbaikan.
Keterangan: 4= Sangat Baik, 3= Baik, 2= Cukup, 1= Kurang
Setelahmempelajaripengetahuandanmelaksanakanpraktik
menggambar flora, fauna, dan alam benda, saya dapat:
1 2 3 4 Skor
1.	 Memahami pengertian tentang menggambar flora,
fauna, dan alam benda
2.	 Memahami langkah-langkah dan teknik menggambar
flora, fauna, dan alam benda
3.	 Mengerjakan tugas tentang menggambar flora, fauna,
dan alam benda dengan percaya diri
4.	 Mengerjakan tugas tentang menggambar flora, fauna,
dan alam benda dengan disiplin
5.	 Mengerjakan tugas tentang menggambar flora, fauna,
dan alam bendadengan usaha keras
6.	 Mengerjakan tugas tentang menggambar flora, fauna,
dan alam benda dengan tuntunan
7.	 Menghargai keindahan karya gambar flora, fauna, dan
alam benda sebagai anugerah Tuhan Yang Maha kuasa
8.	 Menghargai karya tentang gambar flora, fauna, dan
alam benda yang saya hasilkan
9.	 Menghargai karya tentang gambar flora, fauna, dan
alam benda yang dihasilkan teman
Jumlah
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
14 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Menggambar Ragam Hias
BAB
2
ALUR PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan keragaman pada ragam hias Indonesia,
2.  Mengidentifikasi keunikan ragam hias Indonesia,
3.  Mengeksplorasi ragam hias flora, fauna, dan geometris dalam bentuk
gambar, dan
4. Mengomunikasikan hasil karya ragam hias baik secara lisan maupun
tulisan.
Pada pelajaran Bab 2, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan
berkreasi seni rupa, yaitu:
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
15Seni Budaya
	 Keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia sangat kaya dan beragam.
Setiap daerah memiliki kekayaan tersebut dan menjadi ciri atau simbol suatu daerah.
Kekayaan flora dan fauna kemudian oleh masyarakat diabadikan pada bentuk-bentuk
ragam hias. Ragam hias ini dapat dijumpai pada bangunan atau arsitektur rumah-
rumah adat daerah sebagai simbol yang memiliki nilai-nilai kearifan lokal. Ragam
hias flora dan fauna menggunakan bahan dan teknik yang berbeda. Ada ragam hias
yang dibuat di atas kayu, kain, kulit, dan serta tembaga. Amatilah beberapa gambar
ragam hias di bawah ini.
1
3
5
2
4
6
Setelah kalian mengamati gambar di atas, jawablah beberapa pertanyaan di
bawah ini:
1. Jelaskan faktor apa saja yang dapat mendukung keindahan gambar ragam hias
berikut ini.
2. Kesimpulan apa yang dapat kamu berikan pada gambar ragam hias di atas ini?
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
16 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Format Diskusi Hasil Pengamatan Ragam Hias
	 Nama anggota	 :
	 Nama ragam hias yang diamati	 :
	 Hari/tanggal pengamatan 	 :
No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan
1 Jenis ragam hias
2 Media gambar ragam hias
3 Teknik menggambar ragam hias
1. Kamu dapat mengamati ragam hias dari sumber lain seperti
internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber
belajar lainnya.
2. Kamu dapat mengamati ragam hias yang berkembang di
daerahmu, namun juga dapat mengamati ragam hias dari
daerah lain.
Setelah kamu mengisi kolom tentang ragam hias tersebut, kemudian
diskusikanlah dengan teman-teman dan isilah kolom di bawah ini.
No. Gambar Jenis dan Bahan
1
2
3
4
5
6
Format Lembar Diskusi
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
17Seni Budaya
A. Pengertian Ragam Hias
Ragam hias atau ornamen merupakan
bentukkaryaseni rupa yang sudah berkembang
sejak zaman prasejarah. Indonesia sebagai
negara kepulauan memiliki banyak ragam
hias. Ragam hias di Indonesia dipengaruhi oleh
faktor lingkungan alam, flora dan fauna, serta
budaya masing-masing daerah. Keinginan
untukmenghias merupakan naluriatauinsting
manusia. Selain itu, pembuatan ragam hias
juga didasarkan atas kebutuhan masyarakat
baik yang bersifat praktis maupun yang terkait
dengan kepercayaan atau agama. Terdapat
ragam hias memiliki makna simbolis karena
mengandung nilai-nilai budaya yang terdapat
di masyarakat pendukungnya. Menggambar
ragam hias dapat dilakukan dengan stilasi
(penggayaan) dengan menyederhanakan
bentuk objek yang menjadi sumbernya dengan
pertimbangan keindahan. Selain itu, gambar
hias juga harus disesuaikan dengan fungsinya.
	
B. Motif Ragam Hias
Ragam hias merupakan karya seni
rupa  yang diambil dari bentuk-bentuk flora
(vegetal), fauna (animal), figural (manusia),
dan bentuk geometris. Ragam hias tersebut
dapat diterapkan pada media dua dan tiga
dimensi.
1. Ragam Hias Flora
	Flora sebagai sumber objek motif
ragam hias dapat dijumpai hampir di
seluruh pulau di Indonesia. Ragam hias
dengan motif flora (vegetal)   mudah
dijumpai pada barang-barang seni,
seperti batik, ukiran, kain sulam, kain
tenun, dan bordir.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 2.2 Objek
gambar ragam hias
fauna
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 2.1 Objek
gambar ragam hias fauna
(stilasi)
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 2.3 Objek gambar
ragam hias fauna (deformasi)
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 2.4 Jenis ragam hias flora pada
media tekstil
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
18 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
2. 	 Ragam Hias Fauna (Animal)
	Bentuk motif animal dapat dibuat berdasarkan
berbagai jenis binatang, misalnya burung, gajah,
cicak, ikan, dan ayam. Dalam membuat ragam
hias, motif hias animal bisa digabung dengan
motif hias vegetal atau motif geometrik. Sebagai
contoh, untuk menggambar ragam hias dengan
motif burung, dilakukan langkah-langkah berikut.
1)	Membuat gambar kontur burung dengan
penggayaan tertentu sebagai pola gambar ragam
hias.
2)	Membuat garis-garis atau bentuk motif
tambahan (misalnya motif vegetal) untuk
mengisi pola tersebut.
3)	Selesaikan gambar dengan mengisi bidang-
bidang dengan warna yang menarik.
	Motif ragam hias daerah di Indonesia banyak
menggunakan hewan sebagai objek ragam hias.
Daerah-daerah tersebut seperti Yogyakarta, Bali,
Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Motif ragam hias fauna tersebut dapat dijumpai
pada hasil karya batik, ukiran, sulaman, anyaman,
tenun, dan kain bordir.
	Ragam hias bentuk fauna dapat dijadikan
sarana untuk memperkenalkan kearifan lokal
daerah tertentu di Indonesia seperti burung
cendrawasih di Papua, komodo di Nusa Tenggara
Timur, dan gajah di Lampung.
3. 	 Ragam Hias Geometris
	Ragam hias geometris merupakan motif hias
yang dikembangkan dari bentuk-bentuk geometris
dan kemudian digayakan sesuai dengan selera dan
imajinasi pembuatnya. Gaya ragam hias geometris
dapat dijumpai di seluruh daerah di Indonesia,
seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi,
dan Papua.
	Ragam hias geometris dapat dibuat dengan
menggabungkan bentuk-bentuk geometris ke
dalam satu motif ragam hias.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 2.5 Ragam hias fauna
corak pesisir
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 2.6 Ragam hias campuran
flora dan fauna pada media kayu
dengan teknik ukir, corak Bali
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 2.7 Ragam hias geometris
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
19Seni Budaya
4. Ragam Hias Figuratif
	Bentuk ragam hias figuratif berupa objek
manusia yang digambar dengan mendapatkan
penggayaan bentuk. Ragam hias figuratif biasanya
terdapat pada bahan tekstil maupun bahan kayu,
yang proses pembuatannya dapat dilakukan dengan
cara menggambar.
C. Pola Ragam Hias
	 Bentuk ragam hias umumnya memiliki
pola atau susunan yang diulang-ulang. Pada
bentuk ragam hias yang lain, pola yang
ditampilkan dapat berupa pola ragam hias yang
teratur, terukur dan memiliki keseimbangan.
Pola ragam hias geometris dapat ditandai
dari bentuknya seperti persegi empat, zigzag,
garis silang, segitiga, dan lingkaran. Pola
bidang tersebut merupakan pola geometris
yang bentuknya teratur. Bentuk lain dari pola
geometris adalah dengan mengubah susunan
pola ragam hias menjadi pola ragam hias
tak beraturan dan tetap memperhatikan segi
keindahan.
D. Teknik Menggambar Ragam Hias
Gambar ragam hias sangat bervariatif, ada yang
diambil  dari flora, fauna, manusia,  dan bentuk-bentuk
geometris. Bentuk gambar ragam hias, dapat berupa
pengulangan maupun sulur-suluran. Pada saat kamu
ingin menggambar ragam hias ada beberapa aturan
yang harus diperhatikan, sebagai berikut.
1)	 Perhatikan pola bentuk ragam hias yang akan
digambar.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 2.8 Ragam hias
manusia
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 2.9 Pola ragam hias geometris
beraturan
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 2.10 Pola ragam hias geometris
tidak beraturan
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
20 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
2)	 Persiapkan alat dan media gambar.
3)	 Tentukan ukuran pola gambar yang akan dibuat.
4)	 Buat sketsa di salah satu kotak/bidang yang telah dibuat
sebelumnya.
5)	 Buat bentuk yang sama (bisa dijiplak) pada bidang yang lain.
6)	 Mewarnai gambar
Setelah membaca konsep tentang gambar
ragam hias, jawablah pertanyaan di
bawah ini:
1.	 Stilasi ini diambil dari bentuk
apa?
2.	 Bagaimana langkah-langkah
pembuatannya?
3.	 Jelaskan bagaimana pola
penempatan motifnya.
1. Menggambar Ragam Hias Flora (vegetal)
	 Ragam hias flora dapat kamu lihat di berbagai macam
benda atau barang. Gambar ragam hias flora memiliki bentuk
dan pola yang beraneka ragam. Setiap daerah di Indonesia
memiliki ragam hias flora dengan ciri khasnya masing-masing.
Kamu sekarang bisa menggambar ragam hias dengan mudah.
Kamu bisa menggunakan pola pengulangan maupun sulur-
suluran.
	 Ragam hias dapat diambil dari objek daun tunggal yang
kemudianbisastilasisesuaidenganimajinasidankreativitasmu.
Menggambar objek daun tunggal dapat dilakukan dengan
beberapa tahapan sebagai stilasi dari Gambar 2.11.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 2.11 Daun tunggal
Aktivitas Mengeksplorasi Ragam Hias
Kegiatan 1
1.	 Kamu dapat menggambar ragam hias flora.
2.	 Kamu dapat menggambar dengan mencari contoh dari berbagai sumber
belajar.
3.	 Tujuan melakukan eksplorasi pada Kegiatan 1 ini agar kamu memiliki
kemampuan teknik menggambar secara baik.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
21Seni Budaya
1.	 Buatlah pola ragam hias yang yang akan digambar.
Perhatikan komposisi pola ragam hiasnya.
	
2.	 Tetapkan letak objek gambar pada tempat yang sudah
ditentukan.
3.	 Lengkapi gambar dengan pensil warna.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 2.12 Pola dasar
ragam hias
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 2.13 Letak daun
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 2.14 Ragam hias
flora
2. Menggambar Ragam Hias Fauna
	Bentuk ragam hias fauna memiliki keindahan dan
keunikan yang sama dengan ragam hias flora. Jenis fauna
yang biasa diambil sebagai objek gambar ragam hias, yaitu
burung, gajah, cicak, ikan, dan ayam. Ragam hias fauna bisa
digabung dengan ragam hias flora atau hanya sejenis saja.
	Beberapa tahapan dalam menggambar ragam hias fauna
sebagai berikut.
1)	 Tentukan jenis fauna yang akan dibuat gambar ragam
hiasnya.
2)	 Buatlah pola gambar ragam hiasnya.
3)	 Berilah warna pada hasil gambar ragam hiasnya.
Aktivitas Mengeksplorasi Ragam Hias
Kegiatan 2
1.	 Kamu dapat menggambar ragam hias flora dengan mencari contoh dari
berbagai sumber belajar.
2.	 Tujuan melakukan eksplorasi pada kegiatan 2 ini agar kamu dapat
mengenal karakter flora sehingga gambar yang kamu buat lebih baik.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
22 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
1
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 2.15 Tahapan menggambar ragam hias fauna
2 3 4
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 2.16 Ragam hias fauna
1. Membuat gambar
bulatan besar dan kecil
sebagai badan dan kepala
burung.
2. Melengkapi gambar
dengan bentuk sayap, ekor,
kaki, jambul, mata, dan
paruh.
3. Menambahkan garis-garis
untuk menghias bagian ekor
dan sayap.
4. Menyelesaikan dengan
mengisi bidang-bidang
dengan warna yang menarik.
Aktivitas Mengeksplorasi Ragam Hias
Kegiatan 3
1.	 Kamu dapat menggambar ragam hias geometris dengan mencari contoh
dari berbagai sumber belajar.
2.	 Tujuan melakukan eksplorasi pada kegiatan 3 ini agar kamu pengetahuan
tentang pola pembentukan ragam hias geometris.
3. Menggambar Ragam Hias Geometris
	 Hiasgeometrismerupakanmotifhias yang dikembangkan
dari bentuk-bentuk dalam geometri, misalnya segitiga, segi
empat dan lingkaran. Penggunaan motif geometris dapat
dijumpai di berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa,
Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Ragam hias
geometris dapat dibuat dengan menggabungkan bentuk-
bentuk geometris
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
23Seni Budaya
Beberapa tahapan dalam menggambar ragam hias
geometris.
1) Membuat ukuran pola bidang gambar geometris
2) Membuat gambar geometris
3) Mewarnai ragam hias geometris
4. Menggambar ragam hias manusia  (figuratif)
Motif hias figuratif menggunakan motif
manusia yang digambar dengan penggayaan
tertentu. Motif hias ini misalnya digunakan
pada karya tekstil maupun karya kayu,
yang dibuat dengan teknik menggambar
atau mengukir. Motif manusia misalnya
ditemukan di Jawa, Bali, dan Papua.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 2.17 Ragam hias manusia
daerah Kalimantan
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
24 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 2.18 Ragam hias manusia daerah Papua
Aktivitas Mengeksplorasi Ragam Hias
Kegiatan 4
1.	 Kamu dapat menggambar ragam hias geometris dengan mencari contoh dari berbagai
sumber belajar.
2.	 Tujuan melakukan eksplorasi pada kegiatan 3 ini agar kamu dapat membuat stilasi
dan  defomasi bentuk ragam hias figuratif dengan baik.
Mengenal Tokoh Rupa
	 Pelukis besar kelahiran Kisaran,
Sumatra Utara, 14 Desember 1913, ini sangat
menguasai teknik melukis dengan hasil
lukisan yang berbobot. Dia guru bagi beberapa
pelukis Indonesia. Selain itu, dia mempunyai
pengetahuan luas tentang seni rupa. Dia
kritikus seni rupa pertama di Indonesia.
	 Ia seorang nasionalis yang menunjukkan
pribadinya melalui warna-warna dan pilihan
subjek. Sebagai kritikus seni rupa, dia sering
mengecam Basoeki Abdullah sebagai tidak
nasionalistis, karena melukis perempuan
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
25Seni Budaya
cantik dan pemandangan alam. Sehingga Pak Djon dan Basuki dianggap sebagai
musuh bebuyutan, bagai air dan api, sejak 1935.
	 Tapi beberapa bulan sebelum Pak Djon meninggal di Jakarta, 25 Maret
1985, pengusaha Ciputra mempertemukan Pak Djon dan Basuki bersama Pelukis
Affandi dalam pameran bersama di Pasar Seni Ancol, Jakarta. Sehingga Menteri
P&K Fuad Hassan, ketika itu, menyebut pameran bersama ketiga raksasa seni
lukis itu merupakan peristiwa sejarah yang penting.
	 Pak Djon lahir dari keluarga transmigran asal Pulau Jawa, buruh perkebunan
di Kisaran, Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda Sumatera Utara.
Namun sejak usia empat tahun, ia menjadi anak asuh. Yudhokusumo, seorang
guru HIS, tempat Djon kecil sekolah, melihat kecerdasan dan bakatnya dan
mengangkatnya sebagai anak.Yudhokusumo, kemudian membawanya ke Batavia
tahun 1925.
	 Djon menamatkan HIS di Jakarta. Kemudian SMP di Bandung dan SMA
Taman Siswa di Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978) Yogyakarta. Dia
pun sempat kursus montir sebelum belajar melukis pada RM Pirngadie selama
beberapa bulan dan pelukis Jepang Chioji Yazaki di Jakarta. Bahkan sebenarnya
pada awalnya di lebih mempersiapkan diri menjadi guru daripada pelukis. Dia
sempat mengajar di Taman Siswa. Setelah lulus Taman Guru di Perguruan Taman
Siswa Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978) Yogyakarta, ia ditugaskan
Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama Ki Hajar
Dewantara untuk membuka sekolah baru di Rogojampi, Madiun tahun 1931.
	 Namun, Sudjojono yang berbakat melukis dan banyak membaca tentang
seni lukis modern Eropa, itu akhirnya lebih memilih jalan hidup sebagai
pelukis. Pada tahun 1937, dia pun ikut pameran bersama pelukis Eropa di
Kunstkring Jakarya, Jakarta. Keikutsertaannya pada pameran itu, sebagai awal
yang memopulerkan namanya sebagai pelukis. Bersama sejumlah pelukis, ia
mendirikan Persagi (Persatuan Ahli-ahli Gambar Indonesia), 1937. Sebuah
serikat yang kemudian dianggap sebagai awal seni rupa modern Indonesia. Dia
sempat menjadi sekretaris dan juru bicara Persagi.
	 Sudjojono, selain piawai melukis, juga banyak menulis dan berceramah
tentang pengembangan seni lukis modern. Dia menganjurkan dan menyebarkan
gagasan, pandangan dan sikap tentang lukisan, pelukis dan peranan seni dalam
masyarakat dalam banyak tulisannya. Maka, komunitas pelukis pun memberinya
predikat: Bapak Seni Lukis Indonesia Baru.
	 Lukisannya punya ciri khas kasar, goresan dan sapuan bagai dituang begitu
saja ke kanvas. Objek lukisannya lebih menonjol pada pemandangan alam, sosok
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
26 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
manusia, serta suasana. Pemilihan objek itu lebih didasari hubungan batin, cinta,
dan simpati sehingga tampak bersahaja. Lukisannya yang monumental antara
lain berjudul: Di Depan Kelambu Terbuka, Cap Go Meh, Pengungsi dan Seko.
	 Dalam komunitas seni-budaya, kemudian Djon masuk Lekra, lalu masuk
PKI. Dia sempat terpilih mewakili partai itu di parlemen. Namun pada 1957,
ia membelot. Salah satu alasannya, bahwa buat dia eksistensi Tuhan itu positif,
sedangkan PKI belum bisa memberikan jawaban positif atas hal itu. Di samping
ada alasan lain yang tidak diungkapkannya yang juga diduga menjadi penyebab
Djon menceraikan istri pertamanya, Mia Bustam. Lalu dia menikah lagi dengan
penyanyi Seriosa, Rose Pandanwangi. Nama isterinya ini lalu diabadikannya
dalam nama Sanggar Pandanwangi. Dari pernikahannya dia dianugerahi 14 anak.
	 Di tengah kesibukannya, dia rajin berolah raga. Bahkan pada masa
mudanya, Djon tergabung dalam kesebelasan Indonesia Muda, sebagai kiri luar,
bersama Maladi (bekas Menteri penerangan dan olah raga) sebagai kiper dan
Pelukis Rusli kanan luar.
	 Itulah Djon yang sejak 1958 hidup sepenuhnya dari lukisan. Dia juga
tidak sungkan menerima pesanan, sebagai suatu cara profesional dan halal untuk
mendapat uang. Pesanan itu, juga sekaligus merupakan kesempatan latihan
membuat bentuk, warna dan komposisi.
	 Ada beberapa karya pesanan yang dibanggakannya. Di antaranya, pesanan
pesanan Gubernur DKI, yang melukiskan adegan pertempuran Sultan Agung
melawan Jan Pieterszoon Coen, 1973. Lukisan ini berukuran 300310 meter, ini
dipajang di Museum DKI Fatahillah.
	 Secara profesional, penerima Anugerah Seni tahun 1970, ini sangat
menikmati kepopulerannya sebagai seorang pelukis ternama. Karya-karyanya
diminati banyak orang dengan harga yang sangat tinggi di biro-biro lelang luar
negeri. Bahkan setelah dia meninggal pada tanggal 25 Maret 1985 di Jakarta,
karya-karyanya masih dipamerkan di beberapa tempat, antara lain di: Festival
of Indonesia (USA, 1990-1992); Gate Foundation (Amsterdam, Holland, 1993);
Singapore Art Museum (1994); Center for Strategic and International Studies
(Jakarta, Indonesia, 1996); ASEAN Masterworks (Selangor, Kuala Lumpur,
Malaysia, 1997-1998)
Sumber: wwww.tokohindonesia.com
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
27Seni Budaya
E. Uji Kompetensi
F. Rangkuman
		 Menggambar ragam hias memiliki pola bentuk gambar
yang teratur dan pola gambar yang tidak teratur. Pola gambar
teratur memiliki ukuran pola yang sama. Beberapa daerah di
Indonesia seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali,
Madura, dan Papua memiliki pola ragam hias menggunakan
pola yang teratur. Pada pola ragam hias yang tidak teratur,
ragam hias dibuat lebih ekspresif dan dinamis.
	 Menggambar ragam hias bagi sebagian masyarakat
Indonesia bertujuan sebagai penghormatan kepada roh nenek
moyang atau mencari keselamatan hidup misalnya pada gambar
ragam hias bentuk manusia. Menggambar ragam hias bentuk
manusia dapat diberi warna hijau, biru, dan dibuat secara utuh
atau diambil bagian tubuh tertentu saja seperti bagian muka.
	 Gambar ragam hias dapat dibuat dengan cara
disederhanakan atau dilebih-lebihkan. Gambar ragam hias
dapat dijumpai pada pinggiran rumah adat daerah, kain batik,
atau benda-benda kerajinan lainnya. Warna yang digunakan
biasanya memiliki ciri khas dan memiliki makna simbolik.
	 Prosedur yang harus dilakukan dalam menggambar ragam
hias adalah gambar harus mengikuti bentuk pola gambar ragam
hias yang ada seperti pola gambar ragam hias yang beraturan atau
tidak beraturan. Menggambar ragam hias juga harus memperhatikan
komposisi, proporsi, keseimbangan, dan harmonisasi.
G. Refleksi
	 	 Menggambarragam  hiasflora,fauna,geometris,dan  manusia
memberikan pengetahuan tentang keanekaragaman budaya rupa
dan kearifan lokal tentang kehidupan masyarakat penggunanya.
1.	 Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam hias?
2.	 Mengapa setiap daerah memiliki corak ragam hias yang berbeda?
1.	 Buatlah ragam hias geometris pada bahan teskstil dengan ukuran
25 cm x 30 cm.
Pengetahuan
Keterampilan
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
28 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Aktivitas Mengomunikasikan
1.	 Kamu telah melakukan aktivitas pembelajaran menggambar ragam hias vegetal,
animal, figural, dan geometris.
2.	 Buatlah tabel spesifikasi pada setiap pola gambar ragam hias.
3.	 Berilah penjelasan pada setiap pola ragam hias tersebut.
Keterangan: 4= Sangat Baik, 3= Baik, 2= Cukup, 1= Kurang
Setelah mempelajari pengetahuan dan melaksanakan
praktik menggambar ragam hias vegetal, animal,
figural, dan geometris, saya dapat:
1 2 3 4 Skor
1.	 Memahami pengertian tentang menggambar ragam
hias vegetal, animal, figural, dan geometris
2.	 Memahami langkah-langkah dan teknik menggambar
ragam hias vegetal, animal, figural, dan geometris
3.	 Mengerjakan tugas tentang menggambar ragam hias
vegetal, animal, figural, dan geometris dengan percaya diri
4.	 Mengerjakan tugas tentang menggambar ragam hias
vegetal, animal, figural, dan geometris dengan disiplin
5.	 Mengerjakan tugas tentang menggambar fragam hias
vegetal, animal, figural, dan geometris dengan usaha keras
6.	 Mengerjakan tugas tentang menggambar ragam hias
vegetal, animal, figural, dan geometris sesuai dengan
ketentuan
7.	 Menghargai keindahan karya gambar fragam hias
vegetal, animal, figural, dan geometris sebagai
anugerah Tuhan Yang Maha kuasa
8.	 Menghargai karya tentang gambar ragam hias vegetal,
animal, figural, dan geometris yang saya hasilkan
9.	 Menghargai karya tentang gambar ragam hias vegetal,
animal, figural, dan geometris yang dihasilkan teman
Jumlah
Keragaman bentuk ragam hias ini menunjukkan pada
kita bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang
tak ternilai harganya.
	 Kegiatan menggambar ragam hias dapat
memupuk sikap menghargai, menghayati, dan
sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap
kelestarian budaya daerah khususnya ragam hias.
Dengan mengenal ragam hias dari berbagai daerah,
kita bisa lebih arif dan bijaksana dalam memelihara
hubungan sosial dan lingkungan.
	 Selanjutnya, lakukan penilaian diri dengan
memberikan tanda cek (P) pada kolom 1, 2, 3, dan 4
sesuai pendapatmu.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
SENI MUSIK
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
30 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Bernyanyi dengan Teknik Vokal
BAB
3
1.	 Mengidentifikasi keragaman lagu dan musik daerah sebagai warisan budaya
Indonesia
2.	 Mendeskripsikan keragaman lagu dan musik daerah,
3.	 Menyanyikan lagu daerah dengan berlatih teknik vokal, sesuai dengan gaya
serta isi lagu, dan
4.	 Mengkomunikasikan penampilan menyanyi lagu daerah secara lisan
Pada pelajaran Bab 3, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi
seni musik, yaitu:
ALUR PEMBELAJARAN
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
31Seni Budaya
Menyanyi merupakan aktivitas yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan kapan
saja. Menyanyi jenis ini sering disebut dengan menyanyi perseorangan. Menyanyi
secara unison tidak dapat dilakukan seorang diri tetapi dilakukan oleh sekumpulan
orang dengan satu suara. Pada menyanyi unisono dibutuhkan kerjasama dan saling
peduli sehingga suara yang ditimbulkan menjadi harmoni.
Setelah kalian mengamati partitur lagu Anging Mamiri di atas, jawablah
beberapa pertanyaan di bawah ini:
1.	 Dapatkah kamu membaca notasi angka atau notasi balok lagu Anging Mamiri?
2.	 Apakah kamu bisa menyanyikan lagu tersebut?
3.	 Jika kamu sudah bisa menyanyikan lagu Anging Mamiri, apakah lagu yang kamu
nyanyikan sesuai dengan partitur atau teks lagunya?
4.	 Tahukah kamu asal-usul lagu Anging Mamiri?
5.	 Ceritakan isi lagu Anging Mamiri dalam bahasa Indonesia.
6.	 Apakah kamu dapat menyanyikan nada-nada yang panjang yang bernilai empat
hitungan pada lagu Anging Mamiri?
7.	 Tahukah kamu sumber suara manusia? Jelaskan.
8.	 Apakah aspek kesehatan memengaruhi mutu suara penyanyi? Jelaskan alasannya.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
32 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Format Diskusi Hasil Pengamatan Lagu Daerah
	 Nama anggota 	 :
	 Judul lagu yang diamati 	 :
	 Hari/tanggal pengamatan 	 :
No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan
1 Identifikasi lagu dan alat musik daerah
2 Karakteristik dan gaya musik
3 Tokoh musik daerah
1.	 Kamu dapat mengamati partitur lagu dari sumber lain seperti
internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber belajar
lainnya.
2.	 Kamudapatmengamatipartiturlaguyangberkembangdi daerahmu,
namun juga dapat mengamati lagu dari daerah lain.
Setelah kamu mengisi kolom tentang asal musik daerah tersebut, kemudian
diskusikanlah dengan teman-teman dan isilah kolom di bawah ini.
Format Lembar Diskusi
No.
Gambar
Judul Lagu Asal Daerah
1
2
3
4
5
6
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
33Seni Budaya
	 Warisan budaya Indonesia beraneka
ragam. Lagu-lagu daerah merupakan kekayaan
dan warisan budaya Indonesia. Warisan budaya
Indonesia yang diakui dunia (UNESCO) dan
dikelompokkan menjadi, warisan alam, cagar
alam atau situs, dan karya tak benda. Warisan
budaya yang telah diakui antara lain Taman
Nasional Ujung Kulon di Banten, Taman Nasional
Komodo di Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional
Leuser diAceh, Candi Borobudur dan Prambanan,
Situs manusia purba di Sangiran, wayang kulit,
keris, batik, angklung, subak di Bali, noken dari
Papua, dan tari Saman dari Aceh.
	 Bernyanyi unisono adalah bernyanyi satu
suara seperti menyanyikan melodi suatu lagu.
Partitur lagu bernyanyi unisono hanya melodi
pokoknya saja. Lagu daerah yang merupak
an warisan budaya dapat dinyanyikan secara
unisono.
A. Bernyanyi secara Unisono
Mari kita praktikkan lagu daerah berikut secara unisono.
1) Anging Mamiri
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 3.1 Festival seni tingkat
nasional di Makassar
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
34 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
2) O Ina Ni Keke
3) Bungong Jeumpa
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
35Seni Budaya
1. Teknik Vokal
Pada acara pencarian bakat di
televisi. Istilah-istilah dalam teknik
vokal sering kita temukan pada
komentar dewan juri. Istilah-istilah
itu antara lain: kejelasan ucapan,
kebenaran pemenggalan ucapan
pada kalimat lagu (frasering), sikap
dalam bernyanyi, dan kemampuan
menyanyikan nada tinggi dan
rendah. Berikut ini arti istilah
tersebut.
a.	Artikulasi adalah cara
pengucapan kata demi kata yang
baik dan jelas.
b.	Phrasering adalah aturan
pemenggalan kalimat yang
baik dan benar sehingga mudah
dimengerti dan sesuai dengan
kaidah-kaidah yang berlaku.
c.	 Intonasi adalah tinggi rendahnya
suatu nada yang harus dijangkau
dengan tepat.
2. Teknik Pernapasan
Pernapasan dalam teknik vokal
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu
seperti berikut:
a. Pernapasan Dada
	 Dilakukan dengan cara mengisi
udara dalam paru-paru bagian atas.
Pernapasan ini sangat pendek dan
tidak cocok digunakan dalam vokal.
Dalam pernapasan dada, bagian
tubuh yang mengembang adalah
dada. jenis pernapasan ini biasa
dipakai untuk menghasilkan nada-
nada rendah. Namun kelemahannya
sang penyanyi akan mudah kehabisan
napas sehingga kurang baik dipakai
ketika bernyanyi.
Info Kesehatan Organ Suara
Bernyanyi adalah bermusik dengan
menggunakan organ suara manusia,
Organ suara dalam menjadi alat musiknya.
Oleh karena itu, aspek kesehatan sangat
memengaruhi mutu suara dalam bernyanyi.
Jikakitademam, batuk, pilekataumenderita
gangguan saluran pernapasan, kita tidak
dapat bernyanyi dengan baik, bahkan sering
kitatidakdapat berbicara. Untukitu,hindari
pola hidup kurang sehat. Hindari rokok dan
narkoba karena dapat merusak tubuh dan
organ suara manusia.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 3.2 Merokok merusak kesehatan
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 3.3 Organ Suara
Manusia
B. Teknik Vokal dan Organ Suara Manusia
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
36 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
b. Pernapasan Perut
	Dilakukan dengan cara membuat perut
berongga besar sehingga udara luar dapat
masuk. Pernapasan ini kurang efektif untuk
vokal karena udara dengan cepat dapat keluar
sehingga paru-paru menjadi lemah dan cepat
letih. Dalam pernapasan perut, bagian tubuh yang
mengembang adalah perut. Jenis pernapasan ini
dapat menghasilkan suara yang sangat keras.
Namun tidak begitu baik digunakan dalam
bernyanyi.
c. Pernapasan Diafragma
	 Saat diafragma menegang atau lurus
maka rongga dada dan rongga perut menjadi
longgar dan volume menjadi bertambah.
Volume yang bertambah ini mengakibatkan
tekanan berkurang sehingga udara dari
luar dapat masuk ke paru-paru dan napas
yang dikeluarkan dapat diatur secara sadar
oleh diafragma dan otot-otot bagian samping
kiri. Pernapasan ini paling cocok untuk
bernyanyi karena dapat mengambil napas
sebanyak- banyaknya dan mengeluarkan
secara perlahan-lahan dan teratur. Dalam
pernapasan diafragma udara ditarik sedalam
mungkin dan disimpan dalam diafragma.
Lalu dikeluarkan secara perlahan sewaktu
bernyanyi. Pernapasan ini memungkinkan
kita menghasilakan suara murni dengan
napas yang panjang
Setelah membaca konsep teknik
vokal dalam bernyanyi, jawablah
pertanyaan di bawah ini:
1.	 Jelaskan hubungan kesehatan fisik,
teknik yang digunakan, dan mutu
suara ketika bernyanyi.
2.	 Jelaskan keunikan musik yang kamu
amati di daerahmu!
3.	 Bagaimana tanggapanmu tentang
orang yang kurang peduli terhadap
seni budaya bangsanya?
4.	 Bagaimana memberi pengertian
bahwa seni budaya merupakan harta
yang tak ternilai harganya?
	 Latihan vokal dapat dilakukan sambil
menyanyi, yaitu dengan melakukan eksplorasi
lagu model (lagu yang sudah dikenal dan
digunakan untuk mengenal konsep elemen
musik). Lagu model tersebut dinyanyikan
dengan cara merubah nada dasar secara
berturut-turut naik dan turun.
C. Berlatih Vokal
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
37Seni Budaya
Aktivitas Mengasosiasi
NyanyikanlaguApuselagudaerahdariPapuasecaraberturutdenganmengubahnada
dasar lebih tinggi, kemudian berangsur-angsur menjadi tambah tinggi. Kemudian,
nyanyikan dengan nada lebih rendah, dan tambah rendah. Setelah itu, menyanyikan
lagu apuse dengan dinamik lain misalkan stakato legato.
Praktikanlah lagu Apuse dari Papua berikut ini.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
38 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Praktikanlah lagu Hymne Cinta Alam berikut ini.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
39Seni Budaya
E. Rangkuman
Senibudayaadalahhartayangtakternilaiharganyadanmerupakan
aset bangsa, kita dapat menikmati, melestarikan mempromosikan
ke semua pihak sehingga dapat memperoleh kesejahteraan bersama.
Kita mesti malu jika menganggap seni budaya kita kuno, sementara
bangsalainmaubelajarangklung,gamelan,batik,makanantradisional
Indonesia. Untuk itu, kita wajib menjaga dan mengembangkannya.
Praktik bernyanyi satu suara dikenal dengan sebutan unisono.Agar
mutu suara baik dapat kita nikmati, sebaiknya kita perlu memelihara
organ suara kita dan menerapkan teknik bernyanyi yang baik.
F. Refleksi
Menyanyi merupakan aktivitas yang sering dilakukan dan didengar
dalam kehidupan sehari-hari. Pada hakikatnya, semua orang dapat
bernyanyi karena suara atau vokal merupakan unsur utama dalam
bernyanyi. Tuhan menganugerahkan suara kepada kita sehingga dapat
berbicara dan bersuara. Kita yang dianugerahi bisa bersuara wajib
bersyukur karena Tuhan juga menganugerahkan pada sebagian orang
tidak dapat bersuara (tuna rungu). Rasa syukur kita dapat diwujudkan
dengan melakukan perkataan yang baik kepada sesama.
Berbicara atau bersuara juga bernyanyi memerlukan pernapasan
yang baik. Untuk itu, kita memiliki tanggung jawab, motivasi pribadi
serta menjaga anugerah Tuhan dalam bentuk alat-alat pernapasan
1.	 Jelaskan 3 syarat utama agar memiliki pernapasan yang baik.
2.	 Mengapa kita harus menguasai teknik bernyanyi dengan benar?
1.	 Nyanyikan salah satu lagu yang kamu kuasai dengan teknik yang benar
Pengetahuan
Keterampilan
D. Uji Kompetensi
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
40 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
dengan melakukan hidup sehat. Ini berarti jangan melakukan hal-
hal yang dapat merusak kesehatan pernapasan seperti merokok.
Pernapasan sumber hidup maka jangan rusak pernapasan karena
sama saja dengan merusak sumber hidup.
Selanjutnya, lakukan penilaian diri dengan memberikan
tanda cek (P) pada kolom 1, 2, 3, dan 4 sesuai pendapatmu.
Setelah mempelajari pengetahuan dan melaksanakan
teknik vokal dalam bernyanyi lagu secara unisono, saya
dapat:
1 2 3 4 Skor
1.	 Memahami pengertian teknik vokal dalam bernyanyi
lagu secara unisono
2.	 Memahami langkah-langkah dan teknik vokal dalam
bernyanyi lagu secara unisono
3.	 Mengerjakan tugas tentang teknik vokal dalam
bernyanyi lagu secara unisono dengan percaya diri
4.	 Mengerjakan tugas tentang teknik vokal dalam
bernyanyi lagu secara unisono dengan disiplin
5.	 Mengerjakan tugas tentang teknik vokal dalam
bernyanyi lagu secara unisono dengan usaha keras
6.	 Mengerjakan tugas tentang teknik vokal dalam
bernyanyi lagu secara unisono sesuai dengan ketentuan
7.	 Menghargai keindahan karya musik vokal secara
unisono sebagai anugerah Tuhan Yang Mahakuasa
8.	 Menghargai karya tentang teknik vokal dalam
bernyanyi lagu secara unisono yang saya hasilkan
9.	 Menghargai karya tentang teknik vokal dalam
bernyanyi lagu secara unisono yang dihasilkan teman
Jumlah
Keterangan: 4= Sangat Baik, 3= Baik, 2= Cukup, 1= Kurang
Aktivitas Mengomunikasikan
1.	 Buat tulisan tentang latihan pernapasan yang dilakukan oleh temanmu.
2.	 Tulisan maksimum 50 kata dan berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan
oleh salah satu kelompok. Tulisan memberikan kritik yang membangun
sehingga kamu dan teman mengetahui kelemahan dan kekurangan sehingga
dapat melakukan pertunjukan musik lebih baik lagi.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
41Seni Budaya
Bermain Musik Ansamble
BAB
4
1.	 Mencintai keragaman warisan budaya terutama lagu-lagu dan musik daerah,
2.	 Melakukan asosiasi alat musik dari daerah-daerah di Indonesia, dengan
gaya dan keramah-tamahan masing-masing suku bangsa,
3.	 Memainkan musik ansambel lagu-lagu daerah di Indonesia, dan
4.	 Memainkan alat musik melodis lagu daerah sesuai dengan gaya dan isi lagu.
Pada pelajaran Bab 4, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi
seni musik, yaitu:
ALUR PEMBELAJARAN
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
42 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Ketika kita menyanyikan sebuah lagu diperlukan musik pengiring baik yang
dilakukan dengan menggunakan peralatan musik maupun media lain. Musik
ansambel merupakan salah satu sekumpulan permainan alat musik secara sederhana.
Setiap alat musik memerlukan teknik bermain yang berbeda. Amati beberapa gambir
alat musik di bawah ini.
Setelah kalian mengamati gambar alat musik daerah di atas, jawablah
beberapa pertanyaan di bawah ini:
1.	 Apakah kamu pernah memainkan alat musik?
2.	 Di mana kamu biasa memainkan alat musik?
3.	 Alat musik apa yang kamu mainkan?
1
3
5
2
4
6
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
43Seni Budaya
Format Diskusi Hasil Pengamatan Alat Musik Daerah
	 Nama anggota 	 :
	 Alat musik yang diamati 	 :
	 Hari/tanggal pengamatan 	 :
No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan
1 Teknik
2 Bahan
3 Bunyi yang Dihasilkan
1.	 Kamu dapat mengamati alat musik daerah dari sumber lain
seperti internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber
belajar lainnya.
2.	 Kamu dapat mengamati alat musik daerah yang berkembang di
daerahmu, namun juga dapat mengamati lagu dari daerah lain.
Setelah kamu mengisi kolom tentang alat musik daerah tersebut, kemudian
diskusikanlah dengan teman-teman dan isilah kolom di bawah ini.
Format Lembar Diskusi
No.
Gambar
Nama Alat Musik Teknik Memainkan
1
2
3
4
5
6
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
44 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
A. Musik Ansambel
Alat musik dalam permainan musik ansambel menurut
fungsinya dapat dibagi menjadi tiga kelompok, sebagai berikut.
1. Kelompok Alat Musik Ritmis
	Alat ini berfungsi untuk memberikan irama. Contoh:
triangle, gendang dan, ketipung.
2. Kelompok Alat Musik Melodis
Alat musik melodis adalah alat musik yang berfungsi
membawakan melodi suatu lagu. Oleh karena itu, alat musik
ini memiliki nada- nada sehingga dapat mengeluarkan
rangkaian nada. Contoh: rebab dan mandolin.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 4.1 Contoh alat musik ritmis, bedug dan rebana
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 4.2 Contoh alat musik melodis, saluang dan saron
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
45Seni Budaya
3. Kelompok Alat Musik Harmonis
Alat musik harmonis adalah alat musik yang berfungsi sebagai
pengiring dan dapat mengeluarkan paduan nada sekaligus.
Contoh: sampek dan sasando.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 4.3 Contoh alat musik harmonis, sampek dan sasando
B. Musik Indonesia
Musik Indonesia amat beragam ada
musiktradisional dan ada musikmodern,
antara lain dangdut dan keroncong.
Masing-masing daerah juga memiliki
alat musik dengan karakteristik tersendiri
yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
Angklung telah diakui oleh UNESCO
sebagai warisan budaya.
1. Angklung
	Angklung adalah alat musik
dari daerah Jawa Barat dan Banten,
awalnya angklung merupakan alat
musik yang digunakan untuk bunyi-
bunyian berkaitan tentang panen
padi dan upacara lain yang juga
berkenaan dengan padi. Pak Daeng Sutisna seorang
guru dari Kuningan Jawa Barat sejak tahun 1938
mengembangkan angklung sebagai musik di sekolah
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 4.4 Alat musik Angklung
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
46 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
dengan membuat laras diatonik, (ObyA.R. Wiramiharja 2010),
seperti nada pada alat musik modern seperti piano, gitar, dan
alat musik lainnya. Kini alat musik angklung telah menyebar
luas ke luar negeri. Alat musik angklung berkat jasa Pak
Daeng, dibedakan menjadi angklung pembawa melodi dan
angklung pengiring. Angklung melodi terdiri dari dua tabung
bambu, sedangkan angklung pengiring terdiri atas tiga atau
empat tabung bambu. Angklung yang terdiri dari tiga tabung
bambu adalah bentuk trinada misalkan C minor, G, D dim,
sedangkan yang empat untuk catur nada misalkan G7, C7.
	 Lagu Burung Kakatua
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
47Seni Budaya
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
48 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
2. Seruling Bambu
	Alat musik seruling bambu juga berkembang seperti
angklung. Di Sulawesi Selatan yaitu di Toraja dan di Sulawesi
Utara seruling bambu telah dipakai sebagai musik ansambel,
demikian juga di Nusa Tenggara Timur. Alat musik seruling
dibedakan menjadi seruling pembawa melodi, dan seruling
pengiring. Seruling pengiring berfungsi sebagai akor dan bas.
Akor bunyi nada seruling tediri dari tiga seruling misalkan
untuk akor C mayor berarti seruling satu bunyi nadanya c,
seruling dua bunyi nadanya e, dan yang lain bunyi nadanya g.
3. Sasando
	Alat musik sasando berasal dari Kabupaten Rotedau di
NusaTenggaraTimur, yang sudah sukar dijumpai. Pakaian tenun
Rote dan Tiilangga topi khas Rote yang masih bisa dijumpai.
	 Musik sasando sekarang sudah
dimodifikasi sehingga dapat digunakan untuk
mengiringi orang bernyanyi. Pak Jer. A. P yang
tinggal di Kupang tepatnya di Liliba jalan ke arah
Timor Leste, memodi- fikasi sasando  sehingga,  
menjadi sasando elektrik. Tanpa daun lontar
suara alat musik ini sudah jelas terdengar. Alat
musik sasando mempunyai wilayah nada dari
nada G besar sampai dengan nada e3. Selain
itu dapat digunakan dalam 2 nada dasar mayor
yaitu nada dasar C dan nada dasar G. Sasando
termasuk alat musik chordofone yaitu alat musik
dengan Sumber bunyi senar. Cara memainkan
musik sasando dipetik tangan kiri memainkan
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 4.5 Orkes seruling bambu dari Nusa Tenggara Timur (NTT)
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 4.6 Sasando
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
49Seni Budaya
akor tangan kanan memainkan melodi. Urutan nada untuk
tangan kiri dalam nada dasar C = do adalah do, so, so, fa, fi, la,
ti, do, re, mi, fa, fi. Untuk melodinya dimainkan oleh tangan
kanan, nadanya so, la, ti, do, re, mi, fa, so, la, mi, re, do, ti, la,
so, fa, mi.
4. Calung
	Masyarakat banyak yang
menyamakan Calung dengan
Angklung, karena melihat bentuknya
yang hampir sama. Meskipun hampir
sama, namun cara membunyikan
alat musik tersebut sangat berbeda.
Angklung agar keluar bunyinya hanya
digoyangkan, sedangkan calung harus
dengan cara memukul batang-batang
bambu.
5. Kolintang
	Alat musik Kolintang merupakan
alat musik asli daerah Minahasa
Sulawesi Utara. Nama kolintang
menurut masyarakat Minahasa berasal
dari suaranya, tong (nada rendah),
ting (nada tinggi) dan tang (nada
biasa). Dalam bahasa daerah setempat
berarti, ajakan “Mari kita lakukan
Tong Ting Tang” atau Mangemo
kumolintang. Ajakan tersebut akhirnya
berubah menjadi kata kolintang agar
mudah dilafalkan oleh masyarakat.
C. Memainkan Alat Musik Melodis
	 Indonesia memiliki beragam alat musik melodis, yang
dibunyikan dengan teknik pukul, tiup, maupun petik. Kamu
sudah diberikan penjelasan mengenai alat musik tersebut. Kali
ini kita akan berlatih memainkan alat musik rekorder.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 4.7 Calung
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 4.8 Kolintang
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
50 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Teknik Bermain Rekorder
	 Nah, pada pembelajaran kali
ini, kita akan belajar bermain rekorder.
Rekorder alat musik bukan asli bangsa kita,
suara yang dihasilkan kurang bagus, terlebih
jika rekorder ditiup dengan keras dan tak
beraturan. Suaranya memekakkan telinga.
Telinga bisa rusak, namun demikian alat ini
praktis dan mempunyai nada yang standar,
sehingga sering kali digunakan di sekolah
untuk praktik musik ansambel.
	 Agar bunyi rekorder terdengar
bulat, maka waktu meniup bersamaan
seperti menyebut thu/tu dan tho/to. Sistem
penjarian dapat kamu lihat dalam buku
manual rekorder berikut ini.
Setelah membaca konsep teknik
vokal dalam bernyanyi, jawablah
pertanyaan di bawah ini:
1.	 Jelaskan hubungan sumber suara
manusia dengan sumber suara
pada instrumen musik, teknik
yang digunakan, dan mutu suara
ketika bernyanyi.
2.	 Jelaskan keunikan alat musik
yang kamu amati di daerahmu.
3.	 Bagaimana tanggapanmu
tentang orang yang kurang
mempedulikan seni budaya
bangsanya?
4.	 Bagaimana caranya memberi
pengertian bahwa seni budaya
merupakan harta yang tak
ternilai harganya?
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
51Seni Budaya
(Sumber: Buku manual recorder
Gambar 4.7 Teknik bermain rekorder
Nada b, a, dan g adalah nada-nada pertama yang akan dipelajari.
Nada-nada itu dimainkan berurutan. Ibu jari kiri menutup lubang
belakang (0). Jari 1, 2, dan 3 menutup dan membuka tiga lubang
nada pertama sebelah atas. Ibu jari kanan menopang rekorder.
Jari-jari tangan kanan yang belum digunakan berada kira-kira
setengan inci di atas lubang nada bawah.
	 b = ibu jari + jari 1
	 a = ibu jari + jari 1, 2
	 g = ibu jari + jari 1, 2, 3
Rasakan jari-jari menutup lubang nada. Bersikaplah dengan santai,
jangan tegang. Lakukanlah latihan tersebut berulang-ulang.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
52 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Mengenal Tokoh Musik
Ismail Marzuki adalah seorang komponis besar Indonesia yang semasa hidupnya
sudah menciptakan lebih dari 200 buah
lagu. Diantaranya lagu Sepasang Mata Bola,
Rayuan Pulau kelapa, Indonesia Pusaka,
dan lain-lain. Namanya diabadikan sebagai
nama pusat kesenian di Jakarta, yaitu Taman
Ismail Marzuki (TIM). Karyanya yang luar
biasa bagi negara membuat pemerintah
juga memberikan gelar Pahlawan Nasional
kepadanya pada 2004.
Ismail Marzuki atau Bang Maing adalah
putra Betawi asli. Lahir di Kwitang, Jakarta
pada 11 Mei 1914. Sejak kecil ia tidak banyak menerima kasih saying sang ibu,
karena ibunya meninggal ketika ia berusia tiga bulan. Sedangkan kakak kandungnya
bernama Anie Haminah yang umurnya berbeda sekitar sebelas tahun.
Ismail menempuh pendidikan di HIS Idenburg, Menteng sampai tamat kelas 7,
dilanjutkan ke MULO di jalan Menjangan, Jakarta. Saat itu ia dibelikan ayahnya alat
musik seperto harmonika, mandolin, dan lain-lain. Dengan alat musik itu ia bermain
musik dan menciptakan lagu. Lagu pertamanya berjudul O Sarinah yang ia ciptakan
saat berusia 17 tahun.
Dengan bekal ijazah MULO dan lancar berbahasa Inggris dan Belanda ia
diterima bekerja di Socony Servie Station. Tetapi ia tidak lama bekerja disana. Ismail
kemudian bekerja di perusahaan dagang KK Nies, yang menjual alat-alat musik dan
merekam piringan hitam. Ia senang bekerja disana karena bisa menyalurkan bakatnya
dalam bidang musik.
Sejak usia muda Ismail sudah menguasai berbagai alat musik. Sekitar tahun
1936 Ismail bergabung dengan perkumpulan orkes Lief Java pimpinan Hugo Dumas.
Disanalah kemampuannya meningkat pesat. Ia sangat kreatif mengaransemen lagu
beragam genre, lagu-lagu Barat, irama keroncong, maupun langgam Melayu. Ia yang
pertama memperkenalkan instrument akordean kedalam langgam Melayu sebagai
pengganti harmonium pompa.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
53Seni Budaya
Sejak itu ia memperoleh kesempatan tampil dalam siaran Nederlands Indische
Omroap Maatschapij dan tidak pernah meninggalkan dunia radio. Kegiatannya lebih
banyak menggubah dan mengaransemen lagu-lagu. Saat pendengar radio meminta
Lief java menyiarkan lagu-lagu Hawaii juga, maka dibentuk sebuah Band Hawaiian
dengan nama Sweet Java Islander yang diisi oleh Ismail, Victor Tobing, Hasan Basri,
Pek De Rosario,dan Hardjomuljo.
Karya-karya Ismail pertama mulai direkam ke piringan hitam pada 1937 yang
disambut hangat oleh para penggemar musik. Diantara lagu yang direkam antara lain
O Sarinah,Ali Baba Rumba, dan Olhe Lheu Dari Kotaradja. Setahun kemudian Ismail
mengisi suara dalam film Terang Bulan yang diperankan oleh Rd. Muchtar dalam
lagu Duduk Termenung, karena bintang film itu tidak sanggup menyanyikannya.
Kesuksesan di dunia film membuatnya diundang ke Malaysia dan Singapura dalam
serangkaian pementasan.
Salah satu lagu yang ia ciptakan pada 1939 berjudul Als De Orchideen Bloeien,
sangat memikat hati penggemar di seluruh tanah air bahkan hingga ke negeri Belanda.
Pemancar Radio Hilversium, Nederland, sering menyiarkan lagu itu atas permintaan
pendengar.
Pada masa penjajahan Jepang ia melakukan perlawanan dengan caranya sendiri
melalui lagu. Ia menggubah lagu Bisikan Tanah Air serta lagu Indonesia Pusaka.
Ia pernah dipanggil oleh Kenpetai untuk dimintai penjelasan saat lagu itu disiarkan
secara luas di radio. Ia juga membuat lagu perjuangan untuk Peta (Pembela Tanah
Air), yaitu mars Gagah Perwira. Lagu Rayuan Pulau Kelapa ia ciptakan tahun 1944.
Ia tidak sendiri, karena komposer lain seperti Cornel Simandjuntak membuat lagu
yang menggugah semangat, Maju Tak Gentar, dan Kusbini membuat lagu yang
membangkitkan perasaan Bagimu Negeri.
Ismail menikah pada 1940 dengan Eulis Zuraidah. Sampai akhir hayatnya Ismail
tidak dikaruniai anak. Tetapi ia memiliki seorang anak angkat bernama RachmiAziah.
Pada tahun 1956 Ismail jatuh sakit. Lagu terakhir yang ia ciptakan yang dibuat
pada masa sakit berjudul Inikah bahagia? Pada tanggal 25 Mei 1958 di Jakarta, Ismail
meninggal dunia di usia 44 tahun.
Sumber: wwww.tokohindonesia.com
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
54 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
E. Rangkuman
Setiap alat musik instrumen memiliki ciri dan karakter
tersendiri dalam memainkan. Ada yang ditiup, dipetik,
dipukul. Memainkan sasando dengan dipetik, angklung dengan
menguncang-guncang sehingga bagian angklung akan saling
berhentakan dan menimbulkan bunyi. Teknik memainkan alat
musik tiup berhubungan dengan pernafasan. Rekoder alat musik
tiup tentu memerlukan pernapasan yang baik dan keterampilan
dalam penjarian.
Membaca notasi merupakan kemampuan yang perlu terus
dikembangkan. Karena dianggap penting kini permainan musik
tradisi pun sudah banyak yang ditulis menggunakan notasi.
F. Refleksi
Keahlian dalam bidang tertentu membutuhkan keuletan dan
rasa tanggung jawab. Pantang menyerah merupakan salah satu
kunci untuk meraih kemampuan dalam teknik memainkan alat
musik.
D. Uji Kompetensi
1.	 Jelaskan yang dimaksud dengan musik ansambel?
2.	 Jelaskan 3 jenis musik ansambel yang kamu ketahui?
1.	 Buatlah musik ansambel secara berkelompok dari salah satu
lagu yang kamu ketahui
Pengetahuan
Keterampilan
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
55Seni Budaya
Setelah mempelajari pengetahuan dan melaksanakan
teknik bermain musik ansambel sederhana, saya dapat:
1 2 3 4 Skor
1.	 Memahami pengertian teknik bermain musik
ansambel sederhana
2.	 Memahami langkah-langkah dan teknik bermain
musik ansambel sederhana
3.	 Mengerjakan tugas tentang teknik bermain musik
ansambel sederhana dengan percaya diri
4.	 Mengerjakan tugas tentang teknik bermain musik
ansambel sederhana dengan disiplin
5.	 Mengerjakan tugas tentang teknik bermain musik
ansambel sederhana dengan usaha keras
6.	 Mengerjakan tugas tentang teknik bermain musik
ansambel sederhana sesuai dengan ketentuan
7.	 Menghargai keindahan karya musik ansambel
sederhana sebagai anugerah Tuhan Yang Mahakuasa
8.	 Menghargai karya musik ansambel sederhana yang
saya hasilkan
9.	 Menghargai karya musik ansambel sederhana yang
dihasilkan teman
Jumlah
Keterangan: 4= Sangat Baik, 3= Baik, 2= Cukup, 1= Kurang
Bagaimana pendapat kamu agar bisa meraih cita-cita atau
keahlian bidang tertentu?
Selanjutnya, lakukan penilaian diri dengan memberikan tanda
cek (√) pada  kolom 1, 2, 3, atau 4 sesuai dengan pendapatmu.
Aktivitas Mengomunikasikan
1.	 Buat tulisan tentang pertunjukan ansambel yang dibawakan oleh kelompok
lain.
2.	 Tulisan maksimum 50 kata dan berdasarkan hasil pengamatan ansambel
yang dilakukan oleh salah satu kelompok.
3.	 Tulisan memberikan kritik yang membangun sehingga kamu dan teman
mengetahui kelemahan dan kekurangan sehingga dapat melakukan
pertunjukan ansambel lebih baik lagi
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
SENI TARI
(Sumber: Dok. Kemdikbud)(Sumber: Dok. Kemdikbud)
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
57Seni Budaya
ALUR PEMBELAJARAN
1. Mengidentifikasi elemen gerak tari berdasarkan ruang, waktu, dan
tenaga
2. Mendeskripsikan elemen gerak tari berdasarkan ruang, waktu, dan
tenaga
3. Melakukan gerak tari berdasarkan ruang,waktu, dan tenaga
4. Melakukan asosiasi elemen gerak tari berdasarkan ruang, waktu, dan
tenaga dengan sikap dan sosial budaya masyarakat, dan
5. Mengomunikasikan elemen gerak tari berdasarkan ruang, waktu, dan
tenaga baik secara lisan dan/atau tertulis
Pada pelajaran Bab 5, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan
berkreasi seni tari, yaitu:
Elemen Gerak Tari
BAB
5
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
58 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
	 Mahkluk hidup setiap hari melakukan gerak. Gerak merupakan ciri utama
dari kehidupan. Gerak yang dilakukan oleh mahkluk hidup mengisi ruang dan waktu.
Ketika mahkluk hidup bergerak memerlukan tenaga. Jadi ruang-waktu-tenaga tidak
dapat dipisahkan dari gerak. Amati gambar berikut dengan seksama!
1
3
5
2
4
6
Setelah kalian mengamati gambar di atas, jawablah beberapa pertanyaan di
bawah ini:
1. Apakah ada perbedaan di setiap elemen gerak tari yang dilakukan?
2. Apakah pose gerak yang dilakukan memiliki ruang?
3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan gerak?
4. Berapa besar tenaga yang digunakan untuk melakukan gerak?
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
59Seni Budaya
1. Kamu dapat mengamati gerak tari dari sumber lain seperti internet,
menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber belajar lainnya.
2. Kamu dapat mengamati gerak tari yang berkembang di daerahmu,
namun juga dapat mengamati tarian dari daerah lain.
Format Diskusi Hasil Pengamatan Gerak Tari
	 Nama anggota 	 :
	 Nama tarian yang diamati 	 :
	 Hari/tanggal pengamatan 	 :
Setelah kamu mengisi kolom tentang asal daerah tari tradisional tersebut,
kemudian diskusikanlah dengan teman-teman dan isilah kolom di bawah ini.
No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan
1 Gerak tari berdasarkan ruang
2 Gerak tari berdasarkan waktu
3 Gerak tari berdasarkan tenaga
No.
Gambar
Nama Tarian Asal Daerah
1
2
3
4
5
6
Format Lembar Diskusi
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
60 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Kamu telah mengamati gerak tari
dari berbagai sumber belajar. Kamu juga
telah mendiskusikan hasil pengamatan
tersebut. Tentu di antara kalian memiliki
persepsi berbeda karena mungkin tari yang
diamati juga berbeda. Setiap tari memiliki
ragam gerak berbeda tetapi memiliki
kesamaan yaitu gerak membentuk ruang,
membutuhkan waktu, dan tenaga dalam
melakukan gerak tersebut.
Indonesia memiliki keragaman gerak
tari yang berbeda antara satu suku dengan
suku lainnya. Keragaman ini merupak
an kekayaan budaya sebagai hasil cipta
karsa manusia. Gambar 5.1 menunjukkan
ragam gerak tari yang membentuk garis
lengkung. Gerak melengkung memberi
makna kedinamisan dan keberlanjutan.
Gerak dilakukan secara rampak oleh penari
dengan menghadap pada properti simbol api
yang menyala. Api menyimbolkan semangat
pantang menyerah dan terus berkobar.
Gerak tari juga ditunjukkan pada Gambar
5.2 Penari dengan properti tongkat memberi
kesanpadatenagayangdigunakanlebihsedikit
karena gerak yang dilakukan merupakan
simbolik dari gerak orang tua renta.
Gerak tari dengan kesan tenaga kuat dan
kesan ruang yang lurus ditunjukkan pada
Gambar 5.3 yaitu kelompok tari Saman.
Tenaga yang digunakan untuk menari
Saman sangat besar karena gerakan yang
dilakukan sangat dinamis. Tari Saman
tumbuh dan berkembang di daerah Aceh.
Tarian ini diiringi dengan nyanyian yang
berisi pujian terhadap Tuhan Yang Maha
Esa oleh para penarinya. Tarian Saman
tidak hanya berkembang di daerah Aceh
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 5.1 Tari dengan bentuk-bentuk
ruang yang melengkung.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 5.2 Tari dengan karakter tua dan
tongkat sebagai properti.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 5.3 Tari Saman menggunakan
nyanyian dan tepukan pada badan sebagai
musik pengiring tarian.
A. 	 Pengertian Elemen Gerak Tari
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
61Seni Budaya
tetapi juga di kota- kota besar di Indonesia
salah satunya Jakarta.
Substansi atau elemen dasar tari adalah
gerak. Gerak pada tari akan berbeda dengan
gerakyangdilakukansehari-hari.Gerakpada
tari dilakukan secara ritmis dan memiliki
makna sedangkan gerak sehari-hari lebih
menekankan pada gerak yang fungsional.
Soedarsono salah satu pakar tari di
Indonesia menyatakan bahwa tari adalah
ekspresi jiwa manusia yang diwujudkan
melalui gerak-gerak yang ritmis dan indah.
Definisi ini memiliki arti bahwa tari terdiri
dari gerak ritmis, merupakan ungkapan
ekspresi, dan memiliki keindahan gerak.
B. Ruang, Waktu, dan Tenaga
Elemen dasar tari adalah gerak. Di dalam
gerak mencakup ruang, waktu, dan tenaga.
1. Ruang
		 Jika kamu melakukan gerakan di
tempat tanpa berdiri berarti melakukan
gerak di ruang pribadi, sedangkan
jika kamu bergerak berpindah tempat
maka kamu melakukan gerak di
ruang umum. Gerak di dalam ruang
dapat dilakukan sendiri, berpasangan
atau berkelompok. Gambar 5.4
menunjukkan gerak pada ruang pribadi
secara berkelompok. Masing-masing
melakukan gerakan yang berbeda.
(Sumber: Ballet Book Buklet)
Gambar 5.4 Menunjukkan gerak desain
ruang melengkung yang memberikan kesan
dinamis pada tari.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
62 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
2. Waktu
Setiap gerak yang dilakukan
membutuhkan waktu baik gerak estetis
maupun gerak fungsional. Gerak fungsional
seperti berjalan menuju ke sekolah
tentu membutuhkan waktu. Jika jarak
yang ditempuh dekat maka waktu yang
dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan
dengan jarak yang jauh. Jika jarak yang jauh
ingin sama cepatnya dengan jarak yang dekat
tiba di tempat, maka gerak yang dilakukan
haruslah memiliki kecepatan dua atau tiga
kali dari jarak yang dekat.
Perbedaan cepat atau lambat gerak
berhubungan dengan tempo. Jadi tempo
merupakan cepat atau lambat gerak yang
dilakukan. Gerak tari juga memiliki
tempo. Fungsi tempo pada gerak tari untuk
memberikan kesan dinamis sehingga
tarian enak untuk dinikmati.
3. Tenaga
Setiap kamu melakukan gerak, tentu
memerlukan tenaga. Penggunaan tenaga
dalam gerak tari meliputi; (a) intensitas,
yang berkaitan dengan kuantitas tenaga
dalam tarian yang menghasilkan tingkat
ketegangan gerak; (b) aksen/tekanan muncul
ketika gerakan dilakukan secara tiba-tiba dan
kontras; (c) kualitas berkaitan dengan cara
penggunaan atau penyaluran tenaga. Jika
gerak yang dilakukan memiliki intensitas
tinggi tentu saja memerlukan tenaga yang
kuat dan sebaliknya, gerak dengan intensitas
rendah memerlukan tenaga yang lemah atau
sedikit.
Perhatikan Gambar 5.6, seorang penari
berdiri di atas punggung kedua temannya.
Tenaga yang digunakan oleh penari untuk
menahan temannya tentu lebih besar
(Sumber: Ballet Book Buklet)
Gambar 5.5 Penari dengan gerak
melayang memerlukan waktu saat
tumpuan dan melayang sampai turun ke
lantai kembali.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 5.6 Menunjukkan gerak
melompat ke atas punggung
memerlukan tenaga lebih kuat
untuk memberi kesan dan karakter
gerak lebih dinamis demikian juga
yang menjadi pijakan kaki penari.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
63Seni Budaya
dibandingkan dengan yang berdiri di atas
punggung. Kekuatan tenaga menahan
temannya tertumpu pada kedua kaki.Tenaga
yang dikeluarkan oleh kedua penari yang
menyangga temannya akan semakin kuat
jika berjalan berpindah dari satu tempat ke
tempat lainnya.
Bandingkan dengan pose gerak pada
Gambar 5.7 yang menunjukkan kaki
tertahan di lantai dengan sedikit jinjit.
Tenaga yang dikeluarkan tidak sebesar dan
sekuat pada gambar 5.8. Gerak tari yang
bersumber pada tari tradisi Papua kekuatan
tenaga banyak pada kaki. Gerak kaki yang
cepat dan ritmis merupakan salah satu ciri
dari tarian Papua. Gerak tari yang tertumpu
pada kaki tarian Papua dipengaruhi oleh
kondisi geografis alam yang berbentuk
pegunungan. Kehidupan masyarakat di
daerah pegunungan memerlukan kaki kuat
untuk dapat mendaki dan menuruni bukit.
Kehidupan sosial budaya seperti inilah
yang berpengaruh juga terhadap karya seni
tari.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 5.7 Menunjukkan gerak
berdiri dengan gerakan tertahan
di lantai memberi kesan ringan
sehingga tenaga yang digunakan lebih
ringan juga.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 5.8 Menunjukkan gerak
dengan menggunakan tenaga lebih
besar.
Setelah membaca konsep ruang, waktu, dan tenaga jawablah pertanyaan di
bawah ini:
a. Jelaskan hubungan antara gerak dengan ruang.
b. Jelaskan hubungan antara gerak dengan waktu.
c. Jelaskan hubungan gerak dengan tenaga.
d. Bagaimana caranya melestarikan dan mengembangkan tari yang ada di
Indonesia?
e. Setuju atau tidak setujukah kamu dengan berkembangnya seni tari yang berasal
dari luar negeri di kota-kota besar Indonesia?
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
64 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Kegiatan 1
Apa yang kamu rasakan ketika melakukan gerak sesuai
dengan gambar berikut? Apa tenaga yang dikeluarkan lebih
besar?
Apa yang kamu rasakan ketika melakukan gerak sesuai dengan
gambar berikut? Apa waktu yang dibutuhkan lebih cepat?
(Sumber: dok.Kemendikbud)
Gambar 5.9 Imitasi gerak menarik
(Sumber: dok.Kemendikbud)
Gambar 5.10 Gerak menepuk
Aktivitas Mengeksplorasi Gerak
Kegiatan 1
1.	 Lakukan eksplorasi gerak berdasarkan ruang, waktu, dan tenaga.
2.	 Gambar gerak pada kegiatan 1 merupakan stimulasi bagi kamu dalam
melakukan eksplorasi gerak.
3.	 Kamu dapat mencari sumber stimulasi gerak dari berbagai sumber belajar.
4.	 Tujuan melakukan eksplorasi pada kegiatan 1 ini agar kamu memiliki kesadaran
gerak pribadi terhadap ruang, waktu, dan tenaga.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
65Seni Budaya
Latihan 1
Payung merupakan salah satu properti yang dapat digunakan
dalam melakukan latihan gerak ber­dasar­kan ruang, waktu dan
tenaga. Gerakan meng­gunakan payung dapat menciptakan
ber­bagai macam variasi ruang dengan meng­guna­kan waktu
dan tenaga sesuai dengan karakter gerak yang dilakukan.
Aktivitas Mengeksplorasi Gerak
Kegiatan 2
1.	 Lakukan eksplorasi gerak dengan menggunakan berbagai macam properti.
2.	 Gambar gerak pada kegiatan 2 yang menggunakan properti, merupakan
stimulasi bagi kamu dalam melakukan eksplorasi gerak.
3.	 Kamu dapat mencari sumber stimulasi gerak dari berbagai sumber belajar.
dengan menggunakan properti berbeda.
4.	 Tujuanmelakukaneksplorasipadakegiatan2ini,agarkamumemilikikesadaran
gerak pribadi dengan menggunakan berbagai macam properti.
(Sumber: dok.Kemendikbud)
Apa yang kamu rasakan ketika melakukan gerak sesuai
dengan gambar berikut? Apa ruang yang digunakan lebih luas?
(Sumber: dok.Kemendikbud)
Gambar 5.11 Gerak menepuk ke samping
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
66 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Latihan 3
Lakukan gerakan secara berpasangan dengan mengiku­ti contoh yang
ada pada gambar.
Tempurung kelapa merupakan salah satu properti yang dapat
digunakan dalam menari. Hampir seluruh suku di Indonesia memiliki
pohon kelapa. Pohon kelapa dapat tumbuh di pantai dan juga
pegunung­an. Di beberapa daerah pohon kelapa juga dapat dijadi­kan
sebagai bahan baku untuk membuat rumah, peralatan rumah tangga,
bahkan lambang Pramuka menggunakan cikal kelapa.
Tempurungkelapadidaerahtertentuberhubungandengankegiatan
sosial budaya. Tempurung kelapa ada yang dijadikan sebagai gayung
air, menakar beras, serta peralatan rumah tangga lain.
Satu
Satu
Dua
Dua
Tiga
Tiga
Empat
Empat
(Sumber: dok.Kemendikbud)
Latihan 2
Kipas merupakan salah satu properti yang dapat digunakan
dalam menari. Setiap daerah di Indonesia memiliki kipas sesuai
dengan ciri khas daerah masing-masing. Ada kipas Bali, Jawa,
Sumatera, Sulawesi dan juga Maluku. Jadi hampir semua da­erah
di Indonesia memiliki kipas sebagai salah satu identitas daerah.
(Sumber: dok.Kemendikbud)
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
67Seni Budaya
Kegiatan 3
latihan 1
1. Gerak Mengembangkan Sayap
a. 	Lakukan gerakan ini dengan mengembangkan kedua
tangan dari bawah ke atas.
b. 	 Rasakan pada saat melakukan gerakan mengembangkan
sayap
c. 	 Ada ruang yang terbentuk ketika melakukan gerak
d. 	Ada tenaga yang digunakan ketika mengangkat kedua
tangan ke atas
d. 	 Ada waktu yang digunakan pada saat melakukan gerak
e. 	 Lakukan gerakan ini dengan tempo cepat-sedang-lambat
f. 	 Rasakan perbedaan ketika melakukan gerak
Gerak Mengembangkan sayap
2. Gerak Hinggap
a. 	 Lakukan gerakan hinggap dengan melompat dari kanan
kekiri dan sebalik dari kiri ke kanan
b. 	Rasakan tenaga yang digunakan ketika melakukan
gerakberpindah
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
68 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
c. 	Rasakan tempo dari ruang-waktu-tenaga ketika
melakukangerak
d. 	Lakukan gerakan secara bervariasi ke kanan-ke kiri-
kedepan-ke belakang
3. Gerak Mematuk
a	 Lakukan gerakan mematuk dengan tangan kanan di
tekukdepan dada dan tangan kiri lurus ke damping
b.	Gerak kedua tangan bersamaan seperti mematuk
dantangan kaki kiri maju selangkah demi selangkah
sampaiempat hitungan
c.	 Lakukan bergantian dengan tangan kiri dengan posisi
yangsama
e. 	 Rasakan
Gerak hinggap ke kanan ke kiri
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
69Seni Budaya
4. Mengembangkan Sayap
a.	 Lakukan mengembangkan sayap secara diagonal
tanpamenggunakan selendang atau properti lainnya
b. 	Rasakan perbedaan ruang-waktu-tenaga pada
saatmelakukan gerak dengan menggunakan property
selendangdengan tanpa properti
c. 	 Jika ada perbedaan catatlah perbedaan tersebut
Gerak mengembangkan
sayap diagonal
1.	 Kamu dapat mengganti properti selendang sebagai sayap dengan menggu-
nakan kipas, kain panjang, sarung atau benda lainnya.
2.	 Rasakan perbedaan saat melakukan gerakan dengan menggunakan properti
yang berbeda
3.	 Lakukan empat ragam gerak tersebut dengan hitungan dan jika memung-
kinkan dengan iringan
1.	 Jelaskan yang dimaksud dengan ruang di dalam tari?
2.	 Jelaskan yang dimaksud dengan waktu di dalam tari?
3.	 Jelaskan yang dimaksud dengan tenaga di dalam tari?
1.	 Lakukan 5 rangkaian gerak secara berkesinambungan berdasarkan
ruang, waktu, dan tenaga
Pengetahuan
Keterampilan
C. Uji Kompetensi
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
70 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
D. Rangkuman
Berdasarkan materi yang telah dijelaskan, dapat di simpulkan
bahwa gerak tari terdiri dari ruang, waktu, dan tenaga. Yang
dapat didiskripsikan secara singkat sebagai berikut; (1) ruang
dalam gerak merupakan efek yang ditimbulkan akibat gerak yang
dilakukan; (2) waktu dalam gerak merupakan satuan irama dari
gerak yang dilakukan; (3) tenaga dalam gerak merupakan satuan
kekuatan yang dikeluarkan dalam melakukan gerak.
E. Refleksi
Pada Bab 5, kamu telah belajar tentang unsur gerak tari.
Materi pembelajaran ini tidak hanya memberikan keterampilan
dan pengetahu­an tetapi juga dapat belajar tentang sikap.
Kamu telah belajar tentang ruang di dalam gerak. Ruang
terbentuk akibat gerak yang dilakukan. Di dalam kehidupan, kamu
juga senantiasa bergerak dari satu tempat ke tempat lain, dari
satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Gerak di dalam ruang tentu
akan berhubungan dengan orang lain yang juga melakukan
gerak. Untuk tidak saling bertabra­kan dalam melakukan gerak
maka perlu sikap toleransi dan saling menghormati. Jika kamu
bergerak di dalam ruang yang disediakan dan menghormati
orang lain maka akan menimbulkan rasa aman dan nyaman.
Bayangkan jika kita membawa motor di tengah kemacetan
dan bergerak tanpa toleransi dengan orang lain, tentu akan
semakin menambah kemacetan semakin parah dan panjang.
Kamu telah mempelajari waktu dalam me­lakukan gerak. Ada
nilai-nilai yang dapat kamu terapkan dalam kehidupan berkaitan
dengan waktu. Waktu terus mengalir baik dalam gerak tari dan
juga kehidupan nyata. Dalam kehidupan tentu kamu berhubungan
dengan orang lain baik di sekolah maupun di sekitar tempat
tinggal. Kamu memiliki waktu yang sama dalam kehidupan yaitu
selama 24 jam. Di antara kamu tentu ada yang memanfaatkan
waktu dengan baik tetapi mungkin juga membuang waktu dengan
bermain yang tidak memiliki makna. Waktu sebaiknya digunakan
se-efektif dan se-efisien mungkin. Waktu tidak akan pernah
kembali karena waktu kemarin tidak sama dengan sekarang dan
yang akan datang.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
71Seni Budaya
Kamu juga telah mempelajari tenaga berdasarkan gerak yang
dilakukan. Tenaga merupakan energi untuk dapat melakukan
usaha. Kamu dapat menggunakan tenaga untuk hal positif seperti
menyalurkan hobi olahraga atau seni. Jangan gunakan tenagamu
untuk hal negatif seperti tawuran karena akan merugi­kan diri
sendiri.
Selanjutnya, lakukan penilaian diri dengan memberikan
tanda cek (P) pada kolom 1, 2, 3, dan 4 sesuai pendapatmu.
Setelah mempelajari pengetahuan dan melaksanakan
gerak tari berdasarkan ruang, waktu dan tenaga, saya
dapat:
1 2 3 4 Skor
1.	 Memahami pengertian tentang gerak tari berdasarkan
ruang, waktu dan tenaga
2.	 Memahami langkah-langkah dan teknik gerak tari
berdasarkan ruang, waktu dan tenaga
3.	 Mengerjakan tugas tentang gerak tari berdasarkan
ruang, waktu dan tenaga dengan percaya diri
4.	 Mengerjakan tugas tentang gerak tari berdasarkan
ruang, waktu dan tenaga dengan disiplin
5.	 Mengerjakan tugas tentang gerak tari berdasarkan
ruang, waktu dan tenaga dengan usaha keras
6.	 Mengerjakan tugas tentang gerak tari berdasarkan
ruang, waktu dan tenaga dengan tuntunan
7.	 Menghargai keindahan karya tari sebagai anugerah
Tuhan Yang Mahakuasa
8.	 Menghargai karya tentang gerak tari berdasarkan
ruang, waktu dan tenaga yang saya hasilkan
9.	 Menghargai karya tentang gerak tari berdasarkan
ruang, waktu dan tenaga yang dihasilkan teman
Jumlah
Keterangan: 4= Sangat Baik, 3= Baik, 2= Cukup, 1= Kurang
Aktivitas Mengomunikasikan
1. Kamu telah melakukan aktivitas pembelajaran gerak tari berdasarkan ruang,
waktu, dan tenaga.
2. Buat tulisan tentang hasil belajar salah satu temanmu berupa gerak tari yang
dilakukan.
3. Tulisan maksimum 50 kata dan berdasarkan hasil pengamatan gerak yang
dilakukan oleh salah satu temanmu.
4. Tulisan memberikan kritik yang membangun sehingga kamu dan teman
mengetahui kelemahan dan kekurangan sehingga dapat melakukan gerak tari
lebih baik lagi.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
72 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Gerak Tari dan Iringan
BAB
6
ALUR PEMBELAJARAN
1. Mengidentifikasi berbagai  level pada  gerak tari,
2. Mendeskripsikan gerak tari berdasarkan level tinggi, sedang, dan rendah,
3. Melakukan gerak tari berdasarkan level tinggi, sedang, dan rendah sesuai
iringan
4. mengasosiasi gerak tari berdasarkan level tinggi, sedang, dan rendah
dengan sikap dan kehidupan sosial budaya di masyarakat, dan
5. Mengomunikasikan penampilan gerak tari berdasarkan level tinggi,
sedang, dan rendah sesuai iringan secara lisan dan/atau tertulis
Pada pelajaran Bab 6, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan
berkreasi seni tari, yaitu:
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
73Seni Budaya
Ketika kita melakukan gerak, ada tingkatan tinggi maupun rendah seperti kadang
berdiri, duduk, atau melompat. Tinggi rendahnya gerak yang kita lakukan sering
disebut dengan level. Perhatikan dan amati gambar di bawah ini dengan seksama.
1 3
5
2
4 6
Setelah kalian mengamati gambar di atas, jawablah beberapa pertanyaan
di bawah ini:
1. Apakah ada kelompok penari yang posisinya lebih tinggi dari penari lain?
2. Apakah ada penari yang berdiri sejajar dengan penari lain?
3. Coba kamu bandingkan perbedaan di antara kedua gambar tari berikut?
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
74 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Format Diskusi Hasil Pengamatan Level Gerak Tari
	 Nama anggota 	 :
	 Hari/tanggal pengamatan 	 :
No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan
1 Gerak tari berdasarkan level tinggi
2 Gerak tari berdasarkan level sedang
3 Gerak tari berdasarkan level rendah
1. Kamu dapat mengamati gerak tari dari sumber lain seperti
internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber
belajar lainnya.
2. Kamu dapat mengamati gerak tari yang berkembang di
daerahmu, namun juga dapat mengamati tarian dari daerah lain.
Setelah kamu mengisi kolom tentang asal daerah tari tradisional tersebut,
kemudian diskusikanlah dengan teman-teman dan isilah kolom di bawah ini.
Format Lembar Diskusi
No.
Gambar
Level Gerak Tari Asal Tarian
1
2
3
4
5
6
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
75Seni Budaya
A. Pengertian Level
Kamu telah melakukan diskusi dengan teman tentang gerak
tari berdasar level. Di Indonesia ada juga tradisi yang dilakukan
dengan level tinggi yaitu melayang, yaitu di daerah Nias dengan
melompati batu. Tradisi ini telah hidup ratusan tahun silam dan
masih dipelihara sampai saat ini.
Demikian juga dalam melakukan gerak tari. Gambar 6.1
menunjukkan gerak yang dilakukan dengan level rendah, sedang,
dan tinggi. Gerak level rendah dilakukan menyentuh lantai.
Gerak level sedang dilakukan sejajar dengan tubuh, dan gerak
level tinggi dilakukan sebatas kemampuan penari melakukan
gerak secara vertikal.
Levelgerakyangdilakukanoleh sekelompok
penari dapat membentuk desain bawah dan
atas. Desain ini dapat memberi kesan dinamis
terhadap gerak yang dilakukan. Gambar 6.1
menunjukkan level rendah, sedang dan tinggi
yang membentuk desain kerucut. Penari yang
berada pada level tinggi membentuk garis
sudut atas, level sedang membentuk garis sisi
dan posisi terbaring membentuk garis sudut
bawah. Level gerak dapat juga berfungsi untuk
menunjukkan tokoh dalam penampilan tari.
Level yang sama juga ditunjukkan pada
Gambar 6.2. Level gerak menunjukkan level
sedang yang dilakukan oleh seorang penari
dengan berdiri setengah badan. Seorang penari
berdiri tegak dengan bertolak pinggang dan
seorang penari lainnya berbaring di atas pentas
yang menunjukkan level rendah.
Setiap gerak tari daerah memiliki kesamaan
pada level baik tinggi, sedang, maupun rendah.
Tari secara keseluruhan ada yang memiliki
kesamaan atau kemiripan dengan daerah lain
bahkan dengan negara lain. Tari daerah
Kalimantan memiliki kesamaan dengan
Malaysia terutama daerah Sabah. Jadi budaya
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 6.1 Menunjukkan gerakan
dengan berbagai macam level rendah,
sedang dan tinggi
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 6.2 Menunjukkan gerak level
tinggi, rendah dan sedang
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
76 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
dapat melintas batas tidak hanya pada satu wilayah provinsi tetapi
dapat juga batas wilayah negara. Di Kalimantan dan Sabah
sama-­sama memiliki seni budaya Dayak. Kemiripan seni budaya
dapat juga dijumpai pada masyarakat Bali dan Sasak di Nusa
Tenggara Barat. Seni Tari sebagai salah satu hasil budaya dapat
menjadi media perekat antar suku, ras, agama, maupun golongan.
B. Level Gerak
1. Level Tinggi
Level tinggi pada gerak tari sering dilakukan
pada tradisi tari balet. Penari balet sering melakukan
gerakan pada level tinggi dengan melayang. Untuk
dapat melakukan gerak melayang diperlukan
teknik gerak dengan baik dan benar. Gambar 6.3
menunjukkan seorang penari melakukan gerakan
melayang.
Level tinggi juga dapat dijumpai pada tari
tradisi di Indonesia. Pada gambar 6.4 ditunjukkan
tentang tarian perang dari suku Dayak salah seorang
dari penari melompat dan memberi kesan dinamis
dan kek uatan yang luar biasa. Tarian dengan tema
perang di setiap suku memiliki kemiripan level tinggi.
Level tinggi berfungsi juga untuk menunjukkan
antara dua peran yang berbeda.
(Sumber: Ballet Book Buklet)
Gambar 6.3 Menunjukkan
gerakan melayang. Gerakan
ini memberi kesan desain atas
tampak kuat dan dinamis
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 6.4 Menunjukkan gerakan melayang. Gerakan ini
memberi kesan kuat dan dinamis
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
77Seni Budaya
2. 	 Level Sedang
Gerak pada level sedang hampir dimiliki
oleh semua tari tradisional di Indonesia.
Level sedang ditunjukkan pada posisi penari
berdiri secara lurus di atas pentas. Gambar
6.5 menunjukkan posisi penari berdiri dengan
menggunakan tong­kat dan kaki diangkat.
Gerak yang dilakukan memiliki kesan
maskulinitas karena gerak seperti ini sering
dilakukan oleh penari pria. Properti dengan
menggunakan tongkat sering di jumpai pada
gerak tari Jawa, Sunda, Kalimantan, dan
Papua, serta daerah lain. Tongkat dapat
berupa tombak atau sejenisnya. Tongkat
atau tombak yang digunakan biasanya
menunjukkan bahwa tari tersebut bertema
peperangan.
Gerak level sedang juga ditunjukkan
pada gambar 6.6. Semua penari melakukan
gerak rampak dengan badan agak condong.
Pose gerak seper ti ini memberi kesan
kokoh dan kuat. Gerak ini juga memberi
kesan maskulini­tas yaitu gerakan yang
biasa ditarikan untuk peran laki­-laki.
3. 	 Level Rendah	
Kamu tentu pernah melihat seorang
anak berguling. Berguling dari satu tempat
ke tempat lain. Terus bergerak seolah tanpa
lelah. Gerak berguling yang dilakukan dalam
tari disebut dengan level rendah. Ketinggian
minimal dicapai penari adalah pada saat
rebah di lantai.
Gambar 6.7 dan 6.8 menunjukkan penari
melakukan gerakan pada level rendah
dengan melakukan gerakan berguling.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 6.5 Menunjukkan gerakan
dengan level sedang. Gerakan ini
memberi kesan maskulinitas secara
kuat dan dinamis
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 6.6 Menunjukkan gerakan dengan
level sedang. Gerakan ini memberi kesan
maskulinitas secara kuat dan dinamis
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 6.7 Menunjukkan gerak level rendah
dengan penari berguling di lantai
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 6.8 Menunjukkan gerak level
rendah dengan penari berbaring di lantai.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
78 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Setelah membaca konsep level gerak,
jawablah pertanyaan di bawah ini:
a. 	 Apa manfaat yang didapatkan dari
mempelajari seni tari baik yang
berkembang di daerah tempat
tinggalmu atau daerah lain.
b. 	 Bagaimana pendapat kamu jika ada
orang asing mempelajari tari­tarian
dari Indonesia?
c. 	Jelaskan hubungan antara gerak
tari dengan level tinggi.
d. 	Jelaskan hubungan antara gerak
tari dengan level sedang.
e. 	Jelaskan hubungan antara gerak
tari dengan level rendah.
Aktivitas Mengeksplorasi Gerak
Kegiatan 1
1.	 Lakukan eksplo­rasi gerak berdasarkan level tinggi, sedang dan rendah.
2.	 Gambar gerak pada kegiatan 1 merupakan stimulasi bagi kamu dalam melakukan
eks­plorasi gerak ber­dasarkan level.
3.	 Kamu dapat mencari sumber stimulasi gerak dari berbagai sumber belajar.
4.	 Tujuan melakukan eksplorasi pada kegiatan1ini agar kamu memiliki kesadar­an
gerak pribadi terhadap level tinggi, sedang, dan rendah.
Kegiatan 1
Kamu telah mengetahui unsur
level.
1.	 Lakukan gerak secara
perorangan atau kelompok
dengan gerak level rendah,
sedang, dan tinggi.
Kemudian catatlah gerak
yang sudah kamu lakukan
gambar juga posisi level
yang sudah kamu lakukan!
(Sumber: dok.Kemendikbud)
Gambar 6.9 Tari yang
bersumber gerak melayu
dengan level tinggi
Jadi level gerak yang dilakukan
dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
tinggi, sedang, dan rendah. Level
pada gerak ber fungsi untuk membuat
desain bawah dan atas sehingga gerak
tari yang dilakukan tampak dinamis.
Level gerak juga berhubungan
dengan ruang, waktu, dan tenaga.
Level dapat membentuk ruang. Untuk
membentuk ruang membutuhkan
waktu. Untuk membentuk ruang dan
waktu tentu membutuhkan tenaga
untuk dapat melakukan gerak sesuai
dengan intensitasnya.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
79Seni Budaya
(Sumber: dok.Kemendikbud)
Gambar 6.10 Tarian Jawa dengan menggunakan
properti panah dengan level rendah.
2.	 Lakukangerak seperti pada Gambar 6.10, menunjukkan
gerak dengan level rendah. Penari jongkok bertumpu
pada bagian kaki. Posisi ini sering dijumpai pada
ragam gerak di Sunda dan Jawa. Penari berjalan sambil
jongkok. Pada masyarakat Sunda dan Jawa berjalan
sambil jongkok berarti menghormati orang yang lebih
tua atau dewasa. Penghor­matan bukan karena
jabatan, kedudukan, atau pangkat tetapi diartikan
bahwa orang yang lebih dewasa atau orang tua
dipandang memiliki kelebihan pada ilmu pengetahuan.
3.	 Lakukan gerak seperti pada Gambar 6.11 yang
menunjukkan gerak dengan level sedang. Gerak yang
dilakukan bersumber pada ragam gerak Kalimantan.
Penari meng­gunakan bulu­bulu pada kepala dan tangan.
Tarian ini menceritakan kelincahan burung Engang yang
hidup di hutan­-hutan Kalimantan.
(Sumber: dok.Kemendikbud)
Gambar 6.11 Tarian Kalimantan dengan properti bulu
burung dengan level sedang
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
80 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Aktivitas Mengeksplorasi Gerak
Kegiatan 2
1.	 Lakukan eksplo­rasi gerak berdasarkan level tinggi, sedang dan rendah.
2.	 Gambar gerak berikut merupakan stimulasi bagi kamu dalam melakukan
eksplorasi gerak berdasarkan level.
3.	 Kamu dapat mencari sumber stimulasi gerak dari berbagai sumber belajar.
4.	 Tujuan melaku­kaneksplorasipadakegiatan2iniagar kamumemilikikesadaran
gerak pribadi terhadap gerak tari dengan mengguna­kan properti, berpasangan,
dan melakukan gerak tari sesuai dengan hitungan atau ketukan.
Kegiatan 2
Peserta didik melakukan gerakan tari dengan menggunakan
payung/kipas berdasarkan ruang, waktu, tenaga dan level
sesuai iringan.
Latihan 1
Satu
Satu
Dua
Dua
Tiga
Tiga
Empat
Empat
(Sumber: dok.Kemendikbud)
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
81Seni Budaya
Latihan 2
Lakukan gerakan dengan menggunakan payung. Payung
merupakan salah satu alat sebagai pelindung pada saat hujan.
Payung juga dapat dijadikan sebagai properti dalam menari
dijadikan sebagai jamur yang mekar dan kuncup. Dapat dijadikan
sebagai symbol perlindungan. Gerakan dapat dilakukan dengan
mengembangkan dan menguncupkan payung, memutar ditangan,
membalik dengan tangkai diatas dan diputar.
Latihan 3
Lagu pengiring dapat menggunakan lagu sesuai daerah
Tari Burung selain menggunakan selendang sebagai sayap
dapat juga menggunakan kipas. Jadikan kipas sebagai sayap
burung-burung yang baru lahir. Gerakkan kipas membuka dan
memutup seolah-olah burung kecil sedang berlatih mengepakkan
sayap. Gerakan dapat dilakukan dengan duduk, berdiri, atau
berguling di lantai.
(Sumber: dok.Kemendikbud)
(Sumber: dok.Kemendikbud)
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
82 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Lakukan latihan tari berikut dengan iringan lagu :
1.	 Lenggang­-lenggang kangkung, Kangkung di kebun klapa,
Lenggang­-lenggang kangkung, Kangkung di kebun klapa,
Nasib sungguh beruntung punya kekasih suka tertawa, Nasib
sungguh beruntung punya kekasih suka tertawa
2.	 Lenggang­-lenggang kangkung, Kangkung dari Semarang,
Lenggang­-lenggang kangkung, Kangkung dari Semarang,
nasib tidak beruntung punya kekasih direbut orang, nasib
tidak beruntung punya kekasih direbut orang.
Lakukan latihan tari berikut dengan iringan lagu :
1.	 Melakukan gerak dengan level tinggi sesuai iringan
2.	 Melakukan gerak dengan level sedang sesuai iringan
3.	 Melakukan gerak dengan level rendah sesuai iringan
4.	 Melakukan gerak secara berkesinambung dengan menggunakan level tinggi,
sedang, dan rendah sesuai iringan
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
83Seni Budaya
C. Melakukan Gerak Tari Sesuai Iringan
1. 	 Gerak terbang
	 Hitungan satu sampi empat kaki berjalan cepet dengan jinjit
posisi tangan lurus ke bawah
	 Hitungan lima sampai delapan posisi berjalan cepat dengan
jinjit posisi tangan lurus ke samping kanan dan kiri dengan
membentangkan sayap
Lakukan gerakan 4 x 8 hitungan
2. 	 Gerak membuka menutup saya
	 Hitungan satu kedua tangan menutup saya di depan dada posisi
kaki kanan di depan
	 Hitungan dua ketua tangan dibentangkan ke samping posisi
kaki kanan sejajar dengan kaki kiri
	 Hitungan tiga gerakan sama dengan hitungan satu
	 Hitungan empat gerakan sama dengan hitungan dua
	 Lakukan gerakan 4 x 8 hitungan
(Sumber: dok.Kemendikbud)
(Sumber: dok.Kemendikbud)
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
84 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
3. 	 Gerak terbang berputar
	 Hitungansatusampai empatposisitangankananluruskesamping
atas dan tangan kiri lurus ke ke bawah membentuk diagonal
posisi kaki berjalan cepat dengan jinjit hitungan lima sampai
delapan poisis badan balik arah dengan posisi tangan kanan lurus
ke bawah dan tangan kiri lurus ke atas membentuk diagonal
	 lakukan gerakan dengan hitungan 4 x 8 hitungan
4. 	 Gerakan mematuk
	 Hitungan satu tangan kanan ditekuk di depan dada tangan kiri
lurus, kaki kanan di depan kaki kiri
	 Hitungan dua sampai tiga kaki kanan melangkah diikuti kaki
kiri
	 Hitungan lima tangan kiri ditekuk di depan dada, tangan kanan
lurus, kaki kiri di depan kaki kanan
	 Hitungan enam sampai delapan kaki kiri melangkah diikuti
kaki kanan
	 Lakukan gerakan 4 x 8 hitungan
(Sumber: dok.Kemendikbud)
(Sumber: dok.Kemendikbud)
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
85Seni Budaya
Mengenal Tokoh Tari
	 Bagong Kussudiardja adalah
koreografer dan pelukis kenamaan yang
digelari begawan seni Indonesia. Bagong
memulai kariernya sebagai penari Jawa
klasik di Yogyakarta pada tahun 1954. Anak
kedua dari empat bersaudara ini kemudian
berkenalan dengan seni tersebut melalui
Sekolah Tari Kredo Bekso Wiromo, yang
dipimpin oleh Pangeran Tedjokusumo,
seniman tari ternama.
	 Bagong memiliki darah bangsawan
yang berasal dari kakeknya, Gusti Djuminah,
yang konon adalah putra mahkota Sultan
HB VII. Akan tetapi karena membelot, Gusti
Djuminah terpaksa harus menjalani hukuman kurantil (pengasingan).
	 Bagong merupakan seniman yang proaktif yang cenderung memiliki
ide sendiri dan mengekspresikannya melalui tari. Menurutnya, tari Jawa harus
tumbuh alami dan tidak bersifat statis. Selama hidup, Bagong juga mendirikan
Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo.
	 Dalam dunia tari Indonesia, sempat muncul aliran “Bagongisme”, yang
merujuk pada karakter tarian-tarian khas Bagong. Tarian ciptaan Bagong
memiliki gerak-gerak yang dimanis, energik, dan hidup. Bagong tidak pernah
berhenti berkarya sampai masa akhir hidupnya. Pria yang juga akrab dipanggil
Romo Gong ini meninggal di tengah proses penciptaan sendratari, pertunjukan
lintasan sejarah berjudul Jakarta Maju, Indonesia Maju yang akan dipentaskan
Kamis malam 17 Juni 2004 ini, dalam rangka pembukaan Pekan Raya Jakarta
(PRJ).
	 Dia menciptakan lebih dari 200 tari, dalam bentuk tunggal atau massal
antara lain tari Layang-layang (1954), tari Satria Tangguh, Kebangkitan dan
Kelahiran Isa Almasih (1968), Bedaya Gendeng (1980-an)dan masih banyak
lainnya.
Sumber: wwww.tokohindonesia.com
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
86 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
E. Rangkuman
		 Berdasarkan penjelasan pada materi sebelumnya maka
dapat dis­impulkan bahwa gerak berdasarkan level memiliki
tiga elemen yaitu rendah, sedang dan tinggi. Ketiga level
ini merupakan satu kesatuan utuh sehingga memberi kesan
dinamis pada tari. Penggunaan level pada gerak berhubungan
erat dengan ruang, waktu dan tenaga.
F. Refleksi
		 Kamu telah belajar tentang level tinggi, level sedang dan
level ren­dah dalam melakukan gerak. Kita sering menemukan
tingkatan dalam kehidupan yang sering disebut dengan
strata sosial.Ada masyarakat golongan bawah (level rendah),
golongan menengah (level sedang) dan golongan atas (level
tinggi). Seperti halnya dalam tari setiap level merupakan
satu kesatuan utuh sehingga dapat menimbulkan harmoni.
Demikian juga dalam kehidupan sebaiknya masyarakat
toleransi, cinta damai, dan saling menghormati antara level
sosial dapat menimbulkan harmonisasi dalam kehidupan
yang majemuk.
	 Dalam melakukan gerak secara berkelompok berdasarkan
level juga diperlukan disiplin, tanggung jawab, toleransi,
diantara teman. Hal ini penting karena untuk meragakan
tari secara berkelompok diperlukan kerjasama secara baik.
	 Selanjutnya, lakukan penilaian diri dengan memberikan
tanda cek (P) pada kolom 1, 2, 3, dan 4 sesuai pendapatmu.
D. Uji Kompetensi
1.	 Jelaskan yang dimaksud dengan level pada tari?
2.	 Jelaskan 2 fungsi level pada tari?
1.	 Buatlah 5 gambar level dalam bentuk tari kelompok.
Pengetahuan
Keterampilan
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
87Seni Budaya
Aktivitas Mengomunikasikan
1.	 Kamu telah me­lakukan aktivitas pembelajaran gerak tari ber­dasarkan level
tinggi, sedang dan rendah.
2.	 Buatlah tulisan tentang hasil be­lajar salah satu temanmu ber­upa gerak tari
yang dilakukan dengan level tersebut.
3.	 Tulisan maksi­mum 50 kata dan berdasarkan hasil peng­amatan gerak yang
dilakukan oleh salah satu teman kamu.
4.	 Tulisan memberi­kan kritik yang membangun sehingga kamu dan teman
mengetahui kelemahan dan kekurangan se­hingga dapat melakukan gerak
tari lebih baik lagi.
Setelah mempelajari pengetahuan dan melaksanakan
gerak tari berdasarkan ruang, waktu dan tenaga, saya
dapat:
1 2 3 4 Skor
1.	 Memahami pengertian tentang gerak tari berdasarkan
level sesuai iringan
2.	 Memahami langkah-langkah dan teknik gerak tari
berdasarkan level sesuai iringan
3.	 Mengerjakan tugas tentang gerak tari berdasarkan
level sesuai iringan dengan percaya diri
4.	 Mengerjakan tugas tentang gerak tari berdasarkan
level sesuai iringan dengan disiplin
5.	 Mengerjakan tugas tentang gerak tari berdasarkan
level sesuai iringan dengan usaha keras
6.	 Mengerjakan tugas tentang gerak tari berdasarkan
level sesuai iringandengan tuntunan
7.	 Menghargai keindahan karya tari sebagai anugerah
Tuhan Yang Mahakuasa
8.	 Menghargai karya tentang gerak tari berdasarkan level
sesuai iringan yang saya hasilkan
9.	 Menghargai karya tentang gerak tari berdasarkan level
sesuai iringan yang dihasilkan teman
Jumlah
Keterangan: 4= Sangat Baik, 3= Baik, 2= Cukup, 1= Kurang
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
88 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
SENI TEATER
(Sumber: Dok. Kemdikbud)(Sumber: Dok. Kemdikbud)
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
89Seni Budaya
1.	 Mengidentifikasi berbagai  teknik dasar bermain  akting teater,
2.	 Mendeskripsikan teknik dasar bermain akting teater berdasarkan olah
tubuh, olah suara, dan olah rasa,
3.	 Melakukan teknik dasar akting teater berdasarkan olah tubuh, olah suara,
dan olah rasa,
4.	 Mengasosiasi teknik dasar akting teater berdasarkan olah tubuh, olah
suara, dan olah rasa dengan sikap dan kehidupan sosial budaya di
masyarakat, dan
5.	 Mengomunikasikan penampilan teknik dasar bermain akting teater
berdasarkan olah tubuh, olah suara, dan olah rasa secara lisan dan/atar
tertulis.
Pada pelajaran Bab 7, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan
berkreasi seni teater, yaitu:
ALUR PEMBELAJARAN
Teknik Bermain Akting Teater
BAB
7
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
90 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Olah tubuh, olah suara dan olah rasa merupakan syarat penting bagi seorang
pemain sinetron. Kemampuan mengolah ketiga rasa tersebut menjadikan seorang
aktor siap untuk memeraknkan tokoh protagonist maupun antagonis dengan baik
dan benar. Olah tubuh dapat dilakukan dengan cara bergerak mengikuti irama atau
menari. Olah suara dapat dilakukan dengan cara menyanyi atau membaca puisi
dengan melakukan penekanan pada setiap huruf vokal. Olah rasa dapat dilakukan
dengan gerakan pantomim. Amati beberapa olah tubuh dan olah rasa pada gambar di
bawah ini.
Setelah kalian mengamati gambar pementasan drama/teater di atas,
jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini:
1. Apakah kamu pernah melihat pementasan drama?
2. Apakah kamu pernah bermain drama?
3. Bagaimana kira-kira aktingmu, jika kamu bermain drama?
4. Bagaimana pendapatmu dengan melihat gambar pertunjukan teater di atas?
1 3
5
2
4 6
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
91Seni Budaya
Format Diskusi Hasil Pengamatan Pertunjukan Teater
	 Nama anggota 	 :
	 Hari/tanggal pengamatan 	 :
No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan
1 Teknik olah tubuh
2 Teknik olah vokal
3 Teknik olah rasa
1.	 Kamu dapat mengamati pertunjukan teater dari sumber lain
seperti internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan
sumber belajar lainnya.
2.	 Kamu dapat mengamati pertunjukan teater yang berkembang
di daerahmu, namun juga dapat mengamati pertunjukan teater
dari daerah lain.
Setelah kamu mengisi kolom tentang pertunjukan teater tersebut, kemudian
diskusikanlah dengan teman-teman dan isilah kolom di bawah ini.
Format Lembar Diskusi
No.
Gambar
Ekspresi Makna
1
2
3
4
5
6
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
92 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
A. Teknik Dasar Akting Teater
Sebelum kita membahas lebih jauh
tentang akting, sebaiknya kita mengenali
apa itu seni teater. Teater berasal dari kata
Theatron (Yunani) yang artinya tempat
pertunjukan, ada juga yang mengartikan
gedung pertunjukan, juga yang mengartikan
panggung (Stage). Dalam arti luas teater
adalah segala tontonon yang dipertunjukan
di depan orang banyak. Sedangkan arti
sempit adalah kisah hidup dan kehidupan
manusia yang diekspresikan di atas pentas, disaksikan oleh
orang banyak. Media ungkap yang digunakan yaitu: percakapan,
gerak, dan laku (Akting) dengan atau tanpa dekor, didasarkan
pada konsep, naskah dengan diiringi musik, nyanyian dan tarian.
Istilah akting, pasti sudah tidak asing. Orang sering dikatakan
berakting kalau melakukan tingkah laku yang berbeda dari
biasanya, atau bertingkah laku menirukan tingkah laku orang lain.
Kalau begitu apa sebenarnya akting? Akting adalah perwujudan
peran sesuai dengan karakter yang diinginkan oleh naskah dan
sutradara  baik secara  fisik maupun   psikis.  Peran yang  dimainkan  
oleh aktor sebutan popular bagi pemeran teater, harus sesuai
tuntutan tokoh bila berlebihan bisa mengakibatkan over acting,
atau aktingnya berlebihan. Juga jangan sampai under acting,
kekuatan aktingnya kurang.
Dari mana modal akting tersebut? Modal akting adalah
pengalaman hidup sehari-hari, baik pengalaman diri sendiri
maupun pengalaman orang lain yang ditampilkan kembali di
depan penonton.
Untuk menampilkan akting yang baik diperlukan latihan
yang tekun dan disiplin. Latihan itu meliputi olah tubuh, olah
vokal, dan olah rasa.
1. 	 Olah Tubuh
	Tubuh merupakan elemen dasar dalam bermain teater.
Tubuh menjadi pusat perhatian penonton saat seorang
aktor teater di atas panggung. Tubuh merupakan bahasa
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 7.1 Latihan dasar akting teater
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
93Seni Budaya
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 7.2 Latihan olah tubuh
simbol dan isyarat dalam bermain teater.
Tubuh melalui gestur mencerminkan
karakter atau watak tokoh yang sedang
diperankan. Fleksibilitas gerak tubuh
merupakan kemampuan dasar yang harus
dikuasai oleh pemain teater. Latihan
olah tubuh diarahkan untuk mendukung
kemampuan pemain dalam mewujudkan
akting yang baik.
	Pada latihan olah tubuh, hal utama yang harus
dilakukan adalah melakukan dalam kondisi bugar, segar,
dan menyenangkan. Buat semua latihan seperti permainan
yang dilakukan dengan gembira.
	Mulai dengan meregangkan seluruh persendian dan otot
tubuh. Mulai dari bagian kepala sampai bagian kaki. Atau
bisa dibalik dari kaki sampai kepala.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 7.3 Latihan bagian kepala
a. 	 Bagian Kepala
Contoh latihan pada bagian kepala
berdasarkan petunjuk berikut ini.
b. 	 Bagian Tangan
	Latihan pada tangan ditujukan
untuk mengolah persendian, kekuatan
otot dan kelenturan otot tangan.
Pengolahan gerak tangan lebih variasi
karena dapat dilakukan ke segala
arah. Tangan dapat dilakukan lurus ke
atas, ke samping, ke depan, memutar
telapak tangan, melentikkan jari-jari
tangan, serta gerakan lainnya. (Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 7.4 Latihan bagian tangan
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
94 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
c. 	 Bagian Badan
	 Bagian badan meliputi bagian perut,
dada dan punggung. Pengolahan ketiga
bagian badan ini memiliki peran penting
bagi seorang pemain teater karena
merupakan bagian yang memberikan
efek pada sikap tubuh peran.
	Latihan yang dilakukan pada
bagian badan ini dapat dilakukan
menggerakkan dan melentur- kan
badan ke depan dengan membungkuk,
ke belakang dengan menekuk
pada bagian perut sehingga tubuh
melengkung ke belakang.
d. 	 Bagian Pinggul
	 Bagian pinggul juga penting untuk
diolah agar gerakan tubuh lebih lentur
dan fleksibel. Pada bagian   pinggul,  
gerakan tubuh dapat dilakukan ke
samping, ke depan, dan membungkuk.
e. 	 Bagian Kaki
	 Kaki memiliki peran penting. Kekuatan
kaki perlu dilatih sehingga kita dapat
tetap tegak berdiri di atas panggung.
Berdiri di atas satu kaki merupakan
salah satu latihan keseimbangan tubuh.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 7.5 Latihan bagian badan
•	 Rasakan bagian-bagian torsomu, menjadi
berat atau menjadi ringan.
•	 Rasakan pergerakan bagian pinggul dan
torsomu menjadi bisa bergerak bebas.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 7.6 Latihan bagian pinggul
Latihkan berbagai pose dengan tumpuan
pada kaki. Seperti pose pohon yang
kokoh menjulang tinggi, batu karang yang
menahan ombak dan berbagai pose
dengan personifikasi alam.
(Sumber: Dok. Kemdikbud)
Gambar 7.7 Latihan bagian kaki
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
95Seni Budaya
2. 	 Olah Suara
	Seorangpemainteaterharusmemilikikemampuanmengolah
suara yang baik. Suara merupakan faktor penting karena sebagai
penyampai pesan kepada penonton. Penguasaan intonasi, diksi,
artikulasi Setiap kata yang diucapkan harus jelas dan wajar
sesuai dengan tuntutan karakter tokoh yang diperankan.
	Seorangaktorperlulatihanolahsuaradengantahapan-tahapan
tertentu. Latihan olah suara dapat dilakukan dengan mengucapkan
kata vokal seperti a, i, u, e, o sesuai dengan bentuk mulut.
	Nah, sekarang cobalah berlatih bentuk mulut dalam
pengucapan huruf vokal a, i, u, e, o.
Bentuk mulut waktu mengucapkan o,
misalnya pada kata toko, bobo, mono, moto
Bentuk mulut waktu mengucapkan u,
misalnya pada kata kuku, duku, lugu.
(Sumber: Dok. Art SMP 266)
Gambar 7.8 Bentuk mulut waktu
mengucapkan O
(Sumber: Dok. Art SMP 266)
Gambar 7.9 Bentuk mulut waktu
mengucapkan U
(Sumber: Dok. Art SMP 266)
Gambar 7.10 Bentuk mulut
waktu mengucapkan E
(Sumber: Dok. Art SMP 266)
Gambar 7.11 Bentuk mulut waktu
mengucapkan I
(Sumber: Dok. Art SMP 266)
Gambar 7.12 Bentuk mulut waktu
mengucapkan A
Bentuk mulut waktu
mengucapkan e, seperti
dede, tere, tele, lele.
Bentuk mulut waktu
mengucapk an i, seperti
kata kiki, lili, siri, pipi.
Bentuk mulut waktu
mengucapkan a, seperti
mama, papa, nama, dada.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
96 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Dalam latihan olah suara, terutama yang berhubungan
dengan membaca naskah atau puisi, perlu di perhatikan juga
tekanan kata, jiwa kalimat, tempo, dan irama.
a.	 Tekanan kata: tekanan pada kata tertentu yang perlu
ditonjolkan dalam suatu kalimat untuk suatu kepentingan.
	 Contoh berikut ini yang digaris bawahi adalah kata yang
perlu mendapatkan penekanan. Penekanan kata dari kalimat
utuk menonjolkan isi perasaan dan pikiran dari kalimat itu.
• Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.
• Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.
• Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.
• Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.
• Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.
• Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring.
b. 	 Jiwa kalimat merupakan usaha atau teknik menghidupkan
kalimat dengan bantuan emosi suara.
	 Latihkan kata “apa” dengan perasaan yang berbeda-beda.
• (sedih) Apa?
• (gembira) Apa?
• (marah) Apa?
• (benci) Apa?
• (malas) Apa?
• (gairah) Apa?
• (mengharap) Apa?
• Dan seterusnya.
c.	 Tempo dan irama
	 Tempo dan irama adalah pengolahan suara dengan
memperhatikan dinamika, artinya suara yang dihasilkan
tidak monoton tetapi bervariasi. Latihan mengucapkan kata
dan kalimat dengan berbagai irama yang berbeda, cepat,
lambat, tegas, mendayu-dayu, dan sebagainya.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
97Seni Budaya
Aku Ingin
Karya: Jose Rizal Manua
Aku ingin seperti elang
terbang-mengembara ke negri-negri yang jauh.
Aku ingin seperti tripang
menyelam samudra ke lubuk-lubuk yang dalam.
Aku belajar ilmu keuletan dari ayah di sawah
Aku belajar ilmu ketabahan dari ibu di rumah.
Aku ingin seperti kijang
berlari kian kemari ke lembah-lembah yang curam
Aku ingin belajar dari gunung bagaimana merenung
Aku ingin belajar dari ombak bagaimana bergerak
Bebek
Karya: Taufikq Ismail
Bebek kami berbunyi kwek-kwek-kwek
Kwek-kwek-kwek
Pagi hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek
Sore hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek
Dua puluh ekor banyaknya bebek yang kami pelihara
Di kebun yang berpagar bambu sederhana
Dedak, rumput dan jagung makanannya
Air yang banyak supaya mereka jangan dahaga
Pagi hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek
Sore hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek
Telurnya kami kumpulkan sore dan pagi
Sepuluh sampai lima belas butir hasilnya tiap hari
Ke sungai kecil mereka kami bawa sekali-sekali
Supaya bebek itu berenang-renang bersenang hati
Pagi hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek
Sore hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
98 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
3. 	 Olah Rasa
	 Akting pada dasarnya menampilkan keindahan dan
keterampilan seorang aktor dalam mewujudkan berbagai
pikiran, emosi, perasaan, dan sosok peran yang sedang
dimainkan sesuai dengan karakter. Aktor harus memiliki
kemampuan untuk menjadi seseorang yang bukan dirinya
sendiri. Tentu hal itu bisa terjadi kalau mampu berkonsentrasi
mengolah rasa, dan emosi. Untuk itu seorang pemain teater
perlu melatihkan konsentrasi, perasaan, emosi dengan
latihan olah rasa.
a. 	 Latihan konsentrasi
	 Latihan konsentrasi adalah latihan memusatkan pikiran
kita pada suatu objek sesuai dengan tujuan. Misalnya
pikiran fokus pada hapalan naskah, lawan main, dan pada
permainan di atas panggung. Pikirannya tidak terbagi
dengan berbagai hal yang lain.
	 Lakukan latihan permainan kosentrasi, dua orang
berhadapan, satu orang ditugaskan untuk diam tanpa
emosi, sementara kawanmu berusaha menggoda sekuat
tenaga bahkan sampai lawannya tertawa. Lakukan
sebaliknya, atau permainan konsentrasi memandang
benda tertentu tanpa boleh bicara, sementara teman
lain tiba-tiba mengganggu dengan bunyi-bunyian, atau
mengajak bicara dan mengajak pergi tergodakah? Kalau
masih tergoda masih belum konsentrasi, coba lagi dengan
permainan yang lain.
b. 	 Latihan imajinasi
	 Latihan ini adalah latihan mengolah daya khayalmu,
seolah-olah hal itu terjadi saat ini dan kamu rasakan.
Bisa dilakukan sendiri-sendiri atau berimajinasi
bersama. Lakukan permainan imajinasi, misalnya kamu
berimajinasi pergi berpetualangan ke hutan belantara,
mendaki puncak yang tinggi, menuruni jurang yang
curam dan bertemu dengan berbagai binatang baik yang
jinak maupun yang buas. Juga menemukan berbagai
situasi seperti air terjun yang menyegarkan, pohon yang
tumbang, kehujanan atau pun merasakan gunung yang
akan meletus.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
99Seni Budaya
Lakukanlah beberapa ekspresi wajah berikut juga dengan bahasa tubuh dengan
konsentrasi, imajinasi, dan ingatan emosi.
	 Latihan ini bisa kamu tentukan suasana-suasana yang
berbeda tiap latihannya sehingga imajinasi kamu
menjadi beragam dengan berbagai situasi, seperti ke
kota-kota, laut, sawah dll.
	 Lakukanlah permainan imajinasi ini dengan teman-
temanmu pasti menyenangkan.
c. 	 Latihan Ingatan emosi
	 Latihan ini adalah latihan mengingat-ingat lagi berbagai
emosi yang pernah kamu alami ataupun pernah melihat
orang lain dengan emosinya. Seperti melihat orang
sedih, gembira, marah, kecewa, ragu-ragu, putus asa,
kegelian, lucu, tertawa terbahak-bahak dan berbagai
emosi lainnya. Kemudian emosi-emosi itu ditampilkan
satu persatu saat latihan sehingga akan tampak dalam
ekspresi wajah dan tubuh.
	 Ingat-ingat dan tampilkanlah salah satu emosi tersebut
dan temanmu akan melihat ekspresimu dengan menarik.
Cari lagi bentuk-bentuk atau buat sendiri permainan-
permainan tentang konsentrasi, imajinasi, dan ingatan
emosi sehingga latihan teatermu menjadi kreatif juga
menyenangkan.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
100 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
(Sumber: Dok. Art SMP 266)
Gambar 7.13 Berbagai ekspresi
Setelah membaca konsep tentang teknik bermain akting teater, jawablah
pertanyaan di bawah ini:
1.	 Jelaskan dua teater tradisional yang kamu ketahui.
2.	 Jelaskan fungsi naskah teater pada pertunjukan teater tradisional.
3.	 Mengapa teater tradisional kurang berkembang?
4.	 Bagaimana caranya agar teater tradisional tetap berkembang?
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
101Seni Budaya
C. Rangkuman
D. Refleksi
Seorang pemain teater penting untuk memiliki kemampuan
teknik dasar akting teater. Ada tiga kemampuan dalam teknik
dasar akting teater yaitu; (1) olah tubuh; (2) olah suara; dan (3)
olah rasa. Ketiga kemampuan tersebut merupakan satu kesatuan
utuh.
Olah tubuh  berfungsi  untuk  fleksibilitas gerak  sehingga  
pemain dapat melakukan bahasa tubuh dengan baik. Olah
suara berfungsi agar pemain memiliki kemampuan intonasi,
artikulasi secara baik. Olah rasa berfungsi agar pemain mampu
memusatkan pikiran dan memainkan daya khayal dan emosinya
untuk menghayati karakter tokoh yang dimainkan.
Bermain teater tidak hanya mengembangkan kemampuan
menjadi seorang aktor atau pemain tetapi juga berlatih dan belajar
memupuk kecerdasan berpikir, kerjasama, disiplin, tanggung
jawab, menghargai orang lain.
Selanjutnya, lakukan penilaian diri dengan memberikan
tanda cek (P) pada kolom 1, 2, 3, dan 4 sesuai pendapatmu.
B. Uji Kompetensi
1.	 Jelaskan yang dimaksud dengan olah rasa?
2.	 Jelaskan yang dimaksud dengan olah tubuh?
3.	 Jelaskan yang dimaksud dengan olah suara?
1.	 Lakukan 4 ekspresi marah.
Pengetahuan
Keterampilan
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
102 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Aktivitas Mengomunikasikan
1.	 Buat tulisan tentang pertunjukan teater yang dibawakan oleh kelompok
lain.
2.	 Tulisan maksimum 50 kata dan berdasarkan hasil pengamatan yang
dilakukan oleh salah satu kelompok.
3.	 Tulisan memberikan kritik yang membangun sehingga kamu dan teman
mengetahui kelemahan dan kekurangan sehingga dapat melakukan
pertunjukan teater lebih baik lagi.
Setelah mempelajari pengetahuan dan melaksanakan teknik
bermain akting teater, saya dapat:
1 2 3 4 Skor
1.	 Memahami pengertian teknik bermain akting teater
2.	 Memahami langkah-langkah dan teknik bermain akting teater
3.	 Mengerjakan tugas tentang teknik bermain akting teater
dengan percaya diri
4.	 Mengerjakan tugas tentang teknik bermain akting teater
dengan disiplin
5.	 Mengerjakan tugas tentang teknik bermain akting teater
dengan usaha keras
6.	 Mengerjakan tugas tentang teknik bermain akting teater sesuai
dengan ketentuan
7.	 Menghargai keindahan karya pertunjukkan teater sebagai
anugerah Tuhan Yang Mahakuasa
8.	 Menghargai karya pertunjukkan teater yang saya hasilkan
9.	 Menghargai karya pertunjukkan teater yang dihasilkan teman
Jumlah
Keterangan: 4= Sangat Baik, 3= Baik, 2= Cukup, 1= Kurang
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
103Seni Budaya
Merencanakan Pementasan
Teater
BAB
8
1.	 Mengidentifikasi langkah-langkah  merancang pementasan teater,
2.	 Mengidentifikasikan kebutuhan  pementasan teater,
3.	 Mendeskripsikan langkah-langkah merancang pementasan teater,
4.	 Mengeksplorasi tata teknik pentas dalam bentuk rancangan pentas,
5.	 Merancang tata teknik pentas, dan
6.	 Mengomunikasikan rancangan pementasan secara lisan dan/atau tertulis.
Pada pelajaran Bab 8, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan
berkreasi seni teater, yaitu:
ALUR PEMBELAJARAN
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
104 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Pementasan teater akan berhasil dengan baik jika dilakukan melalui perancanaan
matang. Pementasan teater memerlukan sarana dan prasarna memadai baik tata
panggung, tata iringan, tata busana dan tata rias. Tata panggung disesuaikan dengan
tema teater yang akan dipentaskan. Tata panggung sangat mendukung jalannya cerita
pertunjukan teater. Amati beberapa tata panggung di bawah ini.
Setelah kalian mengamati gambar pementasan drama/teater di atas,
jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini:
1.	 Apakah tata panggung mempengaruhi jalan cerita?
2.	 Bagaimana pendapatmu tentang tata busana dan tata rias pada gambar
perrtunjukan teater di atas?
3.	 Apakah tata rias penting dalam pertunjukan teater?
4.	 Bagaimana pendapatmu tentang perbedaan tata panggung pada gambar di atas?
1
3
5
2
4
6
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
105Seni Budaya
Format Diskusi Hasil Pengamatan Tata Pentas
	 Nama anggota 	 :
	 Tata Pentas yang diamati	 :
	 Hari/tanggal pengamatan 	 :
No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan
1 Tata Panggung
2 Tata Suara
3 Tata Lampu
1.	 Kamu dapat mengamati pertunjukan teater bertema alam
dari sumber lain seperti internet, menonton pertunjukan melalui
VCD, dan sumber belajar lainnya.
2.	 Kamu dapat mengamati pertunjukan teater anak, remaja, atau
tradisional melalui sumber belajar lainnya.
Setelah kamu mengisi kolom tentang Tata Pentas tersebut, kemudian
diskusikanlah dengan teman-teman dan isilah kolom di bawah ini.
Format Lembar Diskusi
No.
Gambar
Jenis Pertunjukan Teater Tema Teaater
1
2
3
4
5
6
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
106 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
A. Merancang Pementasan Teater
Seni Teater adalah salah satu bentuk kegiatan manusia
yang secara sadar menggunakan tubuh sebagai unsur utama. Seni
teater disebut juga seni pertunjukan yang ditunjang dengan unsur
gerak, suara, bunyi, dan rupa yang dijalin dalam sebuah cerita
pergulatan tentang kehidupan manusia. Pada pelaksanaannya
seni teater selalu membutuhkan banyak orang. Hal ini dikenal
sebagai seni kolektif satu dengan yang lain saling membutuhkan,
karena itu memerlukan keterlibatan banyak orang. Pementasan
teater supaya lebih terarah perlu dibentuk kepanitiaan yang akan
bertanggung jawab pada bidang kerjanya masing-masing.
1. Membentuk Panitia
	Ketika kamu membentuk kepanitiaan yang harus
diperhatikan adalah menyatukan hati dan kesadaran semua
yang terlibat untuk tujuan yaitu membuat pementasan yang
baik,berhasil,dansukses.Pementasanharusterlaksanasebagai
sebuah pertunjukan yang memberikan pembelajaran berharga
bagi semua pendukung dan penonton. Kepanitiaan bekerja
dengan baik sehingga berhasil mendatangkan penonton yang
banyak yang bisa menghargai pementasan kita. Kesuksesan
yang diraih memotivasi kita untuk mementaskan kembali
pertunjukan yang baru dengan lebih baik lagi ke depannya.
	Jika panitia sudah terbentuk maka menyusun tugas,
fungsi, dan tanggung jawab setiap unit sehingga lebih
mudah dalam melakukan organisasi kerja. Panitia merupakan
organisasi yang bertanggung jawab penuh terhadap
keberhasilan pelaksanaan pementasan teater. Setiap anggota
panitia akan mengetahui kepada siapa memberikan laporan
jika ada permasalahan di lapangan.
	Ketua panitia merupakan manajer di dalam organisasi
pementasan. Ketua bertanggung jawab terhadap keberhasilan
pementasan. Anggota panitia memiliki kewajiban untuk
saling membantu dengan unit lain sehingga beban kerja
terbagi rata.
	Setelah panitia sudah terbentuk, maka langkah
selanjutnya adalah membagi tugas masing-masing anggota
panitia. Isilah tabel berikut ini dengan bantuan bapak/ibu
guru pembimbing.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
107Seni Budaya
No. Struktur Panitia Tugas dan Fungsi
1 Pimpinan Produksi
2 Pimpinan Artistik
3 Manager Panggung
4 Asisten Manager Panggung
5 Penata lampu
6 Penata musik
7 Penata Gerak
2. Membuat Rancangan Pentas
	Pembuatan rancangan pentas harus menyesuaikan
dengan kebutuhan dari naskah yang sedang digarap. Naskah
yang bercerita tentang lingkungan di hutan, maka harus
merancang setting atau latar belakang panggung berupa
gambar hutan lengkap dengan pohon-pohon yang dibuat
tiga dimensi. Perlengkapan properti atau peralatan yang
mendukung suasana di atas pentas perlu dibuat seperti
batu-batu, ranting, rumah kayu, dan sebagainya. Setting
dan properti sebaiknya dengan kreativitas dan memanfaatkan
bahan-bahan bekas yang dibentuk menjadi benda yang punya
nilai keindahan.
	Pengetahuan tentang tata teknik pentas diperlukan untuk
mengenal bagaimana kerja yang baik dalam merancang
pementasan. Pengenalan istilah tempat pementasan untuk
teater dan beberapa jenis arena pentas bisa memberikan
gambaran untuk lebih kreatif dalam merancang pementasan.
	Panggung yang dimaksud bukan hanya berupa panggung
teater yang sudah resmi dibangun dalam gedung pertunjukan.
Kamu bisa menggunakan ruang kelas, aula sekolah, bahkan
lapangansekolahbisadijadikanpanggung tempat pertunjukan
teater. Kreativitas dan pemahamanmu tentang tata pentas bisa
terwujud. Berikut ini beberapa contoh panggung dan tempat
pementasan yang dapat digunakan sebagai sumber inspirasi.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
108 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
3. Melakukan Latihan
	 Proses latihan sangat diperlukan dalam merancang
pementasan teater. Tidak ada keberhasilan tanpa usaha dan
kerja keras. Latihan teater biasanya dipimpin oleh pelatih
teater atau koordinator latihan. Latihan yang mengarah pada
pementasan biasanya dilakukan langsung oleh sutradara yang
ditunjuk untuk menangani pementasan.
	 Latihan yang baik diawali dengan latihan rutin berupa
pemanasan, olah tubuh yang berguna mempersiapkan
kebugaran pemain, dan olah suara yang berguna untuk
kesiapan peralatan suara pemain. Waktu latihan yang teratur
dan mencukupi dalam setiap minggunya, maka pementasan
yang baik bisa terwujud.
Sebelum latihan mengarah pada naskah untuk pementasan,
sebaiknya kamu melakukan latihan-latihan untuk mengasah
kemampuan spontanitas, improvisasi berupa permainan-
permainan peran atau Roleplay.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
109Seni Budaya
Latihan Pantomim
Lakukanlah gerakan keseharian orang-orang sesuai tema tanpa menggunakan suara alias
berpantomim.
1. Orang-orang yang bergegas mengejar angkutan bis
2. Aktivitas penjual dan pembeli di pasar
3. Suasana para binatang di hutan
4. Menjelajah ruang angkasa dengan pesawat
Kamu dapat mencari aktivitas yang lain.
	 Berikut ini contoh naskah teater pendek bertema alam
dapat digunakan untuk latihan peran, olah vokal, olah tubuh,
maupun olah rasa.
SI PIKO “Ikan Serakah”
(diadaptasi dari cerita Piko oleh Ekpur)
Tokoh-tokoh: Piko, Nori, Qori, Bolu, Koki
Narasi: Nori adalah seekor anak ikan yatim piatu, ayah dan
ibunya sudah meninggal ia hanya hidup dengan kakaknya.
Mereka sangat akrab karena tidak mempunyai saudara lagi.
Kakak Nori yang bernama Piko sangat rakus dan serakah.
Setiap Nori mendapat cacing pasti direbut Piko,walau begitu
Nori tidak pernah marah karena Piko adalah kakak satu-
satunya. Sekarang ia malah selalu mencarikan cacing untuk
Piko. Nori hanya makan binatang kecil-kecil dan lumut saja.
Nori	 : Kak lihat! Ada cacing bersembunyi di sini,
cepat Kak, ia ingin melarikan diri
Qori	 : 	Ayo Piko…tangkap cacing itu
Piko	 : 	Hmmmm….enak sekali, terima kasih Nori….
		 Kau memang adik yang baik, tapi maaf ya…
aku memang suka sekali makan cacing
Nori	 : Tak apa-apa Kak, aku senang Kakak tambah
gemuk
Piko	 : Iya… aku tambah gemuk ya… pasti karena
banyak cacing aku makan
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
110 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Piko belum bisa menahan nafsunya, setiap melihat cacing pasti
direbutnya tidak perduli apapun risikonya meskipun harus
bertengkar dengan ikan yang lain.
Suatu ketika, Nori melihat cacing gemuk menggeliat-geliat di
air. Didekatinya secara perlahan-lahan, tampaknya agak
mencurigakan. Aneh…. Mesti bergerak-gerak cacing tersebut
masih ditempatnya.
Nori	 : Apa tuh……???(sambil menyelidik)
Piko	 : Wah, cacing yang gemuk
Piko gembira sekali Nori menemukan cacing, tanpa bertanya
piko langsung memakannya.
Nori 	 : Jangaaaaaaaa………..nnnn
Tapi terlambat… Piko sudah melahap cacing itu dan Nori
menyadari adanya bahaya, ternyata cacing yang dimakan Piko
adalah umpan kail, dan kail pun tertancap dimulut Piko.
Piko	 : Eeeeeeeekkk!!!! Tooolooo……ng
Bolu dan Koki melihat Piko dan mereka langsung berusaha untuk
memutuskan tali kail, sementara Piko masih meringis kesakitan
Piko	 : Aaaaaahh……sakkiit
Nori	 : Sabar Kak……
Koki	 : Tenang Piko kami akan berusaha menolongmu
Akhirnya Koki dan Bolu berhasil memutuskan tali pancingan
Nori	 : Alhamdulillah…. Terima kasih teman-teman
Piko masih meringis kesakitan
Piko	 : Hu…hu…hu…hu… sakkkkiiit
Bolu dan Koki menghampiri sambil berkata,
Bolu	 :	 Sudahlah Piko bahaya sudah berlalu
Koki	 :	Iya…
Bolu	 :	Untung kami cepat-cepat datang, kalau
tidak….
Koki	 :	 iya ya….
Nori	 :	Terima kasih teman-teman. Kakak… ucapkan
terimakasih kepada Bolu dan Koki karena
mereka telah menyelamatkan kakak tadi
Piko	 :	hu…hu..hu.. terima kasih teman-teman
maafkan aku ya… maafkan aku ya… aku
akan merubah sikapku dan aku berjanji akan
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
111Seni Budaya
menjadi kakak yang baik untuk adikku Nori…
Nori maafkan kakakmu ini ya!. Hu… hu…
hu…
Bolu dan Koki	 :	 Sudahlah Piko kami sudah memaafkanmu…
Qori	 :	Ada apa nih?... kenapa dengan piko teman-
teman
Bolu dan Koki	:	Aaahh… kamu Qori, kamu kemana saja
tadi???
Qori	 :	He..he….he….
Nori	 :	Sudah….. sudah… nanti aku ceritakan ya
Qori.. sekarang aku ingin merawat kakakku
dulu
Qori	 :	 Oke… aku tunggu cerita darimu ya…
Nori	 : Terima kasih Tuhan…. Engkau telah
memberikan teman yang baik untukku dan
kakakku Piko
Qori,Koki,Bolu	:	Amin…amin…amin..
Pesan Moral	 :	Orang yang tidak dapat mengendalikan
nafsunya pasti akan mendapat celaka.
SI JINAK
Karya:
Muhammad Bilal
PELAKU:
- Si Jinak
- Yanti
- Kakak Perempuan
- Pak Lik
- Putri Malaikat
- Paman Pemburu
- Para Hewan
SANDIWARA INI SATU BABAK. DENGAN SETTING
SEBAIKNYA ARENA. DI MANA PERGANTIAN
PERADEGANANNYA DENGAN TEHNIK LAMPU. DAN
SET TERDIRI DARI:
•	 LEVEL MEMANJANG SATU TINGKAT.
•	 BEBERAPA LEVEL YANG DIBENTUK SEDEMIKIAN
RUPA DI PERMUKAAN ARENA. SANDIWARA INI
DI MULAI DENGAN YANTI, ANAK PEREMPUAN,
BERDIRI DI ANTARA PARA HEWAN PIARAANNYA,
SEPERTI AYAM, BEBEK, DAN KELINCI. MEMBENTUK
SEDEMIKIAN RUPA.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
112 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
YANTI : Selamat datang kawan-kawan yang baik, terima kasih
atas kehadiran anda kali ini. Kami kembali bermain sandiwara,
dan kali ini kami bawakan kepada anda sekalian kecintaan pada
sesama makhluk Tuhan, yang bernama: hewan-hewan. Yanti,
itulah panggilanku. Dan kesukaanku adalah memelihara segala
macam hewan, yang di sini anda semua dapat menyaksikannya.
Itu ada ayam, ayo berkotek … aduh, bagus sekali suaramu. Dan
di sana ada kelinci … aaaa, jangan nakal saying. Di sana lagi ada
bebek … wah, wah, wah, mungkin sedang bertelur. Ayo, hewan-
hewanku, mari kembali kita bernyanyi.
MEREKABERNYANYIDANMENARI.DANNYANYIANNYA
ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
			(CATATAN IRAMA GEMBIRA)
LAGU PERTAMA:	 Ada bermacam makhluk
			Ada bermacam kehidupan
			Semua dalam aturan
			Yang satu: Tuhan.
				Hore, huk-huk
				Hore, huk-huk			
				Hore, huk-huk
				Hore, huk-huk.
LAGU KEDUA:	 Kita cintai kehidupan alam
			 Selalu menjaga cagar alam
			Sebagai sesama makhluk Tuhan
			Untukkesejahteraan,kesentausaan.
			 Kita jaga cagar alam
			 Kita bina cagar alam.
DI ANTARA MEREKA BERNYANYI ADA YANG BERPUISI;
DARI PUISI ANAK-ANAK “Perkenalkan Saya Hewan”-NYA
TAUFIQ ISMAIL. UNTUK APRESIASI PUISI ANAK-ANAK.
KELINCI	 : Kelinci, kelinci, bulumu putih bersih sekali
		 Kamu melompat-lompat lincah ke sana dan ke sini.
		
Kelinci, kelinci, matamu itu lucu sekali
Mengerdip-ngerdip sehingga saya jadi gemas
sendiri.
Lompat-lompat ke sana
Lompat-lompat ke sini.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
113Seni Budaya
Hai adik, jangan ditarik pantatnya begitu kalau
memangku
Tangan kiri memangku dan tangan kanan
ditengkuknya
Begitu caranya supaya dia sehat selalu
Dan kita bisa main-main dengan gembira.
Lompat-lompat ke sana
Lompat-lompat ke sini.
BEBEK:	 : Pagi hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek
Sore hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek.
Telurnya kamu kumpulkan sore dan pagi
Sepuluh sampai lima belas butir hasilnya setiap
hari.
KAKAK PRM	 :	 Mana ada anjing hutan.
YANTI	 :	 Lihatlah itu, itu … selalu mendekati pada
hewan-hewan peliharaan Yanti … di mana
Pak Lik?
KAKAK PRM	 : 	Ou, tidak … itu tentunya anjing hutan yang
sering memakan para hewan peliharaan
orang-orang … Pak Lik, Pak Lik …
PAK LIK	 : 	MUNCUL. Ada apa kalian rebut?
YANTI & K.PRM	 : 	Ada anjing hutan.
PAK LIK	 : 	Anjing hutan? Mana … Wah, matanya besar
sekali, tentu yang terbiasa suka mencuri
hewan-hewan peliharaan. Sebaiknya aku
ambil senjata. EXIT.
YANTI	 : 	Tetapi, kak, Yanti lihat anjing hutan
itu cuma diam saja. Hanya karena para
hewan peliharaan takut didekati sehingga
membuat keributan.
KAKAK PRM	 : 	Ah, tidak mungkin begitu. Anjing hutan
selamanya licik.
YANTI	 : Tetapi Yanti lihat binatang yang satu ini
tidak demikian, kak.
KAKAK PRM	 : 	Semua anjing hutan sifatnya sama, Yanti.
YANTI	 : Yanti lihat anjing hutan yang itu sedang
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
114 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
sakit. Ya, seperti sedang sakit, kak.
KAKAK PRM	 : 	Kalau anjing hutan itu sedang sakit, tentu
semua hewan-hewan yang kau pelihara
tidak rebut.
YANTI	 :	 Semua hewan rebut, kak, apabila ada yang
dating mendekatinya.
KAKAK PRM	 :	Memang begitu, sayang. Tetapi Kakak
lihat hewan-hewan yang kau pelihara
menjadi takut karena yang datang itu bukan
sebangsanya.
YANTI	 :	Mungkin juga, kak. Tetapi Yanti yakin,
bahwa anjing hutan yang kali ini dating
mendekati rumah kita adalah anjing hutan
yang baik.
KAKAK PRM	 :	 Kau ada-ada saja. Mana ada anjing hutan
berhati baik, Yanti?
YANTI	 :	 Tidak, Kak. Yanti yakin, anjing hutan yang
ini akan menjadi teman yang baik.
KAKAK PRM	 :	Sudahlah, sayang, kasihanilah hewan-
hewanmu yang lain, daripada habis
dimakan oleh anjing itu sebaiknya anjing
hutan itu harus ditembak.
PAK LIK	 : MUNCUL. Mana? Aku tembak dari sini
tentu kena.
YANTI	 : MENCEGAH. Pak Lik, jangan, jangan
ditembak anjing itu.
PAK LIK	 :	 Mengapa begitu, Yanti?
KAKAK PRM	 :	 Yanti mengira anjing hutan yang ini adalah
anjing yang berhati baik.
PAK LIK	 :	 Mana ada anjing hutan berhati baik? Lantas
mau kau apakan anjing itu?
YANTI	 :	 Yanti lihat anjing hutan itu dalam keadaan
sakit. Dan Yanti ingin memeliharanya
seperti hewan-hewan yang lainnya.
PAK LIK	 :	 Mengapa begitu?
YANTI	 :	Yanti sudah senang mempunyai ayam,
kelinci dan lain sebagainya, tetapi Yanti
ingin mempunyai teman bermain. Artinya
anjing adalah hewan yang dapat diajar
seperti manusia.
KAKAK PRM	 :	 Itu kalau anjing biasa.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
115Seni Budaya
PAK LIK	 :	Tetapi anjing hutan tidak dapat, Sayang.
Sebaiknya kita tembak saja. Lihat, hewan-
hewanmu yang lain sudah sama rebut
didekati anjing tersebut.
YANTI	 :	Yanti memintanya jangan ditembak,
Pak Lik, betul, jangan ditembak. Yanti
ingin memeliharanya. HEWAN-HEWAN
TAMBAH RIBUT.
KAKAK PRM	 :	 Lihat, hewan-hewanmu sama tambah rebut,
Yanti. Kau harus lebih kasihan dengan
hewan-hewanmu yang lain daripada seekor
anjing hutan yang baru saja datang itu.
YANTI	 :	Yanti mencintai semuanya, Kak. Dan
anjing ini Yanti yakin akan dapat menjadi
teman dan saudara bermain di rumah kita,
Kak. Percayalah!
KAKAK PRM	 : Terserahlah, hanya kakak berpesan kau
harus berhati-hati sebab anjing hutan tetap
anjing.
YANTI	 : 	Dan semoga anjing yang satu ini berlainan
dengan anjing yang lainnya … O, si Jinak.
HEWAN-HEWAN TAMBAH RIBUT.
PAK LIK	 : 	Sudahlah, marilah kita melihat anjing hutan
itu. Kita mendengar hewan-hewan yang
lainnya sama rebut.
YANTI	 :	Terima kasih, Pak Lik tidak jadi
menembaknya. Marilah kita melihatnya.
DI MANA KAKAK PEREMPUAN DAN
PAKLIKKEMUDIANEXIT.DANYANTI
SENDIRIAN MENDAPATI ANJING
HUTAN ITU. YANTI MENGELUSI
ANJING HUTAN. DAN SESAAT
KEMUDIAN KEDUANYA MENARI
BERSAMA; DIIRINGI MUSIK. Kau tidak
boleh nakal.
SI JINAK	 :	 Huk … huk … huk … ho-oh …
YANTI	 :	 Kau harus manis pada semua hewan yang
aku pelihara.
SI JINAK	 :	 Huk … huk … huk … iyo, ho-oh …
YANTI	 :	 Antara kita harus berteman. Dan kau nanti
Yanti ajari apa saja. Seperti menangkap
bola, dan lain sebagainya, ya?
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
116 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
SI JINAK	 : 	Huk … huk … huk … terima kasih.
YANTI	 : 	Sebelum itu kau harus punya nama. Sebab
semua orang punya nama. Bagaimana
Yanti memanggilmu kalau kau tidak punya
nama?
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … lalu namanya apa?
YANTI	 : 	Itulah yang sekarang aku pikirkan. Namaku
Yanti. Dan ayamku itu namanya si merah,
sedang kelinciku namanya si kuping
panjang … lalu kau …
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … sebaiknya paijo saja!
YANTI	 : Ah, kau ini lucu. Nah, aku punya nama
untukmu sekarang. Dan ini akan cocok
dengan tingkahmu yang lucu.eja, Jinak
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … aku tahu tentu bejo!
YANTI	 : 	Ha ha ha … kau memang anjing hutan yang
lucu. Dan kau tidak akan menggigit aku
atau pun setiap orang.
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … kalau mereka tidak nakal.
YANTI	 : 	Betul, kau memang cerdas. Nah, untuk
itu kau akan aku beri nama Jinak. Ya, eja,
Jinak… indah namamu.
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … Jinak namaku. Indah kata
nona kecil ini.
YANTI	 : 	Sekarang kau berada jauh di sana. Nah, di
situ! Nanti kalau aku panggil kau sudah
harus menjawab, dan panggilan yang ketiga
kau harus lari mendekati aku … nah, siap?
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … siap!
YANTI	 : 	Jinak … Jinak … Jinak …
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … ya, saya mendengar …
YANTI	 : 	Bukan begitu! Sekarang aku panggil lagi …
Jinak!
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … ya, aku segera datang!
BERLARI MENGHAMPIRI PANGGILAN. MEREKA
BERMAIN BEBERAPA SAAT. LALU YANTI
MEMANGGILNYA KEMBALI DAN MENGAMBIL BOLA
DAN MENGAJARINYA MENANGKAP BOLA. ADEGAN INI
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
117Seni Budaya
JUGA BERLANGSUNG BEBERAPA SAAT. LALU MUNCUL
HEWAN-HEWAN LAIN YANG DIPELIHARA YANTI.
YANTI	 :	Untuk lebih mengetahui kecerdasanmu,
kita bersama-sama bermain bola. Dan aku
sebagai jurinya. Siapa yang tiga kali tidak
dapat menangkap dihukum.
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … hukumannya
menggendong yang menang.
KELINCI	 : 	Cik, cik, cik … ngawur …
BEBEK	 : 	Kwek, kwek, kwek … mana bisa …
AYAM	 :	Kukuruyuk, tok-petok, tok-petok … cik,
cik, cik … enak sendiri saja …
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … lalu apa?
KOOR	 : 	AYAM, BEBEK, KELINCI. Terserah juri.
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … kalau begitu … ya, begitu
…
YANTI	 : Kawan-kawan, aku senang kalian telah
menjadi akur. Itulah sebenarnya berkawan.
Di antara kita harus saling menghormati
pendapat orang lain, walau pun berbeda
pendapat.
SI JINAK	 : Huk, huk, huk … makanya jangan mau
menang sendiri?
KOOR	 : 	AYAM, BEBEK, KELINCI. Hweee …
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … nggak usah, ya …
YANTI	 :	Nah, hewan-hewanku semua, marilah
kita segera bermain! LALU YANTI
MELEMPARKAN BOLA DAN
DITANGKAP OLEH SI JINAK. OLEH
SI JINAK DILEMPAR KE AYAM. DAN
DEMIKIANSETERUSNYA,BERPUTAR-
PUTAR SECARA BERGANTIAN. ADA
YANG JATUH, DAN SETIAP ADA
YANG JATUH MEREKA BERSORAK.
ADEGAN INI DIIRINGI MUSIK
SEHINGGA SUASANA MERIAH.
PADA ADEGAN INI DIHIDUPKAN
IMPROVISASI SEHINGGA MEMBUAT
KOMEDI. SESAAT KEMUDIAN,
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
118 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
MEREKA SEMUANYA EXIT. TINGGAL
YANTI YANG TEGAK DI TENGAH-
TENGAH PENTAS.
Aku sekarang mendapat tambahan kawan, terima kasih putri yang
cantik. Telah tuan berikan padaku kawan yang jenaka. Ternyata
anjing hutan kalau dididik dapat menjadi kawan yang baik. Ah,
ngantuk … aku kepingin tidur … LALU TERDENGAR MUSIK
DAN YANTI TERTIDUR. DALAM TIDUR KEMBALI YANTI
BERMIMPI. Sang putri?
P. MALAIKAT	 : 	Kau masih ingat padaku, sayang?
YANTI	 : 	Terima kasih, sang putri. Anjing hutan itu
begitu baik pada Yanti … Ya, dapat diajak
bermain-main sehingga suasana tambah
menyenangkan. Ternyata semua hewan
kalau dipelihara dengan ketulusan dapat
disatukan.
P. MALAIKAT	 : TERTAWA. Kau memang anak cerdas,
Yanti. Tetapi ketahuilah, semua yang hidup
ini tidak akan kekal… artinya setelah kau
bertemu nanti tentu ada perpisahan.
YANTI	 : 	Oh, tidak, sang putri … Jinak jangan tuan
putri ambil …
P. MALAIKAT	 : 	TERTAWA. Sudahlah, anak cerdas.
Lihatlah kau dalam bahaya. TERDENGAR
MUSIK DAN ADA SUARA AUM
HARIMAU DI MANA YANTI SEDANG
TIDUR, MENJADI TERBANGUN DAN
KAGET.
YANTI	 : 	Apakah aku bermimpi? Tidak … itu benar-
benar suara harimau. Wah, wah, bagaimana
ini … itu sudah sangat dekat sekali.
SI JINAK	 : 	MUNCUL. Huk, huk, huk …
YANTI	 : 	Kau jangan kemari … itu ada harimau!
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk, menyingkirlah …
YANTI	 : 	Tidak, kau Jianak harus juga menyingkir …
SI JINAK	 :	Huk, huk, huk, jangan pikirkan aku …
menyingkirlah, nona!
YANTI	 :	Sebaiknya kita menyingkir bersama-sama
saja.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
119Seni Budaya
SI JINAK	 :	 Huk, huk, huk, sebaiknya nona saja yang
menyingkir.
YANTI	 :	 Pak Lik … Pak Lik … sepi sekali … suara
aum harimau sudah semakin dekat. Ayolah,
kita menyingkir bersama-sama.
SI JINAK	 :	 Huk, huk, huk, nona segera pergi!
MELOMPAT SEEKOR HARIMAU YANG GANAS. DAN
TERNYATA SI JINAK LEBIH TRENGGINAS, CEKATAN, DI
MANAYANTI DAPATTERHINDAR DARI TERKAMANNYA.
HARIMAU	 : 	Aum-aum … kau harus menyingkir!
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … kaulah yang menyingkir!
HARIMAU	 : 	Aum-aum … daging anak kecil gurih,
marilah kita santap bersama-sama.
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … serakah!
HARIMAU	 : 	Aum-aum … wah, wah, ini anjing hutan
tidak doyan daging manusia.
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … sudah lama makananku
cuma tempe dan tahu … dan sedikit telur …
YANTI	 : 	MENYAHUT. Tidak ketinggalan susu.
SI JINAK	 : 	 huk,huk,huk…sebaiknyanonamenyingkir
saja.
HARIMAU	 : 	Aum-aum … untuk itu kali ini kita lahap
daging gurih ini.
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … mana bisa, nggak usah ye
…
HARIMAH	 : 	Aum-aum …
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk …
HARIMAU	 : 	Aum-aum … menyingkir …
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … kagak mau …
HARIMAU	 : 	Aum-aum … kalau begitu kita berperang
…
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … boleh saja …
HARIMAU 	 : 	Aum-aum …
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk …
YANTI	 : 	Awas … hati-hati, Jinak!
HARIMAU	 : 	Aum-aum …
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
120 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk …
ANTARA HARIMAU DAN SI JINAK LALU TERJADI
PERKELAHIAN DENGAN SENGIT.
YANTI		 : 	 Hati-hati, Jinak …
HARIMAU DAN SI JINAK BEGITU RAMAI
PERTEMPURANNYA. DAN MUSIK TAMBAH KERAS
SEHINGGA SUASANA JADI RAMAI. DI MANA SEMUA
HEWAN MENYINGKIR. SESAAT KEMUDIAN HARIMAU
PERGI MELARIKAN DIRI DENGAN SUARANYA YANG
DAHSYAT. “Aum-aum…”, SETELAH ITU SI JINAK
MENDEKATI YANTI.
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk, … nona kecil, marilah kita
pulang.
YANTI	 : 	Aku terperosok ke dalam tanah yang dalam
… aku tidak dapat bergerak … tolonglah
aku, Jinak!
SI JINAK	 : 	huk, huk, huk … bagaimana ini …
YANTI	 : 	Oh, aku tahu kau tidak dapat menolongnya,
karena tidak ada kekuatan …
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … tunggulah nona kecil di
sini …
YANTI	 : 	Kau akan ke mana, Jinak?
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … pulang memanggil Pak
Lik.
LALUANJING HUTAN ITU PERGI BERLARI-LARIAN.ADA
MUSIK.
KAKAK PRM	 : 	Sejak Yanti mempunyai anjing, tidak
pernah kelihatan di halaman rumah. Setelah
memberi makan semua hewan-hewannya
lalu pergi bermain bersama anjingnya.
PAK LIK	 : 	Biarkan saja.
KAKAK PRM	 : 	Bukan begitu, Pak LIk, nanti kalau ada
bahaya bagaimana? Sedang kita di kelilingi
oleh hutan yang masih banyak binatang
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
121Seni Budaya
buasnya.
PAK LIK	 : 	Sebaiknya kau jangan berpikir yang bukan-
bukan . berikanlah adikmu itu kebebasan
untuk bermain, jangan dikekang, nanti jadi
anak yang rendah diri.
KAKAK PRM	 : 	Begitu memang boleh, Pak Lik, tetapi Yanti
kan anak perempuan.
PAK LIK	 : 	TERTAWA. Kau ini bagaimana … apa
bedanya laki-laki dan perempuan … biarlah
dia belajar menjaga dirinya sendiri.
KAKAK PRM	 : 	Terserahlah, Pak Lik …
LALU MUNCUL SI JINAK DAN SELALU MENYALAK
SEHINGGA KAKAK PEREMPUAN DAN PAK LIK
KEBINGUNGAN.
KAKAK PRM	 : 	Tentu Yanti dapat bahaya.
PAK LIK	 : 	Sabarlah … Jinak, di mana nona kecilmu?
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … di sana …
SI JINAK TERUS MENYALAK DENGAN HEBATNYA.
KAKAK PRM	 : 	Pak Lik, sebaiknya kita pergi ke sana …
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk …
PAK LIK	 : 	Sebentar, aku ambil senjata dulu.
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … cepat dong!!!
KAKAK PRM	 : 	Mari cepat, Pak Lik!
SUARA TETABUHAN DAN KAKAK PEREMPUAN, PAK
LIK DAN SI JINAK EXIT. DI MANA YANTI SENDIRIAN DI
TENGAH PENTAS DAN MENGADUH.
YANTI	 : 	Oh, Tuhan semoga anjingku dapat segera
pulang dan membawa Pak Lik ke mari …
Jinak … Jinak …
KAKAK PRM	 : 	Lihat, Pak Lik …
YANTI	 : 	Oh, kakak … oh, Pak Lik … terima kasih.
Jinak …
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
122 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
PAK LIK	 : 	Sudahlah, sebaiknya kau tenang saja.
Biarlah aku angkat Yanti. Itu memang
lubang bekas pepohonan yang ditebang.
SUARAMUSIK DANYANTI DAPATTERTOLONG. DI MANA
DENGAN TONGKAT PENYANGGAYANTI MENGADAKAN
PESTA DI TENGAH-TENGAH HEWAN-HEWANNYA.
YANTI	 : 	Kawan-kawan, kali ini Yanti mengadakan
pesta, tetapi bukan pesta ulang tahun. Pesta
ini satu kesyukuran bahwa Yanti dapat
terlepas dari mulut harimau yang jahat
dan yang satu lagi terlepas dari perosokan
lubang yang dalam, sehingga kakiku
sampai sekarang masih sakit. Semuanya itu
berkat pertolongan si Jinak, anjing hutan
yang cerdas dan cekatan … untuk itu Yanti
akan memberikan hadiah, berupa kalung
putih, sebagai rasa terima kasihku.
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk …
YANTI	 : 	Kemarilah Jinak, terimalah kalung putih
ini. Dan si pemakai kalung ini berarti kau
… Jinak yang telah termasuk anjing hutan
yang baik.
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … terima kasih. Tidak usah
repot-repot, nona kecil.
LALU TERDENGAR TETABUHAN DANPARA HEWAN PUN
MENYANYI SALAH SATU LAGU YANG DIPERMULAAN
ADEGAN INI, SEBAIKNYA LAGU “CAGAR ALAM” SAJA.
YANTI	 :	Ayolah, kawan-kawan, kita bergembira!
Oh, sayang kakiku masih sakit.
SI JINAK	 :	 Huk, huk, huk … disko!
BEBEK	 :	 Kwek-kwek-kwek … disko!
AYAM	 : Kukuruyuk, tok-petok, tok-petok, tok-petok,
cik-cik-cik … rock!
KELINCI	 : 	Cik-cik-cik … dangdut!
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
123Seni Budaya
MEREKA TERUS BERKEMBIRA RIA. DAN SESAAT
KEMUDIAN MEREKA LALU STATIS TETAP DIAM DI
TEMPAT TINGGAL. SI JINAK DAN JANTI DI TENGAH-
TENGAH PENTAS.
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … nona kecil kakimu masih
sakit.
YANTI	 : 	Tetapi aku kepingin melihat temanku si
mawar hutan yang aku tanam beberapa hari
yang lalu.
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … kan tempatnya jauh.
YANTI	 : Kalau begitu sebaiknya tunggu saja aku di
sini. Aku cuma sebentar …
SI JINAK	 : 	 Huk,huk,huk…nantinonakecilterperosok
lagi.
YANTI	 : 	Tidak Jinak, kau menjaga kalau ada bahaya,
seperti harimau 	 yang jahat tempo hari.
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … sebaiknya kita pulang
saja.
YANTI	 : 	Mengapa kau jadi penakut?
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … bukan begitu nona kecil.
YANTI	 : 	Mungkin kau merasakan ada bahaya?
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … tak tahulah …
YANTI	 : 	Kau memang suka bercanda, Jinak,
anjingku sayang.
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk …
YANTI	 : 	Nah, kau tunggu di sini. Aku akan melihat
bunga mawar hutan yang ada di balik
gerumbulan itu.
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk … hati-hatilah nona kecil!
YANTI PERGI DAN SUARA MUSIK. SESAAT KEMUDIAN
MUNCUL SEORANG PEMBURU DENGAN SENJATANYA.
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk …
P. PEMBURU	 : 	Celaka, anjing huta itu sudah tahu kalau
aku incar.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
124 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk …
P. PEMBURU	 : 	Sekarang tiba saatnya kau mati di tanganku.
Sebab sudah lama kau merugikan aku.
SI JINAK	 : 	Huk, huk, huk …
P. PEMBURU	 : 	Di tempat ini tidak akan luput lagi. Dia
seperti sudah tahu saja. Aku harus tenang
supaya sekali tembak rubuh. Sehat betul
anjing hutan itu.
SI JINAK 	 : 	HUk, huk, huk …
P. PEMBURU	 : 	Nah, terimalah sekarang … dor!!!
ANJINGHUTANITUMENJERITDANRUBUH.BERSAMAAN
DENGAN ITU YANTI MUNCUL.
YANTI	 : 	O, anjingku, Jinakku sayang, ada yang
menembak?
P. PEMBURU	 : 	Sialan, Yanti, kau tangisi anjing kurapan
yang ganas itu?
YANTI	 : 	Jadi, jadi paman Kikuk yang telah
menembaknya?
P. PEMBURU	 : 	Betul, sebab anjing hutan inilah yang telah
melahap ayam dan bebekku!
YANTI	 : 	Oh, paman Kikuk telah salah duga. Ini
adalah Jinak. Lihatlah, kalung putih ini
adalah tanda bahwa Jinak adalah anjing
hutan yang baik.
P. PEMBURU	 :Jadi…diaituJinakyangtelahmenyelamatkan
kau dari terkaman harimau?
K.PRM & P. LIK	 : 	MUNCUL. Ada apa … ada apa …
YANTI	 : 	Kakak … Pak Lik … Jinak mati tertembak
… oh, aku sekarang sendirian …
P. PEMBURU	 : 	Oh, maafkan aku Yanti, anak yang manis,
aku telah salah duga sehingga anjing hutan
kesayangan kita telah termakan oleh pelor
senjataku. Maafkan aku, Jinak!
PAK LIK	 : 	Sudahlah, Yanti, jangan kau tangisi juga …
P. PEMBURU	 : 	Nanti paman carikan yang lain. Nanti paman
belikan anjing yang lebih baik.
YANTI	 : 	Tidak, terima kasih. Persahabatan dan
persaudaraan tidak dapat dibeli. Tidak ada
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
125Seni Budaya
orang yang menjualnya.
KOOR	 : 	Yanti …
YANTI	 : 	Oh, Jinak … Tuhan yang baik, terimalah
anjing kesayanganku ini. Oh, Jinak …
ingat kawan-kawan, hewan kalau sudah
kita pelihara dan cintai akan membela
kita sampai mati. Untuk itu jangan ada
yang suka menembak hewan. Peliharalah
lingkungan hidup kita!
LALU MEREKA MENYANYI DUKA:
				Telah tiada sahabat kita
				Telah pergi untuk selamanya
				Untuk tanda pada manusia
				 Suka teliti dan cermat jua
				Selamat jalan, kawan
				Selamat dan bahagia
				Selamat jalan, kawan
				Selamat dan bahagia
SELESAI
Setelah membaca konsep tentang merancang pertunjukan teater, jawablah
pertanyaan di bawah ini:
1.	 Jelaskan dua fungsi tata lampu pada pertunjukan teater.
2.	 Jelaskan dua fungsi tata suara pada pertunjukan teater.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
126 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Mengenal Tokoh Teater
	 Film pertama karya Teguh di
tahun 1968 adalah film untuk anak-anak.
Film serius konsumsi dewasa untuk
pertama kali dihasilkannya pada tahun
1971, dan langsung menyabet beberapa
penghargaan untuk kategori akting
maupun penyutradaraan terbaik.
	 Sejumlah film karya Teguh yang
berhasil mengangkat nama sutradara dan
pemain bintangnya, diantaranya, Wajah
Seorang Laki-Laki (1971), Cinta Pertama
(1973), Ranjang Pengantin (1974), Kawin
Lari (1975), Perkawinan Semusim (1977),
Badai Pasti Berlalu (1977), November
1828 (1979), Di Balik Kelambu (1982),
Secangkir Kopi Pahit (1983), Doea Tanda
Mata (1984), Ibunda (1986), dan Pacar Ketinggalan Kereta (1986).
	 Ia pertama-tama melakoni seni sebagai pemain drama, antara tahun 1957
hingga 1961. Teguh, yang waktu itu masih menggunakan nama lahir Steve Liem
Tjoan Hok, sudah sering tampil di panggung dalam pementasan-pementasan
yang diadakan oleh ATNI (Akademi Teater Nasional Indonesia).
	
	 Karir dalam dunia film dirintisnya saat melakukan tugas praktik penulisan
skenario film-film semi dokumenter pada Perusahaan Film Negara (kini PPFN).
Saat itu, mantan anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) periode 1968-1972
ini berkesempatan bekerja pada sutradara D. Djajakusuma, Nya Abbas Acup,
Misbach Yusa Biran, Wim Umboh, dan Seniman Pelopor Angkatan 45 Asrul Sani,
baik itu sebagai penata artistik, pemain, atau asisten sutradara.
	 Ketika film layar lebar bermedium pita seluloid meredup di awal tahun
1990-an digantikan layar kaca dengan kehadiran stasiun teve baru, Teguh pun
sempat mengubah medium seninya. Ia berkesempatan menghasilkan karya film
sinema elektronik (sinetron) untuk televisi, seperti Pulang (1987), Arak-Arakan
(1992), dan Pakaian dan Kepalsuan (1994).
	
Sumber: wwww.tokohindonesia.com
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
127Seni Budaya
C. Rangkuman
D. Refleksi
Pementasan akan dapat berjalan dengan baik jika panitia
dapat bekerja secara maksimal sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Merancang dan mempromosikan pementasan teater merupakan
salah satu tanggung jawab yang harus dilakukan oleh panitia.
Merancang tata teknik pentas merupakan pekerjaan yang
rumit dan memerlukan tenaga. Pentas perlu dirancang sesuai
dengan tema masing-masing kelompok yang akan tampil karena
merupakan representasi dari lakon yang akan di bawakan. Latihan
bagi kelompok teater juga penting karena semakin banyak
latihan akan semakin baik pada saat pementasan
Merancang pementasan teater tidak mungkin dilaksanakan
oleh satu orang. Pementasan dapat berhasil dengan baik jika ada
kerjasama, saling menghormati, saling menghargai, bertenggang
rasa, jujur serta santun dalam melaksanakan tugas dan tanggung
jawab yang diberikan.
Tugas dan tanggung jawab dalam kepanitiaan juga
mengajarkan kepemimpinan. Seorang pemimpin tidak hanya
dilihat dari kedudukan tetapi lebih pada pelaksanaan tugas
dan tanggung jawab yang diberikan. Jadi setiap kamu adalah
pemimpin. Belajarlah menjadi pemimpin melalui kepanitiaan
pementasan teater di sekolah atau di kelas
Selanjutnya, lakukan penilaian diri dengan memberikan
tanda cek (P) pada kolom 1, 2, 3, dan 4 sesuai pendapatmu.
B. Uji Kompetensi
1.	 Jelaskan 2 fungsi tata panggung pada pementasan teater?
2.	 Jelaskan 2 fungsi tata rias dan tata busana pada pementasan teater?
1.	 Buatlah rancangan tata busana untuk satu tokoh.
Pengetahuan
Keterampilan D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
128 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Setelah mempelajari pengetahuan dan merancang pertunjukan
teater, saya dapat:
1 2 3 4 Skor
1.	 Memahami perancangan pertunjukan teater
2.	 Memahami langkah-langkah perancangan pertunjukan teater
3.	 Mengerjakan tugas tentang perancangan pertunjukan teater
dengan percaya diri
4.	 Mengerjakan tugas tentang perancangan pertunjukan teater
dengan disiplin
5.	 Mengerjakan tugas tentang perancangan pertunjukan teater
dengan usaha keras
6.	 Mengerjakan tugas tentang perancangan pertunjukan teater
sesuai dengan ketentuan
7.	 Menghargai keindahan karya pertunjukkan teater sebagai
anugerah Tuhan Yang Mahakuasa
8.	 Menghargai karya pertunjukkan teater yang saya hasilkan
9.	 Menghargai karya pertunjukkan teater yang dihasilkan teman
Jumlah
Keterangan: 4= Sangat Baik, 3= Baik, 2= Cukup, 1= Kurang
Aktivitas Mengomunikasikan
1.	 Buat tulisan tentang pertunjukan teater yang dibawakan oleh kelompok
lain.
2.	 Tulisan maksimum 50 kata dan berdasarkan hasil pengamatan yang
dilakukan oleh salah satu kelompok.
3.	 Tulisan memberikan kritik yang membangun sehingga kamu dan teman
mengetahui kelemahan dan kekurangan sehingga dapat melakukan
pertunjukan teater lebih baik lagi.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
129Seni Budaya
aksen tekanan suara pada kata atau suku kata
arsir menarik garis-garis kecil sejajar untuk mendapatkan efek bayangan ketika
menggambar atau melukis
artikulasi lafal pengucapan pada kata
asimetris tidak sama kedua bagiannya atau tidak simetris
diafragma sekat rongga badan yang membatasi antara rongga dada dengan rongga
perut
ekspresi pengungkapan atau proses menyatakan perasaan
estetik mengenai keindahan
fonem vokal bunyi yang keluar dari mulut tanpa halangan/hambatan
gerak ritmis gerakan yang memiliki irama
geometris ragam hias berbentuk bulat
intonasi ketepatan mengucapkan tinggi rendahnya kata
level tingkatan gerak yang diukur dari lantai
kriya pekerjaan tangan
perkusi peralatan musik ritmis
pola lantai garis-garis yang dibuat oleh penari melalui perpindahan gerak di atas
lantai
ragam hias ornamen
ritmis ketukan yang teratur
ruang bentuk yang diakibatkan oleh gerak
tenaga kuat atau lemah yang digunakan untuk melakukan gerak
unisono menyanyi secara berkelompok dengan satu suara
vokal grup menyanyi dengan beberapa orang
waktu tempo dan ritme yang digunakan untuk melakukan gerak
Glosarium
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
130 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
Anirun, Suyatna. 2002. Menjadi Sutradara. Bandung: STSI PRESS.
Brook, Peter. 2002. Percikan Pemikiran tentang Teater, Film, dan Opera.
Yogyakarta: Arti.
Dibia, I Wayan, dkk. 2006. Tari Komunal: Buku Pelajaran Kesenian Nusantara.
Jakarta: Lembaga
	 Pendidikan Seni Nusantara.
Endraswara, Suwardi. 2011. Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: FBS
Universitas Negeri
	Yogyakarta.
Gray, Peter. 2009. Panduan Lengkap Menggambar & Ilustrasi Objek &
Observasi Terjemahan
	 Sara C. Simanjuntak. Jakarta: Karisma.
Grotowski, Jerzy. 2002. Menuju Teater Miskin. Yogyakarta: Penerbit Arti. Hartoko,
Dick. 1986.
	 Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Gramedia.
Hawkins, Alma. 1990. Mencipta Lewat Tari, terj. Sumandiyo Hadi. Yogyakarta: ISI.
Humprey, Doris. 1983. Seni Menata Tari, terj. Sal Murgiyanto. Jakarta: Dewan
Kesenian Jakarta.
Jazuli, M. 2008. Pendidikan Seni Budaya: Suplemen Pembelajaran Seni Tari.
Semarang: Unnes
	 Press. Juih, dkk. 2000. Kerajinan Tangan dan Kesenian. Jakarta: Yudhistira.
Latifah, Diah dan Harry Sulastianto. 1993. Buku Pedoman Seni SMA. Bandung:
Ganeca Exact. Purnomo, Eko, 1996. Seni Gerak. Jakarta: Majalah Pendidikan
Gelora, Grasindo.
Putra, Mauly, Ben M. Pasaribu. 2006. Musik Pop: Buku Pelajaran Kesenian
Nusantara. Jakarta:
	 Lembaga Pendidikan Seni Nusantara.
Rangkuti, dkk 2000. Lagu-Lagu Daerah. Jakarta: Titik Terang.
Redaksi Indonesia Cerdas. 2008. Koleksi 100 Lagu Daerah Indonesia Terpopuler.
Daftar Pustaka
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
131Seni Budaya
Jogjakarta:
	 Indonesia Cerdas.
Rustopo (ed), 1991. Gendhon Humardhani: Pemikiran dan Kritiknya. Surakarta:
STSI.
Sachari, Agus (editor). 1986. Seni Desain dan Teknologi Antologi Kritik, Opini dan
Filosofi.
	 Bandung: Pustaka.
Schneer, Geoegette. 1994. Movement Improvisation. South Australia: Human
Kinetics, Edwardstone.
Smith, Jacqueline. 1986. Komposisi Tari: Sebuah Petunjuk Praktis bagi Guru, terj.
Ben Suharto.
	 Yogyakarta: Ikalasti.
Riantiarno, Nano. 2003. Menyentuh Teater, Tanya Jawab Seputar Teater Kita.
Jakarta: MU: 3 Books.
Sahid, Nur (ed). 2000. Interkulturalisme dalam Teater. Yogyakarta: Yayasan untuk
Indonesia.
Sani, Rachman. 2003. Yoga untuk Kesehatan. Semarang: Dahara Prize.
Saptaria, Rikrik El. 2006. Panduan Praktis Akting untuk Film & Teater. Bandung:
Rekayasa Sains.
Sitorus, Eka D. 2002. The Art of Acting–Seni Peran untuk Teater, Film, & TV.
Jakarta: Gramedia
	 Pustaka Utama.
Sumardjo, Jakob. 1986. Ikhtisar Sejarah Teater Barat. Bandung: Angkasa
Sumaryono, Endo Suanda. 2006. Tari Tontonan. Jakarta: Lembaga Pendidikan Seni
Nusantara. Susanto, Mikke. 2003. Membongkar Seni Rupa. Yogyakarta: Jendela.
Sutrisno, Mudji dan Christ Verhaak. 1993. Estetika Filsafat Keindahan. Yogyakarta:
Kanisius.
Tim Depdiknas. 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama.
Wardhani, Cut Camaril, dan Ratna Panggabean. 2006. Tekstil: Buku Pelajaran Seni
Budaya.
	 Jakarta: Lembaga Pendidikan Seni Nusantara.
Wijaya, Putu. 2006. Teater: Buku Pelajaran Seni Budaya. Jakarta: Lembaga
Pendidikan Seni
	Nusantara.
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id
132 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1
	 SUMBER GAMBAR
	 www.azamku.com (diunduh 23 Maret 2013)
	 http://guitarid.blogspot.com (diunduh 6 Mei 2013)
D
iunduh
dari
http://bse.kem
dikbud.go.id

More Related Content

PDF
Kelas 7 smp seni budaya
PDF
Seni budaya smp 7 guru
PDF
Buku Siswa Kurikulum 2013 Kelas 7 SBK
PDF
Buku Guru seni budaya Kelas VII SMP Kurikulum 2013
DOCX
08 seni budaya
PDF
Kelas 07 smp_seni_budaya_siswa
PDF
Buku Siswa Seni Budaya Kelas VIII SMP Kurikulum 2013
PDF
Seni budaya (buku siswa)
Kelas 7 smp seni budaya
Seni budaya smp 7 guru
Buku Siswa Kurikulum 2013 Kelas 7 SBK
Buku Guru seni budaya Kelas VII SMP Kurikulum 2013
08 seni budaya
Kelas 07 smp_seni_budaya_siswa
Buku Siswa Seni Budaya Kelas VIII SMP Kurikulum 2013
Seni budaya (buku siswa)

What's hot (14)

PDF
Seni budaya smp kelas 8 buku guru kurikulum 2013
PDF
Buku guru Seni Budaya kelas VIII
PDF
Buku Siswa Seni Budaya Kelas VII SMP Kurikulum 2013
PDF
Seni budaya (buku siswa)
PDF
SMK-MAK kelas10 smk seni tari rahmida
PDF
K11 s1 bs senbud
PDF
K11 bg sen_bud_sma kelas xi kurikulum 2013_[blogerkupang.com]
PDF
Buku Siswa Kelas 11 Seni Budaya Semester 1 Kurikulum K13
DOCX
16 model-pembelajaran-saintifik-mp-seni-budaya
PDF
Seni budaya (buku guru)
PDF
Senbud x bs
PDF
Kelas 10 sma_seni_budaya
PDF
Buku pegangan guru seni budaya sma kelas 10 kurikulum 2013 edisi revisi 2014 ...
PDF
Kelas 11 sma_seni_budaya
Seni budaya smp kelas 8 buku guru kurikulum 2013
Buku guru Seni Budaya kelas VIII
Buku Siswa Seni Budaya Kelas VII SMP Kurikulum 2013
Seni budaya (buku siswa)
SMK-MAK kelas10 smk seni tari rahmida
K11 s1 bs senbud
K11 bg sen_bud_sma kelas xi kurikulum 2013_[blogerkupang.com]
Buku Siswa Kelas 11 Seni Budaya Semester 1 Kurikulum K13
16 model-pembelajaran-saintifik-mp-seni-budaya
Seni budaya (buku guru)
Senbud x bs
Kelas 10 sma_seni_budaya
Buku pegangan guru seni budaya sma kelas 10 kurikulum 2013 edisi revisi 2014 ...
Kelas 11 sma_seni_budaya
Ad

Viewers also liked (15)

DOCX
Resume viqra
DOCX
Makalah seni rupa yunani 2
DOCX
33 alat musik tradisional indonesia
DOCX
ALAT MUSIK TRADISIONAL INDONESIA DAN GAMBAR
PDF
Bab 9 Kelas X Seni Budaya
PPTX
Semua tentang GRUP VOKAL / Vocal Group - Pelajaran Seni Budaya -> Seni Musik ...
PPTX
Musik vocal ppt
DOCX
Soal sbk 7
PPTX
Membuat alat muzik
DOC
Kunci dan Perangkat Seni Budaya SMP kelas 7
DOCX
Macam macam alat musik
PPTX
Teknik vokal dan dinamik suara
PPTX
Seni budaya power point ( gambar)
DOC
Kunci dan Perangkat Seni Budaya SMP kelas 9
PDF
RPP SMP Seni Budaya Kelas VII
Resume viqra
Makalah seni rupa yunani 2
33 alat musik tradisional indonesia
ALAT MUSIK TRADISIONAL INDONESIA DAN GAMBAR
Bab 9 Kelas X Seni Budaya
Semua tentang GRUP VOKAL / Vocal Group - Pelajaran Seni Budaya -> Seni Musik ...
Musik vocal ppt
Soal sbk 7
Membuat alat muzik
Kunci dan Perangkat Seni Budaya SMP kelas 7
Macam macam alat musik
Teknik vokal dan dinamik suara
Seni budaya power point ( gambar)
Kunci dan Perangkat Seni Budaya SMP kelas 9
RPP SMP Seni Budaya Kelas VII
Ad

Similar to Seni budaya (buku siswa) (20)

PDF
Kelas 07 smp_seni_budaya_siswa
PDF
K11 bg sen bud
PDF
Buku Guru seni budaya Kelas VIII SMP Kurikulum 2013
PDF
Kelas 11 sma_seni_budaya_guru
PDF
Kelas 11 sma_seni_budaya_guru
PDF
Kelas 8 SMP Seni Budaya BS pressenta.pdf
PDF
Senbud x bs
PDF
seni buudaya kelas x
PDF
Senbud x bs_sma kelas x kurikulum 2013_[blogerkupang.com]
PDF
Kelas 8 Seni Budaya BS presentationn.pdf
PDF
SBK Kelas XII K13 Buku Guru
PDF
Kelas ix senibudaya bs
PDF
Kelas 10 sma_seni_budaya_guru
PDF
Senbud x bg_sma kelas x kurikulum 2013_[blogerkupang.com]
PDF
Senbud x bg
PDF
Kelas 10-revisi-2017-sma-seni-budaya
PDF
Sd1sbk seni budayadanketerampilan dyahrucilukman
PDF
SENI RUPA-BG-KLS VII.pdf
DOC
supplier kedelai di jakarta
PDF
Fokus pembelajaran seni budaya
Kelas 07 smp_seni_budaya_siswa
K11 bg sen bud
Buku Guru seni budaya Kelas VIII SMP Kurikulum 2013
Kelas 11 sma_seni_budaya_guru
Kelas 11 sma_seni_budaya_guru
Kelas 8 SMP Seni Budaya BS pressenta.pdf
Senbud x bs
seni buudaya kelas x
Senbud x bs_sma kelas x kurikulum 2013_[blogerkupang.com]
Kelas 8 Seni Budaya BS presentationn.pdf
SBK Kelas XII K13 Buku Guru
Kelas ix senibudaya bs
Kelas 10 sma_seni_budaya_guru
Senbud x bg_sma kelas x kurikulum 2013_[blogerkupang.com]
Senbud x bg
Kelas 10-revisi-2017-sma-seni-budaya
Sd1sbk seni budayadanketerampilan dyahrucilukman
SENI RUPA-BG-KLS VII.pdf
supplier kedelai di jakarta
Fokus pembelajaran seni budaya

More from Educations / Operator Open Office / Design GNU Joomla / ITe (20)

DOCX
Percetakan Kendari dan Advertising Kendari FUUL PRODUK PAW usaha-usaha tanpa ...
DOCX
Kisah Cinta di Zaman PKI menceritakan kisah Cinta Sejati dalam Kisah Sejarah ...
DOCX
Antivirus Versi.FULL.JALiN.KB.PRO Keutuhan Aplikasi Konsep dan Praktik dalam ...
DOCX
Keutuhan Aplikasi Konsep dan Praktik dalam Upaya menciptakan aplikasi Anti Vi...
DOCX
NEWS Nesw news terkini Percetakan Advertising Warahmah PAW di percetakan kend...
DOCX
Numerologi dalam Pandangan Pendapat dan Pengetahuan Islam.docx
DOCX
Uang yang Mampu Mendatangkan Syafaat: Pesan Ilahi Melalui Malaikat dalam Uang...
PDF
Hubungi PAW Buat Website dan Aplikasi Absen Online PAUD, TK, SD/MIN, SMP/MTsN...
DOCX
Percetakan Kendari Advertising Kendari Whatsapp.082164715377 Solusi Percetaka...
DOCX
☎ WhatsApp. 082164715377 Percetakan Advertising Warahmah Percetakan Aceh Adve...
DOCX
☎ WhatsApp. 082164715377 Percetakan Advertising Warahmah Percetakan Kendari K...
DOCX
PAW Mau Buat Website Periklanan dan SEO ☎ WhatsApp: 082164715377 Solusi Bisni...
DOCX
☎ WhatsApp: 082164715377 Percetakan Maluku, Advertising Maluku, Loker Maluku
DOCX
☎ WhatsApp: 082164715377 Percetakan Sulawesi Barat, Advertising Sulawesi Bara...
DOCX
PAW Mau Buat Website Periklanan dan SEO Whatsapp.082164715377 Solusi Bisnis A...
DOCX
☎ WhatsApp: 082164715377 Percetakan Papua Selatan, Advertising Papua Selatan,...
DOCX
☎ WhatsApp: 082164715377 Percetakan Papua Tengah, Advertising Papua Tengah, L...
DOCX
☎ WhatsApp: 082164715377 Percetakan Papua Pegunungan, Advertising Papua Pegun...
DOCX
☎ WhatsApp: 082164715377 Percetakan Papua Barat Daya, Advertising Papua Barat...
DOCX
☎ WhatsApp: 082164715377 Percetakan Indonesia, Advertising Indonesia, Loker I...
Percetakan Kendari dan Advertising Kendari FUUL PRODUK PAW usaha-usaha tanpa ...
Kisah Cinta di Zaman PKI menceritakan kisah Cinta Sejati dalam Kisah Sejarah ...
Antivirus Versi.FULL.JALiN.KB.PRO Keutuhan Aplikasi Konsep dan Praktik dalam ...
Keutuhan Aplikasi Konsep dan Praktik dalam Upaya menciptakan aplikasi Anti Vi...
NEWS Nesw news terkini Percetakan Advertising Warahmah PAW di percetakan kend...
Numerologi dalam Pandangan Pendapat dan Pengetahuan Islam.docx
Uang yang Mampu Mendatangkan Syafaat: Pesan Ilahi Melalui Malaikat dalam Uang...
Hubungi PAW Buat Website dan Aplikasi Absen Online PAUD, TK, SD/MIN, SMP/MTsN...
Percetakan Kendari Advertising Kendari Whatsapp.082164715377 Solusi Percetaka...
☎ WhatsApp. 082164715377 Percetakan Advertising Warahmah Percetakan Aceh Adve...
☎ WhatsApp. 082164715377 Percetakan Advertising Warahmah Percetakan Kendari K...
PAW Mau Buat Website Periklanan dan SEO ☎ WhatsApp: 082164715377 Solusi Bisni...
☎ WhatsApp: 082164715377 Percetakan Maluku, Advertising Maluku, Loker Maluku
☎ WhatsApp: 082164715377 Percetakan Sulawesi Barat, Advertising Sulawesi Bara...
PAW Mau Buat Website Periklanan dan SEO Whatsapp.082164715377 Solusi Bisnis A...
☎ WhatsApp: 082164715377 Percetakan Papua Selatan, Advertising Papua Selatan,...
☎ WhatsApp: 082164715377 Percetakan Papua Tengah, Advertising Papua Tengah, L...
☎ WhatsApp: 082164715377 Percetakan Papua Pegunungan, Advertising Papua Pegun...
☎ WhatsApp: 082164715377 Percetakan Papua Barat Daya, Advertising Papua Barat...
☎ WhatsApp: 082164715377 Percetakan Indonesia, Advertising Indonesia, Loker I...

Recently uploaded (20)

DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Fisika Kelas 12 SMA Terbaru 2025
PPTX
Merancang dan Mengelola PESAN dalam Komunikasi Pemasaran di Era Digital 4.0_W...
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PDF
Stop Bullying NO Bully in school SMA .pdf
DOCX
Daftar Judul Paper Artificial Intelligence in Information System
PPTX
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
PDF
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PPTX
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PPTX
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
PDF
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
PPTX
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
PDF
RPM BAHASA INDONESIA KELAS 7 TEKS DESKRIPSI.pdf
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Deep Learning Fisika Kelas 12 SMA Terbaru 2025
Merancang dan Mengelola PESAN dalam Komunikasi Pemasaran di Era Digital 4.0_W...
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Stop Bullying NO Bully in school SMA .pdf
Daftar Judul Paper Artificial Intelligence in Information System
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
RPM BAHASA INDONESIA KELAS 7 TEKS DESKRIPSI.pdf
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf

Seni budaya (buku siswa)

  • 1. SeniBudaya.KelasVIISMP/MTsSemester1 EDISI REVISI 2014 SMP/MTs VII Kelas Semester 1 D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 2. ii Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Hak Cipta © 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang Disklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini. Katalog Dalam Terbitan (KDT) MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Seni Budaya / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- Edisi Revisi. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014. viii hlm, 132 hlm ; ilus. 17,6 x 25 cm Untuk SMP/MTs Kelas VII Semester 1 ISBN 978-602-282-333-9 (jilid lengkap) ISBN 978-602-282-333-6 (jilid 1a) 1. Kesenian – Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 707 Kontributor Naskah : Eko Purnomo, Buyung Rohmanto, Deden Haerudin, Julius Juih, Sekar Galuh, Ceceng Kosasih, Harry Sulistyanto, dan Nana Supriatna (alm.). Penelaah : Tri Hartiti, M. Jazuli, Jose Rizal Manua, Suwarta Zebua, dan Johan Salim Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. Cetakan ke-1, 2013 Cetakan ke-2, 2014 (Edisi Revisi) Disusun dengan huruf Times New Roman, 11 pt. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 3. iiiSeni Budaya Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran, sehingga kompetensi dasar tiap mata pelajaran mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok pengetahuan, dan kompetensi dasar kelompok keterampilan. Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut. Seni Budaya untuk Kelas VII SMP/MTs yang disajikan dalam buku ini juga tunduk pada ketentuan tersebut. Seni Budaya bukan aktivitas dan materi pembelajaran yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan peserta didik sebagaimana dirumuskan selama ini. Seni Budaya harus mencakup aktivitas dan materi pembelajaran yang memberikan kompetensi pengetahuan tentang karya seni budaya dan kompetensi sikap yang terkait dengan seni budaya. Seni Budaya dalam Kurikulum 2013 dirumuskan untuk mencakup sekaligus studi karya seni budaya untuk mengasah kompetensi pengetahuan, baik dari karya maupun nilai yang terkandung di dalamnya, praktik berkarya seni budaya untuk mengasah kompetensi keterampilan, dan pembentukan sikap apresiasi terhadap seni budaya sebagai hasil akhir dari studi dan praktik karya seni budaya. Pembelajarannya dirancang berbasis aktivitas dalam sejumlah ranah seni budaya, yaitu seni rupa, tari, musik, dan teater yang diangkat dari tema-tema seni yang merupakan warisan budaya bangsa. Selain itu juga mencakup kajian warisan budaya yang bukan berbentuk praktik karya seni budaya. Aktivitas-aktivitas tersebut tidak hanya terkait dengan studi dan praktik karya seni budaya, melainkan juga melalui pelibatan aktif tiap peserta didik dalam kegiatan seni budaya yang diselenggarakan oleh kelas maupun sekolah. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal, tambahan materi yang digali dari kearifan lokal dan relevan sangat diharapkan untuk ditambahkan sebagai pengayaan dari buku ini. Sesuai dengan konsep Kurikulum 2013, buku ini disusun dengan mengacu pada pembelajaran Seni Budaya secara terpadu dan utuh. Keterpaduan dan keutuhan tersebut diwujudkan dalam rangkaian bahwa setiap pengetahuan yang diajarkan, pembelajarannyaharusdilanjutkansampaimembuatsiswaterampildalammenyajikan pengetahuan yang dikuasainya secara konkret dan abstrak dalam bentuk atau terkait dengan karya seni budaya, dan bersikap sebagai manusia dengan rasa penghargaan yang tinggi terhadap karya-karya seni warisan budaya dan warisan budaya bentuk lainnya. Kata Pengantar D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 4. iv Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam. Implementasi terbatas pada tahun ajaran 2013/2014 telah mendapat tanggapan yang sangat positif dan masukan yang sangat berharga. Pengalaman tersebut dipergunakan semaksimal mungkin dalam menyiapkan buku untuk implementasi menyeluruh pada tahun ajaran 2014/2015 dan seterusnya. Buku ini merupakan edisi kedua sebagai penyempurnaan dari edisi pertama. Buku ini merupakan edisi kedua sebagai penyempurnaan dari edisi pertama. Buku ini sangat terbuka dan perlu terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah- mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045). Jakarta, Januari 2014 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 5. vSeni Budaya Daftar Isi Kata Pengantar............................................................................................................iii Daftar Isi ..................................................................................................................v Seni Rupa Bab 1 Menggambar Flora, Fauna, dan Alam Benda.................................................2 A. Pengertian Menggambar............................................................................5 B. Objek Menggambar...................................................................................5 C. Komposisi..................................................................................................6 D. Teknik Menggambar..................................................................................6 E. Alat Dan Media Gambar............................................................................10 F. Uji Kompetensi...........................................................................................12 G. Rangkuman................................................................................................12 H. Refleksi......................................................................................................12 Bab 2 Menggambar Ragam Hias..............................................................................14 A. Pengertian Ragam Hias.............................................................................17 B. Motif Ragam Hias......................................................................................17 C. Pola Ragam Hias........................................................................................19 D. Teknik Menggambar Ragam Hias.............................................................19 E. Uji Kompetensi..........................................................................................27 F. Rangkuman.................................................................................................27 G. Refleksi......................................................................................................27 D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 6. vi Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Seni Musik Bab 3 Bernyanyi dengan Teknik Vokal.....................................................................30 A. Bernyanyi Secara Unisono........................................................................33 B. Teknik Vokal dan Organ Suara Manusia....................................................35 C. Berlatih Vokal............................................................................................36 D. Uji Kompetensi..........................................................................................39 E. Rangkuman................................................................................................39 F. Refleksi.......................................................................................................39 Bab 4 Bermain Musik Ansambel..............................................................................41 A. Musik Ansambel........................................................................................44 B. Musik Indonesia.........................................................................................45 C. Memainkan Alat Musik Melodis...............................................................49 D. Uji Kompetensi..........................................................................................54 E. Rangkuman................................................................................................54 F. Refleksi.......................................................................................................54 Seni Tari Bab 5 Elemen Gerak Tari..........................................................................................57 A. Pengertian Elemen Gerak Tari...................................................................60 B. Ruang, Waktu, dan Tenaga.........................................................................61 C. Uji Kompetensi..........................................................................................69 D. Rangkuman................................................................................................70 E. Refleksi.......................................................................................................70 Bab 6 Gerak Tari dan Iringan......................................................................................72 A. Pengertian Level........................................................................................75 B. Level Gerak................................................................................................76 C. Melakukan Gerak Tari Sesuai Iringan.......................................................83 D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 7. viiSeni Budaya D. Uji Kompetensi..........................................................................................86 E. Rangkuman................................................................................................86 F. Refleksi.......................................................................................................86 Seni Teater Bab 7 Teknik Bermain Akting Teater........................................................................89 A. Teknik Dasar Akting Teater.......................................................................92 B. Uji Kompetensi..........................................................................................101 C. Rangkuman................................................................................................101 D. Refleksi......................................................................................................101 Bab 8 Merencanakan Pementasan Teater..................................................................103 A. Merancang Pementasan Teater..................................................................106 B. Uji Kompetensi..........................................................................................127 C. Rangkuman................................................................................................127 D. Refleksi......................................................................................................127 Glosarium ..................................................................................................................129 Daftar Pustaka.............................................................................................................130 D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 9. (Sumber: Dok. Kemdikbud) SENI RUPA D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 10. 2 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Menggambar Flora, Fauna, dan Alam Benda BAB 1 1. mengidentikasi kekayaan dan keunikan flora, fauna, dan alam benda Indonesia, 2. mendeskripsikan keunikan flora, fauna, dan alam benda Indonesia, 3. mengekspresikan diri melalui gambar flora, fauna, dan alam benda, 4. mengomunikasikan hasil gambar flora, fauna, dan alam benda secara lisan Pada pelajaran Bab 1, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni rupa, yaitu: ALUR PEMBELAJARAN D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 11. 3Seni Budaya Setelah kalian mengamati gambar di atas, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini: 1. Sebutkan tiga perbedaan pada gambar flora. 2. Sebutkan tiga perbedaan pada gambar fauna. 3. Sebutkan tiga perbedaan pada gambar alam benda. Alam merupakan sumber belajar yang tidak akan pernah habis untuk digali. Keanekaragaman flora dan fauna dapat menjadi sumber inspirasi dalam menggambar. Burung merupakan salah satu fauna yang sering digambar dengan menggunakan berbagai macam teknik dan bahan. Burung Hong merupakan salah satu contoh fauna yang sering menjadi objek batik di pesisir pantai pulau Jawa. Motif burung Hong ini mendapat pengaruh dari China. Di bawah ini ada beberapa gambar burung yang sering digambar menjadi objek atau motif baik pada ukiran kayu maupun motif batik di atas kain. 1 3 5 2 4 6 D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 12. 4 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Format Diskusi Hasil Pengamatan flora/fauna Nama anggota : Gambar yang diamati : Hari/tanggal pengamatan : No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan 1 Jenis flora/fauna/alam benda 2 Ciri flora/fauna/alam benda 3 Manfaat flora/fauna/alam benda 1. Kamu dapat mengamati gambar flora, fauna, dan alam benda dari sumber lain seperti internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber belajar lainnya. 2. Kamu dapat mengamati gambar flora, fauna, dan alam benda yang berkembang di daerahmu, namun juga dapat mengamati gambar flora, fauna, dan alam benda dari daerah lain. Setelah kamu mengisi kolom tentang gambar flora, fauna, dan alam benda tersebut, kemudian diskusikanlah dengan teman-teman dan isilah kolom di bawah ini. No. Gambar Jenis Gambar 1 2 3 4 5 6 Format Lembar Diskusi D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 13. 5Seni Budaya A. Pengertian Menggambar Gambar merupakan bahasa yang universal dan dikenal jauh sebelum manusia mengenal tulisan. Gambar sudah dikenal masyarakat sejak zaman purba. Pada saat itu, gambar sering dihubungkan dengan aktivitas manusia danroh leluhuryangdianggapmemberi keberkahan dan perlindungan. Bagi manusia purba, gambar tidak sekedar sebagai alat komunikasi untuk roh leluhur saja, tetapi juga memberikan kekuatan dan motivasi untuk dapat bertahan hidup. Menggambar tidak hanya melibatkan aktivitas fisik semata tetapi juga mental. Aktivitas fisik berhubungan dengan keterampilan menggunakan peralatan menggambar sedangkan mental berhubungan dengan rasa, karsa, dan daya cipta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia dalam melakukan aktivitas menggambar memerlukan media, alat serta bahan yang senantiasa berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Jika pada zaman purba manusia menggambar dengan menggunakan bahan yang tersedia di alam maka pada zaman sekarang peralatan menggambar telah diproduksi oleh pabrik sebagai komoditas ekonomi. Manusia melalui menggambardapatmenyampaikangagasan,ide,sertasimbolsebagai salah satu bentuk ekspresi. Jadi menggambar merupakan salah satu sarana untuk mengekspresikan diri. B. Objek Menggambar Menggambar tidak hanya mengandalkan imajinasi tetapi juga terkadang memerlukan objek. Alam semesta merupakan objek yang tidak akan pernah habis untuk digambar. Kekayaan flora, fauna dan juga alam benda merupakan objek yang dapat digambar. Keindahan flora, fauna dan juga alam benda merupakan sumber inspirasi dan eksplorasi dalam menggambar. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 1.1 Gambar perburuan pada dinding gua D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 14. 6 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 C. Komposisi Komposisi dalam menggambar dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu simetris dan asimetris. Komposisi simetris menunjukkan bahwa objek di bagian kanan sama atau mirip dengan objek di bagian kiribidanggambar.Komposisiasimetrismenunjukkan bahwa objek di bagian kanan tidak sama atau mirip dengan objek di kiri bidang gambar tetapi terkesan menunjukkan keseimbangan. Benda yang berwarna gelap memiliki kesan lebih berat daripada benda lain yang besarnya sama dengan benda tersebut tetapi berwarna terang. Penguasaan komposisi merupakan hal penting sebelum melakukan aktivitas menggambar. Penguasaan ini akan membimbing dan mengarahkan susunan objek dalam menggambar. Beberapa contoh komposisi dalam menggambar dapat dilihat pada gambar di samping. D. Teknik Menggambar Proses menggambar sebenarnya dapat kamu mulai dengan cara yang sangat sederhana dan mudah dilakukan. Biasakan sebelum menggambar buatlah sketsa terlebih dahulu agar gambar memiliki komposisi, proporsi, dan keseimbangan yang baik. Beberapa tahapan yang harus dilakukan pada saat menggambar sebagai berikut. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 1.2 Daun (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 1.3 Alam Benda (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 1.4 Burung Elang (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 1.5 Komposisi Simetris (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 1.6 Komposisi Asimetris D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 15. 7Seni Budaya 1) Mengetahui bentuk dasar dari objek yang akan digambar 2) Mengetahui bagian-bagian dari objek gambar 3) Menyusun atau menyambung bagian per bagian menjadi gambar yang utuh 4) Memberikan dimensi gelap terang baik hitam putih atau berwarna 5) Memberi kesan untuk latar belakang Pertama kali menggambar sebaiknya tidak perlu tergesa- gesa untuk memiliki kemiripan bentuk sesuai dengan objek yang digambar. Kamu harus berlatih dan sabar sampai menguasai bentuk dasar bagian-bagian dari objek yang digambar. Mulailah berlatih dari bentuk flora, fauna, dan benda buatan manusia yang paling sederhana dan bisa digambar. 1. Teknik Menggambar Flora Menggambarflora(tumbuh-tumbuhan)dapatmemberikan pemahaman tentang keanekaragaman, keindahan, dan keunikan objek flora yang ada di lingkungan sekitar. Flora memiliki banyak jenis dan bentuknya. Bagian-bagian flora dapat digunakan sebagai objek gambar, misalnya bentuk daun, bunga, dan buah. Bagian-bagian flora ini dapat digambar secara terpisah atau digabung menjadi satu rangkaian. Menggambar bunga kamboja dan bunga jepang memiliki teknik yang berbeda walaupun sama-sama jenis bunga. Perbedaan ini disebabkan karakteristik kelopak bunga yang berbeda. Perhatikan langkah-langkah menggambar bunga kamboja jepang di bawah ini: (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 1.7 Tahapan menggambar bunga kamboja Jepang 1 32 1. Gambarlah bentuk lingkaran untuk pola bunga 2. Gambar kelopak bunga sesuaikan dengan bentuk aslinya. 3. Berilah warna pada hasil gambar bunga. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 16. 8 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Menggambar bunga mawar lebih sulit dibandingkan dengan menggambar bunga kamboja Jepang. Ada empat tahapan dalam menggambar bunga mawar yaitu; 2. Teknik Menggambar Fauna Fauna (hewan) memiliki jenis yang berbeda-beda, ada yang berkaki empat, seperti sapi, kambing, berkaki dua seperti ayam, bebek. Ada hewan yang hidup di air dan di darat. Hewan juga ada yang bersifat galak dan jinak. Setiap hewan memiliki bentuk badan yang berbeda-beda. Kamu bisa menggambar hewan mulai dari badannya, kemudian berlanjut kepala, kaki atau cakarnya. Bentuk-bentuk geometris akan membantu dalam membuat gambar hewan agar lebih mudah dan tentunya diawali dengan sketsa. Contoh menggambar itik 1. Gambarlah objek secara garis besar. 2. Gambarlah kelopak dengan cermat sesuai dengan arah melingkar bunga. 3. Tentukan titik pusat bunga dan tempat batang yang bertemu dengan kelopak, ini akan membantu menemukan posisi pusat bunga. 4. Berilah arsiran atau warna agar lipatan dan tekstur gambar lebih berkesan hidup 1 32 4 (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 1.8 Tahapan menggambar bunga mawar 1 2 3 1. Buatlah gambar bentuk oval untuk badan. 2. Tambahkan bentuk kerucut untuk leher, kepala, dan ekor. 3. Berilah arsiran atau warna pada gambar itik. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 1.9 Itik D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 17. 9Seni Budaya 3. Teknik Menggambar Alam Benda Menggambar alam benda disebut juga menggambar bentuk. Alam benda dapat terdiri atas benda buatan manusia dan benda yang sudah terbentuk dari alam.Alam benda buatan manusia dapat berupa kendi, piring, mangkuk, gelas, dan beraneka ragam bentuk lainnya. Alam benda yang terdapat di alam seperti batu, batang kayu, air, dan juga awan. Pada saat menggambar bentuk, sebaiknya kamu memperhatikan beberapa hal berikut ini. 1) Proporsi bentuk benda yang akan digambar 2) Komposisi dalam meletakkan benda 3) Cahaya yang menyinari objek gambar dan akan membentuk bayangan 4) Penggunaan arsiran atau warna yang akan membentuk kesan bidang tiga dimensi. 5) Penggunaan latar belakang (background) Contoh menggambar piring dan cangkir 1. Gambarlah bentuk silinder dan oval. 2. Buatlah setiap bagian menjadi bentuk cangkir dan piring. 3. Sempurnakan gambar dengan menggunakan arsiran atau warna. 1 2 3 (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 1.10 Piring dan cangkir D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 18. 10 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 E. Alat dan Media Gambar Sebagai sarana belajar menggambar, alat dan media memiliki banyak variasi dan macamnya. Kamu bisa menggunakan pensil dengan bahan grafit, pensil warna, bolpoin, dan krayon. Setiap alat dan media tersebut memiliki karakter yang berbeda. Beberapa macam alat dan media gambar sebagai berikut. 1. Pensil Pensil dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pensil dengan tanda “H” dan “B”. Pensil H memiliki sifat keras dan cocok digunakan untuk membuat garis yang tipis. Pensil B memiliki sifat lunak dan cocok digunakan untuk membuat garis tebal atau hitam pekat. Pensil H dan pensil B dibedakan dari segi tingkat kekerasan dan kepekatan hasilnya. Pensil H dan pensil B diberi tanda angka untuk membedakan jenisnya. Untuk pensil B, makin besar angkanya makin lunak sifatnya dan makin pekat hasil goresannya. Untuk pensil H, makin besar angkanya, makin keras sifatnya dan makin tipis hasil goresannya. 2. Pensil Warna Pensil warna memiliki variasi warna yang cukup banyak dapat menghasilkan warna yang lembut. Peserta didik bisa menggunakan pensil warna untuk mewarnai gambardengancaragradasi,yaitupemberian warna dari arah yang gelap berlanjut ke arah yang lebih terang atau sebaliknya. 3. Krayon Bentuk krayon ada dua jenis yaitu dalam bentuk pensil dan batangan. Kedua jenis bentuk krayon ada yang berbahan lunak dan keras. Krayon dengan bahan lunak tidak banyak mengandungminyak sehingga dapat dibaurkan dengan menggunakan tangan. Kesan warna yang dihasilkan dari kedua (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 1.11 Pensil (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 1.12 Pensil warna (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 1.13 Crayon D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 19. 11Seni Budaya jenis krayon ini dapat menimbulkan kesan lembut maupun cerah. 4. Bolpoin Selain digunakan untuk menulis bolpoin juga dapat digunakan untuk menggambar. Gambar yang dihasilkan memiliki karakter yang kuat dan umumnya berupa arsiran. 5. Kertas Gambar Menggambar pada dasarnya membutuhkan kertas yang berwarna netral (putih, abu-abu, atau coklat) dan dapat menyerap atau mengikat bahan pewarna. Kertas gambar yang dapat digunakan dengan berbagai alat gambar misalnya kertas Padalarang. Pastel khususnya memerlukan kertas dengan permukaan agak kasar, misalnya kertas karton. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 1.14 Bolpoin (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 1.15 Kertas gambar Setelah membaca konsep tentang gambar flora dan fauna, praktikkan sesuai dengan perintah di bawah ini: Buatlah gambar salah satu tema flora, fauna atau alam benda, dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Dibuat pada kertas gambar A3 2. Dibuat berdasarkan pengamatan langsung terhadap obyek yang dipilih 3. Gambar diwarnai dengan pensil warna dan memiliki kesan gelap dan terang D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 20. 12 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan komposisi pada seni rupa? 2. Mengapa komposisi penting dalam menggambar atau melukis? 1. Buatlah gambar dengan 5 komposisi yang berbeda. Pengetahuan Keterampilan F. Uji Kompetensi G. Rangkuman Kegiatan menggambar merupakan induk atau dasar dari karya seni rupa. Menggambar merupakan aktivitas mental dan fisik yang dituangkan dalam bentuk goresan tangan, menggunakan media dua dan tiga dimensi. Menggambar menggunakan imajinasi dan perasaan melalup alat gambar seperti pensil, bolpoin, krayon, dan alat lain yang dapat digunakan untuk menulis. Objek menggambar dapat berbentuk flora (tumbuhan), fauna (hewan), dan alam benda, baik benda buatan manusia atau benda yang berasal dari alam. Menggambar sebaiknya dimulai dari mengamati objek yang akan digambar, mengatur komposisi gambar, sampai dengan mewarnai hasil gambar. Prosedur yang harus dilakukan dalam menggambar harus mengikuti kaidah seni rupa yang lugas, imajinatif, kreatif, dan menyenangkan dengan memperhatikan unsur-unsur seni rupa seperti titik, garis, warna, dan bidang. Selain itu menggambar juga harus memperhatikan prinsip-prinsip seni rupa seperti proporsi, komposisi, keseimbangan, tekstur, dan gelap terang. H. Refleksi Menggambar dengan tema flora (tumbuhan), fauna (hewan), dan alam benda dapat melatih imajinasi dan mengembangkan kreativitas. Menggambar juga dapat menambah pengetahuan tentang kekayaan alam Indonesia. Setiap daerah di Indonesia memiliki keragaman flora dan fauna yang dapat memberikan D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 21. 13Seni Budaya identitas tersendiri. Kekayaan alam ini merupakan anugerah Tuhan yang wajib kita syukuri. Nah, sekarang kamu sudah memahami keanekaragaman hayati tidak hanya menjadi sumber inspirasi bagi kita untuk berkarya seni rupa, tetapi juga telah memberikan kesejahteraan secara ekonomi bagi masyarakat. Kita memiliki tanggung jawab untuk melestarikan flora dan fauna sehingga ekosistem dapat terjaga sepanjang masa. Selanjutnya, lakukan penilaian diri dengan memberikan tanda cek (P) pada kolom 1, 2, 3, dan 4 sesuai pendapatmu! Aktivitas Mengomunikasikan 1. Kamu telah melakukan aktivitas pembelajaran menggambar flora, fauna, dan alam benda. 2. Buatlah tulisan tentang seniman gambar alam benda di tanah air. 3. Sertakan foto seniman beserta tulisanmu pada selembar kertas HVS. 4. Buatlah tanggapan, kritik, dan saran untuk mencari perbaikan. Keterangan: 4= Sangat Baik, 3= Baik, 2= Cukup, 1= Kurang Setelahmempelajaripengetahuandanmelaksanakanpraktik menggambar flora, fauna, dan alam benda, saya dapat: 1 2 3 4 Skor 1. Memahami pengertian tentang menggambar flora, fauna, dan alam benda 2. Memahami langkah-langkah dan teknik menggambar flora, fauna, dan alam benda 3. Mengerjakan tugas tentang menggambar flora, fauna, dan alam benda dengan percaya diri 4. Mengerjakan tugas tentang menggambar flora, fauna, dan alam benda dengan disiplin 5. Mengerjakan tugas tentang menggambar flora, fauna, dan alam bendadengan usaha keras 6. Mengerjakan tugas tentang menggambar flora, fauna, dan alam benda dengan tuntunan 7. Menghargai keindahan karya gambar flora, fauna, dan alam benda sebagai anugerah Tuhan Yang Maha kuasa 8. Menghargai karya tentang gambar flora, fauna, dan alam benda yang saya hasilkan 9. Menghargai karya tentang gambar flora, fauna, dan alam benda yang dihasilkan teman Jumlah D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 22. 14 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Menggambar Ragam Hias BAB 2 ALUR PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan keragaman pada ragam hias Indonesia, 2. Mengidentifikasi keunikan ragam hias Indonesia, 3. Mengeksplorasi ragam hias flora, fauna, dan geometris dalam bentuk gambar, dan 4. Mengomunikasikan hasil karya ragam hias baik secara lisan maupun tulisan. Pada pelajaran Bab 2, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni rupa, yaitu: D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 23. 15Seni Budaya Keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia sangat kaya dan beragam. Setiap daerah memiliki kekayaan tersebut dan menjadi ciri atau simbol suatu daerah. Kekayaan flora dan fauna kemudian oleh masyarakat diabadikan pada bentuk-bentuk ragam hias. Ragam hias ini dapat dijumpai pada bangunan atau arsitektur rumah- rumah adat daerah sebagai simbol yang memiliki nilai-nilai kearifan lokal. Ragam hias flora dan fauna menggunakan bahan dan teknik yang berbeda. Ada ragam hias yang dibuat di atas kayu, kain, kulit, dan serta tembaga. Amatilah beberapa gambar ragam hias di bawah ini. 1 3 5 2 4 6 Setelah kalian mengamati gambar di atas, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini: 1. Jelaskan faktor apa saja yang dapat mendukung keindahan gambar ragam hias berikut ini. 2. Kesimpulan apa yang dapat kamu berikan pada gambar ragam hias di atas ini? D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 24. 16 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Format Diskusi Hasil Pengamatan Ragam Hias Nama anggota : Nama ragam hias yang diamati : Hari/tanggal pengamatan : No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan 1 Jenis ragam hias 2 Media gambar ragam hias 3 Teknik menggambar ragam hias 1. Kamu dapat mengamati ragam hias dari sumber lain seperti internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber belajar lainnya. 2. Kamu dapat mengamati ragam hias yang berkembang di daerahmu, namun juga dapat mengamati ragam hias dari daerah lain. Setelah kamu mengisi kolom tentang ragam hias tersebut, kemudian diskusikanlah dengan teman-teman dan isilah kolom di bawah ini. No. Gambar Jenis dan Bahan 1 2 3 4 5 6 Format Lembar Diskusi D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 25. 17Seni Budaya A. Pengertian Ragam Hias Ragam hias atau ornamen merupakan bentukkaryaseni rupa yang sudah berkembang sejak zaman prasejarah. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak ragam hias. Ragam hias di Indonesia dipengaruhi oleh faktor lingkungan alam, flora dan fauna, serta budaya masing-masing daerah. Keinginan untukmenghias merupakan naluriatauinsting manusia. Selain itu, pembuatan ragam hias juga didasarkan atas kebutuhan masyarakat baik yang bersifat praktis maupun yang terkait dengan kepercayaan atau agama. Terdapat ragam hias memiliki makna simbolis karena mengandung nilai-nilai budaya yang terdapat di masyarakat pendukungnya. Menggambar ragam hias dapat dilakukan dengan stilasi (penggayaan) dengan menyederhanakan bentuk objek yang menjadi sumbernya dengan pertimbangan keindahan. Selain itu, gambar hias juga harus disesuaikan dengan fungsinya. B. Motif Ragam Hias Ragam hias merupakan karya seni rupa yang diambil dari bentuk-bentuk flora (vegetal), fauna (animal), figural (manusia), dan bentuk geometris. Ragam hias tersebut dapat diterapkan pada media dua dan tiga dimensi. 1. Ragam Hias Flora Flora sebagai sumber objek motif ragam hias dapat dijumpai hampir di seluruh pulau di Indonesia. Ragam hias dengan motif flora (vegetal) mudah dijumpai pada barang-barang seni, seperti batik, ukiran, kain sulam, kain tenun, dan bordir. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 2.2 Objek gambar ragam hias fauna (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 2.1 Objek gambar ragam hias fauna (stilasi) (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 2.3 Objek gambar ragam hias fauna (deformasi) (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 2.4 Jenis ragam hias flora pada media tekstil D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 26. 18 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 2. Ragam Hias Fauna (Animal) Bentuk motif animal dapat dibuat berdasarkan berbagai jenis binatang, misalnya burung, gajah, cicak, ikan, dan ayam. Dalam membuat ragam hias, motif hias animal bisa digabung dengan motif hias vegetal atau motif geometrik. Sebagai contoh, untuk menggambar ragam hias dengan motif burung, dilakukan langkah-langkah berikut. 1) Membuat gambar kontur burung dengan penggayaan tertentu sebagai pola gambar ragam hias. 2) Membuat garis-garis atau bentuk motif tambahan (misalnya motif vegetal) untuk mengisi pola tersebut. 3) Selesaikan gambar dengan mengisi bidang- bidang dengan warna yang menarik. Motif ragam hias daerah di Indonesia banyak menggunakan hewan sebagai objek ragam hias. Daerah-daerah tersebut seperti Yogyakarta, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Motif ragam hias fauna tersebut dapat dijumpai pada hasil karya batik, ukiran, sulaman, anyaman, tenun, dan kain bordir. Ragam hias bentuk fauna dapat dijadikan sarana untuk memperkenalkan kearifan lokal daerah tertentu di Indonesia seperti burung cendrawasih di Papua, komodo di Nusa Tenggara Timur, dan gajah di Lampung. 3. Ragam Hias Geometris Ragam hias geometris merupakan motif hias yang dikembangkan dari bentuk-bentuk geometris dan kemudian digayakan sesuai dengan selera dan imajinasi pembuatnya. Gaya ragam hias geometris dapat dijumpai di seluruh daerah di Indonesia, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Ragam hias geometris dapat dibuat dengan menggabungkan bentuk-bentuk geometris ke dalam satu motif ragam hias. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 2.5 Ragam hias fauna corak pesisir (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 2.6 Ragam hias campuran flora dan fauna pada media kayu dengan teknik ukir, corak Bali (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 2.7 Ragam hias geometris D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 27. 19Seni Budaya 4. Ragam Hias Figuratif Bentuk ragam hias figuratif berupa objek manusia yang digambar dengan mendapatkan penggayaan bentuk. Ragam hias figuratif biasanya terdapat pada bahan tekstil maupun bahan kayu, yang proses pembuatannya dapat dilakukan dengan cara menggambar. C. Pola Ragam Hias Bentuk ragam hias umumnya memiliki pola atau susunan yang diulang-ulang. Pada bentuk ragam hias yang lain, pola yang ditampilkan dapat berupa pola ragam hias yang teratur, terukur dan memiliki keseimbangan. Pola ragam hias geometris dapat ditandai dari bentuknya seperti persegi empat, zigzag, garis silang, segitiga, dan lingkaran. Pola bidang tersebut merupakan pola geometris yang bentuknya teratur. Bentuk lain dari pola geometris adalah dengan mengubah susunan pola ragam hias menjadi pola ragam hias tak beraturan dan tetap memperhatikan segi keindahan. D. Teknik Menggambar Ragam Hias Gambar ragam hias sangat bervariatif, ada yang diambil dari flora, fauna, manusia, dan bentuk-bentuk geometris. Bentuk gambar ragam hias, dapat berupa pengulangan maupun sulur-suluran. Pada saat kamu ingin menggambar ragam hias ada beberapa aturan yang harus diperhatikan, sebagai berikut. 1) Perhatikan pola bentuk ragam hias yang akan digambar. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 2.8 Ragam hias manusia (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 2.9 Pola ragam hias geometris beraturan (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 2.10 Pola ragam hias geometris tidak beraturan D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 28. 20 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 2) Persiapkan alat dan media gambar. 3) Tentukan ukuran pola gambar yang akan dibuat. 4) Buat sketsa di salah satu kotak/bidang yang telah dibuat sebelumnya. 5) Buat bentuk yang sama (bisa dijiplak) pada bidang yang lain. 6) Mewarnai gambar Setelah membaca konsep tentang gambar ragam hias, jawablah pertanyaan di bawah ini: 1. Stilasi ini diambil dari bentuk apa? 2. Bagaimana langkah-langkah pembuatannya? 3. Jelaskan bagaimana pola penempatan motifnya. 1. Menggambar Ragam Hias Flora (vegetal) Ragam hias flora dapat kamu lihat di berbagai macam benda atau barang. Gambar ragam hias flora memiliki bentuk dan pola yang beraneka ragam. Setiap daerah di Indonesia memiliki ragam hias flora dengan ciri khasnya masing-masing. Kamu sekarang bisa menggambar ragam hias dengan mudah. Kamu bisa menggunakan pola pengulangan maupun sulur- suluran. Ragam hias dapat diambil dari objek daun tunggal yang kemudianbisastilasisesuaidenganimajinasidankreativitasmu. Menggambar objek daun tunggal dapat dilakukan dengan beberapa tahapan sebagai stilasi dari Gambar 2.11. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 2.11 Daun tunggal Aktivitas Mengeksplorasi Ragam Hias Kegiatan 1 1. Kamu dapat menggambar ragam hias flora. 2. Kamu dapat menggambar dengan mencari contoh dari berbagai sumber belajar. 3. Tujuan melakukan eksplorasi pada Kegiatan 1 ini agar kamu memiliki kemampuan teknik menggambar secara baik. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 29. 21Seni Budaya 1. Buatlah pola ragam hias yang yang akan digambar. Perhatikan komposisi pola ragam hiasnya. 2. Tetapkan letak objek gambar pada tempat yang sudah ditentukan. 3. Lengkapi gambar dengan pensil warna. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 2.12 Pola dasar ragam hias (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 2.13 Letak daun (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 2.14 Ragam hias flora 2. Menggambar Ragam Hias Fauna Bentuk ragam hias fauna memiliki keindahan dan keunikan yang sama dengan ragam hias flora. Jenis fauna yang biasa diambil sebagai objek gambar ragam hias, yaitu burung, gajah, cicak, ikan, dan ayam. Ragam hias fauna bisa digabung dengan ragam hias flora atau hanya sejenis saja. Beberapa tahapan dalam menggambar ragam hias fauna sebagai berikut. 1) Tentukan jenis fauna yang akan dibuat gambar ragam hiasnya. 2) Buatlah pola gambar ragam hiasnya. 3) Berilah warna pada hasil gambar ragam hiasnya. Aktivitas Mengeksplorasi Ragam Hias Kegiatan 2 1. Kamu dapat menggambar ragam hias flora dengan mencari contoh dari berbagai sumber belajar. 2. Tujuan melakukan eksplorasi pada kegiatan 2 ini agar kamu dapat mengenal karakter flora sehingga gambar yang kamu buat lebih baik. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 30. 22 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 1 (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 2.15 Tahapan menggambar ragam hias fauna 2 3 4 (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 2.16 Ragam hias fauna 1. Membuat gambar bulatan besar dan kecil sebagai badan dan kepala burung. 2. Melengkapi gambar dengan bentuk sayap, ekor, kaki, jambul, mata, dan paruh. 3. Menambahkan garis-garis untuk menghias bagian ekor dan sayap. 4. Menyelesaikan dengan mengisi bidang-bidang dengan warna yang menarik. Aktivitas Mengeksplorasi Ragam Hias Kegiatan 3 1. Kamu dapat menggambar ragam hias geometris dengan mencari contoh dari berbagai sumber belajar. 2. Tujuan melakukan eksplorasi pada kegiatan 3 ini agar kamu pengetahuan tentang pola pembentukan ragam hias geometris. 3. Menggambar Ragam Hias Geometris Hiasgeometrismerupakanmotifhias yang dikembangkan dari bentuk-bentuk dalam geometri, misalnya segitiga, segi empat dan lingkaran. Penggunaan motif geometris dapat dijumpai di berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Ragam hias geometris dapat dibuat dengan menggabungkan bentuk- bentuk geometris D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 31. 23Seni Budaya Beberapa tahapan dalam menggambar ragam hias geometris. 1) Membuat ukuran pola bidang gambar geometris 2) Membuat gambar geometris 3) Mewarnai ragam hias geometris 4. Menggambar ragam hias manusia (figuratif) Motif hias figuratif menggunakan motif manusia yang digambar dengan penggayaan tertentu. Motif hias ini misalnya digunakan pada karya tekstil maupun karya kayu, yang dibuat dengan teknik menggambar atau mengukir. Motif manusia misalnya ditemukan di Jawa, Bali, dan Papua. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 2.17 Ragam hias manusia daerah Kalimantan D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 32. 24 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 2.18 Ragam hias manusia daerah Papua Aktivitas Mengeksplorasi Ragam Hias Kegiatan 4 1. Kamu dapat menggambar ragam hias geometris dengan mencari contoh dari berbagai sumber belajar. 2. Tujuan melakukan eksplorasi pada kegiatan 3 ini agar kamu dapat membuat stilasi dan defomasi bentuk ragam hias figuratif dengan baik. Mengenal Tokoh Rupa Pelukis besar kelahiran Kisaran, Sumatra Utara, 14 Desember 1913, ini sangat menguasai teknik melukis dengan hasil lukisan yang berbobot. Dia guru bagi beberapa pelukis Indonesia. Selain itu, dia mempunyai pengetahuan luas tentang seni rupa. Dia kritikus seni rupa pertama di Indonesia. Ia seorang nasionalis yang menunjukkan pribadinya melalui warna-warna dan pilihan subjek. Sebagai kritikus seni rupa, dia sering mengecam Basoeki Abdullah sebagai tidak nasionalistis, karena melukis perempuan D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 33. 25Seni Budaya cantik dan pemandangan alam. Sehingga Pak Djon dan Basuki dianggap sebagai musuh bebuyutan, bagai air dan api, sejak 1935. Tapi beberapa bulan sebelum Pak Djon meninggal di Jakarta, 25 Maret 1985, pengusaha Ciputra mempertemukan Pak Djon dan Basuki bersama Pelukis Affandi dalam pameran bersama di Pasar Seni Ancol, Jakarta. Sehingga Menteri P&K Fuad Hassan, ketika itu, menyebut pameran bersama ketiga raksasa seni lukis itu merupakan peristiwa sejarah yang penting. Pak Djon lahir dari keluarga transmigran asal Pulau Jawa, buruh perkebunan di Kisaran, Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda Sumatera Utara. Namun sejak usia empat tahun, ia menjadi anak asuh. Yudhokusumo, seorang guru HIS, tempat Djon kecil sekolah, melihat kecerdasan dan bakatnya dan mengangkatnya sebagai anak.Yudhokusumo, kemudian membawanya ke Batavia tahun 1925. Djon menamatkan HIS di Jakarta. Kemudian SMP di Bandung dan SMA Taman Siswa di Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978) Yogyakarta. Dia pun sempat kursus montir sebelum belajar melukis pada RM Pirngadie selama beberapa bulan dan pelukis Jepang Chioji Yazaki di Jakarta. Bahkan sebenarnya pada awalnya di lebih mempersiapkan diri menjadi guru daripada pelukis. Dia sempat mengajar di Taman Siswa. Setelah lulus Taman Guru di Perguruan Taman Siswa Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978) Yogyakarta, ia ditugaskan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama Ki Hajar Dewantara untuk membuka sekolah baru di Rogojampi, Madiun tahun 1931. Namun, Sudjojono yang berbakat melukis dan banyak membaca tentang seni lukis modern Eropa, itu akhirnya lebih memilih jalan hidup sebagai pelukis. Pada tahun 1937, dia pun ikut pameran bersama pelukis Eropa di Kunstkring Jakarya, Jakarta. Keikutsertaannya pada pameran itu, sebagai awal yang memopulerkan namanya sebagai pelukis. Bersama sejumlah pelukis, ia mendirikan Persagi (Persatuan Ahli-ahli Gambar Indonesia), 1937. Sebuah serikat yang kemudian dianggap sebagai awal seni rupa modern Indonesia. Dia sempat menjadi sekretaris dan juru bicara Persagi. Sudjojono, selain piawai melukis, juga banyak menulis dan berceramah tentang pengembangan seni lukis modern. Dia menganjurkan dan menyebarkan gagasan, pandangan dan sikap tentang lukisan, pelukis dan peranan seni dalam masyarakat dalam banyak tulisannya. Maka, komunitas pelukis pun memberinya predikat: Bapak Seni Lukis Indonesia Baru. Lukisannya punya ciri khas kasar, goresan dan sapuan bagai dituang begitu saja ke kanvas. Objek lukisannya lebih menonjol pada pemandangan alam, sosok D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 34. 26 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 manusia, serta suasana. Pemilihan objek itu lebih didasari hubungan batin, cinta, dan simpati sehingga tampak bersahaja. Lukisannya yang monumental antara lain berjudul: Di Depan Kelambu Terbuka, Cap Go Meh, Pengungsi dan Seko. Dalam komunitas seni-budaya, kemudian Djon masuk Lekra, lalu masuk PKI. Dia sempat terpilih mewakili partai itu di parlemen. Namun pada 1957, ia membelot. Salah satu alasannya, bahwa buat dia eksistensi Tuhan itu positif, sedangkan PKI belum bisa memberikan jawaban positif atas hal itu. Di samping ada alasan lain yang tidak diungkapkannya yang juga diduga menjadi penyebab Djon menceraikan istri pertamanya, Mia Bustam. Lalu dia menikah lagi dengan penyanyi Seriosa, Rose Pandanwangi. Nama isterinya ini lalu diabadikannya dalam nama Sanggar Pandanwangi. Dari pernikahannya dia dianugerahi 14 anak. Di tengah kesibukannya, dia rajin berolah raga. Bahkan pada masa mudanya, Djon tergabung dalam kesebelasan Indonesia Muda, sebagai kiri luar, bersama Maladi (bekas Menteri penerangan dan olah raga) sebagai kiper dan Pelukis Rusli kanan luar. Itulah Djon yang sejak 1958 hidup sepenuhnya dari lukisan. Dia juga tidak sungkan menerima pesanan, sebagai suatu cara profesional dan halal untuk mendapat uang. Pesanan itu, juga sekaligus merupakan kesempatan latihan membuat bentuk, warna dan komposisi. Ada beberapa karya pesanan yang dibanggakannya. Di antaranya, pesanan pesanan Gubernur DKI, yang melukiskan adegan pertempuran Sultan Agung melawan Jan Pieterszoon Coen, 1973. Lukisan ini berukuran 300310 meter, ini dipajang di Museum DKI Fatahillah. Secara profesional, penerima Anugerah Seni tahun 1970, ini sangat menikmati kepopulerannya sebagai seorang pelukis ternama. Karya-karyanya diminati banyak orang dengan harga yang sangat tinggi di biro-biro lelang luar negeri. Bahkan setelah dia meninggal pada tanggal 25 Maret 1985 di Jakarta, karya-karyanya masih dipamerkan di beberapa tempat, antara lain di: Festival of Indonesia (USA, 1990-1992); Gate Foundation (Amsterdam, Holland, 1993); Singapore Art Museum (1994); Center for Strategic and International Studies (Jakarta, Indonesia, 1996); ASEAN Masterworks (Selangor, Kuala Lumpur, Malaysia, 1997-1998) Sumber: wwww.tokohindonesia.com D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 35. 27Seni Budaya E. Uji Kompetensi F. Rangkuman Menggambar ragam hias memiliki pola bentuk gambar yang teratur dan pola gambar yang tidak teratur. Pola gambar teratur memiliki ukuran pola yang sama. Beberapa daerah di Indonesia seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Madura, dan Papua memiliki pola ragam hias menggunakan pola yang teratur. Pada pola ragam hias yang tidak teratur, ragam hias dibuat lebih ekspresif dan dinamis. Menggambar ragam hias bagi sebagian masyarakat Indonesia bertujuan sebagai penghormatan kepada roh nenek moyang atau mencari keselamatan hidup misalnya pada gambar ragam hias bentuk manusia. Menggambar ragam hias bentuk manusia dapat diberi warna hijau, biru, dan dibuat secara utuh atau diambil bagian tubuh tertentu saja seperti bagian muka. Gambar ragam hias dapat dibuat dengan cara disederhanakan atau dilebih-lebihkan. Gambar ragam hias dapat dijumpai pada pinggiran rumah adat daerah, kain batik, atau benda-benda kerajinan lainnya. Warna yang digunakan biasanya memiliki ciri khas dan memiliki makna simbolik. Prosedur yang harus dilakukan dalam menggambar ragam hias adalah gambar harus mengikuti bentuk pola gambar ragam hias yang ada seperti pola gambar ragam hias yang beraturan atau tidak beraturan. Menggambar ragam hias juga harus memperhatikan komposisi, proporsi, keseimbangan, dan harmonisasi. G. Refleksi Menggambarragam hiasflora,fauna,geometris,dan manusia memberikan pengetahuan tentang keanekaragaman budaya rupa dan kearifan lokal tentang kehidupan masyarakat penggunanya. 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam hias? 2. Mengapa setiap daerah memiliki corak ragam hias yang berbeda? 1. Buatlah ragam hias geometris pada bahan teskstil dengan ukuran 25 cm x 30 cm. Pengetahuan Keterampilan D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 36. 28 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Aktivitas Mengomunikasikan 1. Kamu telah melakukan aktivitas pembelajaran menggambar ragam hias vegetal, animal, figural, dan geometris. 2. Buatlah tabel spesifikasi pada setiap pola gambar ragam hias. 3. Berilah penjelasan pada setiap pola ragam hias tersebut. Keterangan: 4= Sangat Baik, 3= Baik, 2= Cukup, 1= Kurang Setelah mempelajari pengetahuan dan melaksanakan praktik menggambar ragam hias vegetal, animal, figural, dan geometris, saya dapat: 1 2 3 4 Skor 1. Memahami pengertian tentang menggambar ragam hias vegetal, animal, figural, dan geometris 2. Memahami langkah-langkah dan teknik menggambar ragam hias vegetal, animal, figural, dan geometris 3. Mengerjakan tugas tentang menggambar ragam hias vegetal, animal, figural, dan geometris dengan percaya diri 4. Mengerjakan tugas tentang menggambar ragam hias vegetal, animal, figural, dan geometris dengan disiplin 5. Mengerjakan tugas tentang menggambar fragam hias vegetal, animal, figural, dan geometris dengan usaha keras 6. Mengerjakan tugas tentang menggambar ragam hias vegetal, animal, figural, dan geometris sesuai dengan ketentuan 7. Menghargai keindahan karya gambar fragam hias vegetal, animal, figural, dan geometris sebagai anugerah Tuhan Yang Maha kuasa 8. Menghargai karya tentang gambar ragam hias vegetal, animal, figural, dan geometris yang saya hasilkan 9. Menghargai karya tentang gambar ragam hias vegetal, animal, figural, dan geometris yang dihasilkan teman Jumlah Keragaman bentuk ragam hias ini menunjukkan pada kita bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang tak ternilai harganya. Kegiatan menggambar ragam hias dapat memupuk sikap menghargai, menghayati, dan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kelestarian budaya daerah khususnya ragam hias. Dengan mengenal ragam hias dari berbagai daerah, kita bisa lebih arif dan bijaksana dalam memelihara hubungan sosial dan lingkungan. Selanjutnya, lakukan penilaian diri dengan memberikan tanda cek (P) pada kolom 1, 2, 3, dan 4 sesuai pendapatmu. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 37. SENI MUSIK (Sumber: Dok. Kemdikbud) D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 38. 30 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Bernyanyi dengan Teknik Vokal BAB 3 1. Mengidentifikasi keragaman lagu dan musik daerah sebagai warisan budaya Indonesia 2. Mendeskripsikan keragaman lagu dan musik daerah, 3. Menyanyikan lagu daerah dengan berlatih teknik vokal, sesuai dengan gaya serta isi lagu, dan 4. Mengkomunikasikan penampilan menyanyi lagu daerah secara lisan Pada pelajaran Bab 3, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni musik, yaitu: ALUR PEMBELAJARAN D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 39. 31Seni Budaya Menyanyi merupakan aktivitas yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Menyanyi jenis ini sering disebut dengan menyanyi perseorangan. Menyanyi secara unison tidak dapat dilakukan seorang diri tetapi dilakukan oleh sekumpulan orang dengan satu suara. Pada menyanyi unisono dibutuhkan kerjasama dan saling peduli sehingga suara yang ditimbulkan menjadi harmoni. Setelah kalian mengamati partitur lagu Anging Mamiri di atas, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini: 1. Dapatkah kamu membaca notasi angka atau notasi balok lagu Anging Mamiri? 2. Apakah kamu bisa menyanyikan lagu tersebut? 3. Jika kamu sudah bisa menyanyikan lagu Anging Mamiri, apakah lagu yang kamu nyanyikan sesuai dengan partitur atau teks lagunya? 4. Tahukah kamu asal-usul lagu Anging Mamiri? 5. Ceritakan isi lagu Anging Mamiri dalam bahasa Indonesia. 6. Apakah kamu dapat menyanyikan nada-nada yang panjang yang bernilai empat hitungan pada lagu Anging Mamiri? 7. Tahukah kamu sumber suara manusia? Jelaskan. 8. Apakah aspek kesehatan memengaruhi mutu suara penyanyi? Jelaskan alasannya. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 40. 32 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Format Diskusi Hasil Pengamatan Lagu Daerah Nama anggota : Judul lagu yang diamati : Hari/tanggal pengamatan : No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan 1 Identifikasi lagu dan alat musik daerah 2 Karakteristik dan gaya musik 3 Tokoh musik daerah 1. Kamu dapat mengamati partitur lagu dari sumber lain seperti internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber belajar lainnya. 2. Kamudapatmengamatipartiturlaguyangberkembangdi daerahmu, namun juga dapat mengamati lagu dari daerah lain. Setelah kamu mengisi kolom tentang asal musik daerah tersebut, kemudian diskusikanlah dengan teman-teman dan isilah kolom di bawah ini. Format Lembar Diskusi No. Gambar Judul Lagu Asal Daerah 1 2 3 4 5 6 D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 41. 33Seni Budaya Warisan budaya Indonesia beraneka ragam. Lagu-lagu daerah merupakan kekayaan dan warisan budaya Indonesia. Warisan budaya Indonesia yang diakui dunia (UNESCO) dan dikelompokkan menjadi, warisan alam, cagar alam atau situs, dan karya tak benda. Warisan budaya yang telah diakui antara lain Taman Nasional Ujung Kulon di Banten, Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Leuser diAceh, Candi Borobudur dan Prambanan, Situs manusia purba di Sangiran, wayang kulit, keris, batik, angklung, subak di Bali, noken dari Papua, dan tari Saman dari Aceh. Bernyanyi unisono adalah bernyanyi satu suara seperti menyanyikan melodi suatu lagu. Partitur lagu bernyanyi unisono hanya melodi pokoknya saja. Lagu daerah yang merupak an warisan budaya dapat dinyanyikan secara unisono. A. Bernyanyi secara Unisono Mari kita praktikkan lagu daerah berikut secara unisono. 1) Anging Mamiri (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 3.1 Festival seni tingkat nasional di Makassar D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 42. 34 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 2) O Ina Ni Keke 3) Bungong Jeumpa D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 43. 35Seni Budaya 1. Teknik Vokal Pada acara pencarian bakat di televisi. Istilah-istilah dalam teknik vokal sering kita temukan pada komentar dewan juri. Istilah-istilah itu antara lain: kejelasan ucapan, kebenaran pemenggalan ucapan pada kalimat lagu (frasering), sikap dalam bernyanyi, dan kemampuan menyanyikan nada tinggi dan rendah. Berikut ini arti istilah tersebut. a. Artikulasi adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas. b. Phrasering adalah aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. c. Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat. 2. Teknik Pernapasan Pernapasan dalam teknik vokal dikelompokkan menjadi tiga, yaitu seperti berikut: a. Pernapasan Dada Dilakukan dengan cara mengisi udara dalam paru-paru bagian atas. Pernapasan ini sangat pendek dan tidak cocok digunakan dalam vokal. Dalam pernapasan dada, bagian tubuh yang mengembang adalah dada. jenis pernapasan ini biasa dipakai untuk menghasilkan nada- nada rendah. Namun kelemahannya sang penyanyi akan mudah kehabisan napas sehingga kurang baik dipakai ketika bernyanyi. Info Kesehatan Organ Suara Bernyanyi adalah bermusik dengan menggunakan organ suara manusia, Organ suara dalam menjadi alat musiknya. Oleh karena itu, aspek kesehatan sangat memengaruhi mutu suara dalam bernyanyi. Jikakitademam, batuk, pilekataumenderita gangguan saluran pernapasan, kita tidak dapat bernyanyi dengan baik, bahkan sering kitatidakdapat berbicara. Untukitu,hindari pola hidup kurang sehat. Hindari rokok dan narkoba karena dapat merusak tubuh dan organ suara manusia. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 3.2 Merokok merusak kesehatan (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 3.3 Organ Suara Manusia B. Teknik Vokal dan Organ Suara Manusia D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 44. 36 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 b. Pernapasan Perut Dilakukan dengan cara membuat perut berongga besar sehingga udara luar dapat masuk. Pernapasan ini kurang efektif untuk vokal karena udara dengan cepat dapat keluar sehingga paru-paru menjadi lemah dan cepat letih. Dalam pernapasan perut, bagian tubuh yang mengembang adalah perut. Jenis pernapasan ini dapat menghasilkan suara yang sangat keras. Namun tidak begitu baik digunakan dalam bernyanyi. c. Pernapasan Diafragma Saat diafragma menegang atau lurus maka rongga dada dan rongga perut menjadi longgar dan volume menjadi bertambah. Volume yang bertambah ini mengakibatkan tekanan berkurang sehingga udara dari luar dapat masuk ke paru-paru dan napas yang dikeluarkan dapat diatur secara sadar oleh diafragma dan otot-otot bagian samping kiri. Pernapasan ini paling cocok untuk bernyanyi karena dapat mengambil napas sebanyak- banyaknya dan mengeluarkan secara perlahan-lahan dan teratur. Dalam pernapasan diafragma udara ditarik sedalam mungkin dan disimpan dalam diafragma. Lalu dikeluarkan secara perlahan sewaktu bernyanyi. Pernapasan ini memungkinkan kita menghasilakan suara murni dengan napas yang panjang Setelah membaca konsep teknik vokal dalam bernyanyi, jawablah pertanyaan di bawah ini: 1. Jelaskan hubungan kesehatan fisik, teknik yang digunakan, dan mutu suara ketika bernyanyi. 2. Jelaskan keunikan musik yang kamu amati di daerahmu! 3. Bagaimana tanggapanmu tentang orang yang kurang peduli terhadap seni budaya bangsanya? 4. Bagaimana memberi pengertian bahwa seni budaya merupakan harta yang tak ternilai harganya? Latihan vokal dapat dilakukan sambil menyanyi, yaitu dengan melakukan eksplorasi lagu model (lagu yang sudah dikenal dan digunakan untuk mengenal konsep elemen musik). Lagu model tersebut dinyanyikan dengan cara merubah nada dasar secara berturut-turut naik dan turun. C. Berlatih Vokal D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 45. 37Seni Budaya Aktivitas Mengasosiasi NyanyikanlaguApuselagudaerahdariPapuasecaraberturutdenganmengubahnada dasar lebih tinggi, kemudian berangsur-angsur menjadi tambah tinggi. Kemudian, nyanyikan dengan nada lebih rendah, dan tambah rendah. Setelah itu, menyanyikan lagu apuse dengan dinamik lain misalkan stakato legato. Praktikanlah lagu Apuse dari Papua berikut ini. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 46. 38 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Praktikanlah lagu Hymne Cinta Alam berikut ini. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 47. 39Seni Budaya E. Rangkuman Senibudayaadalahhartayangtakternilaiharganyadanmerupakan aset bangsa, kita dapat menikmati, melestarikan mempromosikan ke semua pihak sehingga dapat memperoleh kesejahteraan bersama. Kita mesti malu jika menganggap seni budaya kita kuno, sementara bangsalainmaubelajarangklung,gamelan,batik,makanantradisional Indonesia. Untuk itu, kita wajib menjaga dan mengembangkannya. Praktik bernyanyi satu suara dikenal dengan sebutan unisono.Agar mutu suara baik dapat kita nikmati, sebaiknya kita perlu memelihara organ suara kita dan menerapkan teknik bernyanyi yang baik. F. Refleksi Menyanyi merupakan aktivitas yang sering dilakukan dan didengar dalam kehidupan sehari-hari. Pada hakikatnya, semua orang dapat bernyanyi karena suara atau vokal merupakan unsur utama dalam bernyanyi. Tuhan menganugerahkan suara kepada kita sehingga dapat berbicara dan bersuara. Kita yang dianugerahi bisa bersuara wajib bersyukur karena Tuhan juga menganugerahkan pada sebagian orang tidak dapat bersuara (tuna rungu). Rasa syukur kita dapat diwujudkan dengan melakukan perkataan yang baik kepada sesama. Berbicara atau bersuara juga bernyanyi memerlukan pernapasan yang baik. Untuk itu, kita memiliki tanggung jawab, motivasi pribadi serta menjaga anugerah Tuhan dalam bentuk alat-alat pernapasan 1. Jelaskan 3 syarat utama agar memiliki pernapasan yang baik. 2. Mengapa kita harus menguasai teknik bernyanyi dengan benar? 1. Nyanyikan salah satu lagu yang kamu kuasai dengan teknik yang benar Pengetahuan Keterampilan D. Uji Kompetensi D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 48. 40 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 dengan melakukan hidup sehat. Ini berarti jangan melakukan hal- hal yang dapat merusak kesehatan pernapasan seperti merokok. Pernapasan sumber hidup maka jangan rusak pernapasan karena sama saja dengan merusak sumber hidup. Selanjutnya, lakukan penilaian diri dengan memberikan tanda cek (P) pada kolom 1, 2, 3, dan 4 sesuai pendapatmu. Setelah mempelajari pengetahuan dan melaksanakan teknik vokal dalam bernyanyi lagu secara unisono, saya dapat: 1 2 3 4 Skor 1. Memahami pengertian teknik vokal dalam bernyanyi lagu secara unisono 2. Memahami langkah-langkah dan teknik vokal dalam bernyanyi lagu secara unisono 3. Mengerjakan tugas tentang teknik vokal dalam bernyanyi lagu secara unisono dengan percaya diri 4. Mengerjakan tugas tentang teknik vokal dalam bernyanyi lagu secara unisono dengan disiplin 5. Mengerjakan tugas tentang teknik vokal dalam bernyanyi lagu secara unisono dengan usaha keras 6. Mengerjakan tugas tentang teknik vokal dalam bernyanyi lagu secara unisono sesuai dengan ketentuan 7. Menghargai keindahan karya musik vokal secara unisono sebagai anugerah Tuhan Yang Mahakuasa 8. Menghargai karya tentang teknik vokal dalam bernyanyi lagu secara unisono yang saya hasilkan 9. Menghargai karya tentang teknik vokal dalam bernyanyi lagu secara unisono yang dihasilkan teman Jumlah Keterangan: 4= Sangat Baik, 3= Baik, 2= Cukup, 1= Kurang Aktivitas Mengomunikasikan 1. Buat tulisan tentang latihan pernapasan yang dilakukan oleh temanmu. 2. Tulisan maksimum 50 kata dan berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh salah satu kelompok. Tulisan memberikan kritik yang membangun sehingga kamu dan teman mengetahui kelemahan dan kekurangan sehingga dapat melakukan pertunjukan musik lebih baik lagi. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 49. 41Seni Budaya Bermain Musik Ansamble BAB 4 1. Mencintai keragaman warisan budaya terutama lagu-lagu dan musik daerah, 2. Melakukan asosiasi alat musik dari daerah-daerah di Indonesia, dengan gaya dan keramah-tamahan masing-masing suku bangsa, 3. Memainkan musik ansambel lagu-lagu daerah di Indonesia, dan 4. Memainkan alat musik melodis lagu daerah sesuai dengan gaya dan isi lagu. Pada pelajaran Bab 4, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni musik, yaitu: ALUR PEMBELAJARAN D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 50. 42 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Ketika kita menyanyikan sebuah lagu diperlukan musik pengiring baik yang dilakukan dengan menggunakan peralatan musik maupun media lain. Musik ansambel merupakan salah satu sekumpulan permainan alat musik secara sederhana. Setiap alat musik memerlukan teknik bermain yang berbeda. Amati beberapa gambir alat musik di bawah ini. Setelah kalian mengamati gambar alat musik daerah di atas, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini: 1. Apakah kamu pernah memainkan alat musik? 2. Di mana kamu biasa memainkan alat musik? 3. Alat musik apa yang kamu mainkan? 1 3 5 2 4 6 D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 51. 43Seni Budaya Format Diskusi Hasil Pengamatan Alat Musik Daerah Nama anggota : Alat musik yang diamati : Hari/tanggal pengamatan : No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan 1 Teknik 2 Bahan 3 Bunyi yang Dihasilkan 1. Kamu dapat mengamati alat musik daerah dari sumber lain seperti internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber belajar lainnya. 2. Kamu dapat mengamati alat musik daerah yang berkembang di daerahmu, namun juga dapat mengamati lagu dari daerah lain. Setelah kamu mengisi kolom tentang alat musik daerah tersebut, kemudian diskusikanlah dengan teman-teman dan isilah kolom di bawah ini. Format Lembar Diskusi No. Gambar Nama Alat Musik Teknik Memainkan 1 2 3 4 5 6 D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 52. 44 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 A. Musik Ansambel Alat musik dalam permainan musik ansambel menurut fungsinya dapat dibagi menjadi tiga kelompok, sebagai berikut. 1. Kelompok Alat Musik Ritmis Alat ini berfungsi untuk memberikan irama. Contoh: triangle, gendang dan, ketipung. 2. Kelompok Alat Musik Melodis Alat musik melodis adalah alat musik yang berfungsi membawakan melodi suatu lagu. Oleh karena itu, alat musik ini memiliki nada- nada sehingga dapat mengeluarkan rangkaian nada. Contoh: rebab dan mandolin. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 4.1 Contoh alat musik ritmis, bedug dan rebana (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 4.2 Contoh alat musik melodis, saluang dan saron D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 53. 45Seni Budaya 3. Kelompok Alat Musik Harmonis Alat musik harmonis adalah alat musik yang berfungsi sebagai pengiring dan dapat mengeluarkan paduan nada sekaligus. Contoh: sampek dan sasando. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 4.3 Contoh alat musik harmonis, sampek dan sasando B. Musik Indonesia Musik Indonesia amat beragam ada musiktradisional dan ada musikmodern, antara lain dangdut dan keroncong. Masing-masing daerah juga memiliki alat musik dengan karakteristik tersendiri yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Angklung telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya. 1. Angklung Angklung adalah alat musik dari daerah Jawa Barat dan Banten, awalnya angklung merupakan alat musik yang digunakan untuk bunyi- bunyian berkaitan tentang panen padi dan upacara lain yang juga berkenaan dengan padi. Pak Daeng Sutisna seorang guru dari Kuningan Jawa Barat sejak tahun 1938 mengembangkan angklung sebagai musik di sekolah (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 4.4 Alat musik Angklung D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 54. 46 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 dengan membuat laras diatonik, (ObyA.R. Wiramiharja 2010), seperti nada pada alat musik modern seperti piano, gitar, dan alat musik lainnya. Kini alat musik angklung telah menyebar luas ke luar negeri. Alat musik angklung berkat jasa Pak Daeng, dibedakan menjadi angklung pembawa melodi dan angklung pengiring. Angklung melodi terdiri dari dua tabung bambu, sedangkan angklung pengiring terdiri atas tiga atau empat tabung bambu. Angklung yang terdiri dari tiga tabung bambu adalah bentuk trinada misalkan C minor, G, D dim, sedangkan yang empat untuk catur nada misalkan G7, C7. Lagu Burung Kakatua D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 56. 48 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 2. Seruling Bambu Alat musik seruling bambu juga berkembang seperti angklung. Di Sulawesi Selatan yaitu di Toraja dan di Sulawesi Utara seruling bambu telah dipakai sebagai musik ansambel, demikian juga di Nusa Tenggara Timur. Alat musik seruling dibedakan menjadi seruling pembawa melodi, dan seruling pengiring. Seruling pengiring berfungsi sebagai akor dan bas. Akor bunyi nada seruling tediri dari tiga seruling misalkan untuk akor C mayor berarti seruling satu bunyi nadanya c, seruling dua bunyi nadanya e, dan yang lain bunyi nadanya g. 3. Sasando Alat musik sasando berasal dari Kabupaten Rotedau di NusaTenggaraTimur, yang sudah sukar dijumpai. Pakaian tenun Rote dan Tiilangga topi khas Rote yang masih bisa dijumpai. Musik sasando sekarang sudah dimodifikasi sehingga dapat digunakan untuk mengiringi orang bernyanyi. Pak Jer. A. P yang tinggal di Kupang tepatnya di Liliba jalan ke arah Timor Leste, memodi- fikasi sasando sehingga, menjadi sasando elektrik. Tanpa daun lontar suara alat musik ini sudah jelas terdengar. Alat musik sasando mempunyai wilayah nada dari nada G besar sampai dengan nada e3. Selain itu dapat digunakan dalam 2 nada dasar mayor yaitu nada dasar C dan nada dasar G. Sasando termasuk alat musik chordofone yaitu alat musik dengan Sumber bunyi senar. Cara memainkan musik sasando dipetik tangan kiri memainkan (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 4.5 Orkes seruling bambu dari Nusa Tenggara Timur (NTT) (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 4.6 Sasando D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 57. 49Seni Budaya akor tangan kanan memainkan melodi. Urutan nada untuk tangan kiri dalam nada dasar C = do adalah do, so, so, fa, fi, la, ti, do, re, mi, fa, fi. Untuk melodinya dimainkan oleh tangan kanan, nadanya so, la, ti, do, re, mi, fa, so, la, mi, re, do, ti, la, so, fa, mi. 4. Calung Masyarakat banyak yang menyamakan Calung dengan Angklung, karena melihat bentuknya yang hampir sama. Meskipun hampir sama, namun cara membunyikan alat musik tersebut sangat berbeda. Angklung agar keluar bunyinya hanya digoyangkan, sedangkan calung harus dengan cara memukul batang-batang bambu. 5. Kolintang Alat musik Kolintang merupakan alat musik asli daerah Minahasa Sulawesi Utara. Nama kolintang menurut masyarakat Minahasa berasal dari suaranya, tong (nada rendah), ting (nada tinggi) dan tang (nada biasa). Dalam bahasa daerah setempat berarti, ajakan “Mari kita lakukan Tong Ting Tang” atau Mangemo kumolintang. Ajakan tersebut akhirnya berubah menjadi kata kolintang agar mudah dilafalkan oleh masyarakat. C. Memainkan Alat Musik Melodis Indonesia memiliki beragam alat musik melodis, yang dibunyikan dengan teknik pukul, tiup, maupun petik. Kamu sudah diberikan penjelasan mengenai alat musik tersebut. Kali ini kita akan berlatih memainkan alat musik rekorder. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 4.7 Calung (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 4.8 Kolintang D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 58. 50 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Teknik Bermain Rekorder Nah, pada pembelajaran kali ini, kita akan belajar bermain rekorder. Rekorder alat musik bukan asli bangsa kita, suara yang dihasilkan kurang bagus, terlebih jika rekorder ditiup dengan keras dan tak beraturan. Suaranya memekakkan telinga. Telinga bisa rusak, namun demikian alat ini praktis dan mempunyai nada yang standar, sehingga sering kali digunakan di sekolah untuk praktik musik ansambel. Agar bunyi rekorder terdengar bulat, maka waktu meniup bersamaan seperti menyebut thu/tu dan tho/to. Sistem penjarian dapat kamu lihat dalam buku manual rekorder berikut ini. Setelah membaca konsep teknik vokal dalam bernyanyi, jawablah pertanyaan di bawah ini: 1. Jelaskan hubungan sumber suara manusia dengan sumber suara pada instrumen musik, teknik yang digunakan, dan mutu suara ketika bernyanyi. 2. Jelaskan keunikan alat musik yang kamu amati di daerahmu. 3. Bagaimana tanggapanmu tentang orang yang kurang mempedulikan seni budaya bangsanya? 4. Bagaimana caranya memberi pengertian bahwa seni budaya merupakan harta yang tak ternilai harganya? D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 59. 51Seni Budaya (Sumber: Buku manual recorder Gambar 4.7 Teknik bermain rekorder Nada b, a, dan g adalah nada-nada pertama yang akan dipelajari. Nada-nada itu dimainkan berurutan. Ibu jari kiri menutup lubang belakang (0). Jari 1, 2, dan 3 menutup dan membuka tiga lubang nada pertama sebelah atas. Ibu jari kanan menopang rekorder. Jari-jari tangan kanan yang belum digunakan berada kira-kira setengan inci di atas lubang nada bawah. b = ibu jari + jari 1 a = ibu jari + jari 1, 2 g = ibu jari + jari 1, 2, 3 Rasakan jari-jari menutup lubang nada. Bersikaplah dengan santai, jangan tegang. Lakukanlah latihan tersebut berulang-ulang. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 60. 52 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Mengenal Tokoh Musik Ismail Marzuki adalah seorang komponis besar Indonesia yang semasa hidupnya sudah menciptakan lebih dari 200 buah lagu. Diantaranya lagu Sepasang Mata Bola, Rayuan Pulau kelapa, Indonesia Pusaka, dan lain-lain. Namanya diabadikan sebagai nama pusat kesenian di Jakarta, yaitu Taman Ismail Marzuki (TIM). Karyanya yang luar biasa bagi negara membuat pemerintah juga memberikan gelar Pahlawan Nasional kepadanya pada 2004. Ismail Marzuki atau Bang Maing adalah putra Betawi asli. Lahir di Kwitang, Jakarta pada 11 Mei 1914. Sejak kecil ia tidak banyak menerima kasih saying sang ibu, karena ibunya meninggal ketika ia berusia tiga bulan. Sedangkan kakak kandungnya bernama Anie Haminah yang umurnya berbeda sekitar sebelas tahun. Ismail menempuh pendidikan di HIS Idenburg, Menteng sampai tamat kelas 7, dilanjutkan ke MULO di jalan Menjangan, Jakarta. Saat itu ia dibelikan ayahnya alat musik seperto harmonika, mandolin, dan lain-lain. Dengan alat musik itu ia bermain musik dan menciptakan lagu. Lagu pertamanya berjudul O Sarinah yang ia ciptakan saat berusia 17 tahun. Dengan bekal ijazah MULO dan lancar berbahasa Inggris dan Belanda ia diterima bekerja di Socony Servie Station. Tetapi ia tidak lama bekerja disana. Ismail kemudian bekerja di perusahaan dagang KK Nies, yang menjual alat-alat musik dan merekam piringan hitam. Ia senang bekerja disana karena bisa menyalurkan bakatnya dalam bidang musik. Sejak usia muda Ismail sudah menguasai berbagai alat musik. Sekitar tahun 1936 Ismail bergabung dengan perkumpulan orkes Lief Java pimpinan Hugo Dumas. Disanalah kemampuannya meningkat pesat. Ia sangat kreatif mengaransemen lagu beragam genre, lagu-lagu Barat, irama keroncong, maupun langgam Melayu. Ia yang pertama memperkenalkan instrument akordean kedalam langgam Melayu sebagai pengganti harmonium pompa. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 61. 53Seni Budaya Sejak itu ia memperoleh kesempatan tampil dalam siaran Nederlands Indische Omroap Maatschapij dan tidak pernah meninggalkan dunia radio. Kegiatannya lebih banyak menggubah dan mengaransemen lagu-lagu. Saat pendengar radio meminta Lief java menyiarkan lagu-lagu Hawaii juga, maka dibentuk sebuah Band Hawaiian dengan nama Sweet Java Islander yang diisi oleh Ismail, Victor Tobing, Hasan Basri, Pek De Rosario,dan Hardjomuljo. Karya-karya Ismail pertama mulai direkam ke piringan hitam pada 1937 yang disambut hangat oleh para penggemar musik. Diantara lagu yang direkam antara lain O Sarinah,Ali Baba Rumba, dan Olhe Lheu Dari Kotaradja. Setahun kemudian Ismail mengisi suara dalam film Terang Bulan yang diperankan oleh Rd. Muchtar dalam lagu Duduk Termenung, karena bintang film itu tidak sanggup menyanyikannya. Kesuksesan di dunia film membuatnya diundang ke Malaysia dan Singapura dalam serangkaian pementasan. Salah satu lagu yang ia ciptakan pada 1939 berjudul Als De Orchideen Bloeien, sangat memikat hati penggemar di seluruh tanah air bahkan hingga ke negeri Belanda. Pemancar Radio Hilversium, Nederland, sering menyiarkan lagu itu atas permintaan pendengar. Pada masa penjajahan Jepang ia melakukan perlawanan dengan caranya sendiri melalui lagu. Ia menggubah lagu Bisikan Tanah Air serta lagu Indonesia Pusaka. Ia pernah dipanggil oleh Kenpetai untuk dimintai penjelasan saat lagu itu disiarkan secara luas di radio. Ia juga membuat lagu perjuangan untuk Peta (Pembela Tanah Air), yaitu mars Gagah Perwira. Lagu Rayuan Pulau Kelapa ia ciptakan tahun 1944. Ia tidak sendiri, karena komposer lain seperti Cornel Simandjuntak membuat lagu yang menggugah semangat, Maju Tak Gentar, dan Kusbini membuat lagu yang membangkitkan perasaan Bagimu Negeri. Ismail menikah pada 1940 dengan Eulis Zuraidah. Sampai akhir hayatnya Ismail tidak dikaruniai anak. Tetapi ia memiliki seorang anak angkat bernama RachmiAziah. Pada tahun 1956 Ismail jatuh sakit. Lagu terakhir yang ia ciptakan yang dibuat pada masa sakit berjudul Inikah bahagia? Pada tanggal 25 Mei 1958 di Jakarta, Ismail meninggal dunia di usia 44 tahun. Sumber: wwww.tokohindonesia.com D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 62. 54 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 E. Rangkuman Setiap alat musik instrumen memiliki ciri dan karakter tersendiri dalam memainkan. Ada yang ditiup, dipetik, dipukul. Memainkan sasando dengan dipetik, angklung dengan menguncang-guncang sehingga bagian angklung akan saling berhentakan dan menimbulkan bunyi. Teknik memainkan alat musik tiup berhubungan dengan pernafasan. Rekoder alat musik tiup tentu memerlukan pernapasan yang baik dan keterampilan dalam penjarian. Membaca notasi merupakan kemampuan yang perlu terus dikembangkan. Karena dianggap penting kini permainan musik tradisi pun sudah banyak yang ditulis menggunakan notasi. F. Refleksi Keahlian dalam bidang tertentu membutuhkan keuletan dan rasa tanggung jawab. Pantang menyerah merupakan salah satu kunci untuk meraih kemampuan dalam teknik memainkan alat musik. D. Uji Kompetensi 1. Jelaskan yang dimaksud dengan musik ansambel? 2. Jelaskan 3 jenis musik ansambel yang kamu ketahui? 1. Buatlah musik ansambel secara berkelompok dari salah satu lagu yang kamu ketahui Pengetahuan Keterampilan D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 63. 55Seni Budaya Setelah mempelajari pengetahuan dan melaksanakan teknik bermain musik ansambel sederhana, saya dapat: 1 2 3 4 Skor 1. Memahami pengertian teknik bermain musik ansambel sederhana 2. Memahami langkah-langkah dan teknik bermain musik ansambel sederhana 3. Mengerjakan tugas tentang teknik bermain musik ansambel sederhana dengan percaya diri 4. Mengerjakan tugas tentang teknik bermain musik ansambel sederhana dengan disiplin 5. Mengerjakan tugas tentang teknik bermain musik ansambel sederhana dengan usaha keras 6. Mengerjakan tugas tentang teknik bermain musik ansambel sederhana sesuai dengan ketentuan 7. Menghargai keindahan karya musik ansambel sederhana sebagai anugerah Tuhan Yang Mahakuasa 8. Menghargai karya musik ansambel sederhana yang saya hasilkan 9. Menghargai karya musik ansambel sederhana yang dihasilkan teman Jumlah Keterangan: 4= Sangat Baik, 3= Baik, 2= Cukup, 1= Kurang Bagaimana pendapat kamu agar bisa meraih cita-cita atau keahlian bidang tertentu? Selanjutnya, lakukan penilaian diri dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom 1, 2, 3, atau 4 sesuai dengan pendapatmu. Aktivitas Mengomunikasikan 1. Buat tulisan tentang pertunjukan ansambel yang dibawakan oleh kelompok lain. 2. Tulisan maksimum 50 kata dan berdasarkan hasil pengamatan ansambel yang dilakukan oleh salah satu kelompok. 3. Tulisan memberikan kritik yang membangun sehingga kamu dan teman mengetahui kelemahan dan kekurangan sehingga dapat melakukan pertunjukan ansambel lebih baik lagi D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 64. SENI TARI (Sumber: Dok. Kemdikbud)(Sumber: Dok. Kemdikbud) D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 65. 57Seni Budaya ALUR PEMBELAJARAN 1. Mengidentifikasi elemen gerak tari berdasarkan ruang, waktu, dan tenaga 2. Mendeskripsikan elemen gerak tari berdasarkan ruang, waktu, dan tenaga 3. Melakukan gerak tari berdasarkan ruang,waktu, dan tenaga 4. Melakukan asosiasi elemen gerak tari berdasarkan ruang, waktu, dan tenaga dengan sikap dan sosial budaya masyarakat, dan 5. Mengomunikasikan elemen gerak tari berdasarkan ruang, waktu, dan tenaga baik secara lisan dan/atau tertulis Pada pelajaran Bab 5, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni tari, yaitu: Elemen Gerak Tari BAB 5 D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 66. 58 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Mahkluk hidup setiap hari melakukan gerak. Gerak merupakan ciri utama dari kehidupan. Gerak yang dilakukan oleh mahkluk hidup mengisi ruang dan waktu. Ketika mahkluk hidup bergerak memerlukan tenaga. Jadi ruang-waktu-tenaga tidak dapat dipisahkan dari gerak. Amati gambar berikut dengan seksama! 1 3 5 2 4 6 Setelah kalian mengamati gambar di atas, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini: 1. Apakah ada perbedaan di setiap elemen gerak tari yang dilakukan? 2. Apakah pose gerak yang dilakukan memiliki ruang? 3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan gerak? 4. Berapa besar tenaga yang digunakan untuk melakukan gerak? D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 67. 59Seni Budaya 1. Kamu dapat mengamati gerak tari dari sumber lain seperti internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber belajar lainnya. 2. Kamu dapat mengamati gerak tari yang berkembang di daerahmu, namun juga dapat mengamati tarian dari daerah lain. Format Diskusi Hasil Pengamatan Gerak Tari Nama anggota : Nama tarian yang diamati : Hari/tanggal pengamatan : Setelah kamu mengisi kolom tentang asal daerah tari tradisional tersebut, kemudian diskusikanlah dengan teman-teman dan isilah kolom di bawah ini. No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan 1 Gerak tari berdasarkan ruang 2 Gerak tari berdasarkan waktu 3 Gerak tari berdasarkan tenaga No. Gambar Nama Tarian Asal Daerah 1 2 3 4 5 6 Format Lembar Diskusi D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 68. 60 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Kamu telah mengamati gerak tari dari berbagai sumber belajar. Kamu juga telah mendiskusikan hasil pengamatan tersebut. Tentu di antara kalian memiliki persepsi berbeda karena mungkin tari yang diamati juga berbeda. Setiap tari memiliki ragam gerak berbeda tetapi memiliki kesamaan yaitu gerak membentuk ruang, membutuhkan waktu, dan tenaga dalam melakukan gerak tersebut. Indonesia memiliki keragaman gerak tari yang berbeda antara satu suku dengan suku lainnya. Keragaman ini merupak an kekayaan budaya sebagai hasil cipta karsa manusia. Gambar 5.1 menunjukkan ragam gerak tari yang membentuk garis lengkung. Gerak melengkung memberi makna kedinamisan dan keberlanjutan. Gerak dilakukan secara rampak oleh penari dengan menghadap pada properti simbol api yang menyala. Api menyimbolkan semangat pantang menyerah dan terus berkobar. Gerak tari juga ditunjukkan pada Gambar 5.2 Penari dengan properti tongkat memberi kesanpadatenagayangdigunakanlebihsedikit karena gerak yang dilakukan merupakan simbolik dari gerak orang tua renta. Gerak tari dengan kesan tenaga kuat dan kesan ruang yang lurus ditunjukkan pada Gambar 5.3 yaitu kelompok tari Saman. Tenaga yang digunakan untuk menari Saman sangat besar karena gerakan yang dilakukan sangat dinamis. Tari Saman tumbuh dan berkembang di daerah Aceh. Tarian ini diiringi dengan nyanyian yang berisi pujian terhadap Tuhan Yang Maha Esa oleh para penarinya. Tarian Saman tidak hanya berkembang di daerah Aceh (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 5.1 Tari dengan bentuk-bentuk ruang yang melengkung. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 5.2 Tari dengan karakter tua dan tongkat sebagai properti. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 5.3 Tari Saman menggunakan nyanyian dan tepukan pada badan sebagai musik pengiring tarian. A. Pengertian Elemen Gerak Tari D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 69. 61Seni Budaya tetapi juga di kota- kota besar di Indonesia salah satunya Jakarta. Substansi atau elemen dasar tari adalah gerak. Gerak pada tari akan berbeda dengan gerakyangdilakukansehari-hari.Gerakpada tari dilakukan secara ritmis dan memiliki makna sedangkan gerak sehari-hari lebih menekankan pada gerak yang fungsional. Soedarsono salah satu pakar tari di Indonesia menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diwujudkan melalui gerak-gerak yang ritmis dan indah. Definisi ini memiliki arti bahwa tari terdiri dari gerak ritmis, merupakan ungkapan ekspresi, dan memiliki keindahan gerak. B. Ruang, Waktu, dan Tenaga Elemen dasar tari adalah gerak. Di dalam gerak mencakup ruang, waktu, dan tenaga. 1. Ruang Jika kamu melakukan gerakan di tempat tanpa berdiri berarti melakukan gerak di ruang pribadi, sedangkan jika kamu bergerak berpindah tempat maka kamu melakukan gerak di ruang umum. Gerak di dalam ruang dapat dilakukan sendiri, berpasangan atau berkelompok. Gambar 5.4 menunjukkan gerak pada ruang pribadi secara berkelompok. Masing-masing melakukan gerakan yang berbeda. (Sumber: Ballet Book Buklet) Gambar 5.4 Menunjukkan gerak desain ruang melengkung yang memberikan kesan dinamis pada tari. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 70. 62 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 2. Waktu Setiap gerak yang dilakukan membutuhkan waktu baik gerak estetis maupun gerak fungsional. Gerak fungsional seperti berjalan menuju ke sekolah tentu membutuhkan waktu. Jika jarak yang ditempuh dekat maka waktu yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan dengan jarak yang jauh. Jika jarak yang jauh ingin sama cepatnya dengan jarak yang dekat tiba di tempat, maka gerak yang dilakukan haruslah memiliki kecepatan dua atau tiga kali dari jarak yang dekat. Perbedaan cepat atau lambat gerak berhubungan dengan tempo. Jadi tempo merupakan cepat atau lambat gerak yang dilakukan. Gerak tari juga memiliki tempo. Fungsi tempo pada gerak tari untuk memberikan kesan dinamis sehingga tarian enak untuk dinikmati. 3. Tenaga Setiap kamu melakukan gerak, tentu memerlukan tenaga. Penggunaan tenaga dalam gerak tari meliputi; (a) intensitas, yang berkaitan dengan kuantitas tenaga dalam tarian yang menghasilkan tingkat ketegangan gerak; (b) aksen/tekanan muncul ketika gerakan dilakukan secara tiba-tiba dan kontras; (c) kualitas berkaitan dengan cara penggunaan atau penyaluran tenaga. Jika gerak yang dilakukan memiliki intensitas tinggi tentu saja memerlukan tenaga yang kuat dan sebaliknya, gerak dengan intensitas rendah memerlukan tenaga yang lemah atau sedikit. Perhatikan Gambar 5.6, seorang penari berdiri di atas punggung kedua temannya. Tenaga yang digunakan oleh penari untuk menahan temannya tentu lebih besar (Sumber: Ballet Book Buklet) Gambar 5.5 Penari dengan gerak melayang memerlukan waktu saat tumpuan dan melayang sampai turun ke lantai kembali. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 5.6 Menunjukkan gerak melompat ke atas punggung memerlukan tenaga lebih kuat untuk memberi kesan dan karakter gerak lebih dinamis demikian juga yang menjadi pijakan kaki penari. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 71. 63Seni Budaya dibandingkan dengan yang berdiri di atas punggung. Kekuatan tenaga menahan temannya tertumpu pada kedua kaki.Tenaga yang dikeluarkan oleh kedua penari yang menyangga temannya akan semakin kuat jika berjalan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Bandingkan dengan pose gerak pada Gambar 5.7 yang menunjukkan kaki tertahan di lantai dengan sedikit jinjit. Tenaga yang dikeluarkan tidak sebesar dan sekuat pada gambar 5.8. Gerak tari yang bersumber pada tari tradisi Papua kekuatan tenaga banyak pada kaki. Gerak kaki yang cepat dan ritmis merupakan salah satu ciri dari tarian Papua. Gerak tari yang tertumpu pada kaki tarian Papua dipengaruhi oleh kondisi geografis alam yang berbentuk pegunungan. Kehidupan masyarakat di daerah pegunungan memerlukan kaki kuat untuk dapat mendaki dan menuruni bukit. Kehidupan sosial budaya seperti inilah yang berpengaruh juga terhadap karya seni tari. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 5.7 Menunjukkan gerak berdiri dengan gerakan tertahan di lantai memberi kesan ringan sehingga tenaga yang digunakan lebih ringan juga. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 5.8 Menunjukkan gerak dengan menggunakan tenaga lebih besar. Setelah membaca konsep ruang, waktu, dan tenaga jawablah pertanyaan di bawah ini: a. Jelaskan hubungan antara gerak dengan ruang. b. Jelaskan hubungan antara gerak dengan waktu. c. Jelaskan hubungan gerak dengan tenaga. d. Bagaimana caranya melestarikan dan mengembangkan tari yang ada di Indonesia? e. Setuju atau tidak setujukah kamu dengan berkembangnya seni tari yang berasal dari luar negeri di kota-kota besar Indonesia? D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 72. 64 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Kegiatan 1 Apa yang kamu rasakan ketika melakukan gerak sesuai dengan gambar berikut? Apa tenaga yang dikeluarkan lebih besar? Apa yang kamu rasakan ketika melakukan gerak sesuai dengan gambar berikut? Apa waktu yang dibutuhkan lebih cepat? (Sumber: dok.Kemendikbud) Gambar 5.9 Imitasi gerak menarik (Sumber: dok.Kemendikbud) Gambar 5.10 Gerak menepuk Aktivitas Mengeksplorasi Gerak Kegiatan 1 1. Lakukan eksplorasi gerak berdasarkan ruang, waktu, dan tenaga. 2. Gambar gerak pada kegiatan 1 merupakan stimulasi bagi kamu dalam melakukan eksplorasi gerak. 3. Kamu dapat mencari sumber stimulasi gerak dari berbagai sumber belajar. 4. Tujuan melakukan eksplorasi pada kegiatan 1 ini agar kamu memiliki kesadaran gerak pribadi terhadap ruang, waktu, dan tenaga. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 73. 65Seni Budaya Latihan 1 Payung merupakan salah satu properti yang dapat digunakan dalam melakukan latihan gerak ber­dasar­kan ruang, waktu dan tenaga. Gerakan meng­gunakan payung dapat menciptakan ber­bagai macam variasi ruang dengan meng­guna­kan waktu dan tenaga sesuai dengan karakter gerak yang dilakukan. Aktivitas Mengeksplorasi Gerak Kegiatan 2 1. Lakukan eksplorasi gerak dengan menggunakan berbagai macam properti. 2. Gambar gerak pada kegiatan 2 yang menggunakan properti, merupakan stimulasi bagi kamu dalam melakukan eksplorasi gerak. 3. Kamu dapat mencari sumber stimulasi gerak dari berbagai sumber belajar. dengan menggunakan properti berbeda. 4. Tujuanmelakukaneksplorasipadakegiatan2ini,agarkamumemilikikesadaran gerak pribadi dengan menggunakan berbagai macam properti. (Sumber: dok.Kemendikbud) Apa yang kamu rasakan ketika melakukan gerak sesuai dengan gambar berikut? Apa ruang yang digunakan lebih luas? (Sumber: dok.Kemendikbud) Gambar 5.11 Gerak menepuk ke samping D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 74. 66 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Latihan 3 Lakukan gerakan secara berpasangan dengan mengiku­ti contoh yang ada pada gambar. Tempurung kelapa merupakan salah satu properti yang dapat digunakan dalam menari. Hampir seluruh suku di Indonesia memiliki pohon kelapa. Pohon kelapa dapat tumbuh di pantai dan juga pegunung­an. Di beberapa daerah pohon kelapa juga dapat dijadi­kan sebagai bahan baku untuk membuat rumah, peralatan rumah tangga, bahkan lambang Pramuka menggunakan cikal kelapa. Tempurungkelapadidaerahtertentuberhubungandengankegiatan sosial budaya. Tempurung kelapa ada yang dijadikan sebagai gayung air, menakar beras, serta peralatan rumah tangga lain. Satu Satu Dua Dua Tiga Tiga Empat Empat (Sumber: dok.Kemendikbud) Latihan 2 Kipas merupakan salah satu properti yang dapat digunakan dalam menari. Setiap daerah di Indonesia memiliki kipas sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing. Ada kipas Bali, Jawa, Sumatera, Sulawesi dan juga Maluku. Jadi hampir semua da­erah di Indonesia memiliki kipas sebagai salah satu identitas daerah. (Sumber: dok.Kemendikbud) D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 75. 67Seni Budaya Kegiatan 3 latihan 1 1. Gerak Mengembangkan Sayap a. Lakukan gerakan ini dengan mengembangkan kedua tangan dari bawah ke atas. b. Rasakan pada saat melakukan gerakan mengembangkan sayap c. Ada ruang yang terbentuk ketika melakukan gerak d. Ada tenaga yang digunakan ketika mengangkat kedua tangan ke atas d. Ada waktu yang digunakan pada saat melakukan gerak e. Lakukan gerakan ini dengan tempo cepat-sedang-lambat f. Rasakan perbedaan ketika melakukan gerak Gerak Mengembangkan sayap 2. Gerak Hinggap a. Lakukan gerakan hinggap dengan melompat dari kanan kekiri dan sebalik dari kiri ke kanan b. Rasakan tenaga yang digunakan ketika melakukan gerakberpindah D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 76. 68 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 c. Rasakan tempo dari ruang-waktu-tenaga ketika melakukangerak d. Lakukan gerakan secara bervariasi ke kanan-ke kiri- kedepan-ke belakang 3. Gerak Mematuk a Lakukan gerakan mematuk dengan tangan kanan di tekukdepan dada dan tangan kiri lurus ke damping b. Gerak kedua tangan bersamaan seperti mematuk dantangan kaki kiri maju selangkah demi selangkah sampaiempat hitungan c. Lakukan bergantian dengan tangan kiri dengan posisi yangsama e. Rasakan Gerak hinggap ke kanan ke kiri D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 77. 69Seni Budaya 4. Mengembangkan Sayap a. Lakukan mengembangkan sayap secara diagonal tanpamenggunakan selendang atau properti lainnya b. Rasakan perbedaan ruang-waktu-tenaga pada saatmelakukan gerak dengan menggunakan property selendangdengan tanpa properti c. Jika ada perbedaan catatlah perbedaan tersebut Gerak mengembangkan sayap diagonal 1. Kamu dapat mengganti properti selendang sebagai sayap dengan menggu- nakan kipas, kain panjang, sarung atau benda lainnya. 2. Rasakan perbedaan saat melakukan gerakan dengan menggunakan properti yang berbeda 3. Lakukan empat ragam gerak tersebut dengan hitungan dan jika memung- kinkan dengan iringan 1. Jelaskan yang dimaksud dengan ruang di dalam tari? 2. Jelaskan yang dimaksud dengan waktu di dalam tari? 3. Jelaskan yang dimaksud dengan tenaga di dalam tari? 1. Lakukan 5 rangkaian gerak secara berkesinambungan berdasarkan ruang, waktu, dan tenaga Pengetahuan Keterampilan C. Uji Kompetensi D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 78. 70 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 D. Rangkuman Berdasarkan materi yang telah dijelaskan, dapat di simpulkan bahwa gerak tari terdiri dari ruang, waktu, dan tenaga. Yang dapat didiskripsikan secara singkat sebagai berikut; (1) ruang dalam gerak merupakan efek yang ditimbulkan akibat gerak yang dilakukan; (2) waktu dalam gerak merupakan satuan irama dari gerak yang dilakukan; (3) tenaga dalam gerak merupakan satuan kekuatan yang dikeluarkan dalam melakukan gerak. E. Refleksi Pada Bab 5, kamu telah belajar tentang unsur gerak tari. Materi pembelajaran ini tidak hanya memberikan keterampilan dan pengetahu­an tetapi juga dapat belajar tentang sikap. Kamu telah belajar tentang ruang di dalam gerak. Ruang terbentuk akibat gerak yang dilakukan. Di dalam kehidupan, kamu juga senantiasa bergerak dari satu tempat ke tempat lain, dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Gerak di dalam ruang tentu akan berhubungan dengan orang lain yang juga melakukan gerak. Untuk tidak saling bertabra­kan dalam melakukan gerak maka perlu sikap toleransi dan saling menghormati. Jika kamu bergerak di dalam ruang yang disediakan dan menghormati orang lain maka akan menimbulkan rasa aman dan nyaman. Bayangkan jika kita membawa motor di tengah kemacetan dan bergerak tanpa toleransi dengan orang lain, tentu akan semakin menambah kemacetan semakin parah dan panjang. Kamu telah mempelajari waktu dalam me­lakukan gerak. Ada nilai-nilai yang dapat kamu terapkan dalam kehidupan berkaitan dengan waktu. Waktu terus mengalir baik dalam gerak tari dan juga kehidupan nyata. Dalam kehidupan tentu kamu berhubungan dengan orang lain baik di sekolah maupun di sekitar tempat tinggal. Kamu memiliki waktu yang sama dalam kehidupan yaitu selama 24 jam. Di antara kamu tentu ada yang memanfaatkan waktu dengan baik tetapi mungkin juga membuang waktu dengan bermain yang tidak memiliki makna. Waktu sebaiknya digunakan se-efektif dan se-efisien mungkin. Waktu tidak akan pernah kembali karena waktu kemarin tidak sama dengan sekarang dan yang akan datang. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 79. 71Seni Budaya Kamu juga telah mempelajari tenaga berdasarkan gerak yang dilakukan. Tenaga merupakan energi untuk dapat melakukan usaha. Kamu dapat menggunakan tenaga untuk hal positif seperti menyalurkan hobi olahraga atau seni. Jangan gunakan tenagamu untuk hal negatif seperti tawuran karena akan merugi­kan diri sendiri. Selanjutnya, lakukan penilaian diri dengan memberikan tanda cek (P) pada kolom 1, 2, 3, dan 4 sesuai pendapatmu. Setelah mempelajari pengetahuan dan melaksanakan gerak tari berdasarkan ruang, waktu dan tenaga, saya dapat: 1 2 3 4 Skor 1. Memahami pengertian tentang gerak tari berdasarkan ruang, waktu dan tenaga 2. Memahami langkah-langkah dan teknik gerak tari berdasarkan ruang, waktu dan tenaga 3. Mengerjakan tugas tentang gerak tari berdasarkan ruang, waktu dan tenaga dengan percaya diri 4. Mengerjakan tugas tentang gerak tari berdasarkan ruang, waktu dan tenaga dengan disiplin 5. Mengerjakan tugas tentang gerak tari berdasarkan ruang, waktu dan tenaga dengan usaha keras 6. Mengerjakan tugas tentang gerak tari berdasarkan ruang, waktu dan tenaga dengan tuntunan 7. Menghargai keindahan karya tari sebagai anugerah Tuhan Yang Mahakuasa 8. Menghargai karya tentang gerak tari berdasarkan ruang, waktu dan tenaga yang saya hasilkan 9. Menghargai karya tentang gerak tari berdasarkan ruang, waktu dan tenaga yang dihasilkan teman Jumlah Keterangan: 4= Sangat Baik, 3= Baik, 2= Cukup, 1= Kurang Aktivitas Mengomunikasikan 1. Kamu telah melakukan aktivitas pembelajaran gerak tari berdasarkan ruang, waktu, dan tenaga. 2. Buat tulisan tentang hasil belajar salah satu temanmu berupa gerak tari yang dilakukan. 3. Tulisan maksimum 50 kata dan berdasarkan hasil pengamatan gerak yang dilakukan oleh salah satu temanmu. 4. Tulisan memberikan kritik yang membangun sehingga kamu dan teman mengetahui kelemahan dan kekurangan sehingga dapat melakukan gerak tari lebih baik lagi. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 80. 72 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Gerak Tari dan Iringan BAB 6 ALUR PEMBELAJARAN 1. Mengidentifikasi berbagai level pada gerak tari, 2. Mendeskripsikan gerak tari berdasarkan level tinggi, sedang, dan rendah, 3. Melakukan gerak tari berdasarkan level tinggi, sedang, dan rendah sesuai iringan 4. mengasosiasi gerak tari berdasarkan level tinggi, sedang, dan rendah dengan sikap dan kehidupan sosial budaya di masyarakat, dan 5. Mengomunikasikan penampilan gerak tari berdasarkan level tinggi, sedang, dan rendah sesuai iringan secara lisan dan/atau tertulis Pada pelajaran Bab 6, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni tari, yaitu: D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 81. 73Seni Budaya Ketika kita melakukan gerak, ada tingkatan tinggi maupun rendah seperti kadang berdiri, duduk, atau melompat. Tinggi rendahnya gerak yang kita lakukan sering disebut dengan level. Perhatikan dan amati gambar di bawah ini dengan seksama. 1 3 5 2 4 6 Setelah kalian mengamati gambar di atas, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini: 1. Apakah ada kelompok penari yang posisinya lebih tinggi dari penari lain? 2. Apakah ada penari yang berdiri sejajar dengan penari lain? 3. Coba kamu bandingkan perbedaan di antara kedua gambar tari berikut? D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 82. 74 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Format Diskusi Hasil Pengamatan Level Gerak Tari Nama anggota : Hari/tanggal pengamatan : No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan 1 Gerak tari berdasarkan level tinggi 2 Gerak tari berdasarkan level sedang 3 Gerak tari berdasarkan level rendah 1. Kamu dapat mengamati gerak tari dari sumber lain seperti internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber belajar lainnya. 2. Kamu dapat mengamati gerak tari yang berkembang di daerahmu, namun juga dapat mengamati tarian dari daerah lain. Setelah kamu mengisi kolom tentang asal daerah tari tradisional tersebut, kemudian diskusikanlah dengan teman-teman dan isilah kolom di bawah ini. Format Lembar Diskusi No. Gambar Level Gerak Tari Asal Tarian 1 2 3 4 5 6 D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 83. 75Seni Budaya A. Pengertian Level Kamu telah melakukan diskusi dengan teman tentang gerak tari berdasar level. Di Indonesia ada juga tradisi yang dilakukan dengan level tinggi yaitu melayang, yaitu di daerah Nias dengan melompati batu. Tradisi ini telah hidup ratusan tahun silam dan masih dipelihara sampai saat ini. Demikian juga dalam melakukan gerak tari. Gambar 6.1 menunjukkan gerak yang dilakukan dengan level rendah, sedang, dan tinggi. Gerak level rendah dilakukan menyentuh lantai. Gerak level sedang dilakukan sejajar dengan tubuh, dan gerak level tinggi dilakukan sebatas kemampuan penari melakukan gerak secara vertikal. Levelgerakyangdilakukanoleh sekelompok penari dapat membentuk desain bawah dan atas. Desain ini dapat memberi kesan dinamis terhadap gerak yang dilakukan. Gambar 6.1 menunjukkan level rendah, sedang dan tinggi yang membentuk desain kerucut. Penari yang berada pada level tinggi membentuk garis sudut atas, level sedang membentuk garis sisi dan posisi terbaring membentuk garis sudut bawah. Level gerak dapat juga berfungsi untuk menunjukkan tokoh dalam penampilan tari. Level yang sama juga ditunjukkan pada Gambar 6.2. Level gerak menunjukkan level sedang yang dilakukan oleh seorang penari dengan berdiri setengah badan. Seorang penari berdiri tegak dengan bertolak pinggang dan seorang penari lainnya berbaring di atas pentas yang menunjukkan level rendah. Setiap gerak tari daerah memiliki kesamaan pada level baik tinggi, sedang, maupun rendah. Tari secara keseluruhan ada yang memiliki kesamaan atau kemiripan dengan daerah lain bahkan dengan negara lain. Tari daerah Kalimantan memiliki kesamaan dengan Malaysia terutama daerah Sabah. Jadi budaya (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 6.1 Menunjukkan gerakan dengan berbagai macam level rendah, sedang dan tinggi (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 6.2 Menunjukkan gerak level tinggi, rendah dan sedang D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 84. 76 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 dapat melintas batas tidak hanya pada satu wilayah provinsi tetapi dapat juga batas wilayah negara. Di Kalimantan dan Sabah sama-­sama memiliki seni budaya Dayak. Kemiripan seni budaya dapat juga dijumpai pada masyarakat Bali dan Sasak di Nusa Tenggara Barat. Seni Tari sebagai salah satu hasil budaya dapat menjadi media perekat antar suku, ras, agama, maupun golongan. B. Level Gerak 1. Level Tinggi Level tinggi pada gerak tari sering dilakukan pada tradisi tari balet. Penari balet sering melakukan gerakan pada level tinggi dengan melayang. Untuk dapat melakukan gerak melayang diperlukan teknik gerak dengan baik dan benar. Gambar 6.3 menunjukkan seorang penari melakukan gerakan melayang. Level tinggi juga dapat dijumpai pada tari tradisi di Indonesia. Pada gambar 6.4 ditunjukkan tentang tarian perang dari suku Dayak salah seorang dari penari melompat dan memberi kesan dinamis dan kek uatan yang luar biasa. Tarian dengan tema perang di setiap suku memiliki kemiripan level tinggi. Level tinggi berfungsi juga untuk menunjukkan antara dua peran yang berbeda. (Sumber: Ballet Book Buklet) Gambar 6.3 Menunjukkan gerakan melayang. Gerakan ini memberi kesan desain atas tampak kuat dan dinamis (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 6.4 Menunjukkan gerakan melayang. Gerakan ini memberi kesan kuat dan dinamis D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 85. 77Seni Budaya 2. Level Sedang Gerak pada level sedang hampir dimiliki oleh semua tari tradisional di Indonesia. Level sedang ditunjukkan pada posisi penari berdiri secara lurus di atas pentas. Gambar 6.5 menunjukkan posisi penari berdiri dengan menggunakan tong­kat dan kaki diangkat. Gerak yang dilakukan memiliki kesan maskulinitas karena gerak seperti ini sering dilakukan oleh penari pria. Properti dengan menggunakan tongkat sering di jumpai pada gerak tari Jawa, Sunda, Kalimantan, dan Papua, serta daerah lain. Tongkat dapat berupa tombak atau sejenisnya. Tongkat atau tombak yang digunakan biasanya menunjukkan bahwa tari tersebut bertema peperangan. Gerak level sedang juga ditunjukkan pada gambar 6.6. Semua penari melakukan gerak rampak dengan badan agak condong. Pose gerak seper ti ini memberi kesan kokoh dan kuat. Gerak ini juga memberi kesan maskulini­tas yaitu gerakan yang biasa ditarikan untuk peran laki­-laki. 3. Level Rendah Kamu tentu pernah melihat seorang anak berguling. Berguling dari satu tempat ke tempat lain. Terus bergerak seolah tanpa lelah. Gerak berguling yang dilakukan dalam tari disebut dengan level rendah. Ketinggian minimal dicapai penari adalah pada saat rebah di lantai. Gambar 6.7 dan 6.8 menunjukkan penari melakukan gerakan pada level rendah dengan melakukan gerakan berguling. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 6.5 Menunjukkan gerakan dengan level sedang. Gerakan ini memberi kesan maskulinitas secara kuat dan dinamis (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 6.6 Menunjukkan gerakan dengan level sedang. Gerakan ini memberi kesan maskulinitas secara kuat dan dinamis (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 6.7 Menunjukkan gerak level rendah dengan penari berguling di lantai (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 6.8 Menunjukkan gerak level rendah dengan penari berbaring di lantai. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 86. 78 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Setelah membaca konsep level gerak, jawablah pertanyaan di bawah ini: a. Apa manfaat yang didapatkan dari mempelajari seni tari baik yang berkembang di daerah tempat tinggalmu atau daerah lain. b. Bagaimana pendapat kamu jika ada orang asing mempelajari tari­tarian dari Indonesia? c. Jelaskan hubungan antara gerak tari dengan level tinggi. d. Jelaskan hubungan antara gerak tari dengan level sedang. e. Jelaskan hubungan antara gerak tari dengan level rendah. Aktivitas Mengeksplorasi Gerak Kegiatan 1 1. Lakukan eksplo­rasi gerak berdasarkan level tinggi, sedang dan rendah. 2. Gambar gerak pada kegiatan 1 merupakan stimulasi bagi kamu dalam melakukan eks­plorasi gerak ber­dasarkan level. 3. Kamu dapat mencari sumber stimulasi gerak dari berbagai sumber belajar. 4. Tujuan melakukan eksplorasi pada kegiatan1ini agar kamu memiliki kesadar­an gerak pribadi terhadap level tinggi, sedang, dan rendah. Kegiatan 1 Kamu telah mengetahui unsur level. 1. Lakukan gerak secara perorangan atau kelompok dengan gerak level rendah, sedang, dan tinggi. Kemudian catatlah gerak yang sudah kamu lakukan gambar juga posisi level yang sudah kamu lakukan! (Sumber: dok.Kemendikbud) Gambar 6.9 Tari yang bersumber gerak melayu dengan level tinggi Jadi level gerak yang dilakukan dapat dibagi menjadi tiga yaitu: tinggi, sedang, dan rendah. Level pada gerak ber fungsi untuk membuat desain bawah dan atas sehingga gerak tari yang dilakukan tampak dinamis. Level gerak juga berhubungan dengan ruang, waktu, dan tenaga. Level dapat membentuk ruang. Untuk membentuk ruang membutuhkan waktu. Untuk membentuk ruang dan waktu tentu membutuhkan tenaga untuk dapat melakukan gerak sesuai dengan intensitasnya. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 87. 79Seni Budaya (Sumber: dok.Kemendikbud) Gambar 6.10 Tarian Jawa dengan menggunakan properti panah dengan level rendah. 2. Lakukangerak seperti pada Gambar 6.10, menunjukkan gerak dengan level rendah. Penari jongkok bertumpu pada bagian kaki. Posisi ini sering dijumpai pada ragam gerak di Sunda dan Jawa. Penari berjalan sambil jongkok. Pada masyarakat Sunda dan Jawa berjalan sambil jongkok berarti menghormati orang yang lebih tua atau dewasa. Penghor­matan bukan karena jabatan, kedudukan, atau pangkat tetapi diartikan bahwa orang yang lebih dewasa atau orang tua dipandang memiliki kelebihan pada ilmu pengetahuan. 3. Lakukan gerak seperti pada Gambar 6.11 yang menunjukkan gerak dengan level sedang. Gerak yang dilakukan bersumber pada ragam gerak Kalimantan. Penari meng­gunakan bulu­bulu pada kepala dan tangan. Tarian ini menceritakan kelincahan burung Engang yang hidup di hutan­-hutan Kalimantan. (Sumber: dok.Kemendikbud) Gambar 6.11 Tarian Kalimantan dengan properti bulu burung dengan level sedang D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 88. 80 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Aktivitas Mengeksplorasi Gerak Kegiatan 2 1. Lakukan eksplo­rasi gerak berdasarkan level tinggi, sedang dan rendah. 2. Gambar gerak berikut merupakan stimulasi bagi kamu dalam melakukan eksplorasi gerak berdasarkan level. 3. Kamu dapat mencari sumber stimulasi gerak dari berbagai sumber belajar. 4. Tujuan melaku­kaneksplorasipadakegiatan2iniagar kamumemilikikesadaran gerak pribadi terhadap gerak tari dengan mengguna­kan properti, berpasangan, dan melakukan gerak tari sesuai dengan hitungan atau ketukan. Kegiatan 2 Peserta didik melakukan gerakan tari dengan menggunakan payung/kipas berdasarkan ruang, waktu, tenaga dan level sesuai iringan. Latihan 1 Satu Satu Dua Dua Tiga Tiga Empat Empat (Sumber: dok.Kemendikbud) D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 89. 81Seni Budaya Latihan 2 Lakukan gerakan dengan menggunakan payung. Payung merupakan salah satu alat sebagai pelindung pada saat hujan. Payung juga dapat dijadikan sebagai properti dalam menari dijadikan sebagai jamur yang mekar dan kuncup. Dapat dijadikan sebagai symbol perlindungan. Gerakan dapat dilakukan dengan mengembangkan dan menguncupkan payung, memutar ditangan, membalik dengan tangkai diatas dan diputar. Latihan 3 Lagu pengiring dapat menggunakan lagu sesuai daerah Tari Burung selain menggunakan selendang sebagai sayap dapat juga menggunakan kipas. Jadikan kipas sebagai sayap burung-burung yang baru lahir. Gerakkan kipas membuka dan memutup seolah-olah burung kecil sedang berlatih mengepakkan sayap. Gerakan dapat dilakukan dengan duduk, berdiri, atau berguling di lantai. (Sumber: dok.Kemendikbud) (Sumber: dok.Kemendikbud) D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 90. 82 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Lakukan latihan tari berikut dengan iringan lagu : 1. Lenggang­-lenggang kangkung, Kangkung di kebun klapa, Lenggang­-lenggang kangkung, Kangkung di kebun klapa, Nasib sungguh beruntung punya kekasih suka tertawa, Nasib sungguh beruntung punya kekasih suka tertawa 2. Lenggang­-lenggang kangkung, Kangkung dari Semarang, Lenggang­-lenggang kangkung, Kangkung dari Semarang, nasib tidak beruntung punya kekasih direbut orang, nasib tidak beruntung punya kekasih direbut orang. Lakukan latihan tari berikut dengan iringan lagu : 1. Melakukan gerak dengan level tinggi sesuai iringan 2. Melakukan gerak dengan level sedang sesuai iringan 3. Melakukan gerak dengan level rendah sesuai iringan 4. Melakukan gerak secara berkesinambung dengan menggunakan level tinggi, sedang, dan rendah sesuai iringan D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 91. 83Seni Budaya C. Melakukan Gerak Tari Sesuai Iringan 1. Gerak terbang Hitungan satu sampi empat kaki berjalan cepet dengan jinjit posisi tangan lurus ke bawah Hitungan lima sampai delapan posisi berjalan cepat dengan jinjit posisi tangan lurus ke samping kanan dan kiri dengan membentangkan sayap Lakukan gerakan 4 x 8 hitungan 2. Gerak membuka menutup saya Hitungan satu kedua tangan menutup saya di depan dada posisi kaki kanan di depan Hitungan dua ketua tangan dibentangkan ke samping posisi kaki kanan sejajar dengan kaki kiri Hitungan tiga gerakan sama dengan hitungan satu Hitungan empat gerakan sama dengan hitungan dua Lakukan gerakan 4 x 8 hitungan (Sumber: dok.Kemendikbud) (Sumber: dok.Kemendikbud) D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 92. 84 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 3. Gerak terbang berputar Hitungansatusampai empatposisitangankananluruskesamping atas dan tangan kiri lurus ke ke bawah membentuk diagonal posisi kaki berjalan cepat dengan jinjit hitungan lima sampai delapan poisis badan balik arah dengan posisi tangan kanan lurus ke bawah dan tangan kiri lurus ke atas membentuk diagonal lakukan gerakan dengan hitungan 4 x 8 hitungan 4. Gerakan mematuk Hitungan satu tangan kanan ditekuk di depan dada tangan kiri lurus, kaki kanan di depan kaki kiri Hitungan dua sampai tiga kaki kanan melangkah diikuti kaki kiri Hitungan lima tangan kiri ditekuk di depan dada, tangan kanan lurus, kaki kiri di depan kaki kanan Hitungan enam sampai delapan kaki kiri melangkah diikuti kaki kanan Lakukan gerakan 4 x 8 hitungan (Sumber: dok.Kemendikbud) (Sumber: dok.Kemendikbud) D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 93. 85Seni Budaya Mengenal Tokoh Tari Bagong Kussudiardja adalah koreografer dan pelukis kenamaan yang digelari begawan seni Indonesia. Bagong memulai kariernya sebagai penari Jawa klasik di Yogyakarta pada tahun 1954. Anak kedua dari empat bersaudara ini kemudian berkenalan dengan seni tersebut melalui Sekolah Tari Kredo Bekso Wiromo, yang dipimpin oleh Pangeran Tedjokusumo, seniman tari ternama. Bagong memiliki darah bangsawan yang berasal dari kakeknya, Gusti Djuminah, yang konon adalah putra mahkota Sultan HB VII. Akan tetapi karena membelot, Gusti Djuminah terpaksa harus menjalani hukuman kurantil (pengasingan). Bagong merupakan seniman yang proaktif yang cenderung memiliki ide sendiri dan mengekspresikannya melalui tari. Menurutnya, tari Jawa harus tumbuh alami dan tidak bersifat statis. Selama hidup, Bagong juga mendirikan Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo. Dalam dunia tari Indonesia, sempat muncul aliran “Bagongisme”, yang merujuk pada karakter tarian-tarian khas Bagong. Tarian ciptaan Bagong memiliki gerak-gerak yang dimanis, energik, dan hidup. Bagong tidak pernah berhenti berkarya sampai masa akhir hidupnya. Pria yang juga akrab dipanggil Romo Gong ini meninggal di tengah proses penciptaan sendratari, pertunjukan lintasan sejarah berjudul Jakarta Maju, Indonesia Maju yang akan dipentaskan Kamis malam 17 Juni 2004 ini, dalam rangka pembukaan Pekan Raya Jakarta (PRJ). Dia menciptakan lebih dari 200 tari, dalam bentuk tunggal atau massal antara lain tari Layang-layang (1954), tari Satria Tangguh, Kebangkitan dan Kelahiran Isa Almasih (1968), Bedaya Gendeng (1980-an)dan masih banyak lainnya. Sumber: wwww.tokohindonesia.com D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 94. 86 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 E. Rangkuman Berdasarkan penjelasan pada materi sebelumnya maka dapat dis­impulkan bahwa gerak berdasarkan level memiliki tiga elemen yaitu rendah, sedang dan tinggi. Ketiga level ini merupakan satu kesatuan utuh sehingga memberi kesan dinamis pada tari. Penggunaan level pada gerak berhubungan erat dengan ruang, waktu dan tenaga. F. Refleksi Kamu telah belajar tentang level tinggi, level sedang dan level ren­dah dalam melakukan gerak. Kita sering menemukan tingkatan dalam kehidupan yang sering disebut dengan strata sosial.Ada masyarakat golongan bawah (level rendah), golongan menengah (level sedang) dan golongan atas (level tinggi). Seperti halnya dalam tari setiap level merupakan satu kesatuan utuh sehingga dapat menimbulkan harmoni. Demikian juga dalam kehidupan sebaiknya masyarakat toleransi, cinta damai, dan saling menghormati antara level sosial dapat menimbulkan harmonisasi dalam kehidupan yang majemuk. Dalam melakukan gerak secara berkelompok berdasarkan level juga diperlukan disiplin, tanggung jawab, toleransi, diantara teman. Hal ini penting karena untuk meragakan tari secara berkelompok diperlukan kerjasama secara baik. Selanjutnya, lakukan penilaian diri dengan memberikan tanda cek (P) pada kolom 1, 2, 3, dan 4 sesuai pendapatmu. D. Uji Kompetensi 1. Jelaskan yang dimaksud dengan level pada tari? 2. Jelaskan 2 fungsi level pada tari? 1. Buatlah 5 gambar level dalam bentuk tari kelompok. Pengetahuan Keterampilan D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 95. 87Seni Budaya Aktivitas Mengomunikasikan 1. Kamu telah me­lakukan aktivitas pembelajaran gerak tari ber­dasarkan level tinggi, sedang dan rendah. 2. Buatlah tulisan tentang hasil be­lajar salah satu temanmu ber­upa gerak tari yang dilakukan dengan level tersebut. 3. Tulisan maksi­mum 50 kata dan berdasarkan hasil peng­amatan gerak yang dilakukan oleh salah satu teman kamu. 4. Tulisan memberi­kan kritik yang membangun sehingga kamu dan teman mengetahui kelemahan dan kekurangan se­hingga dapat melakukan gerak tari lebih baik lagi. Setelah mempelajari pengetahuan dan melaksanakan gerak tari berdasarkan ruang, waktu dan tenaga, saya dapat: 1 2 3 4 Skor 1. Memahami pengertian tentang gerak tari berdasarkan level sesuai iringan 2. Memahami langkah-langkah dan teknik gerak tari berdasarkan level sesuai iringan 3. Mengerjakan tugas tentang gerak tari berdasarkan level sesuai iringan dengan percaya diri 4. Mengerjakan tugas tentang gerak tari berdasarkan level sesuai iringan dengan disiplin 5. Mengerjakan tugas tentang gerak tari berdasarkan level sesuai iringan dengan usaha keras 6. Mengerjakan tugas tentang gerak tari berdasarkan level sesuai iringandengan tuntunan 7. Menghargai keindahan karya tari sebagai anugerah Tuhan Yang Mahakuasa 8. Menghargai karya tentang gerak tari berdasarkan level sesuai iringan yang saya hasilkan 9. Menghargai karya tentang gerak tari berdasarkan level sesuai iringan yang dihasilkan teman Jumlah Keterangan: 4= Sangat Baik, 3= Baik, 2= Cukup, 1= Kurang D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 96. 88 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 SENI TEATER (Sumber: Dok. Kemdikbud)(Sumber: Dok. Kemdikbud) (Sumber: Dok. Kemdikbud) D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 97. 89Seni Budaya 1. Mengidentifikasi berbagai teknik dasar bermain akting teater, 2. Mendeskripsikan teknik dasar bermain akting teater berdasarkan olah tubuh, olah suara, dan olah rasa, 3. Melakukan teknik dasar akting teater berdasarkan olah tubuh, olah suara, dan olah rasa, 4. Mengasosiasi teknik dasar akting teater berdasarkan olah tubuh, olah suara, dan olah rasa dengan sikap dan kehidupan sosial budaya di masyarakat, dan 5. Mengomunikasikan penampilan teknik dasar bermain akting teater berdasarkan olah tubuh, olah suara, dan olah rasa secara lisan dan/atar tertulis. Pada pelajaran Bab 7, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni teater, yaitu: ALUR PEMBELAJARAN Teknik Bermain Akting Teater BAB 7 D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 98. 90 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Olah tubuh, olah suara dan olah rasa merupakan syarat penting bagi seorang pemain sinetron. Kemampuan mengolah ketiga rasa tersebut menjadikan seorang aktor siap untuk memeraknkan tokoh protagonist maupun antagonis dengan baik dan benar. Olah tubuh dapat dilakukan dengan cara bergerak mengikuti irama atau menari. Olah suara dapat dilakukan dengan cara menyanyi atau membaca puisi dengan melakukan penekanan pada setiap huruf vokal. Olah rasa dapat dilakukan dengan gerakan pantomim. Amati beberapa olah tubuh dan olah rasa pada gambar di bawah ini. Setelah kalian mengamati gambar pementasan drama/teater di atas, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini: 1. Apakah kamu pernah melihat pementasan drama? 2. Apakah kamu pernah bermain drama? 3. Bagaimana kira-kira aktingmu, jika kamu bermain drama? 4. Bagaimana pendapatmu dengan melihat gambar pertunjukan teater di atas? 1 3 5 2 4 6 D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 99. 91Seni Budaya Format Diskusi Hasil Pengamatan Pertunjukan Teater Nama anggota : Hari/tanggal pengamatan : No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan 1 Teknik olah tubuh 2 Teknik olah vokal 3 Teknik olah rasa 1. Kamu dapat mengamati pertunjukan teater dari sumber lain seperti internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber belajar lainnya. 2. Kamu dapat mengamati pertunjukan teater yang berkembang di daerahmu, namun juga dapat mengamati pertunjukan teater dari daerah lain. Setelah kamu mengisi kolom tentang pertunjukan teater tersebut, kemudian diskusikanlah dengan teman-teman dan isilah kolom di bawah ini. Format Lembar Diskusi No. Gambar Ekspresi Makna 1 2 3 4 5 6 D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 100. 92 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 A. Teknik Dasar Akting Teater Sebelum kita membahas lebih jauh tentang akting, sebaiknya kita mengenali apa itu seni teater. Teater berasal dari kata Theatron (Yunani) yang artinya tempat pertunjukan, ada juga yang mengartikan gedung pertunjukan, juga yang mengartikan panggung (Stage). Dalam arti luas teater adalah segala tontonon yang dipertunjukan di depan orang banyak. Sedangkan arti sempit adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diekspresikan di atas pentas, disaksikan oleh orang banyak. Media ungkap yang digunakan yaitu: percakapan, gerak, dan laku (Akting) dengan atau tanpa dekor, didasarkan pada konsep, naskah dengan diiringi musik, nyanyian dan tarian. Istilah akting, pasti sudah tidak asing. Orang sering dikatakan berakting kalau melakukan tingkah laku yang berbeda dari biasanya, atau bertingkah laku menirukan tingkah laku orang lain. Kalau begitu apa sebenarnya akting? Akting adalah perwujudan peran sesuai dengan karakter yang diinginkan oleh naskah dan sutradara baik secara fisik maupun psikis. Peran yang dimainkan oleh aktor sebutan popular bagi pemeran teater, harus sesuai tuntutan tokoh bila berlebihan bisa mengakibatkan over acting, atau aktingnya berlebihan. Juga jangan sampai under acting, kekuatan aktingnya kurang. Dari mana modal akting tersebut? Modal akting adalah pengalaman hidup sehari-hari, baik pengalaman diri sendiri maupun pengalaman orang lain yang ditampilkan kembali di depan penonton. Untuk menampilkan akting yang baik diperlukan latihan yang tekun dan disiplin. Latihan itu meliputi olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa. 1. Olah Tubuh Tubuh merupakan elemen dasar dalam bermain teater. Tubuh menjadi pusat perhatian penonton saat seorang aktor teater di atas panggung. Tubuh merupakan bahasa (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 7.1 Latihan dasar akting teater D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 101. 93Seni Budaya (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 7.2 Latihan olah tubuh simbol dan isyarat dalam bermain teater. Tubuh melalui gestur mencerminkan karakter atau watak tokoh yang sedang diperankan. Fleksibilitas gerak tubuh merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh pemain teater. Latihan olah tubuh diarahkan untuk mendukung kemampuan pemain dalam mewujudkan akting yang baik. Pada latihan olah tubuh, hal utama yang harus dilakukan adalah melakukan dalam kondisi bugar, segar, dan menyenangkan. Buat semua latihan seperti permainan yang dilakukan dengan gembira. Mulai dengan meregangkan seluruh persendian dan otot tubuh. Mulai dari bagian kepala sampai bagian kaki. Atau bisa dibalik dari kaki sampai kepala. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 7.3 Latihan bagian kepala a. Bagian Kepala Contoh latihan pada bagian kepala berdasarkan petunjuk berikut ini. b. Bagian Tangan Latihan pada tangan ditujukan untuk mengolah persendian, kekuatan otot dan kelenturan otot tangan. Pengolahan gerak tangan lebih variasi karena dapat dilakukan ke segala arah. Tangan dapat dilakukan lurus ke atas, ke samping, ke depan, memutar telapak tangan, melentikkan jari-jari tangan, serta gerakan lainnya. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 7.4 Latihan bagian tangan D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 102. 94 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 c. Bagian Badan Bagian badan meliputi bagian perut, dada dan punggung. Pengolahan ketiga bagian badan ini memiliki peran penting bagi seorang pemain teater karena merupakan bagian yang memberikan efek pada sikap tubuh peran. Latihan yang dilakukan pada bagian badan ini dapat dilakukan menggerakkan dan melentur- kan badan ke depan dengan membungkuk, ke belakang dengan menekuk pada bagian perut sehingga tubuh melengkung ke belakang. d. Bagian Pinggul Bagian pinggul juga penting untuk diolah agar gerakan tubuh lebih lentur dan fleksibel. Pada bagian pinggul, gerakan tubuh dapat dilakukan ke samping, ke depan, dan membungkuk. e. Bagian Kaki Kaki memiliki peran penting. Kekuatan kaki perlu dilatih sehingga kita dapat tetap tegak berdiri di atas panggung. Berdiri di atas satu kaki merupakan salah satu latihan keseimbangan tubuh. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 7.5 Latihan bagian badan • Rasakan bagian-bagian torsomu, menjadi berat atau menjadi ringan. • Rasakan pergerakan bagian pinggul dan torsomu menjadi bisa bergerak bebas. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 7.6 Latihan bagian pinggul Latihkan berbagai pose dengan tumpuan pada kaki. Seperti pose pohon yang kokoh menjulang tinggi, batu karang yang menahan ombak dan berbagai pose dengan personifikasi alam. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Gambar 7.7 Latihan bagian kaki D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 103. 95Seni Budaya 2. Olah Suara Seorangpemainteaterharusmemilikikemampuanmengolah suara yang baik. Suara merupakan faktor penting karena sebagai penyampai pesan kepada penonton. Penguasaan intonasi, diksi, artikulasi Setiap kata yang diucapkan harus jelas dan wajar sesuai dengan tuntutan karakter tokoh yang diperankan. Seorangaktorperlulatihanolahsuaradengantahapan-tahapan tertentu. Latihan olah suara dapat dilakukan dengan mengucapkan kata vokal seperti a, i, u, e, o sesuai dengan bentuk mulut. Nah, sekarang cobalah berlatih bentuk mulut dalam pengucapan huruf vokal a, i, u, e, o. Bentuk mulut waktu mengucapkan o, misalnya pada kata toko, bobo, mono, moto Bentuk mulut waktu mengucapkan u, misalnya pada kata kuku, duku, lugu. (Sumber: Dok. Art SMP 266) Gambar 7.8 Bentuk mulut waktu mengucapkan O (Sumber: Dok. Art SMP 266) Gambar 7.9 Bentuk mulut waktu mengucapkan U (Sumber: Dok. Art SMP 266) Gambar 7.10 Bentuk mulut waktu mengucapkan E (Sumber: Dok. Art SMP 266) Gambar 7.11 Bentuk mulut waktu mengucapkan I (Sumber: Dok. Art SMP 266) Gambar 7.12 Bentuk mulut waktu mengucapkan A Bentuk mulut waktu mengucapkan e, seperti dede, tere, tele, lele. Bentuk mulut waktu mengucapk an i, seperti kata kiki, lili, siri, pipi. Bentuk mulut waktu mengucapkan a, seperti mama, papa, nama, dada. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 104. 96 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Dalam latihan olah suara, terutama yang berhubungan dengan membaca naskah atau puisi, perlu di perhatikan juga tekanan kata, jiwa kalimat, tempo, dan irama. a. Tekanan kata: tekanan pada kata tertentu yang perlu ditonjolkan dalam suatu kalimat untuk suatu kepentingan. Contoh berikut ini yang digaris bawahi adalah kata yang perlu mendapatkan penekanan. Penekanan kata dari kalimat utuk menonjolkan isi perasaan dan pikiran dari kalimat itu. • Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring. • Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring. • Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring. • Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring. • Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring. • Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring. b. Jiwa kalimat merupakan usaha atau teknik menghidupkan kalimat dengan bantuan emosi suara. Latihkan kata “apa” dengan perasaan yang berbeda-beda. • (sedih) Apa? • (gembira) Apa? • (marah) Apa? • (benci) Apa? • (malas) Apa? • (gairah) Apa? • (mengharap) Apa? • Dan seterusnya. c. Tempo dan irama Tempo dan irama adalah pengolahan suara dengan memperhatikan dinamika, artinya suara yang dihasilkan tidak monoton tetapi bervariasi. Latihan mengucapkan kata dan kalimat dengan berbagai irama yang berbeda, cepat, lambat, tegas, mendayu-dayu, dan sebagainya. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 105. 97Seni Budaya Aku Ingin Karya: Jose Rizal Manua Aku ingin seperti elang terbang-mengembara ke negri-negri yang jauh. Aku ingin seperti tripang menyelam samudra ke lubuk-lubuk yang dalam. Aku belajar ilmu keuletan dari ayah di sawah Aku belajar ilmu ketabahan dari ibu di rumah. Aku ingin seperti kijang berlari kian kemari ke lembah-lembah yang curam Aku ingin belajar dari gunung bagaimana merenung Aku ingin belajar dari ombak bagaimana bergerak Bebek Karya: Taufikq Ismail Bebek kami berbunyi kwek-kwek-kwek Kwek-kwek-kwek Pagi hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek Sore hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek Dua puluh ekor banyaknya bebek yang kami pelihara Di kebun yang berpagar bambu sederhana Dedak, rumput dan jagung makanannya Air yang banyak supaya mereka jangan dahaga Pagi hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek Sore hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek Telurnya kami kumpulkan sore dan pagi Sepuluh sampai lima belas butir hasilnya tiap hari Ke sungai kecil mereka kami bawa sekali-sekali Supaya bebek itu berenang-renang bersenang hati Pagi hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek Sore hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 106. 98 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 3. Olah Rasa Akting pada dasarnya menampilkan keindahan dan keterampilan seorang aktor dalam mewujudkan berbagai pikiran, emosi, perasaan, dan sosok peran yang sedang dimainkan sesuai dengan karakter. Aktor harus memiliki kemampuan untuk menjadi seseorang yang bukan dirinya sendiri. Tentu hal itu bisa terjadi kalau mampu berkonsentrasi mengolah rasa, dan emosi. Untuk itu seorang pemain teater perlu melatihkan konsentrasi, perasaan, emosi dengan latihan olah rasa. a. Latihan konsentrasi Latihan konsentrasi adalah latihan memusatkan pikiran kita pada suatu objek sesuai dengan tujuan. Misalnya pikiran fokus pada hapalan naskah, lawan main, dan pada permainan di atas panggung. Pikirannya tidak terbagi dengan berbagai hal yang lain. Lakukan latihan permainan kosentrasi, dua orang berhadapan, satu orang ditugaskan untuk diam tanpa emosi, sementara kawanmu berusaha menggoda sekuat tenaga bahkan sampai lawannya tertawa. Lakukan sebaliknya, atau permainan konsentrasi memandang benda tertentu tanpa boleh bicara, sementara teman lain tiba-tiba mengganggu dengan bunyi-bunyian, atau mengajak bicara dan mengajak pergi tergodakah? Kalau masih tergoda masih belum konsentrasi, coba lagi dengan permainan yang lain. b. Latihan imajinasi Latihan ini adalah latihan mengolah daya khayalmu, seolah-olah hal itu terjadi saat ini dan kamu rasakan. Bisa dilakukan sendiri-sendiri atau berimajinasi bersama. Lakukan permainan imajinasi, misalnya kamu berimajinasi pergi berpetualangan ke hutan belantara, mendaki puncak yang tinggi, menuruni jurang yang curam dan bertemu dengan berbagai binatang baik yang jinak maupun yang buas. Juga menemukan berbagai situasi seperti air terjun yang menyegarkan, pohon yang tumbang, kehujanan atau pun merasakan gunung yang akan meletus. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 107. 99Seni Budaya Lakukanlah beberapa ekspresi wajah berikut juga dengan bahasa tubuh dengan konsentrasi, imajinasi, dan ingatan emosi. Latihan ini bisa kamu tentukan suasana-suasana yang berbeda tiap latihannya sehingga imajinasi kamu menjadi beragam dengan berbagai situasi, seperti ke kota-kota, laut, sawah dll. Lakukanlah permainan imajinasi ini dengan teman- temanmu pasti menyenangkan. c. Latihan Ingatan emosi Latihan ini adalah latihan mengingat-ingat lagi berbagai emosi yang pernah kamu alami ataupun pernah melihat orang lain dengan emosinya. Seperti melihat orang sedih, gembira, marah, kecewa, ragu-ragu, putus asa, kegelian, lucu, tertawa terbahak-bahak dan berbagai emosi lainnya. Kemudian emosi-emosi itu ditampilkan satu persatu saat latihan sehingga akan tampak dalam ekspresi wajah dan tubuh. Ingat-ingat dan tampilkanlah salah satu emosi tersebut dan temanmu akan melihat ekspresimu dengan menarik. Cari lagi bentuk-bentuk atau buat sendiri permainan- permainan tentang konsentrasi, imajinasi, dan ingatan emosi sehingga latihan teatermu menjadi kreatif juga menyenangkan. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 108. 100 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 (Sumber: Dok. Art SMP 266) Gambar 7.13 Berbagai ekspresi Setelah membaca konsep tentang teknik bermain akting teater, jawablah pertanyaan di bawah ini: 1. Jelaskan dua teater tradisional yang kamu ketahui. 2. Jelaskan fungsi naskah teater pada pertunjukan teater tradisional. 3. Mengapa teater tradisional kurang berkembang? 4. Bagaimana caranya agar teater tradisional tetap berkembang? D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 109. 101Seni Budaya C. Rangkuman D. Refleksi Seorang pemain teater penting untuk memiliki kemampuan teknik dasar akting teater. Ada tiga kemampuan dalam teknik dasar akting teater yaitu; (1) olah tubuh; (2) olah suara; dan (3) olah rasa. Ketiga kemampuan tersebut merupakan satu kesatuan utuh. Olah tubuh berfungsi untuk fleksibilitas gerak sehingga pemain dapat melakukan bahasa tubuh dengan baik. Olah suara berfungsi agar pemain memiliki kemampuan intonasi, artikulasi secara baik. Olah rasa berfungsi agar pemain mampu memusatkan pikiran dan memainkan daya khayal dan emosinya untuk menghayati karakter tokoh yang dimainkan. Bermain teater tidak hanya mengembangkan kemampuan menjadi seorang aktor atau pemain tetapi juga berlatih dan belajar memupuk kecerdasan berpikir, kerjasama, disiplin, tanggung jawab, menghargai orang lain. Selanjutnya, lakukan penilaian diri dengan memberikan tanda cek (P) pada kolom 1, 2, 3, dan 4 sesuai pendapatmu. B. Uji Kompetensi 1. Jelaskan yang dimaksud dengan olah rasa? 2. Jelaskan yang dimaksud dengan olah tubuh? 3. Jelaskan yang dimaksud dengan olah suara? 1. Lakukan 4 ekspresi marah. Pengetahuan Keterampilan D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 110. 102 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Aktivitas Mengomunikasikan 1. Buat tulisan tentang pertunjukan teater yang dibawakan oleh kelompok lain. 2. Tulisan maksimum 50 kata dan berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh salah satu kelompok. 3. Tulisan memberikan kritik yang membangun sehingga kamu dan teman mengetahui kelemahan dan kekurangan sehingga dapat melakukan pertunjukan teater lebih baik lagi. Setelah mempelajari pengetahuan dan melaksanakan teknik bermain akting teater, saya dapat: 1 2 3 4 Skor 1. Memahami pengertian teknik bermain akting teater 2. Memahami langkah-langkah dan teknik bermain akting teater 3. Mengerjakan tugas tentang teknik bermain akting teater dengan percaya diri 4. Mengerjakan tugas tentang teknik bermain akting teater dengan disiplin 5. Mengerjakan tugas tentang teknik bermain akting teater dengan usaha keras 6. Mengerjakan tugas tentang teknik bermain akting teater sesuai dengan ketentuan 7. Menghargai keindahan karya pertunjukkan teater sebagai anugerah Tuhan Yang Mahakuasa 8. Menghargai karya pertunjukkan teater yang saya hasilkan 9. Menghargai karya pertunjukkan teater yang dihasilkan teman Jumlah Keterangan: 4= Sangat Baik, 3= Baik, 2= Cukup, 1= Kurang D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 111. 103Seni Budaya Merencanakan Pementasan Teater BAB 8 1. Mengidentifikasi langkah-langkah merancang pementasan teater, 2. Mengidentifikasikan kebutuhan pementasan teater, 3. Mendeskripsikan langkah-langkah merancang pementasan teater, 4. Mengeksplorasi tata teknik pentas dalam bentuk rancangan pentas, 5. Merancang tata teknik pentas, dan 6. Mengomunikasikan rancangan pementasan secara lisan dan/atau tertulis. Pada pelajaran Bab 8, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni teater, yaitu: ALUR PEMBELAJARAN D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 112. 104 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Pementasan teater akan berhasil dengan baik jika dilakukan melalui perancanaan matang. Pementasan teater memerlukan sarana dan prasarna memadai baik tata panggung, tata iringan, tata busana dan tata rias. Tata panggung disesuaikan dengan tema teater yang akan dipentaskan. Tata panggung sangat mendukung jalannya cerita pertunjukan teater. Amati beberapa tata panggung di bawah ini. Setelah kalian mengamati gambar pementasan drama/teater di atas, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini: 1. Apakah tata panggung mempengaruhi jalan cerita? 2. Bagaimana pendapatmu tentang tata busana dan tata rias pada gambar perrtunjukan teater di atas? 3. Apakah tata rias penting dalam pertunjukan teater? 4. Bagaimana pendapatmu tentang perbedaan tata panggung pada gambar di atas? 1 3 5 2 4 6 D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 113. 105Seni Budaya Format Diskusi Hasil Pengamatan Tata Pentas Nama anggota : Tata Pentas yang diamati : Hari/tanggal pengamatan : No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan 1 Tata Panggung 2 Tata Suara 3 Tata Lampu 1. Kamu dapat mengamati pertunjukan teater bertema alam dari sumber lain seperti internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber belajar lainnya. 2. Kamu dapat mengamati pertunjukan teater anak, remaja, atau tradisional melalui sumber belajar lainnya. Setelah kamu mengisi kolom tentang Tata Pentas tersebut, kemudian diskusikanlah dengan teman-teman dan isilah kolom di bawah ini. Format Lembar Diskusi No. Gambar Jenis Pertunjukan Teater Tema Teaater 1 2 3 4 5 6 D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 114. 106 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 A. Merancang Pementasan Teater Seni Teater adalah salah satu bentuk kegiatan manusia yang secara sadar menggunakan tubuh sebagai unsur utama. Seni teater disebut juga seni pertunjukan yang ditunjang dengan unsur gerak, suara, bunyi, dan rupa yang dijalin dalam sebuah cerita pergulatan tentang kehidupan manusia. Pada pelaksanaannya seni teater selalu membutuhkan banyak orang. Hal ini dikenal sebagai seni kolektif satu dengan yang lain saling membutuhkan, karena itu memerlukan keterlibatan banyak orang. Pementasan teater supaya lebih terarah perlu dibentuk kepanitiaan yang akan bertanggung jawab pada bidang kerjanya masing-masing. 1. Membentuk Panitia Ketika kamu membentuk kepanitiaan yang harus diperhatikan adalah menyatukan hati dan kesadaran semua yang terlibat untuk tujuan yaitu membuat pementasan yang baik,berhasil,dansukses.Pementasanharusterlaksanasebagai sebuah pertunjukan yang memberikan pembelajaran berharga bagi semua pendukung dan penonton. Kepanitiaan bekerja dengan baik sehingga berhasil mendatangkan penonton yang banyak yang bisa menghargai pementasan kita. Kesuksesan yang diraih memotivasi kita untuk mementaskan kembali pertunjukan yang baru dengan lebih baik lagi ke depannya. Jika panitia sudah terbentuk maka menyusun tugas, fungsi, dan tanggung jawab setiap unit sehingga lebih mudah dalam melakukan organisasi kerja. Panitia merupakan organisasi yang bertanggung jawab penuh terhadap keberhasilan pelaksanaan pementasan teater. Setiap anggota panitia akan mengetahui kepada siapa memberikan laporan jika ada permasalahan di lapangan. Ketua panitia merupakan manajer di dalam organisasi pementasan. Ketua bertanggung jawab terhadap keberhasilan pementasan. Anggota panitia memiliki kewajiban untuk saling membantu dengan unit lain sehingga beban kerja terbagi rata. Setelah panitia sudah terbentuk, maka langkah selanjutnya adalah membagi tugas masing-masing anggota panitia. Isilah tabel berikut ini dengan bantuan bapak/ibu guru pembimbing. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 115. 107Seni Budaya No. Struktur Panitia Tugas dan Fungsi 1 Pimpinan Produksi 2 Pimpinan Artistik 3 Manager Panggung 4 Asisten Manager Panggung 5 Penata lampu 6 Penata musik 7 Penata Gerak 2. Membuat Rancangan Pentas Pembuatan rancangan pentas harus menyesuaikan dengan kebutuhan dari naskah yang sedang digarap. Naskah yang bercerita tentang lingkungan di hutan, maka harus merancang setting atau latar belakang panggung berupa gambar hutan lengkap dengan pohon-pohon yang dibuat tiga dimensi. Perlengkapan properti atau peralatan yang mendukung suasana di atas pentas perlu dibuat seperti batu-batu, ranting, rumah kayu, dan sebagainya. Setting dan properti sebaiknya dengan kreativitas dan memanfaatkan bahan-bahan bekas yang dibentuk menjadi benda yang punya nilai keindahan. Pengetahuan tentang tata teknik pentas diperlukan untuk mengenal bagaimana kerja yang baik dalam merancang pementasan. Pengenalan istilah tempat pementasan untuk teater dan beberapa jenis arena pentas bisa memberikan gambaran untuk lebih kreatif dalam merancang pementasan. Panggung yang dimaksud bukan hanya berupa panggung teater yang sudah resmi dibangun dalam gedung pertunjukan. Kamu bisa menggunakan ruang kelas, aula sekolah, bahkan lapangansekolahbisadijadikanpanggung tempat pertunjukan teater. Kreativitas dan pemahamanmu tentang tata pentas bisa terwujud. Berikut ini beberapa contoh panggung dan tempat pementasan yang dapat digunakan sebagai sumber inspirasi. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 116. 108 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 3. Melakukan Latihan Proses latihan sangat diperlukan dalam merancang pementasan teater. Tidak ada keberhasilan tanpa usaha dan kerja keras. Latihan teater biasanya dipimpin oleh pelatih teater atau koordinator latihan. Latihan yang mengarah pada pementasan biasanya dilakukan langsung oleh sutradara yang ditunjuk untuk menangani pementasan. Latihan yang baik diawali dengan latihan rutin berupa pemanasan, olah tubuh yang berguna mempersiapkan kebugaran pemain, dan olah suara yang berguna untuk kesiapan peralatan suara pemain. Waktu latihan yang teratur dan mencukupi dalam setiap minggunya, maka pementasan yang baik bisa terwujud. Sebelum latihan mengarah pada naskah untuk pementasan, sebaiknya kamu melakukan latihan-latihan untuk mengasah kemampuan spontanitas, improvisasi berupa permainan- permainan peran atau Roleplay. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 117. 109Seni Budaya Latihan Pantomim Lakukanlah gerakan keseharian orang-orang sesuai tema tanpa menggunakan suara alias berpantomim. 1. Orang-orang yang bergegas mengejar angkutan bis 2. Aktivitas penjual dan pembeli di pasar 3. Suasana para binatang di hutan 4. Menjelajah ruang angkasa dengan pesawat Kamu dapat mencari aktivitas yang lain. Berikut ini contoh naskah teater pendek bertema alam dapat digunakan untuk latihan peran, olah vokal, olah tubuh, maupun olah rasa. SI PIKO “Ikan Serakah” (diadaptasi dari cerita Piko oleh Ekpur) Tokoh-tokoh: Piko, Nori, Qori, Bolu, Koki Narasi: Nori adalah seekor anak ikan yatim piatu, ayah dan ibunya sudah meninggal ia hanya hidup dengan kakaknya. Mereka sangat akrab karena tidak mempunyai saudara lagi. Kakak Nori yang bernama Piko sangat rakus dan serakah. Setiap Nori mendapat cacing pasti direbut Piko,walau begitu Nori tidak pernah marah karena Piko adalah kakak satu- satunya. Sekarang ia malah selalu mencarikan cacing untuk Piko. Nori hanya makan binatang kecil-kecil dan lumut saja. Nori : Kak lihat! Ada cacing bersembunyi di sini, cepat Kak, ia ingin melarikan diri Qori : Ayo Piko…tangkap cacing itu Piko : Hmmmm….enak sekali, terima kasih Nori…. Kau memang adik yang baik, tapi maaf ya… aku memang suka sekali makan cacing Nori : Tak apa-apa Kak, aku senang Kakak tambah gemuk Piko : Iya… aku tambah gemuk ya… pasti karena banyak cacing aku makan D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 118. 110 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Piko belum bisa menahan nafsunya, setiap melihat cacing pasti direbutnya tidak perduli apapun risikonya meskipun harus bertengkar dengan ikan yang lain. Suatu ketika, Nori melihat cacing gemuk menggeliat-geliat di air. Didekatinya secara perlahan-lahan, tampaknya agak mencurigakan. Aneh…. Mesti bergerak-gerak cacing tersebut masih ditempatnya. Nori : Apa tuh……???(sambil menyelidik) Piko : Wah, cacing yang gemuk Piko gembira sekali Nori menemukan cacing, tanpa bertanya piko langsung memakannya. Nori : Jangaaaaaaaa………..nnnn Tapi terlambat… Piko sudah melahap cacing itu dan Nori menyadari adanya bahaya, ternyata cacing yang dimakan Piko adalah umpan kail, dan kail pun tertancap dimulut Piko. Piko : Eeeeeeeekkk!!!! Tooolooo……ng Bolu dan Koki melihat Piko dan mereka langsung berusaha untuk memutuskan tali kail, sementara Piko masih meringis kesakitan Piko : Aaaaaahh……sakkiit Nori : Sabar Kak…… Koki : Tenang Piko kami akan berusaha menolongmu Akhirnya Koki dan Bolu berhasil memutuskan tali pancingan Nori : Alhamdulillah…. Terima kasih teman-teman Piko masih meringis kesakitan Piko : Hu…hu…hu…hu… sakkkkiiit Bolu dan Koki menghampiri sambil berkata, Bolu : Sudahlah Piko bahaya sudah berlalu Koki : Iya… Bolu : Untung kami cepat-cepat datang, kalau tidak…. Koki : iya ya…. Nori : Terima kasih teman-teman. Kakak… ucapkan terimakasih kepada Bolu dan Koki karena mereka telah menyelamatkan kakak tadi Piko : hu…hu..hu.. terima kasih teman-teman maafkan aku ya… maafkan aku ya… aku akan merubah sikapku dan aku berjanji akan D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 119. 111Seni Budaya menjadi kakak yang baik untuk adikku Nori… Nori maafkan kakakmu ini ya!. Hu… hu… hu… Bolu dan Koki : Sudahlah Piko kami sudah memaafkanmu… Qori : Ada apa nih?... kenapa dengan piko teman- teman Bolu dan Koki : Aaahh… kamu Qori, kamu kemana saja tadi??? Qori : He..he….he…. Nori : Sudah….. sudah… nanti aku ceritakan ya Qori.. sekarang aku ingin merawat kakakku dulu Qori : Oke… aku tunggu cerita darimu ya… Nori : Terima kasih Tuhan…. Engkau telah memberikan teman yang baik untukku dan kakakku Piko Qori,Koki,Bolu : Amin…amin…amin.. Pesan Moral : Orang yang tidak dapat mengendalikan nafsunya pasti akan mendapat celaka. SI JINAK Karya: Muhammad Bilal PELAKU: - Si Jinak - Yanti - Kakak Perempuan - Pak Lik - Putri Malaikat - Paman Pemburu - Para Hewan SANDIWARA INI SATU BABAK. DENGAN SETTING SEBAIKNYA ARENA. DI MANA PERGANTIAN PERADEGANANNYA DENGAN TEHNIK LAMPU. DAN SET TERDIRI DARI: • LEVEL MEMANJANG SATU TINGKAT. • BEBERAPA LEVEL YANG DIBENTUK SEDEMIKIAN RUPA DI PERMUKAAN ARENA. SANDIWARA INI DI MULAI DENGAN YANTI, ANAK PEREMPUAN, BERDIRI DI ANTARA PARA HEWAN PIARAANNYA, SEPERTI AYAM, BEBEK, DAN KELINCI. MEMBENTUK SEDEMIKIAN RUPA. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 120. 112 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 YANTI : Selamat datang kawan-kawan yang baik, terima kasih atas kehadiran anda kali ini. Kami kembali bermain sandiwara, dan kali ini kami bawakan kepada anda sekalian kecintaan pada sesama makhluk Tuhan, yang bernama: hewan-hewan. Yanti, itulah panggilanku. Dan kesukaanku adalah memelihara segala macam hewan, yang di sini anda semua dapat menyaksikannya. Itu ada ayam, ayo berkotek … aduh, bagus sekali suaramu. Dan di sana ada kelinci … aaaa, jangan nakal saying. Di sana lagi ada bebek … wah, wah, wah, mungkin sedang bertelur. Ayo, hewan- hewanku, mari kembali kita bernyanyi. MEREKABERNYANYIDANMENARI.DANNYANYIANNYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT: (CATATAN IRAMA GEMBIRA) LAGU PERTAMA: Ada bermacam makhluk Ada bermacam kehidupan Semua dalam aturan Yang satu: Tuhan. Hore, huk-huk Hore, huk-huk Hore, huk-huk Hore, huk-huk. LAGU KEDUA: Kita cintai kehidupan alam Selalu menjaga cagar alam Sebagai sesama makhluk Tuhan Untukkesejahteraan,kesentausaan. Kita jaga cagar alam Kita bina cagar alam. DI ANTARA MEREKA BERNYANYI ADA YANG BERPUISI; DARI PUISI ANAK-ANAK “Perkenalkan Saya Hewan”-NYA TAUFIQ ISMAIL. UNTUK APRESIASI PUISI ANAK-ANAK. KELINCI : Kelinci, kelinci, bulumu putih bersih sekali Kamu melompat-lompat lincah ke sana dan ke sini. Kelinci, kelinci, matamu itu lucu sekali Mengerdip-ngerdip sehingga saya jadi gemas sendiri. Lompat-lompat ke sana Lompat-lompat ke sini. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 121. 113Seni Budaya Hai adik, jangan ditarik pantatnya begitu kalau memangku Tangan kiri memangku dan tangan kanan ditengkuknya Begitu caranya supaya dia sehat selalu Dan kita bisa main-main dengan gembira. Lompat-lompat ke sana Lompat-lompat ke sini. BEBEK: : Pagi hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek Sore hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek. Telurnya kamu kumpulkan sore dan pagi Sepuluh sampai lima belas butir hasilnya setiap hari. KAKAK PRM : Mana ada anjing hutan. YANTI : Lihatlah itu, itu … selalu mendekati pada hewan-hewan peliharaan Yanti … di mana Pak Lik? KAKAK PRM : Ou, tidak … itu tentunya anjing hutan yang sering memakan para hewan peliharaan orang-orang … Pak Lik, Pak Lik … PAK LIK : MUNCUL. Ada apa kalian rebut? YANTI & K.PRM : Ada anjing hutan. PAK LIK : Anjing hutan? Mana … Wah, matanya besar sekali, tentu yang terbiasa suka mencuri hewan-hewan peliharaan. Sebaiknya aku ambil senjata. EXIT. YANTI : Tetapi, kak, Yanti lihat anjing hutan itu cuma diam saja. Hanya karena para hewan peliharaan takut didekati sehingga membuat keributan. KAKAK PRM : Ah, tidak mungkin begitu. Anjing hutan selamanya licik. YANTI : Tetapi Yanti lihat binatang yang satu ini tidak demikian, kak. KAKAK PRM : Semua anjing hutan sifatnya sama, Yanti. YANTI : Yanti lihat anjing hutan yang itu sedang D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 122. 114 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 sakit. Ya, seperti sedang sakit, kak. KAKAK PRM : Kalau anjing hutan itu sedang sakit, tentu semua hewan-hewan yang kau pelihara tidak rebut. YANTI : Semua hewan rebut, kak, apabila ada yang dating mendekatinya. KAKAK PRM : Memang begitu, sayang. Tetapi Kakak lihat hewan-hewan yang kau pelihara menjadi takut karena yang datang itu bukan sebangsanya. YANTI : Mungkin juga, kak. Tetapi Yanti yakin, bahwa anjing hutan yang kali ini dating mendekati rumah kita adalah anjing hutan yang baik. KAKAK PRM : Kau ada-ada saja. Mana ada anjing hutan berhati baik, Yanti? YANTI : Tidak, Kak. Yanti yakin, anjing hutan yang ini akan menjadi teman yang baik. KAKAK PRM : Sudahlah, sayang, kasihanilah hewan- hewanmu yang lain, daripada habis dimakan oleh anjing itu sebaiknya anjing hutan itu harus ditembak. PAK LIK : MUNCUL. Mana? Aku tembak dari sini tentu kena. YANTI : MENCEGAH. Pak Lik, jangan, jangan ditembak anjing itu. PAK LIK : Mengapa begitu, Yanti? KAKAK PRM : Yanti mengira anjing hutan yang ini adalah anjing yang berhati baik. PAK LIK : Mana ada anjing hutan berhati baik? Lantas mau kau apakan anjing itu? YANTI : Yanti lihat anjing hutan itu dalam keadaan sakit. Dan Yanti ingin memeliharanya seperti hewan-hewan yang lainnya. PAK LIK : Mengapa begitu? YANTI : Yanti sudah senang mempunyai ayam, kelinci dan lain sebagainya, tetapi Yanti ingin mempunyai teman bermain. Artinya anjing adalah hewan yang dapat diajar seperti manusia. KAKAK PRM : Itu kalau anjing biasa. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 123. 115Seni Budaya PAK LIK : Tetapi anjing hutan tidak dapat, Sayang. Sebaiknya kita tembak saja. Lihat, hewan- hewanmu yang lain sudah sama rebut didekati anjing tersebut. YANTI : Yanti memintanya jangan ditembak, Pak Lik, betul, jangan ditembak. Yanti ingin memeliharanya. HEWAN-HEWAN TAMBAH RIBUT. KAKAK PRM : Lihat, hewan-hewanmu sama tambah rebut, Yanti. Kau harus lebih kasihan dengan hewan-hewanmu yang lain daripada seekor anjing hutan yang baru saja datang itu. YANTI : Yanti mencintai semuanya, Kak. Dan anjing ini Yanti yakin akan dapat menjadi teman dan saudara bermain di rumah kita, Kak. Percayalah! KAKAK PRM : Terserahlah, hanya kakak berpesan kau harus berhati-hati sebab anjing hutan tetap anjing. YANTI : Dan semoga anjing yang satu ini berlainan dengan anjing yang lainnya … O, si Jinak. HEWAN-HEWAN TAMBAH RIBUT. PAK LIK : Sudahlah, marilah kita melihat anjing hutan itu. Kita mendengar hewan-hewan yang lainnya sama rebut. YANTI : Terima kasih, Pak Lik tidak jadi menembaknya. Marilah kita melihatnya. DI MANA KAKAK PEREMPUAN DAN PAKLIKKEMUDIANEXIT.DANYANTI SENDIRIAN MENDAPATI ANJING HUTAN ITU. YANTI MENGELUSI ANJING HUTAN. DAN SESAAT KEMUDIAN KEDUANYA MENARI BERSAMA; DIIRINGI MUSIK. Kau tidak boleh nakal. SI JINAK : Huk … huk … huk … ho-oh … YANTI : Kau harus manis pada semua hewan yang aku pelihara. SI JINAK : Huk … huk … huk … iyo, ho-oh … YANTI : Antara kita harus berteman. Dan kau nanti Yanti ajari apa saja. Seperti menangkap bola, dan lain sebagainya, ya? D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 124. 116 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 SI JINAK : Huk … huk … huk … terima kasih. YANTI : Sebelum itu kau harus punya nama. Sebab semua orang punya nama. Bagaimana Yanti memanggilmu kalau kau tidak punya nama? SI JINAK : Huk, huk, huk … lalu namanya apa? YANTI : Itulah yang sekarang aku pikirkan. Namaku Yanti. Dan ayamku itu namanya si merah, sedang kelinciku namanya si kuping panjang … lalu kau … SI JINAK : Huk, huk, huk … sebaiknya paijo saja! YANTI : Ah, kau ini lucu. Nah, aku punya nama untukmu sekarang. Dan ini akan cocok dengan tingkahmu yang lucu.eja, Jinak SI JINAK : Huk, huk, huk … aku tahu tentu bejo! YANTI : Ha ha ha … kau memang anjing hutan yang lucu. Dan kau tidak akan menggigit aku atau pun setiap orang. SI JINAK : Huk, huk, huk … kalau mereka tidak nakal. YANTI : Betul, kau memang cerdas. Nah, untuk itu kau akan aku beri nama Jinak. Ya, eja, Jinak… indah namamu. SI JINAK : Huk, huk, huk … Jinak namaku. Indah kata nona kecil ini. YANTI : Sekarang kau berada jauh di sana. Nah, di situ! Nanti kalau aku panggil kau sudah harus menjawab, dan panggilan yang ketiga kau harus lari mendekati aku … nah, siap? SI JINAK : Huk, huk, huk … siap! YANTI : Jinak … Jinak … Jinak … SI JINAK : Huk, huk, huk … ya, saya mendengar … YANTI : Bukan begitu! Sekarang aku panggil lagi … Jinak! SI JINAK : Huk, huk, huk … ya, aku segera datang! BERLARI MENGHAMPIRI PANGGILAN. MEREKA BERMAIN BEBERAPA SAAT. LALU YANTI MEMANGGILNYA KEMBALI DAN MENGAMBIL BOLA DAN MENGAJARINYA MENANGKAP BOLA. ADEGAN INI D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 125. 117Seni Budaya JUGA BERLANGSUNG BEBERAPA SAAT. LALU MUNCUL HEWAN-HEWAN LAIN YANG DIPELIHARA YANTI. YANTI : Untuk lebih mengetahui kecerdasanmu, kita bersama-sama bermain bola. Dan aku sebagai jurinya. Siapa yang tiga kali tidak dapat menangkap dihukum. SI JINAK : Huk, huk, huk … hukumannya menggendong yang menang. KELINCI : Cik, cik, cik … ngawur … BEBEK : Kwek, kwek, kwek … mana bisa … AYAM : Kukuruyuk, tok-petok, tok-petok … cik, cik, cik … enak sendiri saja … SI JINAK : Huk, huk, huk … lalu apa? KOOR : AYAM, BEBEK, KELINCI. Terserah juri. SI JINAK : Huk, huk, huk … kalau begitu … ya, begitu … YANTI : Kawan-kawan, aku senang kalian telah menjadi akur. Itulah sebenarnya berkawan. Di antara kita harus saling menghormati pendapat orang lain, walau pun berbeda pendapat. SI JINAK : Huk, huk, huk … makanya jangan mau menang sendiri? KOOR : AYAM, BEBEK, KELINCI. Hweee … SI JINAK : Huk, huk, huk … nggak usah, ya … YANTI : Nah, hewan-hewanku semua, marilah kita segera bermain! LALU YANTI MELEMPARKAN BOLA DAN DITANGKAP OLEH SI JINAK. OLEH SI JINAK DILEMPAR KE AYAM. DAN DEMIKIANSETERUSNYA,BERPUTAR- PUTAR SECARA BERGANTIAN. ADA YANG JATUH, DAN SETIAP ADA YANG JATUH MEREKA BERSORAK. ADEGAN INI DIIRINGI MUSIK SEHINGGA SUASANA MERIAH. PADA ADEGAN INI DIHIDUPKAN IMPROVISASI SEHINGGA MEMBUAT KOMEDI. SESAAT KEMUDIAN, D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 126. 118 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 MEREKA SEMUANYA EXIT. TINGGAL YANTI YANG TEGAK DI TENGAH- TENGAH PENTAS. Aku sekarang mendapat tambahan kawan, terima kasih putri yang cantik. Telah tuan berikan padaku kawan yang jenaka. Ternyata anjing hutan kalau dididik dapat menjadi kawan yang baik. Ah, ngantuk … aku kepingin tidur … LALU TERDENGAR MUSIK DAN YANTI TERTIDUR. DALAM TIDUR KEMBALI YANTI BERMIMPI. Sang putri? P. MALAIKAT : Kau masih ingat padaku, sayang? YANTI : Terima kasih, sang putri. Anjing hutan itu begitu baik pada Yanti … Ya, dapat diajak bermain-main sehingga suasana tambah menyenangkan. Ternyata semua hewan kalau dipelihara dengan ketulusan dapat disatukan. P. MALAIKAT : TERTAWA. Kau memang anak cerdas, Yanti. Tetapi ketahuilah, semua yang hidup ini tidak akan kekal… artinya setelah kau bertemu nanti tentu ada perpisahan. YANTI : Oh, tidak, sang putri … Jinak jangan tuan putri ambil … P. MALAIKAT : TERTAWA. Sudahlah, anak cerdas. Lihatlah kau dalam bahaya. TERDENGAR MUSIK DAN ADA SUARA AUM HARIMAU DI MANA YANTI SEDANG TIDUR, MENJADI TERBANGUN DAN KAGET. YANTI : Apakah aku bermimpi? Tidak … itu benar- benar suara harimau. Wah, wah, bagaimana ini … itu sudah sangat dekat sekali. SI JINAK : MUNCUL. Huk, huk, huk … YANTI : Kau jangan kemari … itu ada harimau! SI JINAK : Huk, huk, huk, menyingkirlah … YANTI : Tidak, kau Jianak harus juga menyingkir … SI JINAK : Huk, huk, huk, jangan pikirkan aku … menyingkirlah, nona! YANTI : Sebaiknya kita menyingkir bersama-sama saja. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 127. 119Seni Budaya SI JINAK : Huk, huk, huk, sebaiknya nona saja yang menyingkir. YANTI : Pak Lik … Pak Lik … sepi sekali … suara aum harimau sudah semakin dekat. Ayolah, kita menyingkir bersama-sama. SI JINAK : Huk, huk, huk, nona segera pergi! MELOMPAT SEEKOR HARIMAU YANG GANAS. DAN TERNYATA SI JINAK LEBIH TRENGGINAS, CEKATAN, DI MANAYANTI DAPATTERHINDAR DARI TERKAMANNYA. HARIMAU : Aum-aum … kau harus menyingkir! SI JINAK : Huk, huk, huk … kaulah yang menyingkir! HARIMAU : Aum-aum … daging anak kecil gurih, marilah kita santap bersama-sama. SI JINAK : Huk, huk, huk … serakah! HARIMAU : Aum-aum … wah, wah, ini anjing hutan tidak doyan daging manusia. SI JINAK : Huk, huk, huk … sudah lama makananku cuma tempe dan tahu … dan sedikit telur … YANTI : MENYAHUT. Tidak ketinggalan susu. SI JINAK : huk,huk,huk…sebaiknyanonamenyingkir saja. HARIMAU : Aum-aum … untuk itu kali ini kita lahap daging gurih ini. SI JINAK : Huk, huk, huk … mana bisa, nggak usah ye … HARIMAH : Aum-aum … SI JINAK : Huk, huk, huk … HARIMAU : Aum-aum … menyingkir … SI JINAK : Huk, huk, huk … kagak mau … HARIMAU : Aum-aum … kalau begitu kita berperang … SI JINAK : Huk, huk, huk … boleh saja … HARIMAU : Aum-aum … SI JINAK : Huk, huk, huk … YANTI : Awas … hati-hati, Jinak! HARIMAU : Aum-aum … D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 128. 120 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 SI JINAK : Huk, huk, huk … ANTARA HARIMAU DAN SI JINAK LALU TERJADI PERKELAHIAN DENGAN SENGIT. YANTI : Hati-hati, Jinak … HARIMAU DAN SI JINAK BEGITU RAMAI PERTEMPURANNYA. DAN MUSIK TAMBAH KERAS SEHINGGA SUASANA JADI RAMAI. DI MANA SEMUA HEWAN MENYINGKIR. SESAAT KEMUDIAN HARIMAU PERGI MELARIKAN DIRI DENGAN SUARANYA YANG DAHSYAT. “Aum-aum…”, SETELAH ITU SI JINAK MENDEKATI YANTI. SI JINAK : Huk, huk, huk, … nona kecil, marilah kita pulang. YANTI : Aku terperosok ke dalam tanah yang dalam … aku tidak dapat bergerak … tolonglah aku, Jinak! SI JINAK : huk, huk, huk … bagaimana ini … YANTI : Oh, aku tahu kau tidak dapat menolongnya, karena tidak ada kekuatan … SI JINAK : Huk, huk, huk … tunggulah nona kecil di sini … YANTI : Kau akan ke mana, Jinak? SI JINAK : Huk, huk, huk … pulang memanggil Pak Lik. LALUANJING HUTAN ITU PERGI BERLARI-LARIAN.ADA MUSIK. KAKAK PRM : Sejak Yanti mempunyai anjing, tidak pernah kelihatan di halaman rumah. Setelah memberi makan semua hewan-hewannya lalu pergi bermain bersama anjingnya. PAK LIK : Biarkan saja. KAKAK PRM : Bukan begitu, Pak LIk, nanti kalau ada bahaya bagaimana? Sedang kita di kelilingi oleh hutan yang masih banyak binatang D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 129. 121Seni Budaya buasnya. PAK LIK : Sebaiknya kau jangan berpikir yang bukan- bukan . berikanlah adikmu itu kebebasan untuk bermain, jangan dikekang, nanti jadi anak yang rendah diri. KAKAK PRM : Begitu memang boleh, Pak Lik, tetapi Yanti kan anak perempuan. PAK LIK : TERTAWA. Kau ini bagaimana … apa bedanya laki-laki dan perempuan … biarlah dia belajar menjaga dirinya sendiri. KAKAK PRM : Terserahlah, Pak Lik … LALU MUNCUL SI JINAK DAN SELALU MENYALAK SEHINGGA KAKAK PEREMPUAN DAN PAK LIK KEBINGUNGAN. KAKAK PRM : Tentu Yanti dapat bahaya. PAK LIK : Sabarlah … Jinak, di mana nona kecilmu? SI JINAK : Huk, huk, huk … di sana … SI JINAK TERUS MENYALAK DENGAN HEBATNYA. KAKAK PRM : Pak Lik, sebaiknya kita pergi ke sana … SI JINAK : Huk, huk, huk … PAK LIK : Sebentar, aku ambil senjata dulu. SI JINAK : Huk, huk, huk … cepat dong!!! KAKAK PRM : Mari cepat, Pak Lik! SUARA TETABUHAN DAN KAKAK PEREMPUAN, PAK LIK DAN SI JINAK EXIT. DI MANA YANTI SENDIRIAN DI TENGAH PENTAS DAN MENGADUH. YANTI : Oh, Tuhan semoga anjingku dapat segera pulang dan membawa Pak Lik ke mari … Jinak … Jinak … KAKAK PRM : Lihat, Pak Lik … YANTI : Oh, kakak … oh, Pak Lik … terima kasih. Jinak … D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 130. 122 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 PAK LIK : Sudahlah, sebaiknya kau tenang saja. Biarlah aku angkat Yanti. Itu memang lubang bekas pepohonan yang ditebang. SUARAMUSIK DANYANTI DAPATTERTOLONG. DI MANA DENGAN TONGKAT PENYANGGAYANTI MENGADAKAN PESTA DI TENGAH-TENGAH HEWAN-HEWANNYA. YANTI : Kawan-kawan, kali ini Yanti mengadakan pesta, tetapi bukan pesta ulang tahun. Pesta ini satu kesyukuran bahwa Yanti dapat terlepas dari mulut harimau yang jahat dan yang satu lagi terlepas dari perosokan lubang yang dalam, sehingga kakiku sampai sekarang masih sakit. Semuanya itu berkat pertolongan si Jinak, anjing hutan yang cerdas dan cekatan … untuk itu Yanti akan memberikan hadiah, berupa kalung putih, sebagai rasa terima kasihku. SI JINAK : Huk, huk, huk … YANTI : Kemarilah Jinak, terimalah kalung putih ini. Dan si pemakai kalung ini berarti kau … Jinak yang telah termasuk anjing hutan yang baik. SI JINAK : Huk, huk, huk … terima kasih. Tidak usah repot-repot, nona kecil. LALU TERDENGAR TETABUHAN DANPARA HEWAN PUN MENYANYI SALAH SATU LAGU YANG DIPERMULAAN ADEGAN INI, SEBAIKNYA LAGU “CAGAR ALAM” SAJA. YANTI : Ayolah, kawan-kawan, kita bergembira! Oh, sayang kakiku masih sakit. SI JINAK : Huk, huk, huk … disko! BEBEK : Kwek-kwek-kwek … disko! AYAM : Kukuruyuk, tok-petok, tok-petok, tok-petok, cik-cik-cik … rock! KELINCI : Cik-cik-cik … dangdut! D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 131. 123Seni Budaya MEREKA TERUS BERKEMBIRA RIA. DAN SESAAT KEMUDIAN MEREKA LALU STATIS TETAP DIAM DI TEMPAT TINGGAL. SI JINAK DAN JANTI DI TENGAH- TENGAH PENTAS. SI JINAK : Huk, huk, huk … nona kecil kakimu masih sakit. YANTI : Tetapi aku kepingin melihat temanku si mawar hutan yang aku tanam beberapa hari yang lalu. SI JINAK : Huk, huk, huk … kan tempatnya jauh. YANTI : Kalau begitu sebaiknya tunggu saja aku di sini. Aku cuma sebentar … SI JINAK : Huk,huk,huk…nantinonakecilterperosok lagi. YANTI : Tidak Jinak, kau menjaga kalau ada bahaya, seperti harimau yang jahat tempo hari. SI JINAK : Huk, huk, huk … sebaiknya kita pulang saja. YANTI : Mengapa kau jadi penakut? SI JINAK : Huk, huk, huk … bukan begitu nona kecil. YANTI : Mungkin kau merasakan ada bahaya? SI JINAK : Huk, huk, huk … tak tahulah … YANTI : Kau memang suka bercanda, Jinak, anjingku sayang. SI JINAK : Huk, huk, huk … YANTI : Nah, kau tunggu di sini. Aku akan melihat bunga mawar hutan yang ada di balik gerumbulan itu. SI JINAK : Huk, huk, huk … hati-hatilah nona kecil! YANTI PERGI DAN SUARA MUSIK. SESAAT KEMUDIAN MUNCUL SEORANG PEMBURU DENGAN SENJATANYA. SI JINAK : Huk, huk, huk … P. PEMBURU : Celaka, anjing huta itu sudah tahu kalau aku incar. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 132. 124 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 SI JINAK : Huk, huk, huk … P. PEMBURU : Sekarang tiba saatnya kau mati di tanganku. Sebab sudah lama kau merugikan aku. SI JINAK : Huk, huk, huk … P. PEMBURU : Di tempat ini tidak akan luput lagi. Dia seperti sudah tahu saja. Aku harus tenang supaya sekali tembak rubuh. Sehat betul anjing hutan itu. SI JINAK : HUk, huk, huk … P. PEMBURU : Nah, terimalah sekarang … dor!!! ANJINGHUTANITUMENJERITDANRUBUH.BERSAMAAN DENGAN ITU YANTI MUNCUL. YANTI : O, anjingku, Jinakku sayang, ada yang menembak? P. PEMBURU : Sialan, Yanti, kau tangisi anjing kurapan yang ganas itu? YANTI : Jadi, jadi paman Kikuk yang telah menembaknya? P. PEMBURU : Betul, sebab anjing hutan inilah yang telah melahap ayam dan bebekku! YANTI : Oh, paman Kikuk telah salah duga. Ini adalah Jinak. Lihatlah, kalung putih ini adalah tanda bahwa Jinak adalah anjing hutan yang baik. P. PEMBURU :Jadi…diaituJinakyangtelahmenyelamatkan kau dari terkaman harimau? K.PRM & P. LIK : MUNCUL. Ada apa … ada apa … YANTI : Kakak … Pak Lik … Jinak mati tertembak … oh, aku sekarang sendirian … P. PEMBURU : Oh, maafkan aku Yanti, anak yang manis, aku telah salah duga sehingga anjing hutan kesayangan kita telah termakan oleh pelor senjataku. Maafkan aku, Jinak! PAK LIK : Sudahlah, Yanti, jangan kau tangisi juga … P. PEMBURU : Nanti paman carikan yang lain. Nanti paman belikan anjing yang lebih baik. YANTI : Tidak, terima kasih. Persahabatan dan persaudaraan tidak dapat dibeli. Tidak ada D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 133. 125Seni Budaya orang yang menjualnya. KOOR : Yanti … YANTI : Oh, Jinak … Tuhan yang baik, terimalah anjing kesayanganku ini. Oh, Jinak … ingat kawan-kawan, hewan kalau sudah kita pelihara dan cintai akan membela kita sampai mati. Untuk itu jangan ada yang suka menembak hewan. Peliharalah lingkungan hidup kita! LALU MEREKA MENYANYI DUKA: Telah tiada sahabat kita Telah pergi untuk selamanya Untuk tanda pada manusia Suka teliti dan cermat jua Selamat jalan, kawan Selamat dan bahagia Selamat jalan, kawan Selamat dan bahagia SELESAI Setelah membaca konsep tentang merancang pertunjukan teater, jawablah pertanyaan di bawah ini: 1. Jelaskan dua fungsi tata lampu pada pertunjukan teater. 2. Jelaskan dua fungsi tata suara pada pertunjukan teater. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 134. 126 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Mengenal Tokoh Teater Film pertama karya Teguh di tahun 1968 adalah film untuk anak-anak. Film serius konsumsi dewasa untuk pertama kali dihasilkannya pada tahun 1971, dan langsung menyabet beberapa penghargaan untuk kategori akting maupun penyutradaraan terbaik. Sejumlah film karya Teguh yang berhasil mengangkat nama sutradara dan pemain bintangnya, diantaranya, Wajah Seorang Laki-Laki (1971), Cinta Pertama (1973), Ranjang Pengantin (1974), Kawin Lari (1975), Perkawinan Semusim (1977), Badai Pasti Berlalu (1977), November 1828 (1979), Di Balik Kelambu (1982), Secangkir Kopi Pahit (1983), Doea Tanda Mata (1984), Ibunda (1986), dan Pacar Ketinggalan Kereta (1986). Ia pertama-tama melakoni seni sebagai pemain drama, antara tahun 1957 hingga 1961. Teguh, yang waktu itu masih menggunakan nama lahir Steve Liem Tjoan Hok, sudah sering tampil di panggung dalam pementasan-pementasan yang diadakan oleh ATNI (Akademi Teater Nasional Indonesia). Karir dalam dunia film dirintisnya saat melakukan tugas praktik penulisan skenario film-film semi dokumenter pada Perusahaan Film Negara (kini PPFN). Saat itu, mantan anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) periode 1968-1972 ini berkesempatan bekerja pada sutradara D. Djajakusuma, Nya Abbas Acup, Misbach Yusa Biran, Wim Umboh, dan Seniman Pelopor Angkatan 45 Asrul Sani, baik itu sebagai penata artistik, pemain, atau asisten sutradara. Ketika film layar lebar bermedium pita seluloid meredup di awal tahun 1990-an digantikan layar kaca dengan kehadiran stasiun teve baru, Teguh pun sempat mengubah medium seninya. Ia berkesempatan menghasilkan karya film sinema elektronik (sinetron) untuk televisi, seperti Pulang (1987), Arak-Arakan (1992), dan Pakaian dan Kepalsuan (1994). Sumber: wwww.tokohindonesia.com D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 135. 127Seni Budaya C. Rangkuman D. Refleksi Pementasan akan dapat berjalan dengan baik jika panitia dapat bekerja secara maksimal sesuai dengan tugas dan fungsinya. Merancang dan mempromosikan pementasan teater merupakan salah satu tanggung jawab yang harus dilakukan oleh panitia. Merancang tata teknik pentas merupakan pekerjaan yang rumit dan memerlukan tenaga. Pentas perlu dirancang sesuai dengan tema masing-masing kelompok yang akan tampil karena merupakan representasi dari lakon yang akan di bawakan. Latihan bagi kelompok teater juga penting karena semakin banyak latihan akan semakin baik pada saat pementasan Merancang pementasan teater tidak mungkin dilaksanakan oleh satu orang. Pementasan dapat berhasil dengan baik jika ada kerjasama, saling menghormati, saling menghargai, bertenggang rasa, jujur serta santun dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Tugas dan tanggung jawab dalam kepanitiaan juga mengajarkan kepemimpinan. Seorang pemimpin tidak hanya dilihat dari kedudukan tetapi lebih pada pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Jadi setiap kamu adalah pemimpin. Belajarlah menjadi pemimpin melalui kepanitiaan pementasan teater di sekolah atau di kelas Selanjutnya, lakukan penilaian diri dengan memberikan tanda cek (P) pada kolom 1, 2, 3, dan 4 sesuai pendapatmu. B. Uji Kompetensi 1. Jelaskan 2 fungsi tata panggung pada pementasan teater? 2. Jelaskan 2 fungsi tata rias dan tata busana pada pementasan teater? 1. Buatlah rancangan tata busana untuk satu tokoh. Pengetahuan Keterampilan D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 136. 128 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Setelah mempelajari pengetahuan dan merancang pertunjukan teater, saya dapat: 1 2 3 4 Skor 1. Memahami perancangan pertunjukan teater 2. Memahami langkah-langkah perancangan pertunjukan teater 3. Mengerjakan tugas tentang perancangan pertunjukan teater dengan percaya diri 4. Mengerjakan tugas tentang perancangan pertunjukan teater dengan disiplin 5. Mengerjakan tugas tentang perancangan pertunjukan teater dengan usaha keras 6. Mengerjakan tugas tentang perancangan pertunjukan teater sesuai dengan ketentuan 7. Menghargai keindahan karya pertunjukkan teater sebagai anugerah Tuhan Yang Mahakuasa 8. Menghargai karya pertunjukkan teater yang saya hasilkan 9. Menghargai karya pertunjukkan teater yang dihasilkan teman Jumlah Keterangan: 4= Sangat Baik, 3= Baik, 2= Cukup, 1= Kurang Aktivitas Mengomunikasikan 1. Buat tulisan tentang pertunjukan teater yang dibawakan oleh kelompok lain. 2. Tulisan maksimum 50 kata dan berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh salah satu kelompok. 3. Tulisan memberikan kritik yang membangun sehingga kamu dan teman mengetahui kelemahan dan kekurangan sehingga dapat melakukan pertunjukan teater lebih baik lagi. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 137. 129Seni Budaya aksen tekanan suara pada kata atau suku kata arsir menarik garis-garis kecil sejajar untuk mendapatkan efek bayangan ketika menggambar atau melukis artikulasi lafal pengucapan pada kata asimetris tidak sama kedua bagiannya atau tidak simetris diafragma sekat rongga badan yang membatasi antara rongga dada dengan rongga perut ekspresi pengungkapan atau proses menyatakan perasaan estetik mengenai keindahan fonem vokal bunyi yang keluar dari mulut tanpa halangan/hambatan gerak ritmis gerakan yang memiliki irama geometris ragam hias berbentuk bulat intonasi ketepatan mengucapkan tinggi rendahnya kata level tingkatan gerak yang diukur dari lantai kriya pekerjaan tangan perkusi peralatan musik ritmis pola lantai garis-garis yang dibuat oleh penari melalui perpindahan gerak di atas lantai ragam hias ornamen ritmis ketukan yang teratur ruang bentuk yang diakibatkan oleh gerak tenaga kuat atau lemah yang digunakan untuk melakukan gerak unisono menyanyi secara berkelompok dengan satu suara vokal grup menyanyi dengan beberapa orang waktu tempo dan ritme yang digunakan untuk melakukan gerak Glosarium D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 138. 130 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 Anirun, Suyatna. 2002. Menjadi Sutradara. Bandung: STSI PRESS. Brook, Peter. 2002. Percikan Pemikiran tentang Teater, Film, dan Opera. Yogyakarta: Arti. Dibia, I Wayan, dkk. 2006. Tari Komunal: Buku Pelajaran Kesenian Nusantara. Jakarta: Lembaga Pendidikan Seni Nusantara. Endraswara, Suwardi. 2011. Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta. Gray, Peter. 2009. Panduan Lengkap Menggambar & Ilustrasi Objek & Observasi Terjemahan Sara C. Simanjuntak. Jakarta: Karisma. Grotowski, Jerzy. 2002. Menuju Teater Miskin. Yogyakarta: Penerbit Arti. Hartoko, Dick. 1986. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Gramedia. Hawkins, Alma. 1990. Mencipta Lewat Tari, terj. Sumandiyo Hadi. Yogyakarta: ISI. Humprey, Doris. 1983. Seni Menata Tari, terj. Sal Murgiyanto. Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta. Jazuli, M. 2008. Pendidikan Seni Budaya: Suplemen Pembelajaran Seni Tari. Semarang: Unnes Press. Juih, dkk. 2000. Kerajinan Tangan dan Kesenian. Jakarta: Yudhistira. Latifah, Diah dan Harry Sulastianto. 1993. Buku Pedoman Seni SMA. Bandung: Ganeca Exact. Purnomo, Eko, 1996. Seni Gerak. Jakarta: Majalah Pendidikan Gelora, Grasindo. Putra, Mauly, Ben M. Pasaribu. 2006. Musik Pop: Buku Pelajaran Kesenian Nusantara. Jakarta: Lembaga Pendidikan Seni Nusantara. Rangkuti, dkk 2000. Lagu-Lagu Daerah. Jakarta: Titik Terang. Redaksi Indonesia Cerdas. 2008. Koleksi 100 Lagu Daerah Indonesia Terpopuler. Daftar Pustaka D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 139. 131Seni Budaya Jogjakarta: Indonesia Cerdas. Rustopo (ed), 1991. Gendhon Humardhani: Pemikiran dan Kritiknya. Surakarta: STSI. Sachari, Agus (editor). 1986. Seni Desain dan Teknologi Antologi Kritik, Opini dan Filosofi. Bandung: Pustaka. Schneer, Geoegette. 1994. Movement Improvisation. South Australia: Human Kinetics, Edwardstone. Smith, Jacqueline. 1986. Komposisi Tari: Sebuah Petunjuk Praktis bagi Guru, terj. Ben Suharto. Yogyakarta: Ikalasti. Riantiarno, Nano. 2003. Menyentuh Teater, Tanya Jawab Seputar Teater Kita. Jakarta: MU: 3 Books. Sahid, Nur (ed). 2000. Interkulturalisme dalam Teater. Yogyakarta: Yayasan untuk Indonesia. Sani, Rachman. 2003. Yoga untuk Kesehatan. Semarang: Dahara Prize. Saptaria, Rikrik El. 2006. Panduan Praktis Akting untuk Film & Teater. Bandung: Rekayasa Sains. Sitorus, Eka D. 2002. The Art of Acting–Seni Peran untuk Teater, Film, & TV. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Sumardjo, Jakob. 1986. Ikhtisar Sejarah Teater Barat. Bandung: Angkasa Sumaryono, Endo Suanda. 2006. Tari Tontonan. Jakarta: Lembaga Pendidikan Seni Nusantara. Susanto, Mikke. 2003. Membongkar Seni Rupa. Yogyakarta: Jendela. Sutrisno, Mudji dan Christ Verhaak. 1993. Estetika Filsafat Keindahan. Yogyakarta: Kanisius. Tim Depdiknas. 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Wardhani, Cut Camaril, dan Ratna Panggabean. 2006. Tekstil: Buku Pelajaran Seni Budaya. Jakarta: Lembaga Pendidikan Seni Nusantara. Wijaya, Putu. 2006. Teater: Buku Pelajaran Seni Budaya. Jakarta: Lembaga Pendidikan Seni Nusantara. D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id
  • 140. 132 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester 1 SUMBER GAMBAR www.azamku.com (diunduh 23 Maret 2013) http://guitarid.blogspot.com (diunduh 6 Mei 2013) D iunduh dari http://bse.kem dikbud.go.id