budhiemh@2014
SMP/MTs Kelas VIII
ii
Hak Cipta @ 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Dilindungi Undang-undang
Disklaimer:BukuinimerupakanbukuguruyangdipersiapkanPemerintahdalam
rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh
berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini
merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan
dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman.
Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas
buku ini.
Kontributor Naskah	 :	 Eko Purnomo, Dyah Tri Palupi, Buyung Rohmanto,
Deden Haerudin, dan Julius Juih.
Penelaah	 :	Muksin, Bintang Hanggoro Putra, dan Daniel H.
Jacob, Ayat Suryatna, Yudi Sukmayadi, Sukanta
dan Agus Budiman
Penyelia Penerbitan	 :	Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang,
Kemdikbud.
Cetakan Ke-1, 2014
Disusun dengan Huruf Times New Roman, 11 pt
Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Milik Negara
Tidak Diperdagangkan
Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
	 Seni Budaya/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.
iv, 156 hlm. : ilus. ; 25 cm.
	 Untuk SMP/MTs Kelas VIII
	 ISBN 978-602-282-075-8 (jilid lengkap)
	 ISBN 978-602-282-077-2 (jilid 2)
	 1. Kesenian-- Studi dan Pengajaran	 I. Judul	
	 II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
			 707
Seni Budaya
iii
Kata Pengantar
		 Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi
pengetahuan,keterampilan,dansikapsecara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam
perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran, sehingga kompetensi dasar tiap
mata pelajaran mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok
pengetahuan, dan kompetensi dasar kelompok keterampilan. Semua mata pelajaran
dirancang mengikuti rumusan tersebut.
		 Seni Budaya untuk Kelas VIII SMP/MTs yang disajikan dalam buku ini juga tunduk
pada ketentuan tersebut. Seni Budaya bukan aktivitas dan materi pembelajaran
yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan peserta didik
sebagaimana dirumuskan selama ini. Seni Budaya harus mencakup aktivitas dan
materi pembelajaran yang memberikan kompetensi pengetahuan tentang karya seni
budaya dan kompetensi sikap yang terkait dengan seni budaya. Seni Budaya dalam
Kurikulum 2013 dirumuskan untuk mencakup sekaligus studi karya seni budaya untuk
mengasah kompetensi pengetahuan, baik dari karya maupun nilai yang terkandung di
dalamnya, praktik berkarya seni budaya untuk mengasah kompetensi keterampilan, dan
pembentukan sikap apresiasi terhadap seni budaya sebagai hasil akhir dari studi dan
praktik karya seni budaya.
		 Pembelajarannya dirancang berbasis aktivitas dalam sejumlah ranah seni
budaya, yaitu seni rupa, tari, musik, dan teater yang diangkat dari tema-tema seni yang
merupakan warisan budaya bangsa. Selain itu juga mencakup kajian warisan budaya
yang bukan berbentuk praktik karya seni budaya. Aktivitas-aktivitas tersebut tidak
hanyaterkaitdenganstudidanpraktikkaryasenibudaya,melainkan juga melalui pelibatan
aktif tiap peserta didik dalam kegiatan seni budaya yang diselenggarakan oleh kelas
maupun sekolah. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal, tambahan
materi yang digali dari kearifan lokal dan relevan sangat diharapkan untuk ditambahkan
sebagai pengayaan dari buku ini.
		 Sesuai dengan konsep Kurikulum 2013, buku ini disusun dengan mengacu
pada pembelajaran Seni Budaya secara terpadu dan utuh. Keterpaduan dan keutuhan
tersebut diwujudkan dalam rangkaian bahwa setiap pengetahuan yang diajarkan,
pembelajarannya harus dilanjutkan sampai membuat siswa terampil dalam
menyajikan pengetahuan yang dikuasainya secara konkret dan abstrak dalam
bentuk atau terkait dengan karya seni budaya, dan bersikap sebagai manusia dengan
rasa penghargaan yang tinggi terhadap karya-karya seni warisan budaya dan warisan
budaya bentuk lainnya.
		 Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai
kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum
2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan
terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya
serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat
memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan
relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.
		 Implementasi terbatas pada tahun ajaran 2013/2014 telah mendapat tanggapan
yangsangatpositifdanmasukanyangsangatberharga.Pengalamantersebut dipergunakan
semaksimal mungkin dalam menyiapkan buku untuk implementasimenyeluruhpadatahun
ajaran2014/2015danseterusnya.Walaupundemikian, sebagai edisi pertama, buku ini sangat
terbuka dan perlu terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, kami
mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan
penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima
kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia
pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka
(2045).
	
Jakarta,Januari2014
MenteriPendidikandanKebudayaan
MohammadNuh
SMP/MTs Kelas VIII
iv
	 Daftar Isi
Kata pengantar ............................................................................................................. 	iii
Daftar isi ....................................................................................................................... 	iv
Bab 1 	Pendahuluan ......................................................................................... 	1
	 A. 	Rasional ...................................................................................................... 	1
	 B. 	 Tujuan ......................................................................................................... 	2
	 C. 	Ruang Lingkup .......................................................................................... 	2
	 D. 	Muatan Lokal ............................................................................................ 	3
	 E. 	 Lingkup Kompetensi dan Materi Mapel SMP/MTs ............................. 	5
Bab 2 	Pembelajaran dan Penilaian Mata Pelajaran Seni Budaya .................. 	7
	 A. 	Kerangka Pembelajaran ........................................................................... 	7
	 B. 	 Pendekatan Pembelajaran Seni Budaya ................................................. 	7
	 C. 	Strategi dan Metode Pembelajaran.......................................................... 	9
	 D. 	Penilaian ..................................................................................................... 	13
Bab 3 	Panduan Pembelajaran Berdasarkan Buku Teks Seni Budaya
	 Kelas VIII SMP/MTs............................................................................. 	26	
A. 	Penjelasan Umum ..................................................................................... 	26
	 B. 	 Seni Rupa ................................................................................................... 	28
	 C. 	Seni Musik ................................................................................................. 	56
	 D. 	Seni Tari ..................................................................................................... 	82
	 E. 	 Seni Teater ................................................................................................. 	122
		
Glosarium ..................................................................................................................... 	154
Daftar Pustaka ............................................................................................................. 	154
1Seni Budaya
Buku Guru
PendahuluanBAB
1
A.	Rasional
		 Mata pelajaran Seni Budaya merupakan mata pelajaran yang
membahas mengenai karya seni estetis, artistik, dan kreatif yang berakar pada
norma, nilai, perilaku, dan produk seni budaya bangsa melalui
aktivitas berkesenian. Mata pelajaran ini bertujuan mengembangkan
kemampuan peserta didik untuk memahami seni dalam konteks ilmu
pengetahuan, teknologi, dan sosial sehingga dapat berperan dalam
perkembangan sejarah peradaban dan kebudayaan, baik dalam tingkat
lokal, nasional, regional, maupun global. Pembelajaran seni di tingkat
pendidikan dasar dan menengah bertujuan mengembangkan kesadaran seni
dan keindahan dalam arti umum, baik dalam domain konsepsi, apresiasi,
kreasi, penyajian, maupun tujuan psikologis edukatif untuk pengembangan
kepribadian peserta didik secara positif. Pendidikan Seni Budaya di sekolah
tidak semata-mata dimaksudkan untuk membentuk siswa menjadi pelaku
seni atau seniman namun lebih menitikberatkan pada sikap dan perilaku
kreatif, etis dan estetis .
		 Pendidikan Seni Budaya secara konseptual bersifat (1) multilingual,
yakni pengembangan kemampuan peserta didik mengekspresikan diri
secara kreatif dengan berbagai cara dan media, dengan pemanfaatan bahasa
rupa, bahasa kata, bahasa bunyi, bahasa gerak, bahasa peran,
dan kemungkinan berbagai perpaduan di antaranya. Kemampuan
mengekspresikan diri memerlukan pemahaman tentang konsep seni, teori
ekspresi seni, proses 	kreasi seni, teknik artisitik, dan nilai kreativitas. Pendidi-
kan seni bersifat (2) multidimensional, yakni pengembangan beragam kom-
petensi peserta didik tentang konsep seni, termasuk pengetahuan, pema-
haman, analisis, evaluasi, apresiasi, dan kreasi dengan cara memadukan
secara harmonis unsur estetika, logika, dan etika. Pendidikan seni bersifat
(3) multikultural, yakni menumbuhkembangkan kesadaran dan kemam-
puan peserta didik mengapresiasi beragam budaya nusantara dan mancanegara.
Halini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkin-
2
SMP/MTs Kelas VIII
kan peserta didik hidup secara beradab dan toleran terhadap perbedaan nilai
dalam kehidupan masyarakat yang pluralistik. Sikap ini diperlukan untuk
membentuk kesadaran peserta didik akan beragamnya nilai budaya
yang hidup di tengah masyarakat. Pendidikan seni berperan mengem-
bangkan (4) multikecerdasan, yakni peran seni membentuk pribadi yang
harnonis sesuai dengan perkembangan psikologis peserta didik, termasuk kecer-
dasan intrapersonal, interpersonal, visual-spasial, verbal-linguistik, musikal,
matematik-logik, jasmani-kinestetis, dan lain sebagainya.
B. Tujuan
		 Mata Pelajaran Seni Budaya bertujuan untuk menumbuhkembangkan
kepekaan rasa estetik dan artistik, sikap kritis, apresiatif, dan kreatif pada
diri setiap peserta pendidik secara menyeluruh. Sikap ini hanya mungkin
tumbuh jika dilakukan serangkaian proses aktivitas berkesenian pada pe-
serta didik. Mata pelajaran Seni Budaya memiliki tujuan khusus, yaitu;
1. menumbuhkembangkan sikap toleransi,
2. menciptakan demokrasi yang beradab,
3. menumbuhkan hidup rukun dalam masyarakat majemuk,
4. mengembangkan kepekaan rasa dan keterampilan
5. menerapkan teknologi dalam berkreasi
6.menumbuhkanrasacintabudayadanmenghargaiwarisanbudayaIndonesia
7. membuat pergelaran dan pameran karya seni.
C. Ruang Lingkup
	 Ruang lingkup mata pelajaran Seni Budaya memiliki 4 aspek seni, yaitu:
	 1. Seni Rupa
	 Apresiasi seni rupa, Estetika seni rupa, Pengetahuan bahan dan alat seni
rupa, Teknik penciptaan seni rupa, Pameran seni rupa, Evaluasi seni
rupa, Portofolio seni rupa. Pada Pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah
Pertama/ Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) memuat penerapan ragam
hias dan ilustrasi.
	 2. Seni Musik
	 Apresiasi seni musik, Estetika seni musik, Pengetahuan bahan dan alat
seni musik, Teknik penciptaan seni musik, Pertunjukan seni musik, Evalu-
asi seni musik, Portofolio seni musik. Pada jenjang pendidikan
Sekolah Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) memuat
pengenalan teknik vokal dan alat musik.
3Seni Budaya
Buku Guru
	 3. Seni Tari
	 Apresiasi seni tari, Estetika seni tari, Pengetahuan bahan dan alat seni
tari, Teknik penciptaan seni tari, Pertunjukkan seni tari, Evaluasi seni
tari, Portofolio seni tari. Pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah
Pertama / Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) mata pelajaran seni tari
melakukan dan mengkreasikan tari bentuk.
	 4. Seni Teater
	 Apresiasi seni teater, Estetika seni teater, Pengetahuan bahan dan alat
seni teater, Teknik penciptaan seni teater, Pertunjukkan seni teater, Eval-
uasi seni teater, Portofolio seni teater. Pada jenjang pendidikan Sekolah
Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) memuat pen-
genalan teknik bermain teater.
		 Dari ke-4 aspek mata pelajaran Seni Budaya yang tersedia, sekolah
wajib melaksanakan minimal 2 aspek seni dengan 2 guru yang berlatar
belakang seni yang sesuai dengan kompetensinya atau satu orang guru
mata pelajaran seni yang menguasai lebih dari satu bidang seni.
D. Muatan Lokal
		 Sesuai dengan Kerangka dasar dan Struktur Kurikulum tahun 2013,
muatan lokal dapat diajarkan secara terintegrasi dengan mata pelajaran
Seni Budaya atau diajarkan secara terpisah apabila daerah merasa perlu
untuk memisahkannya. Muatan lokal merupakan bahan kajian pada satuan
pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi
dan keunikan lokal yang dimaksudkan untuk membentuk pemahaman
peserta didik terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya.
		 Muatan lokal sebagai bahan kajian yang membentuk pemahaman
terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya bermanfaat untuk memberikan
bekal sikap, pengetahuan, dan keterampilan kepada peserta didik agar:
	 (1)	 Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, 	
	 dan budayanya;
	 (2)	 bekal kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai
		 daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat 	
	 pada umumnya; dan
	 (3)	 Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-
		 aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan 	
	 nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan 	
	nasional.
4
SMP/MTs Kelas VIII
		 Intergrasi muatan lokal kedalam mata pelajaran seni budaya dapat
memberi peluang bagi guru untuk mengenalkan potensi-potensi seni dan
budaya lokal yang dekat dengan lingkungan pada anak. Hal ini akan memudahkan
guru dan sekolah dalam menentukan sumber belajar, maupun narasumber
dari seniman lokal. Oleh guru siswa dapat di bawa ke kelompok, grup-
grup seni, rumah atau tempat seniman lokal berkarya, yang ada diwilayah
terdekat. Bahkan terlibat langsung pada peristiwa-peristiwa budaya lokal
yang menjadi agenda budaya rutin didaerahnya. Dengan karakteristik mata
pelajaran seni budaya seperti ini, dapat menjadi sarana konservasi dan
pengembangan budaya lokal, sehingga budaya tersebut terjaga kelestarian
dan peluang untuk pengembangannya tetap terbuka di lingkungan sekolah.
		 Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum
berbasis kompetensi adalah outcomes-based curriculum dan oleh karena
itu pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian kompetensi yang
dirumuskan dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Demikian pula
penilaian hasil belajar dan hasil kurikulum diukur dari pencapaian
kompetensi. Keberhasilan kurikulum diartikan sebagai pencapaian
kompetensi yang dirancang dalam dokumen kurikulum oleh seluruh peserta
didik.
		 Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan
pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik untuk mengembangkan
sikap, ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk membangun
kemampuan yang dirumuskan dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
Jadi tujuan akhir pembelajaran mengacu ke SKL. Kompetensi Inti
merupakan terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas
yang harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada
satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran
mengenai kompetensi yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap,
pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang
harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata
pelajaran. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang
antara pencapaian hard skills dan soft skills.
		 Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi (organising
element) Kompetensi Dasar. Sebagai unsur pengorganisasi, Kompetensi
Inti merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi
horizontal Kompetensi Dasar.Organisasi vertikal Kompetensi Dasar adalah
keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu kelas atau jenjang
pendidikan ke kelas/jenjang di atasnya sehingga memenuhi prinsip
belajar yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antara
konten yang dipelajari siswa. Organisasi horizontal adalah keterkaitan
5Seni Budaya
Buku Guru
antara konten Kompetensi Dasar satu mata pelajaran dengan konten
Kompetensi Dasar dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu pertemuan
mingguan dan kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat.
		 Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait
yaitu berkenaan dengan sikap religius (Kompetensi Inti 1), sikap sosial
(Kompetensi Inti 2), pengetahuan (Kompetensi Inti 3), dan keterampilan
(Kompetensi Inti 4). Ke-4 kelompok itu menjadi acuan dari Kompetensi
Dasar dan dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara
integratif. Kompetensi yang berkenaan dengan sikap religius dan sosial
dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu
peserta didik belajar tentang pengetahuan (Kompetensi Inti 3) dan keterampilan
(Kompetensi Inti 4).
		 Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran
untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi
Dasar adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan,
dan ketrampilan yang bersumber pada Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar
dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan
awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Mata pelajaran sebagai sumber
dari konten untuk menguasai kompetensi bersifat terbuka dan tidak selalu
diorganisasikan berdasarkan disiplin ilmu berorientasi hanya pada filosofi
esensialisme dan perenialisme. Mata pelajaran dapat dijadikan organisasi
konten yang dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu atau non disiplin
ilmu yang diperbolehkan menurut filosofi rekonstruksi sosial, progresifisme,
atau pun humanisme. Karena filosofi yang dianut dalam kurikulum adalah
eklektik seperti dikemukakan di bagian landasan filosofi, maka nama mata
pelajaran dan isi mata pelajaran untuk kurikulum yang akan dikembangkan
tidak perlu terikat pada kaedah filosofi esensialisme dan perenialisme
E. Lingkup kompetensi dan materi mapel di SMP/MTs
		 Mata pelajaran Seni Budaya di SMP/MTs menekankan pada aspek
apresiasi dan kreasi, dalam ranah pendidikan dapat diurai menjadi kognitif,
afektif dan psikomotor. Ketiga ranah tersebut cara bekerjanya simultan
dan tidak dapat dipisahkan satu diantaranya, sedangkan dalam proses pen-
ciptaan seni, ditekankan pada proses pengembangan kreativitas, menghargai
dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong
royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan ling-
kungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. Seni
Budaya melibatkan semua bentuk kegiatan berupa aktivitas fisik dan
cita rasa keindahan. Aktivitas fisik dan cita rasa keindahan itu tertuang
6
SMP/MTs Kelas VIII
Level
Kompetensi Kelas Kompetensi
Ruang
Lingkup
Materi
4 VII-VIII
•	 Memahami keberagaman
karya dan nilai seni budaya
•	 Membandingkan masing-masing
karya seni dan nilai seni
budaya untuk menemu
kenali/merasakan keunikan/
keindahan
•	 Menghargai, memiliki
kepekaan dan rasa bangga
terhadap karya dan nilai seni
budaya
•	 Memahami teknik dasar dan
mampu menerap­kan­nya dalam
sajian karya dan telaah seni
budaya
Seni Rupa
•	 Ragamhiaspadabahan
tekstil dan kayu
•	 Gambar model dan
ilustrasi
Seni Musik
•	 Teknik vokal
•	 Ansambel campuran
Seni Tari
•	 Elemen Tari
•	 Peragaan Tari
Seni Teater
•	 Teknik bermain
teater
•	 Perencanaanpementas­
an teater
Level
Kompetensi Kelas Kompetensi
Ruang
Lingkup
Materi
4a IX •	 Memahami keberagaman karya
dan nilai seni budaya
•	 Membandingkan masing-
masing karya nilai dan nilai
seni budaya untuk menemu
kenali­/merasakan keunikan/
keindahan
•	 Menghargai, memiliki kepekaan
dan rasa bangga terhadap karya
dan nilai seni budaya
•	 Memahami konsep, prosedur
dan mampu menerapkannya
dalam sajian karya dan telaah
seni budaya
Seni Rupa
•	 Lukis
•	 Patung
•	 Grafis
Seni Musik
•	 Kreasi musik
•	 Penampilan musik
Seni Tari
•	 Komposisi tari
•	 Peragaan karya
tari
Seni Teater
•	 Teknik bermain
teater
•	 Konsep manajemen
produksi
•	 Pertunjukkan
teater
dalam kegiatan apresiasi, eksplorasi, eksperimentasi dan kreasi melalui
bahasa rupa, bunyi, gerak dan peran. Masing-masing aktivitas mencakup
pembinaan dan pemberian fasilitas mengungkap gagasan seni, keterampilan
berkarya serta apresiasi dalam konteks sosial budaya masyarakat.
7Seni Budaya
Buku Guru
Pembelajaran dan Penilaian
Mata Pelajaran Seni Budaya
BAB
2
A. Kerangka Pembelajaran
		 Kompetensi dasar pada Kurikulum 2013 merupakan penjabaran dari
kompetensi inti. Kompetensi inti pertama berisi sikap religius, yang kedua
berkenaan dengan sikap personal dan sosial, kompetensi inti ketiga berkenaan
dengan muatan pengetahuan, fakta, konsep, prinsip sedangkan kompetensi
inti keempat berkenaan dengan keterampilan.
		 Pembelajaran dilakukan dengan membahas kompetensi dasar dari
kompetensi inti ketiga dan keempat sedangkan kompetensi dasar dari
kompetensi inti pertama dan kedua selalu disertakan namun hanya dalam
administrasi penulisan saja sedangkan pada pelaksanaan pembelajaran tidak
dibahas.
		 Pencapaian kompetensi dilakukan melaui proses belajar aktif dengan
aktivitasberkeseniansepertimenggambar,membentuk,menyanyi,memainkan
alat musik, membaca partitur, menari, dan bermain peran serta membuat
naskah drama, menggubah lagu, membuat sipnosis tari dan membuat tulisan
tentang apresiasi seni.
B. Pendekatan Pembelajaran Seni Budaya
		 Pembelajaran Seni Budaya merupakan proses pendidikan olah
rasa membentuk pribadi harmonis, dan menumbuhkan multikecerdasan.
Pembelajaran dilakukan dengan aktivitas berkesenian sehingga dapat
meningkan kemampuan sikap menghargai, memiliki pengetahuan, dan
keterampilan dalam berkarya dan menampilkan seni dengan memperhatikan
kebutuhan dan perkembangan peserta didik serta sesuai dengan konteks
masyarakat dan budayanya. Falsafah lama dari Kong Fu chu mengatakan
bahwa pembelajaran harus dialami oleh peserta didik. Falsafah itu
mengungkapkan bahwa saya dengar saya lupa, saya lihat saya ingat dan saya
lakukan saya mengerti. Lebih lanjut dapat dilihat pada gambar berikut :
8
SMP/MTs Kelas VIII
		 Aktivitas berkesenian merupakan kegiatan nyata dan konkret dilakukan
oleh peserta didik dalam pembelajaran seni budaya. Pada tingkat awal atau
di sekolah dasar dan pendidikan anak usia dini, pembelajaran dilakukan
dengan praktik dalam bentuk utuh, yaitu sebagai media untuk ekspresi
komunikasi dan kreasi. Pengenalan unsur-unsur rupa dilakukan dengan
kegiatan menggambar, membentuk, menggunting, menempel baru ditunjukan
dan ditemukan konsepnya, pengenalan elemen musik dilakukan dengan
menggunakan lagu model yaitu lagu yang dikenal dan diminati peserta
didik kemudian baru ditunjukan elemen-elemen musiknya, pengenalan
wiraga, wirama dan wirasa dalam tari ditingkat dasar dimulai dengan gerak
dan lagu, sedangkan tingkat lanjutan mulai dikenalkan tari bentuk.
		 Penjabaran lebih lanjut dalam rencana pembelajaran, aktivitas berkesenian
muncul pada kompetensi dasar dari komptensi inti keempat. Dengan
demikian pembelajaran pada jenjang awal atau pada sekolah dasar dan
pendidikan anak usia dini dimulai dengan kompetensi dasar yang ada pada
kompetensi inti keempat, baru dikenalkan pengetahuan dan konsepnya. Hal
ini dapat dilakukan karena aspek atau cabang seni yang ada pada seni
budaya mencakup seni rupa, musik dan tari pada sekolah dasar dan ditambah
teater pada sekolah menegah pertama dan mengenah atas. Keempat cabang
seni tersebut dapat dijadikan wahana kreativitas dan olah rasa walau belum
mengerti aturan maintanya. Cabang-cabang seni tersebut dapat diajarkan
secara terpadu atau berdiri sendiri. Pada jenjang sekolah lanjutan dapat dipilih
dua cabang seni sesuai dengan kondisi yang ada.
		 Pembelajaran pada tikak lanjut atau pada sekolah lanjutan pertama
atau atas jika pemahaman mereka sudah baik pembelajaran dapat diberikan
melalui pengetahuan (kompetensi dasar dari kompetensi inti yang ketiga)
kemudian dipraktikan dalam suatu karya seni.
(sumber bahan belajar aktif Balitbang Kemdikbud 2007)
Gambar kerucut aktivitas belajar dengan perolehan pemahaman dan
kompetensi yang dicapai.
9Seni Budaya
Buku Guru
C. Strategi dan Metode Pembelajaran
	 1. Strategi
		Pendekatan pembelajaran Seni Budaya menggunakan pendekatan
belajar aktif dan menyenangkan yang dilakukan melalui aktivitas
berkesenian. Hal ini sesuai dengan pendekatan saintifik yang dilakukan
denganaktivitasmengamati,menanyakan,mengeksplorasi,mengasosiasi
dan mengomunikasikan, namun demikian ada yang beranggapan
pendekatan saintifik kurang sesuai dengan pembelajaran seni budaya
terutama berkaitan dengan pembelajaran tari bentuk atau tari tradisi,
misalkan mengajarkan tari Serampang dua belas, pada pembelajaran tari
Serampang dua belas kegiatan mengeksplorasi tari Serampang dua belas
tidak diperbolehkan. Padahal hal itu merupakan salah persepsi. Bahwa
peserta didik berlatih tari Serampang dua belas dari tidak bisa samapai
mahir dia melakukan eksplorasi mencoba dan terus mencoba sampai
tepat.
		 Pembelajaran secara umum pada mata pelajaran seni budaya dilakukan
dengan membahas kompetensi dasar dari kompetensi inti ke-3 dan ke-4
saja, sedangkan kompetensi dasar dari kompetensi inti ke-1 dan ke-2 selalu
disertakan namun dalam administrasi penulisan pada rencana pelaksanaan
pembelajaran tidak dibahas secara dalam.
Gambar Kompetensi dasar berkenaan dengan sikap,
keterampilan dan pengetahuan merupakan input
dalam proses pembelajaran
10
SMP/MTs Kelas VIII
		 Ada kalanya untuk kegiatan menggambar dan membentuk ekspresi mung-
kin hal ini ada benarnya bahwa pendekatan saintifik tidak cocok di­gunakan,
sebab dalam menggambar ekspresi tidak perlu pengamatan melainkan lang-
sung mencurahkan perasaan dalam bentuk karya. Namun demikian pasti
ada bentuk pengamatan lain misalakan media dan alat yang digunakan, apa-
kah karya yang akan dibuat lebih cocok menggunakan media basah atau
kering, cat air atau cat minyak, bahan alam atau buatan dan sebagainya.
	 2. Metode Pembelajaran
		 Pengalaman belajar yang paling efektif adalah apabila peserta didik/
seseorang mengalami/berbuat secara langsung dan aktif di lingkungan
belajarnya. Pemberian kesempatan yang luas bagi peserta didik untuk
melihat, memegang, merasakan, dan mengaktifkan lebih banyak
indra yang dimilikinya, serta mengekspresikan diri akan membangun
pemahaman pengetahuan, perilaku, dan keterampilannya. Oleh
karena itu, tugas utama pendidik/guru adalah mengondisikan situasi
pengalaman belajar yang dapat menstimulasi atau merangsang indra dan
keingintahuan peserta didik. Hal ini perlu didukung dengan pengetahuan
guru akan perkembangan psikologis peserta didik dan kurikulum di
mana keduanya harus saling terkait. Saat pembelajaran, guru hendaknya
peka akan gaya belajar peserta didik di kelas. Dengan mengetahui gaya
belajar peserta didik di kelas secara umum, guru dapat menentukan
strategi pembelajaran yang tepat. Pendidik/guru hendaknya menyiapkan
kegiatan belajar mengajar yang melibatkan mental peserta didik secara
aktif melalui beragam kegiatan, seperti: kegiatan mengamati, bertanya/
mempertanyakan, menjelaskan, berkomentar, mengajukan hipotesis,
mengumpulkan data, dan sejumlah kegiatan mental lainnya. Guru
hendaknya tidak memberikan bantuan secara dini dan selalu menghargai
usaha peserta didik meskipun hasilnya belum sempurna.
		 Selain itu, guru perlu mendorong peserta didik supaya peserta didik
berbuat/berpikir lebih baik, misalnya melalui pengajuan pertanyaan
11Seni Budaya
Buku Guru
menantang yang ‘menggelitik’ sikap ingin tahu dan sikap kreativitas
peserta didik. Dengan cara ini, guru selalu mengupayakan agar peserta
didik terlatih dan terbiasa menjadi pelajar sepanjang hayat. Beberapa
model pembelajaran yang dapat membuat peserta didik aktif dan dapat
dijadikan acuan pengajaran keterampilan di kelas, antara lain seperti
berikut.
a.	 Model Pembelajaran Kolaborasi
	 Pembelajaran kolaborasi (collaboration learning) menempatkan
peserta didik dalam kelompok kecil dan memberinya tugas di mana
mereka saling membantu untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan
kelompok. Dukungan sejawat, keragaman pandangan, pengetahuan
dan keahlian sangat membantu mewujudkan belajar kolaboratif.
Metode yang dapat diterapkan antara lain mencari informasi, proyek,
kartu sortir, turnamen, tim quiz.
b.	 Model Pembelajaran Individual
	 Pembelajaran individu (individual learning) memberikan kesempatan
kepada peserta didik secara mandiri untuk dapat berkembang dengan
baik sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Metode yang dapat
diterapkan antara lain tugas mandiri, penilaian diri, portofolio, galeri
proses.
c.	 Model Pembelajaran Teman Sebaya
	 Beberapa ahli percaya bahwa satu mata pelajaran benar-benar
dikuasai hanya apabila seorang peserta didik mampu mengajarkan
kepada peserta didik lain. Mengajar teman sebaya (peer learning)
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari
sesuatu dengan baik. Pada waktu yang sama, ia menjadi narasumber
bagi temannya. Metode yang dapat diterapkan antara lain: pertukaran
dari kelompok ke kelompok, belajar melalui jigso (jigsaw), studi
kasus dan proyek, pembacaan berita, penggunaan lembar kerja, dll.
d.	 Model Pembelajaran Sikap
	 Aktivitas belajar afektif (affective learning) membantu peserta
didik untuk menguji perasaan, nilai, dan sikap-sikapnya. Strategi
yang dikembangkan dalam model pembelajaran ini didesain untuk
menumbuhkan kesadaran akan perasaan, nilai dan sikap peserta
didik. Metode yang dapat diterapkan antara lain: mengamati sebuah
alat bekerja atau bahan dipergunakan, penilaian diri dan teman,
demonstrasi, mengenal diri sendiri, posisi penasihat.
12
SMP/MTs Kelas VIII
e.	 Model Pembelajaran Bermain
	 Permainan (game) sangat berguna untuk membentuk kesan
dramatis yang jarang peserta didik lupakan. Humor atau kejenakaan
merupakan pintu pembuka simpul-simpul kreativitas, dengan latihan
lucu, tertawa, tersenyum peserta didik akan mudah menyerap
pengetahuan yang diberikan. Permainan akan membangkitkan energi
dan keterlibatan belajar peserta didik. Metode yang dapat diterapkan
antara lain: tebak gambar, tebak kata, tebak benda dengan stiker yang
ditempel dipunggung lawan, teka-teki, sosio drama, dan bermain
peran.
f.	 Model Pembelajaran Kelompok
	 Model pembelajaran kelompok (cooperative learning) sering
digunakan pada setiap kegiatan belajar-mengajar karena selain hemat
waktu juga efektif, apalagi jika metode yang diterapkan sangat
memadai untuk perkembangan peserta didik. Metode yang dapat
diterapkan antara lain proyek kelompok, diskusi terbuka, bermain
peran.
g.	 Model Pembelajaran Mandiri
	 Model Pembelajaran mandiri (independent learning) peserta didik
belajar atas dasar kemauan sendiri dengan mempertimbangkan
kemampuan yang dimiliki dengan memfokuskan dan mengkreasikan
keinginan. Teknik yang dapat diterapkan antara lain apresiasi-
tanggapan, asumsi presumsi, visualisasi mimpi atau imajinasi, hingga
cakap memperlakukan alat/bahan berdasarkan temuan sendiri atau
modikasi dan imitasi, kreasi karya, melalui kontrak belajar, maupun
terstruktur berdasarkan tugas yang diberikan (pertanyaan-inquiry,
penemuan-discovery,penemuan kembali-recovery).
h.	 Model Pembelajaran Multimodel
	 Pembelajaran multimodel dilakukan dengan maksud akan
mendapatkan hasil yang optimal dibandingkan dengan hanya satu
model. Metode yang dikembangkan dalam pembelajaran ini adalah
proyek, modikasi, simulasi, interaktif, elaboratif, partisipatif, magang
(cooperative study), integratif, produksi, demonstrasi, imitasi,
eksperiensial, kolaboratif.
13Seni Budaya
Buku Guru
D. Penilaian
		 Berdasarkan Kurikulum 2013, kompetensi yang harus dicapai pada
tiap akhir jenjang kelas dinamakan kompetensi inti. Kompetensi inti
merupakan anak tangga yang harus ditapak peserta didik untuk sampai
pada kompetensi lulusan jenjang SMP/MTs. Kompetensi inti bukan
untuk diajarkan melainkan untuk dibentuk melalui pembelajaran berbagai
kompetensi dasar dari sejumlah mata pelajaran yang relevan.
	 Kompetensi inti menyatakan kebutuhan kompetensi peserta didik,
sedangkan mata pelajaran adalah pasokan kompetensi. Dengan demikian,
kompetensi inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi (organising
element) kompetensi dasar. Sebagai unsur pengorganisasi, Kompetensi Inti
merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi horizontal
Kompetensi Dasar. Organisasi vertikal kompetensi dasar adalah keterkaitan
Kompetensi Dasar satu kelas dengan kelas di atasnya sehingga memenuhi
prinsip belajar, yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antar
kompetensi yang dipelajari peserta didik SMP/MTs. Organisasi horizontal
adalah keterkaitan antara kompetensi dasar satu mata pelajaran dengan
kompetensi dasar dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu kelas yang
sama sehingga terjadi proses saling memperkuat.
	 Rumusan Kompetensi Inti (KI) dari setiap mata pelajaran, sebagai
berikut:
•	 KI-1 untuk Kompetensi Inti sikap spiritual,
•	 KI-2 untuk Kompetensi Inti sikap sosial
•	 KI-3 untuk Kompetensi Inti pengetahuan
•	 KI-4 untuk Kompetensi Inti keterampilan
		 Urutan tersebut mengacu pada urutan yang disebutkan dalam Undang-
undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 yang menyatakan
bahwa kompetensi terdiri atas kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan. Hal ini sesuai dengan orientasi pembelajaran Seni Budaya
yang memfasilitasi pengalaman emosi, intelektual, fisik, persepsi, sosial,
estetik, artistik dan kreativitas kepada peserta didik dengan melakukan
aktivitas apresiasi dan kreasi terhadap berbagai produk keterampilan dan
teknologi. Kegiatan ini dimulai dari mengidentifikasi potensi di sekitar
peserta didik diubah menjadi produk yang bermanfaat bagi kehidupan
manusia, mencakup antara lain; jenis, bentuk, fungsi, manfaat, tema,
struktur, sifat, komposisi, bahan baku, bahan pembantu, peralatan, teknik
kelebihan dan keterbatasannya. Selain itu, peserta didik juga melakukan
aktivitas memproduksi berbagai produk benda kerajinan maupun produk
teknologi yang sistematis dengan berbagai cara misalnya: meniru,
14
SMP/MTs Kelas VIII
memodifikasi, mengubah fungsi produk yang ada menuju produk baru
yang lebih bermanfaat.
		 Keterkaitan secara horizontal dan vertikal antarkompetensi, maka
dalam membelajarkan dan menilai ketercapaian Kompetensi Inti (KI-1,
KI-2, KI-3 dan KI-4) melalui Kompetensi Dasar dilakukan sebagai satu
kesatuan yang utuh, bukan secara terpisah atau satu persatu.
	 Berikut ini disajikan contoh atau model format penilaian untuk mata
pelajaran Seni Budaya. Format ini bukan format baku, tetapi ini hanya
contoh atau model saja. Penilaian mata pelajaran mencakup penilaian
sikap, pengetahuan dan keterampilan/produk/hasil karya.
	
1. Penilaian Kompetensi Sikap
		
		 Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi,
penilaian diri, penilaian “teman sejawat”(peer evaluation) oleh peserta
didik dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian
diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian
(rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan
pendidik.
a.	Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara
berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung
maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang
berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati.
	Lembar observasi dapat disusun guru sesuai dengan KD dan aspek seni
yang dipelajari, sehingga penilaian dalam bentuk observasi ini dapat
melengkapi penilaian lainnya, agar perilaku peserta didik dapat lebih
diamati dengan baik. Pada pembelajaran Seni Budaya lembar observasi
biasanya berupa pengamatan dalam kegiatan mengeksplorasi dan
berkreasi seni.
		
		 Contoh :
		 Lembar pengamatan peserta didik dalam untuk kegiatan Menirukan 	
	 Gerak Tari Tradisi
15Seni Budaya
Buku Guru
b.	Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta
peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya
dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan
berupa lembar penilaian diri. Instrumen penilaian diri dibuat guru
sesuai dengan KD dan indikator yang ingin dicapai, khususnya pada
kemampuan mengapresiasi dan berkreasi seni. Berdasarkan penilaian
diri, maka guru akan memberikan perbaikan pembelajaran terhadap
peningkatan kompetensi melalui remedial, sedangkan untuk peserta
didik yang memiliki kompetensi unggul maka guru dapat memberikan
pengayaan. Penilaian diri memerlukan kejujuran dari peserta didik,
untuk itu harus dilengkapi dengan penilaian antarpeserta didik.
	 Pada mata pelajaran Seni Budaya indikator kreatifitas, mandiri dan
bertanggung jawab menjadi tujuan. Kreatifitas merupakan salah
satu kompetensi yang harus dimiliki dalam berkesenian, demikian
pula kemandirian. Rasa tanggung jawab menjadi warga negara yang
baik dapat direfleksikan melalui pemahaman terhadap berkehidupan
bernegara seperti menghormati keberagaman budaya antar etnis,
Sehingga mempunyai rasa memiliki terhadap budayanya sendiri dan
menghargai budaya orang lain.
c.	 Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara
meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian
kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian
antarpeserta didik. Instrumen ini membantu dalam memberikan
informasi ketika peserta didik melakukan penilaian diri.
d.	Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang
berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan
peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.
No
Nama
Siswa
Perilaku yang diamati
Terbuka Kerajinan Keaktifan Kedisiplinan
16
SMP/MTs Kelas VIII
2.	 Penilaian Kompetensi Pengetahuan
		 Pendidik dapat menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes
lisan, dan penugasan.
a. 	Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat,
benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi
pedoman penskoran.
b. Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan.
c. Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang
dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik
tugas. Instrumen penugasan sering digunakan pada mata pelajaran Seni
Budaya, khususnya pada komptensi yang menekankan kepada apresiasi
seni.
3. Penilaian Kompetensi Keterampilan
		 Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja,
yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu
kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian
portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian
(rating scale) yang dilengkapi rubrik.
a. Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan
melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan
kompetensi. Tes praktik sangat umum digunakan untuk mengukur
kompetensi keterampilan dalam mengekspresikan dan berkaya seni.
	
			 Contoh:
	 Kemampuan mengekspresikan tari kreasi gaya tradisi yang dapat
diidentifikasi melalui dimensi-dimensi dari variabel kemampuan menari,
sehingga indikator-indikator yang harus dicapai dapat dirumuskan
sesuai dengan tujuan pencapain hasil belajar menari tersebut
17Seni Budaya
Buku Guru
Aspek Komponen
Skor
Bobot
1 2 3 4
Gerak
1.	 Melakukan teknik
gerak
2.	 Melakukan gerak
penghubung
3.	 Kelancaran
melakukan gerak  
dari awal hingga
akhir
50%
Jumlah
Irama
1.	 Kesesuain gerak
dengan irama
2.	 Kesesuaian gerak
dengan ritme
3.	 Ketepatan gerak
dengan Hitungan
30%
Jumlah
Ekspresi
1.	 Ekspresi gerak
2.	 Harmonisasi gerak
3.	 Keserasian antara
gerak dengan
ekspresi wajah
(karakter)
20%
Jumlah
Jumlah Keseluruhan
18
SMP/MTs Kelas VIII
No.Butir Aspek yang diamati
1
4
Jika siswa mampu melakukan pengembangan teknik
gerak berdasarkan tari tradisi
3
Jika siswa mampu melakukan pengembangan teknik
gerak tetapi tidak berdasarkan tari tradisi
2
Jika siswa kurang mampu melakukan pengembangan
teknik gerak berdasarkan tari tradisi
1
Jika siswa tidak mampu melakukan pengembangan
teknik gerak berdasarkan tari tradisi
2
4
Jika siswa mampu melakukan gerak penghubung dengan
baik
3
Jika siswa mampu melakukan gerak penghubung tetapi
kurang jelas dalam melakukannya
2
Jika siswa mampu melakukan gerak penguhubung tetapi
tidak dapat melakukannya dengan baik
1
Jika siswa tidak mampu melakukannya gerak
penghubung
3
4
Jika siswa mampu menarikan dengan lancar gerak dari
awal sampai akhir
3
Jika siswa mampu menarikan dengan kurang lancar
gerak dari awal sampai akhir
2
Jika siswa mampu menarikan dengan tidak lancar gerak
dari awal sampai akhir
1
Jika siswa tidak mampu menarikan gerak dari awal
sampai akhir
4
4 Jika siswa mampu menari sesuai dengan irama
3 Jika siswa mampu menari kurang sesuai dengan irama
2 Jika siswa mampu menari tidak sesuai dengan irama
1
Jika siswa mampu menari sangat tidak sesuai dengan
irama
5
4 Jika siswa mampu menari sesuai dengan ritme
3 Jika siswa mampu menari kurang sesuai dengan ritme
2 Jika siswa mampu menari tidak sesuai dengan ritme
1
Jika siswa mampu menari sangat tidak sesuai dengan
ritme
19Seni Budaya
Buku Guru
6
4 Jika siswa mampu menari sesuai dengan hitungan gerak
3
Jika siswa mampu menari, tetapi kurang sesuai dengan
hitungan gerak
2
Jika siswa mampu menari, tetapi tidak sesuai dengan
hitungan gerak
1
Jika siswa tidak mampu menari dan tidak sesuai dengan
hitungan gerak
7
4
Jika siswa mampu mengekspresikan gerak sesuai dengan
tema tari
3
Jika siswa kurang mampu mengekspresikan gerak sesuai
dengan tema tari
2
Jika siswa mampu mengekspresikan gerak, namun
kurang sesuai dengan tema tari
1
Jika siswa tidak mampu mengekspresikan gerak sesuai
dengan tema tari
8
4 Jika siswa mampu menari dengan harmonis
3 Jika siswa kurang mampu menari dengan harmonis
2
Jika siswa mampu menari tidak memperhatikan  
harmonis
1 Jika siswa tidak mampu menari dengan harmonis
9
4
Jika siswa mampu menari dengan serasi antara gerak
dengan ekspresi wajah (karakter)
3
Jika siswa mampu menari tanpa memperhatikan
keserasian antara gerak dengan ekspresi wajah (karakter)
2
Jika siswa kurang mampu menari dengan serasi antara
gerak dengan ekspresi wajah (karakter)
1
Jika siswa tidak mampu menari dengan serasi antara
gerak dengan ekspresi wajah (karakter)
b. Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan
perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan
dalam waktu tertentu. Penilaian projek dalam pembelajaran Seni Budaya
dapat dilakukan guru pada kegiatan pameran atau pergelaran seni, selain
itu juga dapat dalam bentuk membuat laporan, ulasan atau kritik seni
yang dipresentasikan peserta didik.
20
SMP/MTs Kelas VIII
Pada penilaian projek setidaknya ada 3 hal yang perlu dipertimbangkan
yaitu:
• Kemampuan pengelolaan
Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi
dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.
• Relevansi
Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap
pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.
• Keaslian
Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya,
dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan
dukungan terhadap proyek peserta didik.
Penilaian Projek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan 	
sampai dengan akhir projek. Untuk itu perlu memperhatikan hal-hal atau
tahapanyangperludinilai.Pelaksanaanpenilaiandapatjugamenggunakan
rating scale dan checklist.
c. Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan
kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan
peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti:
makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-
barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam. Pengembangan
produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian
yaitu:
• Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik
dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan
mendesain produk.
• Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan
peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan
teknik.
• Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang
dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.
Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik.
• Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk,
biasanya dilakukan pada tahap appraisal.
• Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya
dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap
proses pengembangan.
		 Contoh:
	 Penilaian produk untuk materi Seni Rupa dilakukan terhadap tiga
aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Penilaian psikomotorik
mendapatkan porsi lebih besar dibandingkan dengan kognitf dan
afektif.di bawah ini adalah contoh penilaian terhadap hasil karya
siswa.
21Seni Budaya
Buku Guru
No.
Aspek Penilaian Skor
1 2 3 4
A MELUKIS
1 Ide/gagasan
2 Komposisi
3 Kreativitas
4 Kerapihan dan kebersihan
d. Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai
kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat
reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi,
dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Penilaian
portofolio diberikan agar karya peserta didik didokumentasikan dengan
baik sebagai pendukung dalam kemampuan menilai kemampuan diri.
Portofolio dalam mata pelajaran Seni Budaya dapat berupa kumpulan
hasil karya Seni Rupa atau karya-karya seni dalam bentuk VCD dan
deskripsi karya seni.
4. Pelaksanaan Penilaian dan Pelaporan Hasil Belajar
	Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian oleh Pendidik Penilaian hasil
belajar oleh pendidik yang dilakukan secara berkesinambungan bertujuan
untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk
meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penilaian hasil belajar oleh
pendidik memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
a. 	Proses penilaian diawali dengan mengkaji silabus sebagai acuan dalam
membuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester. Setelah
menetapkan kriteria penilaian, pendidik memilih teknik penilaian
sesuai dengan indikator dan mengembangkan instrumen serta pedoman
penyekoran sesuai dengan teknik penilaian yang dipilih.
b. Pelaksanaan penilaian dalam proses pembelajaran diawali dengan
penelusuran dan diakhiri dengan tes dan/atau nontes. Penelusuran dilakukan
dengan menggunakan teknik bertanya untuk mengeksplorasi pengalaman
belajar sesuai dengan kondisi dan tingkat kemampuan peserta didik.
22
SMP/MTs Kelas VIII
c.	Penilaian pada pembelajaran tematik-terpadu dilakukan dengan
mengacu pada indikator dari Kompetensi Dasar setiap mata pelajaran
yang diintegrasikan dalam tema tersebut.
d.	 Hasil penilaian oleh pendidik dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui
kemajuan dan kesulitan belajar, dikembalikan kepada peserta didik
disertai balikan (feedback) berupa komentar yang mendidik (penguatan)
yang dilaporkan kepada pihak terkait dan dimanfaatkan untuk perbaikan
pembelajaran.
e.	 Laporan hasil penilaian oleh pendidik berbentuk:
•	 nilai dan/atau deskripsi pencapaian kompetensi, untuk hasil penilaian
kompetensi pengetahuan dan keterampilan termasuk penilaian hasil
pembelajaran tematik-terpadu.
•	 deskripsi sikap, untuk hasil penilaian kompetensi sikap spiritual dan
sikap sosial.
f.	 Laporan hasil penilaian oleh pendidik disampaikan kepada kepala
sekolah/madrasah dan pihak lain yang terkait (misal: wali kelas, guru
Bimbingan dan Konseling, dan orang tua/wali) pada periode yang
ditentukan.
g.	 Penilaian kompetensi sikap spiritual dan sosial dilakukan oleh semua
pendidik selama satu semester, hasilnya diakumulasi dan dinyatakan
dalam bentuk deskripsi kompetensi oleh wali kelas/guru
	 Penilaian setiap mata pelajaran meliputi kompetensi pengetahuan,
kompetensi keterampilan, dan kompetensi sikap. Kompetensi
pengetahuan dan kompetensi keterampilan menggunakan skala 1–4
(kelipatan 0.33), sedangkan kompetensi sikap menggunakan skala
Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K), yang dapat
dikonversi ke dalam Predikat A - D seperti pada Tabel 5 di bawah ini.
23Seni Budaya
Buku Guru
Predikat Nilai Kompetensi
Pengetahuan Keterampilan Sikap
A 4 4
SB
A- 3.66 3.66
  B+ 3.33 3.33
B
B 3 3
B- 2.66 2.66
  C+ 2.33 2.33
C
C 2 2
C- 1.66 1.66
  D+ 1.33 1.33
K
D 1 1
Konversi Kompetensi Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap
•	 Ketuntasan minimal untuk seluruh kompetensi dasar pada kompetensi
pengetahuan dan kompetensi keterampilan yaitu 2.66 (B-)
• 	 Pencapaian minimal untuk kompetensi sikap adalah B. Untuk kompetensi
yang belum tuntas, kompetensi tersebut dituntaskan melalui pembelajaran
remedial sebelum melanjutkan pada kompetensi berikutnya.Untuk mata
pelajaran yang belum tuntas pada semester berjalan, dituntaskan melalui
pembelajaran remedial sebelum memasuki semester berikutnya.
24
SMP/MTs Kelas VIII
Contoh :
Format Penilaian Tugas Individual dan Kelompok
(Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan)
Nama Peserta didik 	 :
Kelas/Semester 		 :
Kompetensi Inti :
1.
2.
3.
4.
Kompetensi Dasar :
1.
2.
Ruang Lingkup Materi :
Indikator
Tugas
Penilaian
Keruntutan
Berpikir
Dicapai
melalui:
1. Pertolongan Guru
2. Teman Sebaya
3.Kelompok Kecil
4.Seluruh Kelas
5. Sendiri
A= 8,6 - 10
B= 7,6 - 8,5
C= 6,6 - 7,5
D= 6,0 - 6,5
Komentar Peserta Didik
           ..............,........................................ Guru Seni Budaya
Jumlah Skor &
Rata-rata Skor
Huruf
Laporan
Kegiatan
Perilaku
Nilai-nilai
Karakter
Apresiasi
1.
2.
3. dst
Huruf=
Angka
25Seni Budaya
Buku Guru
Format Penilaian Kinerja/Berkarya (Keterampilan & Sikap)
Nama Peserta didik :
Kelas/Semester :
Kompetensi Inti :
1.
2.
3.
4.
Kompetensi Dasar :
1.
2.
Ide/
Gagasan
Kesesuaian
Materi,
Teknik&
Prosedur
Kreativitas
Bentuk
Laporan Nilai-nilai
Karakter
Pre­
sen­
tasi
Kemasan/
Penyajian
Uji
Karya/
Rasa
Kreativitas
Dicapai
melalui:
1.	 Pertolongan
Guru
2.	 Teman
Sebaya
3.	 Kelompok
Kecil
4.	 Seluruh
Kelas
5.	 Sendiri
A=8,6-10
B=7,6-8,5
C=6,6-7,5
D=6,0-6,5
Komentar Peserta Didik Komentar Orang Tua
..............,........................................ Guru Seni Budaya
Jumlah Skor &
Rata-rata Skor
Catatan Pelaksanaan Kegiatan:
Angka Penilaian
Deskriptif oleh Guru:
Huruf=
Angka
Huruf
Proses Pembuatan 50% Produk Jadi 35% Prilaku
15%
Penilaian
Indikator
Tugas
1.
2.
3. dst
Ruang Lingkup Materi :
26
SMP/MTs Kelas VIII
Panduan Pembelajaran Berdasarkan
Buku Teks Seni Budaya
Kelas VIII SMP/MTS
BAB
3
A. Penjelasan Umum
		
	 Bab 3 ini akan memberikan penjelasan tentang pembelajaran Seni Budayai
yang akan diberikan guru kepada peserta didik SMP/MTs. Pada bagian ini
akan terdapat beberapa jenis petunjuk yaitu,
1. Informasi untuk Guru
	 Informasi yang diperlukan oleh guru sebelum memulai pembelajaran.
Informasi ini akan menjadi wawasan yang mendasari guru/fasilitator dalam
memulai suatu materi pembelajaran.
2. Konsep Umum
	 Konsep umum berisi konsep-konsep yang terkait dengan materi yang
sedang dibahas. Seni tari berada pada tingkat kedua setelah musik dalam
tingkat keabstrakannya. Tarian adalah susunan gerak secara teratur dalam
ruang dan waktu, biasanya mengikuti irama musik yang mengiringinya.
Guru memberikan pemahaman secara jelas kepada siswa mengenai seni tari
dalam kehidupan keseharian dan pertunjukan.
3. Proses Pembelajaran
	 Proses pembelajaran memberikan gambaran metode dan strategi pengajaran
yang dapat digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi.
4. Remedial
	 Pembelajaran remedial adalah pembelajaran yang diberikan kepada
peserta didik yang belum mencapai ketuntasan kompetensi. Remedial
menggunakan berbagai metode yang diakhiri dengan penilaian untuk
mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar peserta didik. Pembelajaran
remedial diberikan kepada peserta didik bersifat terpadu, artinya guru
memberikan pengulangan materi dan mengenaili potensi setiap individu
ataupun kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik.
27Seni Budaya
Buku Guru
5. Pengayaan
	 Pengayaan adalah kegiatan yang diberikan kepada peserta didik atau
kelompok yang lebih cepat dalam mencapai kompetensi dibandingkan
dengan peserta didik lain agar mereka dapat memperdalam kecakapannya
ataudapatmengembangkanpotensinyasecaraoptimal.Tugasyangdiberikan
guru kepada peserta didik dapat berupa tutor sebaya, mengembangkan
latihan secara lebih mendalam, membuat karya baru ataupun melakukan
suatu proyek. Kegiatan pengayaan hendaknya menyenangkan dan
mengembangkan kemampuan kognitif tinggi sehingga mendorong peserta
didik untuk mengerjakan tugas yang diberikan.
6. Interaksi Orang Tua
	 Pembelajaran peserta didik di sekolah merupakan tanggung jawab bersama
antara warga sekolah, yaitu kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan
kepada orang tua. Oleh karena itu, pihak sekolah perlu mengomunikasikan
kegiatan pembelajaran peserta didik dengan orang tua. Orang tua
dapat berperan sebagai partner sekolah dalam menunjang keberhasilan
pembelajaran peserta didik.
7. Evaluasi
	 Guru atau fasilitator akan selalu mengecek setiap tahapan yang dilakukan
siswa, serta membimbing siswa agar menjalahkan setiap proses dengan baik
dan mendapat hasil yang maksimal sesuai potensi yang dimiliki masing-
masing siswa.
8. Penilaian
	 Setiap materi maupun tugas dapat dilakukan penilaian yang beragam, sesuai
dengan karakter materi dan tugas yang diberikan pada setiap materi atau
topik bahasan tidak selalu terdapat ketujuh jenis petunjuk tersebut. Guru
atau fasilitator boleh mengembangkan strategi dan metode pembelajaran,
remedial, pengayaan dan penilaian untuk mencapai pengembangan potensi
siswa yang maksimal dalam seni tari.
28
SMP/MTs Kelas VIII
Bab 1 - Buku Siswa Semester 1
B. Seni Rupa
	 Informasi untuk Guru
	 Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran
yang akan diberikan sesuai dengan bab 1 tentang menggambar model.
Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga peserta
didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai. Guru
berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan kepada peserta
didik bahan dan media yang dibutuhkan sehingga dapat dipersiapkan
secara baik dan benar dalam mengikuti pembelajaran menggambar model.
2 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
1. Menjelaskan pengertian gambar model
2.	 Mengidentifikasi	setiap	jenis	objek	gambar	model
3.	 Mengidentifikasi	karakter	objek	gambar	model
4. Menggambar model sesuai karakter objek gambar
Setelah mempelajari bab 1 diharapkan mampu:
Menggambar ModelBAB
Alur Pembelajaran
1
29Seni Budaya
Buku Guru
Bab 1 - Buku Siswa Semester 1
	 Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai
maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi. Guru dapat konsep
dan prosedur menggambar model. Pada proses pembelajaran ini guru dapat
mengikuti langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan
saintifik, yaitu;
a. Mengamati melalui gambar atau media lain tentang menggambar model.
Pada saat pengamatan guru dapat memberi motivasi sehingga timbul
rasa keingintahuan peserta didik.
b. Setelah peserta didik mengamati diberikan lembar kerja sesuai dengan
media yang diamati oleh peserta didik
c. Peserta didik kemu­dian melakukan eksplo­r­asi baik melalui mencoba
untuk menggambar sendiri maupun mencari melalui media dan sumber
belajar lain. Pada proses eksplorasi peserta didik dapat menggambar
seperti yang tertera pada buku siswa.
d.	 Untuk langkah meng­­komunikasi dapat disesuaikan dengan waktu
pembelajaran yang tersedia
dan materi pembelajaran.
Langkah meng­
komuni­kasi tidak harus
dilakukan setiap kali
pertemuan.
	 Proses Pembelajaran
5Seni Budaya
A. Konsep dan Prosedur Menggambar
Model
Pembelajaran menggambar model di­
awali dengan menentukan objek model yang
akan digambar. Objek­objek tersebut berupa
hewan, tumbuh­tumbuhan, manusia dan
kumpulan benda­benda yang disusun sesuai
dengan komposisi, proporsi, keseimbangan
dan irama yang cepat sehingga menjadi satu
kesatuan yang utuh. Kita akan mempelajari
gambar model dengan objek alam benda
yang biasa disebut dengan gambar bentuk.
Caranya dengan mengamati langsung objek
gambar, untuk diketahui struktur bentuk dan
bidang gambarnya.
Objek gambar alam benda memiliki
strukur bentuk dan bidang
dasar yang berbeda­beda.
Bentuk­bentuk, tersebut
antara lain bentuk bola,
kubus, bujur sangkar,
kerucut, dan tabung.
Sedangkan pada struktur
bidang gambar model
(alam benda) dapat
berupa bidang datar,
melingkar, maupun meng­
krucut. Struktur bentuk
dan bidang tersebut me­
miliki kesan yang tidak
sama apabila terkena
sinar. Model alam benda
yang terkena sinar akan
menghasilkan bayangan
dengan intensitas cahaya
yang berbeda­beda. Hal itu disebabkan efek
bayangan yang ditimbulkan dari pencahayaan
yang memberikan kesan ruang pada model,
sehingga gambar nampak seperti gambar tiga
dimensi.
sumber gambar: Kemdikbud,2013
Gambar 1. Pencahayaan pada objek gambar
Menggambar model
tidak serumit yang
kita bayangkan, kita
bisa menggambar
dengan baik apabila
kita disiplin dan mau
mengikuti tahapan
demi tahapan serta
bagian demi bagian
dalam menggambar
model.
30
SMP/MTs Kelas VIII
Bab 1 - Buku Siswa Semester 1
	 Pada proses pembelajaran prinsip-prinsip menggambar model guru dapat
menjelaskan tentang komposisi, proporsi, keseimbangan serta unsur-unsur
menggambar model. Pada pembelajaran topic ini guru bersama-sama
dengan siswa dapat melakukan eksplorasi tentang komposisi dan proporsi
dengan membuat sket.
7Seni Budaya
1. Prinsip-Prinsip Menggambar Model
Proses menggambar model mengandalkan kemampuan
mengamati yang baik pada objek yang digambar. Pengamatan
sangat penting supaya hasil gambar yang dibuat sesuai
dengan objeknya, menarik dan memiliki keindahan.
Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam
menggambar model adalah komposisi, proporsi, keseimbangan,
dan kesatuan. Penjelasan tentang prinsip menggambar dapat
dijelaskan sebagai berikut :
a. Komposisi
Komposisi merupakan cara kita menyusun dan mengatur
objek­objek secara menarik dan indah. Komposisi objek
gambar, warna objek gambar, jenis dan latar belakang
gambarnya.
Beberapa contoh bentuk komposisi dapat dilihat pada
pola yang disusun berikut ini.
1) Komposisi Simetris
Benda atau model yang menjadi
objek gambar diletakkan pada posisi
seimbang antara sebelah kiri dan sebelah
kanan mengenai bentuk dan ukurannya.
2) Komposisi A-simetris
Pada posisi a­simetris benda di­
letakkan dalam posisi tidak sama dalam
posisi maupun ukurannya, namun tetap
memperhatikan proporsi, keseimbangan,
dan kesatuan antar benda atau objek
gambar
31Seni Budaya
Buku Guru
10 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
B. Alat dan Bahan Menggambar Model
Alat dan bahan yang dapat digunakan
dalam menggambar model dapat mengguna­
kan pensil, penghapus, kertas dan sebuah pa­
pan gambar. Barang­barang ini memiliki ke­
gunaannya masing­masing.
1. Pensil
Pilihlah yang berukuran 2H­H (keras),
HB (medium), dan B­2B (lunak). Gunakan
peraut pensil untuk memperuncing ujung
pensil dan kita juga bisa menggunakan
sepotong kecil kertas amplas untuk mem­
permudah mengatur keruncingan pensil
sesuai dengan kebutuhan.
2. Penghapus
Pilihlah penghapus yang lunak dan
lentur untuk membersihkan garis­garis pensil
tanpa merusak kertas.
3. Kertas
Gunakan kertas gambar sesuai dengan
kebutuhan, jangan terlalu tipis dan usahakan
yang memiliki tekstur. Beberapa jenis kertas
dapat digunakan untuk menggambar model
seperti kertas ukuran standar (A3, A4, kwarto).
Untuk latihan bisa juga menggunakan kertas
buram.
4. Pensil Warna
Penggunaanpensilwarnadapatdilaku­
kan dengan cara mengarsir atau memblok
warna. Tekanan pada penggunaan pensil
sangat mempengaruhi ketajaman warna.
5. Krayon
Bahan krayon terdiri dari dua macam
yaitu bahan berbasis kapur dan minyak
(lilin).
Sumber gambar: Internet
Gambar 1 Pensil.
Sumber gambar: Internet
Gambar 2 Penghapus.
Sumber gambar: Internet
Gambar 3 Kertas.
Sumber gambar: Internet
Gambar 4 Pensil Warna.
Sumber gambar: Internet
Gambar 5 Krayon.
Bab 1 - Buku Siswa Semester 1
	 Guru dapat menjelaskan tentang alat dan bahan yang digunakan untuk
menggambar model. Pada buku siswa disebtukan beberapa alat dan bahan
yang diperlukan untuk menggambar model tetapi jika di lingkungan sekolah
tidak memungkinkan alat dan bahan tersebut ada, maka perlu dijelaskan alat
dan bahan alternative lain yang dapat digunakan untuk menggambar model.
Pada pembelajaran ini guru bersama-sama dengan siswa dapat melakukan
eksplorasi dengan menggunakan alat dan bahan yang tersedia.
32
SMP/MTs Kelas VIII
11Seni Budaya
Sumber gambar: Internet
Gambar 6 Cat Air.
6. Cat Air
Bentuk cat air terdiri atas bentuk
tube dan batangan. Pada bentuk tube
menggunakan palet sedangkan cat air
dalam bentuk batangan dapat langsung
digunakan di kemasannya.
C. Teknik Menggambar Model (Alam Benda)
Langkah­langkah dalam menggambar model yakni persiapkan
terlebih dahulu model objek yang akan digambar. Kemudian
siapkan juga papan atau meja gambar. Aturlah sudut pandang kita,
jangan terlalu jauh agar kita dapat mengamati model yang akan
kita gambar dengan lebih jelas. Biasakan selalu menggambar di
atas permukaan yang miring, bukan permukaan datar, permukaan datar
akan mengakibatkan gambar yang tidak proporsional (distorsi).
Gunakan pensil 2H atau H untuk membuat garis bantu. Jenis
pensil ini membantu kita dalam menggambar model karena meng­
hasilkan garis yang cukup tipis sehingga kita tidak terganggu
dengan garis maupun coretan tebal dan kita tidak perlu membuang
waktu untuk menghapus berulang­ulang coretan garis yang salah.
Biasakan membuat proporsi, bentuk dan gesture secara
global menggunakan pensil 2H atau H. Apabila sudah sesuai
dengan model yang digambar, lanjutkan dengan menggambar
bagian­bagian yang lebih detil untuk kemudian diperjelas dengan
pensil Hb, B, atau 2B dan dapat juga menggunakan pensil warna,
cat maupun spidol.
Perhatikan contoh gambar alam benda dibawah ini :
Contoh garis besar teknik pengajaran menggambar model (alam benda)
1. Mempersiapkan objek gambar
model alam benda yang akan
digambar
1. Mulailah membuat sketsa, yaitu
menggambar bentuk global
dengan memperhatikan proporsi,
bentuk, objek yang digambar.
Bentuk dasar empat
persegi panjang
Bentuk dasar kubus
Bentuk dasar
lingkaran
Bentuk dasar
empat persegi
panjang
Bentuk dasar kubus
Bentuk dasar
lingkaran
Bab 1 - Buku Siswa Semester 1
	 Guru pada tahap pembelajaran ini dapat menjelaskan teknik menggambar
model. Pada saat menjelaskan sebaiknya diurutkan dari hal yang paling
mudah hingga hal yang paling sulit dalam menggambar model disertai
dengan teknik yang baik dan benar sesuai dengan alat dan bahan yang
digunakan.
33Seni Budaya
Buku Guru
	 Pengayaan pembelajaran
	 Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi
diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas
pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan
dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk
mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari.
	 Interaksi dengan Orangtua
	 Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan
melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media
sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja
siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua
dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra
14 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
1. Penilaian Pribadi
Nama : ………………………………………….
Kelas : …………………………………………..
Semester : …………………..………………………
Waktu penilaian : ………………………………..…………
No. Pernyataan
1
Saya berusaha belajar menggambar model dengan sungguh­sungguh
o Ya o Tidak
2
Saya mampu menggambar model dengan teknik yang benar
o Ya o Tidak
3
Saya mengerjakan tugas menggambar model yang diberikan guru tepat waktu
o Ya o Tidak
4
Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran meng­
gambar model
o Ya o Tidak
5
Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran menggambar model
o Ya o Tidak
Setelah kamu belajar menggambar model, isilah kolom dibawah ini :
F. Refleksi
Bab 2 - Buku Siswa Semester 1
34
SMP/MTs Kelas VIII
Bab 2 - Buku Siswa Semester 1
	 Evaluasi dan Penilaian pembelajaran
	 Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topic
dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat
berupa test dan nontest. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda.
Nontest dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya.
Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi
yang diajarkan.
	 Pada tahapan evaluasi guru dapat membimbing siswa untuk melakukan
refleksi diri baik pada aspek sikap, pengetahuan maupun keterampilan.
13Seni Budaya
E. Rangkuman
Menggambar model adalah kegiatan menggambar yang
menggunakan model sebagai objek gambarnya. Objek
gambar model dapat berupa tumbuh­tumbuhan, hewan,
manusia dan benda­benda. Setiap model gambar memiliki
bentuk dan karakter yang berbeda­beda. Proses menggambar
model sebaiknya di mulai dengan bentuk­bentuk global untuk
mempermudah penyelesaian gambar terutama dalam menentu­
kan komposisi, bentuk objek dan penguasaan bidang gambar.
Prinsip­prinsip menggambar model seperti,
komposisi, proporsi, keseimbangan dan kesatuan harus
tetap diperhatikan agar gambar yang dihasilkan memiliki
nilai estetik, menarik dan berkesan wajar. Gambar model
yang baik sangat berkaitan dengan prinsip­prinsip meng­
gambar tersebut.
Guna mengasah keterampilan kita dalam menggambar
model lakukan latihan terus menerus dengan menggunakan
pensil dan kertas buram sebagai media dan alatnya sampai
kita memahami bentuk yang sebenarnya. Latihan yang
dilakukan sekaligus melatih imajinasi dan kepekaan rasa
serta merekam bentuk­bentuk objek sebagai referensi visual
kita dalam menggambar model.
D. Uji Kompetensi
1. Pengetahuan
a) Bagaimana langkah­langkah menggambar model yang
kalian lakukan?
b) Apa yang kalian ketahui tentang menggambar model?
2. Keterampilan
Gambarlah model alam benda pada kertas ukuran A4!
35Seni Budaya
Buku Guru
Bab 2 - Buku Siswa Semester 1
	 Informasi untuk Guru
	 Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik materi pembelajaran yang
akan diberikan sesuai dengan bab 2 tentang menggambar ilustrasi. Guru juga
dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik mengetahui
kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai. Guru berdasarkan alur
pembelajaran dapat menginformasikan kepada peserta didik bahan dan
media yang dibutuhkan sehingga dapat dipersiapkan secara baik dan benar.
16 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
Menggambar Ilustrasi
1. Menjelaskan pengertian gambar ilustrasi
2.	 Mengidentifikasi	jenis	objek	gambar	ilustrasi
3.	 Mengidentifikasi	karakter	objek	gambar	ilustrasi
4. Menggambar model sesuai karakter objek ilustrasi
Setelah mempelajari bab 2 diharapkan mampu:
Alur Pembelajaran
BAB
2
36
SMP/MTs Kelas VIII
Bab 2 - Buku Siswa Semester 1
	 Proses pembelajaran
	 Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dica-
pai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi. Guru dapat pula
menjelaskan kepada peserta didik tentang konsep menggambar ilustrasi.
Contoh-contoh ilustrasi dari berbagai media seperti buku cerita, leaflet,
poster, dan sejenisnya dapat pula diperkenalkan kepada peserta didik. Pada
proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-langkah pembelaja-
ran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu;
a. Peserta didik melakukan pengamatan melalui berbagai media dan sumber
pembelajaran seperti buku, poster, cerita pendek, dan sejenisnya.
b. Peserta didik melakukan eksplorasi baik melalui mencoba untuk
menggambar sendiri. Pada proses eksplorasi pe­serta didik dapat menggam-
bar ilustrasi seperti yang tertera pada buku siswa.
c. Peserta didik
setelah selesai
m e n g­g a m b a r
dapat meng­o­­
m u n i k a­s i­k a n
baik secara lisan
maupun tulisan.
Secara lisan
siswa dapat maju
di depan kelas
dan menjelaskan
makna dan sim-
bol gambar yang
dibuat. Namun
jika waktu tidak
memungkinkan
dapat melalui tu-
lisan
19Seni Budaya
Gambar 2.1 Gambar ilustrasi dengan mengguna
kan
teknik digital (komputer).Gambar terlihat halus dan
cerah.
(sumber gambar: Ilustrasi )
A. Menggambar Ilustrasi
F u n g s i gambar ilustrasi adalah
memperkuat, memperjelas, memperindah,
mempertegas dan memperkaya cerita atau
narasi. Selain itu, dapat juga dimanfaatkan
untuk menghidupkan sebuah cerita. Untuk
itu Gambar ilustrasi harus dapat merangsang
dan membantu pembaca berimajinasi tentang
cerita dan membantu mengembangkan
imajinasi dalam memahami narasi.
Objek gambar ilustrasi dapat berupa
gambar manusia, hewan, dan tumbuh­
tumbuhan. Gambar­gambar tersebut dapat
berdiri sendiri atau gabungan dari berbagai
macam objek yang berbeda. Objek gambar
disesuaikan dengan tema cerita atau narasi
yang di buat.
Gambar ilustrasi dapat berupa cerita
bergambar, karikatur, kartun, komik dan
ilustrasi karya sastra berupa puisi atau
sajak. Gambar ilustrasi dapat diberi berwarna
atau hitam putih saja. Pembuatan gambar
ilustrasi dapat dilakukan dengan
cara manual maupun dengan menggunakan
teknologi digital.
Sekarang berikan tanggapan kamu
tentang hubungan antara narasi dan
gambar ilustrasi pada contoh gambar
disamping (Gambar 2.2) dan sebutkan
jenis-jenis gambar ilustrasi pada gambar
2.1, berikan penjelasanmu !
Gambar 2.2 Gambar ilustrasi dengan teknik manual
menggunakan pulpen sebagai alat gambarnya.
Coba kamu amati gambar 2.1 dan 2.2
1. Berikan tanggapan tentang hubungan narasi
dan gambar ilustrasi pada contoh gambar
2.2
2. Jenis gambar ilustrasi apakah yang terlihat
pada gambar 2.1? berikan penjelasanmu!
37Seni Budaya
Buku Guru
Bab 2 - Buku Siswa Semester 1
	 Guru dapat pula menjelaskan tentang jenis-jenis gambar ilustrasi. Pada
penjelasan ini sebaiknya disertai dengan contoh gambar ilustrasi sehingga
peserta didik dapat membedakan antara ilustrasi untuk buku cerita, poster,
atau leaflet. Peserta didik dapat pula mengidentifikasi baik melalui media
cetak maupun media lain tentang gambar ilustrasi.
20 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
Gambar 2.4 Contoh Ilustrasi dalam bentuk karikatur.
Gambar 2.3 Contoh Ilustrasi dalam bentuk kartun.
b. Karikatur
Gambar karikatur menampilkan karakter yang dilebih­lebihkan,
lucu, unik, terkadang mengandung kritikan dan sindiran. Objek
gambar karikatur dapat diambil dari tokoh manusia maupun hewan.
1. Jenis- Jenis Gambar Ilustrasi
a. Kartun
Bentuk kartun dapat berupa tokoh manusia maupun hewan
dan berisi cerita­cerita humor yang sifatnya menghibur. Indonesia
memilki beberapa tokoh kartun seperti, tokoh Petruk dan Gareng
karya Tatang.S dan sebagainya.
Penampilan gambar kartun dapat dilihat dalam bentuk hitam
putih maupun berwarna.
38
SMP/MTs Kelas VIII
	 Guru dapat menjelaskan alat dan bahan yang dapat digunakan untuk
menggambar ilustrasi. Guru dapat pula menjelaskan alat dan bahan yang
tersedia di sekeliling tempat tinggal peserta didik.
22 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
e. Vignette
Sebagai pengisi dari sebuah cerita atau narasi dapat
disisipkan gambar ilustrasi berupa vignette. Vignette
adalah gambar ilustrasi berbentuk dekoratif yang berfungsi
sebagai pengisi bidang kosong pada kertas narasi.
2. Bentuk Objek Gambar Ilustrasi
a. Manusia
Tokoh manusia memiliki proporsi yang berbeda sehingga
pada saat menggambar kita perlu memperhatikan karakter dan
memahami anatominya, agar telihat lebih wajar dan tidak terkesan
kaku.
Gambar 2.7 Contoh Ilustrasi dalam bentuk Vignette.
Gambar 2.6
Contoh Ilustrasi dalam bentuk karya sastra.
Gambar 2.6
Contoh Ilustrasi dalam bentuk karya sastra.
Bab 2 - Buku Siswa Semester 1
39Seni Budaya
Buku Guru
Bab 2 - Buku Siswa Semester 1
	 Pada pembelajaran proses menggambar ilustrasi guru dapat melakukan
praktek menggambar bersama dengan peserta didik. Jadi penjelasaan
yang diberikan berdasarkan kebutuhan setiap siswa sesuai dengan gambar
ilustrasi yang dibuat. Pada tahapan ini lebih menekankan pada bimbingan
individual.
25Seni Budaya
C. Proses Menggambar Ilustrasi
Ilustrasi adalah salah satu jenis kegiatan menggambar
yang membutuhkan keterampilan menggambar bentuk.
Bentuk yang digambar harus dapat memperjelas, mempertegas dan
memperindah isi cerita atau narasi yang menjadi tema gambar. Garis,
bentuk, dan pemberian warna disesuaikan dengan keseimbangan,
komposisi, proporsi, dan kesatuan antara gambar dan
(Sumber gambar : Kemdikbud, 2013)
Contoh hasil gambar dengan media
Charcoal.
(Sumber gambar : Kemdikbud, 2013)
Contoh hasil gambar dengan media Pulpen.
2. Teknik Basah
Media yang digunakan untuk teknik basah antara lain seperti,
cat air, cat minyak, tinta, atau media lain yang memerlukan air atau
minyak sebagai pengencer. Ilustrasi dibuat dengan cara membuat
sketsa pada bidang gambar dua dimensi berupa kertas atau kanvas
kemudian diberi warna sesuai dengan media basah yang sudah
ditentukan.
Gambar 2.12 Contoh beberapa media yg digunakan pada teknik basah serta contoh hasil gambar dengan
teknik basah.
40
SMP/MTs Kelas VIII
Pengayaan Pembelajaran
	 Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi
diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas
pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan
dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk
mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari.
Di bawah ini merupakan pengayaan untuk guru tetapi dapat pula diberikan
kepada siswa berdasarkan dari materi ini.
	 Indonesia memiliki kekayaan seni rupa dalam bentuk topeng.
		 Topengmerupakanbendayangdipakaidiataswajah.topengbiasanya
dipakai untuk property menari dengan diiringi musik kesenian daerah.
Topeng di kesenian daerah umumnya untuk menghormati sesembahan
atau memperjelas watak dalam mengiringi seni pertunjukan. Bentuk
topeng bermacam-macam ada yang menggambarkan watak marah,
ada yang menggambarkan lembut, dan adapula yang menggambarkan
kebijaksanaan.
		 Topeng telah menjadi salah satu bentuk ekspresi paling tua yang
pernah diciptakan peradaban manusia. Pada sebagian besar masyarakat
dunia, topeng memegang peranan penting dalam berbagai sisi kehidupan
yang menyimpan nilai-nilai magis dan suci. Ini karena peranan topeng
yang besar sebagai simbol-simbol khusus dalam berbagai uparaca dan
kegiatan adat yang luhur.
		 Kehidupan masyarakat modern saat ini menempatkan topeng
sebagai salah satu bentuk karya seni tinggi.Tidak hanya karena keindahan
estetis yang dimilikinya, tetapi sisi misteri yang tersimpan pada raut wajah
topeng tetap mampu memancarkan kekuatan magis yang sulit dijelaskan.
Topeng telah ada di Indonesia sejak zaman prasejarah. Secara luas
digunakan dalam tari topeng yang menjadi bagian dari upacara adat atau
penceritaan kembali cerita-cerita kuno dari para leluhur. Diyakini bahwa
topeng berkaitan erat dengan roh-roh leluhur yang dianggap sebagai
interpretasi dewa-dewa. Pada beberapa suku, topeng masih menghiasi
berbagai kegiatan seni dan adat sehari-hari. Beberapa topeng di Indonesia
pun digunakan sebagai hiasan di dalam rumah atau di luar rumah.
		 Setiap daerah di Indonesia memiliki topeng seperti Cirebon, Malang,
Indramayu, Yogyakarta, Surakarta, Dayak, Melayu, Bali, Nusatenggara,
serta daerah lainnya. Kesenian topeng berkembang ham[pir di setiap
suku karena merupakan bagian tak terpisahkan dari upacara adat dan seni
pertunjukan.
41Seni Budaya
Buku Guru
Bab 2 - Buku Siswa Semester 1
Interaksi dengan Orangtua
	 Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan
melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media
sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja
siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua
dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra
putrinya.
29Seni Budaya
1. Penilaian Pribadi
Nama : ………………………………………….
Kelas : …………………………………………..
Semester : …………………..………………………
Waktu penilaian : ………………………………..…………
Setelah kamu belajar dan merangkai serta melakukan
menggambar ilustrasi, isilah kolom dibawah ini :
No. Pernyataan
1
Saya berusaha belajar menggambar ilustrasi dengan sungguh­sungguh
o Ya o Tidak
2
Saya mampu menggambar ilustrasi dengan teknik yang benar
o Ya o Tidak
3
Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu
o Ya o Tidak
4
Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran meng­
gambar ilustrasi
o Ya o Tidak
5
Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran menggambar ilustrasi
o Ya o Tidak
F. Refleksi
E. Rangkuman
Gambar ilustrasi adalah gambar yang memberikan
penjelasan pada suatu cerita, peristiwa atau kejadian. Gambar
ilustrasi dapat berupa ilustrasi kulit buku, komik, kartun,
karikatur, poster, narasi buku, gambar bagan dan gambar
dekoratif. Pembuatan gambar ilustrasi dapat berupa gambar
yang berdiri sendiri atau gambar yang disertai dengan cerita.
42
SMP/MTs Kelas VIII
Bab 2 - Buku Siswa Semester 1
	 Evaluasi dan Penilaian pembelajaran
	 Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topik
dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat
berupa test dan non-test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda.
Nontest dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru
juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang
diajarkan.
30 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
2. Penilaian Antarteman
Nama teman yang dinilai : …………………………………..
Nama penilai : …………………………………..
Kelas : …………………………………..
Semester : …………………………………..
Waktu penilaian : …………………. ………………
No. Pernyataan
1
Berusaha belajar dengan sungguh-sungguh untuk dapat melakukan menggambar ilustrasi
o Ya o Tidak
2
Mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian sehingga dapat menggambar ilustrasi
o Ya o Tidak
3
Mengerjakan tugas yang diberikan guru dalam pembelajaran menggambar ilustrasi
o Ya o Tidak
4
Mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada pembelajaran menggambar
ilustrasi
o Ya o Tidak
5
Berperan aktif dalam kelompok berlatih menggambar ilustrasi
o Ya o Tidak
6
Menghargai keunikan menggambar ilustrasi
o Ya o Tidak
Menjelaskan sebuah peristiwa yang terjadi dilingkungan kita
tidak harus menggunakan kata­kata karena dapat disampaikan
melalui gambar. Informasi dan penjelasan dengan gambar
harus sesuai dengan fakta yang ada sehingga tidak terjadi
penafsiran yang berbeda dan cenderung salah. Gambar
ilustrasi merupakan salah satu media yang dapat digunakan
dalam memberikan penjelasan. Ilustrasi tidak hanya sekedar
gambar tetapi dapat juga menggunakan tulisan­tulisan dan
foto. Tulisan yang baik dan tidak merugikan orang lain yang
dapat diterima di masyarakat sebaliknya tulisan dan foto
yang tidak sesuai sebaiknya dihindari.
...
43Seni Budaya
Buku Guru
	 Informasi untuk Guru
Bab 1 - Buku Siswa Semester 2
	 Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran
yang akan diberikan sesuai dengan bab 1 semester 2 tentang menerapkan
ragam hias pada bahan keras. Guru juga dapat menjelaskan tujuan
pembelajaran sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang
akan dicapai dan dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat
menginformasikan kepada peserta didik bahan dan media yang dibutuhkan
sehingga dapat dipersiapkan secara baik dan benar. Guru juga dapat
menjelaskan hubungan antara materi sebelum dengan materi pembelajaran
yang dibahas pada bab ini terutama hubungan antara materi pada kelas
tujuh.
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 22
Penerapan Ragam Hias
Pada Bahan Keras
Alur Pembelajaran
Setelah mempelajari Bab 1, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan
berkreasi seni ragam hias, yaitu:
1. Menjelaskan penerapan ragam hias pada bahan keras
2.	 Mengidentifikasi	jenis	ragam	hias	pada	bahan	keras
3.	 Mengidentifikasi	karakter	bahan	keras	
4. Membuat ragam hias pada bahan keras
5. Menghargai warisan budaya ragam hias nusantara.
BAB
1
44
SMP/MTs Kelas VIII
	 Proses pembelajaran
Bab 1 - Buku Siswa Semester 2
	 Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dica-
pai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi. Guru dapat men-
jelaskan pula hubungan antara bab-bab sebelumnya dengan bab 3. Pada
bab ini merupakan materi penerapan dari teori yang telah dipelajari peserta
didik. Guru dapat menjelaskan konsep ragam hias terutama pada bahan
keras. Pada proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-langkah
pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu;
a) Peserta didik melakukan pengamatan dari berbagai media dan sumber bela-
jar tentang ragam hias. Guru dapat memberi contoh tentang ragam hias
pada bahan keras seperti kayu dan sejenisnya. Motif-motif juga dapat
diberikan melalui pengamatan sehingga timbul rasa ingin tahu peserta
didik.
b) Peserta didik melakukan eksplorasi baik melalui mencoba untuk meng­
identifikasi dengan cara mencari melalui media dan sumber belajar lain
tentang ragam
hias pada baha
keras. Pada
proses eksplo-
rasi peserta
didik dapat
menggambar
seperti yang ter-
tera pada buku
siswa.
c) Peserta didik da-
pat mengkomu-
nikasikan hasil
karya seni rupa
dalam bentuk
menggambar di
atas bahan keras
baik melalui
lisan maupun tu-
lisan. Guru jika
dimungkinkan
dapat mengem-
bangkan ber-
bagai macam
teknik meng-
gambar di atas
bahan keras seh-
ingga tidak han-
ya mengguna-
kan satu macam
teknik saja.
Seni BudayaKurikulum 20134 5
A. Ragam Hias
Keragaman budaya daerah mem-
berikan kontribusi pada ragam hias di
Nusantara. Kekayaan ragam hias daerah
memberikan identitas pada daerah yang
bersangkutan. Ragam hias memiliki makna
dan fungsi yang berbeda dan memiliki arti
simbolik seperti, dapat menangkal roh-roh
jahat, memberikan keberkahan, dan
sebagai simbol pangkat atau kedudukan
dalam masyarakat.
Ragam hias atau ornamen untuk
hiasan dapat berupa motif tumbuhan,
hewan, manusia dan geometris yang di-
gunakan untuk memperindah bidang dua
dan tiga dimensi. Motif ragam hias dua
dimensi dapat diterapkan pada benda ke-
rajinan anyaman, ukiran maupun bagian
dari sisi bangunan rumah tradisional.
Pada ragam hias yang bersifat tiga
dimensi dijumpai pada barang-barang
rumah tangga dan kerajinan
tangan.
Jenis ragam hias setiap
daerah berbeda-beda dan
memiliki ciri khas dalam pem-
buatannya. Ragam hias ini
munculdalambentukdasaryang
sama	seperti	bentuk	flora,	fauna,	
manusia dan bentuk geometris.
Bentuk-bentuk tersebut biasa-
nya merupakan bentuk stilisasi
dari bentuk aslinya. Proses
pembuatan ragam hias
ini dapat dilakukan dengan
cara memahat, menganyam,
dan pengecatan. Bahan-
bahan yang digunakan dapat
berupa kayu, batu, bambu,
rotan, mendong atau pandan.
Sumber gambar : Internet
Sumber gambar : Internet
45Seni Budaya
Buku Guru
Bab 1 - Buku Siswa Semester 2
	 Guru dapat menjelaskan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat
ragam hias pada bahan keras. Tentu alat dan bahan yang digunakan akan
berbeda-beda jika teknik yang digunakan juga berbeda. Jadi antaraq alat,
bahan dan teknik merupakan satu kesatuan dalam membuat gambar ragam
hias dengan menggunakan bahan keras.
Seni BudayaKurikulum 2013 9
f.	 Pola	ragam	hias	beraturan
Pola ragam hias beraturan terbentuk dari bidang
dan corak yang sama. Susunan polanya merupakan
pengulangan dari bentuk sebelumnya dengan ukuran
yang sama.
g.	 Pola	ragam	hias	tidak	beraturan
Pola ragam hias tidak beraturan merupakan
sebaran dari beberapa motif yang berbeda dan
tidak mengikuti pola proporsi dan komposisi yang
seimbang
	B.	Alat	dan	bahan
Penempatan ragam hias dalam menunjang unsur ke-
indahan dapat diterapkankan pada beberapa jenis
bahan seperti kayu, batu, keramik, dan logam. Bahan-bahan
tersebut menyebabkan benda pada pembuatan dalam ragam
hiasnya. Ada yang menggunakan pahat, pisau, dan kuas cat.
Perbedaan alat dan bahan tersebut berdampak pada nilai
keindahan. Beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam
membuat ragam hias antara lain :
1.	Pahat
Pahat memiliki mata
b e n t u k l u r u s d a n m e -
lengkung. Pahat digunakan
untuk membuat torehan atau
pahatan pada media kayu.
Sumber gambar : Pribadi
Sumber gambar : Internet
46
SMP/MTs Kelas VIII
Bab 1 - Buku Siswa Semester 2
	
	 Guru pada pembelajaran teknik penerapan ragam hias dapat dilakukan
dengan praktek. Penjelasan yang diberikan lebih menekankan pada cara
membuat ragam hias sesuai dengan alat, bahan dan teknik yang digunakan.
Guru sebaiknya memberi kebebasan kepada peserta didik untuk membuat
ragam hias pada bahan keras sesuai dengan minat dan kemampuannya.
Peserta didik dapat memilih dengan teknik menggambar atau teknik
memahat.
	 Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi
diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas
pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan
dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk
mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari.
	 Pengayaan pembelajaran
Seni BudayaKurikulum 2013 11
	C.	Teknik	penerapan	ragam	hias
Penerapan ragam hias dapat dilakukan pada media kayu,
keramik, batu, besi, tembaga, kuningan, anyaman bambu, dan
rotan. Secara teknis pelakuan yang dilakukan pada masing-
masing bahan berbeda-beda, ada yang menggunakan teknik ukir,
cor, etsa, dan pengecatan.
	1.	Teknik	ukir
Jenis bahan yang dapat digunakan dalam teknik ukir dapat
berupa bahan dari kayu. Kayu yang sudah diberi ragam hias
kemudian diukir sesuai dengan pola yang sudah ditentukan. Alat
yang digunakan bisa menggunakan ukuran berbeda tergantung
dari besar kecilnya ragam hias yang digunakan.
2.	 Teknik	Cor
Penggunaan teknik cor dapat menggunakan bahan dasar
kuningan, tembaga, tanah liat, gips, dan besi. Proses teknik cor
dengan menggunakan bahan dasar gips yang dilakukan
dengan cara membuat pola negatif atau cetakan tanah liat.
Sebelum proses pengecoran ragam hias dari bahan tanah liat
dipersiapkan terlebih dahulu. Selanjutnya dibuatkan tempat
berupa kotak atau tabung untuk menempatkan negatif ragam
Proses	Mengukir
a. Membuat desain/
gambar yang di-
gunakan sebagai
p a n d u a n u n t u k
mengukir
b . M e n e m p e l k a n
desain pada media
ukir (kayu) dan
kemudian meng-
ukirnya.
c. Mengamplas/
menghaluskan
dan kemudian
memberi plitur/
pernis
Sumber gambar : Internet
47Seni Budaya
Buku Guru
Bab 1 - Buku Siswa Semester 2
	 Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan
melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media
sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja
siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua
dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra
putrinya.
	 Interaksi dengan Orangtua
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 214
No. Pernyataan
1
Saya berusaha belajar ragam hias saya dengan sungguh-sungguh
o Ya o Tidak
2
Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu
o Ya o Tidak
3
Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran
ragam hias
o Ya o Tidak
4
Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran merangkai ragam hias
oYa o Tidak
5
Saya menghargai keunikan ragam hias
o Ya o Tidak
1. Penilaian Pribadi
Nama : ………………………………………….
Kelas : …………………………………………..
Semester : …………………..………………………
Waktu penilaian : ………………………………..…………
Setelah kamu belajar dan merangkai serta melakukan
gerak tari tradisional, isilah kolom dibawah ini :
F.	 Refleksi
48
SMP/MTs Kelas VIII
Bab 1 - Buku Siswa Semester 2
Seni BudayaKurikulum 2013 13
	D.	Uji	Kompetensi
1.	Uji	Kompetensi	Unjuk	Kerja
Buatlah motif ragam hias dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Teknik lukis pada bahan kayu
b. Gambar di buat dalam bentuk ragam hias nusantara
c. Gambar di buat dengan memperhatikan prinsip-prinsip
menggambar yang baik dan benar.
d. Gambar diselesaikan dengan menggunakan cat kayu
2.	 Uji	Kompetensi	Pengetahuan
Jawablah pertanyaan berikut ini !
a. Jelaskan arti ragam hias ?
b . Apa manfaat gambar ragam hias dalam pengembangan
budaya daerah ?
c. Jelaskan macam-macam pola-pola ragam hias yang kamu
ketahui !
	3.	Uji	Kompetensi	Sikap
Berikan uraian singkat dari setiap petanyaan berikut ini !
a. Bagaimana tanggapanmu terhadap keragaman ragam hias yag
ada di Nusantara!
b. Kesan apa yang dapat kamu tangkap dari berkarya ragam hias
pada media bahan keras!
E.	 Rangkuman
Penerapan ragam hias tidak terbatas pada media kain dan
kertas saja, tetapi dapat juga dilakukan pada bahan kayu, batu,
besi, rotan, dan bambu. Proses pembuatan ragam hias pada
bahan-bahan tersebut memiliki teknik pengerjaan yang berbeda
antara bahan yang satu dan lainnya. Teknik-teknik ini dapat
berupa pahatan atau ukiran, cor, dan teknik sapuan kuas dengan
menggunakan cat. Sebagian besar ragam hias pada bahan kras
dapat dijumpai pada bangunan-bangunan rumah tradisional di
Nusantara dan barang-barang kerajinan rumah tangga.
	 Evaluasi dan Penilaian pembelajaran
	 Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topic
dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat
berupa test dan nontest. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda.
Nontest dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru
juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang
diajarkan.
49Seni Budaya
Buku Guru
Bab 2 - Buku Siswa Semester 2
	 Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran
yang akan diberikan sesuai dengan bab 2 semester 2 tentang tapestri.
Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga peserta
didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai. Guru
berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan kepada peserta
didik bahan dan media yang dibutuhkan sehingga dapat dipersiapkan secara
baik dan benar.
	 Informasi untuk Guru
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 216
Tapestri
Alur Pembelajaran
Setelah mempelajari Bab 2, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan
berkreasi seni ragam hias, yaitu:
1 Menjelaskan pengertian teknik Tapestri
2.	 Mengidentifikasi	setiap	jenis	karya	tekstil	teknik	Tapestri
3. Menjelaskan prinsip-prinsip pembuatan Tapestri
4. Membuat karya Tapestri
BAB
2
50
SMP/MTs Kelas VIII
	 Proses Pembelajaran
	 Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak
dicapai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi. Guru dapat
menjelaskan tentang konsep tapestri. Guru juga dapat menjelaskan kepada
pesertadidikmelaluicontoh-contohbendayangdibuatdenganmenggunakan
teknik tapestri. Pada proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-
langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu;
Bab 2 - Buku Siswa Semester 2
Seni BudayaKurikulum 20138 19
	A.	Tapestri
Kata Tapestri diambil dari bahasa Perancis Tapiesserie yang
berarti penutup lantai atau bahasa Latin Tapestrum, sejenis
sulaman yang memiliki banyak teknik. Karya tenunan Tapestri
dapat digunakan sebagai benda seni maupun benda yang
memiliki fungsi pakai. Sebagai benda seni tapestri dapat dilihat
berupa hiasan dinding dan sebagai benda pakai tapestri dapat
berupa korden, permadani atau karpet, dan keset. Tapestri sendiri
adalah sebuah teknik membuat karya tekstil dengan cara menenun
benang-benang, serta-serat, dan bahan lain seperti kayu, logam,
dan rotan dalam satu komposisi benda yang memiliki fungsi seni
dan pakai.
Karya tenun Tapestri memiliki keindahan dan bentuk yang
unik karena jalinan tenunan benang-benang aneka warna yang
menutupibidanggambardanpaduan unsur-unsur bahan lain. Pada
umumnya tenunan tapestri akan tampil dalam bentuk gambar-
gambar dekoratif. Selain itu hasil karya tapestri dapat juga
dibuat dengan menggunakan bahan-bahan lain seperti serat-
serat alam yang tampil alami maupun yang diberi warna.
Struktur bentuk tapestri terdiri dari tenunan benang
lungsi dan pakan yang dibuat menjadi barang atau benda seni
tertentu.Benang lungsi adalah jalinan benang-benang yang
menghadap kearah vertikal sedangkan benang-benang pakan
adalah benang yang mengarah horisontal dan menjadi bagian
dari benang yang membentuk bidang gambar tertentu.
Benang
Lungsi
Benang
Pakan
Sumber gambar: Internet
Sumber gambar: Internet
a. Peserta didik
me­­­l a k u k a n pe­
ngamatan melalui
ber­bagai media
dan sumber belajar
se­perti gambar,
ma­­jalah, Koran,
tayangan video dan
sejenisnya tentang ta­
pes­tri. Guru dapat
memberi motivasi ke­­
pada peserta didik
se­hingga timbul rasa
ingin tahu tentang
tapestripadake­hidup­
ansehari-hari.
b. P e s e r t a d i d i k
dapat melakukan
eks­­plorasi dengan
cara meng­indenti­
fi­kasi benda-ben­da
yang dibuat de­ngan
teknik tapestri. Pe­­
ser­ta didik dapat
p u l a melakukan
identifi­kasi fungsi
tapestri pada ke­
hidupan sehari-hari.
c. Peserta didik dapat
mengomunikasi hasil
karyasenirupadengan
teknik tapestri baik
melalui lisan maupun
tulisan.
51Seni Budaya
Buku Guru
	 Guru dapat menjelaskan bahan dan alat yang digunakan untuk membuat
tapestry. Pengetahuan ini penting disampaikan kepada peserta didik
sehingga dapat memilih bahan dan alat sesuai dengan fungsi tapestri yang
akan dibuat. Setiap bahan tentau akan berbeda alat yang digunakan dalam
membuat tapestri. Demikian juga bahan akan menentukan fungsi tapestri
jika sudah selesai dibuat
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 220
Keindahan dari karya tapestri dapat dilihat dari penggunaan
unsur-unsur garis, warna dan bidang pada pola-pola gambar dan
bahan-bahan pendukung lainnya seperti manik-manik dari kayu
atau logam dan tebal tipisnya benang. Keindahan dan keunikan dari
karya tapestri perlu juga diperhatikan faktor komposisi, proporsi,
keseimbangan, irama dan kesatuan dari masing-masing bagian
karya tapestri.
1.	 Alat	Tenun	Tapestri
a.	Bentangan	(Spanram)	
Alat spanram digunakan untuk mengaitkan benang
lungsi dan jalinan pakan yang membentuk corak atau
motif tenunan. Spanram dapat dibuat dengn bahan kayu
yangsalahsatusisiyangberhadapandiberikanpakudengan
ukuran 1 cm antar pakunya.
b.	Gunting
Alat gunting digunakan untuk memotong sisa benang dan
bahan-bahan yang berlebih dan tidak terpakai.
c.	Sisir
Sisir digunakan untuk merapatkan benang-benang
yang sudah ditenun sampai mendapatkan kerapatan
yang baik.
d.	Paku	Penggulung
Fungsi paku penggulung digunakan untuk menyisipkan
benang pakan pada benang lungsi sehingga membentuk
corak atau motif tertentu.
	B.	Bahan	dan	Alat	Tenun	Tapestri
Tenun Tapestri menggunakan bahan yang disesuaikan
dengan ukuran panjang dan lebar kain atau produk yang akan
dibuat. Beberapa bahan dan alat tersebut, yakni :
Jarum pipih kayu Paku penggulung
Sumber gambar: Internet
Sumber gambar: Internet
Bab 2 - Buku Siswa Semester 2
52
SMP/MTs Kelas VIII
	 Guru perlu memberikan kemampuan secara keterampilan kepada peserta
didik dalam membuat dengan teknik tapestri. Peserta didik perlu diberikan
penjelasan secara setahap demi setahap tentang pembuatan benda dengan
teknik tapestri. Peserta didik perlu dibimbing setahap demi setahap
karena teknik ini memerlukan ketekunan dan ketelitian dalam proses
pembuatannya.
Bab 2 - Buku Siswa Semester 2
Seni BudayaKurikulum 2013 21
	2.		Bahan	Tenun	Tapestri
Bahan-bahan tenun Tapestri adalah sebagai berikut :
a. Benang Wol
b. Kain Perca
c. Bambu
d. Manik-manik
	C.	Teknik	Tapestri
Ragam hias dengan menggunakan teknik tapestri dilaku-
kan dengan menenun benang pakan pada benang lungsi yang
dikaitkan pada bentangan kayu yang disebut spanram. Spanram
digunakan sebagai alat untuk menunjang benang lungsi dan
pakan yang menjadi elemen pembentuk ragam hias. Beberapa
tahapan dalam membuat ragam hias dengan teknik tapestri
adalah sebagai berikut :
	1.	Menyiapkan	Desain	Ragam	Hias
Desain berupa gambar dengan tema tertentu. Desain dibuat
untuk mempermudah dalam membuat tenunan.
Bambu
Manik-manik
Kain Perca
Benang Wol
Sumber gambar: Internet
Sumber gambar: Internet
53Seni Budaya
Buku Guru
	 Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi
diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas
pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan
dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk
mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari.
	 Pengayaan Pembelajaran
	 Pengayaan seni rupa tapestri
	 Tapestri merupakan salah satu teknik dalam berkarya seni
rupa. Beberapa perabot rumah tangga dan hiasan dinding
dibuat dengan teknik tapestri seperti sulaman taplak,
karpet, dan sejenisnya. Ciri yang paling menonjol dari
karya tapestri adalah efek menonjol dengan penggunaan
berbagai macam warna.
		 Pada pembuatan tapestri dapat dikerjakan dengan
menggunakantekniktusukjarumdiantaranya;tusuksilang,
tusuk lurus, tusuk diagonal, tusuk bintang, serta tusuk ikal.
Pada prakteknya tapestri biasanya menggunakan beberapa
teknik tusuk sesuai dengan motif yang ingin dibentuk.
Media dan bahan yang digunakan pada pembuatan tapestri
dapat berupa kain, benang sulam, benang wool, serta
jenis benang lainnya. Pada pembuatan tapestri dibutuhkan
ketekunan, ketelitian dan kesabaran karena kerapihan
merupakan salah satu dayak tarik tapestri.
		 Tapestri saat sekarang ini menjadi karya seni yang
cukup mahal karena cara pengerjaannya yang rumit dan
butuh ketelitian. Waktu yang digunakan untuk membuat
tapestri bias berbula-bulan sesuai dengan motif dan bentuk
tapestrinya. Pembuatan karya seni dengan teknik tapestri
karpet dapat dilakukan dengan menggunakan mesin tetapi
cara kerjanya sama dengan teknik manual yaitu merajut.
54
SMP/MTs Kelas VIII
	 Interaksi dengan Orangtua
	 Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan
melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media
sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja
siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua
dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra
putrinya.
Seni BudayaKurikulum 2013 25
No. Pernyataan
1
Saya berusaha belajar teknik tapestri dengan sungguh-sungguh
o Ya o Tidak
2
Saya mengikuti pembelajaran teknik tapestri dengan tanggung jawab
o Ya o Tidak
3
Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu
o Ya o Tidak
4
Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran teknik
tapestri
o Ya o Tidak
5
Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran teknik tapestri
o Ya o Tidak
1. Penilaian Pribadi
Nama : ………………………………………….
Kelas : …………………………………………..
Semester : …………………..………………………
Waktu penilaian : ………………………………..…………
Setelah kamu belajar dan merangkai serta melakukan
gerak tari tradisional, isilah kolom dibawah ini :
	F.	Refleksi
Tapestri merupakan salah satu teknik dalam seni rupa. Banyak
benda pakai atau benda fungsional dibuat dengan menggunakan
teknik tapestri seperti karpet, syal, serta keset. Sebelum
melakukan	refleksi	ada	baiknya	melakukan	penilaian	terhadap	
diri sendiri dan juga teman di kelas. Isilah kolom di bawah ini
disertai dengan kejujuran dan tanggung jawab.
Bab 2 - Buku Siswa Semester 2
55Seni Budaya
Buku Guru
	 Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
	 Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topik
dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat
berupa test dan non-test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda.
Non-test dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya.
Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi
yang diajarkan.
Bab 2 - Buku Siswa Semester 2
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 224
	D.	Uji	Kompetensi
	 1.	Uji	Kompetensi	Unjuk	Kerja
Buatlah ragam hias pada tenun tapestri dengan ketentuan
sebagai berikut :
a. Gunakan jenis ragam hias geometris pada tenun tapestri
b. Buatlah sketsa gambar sebagai pola desain pada tenunan
c. Gunakan bahan kain perca sebagai jalinan pakan
d. Buatlah ragam hias tenun tapestri dengan ukuran 30 x 30 cm
e. Gunakan bambu sebagai gantungan tapestri
	 2.	Uji	Kompetensi	Pengetahuan
Jawablah pertanyaan berikut ini !
a. Jelaskan arti lungsi dan pakan pada tenunan tapestri !
b. Apakah yang dimaksud dengan tenun tapestri !
c. Jelaskan macam-macam pola-pola tenun tapestri !
	 3.	Uji	Kompetensi	Sikap
Berikan uraian singkat dari setiap petanyaan berikut ini !
a. Manfaat apa yang bisa diambil dari kegiatan belajar
tenun tapestri !
b. Kegiatan belajar tenun tapestri melatih diri untuk teliti
dan disiplin mengapa demikian?
	E.	Rangkuman
Penerapan ragam hias dengan menggunakan tenun tapestri
dapat dilakukan dengan teknik yang sederhana. Teknik yang
digunakan bisa menggunakan teknik tenun tapestri simetris
dan a simetris. Teknik tenun simetris menggunakan benang
pakan sebagai unsur pembentuknya dengan cara menjalin
benang pakan pada lungsi dengan urutan yang sama dan
tidak terputus-putus. Sedangkan pada teknik tenun
a-simetris benang pakannya berdiri sendiri.
Ragam hias dengan tenun tapestri dapat berfungsi sebagai
hiasan dinding maupun pembersih kaki atau keset. Tenun
tapestri juga dapat menggunakan bahan-bahan sintetis buatan
pabrik seperti kain perca, tali plastik, dan benang dengan
berbagai ketebalan dan warna atau bahan alam berupa serat
goni, alang-alang, serabut kelapa dan bahan lainnya yang
dapat digunakan sebagai benang.
56
SMP/MTs Kelas VIII
C. Seni Musik
	 Informasi untuk Guru
		Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran
yang akan diberikan sesuai dengan bab 3 semester 1 tentang gaya dan
bernyanyi lagu daerah. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran
sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan
dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan
kepada peserta didik media dan bahan apa saja yang perlu dipersiapkan
untuk pembelajaran pada bab ini.
Bab 3 - Buku Siswa Semester 1
32 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
Gaya dan Bernyanyi
Lagu Daerah
1.	 Mengidentifikasi	keunikan	lagu	daerah	Indonesia
2. Membandingkan keunikan lagu daerah Indonesia
3.	 Mengidentifikasi	fungsi	musik	tradisi/daerah	Indonesia
4. Membandingkan fungsi musik tradisi dan fungsi musik masa kini
5. Melakukan teknik dan gaya bernyanyi dalam musik tradisi
6. Bernyanyi lagu daerah secara Unisono
7. Mengomunikasikan teknik dan gaya bernyanyi lagu daerah secara Unisono
dalam musik tradisi baik dengan lisan maupun tulisan
Setelah mempelajari bab 3 diharapkan mampu:
Alur Pembelajaran
BAB
3
57Seni Budaya
Buku Guru
	 Proses Pembelajaran
	 Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak
dicapai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi pembelajaran.
Guru dapat menjelaskan tentang kedudukan dan fungsi musik dalam
tradisi masyarakat Indonesia. Pada pembelajaran ini guru dapat membahas
bersama-sama dengan siswa lagu-lagu daerah setempat yang memiliki
kedudukan khusus dalam masyarakat sekitar. Guru dapat pula memberikan
contoh-contoh lagu yang berfungsi sebagai pelengkap upacara adat atau
pertunjukan seni lain seperti tari, atau teater. Guru juga dapat menjelaskan
kepada peserta didik beberapa teknik pernapasan sesuai dengan kebutuhan
dalam bernyanyi sesuai dengan gaya daerah masing-masing.Pada proses
pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-langkah pembelajaran
dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu;
a. P e s e r t a d i d i k
dapat melakukan
pe­ngamatan dengan
cara men­dengarkan
lagu-lagu daerah
se­­t e m p a t . G u r u
dapat mem­b e r i
mo­tivasi se­hing­ga
timbul rasa ingin
tahu peserta di­dik
d a l a m m e m ­­
pela­ja­ri kedudukan
lagu di masyarakat
setempat. Pe­nga­
matan dapat pula
dilakukan dengan
melihat tayangan
video terhadap
lagu-lagu daerah
s e­t e m p a t a t a u
dae­rah lainnya.
Bab 3 - Buku Siswa Semester 1
35Seni Budaya
No. Jenis Musik Asal Daerah Nama upacara adat
1
2
3
4
5
A. Kedudukan dan Fungsi Musik dalam Tradisi
Masyarakat Indonesia
Musik dan lagu tradisional merupakan kekayaan suku
bangsa di Indonesia. Musik dan lagu tradisional berfungsi:
a) sebagai kelengkapan upacara adat, seperti pada upacara
pengantin; b) sebagai pengiring seni pertunjukan tari, teater,
dan sejenisnya; c) sebagai media rekreatif atau hiburan. Pada
musik dan lagu tradisional sering memiliki nilai­nilai
kearifan lokal tentang hidup, relasi sosial, religi, lingkungan,
serta karakter. Fungsi musik dan lagu tradisional dapat dijelas­
kan sebagai berikut :
1. Sarana Upacara Adat
Musik daerah bukan objek yang otonom/berdiri sendiri.
Musik daerah biasanya merupakan bagian dari kegiatan lain.
Di berbagai daerah di Indonesia bunyi­bunyian tertentu di­
anggap memiliki kekuatan yang dapat mendukung kegiatan
magis. Inilah sebabnya musik terlibat dalam berbagai upacara
adat. Upacara Merapu di Sumba menggunakan irama bunyi­
bunyian untuk memanggil dan menggiring kepergian roh ke
pantai merapu (alam kubur). Selain ini pada masyarakat suku
Sunda musik angklung digunakan sebagai pengiring pada
waktu upacara Seren taun (panen padi).
Amati dan perhatikan!
1. Apakah ada perbedaan musik tradisi dengan musik masa kini?
2. Apakah pertunjukan musik tradisi dapat berdiri sendiri tanpa tarian dan tanpa
pergelaran cerita atau pertunjukan wayang kulit, wayang orang atau wayang golek?
3. Adakah perbedaan teknik bernyanyi antara musik tradisi dengan musik masa kini?
Isilah tabel berikut tentang jenis musik, fungsinya dan nama upacara adat dari suku
bangsa yang ada di Indonesia
58
SMP/MTs Kelas VIII
Bab 3 - Buku Siswa Semester 1
b. Peserta didik setelah melakukan pengamatan dapat bereksplorasi dengan
cara mengidentifikasi lagu-lagu daerah yang berkembang di daerah
setempat. Eksplorasi juga dapat dilakukan dengan menyanyi bersama-
sama salah satu lagu daerah setempat atau lagu daerah lainnya.
c. Peserta didik dapat mengomunikasi dalam bentuk menyanyi dengan
menggunakan teknik pernapasan dan teknik vokal secara baik dan benar.
		 Guru dapat menjelaskan teknik dan gaya bernyanyi lagu daerah. Guru
perlu mengetahui teknik dan gaya lagu daerah daerah setempat atau daerah
lainnya. Setiap daerah memiliki teknik dan gaya yang berbeda-beda. Lagu
daerah Jawa misalnya, akan dinyanyi dengan teknik berbeda dengan lagu
Melayu. Penguasaan teknik dan gaya oleh seorang guru mutlak diperlukan
sehingga tidak salah dalam memberikan pengetahuan.
		 Pada tahapan ini guru bersama-sama dengan siswa dapat melakukan
eksplorasi dengan cara menyanyi bersama-sama dengan menggunakan
teknik dan gaya yang berbeda sehingga peserta didik dapat merasakan
perbedaan tersebut.
36 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
2. Musik Pengiring Tari
Irama musik dapat berpengaruh pada perasaan seseorang
untuk melakukan gerakan­gerakan indah dalam tari. Berbagai
macam tari daerah yang kalian kenal, pada dasarnya hanya
dapat diiringi dengan musik daerah tersebut. Contohnya tari
Kecak (Bali), tari Pakarena (Sulawesi), tari Mandalika (Nusa
Tenggara Barat), tari Ngaseuk (Jawa Timur), tari Mengaup
(Jambi), tari Mansorandat (Papua), dan lain­lain. Cobalah
kalian dengarkan musik pengiringnya!
Isilah tabel berikut tentang Jenis musik, Asal daerah dan
nama tari dari suku bangsa yang ada di Indonesia.
3. Media Bermain
Lagu­lagu rakyat (folksongs) yang tumbuh subur di
daerah pedesaan banyak digunakan sebagai media bermain
anak­anak. Masih ingatkah pemainan dengan lagu ketika
kalian di Sekolah Dasar? Lagu Cublak­Cublak Suweng dari
Jawa Tengah, Ampar­ampar Pisang dari Kalimantan, Ambil­
ambilan dari Jawa Barat, Tanduk Majeng dari Madura, Sang
Bangau dan Pok Ame­Ame dari Betawi. Lagu­lagu ini sering
dijadikan nama permainan anak tersebut.
4. Media Penerangan
Lagu­lagu dalam iklan layanan masyarakat merupakan
contoh fungsi musik sebagai media penerangan. Lagu­
lagu ini misalnya berisi tentang pelestarian lingkungan dan
adat istiadat. Pada masyarakat modern bisa tentang pemilu,
Keluarga Berencana dan ibu hamil, Penyakit AIDS, dan lain­
lain. Selain dalam iklan layanan masyarakat, lagu­lagu yang
bernafaskan agama juga menjadi media penerangan. Musik
qasidah, terbangan, dan zipin dengan syair­syair lagu dari
Alquran.
B. Teknik dan Gaya Bernyanyi dalam Musik Tradisi
Di kelas VII kita telah belajar teknik vokal, Kalian telah
belajar teknik pernafasan perut, teknik pernafasan diafragma
dan belajar tentang posisi dan sikap badan dalam bernyanyi.
Mungkin kalian bingung melihat penampilan penyanyi musik
tradisi berpakaian ketat bahkan memakai stagen, bernyanyi
dengan posisi bersimpuh, tetapi suaranya terdengar merdu dan
No Jenis Musik Asal Daerah Nama Tarian
1
2
3
4
5
59Seni Budaya
Buku Guru
	 Guru setelah melakukan eksplorasi dengan cara menyanyi bersama dengan
peserta didik kemudian dapat mengelompokkan peserta didik. Guru dapat
meminta peserta didik untuk dapat menyanyikan lagu daerah secara
unisono. Pada pembelajaran ini siswa bersama guru dapat melakukan
pengamatan melalui tayangan video tentang menyanyi unisono lagu-
lagu daerah setempat. Peserta didik dapat mengomunikasikan melalui
penampilan menyanyi secara unisono lagu daerah dengan gaya dan teknik
yang sesuai.
Bab 3 - Buku Siswa Semester 1
40 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
C. Bernyanyi Secara Unisono
Bernyanyi unisono adalah bernyanyi satu suara yang
dilakukan oleh kelompok. Banyak masyarakat dari beberapa
suku di Indonesia yang hanya terbiasa bernyanyi dalam satu
suara yaitu sesuai dengan melodi pokoknya saja. Lagu
daerah yang ada di setiap provinsi merupakan warisan budaya.
1. Nyanyikalah lagu daerah dengan gaya yang sesuai dengan budaya
yang berkembang di daerah masing-masing!
2. Tuliskan pendapatmu tentang musik daerah baik yang tradisi maupun
yang pop daerah!
1.	 Setelah	kamu	menidentifikasi		teknik	bernyanyi	tradisi	diskusikan	
kembali secara berkelompok kekuatan teknik bernyanyi Tradisi.
2. Kamu dapat memperkaya dengan mencari materi dari sumber
belajar lainnya
Mengenal budaya di setiap daerah tidak harus
dengan kita berkunjung ke daerah tersebut. Banyak yang
kita pelajari dari sebuah lagu daerah tersebut, kita dapat
mengerti bahasa mereka walaupun tidak semahir kalau kita
tinggal di sana, dan setiap lagu yang diciptakan di setiap
daerah yang sebagai warisan budaya sangat mengandung
nilai­nilai yang baik. Apa yang kalian dapatkan bila kita
mempelajari lagu daerah berikut:
Sumber gambar: Internet
Kelompok paduan suara dengan menggunakan pakaian adat Papua.
60
SMP/MTs Kelas VIII
	 Pengayaan Pembelajaran
	 Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi
diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas
pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan
dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk
mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari.
	 Interaksi dengan Orangtua
	 Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan
melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media
sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja
siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua
dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra
putrinya.
Bab 3 - Buku Siswa Semester 1
50 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
E. Rangkuman
Amat beragam musik dan lagu­lagu daerah di Indonesia! Setiap daerah
memiliki gaya dalam menyanyikan lagu­lagu daerah masing­masing.
Lagu­lagu daerah biasanya berisi nilai­nilai moral yang perlu diwariskan.
Lagu­lagu daerah juga ada yang ditampilkan dengan melakukan
permainan tradisional.
Lagu­lagu daerah merupakan kekayaan warisan budaya yang perlu
dilestarikan dan dikembangkan. Pelestarian dan pengembangan warisan
budaya ini dapat dilakukan dengan tetap menyanyikan sesuai situasi dan
konsisi dimana lagu tersebut harus dinyanyikan.
F. Refleksi
1. Penilaian Pribadi
Nama : ………………………………………….
Kelas : …………………………………………..
Semester : …………………..………………………
Waktu penilaian : ………………………………..…………
Setelah kalian belajar gaya dan bernyanyi lagu daerah,
isilah kolom di bawah ini :
No. Pernyataan
1
Saya berusaha belajar gaya dan bernyanyi lagu daerah saya dengan sungguh­sungguh
o Ya o Tidak
2
Saya berusaha belajar gaya dan bernyanyi lagu daerah daerah lain dengan sungguh-
sungguh
o Ya o Tidak
3
Saya mengikuti pembelajaran gaya dan bernyanyi lagu daerah dengan tanggung jawab
o Ya o Tidak
4
Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu
o Ya o Tidak
5
Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran
gaya dan bernyanyi lagu daerah
o Ya o Tidak
6
Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran gaya dan bernyanyi lagu
daerah
o Ya o Tidak
61Seni Budaya
Buku Guru
	 Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
	 Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topic
dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat
berupa test dan nontest. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda.
Nontest dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru
juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang
diajarkan.
49Seni Budaya
1. Pengetahuan
a) Apa yang dimaksud dengan lagu daerah?
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
b) Bagaimana ciri­ciri lagu daerah?
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
2. Keterampilan
a. Nyanyikanlah salah satu lagu daerah yang kalian kuasai dengan teknik yang benar!
b. Nyanyikanlah secara Unisono/Vokal grup
D. Uji Kompetensi
Bab 3 - Buku Siswa Semester 1
62
SMP/MTs Kelas VIII
	 Informasi untuk Guru
	 Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran
yang akan diberikan sesuai dengan bab 4 semester 1 tentang teknik bermain
musik tradisional. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran
sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan
dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan
kepada peserta didik bahan dan media yang dibutuhkan sehingga dapat
dipersiapkan secara baik dan benar.
Bab 4 - Buku Siswa Semester 1
52 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
Teknik Bermain
Musik Tradisional
Alur Pembelajaran
Setelah mempelajari bab 4 diharapkan mampu:
1.	 Mengidentifikasi		teknik	bermain	musik	tradisional
2.	 Mengidentifikasi	gaya	bermain	musik	tradisional
3. Membandingkan teknik dan gaya bermain musik tradisional
4. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam berlatih teknik dan gaya
bermain musik tradisional
5. Menunjukkan sikap disiplin dalam berlatih teknik dan gaya berlatih musik
tradisional
6. Mempraktekkan musik tradisional daerah setempat
7. Mengkomunikasikan teknik dan gaya bermain musik tradisional
BAB
4
63Seni Budaya
Buku Guru
	 Proses Pembelajaran
	 Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai
maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi pembelajaran. Guru dapat
menjelaskan tentang kedudukan dan fungsi musik dalam tradisi masyarakat
Indonesia. Pada pembelajaran ini guru dapat membahas bersama-sasma dengan
siswa lagu-lagu daerah setempat yang memiliki kedudukan khusus dalam
masyarakat sekitar. Guru dapat pula memberikan contoh-contoh lagu yang
berfungsi sebagai pelengkap upacara adat atau pertunjukan seni lain seperti tari,
atau teater. Guru juga dapat menjelaskan kepada peserta didik beberapa teknik
pernapasan sesuai dengan kebutuhan dalam bernyanyi sesuai dengan gaya daerah
masing-masing.Pada proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-
langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu;
a. Peserta didik dapat melakukan
pengamatan dengan cara men­
dengarkan lagu-lagu daerah se­
tempat. Guru dapat memberi
moti­vasi sehingga timbul rasa
ingin tahu peserta didik dalam
mempelajari kedudukan lagu di
masyarakat setempat.Pengamatan
dapat pula dilakukan dengan
melihat tayangan video terhadap
lagu-lagu daerah setempat atau
daerah lainnya.
b. Peserta didik setelah melaku­
kan pengamatan dapat ber­
eksplorasi dengan cara meng­
identifikasi lagu-lagu daerah
yang berkembang di daerah
setempat. Eksplorasi juga dapat
dilakukan dengan menyanyi
bersama-sama salah satu lagu
daerah setempat atau lagu
daerah lainnya.
c.Pesertadidikdapatmengomuni­
kasi dalam bentuk menyanyi
dengan menggunakan teknik
pernapasan dan teknik vokal
secara baik dan benar.
Bab 4 - Buku Siswa Semester 1
56 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
A. Jenis Musik Tradisi Indonesia
Musik merupakan bahasa universal. Melalui musik
orang dapat mengekspresikan perasaan. Musik tersusun
atas kata, nada, dan melodi yang terangkum
menjadi satu. Bahasa musik dapat dipahami
lintas budaya, agama, suku ras, dan juga
kelas sosial. Melalui musik segala jenis per­
bedaan dapat disatukan. Pada praktiknya,
musikalitas seseorang berbeda­beda.
Perbedaan ini disebabkan oleh faktor
internal dan juga eskternal. Secara internal,
musikalitas dipengaruhi oleh bakat dalam
dirinya, sedangkan faktor eksternal lebih
ditentukan oleh kesukaan atau kegemaran
dan lingkungan dimana tinggal.
Di daerah Aceh terdapat musik yang disebut dengan
Didong. Didong merupakan suatu bentuk kesenian tradisional
yangsangatpopulardiAcehTengah.Kesenianini dilaksanakan
secara vokal oleh sejumlah (30­40) kaum pria dalam posisi
duduk bersila dalam suatu lingkaran. Nyanyian Didong
diiringi/ diramaikan dengan tepuk tangan secara berirama oleh
para peserta sendiri. Para pemusik masing­masing memegang
sebuah Bantal­tepok di tangan kiri, yaitu sebuah bantal kecil
berisi kapuk dengan ukuran kira­kira 20x40 cm dan setebal
4 cm dan biasanya dihiasi dengan reramu, semacam rumbai­
rumbai berwarna cerah­menyala pada pinggirnya. Properti ini
biasanya juga menggunakan benang sulaman khas Aceh.
Dengan mengayunkan bantal di tangan kiri secara
serempak ke atas atau ke depan setiap kali menjelang tepuk
tangannya, maka terjadilah suatu permainan gerak yang
mengasyikkan dan sekaligus juga meramaikan tontonan
1. Setelah kamu berdiskusi berdasarkan hasil mengamati teknik dan gaya memainkan
alat musik tradisional dari berbagai sumber, bacalah konsep tentang gerak tari
tradisional beserta unsur pendukungnya.
2. Kamu dapat memperkaya dengan mencari materi dari sumber belajar lainnya
• Mencari dan mendapatkan partitur musik tradisi, selama ini
musik tradisi Indonesia disampaikan melalui guru, pelatih
dan nyantri pada tokoh musik yang ada.
•	 Mencari	penulisan	partitur	atau	teks	musik	yang		nyata	dan	
baku
•	 Mengidentifikasi	 pemain	 dan	 tokoh	 musik	 tentang	 ke		pe		ka		an	
musikal hidup kebersamaan, ekspresi dan keterampilan
dalam mempertujukkan karya dari berbagai daerah
(Sumber:Kemdikbud, 2014)
Gambar 4.4 Perangkat alat musik
Tradisional Sunda yang disebut
Rampak Gendang.
64
SMP/MTs Kelas VIII
Bab 4 - Buku Siswa Semester 1
57Seni Budaya
kesenian Didong ini. Permainan bantal dengan menyanyi jika
ditelisik hampir mirip dengan Saman, perbedaanya hanya
terletak pada penggunaan properti.
Wayang Cokek merupakan salah satu bentuk pertunjukan
musik tradisional di daerah Jakarta atau Betawi. Wayang
Cokek berupa kesenian nyanyi dan tari dilakukan oleh
pemain­pemain wanita. Pada zaman dahulu, yang menari
adalah perempuan­perempuan yang menjadi budak belian.
Mereka menjalin rambutnya berkepang dan mengenakan
baju kurung, lazim dikenakan oleh orang­orang dari
Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan lain­lain bagian tanah
air.
Orkes yang mengiringi bentuk nyanyi­tari ini terdiri dari
kombinasi sebagai berikut :
1. Sebuah gambang kayu,
2. Sebuah rebab,
3. Sebuah suling,
4. Sebuah kempul,kadang­kadang ditambah dengan
kenong, ketuk,krecek.
5. Gendang.
Sesuai dengan syair­syair nyanyian pada masa sebelum
Perang Dunia Kedua, hingga zaman pendudukan militer
Jepang di Indonesia, gaya pengisi sisipan dalam interval­
interval frase melodi yang agak panjang, dimana teks atau
syair bakunya tidak dapat mengisa secara paralel kekosongan
itu,maka sudah biasa penyanyi mengisinya dengan kalimat
pendek yang tidak ada sangkut paut langsung dengan
tendensi syair, yakni: Si Nona disayang, atau Si Babah
disayang. (Sebenarnya kata Babah, adalah kata Arab, yang
artinya ialah Juragan, Tuan Majikan; sedangkan hababa
berarti biji mataku sayang).
B.Teknik Memainkan Alat Musik
Instrumen musik tradisional sangat banyak macamnya.
Selain dibagi menurut sumber bunyinya, alat musik daerah
bisa dipilah­pilah berdasarkan bentuknya. Misalnya seperti
di bawah ini.
a. Bentuk Tabung
Bentuk tabung merupakan bentuk umum dari alat musik
yang memakai bahan dasar bambu. Dalam perkembangannya
bahan bambu tersebut dapat digantikan dengan bahan lain,
seperti kayu dan logam. Instrumen yang termasuk dalam
bentuk tabung misalnya calung, angklung, kentongan/kulkul,
suling/saluang, dan guntung. Cara memainkan alat ini ada
yang dipukul, digoyang atau ditiup.
b. Bentuk Bilah
Berbeda dengan bentuk tabung, bentuk bilah ini tidak
memiliki rongga. Kekuatan bunyi yang dihasilkan masih
perlu didukung oleh perangkat lain, yakni wadah gema
sebagai ruang resonator. Permukaan bilah dapat berupa
	 Guru pada pembelajaran teknik memainkan alat musik dapat dimulai dengan
melakukan pegamatan terhadap beberapa alat musik daerah setempat atau
daerah lainnya. Guru dapat memberikan salah satu contoh teknik cara
memainkan alat musik daerah. Peserta didik dapat melakukan eksplorasi
dengan cara memainkan alat musik tradisional dengan teknik yang baik dan
benar. Guru dapat membentuk beberapa kelompok dan memainkan lagu
yang berbeda-beda.
65Seni Budaya
Buku Guru
Bab 4 - Buku Siswa Semester 1
	 GurudapatmengenalkanalatmusiktradisionalIndonesiayangtelahmenjadi
milik dunia yaitu Angklung. Jika di daerah lain ada musik tradisional yang
terbuat dari bamboo dapat pula dikenalkan kepada peserta didik seperti
Calung di daerah Banyumas Jawa Tengah, Arumba di Sulawesi Utara, dan
sejenisnya
59Seni Budaya
dipahat di tengahnya. Dari lubang tersebut, akan keluar
bunyi­bunyian apabila dipukul. Kentongan tersebut biasa
dilengkapi dengan sebuah tongkat pemukul yang sengaja
digunakan untuk memukul bagian tengah kentongan tersebut
untuk menghasilkan suatu suara yang khas. Kentongan
tersebut dibunyikan dengan irama yang berbeda­beda untuk
menunjukkan kegiatan atau peristiwa yang berbeda. Pendengar
akan paham dengan sendirinya pesan yang disampaikan oleh
kentongan tersebut
b. Talempong (Bentuk Pencon)
Talempong adalah sebuah alat musik pukul
tradisional khas suku minangkabau. Bentuknya
hampir sama dengan instrumen bonang dalam
perangkat gamelan. Talempong dapat terbuat dari
kuningan, namun ada pula yang terbuat
dari kayu dan batu. Saat ini talempong dari jenis
kuningan lebih banyak digunakan.
Talempong berbentuk lingkaran dengan
d i a m e t e r 1 5 s a m p a i 1 7 , 5 c e n t i m e t e r,
pada bagian bawahnya berlubang sedangkan pada bagian
atasnya terdapat bundaran yang menonjol berdiameter
lima sentimeter sebagai tempat untuk dipukul. Talempong
memiliki nada yang berbeda­beda. Bunyinya dihasilkan
dari sepasang kayu yang dipukulkan pada permukaannya.
Talempong biasanya digunakan untuk mengiringi tarian
pertunjukan atau penyambutan, seperti Tari Piring yang
khas, Tari Pasambahan, dan Tari Galombang. Talempong
juga digunakan untuk melantunkan musik menyambut
tamu istimewa. Talempong ini memainkanya butuh kejelian
dimulai dengan tangga nada do dan diakhiri dengan si.
Talempong biasanya dibawakan dengan iringan
akordeon, instrumen musik sejenis organ yang didorong
dan ditarik dengan kedua tangan pemainnya. Selain akordeon,
instrumen seperti saluang, gandang, sarunai dan instrumen
tradisional Minang lainnya juga umum dimainkan bersama
Talempong. Ada juga beberapa jenis alat musik tradisional
suku minangkabau lainnya pupuik daun padi, pupuik tanduak
kabau, bansi, rabab pasisia jo pariaman.
(Sumber:Kemdikbud, 2014)
Gambar 4.7
Alat musik bentuk Pencon.
C. Mengenal Musik Angklung
Angklung merupakan alat musik asli Indonesia yang
terbuat dari bambu dan merupakan warisan budaya
bangsa Indonesia dan telah diakui secara internasional
oleh UNESCO. Angklung tumbuh dan berkembang pada
masyarakat suku Sunda dan digunakan untuk upacara
yang berkaitan dengan tanaman padi. Sistem nada
angklung pada awalnya berlaraskan pelog, salendro, madenda
angklung jenis ini disebut angklung buhun kemudian Pak
Daeng Soetigna membuat angklung berlarasakan diatonis.
66
SMP/MTs Kelas VIII
	 Teknik memainkan alat musik angklung termasuk paling mudah dan cepat
dapat dipelajari. Buku-buku memainkan alat musik angklung juga telah
dijual di toko-toko buku. Guru dapat mempraktekkan alat musik angklung
dengan memainkan lagu-lagu daerah setempat atau daerah lainnya.
60 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
Terdapat beberapa jenis angklung yang terdapat di Jawa
Barat, antara lain adalah:
1. Angklung Kanekes
Angklung ini sering dikenal sebagai angkung Baduy dan
digunakan untuk upacara menanam padi. Angklung
ini bukan hanya sebatas media hiburan tetapi juga
memiliki nilai magis tertentu.
2. Angklung Gubrag
Angklung ini berasal dari kampung Cipiding Kecamatan
Cigudeg. Juga digunakan untuk menghormati Dewi
Padi.
3. Angklung Dogdog Lonjor
Angklung ini berasal dari masyarakat Banten Selatan di
daerah Gunung Halimun. Digunakan pada upacara Seren
taun menghormati Dewi padi karena panen berlimpah.
4. Angklung Badeng
Angklungbadengberfungsisebagaihiburandanmediadakwah
penyebaran Islam, namun sebelumnya di Garut tepatnya
di Kecamatan Malangbong juga dipakai berhubungan
dengan ritual padi.
5. Angklung Buncis
Angklung buncis dipakai sebagai media hiburan namun
awalnya juga dipakai pada acara ritual pertanian yang
juga berhubungan dengan tanaman padi.
D. Berlatih Angklung
Angklung yang dikembangkan di sekolah adalah
angklung Padaeng. Angklung padaeng terdiri dari 2
kelompok besar yaitu:
(Sumber:Kemdikbud, 2014)
Gambar 4.8 Alat musik Angklung Melodi.
a. Angklung melodi yaitu angklung yang dipakai
untuk membawakan melodi pokok, angklung ini
hanya terdiri dari dua tabung bambu,
Sumber gambar: Internet
Gambar 4.8 teknik bermain angklung
secara ansambel
Bab 4 - Buku Siswa Semester 1
67Seni Budaya
Buku Guru
	 Pengayaan Pembelajaran
	 Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi
diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas
pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan
dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk
mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari.
	 Pengayaan musik daerah
		 Menurut Sal Murgianto adalah hubungan tarian dengan musik
pengiringnya dapat terjadi pada aspek bentuk, gaya, ritme, suasana, atau
gabungan dari aspek-aspek itu. Banyak cara yang dapat dipakai untuk
mengiringi sebuah tarian. Akan tetapi, cara apa-pun yang dipakai, dasar
pemilihannyaharusdilandasiolehpandanganpenyusuniringandanmaksud
penata tarinya itu sendiri, agar iringan tari selalu menyatu. Pada dasarnya
sebuah iringan tari harus dipilih untuk menunjang tarian yang diiringinya,
baik secara ritmis maupun emosional. Dengan perkataan lain, sebuah
iringan tari [musik tari] harus mampu menguatkan atau menggarisbawahi
makna tari yang diiringinya agar selalu selaras seirama serta serasi.
Pemilihan bentuk musik untuk iringan tari dilakukan berdasarkan beberapa
pertimbangan-pertimbangan, terutama selalu ada kaitannya dengan istilah-
istilah yang sering digunakan dalam istilah musik tradisi.
		 Musik tradisi biasanya tidak terpisahkan dengan tari tradisi. Keduanya
saling mengisi satu sama lain. Ada beberapa fungsi musik tradisi pada
pertunjukanseniantaralain;1)sebagaimusikiringan,artinyasetiapritmedan
ketukan sesuai dengan gerakan yang dilakukan; 2) sebagai pengisi suasana,
artinya melalui musik suasana tari dapat dibangun. Musik memberi aksen
atau penekanan lebih kuat terhadap makna gerak yang akan disampaikan
serta suasana yang ingin dibangun; 3) bentuk dan gaya, artinya iringan yang
digunakan haruslah sesuai dengan tarian yang diiringi. Gaya dan bentuk
musikiringandapatmenunjukkantarianapayangakandibawakan.Jikagaya
dan bentuk merupakan musik tradisi Bali tentu tarian yang akan dibawakan
adalah tari Bali. Jadi gaya dan bentuk iringan merupakan cerminan dari tari
yang akan ditampilkan atau dibawakan.
68
SMP/MTs Kelas VIII
65Seni Budaya
G. Refleksi
1. Penilaian Pribadi
Nama : ………………………………………….
Kelas : …………………………………………..
Semester : …………………..………………………
Waktu penilaian : ………………………………..…………
Setelah kalian belajar dan menyanyikan serta bermain
musik tradisional, isilah kolom di bawah ini :
No. Pernyataan
1
Saya berusaha bermain musik tradisonal di daerah saya dengan sungguh­sungguh
o Ya o Tidak
2
Saya berusaha bermain musik tradisonal daerah lain dengan sungguh-sungguh
o Ya o Tidak
3
Saya mengikuti pembelajaran bermain musik tradisonal dengan tanggung jawab
o Ya o Tidak
4
Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu
o Ya o Tidak
5
Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran
bermain musik tradisonal
o Ya o Tidak
6
Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran bermain musik tradisonal
o Ya o Tidak
	 Interaksi dengan Orangtua
	 Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan
melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media
sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja
siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua
dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra
putrinya.
Bab 4 - Buku Siswa Semester 1
69Seni Budaya
Buku Guru
	 Evaluasi dan Penilaian pembelajaran
	 Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topik
dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat
berupa test dan non-test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda.
Non-test dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya.
Guru juga harus mengembangkan rubric penilaian sesuai dengan materi
yang diajarkan.
63Seni Budaya
Yang Masyhur Permai Di Kota Orang
Tetapi Kampung Dan Rumahku
Di Sanalah Ku Rasa Senang
Tanah Ku Tak Ku Lupakan
Engkau Ku Banggakan
Tanah Airku Tidak Kulupakan
Kan Terkenang Selama Hidupku
Biarpun Saya Pergi Jauh
Tidak Kan Hilang Dari Kalbu
Tanah Ku Yang Ku Cintai
Engkau Ku Hargai
(Sumber: Wikipedia dan berbagai sumber media)
1. Pengetahuan
a) Sebutkan dan jelaskan alat musik di daerah kalian?
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
E. Uji Kompetensi
Bab 4 - Buku Siswa Semester 1
70
SMP/MTs Kelas VIII
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 228
Menyanyikan	Lagu	Daerah
Setelah mempelajari Bab 3, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan
berkreasi seni musik, yaitu:
	1.	Mengidentifikasi		teknik	menyanyi	lagu	daerah	
	2.	Mengidentifikasi	gaya	menyanyi	lagu	daerah
3.Membandingkan teknik dan gaya menyanyi lagu daerah
4. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam berlatih teknik dan gaya
menyanyikan lagu daerah
4. Menunjukkan sikap disiplim dalam berlatih berlatih teknik dan gaya
menyanyikan lagu daerah
5. Menyanyikan lagu daerah secara unisono dengan menggunakan teknik dan
gaya
6. Mengkomunikasikan keunikan lagu daerah
Alur Pembelajaran
BAB
3
Bab 3 - Buku Siswa Semester 2
	 Informasi untuk Guru
	 Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran
yang akan diberikan sesuai dengan bab 3 semester 1 tentang gaya dan
bernyanyi lagu daerah. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran
sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan
dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan
kepada peserta didik media dan bahan apa saja yang perlu dipersiapkan
untuk pembelajaran pada bab ini.
71Seni Budaya
Buku Guru
a. Peserta didik dapat melakukan pengamatan melalui permainan alat
musik, mendengarkan suara musik atau melihat pertunjukan melalui
tayangan video. Pada saat pengamatan ini guru dapat memberi
motivasi sehingga akan timbul rasa keingitahuan tentang musik
tradisional Indonesia.
b. Peserta didik setelah melakukan pengamatan dapat bereksplorasi baik
melaluimencobamemainkanalatmusiksederhanasepertirebana,tamborin,
atau perlatan musik perkusi lainnya. Pada proses eksplorasi peserta didik
dapat melakukan teknik
bermain musik seperti yang
tertera pada buku siswa.
Guru dapat menyediakan
atau menyiapkan alat
musik tradisional daerah
setempat. Guru juga sebaik­
nya me­nguasai salah
satu cara memainkan alat
musik tradisional daerah
setempat.
c. Peserta didik dapat
mengomunikasi hasil
karya seni rupa baik
melalui lisan maupun
tulisan atau penampilan.
Pada mengomukasikan
dapat berbentuk kelompok
memainkan alat musik
secara ansambel sederhana.
Bab 3 - Buku Siswa Semester 2
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 230 31
A.	Teknik	dan	Gaya	Menyanyi	Lagu	Daerah	
Tahukah kalian bahwa setiap suku di Indonesia me-
miliki lagu-lagu daerah. Lagu-lagu ini menggunakan bahasa
daerah setempat. Lagu-lagu daerah biasanya diiringi
dengan seperangkat alat musik daerah yang sering disebut
dengan karawitan. Istilah karawitan untuk menunjuk pada
seperangkat alat musik tradisional secara lengkap secara
orkestra.
Kebanyakan karya-karya seni musik (karawitan) yang
dimainkan dengan berbagai ansambel gamelan ataupun
repertoar lain biasanya bersifat tradisional dan anonimus.
Karenanya, usia sebuah komposisi karawitan sangat sulit
untuk ditentukan. Seringkali seorang pemain/seniman ahli
Karawitan menambah atau mengurangi komposisi karawitan
yang dimainkan, begitu juga beberapa gaya. Pada musik
karawitan Betawi gaya dalam gambang kromong disebut
liaw yang tersendiri sangat lazim pada periode tertentu dan
wilayah yang tertentu.
Komposisi karawitan dapat mengembangkan perbedaan-
perbedaan dari sebuah wilayah dengan wilayah lainnya
sepanjang waktu. Inilah yang menyebabkan munculnya gaya
yang berbeda-beda. Gaya musikal adalah ciri khas atau ka-
rakteristik musikal yang dihasilkan dari beberapa kondisi:
Gaya	lokal, yakni sifat-sifat lokal suatu daerah yang diakui
memiliki sifat-sifat estetis dan ekspresif berbeda dengan
daerah lainnya. Inilah yang belakangan ini, sehubungan
dengan isu globalisasi, kemudian kita sebut sebagai entitas
lokal genius.
Gaya	individual, adalah tipologi karakteristik seorang tokoh
pencipta Lagu-lagu yang membedakannya dengan pencipta
lagu lainnya.
Gaya	periodikal, adalah tipologi karakteristik zaman tertentu
yang menghasilkan gaya musikal tertentu, misalnya.
Gaya dalam bentuk musikal, adalah tipologi karakteristik
yang dapat dibedakan dari berbagai bentuk karya musikal
yang ada, misalnya, pada musik Betawi dalam gambang
kromong lagu sayur, dengan lagu phobin, atau dalam
kroncong tugu antara kroncong asli, langgam dan stambul.
Dalam karawitan Betawi Gaya atau musical style dikenal
dengan istilah Liaw.
Pada repertoar lagu-lagu daerah sering dibawakan oleh
seorang penyanyi. Di Jawa disebut dengan Sinden, demikian
juga di Sunda dan juga Bali. Di daerah Sumatera Utara sering
	 Proses Pembelajaran
	 Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai
maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi pembelajaran. Berdasarkan
materi pembelajaran pada buku teks peserta didik, guru dapat menjelaskan tentang
jenis musik tradisional Indonesia. Guru dapat memberi contoh jenis alat musik
tradisional Indonesia dan cara memainkannya. Pada proses pembelajaran ini guru
dapat mengikuti langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan
saintifik, yaitu;
72
SMP/MTs Kelas VIII
		 Guru dapat menjelaskan tentang menyanyi unisono pada lagu daerah
dengan menggunakan teknik dan gaya sesuai daerah setempat atau daerah
lainnya. Pada pembelajaran ini guru dapat melakukan bersama-sama
dengan peserta melakukan eksplorasi dengan cara bernyanyi bersama-
sama. Guru dapat mengembangkan lagu-lagu yang ada di dalam buku teks
atau berdasarkan referensi lagu-lagu daerah yang berkembang di daerah
masing-masing. Peserta didik dapat pula mengomunikasikan melalui
penampilan secara berkelompok.
Seni BudayaKurikulum 2013 31
disebut dengan Perkolong-kolong. Di Kalimantan ada
yang disebut dengan Madihin yaitu menyanyikan
pantun-pantun dengan diiringi tabuhan gendang.
Setiap daerah memiliki nama tersendiri bagi seorang
penyanyi yang diiringi dengan orkestrasi musik
tradisional.
	B.	Menyanyi		Secara	Unisono
Menyanyikan lagu-lagu daerah ada yang
dilakukan secara seorang diri tetapi ada juga yang
dilakukan secara berkelompok. Madihin misalnya
yang menyanyikan pantun seorang diri sekaligus
sebagai pemusiknya. Sinden dapat dilakukan secara
berkelompok tetapi dapat juga dilakukan seorang
diri. Mereka menyanyi dalam satu suara atau sering
disebut dengan menyanyi secara unisono. Menyanyi
secara unisono membutuhkan kerjasama antara anggota
kelompok karena jika berbeda sendiri suaranya akan
terlihat tidak bagus.
Menyanyi pada masyarakat sering dilakukan sesuai
dengan kebutuhan. Ada lagu-lagu yang dinyanyikan
pada saat upacara tertentu seperti pernikahan, kelahiran,
kematian atau permainan. Ada juga lagu-lagu yang berisi
nasehat atau sanjungan terhadap mahkluk sesama. Ibu-
ibu di daerah masih sering menyanyikan lagu nasehat
saat menidurkan anaknya. Demikian juga anak-anak
dan remaja masih sering menyanyi sambil melakukan
permainan. Hal ini membuktikan bahwa menyanyi
secara unisono maupun perseorang sering dilakukan oleh
masyarakat.
Setiap daerah tentu memiliki lagu-lagu yang
dinyanyikan pada saat tertentu dengan bahasa
daerah. Lagu-lagu ini merupakan kekayaan yang dapat
dijadikan sebagai salah satu sarana membentuk karakter
dan pendidikan sikap pada anak dan remaja. Nasehat
yang disampaikan melalui lagu tentu lebih bermakna
dan dapat diterima.
	C.	Berlatih	Teknik	dan	Gaya	Menyanyi	Lagu	Daerah
Setelah kalian mengetahui tentang teknik dan
gaya menyanyi lagu-lagu daerah nyanyikanlah lagu-
lagu di bawah ini!
Bab 3 - Buku Siswa Semester 2
73Seni Budaya
Buku Guru
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 232
Mak Inang
Lagu-lagu daerah yang ada di dalam buku teks siswa dapat dijadikan
sebagai salah satu referensi dalam berlatih lagu daerah sesuai dengan
teknik dan gaya.
Bab 3 - Buku Siswa Semester 2
74
SMP/MTs Kelas VIII
	 Interaksi dengan Orangtua
	 Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan
melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media
social lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja
siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua
dapat mengetahui perkembangan baik mental, social, dan intelektual putra
putrinya.
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 236
F.	Refleksi	
Kalian telah belajar tentang menyanyi lagu daerah dengan
teknik dan gaya sesuai dengan daerah masing-masing. Tentu
kalian dapat merasakan perbedaan menyanyi dengan gaya dae-
rah darimana lagu itu berasal. Kita perlu memahami dan mem-
pelajari budaya-budaya daerah lain selain budaya kita sendiri.
Dengan mempelajari bahasa daerah lain melalui nyanyian kita
dapat memahami makna dan arti lagu tersebut dalam ke-
hidupan bermasyarakat. Nah sekarang tuliskan pengalaman
kalian ketika bertemu atau berkunjung ke daerah lain yang me-
miliki budaya yang berbeda dengan kalian!
1. Penilaian Pribadi
Nama : ………………………………………….
Kelas : …………………………………………..
Semester : …………………..………………………
Waktu penilaian : ………………………………..…………
No. Pernyataan
1
Saya berusaha menyanyikan lagu tradisonal di daerah saya dengan sungguh-sungguh
o Ya o Tidak
2
Saya berusaha menyanyikan lagu tradisional daerah lain dengan sungguh-sungguh
o Ya o Tidak
3
Saya mengikuti pembelajaran menyanyikan lagu daerah dengan tanggung jawab
o Ya o Tidak
4
Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran
menyanyikan lagu daerah
o Ya o Tidak
5
Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran menyanyikan lagu daerah
oYa o Tidak
6
Saya menghargai keunikan menyanyikan lagu daerah
o Ya o Tidak
	E.	Rangkuman
Setiap daerah di Indonesia memiliki lagu-lagu dengan bahasa
daerah.Setiapdaerahmemilikiteknikdangayadalammenyanyikan
lagu tersebut. Lagu-lagu daerah biasanya memiliki nasehat dalam
menjalani kehidupan. Ada juga lagu-lagu daerah yang bersifat
dolanan. Lagu-lagu ini dinyanyikan oleh anak-anak dan remaja.
Mereka bernyanyi sambil melakukan permainan tradisional.
Lagu-lagu daerah merupakan kekayaan warisan budaya
yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Pelestarian dan
pengembangan warisan budaya ini dapat dilakukan dengan
tetap menyanyikan sesuai dengan kebutuhan serta situasi dan
kondisi dimana lagu tersebut harus dinyanyikan.
Bab 3 - Buku Siswa Semester 2
75Seni Budaya
Buku Guru
	 Evaluasi dan Penilaian pembelajaran
	 Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topic
dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat
berupa test dan nontest. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda.
Nontest dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru
juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang
diajarkan.
Seni BudayaKurikulum 2013 35
Nyanyikanlah lagu di bawah ini dengan teknik dan gaya sesuai
dengan asal daerahnya!
	D.	Uji	Kompetensi
No Judul lagu Makna lagu Pencipta
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Isilah tabel di bawah ini!
Sinom
Bab 3 - Buku Siswa Semester 2
76
SMP/MTs Kelas VIII
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 238
Bermain Ansambel
Musik	Tradisional
Alur Pembelajaran
Setelah mempelajari Bab 4 peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan
berkreasi seni musik, yaitu:
1.	 Mengidentifikasi		teknik	dan	gaya	memainkan	ansambel	musik	tradisional		
2.	 Mengidentifikasi	gaya	memainkan	ansambel	musik	tradisional		
3. Membandingkan teknik dan gaya memainkan ansambel musik tradisional
4. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam berlatih teknik dan gaya
memainkan ansambel musik tradisional
5. Menunjukkan sikap disiplin dalam berlatih berlatih teknik dan gaya
memainkan ansambel musik tradisional
6. Memainkan ansambel musik tradisional
7. Mengkomunikasikan keunikan memainkan ansambel musik tradisional.
BAB
4
Bab 4 - Buku Siswa Semester 2
	 Informasi untuk Guru
	 Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran
yang akan diberikan sesuai dengan bab 4 semester 2 tentang bermain
ansambel musik tradisional. Guru juga dapat menjelaskan tujuan
pembelajaran sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang
akan dicapai dan dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat
menginformasikan kepada peserta didik bahan dan media yang dibutuhkan
pada pembelajaran bab ini sehingga dapat dipersiapkan secara baik dan
benar.
77Seni Budaya
Buku Guru
	 Proses pembelajaran
	 Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai
maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi. Guru dapat menjelaskan
tentang bermain ansambel musik tradisional. Pada pembelajaran bab ini
seandainya perlatan musik tidak tersedia di sekolah, guru bersama dengan
peserta didik dapat membuat alat musik perkusi sederhana. Peralatan musik
perkusi sederhana dapat terbuat dari botol air kemasan yang diisi dengan
berbagai macam bijian, kaleng, botol, serta perlatan lainnya. Pada proses
pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-langkah pembelajaran dengan
menggunakan pendekatan saintifik, yaitu; a. Peserta didik melakukan pe­
ngamatanmelaluiber­bagaimedia
dan sumber belajar. Pengamatan
ten­tang bermain musik ansambel
sebaiknya mela­lui tayangan video
karena peserta didik dapat
melihat cara memainkan alat
musik yang berbeda-beda. Guru
dapat memberi motivasi kepada
peserta didik sehingga timbul
minat dan rasa ingin tahu tentang
topik bermain ansambel musik
daerah.
b. Peserta didik dapat melakukan
eksplorasi dengan cara memain­
kan musik perkusi dari berbagai
macam bahan dan teknik me­
main­kan. Peralatan sederhana
dapat dijadikan sebagai alat
musik. Lagu-lagu yang ada di
dalam buku teks peserta didik
dapat digunakan untuk berlatih.
c. Peserta didik dapat mengomu­
n i ­k a s i h a s i l k a r y a s e n i
ansambel musik tradisional
melalui penampilan. Bentuk
kelompok kecil 5 sampai 10
orang untuk memainkan dan
menampilkan musik ansambel
campuran.
Bab 4 - Buku Siswa Semester 2
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 240 41
A.	Jenis	Musik	Ansambel	Tradisional
Gamelan jelas bukan musik yang asing. Popularitasnya telah
merambah berbagai benua dan telah memunculkan paduan musik
baru jazz-gamelan, melahirkan institusi sebagai ruang belajar dan
ekspresi musik gamelan, hingga menghasilkan pemusik gamelan
ternama. Pagelaran musik gamelan kini bisa dinikmati di berbagai
belahan dunia.
Di Indonesia terutama di Pulau Jawa dan Bali salah satu jenis
seni bebunyian atau seni tetabuhan yang dianggap paling tua dan
masih bertahan hidup serta berkembang sampai saat sekarang ini
adalah alat musik gamelan atau di daerah-daerah tertentu sering
disebut dengan istilah seni karawitan. Istilah karawitan pada saat
sekarang di daerah-daerah tertentu terutama pada lingkungan
perguruan tinggi seni sering digunakan untuk menyebut berbagai
jenis alat musik daerah yang berbentuk alat instrumental maupun
vokal yang memiliki sifat, kerakter, dan konsep serta cara kerja
atau aturan tertentu.
Banyak yang memnggunakan istilah karawitan dengan
berangkat dari dasar kata rawit seperti menurut Ki Sindu
Suwarno karawitan berasal dari kata “rawit” yang berarti cabe
rawit yang kecil serta halus, indah. Indah artinya disini adalah
seni. Jadi karawitan adalah seni suara yang berbentuk vokal
maupun instrumental yang berlaraskan pelog dan slendro.
Sedangkan menurut R.M. Kusumadinata dari Bandung
bahwa istilah karawitan adalah “pancaran sinar yang indah”,
yaitu seni artinya karawitan adalah seni suara yang berbentuk
vokal maupun instrumental yang berlaraskan pelog dan salendro.
Namun pada saat sekarang istilah karawitan sangat luas sekali
pengertiannya, jadi kalau istilah karawitan hanya seni suara yang
berlaraskan pelog dan salendro saja tidak mewakili pada jenis-
jenis musik lainnya,sementara jenis-jenis musik di Indonesia
sangat beragam, dengan demikian di era sekarang bahwa istilah
karawitan adalah mencakup jenis-jenis alat musik yang berbentuk
vokal maupun instrumental dan tidak hanya yang berlaraskan
pelog salendro saja akan tetapi seluruh bentuk jenis kesenian yang
ada di Indonesia. Dengan demikian bertolak dari pengertian itu
maka tidak heran bila istilah karawitan kemudian dapat digunakan
untuk menyebut atau mewadahi beberapa cabang seni yang
memiliki karakter yang halus, kecil dan indah.
Jadi karawitan tidak hanya menunjuk pada gamelan
Jawa, Bali, Sunda tetapi juga jenis seperangkat alat musik lain
di Indonesia. Contoh; Talempong Sumatera Barat, Gondang Su-
matera Utara, Kulintang Sulawesi Selatan, Angklung Jawa Barat,
Arumba, tifa, dan sejenisnya.
Sumber gambar:Kemdikbud, 2014
Gambar 4.1 Jenis alat musik
tradisional Gendang dan Kenong.
Sumber gambar: Kemdikbud, 2014
Gambar 4.2 Memainkan alat
musik tiup.
Sumber gambar: Kemdikbud, 2014
Gambar 4.3 Memainkan
alat musik pukul.
78
SMP/MTs Kelas VIII
Seni BudayaKurikulum 2013 41
B.	Memainkan	Ansambel	Tradisional
Cobalah mainkan lagu-lagu di bawah ini dengan alat musik yang
ada di daerahmu!
Rambadia
	 Guru dapat menggunakan lagu-lagu yang terdapat pada buku siswa sebagai
salah satu materi latihan. Guru sebaiknya menggunakan lagu-lagu daerah
setempat sebagai materi pembelajaran. Pada pembelajaran ini guru dapat
melakukan eksplorasi bersama dengan peserta didik terhadap repertoar
musik yang ada. Peserta didik juga dapat mengomunikasikan melalui
penampilan secara berkelompok.
Bab 4 - Buku Siswa Semester 2
79Seni Budaya
Buku Guru
	 Pengayaan pembelajaran
	 Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi di­
berikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas
pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan
dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk
mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari.
	 Pengayaan lagu daerah
	 Warna suara dalam musik memberikan keragaman yang menjadikan
keharmonisan dalam keutuhan sebuah karya musik. Banyaknya
warna suara yang bervariasi dan kontras dapat membentuk efek
suara yang beragam sehingga menimbulkan keharmonisan suara.
Warna suara memberikan kesan adanya perbedaan karakter suara
manusia sehingga menjadi beberapa macam, sopran untuk jenis
suara wanita yang mempunyai suara tinggi (c’ – g”). Alto untuk
jenis suara wanita yang mempunyai mempunyai suara rendah (g’ –
c”). Tenor adalah suara pria yang mempunyai suara tinggi (c – g’),
dan Bas adalah suara pria dengan kualitas suara rendah (F – c’).
		 Ada juga jenis suara Mezzosopran yang diperuntukkan untuk
suara wanita yang mempunyai wilayah suara yang tidak terlalu
rendah dan tinggi. Mezzosopran berada di tengah – tengah antara
Sopran dan Alto. Untuk suara pria, suara yang berada di antara
Tenor dan Bas disebut Bariton. Warna suara juga membedakan
pada alat – alat musik seperti piano, gitar, flute, recorder, orgel,
drum, dan lainnya.
		 Warna suara dapat digambarkan dalam kata – kata seperti
terang, gelap, cerah, empuk, dan bervariasi. Dalam praktik sehari
– hari warna suara sangat dimanfaatkan komposer. Kombinasi
perbedaan instrumen yang digunakan dapat sebagai kombinasi
dalam mengadaptasi warna suara ke dalam permainan melodi.
Pengetahuanteorimusikdengandasar–dasarnyaharusterkolaborasi
dengan memahami ilmu musik serta mampu mengaktualisasikan
kepekaan musikalnya melalui cara praktik. Komunitas kemampuan
pemahaman tentang teori dan keterampilan praktik bermusik akan
saling menunjang terhadap perwujudan kemampuan musikal
seseorang.
80
SMP/MTs Kelas VIII
	 Interaksi dengan Orangtua
	 Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan
melalui komunikasi melalui telepon, kunjungan ke rumah, atau media
sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja
siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua
dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra
putrinya.
Bab 4 - Buku Siswa Semester 2
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 250
	D.	Rangkuman
Indonesia memiliki kekayaan alat musik tradisional. Alat
musik ini ketika digabungkan dengan alat musik lain dapat
menjadi sebuah orkestra yang dapat mengiringi nyanyian atau
tarian. Setiap alat musik tradisional memiliki ciri khas dalam
memainkan.
Setiap daerah memiliki kelompok musik tradisional
di Indonesia. Di daerah Indramayu Jawa Barat ada kelompok
Tarling atau yang sering disebut dengan Gitar dan Suling. Di
Bandung ada kelompok Saung Udjo yang menampilkan
angklung dan kesenian Sunda lainnya. Di Sumatera Barat
berkembang kelompok musik Talempong. Alat musik ini,
biasanya untuk mengiringi Randai. Di Sulawesi Utara ada
musik ansambel Kulintang alat musik ini terbuat dari bilah-
bilah kayu, cara memainkannya hampir sama dengan alat
musik Gambang dari Jawa Tengah. Di Bengkulu dikenal
dengan alat musik Dog-dog
Kelompok musik ini merupakan sebagian kecil musik
tradisional yang ada. Kelompok musik ini perlu dikembangkan
sehingga pelestarian akan tetap terjaga.
	E.	Refleksi
Profesi menjadi pemain alat musik tradisional saat sekarang
ini kurang diminati. Generasi muda lebih menyukai alat-alat
musik yang berasal dari luar negeri seperti gitar, piano, drum
dan sejenisnya. Jika generasi muda kurang berminat pada
musik tradisional, bukan tidak mungkin suatu saat Indonesia
kekurangan orang yang bisa memainkan alat musik tradisional.
Setelah mengikuti pembelajaran bermain musik
ansambel,	dan	sebelum	melakukan	refleksi,	perlu	melakukan	
penilaian diri. Tujuan dari penilaian diri adalah untuk
mengukur kejujuran dan tanggung jawab selama pembelajaran
berlangsung. Isilah kolom di bawah ini pada lembar penilaian
diri dan penilaian terhadap teman.
81Seni Budaya
Buku Guru
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 248
C.	Uji	Kompetensi
1.	Pengetahuan	
Mata Pelajaran : Seni Budaya
Materi Pokok : Memainkan musik ansambel
Nama Siswa :
Nomor Induk Siswa :
Tugas ke :
No. Jenis	Alat	Musik Cara	Memainkan Daerah Asal
Sumber	
Informasi
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
	 Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
	 Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan
topik dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan
dapat berupa test dan nontest. Test dapat berupa uraian, isian, atau
pilihan ganda. Nontest dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek,
dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian
sesuai dengan materi yang diajarkan.
Bab 4 - Buku Siswa Semester 2
82
SMP/MTs Kelas VIII
	 Konsep Umum
	 Peta materi menggambar­kan urutan dan hubungan antaramateriyangakan di­
pelajari.Padabagianpertamasiswa akan diperkenalkan dengan keaneka­ragaman
gerak tari tradisional. Selanjut­nya materi pola lantai tari tradisonal, siswa
akan mempelajari me­nge­nai garis-garis yang dilalui oleh penari dalam mem­
bentukdesain atau pola di atas lantai. Se­telah me­ngenal pola l a n t a i tari
tradisional, siswa dapat
me­nyebutkan pro­­per­ti atau
alat yang di­gunakan penari
pada saat me­nari. Selanjutnya
siswa mem­pelajari me­ngenai
tata rias tari tra­di­si­­onal, siswa
dapat mem­­bandingkan tata rias
tari tradisi daerah satu dengan
yang lainnya. Setelah me­
mahami me­nge­nai tata rias
tari tradisional, siswa mem­
pelajari iringan tari tradisional
yang me­rupakan aspek
yang tidak akan terlepaskan
dari seni tari. Pada bagian
akhir pembelajaran siswa
akan berlatih gerak tari tradisi­
o­nal yaitu tari Pakarena,
siswa diberikan wawasan
dalam melakukan gerak tari
Pakarena dengan mengikuti
intruksi yang ada pada
buku siswa.
	 Informasi untuk Guru
	 Alurpembelajaran memberikangambarankepadasiswatentangmateriapasaja
yang akan dipelajari dalam satu semester. Guru akan memberikan gambaran
pula tentang kegiatan menarik apa yang akan dilakukan pada sepanjang
semester untuk memberikan motivasi dan semangat siswa dalam mengikuti
pelajaran. Diberikan pula penjelasan tentang apa tujuan dari pembelajaran ini.
Sampaikan dengan semenarik mungkin, shingga siswa dengan bersemangat
akan bersama-sama untuk berusaha mencapai tujuan tersebut.
Bab 5 - Buku Siswa Semester 1
68 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
1.	 Mengidentifikasi	keunikan	gerak	tari	tradisional	daerah	setempat	dengan	daerah	lain,
2. Membandingkan keunikan gerak tari tradisional daerah setempat dengan daerah lain,
3.	 Mengidentifikasi	pola	lantai	pada	gerak	tari	tradisional	daerah	setempat,
4.	 Mengidentifikasi	properti	pada	gerak	tari	tradisional	daerah	setempat,
5.	 Mengidentifikasi	tata	rias	dan	busana	pada	gerak	tari	tradisional	daerah	setempat,
6. Membandingkan pola lantai gerak tari tradisional daerah setempat,
7. Membandingkan properti gerak tari tradisional daerah setempat,
8. Membandingkan tata rias gerak tari tradisional daerah setempat,
9. Melakukan ragam gerak tari tradisional dengan menggunakan pola lantai,
10.Melakukan ragam gerak tari tradisional dengan menggunakan properti,
11.Merangkai ragam gerak tari tradisional sesuai hitungan,
12.Menyajikan ragam gerak tari tradisional sesuai iringan,
13.Menyajikan ragam gerak tari tradisional dengan lisan maupun tulisan.
Setelah mempelajari Bab 5, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi Seni Tari, yaitu:
Merangkai Gerak
Tari Tradisional
Alur Pembelajaran
BAB
5
D. Seni Tari
83Seni Budaya
Buku Guru
Informasi untuk Guru
Bab 5 - Buku Siswa Semester 1
Mengawali Bab 5 pada Buku Teks Siswa merangkai gerak tari tradisional,
Tari tradisional yang telah ada seiring dengan sejarah perkembangan tari
itu sendiri memiliki keunikan tari tradisional yang berbeda-beda. Sehinga
tari tradisional yang ada didaerah tersebut memiliki keunikan yang menjadi
ciri khas daerah tersebut. Siswa diberikan motivasi untuk memahami
keberagaman tari tradisi dan dapat melakukan pengembangan dalan seni tari
tradisional. Dijelaskan pula bahwa keterampilan dalam melakukan ragam
gerak tari tradisional sikap menghargai dan menanggapi keberagamnan karya
seni tari akan dapat bermanfaat bagi siswa dalam menjaga, melestarikan dan
mengembangkan seni tari tradisi sebagai warisan budaya Indonesia.
69Seni Budaya
(Sumber gambar: Dok. Kemdikbud, 2013)
Ketika kalian menyaksikan sebuah pertunjukkan tari, aspek apa saja yang kalian lihat?
Coba	kalian	amati	gambar	di	bawah	ini	untuk	mengidentifikasi	aspek-aspek	tersebut!
Tari tradisional sudah ada seiring dengan sejarah perkembangan tari itu sendiri. Kita dapat
belajar dan mengama
ti dari sejarah perkembangan tari di Indonesia yang telah diwariskan
oleh para seniman tari sebagai hasil karya daya cipta yaitu tari tradisional.
Tari tradisional tidak bisa terlepas dari pola kehidupan sosial budaya masyarakat daerah
setempat. Oleh karena itu dalam setiap daerah mempunyai tari tradisional yang berbeda­beda.
Keberagaman tari tradisional tersebut mempunyai keunikan sendiri, sehingga bentuk­bentuk
tari di setiap daerah harus terus menerus di pelihara, di lestarikan atau di tradisikan sebagai
suatu warisan budaya.
1 2
3 4
84
SMP/MTs Kelas VIII
	 Guru mendorong siswa agar dapat menggali informasi yang berkaitan den-
gan keberagaman gerak tari tradisional yang berkembang diwilayah setem-
pat. Guru dapat mengajak siswa untuk melakukan kegiatan berikut :
a) Melakukan pengamatan dengan cara membaca dan menyimak dari kajian
literatur/media tentang pengetahuan tari tradisional,gerak tari tradisi, prop-
erti tari, tata rias tari tradisi, pola lantai dan iringan tari tradisi agar terban-
gun rasa ingin tahu.
b) Mengamati gambartari tradisional berdasarkan buku teks dan sumber bacaan/
media dengan cermat dan teliti sertapenuhrasa ingin tahu. Setelah itu guru dapat
membuka diskusi dalam kelas agar siswa dapat saling belajar dari teman-teman
sekelasnya.
Melalui ke­
giatan ini
di­harapkan
s i s w a
mendapat­
kan wawasan
mengenai
gerak tari
tradisional.
	
Proses Pembelajaran
71Seni Budaya
(Sumber gambar: Dok. Kemdikbud, 2013)
1) Gambar manakah yang menunjukkan tari tradisional di daerahmu?
2) Dapatkah kalian menirukan gerakan tari tradisional tersebut?
3) Apakah perbedaan yang menonjol dari berbagai tari tradisional tersebut?
4) Adakah persamaan dalam setiap gerak tari tradisional tersebut?
5) Bagaimanakah tata rias dan busana pada tarian tersebut?
6) Bagaimanakah pola lantai dari setiap gerak tari tradisional tersebut?
7)	Dapatkah	kalian	mengidentifikasi	properti	apa	saja	yang	di	gunakan?
9 10
11 12
Bab 5 - Buku Siswa Semester 1
85Seni Budaya
Buku Guru
No.Gambar Asal Daerah Nama Tarian
Bab 5 - Buku Siswa Semester 1
72 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
No. Gambar Asal Daerah Nama Tarian
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Berdasarkan pengamatan kalian, sekarang kelompokkan dan isilah tabel di bawah ini
sesuai dengan asal tarian:
Setelah kalian mengisi kolom tentang asal daerah tari tradisional tersebut,
kemudian diskusikanlah dengan teman­teman dan isilah kolom di bawah ini!
Format Diskusi Hasil Pengamatan
Nama Siswa :
NIS :
Hari/Tanggal Pengamatan :
No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan
1 Ragam gerak
2 Keunikan gerak
3 Properti tari
4 Tata rias dan busana
5 Musik iringan Tari
Agar kalian lebih mudah memahami, bacalah konsep­konsep tentang tari tradisional beserta un­
sur pendukung tari berikut ini. Selanjutnya, kalian bisa mengamati lebih lanjut dengan melihat
pertunjukan langsung ataupun melihat gambar, tayangan dari video serta membaca referensi dari
berbagi sumber belajar yang lain.
	 Siswa menjawab per­­tanya­an berdasarkan dari hasil pengamatannya me­
ngenai tari tradisional yang ada di wilayah sekitar, gerak tari tra­disional, properti
tari yang digunakan, tata rias dan busana yang digunakan, pola lantai dan iringan tari
tradisional.Berikankesempatansiswauntukber­diskusidengantemansekelastentang
gambar-gambar tari tra­di­sional yang diamati. Berikan juga kesempatan kepada
mereka untuk bekerjasama dengan adil, misalnya saling mem­berikan informasi
me­ngenai ragam gerak tari tradisional yang terdapat pada gambarataupun saling
membantu.Setiapsiswaataukelompoksiswaakanmelakukangeraktaritradisional
yang ter­dapat pada gambar. Pada akhir pembelajaran siswa atau kelompok siswa
dapatmenginformasikandalambentuk tulisan maupun lisan.
Penilaian diberikan ter­hadap
kemampuan siswa mengenali
keberagaman tari tradional,
gerak tari tradisional, properti
tari yang digunakan, tata rias
dan busana yang digunakan,
pola lantai dan iringan tari
tradisional. Penilaian juga
diberikankepada cara siswa
bekerjasama dengan teman
satu kelompok atau teman
sekelas dengan sopan dan
adil.
86
SMP/MTs Kelas VIII
Guru menyiapkan catatan untuk penilaian aktivitas diskusi dari peserta didik.
Penilaian dilakukan terhadap:
1.	 Sikap, yaitu keaktifan saat berdiskusi, kerjasama dan sikap toleransi
2.	 Pengetahuan, yaitu kerincian dan ketepatan pengetahuan.
3.	 Ketrampilan, yaitu kemampuan mengemukakan pendapat.
Format Diskusi Hasil Pengamatan
Nama Siswa :
NIS :
Hari/Tanggal Pengamatan :
No. Aspek yang diamati Uraian Hasil Pengamatan
1 Ragam gerak
2 Keunikan gerak
3 Properti tari
4 Tata rias dan busana
5 Tata iringan
	 Peserta didik mengamati gambar yang disajikan pada buku peserta didik. Guru
bisa menambah gambar lain. Model pembelajaran yang digunakan adalah
pembelajaran kolaborasi:
1.	 Peserta didik diminta membentuk kelompok diskusi
2.	 Berdasarkan gambar gerak tari Tradisional yang di tampilkan oleh guru, peserta
didikdimintamengamatidanmengidentikasikeberagamantaritradional,geraktari
tradisional, properti tari yang digunakan, tata rias dan busana yang digunakan, pola
lantai dan iringan tari tradisional
3.	 Pada bagian ini terdapat lembar kerja. Peserta didik diminta menuliskan hasil
kegiatan identifikasi ragam gerak tari tradisional pada lembarkerja.
4.	 Peserta didik diminta mempresentasikan hasil pengamatannya.
5.	 Kegiatan dirancang dalam bentuk diskusi untuk mengembangkan kemampuan
komunikasi, kerjasama, toleransi, disiplin, dan tanggung jawab. Peserta didikdiberi
motivasi agar aktif dalam berdiskusi serta berusaha menjadi pen­dengar yang baik
sebagaibentukpengem­banganprilaku sosial.
6.	 Pesertadidikdimintamengungkapkan pe­rasa­an­nyasaatbe­ker­jaberkelompok
7.	 Serta perasaannya ter­hadap keragaman tari tradisional
8.	 Guru menjadi fasili­ta­tor. Guru mengondisikan peserta didik untuk m e ­­
lakukan diskusi dengan baik serta me­motivasi peserta didik yang pasif
dalam ber­diskusi agar berani me­ngemukakan pen­dapat serta menerima
pendapat orang lain.
87Seni Budaya
Buku Guru
Bab 5 - Buku Siswa Semester 1
	 Guru dapat memberikan gambaran tentang tari tradisional dan keunikan
r a g a m gerak tari tradisional. Siswa diberikan ke­sempatan untuk
men­ceritakan pengalamannya mengenai tari tradi­sional yang ada di
daerah tempat tinggal­nya dan ke­unik­an gerak tari ter­sebut. Paparan
dapat diberikan sesuai yang ada pada buku siswa. Guru dapat me­nam­
bah­kan bahan p a p a r a n t e n t a n g tari tradisional dan keunikan ragam
gerak tari tradisional.
73Seni Budaya
(Sumber gambar. Kemdikbud, 2013)
Gambar 5.1 Keunikan gerak tari tifa daerah Papua
terletak pada gerakan kaki.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2014)
Gambar 5.2 Tari Saman dengan menggunakan pola
lantai garis lurus.
A. Pengertian Tari Tradisional
Tahukah kalian bahwa setiap suku di
Indonesia memiliki gerak tari yang berbeda­
beda. Perbedaan gerak menunjukkan
kekayaan dan keunikan gerak tari tradisional
Indonesia.
Keunikan gerak dapat dijumpai salah
satunya tari Yospin Pancer dari Papua.
Keunikan terletak pada gerak kaki yang rit­
mis disertai dengan permainan memukul tifa.
Keahlian secara khusus sangat diperlukan
untuk dapat melakukan gerak dinamis pada
kaki sambil memukul tifa.
Keunikan gerak dapat dijumpai juga
pada tari Kecak dari Bali. Penari duduk
melingkar sambil menggerakkan tangan ke
atas sebagai simbol lidah api yang menyala.
Penari mengucapkan kata “cak...cak...cak...”
sebagai iringan gerak. Keunikan tari Kecak
tidak hanya pada gerak tetapi juga pada
iringan. Keunikan ini hampir sama
dengan tari Saman dari Aceh. Penari
menyanyi sambil melakukan gerak
dengan menepuk hampir seluruh badan
dan anggota badan. Bunyi tepukan dan
nyanyian dijadikan sebagai iringan.
Keunikan gerak dapat dijumpai juga
pada tari bertema perang di daerah Kalimantan.
Gerakan kaki yang tertahan dengan langkah
yang lebar memiliki kesamaan dengan ke­
unikan tari Cakalele dari Ternate. Keunikan
gerak tidak hanya pada penari putera tetapi
juga pada penari puteri. Tari Burung Enggang
dari Kalimantan keunikan gerak terletak pada
gerak pergelangan tangan ke atas dan ke
bawah sehingga bulu­bulu burung enggang
yang diselipkan pada jari­jari dapat mengem­
bang seperti sayap burung yang hendak ter­
bang. Keunikan gerakan pada bagian tangan
ini memiliki kemiripan dengan tari Tanggai
dari Palembang.
Lentikan gerak pada jari­jari tangan
dapat dijumpai pada tari Gending Sri­
wijaya dari Sumatera Selatan memiliki
kesamaan dengan gerak lentikan jari dapat
dijumpai juga pada tari Sekapur Sirih dan
Persembahan dari Melayu.
Keunikan gerak pada tari daerah
Kalimantan terletak pada gerakan tangan ter­ (Sumber gambar: Kemdikbud, 2013) Gambar 5.3
Keunikan gerak tari dari daerah Kalimantan.
88
SMP/MTs Kelas VIII
	 Guru dapat menanyakan kepada siswa sebagai berikut:
	 1. Apa yang dimaksud dengan tari tradisional?
	 2. Apakah setiap daerah memiliki tari tradisional?
	 Pembelajaran berikutnya yaitu tentang pola lantai tari tradisional. Pola
lantai atau disebut desain lantai merupakan garis yang dilalui oleh penari
dalam membentuk garis lurus dan garis lengkung. Garis lengkung seperti
pola lingkaran dan garis lurus seperti membuat segi empat, segitiga, atau
berjajar. Pola lantai dapat juga dilakukan dengan cara kombinasi antara
garis lurus dan garis lengkung.
1.	Guru menampilkan gambar-
gambar pola lantai yang berbentuk
garis lurus dan garis lengkung
2. Siswa diminta untuk menyebutkan
bentuk pola lantai yangterdapat
pada gambar
3.	Peserta didik diminta untuk
membentuk kelompok
4.	 Setiap kelompok membuat bentuk
pola lantai garis lurus dan garis
lengkung
5.	 Kegiatan dirancang dalam bentuk
diskusi untuk mengembangkan
ke­mampuan komunikasi,
kerjasama, toleransi, disiplin,
dan tanggung jawab. Peserta
didikdiberi motivasi agar aktif
dalam berdiskusi serta berusaha
menjadi pendengar yang baik
sebagai bentuk pengembangan
prilaku sosial.
6.	Guru menjadi fasilitator. Guru
mengon­disikan peserta didik
untuk melakukan diskusi dengan
baik serta memotivasi peserta
didik yang pasif dalam ber­diskusi
agar berani mengemukakan
pendapatsertamenerimapendapat
orang lain.
Bab 5 - Buku Siswa Semester 1
75Seni Budaya
Setelah kalian belajar tentang konsep-konsep tari tradisional.
Jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini!
1. Apa yang dimaksud dengan tari tradisional?
2. Apakah setiap daerah memiliki tari tradisional?
B. Pola Lantai Tari Tradisional
Pola lantai pada tari tradisional Indonesia
pada prinsipnya hampir sama yaitu garis
lurus dan garis lengkung. Garis lengkung
termasuk pola lingkaran dan garis lurus
bias membuat segi empat, segitiga,
atau berjajar. Pola lantai dapat juga
dilakukan dengan cara kombinasi antara
garis lurus dan garis lengkung. Kom­
binasi ini agar gerak yang dilakukan tam­
pak lebih dinamis.
Pola lantai tari Saman dari Aceh meng­
gunakan garis lurus. Para penari duduk
lurus di lantai selama menari.
Pola lantai tari Saman merupakan
salah satu ciri yang tidak dimiliki oleh
daerah lain. Pola lantai tari Bedaya baik di
Keraton Surakarta maupun Yogyakarta ba­
nyak menggunakan pola­
pola garis lurus. Garis lu­
rus pada tarian Saman atau
Bedaya merupakan sim­
bolisasi pada hubungan
vertikal dengan Tuhan dan
horisontal dengan lingku­
ngan sekitar.
Tari Kecak selain unik
dari segi gerak juga unik
dari segi pola lantai. Kecak
lebih banyak menggunakan
pola lantai melingkar atau
lengkung dan tidak meng­
gunakan pola lantai garis
lurus. Hal ini memiliki
kesamaan dengan pola
lantai tari Randai dari
Sumatera Barat.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2014)
Gambar 5.6 Tari Saman dengan menggunakan pola
lantai garis lurus.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2014)
Gambar 5.7 Tari Kecak dengan pola
lantai garis lengkung dan membentuk
lingkaran.
Setelah kalian belajar tentang pola lantai tari tradisional,
jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini!
1. Ada berapa jenis pola lantai?
2. Jelaskan tiga fungsi pola lantai pada tari tradisional!
89Seni Budaya
Buku Guru
	 Tata rias dan busana tari tradisional memiliki fungsi yang sangat penting
yaitu sebagai unsur pendukung dari sebuah pertunjukan karya seni tari.
fungsi tata rias dan busana dapat terbagi menjadi dua yaitu 1) sebagai
pembentuk karak­ter atau watak; dan 2) sebagai pembentuk tokoh.
Pembentukan karakter atau watak dan tokoh dapat dilihat pada tata rias
wajah yang diguna­kan dan juga busana yang dipakai. Guru menjelaskan
jenis tata rias seperti tata rias cantik, tata rias fantasi dan tata rias karakter
1. Guru menampilkan gambar-
gambar tata rias dan busana
tari tradisional
2. Siswa dapat menjelaskan
gambar tata rias dan
busana tari tradisional yang
ditayangkan oleh guru
3. Siswa diminta untuk me­
nyebutkan jenis tata rias yang
terdapat pada 			
gambar
4. Kegiatan dirancang dalam
bentuk diskusi untuk
mengembangkan ke­mampu­
an komunikasi, toleransi,
disiplin,dantanggungjawab.
Peserta didik diberi motivasi
agar aktif dalam berdiskusi
serta berusaha menjadi
pendengar yang baik sebagai
bentuk pengembangan
prilaku sosial.
5. Guru menjadi fasilitator.
Guru mengondisikan pe­
sertadidikuntukmelakukan
diskusi dengan baik serta
memotivasi peserta didik
yang pasif dalam berdiskusi
agar berani mengemukakan
pendapat serta menerima
pendapat orang lain.
Bab 5 - Buku Siswa Semester 1
76 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
Setelah mempelajari tata rias dan tata busana
dalam tari tradisional, identifikasikanlah tata
rias dan busana tari yang berkembang di tempat
tinggalmu dengan cara memberi tanda ceklist
(P) pada tabel berikut !
(Sumber gambar: Kemdikbud.2013)
Gambar 5.8 Tata rias dan busana tokoh
Pregiwati pada epos Ramayana.
(sumber gambar: Kemdikbud, 2014)
Gambar 5.9
Tata rias dan busana karakter burung Merak.
C. Tata Rias dan Busana Tari Tradisional
Tata rias dan tata busana pada tari
tradisional memiliki fungsi penting. Ada
dua fungsi tata rias dan tata busana pada tari
tradisional yaitu; 1) sebagai pembentuk karak­
ter atau watak; dan 2) sebagai pembentuk tokoh.
Pembentukan karakter atau watak dan tokoh
dapat dilihat pada tata rias wajah yang diguna­
kan dan juga busana yang dipakai.
Karakter pemarah, jahat, dan sejenisnya
biasanya menggunakan tata rias warna merah
yang dominan. Demikian juga busana yang di­
gunakan secara visual menunjukkan tokoh
tersebut jahat. Tokoh raksasa pada epos Rama­
yana misalnya, digambarkan dengan riasan
wajah yang merah menyala dengan bagian
mulut penuh taring. Tata busana yang
digunakan dengan menggunakan rambut
gimbal panjang dan menyeramkan.
Karakter tokoh baik pada epos
Ramayana biasanya menggunakan riasan can­
tik seperti riasan pada Pregiwa sebagai istri
Gatot Kaca. Tata rias dan tata busana tampak
cantik dan bersahaja. Tata rias dan busana juga
dapat menunjukkan tokoh lucu. Pada epos
Ramayana ditunjukkan pada tata rias dan bu­
sana Punakawan yaitu Semar, Petruk, Bagong
dan Gareng.
Tata rias dan busana pada tari tradisional
tidak hanya bersumber pada epos Ramaya­
na tetapi juga tarian lepas yaitu tarian yang
tidak berhubungan dengan cerita Ramayana.
Tokoh dan karakter dapat dijumpai juga
pada tari tentang fauna seperti Tari Merak.
Tata rias dan busana pada tari Merak yang
digunakan, memperlihatkan seekor burung
Merak yang indah. Tata busana yang digu­
nakan merupakan perwujudan dengan sayap
dan tutup kepala sebagai ciri khas yang men­
unjukkan perwujudan burung Merak. Ada
juga tata rias dan tata busana tari Kijang
dari Jawa Tengah, tari Burung Enggang dari
Kalimantan, tari Cendrawasih dari Bali, tari
Kukilo dari Jawa Tengah.
90
SMP/MTs Kelas VIII
Bab 5 - Buku Siswa Semester 1
77Seni Budaya
No Nama Tari Karakter Tokoh
1
2
3
4
5
D. Properti Tari Tradisional
Properti merupakan salah satu unsur pen­
dukung dalam tari. Ada tari yang mengguna­
kan properti tetapi ada juga tidak menggunakan.
Properti yang digunakan ada yang menjadi
nama tarian tersebut. Contoh tari Payung
menggunakan payung, tari Piring menggunakan
piring sebagai properti. Kedua tarian ini berasal
dari Sumatera Barat. Tari Lawung dari keraton
Yogyakarta menggunakan lawung (tombak)
sebagai properti tarinya.
Ada juga tarian yang menggunakan pro­
perti tetapi tidak digunakan sebagai nama
tarian. Contoh tari Pakarena menggunakan
Kipas, tari Merak menggunakan selendang,
tari Serimpi dari Yogyakarta atau Surakarta
ada yang menggunakan kipas, keris atau
properti lain. Ini hanya beberapa contoh pro­
perti yang digunkan dalam tarian tradisio­
nal, masih banyak tari dari daerah lain yang
menggunakan properti sebagai pendukung.
Tari Nelayan, tari Tani menggunakan tudung
kepala dan hampir semua jenis tarian perang
menggunakan tameng dan senjata perang
lain seperti keris. Ada juga tarian yang
menggunakan properti kukusan yaitu tempat
untuk membuat tupeng terbuat dari anyaman
bambu yang digunakan sebagai kurungan
dalam tari Lengger gaya Banyumasan.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 9.10
Tari Tani yang menceritakan petani kopi memetik
hasil panen dengan menggunakan caping sebagai
properti.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2013) Gambar 9.11
Gerak tari Kipas dengan menggunakan properti kipas.
(dok.kemdikbud, 2013) Gambar 9.12 Gerak tari daerah
dengan menggunakan tudung kepala sebagai properti.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2013)
Gambar 9.13 Gerak tari daerah Yogyakarta dengan
menggunakan properti selendang.
		 Properti merupakan unsur pendukung pertunjukan karya seni tari.
Properti digunakan sebagai alat yang digunakan oleh penari tetapi properti
dapat pula digunakan sebagai nama dari tarian tersebut contoh tari tari
Payung menggunakan properti payung sebagai unsur pendukung dari tarian
tersebut.
		 Model pembelajaran yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab.
Guru menjelaskan tentang Properti tari kepada peserta didik. Guru juga
dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Menanyakan kepada peserta tentang
fungsi dari properti tari
2. Siswa dapat menyebutkan jenis
properti tari
3. Siswa diminta untuk membawa properti
tari yang berkembang di daerah tempat
tinggal
4.Pesertadidikdimintamempresentasikan
hasil dari properti yang dibawa.
5. Kegiatan dirancang dalam bentuk
diskusi untuk mengembangkan ke­
mampuan komunikasi, kerjasama,
toleransi, disiplin, dan tanggung
jawab. Peserta didik diberi motivasi
agar aktif dalam berdiskusi serta
ber­usaha menjadi pendengar yang
baik sebagai bentuk pengembangan
prilaku sosial.
5.Pesertadidikdimintamengungkapkan
perasaannya terhadap keragaman
properti tari tradisional
6. Guru menjadi fasilitator. Guru me­
ngon­disi­kan peserta didik untuk
melakukan diskusi dengan baik
serta memotivasi peserta didik yang
pasif dalam berdiskusi agar berani
me­ngemukakan pendapat serta
menerima pendapat orang lain.
	 Guru dan peserta didik men­diskusi­
kan kegunaan dari properti tari di
dalam pertunjukan karya seni tari
dan menyebutkan jenis properti
tari yang digunakan sebagai unsur
pen­dukung karya seni tari.
91Seni Budaya
Buku Guru
Bab 5 - Buku Siswa Semester 1
		 Unsur pendukung karya seni tari selanjutnya yaitu iringan tari atau
musik pengiring tari tradisional.
		 Musik sebagai iringan tari dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu
iringan internal dan eksternal. Iringan internal me­miliki arti iringan tersebut
dilakukan sekaligus oleh penari. Sedangkan iringan eksternal memiliki
arti iringan yang berasal dari luar penari. Iringan ini dapat berupa iringan
dengan menggunakan alat musik yang dimainkan atau pemusik atau yang
berasal dari tape recoder. Musik iringan tari memiliki fungsi antara lain: 1)
sebagai iringan gerakan; 2) ilustrasi; 3) membangun suasana.
	 	 Model pembelajaran yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab.
Guru menjelaskan tentang Properti tari kepada peserta didik. Guru juga
dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Guru menyajikan beberapa
video atau gambar
pertunjukan tari yang
menggunakan iringan tari
secara live
2. Siswa diminta untuk
menyebutkan daerah asal
iringan tari pada pertunjukan
karya seni tari tersebut
3. Siswa diminta untuk
menyebutkan instrumen
musik yang digunakan
sebagai pengiring tari
tradisional
4. Siswa menyebutkan fungsi
iringan tari sebagai unsur
pendukung pertunjukan
karya seni tari
5. Siswa diminta untuk mem­
banding­kan iringan tari pada
tari daerah yang satu dengan
tari daerah yang lainnya
78 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2013) Gambar 9.14 Gerak tari daerah
Banyumas Jawa Tengah dengan menggunakan properti Kukusan.
E.Tata Iringan Tari Tradisional
Musik merupakan bahasa universal.
Melalui musik orang dapat mengekspresikan
perasaan. Musik tersusun atas kata, nada,
dan melodi. Semua terangkum menjadi satu.
Bahasa musik dapat dipahami lintas budaya,
agama, suku, ras, dan juga kelas sosial.
Melalui musik segala jenis perbedaan dapat
disatukan. Musik sebagai iringan tari dapat
dibedakan menjadi dua jenis yaitu iringan
internal dan eksternal. Iringan internal me­
miliki arti iringan tersebut dilakukansekaligus
oleh penari. Contoh iringan internal antara lain
pada tari Saman. Penari manyanyi sebagai
iringan sambil melakukan gerak. Iringan in­
ternal juga dijumpai pada tari daerah Papua
penari membunyikan tifa sebagai iringan
gerakan.
Iringan eksternal memiliki arti iringan
yang berasal dari luar penari. Iringan ini
dapat berupa iringan dengan menggunakan
alat musik yang dimainkan atau pemusik
atau yang berasal dari tape recoder. Jenis
tari tradisional di Indonesia lebih banyak
menggunakan iringan eksternal daripada
iringan internal.
Musik iringan tari memiliki fungsi
antara lain: 1) sebagai iringan gerakan; 2)
ilustrasi; 3) membangun suasana. Musik
iringan tari sebagai iringan gerakan memi­
liki arti bahwa ritme musik sesuai dengan
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2013)
Gambar 5.15 Iringan musik eksternal orkes
melayu dengan ciri khas pada alat musik arkodion.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2013)
Gambar 5.16 Iringan musik eksternal calung
alat musik yang terbuat dari bambu.
92
SMP/MTs Kelas VIII
		 Berlatih gerak tari tradisional, tari yang akan dipraktekan yaitu tari
Pakarena dari Sulawesi Selatan.
		 Pembelajaran berikutnya adalah pembelajaran yang melibatkan
seluruh siswa dalam kelas. Guru dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Guru sebagai fasilitator memberikan contoh gerak tari Pakarena
2. Siswa mengikuti gerak tari pakarena yang diberikan oleh guru
3. Siswa dapat mempraktekkan gerak tari Pakarena dengan menggunakan
hitungan
4. Siswa dapat mempraktekkan gerak tari Pakarena baik secara individu
maupun kelompok
		 Pembelajaran berikutnya adalah pembelajaran yang melibatkan
seluruh siswa dalam kelas. Guru dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:
1.	Guru sebagai
f a­s i­l i­t a t o r
m e m b e r i k a n
contoh gerak tari
Pakarena
2.	 Siswa mengikuti
gerak tari paka­
re­na yang di­beri­
kan oleh guru
3.	Siswa dapat
mem­prak­tek­­
kan gerak tari
Pakarena dengan
meng­guna­kan
hitungan
4.	 S i s w a d a p a t
mem­­praktek­
kan gerak tari
Pakarena baik
se­cara in­divi­du
maupunkelompok
79Seni Budaya
ritme gerakan tidak sama. Musik dapat dit­
abuh secara menghentak tetapi gerakan yang
dilakukan dapat mengalir dan mengalun. Se­
dangkan musik iringan sebagai membangun
suasana sering dilakukan pada tarian yang
memiliki desain dramatik agar suasana yang
ditampilkan sesuai dengan tujuan cerita.
F. Berlatih Gerak Tari Tradisional
1. Kalian telah mengamati dan belajar tentang keunikan ragam gerak tari tradisional daerah lain
dan daerah setempat.
2. Perhatikan contoh tari tradisional “ Tari Pakarena “ dari Sulawesi di berikut ini!
3. Kalian bisa melakukan tari tradisonal yang sesuai dengan tari yang ada di daerahmu dan
lakukanlah secara berpasangan atau berkelompok.
1. Ragam Gerak 1 (Ajappa Na’na)
a. Tangan kiri menjepit sarung antara jari telunjuk dengan
jari tengan yang terletak kira­kira 30 cm dari paha (king­
king lipa),
b. Tangan kanan memegang kipas dengan jari kipas meng­
hadap ke atas dan letak kipas sejengkal dari dada,
c. Langkahkan kaki kanan ke depan, di susul dengan kaki
kiri, sedang letak kipas seperti pada posisi awal,
pandangan ke depan, lalu berjalan ke depan.
2. Ragam Gerak 2 (Angngayung Kipasa Kanang)
a. Ayunkan tangan kiri di depan pusar,
b. Ayunkan kipas ke depan dada dan letak jari kipas meng­
hadap ke bawah,
c. Ayunkan kipas ke arah kanan yang diikuti dengan
melangkahkan kaki kanan ke samping kanan disertai
pandangan ke kanan. Kedua tangan masing­masing di­
ayun ke samping kanan dan kiri, diikuti pandangan ke
kiri, sedangkan bentuk jari kipas menghadap ke atas,
d. Putar kipas ke belakang dengan bentuk jari kipas meng­
hadap keluar, diikuti pandangan ke belakang, posisi kaki
jinjit di depan kaki kiri,
e. Putar kipas yang membentuk jari kipas menghadap ke
atas, lalu kipas dikembalikan ke posisi semula,
f. Putarlah tubuh ke depan yang diikuti lagkah kaki kanan
ke depan, serta ayunan kedua tangan masing­masing ke
samping badan dengan bentuk jari kipas menghadap ke atas.
Bab 5 - Buku Siswa Semester 1
93Seni Budaya
Buku Guru
Bab 5 - Buku Siswa Semester 1
	 Interaksi dengan Orangtua
	 Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan
melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media
sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja
siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua
dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra
putrinya.
86 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
No. Pernyataan
1
Saya berusaha belajar tari tradisonal di daerah saya dengan sungguh­sungguh
o Ya o Tidak
2
Saya berusaha belajar tari tradisional daerah lain dengan sungguh-sungguh
o Ya o Tidak
3
Saya mengikuti pembelajaran tari tradisional dengan tanggung jawab
o Ya o Tidak
4
Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran
merangkai gerak tari tradisional
o Ya o Tidak
5
Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran merangkai gerak tari tradis-
ional
o Ya o Tidak
6
Saya menghargai keunikan ragam gerak tari tradisonal daerah saya
o Ya o Tidak
1. Penilaian Pribadi
Nama : ………………………………………….
Kelas : …………………………………………..
Semester : …………………..………………………
Waktu penilaian : ………………………………..…………
Setelah kalian belajar dan merangkai serta melakukan
gerak tari tradisional, isilah kolom dibawah ini :
94
SMP/MTs Kelas VIII
Evaluasi dan Penilaian pembelajaran
Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topic
dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat
berupa test dan non-test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda.
Nontest dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya.
Guru juga harus mengembangkan rubric penilaian sesuai dengan materi
yang diajarkan.
84 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
Kalian telah meragakan gerak tari tradisional yang
bersumber pada gerak tari Pakarena dari Sulawesi Selatan.
Sekarang kerjaan soal­soal di bawah ini!
1. Tulislah tiga alasan mengapa pola lantai pada penciptaan karya
seni tari memiliki peran penting?
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
2. Mengapa tata rias dan busana diperlukan dalam pementasan tari?
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
3. Sebutkan unsur­unsur pendukung tari!
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________
G. Uji Kompetensi
7. Ragam Gerak 7 (Adakka Tassikali-kali / Renjang-renjang)
a. Tangan kiri menjepit sarung antara jari telunjuk dengan jari
tengah yang terletak kira­kira 30 cm dari paha (kingking
lipa).
b. Tangan kanan memegang kipas dengan jari kipas
menghadap ke atas dan letak kipas sejengkel dari dada.
c. Langkahan kaki kanan ke depan yang disusul dengan kaki
kiri, sedang letak kipas seperti pada posisi awal, dan
pandangan ke depan kira­kira 3 meter dari depan lalu
berjalan ke depan dengan hitungan 2 kali
d. Berjalan renjang­renjang untuk pulang (keluar) dengan
posisi awal seperti pada ragam semula.
Bab 5 - Buku Siswa Semester 1
95Seni Budaya
Buku Guru
	 Informasi untuk Guru
	 Bab 6 semester 1 pada Buku Teks Siswa meragakan gerak tari tradisional,
dalam hal ini gerak merupakan unsur dasar dan alat komunikasi dalam
menyampaikan suatu pesan yang terkandung didalam tari. Bentuk penyajian
tari dapat disajika secara tunggal, berpasangan dan kelompok. Hal tersebut
disesuai dengan komposisi hasil karya cipta seorang koreografer tari.
masing-masing memiliki kekuatan tersendiri. Siswa diberikan motivasi
untuk memahami ragam gerak tari tradisi dan dapat melakukan ragam
gerak tari sesuai dengan hitungan. Dijelaskan pula bahwa keterampilan
dalam melakukan ragam gerak tari tradisional sikap disiplin, tanggung
jawab, toleransi, gotong royong, percaya diri dan menghargai karya seni
tari akan dapat bermanfaat bagi siswa dalam menjaga, melestarikan dan
mengembangkan seni tari tradisi sebagai identitas bangsa.Alurpembelajaran
memberikan gambaran kepada siswa tentang materi apa saja yang akan dipelajari
dalam satu semester. Guru akan memberikan gambaran pula tentang kegiatan
me­narik apa yang akan di­
lakukan pada sepanjang
semester untuk memberikan
motivasi dan semangat siswa
dalam mengikuti pelajaran.
Diberikan pula penjelasan
tentang apa tujuan dari pem­
belajaran ini. Sampaikan
dengan semenarik mungkin,
sehingga siswa dengan ber­
semangatakanbersama-sama
untuk berusaha mencapai
tujuan tersebut.
		
Bab 6 - Buku Siswa Semester 1
88 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
1. Menjelaskan keunikan peragaan ragam gerak dasar tari tradisional
2. Menjelaskan unsur pola lantai dan properti dalam meragakan gerak tari
tradisional dengan hitungan
3. Menjelaskan unsur pola lantai dan properti dalam meragakan gerak tari
tradisional sesuai iringan
4. Menunjukkan sikap kerjasama dalam pembelajaran meragakan gerak tari
tradisional dalam bentuk kelompok
5. Menunjukkan sikap toleransi dengan sesama teman
6. Menunjukkan sikap saling menghargai dengan sesama teman
7. Mempraktikkan gerak tari sesuai dengan iringan dan unsur pendukung
Setelah mempelajari Bab 6, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi
seni tari, yaitu:
Meragakan Gerak
Tari Tradisional
Alur Pembelajaran
BAB
6
96
SMP/MTs Kelas VIII
90 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
No. Jenis Penyajian Asal Daerah
1
2
3
4
5
6
(Sumber gambar: Kemendikbud, 2013)
Gambar 6.1 Gerak berputar dengan tangan diangkat
seperti pada gerakan tari rumi simbol rasa syukur.
(Sumber gambar: Kemendikbud, 2012)
Gambar 6.2
Gerak Joged merupakan salah satu ciri tari melayu.
A. Meragakan Gerak Tari Tradisional
Gerak merupakan salah satu ciri yang
membedakan antara satu tarian dengan
tarian lainnya. Tari­tarian di Indonesia
memiliki keragaman gerak yang berbeda.
Penampilan gerak tari yang bersumber
pada tari gaya Jawa Tengah tentu berbeda
dengan tari gaya Betawi, gaya Dayak dan
daerah lainnya. Perbedaan penampilan
gaya tari sesuai dengan daerah atau suku
merupakan kekayaan seni budaya yang
harus dilestarikan sebagai salah satu
identitas bangsa.
Penampilan gerak tari tidak terlepas
dari desain garis dan desain pola lantai.
Ada dua jenis desain garis yaitu garis lurus
dan garis lengkung. Pada desain garis
lurus memberikan kesan lembut tetapi juga
lemah. Garis­garis mendatar memberikan
kesan istirahat, sedangkan garis­garis yang
tegak lurus memberi kesan ketenangan dan
keseimbangan. Garis melingkar atau me­
lengkung memberi kesan manis, sedangkan
garis menyilang atau diagonal memberikan
kesan dinamis atau kuat.
Desain­desain garis tersebut di atas,
tidak hanya dapat dibuat dengan garis­garis
tubuh dan tangan serta kaki penari,
Sebelum kamu meragakan gerak tari tradisional berdasarkan pola lantai, hitungan, dan
iringan sebaiknya membaca terlebih dahulu konsep tentang meragakan tari tradisional.
Untuk menjawab pertanyaan nomor 3, isilah tabel dibawah ini!
	 Konsep Umum
	 Peta materi menggambarkan urutan dan hubungan antara materi yang akan
dipelajari.Padabagianpertamasiswaakanmempelajaritentangmemperagakan
gerak tari tradisional berdasarkan pola lantai dan unsur pendukungnya.
Selanjutnya siswa akan mempelajari materi berlatih meragakan ragam gerak
dasar tari tradisional sesuai hitungan, siswa akan mengkomunikasikan ragam
gerak tari tradisional melalui praktek tari dengan menggunakan hitungan.
Pada akhir pembelajaran setelah mengenal ragam gerak tari tradisional dan
mengkomunikasikannya dengan berlatih ragam gerak tari tradisional akan
diperkenalkan dengan tokoh-tokoh atau seniman tari tradisional. Siswa akan
diminta untuk mencari seniman -seniman tari yang lainnya dan karya seni yang
dihasilkannya.
a)	Melakukan pengamatan dengan
cara membaca dan menyimak
dari kajian literatur/media audio
visual, tentang pengetahuan tari
tradisional,gerak tari tradisi,
properti tari, tata rias tari tradisi,
pola lantai dan iringan tari tradisi
agar terbangun rasa ingin tahu.
b)	 Mengamati gambar tari tradisio­nal
berdasarkan buku teks dan sum­ber
bacaan/media dengan cermat dan
teliti serta penuh rasa ingin tahu.
Se­telah itu guru dapat membuka
diskusi dalam kelas agar siswa
dapat saling belajar dari teman-
teman sekelasnya. Melalui kegiatan
ini diharapkan siswa mendapatkan
wawasan mengenai gerak tari
tradisional.
c)	 Siswa menjawab pertanyaan
ber­dasar­­kan dari hasil pengamat­
annya me­ngenai bentuk penyajian
dan desain gerak atas dan desain
bawah pada tari tradisional yang
ada di wilayah sekitar
	 Proses Pembelajaran
	 Guru mendorong siswa agar dapat menggali informasi yang berkaitan
dengan gerak tari tradisional lyang berkembang diwilayah setempat. Guru
dapat mengajak siswa untuk melakukan kegiatan berikut:
Bab 6 - Buku Siswa Semester 1
97Seni Budaya
Buku Guru
		 Berlatih meragakan gerak tari tradisional yaitu tari Sirih kuning dari
Betawi yang ditarikan secara berpasangan. Guru telah memahami secara
keseluruhan mengenai ragam gerak tari Sirih kuning dan sinopsis tari Sirih
kuning.
		 Pembelajaran berikutnya adalah pembelajaran yang melibatkan
seluruh siswa dalam kelas. Guru dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Guru sebagai fasilitator memberikan contoh gerak tari Sirih Kuning
2. Siswa mengikuti gerak tari Sirih Kuning yang diberikan oleh guru
3. Siswa dapat mempraktekkan gerak tari Sirih Kuning dengan
menggunakan hitungan
4.SiswadapatmempraktekkangeraktariSirihKuningsecaraberpasangan
dan menggunakan pola lantai
5. Siswa dapat menyebutkan nama setiap motif gerak tari Sirih Kuning
6. Siswa dapat menyanyikan lagu Sirih kuning
7. Siswa dapat memainkan lagu Sirih Kuning dengan menggunakan alat
musik yang terdapat di Sekolah
8. Siswa dapat mempraktekan gerak tari Sirih Kuning dengan
menggunakan iringan
Bab 6 - Buku Siswa Semester 1
92 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2014)
Gambar 6.7 Tari piring dari Sumatera Barat menggunakan piring
sebagai properti.
B. Berlatih Meragakan Ragam GerakTariTradisional Sesuai Hitungan
•	 Kalian	 telah	 mempelajari	 beberapa	 konsep	 pe		nyajian	 tari.	 Sekarang	
saatnya berlatih meragakan gerak tari tradisional.
•	 Kalian	dapat	berlatih	meragakan	gerak	tari	tradisional	yang	berkembang	
di daerah masing­masing.
•	 Gerak	ini	telah	dipelajari	sebelumnya	sekarang	lakukan	gerak	tersebut	
dengan hitungan dan kemudian dengan iringan
Gerakan
Kaki
1. Telapak kaki membentuk V dengan lutut di buka
mengarah ke luar.
2. Posisi kaki kiri tetap dan kaki kanan lurus ke
depan dengan bertumpu pada tumit kemudian
tarik kaki kanan ke posisi semula dan luruskan
kaki kiri ke depan dengan bertumpu pada tumit.
Lakukan gerakan secara bergantian hingga
maju ke depan.
Gerak
Badan
Merendah
1. Ragam Gerak 1 (Langkah Ngiwir)
Syair lagu dan Notasi:
Kalau tidak nona, karena bulan sayang
Tidaklah bintang ya nona, tidaklah bintang ya nona
meninggi hari
II: . 5 3 5 I i .2 3 . I . 21 7 .6 I 5 .5 i . I
I . 5 65 43 I 4 .3 2 2 I . 5 65 43 I 4 .3 2 2 I
I . 23 2 .3 I 1 . . . : II
(Sumber gambar: Dinas Pariwisata DKI Jakarta)
98
SMP/MTs Kelas VIII
		 Pembelajaran pada bagian ini mengenai tokoh atau seniman tari
tradisional yang ada di Indonesia. Seniman memiliki peran penting dalam
melestarikan dan mengembangkan seni di Indonesia, tanpa seniman seni
akan punah dan tertinggal dengan kemajuan teknologi. Seniman tari tidak
hanya sebgai pencipta tari saja melainkan juga sebagai penari. Tari sudah
menjadi bagian dari hidupnya dalam mengekspresikan jiwanya. Seniman tari
mengabdikan hidupnya dengan menjaga, melestarikan dan mengembangkan
seni tari tradisional agar terus tetap terjaga keaslianya sebagai warisan
budaya Indonesia.
		 Guru mendorong siswa agar dapat menggali informasi yang berkaitan
dengan seiman tari yang berkembang di wilayah setempat. Guru dapat
mengajak siswa untuk melakukan kegiatan berikut :
a) Melakukan pengamatan
dengan cara membaca dan
menyimak dari kajian
literatur/media tentang
seniman atau tokoh tari
tradisional, profil seni­
man atau tokoh tari
dan karya seni yang
telah diciptkannya agar
terbangun rasa ingin tahu.
b) Mengamati pertunjukan
tari tradisional yang
diciptkan oleh salah satu
seniman tari tradisional
dengan cermat dan teliti
serta penuh rasa ingin
tahu. Setelah itu guru
dapat membuka diskusi
dalam kelasagarsiswadapat
saling belajar dari teman-
teman sekelasnya. Melalui
ke­giatan ini diharapkan
siswa dapat mendapatkan
menghargai karya seni dari
daerah yangsatu de­ngan
yang lainnya serta dapat
menjaga, melestarikan dan
mengembangkan seni tari
tradisionaldiIndonesia.
105Seni Budaya
Mengenal Tokoh
Setiap daerah di Indonesia melahirkan tokoh­tokoh seni
tari tradisional. Tokoh­tokoh ini mendedikasikan hidupnya
untuk pertumbuhan dan perkembangan tari tradisi. Di antara
mereka ada yang hanya menjadi penari tetapi ada juga yang
sekaligus menjadi penari dan pencipta tari. Mereka men­
cipta dan menari menjadi napas kehidupannya tanpa meng­
harapkan imbalan materi. Ada beberapa penari dan pencipta
tari tradisional yang hidup serba pas­pasan tetapi tidak pernah
mengeluh. Mereka terus berkarya dan menari menjaga warisan
tradisi leluhur.
Retno Maruti
merupakan salah satu
pencipta dan penata
tari sekaligus penari.
Ia mengembangkan
tari Jawa terutama
untuk gaya Surakarta.
Karya­karyanya ban­
yak dikagumi dan
diminati oleh banyak
pihak. Ciri khas pada karya Retno Maruti adalah memadukan
bentuk Bedayan dan Langendriyan. Penari yang menyanyi sam­
bil menari. Karya­karya Retno Maruti banyak mengambil cer­
ita epos Ramayana seperti “Alap­alap Sukesi”, “Dewabrata”,
“Abimanyu Gugur”. Ide cerita juga diambil dari babad tanah
Jawa seperti “Ki Ageng Mangir” dan juga cerita tentang kepahl­
awanan “Untung Suropati.” Retno Maruti membuat inovasi baru
terhadap seni tradisional disesuaikan dengan kondisi terkini seh­
ingga tetap relevan untuk ditonton sebagai seni pertunjukan.
Trisna Bulan Jelantik merupakan salah satu tokoh
dari sekian banyak tokoh penari dan penata tari tradisional
Bali. Bulan Jelantik mengembangkan seni tradisi tari Bali.
Bersama dengan Retno Maruti membuat dramatari “Calona­
rang” yang memadukan konsep dua budaya berbeda Bali dan
Jawa dalam bentuk Bedayan dan Langendriyan. Trisna Bulan
Jelantik adalah penari yang menyanyi dan menari dalam dua
budaya Jawa dan Bali dalam iringan musik yang sama.
Rasinah merupakan salah
satu maestro tari Topeng
Cirebonan. Sepanjang hidup­
nya didedikasikan pada per­
kembangan dan pertumbu­
han seni tradisional Topeng
Cirebon terutama untuk
Bab 6 - Buku Siswa Semester 1
99Seni Budaya
Buku Guru
	 Tugas selanjutnya merupakan lanjutan dari pembelajaran sebelumnya
yaitu meragakan gerak tari tradisional. Pada tugas ini siswa diminta untuk
mengelompokan tokoh tari tradisional dan hasil karya seninya. Dapat
melampirkan foto-foto dari hasil karya yang telah diciptakan oleh seniman
tersebut
Tokoh tari Hasil karya
Bab 6 - Buku Siswa Semester 1
106 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
gaya Indramayuan. Iravati Durban juga salah satu tokoh yang
senantiasa mengembangkan tari tradisional Sunda.
Huriah Adam merupa­
kan salah satu tokoh seni
tradisional tari Minang. Dia
menggali semua potensi ragam
gerak Randai ke dalam
bentuk tarian baik dilakukan
secara berkelompok maupun
perseorangan atau pasangan. Ragam gerak pencak silat merupa­
kan materi pada tari tradisional Minang. HurianAdam juga men­
ciptakan tari Payung yang melihat bahwa budaya Minang juga
memiliki persinggungan dengan budaya Melayu. Huriah Adam
berhenti dalam berkarya ketika pesawat yang ditumpangi dari
Jakarta menuju Padang hilang tak berjejak hingga sampai saat
sekarang ini. (Sumber gambar: Internet)
1. Di daerah kalian tentu ada tokoh baik sebagai penari, pen­
cipta tari, atau sekaligus penari dan pencipta tari,
2. Tuliskan dalam bentuk narasi tokoh tersebut beserta karya
yang diciptakannya pada kolom di berikut ini!
3. Jika ada foto­foto karya tari dapat disertakan sebagai ilustrasi
pada narasi.
Nama Tokoh Hasil Karya
100
SMP/MTs Kelas VIII
	 Interaksi dengan Orangtua
	 Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan
melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media
sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja
siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua
dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra
putrinya.
109Seni Budaya
1. Penilaian Pribadi
Nama : ………………………………………….
Kelas : …………………………………………..
Semester : …………………..………………………
Waktu penilaian : ………………………………..…………
No. Pernyataan
1
Saya berusaha belajar tari tradisonal di daerah saya dengan sungguh­sungguh
o Ya o Tidak
2
Saya berusaha belajar tari tradisional daerah lain dengan sungguh-sungguh
o Ya o Tidak
4
Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu
o Ya o Tidak
4
Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran
merangkai gerak tari tradisional
o Ya o Tidak
5
Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran merangkai gerak tari
tradisional
o Ya o Tidak
6
Saya menyerahkan tugas tepat waktu
o Ya o Tidak
Bab 6 - Buku Siswa Semester 1
101Seni Budaya
Buku Guru
Evaluasi dan Penilaian pembelajaran
Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topic
dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat
berupa test dan non-test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda.
Non-test dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya.
Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi
yang diajarkan.
107Seni Budaya
Kalian telah meragakan gerak tari tradisional yang bersumber
pada gerak tari Betawi. Sekarang kerjaan soal-soal di bawah ini!
1. Pengertian
a. Tulislah tiga alasan mengapa tata cahaya memiliki peran penting pada pertunjukan tari?
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
b. Tulislah tiga alasan mengapa tata iringan memiliki peran penting pada pertunjukan tari?
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
c. Apa fungsi musik iringan dalam tari ?
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
2. Keterampilan
Meragakan tari tradisi (contoh tari diatas/tari daerah setempat) sesuai dengan iringan !
C. Uji Kompetensi
Bab 6 - Buku Siswa Semester 1
102
SMP/MTs Kelas VIII
	Pengayaan
	 Pengayaan meragakan gerak tari tradisional
	 Gerak merupakan aktivitas yang dilakukan oleh manusia sepanjang
hidupnya. Hampir setiap waktu di dalam tubuh melakukan gerak,
pada saat manusia berdiam diri sekalipun. Detak jantung yang ritmis
merupakan salah satu bukti bahwa manusia senantiasa bergerak. Dengan
demikian gerak merupakan kebutuhan paling elementer pada kehidupan
manusia, bahkan untuk seorang penyandang cacat tubuh sekalipun.
		 Sal Murgiyanto menyatakan bahwa gerak manusia berdasarkan
fungsinya dapat dibedakan menjadi tiga. Ketiga fungsi gerak itu antara
lain; (1) bekerja adalah gerak yang dilakukan oleh manusia untuk
memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, dimana naluri emosional jauh-jauh
ditinggalkan;(2) bermain adalah gerak yang dilakukan untuk kepentingan
sipelaku dalam mana dipraktikkan keterampilan-keterampilan gerak
yang di dalam kehidupan sehari-hari sering dipandang tidak berfaedah,
di dalam bermain jika kegiatan melibatkan orang lain, maka peranannya
adalah untuk menguatkan kesenangan dari pelakunya; (3) berkesenian
adalah gerakan yang dilakukan untuk mengungkapkan pengalaman batin
dan perasaan seseorang, dengan harapan untuk mendapatkan tanggapan
orang lain.
		 Dengan demikian gerak yang dilakukan oleh manusia mempunyai
tujuan dan fungsi yang berbeda-beda. Perbedaan ini menjadikan gerak
dalam setiap aktivitas mempunyai makna yang berbeda pula. Artinya,
walaupun sama-sama melakukan gerak berjalan, akan mempunyai makna
berbeda jika berjalan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dengan
berjalan ketika dalam menari. Gerak dalam realitas dapat dikembangkan
sesuai dengan kebutuhan.
		 Yulianti Parani setidaknya membagi gerak menjadi 10 dalam pola
pengambangannya. Kesepuluh pola pengembangan gerak itu antara
lain; (1) gerak sebagai akibat kesadaran dari tubuh atau anggota tubuh.
Artinya, gerak yang dilakukan secara sadar karena akan kebutuhan untuk
melakukan gerak itu sendiri dengan harapan meningkatkan keluwesan
penggunaannya; (2) gerak sebagai akibat kesadaran waktu dan kekuatan
atau daya. Gerak-gerak yang dilakukan akan mempunyai perbedaan
antara satu gerak dengan gerak lainnya. Ini disebabkan setiap gerak
yang dilakukan akan berkaitan erat dengan waktu dan kekuatan; (3)
gerak sebagai akibat kesadaran ruang. Ini berarti gerak yang dilakukan
membentuk dan sekaligus mengisi ruang yang tersedia; (4) gerak sebagai
akibat kesadaran pengaliran berat badan dalam ruang dan waktu. Artinya,
103Seni Budaya
Buku Guru
gerak yang dilakukan akan berkaitan erat dengan keseimbangan berat
badan yang diinginkan, apakah gerak itu mengalir, berkesinambungan
dalam bingkai ruang dan waktu; (5) gerak sebagai akibat kesadaran
kelompok dan formasi berkelompok berdua, bertiga dan seterusnya.
Ini berarti gerak yang dilakukan secara berkelompok memerlukan
kesadaran dari setiap individu untuk mampu bekerja sama dengan
baik dan benar; (6) gerak sebagai akibat penggunaan daya kekuatan
yang bersumber pada lengan dan tangan. Artinya, lengan dan tangan
merupakan titik pusat untuk melakukan gerak; (7) gerak sebagai akibat
irama (ritme) yang bersifat fungsional. Artinya, gerak-gerak yang
dilakukan keseharian diberi irama atau ritme sehingga gerak tersebut
tidak lagi merupakan gerak fungsional semata; (8) gerak sebagai akibat
bentuk-bentuk tertentu di dalam tubuh; (9) gerak sebagai akibat rasa
ringan, sehingga ingin lepas dari lantai; dan (10) gerak yang dituntut
oleh kualitas ekspresif. Ini berarti gerak yang dilakukan tidak hanya
menunjuk pada gerak fungsional semata dalam bingkai ruang, waktu
dan tenaga, tetapi juga gerak tersebut menunjukkan pada ekspresi
yang hendak disampaikan kepada orang lain.
		 Gerak di dalam tari merupakan hasil dari pola pengembangan.
Pola ini disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan dalam
penyusunan tari. Dengan demikian pada hakikatnya semua orang
mampu mengembangkan pola gerak sesuai dengan tingkat usia.
Semakin dewasa seseorang, maka akan semakin kompleks tingkat
pengembangan pola geraknya. Sebaliknya, semakin usia anak-anak,
maka gerak yang dikembangkan pun sesuai dengan kemampuannya,
atau lebih mudah dan tidak rumit. Pola pengembangan gerak pun
dilakukan dengan materi dasar gerak keseharian, seperti melompat,
berlari atau berjalan.
		 H. Doubler menyatakan bahwa gerak-gerak yang dilakukan
seperti melompat dan berlari dengan berbagai reaksi terhadap angin
dan menempatkannya sesuai akan prinsip komposisi artistic, kita sudah
melakukan kegiatan kesenian. Ini berarti setiap gerak yang dilakukan
dalam tari pada prinsipnya harus memenuhi kaidah prinsip komposisi
tari. Dengan demikian, bentuk apapun gerak yang dilakukan jika telah
memenuhi kaidah komposisi tari maka dapat disebut dengan gerak
tari.
104
SMP/MTs Kelas VIII
Informasi untuk Guru
Alur pembelajaran memberikan gambaran kepada siswa tentang materi
apa saja yang akan dipelajari dalam satu semester. Guru akan memberikan
gambaran pula tentang kegiatan menarik apa yang akan dilakukan pada
sepanjang semester untuk memberikan motivasi dan semangat siswa dalam
mengikuti pelajaran. Diberikan pula penjelasan tentang apa tujuan dari
pembelajaran ini. Sampaikan dengan semenarik mungkin, sehingga siswa
dengan bersemangat akan bersama-sama untuk berusaha mencapai tujuan
tersebut.
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 254
Merangkai	Gerak	
Tari Kreasi
Alur Pembelajaran
Setelah mempelajari Bab 5, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan
berkreasi seni tari, yaitu:
1. Menjelaskan pola lantai pada tari kreasi
2.	 Mengidentifikasi	properti		tari	kreasi
3.	 Mengidentifikasi	iringan	tari	kreasi	
4. menjelaskan hubungan tari krasi dengan kehidupan sosial budaya setempat
5. menunjukkan sikap saling menghormati sesama teman dalam berlatih tari
kreasi
6. menunjukkan sikap disiplin dalam berlatih tari kreasi
7. menunjukkan sikap peduli sesama teman dalam berlatih tari kreasi
8. merangkai ragam gerak dasar tari kreasi berdasarkan pola lantai dan iringan
BAB
5
Bab 5 - Buku Siswa Semester 2
105Seni Budaya
Buku Guru
Konsep Umum
Peta materi menggambarkan urutan dan hubungan antara materi yang akan
dipelajari. Pada bagian pertama siswa akan diperkenalkan dengan gerak tari
kreasi. Siswa akan mempelajari mengenai tari kreasi, tari kreasi merupakan
tarian yang telah mengalami pengembangan tetapi tidak lepas dari bentuk
aslinya dan masih berbentuk tari tradisional. selanjutnya materi properti tari
kreasi yang merupakan unsur pendukung dari pertunjukan karya seni tari,
properti merupakan alat yang diunakan oleh penari pada saat menari. siswa
dapat menjelaskan fungsi dari properi dan menyebutkan properti yang dapat
digunakan untuk menari. Selanjutnya siswa mempelajari mengenai iringan
tari, siswa dapat membandingkan iringan tari daerah yang satu dengan yang
lainnya. Iringan tari merupakan unsur pendukung dari karya seni tari yang
dapat menjadi identitas dari daerah tersebut. Siswa dapat menjelaskan fungsi
dari iringan dan dapat menyebutkan jenis iringan tradisional sesuai dengan
asal daerahnya. Iringan/
musik pengiring dapat
dijadikan sebagai ilustrasi
dalam merangkai gerak
tari kreasi. Pada bagian
akhir pembelajaran siswa
akan berlatih merangkai
gerak tari kreasi, siswa
diberikanwawasandalam
merangkai gerak tari
kreasi dengan mengikuti
intruksi yang ada pada
buku siswa.
	 Mengawali Bab 5
pada Buku Teks Siswa
semester 2 merangkai
gerak tari kreasi, guru
me­nampilkan video atau
gambar-gambar karya
seni tari di Indonesia.
Dalam hal ini siswa
memiliki sikap kreatif,
saling menghargai dan
menghormati karya seni
tari.
Bab 5 - Buku Siswa Semester 2
Seni BudayaKurikulum 2013 55
Pertumbuhan dan perkembangan tari kreasi baru di Indonesia sangat mengembirakan. Setiap
tahun diadakan festival baik tingkat nasional maupun propinsi. Lahirnya karya-karya tari baru ini
menambah daftar tarian yang bersumber pada gerak tari tradisi. Tari kreasi baru merupakan salah
satu contoh dari upaya untuk mengembangkan tari yang berkembang di daerah. Perhatikan dan
amati beberapa gambar ragam gerak tari tradisi di bawah ini!
3
5
4
6
Sumber gambar: Kemdikbud, 2014
1 2
106
SMP/MTs Kelas VIII
No.
Gambar
Nama
Tarian
Properti yang Digunakan Asal Daerah
Proses Pembelajaran
Guru mendorong siswa agar dapat menggali informasi yang berkaitan
dengan keberagaman gerak tari tradisional yang berkembang diwilayah
setempat. Guru dapat mengajak siswa untuk melakukan kegiatan berikut :
a) Melakukan pengamatan dengan cara membaca dan menyimak dari
kajian literatur/media tentang pengetahuan tari kreasi,gerak tari kreasi,
properti tari, tata rias tari tradisi, dan iringan tari kreasi agar terbangun
rasa ingin tahu.
b) Mengamati gambar tari kreasi berdasarkan buku teks dan sumber bacaan/
media dengan cermat dan teliti serta penuh rasa ingin tahu. Setelah itu
guru dapat membuka diskusi dalam kelas agar siswa dapat saling belajar
dari teman-teman sekelasnya. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa
mendapatkan wawasan mengenai gerak tari kreasi. Tugas selanjutnya
merupakan lanjutan dari pembelajaran sebelumnya yaitu gerak tari
kreasi. Pada tugas ini siswa diminta untuk mengelompokan nama tarian,
properti yang digunakan dan asal daerahnya.
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 256
No.Gambar Nama Tarian Properti Yang Digunakan Asal Daerah
1
2
3
4
5
6
Kegiatan Mengamati
1. Setelah mengamati beberapa gambar di atas, isilah kolom di bawah ini
2. Untuk mengisi kolom dapat dilakukan dengan berdiskusi sesama teman
Bab 5 - Buku Siswa Semester 2
107Seni Budaya
Buku Guru
		 Pada pembelajaran materi pertama siswa akan diperkenalkan tentang
gerak tari kreasi. Gerak tari kreasi, tari kreasi merupakan cara dalam menjaga,
melestarikan dan mengembangkan karya seni tari tradisional agar tidak punah
dan hanya meninggalkan namanya saja. Tari kreasi yang telah ada seiring
dengan perkembangan zaman menambah daftar tari kreasi dan khasanah
kebudayaan Indonesia. Dijelaskan pula bahwa keterampilan dalam melakukan
ragam gerak tari kreasi sikap menghargai dan menanggapi keberagamnan
karya seni tari akan dapat bermanfaat bagi siswa dalam menjaga, melestarikan
dan mengembangkan seni tari kreasi sebagai hasil karya cipta manusia.
		 Ajaksiswauntukmensyukurikeunikandankeberagamankaryasenikreasi
yang merupakan hasil harya cipta manusia dalam hal ini peran seniman sangat
penting dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia.
		 Ajaksiswauntukmengenalijenis-jenisarikreasidenganmendengarkan
paparan guru dan membaca buku teks. Ajak pula siswa untuk mengenali
tokoh atau seniman seni tari serta hasil karya yang telah diciptakannya.
Mengingatkan kembali me­ngenai proses pen­cipta­­­an karya seni tari. Pada buku
teks terdapat foto untuk memberikan gambaran tentang tari kreasi, namun akan
lebih baik bila siswa dapat
melihat langsung atau
dengan melihat video
pertunjukan karya seni
tari kreasi.
	 Persilahkan siswa
untuk mencari infor­
masi tentang tari kreasi
yang berada di wilayah
sekitar? Siapakah seni­
man atau tokoh tari
selain yang telah di­
sebut­kan di dalam
buku siswa? Apa saja
karya seni yang telah
diciptakannya, di­
lengkapi dengan foto?
Mengapa karya seni
tari tradisi harus tetap
di pertahankan ?
Bab 5 - Buku Siswa Semester 2
Seni BudayaKurikulum 2013 57
Setelah kamu berdiskusi berdasarkan hasil mengamati keunikan ragam gerak
tari kreasi beserta unsur pendukungnya, kamu dapat memperkaya dengan
mencari materi dari sumber belajar lainnya.
A.	Merangkai	Gerak	Tari	Kreasi		
Bagong Kussudiardjo merupakan salah satu tokoh
tari kreasi di Indonesia. Namanya tidak hanya dikenal di
Indonesia tetapi juga di negara-negara lain. Ratusan karya
tari kreasi telah diciptakan. Bagong Kussudiardjo men-
ciptakan gerak tari kreasi bersumber dari gerak tari tradisi.
Tari-tarian yang diciptakan tidak hanya bersumber dari
gerak tari tradisi Jawa tetapi juga Sumatera, Kali-
mantan, Sulawesi, Papua dan juga daerah lain di Indonesia.
Selain nama Bagong Kussudiardjo tentu setiap daerah
memiliki nama-nama lain yang menciptakan tari kreasi.
Pada pencipta tari merupakan orang-orang yang memiliki
kreativitas tinggi dalam bidang seni. Kreativitas gerak setiap
pencipta tari tentu berbeda dan menjadi ciri khas tarian
tersebut. Setiap orang dapat menciptakan tari kreasi sesuai
dengan kemampuannya. Kalian pun dapat menciptakan
tari kreasi. Tentu kalian masih ingat pada saat kelas tujuh
melakukan improvisasi dan eksplorasi gerak. Kedua aktivitas
ini merupakan sarana dalam mencipta tari. Mengembangkan
gerak tari kreasi tdak memiliki perbedaan jauh dengan tari
tradisional. Di dalam pengembangkan gerak tari kreasi juga
harus diikuti pola lantai, properti tari dan iringan tari. Namun
hal yang penting dalam mengembangkan tari kreasi untuk da-
pat dirangkai menjadi suatu tarian adalah gerak.
Pada perkembangannya ada tari kreasi yang diciptakan
dengan gaya komikus tetapi tetap berpijak pada tari gaya
tradisional. Gaya komunikus ini menekankan pada teatrikal
dalam menari. Pada saat tertentu melakukan gerakan
rampak tetapi pada saat tertentu melakukan gerak masing-
masing hampir mirip gerak improvisasi. Pada gaya ini tari
ditampilkan lebih jenaka atau lucu tetapi tidak lepas dari
tradisi. Pada penampilan tari selain dilakukan dengan gaya
kreasi komikus sering juga dilakukan secara kolaboratif.
Pada gaya ini biasanya dilakukan oleh beberapa kelom-
pok penari yang menari sesuai dengan gaya kreasi daerah
tertentu tetapi kemudian mereka menari bersama-sama gaya
kreasi dari daerah lain dalam irama musik yang sama. Jadi
merangkai gerak tari gaya kreasi dapat dilakukan dengan
berbagai macam cara.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2014)
Gambar 5.2 Ragam gerak tari yang
bersumber pada gaya tradisional.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2014)
Gambar 5.3 Ragam gerak tari yang
bersumberpada gaya tradisional Betawi
dengan mengusung alirankomikus.
(Sumbergambar:Kemdikbud,2014)
Gambar5.4Ragam gerak tari yang
bersumber pada gaya tradisional Gaya
Yogyakartadenganmengusung aliran
komikus bertema tentang anak
berkebutuhan khusus yang ingin
menjadi polisi.
(Sumbergambar:kemdikbud,2014)
Gambar 5.1 Ragam gerak tari yang
bersumber pada gaya tradisionalSunda.
108
SMP/MTs Kelas VIII
Bab 5 - Buku Siswa Semester 2
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 258
B.	Properti		Tari	Gaya	Kreasi
Properti pada tari memiliki peran
penting. Properti dapat berfungsi sebagai
simbol tari. Properti payung misalnya,
pada tari daerah tertentu merupakan simbol
sebagai perlindungan atau pengayoman laki-
laki pada perempuan. Properti payung juga
dapat bermakna kelembutan karena sering
digunakan oleh perempuan.
Properti tari dapat juga berupa senjata
seperti keris, tombak, tameng, bahkan pistol.
Tari Serimpi Pandelori dari keraton
Mangkunegaran Surakarta menggunakan
pistol sebagai properti tari. Properti tari juga
dapat berupa selendang, kipas, bakul, sapu
tangan, bulu-bulu burung atau properti lain
sesuai dengan tema dan judul tari.
Ada properti tari yang sekaligus dapat
dijadikan sebagai alat pengiring tariannya.
Tari tifa menggunakan tifa sebagai musik
iringan tari sekaligus sebagai properti. Tarian
ini dapat kita jumpai di daerah Nusa Tenggara
dan juga Papua.
(Sumbergambar:Kemdikbud,2014)
Gambar 5.8 Properti dengan menggunakan
tamengpadapenaripriadanwanitadengan
menggunakanselendang.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 5.9
Properti payung kertas dapat dijumpai pada tari Payung
dari Minang dan juga tari dari daerah lain.
(Sumbergambar:Kemdikbud,2014)
Gambar5.6Ragamgeraktariyangbersumber
padagayatradisional dengan menggunakan
musik iringandangerakkecak.
(Sumbergambar:Kemdikbud,2014)
Gambar5.7 Replikakeretakencanayangditun-
gangiolehKresnadanArjunapadasaatperang
Baratayudhasebagaipropertidiataspanggung.
(Sumbergambar:Kemdikbud,2014)Gambar5.5
Ragamgeraktariyangbersumberpadagaya
tradisionalcampurandenganmenggunakansatu
musikiringan.
		 Pada semester 1 telah dijelaskan mengenai properti tari. properti tari
dapat berfungsi sebagai simbol tari, senjata pada tari perang dan dapat
dijadikan sebagai alat musik pengiring tarian. Properti tari memiliki peran
penting sebagai unsur pendukung dari pertunjukan tari tersebut.		
Guru memberikan tugas pembuatan property tari, yang kemudian hasilnya
dijadikan bahan diskusi dan pembelajaran bersama di kelas. Melalui tugas
tersebut, siswa diarahkan agar dapat membuat tproperti tari yang efektif
dan esisien untuk tari kreasi dan mengidentikasi properti sesuai dengan
fungsinya, untuk melatih rasa ingintahu, ketelitian, dan rasa syukur terhadap
anugerah kepandaian dari Tuhan. Selanjutnya guru dapat membimbing
kegiatan pengamatan dan pengumpulan data, serta dokumentasi jenis dan
macam properti tari disesuaikan dengan fungsi dari tarian tersebut.
Proses pengamatan dapat silakukan dengan pengisian tabel berikut ini.
No Jenis properti Fungsi properti
109Seni Budaya
Buku Guru
Bab 5 - Buku Siswa Semester 2
		 Iringan memiliki fungsi utama yaitu sebagai pengiring tari. iringan tari
bisa dari instrument yang digunakan atau bersumber dari penari itu sendiri
dengan menggunakan tubuh atau properti yang digunakan sebagai musik.
Musik dapat juga berfungsi sebagi pengatur tempo dalam tarian. Musik
dapat berfungsi juga sebagai ilustrasi, pemberi suasana, penekanan pada
gerak tertentu dan sebagainya.
		 Ajak siswa untuk mengenali jenis-iringan tari atau musik pengiring
tari tradisional dengan mendengarkan paparan guru dan membaca buku
teks. Ajak pula siswa untuk mengenali fungsi iringan tari.Ajak siswa untuk
sama-sama mendengarkan iringan tari tradisional dari berbagai daerah.
Berikan siswa kebebasan untuk mengekspresikan ide dan kreatifitas dalam
merancang musik pengiring tari kreasi. Siswa memiliki sikap disiplin,
bertanggung jawab, toleransi, menghargai, dan daling bekerja sama
Seni BudayaKurikulum 2013 59
	C.		Iringan		Tari	Gaya	Kreasi
Tari gaya tradisional selain dicirikan melalui
keunikan gerak dapat juga dicirikan iringannya.
Setiap tari memiliki keunikan dan kekhasan dalam
iringan. Setiap tari berbeda-beda iringan yang di-
gunakan sesuai dengan tema dan judul tari. Iringan
dengan musik instrumen tradisional sering digunakan
pada tari. Musik Sampek sering untuk mengiringi tari
yang berkembang di daerah Kalimantan, seperangkat
gamelan sering untuk mengiringi tari Jawa, Bali,
Sunda. Musik Gondang untuk mengiringi tari
Batak terutama Tor-tor. Musik Talempong untuk
mengiringi tari daerah Minang. Musik gambus sering
untuk mengiringi tari Melayu dan masih banyak lagi
musik perkusi untuk mengiringi tari gaya tradisional.
Di dalam penciptaan karya tari memiliki
prinsip ada kesesuaian antara gerak tari
tradisional yang dikembangkan dengan iringan
yang digunakan. Jika gerak yang dikembangkan
mengacu pada tari daerah Sulawesi maka iringan
yang digunakan juga instrumen iringan tari dari
daerah tersebut.
Iringan tari dapat juga menggunakan lagu-lagu
dari kaset yang banyak beredar di pasaran. Pilihlah
lagu atau musik instrumen yang sesuai dengan tema
dan judul tari yang akan dikembangkan. Kalian
juga dapat membuat iringan tari sederhana dengan
menggunakan alat-alat musik perkusi yang tersedia
seperti galon air, botol yang diberi air, botol yang
diberi isi pasir, tamborin, rebana, dan alat perkusi
lainnya.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2014)
Gambar 5.11 Seperangkat peralatan karawitan
yang sering digunakan untuk mengiringi tarian.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2014)
Gambar5.12SeorangpemetikSampekyangbiasa
untukmengiringitariandaerahKalimantan.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2014)
Gambar 5.10 Seorang penyanyi pada
karawitan Jawa atau sering disebut Sinden
sedang mengiringi sebuah pertunjukan tari.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2014)
Gambar 5.14 Salah seorang pengiring sedang
memainkan alat musik arkodion yangmerupakan
salah satu keunikan iringan tari Melayu.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 5.13 Karawitan
Sunda dan seorang sinden sedang mengiringi pertunjukan tari.
110
SMP/MTs Kelas VIII
Bab 5 - Buku Siswa Semester 2
		 Setelah siswa memahami mengenai tari kreasi, properti tari kreasi dan
iringan tari kreasi. Siswa diminta untuk mempraktekkan gerak tari yang
terdapat pada buku siswa. Siswa berlatih merangkai gerak tari gaya kreas
dengan menggunakan hitungan. Guru dapat melakukan proses pembelajaran
sebagai berikut:
1. Siswa membentuk suatu kelompok.
2. Masing-masing siswa mempelajari gerak tari.
3. Masing-masing siswa mengekspresikan ide dan kreatifitasnya untuk
merangkai gerak tari.
4. Guru memberikan dorongan terhadap siswa yang pasif agar bersikap
lebih aktif dan kreatif.
5. Guru membimbing siswa dalam proses merangkai gerak tari dengan
menggunakan hitungan dan iringan.
		 Masing-masing kelompok untuk berlatih lagi dengan menggunakan
hitungan dan properti yang digunakan.
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 260
D.	Berlatih	Merangkai	Gerak	Tari	Gaya	Kreasi	dengan	
Hitungan	
1. Lakukan gerakan seperti pada gambar di
bawah ini dengan hitungan
2. Jika kalian telah mampu melakukan
dengan hitungan dapat dicoba dengan
musik iringan
3. Contoh latihan dalam buku siswa ini
gerak yang bersumber pada tari giring-
giring
4. Jika diantara kalian ada yang sudah
pandai menari tari gaya tradisional
dapat mengajari teman yang belum
dapat menari.
1. Hitungan satu-dua kedua tangan
memukul tongkat ke kecil ke samping
kanan kaki melangkah atau berjalan.
2. Hitungan tiga-empat kedua tangan
memukul tongkat kecil ke samping
kiri kaki melangkah atau berjalan.
3. Hitungan lima-enam gerakan sama
dengan hitungan satu-dua.
4. Hitungan tujuh-delapan gerakan sama
dengan hitungan tiga-empat.
5. Lakukan 4 x 8 hitungan .
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2014)
Gambar 5.15 Susunan bedug selain sebagai properti
tari tapi sekaligus sebagai salah satu iringan tari yang
diusung di atas pentas.
1.	 Gerakan	berjalan	sambil	memukul	tongkat	kecil
Gerak berjalan sambil
memukul tongkat kecil
111Seni Budaya
Buku Guru
Bab 5 - Buku Siswa Semester 2
Melanjutkan materi sebelumnya setelah siswa melakukan dan merangkai
gerak tari. cobalah untuk menyanyikan lagu Paris Berantai dari Kalimantan.
Guru dapat pula melakukan proses pembelajaran sebagai berikut:
1.	Guru membimbing siswa dalam meyanyikan lagu Paris Berantai dengan
benar dan tepat.
2.	Guru meminta masing-masing kelompok untuk berlatih mandiri. Guru
mengamati dari masing-masing kelompok
3. Guru meminta siswa untuk melakukan gerak sambil bernyanyi.
4. Siswa melakukan gerak tari dengan iringan musik dan lagu.
5. Siswa dimnta untuk lebih berekspresi dalam melakukan gerak tari
6. Siswa menyajikan gerak tari kreasi dengan menggunakan properti, pola
lantai dan iringan tari.
7. Siswa yang lain untuk memberikan penilaian dan masukan yang bersifat
membangun
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 262
a) Setelah kalian berlatih dengan hitungan cobalah melakukan gerak
sambil bernyanyi lagu di bawah ini!
b) Setelah kalian berlatih dengan hitungan cobalah melakukan gerak
sambil bernyanyi lagu di bawah ini!
c) Untuk satu bait lagu untuk satu ragam gerak untuk satu bait lagu
untuk satu ragam gerak
Paris Berantai
112
SMP/MTs Kelas VIII
	 Interaksi dengan Orangtua
	 Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan
melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media
sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja
siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua
dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra
putrinya.
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 266
No. Pernyataan
1
Saya berusaha belajar tari kreasi tradisonal di daerah saya dengan sungguh-sungguh
o Ya o Tidak
2
Saya berusaha belajar tari kreasi tradisional daerah lain dengan sungguh-sungguh
o Ya o Tidak
3
Saya mengikuti pembelajaran tari kreasi tradisional dengan tanggung jawab
o Ya o Tidak
4
Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu
o Ya o Tidak
5
Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran
merangkai gerak tari kreasi tradisional
o Ya o Tidak
1. Penilaian Pribadi
Nama : ………………………………………….
Kelas : …………………………………………..
Semester : …………………..………………………
Waktu penilaian : ………………………………..…………
	G.	Refleksi	
Keragaman gerak tari tradisional dapat dijadikan se-
bagai sumber eksplorasi dan improvisasi dalam meran-
cang tari kreasi. Melalui eksplorasi gerak dan improvisasi
kemungkinan gerak yang bersumber dari gerak tari tradisi
dapat	dikembangkan	menjadi	gerak	baru	atau	memodifikasi	
gerak yang sudah ada. Isilah kolom di bawah ini sebagai sa-
rana untuk menilai diri sendiri dan juga teman di kelas sete-
lah mengikuti pembelajaran merangkai gerak tari kreasi.
Bab 5 - Buku Siswa Semester 2
113Seni Budaya
Buku Guru
Evaluasi dan Penilaian pembelajaran
Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topic dan
pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa
test dan non-test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Non-
test dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru
juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang
diajarkan.
Seni BudayaKurikulum 2013 63
	E.	Uji	Kompetensi
1.	Pengetahuan	
a) Isilah kolom dibawah ini
b) Untuk mengisi kolom, carilah dari berbagai sumber media
Mata Pelajaran : Seni Budaya
Materi Pokok : Merangkai Gerak Tari Kreasi
Nama Siswa :
Nomor Induk Siswa :
Tugas ke :
No. Nama	Penata	Tari Karya	Tari Daerah Asal
Sumber	
Informasi
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Bab 5 - Buku Siswa Semester 2
114
SMP/MTs Kelas VIII
Informasi untuk Guru
Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik materi pembelajaran yang
akan diberikan sesuai dengan bab 6 semester 2 tentang meragakan gerak
tari kreasi. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga
peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai.
Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan kepada
peserta didik bahan dan media yang dibutuhkan pada pembelajaran bab ini
sehingga dapat dipersiapkan secara baik dan benar.
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 268
Meragakan	Gerak	
Tari Kreasi
Alur Pembelajaran
Setelah mempelajari Bab 6 peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan
berkreasi seni tari, yaitu:
1.	 Mengidentifikasikan	jenis	penyajian	tari		kreasi	
2.	 Mengidentifikasikan	unsur		pendukung	tari	kreasi	
3. Membandingkan jenis penyajian tari kreasi satu daerah dengan daerah lain
4. Menunjukkan sikap bertanggung pada saat latihan penyajian tari kreasi
5. Menunjukkan sikap peduli pada saat latihan penyajian tari kreasi
6. Menampilkan gerak dasar tari tradisional sesuai dengan unsur pendukung
yang digunakan
7. Menampilkan gerak dasar tari tradisional sesuai dengan iringan yang
digunakan
8. Mengkomunikasikan baik secara lisan maupun tulisan penyajian tari kreasi
BAB
6
Bab 6 - Buku Siswa Semester 2
115Seni Budaya
Buku Guru
	 Proses pembelajaran
	 Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak
dicapai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi.
Guru dapat pula menjelaskan kepada peserta didik tentang jenis-
jenis penyajian tari kreasi. Pada proses pembelajaran ini guru dapat
mengikuti langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan
pendekatan saintifik, yaitu;
a) Peserta didik melakukan pengamatan melalui berbagai media dan sumber
pembelajaran seperti gambar, tayangan video tentang penyajian ragam
gerak tari kreasi.
b) Peserta didik melakukan latihan gerak tari kreasi. Pada proses ini peserta
didik dapat mengembangkan ragam gerak yang ada di buku siswa.
c) Peserta didik setelah selesai melakukan latihan dapat mengkomunikasikan
baik secara lisan maupun tulisan. Secara lisan siswa dapat maju di depan
kelas dan menjelaskan makna dan simbol tarian yang dilakukan. Namun
jika waktu tidak memungkinkan dapat melalui tulisan atau penampilan tari
kreasi.
Bab 6 - Buku Siswa Semester 2
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 270 71
A.	Jenis	Penyajian	Tari	Kreasi
Kalian telah mempelajari cara merangkai
gerak tari. Pertunjukan tari kreasi secara pe-
nyajian dapat dibedakan menjadi tari tunggal,
tari berpasangan, tari berkelompok, dramatari
dan tari bertema.Tari tunggal adalah tarian yang
memang dibawakan hanya oleh satu orang saja.
Contoh tari kreasi tunggal misalnya tari Topeng
Ronggeng dari Betawi.
Tari berpasangan adalah tarian yang di-
lakukan oleh dua orang baik laki-laki dengan
laki-laki, perempuan dengan perempuan, atau
laki-laki dengan perempuan. Prinsip pada tari
berpasangan antara lain; 1) adanya gerakan
saling mengisi; 2) adanya gerakan saling
interaksi; dan 3) merupakan kesatuan utuh
yang tidak dapat dipisahkan dalam penyajian.
Contoh tari kreasi berpasangan yang dilakukan
antara dua orang seperti tari Payung dari
Sumatera Barat yang diciptakan oleh Huriah
Adam.
Tarian berkelompok adalah tarian
yang dilakukan secara berkelompok baik
dilakukan oleh laki-laki, perempuan atau
campuran antara laki-laki dengan perempuan.
Tarian berkelompok ini sering dijumpai pada
panggung-panggung pertunjukan. Contoh tari
berkelompok misalnya tari Cente Manis dari
Betawi, Burung Enggang dari Kalimantan, Tifa
dari Papau, Yosim Pancer dari Papau, dan tari
Belibis dari Bali.
Dramatari merupakan bentuk penyajian
tari yang memiliki desain dramatik. Ada dua
desain dramatik yaitu kerucut tunggal dan
kerucut ganda. Desaian dramatik kerucut
tunggal artinya dalam satu pertunjukan
tari hanya ada titik klimaks kemudian me-
nurun, tetapi pada desain kerucut ganda
pada pertunjukan terdapat beberapa klimaks
sebelum akhirnya turun. Contoh paling terke-
nal adala cerita MatahAti yang bersumber pada
gerak tari gaya Mangkunegaran. Dramatari
ini merupakan bentuk kreasi yang bersumber
pada tari tradisi Jawa Tengah. Pada peragaan
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2014)
Gambar 6.1
Tari kreasi Betawi yang mendapatkan pengaruh
dari China terutama pada tata rias dan busana.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2014)
Gambar 6.3 Tari perang pada Dramatari panji
semirang dalam bentuk dramatari.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 6.2 Tari
kreasi Sunda.
116
SMP/MTs Kelas VIII
		 Guru bersama-sama dengan peserta didik dapat melakukan latihan
ragam gerak tari kreasi. Peserta didik dapat dibagi dalam beberapa ke­lom­
pok kecil sehingga memudahkan untuk membuat pola lantai. Pada latihan
ini dapat mengembangkan ragam gerak yang ada di buku siswa dengan
menggunakan hitungan.
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 274
1. Setelah kalian selesai berlatih bentuk kelompok 8 sampai
10 orang.
2. Lakukan eksplorasi dan improvisasi gerak dengan meng-
gunakan rebana untuk mencari kemungkinan gerak baru.
3. Susunlah gerakan yang baru ditemukan dengan gerakan yang
sudah ada.
4. Berlatih dalam kelompok.
	C.	Berlatih	Meragakan	Gerak	Tari	Kreasi	dengan	
Iringan
Catatan:
 Properti yang digunakan dapat diganti dengan rebana, tempurung, kipas, dan
lagu iringan disesuaikan dengan gaya tari tradisional yang dikembangkan.
 Nyanyikan lagu di bawah ini sambil melakukan gerak yang ada di latihan.
a) Hitungan satu menepuk rebana ke
samping kiri bawah badan mem-
bungkuk.
Hitungan dua menepuk rebana ke
bawah badan lurus.
c) Hitungan tiga menepuk rebana ke
samping kanan bawah badan mem-
bungkuk.
d) Hitungan empat menepuk rebana ke
samping kiri badan membungkuk.
e) Lakukan 4 x 8 hitungan.
6. Gerakan dengan Membungkukkan Badan
Gerak dengan membungkukkan badan
1) Setelah kalian melakukan gerak dengan hitungan
lakukan gerak dengan iringan
2) Untuk setiap bait lagu digunakan untuk satu ragam
gerak
3) Kalian dapat mencari kaset yang sesuai dengan lagu
iringannya
4) Kalian juga dapat mengembangkan ragam gerak
kreasi sesuai dengan ragam gerak tari kreasi daerah
setempat
Bab 6 - Buku Siswa Semester 2
117Seni Budaya
Buku Guru
		 Pada pembelajaran pembelajaran ini guru dapat membagi peserta
didik dalam kelompok kecil. Guru dapat mengembangkan pola lantai yang
digunakan pada masing-masing kelompok. Penggunaan iringan dengan
kaset dapat membantu peserta didik dalam berlatih dan membuat komposisi
tari dengan baik dan benar.
Bab 6 - Buku Siswa Semester 2
Seni BudayaKurikulum 2013 75
	1.	Gerak	Berjalan
a) Hitungan satu-dua tangan kiri lurus ke
depan dan tangan kanan lurus ke belakang
jalan di tempat
b) Hitungan tiga-empat tangan kanan lurus
ke depan dan tangan kiri lurus ke belakang
jalan di tempat
c) Hitungan lima-enam gerakan sama dengan
hitungan satu-dua dan hitungan tujuh-delapan
sama dengan hitungan tiga-empat
d) Lakukan sebanyak 2 x 8 hitungan
Gerak berjalan
	2.	Gerak	Diagonal
a) Hitungan satu-dua tangan kanan di-
angkat ke atas dan tangan kiri lurus
ke bawah membentuk diagonal kaki
kanan melangkah ke depan
b) Hitungan tiga-empat tangan kiri lurus
ke atas dan tangan kanan ke bawah
membentuk diagonal dan kaki kiri me-
langkah
c) Hitungan lima-enam gerakan sama
dengan hitungan satu-dua dan hitungan
tujuh-delapan sama dengan hitungan tiga-
empat
d) Lakukan sebanyak 2 x 8 hitungan
	3.	Gerak	Lurus
a) Hitungan satu-dua tangan kanan
dan kiri lurus ke depan jalan di
tempat
b) Hitungan tiga-empat tangan kiri
lurus ke samping kiri dan tangan
kanan lurus ke samping kanan
c) Hitungan lima-enam gerakan
sama dengan hitungan satu-dua
dan hitungan tujuh-delapan sama
dengan hitungan tiga-empat
d) Lakukan sebanyak 2 x 8 hitungan
Gerak lurus
118
SMP/MTs Kelas VIII
	 Pengayaan Pembelajaran
	 Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi
diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas
pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan
dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk
mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari.
Di bawah ini merupakan pengayaan untuk guru tetapi dapat pula diberikan
kepada siswa berdasarkan dari materi ini.
		 Autard (1996: 32) menjelaskan arti bentuk (form) sehubungan
penataan dengan komposisi tari, menurut Autard proses penataan atau
pembentukan sebuah komposisi tari menghasilkan bentuk keseluruhan.
Kata bentuk atau form digunakan pada bentuk seni manapun untuk
menjelaskan sistem yang dilalui oleh setiap proses pekerjaan karya seni
tersebut. Ide ataupun emosi yang dikomunikasikan sang penciptanya
tercakup di dalam bentuk tersebut. Bentuk merupakan aspek yang secara
estetis dievaluasi oleh penonton di mana penonton pada umumnya tidak
melihat setiap elemen karya seni yang ditampilkan tetapi memperoleh
kesan secara keseluruhan dari karya tersebut.
		 John Martin menjelaskan bahwa bentuk dapat didefinisikan
sebagai hasil dari penyatuan berbagai elemen tari, yang dipersatukan
secara kolektif sebagai kekuatan estetis, yang tanpa proses penyatuan
ini bentuk tersebut tidak akan terwujud. Keseluruhan atau kesatuan
bentuk itu, menjadi lebih bermakna dari pada beberapa bagiannya yang
terpisah. Proses menyatukan, untuk memperoleh bentuk itu, dinamakan
komposisi.
		 Susanne Langer dalam bukunya Feeling and Form (1953: 55-57)
menjelaskan konsepsinya tentang bentuk, yang merupakan penyatuan
dari elemen-elemen dalam sebuah bentuk atau komposisi seni. Dalam
menjelaskan konsepsinya mengenai bentuk, Langer pertama-tama
menguraikan konsepsi Prall, seorang ahli filsafat estetika, mengenai
bentuk (form). Menurut Langer, pendekatan filsafat yang dilakukan
oleh Prall terhadap seni, sangat tegas berorientasi kepada teknis, Prall
memperlakukan setiap karya seni sebagai suatu struktur. Tujuannya
adalah untuk memandu seseorang memahami bentuk yang berhubungan
dengan pancaindera itu dengan cara yang logis.
		 Bentuk berhubungan dengan gaya tari. Gaya (style) dalam hal
ini gaya tari menurut Autard (1996: 73) dapat merupakan 1). Gaya
119Seni Budaya
Buku Guru
tari individu, misalnya gaya tari Bagong Kusudiardjo, 2). Gaya tari
kelompok termasuk di dalamnya yang berdasarkan etnis, daerah dan lain-
lain, contohnya gaya tari Minang, gaya tari Melayu, gaya tari Topeng
Palimanan, 3). Gaya tari yang terkait pada suatu masa tertentu, misalnya
gaya tari klasik, gaya tari modern.
		 Tari Tinikling merupakan salah satu gaya tari yang berkembang
di wilayah Philipina tetapi juga di wilayah Sulawesi Utara di Indonesia.
Tarian ini dilakukan secara berkelompok dengan menggunakan empat
buah bambu. Empat orang memegan ujung-ujung bambu dan memain-
kannya, dan penari perempuan akan menari dengan meloncati bambu-
bambu tersebut.
		 Kecak merupakan salah satu gaya tari Bali dilakukan berkelompok
yang sudah sangat terkenal hingga manca negara. Tarian ini bersumber
pada cerita Rama dan Shinta. Tarian kecak ditarikan secara berkelompok
oleh pria dan seorang wanita. Penari pria membuat lingkaran yang
berlapis dan seorang penari wanita berada di tengahnya. Lingkaran ini
merupakan simbol garis yang dibuat oleh Rama untuk Shinta sebelum
meninggalkan pergi berburu.
		 Kemudian Rahwana datang dan menculik shinta. Penari kecak pria
melakukan gerakan dengan menjulurkan tangan ke atas mensimbolkan
jilatan api yang membakar Shinta. Pertunjukan Kecak merupakan salah
satu tarian yang banyak dipertunjukan untuk kepentingan pariwisata.
Kecak tidak lagi merupakan pertunjukan yang magis tetapi telah berubah
fungsi menjadi tari tontonan.
		 Tari Belian merupakan salah satu gaya tari religius pada suku
Dayak. Tari Belian pada masyarakat Dayak masih dilestarikan sebagai
tari penyembuhan penyakit. Namun demikian pada perkembangannya
tari Belian dijaidkan sebagai sumber penciptaan karya tari sebagai tari
tontonan. Tari Belian mendapatkan nilai-nilai estetika sebagai mana tari
pertunjukan lainnya.
		 Serimpi merupakan salah satu tarian klasik yang tumbuh dan
berkembangdikeraton.Tarianinipadaperkembangannyatelahmenjaditarian
seni pertunjukan. Beberapa tari Serimpi sering dipertunjukan di luar tembok
keraton untuk kepentingan yang sifatnya tontonan. Tari Serimpi dilakukan
secara berkelompok ditarikan oleh 4 penari atau 7 penari. Setiap penari
menggunakan tata rias dan tata busana yang sama. Tarian ini menceritakan
ketangkasan dan keperkasaan perempuan dalam kelembutan. Tarian Serimpi
yang dipertunjukan di keraton dengan menggunakan pola lantai garis lurus
dan juga garis lengkung. Jadi pada tari Serimpi menggunakan gabungan pola
lantai garis lurus dan garis lengkung.
120
SMP/MTs Kelas VIII
		 Tari Yosim Pancer merupakan tarian yang cukup dikenal pada
masyarakat Papua. Tarian ini sering dilakukan oleh kaum pria secara
berkelompok. Gerakan lebih banyak tertumpu pada kaki dengan irama
ritmis dan dinamis. Tata busana yang digunakan dengan menggunakan
rumbai-rumbai dari akar pohon yang lembut dan dada dihias dengan
ornamen melingkar. Tarian ini juga dikenal luas di luar negeri. Tari
Yosim Pancer merupakan tarian pertunjukan yang dapat juga dilakukan
secara berpasangan sebagai tari pergaulan.
	 Interaksi dengan Orangtua
	 Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan
melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media
social lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja
siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua
dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra
putrinya.
Seni BudayaKurikulum 201384 85
No. Pernyataan
1
Saya berusaha belajar tari kreasi tradisonal di daerah saya dengan sungguh-sungguh
o Ya o Tidak
2
Saya berusaha belajar tari kreasi tradisional daerah lain dengan sungguh-sungguh
o Ya o Tidak
3
Saya mengikuti pembelajaran tari kreasi tradisional dengan tanggung jawab
o Ya o Tidak
4
Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu
o Ya o Tidak
5
Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran
merangkai gerak tari kreasi tradisional
o Ya o Tidak
1. Penilaian Pribadi
Nama : ………………………………………….
Kelas : …………………………………………..
Semester : …………………..………………………
Waktu penilaian : ………………………………..…………
	F.	Refleksi	
Meragakan gerak tari kreasi baru dengan unsur pen-
dukung memberi kesan dan makna mendalam karena pesan
yang ingin disampaikan tidak hanya melalui gerak tetapi dapat
melalui tata rias dan tata busana. Pengembangan pola lantai juga
merupakan hal penting dalam pementasan tari. Setelah melaku-
kan pembelajaran tentang gerak tari kreasi isilah kolom berikut
sebagai penilaian terhadap diri sendiri dan juga teman di kelas.
Bab 6 - Buku Siswa Semester 2
121Seni Budaya
Buku Guru
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 282
No. Nama Tari Properti	yang	digunakan Asal Daerah
1
o Rebana
o Selendang
2
o Rebana
o Selendang
3
o Rebana
o Selendang
4
o Rebana
o Selendang
5
o Rebana
o Selendang
	D.	Uji	Kompetensi
1.	 Pengetahuan	
a. Kalian telah melakukan praktek tari kreasi dengan menggunakan
rebana dan selendang
b. Sekarang isilah identitas kalian pada lembar kerja peserta didik
sesuai dengan kolom yang telah disediakan
c. Isilah kolom lembar kerja peserta didik sesuai dengan kolom yang
tersedia
	d.	Identifikasikan	nama	tarian	yang	menggunakan	properti	rebana	
dan selendang
Mata Pelajaran : Seni Budaya
Materi Pokok : Meragakan Gerak Tari Kreasi
Nama Siswa :
Nomor Induk Siswa :
Tugas ke :
Bab 6 - Buku Siswa Semester 2
	 Evaluasi dan Penilaian pembelajaran
	 Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topik
dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat
berupa test dan non-test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda.
Non-test dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya.
Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi
yang diajarkan.
122
SMP/MTs Kelas VIII
E. Seni Teater
	 Informasi untuk Guru
	 Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pem­belajar­an yang
akan diberikan sesuai dengan bab 7 semester 1 tentang mengenal seni peran
teater tradisional. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga
peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai. Guru
berdasarkan alur pembelajaran dapat meng­informasikan kepada peserta didik
bahan dan media yang dibutuhkan sehingga dapat dipersiapkan secara baik
dan benar.
112 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
1. Mengidentifikasi keunikan dan jenis-jenis teater tradisional Indonesia
2. Mengidentifikasi karakter watak tokoh peran dalam pementasan teater
tradisional Indonesia
3. Mengidentifikasi sumber cerita teater tradisional Indonesia
4. Membaca naskah teater tradisional Indonesia
5. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam berlatih teater tradisional
6. Menunjukkan sikap disiplin dalam berlatih teater tradisional
7. Melakukan latihan olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa dalam teater
tradisional
8. Mengomunikasikan teater tradisional Indonesia
Setelah mempelajari Bab 7, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan
berkreasi seni teater, yaitu:
Mengenal Seni Peran
Teater Tradisional
Alur Pembelajaran
BAB
7
Bab 7 - Buku Siswa Semester 1
123Seni Budaya
Buku Guru
	 Proses Pembelajaran
	 Gurusetelahmenjelaskanalurpembelajarandantujuanyanghendakdi­capai maka
langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi pembelajaran. Guru dapat
menjelaskan tentang karakteristik teater tradisional. Guru dapat menjelas­kan tentang
olah tubuh, olah rasa dan olah suara. Pada proses pembelajaran ini guru dapat
mengikuti langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan
saintifik, yaitu;
a) Peserta didik dapat melakukan pengamatan tentang acting melalui
membaca buku/literature, melihat pertunjukan atau melihat gambar
orang yang sedang berakting dan berekspresi. Pada kegiatan ini guru
dapat memberi motivasi sehingga timbul rasa keingintahuan tentang
teater.
b) Peserta didik setelah
melakukan pengamatan
dapat bereksplorasi
dengan melakukan olah
tubuh, olah rasa dan
olah suara. Ketiga olah
tersebut pada hakikatnya
merupakan satu kesatuan
utuh. Pada proses
eksplorasi peserta didik
dapat melakukan teknik
menggambar seperti
yang tertera pada buku
siswa.
c) Peserta didik dapat
mengomunikasi olah
tubuh, olah suara dan
olah rasa baik secara
perseorangan maupun
kelompok.
Bab 7 - Buku Siswa Semester 1
113Seni Budaya
No. Gambar Jenis Pertunjukan Daerah Asal
1
2
3
4
Dalam seni Teater yang berkembang di Indonesia, dikenal pengelompokan jenis teater
berdasarkan ciri­ciri, fungsi dan bentuk penampilannya. Secara garis besar pengelompokan teater
dibagi menjadi dua istilah yaitu teater Modern dan teater tradisional. Teater modern Indonesia
adalah jenis teater yang berkembang saat ini yang dipengaruhi dan menggunakan kaidah­kaidah
estetika dan pola­pola pementasan teater modern Barat (Eropa dan Amerika). Sedangkan Teater
Tradisional adalah jenis teater yang berkembang di berbagai suku Bangsa di Indonesia dengan
menggunakan kaidah dan pola pementasan yang bersumber dari estetika asli budaya Indonesia.
Pada Bab ini kita akan menggali apa itu teater Tradisional. Sebelumnya lakukanlah pengamat
pada berbagai aspek teater tradisonal, lewat video atau foto.
Amati gambar pertunjukan teater berikut!
Setelah kamu melakukan pengamatan jawablah pertanyaan pada kolom yang tersedia!
1
3
2
4
Untuk dapat menjadi seorang pemain teater tradisional perlu memahami seni peran, seni tari
dan seni musik. Pemain dilatih menjadi tokoh dan karakter sesuai dengan yang diperankan.
Bacalah konsep tentang seni peran dan berlatih seni peran sesuai dengan karakter dan tokoh
yang akan kamu bawakan.
Sumber Gambar : Internet
124
SMP/MTs Kelas VIII
		 Guru pada pembelajaran ini dapat menjelaskan tentang keunikan
seni peran teater tradisional. Langkah pembelajaran dapat dimulai dengan
melakukan pengamatan melalui berbagai media dan sumber tentang
keunikan seni peran. Guru sebaiknya menggunakan tayangan video karena
ekspresi mimic daapt teramati dengan jelas demikian juga dengan bahasa
tubuh lainnya. Guru dapat membimbing peserta didik untuk melakukan
eksplorasi terhadap tokoh dan karakater melalui naskah yang dibaca.
Peserta didik juga dapat mengomunikasikan melalui penampilan kelompok
kecil mengekspresikan lakon naskah pendek atau melalui pantomim.
114 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
A. Karakteristik Teater Tradisional
Pembahasan teater yang dipelajari di
kelas VIII ini mengenai teater tradisional.
Tujuan kamu mempelajari teater tradisional
adalah untuk lebih menyadari akan kekayaan,
keunikan, serta kehebatan budaya bangsa
sendiri terutama dalam seni teater tradisional.
Bila sudah dipelajari, kamu bisa tahu
bagaimana cara melestarikannya, bahkan
dapat menjadi inspirasi dalam membuat karya
baru, teater masa kini. Sebenarnya apakah
teater tradisional itu?
Teater tradisional adalah suatu bentuk
teater yang lahir, tumbuh dan berkembang
di suatu daerah dan masyarakat merupakan
hasil kreativitas kebersamaan suku bangsa
Indonesia. Teater tradisional berakar dari
budaya daerah setempat dan dikenal oleh
masyarakat lingkungannya. Pertunjukan
dilakukan atas dasar tata cara dan pola yang
diikuti secara tradisional (turun temurun) dari
pengalaman pentas generasi tua (Pendahulu)
dialihkan/ dilanjutkan ke generasi muda
(generasi penerus) dan mengikuti serta setia
kepada pakem yang sudah ada. Pementasan
teater tradisional dilakukan di arena terbuka
atau di pendopo yang penontonnya dari
berbagai sisi yang terbuka.
	 	 Teater	 tradisional	 	 diklasifikasikan	
menjadi tiga macam, yaitu :
1. Teater Rakyat
Ciri teater rakyat yaitu: improvisasi,
sederhana, spontan, dan menyatu dengan
kehidupan rakyat. Contoh­contoh teater
rakyat :
a) Makyong dan mendu dari daerah Riau
dan Kalimantan Barat,
b) Randai dan Bakaba dari Sumatra
Barat,
c) Mamanda dan Bapangdung dari
Kalimantan Selatan,
d) Arja, Topeng Prembon, dan Cepung
dari Bali,
e) Ubrug, Banjet, longser, Topeng Cirebon,
Tarling dan Ketuk Tilu dari Jawa Barat,
f) Ketoprak, Srandul, Jemblung, Gatoloco
dari Jawa Tengah
(Sumber gambar: saidparman.wordpress.com)
Gambar 7.1 Pementasan teater Makyong Riau
(Sumber gambar: andrepribumi.blogspot.com)
Gambar 7.2 Pementasan teater Ubrug dari Banten
(Sumber gambar: silakminangpandekcupak. blogspot.com)
Gambar 7.3 Pementasan teater Randai dari
Minangkabau.
Bab 7 - Buku Siswa Semester 1
125Seni Budaya
Buku Guru
		 Latihan pemeranan terhadap tokoh serta karakter tertentu merupakan
hal penting yang harus dikuasai oleh peserta didik. Pada pembelajaran ini
peserta didik bersama dengan guru dapat bereksplorasi latiahn seni peran.
Guru atau peserta didik dapat mengembangkan naskah teater sesuai dengan
daerah setempat. Peserta didik dapat mengomunikasikan hasil pembelajaran
melalui penampilan kelompok kecil.
Bab 7 - Buku Siswa Semester 1
117Seni Budaya
5. Pertunjukan mempergunakan
tetabuhan atau musik tradisional
.
5. Pelengkap Upacara sehubungan dengan
peringatan tingkat­tingkat hidup seseorang
seperti keberhasilan menempati suatu
kedudukan, jabatan kemasyarakatan, Jadi
kepala suku atau adat.
6. Penonton mengikuti pertunjukan
secara santai dan akrab bahkan
terlibat dalam pertunjukan dengan
berdialog langsung dengan pemain.)
6. Pelengkap upacara untuk saat­saat tertentu
dalam siklus waktu. Upacara kelahiran,
kedewasaan dan kematian.
7. Mempergunakan bahasa daerah. 7. Sebagai media hiburan. Fungsi hiburan
ini yang lebih menonjol di kalangan teater
rakyat.
8. Tempat Pertunjukan terbuka
dalam bentuk arena (dikelilingi
penonton.
Buku ini tidak akan membahas teater
yang memiliki fungsi sebagai ritual. Teater
yang akan dibahas adalah teater yang bersifat
drama artinya mengandung unsur cerita,
penokohan, dan pemanggungan. Teater
tradisional yang akan dibahas adalah teater
sebagai media hiburan. Hiburan yang dapat
memberikan tontonan sekaligus tuntunan.
Ketika kamu menonton teater, kamu bisa
mendapatkan berbagai pengalaman dan pelaja­
ran tentang kehidupan.
B. Keunikan Seni Peran Teater Tradisional
Teater tradisional tidak mengenal
teknik­teknik pemeranan yang sama seperti
yang kita temui pada latihan pemeranan
teater modern. Aktor dan pemeran dalam
teater tradisional secara alamiah tampil
seperti apa adanya atau dalam
istilah teori dramaturgi disebut
stock karakter atau tipe casting.
Pemeran cenderung bermain tetap
seperti sosok keseharian. Misal­
nya, karena tubuhnya tinggi besar,
ia akan berperan sebagai tokoh­
tokoh ksatria atau tokoh Buto.
Tokoh putri atau permaisuri di­
mainkan oleh pemeran yang ber­
paras cantik. Begitupun tokoh
lucu, bodor, atau punakawan se­
lalu dimainkan oleh pemeran yang
kesehariannya suka melawak.
(Sumber gambar: wayangprabu.com)
Gambar 7.10 Wayang Kulit dari Jawa Tengah dengan
dalang Ki Anom Suroto.
126
SMP/MTs Kelas VIII
	 Pengayaan pembelajaran
	 Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi
diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas
pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan
dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk
mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari.
	 Interaksi dengan Orangtua
	 Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan
melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media
sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja
siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua
dapat mengetahui perkembangan baik mental, social, dan intelektual putra
putrinya.
122 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
E. Refleksi
	 	 Sebelum	 kamu	 melakukan	 refleksi,	 kamu	 lakukan	
penilaian terhadap diri kamu sendiri dan penilaian terhadap
temanmu. Penilaian itu ada pada tabel di bawah ini. Isilah
sesuai dengan apa yang kamu rasakan dan kamu amati terhadap
diri sendiri dan juga teman­temanmu.
1. Penilaian Pribadi
Nama : ………………………………………….
Kelas : …………………………………………..
Semester : …………………..………………………
Waktu penilaian : ………………………………..…………
No. Pernyataan
1
Saya berusaha belajar perancangan teater tradisonal di daerah saya dengan sungguh­sungguh
o Ya o Tidak
2
Saya berusaha belajar perancangan teater tradisional daerah lain dengan sungguh-
sungguh
o Ya o Tidak
3
Saya mengikuti pembelajaran perancangan teater tradisional dengan tanggung jawab
o Ya o Tidak
4
Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu
o Ya o Tidak
5
Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran
perancangan teater tradisional
o Ya o Tidak
6
Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran perancangan teater tradisional
o Ya o Tidak
D. Rangkuman
Teater tradisional merupakan kekayaan budaya kita yang
memiliki keragaman jenis pertunjukan dan keunikan dalam
berbagai penampilan. Improvisasi dan spontanitas pemain
dalam memainkan cerita merupakan ciri khas dari teater
tradsional Indonesia pada umumnya. Latihan pemeranan
tradisional dapat memanfaatkan latihan­latihan melalui
media yang ada misalnya gerak­gerak tradisional untuk
berlatih olah tubuh, lagu­lagu dolanan tradisional untuk
berlatih olah suara, dan banyak menciptakan peristiwa­
peristiwa kemudian dimainkan secara improvisasi baik
perorangan maupun kelompok.
Bab 7 - Buku Siswa Semester 1
127Seni Budaya
Buku Guru
	 Evaluasi dan Penilaian pembelajaran
	 Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topic
dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat
berupa test dan nontest. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda.
Nontest dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru
juga harus mengembangkan rubric penilaian sesuai dengan materi yang
diajarkan.
Bab 7 - Buku Siswa Semester 1
121Seni Budaya
Mengenal Tokoh Teater Tradisional
Teguh Srimulat (dok.wikipedia)
Tokoh teater tradisional di
Indonesia sangat banyak sekali.
Setiap kelompok teater melahirkan
banyak tokoh. Teguh Srimulat
merupakan salah satu legenda dari
teater Sandiwara dari Jawa Timur
dengan nama Srimulat. Kelompok
ini hingga saat sekarang masih tetap eksis mengembang­
kan lelucon lewat pertunjukan teater yang bersumber dari
teater Ludruk.
Kartolo Tokoh Ludruk
(dok. indonesiaindonesia.com)
Kartolo (lahir di Pasuruan, Jawa
Timur, 2 Juli 1947; umur 62 tahun)
adalah pelawak dan pemain ludruk.
Kartolo sudah aktif dalam dunia seni
ludruk semenjak era tahun 1960­an.
Ia mendirikan grup ludruk Kartolo
CS. Ia meniti karier di beberapa grup
Ludruk. Ia pernah bergabung dengan
ludruk Dwikora milik Zeni Tempur V Lawang, Malang, dan
ludruk Marinir Gajah Mada Surabaya. Selanjutnya ia mendi­
rikan grup ludruk Kartolo CS. Sebelum membentuk lawak
ludruk, Kartolo bergabung dengan ludruk RRI Surabaya, ber­
sama seniman ternama lainnya seperti Markuat, Kancil, dan
Munali Fatah. (Sumber: Wikipedia dan berbagai sumber media).
C. Uji Kompetensi
1. Pengetahuan
a) Jelaskan apa yang di maksud dengan seni peran?
b) Jelaskan apa hubungan tokoh dengan karakter?
2. Keterampilan
Coba ekspresikan “kemarahan” dengan tiga cara bahasa tubuh!
128
SMP/MTs Kelas VIII
	 Informasi untuk Guru
	 Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran
yang akan diberikan sesuai dengan bab 8 semester 1 tentang merencanakan
pementasan teater. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran
sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan
dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan
kepada peserta didik bahan dan media yang dibutuhkan sehingga dapat
dipersiapkan secara baik dan benar.
124 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
Merancang Pementasan
Teater Tradisional
Alur Pembelajaran
Setelah mempelajari Bab 8, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan
berkreasi seni teater, yaitu:
1.	 Mengidentifikasi		bentuk	pementasan	teater	tradisional	
2.	 Mengidentifikasikan	rancangan	panggung	pertunjukan	teater	tradisional	
3. Membuat rancangan properti pementasan teater tradisional
4. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam merancangan pementasan
teater
5. Menunjukkan sikap disiplin dalam membentuk rancangan properti
pertunjukan
6. Mengomunikasikan rancangan pementasan teater tradisional
BAB
8
Bab 8 - Buku Siswa Semester 1
129Seni Budaya
Buku Guru
	 Proses Pembelajaran
	 Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak
dicapai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi. Guru dapat
menjelaskan tentang perencanaan pada pementasan teater. Guru dapat
menjelaskan kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk pementasan teater.
Tata lampu, tata panggung, tata rias dan busana merupakan kebutuhan yang
harus dipersiapkan pada pementasan teater. Pada proses pembelajaran ini
guru dapat mengikuti langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan
pendekatan saintifik, yaitu;
Bab 8 - Buku Siswa Semester 1
a. Peserta didik dapat
melakukan eksplorasi
tentang tata rias dan
busana, tata panggung,
dan mungkin tata
lampu sesuai dengan
konsep teater yang
akan dipentaskan.
Pada proses eksplorasi
peserta didik dapat
melakukan perencanaan
pementasan teater
seperti yang tertera
pada buku siswa.
b. Peserta didik dapat
mengomunikasi hasil
kerjadalamperencanaan
pementasan teater
melalui lisan dan
tulisan.
126 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
1. Setelah kamu berdiskusi berdasarkan hasil mengamati
teater tradisional
2. Kamu dapat memperkaya dengan mencari materi dari
sumber belajar lainnya.
(Sumber gambar: Internet)
Gambar 8.5 Pertunjukan teater dengan meng-
gunakan properti kurungan ayam.
(Sumber gambar: Internet)
Gambar 8.6 Pertunjukan teater dengan
menggunakan lesung.
(Sumber gambar: Internet)
Gambar 8.7 Properti pertunjukan teater.
A. Merancang Pementasan TeaterTradisional
Barangkali diantara kalian ada yang pernah
menontonpementasanteatertradisionaldidaerahkalian,
atau bahkan ada yang pernah ikut terlibat langsung
sebagai pemain dalam pementasan. Kalau pernah
sungguh merupakan suatu pengalaman yang
sangat berharga, sebab kalian bisa merasakan
kemeriahan, kegembiraan, kehangatan dan ke­
akraban saat melakukan pementasan, baik
dengan sesama pemain, penari, pemusik maupun
dengan penontonnya. Pada pementasan teater
tradisional unsur­unsur komunikasi antara
tontonan dan penonton akan terasa penting
karena yang paling utama dalam pementasan
teater tradisional adalah tersampaikannya pesan
secara langsung, akrab dan menghibur. Unsur
hiburan dalam teater tradisional terbentuk dari
kemasan yang disajikan berupa musik, tarian,
drama dan lawakan. Musik dihadirkan untuk
memeriahkan suasana sebagai penanda ke­
ramaian di suatu tempat. Musik berfungsi sebagai
pengiring penari atau adegan dalam lakon drama
yang di pentaskan. Tarian disajikan sebagai
penambah keindahan dalam unsur gerak yang
dapat mendukung lakon drama dan lawakan yang
dimainkan. Arena pertunjukan tidak selamanya
berupa panggung resmi seperti di gedung­gedung
pertunjukan. Pementasan teater tradisional lebih
terasa keindahannya kalau dimainkan di arena
terbuka seperti di halaman depan rumah, dan
lapangan terbuka dengan tidak ada batasan dan
jarak antara pementasan dan penonton. Hal­hal
yang digambarkan diatas bisa menjadi pegangan
kalian ketika akan merancang pertunjukan teater
tradisional.
130
SMP/MTs Kelas VIII
Perencanaan dalam rancangan pementasan teater merupakan hal penting.
Setiap latar cerita memerlukan arena berbeda. Pada pembelajaran ini peserta
didik bersama dengan siswa dapat melakukan identifikasi melalui eksplorasi
berdasarkan naskah yang akan ditampilkan.
127Seni Budaya
(Sumber gambar: Dinas Pariwisata DKI Jakarta)
Gambar 8.8 Panggung pertunjukan terbuka.
(Sumber gambar: Internet)
Gambar 8.9 Panggung pertunjukan terbuka.
B. Menentukan Bentuk Pementasan
Sebagai langkah awal ketika kalian akan
membuat pementasan teater tradisional adalah
menentukan bentuk pementasan. Bentuk
pementasan dalam hal ini adalah bentuk atau
jenis teater tradisional apakah yang akan kalian
pilih sebagai bahan yang akan dipentaskan.
Apakah bentuk teater tradisional yang ada
dan popular di daerah kalian seperti Lenong,
Ludruk, Makyong, Mamanda, Ludruk,
Ketoprak, wayang wong, wayang gambuh,
Uyeg, Mendu, Bakaba, Cepung, Dulmuluk,
Longser, Sinrilli atau kalian mencoba
mempelajari lalu mementaskan bentuk teater
tradisional dari luar daerah kalian. Hal itu
tergantung dari pilihan kelompok kalian.
C. Membuat Rancangan Arena
Dalam membuat rancangan pementasan
teater tradisinal, sebaiknya arena yang akan
dijadikan tempat pementasan dibuat atau di­
sesuaikan dengan suasana pementasan teater
tradisonal aslinya. Misalnya dalam pertunju­
kan teater Lenong, Longser dan Topeng Banjet
suasana arena pementasan berupa arena terbuka.
Hubungan pertunjukan dan penontonnya terasa
akrab,seolahtidak ada batas “pertunjukan”
dan “penonton”. Penonton menjadi bagian dari
pertunjukan.
Panggung sebagai arena pementasan di­
lengkapi dengan lampu oncor, lampu obor sebagai
alat penerangan dan juga sebagai hiasan di sekitar
panggung. Penonton menyaksikan pementasan
sambil duduk lesehan dibawah lantai tanah.
Penambahan hiasan dari daun kelapa muda dan
bambu dapat menambah semaraknya suasana
disekitar pementasan teater tradisional. Seperti
dalam pementasan teater Gambuh dari Bali, hiasan
propertiobordandaunkelapamudayangdirangkai
menjadi hiasan janur akan memperindah suasana
saat pelaksanaan pementasan.
Dalam perancangan arena pementasan yang
harus kalian perhatikan adalah menyiapkan
Bab 8 - Buku Siswa Semester 1
131Seni Budaya
Buku Guru
Bab 8 - Buku Siswa Semester 1
		 Properti pada pementasan teater memiliki peran penting. Setiap
adegan tentu memerlukan properti sesuai dengan suasana cerita yang
dibangun. Peserta didik secara berkelompok dapat membuat properti sesuai
dengan kebutuhan pementasan teater. Pada pembelajaran ini guru bersama
dengan siswa dapat mengembangkan property melalui berkesplorasi sesuai
dengan naskah cerita yang akan ditampilkan. Peserta didik juga dapat
mengomunikasikan dalam bentuk karya properti.
128 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
(Sumber gambar: Kemdikbud,2013)
Gambar 8.10 Aktivitas membuat perlengkapan
pertunjukan teater.
(Sumber gambar: Kemdikbud,2013)
Gambar 8.11 Aktivitas membuat tata busana
dan perlengkapan pertunjukan teater.
1. Jelaskan bagaimana proses perancangan
suatu teater tradisional?
2. Bagaimana merancang sebuah arena
pertunjukan teater tradisional?
arena yang khusus sebagai tempat untuk
menampilkan karya teater yang telah dipersiap­
kan, yang dikenal dengan sebutan panggung.
Dikondisikan supaya arena panggung dapat
membuat pemain merasa nyaman untuk pentas
dan dapat disaksikan oleh para penonton dari
berbagai sudut pandang.
Selanjutnya menyiapkan tempat penon­
ton dengan menyiapkan tempat duduk pe­
nonton dengan sebaik­baiknya supaya bisa
mengapresiasi pementasan teater tradisional
dengan baik. Dan supaya lebih terasa lagi
suasana tempat pementasan teater tradisional,
kalian bisa sambil menyuguhkan minuman
dan makan tradisional. Pasti menarik, silahkan
dicoba.
1. Buatlah rancangan properti untuk pertun­
jukan teater tradisional, dengan tema ke­
rajaan
2. Buatlah rancangan kostum dengan tema
yang disesuaikan dengan pembelajaran
teater tradisional?
D. Membuat Rancangan Properti
Buat rancangan peralatan yang dibutuh­
kan diatas panggung (properti) dan latar be­
lakang panggung (setting) se­efektif dan
se-efisien	 mungkin,	 artinya	 properti	 dan	
setting yang dibuat sesuai dengan tuntutan
pertunjukan, serta fungsinya yang jelas. Tidak
kurang ataupun tidak berlebihan. Dan tentunya
harus membuat nyaman para pemain dan
menarik bagi penonton.
132
SMP/MTs Kelas VIII
		 Musik pengiring pada teater memiliki fungsi sangat strategis karena
dapat membangun suasana sesuai dengan isi cerita. Peserta didik bersama
dengan guru dapat mengembangkan musik iringan baik melalui musik
hidup maupun editing dari berbagai kaset yang ada. Peserta didik dapat
mengeksplorasi semua jenis musik untuk dapat dijadikan sebagai musik
iringan. Peserta didik juga mengomunikasi baik secara peseorangan
maupun kelompok dalam bentuk penyajian repertoar musik iringan teater.
Peserta didik juga dapat mengembangkan kostum tokoh dan karakter
sesuai dengan naskah. Kostum dapat dibuat sendiri atau menggambungkan
kostum yang sudah ada. Pengembangan kreativitas peserta didik diperlukan
pada pembelajaran ini.
129Seni Budaya
F. Membuat Rancangan Kostum
Sebaiknya kostum dan riasan para pemain sudah bisa
dirancang dari awal, hal ini akan dapat membantu para pemain
pada gambaran sosok peran yang akan diwujudkan. Berikut ini
contoh bentuk­bentuk desain kostum teater tradisional.
Apa fungsi musik dalam pertunjukan teater
tradisional?
(Sumber gambar: Kemdikbud,2013)
Gambar 8.12 Aktivitas membuat tata iringan
pertunjukan teater.
(Sumber gambar: Kemdikbud,2013)
Gambar 8.14 Aktivitas membuat
tata iringan pertunjukan teater.
(Sumber gambar: Dinas Pariwisata DKI Jakarta)
Gambar 8.13 Aktivitas membuat tata iringan pertunjukan teater dalam
sebuah panggung pertunjukan Lenong Betawi.
E.Membuat Rancangan Musik
Musik dan tari dalam teater tradisional
merupakan bagian tak terpisahkan. Fungsinya
disamping memeriahkan, juga media ungkap gagasan
yang dikomunikasikan pada penonton. Musik pada
pertunjukan teater juga berfungsi sebagai pembangun
suasana. Musik juga berfungsi membangun karakter
tokoh serta menguatkan latar cerita pada pertunjukan
teater. Pada teater tradisional, musik pengiring
biasanya menggunakan musik tradisional daerah
setempat. Contoh: jenis teater yang ditampilkan
misalnya gambang kromong untuk pertunjukan
Lenong, musik Samrah untuk pertunjukan teater­
teater melayu, juga musik gamelan untuk pertunjukan
teater­teater di Jawa.
Buatlah rancangan musik sesuai dengan
bentuk teater dan karakter pertunjukan.
Bab 8 - Buku Siswa Semester 1
133Seni Budaya
Buku Guru
		 Guru bersama-sama dengan siswa dapat mengembangkan naskah
pementasan teater. Pengembangan naskah dapat menyadur dari naskah
yang sudah ada atau membuat sama sekali baru. Saduran naskah tetap
mengikuti alur cerita yang sudah ada tetapi disesuaikan dengan kondisi
dan kebutuhan saat sekarang ini. Melakukan eksplorasi bersama dengan
peserta didik dapat dilakukan sehingga menghasilkan naskah yang disusun
bersama-sama. Peserta didik dapat mengomunikasi dalam bentuk naskah
teater yang siap untuk ditampilkan.
Bab 8 - Buku Siswa Semester 1
130 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
G. Contoh Membuat Rancangan Naskah
Naskah Teater Tradisional dapat di­
kembangkan dari cerita rakyat, hikayat, legenda,
dan sejenisnya. Jika ingin membuat rancangan
naskah teater berdasarkan hal tersebut diatas,
dapat dilakukan melalui sumber­sumber cerita
yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pada contoh membuat rancangan naskah
teater disajikan berdasarkan tradisi teater Betawi
dengan judul “Si Entong”. Pada pementasan
teater ini dapat berkolaborasi dengan aspek seni
rupa, seni musik dan seni tari.
(Sumber Gambar: Pribadi) Gambar 8.15 Beberapa contoh rancangan kostum dalam suatu pertunjukan teater.
134
SMP/MTs Kelas VIII
Pengayaan Pembelajaran
		 Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi
diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas
pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan
dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk
mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari.
		 Kekuatan utama yang menjadi daya tarik sebuah pertunjukan teater
adalah akting atau tingkah laku para pemain dalam memerankan tokoh
yang sesuai dengan tuntutan karakter dalam naskah. Kekuatan inilah
yang akan menjadi magnit, bagus , menarik ,indah, punya kekuatan atau
tidak berkarakter, tidak menarik bahkan membosankan akan menentukan
penontonbertahantidaknyaditempatduduknya.Virtuositasadalahkekuatan
atau daya tarik seniman yang dilahirkan dari keterampilan,kecerdasan serta
pendalaman sepenuh hati dan jiwa pada karya yang ditampilkan, sehingga
menimbulkan rasa empaty dan simpati bagi yang melihatnya.
		 Untuk tampil bagus dan menarik dipanggung teater,seorang aktor harus
menguasai berbagai tehnik dan keterampilan seni peran. Seperti dikatakan
oleh stanislavsky, seorang aktor harus menguasai olah tubuh ,vocal, dan
harus mempunyai daya konsentrasi, imajinasi, fantasi, observasi serta
mempunyai kecerdasan, wawasan, pengetahuan yang luas tentang berbagai
hal dalam kehidupannya. Sehingga ketika siaktor membawakan peran tokoh
dalam sebuah pementasan akan tampil dengan kedalaman karakter yang
indah, menarik dan penuh penghayatan yang sesuai dengan tuntutan naskah
pertunjukan. Pemahamam mengenai karakter ini adalah penggambaran
sosok tokoh peran dalam tiga dimensi yaitu keadaan fisik, psikis dan
sosial.
		 Keadaan fisik meliputi; umur, jenis kelamin,cirri-ciri tubuh, cacat
jasmaniah,cirri khas yang menonjol,suku bangsa, raut muka, kesukaan,
tinggi/pendek, kurus gemuk, suka senyum/cemberut dan sebagainya.
Keadaan psikis meliputi; watak,kegemaran,mentalitas,standar moral, tem­
peramen,ambisi, kompleks psikologis yang dialami,keadaan emosi dan
sebagainya.Keadaan sosiologis meliputi; jabatan, pekerjaan, kelas sosial,
ras, agama, ideology dan sebagainya, keadaan sosiologis seseorang akan
berpengaruh terhadap prilaku seseorang, profesi tertentu akan menuntut
tingkah laku tertentu pula.
		 Pencapaianseorangactordalammewujudkansosokperansesuaikarakter
ini juga ditentukan oleh pengalaman dan kepekaannya dalam menghayati
kehidupan serta pengalaman tampil dalam berbagai pementasan.
135Seni Budaya
Buku Guru
		 WS. Rendra menyebutkan bahwa dalam pementasan ada empat sumber
gaya yaitu aktor atau bintang, sutradara, lingkungan dan penulis. Aktor atau
bintang menjadi sumber gaya artinya kesuksesan pementasan ditentukan
oleh pemain-pemain kuat yang mengandalkan kecantikan, kemasyuran,
ketampanan atau kecantikan atau daya tarik sensualnya. Pemain bintang akan
menjadi pujaan penonton dan akan menyebabkan pementasan berhasil . jika
yang dijadikan sumber gaya adalah aktor dan bukan bintang maka kecakapan
berperan diandalkan untuk memikat penonton. aktor harus menhayati setiap
situasi yang diperankan dan mampu secra sempurna menyelami jiwa tokoh
yang dibawakan serta menghidupkan jiwa tokoh sebagai jiwa sendiri.
		 Selain aspek naskah dan pemeranan yang menjadi unsur penting dalam
perancangan pertunjukan teater, penyutradaraan akan menjadi aspek penentu
citarasa sebuah pertunjukan. Naskah machbeth yang ditampilkan oleh teater
kecil dengan sutradara Arifin C noor, akan berbeda dengan pertunjukan yang
ditampilkan oleh Bengkel Teater yang disutradarai oleh WS Rendra, meskipun
pertunjukan itu bersumber dari naskah yang sama karya Shakespeare, tetapi
dalam pemanggungan, baik pola, gaya dan kekuatan artistiknya akan berbeda.
Haliniditentukanolehperanansutradara.Sutradaramemberiwarnadanbentuk
yang khas dalam sebuah pertunjukan teater. Ideologi, wawasan, idealisme dan
citarasa artistik dari sutradara akan menghiasi setiap ornamen pertujukan.
Pemilihannaskah,penentuanpemain,konsepdantempatpertunjukan,masalah
keproduksian semuanya akan menjadi wewenang dan tanggung jawab
sutradara, terutama di Indonesia.
		 Begitu besarnya peranan sutradara dalam panggung teater,sehingga
sebuah kelompok teater identik dengan nama sutradaranya lengkap dengan
kualitas dan jaminan mutunya, misalnyaTeater koma dengan N. Riantiarno,
teaterMandiridenganPutuWijaya,TeaterPopolerdenganTeguhkarya,STB
dengan Suyatna Anirun, Teater Kecil dengan Arifin C noor.Peran dominan
sutradara ini selain punya kekuatan tersendiri juga membawa efek yang
kurangbaikbagiperkembangankelompokteaterinisendiriketikakehadiran
tokoh-tokoh sutradara sudah tidak berada dalam percaturan teater misalnya
meninggal, otomatis kelompoknya akan kehilangan pamor dan popularitas.
Pengertian Sutradara
		 Penyutradaraanberhubungandengankerjasejakperencanaanpementasan,
sampai pementasan berakhir. Dalam drama tradisional dan wayang , sutradara
disebut dalang, peranan sutradara dalam teater tradisional tidak sepenting
dan sebesar peranan sutradara dalam teater modern. Seluruh pementasan
drama modern adalah tanggung jawab sutradara . sutradara adalah karyawan
teater yang bertugas mengkoordinasikan segala anasir teater dengan paham,
kecakapan serta daya iamjina yang intelegen guna menghasilkan petunjukan
yang berhasil. Sutradara berhubungan dengan produser (yang membiayai
136
SMP/MTs Kelas VIII
pementasan),Manajer (pemimpin tata laksana) dan stage manager (yang
mengatur panggung dan seluruh perlengkapannya).
Tugas Sutradara Merencanakan Produksi
		 Dalam merencanakan produksi, sutradara sebagai seniman
diharapkan mampu menhayati naskah darama dengan kecakapan dan
imajinasinya.sutradaraharusmampumenangkappesandantemanaskah
tersebut,nadadansuasanadramasecaramenyeluruhjugaharusdifahami.
Misteri yang tersembunyi dibalik naskah juga harus dihayati dengan
baik persiapan untuk teknik pementasan tidak kalah pentingnya untuk
itu seorang sutradara harus melakukan riset tentang tata pakaian, hiasan
rumah, bentuk rumah, gaya berjalan, gaya bicara juga latar belakang
pentas. Juga yang harus diperhatikan dengan seksama oleh seorang
sutradara adalah mempersiapkan calon aktor. Casting harus disesuaikan
dengan karakter, fisik, psikologis dan sosiologis juga kecerdasan , latihan
dan faktor kepribadian aktor.
Memimpin Latihan
		 Dalam merencanakan latihan ini, sutradara dapat dipandang
sebagai guru. Periode latihan ini dapat dibagi empat periode besar
yaitu ;
	 a. Latihan pembacaan teks drama
	 b. Latihan blocking (pengelompokan)
	 c. Latihan action atau latihan kerja teater
	 d. Pengulangan dan pelancaran terhadap semua yang telah dilatih
137Seni Budaya
Buku Guru
Interaksi dengan Orangtua
Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan
melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media
sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja
siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua
dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra
putrinya.
141Seni Budaya
J. Refleksi
	 	 Sebelum	 kamu	 melakukan	 refleksi,	 kamu	 lakukan	
penilaian terhadap diri kamu sendiri dan penilaian terhadap
temanmu. Penilaian itu ada pada tabel di bawah ini. Isilah
sesuai dengan apa yang kamu rasakan dan kamu amati terhadap
diri sendiri dan juga teman­temanmu.
1. Penilaian Pribadi
Nama : ………………………………………….
Kelas : …………………………………………..
Semester : …………………..………………………
Waktu penilaian : ………………………………..…………
No. Pernyataan
1
Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran perancangan teater tradis-
ional
o Ya o Tidak
2
Saya menyerahkan tugas tepat waktu
o Ya o Tidak
3
Saya menghargai keunikan pemanggungan teater tradisonal daerah saya
o Ya o Tidak
4
Saya menghormati dan menghargai orang tua
o Ya o Tidak
5
Saya menghormati dan menghargai teman pada pembelajaran perancangan teater
tradisional
o Ya o Tidak
6
Saya menghormati dan menghargai guru pada pembelajaran perancangan teater tradi-
sional
o Ya o Tidak
I. Rangkuman
Berhasil atau tidaknya suatu pertunjukan teater, tergantung
dari seberapa baik dalam melakukan persiapan. Berbagai unsur
pertunjukan harus dirancang dengan sebaik­baiknya, dari mulai
rancangan bentuk pertunjukan, arena pentas, property, setting,
musik rias dan kostum. Dalam proses perancangan dituntut
kre		a	tifitas	kalian	dalam	menuangkan	gagasan	pada	rencana	pe-
mentasan. Untuk mendapatkan berbagai gagasan kalian harus
banyak menyaksikan dan berapresiasi berbagai pertunjukan teater
tradisional.
Bab 8 - Buku Siswa Semester 1
138
SMP/MTs Kelas VIII
	 Evaluasi dan Penilaian pembelajaran
	 Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topik
dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan
dapat berupa test dan non-test. Test dapat berupa uraian, isian, atau
pilihan ganda. Nontest dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek,
dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian
sesuai dengan materi yang diajarkan.
140 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII
H. Uji Kompetensi
1. Pengetahuan
a) Jelaskan apa yang dimaksud dengan tata teknik pentas?
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
b)Jelaskan hubungan antara setting panggung dengan latar cerita?
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
2.Keterampilan
Bacalah cerita pendek kemudian ubah menjadi sebuah
naskah teater!
Bab 8 - Buku Siswa Semester 1
139Seni Budaya
Buku Guru
	 Informasi untuk Guru
	 Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran
yang akan diberikan sesuai dengan bab 7 semester 2 tentang konsep teater
tradisional. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga
peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai.
Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan kepada
peserta didik bahan dan media yang dibutuhkan pada pembelajaran bab ini
sehingga dapat dipersiapkan secara baik dan benar.
Bab 7 - Buku Siswa Semester 2
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 288
Konsep	Teater	Tradisional
Alur Pembelajaran
Setelah mempelajari Bab 7, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan
berkreasi seni teater, yaitu:
1.	 Mengidentifikasi		bentuk-bentuk	teater	tradisional	Indonesia
2. Membandingkan bentuk-bentuk teater tradisional Indonesia
3.	 Mengidentitifikasikan	sumber	cerita	teater	tradisional	Indonesia
4. Membaca naskah teater tradisional Indonesia
5. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam berlatih teater
6. Menunjukkan sikap disiplim dalam berlatih teater
7. Melakukan olah tubuh, olah vokal dan olah rasa
8. Mengkomunikasikan teater tradisional Indonesia
BAB
7
140
SMP/MTs Kelas VIII
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 290
A.	Konsep	Teater	Tradisional
Salah satu ciri esensial dari teater tradisional ialah proses
kreatifnya didukung oleh system kebersamaan, tidak ada
penonjolan “Individu” sebagai pencipta “karya”, yang lahir
dan muncul ialah bahwa karya tersebut dilakukan bersama,
semua dikerjakan bersama. Teater tradisonal Indonesia pada
umumnya adalah tidak menggunakan naskah cerita yang
lengkap seperti naskah dalam teater modern, naskah yang ada
hanya garis besar cerita.
Cerita yang akan dimainkan hanya di tuturkan dan di-
ceritakan oleh pimpinan rombongan secara garis besarnya
saja, dan pemain mengembangkannya secara improvisasi.
Hal ini tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangnya. Ke-
lebihannya adalah memberikan keleluasaan bagi pemain untuk
mengembangkan permainan sebebasnya sesuai dengan ke-
mampuan improvisasinya, dan menuntut pemain untuk hapal
cerita di luar kepala. Tetapi kelemahannya cerita tidak ter-
kontrol baik waktu maupun batasan dialog tiap peran. Tanpa
adanya naskah, karya seni yang merupakan ekspresi dan ide
seniman tidak dapat terdokumentasikan. Meskipun memainkan
teater tradisional sebaiknya kalian menaskahkan ide-ide cerita
yang dimainkan. Memang pada akhir-akhir ini usaha untuk
melakukan penulisan naskah-naskah dari teater tradisonal terus
dilakukan oleh kalangan akademisi dari berbagai perguruan
tinggi.
B.	Bentuk-Bentuk	Teater	Tradisonal	Indonesia
Berikut ini akan dipaparkan 5 contoh bentuk pertunjukan
teater tradisional Indonesia. Selanjutnya tugas kalian mencari
lagi bentuk-bentuk pertunjukan teater tradisional yang lain,
terutama yang berkembang disekitar daerah tempat tinggal
kalian.
(Sumbergambar:andrepribumi.blogspot.
com)
Gambar 7.1 pertunjukan teater
Ubrug dari Banten.
(Sumber gambar:Internet)
Gambar 7.2 Pertunjukan Wayang Topeng mengambil
cerita Ramayana dan Mahabarata.
1.	Wayang	Orang
Wayang orang adalah bentuk kesenian
tradisional yang multimedia karena berba-
gai media seni menjadi bagian dari pertun-
jukan wayang Orang. Contohnya seni sastra
(naskah/cerita), musik (gamelan/tembang),
drama (akting dan dialog), tari (gerakan/
tarian), serta rupa (property/busana/rias).
Gamelan untuk pertunjukan ditabuh oleh
nayaga dan tembang dinyanyikan oleh
sinden. Lakon yang dibawakan sekitar kisah
Mahabarata versi Jawa (Ringgit Purwa).
a. Peserta didik dapat melakukan
pengamatan melalui media
dan sumber belajar tentang
konsepbentukteatertradisional.
Pe­­ngamat­an sebaiknya di­
lakuk­an melalui tayangan
video sehingga konsep dan
bentuk tampak jelas terlihat.
Pada pengamatan ini guru
dapat memberikan motivasi
sehinggadapatmenumbuhkan
minat dan rasa ingin tahu
peserta didik tentang konsep
dan bentuk teater tradisional.
b. Peserta didik dapat melakukan
eksplorasi cerita yang ber­kem­
bang di daerah se­tempat atau
mencari ide-ide baru sebagai
teman dalam me­nyusun nas­kah
teater.Gurudapatmem­bimbing
siswa dalam melakukan
identifikasi setting dan latar
cerita ber­dasarkan konsep dan
bentuk teater tradisional.
c. Peserta didik dapat mengomuni­
kasi hasil menulis teater dalam
bentuktulisan.Penulisantentang
konsep dan bentuk teater dapat
di­lakukan secara berkelompok
maupunperseorangan.
Bab 7 - Buku Siswa Semester 2
	 Proses Pembelajaran
	 Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai maka
langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi. Guru dapat menjelaskan tentang
konsep dan bentuk teater tradisional. Setiap daerah memiliki konsep dan bnetuk
teater tradisional yang berbeda-beda. Untuk itu sebaiknya guru memberikan
contoh pertunjukan teater konsep dan bentuk teater tradisional daerah setempat.
Pada proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-langkah pembelajaran
dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu;
141Seni Budaya
Buku Guru
Bab 7 - Buku Siswa Semester 2
	 Pada pembelajaran ini guru bersama siswa dapat melakukan identifi­
kasi melalui aktivitas menanya, mengeksplorasi tentang sumber cerita teater
tradisional daerah setempat. Guru dapat membagi siswa dalam kelompok
kecil. Peserta didik setelah melakukan identifikasi kemudian diteruskan
dengan melakukan verifikasi terhadap naskah teater yang berkembang di
daerah setempat. Peserta didik dapat mengomunikasi dalam bentuk profotolio
kerja kelompok.
Seni BudayaKurikulum 2013 93
C.	Sumber	Cerita	Teater	Tradisional
Teater Tradisional hidup dan berkembang di tengah masyara-
kat pendukungnya. Secara turun temurun kekayaan estetika teater
tradisional diwariskan dari generasi ke genera-
si, kemudian dipertahankan dan keberadaannya
disesuaikan dengan kemajuan zaman. Teruji
oleh waktu yang panjang bukti bahwa teater tra-
disional memiliki nilai-nilai yang tinggi, baik
nilai estetis maupun nilai moral. Kalian seba-
gai generasi penerus sudah sepatutnya untuk
terus melestarikan dan mengembangkan teater
tradisional.
Teater tradisional yang lahir dari kebersa-
maan dalam masyarakat maka tidak dikenal
karya individu, tidak ditemukan pengarang cerita dalam cerita
rakyat, legenda dan dongeng, semua cerita anonim.
Teater tradisional mempunyai sifat yang spontan dan di-
lakukan secara improvisatoris. Hal ini karena teater tradisional
lahir bertitik tolak dari sastra lisan. Bentuknya sederhana, cara
penyampaiannya mudah dicerna oleh masyarakat lingkungannya.
Kebertahanan suatu teater tradisional di tengah masyarakat
tentunya didukung oleh banyak faktor, selain karena bentuk
pementasannya yang unik, juga didukung oleh sumber cerita yang
baik dan menarik ketika dipentaskan. Teater tradisional bisanya
mengambil sumber cerita dari karya sastra lama, atau tradisi lisan
daerah yang berupa dongeng, hikayat, atau cerita-cerita daerah
lainnya.
Nilai dramatik dalam alur cerita, tidak dibedakan antara tragedi
dan komedi. Umumnya merupakan perpaduan antara komedi dan
tragedi, secara emosional cerita selalu bersamaan antara sedih dan
gembira, antara menangis dan tertawa.
Cerita selalu bersifat komis dan tragis, karenanya sering
jadi melodrama. Dalam penyajian cerita, kebanyakan dilakukan
dalam bentuk melodrama, dan gaya “humor” menempati sebagian
besar porsi selama pertunjukan berlangsung. Pertunjukan disusun
terdiri dari beberapa puluh adegan, dan selalu diselingi dengan
“dagelan” (adegan yang bersifat lucu dan menghibur) lelucon
(adegan tari atau nyanyi yang digemari penonton) dan sering para
penonton pun ikut serta dalam tarian atau nyanyian yang sedang
berlangsung.
Berikut ini akan kita bahas beberapa sumber cerita teater
tradisional diantaranya:
1. Cerita Ramayana dan Mahabarata, kisah ini merupakan karya
sastra dari India yang begitu populer di masyarakat seni
Indonesia. Secara garis besar Ramayana mengisahkan tentang
kisah kasih antara Prabu Rama dan Dewi Shinta dengan segala
ujian kesetiaan cinta mereka, termasuk godaan dari Raja
Rahwana yang sangat menginginkan Dewi Shinta sampai
menculiknya. Rama dengan dibantu Hanuman si kera putih
berusaha membebaskan dewi Shinta. Berhasil atau tidak
(Sumber gambar: Internet)
Gambar 7.8 Pertunjukan
Wayang Beber Pacitan
dengan mengambil cerita
Panji Jawa Timur.
142
SMP/MTs Kelas VIII
		 Guru dapat menyediakan beberapa naskah teater tradisional dengan
beberapa tema untuk dibaca oleh peserta didik. Kelompokkan peserta didik
sesuai dengan tokoh yang ada di dalam naskah. Berikan kebebasan kepada
peserta didik untuk melakukan interpretasi terhadap naskah. Interpretasi
merupakan salah satu kekuatan dari pementasan sebuah naskah. Berikan
ruang kepada siswa untuk melakukan eksplorasi terhadap tokoh dan
karakater sesuai dengan naskah. Peserta didik dapat mengomunikasikan
melalui pembacaan naskah sesuai dengan tokoh dan karakternya.
Seni BudayaKurikulum 2013 95
Lakon “Wek Wek”
Karya : D.Djayakusuma
ADEGAN I
SEKELOMPOK BEBEK MEMASUKI PANGGUNG
Petruk : Sejauh mata memandang, sawah luas terbentang, tapi tidak sebidang tanah pun milikku.
Padi aku yang tanam, juga aku yang ketam. Tapi tidak segenggam milikku. Bebek tiga puluh
ekor, semuanya tukang bertelor. Tapi tidak juga sebutir adalah milikku. Badan hanya se-
batang, hampir-hampir telanjang. Hanya itu saja milikku.
ADEGAN II
BAGONG DAN PENGAWALNYA MEMASUKI PANGGUNG
Bagong :Aku orang berada, apa-apa ada. Juga buah dada, itulah beta. Sawah berhektar-hek-
tar, pohon berakar-akar, rumah berkamar-kamar, itulah nyatanya. Kambing berekor-
ekor, bebek bertelor-telor, celana berkolor-kolor, film berteknik kolor. Perut buncit
ada, mata melotot ada, pelayan ada, pokoknya serba ada.
ADEGAN III
GARENG DAN EMPAT KAWANNYA MEMASUKI PANGGUNG
Gareng : Badannya langsing, matanya juling, otaknya bening. That’s me!
Tipu menipu, adu mengadu, ijazah palsu, that’s me!
Gugat menggugat, sikat menyikat, lidah bersilat, that’s me!
Profesiku pokrol bambu, siapa yang tidak tahu, that’s me!
ADEGAN IV
Semar : Saya jadi lurah sejaak awal sejarah, sudaah lama kepingin berhenti tapi tak adaa yang
mau mengganti. Sudah bosan, jemu, capek, lelah. Otot kendor, mata kabur, mau mundur
dengan teratur, mau ngaso di atas kasur.
Saya kembung bukan karena busung, mata berair bukan karena banjir, tapi karena men-
jadi tong sampah. Serobotan tanah, pak lurah. Curi air sawah, pak lurah. Beras susah, pak
lurah.
Semua masalah, pak lurah, tapi kalau rejeki melimpah, pak lurah…tak usah…payah.
ADEGAN V
BAGONG DAN PENGAWALNYA MEMASUKI PANGGUNG
Bagong : Jaman ini jaman edan, tidak ikut edan tidak kebagian.
Di terminal calo berkuasa, dia tentukan penumpang naik apa.
Di dunia film broker merajalela, dia tentukan sutradara bikin apa.
Di sini, itu si Petruk sialan, datang merangkak meminta pekerjaan.
Aku suruh ngangon bebek tiga puluh ekor, tiap minggu harus antar lima puluh ekor.
Malah dia tentukan berapa harus setor. Sungguh-sungguh kurang telor.
Sekali aku datang mengontrol, bebeknya hilang dua ekor.
	D.	Membaca	Naskah	Teater
Bab 7 - Buku Siswa Semester 2
143Seni Budaya
Buku Guru
Bab 7 - Buku Siswa Semester 2
	 Pengayaan Pembelajaran
	 Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi
diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas
pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan
dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk
mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari.
	 Interaksi dengan Orangtua
	 Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan
melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media
sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja
siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua
dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra-
putrinya.
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 2106 107
No. Pernyataan
1
Saya berusaha belajar konsep teater tradisonal di daerah saya dengan sungguh-sungguh
o Ya o Tidak
2
Saya berusaha belajar konsep teater tradisional daerah lain dengan sungguh-sungguh
o Ya o Tidak
3
Saya mengikuti pembelajaran konsep teater tradisional dengan tanggung jawab
o Ya o Tidak
4
Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu
o Ya o Tidak
5
Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran
merangkai gerak konsep teater tradisional
o Ya o Tidak
6
Saya menyerahkan tugas tepat waktu
o Ya o Tidak
7
Saya menghormati dan menghargai guru pada pembelajaran konsep teater tradisional
o Ya o Tidak
1. Penilaian Pribadi
Nama : ………………………………………….
Kelas : …………………………………………..
Semester : …………………..………………………
Waktu penilaian : ………………………………..…………
144
SMP/MTs Kelas VIII
	 Evaluasi dan Penilaian pembelajaran
	 Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topik dan
pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa
test dan non- test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Non-
test dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru
juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang
diajarkan.
Seni BudayaKurikulum 2013 105
	E.	Uji	Kompetensi
1. Buatlah suatu pementasan yang didukung oleh
beberapa anggota kelompok atau satu kelas
pementasan yang bergaya teater tradisonal!
2. Setelah pementasan lakukanlah evaluasi bersama pada
semua unsur pementasan. Buatlah daftar keberhasilan
dan daftar kegagalan dalam pementasan kalian.
F.	Rangkuman
Kegiatan pementasan merupakan suatu muara akhir
dari sebuah perjalanan panjang dalam sebuah proses teater.
Sebaiknya dipersiapkan segala macam keperluan dan hal-hal
yang bersifat teknik, seperti sound system, setting, properti dan
panggung untuk keberhasilan pementasan. Keindahan proses
teater akan lebih terasa apabila pementasan diakhiri oleh
proses perenungan dan evaluasi bersama pada pertunjukan
untuk keberhasilan pementasan selanjutnya.
	G.	Refleksi
Merancang pementasan merupakan salah satu aktivitas
penting karena dapat mendukung pementasan teater secara
optimal. Di dalam merancang pementasan dibutuhkan kerjasama
dan tanggung jawab dari setiap anggota. Setelah mempelajari
merancang pementasan teater isilah kolom penilaian diri dan
teman berikut ini.
Bab 7 - Buku Siswa Semester 2
145Seni Budaya
Buku Guru
Bab 8 - Buku Siswa Semester 2
	 Informasi untuk Guru
	 Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pem­belajaran
yang akan diberikan sesuai dengan bab 8 semester 2 tentang mementaskan
teater. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga peserta
didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai. Guru
berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan kepada peserta
didik bahan dan media yang dibutuhkan pada pembelajaran bab ini sehingga
dapat dipersiapkan secara baik dan benar.
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 2108
Mementaskan	
Teater	Tradisional
Alur Pembelajaran
Setelah mempelajari Bab 1, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan
berkreasi seni teater, yaitu:
1.	 Mengidentifikasi		kebutuhan	pementasan	teater
2.	 Menidentitifikasikan		jenis-jenis	teater	yang	akan	dipentaskan
3. Membaca naskah teater tradisional
4. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam berlatih teater
5. Menunjukkan sikap disiplim dalam berlatih teater
6. Melakukan pementasan
7. Mengkomunikasikan hasil teater tradisional
BAB
8
146
SMP/MTs Kelas VIII
	 Proses Pembelajaran
	 Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak
dicapai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi. Guru
dapat menjelaskan tentang pementasan teater dan kebutuhan media, bahan
dan alat yang diperlukan. Guru dapat membimbing peserta didik dalam
mengorganisasikan pementasan secara kolaboratif yaitu menggabungkan
unsur seni musik, rupa dan tari serta teater dalam satu kesatuan utuh.
Pada proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-langkah
pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu;
a) Peserta didik melakukan latihan secara berkelompok. Guru dapat
mengembangkan pembelajaran untuk setiap kelas mementaskan
naskah teater yang berbeda-beda sehingga tidak monoton dan
membosankan. Naskah drama dapat dibuat oleh peserta didik tetapi
dapat pula memainkan naskah yang sudah ada atau menyadur dari
sautu cerita.
b) Peserta didik dapat mengomunikasi hasil pementasan melalui tulisan.
Proyek pementasan
teater dapat dikolabo­
rasi­kan dengan seni
tari, musik dan rupa.
Guru dapat membagi
tugas kepada peserta
didik secara adil dan
merata sehingga pe­
mentasan secara kola­
bora­tif dapat ter­
laksana dengan baik.
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 2110
A.	Pementasan	Teater	Tradisional
Setiap pementasan mempunyai kesan
dan karakter yang berbeda. Hal ini ditentu-
kan oleh seberapa berhasil kita mewujud-
kan pementasan yang telah kita rancang dan
persiapkan dengan waktu yang cukup panjang
dan pengorbanan yang telah kita berikan baik
itu waktu maupun biaya. Maka sebaiknya
pementasan yang dirancang dapat terlaksana
dengan sukses. Kesuksesan ditentukan oleh
ketekunan dan keseriusan kalian dalam
proses mempersiapkan pementasannya.
Seperti pada pelaksanaan pementasan
teater modern, pelaksanaan pementasan harus
dikelola dengan manajemen pertunjukan yang
baik. Beberapa hal yang perlu di perhatikan
dalam pelaksanaan pementasan teater tradisional
antara lain:
	 1.	Kesiapan	seluruh	panitia	penyelenggara.
Kepanitiaan yang telah disusun se-
baiknya melaksanakan tugasnya sesuai
dengan kemampuan, dan tugas pada bidang
kerja masing-masing, jangan sampai ada yang
tidak sesuai. Rasa tanggung jawab dan rasa
memiliki pada produksi pementasan yang
akan dipentaskan harus terus ditanamkan
dalam pribadi semua kepanitiaan. Dengan
Satu tujuan yaitu mensukseskan permentasan
teater.
2. Pemanggungan
Pemangungan merupakan sebuah proses
akhir dari persiapan perancangan dan latihan
panjang yang telah dilalui. Hal penting
dalam proses pemanggungan diantaranya
menyiapkan panggung dengan baik agar
proses pementasan berjalan dengan baik.
Pemanggungan berurusan juga dengan hal-
hal yang bersifat teknik seperti teknik
pemasangan setting, teknik penggunaan
alat-alat properti, teknik sound system, dan
teknik penataan lampu.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2013)
Gambar 8.4 Pementasan teater Betawidenganlakon
PanjiSemirang
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2013)
Gambar 8.5 Pementasan teater Betawidenganlakon
PanjiSemirang.
Bab 8 - Buku Siswa Semester 2
147Seni Budaya
Buku Guru
	 Guru bersama dengan peserta didik dapat melakukan evaluasi pe­mentasan
teater tradisional. Evaluasi dapat dilakukan secara berkelompok. Evaluasi
yangdilakukanolehgurusebaiknyabertujuanuntukperbaikanpembelajaran
pada masa yang akan datang. Evaluasi dapat berasal dari guru tetapi dapat
juga berasal dari siswa atau yang sering disebut dengan evaluasi diri.
Berdasarkan hasil evaluasi peserta didik dapat mengomunikasikan tentang
pementasan teater tradisional.
Bab 8 - Buku Siswa Semester 2
Seni BudayaKurikulum 2013 111
	 3.	Publikasi	
Kehadiran penonton untuk mengapresi-
asikan karya pertunjukan yang telah kalian
persiapkan, sangat ditentukan oleh usaha
kalian dalam melakukan publikasi. Publikasi
merupakan penyebaran informasi dan berita
tetang pementasan. Banyak cara untuk mempub-
likasikan pementasan, diantaranya; pub-
likasi yang dilakukan dari mulut kemulut, semua
pendukung memberitakan tentang pementasan yang
akan dilaksanakan pada orang-orang terdekat, ke-
luarga dan teman. Publikasi yang dilakukan dari
mulut ke mulut bersifat terbatas. Publikasi yang
umum yang bisa menjangkau kalangan yang
lebih luas dilakukan melalui Media massa; Koran,
Majalah, Radio dan televisi. Media poster, baligho,
Leaflet	dan	Span	duk	bisa	juga	dibuat	sebagai	untuk	
publikasi pementasan teater kalian di tempat-tempat
umum yang strategis.
	 4.	Dokumentasi
Karya seni teater termasuk kedalam jenis karya
seni pertunjukan, karakteristik seni pertunjukan adalah
terikat oleh ruang dan waktu, artinya karya pertunjukan
tidak abadi, hanya bisa dinikmati saat pertunjukan
sedang berlangsung. Untuk itu sebagai cara supaya
bisa abadi harus didokumentasikan, meskipun cita ra-
sanya tidak sama seperti saat pementasan berlangsung.
Tetapi minimal kita bisa mengabadikan saat-saat kita
berkreasi seni. Berbagai media dokumentasi bisa kalian
gunakan	seperti	kamera	foto	grafi,	dan	kamera	Video.
	B.	Mengevaluasi	Pementasan	Teater	Tradisional
Kegiatan evaluasi dilakukan untuk memahami
dan mengoreksi proses yang telah kalian lakukan. Apa
yang telah dirancang kemudian menjadi pementasan.
Pada saat evaluasi kalian dapat mengetahui tingkat
keberhasilandankegagalandarirancanganpementasan
yang telah kalian buat. Perlu keterbukaan dan mau
saling menerima kritik diantara semua pendukung
pementasan. Hal ini sangat baik untuk pelaksanaan
pementasan selanjutnya sehingga kalian dapat belajar
dari kegagalan, dan melanjutkan keberhasilan yang
telah dicapai supaya lebih sukses.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2013)
Gambar 8.6 Leaflet pementasan teater.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2013)
Gambar 8.7 Leaflet pementasan teater
sebagai salah satu bentuk publikasi.
(Sumber gambar: Kemdikbud, 2013)
Gambar 8.8 Pendokumentasian pementasan
teater merupakan salah satu hal penting
yang harus dilakukan.
148
SMP/MTs Kelas VIII
	 Pengayaan Pembelajaran
		 Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi
diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas
pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan
dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk
mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari.
		 Dasar Lakon drama adalah konflik manusia. Konflik itu lebih
bersifat batin daripada fisik. Konflik manusia sering juga dilukiskan
secara fisik. Dalam wayang, wayang orang, ketoprak dan juga ludruk
akan kita saksikan bahwa klimaks dari konflik batin itu adalah bentrokan
fisik yang diwujukan dalam perang. Konflik yang dipaparkan dalam
lakon harus mempunyai motif.motif dari konflik yang dibangun itu akan
mewujudkan kejadian-kejadian. Motif dan kejadian haruslah wajar dan
realistik artinya benar-benar diambil dari kehidupan manusia. konflik
yang muncul dari kehidupan manusia.
		 Seluruh perjalanan drama dijiwai oleh konflik pelakuya. Konflik
itu terjadi oleh pelaku yang mendukung cerita (sering disebut pelaku
utama) yang bertentangan dengan pelaku pelawan arus cerita (pelaku
penentang), dua tokoh itu disebut dengan tokoh protagonis dan tokoh
antagonis. Konflik antara tokoh antagonis dengan protagonis itu
hendaknya sedemikian keras, tetapi wajar, realistic dan logis.konflik
sering terjadi dalam diri manusia itu sendiri. Konflik ini sangat penting
kedudukannya dalam sebuah drama.
		 Motif dapat ditimbulkan oleh berbagai sumber diantaranya oleh
hal-hal berikut :
1.Kecenderungan dasarmanusiauntukdikenal,untukmempeolehpengalaman
, ketenangan, kedudukan dan sebagainya.
2. Situasi yang melingkupi manusia yang berupa keadaan fisik dan sosialnya
3. Interaksi sosial yang ditimbulkan akibat hubungan dengan sesame manusia
4. Watak manusia itu sendiri yang ditentukan oleh keadaan intelektual,
emosional, ekspresif dan sosiokultural.
149Seni Budaya
Buku Guru
	 Struktur Naskah Drama
		 Wujud fisik sebuah naskah adalah Dialog atau ragam tutur.
Ragam tutur itu adalah ragam sastra, oleh sebab itu bahasa dan
maknanya tunduk pada konvansi sastra yangmenurut Teeuw meliputi
hal-hal berikut ini
a. Teks sastra memiliki unsur atau struktur batin atau intern structur
relation, yang bagian-bagiannya saling menentukan dan saling
berkaitan.
b. Naskah sastra juaga memiliki struktur luar atau extern structur
relation yang terkain oleh bahasa pengarangnya
c. Sistem sastra juga merupakan model dunia sekunder yang
sangat kompleks dan bersusun-susun.
Dasar teks drama adalah konflik manusia yang digali dari kehidupan.
dan penuangan tiruan kehidupan itu diberi warna oleh penulisnya.
Aktualisasi terhadap peristiwa dunia menjadi peristiwa imajiner
dengan seratus persen diwarnai dan menjadi hak pengarang. sisi
mana yang akan menjadi sorotan yang dominan yang terlihat dalam
naskah ditentukan oleh bagaimana cara penulis lakon memandang
kehidupan, ada yang menggambarkan sisi baik buruk kehidupan
ada juga yang penuh dengan pesan-pesan moral yang ingin
ditampilkannya dalam sebuah plot.
		 Plot merupakan jalinan cerita atau kerangka cerita dari awal
hingga akhir yang merupakan jalinan konflik antara dua tokoh yang
berlawanan, konflik berkembang karena kontradiksi para pelaku,
sifat dua tokoh utama yang saling bertentangan.
Struktur Dramatik
Meliputi :
-	 Exposition atau pelukisan awal.
-	 Komplikasi atau pertikaian awal.
-	 Klimaks atau titik puncak.
-	 Resolusi atau penyelesaian, falling action.
-	 Catastrophe atau keputusan.
150
SMP/MTs Kelas VIII
	 Pembuatan Naskah
	 Berkaitan dengan lakon cerita ini, yang menjadi landasan sebuah
lakon adalah tema atau nada dasar cerita. Tema merupakan gagasan
pokok yang terkandung dalam drama, tema berhubungan dengan
premis dari drama tersebut yang berhubungan pula dengan nada
dasar dari sebuah drama dan sudut pandangan (point of view) yang
dikemukakan oleh pengarangnya. Premis adalah landasan pokok
yang menentukan arah tujuan lakon yang merupakan landasan bagi
pola konstruksi lakon.
Bahan-bahan untuk pengarang :
1. Karakter
Untuk mengembangkan konflik, pengarang menggunakan watak
manusia sebagai bahan (konflik hidup adalah hokum drama)
2. Situasi
	Lakon adalah rentetan situasi, dimulai dengan situasi yang akan
berkembang selama action terlaksana. bahannya bersumber pada
kehidupan, sedangkan seni dari drama terletak pada penggarapan
bahannya
3. Subjek
Subjek atau tema ialah ide pokok lakon atau drama.
Alat-alat pengarang	
•	 Dialog  lewat dialog tergambarlah watak-watak sehingga latar
belakang perwatakan bisa diketahui
•	 Action  dalam hal banyak laku (action) lebih penting daripada
dialog karena “laku berbicara lebih keras daripada kata-kata”
karena to see is to believe
•	 Proses Mengarang
•	 Seleksi  Dengan hati-hati pengarang memilih situasi yang harus
memberikan saham bagi keseluruhan drama, dalam kebanyakan
lakon situasi merupakan kunci laku.
•	 Re-arrangement  pengarang mengatur/menyusun kembali ke­
kalutan hidup menjadi pola yang berate.
151Seni Budaya
Buku Guru
•	 Intensifikasi  pengarang mempunyai kisah untuk diceritakan,
kesan untuk digambarkan, suasana hati untuk diciptakan. segala
anasir dalam proses artistik harus direncanakan sedemikian rupa
untuk mengintensifkan (meningkatkan) komunikasi.
	 Interaksi dengan Orangtua
	 Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan
melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media
sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja
siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua
dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra-
putrinya.
Seni BudayaKurikulum 2013 127
No. Pernyataan
1
Saya berusaha belajar pementasan teater tradisonal di daerah saya dengan sungguh-sungguh
o Ya o Tidak
2
Saya berusaha belajar pementasan teater tradisional daerah lain dengan sungguh-sung-
guh
o Ya o Tidak
3
Saya mengikuti pembelajaran pementasan teater tradisional dengan tanggung jawab
o Ya o Tidak
4
Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu
o Ya o Tidak
5
Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran
pementasan teater tradisional
o Ya o Tidak
1. Penilaian Pribadi
Nama : ………………………………………….
Kelas : …………………………………………..
Semester : …………………..………………………
Waktu penilaian : ………………………………..…………
Bab 8 - Buku Siswa Semester 2
152
SMP/MTs Kelas VIII
	 Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran
	 Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topik
dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat
berupa test dan non-test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan
ganda. Non-test dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan
sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai
dengan materi yang diajarkan.
SMP/MTs Kelas VIII Semeter 2126
Bengkel teater ini berdiri di atas lahan sekitar 3 hektare
yang terdiri dari bangunan tempat tinggal Rendra dan keluarga,
serta bangunan sanggar untuk latihan drama dan tari.
Di lahan tersebut tumbuh berbagai jenis tanaman yang
dirawat secara asri, sebagian besar berupa tanaman keras
dan pohon buah yang sudah ada sejak lahan tersebut dibeli,
juga ditanami baru oleh Rendra sendiri serta pemberian
teman-temannya. Puluhan jenis pohon antara lain, jati,
mahoni, ebony, bambu, turi, mangga, rambutan, jengkol,
tanjung, singkong, dan lain-lain.
(Sumber: Wikipedia dan berbagai sumber media)
	D.	Uji	Kompetensi	
1. Buatlah suatu pementasan yang didukung oleh
beberapa anggota kelompok atau satu kelas pe-
mentasan yang bergaya teater tradisonal.
2. Setelah pementasan lakukanlah evaluasi bersama
pada semua unsur pementasan. Buatlah daftar ke-
berhasilan dan daftar kegagalan dalam pementasan
kalian.
	E.	Rangkuman
Kegiatan pementasan merupakan suatu muara
akhir dari sebuah perjalanan panjang dalam sebuah
proses teater. Sebaiknya dipersiapkan segala macam ke-
perluan dan hal-hal yang bersifat teknik, seperti sound
system, setting, properti dan panggung untuk keberhasi-
lan pementasan. Keindahan proses teater akan lebih te-
rasa apabila pementasan diakhiri oleh proses perenungan
dan evaluasi bersama pada pertunjukan untuk keberhasi-
lan pementasan selanjutnya.
	F.	Refleksi
Melaksanakan pementasan merupakan salah satu
aktivitas penting karena merupakan puncak dari aktivitas
berlatih dan merancang pementasan. Di dalam pementasan
dibutuhkan kerjasama dan tanggung jawab dari setiap anggota.
Setelah mempelajari pementasan teater isilah kolom penilai-
an diri dan teman di bawah ini.
Bab 8 - Buku Siswa Semester 2
153Seni Budaya
Buku Guru
154
SMP/MTs Kelas VIII
Glosarium
Aksen tekanan  suara pada  kata atau suku kata.
Arsir menarik garis-garis kecil sejajar untuk mendapatkan efek bayangan ketika meng-
gambar atau melukis.
Artikulasi lafal pengucapan pada kata.
Asimetris tidak sama kedua bagiannya atau tidak simetris.
Diafragma sekat rongga badan yang membatasi antara rongga dada  dengan rongga
perut.
Ekspresi pengungkapan atau proses menyatakan perasaan.
Estetik mengenai keindahan.
Fonem vokal bunyi yang keluar dari mulut tanpa  halangan/hambatan.
Gerak ritmis gerakan  yang memiliki irama.
Geometris  ragam hias berbentuk bulat.
Intonasi ketepatan mengucapkan tinggi rendahnya kata.
Level tingkatan  gerak yang diukur dari lantai.
Kriya pekerjaan  tangan.
Perkusi peralatan  musik ritmis.
Pola lantai garis-garis yang dibuat oleh penari melalui perpindahan gerak di atas lantai.
Ragam hias ornamen.
Ritmis ketukan yang teratur.
Ruang bentuk yang diakibatkan oleh gerak.
Sinden penyanyi lagu tradisional.
Tenaga kuat atau lemah yang digunakan  untuk melakukan gerak.
Unisono menyanyi secara berkelompok  dengan satu suara.
Vokal grup menyanyi dengan beberapa orang.
Waktu tempo dan ritme yang digunakan untuk melakukan gerak.
155Seni Budaya
Buku Guru
Daftar Pustaka
Anirun, Suyatna. 2002. Menjadi Sutradara. Bandung: STSI PRESS.
Brook, Peter. 2002. Percikan Pemikiran tentang Teater, Film, dan Opera. Yogyakarta: Arti.
Dibia, I Wayan, dkk. 2006. Tari Komunal: Buku Pelajaran Kesenian Nusantara. Jakarta:  Lembaga 	
	 Pendidikan Seni Nusantara.
Endraswara, Suwardi. 2011. Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri 	
	 Yogyakarta.
Gray, Peter. 2009. Panduan Lengkap Menggambar & Ilustrasi Objek & Observasi Terjemahan Sara 	
	 C. Simanjuntak. Jakarta: Karisma.
Grotowski, Jerzy. 2002. Menuju Teater Miskin. Yogyakarta: Penerbit Arti. Hartoko, Dick. 1986. 		
	 Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Gramedia.
Hawkins, Alma. 1990. Mencipta Lewat Tari, terj. Sumandiyo Hadi. Yogyakarta: ISI.
Humprey, Doris. 1983. Seni Menata Tari, terj. Sal Murgiyanto. Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta.
Jazuli,M.2008.PendidikanSeniBudaya:Suplemen  Pembelajaran  SeniTari.Semarang:UnnesPress.
Juih, dkk. 2000. Kerajinan Tangan dan Kesenian. Jakarta: Yudhistira.
Latifah, Diah dan Harry Sulastianto. 1993. Buku Pedoman  Seni SMA. Bandung: Ganeca Exact.
Purnomo, Eko, 1996. Seni Gerak. Jakarta: Majalah Pendidikan Gelora, Grasindo.
Putra,Mauly,BenM.Pasaribu.2006.MusikPop:BukuPelajaranKesenianNusantara.Jakarta:Lembaga	
	 Pendidikan Seni Nusantara.
Rangkuti, dkk 2000. Lagu-Lagu Daerah. Jakarta: Titik Terang.
Redaksi Indonesia Cerdas. 2008. Koleksi 100 Lagu Daerah Indonesia Terpopuler. Jogjakarta:
	 Indonesia Cerdas. Rustopo (ed), 1991. Gendhon Humardhani: Pemikiran dan Kritiknya. 	
	 Surakarta: STSI.
Sachari, Agus (editor). 1986. Seni Desain dan Teknologi Antologi Kritik, Opini dan Filosofi. 	 	
	 Bandung: Pustaka.
Schneer,Geoegette.1994.MovementImprovisation.SouthAustralia:HumanKinetics,Edwardstone.
Smith, Jacqueline. 1986. Komposisi Tari: Sebuah Petunjuk Praktis bagi Guru, terj. Ben Suharto. 	
	 Yogyakarta: Ikalasti.
Riantiarno, Nano. 2003. Menyentuh Teater, Tanya Jawab Seputar Teater Kita. Jakarta: MU: 3 Books.
Sahid, Nur (ed). 2000. Interkulturalisme dalam Teater. Yogyakarta: Yayasan untuk Indonesia. Sani, 	
Rachman. 2003. Yoga untuk Kesehatan. Semarang: Dahara Prize.
Saptaria, Rikrik   El. 2006.  Panduan  Praktis Akting untuk Film & Teater. Bandung: Rekayasa Sains.
Sitorus, Eka D. 2002. The Art of Acting-Seni Peran untuk Teater, Film, & TV. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama. Sumardjo, Jakob. 1986. Ikhtisar Sejarah Teater Barat. Bandung: Angkasa
156
SMP/MTs Kelas VIII
Sumaryono, Endo Suanda. 2006. Tari Tontonan. Jakarta: Lembaga Pendidikan Seni Nusantara.
Susanto, Mikke. 2003. Membongkar  Seni Rupa. Yogyakarta: Jendela.
Sutrisno, Mudji dan Christ Verhaak. 1993. Estetika Filsafat Keindahan. Yogyakarta: Kanisius.
Tim Depdiknas. 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wardhani, Cut Camaril, dan Ratna Panggabean. 2006. Tekstil: Buku Pelajaran Seni Budaya. Jakarta 	
	 Lembaga Pendidikan Seni Nusantara.
Wijaya, Putu. 2006. Teater: Buku Pelajaran Seni Budaya. Jakarta: Lembaga Pendidikan Seni
	 Nusantara.
Sumber Gambar:
	 www.azamku.com (diunduh 23 Maret 2013)
	 http://guitarid.blogspot.com (diunduh 6 Mei 2013)
	 Kemdikbud
	 Wiwiek Widyastuti
	 Sri Kurniati
	 Dyah Tri Palupi
Sumber Gerak Tari:
	 Tari Pakarena, Sri Kurniati
	 Tari Sirih Kuning, Wiwiek Widyastuti

More Related Content

PDF
Buku guru Seni Budaya kelas VIII
PDF
Seni budaya (buku siswa)
PDF
Buku Siswa Seni Budaya Kelas VIII SMP Kurikulum 2013
PDF
Kelas 7 smp seni budaya
DOCX
08 seni budaya
PDF
Seni budaya smp 7 guru
PDF
Buku Siswa Kurikulum 2013 Kelas 7 SBK
Buku guru Seni Budaya kelas VIII
Seni budaya (buku siswa)
Buku Siswa Seni Budaya Kelas VIII SMP Kurikulum 2013
Kelas 7 smp seni budaya
08 seni budaya
Seni budaya smp 7 guru
Buku Siswa Kurikulum 2013 Kelas 7 SBK

What's hot (18)

PDF
Buku Guru seni budaya Kelas VII SMP Kurikulum 2013
PDF
Buku Siswa Seni Budaya Kelas VII SMP Kurikulum 2013
PDF
Kelas 07 smp_seni_budaya_siswa
PDF
K11 s1 bs senbud
PDF
Buku guru IPA kelas 8
PDF
Seni budaya (buku siswa)
PDF
K11 bg sen_bud_sma kelas xi kurikulum 2013_[blogerkupang.com]
PDF
Buku pegangan guru seni budaya sma kelas 10 kurikulum 2013 edisi revisi 2014 ...
PDF
Kelas 11 sma_seni_budaya
PDF
Buku Siswa Kelas 11 Seni Budaya Semester 1 dan 2 Kurikulum K13
PDF
Buku Siswa Kelas 11 Seni Budaya Semester 1 Kurikulum K13
DOCX
16 model-pembelajaran-saintifik-mp-seni-budaya
PDF
Buku Siswa IPS Kelas VIII SMP Kurikulum 2013
PDF
Buku Guru IPS Kelas VIII SMP Kurikulum 2013
PDF
Seni budaya (buku guru)
PDF
Kls 8 buku siswa ipa kurikulum 2013
PDF
Buku siswa kurikulum 2013 IPS Kelas VIII
PDF
Senbud x bs
Buku Guru seni budaya Kelas VII SMP Kurikulum 2013
Buku Siswa Seni Budaya Kelas VII SMP Kurikulum 2013
Kelas 07 smp_seni_budaya_siswa
K11 s1 bs senbud
Buku guru IPA kelas 8
Seni budaya (buku siswa)
K11 bg sen_bud_sma kelas xi kurikulum 2013_[blogerkupang.com]
Buku pegangan guru seni budaya sma kelas 10 kurikulum 2013 edisi revisi 2014 ...
Kelas 11 sma_seni_budaya
Buku Siswa Kelas 11 Seni Budaya Semester 1 dan 2 Kurikulum K13
Buku Siswa Kelas 11 Seni Budaya Semester 1 Kurikulum K13
16 model-pembelajaran-saintifik-mp-seni-budaya
Buku Siswa IPS Kelas VIII SMP Kurikulum 2013
Buku Guru IPS Kelas VIII SMP Kurikulum 2013
Seni budaya (buku guru)
Kls 8 buku siswa ipa kurikulum 2013
Buku siswa kurikulum 2013 IPS Kelas VIII
Senbud x bs
Ad

Similar to Seni budaya smp kelas 8 buku guru kurikulum 2013 (20)

PDF
Buku Guru seni budaya Kelas VIII SMP Kurikulum 2013
PDF
Kelas 07 smp_seni_budaya_siswa
PDF
SBK Kelas XII K13 Buku Guru
PDF
Kelas ix senibudaya bs
PDF
K11 bg sen bud
PDF
Kelas 11 sma_seni_budaya_guru
PDF
Kelas 11 sma_seni_budaya_guru
PDF
BUKU SISWA ILMU PENGETAHUAN SOSIAL EDISI REVISI 2014
DOCX
41 silabus-seni-budaya-sma-versi-120216
DOCX
41 silabus-seni-budaya-sma-versi-120216
PDF
Bahasa indonesia ekspresi diri dan akademik (buku siswa)
PDF
Bahasa indonesia ekspresi diri dan akademik (buku siswa)
PDF
seni buudaya kelas x
PDF
Senbud x bs
PDF
Senbud x bs_sma kelas x kurikulum 2013_[blogerkupang.com]
DOCX
Silabus Seni Budaya SMA.docx
PDF
Buku pegangan-guru-ips-smp-kelas-8-kurikulum-2013
PDF
K10 bg prakarya
PDF
Bg prakarya sma kelas x kurikulum 2013_[blogerkupang.com]
PDF
Buku Pegangan Guru IPS SMP/MTs Kelas 7 Kurikulum-2013 Edisi Revisi 2014
Buku Guru seni budaya Kelas VIII SMP Kurikulum 2013
Kelas 07 smp_seni_budaya_siswa
SBK Kelas XII K13 Buku Guru
Kelas ix senibudaya bs
K11 bg sen bud
Kelas 11 sma_seni_budaya_guru
Kelas 11 sma_seni_budaya_guru
BUKU SISWA ILMU PENGETAHUAN SOSIAL EDISI REVISI 2014
41 silabus-seni-budaya-sma-versi-120216
41 silabus-seni-budaya-sma-versi-120216
Bahasa indonesia ekspresi diri dan akademik (buku siswa)
Bahasa indonesia ekspresi diri dan akademik (buku siswa)
seni buudaya kelas x
Senbud x bs
Senbud x bs_sma kelas x kurikulum 2013_[blogerkupang.com]
Silabus Seni Budaya SMA.docx
Buku pegangan-guru-ips-smp-kelas-8-kurikulum-2013
K10 bg prakarya
Bg prakarya sma kelas x kurikulum 2013_[blogerkupang.com]
Buku Pegangan Guru IPS SMP/MTs Kelas 7 Kurikulum-2013 Edisi Revisi 2014
Ad

More from Budhi Emha (20)

PDF
Peluang 1
PDF
Modul pkb 2017 matematika smp kk i
PDF
Modul pkb 2017 matematika smp kk g
PDF
Modul pkb 2017 matematika smp kk e
PDF
Un matematika smp 2015
PDF
Un mat. smp 2014 paket 1
PDF
Un mat. smp 2013 paket 1
PDF
Kunci jawaban unbk matematika smp 2017
PDF
Guru Pembelajar Matematika SMP Catatan kegiatan modul b sesi 1.1
PDF
Rekaman kegiatan gp daring 2016 matematika smp modul f
PDF
Materi GPO Matematika SMP Modul J
PDF
Materi GPO Matematika SMP Modul I
PDF
Materi GPO Matematika SMP Modul H
PDF
Materi GPO Matematika SMP Modul G
PDF
Materi GPO Matematika SMP Modul F
PDF
Materi GPO Matematika SMP Modul E
PDF
Materi GPO Matematika SMP Modul D
PDF
Materi GPO Matematika SMP Modul C
PDF
Materi GPO Matematika SMP Modul B
PDF
Materi GPO Matematika SMP Modul A
Peluang 1
Modul pkb 2017 matematika smp kk i
Modul pkb 2017 matematika smp kk g
Modul pkb 2017 matematika smp kk e
Un matematika smp 2015
Un mat. smp 2014 paket 1
Un mat. smp 2013 paket 1
Kunci jawaban unbk matematika smp 2017
Guru Pembelajar Matematika SMP Catatan kegiatan modul b sesi 1.1
Rekaman kegiatan gp daring 2016 matematika smp modul f
Materi GPO Matematika SMP Modul J
Materi GPO Matematika SMP Modul I
Materi GPO Matematika SMP Modul H
Materi GPO Matematika SMP Modul G
Materi GPO Matematika SMP Modul F
Materi GPO Matematika SMP Modul E
Materi GPO Matematika SMP Modul D
Materi GPO Matematika SMP Modul C
Materi GPO Matematika SMP Modul B
Materi GPO Matematika SMP Modul A

Recently uploaded (20)

PPTX
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
PPTX
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
DOCX
Daftar Judul Paper Artificial Intelligence in Information System
PPTX
893548301-Panduan-Kokurikuler-Tahun_2025.pptx
PPTX
ppt_Pembelajaran_Koding_dan_Kecerdasan_Artifisial_(KKA).pptx
PPTX
8-Bahan Paparan Smart ASN Latsar CPNS agenda III
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Ekonomi Kelas X SMA Terbaru 2025
PPT
Tugas Modul 1.Konsep Pola Pikir Bertumbuh.ppt
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Fisika Kelas XII SMA Terbaru 2025
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
PPTX
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
PDF
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 3 (Proxmox VE 9.0).pdf
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PPTX
Penguatan Pertemuan1 OJT koding dan kecerdasan artificial
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PDF
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
PDF
Stop Bullying NO Bully in school SMA .pdf
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Daftar Judul Paper Artificial Intelligence in Information System
893548301-Panduan-Kokurikuler-Tahun_2025.pptx
ppt_Pembelajaran_Koding_dan_Kecerdasan_Artifisial_(KKA).pptx
8-Bahan Paparan Smart ASN Latsar CPNS agenda III
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Ekonomi Kelas X SMA Terbaru 2025
Tugas Modul 1.Konsep Pola Pikir Bertumbuh.ppt
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Fisika Kelas XII SMA Terbaru 2025
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 3 (Proxmox VE 9.0).pdf
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Penguatan Pertemuan1 OJT koding dan kecerdasan artificial
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
Stop Bullying NO Bully in school SMA .pdf

Seni budaya smp kelas 8 buku guru kurikulum 2013

  • 2. SMP/MTs Kelas VIII ii Hak Cipta @ 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-undang Disklaimer:BukuinimerupakanbukuguruyangdipersiapkanPemerintahdalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini. Kontributor Naskah : Eko Purnomo, Dyah Tri Palupi, Buyung Rohmanto, Deden Haerudin, dan Julius Juih. Penelaah : Muksin, Bintang Hanggoro Putra, dan Daniel H. Jacob, Ayat Suryatna, Yudi Sukmayadi, Sukanta dan Agus Budiman Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. Cetakan Ke-1, 2014 Disusun dengan Huruf Times New Roman, 11 pt Katalog Dalam Terbitan (KDT) Milik Negara Tidak Diperdagangkan Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Seni Budaya/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014. iv, 156 hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk SMP/MTs Kelas VIII ISBN 978-602-282-075-8 (jilid lengkap) ISBN 978-602-282-077-2 (jilid 2) 1. Kesenian-- Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 707
  • 3. Seni Budaya iii Kata Pengantar Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan,keterampilan,dansikapsecara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran, sehingga kompetensi dasar tiap mata pelajaran mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok pengetahuan, dan kompetensi dasar kelompok keterampilan. Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut. Seni Budaya untuk Kelas VIII SMP/MTs yang disajikan dalam buku ini juga tunduk pada ketentuan tersebut. Seni Budaya bukan aktivitas dan materi pembelajaran yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan peserta didik sebagaimana dirumuskan selama ini. Seni Budaya harus mencakup aktivitas dan materi pembelajaran yang memberikan kompetensi pengetahuan tentang karya seni budaya dan kompetensi sikap yang terkait dengan seni budaya. Seni Budaya dalam Kurikulum 2013 dirumuskan untuk mencakup sekaligus studi karya seni budaya untuk mengasah kompetensi pengetahuan, baik dari karya maupun nilai yang terkandung di dalamnya, praktik berkarya seni budaya untuk mengasah kompetensi keterampilan, dan pembentukan sikap apresiasi terhadap seni budaya sebagai hasil akhir dari studi dan praktik karya seni budaya. Pembelajarannya dirancang berbasis aktivitas dalam sejumlah ranah seni budaya, yaitu seni rupa, tari, musik, dan teater yang diangkat dari tema-tema seni yang merupakan warisan budaya bangsa. Selain itu juga mencakup kajian warisan budaya yang bukan berbentuk praktik karya seni budaya. Aktivitas-aktivitas tersebut tidak hanyaterkaitdenganstudidanpraktikkaryasenibudaya,melainkan juga melalui pelibatan aktif tiap peserta didik dalam kegiatan seni budaya yang diselenggarakan oleh kelas maupun sekolah. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal, tambahan materi yang digali dari kearifan lokal dan relevan sangat diharapkan untuk ditambahkan sebagai pengayaan dari buku ini. Sesuai dengan konsep Kurikulum 2013, buku ini disusun dengan mengacu pada pembelajaran Seni Budaya secara terpadu dan utuh. Keterpaduan dan keutuhan tersebut diwujudkan dalam rangkaian bahwa setiap pengetahuan yang diajarkan, pembelajarannya harus dilanjutkan sampai membuat siswa terampil dalam menyajikan pengetahuan yang dikuasainya secara konkret dan abstrak dalam bentuk atau terkait dengan karya seni budaya, dan bersikap sebagai manusia dengan rasa penghargaan yang tinggi terhadap karya-karya seni warisan budaya dan warisan budaya bentuk lainnya. Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam. Implementasi terbatas pada tahun ajaran 2013/2014 telah mendapat tanggapan yangsangatpositifdanmasukanyangsangatberharga.Pengalamantersebut dipergunakan semaksimal mungkin dalam menyiapkan buku untuk implementasimenyeluruhpadatahun ajaran2014/2015danseterusnya.Walaupundemikian, sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan perlu terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045). Jakarta,Januari2014 MenteriPendidikandanKebudayaan MohammadNuh
  • 4. SMP/MTs Kelas VIII iv Daftar Isi Kata pengantar ............................................................................................................. iii Daftar isi ....................................................................................................................... iv Bab 1 Pendahuluan ......................................................................................... 1 A. Rasional ...................................................................................................... 1 B. Tujuan ......................................................................................................... 2 C. Ruang Lingkup .......................................................................................... 2 D. Muatan Lokal ............................................................................................ 3 E. Lingkup Kompetensi dan Materi Mapel SMP/MTs ............................. 5 Bab 2 Pembelajaran dan Penilaian Mata Pelajaran Seni Budaya .................. 7 A. Kerangka Pembelajaran ........................................................................... 7 B. Pendekatan Pembelajaran Seni Budaya ................................................. 7 C. Strategi dan Metode Pembelajaran.......................................................... 9 D. Penilaian ..................................................................................................... 13 Bab 3 Panduan Pembelajaran Berdasarkan Buku Teks Seni Budaya Kelas VIII SMP/MTs............................................................................. 26 A. Penjelasan Umum ..................................................................................... 26 B. Seni Rupa ................................................................................................... 28 C. Seni Musik ................................................................................................. 56 D. Seni Tari ..................................................................................................... 82 E. Seni Teater ................................................................................................. 122 Glosarium ..................................................................................................................... 154 Daftar Pustaka ............................................................................................................. 154
  • 5. 1Seni Budaya Buku Guru PendahuluanBAB 1 A. Rasional Mata pelajaran Seni Budaya merupakan mata pelajaran yang membahas mengenai karya seni estetis, artistik, dan kreatif yang berakar pada norma, nilai, perilaku, dan produk seni budaya bangsa melalui aktivitas berkesenian. Mata pelajaran ini bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memahami seni dalam konteks ilmu pengetahuan, teknologi, dan sosial sehingga dapat berperan dalam perkembangan sejarah peradaban dan kebudayaan, baik dalam tingkat lokal, nasional, regional, maupun global. Pembelajaran seni di tingkat pendidikan dasar dan menengah bertujuan mengembangkan kesadaran seni dan keindahan dalam arti umum, baik dalam domain konsepsi, apresiasi, kreasi, penyajian, maupun tujuan psikologis edukatif untuk pengembangan kepribadian peserta didik secara positif. Pendidikan Seni Budaya di sekolah tidak semata-mata dimaksudkan untuk membentuk siswa menjadi pelaku seni atau seniman namun lebih menitikberatkan pada sikap dan perilaku kreatif, etis dan estetis . Pendidikan Seni Budaya secara konseptual bersifat (1) multilingual, yakni pengembangan kemampuan peserta didik mengekspresikan diri secara kreatif dengan berbagai cara dan media, dengan pemanfaatan bahasa rupa, bahasa kata, bahasa bunyi, bahasa gerak, bahasa peran, dan kemungkinan berbagai perpaduan di antaranya. Kemampuan mengekspresikan diri memerlukan pemahaman tentang konsep seni, teori ekspresi seni, proses kreasi seni, teknik artisitik, dan nilai kreativitas. Pendidi- kan seni bersifat (2) multidimensional, yakni pengembangan beragam kom- petensi peserta didik tentang konsep seni, termasuk pengetahuan, pema- haman, analisis, evaluasi, apresiasi, dan kreasi dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, dan etika. Pendidikan seni bersifat (3) multikultural, yakni menumbuhkembangkan kesadaran dan kemam- puan peserta didik mengapresiasi beragam budaya nusantara dan mancanegara. Halini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkin-
  • 6. 2 SMP/MTs Kelas VIII kan peserta didik hidup secara beradab dan toleran terhadap perbedaan nilai dalam kehidupan masyarakat yang pluralistik. Sikap ini diperlukan untuk membentuk kesadaran peserta didik akan beragamnya nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat. Pendidikan seni berperan mengem- bangkan (4) multikecerdasan, yakni peran seni membentuk pribadi yang harnonis sesuai dengan perkembangan psikologis peserta didik, termasuk kecer- dasan intrapersonal, interpersonal, visual-spasial, verbal-linguistik, musikal, matematik-logik, jasmani-kinestetis, dan lain sebagainya. B. Tujuan Mata Pelajaran Seni Budaya bertujuan untuk menumbuhkembangkan kepekaan rasa estetik dan artistik, sikap kritis, apresiatif, dan kreatif pada diri setiap peserta pendidik secara menyeluruh. Sikap ini hanya mungkin tumbuh jika dilakukan serangkaian proses aktivitas berkesenian pada pe- serta didik. Mata pelajaran Seni Budaya memiliki tujuan khusus, yaitu; 1. menumbuhkembangkan sikap toleransi, 2. menciptakan demokrasi yang beradab, 3. menumbuhkan hidup rukun dalam masyarakat majemuk, 4. mengembangkan kepekaan rasa dan keterampilan 5. menerapkan teknologi dalam berkreasi 6.menumbuhkanrasacintabudayadanmenghargaiwarisanbudayaIndonesia 7. membuat pergelaran dan pameran karya seni. C. Ruang Lingkup Ruang lingkup mata pelajaran Seni Budaya memiliki 4 aspek seni, yaitu: 1. Seni Rupa Apresiasi seni rupa, Estetika seni rupa, Pengetahuan bahan dan alat seni rupa, Teknik penciptaan seni rupa, Pameran seni rupa, Evaluasi seni rupa, Portofolio seni rupa. Pada Pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) memuat penerapan ragam hias dan ilustrasi. 2. Seni Musik Apresiasi seni musik, Estetika seni musik, Pengetahuan bahan dan alat seni musik, Teknik penciptaan seni musik, Pertunjukan seni musik, Evalu- asi seni musik, Portofolio seni musik. Pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) memuat pengenalan teknik vokal dan alat musik.
  • 7. 3Seni Budaya Buku Guru 3. Seni Tari Apresiasi seni tari, Estetika seni tari, Pengetahuan bahan dan alat seni tari, Teknik penciptaan seni tari, Pertunjukkan seni tari, Evaluasi seni tari, Portofolio seni tari. Pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) mata pelajaran seni tari melakukan dan mengkreasikan tari bentuk. 4. Seni Teater Apresiasi seni teater, Estetika seni teater, Pengetahuan bahan dan alat seni teater, Teknik penciptaan seni teater, Pertunjukkan seni teater, Eval- uasi seni teater, Portofolio seni teater. Pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) memuat pen- genalan teknik bermain teater. Dari ke-4 aspek mata pelajaran Seni Budaya yang tersedia, sekolah wajib melaksanakan minimal 2 aspek seni dengan 2 guru yang berlatar belakang seni yang sesuai dengan kompetensinya atau satu orang guru mata pelajaran seni yang menguasai lebih dari satu bidang seni. D. Muatan Lokal Sesuai dengan Kerangka dasar dan Struktur Kurikulum tahun 2013, muatan lokal dapat diajarkan secara terintegrasi dengan mata pelajaran Seni Budaya atau diajarkan secara terpisah apabila daerah merasa perlu untuk memisahkannya. Muatan lokal merupakan bahan kajian pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal yang dimaksudkan untuk membentuk pemahaman peserta didik terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya. Muatan lokal sebagai bahan kajian yang membentuk pemahaman terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya bermanfaat untuk memberikan bekal sikap, pengetahuan, dan keterampilan kepada peserta didik agar: (1) Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya; (2) bekal kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya; dan (3) Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan- aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
  • 8. 4 SMP/MTs Kelas VIII Intergrasi muatan lokal kedalam mata pelajaran seni budaya dapat memberi peluang bagi guru untuk mengenalkan potensi-potensi seni dan budaya lokal yang dekat dengan lingkungan pada anak. Hal ini akan memudahkan guru dan sekolah dalam menentukan sumber belajar, maupun narasumber dari seniman lokal. Oleh guru siswa dapat di bawa ke kelompok, grup- grup seni, rumah atau tempat seniman lokal berkarya, yang ada diwilayah terdekat. Bahkan terlibat langsung pada peristiwa-peristiwa budaya lokal yang menjadi agenda budaya rutin didaerahnya. Dengan karakteristik mata pelajaran seni budaya seperti ini, dapat menjadi sarana konservasi dan pengembangan budaya lokal, sehingga budaya tersebut terjaga kelestarian dan peluang untuk pengembangannya tetap terbuka di lingkungan sekolah. Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum berbasis kompetensi adalah outcomes-based curriculum dan oleh karena itu pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Demikian pula penilaian hasil belajar dan hasil kurikulum diukur dari pencapaian kompetensi. Keberhasilan kurikulum diartikan sebagai pencapaian kompetensi yang dirancang dalam dokumen kurikulum oleh seluruh peserta didik. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik untuk mengembangkan sikap, ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk membangun kemampuan yang dirumuskan dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Jadi tujuan akhir pembelajaran mengacu ke SKL. Kompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills. Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi (organising element) Kompetensi Dasar. Sebagai unsur pengorganisasi, Kompetensi Inti merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi horizontal Kompetensi Dasar.Organisasi vertikal Kompetensi Dasar adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu kelas atau jenjang pendidikan ke kelas/jenjang di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antara konten yang dipelajari siswa. Organisasi horizontal adalah keterkaitan
  • 9. 5Seni Budaya Buku Guru antara konten Kompetensi Dasar satu mata pelajaran dengan konten Kompetensi Dasar dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat. Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu berkenaan dengan sikap religius (Kompetensi Inti 1), sikap sosial (Kompetensi Inti 2), pengetahuan (Kompetensi Inti 3), dan keterampilan (Kompetensi Inti 4). Ke-4 kelompok itu menjadi acuan dari Kompetensi Dasar dan dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif. Kompetensi yang berkenaan dengan sikap religius dan sosial dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan (Kompetensi Inti 3) dan keterampilan (Kompetensi Inti 4). Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber pada Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Mata pelajaran sebagai sumber dari konten untuk menguasai kompetensi bersifat terbuka dan tidak selalu diorganisasikan berdasarkan disiplin ilmu berorientasi hanya pada filosofi esensialisme dan perenialisme. Mata pelajaran dapat dijadikan organisasi konten yang dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu atau non disiplin ilmu yang diperbolehkan menurut filosofi rekonstruksi sosial, progresifisme, atau pun humanisme. Karena filosofi yang dianut dalam kurikulum adalah eklektik seperti dikemukakan di bagian landasan filosofi, maka nama mata pelajaran dan isi mata pelajaran untuk kurikulum yang akan dikembangkan tidak perlu terikat pada kaedah filosofi esensialisme dan perenialisme E. Lingkup kompetensi dan materi mapel di SMP/MTs Mata pelajaran Seni Budaya di SMP/MTs menekankan pada aspek apresiasi dan kreasi, dalam ranah pendidikan dapat diurai menjadi kognitif, afektif dan psikomotor. Ketiga ranah tersebut cara bekerjanya simultan dan tidak dapat dipisahkan satu diantaranya, sedangkan dalam proses pen- ciptaan seni, ditekankan pada proses pengembangan kreativitas, menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan ling- kungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. Seni Budaya melibatkan semua bentuk kegiatan berupa aktivitas fisik dan cita rasa keindahan. Aktivitas fisik dan cita rasa keindahan itu tertuang
  • 10. 6 SMP/MTs Kelas VIII Level Kompetensi Kelas Kompetensi Ruang Lingkup Materi 4 VII-VIII • Memahami keberagaman karya dan nilai seni budaya • Membandingkan masing-masing karya seni dan nilai seni budaya untuk menemu kenali/merasakan keunikan/ keindahan • Menghargai, memiliki kepekaan dan rasa bangga terhadap karya dan nilai seni budaya • Memahami teknik dasar dan mampu menerap­kan­nya dalam sajian karya dan telaah seni budaya Seni Rupa • Ragamhiaspadabahan tekstil dan kayu • Gambar model dan ilustrasi Seni Musik • Teknik vokal • Ansambel campuran Seni Tari • Elemen Tari • Peragaan Tari Seni Teater • Teknik bermain teater • Perencanaanpementas­ an teater Level Kompetensi Kelas Kompetensi Ruang Lingkup Materi 4a IX • Memahami keberagaman karya dan nilai seni budaya • Membandingkan masing- masing karya nilai dan nilai seni budaya untuk menemu kenali­/merasakan keunikan/ keindahan • Menghargai, memiliki kepekaan dan rasa bangga terhadap karya dan nilai seni budaya • Memahami konsep, prosedur dan mampu menerapkannya dalam sajian karya dan telaah seni budaya Seni Rupa • Lukis • Patung • Grafis Seni Musik • Kreasi musik • Penampilan musik Seni Tari • Komposisi tari • Peragaan karya tari Seni Teater • Teknik bermain teater • Konsep manajemen produksi • Pertunjukkan teater dalam kegiatan apresiasi, eksplorasi, eksperimentasi dan kreasi melalui bahasa rupa, bunyi, gerak dan peran. Masing-masing aktivitas mencakup pembinaan dan pemberian fasilitas mengungkap gagasan seni, keterampilan berkarya serta apresiasi dalam konteks sosial budaya masyarakat.
  • 11. 7Seni Budaya Buku Guru Pembelajaran dan Penilaian Mata Pelajaran Seni Budaya BAB 2 A. Kerangka Pembelajaran Kompetensi dasar pada Kurikulum 2013 merupakan penjabaran dari kompetensi inti. Kompetensi inti pertama berisi sikap religius, yang kedua berkenaan dengan sikap personal dan sosial, kompetensi inti ketiga berkenaan dengan muatan pengetahuan, fakta, konsep, prinsip sedangkan kompetensi inti keempat berkenaan dengan keterampilan. Pembelajaran dilakukan dengan membahas kompetensi dasar dari kompetensi inti ketiga dan keempat sedangkan kompetensi dasar dari kompetensi inti pertama dan kedua selalu disertakan namun hanya dalam administrasi penulisan saja sedangkan pada pelaksanaan pembelajaran tidak dibahas. Pencapaian kompetensi dilakukan melaui proses belajar aktif dengan aktivitasberkeseniansepertimenggambar,membentuk,menyanyi,memainkan alat musik, membaca partitur, menari, dan bermain peran serta membuat naskah drama, menggubah lagu, membuat sipnosis tari dan membuat tulisan tentang apresiasi seni. B. Pendekatan Pembelajaran Seni Budaya Pembelajaran Seni Budaya merupakan proses pendidikan olah rasa membentuk pribadi harmonis, dan menumbuhkan multikecerdasan. Pembelajaran dilakukan dengan aktivitas berkesenian sehingga dapat meningkan kemampuan sikap menghargai, memiliki pengetahuan, dan keterampilan dalam berkarya dan menampilkan seni dengan memperhatikan kebutuhan dan perkembangan peserta didik serta sesuai dengan konteks masyarakat dan budayanya. Falsafah lama dari Kong Fu chu mengatakan bahwa pembelajaran harus dialami oleh peserta didik. Falsafah itu mengungkapkan bahwa saya dengar saya lupa, saya lihat saya ingat dan saya lakukan saya mengerti. Lebih lanjut dapat dilihat pada gambar berikut :
  • 12. 8 SMP/MTs Kelas VIII Aktivitas berkesenian merupakan kegiatan nyata dan konkret dilakukan oleh peserta didik dalam pembelajaran seni budaya. Pada tingkat awal atau di sekolah dasar dan pendidikan anak usia dini, pembelajaran dilakukan dengan praktik dalam bentuk utuh, yaitu sebagai media untuk ekspresi komunikasi dan kreasi. Pengenalan unsur-unsur rupa dilakukan dengan kegiatan menggambar, membentuk, menggunting, menempel baru ditunjukan dan ditemukan konsepnya, pengenalan elemen musik dilakukan dengan menggunakan lagu model yaitu lagu yang dikenal dan diminati peserta didik kemudian baru ditunjukan elemen-elemen musiknya, pengenalan wiraga, wirama dan wirasa dalam tari ditingkat dasar dimulai dengan gerak dan lagu, sedangkan tingkat lanjutan mulai dikenalkan tari bentuk. Penjabaran lebih lanjut dalam rencana pembelajaran, aktivitas berkesenian muncul pada kompetensi dasar dari komptensi inti keempat. Dengan demikian pembelajaran pada jenjang awal atau pada sekolah dasar dan pendidikan anak usia dini dimulai dengan kompetensi dasar yang ada pada kompetensi inti keempat, baru dikenalkan pengetahuan dan konsepnya. Hal ini dapat dilakukan karena aspek atau cabang seni yang ada pada seni budaya mencakup seni rupa, musik dan tari pada sekolah dasar dan ditambah teater pada sekolah menegah pertama dan mengenah atas. Keempat cabang seni tersebut dapat dijadikan wahana kreativitas dan olah rasa walau belum mengerti aturan maintanya. Cabang-cabang seni tersebut dapat diajarkan secara terpadu atau berdiri sendiri. Pada jenjang sekolah lanjutan dapat dipilih dua cabang seni sesuai dengan kondisi yang ada. Pembelajaran pada tikak lanjut atau pada sekolah lanjutan pertama atau atas jika pemahaman mereka sudah baik pembelajaran dapat diberikan melalui pengetahuan (kompetensi dasar dari kompetensi inti yang ketiga) kemudian dipraktikan dalam suatu karya seni. (sumber bahan belajar aktif Balitbang Kemdikbud 2007) Gambar kerucut aktivitas belajar dengan perolehan pemahaman dan kompetensi yang dicapai.
  • 13. 9Seni Budaya Buku Guru C. Strategi dan Metode Pembelajaran 1. Strategi Pendekatan pembelajaran Seni Budaya menggunakan pendekatan belajar aktif dan menyenangkan yang dilakukan melalui aktivitas berkesenian. Hal ini sesuai dengan pendekatan saintifik yang dilakukan denganaktivitasmengamati,menanyakan,mengeksplorasi,mengasosiasi dan mengomunikasikan, namun demikian ada yang beranggapan pendekatan saintifik kurang sesuai dengan pembelajaran seni budaya terutama berkaitan dengan pembelajaran tari bentuk atau tari tradisi, misalkan mengajarkan tari Serampang dua belas, pada pembelajaran tari Serampang dua belas kegiatan mengeksplorasi tari Serampang dua belas tidak diperbolehkan. Padahal hal itu merupakan salah persepsi. Bahwa peserta didik berlatih tari Serampang dua belas dari tidak bisa samapai mahir dia melakukan eksplorasi mencoba dan terus mencoba sampai tepat. Pembelajaran secara umum pada mata pelajaran seni budaya dilakukan dengan membahas kompetensi dasar dari kompetensi inti ke-3 dan ke-4 saja, sedangkan kompetensi dasar dari kompetensi inti ke-1 dan ke-2 selalu disertakan namun dalam administrasi penulisan pada rencana pelaksanaan pembelajaran tidak dibahas secara dalam. Gambar Kompetensi dasar berkenaan dengan sikap, keterampilan dan pengetahuan merupakan input dalam proses pembelajaran
  • 14. 10 SMP/MTs Kelas VIII Ada kalanya untuk kegiatan menggambar dan membentuk ekspresi mung- kin hal ini ada benarnya bahwa pendekatan saintifik tidak cocok di­gunakan, sebab dalam menggambar ekspresi tidak perlu pengamatan melainkan lang- sung mencurahkan perasaan dalam bentuk karya. Namun demikian pasti ada bentuk pengamatan lain misalakan media dan alat yang digunakan, apa- kah karya yang akan dibuat lebih cocok menggunakan media basah atau kering, cat air atau cat minyak, bahan alam atau buatan dan sebagainya. 2. Metode Pembelajaran Pengalaman belajar yang paling efektif adalah apabila peserta didik/ seseorang mengalami/berbuat secara langsung dan aktif di lingkungan belajarnya. Pemberian kesempatan yang luas bagi peserta didik untuk melihat, memegang, merasakan, dan mengaktifkan lebih banyak indra yang dimilikinya, serta mengekspresikan diri akan membangun pemahaman pengetahuan, perilaku, dan keterampilannya. Oleh karena itu, tugas utama pendidik/guru adalah mengondisikan situasi pengalaman belajar yang dapat menstimulasi atau merangsang indra dan keingintahuan peserta didik. Hal ini perlu didukung dengan pengetahuan guru akan perkembangan psikologis peserta didik dan kurikulum di mana keduanya harus saling terkait. Saat pembelajaran, guru hendaknya peka akan gaya belajar peserta didik di kelas. Dengan mengetahui gaya belajar peserta didik di kelas secara umum, guru dapat menentukan strategi pembelajaran yang tepat. Pendidik/guru hendaknya menyiapkan kegiatan belajar mengajar yang melibatkan mental peserta didik secara aktif melalui beragam kegiatan, seperti: kegiatan mengamati, bertanya/ mempertanyakan, menjelaskan, berkomentar, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data, dan sejumlah kegiatan mental lainnya. Guru hendaknya tidak memberikan bantuan secara dini dan selalu menghargai usaha peserta didik meskipun hasilnya belum sempurna. Selain itu, guru perlu mendorong peserta didik supaya peserta didik berbuat/berpikir lebih baik, misalnya melalui pengajuan pertanyaan
  • 15. 11Seni Budaya Buku Guru menantang yang ‘menggelitik’ sikap ingin tahu dan sikap kreativitas peserta didik. Dengan cara ini, guru selalu mengupayakan agar peserta didik terlatih dan terbiasa menjadi pelajar sepanjang hayat. Beberapa model pembelajaran yang dapat membuat peserta didik aktif dan dapat dijadikan acuan pengajaran keterampilan di kelas, antara lain seperti berikut. a. Model Pembelajaran Kolaborasi Pembelajaran kolaborasi (collaboration learning) menempatkan peserta didik dalam kelompok kecil dan memberinya tugas di mana mereka saling membantu untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan kelompok. Dukungan sejawat, keragaman pandangan, pengetahuan dan keahlian sangat membantu mewujudkan belajar kolaboratif. Metode yang dapat diterapkan antara lain mencari informasi, proyek, kartu sortir, turnamen, tim quiz. b. Model Pembelajaran Individual Pembelajaran individu (individual learning) memberikan kesempatan kepada peserta didik secara mandiri untuk dapat berkembang dengan baik sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Metode yang dapat diterapkan antara lain tugas mandiri, penilaian diri, portofolio, galeri proses. c. Model Pembelajaran Teman Sebaya Beberapa ahli percaya bahwa satu mata pelajaran benar-benar dikuasai hanya apabila seorang peserta didik mampu mengajarkan kepada peserta didik lain. Mengajar teman sebaya (peer learning) memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan baik. Pada waktu yang sama, ia menjadi narasumber bagi temannya. Metode yang dapat diterapkan antara lain: pertukaran dari kelompok ke kelompok, belajar melalui jigso (jigsaw), studi kasus dan proyek, pembacaan berita, penggunaan lembar kerja, dll. d. Model Pembelajaran Sikap Aktivitas belajar afektif (affective learning) membantu peserta didik untuk menguji perasaan, nilai, dan sikap-sikapnya. Strategi yang dikembangkan dalam model pembelajaran ini didesain untuk menumbuhkan kesadaran akan perasaan, nilai dan sikap peserta didik. Metode yang dapat diterapkan antara lain: mengamati sebuah alat bekerja atau bahan dipergunakan, penilaian diri dan teman, demonstrasi, mengenal diri sendiri, posisi penasihat.
  • 16. 12 SMP/MTs Kelas VIII e. Model Pembelajaran Bermain Permainan (game) sangat berguna untuk membentuk kesan dramatis yang jarang peserta didik lupakan. Humor atau kejenakaan merupakan pintu pembuka simpul-simpul kreativitas, dengan latihan lucu, tertawa, tersenyum peserta didik akan mudah menyerap pengetahuan yang diberikan. Permainan akan membangkitkan energi dan keterlibatan belajar peserta didik. Metode yang dapat diterapkan antara lain: tebak gambar, tebak kata, tebak benda dengan stiker yang ditempel dipunggung lawan, teka-teki, sosio drama, dan bermain peran. f. Model Pembelajaran Kelompok Model pembelajaran kelompok (cooperative learning) sering digunakan pada setiap kegiatan belajar-mengajar karena selain hemat waktu juga efektif, apalagi jika metode yang diterapkan sangat memadai untuk perkembangan peserta didik. Metode yang dapat diterapkan antara lain proyek kelompok, diskusi terbuka, bermain peran. g. Model Pembelajaran Mandiri Model Pembelajaran mandiri (independent learning) peserta didik belajar atas dasar kemauan sendiri dengan mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki dengan memfokuskan dan mengkreasikan keinginan. Teknik yang dapat diterapkan antara lain apresiasi- tanggapan, asumsi presumsi, visualisasi mimpi atau imajinasi, hingga cakap memperlakukan alat/bahan berdasarkan temuan sendiri atau modikasi dan imitasi, kreasi karya, melalui kontrak belajar, maupun terstruktur berdasarkan tugas yang diberikan (pertanyaan-inquiry, penemuan-discovery,penemuan kembali-recovery). h. Model Pembelajaran Multimodel Pembelajaran multimodel dilakukan dengan maksud akan mendapatkan hasil yang optimal dibandingkan dengan hanya satu model. Metode yang dikembangkan dalam pembelajaran ini adalah proyek, modikasi, simulasi, interaktif, elaboratif, partisipatif, magang (cooperative study), integratif, produksi, demonstrasi, imitasi, eksperiensial, kolaboratif.
  • 17. 13Seni Budaya Buku Guru D. Penilaian Berdasarkan Kurikulum 2013, kompetensi yang harus dicapai pada tiap akhir jenjang kelas dinamakan kompetensi inti. Kompetensi inti merupakan anak tangga yang harus ditapak peserta didik untuk sampai pada kompetensi lulusan jenjang SMP/MTs. Kompetensi inti bukan untuk diajarkan melainkan untuk dibentuk melalui pembelajaran berbagai kompetensi dasar dari sejumlah mata pelajaran yang relevan. Kompetensi inti menyatakan kebutuhan kompetensi peserta didik, sedangkan mata pelajaran adalah pasokan kompetensi. Dengan demikian, kompetensi inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi (organising element) kompetensi dasar. Sebagai unsur pengorganisasi, Kompetensi Inti merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi horizontal Kompetensi Dasar. Organisasi vertikal kompetensi dasar adalah keterkaitan Kompetensi Dasar satu kelas dengan kelas di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar, yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antar kompetensi yang dipelajari peserta didik SMP/MTs. Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara kompetensi dasar satu mata pelajaran dengan kompetensi dasar dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat. Rumusan Kompetensi Inti (KI) dari setiap mata pelajaran, sebagai berikut: • KI-1 untuk Kompetensi Inti sikap spiritual, • KI-2 untuk Kompetensi Inti sikap sosial • KI-3 untuk Kompetensi Inti pengetahuan • KI-4 untuk Kompetensi Inti keterampilan Urutan tersebut mengacu pada urutan yang disebutkan dalam Undang- undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 yang menyatakan bahwa kompetensi terdiri atas kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hal ini sesuai dengan orientasi pembelajaran Seni Budaya yang memfasilitasi pengalaman emosi, intelektual, fisik, persepsi, sosial, estetik, artistik dan kreativitas kepada peserta didik dengan melakukan aktivitas apresiasi dan kreasi terhadap berbagai produk keterampilan dan teknologi. Kegiatan ini dimulai dari mengidentifikasi potensi di sekitar peserta didik diubah menjadi produk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, mencakup antara lain; jenis, bentuk, fungsi, manfaat, tema, struktur, sifat, komposisi, bahan baku, bahan pembantu, peralatan, teknik kelebihan dan keterbatasannya. Selain itu, peserta didik juga melakukan aktivitas memproduksi berbagai produk benda kerajinan maupun produk teknologi yang sistematis dengan berbagai cara misalnya: meniru,
  • 18. 14 SMP/MTs Kelas VIII memodifikasi, mengubah fungsi produk yang ada menuju produk baru yang lebih bermanfaat. Keterkaitan secara horizontal dan vertikal antarkompetensi, maka dalam membelajarkan dan menilai ketercapaian Kompetensi Inti (KI-1, KI-2, KI-3 dan KI-4) melalui Kompetensi Dasar dilakukan sebagai satu kesatuan yang utuh, bukan secara terpisah atau satu persatu. Berikut ini disajikan contoh atau model format penilaian untuk mata pelajaran Seni Budaya. Format ini bukan format baku, tetapi ini hanya contoh atau model saja. Penilaian mata pelajaran mencakup penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan/produk/hasil karya. 1. Penilaian Kompetensi Sikap Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian “teman sejawat”(peer evaluation) oleh peserta didik dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik. a. Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Lembar observasi dapat disusun guru sesuai dengan KD dan aspek seni yang dipelajari, sehingga penilaian dalam bentuk observasi ini dapat melengkapi penilaian lainnya, agar perilaku peserta didik dapat lebih diamati dengan baik. Pada pembelajaran Seni Budaya lembar observasi biasanya berupa pengamatan dalam kegiatan mengeksplorasi dan berkreasi seni. Contoh : Lembar pengamatan peserta didik dalam untuk kegiatan Menirukan Gerak Tari Tradisi
  • 19. 15Seni Budaya Buku Guru b. Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri. Instrumen penilaian diri dibuat guru sesuai dengan KD dan indikator yang ingin dicapai, khususnya pada kemampuan mengapresiasi dan berkreasi seni. Berdasarkan penilaian diri, maka guru akan memberikan perbaikan pembelajaran terhadap peningkatan kompetensi melalui remedial, sedangkan untuk peserta didik yang memiliki kompetensi unggul maka guru dapat memberikan pengayaan. Penilaian diri memerlukan kejujuran dari peserta didik, untuk itu harus dilengkapi dengan penilaian antarpeserta didik. Pada mata pelajaran Seni Budaya indikator kreatifitas, mandiri dan bertanggung jawab menjadi tujuan. Kreatifitas merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki dalam berkesenian, demikian pula kemandirian. Rasa tanggung jawab menjadi warga negara yang baik dapat direfleksikan melalui pemahaman terhadap berkehidupan bernegara seperti menghormati keberagaman budaya antar etnis, Sehingga mempunyai rasa memiliki terhadap budayanya sendiri dan menghargai budaya orang lain. c. Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarpeserta didik. Instrumen ini membantu dalam memberikan informasi ketika peserta didik melakukan penilaian diri. d. Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. No Nama Siswa Perilaku yang diamati Terbuka Kerajinan Keaktifan Kedisiplinan
  • 20. 16 SMP/MTs Kelas VIII 2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan Pendidik dapat menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan. a. Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran. b. Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan. c. Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas. Instrumen penugasan sering digunakan pada mata pelajaran Seni Budaya, khususnya pada komptensi yang menekankan kepada apresiasi seni. 3. Penilaian Kompetensi Keterampilan Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik. a. Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi. Tes praktik sangat umum digunakan untuk mengukur kompetensi keterampilan dalam mengekspresikan dan berkaya seni. Contoh: Kemampuan mengekspresikan tari kreasi gaya tradisi yang dapat diidentifikasi melalui dimensi-dimensi dari variabel kemampuan menari, sehingga indikator-indikator yang harus dicapai dapat dirumuskan sesuai dengan tujuan pencapain hasil belajar menari tersebut
  • 21. 17Seni Budaya Buku Guru Aspek Komponen Skor Bobot 1 2 3 4 Gerak 1. Melakukan teknik gerak 2. Melakukan gerak penghubung 3. Kelancaran melakukan gerak dari awal hingga akhir 50% Jumlah Irama 1. Kesesuain gerak dengan irama 2. Kesesuaian gerak dengan ritme 3. Ketepatan gerak dengan Hitungan 30% Jumlah Ekspresi 1. Ekspresi gerak 2. Harmonisasi gerak 3. Keserasian antara gerak dengan ekspresi wajah (karakter) 20% Jumlah Jumlah Keseluruhan
  • 22. 18 SMP/MTs Kelas VIII No.Butir Aspek yang diamati 1 4 Jika siswa mampu melakukan pengembangan teknik gerak berdasarkan tari tradisi 3 Jika siswa mampu melakukan pengembangan teknik gerak tetapi tidak berdasarkan tari tradisi 2 Jika siswa kurang mampu melakukan pengembangan teknik gerak berdasarkan tari tradisi 1 Jika siswa tidak mampu melakukan pengembangan teknik gerak berdasarkan tari tradisi 2 4 Jika siswa mampu melakukan gerak penghubung dengan baik 3 Jika siswa mampu melakukan gerak penghubung tetapi kurang jelas dalam melakukannya 2 Jika siswa mampu melakukan gerak penguhubung tetapi tidak dapat melakukannya dengan baik 1 Jika siswa tidak mampu melakukannya gerak penghubung 3 4 Jika siswa mampu menarikan dengan lancar gerak dari awal sampai akhir 3 Jika siswa mampu menarikan dengan kurang lancar gerak dari awal sampai akhir 2 Jika siswa mampu menarikan dengan tidak lancar gerak dari awal sampai akhir 1 Jika siswa tidak mampu menarikan gerak dari awal sampai akhir 4 4 Jika siswa mampu menari sesuai dengan irama 3 Jika siswa mampu menari kurang sesuai dengan irama 2 Jika siswa mampu menari tidak sesuai dengan irama 1 Jika siswa mampu menari sangat tidak sesuai dengan irama 5 4 Jika siswa mampu menari sesuai dengan ritme 3 Jika siswa mampu menari kurang sesuai dengan ritme 2 Jika siswa mampu menari tidak sesuai dengan ritme 1 Jika siswa mampu menari sangat tidak sesuai dengan ritme
  • 23. 19Seni Budaya Buku Guru 6 4 Jika siswa mampu menari sesuai dengan hitungan gerak 3 Jika siswa mampu menari, tetapi kurang sesuai dengan hitungan gerak 2 Jika siswa mampu menari, tetapi tidak sesuai dengan hitungan gerak 1 Jika siswa tidak mampu menari dan tidak sesuai dengan hitungan gerak 7 4 Jika siswa mampu mengekspresikan gerak sesuai dengan tema tari 3 Jika siswa kurang mampu mengekspresikan gerak sesuai dengan tema tari 2 Jika siswa mampu mengekspresikan gerak, namun kurang sesuai dengan tema tari 1 Jika siswa tidak mampu mengekspresikan gerak sesuai dengan tema tari 8 4 Jika siswa mampu menari dengan harmonis 3 Jika siswa kurang mampu menari dengan harmonis 2 Jika siswa mampu menari tidak memperhatikan harmonis 1 Jika siswa tidak mampu menari dengan harmonis 9 4 Jika siswa mampu menari dengan serasi antara gerak dengan ekspresi wajah (karakter) 3 Jika siswa mampu menari tanpa memperhatikan keserasian antara gerak dengan ekspresi wajah (karakter) 2 Jika siswa kurang mampu menari dengan serasi antara gerak dengan ekspresi wajah (karakter) 1 Jika siswa tidak mampu menari dengan serasi antara gerak dengan ekspresi wajah (karakter) b. Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu. Penilaian projek dalam pembelajaran Seni Budaya dapat dilakukan guru pada kegiatan pameran atau pergelaran seni, selain itu juga dapat dalam bentuk membuat laporan, ulasan atau kritik seni yang dipresentasikan peserta didik.
  • 24. 20 SMP/MTs Kelas VIII Pada penilaian projek setidaknya ada 3 hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: • Kemampuan pengelolaan Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan. • Relevansi Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran. • Keaslian Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik. Penilaian Projek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan sampai dengan akhir projek. Untuk itu perlu memperhatikan hal-hal atau tahapanyangperludinilai.Pelaksanaanpenilaiandapatjugamenggunakan rating scale dan checklist. c. Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang- barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu: • Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk. • Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik. • Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan. Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. • Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap appraisal. • Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan. Contoh: Penilaian produk untuk materi Seni Rupa dilakukan terhadap tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Penilaian psikomotorik mendapatkan porsi lebih besar dibandingkan dengan kognitf dan afektif.di bawah ini adalah contoh penilaian terhadap hasil karya siswa.
  • 25. 21Seni Budaya Buku Guru No. Aspek Penilaian Skor 1 2 3 4 A MELUKIS 1 Ide/gagasan 2 Komposisi 3 Kreativitas 4 Kerapihan dan kebersihan d. Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Penilaian portofolio diberikan agar karya peserta didik didokumentasikan dengan baik sebagai pendukung dalam kemampuan menilai kemampuan diri. Portofolio dalam mata pelajaran Seni Budaya dapat berupa kumpulan hasil karya Seni Rupa atau karya-karya seni dalam bentuk VCD dan deskripsi karya seni. 4. Pelaksanaan Penilaian dan Pelaporan Hasil Belajar Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian oleh Pendidik Penilaian hasil belajar oleh pendidik yang dilakukan secara berkesinambungan bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penilaian hasil belajar oleh pendidik memperhatikan hal-hal sebagai berikut. a. Proses penilaian diawali dengan mengkaji silabus sebagai acuan dalam membuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester. Setelah menetapkan kriteria penilaian, pendidik memilih teknik penilaian sesuai dengan indikator dan mengembangkan instrumen serta pedoman penyekoran sesuai dengan teknik penilaian yang dipilih. b. Pelaksanaan penilaian dalam proses pembelajaran diawali dengan penelusuran dan diakhiri dengan tes dan/atau nontes. Penelusuran dilakukan dengan menggunakan teknik bertanya untuk mengeksplorasi pengalaman belajar sesuai dengan kondisi dan tingkat kemampuan peserta didik.
  • 26. 22 SMP/MTs Kelas VIII c. Penilaian pada pembelajaran tematik-terpadu dilakukan dengan mengacu pada indikator dari Kompetensi Dasar setiap mata pelajaran yang diintegrasikan dalam tema tersebut. d. Hasil penilaian oleh pendidik dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui kemajuan dan kesulitan belajar, dikembalikan kepada peserta didik disertai balikan (feedback) berupa komentar yang mendidik (penguatan) yang dilaporkan kepada pihak terkait dan dimanfaatkan untuk perbaikan pembelajaran. e. Laporan hasil penilaian oleh pendidik berbentuk: • nilai dan/atau deskripsi pencapaian kompetensi, untuk hasil penilaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan termasuk penilaian hasil pembelajaran tematik-terpadu. • deskripsi sikap, untuk hasil penilaian kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial. f. Laporan hasil penilaian oleh pendidik disampaikan kepada kepala sekolah/madrasah dan pihak lain yang terkait (misal: wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling, dan orang tua/wali) pada periode yang ditentukan. g. Penilaian kompetensi sikap spiritual dan sosial dilakukan oleh semua pendidik selama satu semester, hasilnya diakumulasi dan dinyatakan dalam bentuk deskripsi kompetensi oleh wali kelas/guru Penilaian setiap mata pelajaran meliputi kompetensi pengetahuan, kompetensi keterampilan, dan kompetensi sikap. Kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan menggunakan skala 1–4 (kelipatan 0.33), sedangkan kompetensi sikap menggunakan skala Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K), yang dapat dikonversi ke dalam Predikat A - D seperti pada Tabel 5 di bawah ini.
  • 27. 23Seni Budaya Buku Guru Predikat Nilai Kompetensi Pengetahuan Keterampilan Sikap A 4 4 SB A- 3.66 3.66 B+ 3.33 3.33 B B 3 3 B- 2.66 2.66 C+ 2.33 2.33 C C 2 2 C- 1.66 1.66 D+ 1.33 1.33 K D 1 1 Konversi Kompetensi Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap • Ketuntasan minimal untuk seluruh kompetensi dasar pada kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan yaitu 2.66 (B-) • Pencapaian minimal untuk kompetensi sikap adalah B. Untuk kompetensi yang belum tuntas, kompetensi tersebut dituntaskan melalui pembelajaran remedial sebelum melanjutkan pada kompetensi berikutnya.Untuk mata pelajaran yang belum tuntas pada semester berjalan, dituntaskan melalui pembelajaran remedial sebelum memasuki semester berikutnya.
  • 28. 24 SMP/MTs Kelas VIII Contoh : Format Penilaian Tugas Individual dan Kelompok (Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan) Nama Peserta didik : Kelas/Semester : Kompetensi Inti : 1. 2. 3. 4. Kompetensi Dasar : 1. 2. Ruang Lingkup Materi : Indikator Tugas Penilaian Keruntutan Berpikir Dicapai melalui: 1. Pertolongan Guru 2. Teman Sebaya 3.Kelompok Kecil 4.Seluruh Kelas 5. Sendiri A= 8,6 - 10 B= 7,6 - 8,5 C= 6,6 - 7,5 D= 6,0 - 6,5 Komentar Peserta Didik ..............,........................................ Guru Seni Budaya Jumlah Skor & Rata-rata Skor Huruf Laporan Kegiatan Perilaku Nilai-nilai Karakter Apresiasi 1. 2. 3. dst Huruf= Angka
  • 29. 25Seni Budaya Buku Guru Format Penilaian Kinerja/Berkarya (Keterampilan & Sikap) Nama Peserta didik : Kelas/Semester : Kompetensi Inti : 1. 2. 3. 4. Kompetensi Dasar : 1. 2. Ide/ Gagasan Kesesuaian Materi, Teknik& Prosedur Kreativitas Bentuk Laporan Nilai-nilai Karakter Pre­ sen­ tasi Kemasan/ Penyajian Uji Karya/ Rasa Kreativitas Dicapai melalui: 1. Pertolongan Guru 2. Teman Sebaya 3. Kelompok Kecil 4. Seluruh Kelas 5. Sendiri A=8,6-10 B=7,6-8,5 C=6,6-7,5 D=6,0-6,5 Komentar Peserta Didik Komentar Orang Tua ..............,........................................ Guru Seni Budaya Jumlah Skor & Rata-rata Skor Catatan Pelaksanaan Kegiatan: Angka Penilaian Deskriptif oleh Guru: Huruf= Angka Huruf Proses Pembuatan 50% Produk Jadi 35% Prilaku 15% Penilaian Indikator Tugas 1. 2. 3. dst Ruang Lingkup Materi :
  • 30. 26 SMP/MTs Kelas VIII Panduan Pembelajaran Berdasarkan Buku Teks Seni Budaya Kelas VIII SMP/MTS BAB 3 A. Penjelasan Umum Bab 3 ini akan memberikan penjelasan tentang pembelajaran Seni Budayai yang akan diberikan guru kepada peserta didik SMP/MTs. Pada bagian ini akan terdapat beberapa jenis petunjuk yaitu, 1. Informasi untuk Guru Informasi yang diperlukan oleh guru sebelum memulai pembelajaran. Informasi ini akan menjadi wawasan yang mendasari guru/fasilitator dalam memulai suatu materi pembelajaran. 2. Konsep Umum Konsep umum berisi konsep-konsep yang terkait dengan materi yang sedang dibahas. Seni tari berada pada tingkat kedua setelah musik dalam tingkat keabstrakannya. Tarian adalah susunan gerak secara teratur dalam ruang dan waktu, biasanya mengikuti irama musik yang mengiringinya. Guru memberikan pemahaman secara jelas kepada siswa mengenai seni tari dalam kehidupan keseharian dan pertunjukan. 3. Proses Pembelajaran Proses pembelajaran memberikan gambaran metode dan strategi pengajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi. 4. Remedial Pembelajaran remedial adalah pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan kompetensi. Remedial menggunakan berbagai metode yang diakhiri dengan penilaian untuk mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar peserta didik. Pembelajaran remedial diberikan kepada peserta didik bersifat terpadu, artinya guru memberikan pengulangan materi dan mengenaili potensi setiap individu ataupun kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik.
  • 31. 27Seni Budaya Buku Guru 5. Pengayaan Pengayaan adalah kegiatan yang diberikan kepada peserta didik atau kelompok yang lebih cepat dalam mencapai kompetensi dibandingkan dengan peserta didik lain agar mereka dapat memperdalam kecakapannya ataudapatmengembangkanpotensinyasecaraoptimal.Tugasyangdiberikan guru kepada peserta didik dapat berupa tutor sebaya, mengembangkan latihan secara lebih mendalam, membuat karya baru ataupun melakukan suatu proyek. Kegiatan pengayaan hendaknya menyenangkan dan mengembangkan kemampuan kognitif tinggi sehingga mendorong peserta didik untuk mengerjakan tugas yang diberikan. 6. Interaksi Orang Tua Pembelajaran peserta didik di sekolah merupakan tanggung jawab bersama antara warga sekolah, yaitu kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan kepada orang tua. Oleh karena itu, pihak sekolah perlu mengomunikasikan kegiatan pembelajaran peserta didik dengan orang tua. Orang tua dapat berperan sebagai partner sekolah dalam menunjang keberhasilan pembelajaran peserta didik. 7. Evaluasi Guru atau fasilitator akan selalu mengecek setiap tahapan yang dilakukan siswa, serta membimbing siswa agar menjalahkan setiap proses dengan baik dan mendapat hasil yang maksimal sesuai potensi yang dimiliki masing- masing siswa. 8. Penilaian Setiap materi maupun tugas dapat dilakukan penilaian yang beragam, sesuai dengan karakter materi dan tugas yang diberikan pada setiap materi atau topik bahasan tidak selalu terdapat ketujuh jenis petunjuk tersebut. Guru atau fasilitator boleh mengembangkan strategi dan metode pembelajaran, remedial, pengayaan dan penilaian untuk mencapai pengembangan potensi siswa yang maksimal dalam seni tari.
  • 32. 28 SMP/MTs Kelas VIII Bab 1 - Buku Siswa Semester 1 B. Seni Rupa Informasi untuk Guru Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran yang akan diberikan sesuai dengan bab 1 tentang menggambar model. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan kepada peserta didik bahan dan media yang dibutuhkan sehingga dapat dipersiapkan secara baik dan benar dalam mengikuti pembelajaran menggambar model. 2 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII 1. Menjelaskan pengertian gambar model 2. Mengidentifikasi setiap jenis objek gambar model 3. Mengidentifikasi karakter objek gambar model 4. Menggambar model sesuai karakter objek gambar Setelah mempelajari bab 1 diharapkan mampu: Menggambar ModelBAB Alur Pembelajaran 1
  • 33. 29Seni Budaya Buku Guru Bab 1 - Buku Siswa Semester 1 Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi. Guru dapat konsep dan prosedur menggambar model. Pada proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu; a. Mengamati melalui gambar atau media lain tentang menggambar model. Pada saat pengamatan guru dapat memberi motivasi sehingga timbul rasa keingintahuan peserta didik. b. Setelah peserta didik mengamati diberikan lembar kerja sesuai dengan media yang diamati oleh peserta didik c. Peserta didik kemu­dian melakukan eksplo­r­asi baik melalui mencoba untuk menggambar sendiri maupun mencari melalui media dan sumber belajar lain. Pada proses eksplorasi peserta didik dapat menggambar seperti yang tertera pada buku siswa. d. Untuk langkah meng­­komunikasi dapat disesuaikan dengan waktu pembelajaran yang tersedia dan materi pembelajaran. Langkah meng­ komuni­kasi tidak harus dilakukan setiap kali pertemuan. Proses Pembelajaran 5Seni Budaya A. Konsep dan Prosedur Menggambar Model Pembelajaran menggambar model di­ awali dengan menentukan objek model yang akan digambar. Objek­objek tersebut berupa hewan, tumbuh­tumbuhan, manusia dan kumpulan benda­benda yang disusun sesuai dengan komposisi, proporsi, keseimbangan dan irama yang cepat sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Kita akan mempelajari gambar model dengan objek alam benda yang biasa disebut dengan gambar bentuk. Caranya dengan mengamati langsung objek gambar, untuk diketahui struktur bentuk dan bidang gambarnya. Objek gambar alam benda memiliki strukur bentuk dan bidang dasar yang berbeda­beda. Bentuk­bentuk, tersebut antara lain bentuk bola, kubus, bujur sangkar, kerucut, dan tabung. Sedangkan pada struktur bidang gambar model (alam benda) dapat berupa bidang datar, melingkar, maupun meng­ krucut. Struktur bentuk dan bidang tersebut me­ miliki kesan yang tidak sama apabila terkena sinar. Model alam benda yang terkena sinar akan menghasilkan bayangan dengan intensitas cahaya yang berbeda­beda. Hal itu disebabkan efek bayangan yang ditimbulkan dari pencahayaan yang memberikan kesan ruang pada model, sehingga gambar nampak seperti gambar tiga dimensi. sumber gambar: Kemdikbud,2013 Gambar 1. Pencahayaan pada objek gambar Menggambar model tidak serumit yang kita bayangkan, kita bisa menggambar dengan baik apabila kita disiplin dan mau mengikuti tahapan demi tahapan serta bagian demi bagian dalam menggambar model.
  • 34. 30 SMP/MTs Kelas VIII Bab 1 - Buku Siswa Semester 1 Pada proses pembelajaran prinsip-prinsip menggambar model guru dapat menjelaskan tentang komposisi, proporsi, keseimbangan serta unsur-unsur menggambar model. Pada pembelajaran topic ini guru bersama-sama dengan siswa dapat melakukan eksplorasi tentang komposisi dan proporsi dengan membuat sket. 7Seni Budaya 1. Prinsip-Prinsip Menggambar Model Proses menggambar model mengandalkan kemampuan mengamati yang baik pada objek yang digambar. Pengamatan sangat penting supaya hasil gambar yang dibuat sesuai dengan objeknya, menarik dan memiliki keindahan. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam menggambar model adalah komposisi, proporsi, keseimbangan, dan kesatuan. Penjelasan tentang prinsip menggambar dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Komposisi Komposisi merupakan cara kita menyusun dan mengatur objek­objek secara menarik dan indah. Komposisi objek gambar, warna objek gambar, jenis dan latar belakang gambarnya. Beberapa contoh bentuk komposisi dapat dilihat pada pola yang disusun berikut ini. 1) Komposisi Simetris Benda atau model yang menjadi objek gambar diletakkan pada posisi seimbang antara sebelah kiri dan sebelah kanan mengenai bentuk dan ukurannya. 2) Komposisi A-simetris Pada posisi a­simetris benda di­ letakkan dalam posisi tidak sama dalam posisi maupun ukurannya, namun tetap memperhatikan proporsi, keseimbangan, dan kesatuan antar benda atau objek gambar
  • 35. 31Seni Budaya Buku Guru 10 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII B. Alat dan Bahan Menggambar Model Alat dan bahan yang dapat digunakan dalam menggambar model dapat mengguna­ kan pensil, penghapus, kertas dan sebuah pa­ pan gambar. Barang­barang ini memiliki ke­ gunaannya masing­masing. 1. Pensil Pilihlah yang berukuran 2H­H (keras), HB (medium), dan B­2B (lunak). Gunakan peraut pensil untuk memperuncing ujung pensil dan kita juga bisa menggunakan sepotong kecil kertas amplas untuk mem­ permudah mengatur keruncingan pensil sesuai dengan kebutuhan. 2. Penghapus Pilihlah penghapus yang lunak dan lentur untuk membersihkan garis­garis pensil tanpa merusak kertas. 3. Kertas Gunakan kertas gambar sesuai dengan kebutuhan, jangan terlalu tipis dan usahakan yang memiliki tekstur. Beberapa jenis kertas dapat digunakan untuk menggambar model seperti kertas ukuran standar (A3, A4, kwarto). Untuk latihan bisa juga menggunakan kertas buram. 4. Pensil Warna Penggunaanpensilwarnadapatdilaku­ kan dengan cara mengarsir atau memblok warna. Tekanan pada penggunaan pensil sangat mempengaruhi ketajaman warna. 5. Krayon Bahan krayon terdiri dari dua macam yaitu bahan berbasis kapur dan minyak (lilin). Sumber gambar: Internet Gambar 1 Pensil. Sumber gambar: Internet Gambar 2 Penghapus. Sumber gambar: Internet Gambar 3 Kertas. Sumber gambar: Internet Gambar 4 Pensil Warna. Sumber gambar: Internet Gambar 5 Krayon. Bab 1 - Buku Siswa Semester 1 Guru dapat menjelaskan tentang alat dan bahan yang digunakan untuk menggambar model. Pada buku siswa disebtukan beberapa alat dan bahan yang diperlukan untuk menggambar model tetapi jika di lingkungan sekolah tidak memungkinkan alat dan bahan tersebut ada, maka perlu dijelaskan alat dan bahan alternative lain yang dapat digunakan untuk menggambar model. Pada pembelajaran ini guru bersama-sama dengan siswa dapat melakukan eksplorasi dengan menggunakan alat dan bahan yang tersedia.
  • 36. 32 SMP/MTs Kelas VIII 11Seni Budaya Sumber gambar: Internet Gambar 6 Cat Air. 6. Cat Air Bentuk cat air terdiri atas bentuk tube dan batangan. Pada bentuk tube menggunakan palet sedangkan cat air dalam bentuk batangan dapat langsung digunakan di kemasannya. C. Teknik Menggambar Model (Alam Benda) Langkah­langkah dalam menggambar model yakni persiapkan terlebih dahulu model objek yang akan digambar. Kemudian siapkan juga papan atau meja gambar. Aturlah sudut pandang kita, jangan terlalu jauh agar kita dapat mengamati model yang akan kita gambar dengan lebih jelas. Biasakan selalu menggambar di atas permukaan yang miring, bukan permukaan datar, permukaan datar akan mengakibatkan gambar yang tidak proporsional (distorsi). Gunakan pensil 2H atau H untuk membuat garis bantu. Jenis pensil ini membantu kita dalam menggambar model karena meng­ hasilkan garis yang cukup tipis sehingga kita tidak terganggu dengan garis maupun coretan tebal dan kita tidak perlu membuang waktu untuk menghapus berulang­ulang coretan garis yang salah. Biasakan membuat proporsi, bentuk dan gesture secara global menggunakan pensil 2H atau H. Apabila sudah sesuai dengan model yang digambar, lanjutkan dengan menggambar bagian­bagian yang lebih detil untuk kemudian diperjelas dengan pensil Hb, B, atau 2B dan dapat juga menggunakan pensil warna, cat maupun spidol. Perhatikan contoh gambar alam benda dibawah ini : Contoh garis besar teknik pengajaran menggambar model (alam benda) 1. Mempersiapkan objek gambar model alam benda yang akan digambar 1. Mulailah membuat sketsa, yaitu menggambar bentuk global dengan memperhatikan proporsi, bentuk, objek yang digambar. Bentuk dasar empat persegi panjang Bentuk dasar kubus Bentuk dasar lingkaran Bentuk dasar empat persegi panjang Bentuk dasar kubus Bentuk dasar lingkaran Bab 1 - Buku Siswa Semester 1 Guru pada tahap pembelajaran ini dapat menjelaskan teknik menggambar model. Pada saat menjelaskan sebaiknya diurutkan dari hal yang paling mudah hingga hal yang paling sulit dalam menggambar model disertai dengan teknik yang baik dan benar sesuai dengan alat dan bahan yang digunakan.
  • 37. 33Seni Budaya Buku Guru Pengayaan pembelajaran Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari. Interaksi dengan Orangtua Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra 14 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII 1. Penilaian Pribadi Nama : …………………………………………. Kelas : ………………………………………….. Semester : …………………..……………………… Waktu penilaian : ………………………………..………… No. Pernyataan 1 Saya berusaha belajar menggambar model dengan sungguh­sungguh o Ya o Tidak 2 Saya mampu menggambar model dengan teknik yang benar o Ya o Tidak 3 Saya mengerjakan tugas menggambar model yang diberikan guru tepat waktu o Ya o Tidak 4 Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran meng­ gambar model o Ya o Tidak 5 Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran menggambar model o Ya o Tidak Setelah kamu belajar menggambar model, isilah kolom dibawah ini : F. Refleksi Bab 2 - Buku Siswa Semester 1
  • 38. 34 SMP/MTs Kelas VIII Bab 2 - Buku Siswa Semester 1 Evaluasi dan Penilaian pembelajaran Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topic dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa test dan nontest. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Nontest dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang diajarkan. Pada tahapan evaluasi guru dapat membimbing siswa untuk melakukan refleksi diri baik pada aspek sikap, pengetahuan maupun keterampilan. 13Seni Budaya E. Rangkuman Menggambar model adalah kegiatan menggambar yang menggunakan model sebagai objek gambarnya. Objek gambar model dapat berupa tumbuh­tumbuhan, hewan, manusia dan benda­benda. Setiap model gambar memiliki bentuk dan karakter yang berbeda­beda. Proses menggambar model sebaiknya di mulai dengan bentuk­bentuk global untuk mempermudah penyelesaian gambar terutama dalam menentu­ kan komposisi, bentuk objek dan penguasaan bidang gambar. Prinsip­prinsip menggambar model seperti, komposisi, proporsi, keseimbangan dan kesatuan harus tetap diperhatikan agar gambar yang dihasilkan memiliki nilai estetik, menarik dan berkesan wajar. Gambar model yang baik sangat berkaitan dengan prinsip­prinsip meng­ gambar tersebut. Guna mengasah keterampilan kita dalam menggambar model lakukan latihan terus menerus dengan menggunakan pensil dan kertas buram sebagai media dan alatnya sampai kita memahami bentuk yang sebenarnya. Latihan yang dilakukan sekaligus melatih imajinasi dan kepekaan rasa serta merekam bentuk­bentuk objek sebagai referensi visual kita dalam menggambar model. D. Uji Kompetensi 1. Pengetahuan a) Bagaimana langkah­langkah menggambar model yang kalian lakukan? b) Apa yang kalian ketahui tentang menggambar model? 2. Keterampilan Gambarlah model alam benda pada kertas ukuran A4!
  • 39. 35Seni Budaya Buku Guru Bab 2 - Buku Siswa Semester 1 Informasi untuk Guru Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik materi pembelajaran yang akan diberikan sesuai dengan bab 2 tentang menggambar ilustrasi. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan kepada peserta didik bahan dan media yang dibutuhkan sehingga dapat dipersiapkan secara baik dan benar. 16 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII Menggambar Ilustrasi 1. Menjelaskan pengertian gambar ilustrasi 2. Mengidentifikasi jenis objek gambar ilustrasi 3. Mengidentifikasi karakter objek gambar ilustrasi 4. Menggambar model sesuai karakter objek ilustrasi Setelah mempelajari bab 2 diharapkan mampu: Alur Pembelajaran BAB 2
  • 40. 36 SMP/MTs Kelas VIII Bab 2 - Buku Siswa Semester 1 Proses pembelajaran Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dica- pai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi. Guru dapat pula menjelaskan kepada peserta didik tentang konsep menggambar ilustrasi. Contoh-contoh ilustrasi dari berbagai media seperti buku cerita, leaflet, poster, dan sejenisnya dapat pula diperkenalkan kepada peserta didik. Pada proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-langkah pembelaja- ran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu; a. Peserta didik melakukan pengamatan melalui berbagai media dan sumber pembelajaran seperti buku, poster, cerita pendek, dan sejenisnya. b. Peserta didik melakukan eksplorasi baik melalui mencoba untuk menggambar sendiri. Pada proses eksplorasi pe­serta didik dapat menggam- bar ilustrasi seperti yang tertera pada buku siswa. c. Peserta didik setelah selesai m e n g­g a m b a r dapat meng­o­­ m u n i k a­s i­k a n baik secara lisan maupun tulisan. Secara lisan siswa dapat maju di depan kelas dan menjelaskan makna dan sim- bol gambar yang dibuat. Namun jika waktu tidak memungkinkan dapat melalui tu- lisan 19Seni Budaya Gambar 2.1 Gambar ilustrasi dengan mengguna kan teknik digital (komputer).Gambar terlihat halus dan cerah. (sumber gambar: Ilustrasi ) A. Menggambar Ilustrasi F u n g s i gambar ilustrasi adalah memperkuat, memperjelas, memperindah, mempertegas dan memperkaya cerita atau narasi. Selain itu, dapat juga dimanfaatkan untuk menghidupkan sebuah cerita. Untuk itu Gambar ilustrasi harus dapat merangsang dan membantu pembaca berimajinasi tentang cerita dan membantu mengembangkan imajinasi dalam memahami narasi. Objek gambar ilustrasi dapat berupa gambar manusia, hewan, dan tumbuh­ tumbuhan. Gambar­gambar tersebut dapat berdiri sendiri atau gabungan dari berbagai macam objek yang berbeda. Objek gambar disesuaikan dengan tema cerita atau narasi yang di buat. Gambar ilustrasi dapat berupa cerita bergambar, karikatur, kartun, komik dan ilustrasi karya sastra berupa puisi atau sajak. Gambar ilustrasi dapat diberi berwarna atau hitam putih saja. Pembuatan gambar ilustrasi dapat dilakukan dengan cara manual maupun dengan menggunakan teknologi digital. Sekarang berikan tanggapan kamu tentang hubungan antara narasi dan gambar ilustrasi pada contoh gambar disamping (Gambar 2.2) dan sebutkan jenis-jenis gambar ilustrasi pada gambar 2.1, berikan penjelasanmu ! Gambar 2.2 Gambar ilustrasi dengan teknik manual menggunakan pulpen sebagai alat gambarnya. Coba kamu amati gambar 2.1 dan 2.2 1. Berikan tanggapan tentang hubungan narasi dan gambar ilustrasi pada contoh gambar 2.2 2. Jenis gambar ilustrasi apakah yang terlihat pada gambar 2.1? berikan penjelasanmu!
  • 41. 37Seni Budaya Buku Guru Bab 2 - Buku Siswa Semester 1 Guru dapat pula menjelaskan tentang jenis-jenis gambar ilustrasi. Pada penjelasan ini sebaiknya disertai dengan contoh gambar ilustrasi sehingga peserta didik dapat membedakan antara ilustrasi untuk buku cerita, poster, atau leaflet. Peserta didik dapat pula mengidentifikasi baik melalui media cetak maupun media lain tentang gambar ilustrasi. 20 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII Gambar 2.4 Contoh Ilustrasi dalam bentuk karikatur. Gambar 2.3 Contoh Ilustrasi dalam bentuk kartun. b. Karikatur Gambar karikatur menampilkan karakter yang dilebih­lebihkan, lucu, unik, terkadang mengandung kritikan dan sindiran. Objek gambar karikatur dapat diambil dari tokoh manusia maupun hewan. 1. Jenis- Jenis Gambar Ilustrasi a. Kartun Bentuk kartun dapat berupa tokoh manusia maupun hewan dan berisi cerita­cerita humor yang sifatnya menghibur. Indonesia memilki beberapa tokoh kartun seperti, tokoh Petruk dan Gareng karya Tatang.S dan sebagainya. Penampilan gambar kartun dapat dilihat dalam bentuk hitam putih maupun berwarna.
  • 42. 38 SMP/MTs Kelas VIII Guru dapat menjelaskan alat dan bahan yang dapat digunakan untuk menggambar ilustrasi. Guru dapat pula menjelaskan alat dan bahan yang tersedia di sekeliling tempat tinggal peserta didik. 22 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII e. Vignette Sebagai pengisi dari sebuah cerita atau narasi dapat disisipkan gambar ilustrasi berupa vignette. Vignette adalah gambar ilustrasi berbentuk dekoratif yang berfungsi sebagai pengisi bidang kosong pada kertas narasi. 2. Bentuk Objek Gambar Ilustrasi a. Manusia Tokoh manusia memiliki proporsi yang berbeda sehingga pada saat menggambar kita perlu memperhatikan karakter dan memahami anatominya, agar telihat lebih wajar dan tidak terkesan kaku. Gambar 2.7 Contoh Ilustrasi dalam bentuk Vignette. Gambar 2.6 Contoh Ilustrasi dalam bentuk karya sastra. Gambar 2.6 Contoh Ilustrasi dalam bentuk karya sastra. Bab 2 - Buku Siswa Semester 1
  • 43. 39Seni Budaya Buku Guru Bab 2 - Buku Siswa Semester 1 Pada pembelajaran proses menggambar ilustrasi guru dapat melakukan praktek menggambar bersama dengan peserta didik. Jadi penjelasaan yang diberikan berdasarkan kebutuhan setiap siswa sesuai dengan gambar ilustrasi yang dibuat. Pada tahapan ini lebih menekankan pada bimbingan individual. 25Seni Budaya C. Proses Menggambar Ilustrasi Ilustrasi adalah salah satu jenis kegiatan menggambar yang membutuhkan keterampilan menggambar bentuk. Bentuk yang digambar harus dapat memperjelas, mempertegas dan memperindah isi cerita atau narasi yang menjadi tema gambar. Garis, bentuk, dan pemberian warna disesuaikan dengan keseimbangan, komposisi, proporsi, dan kesatuan antara gambar dan (Sumber gambar : Kemdikbud, 2013) Contoh hasil gambar dengan media Charcoal. (Sumber gambar : Kemdikbud, 2013) Contoh hasil gambar dengan media Pulpen. 2. Teknik Basah Media yang digunakan untuk teknik basah antara lain seperti, cat air, cat minyak, tinta, atau media lain yang memerlukan air atau minyak sebagai pengencer. Ilustrasi dibuat dengan cara membuat sketsa pada bidang gambar dua dimensi berupa kertas atau kanvas kemudian diberi warna sesuai dengan media basah yang sudah ditentukan. Gambar 2.12 Contoh beberapa media yg digunakan pada teknik basah serta contoh hasil gambar dengan teknik basah.
  • 44. 40 SMP/MTs Kelas VIII Pengayaan Pembelajaran Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari. Di bawah ini merupakan pengayaan untuk guru tetapi dapat pula diberikan kepada siswa berdasarkan dari materi ini. Indonesia memiliki kekayaan seni rupa dalam bentuk topeng. Topengmerupakanbendayangdipakaidiataswajah.topengbiasanya dipakai untuk property menari dengan diiringi musik kesenian daerah. Topeng di kesenian daerah umumnya untuk menghormati sesembahan atau memperjelas watak dalam mengiringi seni pertunjukan. Bentuk topeng bermacam-macam ada yang menggambarkan watak marah, ada yang menggambarkan lembut, dan adapula yang menggambarkan kebijaksanaan. Topeng telah menjadi salah satu bentuk ekspresi paling tua yang pernah diciptakan peradaban manusia. Pada sebagian besar masyarakat dunia, topeng memegang peranan penting dalam berbagai sisi kehidupan yang menyimpan nilai-nilai magis dan suci. Ini karena peranan topeng yang besar sebagai simbol-simbol khusus dalam berbagai uparaca dan kegiatan adat yang luhur. Kehidupan masyarakat modern saat ini menempatkan topeng sebagai salah satu bentuk karya seni tinggi.Tidak hanya karena keindahan estetis yang dimilikinya, tetapi sisi misteri yang tersimpan pada raut wajah topeng tetap mampu memancarkan kekuatan magis yang sulit dijelaskan. Topeng telah ada di Indonesia sejak zaman prasejarah. Secara luas digunakan dalam tari topeng yang menjadi bagian dari upacara adat atau penceritaan kembali cerita-cerita kuno dari para leluhur. Diyakini bahwa topeng berkaitan erat dengan roh-roh leluhur yang dianggap sebagai interpretasi dewa-dewa. Pada beberapa suku, topeng masih menghiasi berbagai kegiatan seni dan adat sehari-hari. Beberapa topeng di Indonesia pun digunakan sebagai hiasan di dalam rumah atau di luar rumah. Setiap daerah di Indonesia memiliki topeng seperti Cirebon, Malang, Indramayu, Yogyakarta, Surakarta, Dayak, Melayu, Bali, Nusatenggara, serta daerah lainnya. Kesenian topeng berkembang ham[pir di setiap suku karena merupakan bagian tak terpisahkan dari upacara adat dan seni pertunjukan.
  • 45. 41Seni Budaya Buku Guru Bab 2 - Buku Siswa Semester 1 Interaksi dengan Orangtua Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra putrinya. 29Seni Budaya 1. Penilaian Pribadi Nama : …………………………………………. Kelas : ………………………………………….. Semester : …………………..……………………… Waktu penilaian : ………………………………..………… Setelah kamu belajar dan merangkai serta melakukan menggambar ilustrasi, isilah kolom dibawah ini : No. Pernyataan 1 Saya berusaha belajar menggambar ilustrasi dengan sungguh­sungguh o Ya o Tidak 2 Saya mampu menggambar ilustrasi dengan teknik yang benar o Ya o Tidak 3 Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu o Ya o Tidak 4 Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran meng­ gambar ilustrasi o Ya o Tidak 5 Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran menggambar ilustrasi o Ya o Tidak F. Refleksi E. Rangkuman Gambar ilustrasi adalah gambar yang memberikan penjelasan pada suatu cerita, peristiwa atau kejadian. Gambar ilustrasi dapat berupa ilustrasi kulit buku, komik, kartun, karikatur, poster, narasi buku, gambar bagan dan gambar dekoratif. Pembuatan gambar ilustrasi dapat berupa gambar yang berdiri sendiri atau gambar yang disertai dengan cerita.
  • 46. 42 SMP/MTs Kelas VIII Bab 2 - Buku Siswa Semester 1 Evaluasi dan Penilaian pembelajaran Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topik dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa test dan non-test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Nontest dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang diajarkan. 30 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII 2. Penilaian Antarteman Nama teman yang dinilai : ………………………………….. Nama penilai : ………………………………….. Kelas : ………………………………….. Semester : ………………………………….. Waktu penilaian : …………………. ……………… No. Pernyataan 1 Berusaha belajar dengan sungguh-sungguh untuk dapat melakukan menggambar ilustrasi o Ya o Tidak 2 Mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian sehingga dapat menggambar ilustrasi o Ya o Tidak 3 Mengerjakan tugas yang diberikan guru dalam pembelajaran menggambar ilustrasi o Ya o Tidak 4 Mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada pembelajaran menggambar ilustrasi o Ya o Tidak 5 Berperan aktif dalam kelompok berlatih menggambar ilustrasi o Ya o Tidak 6 Menghargai keunikan menggambar ilustrasi o Ya o Tidak Menjelaskan sebuah peristiwa yang terjadi dilingkungan kita tidak harus menggunakan kata­kata karena dapat disampaikan melalui gambar. Informasi dan penjelasan dengan gambar harus sesuai dengan fakta yang ada sehingga tidak terjadi penafsiran yang berbeda dan cenderung salah. Gambar ilustrasi merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam memberikan penjelasan. Ilustrasi tidak hanya sekedar gambar tetapi dapat juga menggunakan tulisan­tulisan dan foto. Tulisan yang baik dan tidak merugikan orang lain yang dapat diterima di masyarakat sebaliknya tulisan dan foto yang tidak sesuai sebaiknya dihindari. ...
  • 47. 43Seni Budaya Buku Guru Informasi untuk Guru Bab 1 - Buku Siswa Semester 2 Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran yang akan diberikan sesuai dengan bab 1 semester 2 tentang menerapkan ragam hias pada bahan keras. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan kepada peserta didik bahan dan media yang dibutuhkan sehingga dapat dipersiapkan secara baik dan benar. Guru juga dapat menjelaskan hubungan antara materi sebelum dengan materi pembelajaran yang dibahas pada bab ini terutama hubungan antara materi pada kelas tujuh. SMP/MTs Kelas VIII Semeter 22 Penerapan Ragam Hias Pada Bahan Keras Alur Pembelajaran Setelah mempelajari Bab 1, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni ragam hias, yaitu: 1. Menjelaskan penerapan ragam hias pada bahan keras 2. Mengidentifikasi jenis ragam hias pada bahan keras 3. Mengidentifikasi karakter bahan keras 4. Membuat ragam hias pada bahan keras 5. Menghargai warisan budaya ragam hias nusantara. BAB 1
  • 48. 44 SMP/MTs Kelas VIII Proses pembelajaran Bab 1 - Buku Siswa Semester 2 Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dica- pai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi. Guru dapat men- jelaskan pula hubungan antara bab-bab sebelumnya dengan bab 3. Pada bab ini merupakan materi penerapan dari teori yang telah dipelajari peserta didik. Guru dapat menjelaskan konsep ragam hias terutama pada bahan keras. Pada proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu; a) Peserta didik melakukan pengamatan dari berbagai media dan sumber bela- jar tentang ragam hias. Guru dapat memberi contoh tentang ragam hias pada bahan keras seperti kayu dan sejenisnya. Motif-motif juga dapat diberikan melalui pengamatan sehingga timbul rasa ingin tahu peserta didik. b) Peserta didik melakukan eksplorasi baik melalui mencoba untuk meng­ identifikasi dengan cara mencari melalui media dan sumber belajar lain tentang ragam hias pada baha keras. Pada proses eksplo- rasi peserta didik dapat menggambar seperti yang ter- tera pada buku siswa. c) Peserta didik da- pat mengkomu- nikasikan hasil karya seni rupa dalam bentuk menggambar di atas bahan keras baik melalui lisan maupun tu- lisan. Guru jika dimungkinkan dapat mengem- bangkan ber- bagai macam teknik meng- gambar di atas bahan keras seh- ingga tidak han- ya mengguna- kan satu macam teknik saja. Seni BudayaKurikulum 20134 5 A. Ragam Hias Keragaman budaya daerah mem- berikan kontribusi pada ragam hias di Nusantara. Kekayaan ragam hias daerah memberikan identitas pada daerah yang bersangkutan. Ragam hias memiliki makna dan fungsi yang berbeda dan memiliki arti simbolik seperti, dapat menangkal roh-roh jahat, memberikan keberkahan, dan sebagai simbol pangkat atau kedudukan dalam masyarakat. Ragam hias atau ornamen untuk hiasan dapat berupa motif tumbuhan, hewan, manusia dan geometris yang di- gunakan untuk memperindah bidang dua dan tiga dimensi. Motif ragam hias dua dimensi dapat diterapkan pada benda ke- rajinan anyaman, ukiran maupun bagian dari sisi bangunan rumah tradisional. Pada ragam hias yang bersifat tiga dimensi dijumpai pada barang-barang rumah tangga dan kerajinan tangan. Jenis ragam hias setiap daerah berbeda-beda dan memiliki ciri khas dalam pem- buatannya. Ragam hias ini munculdalambentukdasaryang sama seperti bentuk flora, fauna, manusia dan bentuk geometris. Bentuk-bentuk tersebut biasa- nya merupakan bentuk stilisasi dari bentuk aslinya. Proses pembuatan ragam hias ini dapat dilakukan dengan cara memahat, menganyam, dan pengecatan. Bahan- bahan yang digunakan dapat berupa kayu, batu, bambu, rotan, mendong atau pandan. Sumber gambar : Internet Sumber gambar : Internet
  • 49. 45Seni Budaya Buku Guru Bab 1 - Buku Siswa Semester 2 Guru dapat menjelaskan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat ragam hias pada bahan keras. Tentu alat dan bahan yang digunakan akan berbeda-beda jika teknik yang digunakan juga berbeda. Jadi antaraq alat, bahan dan teknik merupakan satu kesatuan dalam membuat gambar ragam hias dengan menggunakan bahan keras. Seni BudayaKurikulum 2013 9 f. Pola ragam hias beraturan Pola ragam hias beraturan terbentuk dari bidang dan corak yang sama. Susunan polanya merupakan pengulangan dari bentuk sebelumnya dengan ukuran yang sama. g. Pola ragam hias tidak beraturan Pola ragam hias tidak beraturan merupakan sebaran dari beberapa motif yang berbeda dan tidak mengikuti pola proporsi dan komposisi yang seimbang B. Alat dan bahan Penempatan ragam hias dalam menunjang unsur ke- indahan dapat diterapkankan pada beberapa jenis bahan seperti kayu, batu, keramik, dan logam. Bahan-bahan tersebut menyebabkan benda pada pembuatan dalam ragam hiasnya. Ada yang menggunakan pahat, pisau, dan kuas cat. Perbedaan alat dan bahan tersebut berdampak pada nilai keindahan. Beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam membuat ragam hias antara lain : 1. Pahat Pahat memiliki mata b e n t u k l u r u s d a n m e - lengkung. Pahat digunakan untuk membuat torehan atau pahatan pada media kayu. Sumber gambar : Pribadi Sumber gambar : Internet
  • 50. 46 SMP/MTs Kelas VIII Bab 1 - Buku Siswa Semester 2 Guru pada pembelajaran teknik penerapan ragam hias dapat dilakukan dengan praktek. Penjelasan yang diberikan lebih menekankan pada cara membuat ragam hias sesuai dengan alat, bahan dan teknik yang digunakan. Guru sebaiknya memberi kebebasan kepada peserta didik untuk membuat ragam hias pada bahan keras sesuai dengan minat dan kemampuannya. Peserta didik dapat memilih dengan teknik menggambar atau teknik memahat. Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari. Pengayaan pembelajaran Seni BudayaKurikulum 2013 11 C. Teknik penerapan ragam hias Penerapan ragam hias dapat dilakukan pada media kayu, keramik, batu, besi, tembaga, kuningan, anyaman bambu, dan rotan. Secara teknis pelakuan yang dilakukan pada masing- masing bahan berbeda-beda, ada yang menggunakan teknik ukir, cor, etsa, dan pengecatan. 1. Teknik ukir Jenis bahan yang dapat digunakan dalam teknik ukir dapat berupa bahan dari kayu. Kayu yang sudah diberi ragam hias kemudian diukir sesuai dengan pola yang sudah ditentukan. Alat yang digunakan bisa menggunakan ukuran berbeda tergantung dari besar kecilnya ragam hias yang digunakan. 2. Teknik Cor Penggunaan teknik cor dapat menggunakan bahan dasar kuningan, tembaga, tanah liat, gips, dan besi. Proses teknik cor dengan menggunakan bahan dasar gips yang dilakukan dengan cara membuat pola negatif atau cetakan tanah liat. Sebelum proses pengecoran ragam hias dari bahan tanah liat dipersiapkan terlebih dahulu. Selanjutnya dibuatkan tempat berupa kotak atau tabung untuk menempatkan negatif ragam Proses Mengukir a. Membuat desain/ gambar yang di- gunakan sebagai p a n d u a n u n t u k mengukir b . M e n e m p e l k a n desain pada media ukir (kayu) dan kemudian meng- ukirnya. c. Mengamplas/ menghaluskan dan kemudian memberi plitur/ pernis Sumber gambar : Internet
  • 51. 47Seni Budaya Buku Guru Bab 1 - Buku Siswa Semester 2 Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra putrinya. Interaksi dengan Orangtua SMP/MTs Kelas VIII Semeter 214 No. Pernyataan 1 Saya berusaha belajar ragam hias saya dengan sungguh-sungguh o Ya o Tidak 2 Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu o Ya o Tidak 3 Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran ragam hias o Ya o Tidak 4 Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran merangkai ragam hias oYa o Tidak 5 Saya menghargai keunikan ragam hias o Ya o Tidak 1. Penilaian Pribadi Nama : …………………………………………. Kelas : ………………………………………….. Semester : …………………..……………………… Waktu penilaian : ………………………………..………… Setelah kamu belajar dan merangkai serta melakukan gerak tari tradisional, isilah kolom dibawah ini : F. Refleksi
  • 52. 48 SMP/MTs Kelas VIII Bab 1 - Buku Siswa Semester 2 Seni BudayaKurikulum 2013 13 D. Uji Kompetensi 1. Uji Kompetensi Unjuk Kerja Buatlah motif ragam hias dengan ketentuan sebagai berikut : a. Teknik lukis pada bahan kayu b. Gambar di buat dalam bentuk ragam hias nusantara c. Gambar di buat dengan memperhatikan prinsip-prinsip menggambar yang baik dan benar. d. Gambar diselesaikan dengan menggunakan cat kayu 2. Uji Kompetensi Pengetahuan Jawablah pertanyaan berikut ini ! a. Jelaskan arti ragam hias ? b . Apa manfaat gambar ragam hias dalam pengembangan budaya daerah ? c. Jelaskan macam-macam pola-pola ragam hias yang kamu ketahui ! 3. Uji Kompetensi Sikap Berikan uraian singkat dari setiap petanyaan berikut ini ! a. Bagaimana tanggapanmu terhadap keragaman ragam hias yag ada di Nusantara! b. Kesan apa yang dapat kamu tangkap dari berkarya ragam hias pada media bahan keras! E. Rangkuman Penerapan ragam hias tidak terbatas pada media kain dan kertas saja, tetapi dapat juga dilakukan pada bahan kayu, batu, besi, rotan, dan bambu. Proses pembuatan ragam hias pada bahan-bahan tersebut memiliki teknik pengerjaan yang berbeda antara bahan yang satu dan lainnya. Teknik-teknik ini dapat berupa pahatan atau ukiran, cor, dan teknik sapuan kuas dengan menggunakan cat. Sebagian besar ragam hias pada bahan kras dapat dijumpai pada bangunan-bangunan rumah tradisional di Nusantara dan barang-barang kerajinan rumah tangga. Evaluasi dan Penilaian pembelajaran Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topic dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa test dan nontest. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Nontest dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang diajarkan.
  • 53. 49Seni Budaya Buku Guru Bab 2 - Buku Siswa Semester 2 Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran yang akan diberikan sesuai dengan bab 2 semester 2 tentang tapestri. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan kepada peserta didik bahan dan media yang dibutuhkan sehingga dapat dipersiapkan secara baik dan benar. Informasi untuk Guru SMP/MTs Kelas VIII Semeter 216 Tapestri Alur Pembelajaran Setelah mempelajari Bab 2, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni ragam hias, yaitu: 1 Menjelaskan pengertian teknik Tapestri 2. Mengidentifikasi setiap jenis karya tekstil teknik Tapestri 3. Menjelaskan prinsip-prinsip pembuatan Tapestri 4. Membuat karya Tapestri BAB 2
  • 54. 50 SMP/MTs Kelas VIII Proses Pembelajaran Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi. Guru dapat menjelaskan tentang konsep tapestri. Guru juga dapat menjelaskan kepada pesertadidikmelaluicontoh-contohbendayangdibuatdenganmenggunakan teknik tapestri. Pada proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah- langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu; Bab 2 - Buku Siswa Semester 2 Seni BudayaKurikulum 20138 19 A. Tapestri Kata Tapestri diambil dari bahasa Perancis Tapiesserie yang berarti penutup lantai atau bahasa Latin Tapestrum, sejenis sulaman yang memiliki banyak teknik. Karya tenunan Tapestri dapat digunakan sebagai benda seni maupun benda yang memiliki fungsi pakai. Sebagai benda seni tapestri dapat dilihat berupa hiasan dinding dan sebagai benda pakai tapestri dapat berupa korden, permadani atau karpet, dan keset. Tapestri sendiri adalah sebuah teknik membuat karya tekstil dengan cara menenun benang-benang, serta-serat, dan bahan lain seperti kayu, logam, dan rotan dalam satu komposisi benda yang memiliki fungsi seni dan pakai. Karya tenun Tapestri memiliki keindahan dan bentuk yang unik karena jalinan tenunan benang-benang aneka warna yang menutupibidanggambardanpaduan unsur-unsur bahan lain. Pada umumnya tenunan tapestri akan tampil dalam bentuk gambar- gambar dekoratif. Selain itu hasil karya tapestri dapat juga dibuat dengan menggunakan bahan-bahan lain seperti serat- serat alam yang tampil alami maupun yang diberi warna. Struktur bentuk tapestri terdiri dari tenunan benang lungsi dan pakan yang dibuat menjadi barang atau benda seni tertentu.Benang lungsi adalah jalinan benang-benang yang menghadap kearah vertikal sedangkan benang-benang pakan adalah benang yang mengarah horisontal dan menjadi bagian dari benang yang membentuk bidang gambar tertentu. Benang Lungsi Benang Pakan Sumber gambar: Internet Sumber gambar: Internet a. Peserta didik me­­­l a k u k a n pe­ ngamatan melalui ber­bagai media dan sumber belajar se­perti gambar, ma­­jalah, Koran, tayangan video dan sejenisnya tentang ta­ pes­tri. Guru dapat memberi motivasi ke­­ pada peserta didik se­hingga timbul rasa ingin tahu tentang tapestripadake­hidup­ ansehari-hari. b. P e s e r t a d i d i k dapat melakukan eks­­plorasi dengan cara meng­indenti­ fi­kasi benda-ben­da yang dibuat de­ngan teknik tapestri. Pe­­ ser­ta didik dapat p u l a melakukan identifi­kasi fungsi tapestri pada ke­ hidupan sehari-hari. c. Peserta didik dapat mengomunikasi hasil karyasenirupadengan teknik tapestri baik melalui lisan maupun tulisan.
  • 55. 51Seni Budaya Buku Guru Guru dapat menjelaskan bahan dan alat yang digunakan untuk membuat tapestry. Pengetahuan ini penting disampaikan kepada peserta didik sehingga dapat memilih bahan dan alat sesuai dengan fungsi tapestri yang akan dibuat. Setiap bahan tentau akan berbeda alat yang digunakan dalam membuat tapestri. Demikian juga bahan akan menentukan fungsi tapestri jika sudah selesai dibuat SMP/MTs Kelas VIII Semeter 220 Keindahan dari karya tapestri dapat dilihat dari penggunaan unsur-unsur garis, warna dan bidang pada pola-pola gambar dan bahan-bahan pendukung lainnya seperti manik-manik dari kayu atau logam dan tebal tipisnya benang. Keindahan dan keunikan dari karya tapestri perlu juga diperhatikan faktor komposisi, proporsi, keseimbangan, irama dan kesatuan dari masing-masing bagian karya tapestri. 1. Alat Tenun Tapestri a. Bentangan (Spanram) Alat spanram digunakan untuk mengaitkan benang lungsi dan jalinan pakan yang membentuk corak atau motif tenunan. Spanram dapat dibuat dengn bahan kayu yangsalahsatusisiyangberhadapandiberikanpakudengan ukuran 1 cm antar pakunya. b. Gunting Alat gunting digunakan untuk memotong sisa benang dan bahan-bahan yang berlebih dan tidak terpakai. c. Sisir Sisir digunakan untuk merapatkan benang-benang yang sudah ditenun sampai mendapatkan kerapatan yang baik. d. Paku Penggulung Fungsi paku penggulung digunakan untuk menyisipkan benang pakan pada benang lungsi sehingga membentuk corak atau motif tertentu. B. Bahan dan Alat Tenun Tapestri Tenun Tapestri menggunakan bahan yang disesuaikan dengan ukuran panjang dan lebar kain atau produk yang akan dibuat. Beberapa bahan dan alat tersebut, yakni : Jarum pipih kayu Paku penggulung Sumber gambar: Internet Sumber gambar: Internet Bab 2 - Buku Siswa Semester 2
  • 56. 52 SMP/MTs Kelas VIII Guru perlu memberikan kemampuan secara keterampilan kepada peserta didik dalam membuat dengan teknik tapestri. Peserta didik perlu diberikan penjelasan secara setahap demi setahap tentang pembuatan benda dengan teknik tapestri. Peserta didik perlu dibimbing setahap demi setahap karena teknik ini memerlukan ketekunan dan ketelitian dalam proses pembuatannya. Bab 2 - Buku Siswa Semester 2 Seni BudayaKurikulum 2013 21 2. Bahan Tenun Tapestri Bahan-bahan tenun Tapestri adalah sebagai berikut : a. Benang Wol b. Kain Perca c. Bambu d. Manik-manik C. Teknik Tapestri Ragam hias dengan menggunakan teknik tapestri dilaku- kan dengan menenun benang pakan pada benang lungsi yang dikaitkan pada bentangan kayu yang disebut spanram. Spanram digunakan sebagai alat untuk menunjang benang lungsi dan pakan yang menjadi elemen pembentuk ragam hias. Beberapa tahapan dalam membuat ragam hias dengan teknik tapestri adalah sebagai berikut : 1. Menyiapkan Desain Ragam Hias Desain berupa gambar dengan tema tertentu. Desain dibuat untuk mempermudah dalam membuat tenunan. Bambu Manik-manik Kain Perca Benang Wol Sumber gambar: Internet Sumber gambar: Internet
  • 57. 53Seni Budaya Buku Guru Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari. Pengayaan Pembelajaran Pengayaan seni rupa tapestri Tapestri merupakan salah satu teknik dalam berkarya seni rupa. Beberapa perabot rumah tangga dan hiasan dinding dibuat dengan teknik tapestri seperti sulaman taplak, karpet, dan sejenisnya. Ciri yang paling menonjol dari karya tapestri adalah efek menonjol dengan penggunaan berbagai macam warna. Pada pembuatan tapestri dapat dikerjakan dengan menggunakantekniktusukjarumdiantaranya;tusuksilang, tusuk lurus, tusuk diagonal, tusuk bintang, serta tusuk ikal. Pada prakteknya tapestri biasanya menggunakan beberapa teknik tusuk sesuai dengan motif yang ingin dibentuk. Media dan bahan yang digunakan pada pembuatan tapestri dapat berupa kain, benang sulam, benang wool, serta jenis benang lainnya. Pada pembuatan tapestri dibutuhkan ketekunan, ketelitian dan kesabaran karena kerapihan merupakan salah satu dayak tarik tapestri. Tapestri saat sekarang ini menjadi karya seni yang cukup mahal karena cara pengerjaannya yang rumit dan butuh ketelitian. Waktu yang digunakan untuk membuat tapestri bias berbula-bulan sesuai dengan motif dan bentuk tapestrinya. Pembuatan karya seni dengan teknik tapestri karpet dapat dilakukan dengan menggunakan mesin tetapi cara kerjanya sama dengan teknik manual yaitu merajut.
  • 58. 54 SMP/MTs Kelas VIII Interaksi dengan Orangtua Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra putrinya. Seni BudayaKurikulum 2013 25 No. Pernyataan 1 Saya berusaha belajar teknik tapestri dengan sungguh-sungguh o Ya o Tidak 2 Saya mengikuti pembelajaran teknik tapestri dengan tanggung jawab o Ya o Tidak 3 Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu o Ya o Tidak 4 Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran teknik tapestri o Ya o Tidak 5 Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran teknik tapestri o Ya o Tidak 1. Penilaian Pribadi Nama : …………………………………………. Kelas : ………………………………………….. Semester : …………………..……………………… Waktu penilaian : ………………………………..………… Setelah kamu belajar dan merangkai serta melakukan gerak tari tradisional, isilah kolom dibawah ini : F. Refleksi Tapestri merupakan salah satu teknik dalam seni rupa. Banyak benda pakai atau benda fungsional dibuat dengan menggunakan teknik tapestri seperti karpet, syal, serta keset. Sebelum melakukan refleksi ada baiknya melakukan penilaian terhadap diri sendiri dan juga teman di kelas. Isilah kolom di bawah ini disertai dengan kejujuran dan tanggung jawab. Bab 2 - Buku Siswa Semester 2
  • 59. 55Seni Budaya Buku Guru Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topik dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa test dan non-test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Non-test dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang diajarkan. Bab 2 - Buku Siswa Semester 2 SMP/MTs Kelas VIII Semeter 224 D. Uji Kompetensi 1. Uji Kompetensi Unjuk Kerja Buatlah ragam hias pada tenun tapestri dengan ketentuan sebagai berikut : a. Gunakan jenis ragam hias geometris pada tenun tapestri b. Buatlah sketsa gambar sebagai pola desain pada tenunan c. Gunakan bahan kain perca sebagai jalinan pakan d. Buatlah ragam hias tenun tapestri dengan ukuran 30 x 30 cm e. Gunakan bambu sebagai gantungan tapestri 2. Uji Kompetensi Pengetahuan Jawablah pertanyaan berikut ini ! a. Jelaskan arti lungsi dan pakan pada tenunan tapestri ! b. Apakah yang dimaksud dengan tenun tapestri ! c. Jelaskan macam-macam pola-pola tenun tapestri ! 3. Uji Kompetensi Sikap Berikan uraian singkat dari setiap petanyaan berikut ini ! a. Manfaat apa yang bisa diambil dari kegiatan belajar tenun tapestri ! b. Kegiatan belajar tenun tapestri melatih diri untuk teliti dan disiplin mengapa demikian? E. Rangkuman Penerapan ragam hias dengan menggunakan tenun tapestri dapat dilakukan dengan teknik yang sederhana. Teknik yang digunakan bisa menggunakan teknik tenun tapestri simetris dan a simetris. Teknik tenun simetris menggunakan benang pakan sebagai unsur pembentuknya dengan cara menjalin benang pakan pada lungsi dengan urutan yang sama dan tidak terputus-putus. Sedangkan pada teknik tenun a-simetris benang pakannya berdiri sendiri. Ragam hias dengan tenun tapestri dapat berfungsi sebagai hiasan dinding maupun pembersih kaki atau keset. Tenun tapestri juga dapat menggunakan bahan-bahan sintetis buatan pabrik seperti kain perca, tali plastik, dan benang dengan berbagai ketebalan dan warna atau bahan alam berupa serat goni, alang-alang, serabut kelapa dan bahan lainnya yang dapat digunakan sebagai benang.
  • 60. 56 SMP/MTs Kelas VIII C. Seni Musik Informasi untuk Guru Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran yang akan diberikan sesuai dengan bab 3 semester 1 tentang gaya dan bernyanyi lagu daerah. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan kepada peserta didik media dan bahan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk pembelajaran pada bab ini. Bab 3 - Buku Siswa Semester 1 32 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII Gaya dan Bernyanyi Lagu Daerah 1. Mengidentifikasi keunikan lagu daerah Indonesia 2. Membandingkan keunikan lagu daerah Indonesia 3. Mengidentifikasi fungsi musik tradisi/daerah Indonesia 4. Membandingkan fungsi musik tradisi dan fungsi musik masa kini 5. Melakukan teknik dan gaya bernyanyi dalam musik tradisi 6. Bernyanyi lagu daerah secara Unisono 7. Mengomunikasikan teknik dan gaya bernyanyi lagu daerah secara Unisono dalam musik tradisi baik dengan lisan maupun tulisan Setelah mempelajari bab 3 diharapkan mampu: Alur Pembelajaran BAB 3
  • 61. 57Seni Budaya Buku Guru Proses Pembelajaran Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi pembelajaran. Guru dapat menjelaskan tentang kedudukan dan fungsi musik dalam tradisi masyarakat Indonesia. Pada pembelajaran ini guru dapat membahas bersama-sama dengan siswa lagu-lagu daerah setempat yang memiliki kedudukan khusus dalam masyarakat sekitar. Guru dapat pula memberikan contoh-contoh lagu yang berfungsi sebagai pelengkap upacara adat atau pertunjukan seni lain seperti tari, atau teater. Guru juga dapat menjelaskan kepada peserta didik beberapa teknik pernapasan sesuai dengan kebutuhan dalam bernyanyi sesuai dengan gaya daerah masing-masing.Pada proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu; a. P e s e r t a d i d i k dapat melakukan pe­ngamatan dengan cara men­dengarkan lagu-lagu daerah se­­t e m p a t . G u r u dapat mem­b e r i mo­tivasi se­hing­ga timbul rasa ingin tahu peserta di­dik d a l a m m e m ­­ pela­ja­ri kedudukan lagu di masyarakat setempat. Pe­nga­ matan dapat pula dilakukan dengan melihat tayangan video terhadap lagu-lagu daerah s e­t e m p a t a t a u dae­rah lainnya. Bab 3 - Buku Siswa Semester 1 35Seni Budaya No. Jenis Musik Asal Daerah Nama upacara adat 1 2 3 4 5 A. Kedudukan dan Fungsi Musik dalam Tradisi Masyarakat Indonesia Musik dan lagu tradisional merupakan kekayaan suku bangsa di Indonesia. Musik dan lagu tradisional berfungsi: a) sebagai kelengkapan upacara adat, seperti pada upacara pengantin; b) sebagai pengiring seni pertunjukan tari, teater, dan sejenisnya; c) sebagai media rekreatif atau hiburan. Pada musik dan lagu tradisional sering memiliki nilai­nilai kearifan lokal tentang hidup, relasi sosial, religi, lingkungan, serta karakter. Fungsi musik dan lagu tradisional dapat dijelas­ kan sebagai berikut : 1. Sarana Upacara Adat Musik daerah bukan objek yang otonom/berdiri sendiri. Musik daerah biasanya merupakan bagian dari kegiatan lain. Di berbagai daerah di Indonesia bunyi­bunyian tertentu di­ anggap memiliki kekuatan yang dapat mendukung kegiatan magis. Inilah sebabnya musik terlibat dalam berbagai upacara adat. Upacara Merapu di Sumba menggunakan irama bunyi­ bunyian untuk memanggil dan menggiring kepergian roh ke pantai merapu (alam kubur). Selain ini pada masyarakat suku Sunda musik angklung digunakan sebagai pengiring pada waktu upacara Seren taun (panen padi). Amati dan perhatikan! 1. Apakah ada perbedaan musik tradisi dengan musik masa kini? 2. Apakah pertunjukan musik tradisi dapat berdiri sendiri tanpa tarian dan tanpa pergelaran cerita atau pertunjukan wayang kulit, wayang orang atau wayang golek? 3. Adakah perbedaan teknik bernyanyi antara musik tradisi dengan musik masa kini? Isilah tabel berikut tentang jenis musik, fungsinya dan nama upacara adat dari suku bangsa yang ada di Indonesia
  • 62. 58 SMP/MTs Kelas VIII Bab 3 - Buku Siswa Semester 1 b. Peserta didik setelah melakukan pengamatan dapat bereksplorasi dengan cara mengidentifikasi lagu-lagu daerah yang berkembang di daerah setempat. Eksplorasi juga dapat dilakukan dengan menyanyi bersama- sama salah satu lagu daerah setempat atau lagu daerah lainnya. c. Peserta didik dapat mengomunikasi dalam bentuk menyanyi dengan menggunakan teknik pernapasan dan teknik vokal secara baik dan benar. Guru dapat menjelaskan teknik dan gaya bernyanyi lagu daerah. Guru perlu mengetahui teknik dan gaya lagu daerah daerah setempat atau daerah lainnya. Setiap daerah memiliki teknik dan gaya yang berbeda-beda. Lagu daerah Jawa misalnya, akan dinyanyi dengan teknik berbeda dengan lagu Melayu. Penguasaan teknik dan gaya oleh seorang guru mutlak diperlukan sehingga tidak salah dalam memberikan pengetahuan. Pada tahapan ini guru bersama-sama dengan siswa dapat melakukan eksplorasi dengan cara menyanyi bersama-sama dengan menggunakan teknik dan gaya yang berbeda sehingga peserta didik dapat merasakan perbedaan tersebut. 36 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII 2. Musik Pengiring Tari Irama musik dapat berpengaruh pada perasaan seseorang untuk melakukan gerakan­gerakan indah dalam tari. Berbagai macam tari daerah yang kalian kenal, pada dasarnya hanya dapat diiringi dengan musik daerah tersebut. Contohnya tari Kecak (Bali), tari Pakarena (Sulawesi), tari Mandalika (Nusa Tenggara Barat), tari Ngaseuk (Jawa Timur), tari Mengaup (Jambi), tari Mansorandat (Papua), dan lain­lain. Cobalah kalian dengarkan musik pengiringnya! Isilah tabel berikut tentang Jenis musik, Asal daerah dan nama tari dari suku bangsa yang ada di Indonesia. 3. Media Bermain Lagu­lagu rakyat (folksongs) yang tumbuh subur di daerah pedesaan banyak digunakan sebagai media bermain anak­anak. Masih ingatkah pemainan dengan lagu ketika kalian di Sekolah Dasar? Lagu Cublak­Cublak Suweng dari Jawa Tengah, Ampar­ampar Pisang dari Kalimantan, Ambil­ ambilan dari Jawa Barat, Tanduk Majeng dari Madura, Sang Bangau dan Pok Ame­Ame dari Betawi. Lagu­lagu ini sering dijadikan nama permainan anak tersebut. 4. Media Penerangan Lagu­lagu dalam iklan layanan masyarakat merupakan contoh fungsi musik sebagai media penerangan. Lagu­ lagu ini misalnya berisi tentang pelestarian lingkungan dan adat istiadat. Pada masyarakat modern bisa tentang pemilu, Keluarga Berencana dan ibu hamil, Penyakit AIDS, dan lain­ lain. Selain dalam iklan layanan masyarakat, lagu­lagu yang bernafaskan agama juga menjadi media penerangan. Musik qasidah, terbangan, dan zipin dengan syair­syair lagu dari Alquran. B. Teknik dan Gaya Bernyanyi dalam Musik Tradisi Di kelas VII kita telah belajar teknik vokal, Kalian telah belajar teknik pernafasan perut, teknik pernafasan diafragma dan belajar tentang posisi dan sikap badan dalam bernyanyi. Mungkin kalian bingung melihat penampilan penyanyi musik tradisi berpakaian ketat bahkan memakai stagen, bernyanyi dengan posisi bersimpuh, tetapi suaranya terdengar merdu dan No Jenis Musik Asal Daerah Nama Tarian 1 2 3 4 5
  • 63. 59Seni Budaya Buku Guru Guru setelah melakukan eksplorasi dengan cara menyanyi bersama dengan peserta didik kemudian dapat mengelompokkan peserta didik. Guru dapat meminta peserta didik untuk dapat menyanyikan lagu daerah secara unisono. Pada pembelajaran ini siswa bersama guru dapat melakukan pengamatan melalui tayangan video tentang menyanyi unisono lagu- lagu daerah setempat. Peserta didik dapat mengomunikasikan melalui penampilan menyanyi secara unisono lagu daerah dengan gaya dan teknik yang sesuai. Bab 3 - Buku Siswa Semester 1 40 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII C. Bernyanyi Secara Unisono Bernyanyi unisono adalah bernyanyi satu suara yang dilakukan oleh kelompok. Banyak masyarakat dari beberapa suku di Indonesia yang hanya terbiasa bernyanyi dalam satu suara yaitu sesuai dengan melodi pokoknya saja. Lagu daerah yang ada di setiap provinsi merupakan warisan budaya. 1. Nyanyikalah lagu daerah dengan gaya yang sesuai dengan budaya yang berkembang di daerah masing-masing! 2. Tuliskan pendapatmu tentang musik daerah baik yang tradisi maupun yang pop daerah! 1. Setelah kamu menidentifikasi teknik bernyanyi tradisi diskusikan kembali secara berkelompok kekuatan teknik bernyanyi Tradisi. 2. Kamu dapat memperkaya dengan mencari materi dari sumber belajar lainnya Mengenal budaya di setiap daerah tidak harus dengan kita berkunjung ke daerah tersebut. Banyak yang kita pelajari dari sebuah lagu daerah tersebut, kita dapat mengerti bahasa mereka walaupun tidak semahir kalau kita tinggal di sana, dan setiap lagu yang diciptakan di setiap daerah yang sebagai warisan budaya sangat mengandung nilai­nilai yang baik. Apa yang kalian dapatkan bila kita mempelajari lagu daerah berikut: Sumber gambar: Internet Kelompok paduan suara dengan menggunakan pakaian adat Papua.
  • 64. 60 SMP/MTs Kelas VIII Pengayaan Pembelajaran Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari. Interaksi dengan Orangtua Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra putrinya. Bab 3 - Buku Siswa Semester 1 50 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII E. Rangkuman Amat beragam musik dan lagu­lagu daerah di Indonesia! Setiap daerah memiliki gaya dalam menyanyikan lagu­lagu daerah masing­masing. Lagu­lagu daerah biasanya berisi nilai­nilai moral yang perlu diwariskan. Lagu­lagu daerah juga ada yang ditampilkan dengan melakukan permainan tradisional. Lagu­lagu daerah merupakan kekayaan warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Pelestarian dan pengembangan warisan budaya ini dapat dilakukan dengan tetap menyanyikan sesuai situasi dan konsisi dimana lagu tersebut harus dinyanyikan. F. Refleksi 1. Penilaian Pribadi Nama : …………………………………………. Kelas : ………………………………………….. Semester : …………………..……………………… Waktu penilaian : ………………………………..………… Setelah kalian belajar gaya dan bernyanyi lagu daerah, isilah kolom di bawah ini : No. Pernyataan 1 Saya berusaha belajar gaya dan bernyanyi lagu daerah saya dengan sungguh­sungguh o Ya o Tidak 2 Saya berusaha belajar gaya dan bernyanyi lagu daerah daerah lain dengan sungguh- sungguh o Ya o Tidak 3 Saya mengikuti pembelajaran gaya dan bernyanyi lagu daerah dengan tanggung jawab o Ya o Tidak 4 Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu o Ya o Tidak 5 Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran gaya dan bernyanyi lagu daerah o Ya o Tidak 6 Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran gaya dan bernyanyi lagu daerah o Ya o Tidak
  • 65. 61Seni Budaya Buku Guru Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topic dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa test dan nontest. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Nontest dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang diajarkan. 49Seni Budaya 1. Pengetahuan a) Apa yang dimaksud dengan lagu daerah? _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ b) Bagaimana ciri­ciri lagu daerah? _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ 2. Keterampilan a. Nyanyikanlah salah satu lagu daerah yang kalian kuasai dengan teknik yang benar! b. Nyanyikanlah secara Unisono/Vokal grup D. Uji Kompetensi Bab 3 - Buku Siswa Semester 1
  • 66. 62 SMP/MTs Kelas VIII Informasi untuk Guru Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran yang akan diberikan sesuai dengan bab 4 semester 1 tentang teknik bermain musik tradisional. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan kepada peserta didik bahan dan media yang dibutuhkan sehingga dapat dipersiapkan secara baik dan benar. Bab 4 - Buku Siswa Semester 1 52 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII Teknik Bermain Musik Tradisional Alur Pembelajaran Setelah mempelajari bab 4 diharapkan mampu: 1. Mengidentifikasi teknik bermain musik tradisional 2. Mengidentifikasi gaya bermain musik tradisional 3. Membandingkan teknik dan gaya bermain musik tradisional 4. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam berlatih teknik dan gaya bermain musik tradisional 5. Menunjukkan sikap disiplin dalam berlatih teknik dan gaya berlatih musik tradisional 6. Mempraktekkan musik tradisional daerah setempat 7. Mengkomunikasikan teknik dan gaya bermain musik tradisional BAB 4
  • 67. 63Seni Budaya Buku Guru Proses Pembelajaran Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi pembelajaran. Guru dapat menjelaskan tentang kedudukan dan fungsi musik dalam tradisi masyarakat Indonesia. Pada pembelajaran ini guru dapat membahas bersama-sasma dengan siswa lagu-lagu daerah setempat yang memiliki kedudukan khusus dalam masyarakat sekitar. Guru dapat pula memberikan contoh-contoh lagu yang berfungsi sebagai pelengkap upacara adat atau pertunjukan seni lain seperti tari, atau teater. Guru juga dapat menjelaskan kepada peserta didik beberapa teknik pernapasan sesuai dengan kebutuhan dalam bernyanyi sesuai dengan gaya daerah masing-masing.Pada proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah- langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu; a. Peserta didik dapat melakukan pengamatan dengan cara men­ dengarkan lagu-lagu daerah se­ tempat. Guru dapat memberi moti­vasi sehingga timbul rasa ingin tahu peserta didik dalam mempelajari kedudukan lagu di masyarakat setempat.Pengamatan dapat pula dilakukan dengan melihat tayangan video terhadap lagu-lagu daerah setempat atau daerah lainnya. b. Peserta didik setelah melaku­ kan pengamatan dapat ber­ eksplorasi dengan cara meng­ identifikasi lagu-lagu daerah yang berkembang di daerah setempat. Eksplorasi juga dapat dilakukan dengan menyanyi bersama-sama salah satu lagu daerah setempat atau lagu daerah lainnya. c.Pesertadidikdapatmengomuni­ kasi dalam bentuk menyanyi dengan menggunakan teknik pernapasan dan teknik vokal secara baik dan benar. Bab 4 - Buku Siswa Semester 1 56 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII A. Jenis Musik Tradisi Indonesia Musik merupakan bahasa universal. Melalui musik orang dapat mengekspresikan perasaan. Musik tersusun atas kata, nada, dan melodi yang terangkum menjadi satu. Bahasa musik dapat dipahami lintas budaya, agama, suku ras, dan juga kelas sosial. Melalui musik segala jenis per­ bedaan dapat disatukan. Pada praktiknya, musikalitas seseorang berbeda­beda. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor internal dan juga eskternal. Secara internal, musikalitas dipengaruhi oleh bakat dalam dirinya, sedangkan faktor eksternal lebih ditentukan oleh kesukaan atau kegemaran dan lingkungan dimana tinggal. Di daerah Aceh terdapat musik yang disebut dengan Didong. Didong merupakan suatu bentuk kesenian tradisional yangsangatpopulardiAcehTengah.Kesenianini dilaksanakan secara vokal oleh sejumlah (30­40) kaum pria dalam posisi duduk bersila dalam suatu lingkaran. Nyanyian Didong diiringi/ diramaikan dengan tepuk tangan secara berirama oleh para peserta sendiri. Para pemusik masing­masing memegang sebuah Bantal­tepok di tangan kiri, yaitu sebuah bantal kecil berisi kapuk dengan ukuran kira­kira 20x40 cm dan setebal 4 cm dan biasanya dihiasi dengan reramu, semacam rumbai­ rumbai berwarna cerah­menyala pada pinggirnya. Properti ini biasanya juga menggunakan benang sulaman khas Aceh. Dengan mengayunkan bantal di tangan kiri secara serempak ke atas atau ke depan setiap kali menjelang tepuk tangannya, maka terjadilah suatu permainan gerak yang mengasyikkan dan sekaligus juga meramaikan tontonan 1. Setelah kamu berdiskusi berdasarkan hasil mengamati teknik dan gaya memainkan alat musik tradisional dari berbagai sumber, bacalah konsep tentang gerak tari tradisional beserta unsur pendukungnya. 2. Kamu dapat memperkaya dengan mencari materi dari sumber belajar lainnya • Mencari dan mendapatkan partitur musik tradisi, selama ini musik tradisi Indonesia disampaikan melalui guru, pelatih dan nyantri pada tokoh musik yang ada. • Mencari penulisan partitur atau teks musik yang nyata dan baku • Mengidentifikasi pemain dan tokoh musik tentang ke pe ka an musikal hidup kebersamaan, ekspresi dan keterampilan dalam mempertujukkan karya dari berbagai daerah (Sumber:Kemdikbud, 2014) Gambar 4.4 Perangkat alat musik Tradisional Sunda yang disebut Rampak Gendang.
  • 68. 64 SMP/MTs Kelas VIII Bab 4 - Buku Siswa Semester 1 57Seni Budaya kesenian Didong ini. Permainan bantal dengan menyanyi jika ditelisik hampir mirip dengan Saman, perbedaanya hanya terletak pada penggunaan properti. Wayang Cokek merupakan salah satu bentuk pertunjukan musik tradisional di daerah Jakarta atau Betawi. Wayang Cokek berupa kesenian nyanyi dan tari dilakukan oleh pemain­pemain wanita. Pada zaman dahulu, yang menari adalah perempuan­perempuan yang menjadi budak belian. Mereka menjalin rambutnya berkepang dan mengenakan baju kurung, lazim dikenakan oleh orang­orang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan lain­lain bagian tanah air. Orkes yang mengiringi bentuk nyanyi­tari ini terdiri dari kombinasi sebagai berikut : 1. Sebuah gambang kayu, 2. Sebuah rebab, 3. Sebuah suling, 4. Sebuah kempul,kadang­kadang ditambah dengan kenong, ketuk,krecek. 5. Gendang. Sesuai dengan syair­syair nyanyian pada masa sebelum Perang Dunia Kedua, hingga zaman pendudukan militer Jepang di Indonesia, gaya pengisi sisipan dalam interval­ interval frase melodi yang agak panjang, dimana teks atau syair bakunya tidak dapat mengisa secara paralel kekosongan itu,maka sudah biasa penyanyi mengisinya dengan kalimat pendek yang tidak ada sangkut paut langsung dengan tendensi syair, yakni: Si Nona disayang, atau Si Babah disayang. (Sebenarnya kata Babah, adalah kata Arab, yang artinya ialah Juragan, Tuan Majikan; sedangkan hababa berarti biji mataku sayang). B.Teknik Memainkan Alat Musik Instrumen musik tradisional sangat banyak macamnya. Selain dibagi menurut sumber bunyinya, alat musik daerah bisa dipilah­pilah berdasarkan bentuknya. Misalnya seperti di bawah ini. a. Bentuk Tabung Bentuk tabung merupakan bentuk umum dari alat musik yang memakai bahan dasar bambu. Dalam perkembangannya bahan bambu tersebut dapat digantikan dengan bahan lain, seperti kayu dan logam. Instrumen yang termasuk dalam bentuk tabung misalnya calung, angklung, kentongan/kulkul, suling/saluang, dan guntung. Cara memainkan alat ini ada yang dipukul, digoyang atau ditiup. b. Bentuk Bilah Berbeda dengan bentuk tabung, bentuk bilah ini tidak memiliki rongga. Kekuatan bunyi yang dihasilkan masih perlu didukung oleh perangkat lain, yakni wadah gema sebagai ruang resonator. Permukaan bilah dapat berupa Guru pada pembelajaran teknik memainkan alat musik dapat dimulai dengan melakukan pegamatan terhadap beberapa alat musik daerah setempat atau daerah lainnya. Guru dapat memberikan salah satu contoh teknik cara memainkan alat musik daerah. Peserta didik dapat melakukan eksplorasi dengan cara memainkan alat musik tradisional dengan teknik yang baik dan benar. Guru dapat membentuk beberapa kelompok dan memainkan lagu yang berbeda-beda.
  • 69. 65Seni Budaya Buku Guru Bab 4 - Buku Siswa Semester 1 GurudapatmengenalkanalatmusiktradisionalIndonesiayangtelahmenjadi milik dunia yaitu Angklung. Jika di daerah lain ada musik tradisional yang terbuat dari bamboo dapat pula dikenalkan kepada peserta didik seperti Calung di daerah Banyumas Jawa Tengah, Arumba di Sulawesi Utara, dan sejenisnya 59Seni Budaya dipahat di tengahnya. Dari lubang tersebut, akan keluar bunyi­bunyian apabila dipukul. Kentongan tersebut biasa dilengkapi dengan sebuah tongkat pemukul yang sengaja digunakan untuk memukul bagian tengah kentongan tersebut untuk menghasilkan suatu suara yang khas. Kentongan tersebut dibunyikan dengan irama yang berbeda­beda untuk menunjukkan kegiatan atau peristiwa yang berbeda. Pendengar akan paham dengan sendirinya pesan yang disampaikan oleh kentongan tersebut b. Talempong (Bentuk Pencon) Talempong adalah sebuah alat musik pukul tradisional khas suku minangkabau. Bentuknya hampir sama dengan instrumen bonang dalam perangkat gamelan. Talempong dapat terbuat dari kuningan, namun ada pula yang terbuat dari kayu dan batu. Saat ini talempong dari jenis kuningan lebih banyak digunakan. Talempong berbentuk lingkaran dengan d i a m e t e r 1 5 s a m p a i 1 7 , 5 c e n t i m e t e r, pada bagian bawahnya berlubang sedangkan pada bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol berdiameter lima sentimeter sebagai tempat untuk dipukul. Talempong memiliki nada yang berbeda­beda. Bunyinya dihasilkan dari sepasang kayu yang dipukulkan pada permukaannya. Talempong biasanya digunakan untuk mengiringi tarian pertunjukan atau penyambutan, seperti Tari Piring yang khas, Tari Pasambahan, dan Tari Galombang. Talempong juga digunakan untuk melantunkan musik menyambut tamu istimewa. Talempong ini memainkanya butuh kejelian dimulai dengan tangga nada do dan diakhiri dengan si. Talempong biasanya dibawakan dengan iringan akordeon, instrumen musik sejenis organ yang didorong dan ditarik dengan kedua tangan pemainnya. Selain akordeon, instrumen seperti saluang, gandang, sarunai dan instrumen tradisional Minang lainnya juga umum dimainkan bersama Talempong. Ada juga beberapa jenis alat musik tradisional suku minangkabau lainnya pupuik daun padi, pupuik tanduak kabau, bansi, rabab pasisia jo pariaman. (Sumber:Kemdikbud, 2014) Gambar 4.7 Alat musik bentuk Pencon. C. Mengenal Musik Angklung Angklung merupakan alat musik asli Indonesia yang terbuat dari bambu dan merupakan warisan budaya bangsa Indonesia dan telah diakui secara internasional oleh UNESCO. Angklung tumbuh dan berkembang pada masyarakat suku Sunda dan digunakan untuk upacara yang berkaitan dengan tanaman padi. Sistem nada angklung pada awalnya berlaraskan pelog, salendro, madenda angklung jenis ini disebut angklung buhun kemudian Pak Daeng Soetigna membuat angklung berlarasakan diatonis.
  • 70. 66 SMP/MTs Kelas VIII Teknik memainkan alat musik angklung termasuk paling mudah dan cepat dapat dipelajari. Buku-buku memainkan alat musik angklung juga telah dijual di toko-toko buku. Guru dapat mempraktekkan alat musik angklung dengan memainkan lagu-lagu daerah setempat atau daerah lainnya. 60 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII Terdapat beberapa jenis angklung yang terdapat di Jawa Barat, antara lain adalah: 1. Angklung Kanekes Angklung ini sering dikenal sebagai angkung Baduy dan digunakan untuk upacara menanam padi. Angklung ini bukan hanya sebatas media hiburan tetapi juga memiliki nilai magis tertentu. 2. Angklung Gubrag Angklung ini berasal dari kampung Cipiding Kecamatan Cigudeg. Juga digunakan untuk menghormati Dewi Padi. 3. Angklung Dogdog Lonjor Angklung ini berasal dari masyarakat Banten Selatan di daerah Gunung Halimun. Digunakan pada upacara Seren taun menghormati Dewi padi karena panen berlimpah. 4. Angklung Badeng Angklungbadengberfungsisebagaihiburandanmediadakwah penyebaran Islam, namun sebelumnya di Garut tepatnya di Kecamatan Malangbong juga dipakai berhubungan dengan ritual padi. 5. Angklung Buncis Angklung buncis dipakai sebagai media hiburan namun awalnya juga dipakai pada acara ritual pertanian yang juga berhubungan dengan tanaman padi. D. Berlatih Angklung Angklung yang dikembangkan di sekolah adalah angklung Padaeng. Angklung padaeng terdiri dari 2 kelompok besar yaitu: (Sumber:Kemdikbud, 2014) Gambar 4.8 Alat musik Angklung Melodi. a. Angklung melodi yaitu angklung yang dipakai untuk membawakan melodi pokok, angklung ini hanya terdiri dari dua tabung bambu, Sumber gambar: Internet Gambar 4.8 teknik bermain angklung secara ansambel Bab 4 - Buku Siswa Semester 1
  • 71. 67Seni Budaya Buku Guru Pengayaan Pembelajaran Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari. Pengayaan musik daerah Menurut Sal Murgianto adalah hubungan tarian dengan musik pengiringnya dapat terjadi pada aspek bentuk, gaya, ritme, suasana, atau gabungan dari aspek-aspek itu. Banyak cara yang dapat dipakai untuk mengiringi sebuah tarian. Akan tetapi, cara apa-pun yang dipakai, dasar pemilihannyaharusdilandasiolehpandanganpenyusuniringandanmaksud penata tarinya itu sendiri, agar iringan tari selalu menyatu. Pada dasarnya sebuah iringan tari harus dipilih untuk menunjang tarian yang diiringinya, baik secara ritmis maupun emosional. Dengan perkataan lain, sebuah iringan tari [musik tari] harus mampu menguatkan atau menggarisbawahi makna tari yang diiringinya agar selalu selaras seirama serta serasi. Pemilihan bentuk musik untuk iringan tari dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan-pertimbangan, terutama selalu ada kaitannya dengan istilah- istilah yang sering digunakan dalam istilah musik tradisi. Musik tradisi biasanya tidak terpisahkan dengan tari tradisi. Keduanya saling mengisi satu sama lain. Ada beberapa fungsi musik tradisi pada pertunjukanseniantaralain;1)sebagaimusikiringan,artinyasetiapritmedan ketukan sesuai dengan gerakan yang dilakukan; 2) sebagai pengisi suasana, artinya melalui musik suasana tari dapat dibangun. Musik memberi aksen atau penekanan lebih kuat terhadap makna gerak yang akan disampaikan serta suasana yang ingin dibangun; 3) bentuk dan gaya, artinya iringan yang digunakan haruslah sesuai dengan tarian yang diiringi. Gaya dan bentuk musikiringandapatmenunjukkantarianapayangakandibawakan.Jikagaya dan bentuk merupakan musik tradisi Bali tentu tarian yang akan dibawakan adalah tari Bali. Jadi gaya dan bentuk iringan merupakan cerminan dari tari yang akan ditampilkan atau dibawakan.
  • 72. 68 SMP/MTs Kelas VIII 65Seni Budaya G. Refleksi 1. Penilaian Pribadi Nama : …………………………………………. Kelas : ………………………………………….. Semester : …………………..……………………… Waktu penilaian : ………………………………..………… Setelah kalian belajar dan menyanyikan serta bermain musik tradisional, isilah kolom di bawah ini : No. Pernyataan 1 Saya berusaha bermain musik tradisonal di daerah saya dengan sungguh­sungguh o Ya o Tidak 2 Saya berusaha bermain musik tradisonal daerah lain dengan sungguh-sungguh o Ya o Tidak 3 Saya mengikuti pembelajaran bermain musik tradisonal dengan tanggung jawab o Ya o Tidak 4 Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu o Ya o Tidak 5 Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran bermain musik tradisonal o Ya o Tidak 6 Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran bermain musik tradisonal o Ya o Tidak Interaksi dengan Orangtua Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra putrinya. Bab 4 - Buku Siswa Semester 1
  • 73. 69Seni Budaya Buku Guru Evaluasi dan Penilaian pembelajaran Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topik dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa test dan non-test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Non-test dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubric penilaian sesuai dengan materi yang diajarkan. 63Seni Budaya Yang Masyhur Permai Di Kota Orang Tetapi Kampung Dan Rumahku Di Sanalah Ku Rasa Senang Tanah Ku Tak Ku Lupakan Engkau Ku Banggakan Tanah Airku Tidak Kulupakan Kan Terkenang Selama Hidupku Biarpun Saya Pergi Jauh Tidak Kan Hilang Dari Kalbu Tanah Ku Yang Ku Cintai Engkau Ku Hargai (Sumber: Wikipedia dan berbagai sumber media) 1. Pengetahuan a) Sebutkan dan jelaskan alat musik di daerah kalian? _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ E. Uji Kompetensi Bab 4 - Buku Siswa Semester 1
  • 74. 70 SMP/MTs Kelas VIII SMP/MTs Kelas VIII Semeter 228 Menyanyikan Lagu Daerah Setelah mempelajari Bab 3, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni musik, yaitu: 1. Mengidentifikasi teknik menyanyi lagu daerah 2. Mengidentifikasi gaya menyanyi lagu daerah 3.Membandingkan teknik dan gaya menyanyi lagu daerah 4. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam berlatih teknik dan gaya menyanyikan lagu daerah 4. Menunjukkan sikap disiplim dalam berlatih berlatih teknik dan gaya menyanyikan lagu daerah 5. Menyanyikan lagu daerah secara unisono dengan menggunakan teknik dan gaya 6. Mengkomunikasikan keunikan lagu daerah Alur Pembelajaran BAB 3 Bab 3 - Buku Siswa Semester 2 Informasi untuk Guru Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran yang akan diberikan sesuai dengan bab 3 semester 1 tentang gaya dan bernyanyi lagu daerah. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan kepada peserta didik media dan bahan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk pembelajaran pada bab ini.
  • 75. 71Seni Budaya Buku Guru a. Peserta didik dapat melakukan pengamatan melalui permainan alat musik, mendengarkan suara musik atau melihat pertunjukan melalui tayangan video. Pada saat pengamatan ini guru dapat memberi motivasi sehingga akan timbul rasa keingitahuan tentang musik tradisional Indonesia. b. Peserta didik setelah melakukan pengamatan dapat bereksplorasi baik melaluimencobamemainkanalatmusiksederhanasepertirebana,tamborin, atau perlatan musik perkusi lainnya. Pada proses eksplorasi peserta didik dapat melakukan teknik bermain musik seperti yang tertera pada buku siswa. Guru dapat menyediakan atau menyiapkan alat musik tradisional daerah setempat. Guru juga sebaik­ nya me­nguasai salah satu cara memainkan alat musik tradisional daerah setempat. c. Peserta didik dapat mengomunikasi hasil karya seni rupa baik melalui lisan maupun tulisan atau penampilan. Pada mengomukasikan dapat berbentuk kelompok memainkan alat musik secara ansambel sederhana. Bab 3 - Buku Siswa Semester 2 SMP/MTs Kelas VIII Semeter 230 31 A. Teknik dan Gaya Menyanyi Lagu Daerah Tahukah kalian bahwa setiap suku di Indonesia me- miliki lagu-lagu daerah. Lagu-lagu ini menggunakan bahasa daerah setempat. Lagu-lagu daerah biasanya diiringi dengan seperangkat alat musik daerah yang sering disebut dengan karawitan. Istilah karawitan untuk menunjuk pada seperangkat alat musik tradisional secara lengkap secara orkestra. Kebanyakan karya-karya seni musik (karawitan) yang dimainkan dengan berbagai ansambel gamelan ataupun repertoar lain biasanya bersifat tradisional dan anonimus. Karenanya, usia sebuah komposisi karawitan sangat sulit untuk ditentukan. Seringkali seorang pemain/seniman ahli Karawitan menambah atau mengurangi komposisi karawitan yang dimainkan, begitu juga beberapa gaya. Pada musik karawitan Betawi gaya dalam gambang kromong disebut liaw yang tersendiri sangat lazim pada periode tertentu dan wilayah yang tertentu. Komposisi karawitan dapat mengembangkan perbedaan- perbedaan dari sebuah wilayah dengan wilayah lainnya sepanjang waktu. Inilah yang menyebabkan munculnya gaya yang berbeda-beda. Gaya musikal adalah ciri khas atau ka- rakteristik musikal yang dihasilkan dari beberapa kondisi: Gaya lokal, yakni sifat-sifat lokal suatu daerah yang diakui memiliki sifat-sifat estetis dan ekspresif berbeda dengan daerah lainnya. Inilah yang belakangan ini, sehubungan dengan isu globalisasi, kemudian kita sebut sebagai entitas lokal genius. Gaya individual, adalah tipologi karakteristik seorang tokoh pencipta Lagu-lagu yang membedakannya dengan pencipta lagu lainnya. Gaya periodikal, adalah tipologi karakteristik zaman tertentu yang menghasilkan gaya musikal tertentu, misalnya. Gaya dalam bentuk musikal, adalah tipologi karakteristik yang dapat dibedakan dari berbagai bentuk karya musikal yang ada, misalnya, pada musik Betawi dalam gambang kromong lagu sayur, dengan lagu phobin, atau dalam kroncong tugu antara kroncong asli, langgam dan stambul. Dalam karawitan Betawi Gaya atau musical style dikenal dengan istilah Liaw. Pada repertoar lagu-lagu daerah sering dibawakan oleh seorang penyanyi. Di Jawa disebut dengan Sinden, demikian juga di Sunda dan juga Bali. Di daerah Sumatera Utara sering Proses Pembelajaran Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi pembelajaran. Berdasarkan materi pembelajaran pada buku teks peserta didik, guru dapat menjelaskan tentang jenis musik tradisional Indonesia. Guru dapat memberi contoh jenis alat musik tradisional Indonesia dan cara memainkannya. Pada proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu;
  • 76. 72 SMP/MTs Kelas VIII Guru dapat menjelaskan tentang menyanyi unisono pada lagu daerah dengan menggunakan teknik dan gaya sesuai daerah setempat atau daerah lainnya. Pada pembelajaran ini guru dapat melakukan bersama-sama dengan peserta melakukan eksplorasi dengan cara bernyanyi bersama- sama. Guru dapat mengembangkan lagu-lagu yang ada di dalam buku teks atau berdasarkan referensi lagu-lagu daerah yang berkembang di daerah masing-masing. Peserta didik dapat pula mengomunikasikan melalui penampilan secara berkelompok. Seni BudayaKurikulum 2013 31 disebut dengan Perkolong-kolong. Di Kalimantan ada yang disebut dengan Madihin yaitu menyanyikan pantun-pantun dengan diiringi tabuhan gendang. Setiap daerah memiliki nama tersendiri bagi seorang penyanyi yang diiringi dengan orkestrasi musik tradisional. B. Menyanyi Secara Unisono Menyanyikan lagu-lagu daerah ada yang dilakukan secara seorang diri tetapi ada juga yang dilakukan secara berkelompok. Madihin misalnya yang menyanyikan pantun seorang diri sekaligus sebagai pemusiknya. Sinden dapat dilakukan secara berkelompok tetapi dapat juga dilakukan seorang diri. Mereka menyanyi dalam satu suara atau sering disebut dengan menyanyi secara unisono. Menyanyi secara unisono membutuhkan kerjasama antara anggota kelompok karena jika berbeda sendiri suaranya akan terlihat tidak bagus. Menyanyi pada masyarakat sering dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Ada lagu-lagu yang dinyanyikan pada saat upacara tertentu seperti pernikahan, kelahiran, kematian atau permainan. Ada juga lagu-lagu yang berisi nasehat atau sanjungan terhadap mahkluk sesama. Ibu- ibu di daerah masih sering menyanyikan lagu nasehat saat menidurkan anaknya. Demikian juga anak-anak dan remaja masih sering menyanyi sambil melakukan permainan. Hal ini membuktikan bahwa menyanyi secara unisono maupun perseorang sering dilakukan oleh masyarakat. Setiap daerah tentu memiliki lagu-lagu yang dinyanyikan pada saat tertentu dengan bahasa daerah. Lagu-lagu ini merupakan kekayaan yang dapat dijadikan sebagai salah satu sarana membentuk karakter dan pendidikan sikap pada anak dan remaja. Nasehat yang disampaikan melalui lagu tentu lebih bermakna dan dapat diterima. C. Berlatih Teknik dan Gaya Menyanyi Lagu Daerah Setelah kalian mengetahui tentang teknik dan gaya menyanyi lagu-lagu daerah nyanyikanlah lagu- lagu di bawah ini! Bab 3 - Buku Siswa Semester 2
  • 77. 73Seni Budaya Buku Guru SMP/MTs Kelas VIII Semeter 232 Mak Inang Lagu-lagu daerah yang ada di dalam buku teks siswa dapat dijadikan sebagai salah satu referensi dalam berlatih lagu daerah sesuai dengan teknik dan gaya. Bab 3 - Buku Siswa Semester 2
  • 78. 74 SMP/MTs Kelas VIII Interaksi dengan Orangtua Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media social lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua dapat mengetahui perkembangan baik mental, social, dan intelektual putra putrinya. SMP/MTs Kelas VIII Semeter 236 F. Refleksi Kalian telah belajar tentang menyanyi lagu daerah dengan teknik dan gaya sesuai dengan daerah masing-masing. Tentu kalian dapat merasakan perbedaan menyanyi dengan gaya dae- rah darimana lagu itu berasal. Kita perlu memahami dan mem- pelajari budaya-budaya daerah lain selain budaya kita sendiri. Dengan mempelajari bahasa daerah lain melalui nyanyian kita dapat memahami makna dan arti lagu tersebut dalam ke- hidupan bermasyarakat. Nah sekarang tuliskan pengalaman kalian ketika bertemu atau berkunjung ke daerah lain yang me- miliki budaya yang berbeda dengan kalian! 1. Penilaian Pribadi Nama : …………………………………………. Kelas : ………………………………………….. Semester : …………………..……………………… Waktu penilaian : ………………………………..………… No. Pernyataan 1 Saya berusaha menyanyikan lagu tradisonal di daerah saya dengan sungguh-sungguh o Ya o Tidak 2 Saya berusaha menyanyikan lagu tradisional daerah lain dengan sungguh-sungguh o Ya o Tidak 3 Saya mengikuti pembelajaran menyanyikan lagu daerah dengan tanggung jawab o Ya o Tidak 4 Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran menyanyikan lagu daerah o Ya o Tidak 5 Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran menyanyikan lagu daerah oYa o Tidak 6 Saya menghargai keunikan menyanyikan lagu daerah o Ya o Tidak E. Rangkuman Setiap daerah di Indonesia memiliki lagu-lagu dengan bahasa daerah.Setiapdaerahmemilikiteknikdangayadalammenyanyikan lagu tersebut. Lagu-lagu daerah biasanya memiliki nasehat dalam menjalani kehidupan. Ada juga lagu-lagu daerah yang bersifat dolanan. Lagu-lagu ini dinyanyikan oleh anak-anak dan remaja. Mereka bernyanyi sambil melakukan permainan tradisional. Lagu-lagu daerah merupakan kekayaan warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Pelestarian dan pengembangan warisan budaya ini dapat dilakukan dengan tetap menyanyikan sesuai dengan kebutuhan serta situasi dan kondisi dimana lagu tersebut harus dinyanyikan. Bab 3 - Buku Siswa Semester 2
  • 79. 75Seni Budaya Buku Guru Evaluasi dan Penilaian pembelajaran Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topic dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa test dan nontest. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Nontest dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang diajarkan. Seni BudayaKurikulum 2013 35 Nyanyikanlah lagu di bawah ini dengan teknik dan gaya sesuai dengan asal daerahnya! D. Uji Kompetensi No Judul lagu Makna lagu Pencipta 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Isilah tabel di bawah ini! Sinom Bab 3 - Buku Siswa Semester 2
  • 80. 76 SMP/MTs Kelas VIII SMP/MTs Kelas VIII Semeter 238 Bermain Ansambel Musik Tradisional Alur Pembelajaran Setelah mempelajari Bab 4 peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni musik, yaitu: 1. Mengidentifikasi teknik dan gaya memainkan ansambel musik tradisional 2. Mengidentifikasi gaya memainkan ansambel musik tradisional 3. Membandingkan teknik dan gaya memainkan ansambel musik tradisional 4. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam berlatih teknik dan gaya memainkan ansambel musik tradisional 5. Menunjukkan sikap disiplin dalam berlatih berlatih teknik dan gaya memainkan ansambel musik tradisional 6. Memainkan ansambel musik tradisional 7. Mengkomunikasikan keunikan memainkan ansambel musik tradisional. BAB 4 Bab 4 - Buku Siswa Semester 2 Informasi untuk Guru Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran yang akan diberikan sesuai dengan bab 4 semester 2 tentang bermain ansambel musik tradisional. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan kepada peserta didik bahan dan media yang dibutuhkan pada pembelajaran bab ini sehingga dapat dipersiapkan secara baik dan benar.
  • 81. 77Seni Budaya Buku Guru Proses pembelajaran Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi. Guru dapat menjelaskan tentang bermain ansambel musik tradisional. Pada pembelajaran bab ini seandainya perlatan musik tidak tersedia di sekolah, guru bersama dengan peserta didik dapat membuat alat musik perkusi sederhana. Peralatan musik perkusi sederhana dapat terbuat dari botol air kemasan yang diisi dengan berbagai macam bijian, kaleng, botol, serta perlatan lainnya. Pada proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu; a. Peserta didik melakukan pe­ ngamatanmelaluiber­bagaimedia dan sumber belajar. Pengamatan ten­tang bermain musik ansambel sebaiknya mela­lui tayangan video karena peserta didik dapat melihat cara memainkan alat musik yang berbeda-beda. Guru dapat memberi motivasi kepada peserta didik sehingga timbul minat dan rasa ingin tahu tentang topik bermain ansambel musik daerah. b. Peserta didik dapat melakukan eksplorasi dengan cara memain­ kan musik perkusi dari berbagai macam bahan dan teknik me­ main­kan. Peralatan sederhana dapat dijadikan sebagai alat musik. Lagu-lagu yang ada di dalam buku teks peserta didik dapat digunakan untuk berlatih. c. Peserta didik dapat mengomu­ n i ­k a s i h a s i l k a r y a s e n i ansambel musik tradisional melalui penampilan. Bentuk kelompok kecil 5 sampai 10 orang untuk memainkan dan menampilkan musik ansambel campuran. Bab 4 - Buku Siswa Semester 2 SMP/MTs Kelas VIII Semeter 240 41 A. Jenis Musik Ansambel Tradisional Gamelan jelas bukan musik yang asing. Popularitasnya telah merambah berbagai benua dan telah memunculkan paduan musik baru jazz-gamelan, melahirkan institusi sebagai ruang belajar dan ekspresi musik gamelan, hingga menghasilkan pemusik gamelan ternama. Pagelaran musik gamelan kini bisa dinikmati di berbagai belahan dunia. Di Indonesia terutama di Pulau Jawa dan Bali salah satu jenis seni bebunyian atau seni tetabuhan yang dianggap paling tua dan masih bertahan hidup serta berkembang sampai saat sekarang ini adalah alat musik gamelan atau di daerah-daerah tertentu sering disebut dengan istilah seni karawitan. Istilah karawitan pada saat sekarang di daerah-daerah tertentu terutama pada lingkungan perguruan tinggi seni sering digunakan untuk menyebut berbagai jenis alat musik daerah yang berbentuk alat instrumental maupun vokal yang memiliki sifat, kerakter, dan konsep serta cara kerja atau aturan tertentu. Banyak yang memnggunakan istilah karawitan dengan berangkat dari dasar kata rawit seperti menurut Ki Sindu Suwarno karawitan berasal dari kata “rawit” yang berarti cabe rawit yang kecil serta halus, indah. Indah artinya disini adalah seni. Jadi karawitan adalah seni suara yang berbentuk vokal maupun instrumental yang berlaraskan pelog dan slendro. Sedangkan menurut R.M. Kusumadinata dari Bandung bahwa istilah karawitan adalah “pancaran sinar yang indah”, yaitu seni artinya karawitan adalah seni suara yang berbentuk vokal maupun instrumental yang berlaraskan pelog dan salendro. Namun pada saat sekarang istilah karawitan sangat luas sekali pengertiannya, jadi kalau istilah karawitan hanya seni suara yang berlaraskan pelog dan salendro saja tidak mewakili pada jenis- jenis musik lainnya,sementara jenis-jenis musik di Indonesia sangat beragam, dengan demikian di era sekarang bahwa istilah karawitan adalah mencakup jenis-jenis alat musik yang berbentuk vokal maupun instrumental dan tidak hanya yang berlaraskan pelog salendro saja akan tetapi seluruh bentuk jenis kesenian yang ada di Indonesia. Dengan demikian bertolak dari pengertian itu maka tidak heran bila istilah karawitan kemudian dapat digunakan untuk menyebut atau mewadahi beberapa cabang seni yang memiliki karakter yang halus, kecil dan indah. Jadi karawitan tidak hanya menunjuk pada gamelan Jawa, Bali, Sunda tetapi juga jenis seperangkat alat musik lain di Indonesia. Contoh; Talempong Sumatera Barat, Gondang Su- matera Utara, Kulintang Sulawesi Selatan, Angklung Jawa Barat, Arumba, tifa, dan sejenisnya. Sumber gambar:Kemdikbud, 2014 Gambar 4.1 Jenis alat musik tradisional Gendang dan Kenong. Sumber gambar: Kemdikbud, 2014 Gambar 4.2 Memainkan alat musik tiup. Sumber gambar: Kemdikbud, 2014 Gambar 4.3 Memainkan alat musik pukul.
  • 82. 78 SMP/MTs Kelas VIII Seni BudayaKurikulum 2013 41 B. Memainkan Ansambel Tradisional Cobalah mainkan lagu-lagu di bawah ini dengan alat musik yang ada di daerahmu! Rambadia Guru dapat menggunakan lagu-lagu yang terdapat pada buku siswa sebagai salah satu materi latihan. Guru sebaiknya menggunakan lagu-lagu daerah setempat sebagai materi pembelajaran. Pada pembelajaran ini guru dapat melakukan eksplorasi bersama dengan peserta didik terhadap repertoar musik yang ada. Peserta didik juga dapat mengomunikasikan melalui penampilan secara berkelompok. Bab 4 - Buku Siswa Semester 2
  • 83. 79Seni Budaya Buku Guru Pengayaan pembelajaran Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi di­ berikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari. Pengayaan lagu daerah Warna suara dalam musik memberikan keragaman yang menjadikan keharmonisan dalam keutuhan sebuah karya musik. Banyaknya warna suara yang bervariasi dan kontras dapat membentuk efek suara yang beragam sehingga menimbulkan keharmonisan suara. Warna suara memberikan kesan adanya perbedaan karakter suara manusia sehingga menjadi beberapa macam, sopran untuk jenis suara wanita yang mempunyai suara tinggi (c’ – g”). Alto untuk jenis suara wanita yang mempunyai mempunyai suara rendah (g’ – c”). Tenor adalah suara pria yang mempunyai suara tinggi (c – g’), dan Bas adalah suara pria dengan kualitas suara rendah (F – c’). Ada juga jenis suara Mezzosopran yang diperuntukkan untuk suara wanita yang mempunyai wilayah suara yang tidak terlalu rendah dan tinggi. Mezzosopran berada di tengah – tengah antara Sopran dan Alto. Untuk suara pria, suara yang berada di antara Tenor dan Bas disebut Bariton. Warna suara juga membedakan pada alat – alat musik seperti piano, gitar, flute, recorder, orgel, drum, dan lainnya. Warna suara dapat digambarkan dalam kata – kata seperti terang, gelap, cerah, empuk, dan bervariasi. Dalam praktik sehari – hari warna suara sangat dimanfaatkan komposer. Kombinasi perbedaan instrumen yang digunakan dapat sebagai kombinasi dalam mengadaptasi warna suara ke dalam permainan melodi. Pengetahuanteorimusikdengandasar–dasarnyaharusterkolaborasi dengan memahami ilmu musik serta mampu mengaktualisasikan kepekaan musikalnya melalui cara praktik. Komunitas kemampuan pemahaman tentang teori dan keterampilan praktik bermusik akan saling menunjang terhadap perwujudan kemampuan musikal seseorang.
  • 84. 80 SMP/MTs Kelas VIII Interaksi dengan Orangtua Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan melalui komunikasi melalui telepon, kunjungan ke rumah, atau media sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra putrinya. Bab 4 - Buku Siswa Semester 2 SMP/MTs Kelas VIII Semeter 250 D. Rangkuman Indonesia memiliki kekayaan alat musik tradisional. Alat musik ini ketika digabungkan dengan alat musik lain dapat menjadi sebuah orkestra yang dapat mengiringi nyanyian atau tarian. Setiap alat musik tradisional memiliki ciri khas dalam memainkan. Setiap daerah memiliki kelompok musik tradisional di Indonesia. Di daerah Indramayu Jawa Barat ada kelompok Tarling atau yang sering disebut dengan Gitar dan Suling. Di Bandung ada kelompok Saung Udjo yang menampilkan angklung dan kesenian Sunda lainnya. Di Sumatera Barat berkembang kelompok musik Talempong. Alat musik ini, biasanya untuk mengiringi Randai. Di Sulawesi Utara ada musik ansambel Kulintang alat musik ini terbuat dari bilah- bilah kayu, cara memainkannya hampir sama dengan alat musik Gambang dari Jawa Tengah. Di Bengkulu dikenal dengan alat musik Dog-dog Kelompok musik ini merupakan sebagian kecil musik tradisional yang ada. Kelompok musik ini perlu dikembangkan sehingga pelestarian akan tetap terjaga. E. Refleksi Profesi menjadi pemain alat musik tradisional saat sekarang ini kurang diminati. Generasi muda lebih menyukai alat-alat musik yang berasal dari luar negeri seperti gitar, piano, drum dan sejenisnya. Jika generasi muda kurang berminat pada musik tradisional, bukan tidak mungkin suatu saat Indonesia kekurangan orang yang bisa memainkan alat musik tradisional. Setelah mengikuti pembelajaran bermain musik ansambel, dan sebelum melakukan refleksi, perlu melakukan penilaian diri. Tujuan dari penilaian diri adalah untuk mengukur kejujuran dan tanggung jawab selama pembelajaran berlangsung. Isilah kolom di bawah ini pada lembar penilaian diri dan penilaian terhadap teman.
  • 85. 81Seni Budaya Buku Guru SMP/MTs Kelas VIII Semeter 248 C. Uji Kompetensi 1. Pengetahuan Mata Pelajaran : Seni Budaya Materi Pokok : Memainkan musik ansambel Nama Siswa : Nomor Induk Siswa : Tugas ke : No. Jenis Alat Musik Cara Memainkan Daerah Asal Sumber Informasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topik dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa test dan nontest. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Nontest dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang diajarkan. Bab 4 - Buku Siswa Semester 2
  • 86. 82 SMP/MTs Kelas VIII Konsep Umum Peta materi menggambar­kan urutan dan hubungan antaramateriyangakan di­ pelajari.Padabagianpertamasiswa akan diperkenalkan dengan keaneka­ragaman gerak tari tradisional. Selanjut­nya materi pola lantai tari tradisonal, siswa akan mempelajari me­nge­nai garis-garis yang dilalui oleh penari dalam mem­ bentukdesain atau pola di atas lantai. Se­telah me­ngenal pola l a n t a i tari tradisional, siswa dapat me­nyebutkan pro­­per­ti atau alat yang di­gunakan penari pada saat me­nari. Selanjutnya siswa mem­pelajari me­ngenai tata rias tari tra­di­si­­onal, siswa dapat mem­­bandingkan tata rias tari tradisi daerah satu dengan yang lainnya. Setelah me­ mahami me­nge­nai tata rias tari tradisional, siswa mem­ pelajari iringan tari tradisional yang me­rupakan aspek yang tidak akan terlepaskan dari seni tari. Pada bagian akhir pembelajaran siswa akan berlatih gerak tari tradisi­ o­nal yaitu tari Pakarena, siswa diberikan wawasan dalam melakukan gerak tari Pakarena dengan mengikuti intruksi yang ada pada buku siswa. Informasi untuk Guru Alurpembelajaran memberikangambarankepadasiswatentangmateriapasaja yang akan dipelajari dalam satu semester. Guru akan memberikan gambaran pula tentang kegiatan menarik apa yang akan dilakukan pada sepanjang semester untuk memberikan motivasi dan semangat siswa dalam mengikuti pelajaran. Diberikan pula penjelasan tentang apa tujuan dari pembelajaran ini. Sampaikan dengan semenarik mungkin, shingga siswa dengan bersemangat akan bersama-sama untuk berusaha mencapai tujuan tersebut. Bab 5 - Buku Siswa Semester 1 68 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII 1. Mengidentifikasi keunikan gerak tari tradisional daerah setempat dengan daerah lain, 2. Membandingkan keunikan gerak tari tradisional daerah setempat dengan daerah lain, 3. Mengidentifikasi pola lantai pada gerak tari tradisional daerah setempat, 4. Mengidentifikasi properti pada gerak tari tradisional daerah setempat, 5. Mengidentifikasi tata rias dan busana pada gerak tari tradisional daerah setempat, 6. Membandingkan pola lantai gerak tari tradisional daerah setempat, 7. Membandingkan properti gerak tari tradisional daerah setempat, 8. Membandingkan tata rias gerak tari tradisional daerah setempat, 9. Melakukan ragam gerak tari tradisional dengan menggunakan pola lantai, 10.Melakukan ragam gerak tari tradisional dengan menggunakan properti, 11.Merangkai ragam gerak tari tradisional sesuai hitungan, 12.Menyajikan ragam gerak tari tradisional sesuai iringan, 13.Menyajikan ragam gerak tari tradisional dengan lisan maupun tulisan. Setelah mempelajari Bab 5, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi Seni Tari, yaitu: Merangkai Gerak Tari Tradisional Alur Pembelajaran BAB 5 D. Seni Tari
  • 87. 83Seni Budaya Buku Guru Informasi untuk Guru Bab 5 - Buku Siswa Semester 1 Mengawali Bab 5 pada Buku Teks Siswa merangkai gerak tari tradisional, Tari tradisional yang telah ada seiring dengan sejarah perkembangan tari itu sendiri memiliki keunikan tari tradisional yang berbeda-beda. Sehinga tari tradisional yang ada didaerah tersebut memiliki keunikan yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Siswa diberikan motivasi untuk memahami keberagaman tari tradisi dan dapat melakukan pengembangan dalan seni tari tradisional. Dijelaskan pula bahwa keterampilan dalam melakukan ragam gerak tari tradisional sikap menghargai dan menanggapi keberagamnan karya seni tari akan dapat bermanfaat bagi siswa dalam menjaga, melestarikan dan mengembangkan seni tari tradisi sebagai warisan budaya Indonesia. 69Seni Budaya (Sumber gambar: Dok. Kemdikbud, 2013) Ketika kalian menyaksikan sebuah pertunjukkan tari, aspek apa saja yang kalian lihat? Coba kalian amati gambar di bawah ini untuk mengidentifikasi aspek-aspek tersebut! Tari tradisional sudah ada seiring dengan sejarah perkembangan tari itu sendiri. Kita dapat belajar dan mengama ti dari sejarah perkembangan tari di Indonesia yang telah diwariskan oleh para seniman tari sebagai hasil karya daya cipta yaitu tari tradisional. Tari tradisional tidak bisa terlepas dari pola kehidupan sosial budaya masyarakat daerah setempat. Oleh karena itu dalam setiap daerah mempunyai tari tradisional yang berbeda­beda. Keberagaman tari tradisional tersebut mempunyai keunikan sendiri, sehingga bentuk­bentuk tari di setiap daerah harus terus menerus di pelihara, di lestarikan atau di tradisikan sebagai suatu warisan budaya. 1 2 3 4
  • 88. 84 SMP/MTs Kelas VIII Guru mendorong siswa agar dapat menggali informasi yang berkaitan den- gan keberagaman gerak tari tradisional yang berkembang diwilayah setem- pat. Guru dapat mengajak siswa untuk melakukan kegiatan berikut : a) Melakukan pengamatan dengan cara membaca dan menyimak dari kajian literatur/media tentang pengetahuan tari tradisional,gerak tari tradisi, prop- erti tari, tata rias tari tradisi, pola lantai dan iringan tari tradisi agar terban- gun rasa ingin tahu. b) Mengamati gambartari tradisional berdasarkan buku teks dan sumber bacaan/ media dengan cermat dan teliti sertapenuhrasa ingin tahu. Setelah itu guru dapat membuka diskusi dalam kelas agar siswa dapat saling belajar dari teman-teman sekelasnya. Melalui ke­ giatan ini di­harapkan s i s w a mendapat­ kan wawasan mengenai gerak tari tradisional. Proses Pembelajaran 71Seni Budaya (Sumber gambar: Dok. Kemdikbud, 2013) 1) Gambar manakah yang menunjukkan tari tradisional di daerahmu? 2) Dapatkah kalian menirukan gerakan tari tradisional tersebut? 3) Apakah perbedaan yang menonjol dari berbagai tari tradisional tersebut? 4) Adakah persamaan dalam setiap gerak tari tradisional tersebut? 5) Bagaimanakah tata rias dan busana pada tarian tersebut? 6) Bagaimanakah pola lantai dari setiap gerak tari tradisional tersebut? 7) Dapatkah kalian mengidentifikasi properti apa saja yang di gunakan? 9 10 11 12 Bab 5 - Buku Siswa Semester 1
  • 89. 85Seni Budaya Buku Guru No.Gambar Asal Daerah Nama Tarian Bab 5 - Buku Siswa Semester 1 72 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII No. Gambar Asal Daerah Nama Tarian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Berdasarkan pengamatan kalian, sekarang kelompokkan dan isilah tabel di bawah ini sesuai dengan asal tarian: Setelah kalian mengisi kolom tentang asal daerah tari tradisional tersebut, kemudian diskusikanlah dengan teman­teman dan isilah kolom di bawah ini! Format Diskusi Hasil Pengamatan Nama Siswa : NIS : Hari/Tanggal Pengamatan : No. Aspek yang Diamati Uraian Hasil Pengamatan 1 Ragam gerak 2 Keunikan gerak 3 Properti tari 4 Tata rias dan busana 5 Musik iringan Tari Agar kalian lebih mudah memahami, bacalah konsep­konsep tentang tari tradisional beserta un­ sur pendukung tari berikut ini. Selanjutnya, kalian bisa mengamati lebih lanjut dengan melihat pertunjukan langsung ataupun melihat gambar, tayangan dari video serta membaca referensi dari berbagi sumber belajar yang lain. Siswa menjawab per­­tanya­an berdasarkan dari hasil pengamatannya me­ ngenai tari tradisional yang ada di wilayah sekitar, gerak tari tra­disional, properti tari yang digunakan, tata rias dan busana yang digunakan, pola lantai dan iringan tari tradisional.Berikankesempatansiswauntukber­diskusidengantemansekelastentang gambar-gambar tari tra­di­sional yang diamati. Berikan juga kesempatan kepada mereka untuk bekerjasama dengan adil, misalnya saling mem­berikan informasi me­ngenai ragam gerak tari tradisional yang terdapat pada gambarataupun saling membantu.Setiapsiswaataukelompoksiswaakanmelakukangeraktaritradisional yang ter­dapat pada gambar. Pada akhir pembelajaran siswa atau kelompok siswa dapatmenginformasikandalambentuk tulisan maupun lisan. Penilaian diberikan ter­hadap kemampuan siswa mengenali keberagaman tari tradional, gerak tari tradisional, properti tari yang digunakan, tata rias dan busana yang digunakan, pola lantai dan iringan tari tradisional. Penilaian juga diberikankepada cara siswa bekerjasama dengan teman satu kelompok atau teman sekelas dengan sopan dan adil.
  • 90. 86 SMP/MTs Kelas VIII Guru menyiapkan catatan untuk penilaian aktivitas diskusi dari peserta didik. Penilaian dilakukan terhadap: 1. Sikap, yaitu keaktifan saat berdiskusi, kerjasama dan sikap toleransi 2. Pengetahuan, yaitu kerincian dan ketepatan pengetahuan. 3. Ketrampilan, yaitu kemampuan mengemukakan pendapat. Format Diskusi Hasil Pengamatan Nama Siswa : NIS : Hari/Tanggal Pengamatan : No. Aspek yang diamati Uraian Hasil Pengamatan 1 Ragam gerak 2 Keunikan gerak 3 Properti tari 4 Tata rias dan busana 5 Tata iringan Peserta didik mengamati gambar yang disajikan pada buku peserta didik. Guru bisa menambah gambar lain. Model pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran kolaborasi: 1. Peserta didik diminta membentuk kelompok diskusi 2. Berdasarkan gambar gerak tari Tradisional yang di tampilkan oleh guru, peserta didikdimintamengamatidanmengidentikasikeberagamantaritradional,geraktari tradisional, properti tari yang digunakan, tata rias dan busana yang digunakan, pola lantai dan iringan tari tradisional 3. Pada bagian ini terdapat lembar kerja. Peserta didik diminta menuliskan hasil kegiatan identifikasi ragam gerak tari tradisional pada lembarkerja. 4. Peserta didik diminta mempresentasikan hasil pengamatannya. 5. Kegiatan dirancang dalam bentuk diskusi untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerjasama, toleransi, disiplin, dan tanggung jawab. Peserta didikdiberi motivasi agar aktif dalam berdiskusi serta berusaha menjadi pen­dengar yang baik sebagaibentukpengem­banganprilaku sosial. 6. Pesertadidikdimintamengungkapkan pe­rasa­an­nyasaatbe­ker­jaberkelompok 7. Serta perasaannya ter­hadap keragaman tari tradisional 8. Guru menjadi fasili­ta­tor. Guru mengondisikan peserta didik untuk m e ­­ lakukan diskusi dengan baik serta me­motivasi peserta didik yang pasif dalam ber­diskusi agar berani me­ngemukakan pen­dapat serta menerima pendapat orang lain.
  • 91. 87Seni Budaya Buku Guru Bab 5 - Buku Siswa Semester 1 Guru dapat memberikan gambaran tentang tari tradisional dan keunikan r a g a m gerak tari tradisional. Siswa diberikan ke­sempatan untuk men­ceritakan pengalamannya mengenai tari tradi­sional yang ada di daerah tempat tinggal­nya dan ke­unik­an gerak tari ter­sebut. Paparan dapat diberikan sesuai yang ada pada buku siswa. Guru dapat me­nam­ bah­kan bahan p a p a r a n t e n t a n g tari tradisional dan keunikan ragam gerak tari tradisional. 73Seni Budaya (Sumber gambar. Kemdikbud, 2013) Gambar 5.1 Keunikan gerak tari tifa daerah Papua terletak pada gerakan kaki. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 5.2 Tari Saman dengan menggunakan pola lantai garis lurus. A. Pengertian Tari Tradisional Tahukah kalian bahwa setiap suku di Indonesia memiliki gerak tari yang berbeda­ beda. Perbedaan gerak menunjukkan kekayaan dan keunikan gerak tari tradisional Indonesia. Keunikan gerak dapat dijumpai salah satunya tari Yospin Pancer dari Papua. Keunikan terletak pada gerak kaki yang rit­ mis disertai dengan permainan memukul tifa. Keahlian secara khusus sangat diperlukan untuk dapat melakukan gerak dinamis pada kaki sambil memukul tifa. Keunikan gerak dapat dijumpai juga pada tari Kecak dari Bali. Penari duduk melingkar sambil menggerakkan tangan ke atas sebagai simbol lidah api yang menyala. Penari mengucapkan kata “cak...cak...cak...” sebagai iringan gerak. Keunikan tari Kecak tidak hanya pada gerak tetapi juga pada iringan. Keunikan ini hampir sama dengan tari Saman dari Aceh. Penari menyanyi sambil melakukan gerak dengan menepuk hampir seluruh badan dan anggota badan. Bunyi tepukan dan nyanyian dijadikan sebagai iringan. Keunikan gerak dapat dijumpai juga pada tari bertema perang di daerah Kalimantan. Gerakan kaki yang tertahan dengan langkah yang lebar memiliki kesamaan dengan ke­ unikan tari Cakalele dari Ternate. Keunikan gerak tidak hanya pada penari putera tetapi juga pada penari puteri. Tari Burung Enggang dari Kalimantan keunikan gerak terletak pada gerak pergelangan tangan ke atas dan ke bawah sehingga bulu­bulu burung enggang yang diselipkan pada jari­jari dapat mengem­ bang seperti sayap burung yang hendak ter­ bang. Keunikan gerakan pada bagian tangan ini memiliki kemiripan dengan tari Tanggai dari Palembang. Lentikan gerak pada jari­jari tangan dapat dijumpai pada tari Gending Sri­ wijaya dari Sumatera Selatan memiliki kesamaan dengan gerak lentikan jari dapat dijumpai juga pada tari Sekapur Sirih dan Persembahan dari Melayu. Keunikan gerak pada tari daerah Kalimantan terletak pada gerakan tangan ter­ (Sumber gambar: Kemdikbud, 2013) Gambar 5.3 Keunikan gerak tari dari daerah Kalimantan.
  • 92. 88 SMP/MTs Kelas VIII Guru dapat menanyakan kepada siswa sebagai berikut: 1. Apa yang dimaksud dengan tari tradisional? 2. Apakah setiap daerah memiliki tari tradisional? Pembelajaran berikutnya yaitu tentang pola lantai tari tradisional. Pola lantai atau disebut desain lantai merupakan garis yang dilalui oleh penari dalam membentuk garis lurus dan garis lengkung. Garis lengkung seperti pola lingkaran dan garis lurus seperti membuat segi empat, segitiga, atau berjajar. Pola lantai dapat juga dilakukan dengan cara kombinasi antara garis lurus dan garis lengkung. 1. Guru menampilkan gambar- gambar pola lantai yang berbentuk garis lurus dan garis lengkung 2. Siswa diminta untuk menyebutkan bentuk pola lantai yangterdapat pada gambar 3. Peserta didik diminta untuk membentuk kelompok 4. Setiap kelompok membuat bentuk pola lantai garis lurus dan garis lengkung 5. Kegiatan dirancang dalam bentuk diskusi untuk mengembangkan ke­mampuan komunikasi, kerjasama, toleransi, disiplin, dan tanggung jawab. Peserta didikdiberi motivasi agar aktif dalam berdiskusi serta berusaha menjadi pendengar yang baik sebagai bentuk pengembangan prilaku sosial. 6. Guru menjadi fasilitator. Guru mengon­disikan peserta didik untuk melakukan diskusi dengan baik serta memotivasi peserta didik yang pasif dalam ber­diskusi agar berani mengemukakan pendapatsertamenerimapendapat orang lain. Bab 5 - Buku Siswa Semester 1 75Seni Budaya Setelah kalian belajar tentang konsep-konsep tari tradisional. Jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini! 1. Apa yang dimaksud dengan tari tradisional? 2. Apakah setiap daerah memiliki tari tradisional? B. Pola Lantai Tari Tradisional Pola lantai pada tari tradisional Indonesia pada prinsipnya hampir sama yaitu garis lurus dan garis lengkung. Garis lengkung termasuk pola lingkaran dan garis lurus bias membuat segi empat, segitiga, atau berjajar. Pola lantai dapat juga dilakukan dengan cara kombinasi antara garis lurus dan garis lengkung. Kom­ binasi ini agar gerak yang dilakukan tam­ pak lebih dinamis. Pola lantai tari Saman dari Aceh meng­ gunakan garis lurus. Para penari duduk lurus di lantai selama menari. Pola lantai tari Saman merupakan salah satu ciri yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Pola lantai tari Bedaya baik di Keraton Surakarta maupun Yogyakarta ba­ nyak menggunakan pola­ pola garis lurus. Garis lu­ rus pada tarian Saman atau Bedaya merupakan sim­ bolisasi pada hubungan vertikal dengan Tuhan dan horisontal dengan lingku­ ngan sekitar. Tari Kecak selain unik dari segi gerak juga unik dari segi pola lantai. Kecak lebih banyak menggunakan pola lantai melingkar atau lengkung dan tidak meng­ gunakan pola lantai garis lurus. Hal ini memiliki kesamaan dengan pola lantai tari Randai dari Sumatera Barat. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 5.6 Tari Saman dengan menggunakan pola lantai garis lurus. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 5.7 Tari Kecak dengan pola lantai garis lengkung dan membentuk lingkaran. Setelah kalian belajar tentang pola lantai tari tradisional, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini! 1. Ada berapa jenis pola lantai? 2. Jelaskan tiga fungsi pola lantai pada tari tradisional!
  • 93. 89Seni Budaya Buku Guru Tata rias dan busana tari tradisional memiliki fungsi yang sangat penting yaitu sebagai unsur pendukung dari sebuah pertunjukan karya seni tari. fungsi tata rias dan busana dapat terbagi menjadi dua yaitu 1) sebagai pembentuk karak­ter atau watak; dan 2) sebagai pembentuk tokoh. Pembentukan karakter atau watak dan tokoh dapat dilihat pada tata rias wajah yang diguna­kan dan juga busana yang dipakai. Guru menjelaskan jenis tata rias seperti tata rias cantik, tata rias fantasi dan tata rias karakter 1. Guru menampilkan gambar- gambar tata rias dan busana tari tradisional 2. Siswa dapat menjelaskan gambar tata rias dan busana tari tradisional yang ditayangkan oleh guru 3. Siswa diminta untuk me­ nyebutkan jenis tata rias yang terdapat pada gambar 4. Kegiatan dirancang dalam bentuk diskusi untuk mengembangkan ke­mampu­ an komunikasi, toleransi, disiplin,dantanggungjawab. Peserta didik diberi motivasi agar aktif dalam berdiskusi serta berusaha menjadi pendengar yang baik sebagai bentuk pengembangan prilaku sosial. 5. Guru menjadi fasilitator. Guru mengondisikan pe­ sertadidikuntukmelakukan diskusi dengan baik serta memotivasi peserta didik yang pasif dalam berdiskusi agar berani mengemukakan pendapat serta menerima pendapat orang lain. Bab 5 - Buku Siswa Semester 1 76 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII Setelah mempelajari tata rias dan tata busana dalam tari tradisional, identifikasikanlah tata rias dan busana tari yang berkembang di tempat tinggalmu dengan cara memberi tanda ceklist (P) pada tabel berikut ! (Sumber gambar: Kemdikbud.2013) Gambar 5.8 Tata rias dan busana tokoh Pregiwati pada epos Ramayana. (sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 5.9 Tata rias dan busana karakter burung Merak. C. Tata Rias dan Busana Tari Tradisional Tata rias dan tata busana pada tari tradisional memiliki fungsi penting. Ada dua fungsi tata rias dan tata busana pada tari tradisional yaitu; 1) sebagai pembentuk karak­ ter atau watak; dan 2) sebagai pembentuk tokoh. Pembentukan karakter atau watak dan tokoh dapat dilihat pada tata rias wajah yang diguna­ kan dan juga busana yang dipakai. Karakter pemarah, jahat, dan sejenisnya biasanya menggunakan tata rias warna merah yang dominan. Demikian juga busana yang di­ gunakan secara visual menunjukkan tokoh tersebut jahat. Tokoh raksasa pada epos Rama­ yana misalnya, digambarkan dengan riasan wajah yang merah menyala dengan bagian mulut penuh taring. Tata busana yang digunakan dengan menggunakan rambut gimbal panjang dan menyeramkan. Karakter tokoh baik pada epos Ramayana biasanya menggunakan riasan can­ tik seperti riasan pada Pregiwa sebagai istri Gatot Kaca. Tata rias dan tata busana tampak cantik dan bersahaja. Tata rias dan busana juga dapat menunjukkan tokoh lucu. Pada epos Ramayana ditunjukkan pada tata rias dan bu­ sana Punakawan yaitu Semar, Petruk, Bagong dan Gareng. Tata rias dan busana pada tari tradisional tidak hanya bersumber pada epos Ramaya­ na tetapi juga tarian lepas yaitu tarian yang tidak berhubungan dengan cerita Ramayana. Tokoh dan karakter dapat dijumpai juga pada tari tentang fauna seperti Tari Merak. Tata rias dan busana pada tari Merak yang digunakan, memperlihatkan seekor burung Merak yang indah. Tata busana yang digu­ nakan merupakan perwujudan dengan sayap dan tutup kepala sebagai ciri khas yang men­ unjukkan perwujudan burung Merak. Ada juga tata rias dan tata busana tari Kijang dari Jawa Tengah, tari Burung Enggang dari Kalimantan, tari Cendrawasih dari Bali, tari Kukilo dari Jawa Tengah.
  • 94. 90 SMP/MTs Kelas VIII Bab 5 - Buku Siswa Semester 1 77Seni Budaya No Nama Tari Karakter Tokoh 1 2 3 4 5 D. Properti Tari Tradisional Properti merupakan salah satu unsur pen­ dukung dalam tari. Ada tari yang mengguna­ kan properti tetapi ada juga tidak menggunakan. Properti yang digunakan ada yang menjadi nama tarian tersebut. Contoh tari Payung menggunakan payung, tari Piring menggunakan piring sebagai properti. Kedua tarian ini berasal dari Sumatera Barat. Tari Lawung dari keraton Yogyakarta menggunakan lawung (tombak) sebagai properti tarinya. Ada juga tarian yang menggunakan pro­ perti tetapi tidak digunakan sebagai nama tarian. Contoh tari Pakarena menggunakan Kipas, tari Merak menggunakan selendang, tari Serimpi dari Yogyakarta atau Surakarta ada yang menggunakan kipas, keris atau properti lain. Ini hanya beberapa contoh pro­ perti yang digunkan dalam tarian tradisio­ nal, masih banyak tari dari daerah lain yang menggunakan properti sebagai pendukung. Tari Nelayan, tari Tani menggunakan tudung kepala dan hampir semua jenis tarian perang menggunakan tameng dan senjata perang lain seperti keris. Ada juga tarian yang menggunakan properti kukusan yaitu tempat untuk membuat tupeng terbuat dari anyaman bambu yang digunakan sebagai kurungan dalam tari Lengger gaya Banyumasan. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 9.10 Tari Tani yang menceritakan petani kopi memetik hasil panen dengan menggunakan caping sebagai properti. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2013) Gambar 9.11 Gerak tari Kipas dengan menggunakan properti kipas. (dok.kemdikbud, 2013) Gambar 9.12 Gerak tari daerah dengan menggunakan tudung kepala sebagai properti. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2013) Gambar 9.13 Gerak tari daerah Yogyakarta dengan menggunakan properti selendang. Properti merupakan unsur pendukung pertunjukan karya seni tari. Properti digunakan sebagai alat yang digunakan oleh penari tetapi properti dapat pula digunakan sebagai nama dari tarian tersebut contoh tari tari Payung menggunakan properti payung sebagai unsur pendukung dari tarian tersebut. Model pembelajaran yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. Guru menjelaskan tentang Properti tari kepada peserta didik. Guru juga dapat melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Menanyakan kepada peserta tentang fungsi dari properti tari 2. Siswa dapat menyebutkan jenis properti tari 3. Siswa diminta untuk membawa properti tari yang berkembang di daerah tempat tinggal 4.Pesertadidikdimintamempresentasikan hasil dari properti yang dibawa. 5. Kegiatan dirancang dalam bentuk diskusi untuk mengembangkan ke­ mampuan komunikasi, kerjasama, toleransi, disiplin, dan tanggung jawab. Peserta didik diberi motivasi agar aktif dalam berdiskusi serta ber­usaha menjadi pendengar yang baik sebagai bentuk pengembangan prilaku sosial. 5.Pesertadidikdimintamengungkapkan perasaannya terhadap keragaman properti tari tradisional 6. Guru menjadi fasilitator. Guru me­ ngon­disi­kan peserta didik untuk melakukan diskusi dengan baik serta memotivasi peserta didik yang pasif dalam berdiskusi agar berani me­ngemukakan pendapat serta menerima pendapat orang lain. Guru dan peserta didik men­diskusi­ kan kegunaan dari properti tari di dalam pertunjukan karya seni tari dan menyebutkan jenis properti tari yang digunakan sebagai unsur pen­dukung karya seni tari.
  • 95. 91Seni Budaya Buku Guru Bab 5 - Buku Siswa Semester 1 Unsur pendukung karya seni tari selanjutnya yaitu iringan tari atau musik pengiring tari tradisional. Musik sebagai iringan tari dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu iringan internal dan eksternal. Iringan internal me­miliki arti iringan tersebut dilakukan sekaligus oleh penari. Sedangkan iringan eksternal memiliki arti iringan yang berasal dari luar penari. Iringan ini dapat berupa iringan dengan menggunakan alat musik yang dimainkan atau pemusik atau yang berasal dari tape recoder. Musik iringan tari memiliki fungsi antara lain: 1) sebagai iringan gerakan; 2) ilustrasi; 3) membangun suasana. Model pembelajaran yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. Guru menjelaskan tentang Properti tari kepada peserta didik. Guru juga dapat melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Guru menyajikan beberapa video atau gambar pertunjukan tari yang menggunakan iringan tari secara live 2. Siswa diminta untuk menyebutkan daerah asal iringan tari pada pertunjukan karya seni tari tersebut 3. Siswa diminta untuk menyebutkan instrumen musik yang digunakan sebagai pengiring tari tradisional 4. Siswa menyebutkan fungsi iringan tari sebagai unsur pendukung pertunjukan karya seni tari 5. Siswa diminta untuk mem­ banding­kan iringan tari pada tari daerah yang satu dengan tari daerah yang lainnya 78 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII (Sumber gambar: Kemdikbud, 2013) Gambar 9.14 Gerak tari daerah Banyumas Jawa Tengah dengan menggunakan properti Kukusan. E.Tata Iringan Tari Tradisional Musik merupakan bahasa universal. Melalui musik orang dapat mengekspresikan perasaan. Musik tersusun atas kata, nada, dan melodi. Semua terangkum menjadi satu. Bahasa musik dapat dipahami lintas budaya, agama, suku, ras, dan juga kelas sosial. Melalui musik segala jenis perbedaan dapat disatukan. Musik sebagai iringan tari dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu iringan internal dan eksternal. Iringan internal me­ miliki arti iringan tersebut dilakukansekaligus oleh penari. Contoh iringan internal antara lain pada tari Saman. Penari manyanyi sebagai iringan sambil melakukan gerak. Iringan in­ ternal juga dijumpai pada tari daerah Papua penari membunyikan tifa sebagai iringan gerakan. Iringan eksternal memiliki arti iringan yang berasal dari luar penari. Iringan ini dapat berupa iringan dengan menggunakan alat musik yang dimainkan atau pemusik atau yang berasal dari tape recoder. Jenis tari tradisional di Indonesia lebih banyak menggunakan iringan eksternal daripada iringan internal. Musik iringan tari memiliki fungsi antara lain: 1) sebagai iringan gerakan; 2) ilustrasi; 3) membangun suasana. Musik iringan tari sebagai iringan gerakan memi­ liki arti bahwa ritme musik sesuai dengan (Sumber gambar: Kemdikbud, 2013) Gambar 5.15 Iringan musik eksternal orkes melayu dengan ciri khas pada alat musik arkodion. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2013) Gambar 5.16 Iringan musik eksternal calung alat musik yang terbuat dari bambu.
  • 96. 92 SMP/MTs Kelas VIII Berlatih gerak tari tradisional, tari yang akan dipraktekan yaitu tari Pakarena dari Sulawesi Selatan. Pembelajaran berikutnya adalah pembelajaran yang melibatkan seluruh siswa dalam kelas. Guru dapat melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Guru sebagai fasilitator memberikan contoh gerak tari Pakarena 2. Siswa mengikuti gerak tari pakarena yang diberikan oleh guru 3. Siswa dapat mempraktekkan gerak tari Pakarena dengan menggunakan hitungan 4. Siswa dapat mempraktekkan gerak tari Pakarena baik secara individu maupun kelompok Pembelajaran berikutnya adalah pembelajaran yang melibatkan seluruh siswa dalam kelas. Guru dapat melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Guru sebagai f a­s i­l i­t a t o r m e m b e r i k a n contoh gerak tari Pakarena 2. Siswa mengikuti gerak tari paka­ re­na yang di­beri­ kan oleh guru 3. Siswa dapat mem­prak­tek­­ kan gerak tari Pakarena dengan meng­guna­kan hitungan 4. S i s w a d a p a t mem­­praktek­ kan gerak tari Pakarena baik se­cara in­divi­du maupunkelompok 79Seni Budaya ritme gerakan tidak sama. Musik dapat dit­ abuh secara menghentak tetapi gerakan yang dilakukan dapat mengalir dan mengalun. Se­ dangkan musik iringan sebagai membangun suasana sering dilakukan pada tarian yang memiliki desain dramatik agar suasana yang ditampilkan sesuai dengan tujuan cerita. F. Berlatih Gerak Tari Tradisional 1. Kalian telah mengamati dan belajar tentang keunikan ragam gerak tari tradisional daerah lain dan daerah setempat. 2. Perhatikan contoh tari tradisional “ Tari Pakarena “ dari Sulawesi di berikut ini! 3. Kalian bisa melakukan tari tradisonal yang sesuai dengan tari yang ada di daerahmu dan lakukanlah secara berpasangan atau berkelompok. 1. Ragam Gerak 1 (Ajappa Na’na) a. Tangan kiri menjepit sarung antara jari telunjuk dengan jari tengan yang terletak kira­kira 30 cm dari paha (king­ king lipa), b. Tangan kanan memegang kipas dengan jari kipas meng­ hadap ke atas dan letak kipas sejengkal dari dada, c. Langkahkan kaki kanan ke depan, di susul dengan kaki kiri, sedang letak kipas seperti pada posisi awal, pandangan ke depan, lalu berjalan ke depan. 2. Ragam Gerak 2 (Angngayung Kipasa Kanang) a. Ayunkan tangan kiri di depan pusar, b. Ayunkan kipas ke depan dada dan letak jari kipas meng­ hadap ke bawah, c. Ayunkan kipas ke arah kanan yang diikuti dengan melangkahkan kaki kanan ke samping kanan disertai pandangan ke kanan. Kedua tangan masing­masing di­ ayun ke samping kanan dan kiri, diikuti pandangan ke kiri, sedangkan bentuk jari kipas menghadap ke atas, d. Putar kipas ke belakang dengan bentuk jari kipas meng­ hadap keluar, diikuti pandangan ke belakang, posisi kaki jinjit di depan kaki kiri, e. Putar kipas yang membentuk jari kipas menghadap ke atas, lalu kipas dikembalikan ke posisi semula, f. Putarlah tubuh ke depan yang diikuti lagkah kaki kanan ke depan, serta ayunan kedua tangan masing­masing ke samping badan dengan bentuk jari kipas menghadap ke atas. Bab 5 - Buku Siswa Semester 1
  • 97. 93Seni Budaya Buku Guru Bab 5 - Buku Siswa Semester 1 Interaksi dengan Orangtua Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra putrinya. 86 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII No. Pernyataan 1 Saya berusaha belajar tari tradisonal di daerah saya dengan sungguh­sungguh o Ya o Tidak 2 Saya berusaha belajar tari tradisional daerah lain dengan sungguh-sungguh o Ya o Tidak 3 Saya mengikuti pembelajaran tari tradisional dengan tanggung jawab o Ya o Tidak 4 Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran merangkai gerak tari tradisional o Ya o Tidak 5 Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran merangkai gerak tari tradis- ional o Ya o Tidak 6 Saya menghargai keunikan ragam gerak tari tradisonal daerah saya o Ya o Tidak 1. Penilaian Pribadi Nama : …………………………………………. Kelas : ………………………………………….. Semester : …………………..……………………… Waktu penilaian : ………………………………..………… Setelah kalian belajar dan merangkai serta melakukan gerak tari tradisional, isilah kolom dibawah ini :
  • 98. 94 SMP/MTs Kelas VIII Evaluasi dan Penilaian pembelajaran Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topic dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa test dan non-test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Nontest dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubric penilaian sesuai dengan materi yang diajarkan. 84 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII Kalian telah meragakan gerak tari tradisional yang bersumber pada gerak tari Pakarena dari Sulawesi Selatan. Sekarang kerjaan soal­soal di bawah ini! 1. Tulislah tiga alasan mengapa pola lantai pada penciptaan karya seni tari memiliki peran penting? ________________________________________________________ ________________________________________________________ ________________________________________________________ ________________________________________________________ ________________________________________________________ 2. Mengapa tata rias dan busana diperlukan dalam pementasan tari? ________________________________________________________ ________________________________________________________ ________________________________________________________ ________________________________________________________ ________________________________________________________ 3. Sebutkan unsur­unsur pendukung tari! ________________________________________________________ ________________________________________________________ ________________________________________________________ ________________________________________________________ ________________________________________________________ ________________________________________________________ G. Uji Kompetensi 7. Ragam Gerak 7 (Adakka Tassikali-kali / Renjang-renjang) a. Tangan kiri menjepit sarung antara jari telunjuk dengan jari tengah yang terletak kira­kira 30 cm dari paha (kingking lipa). b. Tangan kanan memegang kipas dengan jari kipas menghadap ke atas dan letak kipas sejengkel dari dada. c. Langkahan kaki kanan ke depan yang disusul dengan kaki kiri, sedang letak kipas seperti pada posisi awal, dan pandangan ke depan kira­kira 3 meter dari depan lalu berjalan ke depan dengan hitungan 2 kali d. Berjalan renjang­renjang untuk pulang (keluar) dengan posisi awal seperti pada ragam semula. Bab 5 - Buku Siswa Semester 1
  • 99. 95Seni Budaya Buku Guru Informasi untuk Guru Bab 6 semester 1 pada Buku Teks Siswa meragakan gerak tari tradisional, dalam hal ini gerak merupakan unsur dasar dan alat komunikasi dalam menyampaikan suatu pesan yang terkandung didalam tari. Bentuk penyajian tari dapat disajika secara tunggal, berpasangan dan kelompok. Hal tersebut disesuai dengan komposisi hasil karya cipta seorang koreografer tari. masing-masing memiliki kekuatan tersendiri. Siswa diberikan motivasi untuk memahami ragam gerak tari tradisi dan dapat melakukan ragam gerak tari sesuai dengan hitungan. Dijelaskan pula bahwa keterampilan dalam melakukan ragam gerak tari tradisional sikap disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, percaya diri dan menghargai karya seni tari akan dapat bermanfaat bagi siswa dalam menjaga, melestarikan dan mengembangkan seni tari tradisi sebagai identitas bangsa.Alurpembelajaran memberikan gambaran kepada siswa tentang materi apa saja yang akan dipelajari dalam satu semester. Guru akan memberikan gambaran pula tentang kegiatan me­narik apa yang akan di­ lakukan pada sepanjang semester untuk memberikan motivasi dan semangat siswa dalam mengikuti pelajaran. Diberikan pula penjelasan tentang apa tujuan dari pem­ belajaran ini. Sampaikan dengan semenarik mungkin, sehingga siswa dengan ber­ semangatakanbersama-sama untuk berusaha mencapai tujuan tersebut. Bab 6 - Buku Siswa Semester 1 88 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII 1. Menjelaskan keunikan peragaan ragam gerak dasar tari tradisional 2. Menjelaskan unsur pola lantai dan properti dalam meragakan gerak tari tradisional dengan hitungan 3. Menjelaskan unsur pola lantai dan properti dalam meragakan gerak tari tradisional sesuai iringan 4. Menunjukkan sikap kerjasama dalam pembelajaran meragakan gerak tari tradisional dalam bentuk kelompok 5. Menunjukkan sikap toleransi dengan sesama teman 6. Menunjukkan sikap saling menghargai dengan sesama teman 7. Mempraktikkan gerak tari sesuai dengan iringan dan unsur pendukung Setelah mempelajari Bab 6, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni tari, yaitu: Meragakan Gerak Tari Tradisional Alur Pembelajaran BAB 6
  • 100. 96 SMP/MTs Kelas VIII 90 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII No. Jenis Penyajian Asal Daerah 1 2 3 4 5 6 (Sumber gambar: Kemendikbud, 2013) Gambar 6.1 Gerak berputar dengan tangan diangkat seperti pada gerakan tari rumi simbol rasa syukur. (Sumber gambar: Kemendikbud, 2012) Gambar 6.2 Gerak Joged merupakan salah satu ciri tari melayu. A. Meragakan Gerak Tari Tradisional Gerak merupakan salah satu ciri yang membedakan antara satu tarian dengan tarian lainnya. Tari­tarian di Indonesia memiliki keragaman gerak yang berbeda. Penampilan gerak tari yang bersumber pada tari gaya Jawa Tengah tentu berbeda dengan tari gaya Betawi, gaya Dayak dan daerah lainnya. Perbedaan penampilan gaya tari sesuai dengan daerah atau suku merupakan kekayaan seni budaya yang harus dilestarikan sebagai salah satu identitas bangsa. Penampilan gerak tari tidak terlepas dari desain garis dan desain pola lantai. Ada dua jenis desain garis yaitu garis lurus dan garis lengkung. Pada desain garis lurus memberikan kesan lembut tetapi juga lemah. Garis­garis mendatar memberikan kesan istirahat, sedangkan garis­garis yang tegak lurus memberi kesan ketenangan dan keseimbangan. Garis melingkar atau me­ lengkung memberi kesan manis, sedangkan garis menyilang atau diagonal memberikan kesan dinamis atau kuat. Desain­desain garis tersebut di atas, tidak hanya dapat dibuat dengan garis­garis tubuh dan tangan serta kaki penari, Sebelum kamu meragakan gerak tari tradisional berdasarkan pola lantai, hitungan, dan iringan sebaiknya membaca terlebih dahulu konsep tentang meragakan tari tradisional. Untuk menjawab pertanyaan nomor 3, isilah tabel dibawah ini! Konsep Umum Peta materi menggambarkan urutan dan hubungan antara materi yang akan dipelajari.Padabagianpertamasiswaakanmempelajaritentangmemperagakan gerak tari tradisional berdasarkan pola lantai dan unsur pendukungnya. Selanjutnya siswa akan mempelajari materi berlatih meragakan ragam gerak dasar tari tradisional sesuai hitungan, siswa akan mengkomunikasikan ragam gerak tari tradisional melalui praktek tari dengan menggunakan hitungan. Pada akhir pembelajaran setelah mengenal ragam gerak tari tradisional dan mengkomunikasikannya dengan berlatih ragam gerak tari tradisional akan diperkenalkan dengan tokoh-tokoh atau seniman tari tradisional. Siswa akan diminta untuk mencari seniman -seniman tari yang lainnya dan karya seni yang dihasilkannya. a) Melakukan pengamatan dengan cara membaca dan menyimak dari kajian literatur/media audio visual, tentang pengetahuan tari tradisional,gerak tari tradisi, properti tari, tata rias tari tradisi, pola lantai dan iringan tari tradisi agar terbangun rasa ingin tahu. b) Mengamati gambar tari tradisio­nal berdasarkan buku teks dan sum­ber bacaan/media dengan cermat dan teliti serta penuh rasa ingin tahu. Se­telah itu guru dapat membuka diskusi dalam kelas agar siswa dapat saling belajar dari teman- teman sekelasnya. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa mendapatkan wawasan mengenai gerak tari tradisional. c) Siswa menjawab pertanyaan ber­dasar­­kan dari hasil pengamat­ annya me­ngenai bentuk penyajian dan desain gerak atas dan desain bawah pada tari tradisional yang ada di wilayah sekitar Proses Pembelajaran Guru mendorong siswa agar dapat menggali informasi yang berkaitan dengan gerak tari tradisional lyang berkembang diwilayah setempat. Guru dapat mengajak siswa untuk melakukan kegiatan berikut: Bab 6 - Buku Siswa Semester 1
  • 101. 97Seni Budaya Buku Guru Berlatih meragakan gerak tari tradisional yaitu tari Sirih kuning dari Betawi yang ditarikan secara berpasangan. Guru telah memahami secara keseluruhan mengenai ragam gerak tari Sirih kuning dan sinopsis tari Sirih kuning. Pembelajaran berikutnya adalah pembelajaran yang melibatkan seluruh siswa dalam kelas. Guru dapat melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Guru sebagai fasilitator memberikan contoh gerak tari Sirih Kuning 2. Siswa mengikuti gerak tari Sirih Kuning yang diberikan oleh guru 3. Siswa dapat mempraktekkan gerak tari Sirih Kuning dengan menggunakan hitungan 4.SiswadapatmempraktekkangeraktariSirihKuningsecaraberpasangan dan menggunakan pola lantai 5. Siswa dapat menyebutkan nama setiap motif gerak tari Sirih Kuning 6. Siswa dapat menyanyikan lagu Sirih kuning 7. Siswa dapat memainkan lagu Sirih Kuning dengan menggunakan alat musik yang terdapat di Sekolah 8. Siswa dapat mempraktekan gerak tari Sirih Kuning dengan menggunakan iringan Bab 6 - Buku Siswa Semester 1 92 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII (Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 6.7 Tari piring dari Sumatera Barat menggunakan piring sebagai properti. B. Berlatih Meragakan Ragam GerakTariTradisional Sesuai Hitungan • Kalian telah mempelajari beberapa konsep pe nyajian tari. Sekarang saatnya berlatih meragakan gerak tari tradisional. • Kalian dapat berlatih meragakan gerak tari tradisional yang berkembang di daerah masing­masing. • Gerak ini telah dipelajari sebelumnya sekarang lakukan gerak tersebut dengan hitungan dan kemudian dengan iringan Gerakan Kaki 1. Telapak kaki membentuk V dengan lutut di buka mengarah ke luar. 2. Posisi kaki kiri tetap dan kaki kanan lurus ke depan dengan bertumpu pada tumit kemudian tarik kaki kanan ke posisi semula dan luruskan kaki kiri ke depan dengan bertumpu pada tumit. Lakukan gerakan secara bergantian hingga maju ke depan. Gerak Badan Merendah 1. Ragam Gerak 1 (Langkah Ngiwir) Syair lagu dan Notasi: Kalau tidak nona, karena bulan sayang Tidaklah bintang ya nona, tidaklah bintang ya nona meninggi hari II: . 5 3 5 I i .2 3 . I . 21 7 .6 I 5 .5 i . I I . 5 65 43 I 4 .3 2 2 I . 5 65 43 I 4 .3 2 2 I I . 23 2 .3 I 1 . . . : II (Sumber gambar: Dinas Pariwisata DKI Jakarta)
  • 102. 98 SMP/MTs Kelas VIII Pembelajaran pada bagian ini mengenai tokoh atau seniman tari tradisional yang ada di Indonesia. Seniman memiliki peran penting dalam melestarikan dan mengembangkan seni di Indonesia, tanpa seniman seni akan punah dan tertinggal dengan kemajuan teknologi. Seniman tari tidak hanya sebgai pencipta tari saja melainkan juga sebagai penari. Tari sudah menjadi bagian dari hidupnya dalam mengekspresikan jiwanya. Seniman tari mengabdikan hidupnya dengan menjaga, melestarikan dan mengembangkan seni tari tradisional agar terus tetap terjaga keaslianya sebagai warisan budaya Indonesia. Guru mendorong siswa agar dapat menggali informasi yang berkaitan dengan seiman tari yang berkembang di wilayah setempat. Guru dapat mengajak siswa untuk melakukan kegiatan berikut : a) Melakukan pengamatan dengan cara membaca dan menyimak dari kajian literatur/media tentang seniman atau tokoh tari tradisional, profil seni­ man atau tokoh tari dan karya seni yang telah diciptkannya agar terbangun rasa ingin tahu. b) Mengamati pertunjukan tari tradisional yang diciptkan oleh salah satu seniman tari tradisional dengan cermat dan teliti serta penuh rasa ingin tahu. Setelah itu guru dapat membuka diskusi dalam kelasagarsiswadapat saling belajar dari teman- teman sekelasnya. Melalui ke­giatan ini diharapkan siswa dapat mendapatkan menghargai karya seni dari daerah yangsatu de­ngan yang lainnya serta dapat menjaga, melestarikan dan mengembangkan seni tari tradisionaldiIndonesia. 105Seni Budaya Mengenal Tokoh Setiap daerah di Indonesia melahirkan tokoh­tokoh seni tari tradisional. Tokoh­tokoh ini mendedikasikan hidupnya untuk pertumbuhan dan perkembangan tari tradisi. Di antara mereka ada yang hanya menjadi penari tetapi ada juga yang sekaligus menjadi penari dan pencipta tari. Mereka men­ cipta dan menari menjadi napas kehidupannya tanpa meng­ harapkan imbalan materi. Ada beberapa penari dan pencipta tari tradisional yang hidup serba pas­pasan tetapi tidak pernah mengeluh. Mereka terus berkarya dan menari menjaga warisan tradisi leluhur. Retno Maruti merupakan salah satu pencipta dan penata tari sekaligus penari. Ia mengembangkan tari Jawa terutama untuk gaya Surakarta. Karya­karyanya ban­ yak dikagumi dan diminati oleh banyak pihak. Ciri khas pada karya Retno Maruti adalah memadukan bentuk Bedayan dan Langendriyan. Penari yang menyanyi sam­ bil menari. Karya­karya Retno Maruti banyak mengambil cer­ ita epos Ramayana seperti “Alap­alap Sukesi”, “Dewabrata”, “Abimanyu Gugur”. Ide cerita juga diambil dari babad tanah Jawa seperti “Ki Ageng Mangir” dan juga cerita tentang kepahl­ awanan “Untung Suropati.” Retno Maruti membuat inovasi baru terhadap seni tradisional disesuaikan dengan kondisi terkini seh­ ingga tetap relevan untuk ditonton sebagai seni pertunjukan. Trisna Bulan Jelantik merupakan salah satu tokoh dari sekian banyak tokoh penari dan penata tari tradisional Bali. Bulan Jelantik mengembangkan seni tradisi tari Bali. Bersama dengan Retno Maruti membuat dramatari “Calona­ rang” yang memadukan konsep dua budaya berbeda Bali dan Jawa dalam bentuk Bedayan dan Langendriyan. Trisna Bulan Jelantik adalah penari yang menyanyi dan menari dalam dua budaya Jawa dan Bali dalam iringan musik yang sama. Rasinah merupakan salah satu maestro tari Topeng Cirebonan. Sepanjang hidup­ nya didedikasikan pada per­ kembangan dan pertumbu­ han seni tradisional Topeng Cirebon terutama untuk Bab 6 - Buku Siswa Semester 1
  • 103. 99Seni Budaya Buku Guru Tugas selanjutnya merupakan lanjutan dari pembelajaran sebelumnya yaitu meragakan gerak tari tradisional. Pada tugas ini siswa diminta untuk mengelompokan tokoh tari tradisional dan hasil karya seninya. Dapat melampirkan foto-foto dari hasil karya yang telah diciptakan oleh seniman tersebut Tokoh tari Hasil karya Bab 6 - Buku Siswa Semester 1 106 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII gaya Indramayuan. Iravati Durban juga salah satu tokoh yang senantiasa mengembangkan tari tradisional Sunda. Huriah Adam merupa­ kan salah satu tokoh seni tradisional tari Minang. Dia menggali semua potensi ragam gerak Randai ke dalam bentuk tarian baik dilakukan secara berkelompok maupun perseorangan atau pasangan. Ragam gerak pencak silat merupa­ kan materi pada tari tradisional Minang. HurianAdam juga men­ ciptakan tari Payung yang melihat bahwa budaya Minang juga memiliki persinggungan dengan budaya Melayu. Huriah Adam berhenti dalam berkarya ketika pesawat yang ditumpangi dari Jakarta menuju Padang hilang tak berjejak hingga sampai saat sekarang ini. (Sumber gambar: Internet) 1. Di daerah kalian tentu ada tokoh baik sebagai penari, pen­ cipta tari, atau sekaligus penari dan pencipta tari, 2. Tuliskan dalam bentuk narasi tokoh tersebut beserta karya yang diciptakannya pada kolom di berikut ini! 3. Jika ada foto­foto karya tari dapat disertakan sebagai ilustrasi pada narasi. Nama Tokoh Hasil Karya
  • 104. 100 SMP/MTs Kelas VIII Interaksi dengan Orangtua Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra putrinya. 109Seni Budaya 1. Penilaian Pribadi Nama : …………………………………………. Kelas : ………………………………………….. Semester : …………………..……………………… Waktu penilaian : ………………………………..………… No. Pernyataan 1 Saya berusaha belajar tari tradisonal di daerah saya dengan sungguh­sungguh o Ya o Tidak 2 Saya berusaha belajar tari tradisional daerah lain dengan sungguh-sungguh o Ya o Tidak 4 Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu o Ya o Tidak 4 Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran merangkai gerak tari tradisional o Ya o Tidak 5 Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran merangkai gerak tari tradisional o Ya o Tidak 6 Saya menyerahkan tugas tepat waktu o Ya o Tidak Bab 6 - Buku Siswa Semester 1
  • 105. 101Seni Budaya Buku Guru Evaluasi dan Penilaian pembelajaran Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topic dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa test dan non-test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Non-test dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang diajarkan. 107Seni Budaya Kalian telah meragakan gerak tari tradisional yang bersumber pada gerak tari Betawi. Sekarang kerjaan soal-soal di bawah ini! 1. Pengertian a. Tulislah tiga alasan mengapa tata cahaya memiliki peran penting pada pertunjukan tari? _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ b. Tulislah tiga alasan mengapa tata iringan memiliki peran penting pada pertunjukan tari? _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ c. Apa fungsi musik iringan dalam tari ? _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________ 2. Keterampilan Meragakan tari tradisi (contoh tari diatas/tari daerah setempat) sesuai dengan iringan ! C. Uji Kompetensi Bab 6 - Buku Siswa Semester 1
  • 106. 102 SMP/MTs Kelas VIII Pengayaan Pengayaan meragakan gerak tari tradisional Gerak merupakan aktivitas yang dilakukan oleh manusia sepanjang hidupnya. Hampir setiap waktu di dalam tubuh melakukan gerak, pada saat manusia berdiam diri sekalipun. Detak jantung yang ritmis merupakan salah satu bukti bahwa manusia senantiasa bergerak. Dengan demikian gerak merupakan kebutuhan paling elementer pada kehidupan manusia, bahkan untuk seorang penyandang cacat tubuh sekalipun. Sal Murgiyanto menyatakan bahwa gerak manusia berdasarkan fungsinya dapat dibedakan menjadi tiga. Ketiga fungsi gerak itu antara lain; (1) bekerja adalah gerak yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, dimana naluri emosional jauh-jauh ditinggalkan;(2) bermain adalah gerak yang dilakukan untuk kepentingan sipelaku dalam mana dipraktikkan keterampilan-keterampilan gerak yang di dalam kehidupan sehari-hari sering dipandang tidak berfaedah, di dalam bermain jika kegiatan melibatkan orang lain, maka peranannya adalah untuk menguatkan kesenangan dari pelakunya; (3) berkesenian adalah gerakan yang dilakukan untuk mengungkapkan pengalaman batin dan perasaan seseorang, dengan harapan untuk mendapatkan tanggapan orang lain. Dengan demikian gerak yang dilakukan oleh manusia mempunyai tujuan dan fungsi yang berbeda-beda. Perbedaan ini menjadikan gerak dalam setiap aktivitas mempunyai makna yang berbeda pula. Artinya, walaupun sama-sama melakukan gerak berjalan, akan mempunyai makna berbeda jika berjalan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dengan berjalan ketika dalam menari. Gerak dalam realitas dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Yulianti Parani setidaknya membagi gerak menjadi 10 dalam pola pengambangannya. Kesepuluh pola pengembangan gerak itu antara lain; (1) gerak sebagai akibat kesadaran dari tubuh atau anggota tubuh. Artinya, gerak yang dilakukan secara sadar karena akan kebutuhan untuk melakukan gerak itu sendiri dengan harapan meningkatkan keluwesan penggunaannya; (2) gerak sebagai akibat kesadaran waktu dan kekuatan atau daya. Gerak-gerak yang dilakukan akan mempunyai perbedaan antara satu gerak dengan gerak lainnya. Ini disebabkan setiap gerak yang dilakukan akan berkaitan erat dengan waktu dan kekuatan; (3) gerak sebagai akibat kesadaran ruang. Ini berarti gerak yang dilakukan membentuk dan sekaligus mengisi ruang yang tersedia; (4) gerak sebagai akibat kesadaran pengaliran berat badan dalam ruang dan waktu. Artinya,
  • 107. 103Seni Budaya Buku Guru gerak yang dilakukan akan berkaitan erat dengan keseimbangan berat badan yang diinginkan, apakah gerak itu mengalir, berkesinambungan dalam bingkai ruang dan waktu; (5) gerak sebagai akibat kesadaran kelompok dan formasi berkelompok berdua, bertiga dan seterusnya. Ini berarti gerak yang dilakukan secara berkelompok memerlukan kesadaran dari setiap individu untuk mampu bekerja sama dengan baik dan benar; (6) gerak sebagai akibat penggunaan daya kekuatan yang bersumber pada lengan dan tangan. Artinya, lengan dan tangan merupakan titik pusat untuk melakukan gerak; (7) gerak sebagai akibat irama (ritme) yang bersifat fungsional. Artinya, gerak-gerak yang dilakukan keseharian diberi irama atau ritme sehingga gerak tersebut tidak lagi merupakan gerak fungsional semata; (8) gerak sebagai akibat bentuk-bentuk tertentu di dalam tubuh; (9) gerak sebagai akibat rasa ringan, sehingga ingin lepas dari lantai; dan (10) gerak yang dituntut oleh kualitas ekspresif. Ini berarti gerak yang dilakukan tidak hanya menunjuk pada gerak fungsional semata dalam bingkai ruang, waktu dan tenaga, tetapi juga gerak tersebut menunjukkan pada ekspresi yang hendak disampaikan kepada orang lain. Gerak di dalam tari merupakan hasil dari pola pengembangan. Pola ini disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan dalam penyusunan tari. Dengan demikian pada hakikatnya semua orang mampu mengembangkan pola gerak sesuai dengan tingkat usia. Semakin dewasa seseorang, maka akan semakin kompleks tingkat pengembangan pola geraknya. Sebaliknya, semakin usia anak-anak, maka gerak yang dikembangkan pun sesuai dengan kemampuannya, atau lebih mudah dan tidak rumit. Pola pengembangan gerak pun dilakukan dengan materi dasar gerak keseharian, seperti melompat, berlari atau berjalan. H. Doubler menyatakan bahwa gerak-gerak yang dilakukan seperti melompat dan berlari dengan berbagai reaksi terhadap angin dan menempatkannya sesuai akan prinsip komposisi artistic, kita sudah melakukan kegiatan kesenian. Ini berarti setiap gerak yang dilakukan dalam tari pada prinsipnya harus memenuhi kaidah prinsip komposisi tari. Dengan demikian, bentuk apapun gerak yang dilakukan jika telah memenuhi kaidah komposisi tari maka dapat disebut dengan gerak tari.
  • 108. 104 SMP/MTs Kelas VIII Informasi untuk Guru Alur pembelajaran memberikan gambaran kepada siswa tentang materi apa saja yang akan dipelajari dalam satu semester. Guru akan memberikan gambaran pula tentang kegiatan menarik apa yang akan dilakukan pada sepanjang semester untuk memberikan motivasi dan semangat siswa dalam mengikuti pelajaran. Diberikan pula penjelasan tentang apa tujuan dari pembelajaran ini. Sampaikan dengan semenarik mungkin, sehingga siswa dengan bersemangat akan bersama-sama untuk berusaha mencapai tujuan tersebut. SMP/MTs Kelas VIII Semeter 254 Merangkai Gerak Tari Kreasi Alur Pembelajaran Setelah mempelajari Bab 5, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni tari, yaitu: 1. Menjelaskan pola lantai pada tari kreasi 2. Mengidentifikasi properti tari kreasi 3. Mengidentifikasi iringan tari kreasi 4. menjelaskan hubungan tari krasi dengan kehidupan sosial budaya setempat 5. menunjukkan sikap saling menghormati sesama teman dalam berlatih tari kreasi 6. menunjukkan sikap disiplin dalam berlatih tari kreasi 7. menunjukkan sikap peduli sesama teman dalam berlatih tari kreasi 8. merangkai ragam gerak dasar tari kreasi berdasarkan pola lantai dan iringan BAB 5 Bab 5 - Buku Siswa Semester 2
  • 109. 105Seni Budaya Buku Guru Konsep Umum Peta materi menggambarkan urutan dan hubungan antara materi yang akan dipelajari. Pada bagian pertama siswa akan diperkenalkan dengan gerak tari kreasi. Siswa akan mempelajari mengenai tari kreasi, tari kreasi merupakan tarian yang telah mengalami pengembangan tetapi tidak lepas dari bentuk aslinya dan masih berbentuk tari tradisional. selanjutnya materi properti tari kreasi yang merupakan unsur pendukung dari pertunjukan karya seni tari, properti merupakan alat yang diunakan oleh penari pada saat menari. siswa dapat menjelaskan fungsi dari properi dan menyebutkan properti yang dapat digunakan untuk menari. Selanjutnya siswa mempelajari mengenai iringan tari, siswa dapat membandingkan iringan tari daerah yang satu dengan yang lainnya. Iringan tari merupakan unsur pendukung dari karya seni tari yang dapat menjadi identitas dari daerah tersebut. Siswa dapat menjelaskan fungsi dari iringan dan dapat menyebutkan jenis iringan tradisional sesuai dengan asal daerahnya. Iringan/ musik pengiring dapat dijadikan sebagai ilustrasi dalam merangkai gerak tari kreasi. Pada bagian akhir pembelajaran siswa akan berlatih merangkai gerak tari kreasi, siswa diberikanwawasandalam merangkai gerak tari kreasi dengan mengikuti intruksi yang ada pada buku siswa. Mengawali Bab 5 pada Buku Teks Siswa semester 2 merangkai gerak tari kreasi, guru me­nampilkan video atau gambar-gambar karya seni tari di Indonesia. Dalam hal ini siswa memiliki sikap kreatif, saling menghargai dan menghormati karya seni tari. Bab 5 - Buku Siswa Semester 2 Seni BudayaKurikulum 2013 55 Pertumbuhan dan perkembangan tari kreasi baru di Indonesia sangat mengembirakan. Setiap tahun diadakan festival baik tingkat nasional maupun propinsi. Lahirnya karya-karya tari baru ini menambah daftar tarian yang bersumber pada gerak tari tradisi. Tari kreasi baru merupakan salah satu contoh dari upaya untuk mengembangkan tari yang berkembang di daerah. Perhatikan dan amati beberapa gambar ragam gerak tari tradisi di bawah ini! 3 5 4 6 Sumber gambar: Kemdikbud, 2014 1 2
  • 110. 106 SMP/MTs Kelas VIII No. Gambar Nama Tarian Properti yang Digunakan Asal Daerah Proses Pembelajaran Guru mendorong siswa agar dapat menggali informasi yang berkaitan dengan keberagaman gerak tari tradisional yang berkembang diwilayah setempat. Guru dapat mengajak siswa untuk melakukan kegiatan berikut : a) Melakukan pengamatan dengan cara membaca dan menyimak dari kajian literatur/media tentang pengetahuan tari kreasi,gerak tari kreasi, properti tari, tata rias tari tradisi, dan iringan tari kreasi agar terbangun rasa ingin tahu. b) Mengamati gambar tari kreasi berdasarkan buku teks dan sumber bacaan/ media dengan cermat dan teliti serta penuh rasa ingin tahu. Setelah itu guru dapat membuka diskusi dalam kelas agar siswa dapat saling belajar dari teman-teman sekelasnya. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa mendapatkan wawasan mengenai gerak tari kreasi. Tugas selanjutnya merupakan lanjutan dari pembelajaran sebelumnya yaitu gerak tari kreasi. Pada tugas ini siswa diminta untuk mengelompokan nama tarian, properti yang digunakan dan asal daerahnya. SMP/MTs Kelas VIII Semeter 256 No.Gambar Nama Tarian Properti Yang Digunakan Asal Daerah 1 2 3 4 5 6 Kegiatan Mengamati 1. Setelah mengamati beberapa gambar di atas, isilah kolom di bawah ini 2. Untuk mengisi kolom dapat dilakukan dengan berdiskusi sesama teman Bab 5 - Buku Siswa Semester 2
  • 111. 107Seni Budaya Buku Guru Pada pembelajaran materi pertama siswa akan diperkenalkan tentang gerak tari kreasi. Gerak tari kreasi, tari kreasi merupakan cara dalam menjaga, melestarikan dan mengembangkan karya seni tari tradisional agar tidak punah dan hanya meninggalkan namanya saja. Tari kreasi yang telah ada seiring dengan perkembangan zaman menambah daftar tari kreasi dan khasanah kebudayaan Indonesia. Dijelaskan pula bahwa keterampilan dalam melakukan ragam gerak tari kreasi sikap menghargai dan menanggapi keberagamnan karya seni tari akan dapat bermanfaat bagi siswa dalam menjaga, melestarikan dan mengembangkan seni tari kreasi sebagai hasil karya cipta manusia. Ajaksiswauntukmensyukurikeunikandankeberagamankaryasenikreasi yang merupakan hasil harya cipta manusia dalam hal ini peran seniman sangat penting dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia. Ajaksiswauntukmengenalijenis-jenisarikreasidenganmendengarkan paparan guru dan membaca buku teks. Ajak pula siswa untuk mengenali tokoh atau seniman seni tari serta hasil karya yang telah diciptakannya. Mengingatkan kembali me­ngenai proses pen­cipta­­­an karya seni tari. Pada buku teks terdapat foto untuk memberikan gambaran tentang tari kreasi, namun akan lebih baik bila siswa dapat melihat langsung atau dengan melihat video pertunjukan karya seni tari kreasi. Persilahkan siswa untuk mencari infor­ masi tentang tari kreasi yang berada di wilayah sekitar? Siapakah seni­ man atau tokoh tari selain yang telah di­ sebut­kan di dalam buku siswa? Apa saja karya seni yang telah diciptakannya, di­ lengkapi dengan foto? Mengapa karya seni tari tradisi harus tetap di pertahankan ? Bab 5 - Buku Siswa Semester 2 Seni BudayaKurikulum 2013 57 Setelah kamu berdiskusi berdasarkan hasil mengamati keunikan ragam gerak tari kreasi beserta unsur pendukungnya, kamu dapat memperkaya dengan mencari materi dari sumber belajar lainnya. A. Merangkai Gerak Tari Kreasi Bagong Kussudiardjo merupakan salah satu tokoh tari kreasi di Indonesia. Namanya tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain. Ratusan karya tari kreasi telah diciptakan. Bagong Kussudiardjo men- ciptakan gerak tari kreasi bersumber dari gerak tari tradisi. Tari-tarian yang diciptakan tidak hanya bersumber dari gerak tari tradisi Jawa tetapi juga Sumatera, Kali- mantan, Sulawesi, Papua dan juga daerah lain di Indonesia. Selain nama Bagong Kussudiardjo tentu setiap daerah memiliki nama-nama lain yang menciptakan tari kreasi. Pada pencipta tari merupakan orang-orang yang memiliki kreativitas tinggi dalam bidang seni. Kreativitas gerak setiap pencipta tari tentu berbeda dan menjadi ciri khas tarian tersebut. Setiap orang dapat menciptakan tari kreasi sesuai dengan kemampuannya. Kalian pun dapat menciptakan tari kreasi. Tentu kalian masih ingat pada saat kelas tujuh melakukan improvisasi dan eksplorasi gerak. Kedua aktivitas ini merupakan sarana dalam mencipta tari. Mengembangkan gerak tari kreasi tdak memiliki perbedaan jauh dengan tari tradisional. Di dalam pengembangkan gerak tari kreasi juga harus diikuti pola lantai, properti tari dan iringan tari. Namun hal yang penting dalam mengembangkan tari kreasi untuk da- pat dirangkai menjadi suatu tarian adalah gerak. Pada perkembangannya ada tari kreasi yang diciptakan dengan gaya komikus tetapi tetap berpijak pada tari gaya tradisional. Gaya komunikus ini menekankan pada teatrikal dalam menari. Pada saat tertentu melakukan gerakan rampak tetapi pada saat tertentu melakukan gerak masing- masing hampir mirip gerak improvisasi. Pada gaya ini tari ditampilkan lebih jenaka atau lucu tetapi tidak lepas dari tradisi. Pada penampilan tari selain dilakukan dengan gaya kreasi komikus sering juga dilakukan secara kolaboratif. Pada gaya ini biasanya dilakukan oleh beberapa kelom- pok penari yang menari sesuai dengan gaya kreasi daerah tertentu tetapi kemudian mereka menari bersama-sama gaya kreasi dari daerah lain dalam irama musik yang sama. Jadi merangkai gerak tari gaya kreasi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 5.2 Ragam gerak tari yang bersumber pada gaya tradisional. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 5.3 Ragam gerak tari yang bersumberpada gaya tradisional Betawi dengan mengusung alirankomikus. (Sumbergambar:Kemdikbud,2014) Gambar5.4Ragam gerak tari yang bersumber pada gaya tradisional Gaya Yogyakartadenganmengusung aliran komikus bertema tentang anak berkebutuhan khusus yang ingin menjadi polisi. (Sumbergambar:kemdikbud,2014) Gambar 5.1 Ragam gerak tari yang bersumber pada gaya tradisionalSunda.
  • 112. 108 SMP/MTs Kelas VIII Bab 5 - Buku Siswa Semester 2 SMP/MTs Kelas VIII Semeter 258 B. Properti Tari Gaya Kreasi Properti pada tari memiliki peran penting. Properti dapat berfungsi sebagai simbol tari. Properti payung misalnya, pada tari daerah tertentu merupakan simbol sebagai perlindungan atau pengayoman laki- laki pada perempuan. Properti payung juga dapat bermakna kelembutan karena sering digunakan oleh perempuan. Properti tari dapat juga berupa senjata seperti keris, tombak, tameng, bahkan pistol. Tari Serimpi Pandelori dari keraton Mangkunegaran Surakarta menggunakan pistol sebagai properti tari. Properti tari juga dapat berupa selendang, kipas, bakul, sapu tangan, bulu-bulu burung atau properti lain sesuai dengan tema dan judul tari. Ada properti tari yang sekaligus dapat dijadikan sebagai alat pengiring tariannya. Tari tifa menggunakan tifa sebagai musik iringan tari sekaligus sebagai properti. Tarian ini dapat kita jumpai di daerah Nusa Tenggara dan juga Papua. (Sumbergambar:Kemdikbud,2014) Gambar 5.8 Properti dengan menggunakan tamengpadapenaripriadanwanitadengan menggunakanselendang. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 5.9 Properti payung kertas dapat dijumpai pada tari Payung dari Minang dan juga tari dari daerah lain. (Sumbergambar:Kemdikbud,2014) Gambar5.6Ragamgeraktariyangbersumber padagayatradisional dengan menggunakan musik iringandangerakkecak. (Sumbergambar:Kemdikbud,2014) Gambar5.7 Replikakeretakencanayangditun- gangiolehKresnadanArjunapadasaatperang Baratayudhasebagaipropertidiataspanggung. (Sumbergambar:Kemdikbud,2014)Gambar5.5 Ragamgeraktariyangbersumberpadagaya tradisionalcampurandenganmenggunakansatu musikiringan. Pada semester 1 telah dijelaskan mengenai properti tari. properti tari dapat berfungsi sebagai simbol tari, senjata pada tari perang dan dapat dijadikan sebagai alat musik pengiring tarian. Properti tari memiliki peran penting sebagai unsur pendukung dari pertunjukan tari tersebut. Guru memberikan tugas pembuatan property tari, yang kemudian hasilnya dijadikan bahan diskusi dan pembelajaran bersama di kelas. Melalui tugas tersebut, siswa diarahkan agar dapat membuat tproperti tari yang efektif dan esisien untuk tari kreasi dan mengidentikasi properti sesuai dengan fungsinya, untuk melatih rasa ingintahu, ketelitian, dan rasa syukur terhadap anugerah kepandaian dari Tuhan. Selanjutnya guru dapat membimbing kegiatan pengamatan dan pengumpulan data, serta dokumentasi jenis dan macam properti tari disesuaikan dengan fungsi dari tarian tersebut. Proses pengamatan dapat silakukan dengan pengisian tabel berikut ini. No Jenis properti Fungsi properti
  • 113. 109Seni Budaya Buku Guru Bab 5 - Buku Siswa Semester 2 Iringan memiliki fungsi utama yaitu sebagai pengiring tari. iringan tari bisa dari instrument yang digunakan atau bersumber dari penari itu sendiri dengan menggunakan tubuh atau properti yang digunakan sebagai musik. Musik dapat juga berfungsi sebagi pengatur tempo dalam tarian. Musik dapat berfungsi juga sebagai ilustrasi, pemberi suasana, penekanan pada gerak tertentu dan sebagainya. Ajak siswa untuk mengenali jenis-iringan tari atau musik pengiring tari tradisional dengan mendengarkan paparan guru dan membaca buku teks. Ajak pula siswa untuk mengenali fungsi iringan tari.Ajak siswa untuk sama-sama mendengarkan iringan tari tradisional dari berbagai daerah. Berikan siswa kebebasan untuk mengekspresikan ide dan kreatifitas dalam merancang musik pengiring tari kreasi. Siswa memiliki sikap disiplin, bertanggung jawab, toleransi, menghargai, dan daling bekerja sama Seni BudayaKurikulum 2013 59 C. Iringan Tari Gaya Kreasi Tari gaya tradisional selain dicirikan melalui keunikan gerak dapat juga dicirikan iringannya. Setiap tari memiliki keunikan dan kekhasan dalam iringan. Setiap tari berbeda-beda iringan yang di- gunakan sesuai dengan tema dan judul tari. Iringan dengan musik instrumen tradisional sering digunakan pada tari. Musik Sampek sering untuk mengiringi tari yang berkembang di daerah Kalimantan, seperangkat gamelan sering untuk mengiringi tari Jawa, Bali, Sunda. Musik Gondang untuk mengiringi tari Batak terutama Tor-tor. Musik Talempong untuk mengiringi tari daerah Minang. Musik gambus sering untuk mengiringi tari Melayu dan masih banyak lagi musik perkusi untuk mengiringi tari gaya tradisional. Di dalam penciptaan karya tari memiliki prinsip ada kesesuaian antara gerak tari tradisional yang dikembangkan dengan iringan yang digunakan. Jika gerak yang dikembangkan mengacu pada tari daerah Sulawesi maka iringan yang digunakan juga instrumen iringan tari dari daerah tersebut. Iringan tari dapat juga menggunakan lagu-lagu dari kaset yang banyak beredar di pasaran. Pilihlah lagu atau musik instrumen yang sesuai dengan tema dan judul tari yang akan dikembangkan. Kalian juga dapat membuat iringan tari sederhana dengan menggunakan alat-alat musik perkusi yang tersedia seperti galon air, botol yang diberi air, botol yang diberi isi pasir, tamborin, rebana, dan alat perkusi lainnya. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 5.11 Seperangkat peralatan karawitan yang sering digunakan untuk mengiringi tarian. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar5.12SeorangpemetikSampekyangbiasa untukmengiringitariandaerahKalimantan. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 5.10 Seorang penyanyi pada karawitan Jawa atau sering disebut Sinden sedang mengiringi sebuah pertunjukan tari. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 5.14 Salah seorang pengiring sedang memainkan alat musik arkodion yangmerupakan salah satu keunikan iringan tari Melayu. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 5.13 Karawitan Sunda dan seorang sinden sedang mengiringi pertunjukan tari.
  • 114. 110 SMP/MTs Kelas VIII Bab 5 - Buku Siswa Semester 2 Setelah siswa memahami mengenai tari kreasi, properti tari kreasi dan iringan tari kreasi. Siswa diminta untuk mempraktekkan gerak tari yang terdapat pada buku siswa. Siswa berlatih merangkai gerak tari gaya kreas dengan menggunakan hitungan. Guru dapat melakukan proses pembelajaran sebagai berikut: 1. Siswa membentuk suatu kelompok. 2. Masing-masing siswa mempelajari gerak tari. 3. Masing-masing siswa mengekspresikan ide dan kreatifitasnya untuk merangkai gerak tari. 4. Guru memberikan dorongan terhadap siswa yang pasif agar bersikap lebih aktif dan kreatif. 5. Guru membimbing siswa dalam proses merangkai gerak tari dengan menggunakan hitungan dan iringan. Masing-masing kelompok untuk berlatih lagi dengan menggunakan hitungan dan properti yang digunakan. SMP/MTs Kelas VIII Semeter 260 D. Berlatih Merangkai Gerak Tari Gaya Kreasi dengan Hitungan 1. Lakukan gerakan seperti pada gambar di bawah ini dengan hitungan 2. Jika kalian telah mampu melakukan dengan hitungan dapat dicoba dengan musik iringan 3. Contoh latihan dalam buku siswa ini gerak yang bersumber pada tari giring- giring 4. Jika diantara kalian ada yang sudah pandai menari tari gaya tradisional dapat mengajari teman yang belum dapat menari. 1. Hitungan satu-dua kedua tangan memukul tongkat ke kecil ke samping kanan kaki melangkah atau berjalan. 2. Hitungan tiga-empat kedua tangan memukul tongkat kecil ke samping kiri kaki melangkah atau berjalan. 3. Hitungan lima-enam gerakan sama dengan hitungan satu-dua. 4. Hitungan tujuh-delapan gerakan sama dengan hitungan tiga-empat. 5. Lakukan 4 x 8 hitungan . (Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 5.15 Susunan bedug selain sebagai properti tari tapi sekaligus sebagai salah satu iringan tari yang diusung di atas pentas. 1. Gerakan berjalan sambil memukul tongkat kecil Gerak berjalan sambil memukul tongkat kecil
  • 115. 111Seni Budaya Buku Guru Bab 5 - Buku Siswa Semester 2 Melanjutkan materi sebelumnya setelah siswa melakukan dan merangkai gerak tari. cobalah untuk menyanyikan lagu Paris Berantai dari Kalimantan. Guru dapat pula melakukan proses pembelajaran sebagai berikut: 1. Guru membimbing siswa dalam meyanyikan lagu Paris Berantai dengan benar dan tepat. 2. Guru meminta masing-masing kelompok untuk berlatih mandiri. Guru mengamati dari masing-masing kelompok 3. Guru meminta siswa untuk melakukan gerak sambil bernyanyi. 4. Siswa melakukan gerak tari dengan iringan musik dan lagu. 5. Siswa dimnta untuk lebih berekspresi dalam melakukan gerak tari 6. Siswa menyajikan gerak tari kreasi dengan menggunakan properti, pola lantai dan iringan tari. 7. Siswa yang lain untuk memberikan penilaian dan masukan yang bersifat membangun SMP/MTs Kelas VIII Semeter 262 a) Setelah kalian berlatih dengan hitungan cobalah melakukan gerak sambil bernyanyi lagu di bawah ini! b) Setelah kalian berlatih dengan hitungan cobalah melakukan gerak sambil bernyanyi lagu di bawah ini! c) Untuk satu bait lagu untuk satu ragam gerak untuk satu bait lagu untuk satu ragam gerak Paris Berantai
  • 116. 112 SMP/MTs Kelas VIII Interaksi dengan Orangtua Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra putrinya. SMP/MTs Kelas VIII Semeter 266 No. Pernyataan 1 Saya berusaha belajar tari kreasi tradisonal di daerah saya dengan sungguh-sungguh o Ya o Tidak 2 Saya berusaha belajar tari kreasi tradisional daerah lain dengan sungguh-sungguh o Ya o Tidak 3 Saya mengikuti pembelajaran tari kreasi tradisional dengan tanggung jawab o Ya o Tidak 4 Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu o Ya o Tidak 5 Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran merangkai gerak tari kreasi tradisional o Ya o Tidak 1. Penilaian Pribadi Nama : …………………………………………. Kelas : ………………………………………….. Semester : …………………..……………………… Waktu penilaian : ………………………………..………… G. Refleksi Keragaman gerak tari tradisional dapat dijadikan se- bagai sumber eksplorasi dan improvisasi dalam meran- cang tari kreasi. Melalui eksplorasi gerak dan improvisasi kemungkinan gerak yang bersumber dari gerak tari tradisi dapat dikembangkan menjadi gerak baru atau memodifikasi gerak yang sudah ada. Isilah kolom di bawah ini sebagai sa- rana untuk menilai diri sendiri dan juga teman di kelas sete- lah mengikuti pembelajaran merangkai gerak tari kreasi. Bab 5 - Buku Siswa Semester 2
  • 117. 113Seni Budaya Buku Guru Evaluasi dan Penilaian pembelajaran Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topic dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa test dan non-test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Non- test dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang diajarkan. Seni BudayaKurikulum 2013 63 E. Uji Kompetensi 1. Pengetahuan a) Isilah kolom dibawah ini b) Untuk mengisi kolom, carilah dari berbagai sumber media Mata Pelajaran : Seni Budaya Materi Pokok : Merangkai Gerak Tari Kreasi Nama Siswa : Nomor Induk Siswa : Tugas ke : No. Nama Penata Tari Karya Tari Daerah Asal Sumber Informasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Bab 5 - Buku Siswa Semester 2
  • 118. 114 SMP/MTs Kelas VIII Informasi untuk Guru Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik materi pembelajaran yang akan diberikan sesuai dengan bab 6 semester 2 tentang meragakan gerak tari kreasi. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan kepada peserta didik bahan dan media yang dibutuhkan pada pembelajaran bab ini sehingga dapat dipersiapkan secara baik dan benar. SMP/MTs Kelas VIII Semeter 268 Meragakan Gerak Tari Kreasi Alur Pembelajaran Setelah mempelajari Bab 6 peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni tari, yaitu: 1. Mengidentifikasikan jenis penyajian tari kreasi 2. Mengidentifikasikan unsur pendukung tari kreasi 3. Membandingkan jenis penyajian tari kreasi satu daerah dengan daerah lain 4. Menunjukkan sikap bertanggung pada saat latihan penyajian tari kreasi 5. Menunjukkan sikap peduli pada saat latihan penyajian tari kreasi 6. Menampilkan gerak dasar tari tradisional sesuai dengan unsur pendukung yang digunakan 7. Menampilkan gerak dasar tari tradisional sesuai dengan iringan yang digunakan 8. Mengkomunikasikan baik secara lisan maupun tulisan penyajian tari kreasi BAB 6 Bab 6 - Buku Siswa Semester 2
  • 119. 115Seni Budaya Buku Guru Proses pembelajaran Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi. Guru dapat pula menjelaskan kepada peserta didik tentang jenis- jenis penyajian tari kreasi. Pada proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu; a) Peserta didik melakukan pengamatan melalui berbagai media dan sumber pembelajaran seperti gambar, tayangan video tentang penyajian ragam gerak tari kreasi. b) Peserta didik melakukan latihan gerak tari kreasi. Pada proses ini peserta didik dapat mengembangkan ragam gerak yang ada di buku siswa. c) Peserta didik setelah selesai melakukan latihan dapat mengkomunikasikan baik secara lisan maupun tulisan. Secara lisan siswa dapat maju di depan kelas dan menjelaskan makna dan simbol tarian yang dilakukan. Namun jika waktu tidak memungkinkan dapat melalui tulisan atau penampilan tari kreasi. Bab 6 - Buku Siswa Semester 2 SMP/MTs Kelas VIII Semeter 270 71 A. Jenis Penyajian Tari Kreasi Kalian telah mempelajari cara merangkai gerak tari. Pertunjukan tari kreasi secara pe- nyajian dapat dibedakan menjadi tari tunggal, tari berpasangan, tari berkelompok, dramatari dan tari bertema.Tari tunggal adalah tarian yang memang dibawakan hanya oleh satu orang saja. Contoh tari kreasi tunggal misalnya tari Topeng Ronggeng dari Betawi. Tari berpasangan adalah tarian yang di- lakukan oleh dua orang baik laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, atau laki-laki dengan perempuan. Prinsip pada tari berpasangan antara lain; 1) adanya gerakan saling mengisi; 2) adanya gerakan saling interaksi; dan 3) merupakan kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan dalam penyajian. Contoh tari kreasi berpasangan yang dilakukan antara dua orang seperti tari Payung dari Sumatera Barat yang diciptakan oleh Huriah Adam. Tarian berkelompok adalah tarian yang dilakukan secara berkelompok baik dilakukan oleh laki-laki, perempuan atau campuran antara laki-laki dengan perempuan. Tarian berkelompok ini sering dijumpai pada panggung-panggung pertunjukan. Contoh tari berkelompok misalnya tari Cente Manis dari Betawi, Burung Enggang dari Kalimantan, Tifa dari Papau, Yosim Pancer dari Papau, dan tari Belibis dari Bali. Dramatari merupakan bentuk penyajian tari yang memiliki desain dramatik. Ada dua desain dramatik yaitu kerucut tunggal dan kerucut ganda. Desaian dramatik kerucut tunggal artinya dalam satu pertunjukan tari hanya ada titik klimaks kemudian me- nurun, tetapi pada desain kerucut ganda pada pertunjukan terdapat beberapa klimaks sebelum akhirnya turun. Contoh paling terke- nal adala cerita MatahAti yang bersumber pada gerak tari gaya Mangkunegaran. Dramatari ini merupakan bentuk kreasi yang bersumber pada tari tradisi Jawa Tengah. Pada peragaan (Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 6.1 Tari kreasi Betawi yang mendapatkan pengaruh dari China terutama pada tata rias dan busana. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 6.3 Tari perang pada Dramatari panji semirang dalam bentuk dramatari. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2014) Gambar 6.2 Tari kreasi Sunda.
  • 120. 116 SMP/MTs Kelas VIII Guru bersama-sama dengan peserta didik dapat melakukan latihan ragam gerak tari kreasi. Peserta didik dapat dibagi dalam beberapa ke­lom­ pok kecil sehingga memudahkan untuk membuat pola lantai. Pada latihan ini dapat mengembangkan ragam gerak yang ada di buku siswa dengan menggunakan hitungan. SMP/MTs Kelas VIII Semeter 274 1. Setelah kalian selesai berlatih bentuk kelompok 8 sampai 10 orang. 2. Lakukan eksplorasi dan improvisasi gerak dengan meng- gunakan rebana untuk mencari kemungkinan gerak baru. 3. Susunlah gerakan yang baru ditemukan dengan gerakan yang sudah ada. 4. Berlatih dalam kelompok. C. Berlatih Meragakan Gerak Tari Kreasi dengan Iringan Catatan:  Properti yang digunakan dapat diganti dengan rebana, tempurung, kipas, dan lagu iringan disesuaikan dengan gaya tari tradisional yang dikembangkan.  Nyanyikan lagu di bawah ini sambil melakukan gerak yang ada di latihan. a) Hitungan satu menepuk rebana ke samping kiri bawah badan mem- bungkuk. Hitungan dua menepuk rebana ke bawah badan lurus. c) Hitungan tiga menepuk rebana ke samping kanan bawah badan mem- bungkuk. d) Hitungan empat menepuk rebana ke samping kiri badan membungkuk. e) Lakukan 4 x 8 hitungan. 6. Gerakan dengan Membungkukkan Badan Gerak dengan membungkukkan badan 1) Setelah kalian melakukan gerak dengan hitungan lakukan gerak dengan iringan 2) Untuk setiap bait lagu digunakan untuk satu ragam gerak 3) Kalian dapat mencari kaset yang sesuai dengan lagu iringannya 4) Kalian juga dapat mengembangkan ragam gerak kreasi sesuai dengan ragam gerak tari kreasi daerah setempat Bab 6 - Buku Siswa Semester 2
  • 121. 117Seni Budaya Buku Guru Pada pembelajaran pembelajaran ini guru dapat membagi peserta didik dalam kelompok kecil. Guru dapat mengembangkan pola lantai yang digunakan pada masing-masing kelompok. Penggunaan iringan dengan kaset dapat membantu peserta didik dalam berlatih dan membuat komposisi tari dengan baik dan benar. Bab 6 - Buku Siswa Semester 2 Seni BudayaKurikulum 2013 75 1. Gerak Berjalan a) Hitungan satu-dua tangan kiri lurus ke depan dan tangan kanan lurus ke belakang jalan di tempat b) Hitungan tiga-empat tangan kanan lurus ke depan dan tangan kiri lurus ke belakang jalan di tempat c) Hitungan lima-enam gerakan sama dengan hitungan satu-dua dan hitungan tujuh-delapan sama dengan hitungan tiga-empat d) Lakukan sebanyak 2 x 8 hitungan Gerak berjalan 2. Gerak Diagonal a) Hitungan satu-dua tangan kanan di- angkat ke atas dan tangan kiri lurus ke bawah membentuk diagonal kaki kanan melangkah ke depan b) Hitungan tiga-empat tangan kiri lurus ke atas dan tangan kanan ke bawah membentuk diagonal dan kaki kiri me- langkah c) Hitungan lima-enam gerakan sama dengan hitungan satu-dua dan hitungan tujuh-delapan sama dengan hitungan tiga- empat d) Lakukan sebanyak 2 x 8 hitungan 3. Gerak Lurus a) Hitungan satu-dua tangan kanan dan kiri lurus ke depan jalan di tempat b) Hitungan tiga-empat tangan kiri lurus ke samping kiri dan tangan kanan lurus ke samping kanan c) Hitungan lima-enam gerakan sama dengan hitungan satu-dua dan hitungan tujuh-delapan sama dengan hitungan tiga-empat d) Lakukan sebanyak 2 x 8 hitungan Gerak lurus
  • 122. 118 SMP/MTs Kelas VIII Pengayaan Pembelajaran Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari. Di bawah ini merupakan pengayaan untuk guru tetapi dapat pula diberikan kepada siswa berdasarkan dari materi ini. Autard (1996: 32) menjelaskan arti bentuk (form) sehubungan penataan dengan komposisi tari, menurut Autard proses penataan atau pembentukan sebuah komposisi tari menghasilkan bentuk keseluruhan. Kata bentuk atau form digunakan pada bentuk seni manapun untuk menjelaskan sistem yang dilalui oleh setiap proses pekerjaan karya seni tersebut. Ide ataupun emosi yang dikomunikasikan sang penciptanya tercakup di dalam bentuk tersebut. Bentuk merupakan aspek yang secara estetis dievaluasi oleh penonton di mana penonton pada umumnya tidak melihat setiap elemen karya seni yang ditampilkan tetapi memperoleh kesan secara keseluruhan dari karya tersebut. John Martin menjelaskan bahwa bentuk dapat didefinisikan sebagai hasil dari penyatuan berbagai elemen tari, yang dipersatukan secara kolektif sebagai kekuatan estetis, yang tanpa proses penyatuan ini bentuk tersebut tidak akan terwujud. Keseluruhan atau kesatuan bentuk itu, menjadi lebih bermakna dari pada beberapa bagiannya yang terpisah. Proses menyatukan, untuk memperoleh bentuk itu, dinamakan komposisi. Susanne Langer dalam bukunya Feeling and Form (1953: 55-57) menjelaskan konsepsinya tentang bentuk, yang merupakan penyatuan dari elemen-elemen dalam sebuah bentuk atau komposisi seni. Dalam menjelaskan konsepsinya mengenai bentuk, Langer pertama-tama menguraikan konsepsi Prall, seorang ahli filsafat estetika, mengenai bentuk (form). Menurut Langer, pendekatan filsafat yang dilakukan oleh Prall terhadap seni, sangat tegas berorientasi kepada teknis, Prall memperlakukan setiap karya seni sebagai suatu struktur. Tujuannya adalah untuk memandu seseorang memahami bentuk yang berhubungan dengan pancaindera itu dengan cara yang logis. Bentuk berhubungan dengan gaya tari. Gaya (style) dalam hal ini gaya tari menurut Autard (1996: 73) dapat merupakan 1). Gaya
  • 123. 119Seni Budaya Buku Guru tari individu, misalnya gaya tari Bagong Kusudiardjo, 2). Gaya tari kelompok termasuk di dalamnya yang berdasarkan etnis, daerah dan lain- lain, contohnya gaya tari Minang, gaya tari Melayu, gaya tari Topeng Palimanan, 3). Gaya tari yang terkait pada suatu masa tertentu, misalnya gaya tari klasik, gaya tari modern. Tari Tinikling merupakan salah satu gaya tari yang berkembang di wilayah Philipina tetapi juga di wilayah Sulawesi Utara di Indonesia. Tarian ini dilakukan secara berkelompok dengan menggunakan empat buah bambu. Empat orang memegan ujung-ujung bambu dan memain- kannya, dan penari perempuan akan menari dengan meloncati bambu- bambu tersebut. Kecak merupakan salah satu gaya tari Bali dilakukan berkelompok yang sudah sangat terkenal hingga manca negara. Tarian ini bersumber pada cerita Rama dan Shinta. Tarian kecak ditarikan secara berkelompok oleh pria dan seorang wanita. Penari pria membuat lingkaran yang berlapis dan seorang penari wanita berada di tengahnya. Lingkaran ini merupakan simbol garis yang dibuat oleh Rama untuk Shinta sebelum meninggalkan pergi berburu. Kemudian Rahwana datang dan menculik shinta. Penari kecak pria melakukan gerakan dengan menjulurkan tangan ke atas mensimbolkan jilatan api yang membakar Shinta. Pertunjukan Kecak merupakan salah satu tarian yang banyak dipertunjukan untuk kepentingan pariwisata. Kecak tidak lagi merupakan pertunjukan yang magis tetapi telah berubah fungsi menjadi tari tontonan. Tari Belian merupakan salah satu gaya tari religius pada suku Dayak. Tari Belian pada masyarakat Dayak masih dilestarikan sebagai tari penyembuhan penyakit. Namun demikian pada perkembangannya tari Belian dijaidkan sebagai sumber penciptaan karya tari sebagai tari tontonan. Tari Belian mendapatkan nilai-nilai estetika sebagai mana tari pertunjukan lainnya. Serimpi merupakan salah satu tarian klasik yang tumbuh dan berkembangdikeraton.Tarianinipadaperkembangannyatelahmenjaditarian seni pertunjukan. Beberapa tari Serimpi sering dipertunjukan di luar tembok keraton untuk kepentingan yang sifatnya tontonan. Tari Serimpi dilakukan secara berkelompok ditarikan oleh 4 penari atau 7 penari. Setiap penari menggunakan tata rias dan tata busana yang sama. Tarian ini menceritakan ketangkasan dan keperkasaan perempuan dalam kelembutan. Tarian Serimpi yang dipertunjukan di keraton dengan menggunakan pola lantai garis lurus dan juga garis lengkung. Jadi pada tari Serimpi menggunakan gabungan pola lantai garis lurus dan garis lengkung.
  • 124. 120 SMP/MTs Kelas VIII Tari Yosim Pancer merupakan tarian yang cukup dikenal pada masyarakat Papua. Tarian ini sering dilakukan oleh kaum pria secara berkelompok. Gerakan lebih banyak tertumpu pada kaki dengan irama ritmis dan dinamis. Tata busana yang digunakan dengan menggunakan rumbai-rumbai dari akar pohon yang lembut dan dada dihias dengan ornamen melingkar. Tarian ini juga dikenal luas di luar negeri. Tari Yosim Pancer merupakan tarian pertunjukan yang dapat juga dilakukan secara berpasangan sebagai tari pergaulan. Interaksi dengan Orangtua Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media social lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra putrinya. Seni BudayaKurikulum 201384 85 No. Pernyataan 1 Saya berusaha belajar tari kreasi tradisonal di daerah saya dengan sungguh-sungguh o Ya o Tidak 2 Saya berusaha belajar tari kreasi tradisional daerah lain dengan sungguh-sungguh o Ya o Tidak 3 Saya mengikuti pembelajaran tari kreasi tradisional dengan tanggung jawab o Ya o Tidak 4 Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu o Ya o Tidak 5 Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran merangkai gerak tari kreasi tradisional o Ya o Tidak 1. Penilaian Pribadi Nama : …………………………………………. Kelas : ………………………………………….. Semester : …………………..……………………… Waktu penilaian : ………………………………..………… F. Refleksi Meragakan gerak tari kreasi baru dengan unsur pen- dukung memberi kesan dan makna mendalam karena pesan yang ingin disampaikan tidak hanya melalui gerak tetapi dapat melalui tata rias dan tata busana. Pengembangan pola lantai juga merupakan hal penting dalam pementasan tari. Setelah melaku- kan pembelajaran tentang gerak tari kreasi isilah kolom berikut sebagai penilaian terhadap diri sendiri dan juga teman di kelas. Bab 6 - Buku Siswa Semester 2
  • 125. 121Seni Budaya Buku Guru SMP/MTs Kelas VIII Semeter 282 No. Nama Tari Properti yang digunakan Asal Daerah 1 o Rebana o Selendang 2 o Rebana o Selendang 3 o Rebana o Selendang 4 o Rebana o Selendang 5 o Rebana o Selendang D. Uji Kompetensi 1. Pengetahuan a. Kalian telah melakukan praktek tari kreasi dengan menggunakan rebana dan selendang b. Sekarang isilah identitas kalian pada lembar kerja peserta didik sesuai dengan kolom yang telah disediakan c. Isilah kolom lembar kerja peserta didik sesuai dengan kolom yang tersedia d. Identifikasikan nama tarian yang menggunakan properti rebana dan selendang Mata Pelajaran : Seni Budaya Materi Pokok : Meragakan Gerak Tari Kreasi Nama Siswa : Nomor Induk Siswa : Tugas ke : Bab 6 - Buku Siswa Semester 2 Evaluasi dan Penilaian pembelajaran Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topik dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa test dan non-test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Non-test dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang diajarkan.
  • 126. 122 SMP/MTs Kelas VIII E. Seni Teater Informasi untuk Guru Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pem­belajar­an yang akan diberikan sesuai dengan bab 7 semester 1 tentang mengenal seni peran teater tradisional. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat meng­informasikan kepada peserta didik bahan dan media yang dibutuhkan sehingga dapat dipersiapkan secara baik dan benar. 112 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII 1. Mengidentifikasi keunikan dan jenis-jenis teater tradisional Indonesia 2. Mengidentifikasi karakter watak tokoh peran dalam pementasan teater tradisional Indonesia 3. Mengidentifikasi sumber cerita teater tradisional Indonesia 4. Membaca naskah teater tradisional Indonesia 5. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam berlatih teater tradisional 6. Menunjukkan sikap disiplin dalam berlatih teater tradisional 7. Melakukan latihan olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa dalam teater tradisional 8. Mengomunikasikan teater tradisional Indonesia Setelah mempelajari Bab 7, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni teater, yaitu: Mengenal Seni Peran Teater Tradisional Alur Pembelajaran BAB 7 Bab 7 - Buku Siswa Semester 1
  • 127. 123Seni Budaya Buku Guru Proses Pembelajaran Gurusetelahmenjelaskanalurpembelajarandantujuanyanghendakdi­capai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi pembelajaran. Guru dapat menjelaskan tentang karakteristik teater tradisional. Guru dapat menjelas­kan tentang olah tubuh, olah rasa dan olah suara. Pada proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu; a) Peserta didik dapat melakukan pengamatan tentang acting melalui membaca buku/literature, melihat pertunjukan atau melihat gambar orang yang sedang berakting dan berekspresi. Pada kegiatan ini guru dapat memberi motivasi sehingga timbul rasa keingintahuan tentang teater. b) Peserta didik setelah melakukan pengamatan dapat bereksplorasi dengan melakukan olah tubuh, olah rasa dan olah suara. Ketiga olah tersebut pada hakikatnya merupakan satu kesatuan utuh. Pada proses eksplorasi peserta didik dapat melakukan teknik menggambar seperti yang tertera pada buku siswa. c) Peserta didik dapat mengomunikasi olah tubuh, olah suara dan olah rasa baik secara perseorangan maupun kelompok. Bab 7 - Buku Siswa Semester 1 113Seni Budaya No. Gambar Jenis Pertunjukan Daerah Asal 1 2 3 4 Dalam seni Teater yang berkembang di Indonesia, dikenal pengelompokan jenis teater berdasarkan ciri­ciri, fungsi dan bentuk penampilannya. Secara garis besar pengelompokan teater dibagi menjadi dua istilah yaitu teater Modern dan teater tradisional. Teater modern Indonesia adalah jenis teater yang berkembang saat ini yang dipengaruhi dan menggunakan kaidah­kaidah estetika dan pola­pola pementasan teater modern Barat (Eropa dan Amerika). Sedangkan Teater Tradisional adalah jenis teater yang berkembang di berbagai suku Bangsa di Indonesia dengan menggunakan kaidah dan pola pementasan yang bersumber dari estetika asli budaya Indonesia. Pada Bab ini kita akan menggali apa itu teater Tradisional. Sebelumnya lakukanlah pengamat pada berbagai aspek teater tradisonal, lewat video atau foto. Amati gambar pertunjukan teater berikut! Setelah kamu melakukan pengamatan jawablah pertanyaan pada kolom yang tersedia! 1 3 2 4 Untuk dapat menjadi seorang pemain teater tradisional perlu memahami seni peran, seni tari dan seni musik. Pemain dilatih menjadi tokoh dan karakter sesuai dengan yang diperankan. Bacalah konsep tentang seni peran dan berlatih seni peran sesuai dengan karakter dan tokoh yang akan kamu bawakan. Sumber Gambar : Internet
  • 128. 124 SMP/MTs Kelas VIII Guru pada pembelajaran ini dapat menjelaskan tentang keunikan seni peran teater tradisional. Langkah pembelajaran dapat dimulai dengan melakukan pengamatan melalui berbagai media dan sumber tentang keunikan seni peran. Guru sebaiknya menggunakan tayangan video karena ekspresi mimic daapt teramati dengan jelas demikian juga dengan bahasa tubuh lainnya. Guru dapat membimbing peserta didik untuk melakukan eksplorasi terhadap tokoh dan karakater melalui naskah yang dibaca. Peserta didik juga dapat mengomunikasikan melalui penampilan kelompok kecil mengekspresikan lakon naskah pendek atau melalui pantomim. 114 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII A. Karakteristik Teater Tradisional Pembahasan teater yang dipelajari di kelas VIII ini mengenai teater tradisional. Tujuan kamu mempelajari teater tradisional adalah untuk lebih menyadari akan kekayaan, keunikan, serta kehebatan budaya bangsa sendiri terutama dalam seni teater tradisional. Bila sudah dipelajari, kamu bisa tahu bagaimana cara melestarikannya, bahkan dapat menjadi inspirasi dalam membuat karya baru, teater masa kini. Sebenarnya apakah teater tradisional itu? Teater tradisional adalah suatu bentuk teater yang lahir, tumbuh dan berkembang di suatu daerah dan masyarakat merupakan hasil kreativitas kebersamaan suku bangsa Indonesia. Teater tradisional berakar dari budaya daerah setempat dan dikenal oleh masyarakat lingkungannya. Pertunjukan dilakukan atas dasar tata cara dan pola yang diikuti secara tradisional (turun temurun) dari pengalaman pentas generasi tua (Pendahulu) dialihkan/ dilanjutkan ke generasi muda (generasi penerus) dan mengikuti serta setia kepada pakem yang sudah ada. Pementasan teater tradisional dilakukan di arena terbuka atau di pendopo yang penontonnya dari berbagai sisi yang terbuka. Teater tradisional diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu : 1. Teater Rakyat Ciri teater rakyat yaitu: improvisasi, sederhana, spontan, dan menyatu dengan kehidupan rakyat. Contoh­contoh teater rakyat : a) Makyong dan mendu dari daerah Riau dan Kalimantan Barat, b) Randai dan Bakaba dari Sumatra Barat, c) Mamanda dan Bapangdung dari Kalimantan Selatan, d) Arja, Topeng Prembon, dan Cepung dari Bali, e) Ubrug, Banjet, longser, Topeng Cirebon, Tarling dan Ketuk Tilu dari Jawa Barat, f) Ketoprak, Srandul, Jemblung, Gatoloco dari Jawa Tengah (Sumber gambar: saidparman.wordpress.com) Gambar 7.1 Pementasan teater Makyong Riau (Sumber gambar: andrepribumi.blogspot.com) Gambar 7.2 Pementasan teater Ubrug dari Banten (Sumber gambar: silakminangpandekcupak. blogspot.com) Gambar 7.3 Pementasan teater Randai dari Minangkabau. Bab 7 - Buku Siswa Semester 1
  • 129. 125Seni Budaya Buku Guru Latihan pemeranan terhadap tokoh serta karakter tertentu merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh peserta didik. Pada pembelajaran ini peserta didik bersama dengan guru dapat bereksplorasi latiahn seni peran. Guru atau peserta didik dapat mengembangkan naskah teater sesuai dengan daerah setempat. Peserta didik dapat mengomunikasikan hasil pembelajaran melalui penampilan kelompok kecil. Bab 7 - Buku Siswa Semester 1 117Seni Budaya 5. Pertunjukan mempergunakan tetabuhan atau musik tradisional . 5. Pelengkap Upacara sehubungan dengan peringatan tingkat­tingkat hidup seseorang seperti keberhasilan menempati suatu kedudukan, jabatan kemasyarakatan, Jadi kepala suku atau adat. 6. Penonton mengikuti pertunjukan secara santai dan akrab bahkan terlibat dalam pertunjukan dengan berdialog langsung dengan pemain.) 6. Pelengkap upacara untuk saat­saat tertentu dalam siklus waktu. Upacara kelahiran, kedewasaan dan kematian. 7. Mempergunakan bahasa daerah. 7. Sebagai media hiburan. Fungsi hiburan ini yang lebih menonjol di kalangan teater rakyat. 8. Tempat Pertunjukan terbuka dalam bentuk arena (dikelilingi penonton. Buku ini tidak akan membahas teater yang memiliki fungsi sebagai ritual. Teater yang akan dibahas adalah teater yang bersifat drama artinya mengandung unsur cerita, penokohan, dan pemanggungan. Teater tradisional yang akan dibahas adalah teater sebagai media hiburan. Hiburan yang dapat memberikan tontonan sekaligus tuntunan. Ketika kamu menonton teater, kamu bisa mendapatkan berbagai pengalaman dan pelaja­ ran tentang kehidupan. B. Keunikan Seni Peran Teater Tradisional Teater tradisional tidak mengenal teknik­teknik pemeranan yang sama seperti yang kita temui pada latihan pemeranan teater modern. Aktor dan pemeran dalam teater tradisional secara alamiah tampil seperti apa adanya atau dalam istilah teori dramaturgi disebut stock karakter atau tipe casting. Pemeran cenderung bermain tetap seperti sosok keseharian. Misal­ nya, karena tubuhnya tinggi besar, ia akan berperan sebagai tokoh­ tokoh ksatria atau tokoh Buto. Tokoh putri atau permaisuri di­ mainkan oleh pemeran yang ber­ paras cantik. Begitupun tokoh lucu, bodor, atau punakawan se­ lalu dimainkan oleh pemeran yang kesehariannya suka melawak. (Sumber gambar: wayangprabu.com) Gambar 7.10 Wayang Kulit dari Jawa Tengah dengan dalang Ki Anom Suroto.
  • 130. 126 SMP/MTs Kelas VIII Pengayaan pembelajaran Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari. Interaksi dengan Orangtua Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua dapat mengetahui perkembangan baik mental, social, dan intelektual putra putrinya. 122 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII E. Refleksi Sebelum kamu melakukan refleksi, kamu lakukan penilaian terhadap diri kamu sendiri dan penilaian terhadap temanmu. Penilaian itu ada pada tabel di bawah ini. Isilah sesuai dengan apa yang kamu rasakan dan kamu amati terhadap diri sendiri dan juga teman­temanmu. 1. Penilaian Pribadi Nama : …………………………………………. Kelas : ………………………………………….. Semester : …………………..……………………… Waktu penilaian : ………………………………..………… No. Pernyataan 1 Saya berusaha belajar perancangan teater tradisonal di daerah saya dengan sungguh­sungguh o Ya o Tidak 2 Saya berusaha belajar perancangan teater tradisional daerah lain dengan sungguh- sungguh o Ya o Tidak 3 Saya mengikuti pembelajaran perancangan teater tradisional dengan tanggung jawab o Ya o Tidak 4 Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu o Ya o Tidak 5 Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran perancangan teater tradisional o Ya o Tidak 6 Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran perancangan teater tradisional o Ya o Tidak D. Rangkuman Teater tradisional merupakan kekayaan budaya kita yang memiliki keragaman jenis pertunjukan dan keunikan dalam berbagai penampilan. Improvisasi dan spontanitas pemain dalam memainkan cerita merupakan ciri khas dari teater tradsional Indonesia pada umumnya. Latihan pemeranan tradisional dapat memanfaatkan latihan­latihan melalui media yang ada misalnya gerak­gerak tradisional untuk berlatih olah tubuh, lagu­lagu dolanan tradisional untuk berlatih olah suara, dan banyak menciptakan peristiwa­ peristiwa kemudian dimainkan secara improvisasi baik perorangan maupun kelompok. Bab 7 - Buku Siswa Semester 1
  • 131. 127Seni Budaya Buku Guru Evaluasi dan Penilaian pembelajaran Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topic dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa test dan nontest. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Nontest dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubric penilaian sesuai dengan materi yang diajarkan. Bab 7 - Buku Siswa Semester 1 121Seni Budaya Mengenal Tokoh Teater Tradisional Teguh Srimulat (dok.wikipedia) Tokoh teater tradisional di Indonesia sangat banyak sekali. Setiap kelompok teater melahirkan banyak tokoh. Teguh Srimulat merupakan salah satu legenda dari teater Sandiwara dari Jawa Timur dengan nama Srimulat. Kelompok ini hingga saat sekarang masih tetap eksis mengembang­ kan lelucon lewat pertunjukan teater yang bersumber dari teater Ludruk. Kartolo Tokoh Ludruk (dok. indonesiaindonesia.com) Kartolo (lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 2 Juli 1947; umur 62 tahun) adalah pelawak dan pemain ludruk. Kartolo sudah aktif dalam dunia seni ludruk semenjak era tahun 1960­an. Ia mendirikan grup ludruk Kartolo CS. Ia meniti karier di beberapa grup Ludruk. Ia pernah bergabung dengan ludruk Dwikora milik Zeni Tempur V Lawang, Malang, dan ludruk Marinir Gajah Mada Surabaya. Selanjutnya ia mendi­ rikan grup ludruk Kartolo CS. Sebelum membentuk lawak ludruk, Kartolo bergabung dengan ludruk RRI Surabaya, ber­ sama seniman ternama lainnya seperti Markuat, Kancil, dan Munali Fatah. (Sumber: Wikipedia dan berbagai sumber media). C. Uji Kompetensi 1. Pengetahuan a) Jelaskan apa yang di maksud dengan seni peran? b) Jelaskan apa hubungan tokoh dengan karakter? 2. Keterampilan Coba ekspresikan “kemarahan” dengan tiga cara bahasa tubuh!
  • 132. 128 SMP/MTs Kelas VIII Informasi untuk Guru Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran yang akan diberikan sesuai dengan bab 8 semester 1 tentang merencanakan pementasan teater. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan kepada peserta didik bahan dan media yang dibutuhkan sehingga dapat dipersiapkan secara baik dan benar. 124 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII Merancang Pementasan Teater Tradisional Alur Pembelajaran Setelah mempelajari Bab 8, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni teater, yaitu: 1. Mengidentifikasi bentuk pementasan teater tradisional 2. Mengidentifikasikan rancangan panggung pertunjukan teater tradisional 3. Membuat rancangan properti pementasan teater tradisional 4. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam merancangan pementasan teater 5. Menunjukkan sikap disiplin dalam membentuk rancangan properti pertunjukan 6. Mengomunikasikan rancangan pementasan teater tradisional BAB 8 Bab 8 - Buku Siswa Semester 1
  • 133. 129Seni Budaya Buku Guru Proses Pembelajaran Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi. Guru dapat menjelaskan tentang perencanaan pada pementasan teater. Guru dapat menjelaskan kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk pementasan teater. Tata lampu, tata panggung, tata rias dan busana merupakan kebutuhan yang harus dipersiapkan pada pementasan teater. Pada proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu; Bab 8 - Buku Siswa Semester 1 a. Peserta didik dapat melakukan eksplorasi tentang tata rias dan busana, tata panggung, dan mungkin tata lampu sesuai dengan konsep teater yang akan dipentaskan. Pada proses eksplorasi peserta didik dapat melakukan perencanaan pementasan teater seperti yang tertera pada buku siswa. b. Peserta didik dapat mengomunikasi hasil kerjadalamperencanaan pementasan teater melalui lisan dan tulisan. 126 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII 1. Setelah kamu berdiskusi berdasarkan hasil mengamati teater tradisional 2. Kamu dapat memperkaya dengan mencari materi dari sumber belajar lainnya. (Sumber gambar: Internet) Gambar 8.5 Pertunjukan teater dengan meng- gunakan properti kurungan ayam. (Sumber gambar: Internet) Gambar 8.6 Pertunjukan teater dengan menggunakan lesung. (Sumber gambar: Internet) Gambar 8.7 Properti pertunjukan teater. A. Merancang Pementasan TeaterTradisional Barangkali diantara kalian ada yang pernah menontonpementasanteatertradisionaldidaerahkalian, atau bahkan ada yang pernah ikut terlibat langsung sebagai pemain dalam pementasan. Kalau pernah sungguh merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga, sebab kalian bisa merasakan kemeriahan, kegembiraan, kehangatan dan ke­ akraban saat melakukan pementasan, baik dengan sesama pemain, penari, pemusik maupun dengan penontonnya. Pada pementasan teater tradisional unsur­unsur komunikasi antara tontonan dan penonton akan terasa penting karena yang paling utama dalam pementasan teater tradisional adalah tersampaikannya pesan secara langsung, akrab dan menghibur. Unsur hiburan dalam teater tradisional terbentuk dari kemasan yang disajikan berupa musik, tarian, drama dan lawakan. Musik dihadirkan untuk memeriahkan suasana sebagai penanda ke­ ramaian di suatu tempat. Musik berfungsi sebagai pengiring penari atau adegan dalam lakon drama yang di pentaskan. Tarian disajikan sebagai penambah keindahan dalam unsur gerak yang dapat mendukung lakon drama dan lawakan yang dimainkan. Arena pertunjukan tidak selamanya berupa panggung resmi seperti di gedung­gedung pertunjukan. Pementasan teater tradisional lebih terasa keindahannya kalau dimainkan di arena terbuka seperti di halaman depan rumah, dan lapangan terbuka dengan tidak ada batasan dan jarak antara pementasan dan penonton. Hal­hal yang digambarkan diatas bisa menjadi pegangan kalian ketika akan merancang pertunjukan teater tradisional.
  • 134. 130 SMP/MTs Kelas VIII Perencanaan dalam rancangan pementasan teater merupakan hal penting. Setiap latar cerita memerlukan arena berbeda. Pada pembelajaran ini peserta didik bersama dengan siswa dapat melakukan identifikasi melalui eksplorasi berdasarkan naskah yang akan ditampilkan. 127Seni Budaya (Sumber gambar: Dinas Pariwisata DKI Jakarta) Gambar 8.8 Panggung pertunjukan terbuka. (Sumber gambar: Internet) Gambar 8.9 Panggung pertunjukan terbuka. B. Menentukan Bentuk Pementasan Sebagai langkah awal ketika kalian akan membuat pementasan teater tradisional adalah menentukan bentuk pementasan. Bentuk pementasan dalam hal ini adalah bentuk atau jenis teater tradisional apakah yang akan kalian pilih sebagai bahan yang akan dipentaskan. Apakah bentuk teater tradisional yang ada dan popular di daerah kalian seperti Lenong, Ludruk, Makyong, Mamanda, Ludruk, Ketoprak, wayang wong, wayang gambuh, Uyeg, Mendu, Bakaba, Cepung, Dulmuluk, Longser, Sinrilli atau kalian mencoba mempelajari lalu mementaskan bentuk teater tradisional dari luar daerah kalian. Hal itu tergantung dari pilihan kelompok kalian. C. Membuat Rancangan Arena Dalam membuat rancangan pementasan teater tradisinal, sebaiknya arena yang akan dijadikan tempat pementasan dibuat atau di­ sesuaikan dengan suasana pementasan teater tradisonal aslinya. Misalnya dalam pertunju­ kan teater Lenong, Longser dan Topeng Banjet suasana arena pementasan berupa arena terbuka. Hubungan pertunjukan dan penontonnya terasa akrab,seolahtidak ada batas “pertunjukan” dan “penonton”. Penonton menjadi bagian dari pertunjukan. Panggung sebagai arena pementasan di­ lengkapi dengan lampu oncor, lampu obor sebagai alat penerangan dan juga sebagai hiasan di sekitar panggung. Penonton menyaksikan pementasan sambil duduk lesehan dibawah lantai tanah. Penambahan hiasan dari daun kelapa muda dan bambu dapat menambah semaraknya suasana disekitar pementasan teater tradisional. Seperti dalam pementasan teater Gambuh dari Bali, hiasan propertiobordandaunkelapamudayangdirangkai menjadi hiasan janur akan memperindah suasana saat pelaksanaan pementasan. Dalam perancangan arena pementasan yang harus kalian perhatikan adalah menyiapkan Bab 8 - Buku Siswa Semester 1
  • 135. 131Seni Budaya Buku Guru Bab 8 - Buku Siswa Semester 1 Properti pada pementasan teater memiliki peran penting. Setiap adegan tentu memerlukan properti sesuai dengan suasana cerita yang dibangun. Peserta didik secara berkelompok dapat membuat properti sesuai dengan kebutuhan pementasan teater. Pada pembelajaran ini guru bersama dengan siswa dapat mengembangkan property melalui berkesplorasi sesuai dengan naskah cerita yang akan ditampilkan. Peserta didik juga dapat mengomunikasikan dalam bentuk karya properti. 128 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII (Sumber gambar: Kemdikbud,2013) Gambar 8.10 Aktivitas membuat perlengkapan pertunjukan teater. (Sumber gambar: Kemdikbud,2013) Gambar 8.11 Aktivitas membuat tata busana dan perlengkapan pertunjukan teater. 1. Jelaskan bagaimana proses perancangan suatu teater tradisional? 2. Bagaimana merancang sebuah arena pertunjukan teater tradisional? arena yang khusus sebagai tempat untuk menampilkan karya teater yang telah dipersiap­ kan, yang dikenal dengan sebutan panggung. Dikondisikan supaya arena panggung dapat membuat pemain merasa nyaman untuk pentas dan dapat disaksikan oleh para penonton dari berbagai sudut pandang. Selanjutnya menyiapkan tempat penon­ ton dengan menyiapkan tempat duduk pe­ nonton dengan sebaik­baiknya supaya bisa mengapresiasi pementasan teater tradisional dengan baik. Dan supaya lebih terasa lagi suasana tempat pementasan teater tradisional, kalian bisa sambil menyuguhkan minuman dan makan tradisional. Pasti menarik, silahkan dicoba. 1. Buatlah rancangan properti untuk pertun­ jukan teater tradisional, dengan tema ke­ rajaan 2. Buatlah rancangan kostum dengan tema yang disesuaikan dengan pembelajaran teater tradisional? D. Membuat Rancangan Properti Buat rancangan peralatan yang dibutuh­ kan diatas panggung (properti) dan latar be­ lakang panggung (setting) se­efektif dan se-efisien mungkin, artinya properti dan setting yang dibuat sesuai dengan tuntutan pertunjukan, serta fungsinya yang jelas. Tidak kurang ataupun tidak berlebihan. Dan tentunya harus membuat nyaman para pemain dan menarik bagi penonton.
  • 136. 132 SMP/MTs Kelas VIII Musik pengiring pada teater memiliki fungsi sangat strategis karena dapat membangun suasana sesuai dengan isi cerita. Peserta didik bersama dengan guru dapat mengembangkan musik iringan baik melalui musik hidup maupun editing dari berbagai kaset yang ada. Peserta didik dapat mengeksplorasi semua jenis musik untuk dapat dijadikan sebagai musik iringan. Peserta didik juga mengomunikasi baik secara peseorangan maupun kelompok dalam bentuk penyajian repertoar musik iringan teater. Peserta didik juga dapat mengembangkan kostum tokoh dan karakter sesuai dengan naskah. Kostum dapat dibuat sendiri atau menggambungkan kostum yang sudah ada. Pengembangan kreativitas peserta didik diperlukan pada pembelajaran ini. 129Seni Budaya F. Membuat Rancangan Kostum Sebaiknya kostum dan riasan para pemain sudah bisa dirancang dari awal, hal ini akan dapat membantu para pemain pada gambaran sosok peran yang akan diwujudkan. Berikut ini contoh bentuk­bentuk desain kostum teater tradisional. Apa fungsi musik dalam pertunjukan teater tradisional? (Sumber gambar: Kemdikbud,2013) Gambar 8.12 Aktivitas membuat tata iringan pertunjukan teater. (Sumber gambar: Kemdikbud,2013) Gambar 8.14 Aktivitas membuat tata iringan pertunjukan teater. (Sumber gambar: Dinas Pariwisata DKI Jakarta) Gambar 8.13 Aktivitas membuat tata iringan pertunjukan teater dalam sebuah panggung pertunjukan Lenong Betawi. E.Membuat Rancangan Musik Musik dan tari dalam teater tradisional merupakan bagian tak terpisahkan. Fungsinya disamping memeriahkan, juga media ungkap gagasan yang dikomunikasikan pada penonton. Musik pada pertunjukan teater juga berfungsi sebagai pembangun suasana. Musik juga berfungsi membangun karakter tokoh serta menguatkan latar cerita pada pertunjukan teater. Pada teater tradisional, musik pengiring biasanya menggunakan musik tradisional daerah setempat. Contoh: jenis teater yang ditampilkan misalnya gambang kromong untuk pertunjukan Lenong, musik Samrah untuk pertunjukan teater­ teater melayu, juga musik gamelan untuk pertunjukan teater­teater di Jawa. Buatlah rancangan musik sesuai dengan bentuk teater dan karakter pertunjukan. Bab 8 - Buku Siswa Semester 1
  • 137. 133Seni Budaya Buku Guru Guru bersama-sama dengan siswa dapat mengembangkan naskah pementasan teater. Pengembangan naskah dapat menyadur dari naskah yang sudah ada atau membuat sama sekali baru. Saduran naskah tetap mengikuti alur cerita yang sudah ada tetapi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan saat sekarang ini. Melakukan eksplorasi bersama dengan peserta didik dapat dilakukan sehingga menghasilkan naskah yang disusun bersama-sama. Peserta didik dapat mengomunikasi dalam bentuk naskah teater yang siap untuk ditampilkan. Bab 8 - Buku Siswa Semester 1 130 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII G. Contoh Membuat Rancangan Naskah Naskah Teater Tradisional dapat di­ kembangkan dari cerita rakyat, hikayat, legenda, dan sejenisnya. Jika ingin membuat rancangan naskah teater berdasarkan hal tersebut diatas, dapat dilakukan melalui sumber­sumber cerita yang dapat dipertanggungjawabkan. Pada contoh membuat rancangan naskah teater disajikan berdasarkan tradisi teater Betawi dengan judul “Si Entong”. Pada pementasan teater ini dapat berkolaborasi dengan aspek seni rupa, seni musik dan seni tari. (Sumber Gambar: Pribadi) Gambar 8.15 Beberapa contoh rancangan kostum dalam suatu pertunjukan teater.
  • 138. 134 SMP/MTs Kelas VIII Pengayaan Pembelajaran Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari. Kekuatan utama yang menjadi daya tarik sebuah pertunjukan teater adalah akting atau tingkah laku para pemain dalam memerankan tokoh yang sesuai dengan tuntutan karakter dalam naskah. Kekuatan inilah yang akan menjadi magnit, bagus , menarik ,indah, punya kekuatan atau tidak berkarakter, tidak menarik bahkan membosankan akan menentukan penontonbertahantidaknyaditempatduduknya.Virtuositasadalahkekuatan atau daya tarik seniman yang dilahirkan dari keterampilan,kecerdasan serta pendalaman sepenuh hati dan jiwa pada karya yang ditampilkan, sehingga menimbulkan rasa empaty dan simpati bagi yang melihatnya. Untuk tampil bagus dan menarik dipanggung teater,seorang aktor harus menguasai berbagai tehnik dan keterampilan seni peran. Seperti dikatakan oleh stanislavsky, seorang aktor harus menguasai olah tubuh ,vocal, dan harus mempunyai daya konsentrasi, imajinasi, fantasi, observasi serta mempunyai kecerdasan, wawasan, pengetahuan yang luas tentang berbagai hal dalam kehidupannya. Sehingga ketika siaktor membawakan peran tokoh dalam sebuah pementasan akan tampil dengan kedalaman karakter yang indah, menarik dan penuh penghayatan yang sesuai dengan tuntutan naskah pertunjukan. Pemahamam mengenai karakter ini adalah penggambaran sosok tokoh peran dalam tiga dimensi yaitu keadaan fisik, psikis dan sosial. Keadaan fisik meliputi; umur, jenis kelamin,cirri-ciri tubuh, cacat jasmaniah,cirri khas yang menonjol,suku bangsa, raut muka, kesukaan, tinggi/pendek, kurus gemuk, suka senyum/cemberut dan sebagainya. Keadaan psikis meliputi; watak,kegemaran,mentalitas,standar moral, tem­ peramen,ambisi, kompleks psikologis yang dialami,keadaan emosi dan sebagainya.Keadaan sosiologis meliputi; jabatan, pekerjaan, kelas sosial, ras, agama, ideology dan sebagainya, keadaan sosiologis seseorang akan berpengaruh terhadap prilaku seseorang, profesi tertentu akan menuntut tingkah laku tertentu pula. Pencapaianseorangactordalammewujudkansosokperansesuaikarakter ini juga ditentukan oleh pengalaman dan kepekaannya dalam menghayati kehidupan serta pengalaman tampil dalam berbagai pementasan.
  • 139. 135Seni Budaya Buku Guru WS. Rendra menyebutkan bahwa dalam pementasan ada empat sumber gaya yaitu aktor atau bintang, sutradara, lingkungan dan penulis. Aktor atau bintang menjadi sumber gaya artinya kesuksesan pementasan ditentukan oleh pemain-pemain kuat yang mengandalkan kecantikan, kemasyuran, ketampanan atau kecantikan atau daya tarik sensualnya. Pemain bintang akan menjadi pujaan penonton dan akan menyebabkan pementasan berhasil . jika yang dijadikan sumber gaya adalah aktor dan bukan bintang maka kecakapan berperan diandalkan untuk memikat penonton. aktor harus menhayati setiap situasi yang diperankan dan mampu secra sempurna menyelami jiwa tokoh yang dibawakan serta menghidupkan jiwa tokoh sebagai jiwa sendiri. Selain aspek naskah dan pemeranan yang menjadi unsur penting dalam perancangan pertunjukan teater, penyutradaraan akan menjadi aspek penentu citarasa sebuah pertunjukan. Naskah machbeth yang ditampilkan oleh teater kecil dengan sutradara Arifin C noor, akan berbeda dengan pertunjukan yang ditampilkan oleh Bengkel Teater yang disutradarai oleh WS Rendra, meskipun pertunjukan itu bersumber dari naskah yang sama karya Shakespeare, tetapi dalam pemanggungan, baik pola, gaya dan kekuatan artistiknya akan berbeda. Haliniditentukanolehperanansutradara.Sutradaramemberiwarnadanbentuk yang khas dalam sebuah pertunjukan teater. Ideologi, wawasan, idealisme dan citarasa artistik dari sutradara akan menghiasi setiap ornamen pertujukan. Pemilihannaskah,penentuanpemain,konsepdantempatpertunjukan,masalah keproduksian semuanya akan menjadi wewenang dan tanggung jawab sutradara, terutama di Indonesia. Begitu besarnya peranan sutradara dalam panggung teater,sehingga sebuah kelompok teater identik dengan nama sutradaranya lengkap dengan kualitas dan jaminan mutunya, misalnyaTeater koma dengan N. Riantiarno, teaterMandiridenganPutuWijaya,TeaterPopolerdenganTeguhkarya,STB dengan Suyatna Anirun, Teater Kecil dengan Arifin C noor.Peran dominan sutradara ini selain punya kekuatan tersendiri juga membawa efek yang kurangbaikbagiperkembangankelompokteaterinisendiriketikakehadiran tokoh-tokoh sutradara sudah tidak berada dalam percaturan teater misalnya meninggal, otomatis kelompoknya akan kehilangan pamor dan popularitas. Pengertian Sutradara Penyutradaraanberhubungandengankerjasejakperencanaanpementasan, sampai pementasan berakhir. Dalam drama tradisional dan wayang , sutradara disebut dalang, peranan sutradara dalam teater tradisional tidak sepenting dan sebesar peranan sutradara dalam teater modern. Seluruh pementasan drama modern adalah tanggung jawab sutradara . sutradara adalah karyawan teater yang bertugas mengkoordinasikan segala anasir teater dengan paham, kecakapan serta daya iamjina yang intelegen guna menghasilkan petunjukan yang berhasil. Sutradara berhubungan dengan produser (yang membiayai
  • 140. 136 SMP/MTs Kelas VIII pementasan),Manajer (pemimpin tata laksana) dan stage manager (yang mengatur panggung dan seluruh perlengkapannya). Tugas Sutradara Merencanakan Produksi Dalam merencanakan produksi, sutradara sebagai seniman diharapkan mampu menhayati naskah darama dengan kecakapan dan imajinasinya.sutradaraharusmampumenangkappesandantemanaskah tersebut,nadadansuasanadramasecaramenyeluruhjugaharusdifahami. Misteri yang tersembunyi dibalik naskah juga harus dihayati dengan baik persiapan untuk teknik pementasan tidak kalah pentingnya untuk itu seorang sutradara harus melakukan riset tentang tata pakaian, hiasan rumah, bentuk rumah, gaya berjalan, gaya bicara juga latar belakang pentas. Juga yang harus diperhatikan dengan seksama oleh seorang sutradara adalah mempersiapkan calon aktor. Casting harus disesuaikan dengan karakter, fisik, psikologis dan sosiologis juga kecerdasan , latihan dan faktor kepribadian aktor. Memimpin Latihan Dalam merencanakan latihan ini, sutradara dapat dipandang sebagai guru. Periode latihan ini dapat dibagi empat periode besar yaitu ; a. Latihan pembacaan teks drama b. Latihan blocking (pengelompokan) c. Latihan action atau latihan kerja teater d. Pengulangan dan pelancaran terhadap semua yang telah dilatih
  • 141. 137Seni Budaya Buku Guru Interaksi dengan Orangtua Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra putrinya. 141Seni Budaya J. Refleksi Sebelum kamu melakukan refleksi, kamu lakukan penilaian terhadap diri kamu sendiri dan penilaian terhadap temanmu. Penilaian itu ada pada tabel di bawah ini. Isilah sesuai dengan apa yang kamu rasakan dan kamu amati terhadap diri sendiri dan juga teman­temanmu. 1. Penilaian Pribadi Nama : …………………………………………. Kelas : ………………………………………….. Semester : …………………..……………………… Waktu penilaian : ………………………………..………… No. Pernyataan 1 Saya berperan aktif dalam kelompok pada pembelajaran perancangan teater tradis- ional o Ya o Tidak 2 Saya menyerahkan tugas tepat waktu o Ya o Tidak 3 Saya menghargai keunikan pemanggungan teater tradisonal daerah saya o Ya o Tidak 4 Saya menghormati dan menghargai orang tua o Ya o Tidak 5 Saya menghormati dan menghargai teman pada pembelajaran perancangan teater tradisional o Ya o Tidak 6 Saya menghormati dan menghargai guru pada pembelajaran perancangan teater tradi- sional o Ya o Tidak I. Rangkuman Berhasil atau tidaknya suatu pertunjukan teater, tergantung dari seberapa baik dalam melakukan persiapan. Berbagai unsur pertunjukan harus dirancang dengan sebaik­baiknya, dari mulai rancangan bentuk pertunjukan, arena pentas, property, setting, musik rias dan kostum. Dalam proses perancangan dituntut kre a tifitas kalian dalam menuangkan gagasan pada rencana pe- mentasan. Untuk mendapatkan berbagai gagasan kalian harus banyak menyaksikan dan berapresiasi berbagai pertunjukan teater tradisional. Bab 8 - Buku Siswa Semester 1
  • 142. 138 SMP/MTs Kelas VIII Evaluasi dan Penilaian pembelajaran Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topik dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa test dan non-test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Nontest dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang diajarkan. 140 Semester 1SMP/MTs Kelas VIII H. Uji Kompetensi 1. Pengetahuan a) Jelaskan apa yang dimaksud dengan tata teknik pentas? ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ b)Jelaskan hubungan antara setting panggung dengan latar cerita? ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ 2.Keterampilan Bacalah cerita pendek kemudian ubah menjadi sebuah naskah teater! Bab 8 - Buku Siswa Semester 1
  • 143. 139Seni Budaya Buku Guru Informasi untuk Guru Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran yang akan diberikan sesuai dengan bab 7 semester 2 tentang konsep teater tradisional. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan kepada peserta didik bahan dan media yang dibutuhkan pada pembelajaran bab ini sehingga dapat dipersiapkan secara baik dan benar. Bab 7 - Buku Siswa Semester 2 SMP/MTs Kelas VIII Semeter 288 Konsep Teater Tradisional Alur Pembelajaran Setelah mempelajari Bab 7, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni teater, yaitu: 1. Mengidentifikasi bentuk-bentuk teater tradisional Indonesia 2. Membandingkan bentuk-bentuk teater tradisional Indonesia 3. Mengidentitifikasikan sumber cerita teater tradisional Indonesia 4. Membaca naskah teater tradisional Indonesia 5. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam berlatih teater 6. Menunjukkan sikap disiplim dalam berlatih teater 7. Melakukan olah tubuh, olah vokal dan olah rasa 8. Mengkomunikasikan teater tradisional Indonesia BAB 7
  • 144. 140 SMP/MTs Kelas VIII SMP/MTs Kelas VIII Semeter 290 A. Konsep Teater Tradisional Salah satu ciri esensial dari teater tradisional ialah proses kreatifnya didukung oleh system kebersamaan, tidak ada penonjolan “Individu” sebagai pencipta “karya”, yang lahir dan muncul ialah bahwa karya tersebut dilakukan bersama, semua dikerjakan bersama. Teater tradisonal Indonesia pada umumnya adalah tidak menggunakan naskah cerita yang lengkap seperti naskah dalam teater modern, naskah yang ada hanya garis besar cerita. Cerita yang akan dimainkan hanya di tuturkan dan di- ceritakan oleh pimpinan rombongan secara garis besarnya saja, dan pemain mengembangkannya secara improvisasi. Hal ini tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangnya. Ke- lebihannya adalah memberikan keleluasaan bagi pemain untuk mengembangkan permainan sebebasnya sesuai dengan ke- mampuan improvisasinya, dan menuntut pemain untuk hapal cerita di luar kepala. Tetapi kelemahannya cerita tidak ter- kontrol baik waktu maupun batasan dialog tiap peran. Tanpa adanya naskah, karya seni yang merupakan ekspresi dan ide seniman tidak dapat terdokumentasikan. Meskipun memainkan teater tradisional sebaiknya kalian menaskahkan ide-ide cerita yang dimainkan. Memang pada akhir-akhir ini usaha untuk melakukan penulisan naskah-naskah dari teater tradisonal terus dilakukan oleh kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi. B. Bentuk-Bentuk Teater Tradisonal Indonesia Berikut ini akan dipaparkan 5 contoh bentuk pertunjukan teater tradisional Indonesia. Selanjutnya tugas kalian mencari lagi bentuk-bentuk pertunjukan teater tradisional yang lain, terutama yang berkembang disekitar daerah tempat tinggal kalian. (Sumbergambar:andrepribumi.blogspot. com) Gambar 7.1 pertunjukan teater Ubrug dari Banten. (Sumber gambar:Internet) Gambar 7.2 Pertunjukan Wayang Topeng mengambil cerita Ramayana dan Mahabarata. 1. Wayang Orang Wayang orang adalah bentuk kesenian tradisional yang multimedia karena berba- gai media seni menjadi bagian dari pertun- jukan wayang Orang. Contohnya seni sastra (naskah/cerita), musik (gamelan/tembang), drama (akting dan dialog), tari (gerakan/ tarian), serta rupa (property/busana/rias). Gamelan untuk pertunjukan ditabuh oleh nayaga dan tembang dinyanyikan oleh sinden. Lakon yang dibawakan sekitar kisah Mahabarata versi Jawa (Ringgit Purwa). a. Peserta didik dapat melakukan pengamatan melalui media dan sumber belajar tentang konsepbentukteatertradisional. Pe­­ngamat­an sebaiknya di­ lakuk­an melalui tayangan video sehingga konsep dan bentuk tampak jelas terlihat. Pada pengamatan ini guru dapat memberikan motivasi sehinggadapatmenumbuhkan minat dan rasa ingin tahu peserta didik tentang konsep dan bentuk teater tradisional. b. Peserta didik dapat melakukan eksplorasi cerita yang ber­kem­ bang di daerah se­tempat atau mencari ide-ide baru sebagai teman dalam me­nyusun nas­kah teater.Gurudapatmem­bimbing siswa dalam melakukan identifikasi setting dan latar cerita ber­dasarkan konsep dan bentuk teater tradisional. c. Peserta didik dapat mengomuni­ kasi hasil menulis teater dalam bentuktulisan.Penulisantentang konsep dan bentuk teater dapat di­lakukan secara berkelompok maupunperseorangan. Bab 7 - Buku Siswa Semester 2 Proses Pembelajaran Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi. Guru dapat menjelaskan tentang konsep dan bentuk teater tradisional. Setiap daerah memiliki konsep dan bnetuk teater tradisional yang berbeda-beda. Untuk itu sebaiknya guru memberikan contoh pertunjukan teater konsep dan bentuk teater tradisional daerah setempat. Pada proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu;
  • 145. 141Seni Budaya Buku Guru Bab 7 - Buku Siswa Semester 2 Pada pembelajaran ini guru bersama siswa dapat melakukan identifi­ kasi melalui aktivitas menanya, mengeksplorasi tentang sumber cerita teater tradisional daerah setempat. Guru dapat membagi siswa dalam kelompok kecil. Peserta didik setelah melakukan identifikasi kemudian diteruskan dengan melakukan verifikasi terhadap naskah teater yang berkembang di daerah setempat. Peserta didik dapat mengomunikasi dalam bentuk profotolio kerja kelompok. Seni BudayaKurikulum 2013 93 C. Sumber Cerita Teater Tradisional Teater Tradisional hidup dan berkembang di tengah masyara- kat pendukungnya. Secara turun temurun kekayaan estetika teater tradisional diwariskan dari generasi ke genera- si, kemudian dipertahankan dan keberadaannya disesuaikan dengan kemajuan zaman. Teruji oleh waktu yang panjang bukti bahwa teater tra- disional memiliki nilai-nilai yang tinggi, baik nilai estetis maupun nilai moral. Kalian seba- gai generasi penerus sudah sepatutnya untuk terus melestarikan dan mengembangkan teater tradisional. Teater tradisional yang lahir dari kebersa- maan dalam masyarakat maka tidak dikenal karya individu, tidak ditemukan pengarang cerita dalam cerita rakyat, legenda dan dongeng, semua cerita anonim. Teater tradisional mempunyai sifat yang spontan dan di- lakukan secara improvisatoris. Hal ini karena teater tradisional lahir bertitik tolak dari sastra lisan. Bentuknya sederhana, cara penyampaiannya mudah dicerna oleh masyarakat lingkungannya. Kebertahanan suatu teater tradisional di tengah masyarakat tentunya didukung oleh banyak faktor, selain karena bentuk pementasannya yang unik, juga didukung oleh sumber cerita yang baik dan menarik ketika dipentaskan. Teater tradisional bisanya mengambil sumber cerita dari karya sastra lama, atau tradisi lisan daerah yang berupa dongeng, hikayat, atau cerita-cerita daerah lainnya. Nilai dramatik dalam alur cerita, tidak dibedakan antara tragedi dan komedi. Umumnya merupakan perpaduan antara komedi dan tragedi, secara emosional cerita selalu bersamaan antara sedih dan gembira, antara menangis dan tertawa. Cerita selalu bersifat komis dan tragis, karenanya sering jadi melodrama. Dalam penyajian cerita, kebanyakan dilakukan dalam bentuk melodrama, dan gaya “humor” menempati sebagian besar porsi selama pertunjukan berlangsung. Pertunjukan disusun terdiri dari beberapa puluh adegan, dan selalu diselingi dengan “dagelan” (adegan yang bersifat lucu dan menghibur) lelucon (adegan tari atau nyanyi yang digemari penonton) dan sering para penonton pun ikut serta dalam tarian atau nyanyian yang sedang berlangsung. Berikut ini akan kita bahas beberapa sumber cerita teater tradisional diantaranya: 1. Cerita Ramayana dan Mahabarata, kisah ini merupakan karya sastra dari India yang begitu populer di masyarakat seni Indonesia. Secara garis besar Ramayana mengisahkan tentang kisah kasih antara Prabu Rama dan Dewi Shinta dengan segala ujian kesetiaan cinta mereka, termasuk godaan dari Raja Rahwana yang sangat menginginkan Dewi Shinta sampai menculiknya. Rama dengan dibantu Hanuman si kera putih berusaha membebaskan dewi Shinta. Berhasil atau tidak (Sumber gambar: Internet) Gambar 7.8 Pertunjukan Wayang Beber Pacitan dengan mengambil cerita Panji Jawa Timur.
  • 146. 142 SMP/MTs Kelas VIII Guru dapat menyediakan beberapa naskah teater tradisional dengan beberapa tema untuk dibaca oleh peserta didik. Kelompokkan peserta didik sesuai dengan tokoh yang ada di dalam naskah. Berikan kebebasan kepada peserta didik untuk melakukan interpretasi terhadap naskah. Interpretasi merupakan salah satu kekuatan dari pementasan sebuah naskah. Berikan ruang kepada siswa untuk melakukan eksplorasi terhadap tokoh dan karakater sesuai dengan naskah. Peserta didik dapat mengomunikasikan melalui pembacaan naskah sesuai dengan tokoh dan karakternya. Seni BudayaKurikulum 2013 95 Lakon “Wek Wek” Karya : D.Djayakusuma ADEGAN I SEKELOMPOK BEBEK MEMASUKI PANGGUNG Petruk : Sejauh mata memandang, sawah luas terbentang, tapi tidak sebidang tanah pun milikku. Padi aku yang tanam, juga aku yang ketam. Tapi tidak segenggam milikku. Bebek tiga puluh ekor, semuanya tukang bertelor. Tapi tidak juga sebutir adalah milikku. Badan hanya se- batang, hampir-hampir telanjang. Hanya itu saja milikku. ADEGAN II BAGONG DAN PENGAWALNYA MEMASUKI PANGGUNG Bagong :Aku orang berada, apa-apa ada. Juga buah dada, itulah beta. Sawah berhektar-hek- tar, pohon berakar-akar, rumah berkamar-kamar, itulah nyatanya. Kambing berekor- ekor, bebek bertelor-telor, celana berkolor-kolor, film berteknik kolor. Perut buncit ada, mata melotot ada, pelayan ada, pokoknya serba ada. ADEGAN III GARENG DAN EMPAT KAWANNYA MEMASUKI PANGGUNG Gareng : Badannya langsing, matanya juling, otaknya bening. That’s me! Tipu menipu, adu mengadu, ijazah palsu, that’s me! Gugat menggugat, sikat menyikat, lidah bersilat, that’s me! Profesiku pokrol bambu, siapa yang tidak tahu, that’s me! ADEGAN IV Semar : Saya jadi lurah sejaak awal sejarah, sudaah lama kepingin berhenti tapi tak adaa yang mau mengganti. Sudah bosan, jemu, capek, lelah. Otot kendor, mata kabur, mau mundur dengan teratur, mau ngaso di atas kasur. Saya kembung bukan karena busung, mata berair bukan karena banjir, tapi karena men- jadi tong sampah. Serobotan tanah, pak lurah. Curi air sawah, pak lurah. Beras susah, pak lurah. Semua masalah, pak lurah, tapi kalau rejeki melimpah, pak lurah…tak usah…payah. ADEGAN V BAGONG DAN PENGAWALNYA MEMASUKI PANGGUNG Bagong : Jaman ini jaman edan, tidak ikut edan tidak kebagian. Di terminal calo berkuasa, dia tentukan penumpang naik apa. Di dunia film broker merajalela, dia tentukan sutradara bikin apa. Di sini, itu si Petruk sialan, datang merangkak meminta pekerjaan. Aku suruh ngangon bebek tiga puluh ekor, tiap minggu harus antar lima puluh ekor. Malah dia tentukan berapa harus setor. Sungguh-sungguh kurang telor. Sekali aku datang mengontrol, bebeknya hilang dua ekor. D. Membaca Naskah Teater Bab 7 - Buku Siswa Semester 2
  • 147. 143Seni Budaya Buku Guru Bab 7 - Buku Siswa Semester 2 Pengayaan Pembelajaran Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari. Interaksi dengan Orangtua Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra- putrinya. SMP/MTs Kelas VIII Semeter 2106 107 No. Pernyataan 1 Saya berusaha belajar konsep teater tradisonal di daerah saya dengan sungguh-sungguh o Ya o Tidak 2 Saya berusaha belajar konsep teater tradisional daerah lain dengan sungguh-sungguh o Ya o Tidak 3 Saya mengikuti pembelajaran konsep teater tradisional dengan tanggung jawab o Ya o Tidak 4 Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu o Ya o Tidak 5 Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran merangkai gerak konsep teater tradisional o Ya o Tidak 6 Saya menyerahkan tugas tepat waktu o Ya o Tidak 7 Saya menghormati dan menghargai guru pada pembelajaran konsep teater tradisional o Ya o Tidak 1. Penilaian Pribadi Nama : …………………………………………. Kelas : ………………………………………….. Semester : …………………..……………………… Waktu penilaian : ………………………………..…………
  • 148. 144 SMP/MTs Kelas VIII Evaluasi dan Penilaian pembelajaran Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topik dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa test dan non- test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Non- test dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang diajarkan. Seni BudayaKurikulum 2013 105 E. Uji Kompetensi 1. Buatlah suatu pementasan yang didukung oleh beberapa anggota kelompok atau satu kelas pementasan yang bergaya teater tradisonal! 2. Setelah pementasan lakukanlah evaluasi bersama pada semua unsur pementasan. Buatlah daftar keberhasilan dan daftar kegagalan dalam pementasan kalian. F. Rangkuman Kegiatan pementasan merupakan suatu muara akhir dari sebuah perjalanan panjang dalam sebuah proses teater. Sebaiknya dipersiapkan segala macam keperluan dan hal-hal yang bersifat teknik, seperti sound system, setting, properti dan panggung untuk keberhasilan pementasan. Keindahan proses teater akan lebih terasa apabila pementasan diakhiri oleh proses perenungan dan evaluasi bersama pada pertunjukan untuk keberhasilan pementasan selanjutnya. G. Refleksi Merancang pementasan merupakan salah satu aktivitas penting karena dapat mendukung pementasan teater secara optimal. Di dalam merancang pementasan dibutuhkan kerjasama dan tanggung jawab dari setiap anggota. Setelah mempelajari merancang pementasan teater isilah kolom penilaian diri dan teman berikut ini. Bab 7 - Buku Siswa Semester 2
  • 149. 145Seni Budaya Buku Guru Bab 8 - Buku Siswa Semester 2 Informasi untuk Guru Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang materi pem­belajaran yang akan diberikan sesuai dengan bab 8 semester 2 tentang mementaskan teater. Guru juga dapat menjelaskan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik mengetahui kompetensi apa yang akan dicapai dan dikuasai. Guru berdasarkan alur pembelajaran dapat menginformasikan kepada peserta didik bahan dan media yang dibutuhkan pada pembelajaran bab ini sehingga dapat dipersiapkan secara baik dan benar. SMP/MTs Kelas VIII Semeter 2108 Mementaskan Teater Tradisional Alur Pembelajaran Setelah mempelajari Bab 1, peserta didik diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni teater, yaitu: 1. Mengidentifikasi kebutuhan pementasan teater 2. Menidentitifikasikan jenis-jenis teater yang akan dipentaskan 3. Membaca naskah teater tradisional 4. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam berlatih teater 5. Menunjukkan sikap disiplim dalam berlatih teater 6. Melakukan pementasan 7. Mengkomunikasikan hasil teater tradisional BAB 8
  • 150. 146 SMP/MTs Kelas VIII Proses Pembelajaran Guru setelah menjelaskan alur pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai maka langkah selanjutnya adalah menjelaskan materi. Guru dapat menjelaskan tentang pementasan teater dan kebutuhan media, bahan dan alat yang diperlukan. Guru dapat membimbing peserta didik dalam mengorganisasikan pementasan secara kolaboratif yaitu menggabungkan unsur seni musik, rupa dan tari serta teater dalam satu kesatuan utuh. Pada proses pembelajaran ini guru dapat mengikuti langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yaitu; a) Peserta didik melakukan latihan secara berkelompok. Guru dapat mengembangkan pembelajaran untuk setiap kelas mementaskan naskah teater yang berbeda-beda sehingga tidak monoton dan membosankan. Naskah drama dapat dibuat oleh peserta didik tetapi dapat pula memainkan naskah yang sudah ada atau menyadur dari sautu cerita. b) Peserta didik dapat mengomunikasi hasil pementasan melalui tulisan. Proyek pementasan teater dapat dikolabo­ rasi­kan dengan seni tari, musik dan rupa. Guru dapat membagi tugas kepada peserta didik secara adil dan merata sehingga pe­ mentasan secara kola­ bora­tif dapat ter­ laksana dengan baik. SMP/MTs Kelas VIII Semeter 2110 A. Pementasan Teater Tradisional Setiap pementasan mempunyai kesan dan karakter yang berbeda. Hal ini ditentu- kan oleh seberapa berhasil kita mewujud- kan pementasan yang telah kita rancang dan persiapkan dengan waktu yang cukup panjang dan pengorbanan yang telah kita berikan baik itu waktu maupun biaya. Maka sebaiknya pementasan yang dirancang dapat terlaksana dengan sukses. Kesuksesan ditentukan oleh ketekunan dan keseriusan kalian dalam proses mempersiapkan pementasannya. Seperti pada pelaksanaan pementasan teater modern, pelaksanaan pementasan harus dikelola dengan manajemen pertunjukan yang baik. Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam pelaksanaan pementasan teater tradisional antara lain: 1. Kesiapan seluruh panitia penyelenggara. Kepanitiaan yang telah disusun se- baiknya melaksanakan tugasnya sesuai dengan kemampuan, dan tugas pada bidang kerja masing-masing, jangan sampai ada yang tidak sesuai. Rasa tanggung jawab dan rasa memiliki pada produksi pementasan yang akan dipentaskan harus terus ditanamkan dalam pribadi semua kepanitiaan. Dengan Satu tujuan yaitu mensukseskan permentasan teater. 2. Pemanggungan Pemangungan merupakan sebuah proses akhir dari persiapan perancangan dan latihan panjang yang telah dilalui. Hal penting dalam proses pemanggungan diantaranya menyiapkan panggung dengan baik agar proses pementasan berjalan dengan baik. Pemanggungan berurusan juga dengan hal- hal yang bersifat teknik seperti teknik pemasangan setting, teknik penggunaan alat-alat properti, teknik sound system, dan teknik penataan lampu. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2013) Gambar 8.4 Pementasan teater Betawidenganlakon PanjiSemirang (Sumber gambar: Kemdikbud, 2013) Gambar 8.5 Pementasan teater Betawidenganlakon PanjiSemirang. Bab 8 - Buku Siswa Semester 2
  • 151. 147Seni Budaya Buku Guru Guru bersama dengan peserta didik dapat melakukan evaluasi pe­mentasan teater tradisional. Evaluasi dapat dilakukan secara berkelompok. Evaluasi yangdilakukanolehgurusebaiknyabertujuanuntukperbaikanpembelajaran pada masa yang akan datang. Evaluasi dapat berasal dari guru tetapi dapat juga berasal dari siswa atau yang sering disebut dengan evaluasi diri. Berdasarkan hasil evaluasi peserta didik dapat mengomunikasikan tentang pementasan teater tradisional. Bab 8 - Buku Siswa Semester 2 Seni BudayaKurikulum 2013 111 3. Publikasi Kehadiran penonton untuk mengapresi- asikan karya pertunjukan yang telah kalian persiapkan, sangat ditentukan oleh usaha kalian dalam melakukan publikasi. Publikasi merupakan penyebaran informasi dan berita tetang pementasan. Banyak cara untuk mempub- likasikan pementasan, diantaranya; pub- likasi yang dilakukan dari mulut kemulut, semua pendukung memberitakan tentang pementasan yang akan dilaksanakan pada orang-orang terdekat, ke- luarga dan teman. Publikasi yang dilakukan dari mulut ke mulut bersifat terbatas. Publikasi yang umum yang bisa menjangkau kalangan yang lebih luas dilakukan melalui Media massa; Koran, Majalah, Radio dan televisi. Media poster, baligho, Leaflet dan Span duk bisa juga dibuat sebagai untuk publikasi pementasan teater kalian di tempat-tempat umum yang strategis. 4. Dokumentasi Karya seni teater termasuk kedalam jenis karya seni pertunjukan, karakteristik seni pertunjukan adalah terikat oleh ruang dan waktu, artinya karya pertunjukan tidak abadi, hanya bisa dinikmati saat pertunjukan sedang berlangsung. Untuk itu sebagai cara supaya bisa abadi harus didokumentasikan, meskipun cita ra- sanya tidak sama seperti saat pementasan berlangsung. Tetapi minimal kita bisa mengabadikan saat-saat kita berkreasi seni. Berbagai media dokumentasi bisa kalian gunakan seperti kamera foto grafi, dan kamera Video. B. Mengevaluasi Pementasan Teater Tradisional Kegiatan evaluasi dilakukan untuk memahami dan mengoreksi proses yang telah kalian lakukan. Apa yang telah dirancang kemudian menjadi pementasan. Pada saat evaluasi kalian dapat mengetahui tingkat keberhasilandankegagalandarirancanganpementasan yang telah kalian buat. Perlu keterbukaan dan mau saling menerima kritik diantara semua pendukung pementasan. Hal ini sangat baik untuk pelaksanaan pementasan selanjutnya sehingga kalian dapat belajar dari kegagalan, dan melanjutkan keberhasilan yang telah dicapai supaya lebih sukses. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2013) Gambar 8.6 Leaflet pementasan teater. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2013) Gambar 8.7 Leaflet pementasan teater sebagai salah satu bentuk publikasi. (Sumber gambar: Kemdikbud, 2013) Gambar 8.8 Pendokumentasian pementasan teater merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan.
  • 152. 148 SMP/MTs Kelas VIII Pengayaan Pembelajaran Pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik. Pengayaan materi diberikan secara horizontal yaitu lebih memperdalam dan memperluas pengetahuan serta keterampilan. Guru dapat mencari materi pengayaan dari media dan sumber belajar lain. Guru juga dapat meminta siswa untuk mencari materi pengayaan sesuai dengan topik dan materi yang dipelajari. Dasar Lakon drama adalah konflik manusia. Konflik itu lebih bersifat batin daripada fisik. Konflik manusia sering juga dilukiskan secara fisik. Dalam wayang, wayang orang, ketoprak dan juga ludruk akan kita saksikan bahwa klimaks dari konflik batin itu adalah bentrokan fisik yang diwujukan dalam perang. Konflik yang dipaparkan dalam lakon harus mempunyai motif.motif dari konflik yang dibangun itu akan mewujudkan kejadian-kejadian. Motif dan kejadian haruslah wajar dan realistik artinya benar-benar diambil dari kehidupan manusia. konflik yang muncul dari kehidupan manusia. Seluruh perjalanan drama dijiwai oleh konflik pelakuya. Konflik itu terjadi oleh pelaku yang mendukung cerita (sering disebut pelaku utama) yang bertentangan dengan pelaku pelawan arus cerita (pelaku penentang), dua tokoh itu disebut dengan tokoh protagonis dan tokoh antagonis. Konflik antara tokoh antagonis dengan protagonis itu hendaknya sedemikian keras, tetapi wajar, realistic dan logis.konflik sering terjadi dalam diri manusia itu sendiri. Konflik ini sangat penting kedudukannya dalam sebuah drama. Motif dapat ditimbulkan oleh berbagai sumber diantaranya oleh hal-hal berikut : 1.Kecenderungan dasarmanusiauntukdikenal,untukmempeolehpengalaman , ketenangan, kedudukan dan sebagainya. 2. Situasi yang melingkupi manusia yang berupa keadaan fisik dan sosialnya 3. Interaksi sosial yang ditimbulkan akibat hubungan dengan sesame manusia 4. Watak manusia itu sendiri yang ditentukan oleh keadaan intelektual, emosional, ekspresif dan sosiokultural.
  • 153. 149Seni Budaya Buku Guru Struktur Naskah Drama Wujud fisik sebuah naskah adalah Dialog atau ragam tutur. Ragam tutur itu adalah ragam sastra, oleh sebab itu bahasa dan maknanya tunduk pada konvansi sastra yangmenurut Teeuw meliputi hal-hal berikut ini a. Teks sastra memiliki unsur atau struktur batin atau intern structur relation, yang bagian-bagiannya saling menentukan dan saling berkaitan. b. Naskah sastra juaga memiliki struktur luar atau extern structur relation yang terkain oleh bahasa pengarangnya c. Sistem sastra juga merupakan model dunia sekunder yang sangat kompleks dan bersusun-susun. Dasar teks drama adalah konflik manusia yang digali dari kehidupan. dan penuangan tiruan kehidupan itu diberi warna oleh penulisnya. Aktualisasi terhadap peristiwa dunia menjadi peristiwa imajiner dengan seratus persen diwarnai dan menjadi hak pengarang. sisi mana yang akan menjadi sorotan yang dominan yang terlihat dalam naskah ditentukan oleh bagaimana cara penulis lakon memandang kehidupan, ada yang menggambarkan sisi baik buruk kehidupan ada juga yang penuh dengan pesan-pesan moral yang ingin ditampilkannya dalam sebuah plot. Plot merupakan jalinan cerita atau kerangka cerita dari awal hingga akhir yang merupakan jalinan konflik antara dua tokoh yang berlawanan, konflik berkembang karena kontradiksi para pelaku, sifat dua tokoh utama yang saling bertentangan. Struktur Dramatik Meliputi : - Exposition atau pelukisan awal. - Komplikasi atau pertikaian awal. - Klimaks atau titik puncak. - Resolusi atau penyelesaian, falling action. - Catastrophe atau keputusan.
  • 154. 150 SMP/MTs Kelas VIII Pembuatan Naskah Berkaitan dengan lakon cerita ini, yang menjadi landasan sebuah lakon adalah tema atau nada dasar cerita. Tema merupakan gagasan pokok yang terkandung dalam drama, tema berhubungan dengan premis dari drama tersebut yang berhubungan pula dengan nada dasar dari sebuah drama dan sudut pandangan (point of view) yang dikemukakan oleh pengarangnya. Premis adalah landasan pokok yang menentukan arah tujuan lakon yang merupakan landasan bagi pola konstruksi lakon. Bahan-bahan untuk pengarang : 1. Karakter Untuk mengembangkan konflik, pengarang menggunakan watak manusia sebagai bahan (konflik hidup adalah hokum drama) 2. Situasi Lakon adalah rentetan situasi, dimulai dengan situasi yang akan berkembang selama action terlaksana. bahannya bersumber pada kehidupan, sedangkan seni dari drama terletak pada penggarapan bahannya 3. Subjek Subjek atau tema ialah ide pokok lakon atau drama. Alat-alat pengarang • Dialog  lewat dialog tergambarlah watak-watak sehingga latar belakang perwatakan bisa diketahui • Action  dalam hal banyak laku (action) lebih penting daripada dialog karena “laku berbicara lebih keras daripada kata-kata” karena to see is to believe • Proses Mengarang • Seleksi  Dengan hati-hati pengarang memilih situasi yang harus memberikan saham bagi keseluruhan drama, dalam kebanyakan lakon situasi merupakan kunci laku. • Re-arrangement  pengarang mengatur/menyusun kembali ke­ kalutan hidup menjadi pola yang berate.
  • 155. 151Seni Budaya Buku Guru • Intensifikasi  pengarang mempunyai kisah untuk diceritakan, kesan untuk digambarkan, suasana hati untuk diciptakan. segala anasir dalam proses artistik harus direncanakan sedemikian rupa untuk mengintensifkan (meningkatkan) komunikasi. Interaksi dengan Orangtua Guru dapat melakukan interaksi dengan orang tua. Interaksi dapat dilakukan melalui komunikasi melalui telepon, kunjugan ke rumah, atau media sosial lainnya. Guru juga dapat melakukan interaksi melalui lembar kerja siswa yang harus ditanda tangani oleh orang tua murid baik untuk aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Melalui interaksi ini orang tua dapat mengetahui perkembangan baik mental, sosial, dan intelektual putra- putrinya. Seni BudayaKurikulum 2013 127 No. Pernyataan 1 Saya berusaha belajar pementasan teater tradisonal di daerah saya dengan sungguh-sungguh o Ya o Tidak 2 Saya berusaha belajar pementasan teater tradisional daerah lain dengan sungguh-sung- guh o Ya o Tidak 3 Saya mengikuti pembelajaran pementasan teater tradisional dengan tanggung jawab o Ya o Tidak 4 Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu o Ya o Tidak 5 Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami pada saat pembelajaran pementasan teater tradisional o Ya o Tidak 1. Penilaian Pribadi Nama : …………………………………………. Kelas : ………………………………………….. Semester : …………………..……………………… Waktu penilaian : ………………………………..………… Bab 8 - Buku Siswa Semester 2
  • 156. 152 SMP/MTs Kelas VIII Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran Guru dapat mengembangkan evaluasi pembelajaran sesuai dengan topik dan pokok bahasan. Evaluasi pembelajaran yang dikembangkan dapat berupa test dan non-test. Test dapat berupa uraian, isian, atau pilihan ganda. Non-test dapat berupa lembar kerja, kuesioner, proyek, dan sejenisnya. Guru juga harus mengembangkan rubrik penilaian sesuai dengan materi yang diajarkan. SMP/MTs Kelas VIII Semeter 2126 Bengkel teater ini berdiri di atas lahan sekitar 3 hektare yang terdiri dari bangunan tempat tinggal Rendra dan keluarga, serta bangunan sanggar untuk latihan drama dan tari. Di lahan tersebut tumbuh berbagai jenis tanaman yang dirawat secara asri, sebagian besar berupa tanaman keras dan pohon buah yang sudah ada sejak lahan tersebut dibeli, juga ditanami baru oleh Rendra sendiri serta pemberian teman-temannya. Puluhan jenis pohon antara lain, jati, mahoni, ebony, bambu, turi, mangga, rambutan, jengkol, tanjung, singkong, dan lain-lain. (Sumber: Wikipedia dan berbagai sumber media) D. Uji Kompetensi 1. Buatlah suatu pementasan yang didukung oleh beberapa anggota kelompok atau satu kelas pe- mentasan yang bergaya teater tradisonal. 2. Setelah pementasan lakukanlah evaluasi bersama pada semua unsur pementasan. Buatlah daftar ke- berhasilan dan daftar kegagalan dalam pementasan kalian. E. Rangkuman Kegiatan pementasan merupakan suatu muara akhir dari sebuah perjalanan panjang dalam sebuah proses teater. Sebaiknya dipersiapkan segala macam ke- perluan dan hal-hal yang bersifat teknik, seperti sound system, setting, properti dan panggung untuk keberhasi- lan pementasan. Keindahan proses teater akan lebih te- rasa apabila pementasan diakhiri oleh proses perenungan dan evaluasi bersama pada pertunjukan untuk keberhasi- lan pementasan selanjutnya. F. Refleksi Melaksanakan pementasan merupakan salah satu aktivitas penting karena merupakan puncak dari aktivitas berlatih dan merancang pementasan. Di dalam pementasan dibutuhkan kerjasama dan tanggung jawab dari setiap anggota. Setelah mempelajari pementasan teater isilah kolom penilai- an diri dan teman di bawah ini. Bab 8 - Buku Siswa Semester 2
  • 158. 154 SMP/MTs Kelas VIII Glosarium Aksen tekanan suara pada kata atau suku kata. Arsir menarik garis-garis kecil sejajar untuk mendapatkan efek bayangan ketika meng- gambar atau melukis. Artikulasi lafal pengucapan pada kata. Asimetris tidak sama kedua bagiannya atau tidak simetris. Diafragma sekat rongga badan yang membatasi antara rongga dada dengan rongga perut. Ekspresi pengungkapan atau proses menyatakan perasaan. Estetik mengenai keindahan. Fonem vokal bunyi yang keluar dari mulut tanpa halangan/hambatan. Gerak ritmis gerakan yang memiliki irama. Geometris ragam hias berbentuk bulat. Intonasi ketepatan mengucapkan tinggi rendahnya kata. Level tingkatan gerak yang diukur dari lantai. Kriya pekerjaan tangan. Perkusi peralatan musik ritmis. Pola lantai garis-garis yang dibuat oleh penari melalui perpindahan gerak di atas lantai. Ragam hias ornamen. Ritmis ketukan yang teratur. Ruang bentuk yang diakibatkan oleh gerak. Sinden penyanyi lagu tradisional. Tenaga kuat atau lemah yang digunakan untuk melakukan gerak. Unisono menyanyi secara berkelompok dengan satu suara. Vokal grup menyanyi dengan beberapa orang. Waktu tempo dan ritme yang digunakan untuk melakukan gerak.
  • 159. 155Seni Budaya Buku Guru Daftar Pustaka Anirun, Suyatna. 2002. Menjadi Sutradara. Bandung: STSI PRESS. Brook, Peter. 2002. Percikan Pemikiran tentang Teater, Film, dan Opera. Yogyakarta: Arti. Dibia, I Wayan, dkk. 2006. Tari Komunal: Buku Pelajaran Kesenian Nusantara. Jakarta: Lembaga Pendidikan Seni Nusantara. Endraswara, Suwardi. 2011. Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta. Gray, Peter. 2009. Panduan Lengkap Menggambar & Ilustrasi Objek & Observasi Terjemahan Sara C. Simanjuntak. Jakarta: Karisma. Grotowski, Jerzy. 2002. Menuju Teater Miskin. Yogyakarta: Penerbit Arti. Hartoko, Dick. 1986. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Gramedia. Hawkins, Alma. 1990. Mencipta Lewat Tari, terj. Sumandiyo Hadi. Yogyakarta: ISI. Humprey, Doris. 1983. Seni Menata Tari, terj. Sal Murgiyanto. Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta. Jazuli,M.2008.PendidikanSeniBudaya:Suplemen Pembelajaran SeniTari.Semarang:UnnesPress. Juih, dkk. 2000. Kerajinan Tangan dan Kesenian. Jakarta: Yudhistira. Latifah, Diah dan Harry Sulastianto. 1993. Buku Pedoman Seni SMA. Bandung: Ganeca Exact. Purnomo, Eko, 1996. Seni Gerak. Jakarta: Majalah Pendidikan Gelora, Grasindo. Putra,Mauly,BenM.Pasaribu.2006.MusikPop:BukuPelajaranKesenianNusantara.Jakarta:Lembaga Pendidikan Seni Nusantara. Rangkuti, dkk 2000. Lagu-Lagu Daerah. Jakarta: Titik Terang. Redaksi Indonesia Cerdas. 2008. Koleksi 100 Lagu Daerah Indonesia Terpopuler. Jogjakarta: Indonesia Cerdas. Rustopo (ed), 1991. Gendhon Humardhani: Pemikiran dan Kritiknya. Surakarta: STSI. Sachari, Agus (editor). 1986. Seni Desain dan Teknologi Antologi Kritik, Opini dan Filosofi. Bandung: Pustaka. Schneer,Geoegette.1994.MovementImprovisation.SouthAustralia:HumanKinetics,Edwardstone. Smith, Jacqueline. 1986. Komposisi Tari: Sebuah Petunjuk Praktis bagi Guru, terj. Ben Suharto. Yogyakarta: Ikalasti. Riantiarno, Nano. 2003. Menyentuh Teater, Tanya Jawab Seputar Teater Kita. Jakarta: MU: 3 Books. Sahid, Nur (ed). 2000. Interkulturalisme dalam Teater. Yogyakarta: Yayasan untuk Indonesia. Sani, Rachman. 2003. Yoga untuk Kesehatan. Semarang: Dahara Prize. Saptaria, Rikrik El. 2006. Panduan Praktis Akting untuk Film & Teater. Bandung: Rekayasa Sains. Sitorus, Eka D. 2002. The Art of Acting-Seni Peran untuk Teater, Film, & TV. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Sumardjo, Jakob. 1986. Ikhtisar Sejarah Teater Barat. Bandung: Angkasa
  • 160. 156 SMP/MTs Kelas VIII Sumaryono, Endo Suanda. 2006. Tari Tontonan. Jakarta: Lembaga Pendidikan Seni Nusantara. Susanto, Mikke. 2003. Membongkar Seni Rupa. Yogyakarta: Jendela. Sutrisno, Mudji dan Christ Verhaak. 1993. Estetika Filsafat Keindahan. Yogyakarta: Kanisius. Tim Depdiknas. 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Wardhani, Cut Camaril, dan Ratna Panggabean. 2006. Tekstil: Buku Pelajaran Seni Budaya. Jakarta Lembaga Pendidikan Seni Nusantara. Wijaya, Putu. 2006. Teater: Buku Pelajaran Seni Budaya. Jakarta: Lembaga Pendidikan Seni Nusantara. Sumber Gambar: www.azamku.com (diunduh 23 Maret 2013) http://guitarid.blogspot.com (diunduh 6 Mei 2013) Kemdikbud Wiwiek Widyastuti Sri Kurniati Dyah Tri Palupi Sumber Gerak Tari: Tari Pakarena, Sri Kurniati Tari Sirih Kuning, Wiwiek Widyastuti