1
ISU ETIKA, SOSIAL DAN POLITIS DALAM SISTEM
INFORMASI
Mata Kuliah : Sistem Informasi dan Pengendalian Internal
Oleh :
Hutria Angelina Mamentu, SE 55516120041
Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA
Universitas Mercu Buana
Jakarta
2017
2
Etika merupakan prinsip mengenai benar dan salah pada seorang individu, terhadap
moral sosial. Didalam perkembangan teknologi yang sangat cepat kususnya sistem
informasi, kebutuhan untuk membangun peraturan terhadap etika sosial tidak dapat
diselesaikan dalam waktu singkat, tetapi membutuhkan kajian serta waktu proses
yang panjang dalam membangunnya. Saat ini di Indonesia sudah ada peraturan
mengenai etika terkusus pada teknologi, yaitu undang-undang informasi dan
transaksi elektronik. Laudon dan P. Laudon, mengemukakan bahwa terjadi
hubungan antara isu etika, sosial dan politik didalam informasi sosial.
Isu etika, sosial, dan politis utama yang muncul oleh adanya sistem informasi
mencakup dimensi moral berikut :
1. Hak dan Kewajiban informasi.
Berkaitan dengan perlindungan privasi seorang individu dengan tidak
mencampuri atau membatasi kebebasan individu tersebut, dengan mencari
informasi seperti data-data melalui teknologi tanpa seizin dan sepengetahuan
individu yan bersangkutan.
2. Kepemilikan hak dan kewajiban.
Berkaitan dengan perlindungan kekayaan dan intelektual pribadi. kekayaan
interlektual sebagai kekayaan yang tidak berwujud yang diciptakan oleh
seorang individu atau organisasi. Dengan adanya teknologi informasi
membuat perlindungan terhadap kekayaan interlektual sulit untuk dilakukan,
karena informasi yang terkomputerisasi dapat dengan mudah menggandakan
atau mendistribusikan pada jaringan yang luas jangkauannya. Kekayaan
interlektual yang dilindungi meliputi rahasia dagang, hak cipta dan hak paten.
3. Akuntabilitas dan pengandalian.
Berkaitan dengan undang-undang privasi individu , di mana teknologi
informasi baru yang membawa tantangan bagi undang-undang liabilitas dan
dalam praktik sosial untuk menuntut tanggung jawab perorangan dan
organisasi, atas bahaya-bahaya yang terjadi dari informasi individu serta hak-
hak pribadi.
4. Kualitas sistem.
Berkaitan dengan standar kualitas sistem data yang harus dipenuhi untuk
menghindari kesalahan dari sistem yang diterapkan untuk melindungi data
dalam suatu perusahaan agar tidak menyebabkan kekacauan dan kerugian
dalam bisnis.
5. Kualitas hidup.
Komputer dan teknologi informasi mungkin dapat merusak elemen yang
berharga dari kebudayaan yang ada di dalam masyarakat, meskipun di sisi
lain juga dapat memberikan manfaat bagi kehidupan, seperti kasus internet
yang bisa menjadi teman atau musuh bagi anak-anak. Dari segi positif,
3
internet menawarkan begitu banyak hal kepada mereka, seperti mereka
menggunakan internet untuk tugas sekolah atau mengirim e-mail untuk
temannya yang jauh.
PRINSIP-PRINSIP YANG DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI PEDOMAN ETIKA
PERILAKU DALAM LINGKUNGAN TEKNOLOGI INFORMASI
Hubungan etika dengan pemanfaatan teknologi informasi sangat berkaitan dan
susah untuk diberikan arti dalam sikap sosial. Etika TI merupakan satu kepercayaan,
standar, atau pemikiran yang diterima seseorang atau kelompok. James H. Moor,
mendefinisikan secara spesifik etika komputer sebagai analisis mengenai sifat dan
dampak sosial teknologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk
menggunakan teknologi tersebut secara etis.
Menurut Gunarto (1998), dasar filosofi etika yang akan dituangkan dalam hukum TI
ini sering dinyatakan dalam empat macam nilai kemanusiaan universal yang meliputi
hak solitude (hak untuk tidak diganggu), anonymity (hak untuk tidak dikenal), intimity
(hak untuk tidak dimonitor), dan reserve (hak untuk mempertahankan informasi
individu sehingga terjaga kerahasiaannya).
Isu-isu etika yang penting dewasa ini antara lain pelanggaran hak kekayaan
intelektual, seperti penggunaan software bajakan, e-mail palsu, pelanggaran privacy,
kebebasan melakukan akses pornografi.
Meskipun permasalahan etika dan hukum TI dan internet sangat pelik, namun
beberapa tindakan yang dianggap tidak etis menurut perjanjian internasional telah
berhasil dirumuskan, seperti:
- Akses ke tempat yang tidak menjadi haknya
- Merusak fasilitas komputer dan jaringan, menghabiskan secara sia-sia
sumber daya yang berkaitan dengan orang lain, komputer, ruang harddisk,
bandwith, komunikasi, dll.
- Menghilangkan atau merusak integritas & kerjasama antarsistem komputer.
- Menggangu kerahasian individu atau organisasi.
Dengan gambaran diatas ada beberapa prinsip-prinsip yang dapat digunakan
sebagai pedoman etika perilaku dalam lingkungan teknologi informasi, beberapa
diantaranya:
1. Melakukan hal untuk orang lain sesuai dengan apa yang di inginkan orang
lain tersebut (The Golden Rule).
Hal ini jelas sekali mengatakan bahwa kita di dalam etika dituntut untuk
bekerja atau berperilaku sesuai dengan keinginan orang lain dan tentu kita
tidak boleh melanggar untuk tetap melakukan sesuatu tersebut apabila tidak
sesuai dengan keinginan orang lain itu.
2. Jika sebuah tindakan tidak baik untuk dilakukan oleh semua orang, maka
tindakan tersebut tidak baik dilakukan oleh siapa saja (Immanuel Kant’s
Categorical Imperative).
4
Artinya bahwa sesuatu hal yang dianggap buruk atau memang sudah difonis
sebagai perilaku yang buruk oleh seseorang maka hal tersebut juga pastinya
berlaku untuk setiap orang dalam arti kata hal tersebut juga seharusnya
menjadi tidak layak untuk dilakukan oleh orang lain.
3. Tidak melakukan pengulangan untuk tindakan yang tidak seharusnya di ulang
(Descartes rule of change).
Tidak mengulang hal yang tidak seharusnya diulang, ini mengisyaratkan
bahwa hal yang sebelumnya dianggap tidak pas atau tidak sesuai dengan
etika untuk seterusnya tidak harus dan tidak patut lagi untuk di ulang.
4. Ambil tindakan yang akan menimbulkan kerugian paling kecil atau biaya
paling sedikit. (Risk Aversion Principle).
Dengan mengambil kerugian atau biaya paling kecil tentunya kita dapat
meminimalisir biaya yang kita gunakan dan apabila timbul sebuah resiko
maka hal tersebut tidak menimbulkan sesuatu yang sangat berarti, tentunya
hal ini juga tidak hanya berkaitan dengan masalah biaya atau sejenisnya,
karena hal ini juga bisa berkaitan dengan kehidupan sehari-hari kita, dalam
kita bertindak sesuatu tentunya kita harus berfikir terlebih dahulu, apa yang
akan menjadi resiko nantinya apabila kita melakukan hal tersebut, dan
apabila kemungkinan memang pasti ada resiko carilah pemecahan yang
dapat membuat resiko yang terjadi sangatlah mengecil.
Beberapa tantangan yang sering ditemui :
- Tantangan Internet Terhadap Privasi
- Tantangan Bagi Hak Kekayaan Intelektual
- Tantangan Bagi Rahasia Dagang
- Tantangan Bagi Hak Cipta
- Tantangan Bagi Hak Paten
Tantangan Internet Terhadap Privasi
Teknologi internet menimbulkan tantangan baru atas perlindungan privasi
pribadi. Karena informasi yang dikirim melalui jaringan yang sangat luas
mungkin saja melewati banyak sistem komputer yang berbeda sebelum
informasi mencapai tujuan akhirnya. Setiap sistem ini mempunyai
kemampuan untuk melakukan pengawasan, pengambilan, dan penyimpanan
komunikasi yang melewati sistem tersebut, sehinggat sangat memungkinkan
untuk merekam semua aktivitas online dari puluhan juta orang, termasuk
kelompok berita (news group) atau file online mana yang telah diakses, situs
web dan halaman web mana yang telah dikunjungi, dan barang apa saja yang
telah dilihat oleh orang-orang.
Dengan kemudahan dalam menyebarkan informasi dan data, maka tantangan
yang ada terhadap perlindungan privacy, keamanan dan HAKI seseorang
ataupun perusahaan sangat besar, beberap tantangannya diantaranya:
5
Tantangan Bagi Hak Kekayaan Intelektual
Dengan berkembangnya jaringan elektronik, termasuk internet, telah
membuat perlindungan kekayaan intelektual semakin sulit dilindungi. Sebuah
penelitian yang dilakukan oleh International Data Corporation untuk business
software alliance mendapati bahwa lebih dari sepertiga peranti lunak di
seluruh dunia telah ditiru atau dibajak, dan usiness alliance mealporkan
bahwa kerugian pembajakan peranti lunak setiap tahunnya mencapai $ 29
milliar (Geitner, 2004: Lohr, 2004)
Tantangan Bagi Rahasia Dagang
Produk karya intelektual apapun-rumus, perangkat, pola, atau kompilasi data
yang digunakan untuk sebuah tujuan bisnis dapat diklasifikasikan sebagai
rahasia dagang (trade secret), asalkan hal itu tidak didasarkan pada informasi
di domain publik. Perlindungan untuk rahasia dagang bervariasi di setiap
negara. Pada umumnya, undang-undang rahasia dagang mengizinkan
monopoli untuk ide-ide dari sebuah produk karya, meskipun monopoli
tersebut bisa jadi sangat lemah. Dengan adanya teknologi informasi
pencurian rahasia dagang menjadi rentan.
Tantangan Bagi Hak Cipta
Hak cipta adalah pengakuan oleh undang-undang yang melindungi pencipta
kekayaan intelektual dari penggandaan hasil karyanya oleh pihak lain untuk
tujuan apapun selama usia hidup pencipta ditambah 70 tahun setelah
penciptanya meninggal. Sedangkan untuk perusahaan, perlindungan hak
cipta akan berakhir 95 tahun setelah penciptaan pertamanya. Dengan
adanya teknologi informasi tantangan mengenai hak cipta dapat terjadi
melalui data yang tersebar tanpa ijin pemiliki.
Tantangan Bagi Hak Paten
Hak paten memberikan hak monopoli eksklusif kepada pemilik gagasan yang
melatar belakangi suatu penemuan selama 20 tahun. Dengan adanya teknologi
informasi, maka paten yang ada jika diinformasikan dan dicuri oleh orang yang
tidak bertanggung jawab tentu sangat merugikan.
Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam melindungi privacy dan keamanan dalam
berinteraksi di dunia cyber menurut adalah sebagai berikut:
- Mengatur akses (Access Control)
- Memilih password yang kuat
- Menutup servis yang tidak digunakan
- Memasang Proteksi
Untuk lebih meningkatkan keamanan sistem informasi, proteksi dapat ditambahkan.
Proteksi ini dapat berupa filter (secara umum) dan yang lebih spesifik adalah firewall.
6
Filter dapat digunakan untuk memfilter e-mail, informasi, akses, atau bahkan dalam
level packet.
- Firewall
Firewall merupakan sebuah perangkat yang diletakkan antara Internet
dengan jaringan internal. Pastikan informasi yang keluar atau masuk harus
melalui firewall.
- Pemantau adanya serangan
Sistem pemantau (monitoring system) digunakan untuk mengetahui adanya
tamu tak diundang (intruder) atau adanya serangan (attack). Nama lain dari
sistem ini adalah “intruder detection system” (IDS). Sistem ini dapat
memberitahu administrator melalui e-mail maupun melalui mekanisme lain
seperti melalui pager.
- Pemantau integritas sistem
Pemantau integritas sistem dijalankan secara berkala untuk menguji
integratitas sistem. Salah satu contoh program yang umum digunakan di
sistem UNIX adalah program Tripwire. Program paket Tripwire dapat
digunakan untuk memantau adanya perubahan pada berkas.
- Audit: Mengamati Berkas Log
Sebagian besar kegiatan penggunaan sistem dapat dicatat dalam berkas
yang biasanya disebut “logfile” atau “log” saja. Berkas log ini sangat berguna
untuk mengamati penyimpangan yang terjadi. Kegagalan untuk masuk ke
sistem (login), misalnya, tersimpan di dalam berkas log. Untuk itu perlu
dilakukan analisa berkas log yang dimilikinya.
- Backup secara rutin
Seringkali tamu tak diundang (intruder) masuk ke dalam sistem dan merusak
sistem dengan menghapus berkas-berkas yang dapat ditemui. Jika intruder
ini berhasil menjebol sistem dan masuk sebagai super user (administrator),
maka ada kemungkinan dia dapat menghapus seluruh berkas. Untuk itu,
adanya backup yang dilakukan secara rutin merupakan sebuah hal yang
esensial.
- Penggunaan Enkripsi untuk meningkatkan keamanan
Salah satau mekanisme untuk meningkatkan keamanan adalah dengan
menggunakan teknologi enkripsi. Data-data yang anda kirimkan diubah
sedemikian rupa sehingga tidak mudah disadap.
7
Forum :
Etika, sosial, dan politis saling terkait satu sama lain. Di negara kita, perilaku-
perilaku terkait ektika sudah dituangkan dalam undang-undang yang menjanjikan
hukuman bagi pelanggar. Begitupun dalam perusahaan, beberapa kebijakan-
kebijakan dan aturan-aturan terkait etika dalam pekerjaan pun ada sanksinya.
Seperti yang sudah dijelaskan oleh rekan sekalian, intinya TANGGUNG JAWABlah
elemen kunci dalam tindakan etik. Mengambil tanggung jawab berarti menerima
menerima potensi biaya, tugas, dan kewajiban untuk keputusan demi keputusan
yang dibuat.Ttanggung jawab atas konsekuensi dari teknologi jelas pada lembaga,
organisasi, dan manajer individu yang memilih untuk menggunakan teknologi.
Menggunakan teknologi informasi yang bertanggung jawab secara sosial berarti
dapat dan akan bertanggung jawab atas konsekuensi dari tindakan. Dalam
masyarakat politis, etis, individu dan lain-lain dapat memulihkan kerusakan yang
dilakukan melalui serangkaian proses hukum.
Daftar pustaka :
Ali, H. (2017). “Sistem Informasi dan Pengendalian Internal”, Modul 4. Universitas
Mercu Buana. [Online]. Tersedia: https://pasca-
elearning.mercubuana.ac.id/mod/resource/view.php?id=1539. [17 Maret 2017]
Laudon, Kenneth C. dan Jane P. Laudon (2012). Management Information Systems:
Managing The Digital Firm Twelfth Edition, Person Education, Inc.
Zaki, N. (2016). Sistem Informasi Manajemen Isu-isu Etika, Sosial dan Politis.
[Online]. Tersedia: http://naufalzakii.blogspot.co.id [23 Maret 2017].
Almudai, dkk. (2014). Isu Sosial dan Etika Dalam Sistem Informasi [Online].
Tersedia: http://trysutriani.blogspot.co.id/2016/04/isu-sosial-dan-etika-dalam-
sistem.html [23 Maret 2017]

More Related Content

PDF
Si & Pi, cilin christianto, hapzi ali, isu etika, sosial & politis pada tekno...
PDF
Si pi, asalila, hapzi ali, isu sosial dan etika dalam sistem informasi, unive...
DOCX
Si pi, yohanes agung nugroho, hapzi ali, sistem informasi, isu etika, sosia...
PDF
SI-PI, Ririh Sayekti, Hapzi Ali, Isu Sosial dan Etika Dalam Sistem Informasi ...
PDF
Sim, riyan giri permana, prof. dr. ir hapzi ali, mm, cma, implikasi etika, s...
PDF
SI & PI 3, Achmad Lukman Harun, Hapzi Ali, Isu Sosial dan Etika dalam Sistem ...
PDF
SI & PI, asri mustika rosa, hapzi ali, sistem informasi, organisasi dan strat...
PDF
Sim,yasni lavinia susanti,prof.dr.ir.hapzi ali,mm,cma ,sistem informasi manag...
Si & Pi, cilin christianto, hapzi ali, isu etika, sosial & politis pada tekno...
Si pi, asalila, hapzi ali, isu sosial dan etika dalam sistem informasi, unive...
Si pi, yohanes agung nugroho, hapzi ali, sistem informasi, isu etika, sosia...
SI-PI, Ririh Sayekti, Hapzi Ali, Isu Sosial dan Etika Dalam Sistem Informasi ...
Sim, riyan giri permana, prof. dr. ir hapzi ali, mm, cma, implikasi etika, s...
SI & PI 3, Achmad Lukman Harun, Hapzi Ali, Isu Sosial dan Etika dalam Sistem ...
SI & PI, asri mustika rosa, hapzi ali, sistem informasi, organisasi dan strat...
Sim,yasni lavinia susanti,prof.dr.ir.hapzi ali,mm,cma ,sistem informasi manag...

What's hot (17)

PDF
Quiz si & pi minggu 4 55026 (dosen hapzi, prof. dr. mm)
PPT
7 isu sosial dan etika dalam sistem informasi
PDF
SI-PI, Megania Kharisma, Hapzi Ali, Isu Sosial dan Etika dalam Sistem Informa...
PPTX
ETIKA PADA TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI PADA PENGGUNA, PENGELOLA, DAN PEMBUAT
PDF
SIM 11. Sely Yuniarti. Hapzi aAli. Ethical Implication of IT. Universitas Mer...
PDF
SIM 11, Dea Aulia, Prof. Dr. Ir. H. Hapzi Ali, MM, CMA, Implikasi Etis TI, Un...
PDF
SIM Laurissa, Hapzi Ali, Implikasi etik ti
PDF
Sim, ratih safitri, hapzi ali, implikasi etis ti, universitas mercu buana, 2017
PDF
11. SIM, Yasmin Al-Hakim, Hapzi Ali, Implikasi Etis TI, Universitas Mercu Bua...
PPTX
isu sosial dan etika dalam sistem informasi
DOCX
Sim, fajar muh triadi sakti, hapzi ali, implikasi etis ti, universitas mercu ...
PDF
SIM ilham Akbar dosen Prof dr hafdzi MM,: Ethical Implication of IT:
DOCX
Sim, yuli dwi astuti, hapzi ali, kode etik, isu pelanggaran moral, etika dan ...
DOCX
Tugas SIM, MUHAMMAD MUGHNY ALI RASYID, PUTRA YANANTO MIHADI, implemetasi/impl...
DOCX
Si-pi, Daniel Watloly, Hapzi Ali, isu etika sosial dan politik dalam sistem ...
PDF
SIM, MEGA AMBAR LUTFIA, PROF Dr. HAFZI ALI, ISU PELANGGARAN ETIKA DAN HUKUM ...
PDF
Sim, nur kairunnisa, prof. dr. hapzi ali, cma, kode etik, isu pelanggaran mor...
Quiz si & pi minggu 4 55026 (dosen hapzi, prof. dr. mm)
7 isu sosial dan etika dalam sistem informasi
SI-PI, Megania Kharisma, Hapzi Ali, Isu Sosial dan Etika dalam Sistem Informa...
ETIKA PADA TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI PADA PENGGUNA, PENGELOLA, DAN PEMBUAT
SIM 11. Sely Yuniarti. Hapzi aAli. Ethical Implication of IT. Universitas Mer...
SIM 11, Dea Aulia, Prof. Dr. Ir. H. Hapzi Ali, MM, CMA, Implikasi Etis TI, Un...
SIM Laurissa, Hapzi Ali, Implikasi etik ti
Sim, ratih safitri, hapzi ali, implikasi etis ti, universitas mercu buana, 2017
11. SIM, Yasmin Al-Hakim, Hapzi Ali, Implikasi Etis TI, Universitas Mercu Bua...
isu sosial dan etika dalam sistem informasi
Sim, fajar muh triadi sakti, hapzi ali, implikasi etis ti, universitas mercu ...
SIM ilham Akbar dosen Prof dr hafdzi MM,: Ethical Implication of IT:
Sim, yuli dwi astuti, hapzi ali, kode etik, isu pelanggaran moral, etika dan ...
Tugas SIM, MUHAMMAD MUGHNY ALI RASYID, PUTRA YANANTO MIHADI, implemetasi/impl...
Si-pi, Daniel Watloly, Hapzi Ali, isu etika sosial dan politik dalam sistem ...
SIM, MEGA AMBAR LUTFIA, PROF Dr. HAFZI ALI, ISU PELANGGARAN ETIKA DAN HUKUM ...
Sim, nur kairunnisa, prof. dr. hapzi ali, cma, kode etik, isu pelanggaran mor...
Ad

Similar to Si pi, hutria angelina mamentu, hapzi ali, isu sosial dan etika dalam sistem informasi, universitas mercu buana, 2017 (20)

PDF
04, si pi, asalila, hapzi ali, isu sosial dan etika dalam sistem informasi, u...
DOCX
4.SI-PI, yohanes agung nugroho, hapzi ali, sistem informasi, isu etika, sosia...
PPTX
'PPT SIM KLP 3.pptx
PDF
Sim , pujiyanti oktavianti , hapzi ali , isu pelanggaran moral , etika dan hu...
PDF
SI & PI, SEVRINDA ANGGIA SARI, Prof.Dr.HAPZI ALI. CMA,ISU SOSIAL DAN ETIKA DA...
PDF
Sim,herli savitri,hapzi,implikasi etis ti,universitasmercubuana,2017.
PDF
SIM Noviya Sari,Hapzi, Prof. Dr. MM
DOC
(11) SIM, Nurli Hardianto, Hapzi Ali, Implikasi Etis TI, Universitas Mercu Bu...
PPT
Isue Sosial dan Etika Sistem Informasi Manajemen
PDF
SIM, Fitri Febriani, Hapzi Ali, Implikasi Etis TI, Universitas Mercu Buana, 2017
PDF
11. SIM, Titis Puspaningsih, Hapzi Ali, Implikasi Etis IT, Universitas Mercu ...
PDF
SIM, Aswi Ruhana, Hapzi Ali, S1 Akuntansi,Implikasi Etis TI, Universitas Merc...
PDF
Sim, deby christin nm, hapzi ali, isu pelanggaran moral, etika dan hukum dala...
PDF
Sim, deby christin nm, hapzi ali, isu pelanggaran moral, etika dan hukum dala...
PDF
Sim, dimas luhur, prof. dr. ir. hapzi ali,mm,cma,implikasi etis ti, universit...
PDF
SI & PI, Priscilla M. Adeline K., Hapzi Ali, Isu Sosial dan Etika Dalam Siste...
DOCX
Sim, fajar muh triadi sakti, hapzi ali, implikasi etis ti, universitas mercu ...
DOCX
Sim, fajar muh triadi sakti, hapzi ali, implikasi etis ti, universitas mercu ...
PDF
Sim,lisa andriyani,hapzi ali,implikasi etis ti,universitas mercubuana,2017
PDF
SIM,Deden krisdyanto,prof.dr.ir.hapzi ali,mm,cma ,Implikasi etis dalam teknol...
04, si pi, asalila, hapzi ali, isu sosial dan etika dalam sistem informasi, u...
4.SI-PI, yohanes agung nugroho, hapzi ali, sistem informasi, isu etika, sosia...
'PPT SIM KLP 3.pptx
Sim , pujiyanti oktavianti , hapzi ali , isu pelanggaran moral , etika dan hu...
SI & PI, SEVRINDA ANGGIA SARI, Prof.Dr.HAPZI ALI. CMA,ISU SOSIAL DAN ETIKA DA...
Sim,herli savitri,hapzi,implikasi etis ti,universitasmercubuana,2017.
SIM Noviya Sari,Hapzi, Prof. Dr. MM
(11) SIM, Nurli Hardianto, Hapzi Ali, Implikasi Etis TI, Universitas Mercu Bu...
Isue Sosial dan Etika Sistem Informasi Manajemen
SIM, Fitri Febriani, Hapzi Ali, Implikasi Etis TI, Universitas Mercu Buana, 2017
11. SIM, Titis Puspaningsih, Hapzi Ali, Implikasi Etis IT, Universitas Mercu ...
SIM, Aswi Ruhana, Hapzi Ali, S1 Akuntansi,Implikasi Etis TI, Universitas Merc...
Sim, deby christin nm, hapzi ali, isu pelanggaran moral, etika dan hukum dala...
Sim, deby christin nm, hapzi ali, isu pelanggaran moral, etika dan hukum dala...
Sim, dimas luhur, prof. dr. ir. hapzi ali,mm,cma,implikasi etis ti, universit...
SI & PI, Priscilla M. Adeline K., Hapzi Ali, Isu Sosial dan Etika Dalam Siste...
Sim, fajar muh triadi sakti, hapzi ali, implikasi etis ti, universitas mercu ...
Sim, fajar muh triadi sakti, hapzi ali, implikasi etis ti, universitas mercu ...
Sim,lisa andriyani,hapzi ali,implikasi etis ti,universitas mercubuana,2017
SIM,Deden krisdyanto,prof.dr.ir.hapzi ali,mm,cma ,Implikasi etis dalam teknol...
Ad

More from Hutria Angelina Mamentu (12)

PDF
Si pi, hutria angelina mamentu, hapzi ali, membandingkan kerangka pengendalia...
PDF
Si pi, hutria angelina mamentu, hapzi ali, siklus proses bisnis, universitas ...
PDF
Quiz 7 audit sistem informasi terkomputerisasi
PDF
Si pi, hutria angelina mamentu, hapzi ali, coso enterprise risk management (c...
PDF
Forum 6 kerangka coso
PDF
Quiz 6 pengendalian internal dan evaluasinya
PDF
Si pi, hutria angelina mamentu, hapzi ali, sistem informasi, konsep dasar pen...
PDF
Si pi, hutria angelina mamentu, hapzi ali, implementasi sistem informasi di p...
PDF
Quiz 4 the building blocks of auditing
PDF
SI-PI, HUTRIA ANGELINA MAMENTU, HAPZI ALI, INFRASTRUKTUR TI DAN TEKNOLOGI BAR...
PDF
SI-PI, HUTRIA ANGELINA MAMENTU, HAPZI ALI, SISTEM INFORMASI, ORGANISASI DAN S...
PDF
SI PI, Hutria Angelina Mamentu, Hapzi Ali, Sistem Informasi Dalam Kegiatan Bi...
Si pi, hutria angelina mamentu, hapzi ali, membandingkan kerangka pengendalia...
Si pi, hutria angelina mamentu, hapzi ali, siklus proses bisnis, universitas ...
Quiz 7 audit sistem informasi terkomputerisasi
Si pi, hutria angelina mamentu, hapzi ali, coso enterprise risk management (c...
Forum 6 kerangka coso
Quiz 6 pengendalian internal dan evaluasinya
Si pi, hutria angelina mamentu, hapzi ali, sistem informasi, konsep dasar pen...
Si pi, hutria angelina mamentu, hapzi ali, implementasi sistem informasi di p...
Quiz 4 the building blocks of auditing
SI-PI, HUTRIA ANGELINA MAMENTU, HAPZI ALI, INFRASTRUKTUR TI DAN TEKNOLOGI BAR...
SI-PI, HUTRIA ANGELINA MAMENTU, HAPZI ALI, SISTEM INFORMASI, ORGANISASI DAN S...
SI PI, Hutria Angelina Mamentu, Hapzi Ali, Sistem Informasi Dalam Kegiatan Bi...

Recently uploaded (20)

PPT
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PPTX
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
PPTX
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
PPTX
PPT MODUL 3 PENYELARASAN VISI MISI DENGAN OEMBELAJARAN MENDALAM
PPTX
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
PPTX
1. Bahan Bacaan Pola Pikir Bertumbuh.pptx
PPTX
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas X SMA Terbaru 2025
PDF
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PPTX
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
PPTX
bahan KKA DI SEKOLAH bahan KKA DI SEKOLA
PPTX
Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Leaning
DOCX
Daftar Judul Paper Artificial Intelligence in Information System
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
PPT MODUL 3 PENYELARASAN VISI MISI DENGAN OEMBELAJARAN MENDALAM
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
1. Bahan Bacaan Pola Pikir Bertumbuh.pptx
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas X SMA Terbaru 2025
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
bahan KKA DI SEKOLAH bahan KKA DI SEKOLA
Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Leaning
Daftar Judul Paper Artificial Intelligence in Information System
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam PKWU Kerajinan Kelas XI SMA Terbaru 2025
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf

Si pi, hutria angelina mamentu, hapzi ali, isu sosial dan etika dalam sistem informasi, universitas mercu buana, 2017

  • 1. 1 ISU ETIKA, SOSIAL DAN POLITIS DALAM SISTEM INFORMASI Mata Kuliah : Sistem Informasi dan Pengendalian Internal Oleh : Hutria Angelina Mamentu, SE 55516120041 Dosen Pengampu : Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA Universitas Mercu Buana Jakarta 2017
  • 2. 2 Etika merupakan prinsip mengenai benar dan salah pada seorang individu, terhadap moral sosial. Didalam perkembangan teknologi yang sangat cepat kususnya sistem informasi, kebutuhan untuk membangun peraturan terhadap etika sosial tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat, tetapi membutuhkan kajian serta waktu proses yang panjang dalam membangunnya. Saat ini di Indonesia sudah ada peraturan mengenai etika terkusus pada teknologi, yaitu undang-undang informasi dan transaksi elektronik. Laudon dan P. Laudon, mengemukakan bahwa terjadi hubungan antara isu etika, sosial dan politik didalam informasi sosial. Isu etika, sosial, dan politis utama yang muncul oleh adanya sistem informasi mencakup dimensi moral berikut : 1. Hak dan Kewajiban informasi. Berkaitan dengan perlindungan privasi seorang individu dengan tidak mencampuri atau membatasi kebebasan individu tersebut, dengan mencari informasi seperti data-data melalui teknologi tanpa seizin dan sepengetahuan individu yan bersangkutan. 2. Kepemilikan hak dan kewajiban. Berkaitan dengan perlindungan kekayaan dan intelektual pribadi. kekayaan interlektual sebagai kekayaan yang tidak berwujud yang diciptakan oleh seorang individu atau organisasi. Dengan adanya teknologi informasi membuat perlindungan terhadap kekayaan interlektual sulit untuk dilakukan, karena informasi yang terkomputerisasi dapat dengan mudah menggandakan atau mendistribusikan pada jaringan yang luas jangkauannya. Kekayaan interlektual yang dilindungi meliputi rahasia dagang, hak cipta dan hak paten. 3. Akuntabilitas dan pengandalian. Berkaitan dengan undang-undang privasi individu , di mana teknologi informasi baru yang membawa tantangan bagi undang-undang liabilitas dan dalam praktik sosial untuk menuntut tanggung jawab perorangan dan organisasi, atas bahaya-bahaya yang terjadi dari informasi individu serta hak- hak pribadi. 4. Kualitas sistem. Berkaitan dengan standar kualitas sistem data yang harus dipenuhi untuk menghindari kesalahan dari sistem yang diterapkan untuk melindungi data dalam suatu perusahaan agar tidak menyebabkan kekacauan dan kerugian dalam bisnis. 5. Kualitas hidup. Komputer dan teknologi informasi mungkin dapat merusak elemen yang berharga dari kebudayaan yang ada di dalam masyarakat, meskipun di sisi lain juga dapat memberikan manfaat bagi kehidupan, seperti kasus internet yang bisa menjadi teman atau musuh bagi anak-anak. Dari segi positif,
  • 3. 3 internet menawarkan begitu banyak hal kepada mereka, seperti mereka menggunakan internet untuk tugas sekolah atau mengirim e-mail untuk temannya yang jauh. PRINSIP-PRINSIP YANG DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI PEDOMAN ETIKA PERILAKU DALAM LINGKUNGAN TEKNOLOGI INFORMASI Hubungan etika dengan pemanfaatan teknologi informasi sangat berkaitan dan susah untuk diberikan arti dalam sikap sosial. Etika TI merupakan satu kepercayaan, standar, atau pemikiran yang diterima seseorang atau kelompok. James H. Moor, mendefinisikan secara spesifik etika komputer sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial teknologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis. Menurut Gunarto (1998), dasar filosofi etika yang akan dituangkan dalam hukum TI ini sering dinyatakan dalam empat macam nilai kemanusiaan universal yang meliputi hak solitude (hak untuk tidak diganggu), anonymity (hak untuk tidak dikenal), intimity (hak untuk tidak dimonitor), dan reserve (hak untuk mempertahankan informasi individu sehingga terjaga kerahasiaannya). Isu-isu etika yang penting dewasa ini antara lain pelanggaran hak kekayaan intelektual, seperti penggunaan software bajakan, e-mail palsu, pelanggaran privacy, kebebasan melakukan akses pornografi. Meskipun permasalahan etika dan hukum TI dan internet sangat pelik, namun beberapa tindakan yang dianggap tidak etis menurut perjanjian internasional telah berhasil dirumuskan, seperti: - Akses ke tempat yang tidak menjadi haknya - Merusak fasilitas komputer dan jaringan, menghabiskan secara sia-sia sumber daya yang berkaitan dengan orang lain, komputer, ruang harddisk, bandwith, komunikasi, dll. - Menghilangkan atau merusak integritas & kerjasama antarsistem komputer. - Menggangu kerahasian individu atau organisasi. Dengan gambaran diatas ada beberapa prinsip-prinsip yang dapat digunakan sebagai pedoman etika perilaku dalam lingkungan teknologi informasi, beberapa diantaranya: 1. Melakukan hal untuk orang lain sesuai dengan apa yang di inginkan orang lain tersebut (The Golden Rule). Hal ini jelas sekali mengatakan bahwa kita di dalam etika dituntut untuk bekerja atau berperilaku sesuai dengan keinginan orang lain dan tentu kita tidak boleh melanggar untuk tetap melakukan sesuatu tersebut apabila tidak sesuai dengan keinginan orang lain itu. 2. Jika sebuah tindakan tidak baik untuk dilakukan oleh semua orang, maka tindakan tersebut tidak baik dilakukan oleh siapa saja (Immanuel Kant’s Categorical Imperative).
  • 4. 4 Artinya bahwa sesuatu hal yang dianggap buruk atau memang sudah difonis sebagai perilaku yang buruk oleh seseorang maka hal tersebut juga pastinya berlaku untuk setiap orang dalam arti kata hal tersebut juga seharusnya menjadi tidak layak untuk dilakukan oleh orang lain. 3. Tidak melakukan pengulangan untuk tindakan yang tidak seharusnya di ulang (Descartes rule of change). Tidak mengulang hal yang tidak seharusnya diulang, ini mengisyaratkan bahwa hal yang sebelumnya dianggap tidak pas atau tidak sesuai dengan etika untuk seterusnya tidak harus dan tidak patut lagi untuk di ulang. 4. Ambil tindakan yang akan menimbulkan kerugian paling kecil atau biaya paling sedikit. (Risk Aversion Principle). Dengan mengambil kerugian atau biaya paling kecil tentunya kita dapat meminimalisir biaya yang kita gunakan dan apabila timbul sebuah resiko maka hal tersebut tidak menimbulkan sesuatu yang sangat berarti, tentunya hal ini juga tidak hanya berkaitan dengan masalah biaya atau sejenisnya, karena hal ini juga bisa berkaitan dengan kehidupan sehari-hari kita, dalam kita bertindak sesuatu tentunya kita harus berfikir terlebih dahulu, apa yang akan menjadi resiko nantinya apabila kita melakukan hal tersebut, dan apabila kemungkinan memang pasti ada resiko carilah pemecahan yang dapat membuat resiko yang terjadi sangatlah mengecil. Beberapa tantangan yang sering ditemui : - Tantangan Internet Terhadap Privasi - Tantangan Bagi Hak Kekayaan Intelektual - Tantangan Bagi Rahasia Dagang - Tantangan Bagi Hak Cipta - Tantangan Bagi Hak Paten Tantangan Internet Terhadap Privasi Teknologi internet menimbulkan tantangan baru atas perlindungan privasi pribadi. Karena informasi yang dikirim melalui jaringan yang sangat luas mungkin saja melewati banyak sistem komputer yang berbeda sebelum informasi mencapai tujuan akhirnya. Setiap sistem ini mempunyai kemampuan untuk melakukan pengawasan, pengambilan, dan penyimpanan komunikasi yang melewati sistem tersebut, sehinggat sangat memungkinkan untuk merekam semua aktivitas online dari puluhan juta orang, termasuk kelompok berita (news group) atau file online mana yang telah diakses, situs web dan halaman web mana yang telah dikunjungi, dan barang apa saja yang telah dilihat oleh orang-orang. Dengan kemudahan dalam menyebarkan informasi dan data, maka tantangan yang ada terhadap perlindungan privacy, keamanan dan HAKI seseorang ataupun perusahaan sangat besar, beberap tantangannya diantaranya:
  • 5. 5 Tantangan Bagi Hak Kekayaan Intelektual Dengan berkembangnya jaringan elektronik, termasuk internet, telah membuat perlindungan kekayaan intelektual semakin sulit dilindungi. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh International Data Corporation untuk business software alliance mendapati bahwa lebih dari sepertiga peranti lunak di seluruh dunia telah ditiru atau dibajak, dan usiness alliance mealporkan bahwa kerugian pembajakan peranti lunak setiap tahunnya mencapai $ 29 milliar (Geitner, 2004: Lohr, 2004) Tantangan Bagi Rahasia Dagang Produk karya intelektual apapun-rumus, perangkat, pola, atau kompilasi data yang digunakan untuk sebuah tujuan bisnis dapat diklasifikasikan sebagai rahasia dagang (trade secret), asalkan hal itu tidak didasarkan pada informasi di domain publik. Perlindungan untuk rahasia dagang bervariasi di setiap negara. Pada umumnya, undang-undang rahasia dagang mengizinkan monopoli untuk ide-ide dari sebuah produk karya, meskipun monopoli tersebut bisa jadi sangat lemah. Dengan adanya teknologi informasi pencurian rahasia dagang menjadi rentan. Tantangan Bagi Hak Cipta Hak cipta adalah pengakuan oleh undang-undang yang melindungi pencipta kekayaan intelektual dari penggandaan hasil karyanya oleh pihak lain untuk tujuan apapun selama usia hidup pencipta ditambah 70 tahun setelah penciptanya meninggal. Sedangkan untuk perusahaan, perlindungan hak cipta akan berakhir 95 tahun setelah penciptaan pertamanya. Dengan adanya teknologi informasi tantangan mengenai hak cipta dapat terjadi melalui data yang tersebar tanpa ijin pemiliki. Tantangan Bagi Hak Paten Hak paten memberikan hak monopoli eksklusif kepada pemilik gagasan yang melatar belakangi suatu penemuan selama 20 tahun. Dengan adanya teknologi informasi, maka paten yang ada jika diinformasikan dan dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab tentu sangat merugikan. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam melindungi privacy dan keamanan dalam berinteraksi di dunia cyber menurut adalah sebagai berikut: - Mengatur akses (Access Control) - Memilih password yang kuat - Menutup servis yang tidak digunakan - Memasang Proteksi Untuk lebih meningkatkan keamanan sistem informasi, proteksi dapat ditambahkan. Proteksi ini dapat berupa filter (secara umum) dan yang lebih spesifik adalah firewall.
  • 6. 6 Filter dapat digunakan untuk memfilter e-mail, informasi, akses, atau bahkan dalam level packet. - Firewall Firewall merupakan sebuah perangkat yang diletakkan antara Internet dengan jaringan internal. Pastikan informasi yang keluar atau masuk harus melalui firewall. - Pemantau adanya serangan Sistem pemantau (monitoring system) digunakan untuk mengetahui adanya tamu tak diundang (intruder) atau adanya serangan (attack). Nama lain dari sistem ini adalah “intruder detection system” (IDS). Sistem ini dapat memberitahu administrator melalui e-mail maupun melalui mekanisme lain seperti melalui pager. - Pemantau integritas sistem Pemantau integritas sistem dijalankan secara berkala untuk menguji integratitas sistem. Salah satu contoh program yang umum digunakan di sistem UNIX adalah program Tripwire. Program paket Tripwire dapat digunakan untuk memantau adanya perubahan pada berkas. - Audit: Mengamati Berkas Log Sebagian besar kegiatan penggunaan sistem dapat dicatat dalam berkas yang biasanya disebut “logfile” atau “log” saja. Berkas log ini sangat berguna untuk mengamati penyimpangan yang terjadi. Kegagalan untuk masuk ke sistem (login), misalnya, tersimpan di dalam berkas log. Untuk itu perlu dilakukan analisa berkas log yang dimilikinya. - Backup secara rutin Seringkali tamu tak diundang (intruder) masuk ke dalam sistem dan merusak sistem dengan menghapus berkas-berkas yang dapat ditemui. Jika intruder ini berhasil menjebol sistem dan masuk sebagai super user (administrator), maka ada kemungkinan dia dapat menghapus seluruh berkas. Untuk itu, adanya backup yang dilakukan secara rutin merupakan sebuah hal yang esensial. - Penggunaan Enkripsi untuk meningkatkan keamanan Salah satau mekanisme untuk meningkatkan keamanan adalah dengan menggunakan teknologi enkripsi. Data-data yang anda kirimkan diubah sedemikian rupa sehingga tidak mudah disadap.
  • 7. 7 Forum : Etika, sosial, dan politis saling terkait satu sama lain. Di negara kita, perilaku- perilaku terkait ektika sudah dituangkan dalam undang-undang yang menjanjikan hukuman bagi pelanggar. Begitupun dalam perusahaan, beberapa kebijakan- kebijakan dan aturan-aturan terkait etika dalam pekerjaan pun ada sanksinya. Seperti yang sudah dijelaskan oleh rekan sekalian, intinya TANGGUNG JAWABlah elemen kunci dalam tindakan etik. Mengambil tanggung jawab berarti menerima menerima potensi biaya, tugas, dan kewajiban untuk keputusan demi keputusan yang dibuat.Ttanggung jawab atas konsekuensi dari teknologi jelas pada lembaga, organisasi, dan manajer individu yang memilih untuk menggunakan teknologi. Menggunakan teknologi informasi yang bertanggung jawab secara sosial berarti dapat dan akan bertanggung jawab atas konsekuensi dari tindakan. Dalam masyarakat politis, etis, individu dan lain-lain dapat memulihkan kerusakan yang dilakukan melalui serangkaian proses hukum. Daftar pustaka : Ali, H. (2017). “Sistem Informasi dan Pengendalian Internal”, Modul 4. Universitas Mercu Buana. [Online]. Tersedia: https://pasca- elearning.mercubuana.ac.id/mod/resource/view.php?id=1539. [17 Maret 2017] Laudon, Kenneth C. dan Jane P. Laudon (2012). Management Information Systems: Managing The Digital Firm Twelfth Edition, Person Education, Inc. Zaki, N. (2016). Sistem Informasi Manajemen Isu-isu Etika, Sosial dan Politis. [Online]. Tersedia: http://naufalzakii.blogspot.co.id [23 Maret 2017]. Almudai, dkk. (2014). Isu Sosial dan Etika Dalam Sistem Informasi [Online]. Tersedia: http://trysutriani.blogspot.co.id/2016/04/isu-sosial-dan-etika-dalam- sistem.html [23 Maret 2017]