Pengendalian Intern Dalam Sistem Informasi Akuntansi
DI SUSUN OLEH
NAMA : CHAIRUN NISSA NUR JANNAH
NPM : ED115111055
MATKUL : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)
DOSEN : BAPAK SURYANI, SE, MM
INSTITUT STIAMI KOTA TANGERANG
TAHUN AJARAN 2017 - 2018
1. Pengertian sistem pengendalian intern
Sistem informasi akuntansi sebagai sistem yang terbuka tidak bisa dijamin sebagai suatu
sistem yangbebas dari kesalahan maupun kecurangan. Pengendalian intern yang baik
merupakan cara bagisuatu sistem untuk melindungi diri dari tindakan-tindakan yang
merugikan. Dalam arti sempit, pengendalian internhanya dibatasi pada kegiatan pengecekan,
penjumlahan, baik penjumlahan mendatar maupun penjumlahan menurun.
Pengendalian intern secara luas, diantaranya ;
a. Batasan pengendalian intern, sebagai suatu sistem pengendalian yang meliputi struktur
organisasi beserta semua metode dan ukuran yang diterapkan dalam perusahaan, dengan
tujuan untuk :
1. mengamankan aktiva perusahaan
2. mengecek kecermatan dan ketelitian data akuntansi
3. meningkatkan efisiensi
4. mendorong agar kebijakan manajemen dipatuhi oleh segenap jajaran organisasi
Ringkasnya bahwa pengendalian intern tidak hanya meliputii pekerjaan pengecekan tetapi
juga meliputi semua sistem kerja yang terjadi dalam perusahaan dalam upaya mencapai
tujuan perusahaan.
Dari definisi pengendalian intern yang dikemukakan tersebut diatas dapat ditemukan
beberapa konsep dasar berikut :
 Pengendalian intern merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan tertentu, atau
merupakan suatu rangkaian tindakan yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan
 Pengendalian intern bukan hanya terdiri dari pedoman, kebijakan, formulir, namun
dijalankan oleh orang dari setiap jenjang organisasi, yang mencakup dewan komisaris,
manajemen dan personil lain.
 Pengendalian intern diharapkan mampu memberikan keyakinan memadai, bukan
keyakinan mutlak bagi manajemen dan dewan komisaris entitas. Keterbatasan yang
melekat dalam semua sistem pengendalian intern dan pertimbangan manfaat serta
pengorbanan dalam pencapaian tujuan pengendalian, menyebabkan pengendalian
intern tidak dapat memberikan keyakinan mutlak.
 Pengendalian intern ditujukan untuk mencapai tujuan yang saling berkaitan yaitu
pelaporan keuangan, kepatuhan dan operasi.
Sistem pengendaliaan intern meliputi struktur organisasi, metode, dan ukuran yang
diorganisasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan kehandalan
data akuntansi, mendorong efisiensi untuk dipatuhinya kebijakan manajemen. Sistem
pengendalian intern merupakan kebijakan, praktik, dan prosedur yang digunakan organisasi
untuk mencapai empat tujuan utama :
1. Untuk menjaga aktiva perusahaan
2. Untuk memastikan akurasi dan dapat diandalkan catatan dan informasi akuntansi
3. Untuk mempromosikan efisiensi operasi perusahaan
4. Untuk mengukur kesesuaian kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh
manajemen.
Berangkat dari tujuan diatas, maka sistem pengendalian intern dapat dikelompokkan menjadi
dua bagian, yaitu :
a) Pengendalian intern akuntansi (internal accounting control)
Pengendalian intern akuntansi meliputi persetujuan, pemisahan antara fungsi operasi,
penyimpanan dan pencatatan serta pengawasan fisik atas kekayaan.
b) Pengendalian intern administrasi (internal administratife control)
Pengendalian intern administrasi meliputi peningkatan efisiensi usaha, dan mendorong
dipatuhinya kebijakan pimpinan, misalnya analisis statistik, studi waktu dan gerak, program
pelatihan, dan pengendalian mutu kegiatan perusahaan .
2. Karakteristik sistem pengendalian intern
Kehandalan sistem pengendalian intern harus dilandasi dengan karakteristik dari sistem
tersebut yaitu :
 Adanya pendelegasian wewenang kepada petugas tertentu untuk menyetujui transaksi
dan penetapan tugas, pengecekan kepada petugas yang lain untuk mengetahui bahwa
transaksi telah disetujui oleh petugas yang berwenang.
 Adanya penyelenggaraan akuntansi sedemikian rupa sehingga mudah di cek.
 Adanya pendelegasian secara fisik yang tepat, termasuk penjagaan berganda terhadap
aktiva yang dimiliki.
 Adanya perifikasi secara periodik terhadap eksistensi aktiva yang dicatat.
 Memiliki pegawai yang cakap, mempunyai kemampuan dan latihan yang cukup,
sesuai dengan tingkat pertanggungjawabannya.
 Adanya pemisahan fungsi penyimpanan aktiva dari fungsi pencatatan, dan dari
pelaksanaan transaksi yang bersangkutan.
3. Pengendalian intern dalam Sistem Informasi Akuntansi Pembelian
Unsur-unsur pengendalian intern dalam siklus pembelian dirancang untuk mencapai tujuan
pokok pengendalian akuntansi, yaitu menjaga kekayaan (persediaan) dan kewajiban
perusahaan, menjamin ketelitian dan keandalan data akuntansi (utang, kas, persediaan).
Untuk merancang unsur-unsur pengendalian akuntansi yang diterapkan dalam siklus
pembelian, terdapat tiga unsur pokok yaitu :
a. Organisasi
1. Fungsi pembelian terpisah dari fungsi penerimaan barang.
2. Fungsi pembelian harus terpisah dengan fungsi akuntansi.
3. Fungsi penerimaan barang harus terpisah dengan fungsi penyimpanan barang.
4. Transaksi pembelian harus dilaksanakan oleh fungsi gudang, fungsi pembelian,
penerimaan barang, pencatat utang, dan fungsi akuntansi yang lain.
5. Transaksi retur pembelian harus dilaksanakan oleh fungsi pembelian, penerimaan
barang, pencatat utang, fungsi akuntansi yang lain.
b. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
1. Surat permintaan pembelian otorisasi oleh fungsi gudang untuk barang digudang, atau
oleh kepala fungsi yang bersangkutan untuk barang yang langsung dipakai.
2. Surat order pembelian diotorisasi oleh fungsi pembelian atau pejabat yang lebih
tinggi.
3. Laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan barang.
4. Bukti kas keluar oleh kepala fungsi pencatatan utang atau pejabat yang lebih tinggi.
5. Memo debit untuk retur pembelian diotorisasi oleh fungsi pembelian.
6. Laporan pengiriman barang untuk retur pembelian diotorisasi oleh fungsi pengiriman
barang.
7. Pencatatan terjadinya utang didasarkan atas bukti kas keluar yang didukung dengan
surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari pemasok.
8. Pencatatan berkurangnya utang karena retur pembelian didasarkan memo debit yang
didukung dengan laporan pengiriman barang.
9. Pengurangan utang di dalam arsip bukti kas keluar yang belum dibayar dan
pencatatan di dalam register bukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi pencatat utang.
10. Pencatatan di dalam jurnal umum diotorisasi oleh fungsi pencatat jurnal.
c. Praktik yang sehat ;
1. Surat permintaan pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi gudang.
2. Surat order pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi pembelian.
3. Laporan penerimaan barang bernomor urut tercetak dan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi penerimaan barang.
4. Memo debit untuk retur pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi pembelian.
5. Laporan penerimaan barang bernomor urut tercetak dan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi pengiriman barang.
6. Pemasok dipilih berdasarkan jawaban penawaran harga bersaing dari berbagai
pemasok.
7. Barang hanya diperiksa dan diterima oleh fungsi penerimaan barang jika fungsi ini
telah menerima tembusan surat order pembelian dari fungsi pembelian.
8. Fungsi penerimaan barang melakukan pemeriksaan barang yang diterima dari
pemasok dengan cara menghitung dan menginspeksi barang tersebut dan
membandingkannya dengan tembusan surat order pembelian.
9. Terdapat pengecekan, syarat pembelian, dan ketelitian perkalian di dalam faktur dari
pemasok sebelum faktur tersebut diproses untuk dibayar.
10. Catatan yang berfungsi sebagai buku pembantu utang secara periodik direkonsiliasi
dengan rekening control utang di dalam buku besar.
11. Pembayaran faktur dilakukan sesuai dengan syarat pembayaran guna mencegah
kehilangan kesempatan untuk memperoleh potongan tunai.
12. Bukti kas keluar beserta dokumen pendukungnya dicap “lunas” oleh fungsi
pengeluaran kas setelah cek dikirimkan kepada pemasok.
4. Pengendalian akuntansi
Pengendalian akuntansi mempunyai tujuan umum yaitu untuk mengendalikan harta
perusahaan. Ada dua kategori pengendalian akuntansi, yaitu :
1. Pengendalian secara umum :
Pengendalian akuntansi secara umum untuk keamanan harta perusahaan digolongkan menjadi
:
a. Pengendalian organisasi, dapat terjadi apabila ada pemisahan tugas (segregation of duties)
dan pemisahan tanggungjawab (segregation of responsibility) yang tegas.
b. Pengendalian dokumentasi; dokumentasi dapat mencatat tentang deskripsi, penjelasan,
bagan air, daftar-daftar, cetakan hasil komputer, dan contoh-contoh objek dari sistem
informasi. Dokumentasi dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu:
1. Dokumentasi yang disimpan dibagian akuntansi yaitu dokumen dasar, dokumentasi
daftar rekening dan dokumentasi prosedur manual.
2. Dokumentasi yang ada di bagian pengolahan data yaitu dokumentasi prosedur, sistem,
program operasi, dan dokumentasi data.
c. Pengendalian perangkat keras dan perangkat lunak, dirancang dalam komputer untuk
mendeteksi kesalahan atau tidak berfungsinya dalam sistem kerja.
d. Pengendalian keamanan fisik.
Pengendalian terhadap keamanan fisik perlu dilakukan untuk menjaga keamanan perangkat
keras, perangkat lunak, dan personal dalam perusahaan.
Teknik untuk pengendalian keamanan fisik dapat berupa alat-alat penempatan fisik yang
membantu melindungi harta perusahaan, seperti ; pengawasan terhadap pengasetan fisik,
pengaturan lokasi, dan penerapan alat-alat pengamanan.
e. Pengendalian keamanan data
Menjaga integritas dan keamanan data merupakan pencegahan terhadap keamanan data yang
tersimpan diluar supaya tidak hilang, rusak, dan diakses oleh pihak yang tidak
berkepentingan.
2. Pengendalian Aplikasi
Pengendalian aplikasi berhubungan dengan pengoperasian akuntansi sistem komputer. Fungsi
dari pengendalian aplikasi adalah untuk memberi jaminan yang cukup bahwa pencatatan,
proses, dan pelaporan data sudah dilakukan dengan benar sesuai prosedural.
Pengendalian aplikasi dikategorikan sebagai berikut :
 Pengendalian masukan, Pengendalian ini dirancang untuk mencegah atau mendeteksi
kekeliruan dalam tahap masukan dalam pengolahan data. Pengendalian masukan
umumnya menyangkut efisiensi, persetujuan, masukan terhormat, penandaan,
pembatalan, dan lain-lain dalam proses komputer.
 Pengendalian pemrosesan, Pengendalian ini mencakup mekanisme, standarisasi, dan
lain-lain.
 Pengendalian keluaran, Pengendalian keluaran dirancang untuk memeriksa masukan
dan pemrosesan sehingga berpengaruh terhadap keluaran secara absah dan
pendistribusian keluaran secara memadai. Pengendalian ini mencakup rekonsiliasi,
penyajian umur, suspensi berkas, suspensi account, audit periodik, laporan
ketidaksesuaian dan lipstream resubmission.
5. Pengendalian Administrasi
pengendalian ini bertujuan mengefisiensikan operasi kegiatan dan mendorong ditaatinya
kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan. Manajemen yang baik dapat menghindari
perusahaan dari penyelewengan dan kesalahan, sehingga mampu mewujudkan tujuan dan
mendukung pengendalian akuntansi perusahaan.
Sumber : http://www.ilmu-ekonomi.com/2012/03/pengendalian-intern-dalam-
sistem.html

More Related Content

PDF
Sia, gilan gramadhan, suryanih, institutstiami
PDF
sia, windiyana, suryani, institut stiami, 2017
PDF
Quis1 minggu2,ade nurzen,prof. dr. ir. hapzi ali, mm, cma,si & pi, univer...
PDF
SIA,DWI AJENG AGGRAENI,SURYANIH,STIAMI
PPTX
Sistem informasi akuntansi (arry)
PPT
pengauditan 1 struktur pengendalian intern
PPT
Sistem informasi akuntansi- sistem pengendalian intern
PPTX
Pengendalian intern
Sia, gilan gramadhan, suryanih, institutstiami
sia, windiyana, suryani, institut stiami, 2017
Quis1 minggu2,ade nurzen,prof. dr. ir. hapzi ali, mm, cma,si & pi, univer...
SIA,DWI AJENG AGGRAENI,SURYANIH,STIAMI
Sistem informasi akuntansi (arry)
pengauditan 1 struktur pengendalian intern
Sistem informasi akuntansi- sistem pengendalian intern
Pengendalian intern

What's hot (20)

DOCX
tugas informasi dan proses bisnis kelompok5
PPTX
Pengendalian internal perusahaan bab 5 auditing
PDF
Pengendalian internal,sia,dea tiana siva,suryani,stiami
DOCX
Audit internal control
PDF
Si pi, fazril azi nugraha, hapzi ali, pengendalian internal pada pt. hita, u...
DOC
Pengendalian Intern dan COSO
PPTX
SISTEM PENGENDALIAN INTERN
PPTX
Sistem pengendalian intern
PDF
Sipi, min sururi anfusina, hapzi ali, internal control over financing imple...
DOCX
(Pert 2) bab 10 pengendalian internal
DOCX
Hubungan struktur pengendalian intern dengan ruang lingkup pemeriksaan
PPT
Ppt.sia.6
PDF
12. SI-PI, Gusti Ketut Suardika, Hapzi Ali, Internal Control over Financial R...
PDF
Pengendalian Internal
PDF
Sia,putri riana,suryani,stiami,t2
PDF
Sipi, martina melissa, prof. hapsi ali, sistem informasi dalam kegiatan bisni...
PDF
Quiz 6 pengendalian internal dan evaluasinya
DOCX
Makalah pemrosesan transaksi
PDF
Sim, windi silviana, hapzi ali, sistem pengambilan keputusan, universitas mer...
DOCX
Si-pi, yohanes agung nugroho, hapzi ali, sistem informasi,siklus proses bisni...
tugas informasi dan proses bisnis kelompok5
Pengendalian internal perusahaan bab 5 auditing
Pengendalian internal,sia,dea tiana siva,suryani,stiami
Audit internal control
Si pi, fazril azi nugraha, hapzi ali, pengendalian internal pada pt. hita, u...
Pengendalian Intern dan COSO
SISTEM PENGENDALIAN INTERN
Sistem pengendalian intern
Sipi, min sururi anfusina, hapzi ali, internal control over financing imple...
(Pert 2) bab 10 pengendalian internal
Hubungan struktur pengendalian intern dengan ruang lingkup pemeriksaan
Ppt.sia.6
12. SI-PI, Gusti Ketut Suardika, Hapzi Ali, Internal Control over Financial R...
Pengendalian Internal
Sia,putri riana,suryani,stiami,t2
Sipi, martina melissa, prof. hapsi ali, sistem informasi dalam kegiatan bisni...
Quiz 6 pengendalian internal dan evaluasinya
Makalah pemrosesan transaksi
Sim, windi silviana, hapzi ali, sistem pengambilan keputusan, universitas mer...
Si-pi, yohanes agung nugroho, hapzi ali, sistem informasi,siklus proses bisni...
Ad

Similar to sia, chairun nissa, suryani, stiami (20)

PDF
SIA,DWI AJENG AGGRAENI,SURYANIH,STIAMI
PPTX
pptkel6siakunnew1-131210031702-phpapp01 (1).pptx
PDF
Sistem Pengendalian Internal
PPTX
Pertemuan 05 - Pengendalian Intern Perusahaan
PPTX
Bab 4 2012110006 andre pratama ondang
DOCX
Akuntansi perhotela1
PDF
Si & pi, dian andriani, hapzi ali, sistem pengendalian internal pada pt. pert...
PDF
Sim 3, adam dermawan,hapzi ali,computer based information system,universitas ...
PDF
BE & GG, Melania Bastian, Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA, Audit and Interna...
PDF
Bab 1 akuntansi dan pengendalian intern terhadap kas
PDF
Bab 1-akuntansi-dan-pengendalian-intern-terhadap-kas1
PPT
present-spi sistem pengendalian intern.ppt
PPTX
Audit - Internal Control
PPTX
KELOMPOK 8.pptx
PPTX
PPT Konsep Auditing Siklus Perolehan dan Pengeluaran Kas.pptx
PDF
SI-PI, Irfan Syaifudin, Hapzi Ali, Internal Control Over Financial Reporting,...
PDF
si pi, dwi rintani, hapzi ali, sistem informasi dan pengendalian internal, un...
PDF
Be & gg, serafinus octavia puspitasari, hapzi ali, audit dan internal con...
PDF
Sia, wulansari, suryanih, stiami
PDF
Sia, renaldi, suryanih, institut stiami
SIA,DWI AJENG AGGRAENI,SURYANIH,STIAMI
pptkel6siakunnew1-131210031702-phpapp01 (1).pptx
Sistem Pengendalian Internal
Pertemuan 05 - Pengendalian Intern Perusahaan
Bab 4 2012110006 andre pratama ondang
Akuntansi perhotela1
Si & pi, dian andriani, hapzi ali, sistem pengendalian internal pada pt. pert...
Sim 3, adam dermawan,hapzi ali,computer based information system,universitas ...
BE & GG, Melania Bastian, Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA, Audit and Interna...
Bab 1 akuntansi dan pengendalian intern terhadap kas
Bab 1-akuntansi-dan-pengendalian-intern-terhadap-kas1
present-spi sistem pengendalian intern.ppt
Audit - Internal Control
KELOMPOK 8.pptx
PPT Konsep Auditing Siklus Perolehan dan Pengeluaran Kas.pptx
SI-PI, Irfan Syaifudin, Hapzi Ali, Internal Control Over Financial Reporting,...
si pi, dwi rintani, hapzi ali, sistem informasi dan pengendalian internal, un...
Be & gg, serafinus octavia puspitasari, hapzi ali, audit dan internal con...
Sia, wulansari, suryanih, stiami
Sia, renaldi, suryanih, institut stiami
Ad

Recently uploaded (20)

PPTX
TATA NIAGA lartas IMPOR POST BORDER.pptx
DOCX
PROGRAM KERJA DAN APDB GKPS TAHUN 2021.docx
PPT
gambaran-umum-pp-71-2010_sap.pptxxxxxxxx
PPTX
6. PTBKM II -PENGANTAR KEARSIPAN-GURU SMK.pptx
PDF
Pertemuan ke-2 Analisis Laporan Keuangan.pdf
PDF
Permenkop No. 1 Tahun 2025 tentang Penyaluran Pinjaman atau Pembiayaan Dana B...
PPTX
kk20252 (1).pptx hshshshshjzhshzhsjjdnnx hxhshxhxhdhh
PPTX
PERTEMUAN PERTAMA MANAJEMEN STRATEGIS.pptx
PPTX
Salindia Karya Tulis Ilmiah UMSIDAA.pptx
PPTX
JAWABAN PEMERIKSAAN PAJAK BAHANA 2020 .pptx
PPT
Chapter 7-Kecurangan, Pengendalian Internal, dan Kas (2) fix (2).ppt
PPTX
persyaratan laporan keuangan aspek keperilakuan
PPTX
SISTEM PRODUKSI KERAJINAN BUDAYA KELAS XI XM 2 KUMER.pptx
PPTX
Materi pelajaran Pai kelas 3 tentang shalat.pptx
DOCX
laporan magang TIARA DWI PRATIWI new.docx
PPTX
Presentation_DigitalMarketingCoca-Cola.pptx
PDF
PMK 15_2025 - Alur Pemeriksaan Pajak.pdf
PPTX
Pentingnya Income Protection bagi Keluarga
PDF
Training Pemeriksaan Pajak 25 Agst 2023 Final Rev.pdf
PPTX
ANALISIS BIAYA Ekonomi Manajerial SMT 4
TATA NIAGA lartas IMPOR POST BORDER.pptx
PROGRAM KERJA DAN APDB GKPS TAHUN 2021.docx
gambaran-umum-pp-71-2010_sap.pptxxxxxxxx
6. PTBKM II -PENGANTAR KEARSIPAN-GURU SMK.pptx
Pertemuan ke-2 Analisis Laporan Keuangan.pdf
Permenkop No. 1 Tahun 2025 tentang Penyaluran Pinjaman atau Pembiayaan Dana B...
kk20252 (1).pptx hshshshshjzhshzhsjjdnnx hxhshxhxhdhh
PERTEMUAN PERTAMA MANAJEMEN STRATEGIS.pptx
Salindia Karya Tulis Ilmiah UMSIDAA.pptx
JAWABAN PEMERIKSAAN PAJAK BAHANA 2020 .pptx
Chapter 7-Kecurangan, Pengendalian Internal, dan Kas (2) fix (2).ppt
persyaratan laporan keuangan aspek keperilakuan
SISTEM PRODUKSI KERAJINAN BUDAYA KELAS XI XM 2 KUMER.pptx
Materi pelajaran Pai kelas 3 tentang shalat.pptx
laporan magang TIARA DWI PRATIWI new.docx
Presentation_DigitalMarketingCoca-Cola.pptx
PMK 15_2025 - Alur Pemeriksaan Pajak.pdf
Pentingnya Income Protection bagi Keluarga
Training Pemeriksaan Pajak 25 Agst 2023 Final Rev.pdf
ANALISIS BIAYA Ekonomi Manajerial SMT 4

sia, chairun nissa, suryani, stiami

  • 1. Pengendalian Intern Dalam Sistem Informasi Akuntansi DI SUSUN OLEH NAMA : CHAIRUN NISSA NUR JANNAH NPM : ED115111055 MATKUL : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA) DOSEN : BAPAK SURYANI, SE, MM INSTITUT STIAMI KOTA TANGERANG TAHUN AJARAN 2017 - 2018
  • 2. 1. Pengertian sistem pengendalian intern Sistem informasi akuntansi sebagai sistem yang terbuka tidak bisa dijamin sebagai suatu sistem yangbebas dari kesalahan maupun kecurangan. Pengendalian intern yang baik merupakan cara bagisuatu sistem untuk melindungi diri dari tindakan-tindakan yang merugikan. Dalam arti sempit, pengendalian internhanya dibatasi pada kegiatan pengecekan, penjumlahan, baik penjumlahan mendatar maupun penjumlahan menurun. Pengendalian intern secara luas, diantaranya ; a. Batasan pengendalian intern, sebagai suatu sistem pengendalian yang meliputi struktur organisasi beserta semua metode dan ukuran yang diterapkan dalam perusahaan, dengan tujuan untuk : 1. mengamankan aktiva perusahaan 2. mengecek kecermatan dan ketelitian data akuntansi 3. meningkatkan efisiensi 4. mendorong agar kebijakan manajemen dipatuhi oleh segenap jajaran organisasi Ringkasnya bahwa pengendalian intern tidak hanya meliputii pekerjaan pengecekan tetapi juga meliputi semua sistem kerja yang terjadi dalam perusahaan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan. Dari definisi pengendalian intern yang dikemukakan tersebut diatas dapat ditemukan beberapa konsep dasar berikut :  Pengendalian intern merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan tertentu, atau merupakan suatu rangkaian tindakan yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan  Pengendalian intern bukan hanya terdiri dari pedoman, kebijakan, formulir, namun dijalankan oleh orang dari setiap jenjang organisasi, yang mencakup dewan komisaris, manajemen dan personil lain.  Pengendalian intern diharapkan mampu memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan mutlak bagi manajemen dan dewan komisaris entitas. Keterbatasan yang melekat dalam semua sistem pengendalian intern dan pertimbangan manfaat serta pengorbanan dalam pencapaian tujuan pengendalian, menyebabkan pengendalian intern tidak dapat memberikan keyakinan mutlak.
  • 3.  Pengendalian intern ditujukan untuk mencapai tujuan yang saling berkaitan yaitu pelaporan keuangan, kepatuhan dan operasi. Sistem pengendaliaan intern meliputi struktur organisasi, metode, dan ukuran yang diorganisasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan kehandalan data akuntansi, mendorong efisiensi untuk dipatuhinya kebijakan manajemen. Sistem pengendalian intern merupakan kebijakan, praktik, dan prosedur yang digunakan organisasi untuk mencapai empat tujuan utama : 1. Untuk menjaga aktiva perusahaan 2. Untuk memastikan akurasi dan dapat diandalkan catatan dan informasi akuntansi 3. Untuk mempromosikan efisiensi operasi perusahaan 4. Untuk mengukur kesesuaian kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen. Berangkat dari tujuan diatas, maka sistem pengendalian intern dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu : a) Pengendalian intern akuntansi (internal accounting control) Pengendalian intern akuntansi meliputi persetujuan, pemisahan antara fungsi operasi, penyimpanan dan pencatatan serta pengawasan fisik atas kekayaan. b) Pengendalian intern administrasi (internal administratife control) Pengendalian intern administrasi meliputi peningkatan efisiensi usaha, dan mendorong dipatuhinya kebijakan pimpinan, misalnya analisis statistik, studi waktu dan gerak, program pelatihan, dan pengendalian mutu kegiatan perusahaan . 2. Karakteristik sistem pengendalian intern Kehandalan sistem pengendalian intern harus dilandasi dengan karakteristik dari sistem tersebut yaitu :  Adanya pendelegasian wewenang kepada petugas tertentu untuk menyetujui transaksi dan penetapan tugas, pengecekan kepada petugas yang lain untuk mengetahui bahwa transaksi telah disetujui oleh petugas yang berwenang.
  • 4.  Adanya penyelenggaraan akuntansi sedemikian rupa sehingga mudah di cek.  Adanya pendelegasian secara fisik yang tepat, termasuk penjagaan berganda terhadap aktiva yang dimiliki.  Adanya perifikasi secara periodik terhadap eksistensi aktiva yang dicatat.  Memiliki pegawai yang cakap, mempunyai kemampuan dan latihan yang cukup, sesuai dengan tingkat pertanggungjawabannya.  Adanya pemisahan fungsi penyimpanan aktiva dari fungsi pencatatan, dan dari pelaksanaan transaksi yang bersangkutan. 3. Pengendalian intern dalam Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Unsur-unsur pengendalian intern dalam siklus pembelian dirancang untuk mencapai tujuan pokok pengendalian akuntansi, yaitu menjaga kekayaan (persediaan) dan kewajiban perusahaan, menjamin ketelitian dan keandalan data akuntansi (utang, kas, persediaan). Untuk merancang unsur-unsur pengendalian akuntansi yang diterapkan dalam siklus pembelian, terdapat tiga unsur pokok yaitu : a. Organisasi 1. Fungsi pembelian terpisah dari fungsi penerimaan barang. 2. Fungsi pembelian harus terpisah dengan fungsi akuntansi. 3. Fungsi penerimaan barang harus terpisah dengan fungsi penyimpanan barang. 4. Transaksi pembelian harus dilaksanakan oleh fungsi gudang, fungsi pembelian, penerimaan barang, pencatat utang, dan fungsi akuntansi yang lain. 5. Transaksi retur pembelian harus dilaksanakan oleh fungsi pembelian, penerimaan barang, pencatat utang, fungsi akuntansi yang lain. b. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan 1. Surat permintaan pembelian otorisasi oleh fungsi gudang untuk barang digudang, atau oleh kepala fungsi yang bersangkutan untuk barang yang langsung dipakai. 2. Surat order pembelian diotorisasi oleh fungsi pembelian atau pejabat yang lebih tinggi. 3. Laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan barang. 4. Bukti kas keluar oleh kepala fungsi pencatatan utang atau pejabat yang lebih tinggi.
  • 5. 5. Memo debit untuk retur pembelian diotorisasi oleh fungsi pembelian. 6. Laporan pengiriman barang untuk retur pembelian diotorisasi oleh fungsi pengiriman barang. 7. Pencatatan terjadinya utang didasarkan atas bukti kas keluar yang didukung dengan surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari pemasok. 8. Pencatatan berkurangnya utang karena retur pembelian didasarkan memo debit yang didukung dengan laporan pengiriman barang. 9. Pengurangan utang di dalam arsip bukti kas keluar yang belum dibayar dan pencatatan di dalam register bukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi pencatat utang. 10. Pencatatan di dalam jurnal umum diotorisasi oleh fungsi pencatat jurnal. c. Praktik yang sehat ; 1. Surat permintaan pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi gudang. 2. Surat order pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi pembelian. 3. Laporan penerimaan barang bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi penerimaan barang. 4. Memo debit untuk retur pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi pembelian. 5. Laporan penerimaan barang bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi pengiriman barang. 6. Pemasok dipilih berdasarkan jawaban penawaran harga bersaing dari berbagai pemasok. 7. Barang hanya diperiksa dan diterima oleh fungsi penerimaan barang jika fungsi ini telah menerima tembusan surat order pembelian dari fungsi pembelian. 8. Fungsi penerimaan barang melakukan pemeriksaan barang yang diterima dari pemasok dengan cara menghitung dan menginspeksi barang tersebut dan membandingkannya dengan tembusan surat order pembelian. 9. Terdapat pengecekan, syarat pembelian, dan ketelitian perkalian di dalam faktur dari pemasok sebelum faktur tersebut diproses untuk dibayar. 10. Catatan yang berfungsi sebagai buku pembantu utang secara periodik direkonsiliasi dengan rekening control utang di dalam buku besar.
  • 6. 11. Pembayaran faktur dilakukan sesuai dengan syarat pembayaran guna mencegah kehilangan kesempatan untuk memperoleh potongan tunai. 12. Bukti kas keluar beserta dokumen pendukungnya dicap “lunas” oleh fungsi pengeluaran kas setelah cek dikirimkan kepada pemasok. 4. Pengendalian akuntansi Pengendalian akuntansi mempunyai tujuan umum yaitu untuk mengendalikan harta perusahaan. Ada dua kategori pengendalian akuntansi, yaitu : 1. Pengendalian secara umum : Pengendalian akuntansi secara umum untuk keamanan harta perusahaan digolongkan menjadi : a. Pengendalian organisasi, dapat terjadi apabila ada pemisahan tugas (segregation of duties) dan pemisahan tanggungjawab (segregation of responsibility) yang tegas. b. Pengendalian dokumentasi; dokumentasi dapat mencatat tentang deskripsi, penjelasan, bagan air, daftar-daftar, cetakan hasil komputer, dan contoh-contoh objek dari sistem informasi. Dokumentasi dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu: 1. Dokumentasi yang disimpan dibagian akuntansi yaitu dokumen dasar, dokumentasi daftar rekening dan dokumentasi prosedur manual. 2. Dokumentasi yang ada di bagian pengolahan data yaitu dokumentasi prosedur, sistem, program operasi, dan dokumentasi data. c. Pengendalian perangkat keras dan perangkat lunak, dirancang dalam komputer untuk mendeteksi kesalahan atau tidak berfungsinya dalam sistem kerja. d. Pengendalian keamanan fisik. Pengendalian terhadap keamanan fisik perlu dilakukan untuk menjaga keamanan perangkat keras, perangkat lunak, dan personal dalam perusahaan. Teknik untuk pengendalian keamanan fisik dapat berupa alat-alat penempatan fisik yang membantu melindungi harta perusahaan, seperti ; pengawasan terhadap pengasetan fisik, pengaturan lokasi, dan penerapan alat-alat pengamanan. e. Pengendalian keamanan data
  • 7. Menjaga integritas dan keamanan data merupakan pencegahan terhadap keamanan data yang tersimpan diluar supaya tidak hilang, rusak, dan diakses oleh pihak yang tidak berkepentingan. 2. Pengendalian Aplikasi Pengendalian aplikasi berhubungan dengan pengoperasian akuntansi sistem komputer. Fungsi dari pengendalian aplikasi adalah untuk memberi jaminan yang cukup bahwa pencatatan, proses, dan pelaporan data sudah dilakukan dengan benar sesuai prosedural. Pengendalian aplikasi dikategorikan sebagai berikut :  Pengendalian masukan, Pengendalian ini dirancang untuk mencegah atau mendeteksi kekeliruan dalam tahap masukan dalam pengolahan data. Pengendalian masukan umumnya menyangkut efisiensi, persetujuan, masukan terhormat, penandaan, pembatalan, dan lain-lain dalam proses komputer.  Pengendalian pemrosesan, Pengendalian ini mencakup mekanisme, standarisasi, dan lain-lain.  Pengendalian keluaran, Pengendalian keluaran dirancang untuk memeriksa masukan dan pemrosesan sehingga berpengaruh terhadap keluaran secara absah dan pendistribusian keluaran secara memadai. Pengendalian ini mencakup rekonsiliasi, penyajian umur, suspensi berkas, suspensi account, audit periodik, laporan ketidaksesuaian dan lipstream resubmission. 5. Pengendalian Administrasi pengendalian ini bertujuan mengefisiensikan operasi kegiatan dan mendorong ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan. Manajemen yang baik dapat menghindari perusahaan dari penyelewengan dan kesalahan, sehingga mampu mewujudkan tujuan dan mendukung pengendalian akuntansi perusahaan. Sumber : http://www.ilmu-ekonomi.com/2012/03/pengendalian-intern-dalam- sistem.html